MAKALAH BIOKIMIA ASAM AMINO DAN

advertisement
MAKALAH BIOKIMIA
ASAM AMINO DAN PROTEIN
DISUSUN OLEH:
Nama
: Devi Andriani
NPM
: 1413024023
Prodi
: Pendidikan Biologi
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL..............................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang.................................................................. ...1
1.2Rumusan Masalah.................................................................1
1.3Tujuan...................................................................................1
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Asam Amino.......................................................2
2.3 Klasifikasi Protein.................................................................2
2.4 Struktur Asam Amino...........................................................3
2.5 Struktur Protein................................................................. ...4
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Sifat-sifat Asam Amino........................................................6
3.2 Sifat Asam Basa Asam Amino..............................................7
3.3 Protein...................................................................................7
3.4 Klasifikasi Protein.................................................................7
3.5 Denaturasi dan Renaturasi...................................................10
BAB IV KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Didalam kehidupan, protein merupakan molekul yang sangat penting dalam
tubuh maklhuk hidup. Hal ini disebabkan oleh hampir semua reaksi kimia
dalam sistem biologi dikatalisis oleh enzim dan hampir semua enzim adalah
protein. Unit dasar penyusun struktur protein adalah asam amino. Yang asam
amino ini bekerja dalam proses kehidupan di dalam tubuh makhluk hidup.
Pentingnya protein dan asam amino bagi makhluk hidup membuat kami
merasa tertarik tertantang untuk membahas materi ini. Pokok bahasan ini erat
kaitannya dengan kerja tubuh kita sehari-hari sebab molekul ini (protein)
merupakan makromolekul terbanyak dalam sel (hampir setengah dari berat
kering sel merupakan molekul protein). Selain untuk menambah pengetahuan
dan wawasan kami, pembuatan makalah ini juga dapat membuat kami
menyadari akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi belajar lebih
bersyukur serta untuk memenuhi tugas biokimia.
1.2Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana sifat amfoter dari asam amino?
1.2.2 Bagaimana sifat asam basa asam amino?
1.2.3 Bagaimana klasifikasi dari protein?
1.2.4 Apa yang dimaksud Denaturasi dan Renaturasi?
1.3Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui sifat amfoter dan sifat asam basa dari asam amino
1.3.2 Untuk mengetahui pengertian dan klasifikasi dari protein
1.3.3 Untuk mengetahui pengertian dari Denaturasi dan Renaturasi.
1
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Asam Amino
Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional
karboksil (COOH) dan amina (NH2). Asam amino merupakan molekul yang
digunakan
untuk
membangun
protein.Dalam
biokimia
seringkali
pengertiannya dipersempit, keduanya terikat pada satu atom karbon yang
sama yang disebut atom C alfa. Gugus karboksil memberikan sifat asam dan
gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino
bersifat amfoterik, cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi
basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu
menjadi zwitter ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling
banyak dipelajari karena salah satu fungsinnya sangat penting dalam
organisme, yaitu sebagai penyusun protein.
2.2 Pengertian Protein
Protein berasal dari bahasa Yunani yaitu “protos” yang berati yang paling
utama Protein ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius pada tahun 1838. Protein
adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan
polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama
lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen,
oksigen, nitrogen, dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan
penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain
berperan dalam fungsi struktural dan mekanis, seperti protein yang
membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem
kekebalan sebagai antibodi, sistem kendalu dalam bentuk hormon, sebagai
komponen penyimpanan dan juga dalam transportasi hara. Sebagai saah satu
sumber gizi, protein juga berperan sebagai sumber asam amino bagi
oragnisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut.
2
Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida,
lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup.
Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti
dalam biokimia.
2.3 Klasifikasi Asam Amino
Berdasarkan biosintesis, asam amino diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu
Asam
amino essensial, asam amino nonessensial dan asam amino essensial
bersyarat.Beberapa asam amino dianggap asam amino esensial, yang berarti
bahwa tubuh kita tidak dapat membuat mereka. Kita harus mendapatkan asam
amino esensial dari makanan yang kita makan. Asam amino nonesensial
adalah asam amino yang tubuh kita dapat mensintesis terlepas dari apa yang
kita makan. Pada manusia ada sepuluh asam amino nonesensial dan sepuluh
esensial. Namun, arginin adalah jenis kasus khusus. Orang dewasa dapat
sintesis arginin, tetapi bayi tidak bisa. Jadi arginin adalah asam amino esensial
hanya untuk bayi.
