2. Panduan Pembuatan Soal

advertisement
PANDUAN PEMBUATAN SOAL
KATA PENGANTAR
Penilaian merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan untuk mengetahui
perkembangan dan tingkat pencapaian hasil pembelajaran. Penilaian memerlukan data yang
baik. Salah satu sumber data itu adalah hasil pengukuran. Pengukuran merupakan
seperangkat langkah dalam rangka pemberian angka terhadap hasil kegiatan pembelajaran.
Kegiatan pengukuran ini biasanya dilakukan melalui tes: baik tes prestasi belajar maupun tes
psikologi. Tes sebagai alat ukur, perlu dirancang secara khusus sesuai dengan tujuan
peruntukannya, dan perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan kaidah-kaidah
penyusunannya.
Dalam suatu proses pengukuran santa diperlukan tes yang bermutu baik, karena baikburuknya mutu tes akan menentukan mutu data yang dihasilkan. Mutu data ini akan
menentukan mutu rumusan hasil penilaian, dan selanjutnya akan menentukan mutu berbagai
keputusan dan kebijakan kependidikan yang ditetapkan berdasarkan hasil penilaian itu.
Pusat Penilaian Pendidikan sebagai satu-satunya lembaga yang memiliki misi
mengembangkan dan menyelenggarakan sistem penilaian pendidikan terus berupaya untuk
meningkatkan kemampuan para penulis soal dalam penyusunan tes yang baik, terutama
dalam penulisan butir soal. Salah satu upaya itu adalah melalui penyusunan panduan
penulisan soal pilihan ganda.
Semoga panduan ini bermanfaat bagi para penulis soal.
Jakarta, Mei 2008
Kepala
Pusat
Pendidikan,
Penilaian
- Burhanuddin-fola, Ph.D.
BAB I
PENDAHULUAN
Tes prestasi belajar adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang
setelah menjalani proses pembelajaran. Tes ini penting sekali dilakukan oleh guru, sekolah
maupun lembaga kependidikan untuk mengetahui seberapa jauh siswa sudah mencapai tujuan
pembelajaran yang diharapkan. Hasil tes dapat digunakan oleh guru, sekolah, atau institusi
kependidikan lainnya untuk mengambil keputusan atau umpan balik bagi perbaikan proses
belajar mengajar. Jadi secara tidak langsung tes dapat digunakan untuk mengetahui kemajuan
dan perkembangan pendidikan dari waktu ke waktu.
Banyak cara yang dilakukan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Jika ditinjau dari
penyiapan alat tes yang digunakan, maka pengukuran tes prestasi belajar dapat dibagi dua
tipe yaitu:
(1) pengukuran yang menggunakan tes yang dibuat guru dan
(2) pengukuran yang menggunakan tes standar.
Bentuk tes yang dibuat guru di kelas tentunya berbeda dengan bentuk tes standar. Bentuk tes
yang dibuat guru bisa sangat bervariasi, misalnya tes tertulis, tes lisan, tes kinerja, sikap dan
pengukurannya lebih menekankan untuk mendapatkan informasi proses pembelajaran siswa
dari hari ke hari. Sedangkan bentuk tes standar, soal dan penskorannya harus lebih objektif
dan mudah dilakukan sehingga pada umumnya hanya menggunakan satu jenis penilaian saja
yaitu tes tertulis, khususnya bentuk soal pilihan ganda. Hal ini disebabkan tes standar
digunakan untuk keperluan yang lebih luas dan umum, misalnya tes untuk bisa masuk ke
jenjang pendidikan berikutnya, tes untuk melihat daya serap siswa, tes pemantauan mutu
siswa, dsb. Selain itu hasil dari tes standar harus bisa dilihat keterbandingannya.
Tes standar adalah tes dimana soal-soalnya sudah mengalami proses analisis baik secara
kualitatif maupun secara kuantitatif. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat
tes standar adalah:
(1) menentukan tujuan tes;
(2) menentukan acuan yang akan dipakai oleh tes (criteria atau norma);
(3) membuat kisikisi;
(4) memilih soal-soal dari kumpulan soal yang sudah ada sesuai dengan ki'si-kisinya
BAB II
PENULISAN SOAL
YANG MENUNTUT PENALARAN TINGGI
1. Pengertian
Dalam menulis butir soal, penulis soal umumnya memiliki kecenderungan untuk menulis
butir-butir soal yang menuntut perilaku ingatan. Hal ini terjadi karena di samping mudah
dalam penulisan soalnya, materi yang hendak ditanyakan juga mudah diperoleh secara
langsung dari buku pelajaran.
