lecKD-012333A-5

advertisement
BAB IV
GERAK DALAM BIDANG DATAR
4.1. Pendahuluan
Sebuah benda bila ditarik oleh gaya F1 ke arah utara, maka benda
tersebut akan bergerak ke utara. Jika benda tersebut ditarik oleh gaya F2 ke
arah timur, maka benda tersebut akan bergerak ke arah timur. Tetapi bila
benda tersebut ditarik oleh gaya F1 ke utara dan F2 ke timur pada saat yang
bersamaan, benda tersebut tidak akan bergerak ke utara maupun ke timur.
Arah gerak benda tersebut merupakan perpaduan gerak ke utara dan ke timur.
Sebagai contoh yang lain adalah bila ada sebuah perahu yang bergerak
di sungai dengan kecepatan tetap 5 m/s terhadap air. Arah perahu, searah
dengan aliran sungai yang kecepatan 3 m/s terhadap tepi sungai, maka
kecepatan perahu relatif terhadap tepi sungai adalah 8 m/s. Tetapi bila perahu
bergerak berlawanan dengan arah aliran sungai, maka kecepatan perahu relatif
terhadap tepi sungai adalah 2 m/s. Contoh di atas merupakan contoh dari
perpaduan gerak.
Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah yang harus dipadukan?. Perpindahan
atau kecepatannya?.
4.2. Resultan beberapa vektor perpindahan
Bila ada sebuah benda melakukan perpindahan s 1, kemudian s2,
kemudian s3, maka resultannya dapat dicari dengan menjumlahkan ketiga
perpindahan yang dikalukannya. Perpindahan merupakan besaran vektor, oleh
karena itu untuk mencari resultannya, dapat dilakukan dengan cara seperti
penjumlahan vektor. Pada sub bab di bawah ini akan dijelaskan langkahlangkah yang dilakukan untuk menentukan beberapa vektor perpindahan
dengan cara analitis. Dengan cara analitis ini, setiap perpindahan diuraikan
kedalam komponen-komponennya pada bidang x-y sistem koordinat Kartesius.
Untuk sementara kita hanya akan membahas gerak di dalam dua dimensi.
Langkah-langkah yang diperlukan untuk menentukan resultan beberapa vektor
perpindahan dengan cara tersebut adalah sebagai berikut:
1. Jika belum ada system koordinat Kartesius, tentukan terlebih dahulu sistem
koordinat Kartesiusnya. Yaitu ke mana arah sumbu x dan ke mana arah
sumbu y serta arah positif maupun negatifnya.
GAMBAR
2. Uraikan setiap vektor perpindahan (si) atas komponen mendatar x (six) dan
Komponen tegak y (siy). Hitung besar komponen-komponen tersebut
dengan persamaan
siy = si cos  i
siy = si sin  i
Dimana i = 1, 2, 3, 4, 5, …, n
Dan n banyaknya vektor perpindahan
 i sudut yang dibentuk vekor ke i terhadap sumbu x positif (x+)
3. Jumlahkan semua komponen perpindahan yang ada pada sumbu x dan
juga semua komponen perpindahan yang ada pada sumbu y. secara
matematis dapat dituliskan sebagai berikut.
i=n
sx = s1x + s2x + s3x + s4x + s5x + s6x + s7x + … + snx =  six
i=n
i=n
sy = s1y + s2y + s3y + s4y + s5y + s6y + s7y + … + sny =  siy
i=n
4. Hitung besar perpindahan dengan menggunakan rumus Phytagoras
s = (sx2 + sy2)1/2
Arah vektor tersebut membentuk sudut  dengan sumbu x positif dan sudut
tersebut dapat dicari dengan menggunakan rumus
sx
tan  = ---sy
Besar sudut  berkisar antara 0 sampai dengan 360, dihitung terhadap arah
sumbu x+.
Contoh
1. Bapak Adi melakukan perjalanan 5 km ke utara, kemudian dilanjutkan 4
km ke timur, dan akhirnya 2 km ke selatan.
a. Lukis perjalanan yang ditempuh Bapak Adi
b. Dengan menggunakan metode analitis, hitung besar dan arah
perpindahan total Bapak Adi itu terhadap titik berangkatnya
Jawab
a. Perjalanan yang ditempuh Bapak Adi
Untuk memudahkan perhitngan, kita gambarkan perpindahanperpindahan tersebut di dalam sistem koordinat Kartesius, arah utara
sesuai dengan arah sumbu y+ dan arah timur sesuai dengan arah
sumbu x+.