Asam Amino Esensial
Asam Amino Nonesensial
Arginine
Alanine
Histidine
Asparagine
Isoleucine
Aspartic acid
Leucine
Cysteine
Lysine
Glutamic acid
Methionine
Glutamine
Phenylalanine
Glycine
Threonine
Proline
Tryptophan
Serine
Valine
Tyrosine
3
Asam amino esensial bersyarat adalah kelompok asam amino non-esensial,
namun pada saat tertentu, seperti setelah latihan beban yang keras, produksi
dalam tubuh tidak secepat dan tidak sebanyak yang diperlukan sehingga harus
didapat dari makanan maupun suplemen protein.
Asam amino yang terdapat dalam protein dapat dibagi menjadi 4 golongan
berdasarkan relatif gugus R-nya:
1. Asam amino dengan gugus R non polar (tak mengutup)
Gugus non polar adalah gugus yang mempunyai sedikit atau tidak
mempunyai selisih muatan dari daerah yang satu ke daerah yang lain.
Golongan ini terdiri dari lima asam amino yang mengandung gugus
alifatik (Alanin, leusin, isoleusin, valin,dan prolin) dua dengan R aromatic
(fenilalanin dan triptopan) dan satu mengandung atom sulfur (metionin).
2. Asam amino dengan gugus R mengutub tak bermuatan
Golongan ini lebih mudah larut dalam air dari golongan yang tak
mengutub karena gugus R mengutup dapat membentuk ikatan hydrogen
dengan molekul air. Selain treoinin dan tirosin yang kekutubannya
disebabkan oleh adanya gugus hidroksil (-OH) merupakan asam amino
yang termasuk golongan ini. Selain itu yang termasuk dalam golongan ini
juga adalah asparagin dan glutamine yang kekutubannya disebabkan oleh
gugus amida (-CONH2) serta sistein oleh gugus sulfidril (-SH).
3. Asam amino dengan gugus R bermuatan negative (Asam amino asam)
Golongan asam amino ini bermuatan negative pada pH 6.0-7.0 dan terdiri
dari asam aspartat dan asam glutamat yang masing-masing mempunyai
dua gugus karboksil (COOH).
4. Asam amino dengan gugus R bermuatan positif (Asam amino basa)
Golongan asam amino ini bermuatan positif pada pH 7.0 terdiri dari lisin,
histidin dan arginin.
2.4 Struktur Asam Amino
Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang mengikat empat
gugus: gugus amina (NH2), gugus karboksil (COOH), atom hidrogen (H),
dan satu gugus sisa (R, dari residue) atau disebut juga gugus atau rantai
4
samping yang membedakan satu asam amino dengan asam amino lainnya.
Atom C pusat tersebut dinamai atom Cα ("C-alfa") sesuai dengan penamaan
senyawa bergugus karboksil, yaitu atom C yang berikatan langsung dengan
gugus karboksil. Oleh karena gugus amina juga terikat pada atom Cα ini,
senyawa tersebut merupakan asam α-amino. Asam amino biasanya
diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebut menjadi
empat kelompok. Rantai samping dapat membuat asam amino bersifat asam
lemah, basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika nonpolar.
2.5 Struktur Protein
Ada 4 struktur protein antara lain :
1) Struktur Primer
Struktur primer adalah rantai polipeptida. Struktur primer protein di
tentukan oleh ikatan kovalen antara residu asam amino yang berurutan
yang membentuk ikatan peptida. Struktur primer dapat di gambarkan
sebagai rumus bangun yang biasa di tulis untuk senyawa organik.
2) Struktur Sekunder
Struktur sekunder ditentukan oleh bentuk rantai asam amino : lurus,
lipatan, atau gulungan yang mempengaruhi sifat dan kemungkinan jumlah
protein yang dapat dibentuk. Struktur ini terjadi karena ikatan hydrogen
antara atom O dari gugus karbonil ( C=O) dengan atom H dari gugus
amino ( N-H ) dalam satu rantai peptida, memungkinkan terbentuknya
konfirasi spiral yang disebut struktur helix.
3) Struktur Tersier
Struktur tersier ditentukan oleh ikatan tambahan antara gugus R pada
asam-asam amino yang memberi bentuk tiga dimensi sehingga membentuk
struktur kompak dan padat suatu protein.
