Aspek Etika dan Hukum Penyakit Menular

advertisement
Aspek Etika dan Hukum
Penyakit Menular
Zelfino,MM, MKM
Prodi Kesehatan Masyarakat
Univ Esa Unggul
Aspek Etika dan Hukum
• Berkaitan dengan :
– Wabah penyakit menular
– Penyakit menular seksual
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia No 560/Menkes/Per/VII/ 1989 tentang Jenis
Penyakit tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah
Revisi : Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No 1501/Menkes/Per/VII/ 2010 tentang Jenis Penyakit
tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah
Aspek Etik dan Hukum Wabah
• Aspek etik dan hukum dalam penanggulangan
wabah dilakukan kalangan kedokteran dan
kesehatan masyarakat
• Meliputi :
– Penyelidikan epidemiologi, pemeriksaan,
pengobatan, perawatan, isolasi, karantina,
pencegahan, pengebalan, pemusnahan penyakit,
penanganan jenazah
Contoh penyakit
• SARS, Flu Burung
Sesuai dengan kebijakan dari Keputusan Menteri
Kesehatan RI No 424/Menkes/SK/V/2003
tentang Penetapan SARS sebagai Penyakti
yang dapat Menimbulkan Wabah dan
Penanggulangannya
Kebijakan mencakup :
• Implementasi penerapan SKD/SE KLB di seluruh
Indonesia, khususnya di pelabuhan/bandara/pos
lintas batas
• Penerapan upaya karantina
• Penanggulangan (pencegahan, tatalaksana,
pemulihan kasus)
• Penetapan RS rujukan SARS oleh pemerintah
• Pengembangan jejaring kerja antar instansi
• Penyebaran informasi
Aspek Etik dan Hukum Penyakit
Menular Seksual
• Contoh : HIV/AIDS dan PMS lain
• Harus bertindak holistik dan sangat hati-hati
• Pasien harus diingatkan untuk tidak
menularkan pada orang lain (baik pasangan
sah, maupun yang tidak sah)
• Hati-hati untuk tidak membocorkan informasi
tentang penyakit tersebut ke
pasangannya/anggota keluarga lain karena
dapat terkena sanksi hukum sesuai KUHP pasa
322, KUH Perdata pasal 1365 dan pasal 1366
dan sanksi administratif seperti yang
dijelaskan dalam UU Kesehatan pasal 23
Tahun 1992 ayat 1 :”terhadap tenaga
kesehatan yang melakukan kesalahan atau
kelalaian dalam melaksanakan profesinya
dapat dikenakan sanksi disiplin”
Download