GAMBAR
b. Besar dan perpindahan Bapak Adi
Perpindahan yang pertama s1 = 5 km ke utara searah sumbu y+
perpindahan berikutnya s2 = 4 km ke timur, searah sumbu x+ dan
akhirnya perpindahan ke tiga s3 = 2 km ke selatan. Maka
perpindahan total s merupakan vektor yang mempunyai pangkal
dititik 0 dan mempunyai ujung berimpit dengan ujung s 3, dan
membentuk sudut  dengan sumbu x+.
Bila kita dituliskan secara matematis ke dalam komponennya, akan
diperoleh
s1 = 5 km (s1x = 0 km dan s1y = 5 km)
s2 = 4 km (s2x = 4 km dan s2y = 0 km)
s3 = 2 km (s3x = 0 km dan s3y = -2 km) (arahnya ke sumbu y-)
Maka perpindahan totalnya s = s1 + s2 + s3 dan besar komponenkomponennya adalah:
sx = s1x + s2x + s3x = 0 + 4+ 0 = 4 km
sy = s1y + s2y + s3y = 5 + 0+ (-2) = 3 km
Besar perpindahan tersebut
s = (sx2 + sy2)1/2
s = (42 + 32)1/2
s = (16 + 9)1/2 = (25)1/2 = 5
Besar sudut 
sx
3
tan  = ---- = ---- = 0,75
sy
4
 = 37 terhadap sumbu x positif
2. Sebuah benda melakukan tiga perpindahan secara berurutan, yaitu
^
^
^ ^
^ ^
s1 = (i – 4j) cm, s2 = (2i – j) cm, dan s3 = (i + j) cm.
Tentukan besar dan arah resultan vektor perpindahan.
Jawab
Jika tiap vektor perpindahan dinyatakan dalam vektor-vektor satuan i
dan j maka resultan vektor perpindahan adalah
n
s =  si = s1x + s2x + s3x + … + sn
i=1
dengan n adalah vektor perpindahan.
Dalam soal ini banyak vektor perpindahan n = 3, sehingga
s
s1
s
s
s
= s1x + s2x + s3x
= (i – 4j) + (2i – j) + (i + j) = (4i – 4j)
= (sx2 + sy2)1/2
= (42 + 42) ½
= (16 + 16) ½ = (32) ½ = 42cm
sx
4
tan  = ---- = ----- = -1
sy
-4
 = 270 terhadap sumbu x positif
LATIHAN
1. Sebuah benda melakukan tiga perpindahan yang dinyatakan oleh
s1 = i + 3j, s2 = 2i – 4j, dan s3 = 3i + 4j. Tentukan besar dan arah
resultan vektor perpindahan.
2. Pada suatu ketinggian, sebuah pesawat terbang berturut-turut
menempuh perpindahan 40 km dengan arah 30 ke utara timur, 10
km ke arah timur, dan 10 km ke arah selatan. Tentukan arah dan
besar perpindahan pesawat terbang itu bergerak dihitung dari titik
awal berangkat.
3. Sebuah mobil melaju dan menempuh 60 km ke barat dan kemudian
menempuh 30 km ke barat laut. Tentukan besar dan arah
perpindahan mobil terhadap titik berangkatnya.
4.3. Memadu dua gerak lurus beraturan
Ingat kembali bahwa gerak lurus beraturan adalah gerak sebuah benda yang
mempunyai lintas berupa garis lurus dan kecepatan tetap. Besar perpindahan
pada gerak lurus beraturan (titik awal berangkat sebagai titik acuan atau
referensi).
s=v.t
Dengan s perpindahan (m) dan v kecepatan (m/s) serta t waktu (sekon) yang
ditempuh. Sebagai contoh perpaduan dua gerak lurus beraturan adalah
1. Sebuah kereta api bergerak ke utara dengan kecepatan tetap v k = 40 m/s
terhadap bumi. Seorang anak yang berada di atas kereta api tersebut
berjalan ke utara (searah gerak kereta api) dengan kecepatan tetap v a = 2
m/s terhadap kereta.