Untuk menulis butir soal yang menuntut penalaran tinggi, penulis soal dituntut untuk dapat
menentukan perilaku yang hendak diukur dan merumuskan materi yang akan
dijadikan dasar pertanyaan (stimulus) dalam konteks tertentu sesuai dengan perilaku
yang diharapkan. Selain itu uraian materi yang akan ditanyakan (yang menuntut penalaran
tinggi) tidak selalu tersedia di dalam buku pelajaran. Oleh karena itu dalam penulisan soal
yang menuntut penalaran tinggi, disamping dibutuhkan penguasaan materi ajar dan
keahlian guru dalam menulis soal (kontruksi soal), juga dibutuhkan kreativitas dalam
penulisan soal.
Pada prinsipnya penalaran tinggi adalah cara berfikir logis yang tinggi. Berfikir logis yang
tinggi sangat diperlukan siswa dalam proses pembelajaran di kelas khususnya dalam
menjawab pertanyaan, karena siswa perlu menggunakan pengetahuan, pemahaman, dan
keterampilan yang dimilikinya dan menghubungkannya ke dalam situasi baru.
2. Standar Level Kemampuan
Pada dasarnya untuk mendapatkan gambaran secara spesifik tentang tingkat kemampuan
peserta didik secara individual maupun kelompok, guru (penulis soal) dapat menggunakan
Standar Level Kemampuan (Cognitive Domain) berikut dalam penulisan soal.
Level 3: Reasoning
Siswa pada level ini memiliki kemampuan penalaran dan logika yang tinggi.
 Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman yang luas terhadap mated pelajaran, dan
dapat menerapkan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam situasi yang familiar,
maupun dengan cara yang berbeda.
 Dapat menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi gagasan-gagasan dan informasi yang
faktual.
 Dapat menjelaskan hubungan konseptual dan informasi yang faktual
 Dapat menginterpretasi dan menjelaskan gagasan-gagasan yang kompleks dalam
 pelajaran.
 Dapat mengekspresikan gagasan-gagasan nyata dan akurat dengan menggunakan
terminologi yang benar.
 Dapat memecahkan masalah dengan berbagai cara dan melibatkan banyak variabel.
 Dapat mendemonstrasikan pemikiran-pemikiran yang original.
Level 2: Applying
Siswa pada level ini memiliki kemampuan aplikatif.
 Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap materi pelajaran dan dapat
mengaplikasikan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam konteks tertentu.
 Dapat menginterpretasi dan menganalisis informasi dan data.
 Dapat memecahkan masalah-masalah rutin dalam pelajaran.
 Dapat menginterpretasi grafik-grafik, tabel-tabel, dan mated visual lainnya.
 Dapat mengkomunikasikan dengan jelas dan terorganisasi penggunaan terminologi.
Level 1: Knowing
Siswa pada level ini memiliki kemampuan standar minimum dalam menguasai
pelajaran.
 Memperlihatkan ingatan dan pemahaman dasar terhadap materi pelajaran dan dapat
membuat generalisasi yang sederhana.
 Memperlihatkan tingkatan dasar dalam pemecahan masalah dalam pelajaran, paling tidak
dengan satu cara.
 Memperlihatkan pemahaman dasar terhadap grafik-grafik, label-label, dan materi visual
lainnya.
 Dapat mengkomunikasikan fakta-fakta dasar dengan menggunakan terminologi yang
sederhana.
Dalam penulisan soal yang menuntut penalaran tinggi, penulis soal dapat mengacu
pada level 3 dan 2 standar level kemampuan di atas. Selain itu, hal-hal yang juga perlu
diperhatikan penulis soal dalam menulis soal berpenalaran tinggi antara lain:
1. Soal hendaknya menggunakan stimulus. Stimulus yang baik hendaknya menyajikan
informasi yang jelas, padat, mengandung konsep/gagasan inti permasalahan, dan benar
secara fakta. Stimulus dapat berbentuk teks bacaan, paragraf, puisi, penggalan cerita,
contoh kasus, gambar, grafik, bagan, foto, daftar kata, simbol, peta film, rekaman, dan
sejenisnya.
2. Soal yang dikembangkan harus sesuai dengan kondisi pembelajaran yang dilaksanakan di
dalam kelas maupun di luar kelas yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari,
3. Soal mengukur keterampilan berpikir kritis.
4. Soal mengukur keterampilan pemecahan masalah.
Download