4) Struktur kuartener
Struktur kuartener adaalah susunan kompleks yang terdiri dari dua rantai
polipeptida atau lebih, yang setiap rantainya bersama dengan struktur
primer, sekunder, tersier membentuk satu molekul protein yang besar dan
aktif secara biologis.
5
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Sifat-sifat Asam Amino
Ada tiga sifat-sifat asam amino yaitu:
1. Sifat Amfoter
Gugus fungsional pada asama amino, yaitu karboksil dan amina,
keduanya memengaruhi sifat keasaman asam amino. Dengan demikian,
asam amino dapat bereaksi dengan asam maupun basa sehingga dikatakan
bersifat amfoter atau amfiprotik. Sifat amfoter ini tampak pada asam
amino yang hanya mengikat satu gugus -COOH dan satu gugus -NH2.
Adapun asam amino yang mengikat lebih dari satu gugus -COOH dan
hanya satu gugus -NH2, akan lebih bersifat asam. Asam amino bersifat
amfoter, maka:
a. Jika direaksikan dengan asam, maka asam amino akan menjadi suatu
kation.
b. Jika direaksikan dengan basa, maka asam amino akan menjadi suatu
anion.
2. Ion Zwitter
Pada asam amino, ada gugus yang dapat melepaskan ion H+ dan ada
gugus yang dapat menerima ion H+. Akibatnya, terbentuk molekul yang
memilikidua jenis muatan, yaitu muatan positif dan muatan negatif...
Gambar Dua bentuk asam amino, (1) tidak terionisasi; (2) ion zwitter.
6
3. Optis Aktif
Semua asam amino kecuali glisin, memiliki atom C asimetris atau atom C
kiral, yaitu atom C yang mengikat empat gugus yang berbeda (gugus -H, COOH, -NH2, dan -R). Oleh karena itu, semua asam amino (kecuali
glisin) bersifat optis aktif. Artinya, senyawa tersebut dapat memutar
bidang polarisasi cahaya.
3.2 Sifat Asam Basa Asam Amino
Pada larutan air, asam amino berbentuk ion dwi kutub. Pada keadaan zwitter
ion, umumnya asam amino mempunyai titik isolektrik yaitutitik dimana asam
amino mempunyai PH optimum.
3.3 Protein
Protein adalah makromolekul polipeptida yang tersusund ari sejumlah L-asam
amino yang dihubungkan oleh ikatan peptide, bobot molekul tinggi. Suatu
molekul protein disusun oleh sejumlah asam amino dengan susunan tertentu
dan bersifat turunan. Rantai polipeptida sebuah molekul protein mempunyai
satu konformasi yang sudah tertentu pada suhu dan pH normal. Konformasi
ini disebut konformasi asli, sangat stabil sehingga memungkinkan protein
dapat diisolasi dalam keadaan konformasi aslinya itu.
3.4 Klasifikasi Protein
Klasifikasi protein pada biokimia didasarkan atas fungsi biologinya terdiri
atas:
1. Enzim, merupakan golongan protein yang terbesar dan paling penting.
Kira-kira seribu macam enzim telah diketahui, yang masing-masing
berfungsi sebagai katalisator reaksi kimia dalam jasad hidup. pada
jasad hidup yang berbeda terdapat macam jenis enzim yang berbeda
pula. Molekul enzim biasanya berbentuk bulat (globular), sebagian
terdiri atas satu rantai polipeptida dan sebagian lain terdiri lebih dari
satu polipeptida. Contoh enzim: ribonuklease, suatu enzim yang
mengkatalisa hidrolisa RNA (asam poliribonukleat); sitokrom,
7
berperan dalam proses pemindahan electron; tripsin; katalisator
pemutus ikatan peptida tertentu dalam polipeptida.
2. Protein Pembangun, berfungsi sebagai unsure pembentuk struktur.
Beberapa contoh misalnya: protein pembukus virus, merupakan
selubung pada kromosom; glikoprotein, merupakan penunjang
struktur dinding sel;
struktur membrane, merupakan protein
komponen membran sel; α-Keratin, terdapat dalam kulit, bulu ayam,
dan kuku; sklerotin, terdapat dalam rangka luar insekta; fibroin,
terdapat dalam kokon ulat sutra; kolagen, merupakan serabut dalam
jaringan penyambung; elastin, terdapat pada jaringan penyambung
yang elastis (ikat sendi); mukroprotein, terdapat dalam sekresi mukosa
(lendir).