Berapakah:
a. Kecepatan gerak anak terhadap bumi
b. Perpindahan yang dilakukan kereta api setelah 4 detik
c. Perpindahan yang dilakukan anak di atas kereta api setelah 4 detik
d. Perpindahan yang dilakukan anak bila dihitung dipermukaan bumi
setelah 4 detik
Jawab
a. Anak tersebut bergerak dengan kecepatan va = 2 m/s terhadap kereta,
sedangkan kereta tersebut bergerak dengan kecepatan vk = 40 m/s
terhadap bumi, karena keduanya bergerak pada arah yang sama maka
anak tersebut bergerak dengan kecepatan 42 m/s terhadap bumi.
b. Perpindahan kereta api sk = 40 m/s x 4 s = 160 m bila dihitung di atas
bumi
c. Perpindahan kereta api sa = 2 m/s x 4 s = 8 m, bila dihitung di atas kereta
d. Perpindahan kereta api sa = 160 m x 8 m = 168 m, atau dapat dihitung
dengan cara lain yaitu
Perpindahan anak sa = 42 m/s x 4 s = 168 m
2. Bagaimana jawaban contoh no. 1 di atas, bila gerak anak ke selatan
(berlawanan dengan arah gerak kereta).
Jawab. (a. 38 m/s,; b. 160m,; c. –8m,; d. 152m)
Perpaduan dua gerak lurus beraturan tersebut dapat kita cari perumusannya
secara matematis sebagai berikut:
Bila kereta dan anak pada contoh di atas, masing-masing melakukan gerak
lurus beraturan, kereta (1) bergerak dengan kecepatan tetap vkb relatif terhadap
bumi, maka perpindahan dari kereta tersebut dapat ditulis sebagai
s1 = vkb t
Anak yang berada di kereta (2) bergerak dengan kecepatan tetap vak relatif
terhadap kereta, maka perpindahan anak tersebut
s1 = vak t
Maka perpindahan dari anak tersebut terhadap bumi adalah s
s = s1 + s2 = vkb t + vak t = (vkb + vak ) t
Pada perumusan ini, arah dan besar vkb konstan dan vak juga konstan baik arah
maupun besarnya, tetapi arah maupun besar vkb dan vak mungkin tidak sama.
Perpindahan totalnya ternyata merupakan gerak lurus beraturan juga karena
perpindahan S sebanding dengan kecepatan relatif anak tersebut terhadap
bumi yaitu (vkb + vak ) dan sebanding dengan t.
Dalam perumusan di atas kecepatan relatif dari anak terhadap bumi
vab = (vkb + vak )
vab = (vkb + vak )
Penjumlahan di atas merupakan penjumlahan vektor, oleh karena itu besarnya
dapat dihitung dengan rumus vektor
vab = (vkb2 + vak2 + 2 vkb vak cos ) ½
 adalah sudut yang dibentuk oleh kedua vektor tersebut
Kecepatan Relatif
Secara umum, bila benda A bergerak dengan kecepatan V a terhadap suatu
acuan dan benda B bergerak dengan kecepatan V b terhadap acuan yang sama,
maka kecepatan relatif benda A terhadap benda B dapat ditulis sebagai V ab.
Secara vektor dapat ditulis
vab = va - vb
Dan secara grafis dapat digambarkan sebagai
GAMBAR
Besar vab dapat dihitung dengan menggunakan rumus cosinus, yaitu
(vab)2 = (va )2 + (vb)2 – 2 va vb cos 
Contoh
1. Dua orang A dan B, masing-masing mengendarai sepeda motor. A bergerak
dengan kecepatan tetap 12 m/s relatif terhadap bumi, sedangkan B
bergerak dengan kecepatan tetap 5 m/s relatif terhadap bumi juga.
Tentukan kecepatan relatif B terhadap A jika:
a. Keduanya bergerak searah (ke timur)
b. Keduanya bergerak berlawanan arah (va ke barat dan Vb ke timur)
c. Keduanya bergerak dengan arah tegak lurus (va ke utara dan vb ke timur)
Jawab
Kecepatan A dan B masing-masing kita sebut va dan vb dan kecepatan B
terhadap A dinotasikan vba
va = 12 m/s dan vb = 5 m/s
a. Jika A dan B searah, maka sudut antara kedua vektor 0
vb
va
Arah ke kanan kita ambil positif dan kecepatan B terhadap A dapat
ditulis secara vektor
vba = vb - va
adapun vba = vb - va = 5 – 12 = - 7 m/s. (tanda minus menyatakan
bahwa, B bergerak kiri terhadap A atau dengan kata lain, B
ketinggalan 7 m tiap detiknya terhadap A)
b. Jika A dan B berlawanan arah, maka sudut antara kedua vektor 180
va
vb
Arah ke kanan (timur) kita ambil positif dan kecepatan B terhadap A
dapat ditulis secara vektor
vba = vb - va
adapun vba = vb - va = 5 – (-12) = 17 m/s. (B bergerak menjauhi A ke
kanan atau timur dengan kecepatan 17 m/s)
c. jika A dan B geraknya saling tegak lurus, maka sudut antara kedua
vektor 90
GAMBAR
Arah ke kanan (timur) kita ambil positif dan kecepatan B terhadap A
dapat ditulis secara vektor
vba = vb - va
Adapun besar vba dapat diperoleh dengan menggunakan Phytagoras
(vab)2 = (vb )2 + (va)2 = (5)2 + (12)2
= 25 + 144
vba = (169)1/2 = 13 m/s
2. Seorang anak yang berada di atas kapal bergerak dengan kecepatan 8 m/s
relatif terhadap kapal. Arah tersebut sedang bergerak di laut dengan
kecepatan 8 m/s relatif terhadap bumi, kearah timur
Tentukan, kecepatan anak tersebut relatif terhadap bumi jika:
Arahnya sama dengan arah gerak kapal
Arahnya berlawanan dengan arah gerak kapal, arah gerak anak tersebut
membentuk sudut 120 dengan arah timur (atau 60 dengan arah barat).
Tentukan pula arahnya relatif terhadap bumi
Jawab
Jika kecepatan anak diberi notasi va dan kecepatan kereta diberi notasi vk
serta kecepatan bumi disebut vb,
Maka
vak = va – vk = 8 m/s
(1)
vkb = vk – vb = 8 m/s
(2)
Kecepatan anak terhadap bumi vab dapat diperoleh dari persamaan
dan 2
vab = va – vb = (va – vk) +( vk – vb) = vak + vkb
Atau
vab = vak + vkb
1
Ini merupakan penjumlahan vektor dan besarnya dapat diperoleh dengan
vab2 = (vak 2 + vkb2 + 2 vak vkb cos )1/2
a. Jika arah gerak anak searah dengan arah gerak kereta  = 0, cos 0
=1
Atau dengan cara lain
vab = va – vb besarnya dapat diperoleh dari persamaan 1 dan 2
vab = va – vb = (va – vk) +(vk – vb) = 8 m/s + 8 m/s = 16 m/s
b. jika arah gerak anak berlawanan dengan arah gerak kereta  = 180
= -1
vab = (82 + 82 + 28,8 cos 180) ½ = 0 m/s
Atau dengan cara lain
Jika arah gerak anak berlawanan dengan arah gerak kereta maka
va – vk = -8 m/s
vk – vb = 8 m/s
vab = va – vb besarnya dapat diperoleh dari persamaan di atas
vab = va – vb = (va – vk) +(vk – vb) = 8 m/s - 8 m/s = 0 m/s
c. Kecepatan relatif anak terhadap bumi dapat dicari dengan
vab = (vkb 2 + vak2 + 2 vkb vak cos )1/2
vab = (82 + 82 + 28,8 cos 120) ½
vab = (64 + 64 + (-1/2) ½
vab = (64 + 64 – 64) ½ = (64) ½ = 8 m/s
GAMBAR
Arah kecepatan anak terhadap bumi membentuk sudut 60 dengan
arah timur
3. Sebuah kapal bergerak menuju arah timur dengan kecepatan 10 km/jam.
Kapal kedua bergerak ke arah timur 45 membentuk sudut 30 dengan arah
utara. Berapakah kecepatan kapal kedua agar supaya letaknya setiap saat
selalu berada tepat di utara kapal pertama.
GAMBAR
Jika kecepatan kapal 1 = v1 = 10 km/jam dan kecepatan kapal ke 2 = v2 dan
misalkan kecepatan kapal ke 2 relatif terhadap kapal 1 kita sebut v 21.
supaya kapal kedua tetap berada di utara kapal 1, maka
v1 + v21 = v2
Jika dilihat dari diagram di atas
v2 cos 60 = v1 = 10
v2 (1/2) = 10
v2 = 10 x 2 = 20 km/jam
LATIHAN
1. Di dalam sebuah gedung bertingkat 5 ada tangga berjalan, yang
dipergunakan untuk naik maupun turun dari satu lantai ke lantai lainnya.
Seorang anak menaiki tangga tersebut yang bergerak ke atas dengan
kecepatan tetap 5 m/s terhadap bumi. Kecepatan anak tersebut 4 m/s
terhadap tangga. Tentukan kecepatan relatif anak tersebut terhadap bumi.
2. Kecepatan A terhadap bumi va sebesar 8 m/s dan kecepatan B terhadap
bumi vb sebesar 8 m/s juga. Ternyata besar kecepatan B relatif terhadap A,
vba sebesar 8 m/s. Berapakah besar sudut yang dibentuk antara va dan vb?