3.
Protein Kontraktil, merupakan golongan protein yang berperan
dalam proses gerak. Sebagai contoh misalnya; miosin, merupakan
unsur filamen tak bergerak dalam myofibril; dinei, terdapat dalam
rambut getar dan flagel (bulu cambuk).
4.
Protein Pengangkut, mempunyai kemampuan mengikat molekul
tertentu dan melakukan pengangkutan berbagai macam zat melalui
aliran darah. Sebagai contoh misalnya: hemoglobin, terdiri atas gugus
senyawa heme yang mengandung besi terikat pada protein globin,
berfungsi sebagai alat pengangkut oksigen dalam darah vertebrata;
hemosianin, befungsi sebagai alat pengangkut oksigen dalam darah
beberapa macam invertebrate; mioglobin, sebagai alat pengangkut
oksigen dalam jaringan otot; serum albumin, sebagai alat pengangkut
asam lemak dalam darah; β-lipoprotein, sebagai alat pengangkut lipid
dalam darah; seruloplasmin, sebagai alat pengangkut ion tembaga
dalam darah.
5.
Protein Hormon, termasuk protein yang aktif. Sebagai contoh
misalnya: insulin, berfungsi mengatur metabolisme glukosa, hormon
adrenokortikotrop, berperan pengatur sintesis kortikosteroid; hormon
pertumbuhan, berperan menstimulasi pertumbuhan tulang.
8
6. Protein Bersifat Racun, beberapa protein yang bersifat racun terhadap
hewan kelas tinggi yaitu misalnya: racun dari Clostridium botulimum,
menyebabkan keracunan bahan makanan; racun ular, suatu protein
enzim yang dapat menyebabkan terhidrolisisnya fosfogliserida yang
terdapat dalam membrane sel; risin, protein racun dari beras.
7. Protein Pelindung, umumnya terdapat dalam darah vertebrata.
Sebagai contoh misalnya: antibody merupakan protein yang hanya
dibentuk jika ada antigen dan dengan antigen yang merupakan protein
asing, dapat membentuk senyawa kompleks; fibrinogen, merupakan
sumber pembentuk fibrin dalam proses pembekuan darah; trombin,
merupakan komponen dalam mekanisme pembekuan darah.
8. Protein Cadangan disimpan untuk berbagai proses metabolisme
dalam tubuh. Sebagai contoh, misalnya: ovalbumin, merupakan protein
yangterdapat dalam putih telur; kasein, merupakan protein dalam biji
jagung.
Berdasarkan bentuknya, protein dikelompokkan sebagai berikut :
2. Protein bentuk serabut (fibrous)
Protein ini terdiri atas beberapa rantai peptida berbentu spiral yang
terjalin. Satu sama lain sehingga menyerupai batang yang kaku.
Karakteristik protein bentuk serabut adalah rendahnya daya larut,
mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi untuk tahan terhadap enzim
pencernaan. Kolagen merupakan protein utama jaringan ikat. Elasti
terdapat dalam urat, otot, arteri (pembuluh darah) dan jaringan elastis
lain. Keratini adalah protein rambut dan kuku. Miosin merupakan
protein utama serat otot.
2. Protein Globuler
Berbentuk bola terdapat dalam cairan jaringan tubuh. Protein ini larut
dalam larutan garam dan encer, mudah berubah dibawah pengaruh
suhu, konsentrasi garam dan mudah denaturasi. Albumin terdapat
dalam telur, susu, plasma, dan hemoglobin. Globulin terdapat dalam
otot, serum, kuning telur, dan gizi tumbuh-tumbuhan. Histon terdapat
9
dalam jaringan-jaringan seperti timus dan pancreas. Protamin
dihubungkan dengan asam nukleat.
3. Protein Konjugasi
Merupakan protein sederhana yang terikat dengan baha-bahan nonasam amino. Nukleoprotein terdaoat dalam inti sel dan merupakan
bagian penting DNA dan RNA. Nukleoprotein adalah kombinasi
protein dengan karbohidrat dalam jumlah besar. Lipoprotein terdapat
dalam plasma-plasma yang terikat melalui ikatan ester dengan asam
fosfat sepertu kasein dalam susu. Metaloprotein adalah protein yang
terikat dengan mineral seperti feritin dan hemosiderin adalah protein
dimana mineralnya adalah zat besi, tembaga dan seng.