4.4. Memadu gerak lurus beraturan dengan gerak lurus
berubah beraturan yang saling tegak lurus
Hasil perpaduan antara gerak lurus beraturan (GLB) dengan gerak lurus
berubah beraturan (GLBB) yang saling tegak lurus dapat dilihat pada sebuah
batu yang dilempar ke atas membentuk sudut lempar tertentu terhadap bidang
horisontal dan jatuh kembali ke bumi (gesekan udara diabaikan dan kecepatan
awalnya tidak terlalu besar): Lintasan benda tersebut bentuk parabola. Jika kita
kita perhatikan secara cermat, benda tersebut dapat dianggap melakukan dua
gerakan yang saling tegak lurus, yaitu gerak horisontal (mendatar) dengan
kecepatan konstan (GLB) dan gerak vertikal (GLBB) (mula-mula naik, kemudian
turun)
Untuk melukiskan dua gerak yaitu GLB dan GLBB yang saling tegak lurus, kita
ambil salib sumbu Kartesius, yaitu sumbu x dan sumbu y yang saling tegak
lurus
GAMBAR
Kedua gerak, berangkat pada saat yang sama dan dari titik yang sama (titik nol)
Gerak GLB pada sumbu x dengan persamaan
x = vox t
Dalam x adalah posisi benda dari O, vox kecepatan gerak (konstan) pada
sumbu x dan t waktu.
Gerak GLBB pada sumbu y dengan persamaan
1
y = voy t - --- gt2
2
Dengan y posisi benda dihitung dari O, g percepatan benda (percepatan
gravitasi g), voy kecepatan awal benda pada arah sumbu y.
Hubungan antara x dan y dapat diperoleh dengan mengganti t pada persamaan
GLBB (pada sumbu y).
x
t = ----vox
1
y = voy t - --- g t2
2
x
1
x
= voy ----- - --- g (-----)2
vox
2
vox
1
g
voy
= - --- (-------) x2 + (------) x
2 vox2
vox
Persamaan di atas menunjukkan hubungan y dan x yang apabila kita
gambarkan akan berbentuk. Karena berupa parabola, orang sering mengatakan
gerak tersebut sebagai gerak parabola.
Gerak Peluru
Pada gerak peluru, persamaan gerak secara umum pada sumbu x dan y adalah
pada sumbu x.
vx = vo cos 
x = vx t = vo cos  t
Persamaan pada sumbu y
ay =
-g
vy = -gt + voy = -gt + vo sin 
1
v = - --- gt2 + vo sin  t
2
Kecepatan setiap saat besarnya
v = (vx2 + vy2)1/2
Dimana
vo = kecepatan awal
 = sudut tembak = sudut elevasi = sudut lempar
g = percepatan gravitasi bumi
contoh
Sebuah peluru ditembakkan dengan kecepatan awal 40 m/s membentuk sudut
37 (tg 37 = ¾, cos 37 = 4/5, sin 37 = 3/5) terhadap horisontal. Jika gesekan
udara diabaikan dan tidak ada angin serta percepatan gravitasinya konstan
(ambil harga g = 10 m/s2). Tentukan:
a. Persamaan geraknya (pada sumbu x dan sumbu y)
b. Posisi dan lajun;ya pada saat t = 2 sekon
c. Titik tertingginya
d. Kecepatannya pada saat sampai kembali ditanah
Jawab
a.
Persamaan gerak pada sumbu y
vx = vo cos 
= 40 m/s cos 37
4
= 40 --5
= 32 m/s
x = vx t = 32 t
Persamaan gerak pada sumbu y
ay = -g = -10
vy = -gt + vo sin 
3
= -10 t + 40 --5
= -10 t + 24 m/s
1
v = - --- gt2 + vo sin  t
2
= -5 t2 + 24 t
b. Posisi pada saat t = 2 sekon
x = 32 t
= 32 . 2
= 64 m
y = -5 t2 + 24 t
= -5 (4) + 24 . 2
= -20 + 48
= 28 m
c. Peluru mencapai titik tertinggi
Kalau kita perhatikan gerak vertikalnya, pada saat peluru mencapai titik
tertinggi, peluru berhenti sesaat (vy = 0) dan kemudian bergerak kembali.
Tetapi peluru tetap melakukan gerak horisontal.
vy = - 10 t + 24 m/s
0 = -10 t + 24 m/s
t = 2,4 s
y = -5 t2 + 24 t
= -5 (2,4)2 + 24 . 2,4
= 28,8 m
x = 32 t = 32 . 2,4 = 76,8 m
d. Kecepatan peluru pada saat kembali ke tanah
Pada saat peluru mencapai tanah harga y = 0
0 = -5 t2 + 24 t
t (-5t + 24) = 0
t1 = 0 dan t2 = 4,8 s
Peluru jatuh kembali ke tanah setelah t = 4,8 m/s
vy = 32 m/s
vy = -10 t + 24
= -10 . 4,8 + 24
= -24 m/s
v = (322 + (-24)2)1/2
= 40 m/s
Pertanyaan
1. Apakah yang dimaksud dengan kecepatan relatif dari sebuah benda yang
sedang bergerak?
2. Sebuah kapal bergerak dengan kecepatan relatif tetap sebesar 8 m/s
melawan arus sungai yang mempunyai kecepatan tetap 5 m/s. apakah
gerak dari kapal tersebut relatif terhadap sungai, merupakan gerak lurus
beraturan? Jelaskan.
3. Sebuah kapal terbang bergerak ke utara dengan kecepatan tetap vk dengan
angin pada saat tersebut berkecepatan tetap va ke arah timur. Apakah
gerak kapal tersebut relatif terhadap bumi merupakan gerak lurus
beraturan?. Tentukan harga tangen (tg) dari sudut yang dibentuk arah
pesawat dengan arah timur (dinyatakan dengan vk dan va).
4. Buktikan secara matematis perpaduan dari dua gerak lurus beraturan,
merupakan gerak lurus beraturan juga, jika
a. Keduanya searah
b. Keduanya beralawanan arah
c. Keduanya saling tegak lurus
d. Keduanya membentuk sudut 
5. Seseorang yang berada di dalam kereta yang sedang bergerak
melemparkan vertikal ke atas sebuah bola dan jatuh kembali ketangganya.
Apakah bentuk lintasan dari bola tersebut, bila dilihat oleh seorang
pengamat yang berada di kereta dan pengamat yang berada di bumi.
6. Peluru yang ditembakkan dengan kecepatan awal vo dengan sudut elevasi 
mempunyai, lintasan parabola. Besar-besaran di bawah ini yang konstan
adalah berbentuk
a. Kecepatan horisontalnya
b. Percepatan vertikalnya
c. Kecepatan vertikalnya
7. Sebuah bola dan selembar daun dijatuhkan dari suatu ketinggian pada saat
yang bersamaan. Bila keduanya berada di dalam ruang vakum, manakah
yang akan jatuh terlebih dahulu.
8. Dari suatu ketinggian, sebuah bola dijatuhkan bebas tanpa kecepatan awal,
dan pada saat yang sama bola kedua dilemparkan horisontal. Bola
manakah yang akan jatuh di tanah terlebih dahulu?
9. Hal yang harus diperhatikan oleh seorang atlet lompat jauh adalah
kecepatan dilemparkan horisontal. Bola manakah yang akan jatuh di tanah
terlebih dahulu?
10. Pada keadaan hujan, seorang pengamat melihat butiran air hujan jatuh
tegak lurus muka bumi. Bila pengamat tersebut mengendarai mobilnya
dengan kecepatan tetap 60 km/jam, jejak air hujan di kaca mobil
membentuk sudut 60 dengan vertikal. Tentukan kecepatan air hujan
tersebut (relatif terhadap bumi).
Soal-soal
1. Seseorang menyebrangi sungai dan mengarahkan perahunya tegak lurus
tepian dengan kecepatan 3 m/s relatif terhadap air dan air mengalir dengan
kecepatan 4 m/s relatif terhadap tepi sungai. Tentukan kecepatan orang
tersebut relatif terhadap tepi sungai.
2. Dua buah kereta A dan B bergerak dengan berturut-turut 100 km/jam dan
150 km/jam. Arah gerak kedua kereta membentuk sudut 60 . Tentukan:
a. Kecepatan relatif A terhadap kereta B
b. Kecepatan relatif perahu B terhadap perahu A
3. Bapak Amir dengan menggunakan mobilnya, melakukan perpindahan ke
timur dengan kecepatan tetap 50 km/jam selama 30 menit, kemudian ke
selatan dengan kecepatan 60 km/jam selama 20 menit. Perpindahan yang
ke tiga ke arah timur lagi dengan kecepatan tetap 30 km/jam selama 10
menit. Tentukan:
a. Posisi Bapak Amir pada akhir perpindahan dihitung dari titik awal
berangkat
b. Jarak yang ditempuh untuk ketiga perpindahan tersebut
c. Sudut yang dibentuk antara vektor posisi akhir dengan arah timur
4. Seorang tentara menembakkan peluru dengan kecepatan awal 60 m/s dan
sudut elevasi  = 53 (tg 53 = 4/3). Tentukan:
a. Kecepatan, tinggi pada saat peluru mencapai titik tertinggi
b. Kecepatan peluru pada saat tiba kembali di tanah
c. Tinggi peluru dan kecepatannya pada saat t = 2 sekon
5. Sebuah pesawat pembom bergerak dengan kecepatan 72 m/s pada
ketinggian 102 meter dari muka bumi. Pesawat menjatuhkan bom pada saat
berada tepat di atas pompa bensin, untuk menembak sebuah truk yang
sedang bergerak searah dan berada pada jarak 124 m dair pompa bensin
tersebut. Carilah kecepatan truk tersebut agar bom tepat mengenai truk
tersebut.