3.5 Denaturasi dan Renaturasi
Organisme hidup memerlukan banyak jenis molekul besar untuk bertahan
hidup. Sangat sedikit molekul tersebut menjadi berbagai tujuan seperti
protein. Protein adalah molekul besar yang terdiri dari rantai asam amino
terlipat. Setiap protein memiliki bentuk unik dan fungsi berdasarkan
bentuknya. Sangat mudah untuk berpikir tentang protein sebagai kunci
yang cocok dengan membentuk gembok tertentu di sekitar tubuh. Protein
berfungsi untuk mempercepat proses biologis, mengenali antibodi,
mengatur proses fisiologis, menyediakan struktur, zat transportasi,
mengatur gen, dan menanggapi sinyal di dalam dan di luar organisme.
Protein berkisar dalam bentuk ukuran yang kecil seperti insulin yang
hanya 51 asam amino ke yang panjang yang sangat besar seperti protein
Titin yaitu panjang 26.926 asam amino. Tidak peduli ukuran mereka,
mereka harus dilipat menjadi bentuk tertentu agar dapat berfungsi.
Kadang-kadang sesuatu yang salah dan menyebabkan protein terkuak.
Denaturasi adalah proses dimana protein kehilangan struktur terlipat dan
berhenti berfungsi. Denaturasi Protein terjadi ketika protein kehilangan
struktur kuartener, tersier, dan sekunder. Pada dasarnya, protein menjadi
membuka lipatan dan berhenti berfungsi. denaturasi Protein adalah
10
penyebab oleh beberapa stres eksternal. Penyebab utama denaturasi
protein mencakup paparan asam, basa, garam-garam anorganik, pelarut,
atau panas.
Pernahkah Anda menggoreng telur? Bila Anda menempatkan telur dalam
panci memiliki kuning kuning cerah dikelilingi oleh protein yang jelas
dikenal sebagai albumin, juga dikenal sebagai putih telur. Ketika telur
terkena panas dalam panci albumin cepat berubah menjadi putih. Hal ini
terjadi karena denaturasi protein bila terkena panas.
Pernahkah Anda mengalami demam? Demam adalah baik karena mereka
memberitahu kita sesuatu yang salah dalam tubuh dan meningkatkan
suhu membantu untuk melawan penyerbu asing dalam tubuh. Namun,
demam yang ekstrim bisa sangat berbahaya karena dapat menyebabkan
protein dalam tubuh kita untuk mulai terdenaturasi. Demam dari 104
derajat atau lebih besar dapat menyebabkan denaturasi protein akan
dimulai pada tubuh. Akhirnya, penting untuk dicatat bahwa sebagian
besar protein denaturasi adalah permanen. Namun demikian, beberapa
protein yang dapat melipat kembali dalam proses yang disebut renaturasi.
11
IV. KESIMPULAN
1. Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional
karboksil
(COOH) dan amina (NH2). Protein adalah makromolekul
polipeptida yang tersusund ari sejumlah L-asam amino yang dihubungkan
oleh ikatan peptide, bobot molekul tinggi.
2. Asam amino dapat bereaksi dengan asam maupun basa sehingga dikatakan
bersifat amfoter atau amfiprotik.
3. Klasifikasi protein pada biokimia didasarkan atas fungsi biologinya terdiri
atas enzim, protein pembangun, protein kontraktil, protein pengangkut,
protein hormon, protein bersifat racun, protein pelindung, protein
cadangan. Berdasarkan bentuknya, protein dikelompokkan atas protein
bentuk serabut, protein globuler, dan protein konjugasi.
4. Denaturasi adalah proses dimana protein kehilangan struktur terlipat dan
berhenti berfungsi. Beberapa protein yang dapat melipat kembali dalam
proses yang disebut renaturasi.
12
DAFTAR PUSTAKA
Sofya,
Emmawaty.
2000.
Biokimia
1.
Bandar
Lampung:
Universitas
Lampung
Marthokarsono, Soekarsono. 1975. Biokimia. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press
http://www.academia.edu/8959206/BIOKIMIA_ASAM_AMINO_DAN_PROTEIN
Download