6. Buktikan bahwa pada gerak parabola peluru yang ditembakkan dengan
kecepatan awal vo mempunyai jarak tembak terjauh pada saat sudut elevasi
 = 45.
7. Pada gerak parabola peluru yang ditembakkan dengan kecepatan awal v o
dapat mempunyai sepasang sudut elevasi yaitu 1 dan 2 yang mempunyai
jarak tembak yang sama. Buktikan bahwa 1 + 2 = 90.
8. Sebuah partikel melakukan perpindahan sebanyak 3 kali yang masingmasing dapat ditulis dalam bentuk komponen.
s1 = 3i + 4j, s2 = -3i + 8j, dan s3 = -4i + 14j, Tentukan
a. Nilai dari perpindahan totalnya
b. Jarak yang ditempuhnya
4.5 GERAK MELINGKAR BERATURAN
4.5.1 Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari-hari, dapat kita lihat banyak sekali benda yang
bergerak melingkar, misalnya, bulan yang bergerak mengitari bumi, juga
beberapa planet yang mengitari matahari dll. Bila kita lihat sebuah roda
sepeda yang sedang berputar, dan kita perhatikan pentil dari roda tersebut,
maka dapat dikatakan bahwa pentil tersebut bergerak melingkar.
Pembicaraan gerak melingkar pada bab ini ditekankan pada gerak benda
yang bergerak melingkar dan selama pergerakannya, benda tersebut
terletak pada bidang datar. Benda yang bergerak melingkar tersebut
mungkin
a. Bergerak dengan laju yang tetap (Gerak Melingkar Beraturan,
disingkat (GMB).
b. Bergerak makin cepat atau makin lambat secara beraturan (Gerak
melingkar berubah beraturan, disingkat GMBB).
c. Bergerak makin cepat atau makin lambat tetapi tidak beraturan
disingkat (GMBTB).
4.5.2. Gerak Melingkar Beraturan (GMB)
Ada sebuah mobil bergerak dengan lintasan berbentuk lingkaran, selama
mobil bergerak, speedometer menunjukkan angka 40 km/jam, maka
dikatakan bahwa mobil tersebut melakukan gerak melingkar beraturan
(GMB). Dikatakan beraturan karena panjang lintasan yang ditempuh
sebesar 40 km tiap jamnya, lintasan yang ditempuh tiap jamnya ini selalu
tetap dan jari-jari lintasan juga tetap.
Perhatikan gambar 4.1 dibawah ini. Gambar 4.1.a menunjukkan sebuah
partikel yang bergerak dengan lintasan berupa lingkaran dengan laju yang
konstan.
Gambar dari buku Serway halaman 85
Gambar 4.1: a. Partikel yang melakukan gerak melingkar beraturan.
b. Kecepatan partikel pada saat di P dan Q.
c. Cara mencari perubahan arah dari percepatan.
Kita telah mengetahui bahwa kecepatan merupakan besaran vektor dan
besaran vektor tersebut ditentukan oleh besar dan arah vektor tersebut. Oleh
karena itu sebuah benda yang bergerak melingkar beraturan mempunyai laju
yang tetap tetapi arah kecepatannya berubah. Dengan kata lain, kecepatan
sebuah benda yang melakukan GMB selalu berubah (hanya arahnya yang
berubah).
Pada bab 2 telah dipelajari percepatan yang merupakan perubahan
kecepatan persatuan waktu. Oleh karena itu bila suatu bergerak dan
kecepatannya berubah, baik besar maupun arahnya berubah maka akan
ada dua jenis percepatan.
a. Perubahan besar kecepatan persatuan waktu menghasilkan
percepatan singgung (tangensial), aT
b. Perubahan arah kecepatan persatuan waktu menghasilkan
percepatan sentripetal as
Pada gerak melingkar beraturan (GMB), arah vektor kecepatan pada
setiap titik dilintasinya berubah, lihat gambar 4.1.a tetapi, besar kecepatan
(lajunya) tetap. Karena tidak ada perubahan besar kecepatan terhadap waktu,
maka percepatan tangensialnya nol. Tetapi arah kecepatannya berubah, oleh
karena itu ada percepatan sentripetal. Gambar 4.1.c memperlihatkan
bagaimana perubahan kecepatan yang menghasilkan percepatan sentripetal.
Kecepatan partikel pada saat di P yaitu vP dan pada saat di Q yaitu vQ, arah
kecepatannya disetiap titik tidak sama: vP  vQ  vR
Besarnya kecepatannya sama: vP = vQ = vR = v
Sebuah benda dikatakan melakukan gerak melingkar beraturan (GMB) jika
lintasan benda tersebut berbentuk lingkaran dan laju liniernya (besar kecepatan
liniernya) tetap.
4.5.3. Periode dan frekuensi
Gambar 4.2 memperlihatkan sebuah partikel yang bergerak melingkar
beraturan dengan lintasan berupa lingkaran dan jari-jari R serta lajunya v.
Partikel bergerak mula-mula dari P kemudian melewati Q dan R dan
selanjutnya melewati P lagi dan seterusnya. Pada saat t = 0 detik, benda
berada di P, setelah selang waktu tQ benda berada di Q kecepatannya vQ dan
sudut yang ditempuh sebesar Q, setelah mencapai di R kecepatannya vR dan
sudut yang ditempuh R. Besar kecepatannya pada saat di P, Q maupun pada
saat di R dan seterusnya tetap yaitu v.
GAMBAR
Gambar 4.2. Sebuah partikel yang melakukan GMB
Istilah periode dan frekuensi dari partikel yang melakukan gerak melingkar
beraturan merupakan besaran yang sering dipakai dalam membicarakan GMB.
Periode didefinisikan sebagai, waktu yang diperlukan untuk menempuh satu
putaran. Periode dinotasikan dengan T yang mempunyai satuan sekon (detik).
Bila kita lihat gambar 4.2, maka yang dikatakan satu periode adalah waktu yang
diperlukan untuk partikel bergerak dari P ke Q ke R dan kembali ke P. Jika
waktu yang diperlukan dari P – Q – R dan kembali ke P sebesar 5 detik maka
dikatakan periodenya T = 5 detik.
Frekuensi dari sebuah benda yang melakukan gerak melingkar beraturan
didefinisikan sebagai, jumlah putaran yang dilakukan benda tersebut, dalam
selang waktu 1 (satu) detik. Frekuensi dinotasikan sebagai f dan mempunyai
satuan perdetik (/detik) atau Hertz.
Bila dalam waktu 2 (dua) detik, benda melakukan putaran sebanyak 10 kali,
maka frekuensinya 5 kali perdetik atau 5 Hertz.
Hubungan antara frekuensi dan perioda
Jika dalam 1 (satu) detik, benda melakukan putaran sebanyak n kali, besar
periode dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut:
T adalah waktu yang diperlukan untuk berputar satu kali.
Dengan demikian besarnya periode T
1
T = ---- x 1 sekon
n
1
T = ---- sekon
n
(4.1)
sedangkan frekuensi adalah jumlah putaran dalam 1 sekon, berarti besar f
n putaran
f = -------------sekon
f = n hertz
(4.2)
Dengan memasukkan persamaan (4.2) ke persamaan (4.1) diperoleh
1
T = ---n
1
T = ---f
1
f = ----T
(4.3)
Laju linear, kecepatan angular dan hubungannya
Laju linear
Pada paragraf sebelumnya telah dijelaskan bahwa pada gerak melingkar
beraturan (GMB), arah kecepatan berubah dan besar (laju) tetap. Istilah laju
pada GMB ini seringkali disebut laju linear, istilah ini diperlukan untuk
membedakan dengan besaran kecepatan angular. Untuk mencari besar laju
linier, dapat dirumuskan secara umum sebagai berikut:
Laju linear = Panjang lintasan yang ditempuh dibagi selang waktu
yang digunakan
Untuk mencari perumusan yang khusus pada GMB, tentunya kita akan
menggunakan besar-besaran yang sudah didefinisikan atau besar-besaran
yang sudah diketahui diantaranya frekuensi, perioda atau jari-jari lintasan.
Oleh karena itu untuk panjang lintasan dapat kita gunakan panjang lintasan
yang ditempuh untuk satu kali melingkar yaitu 2R dan waktu yang
diperlukan sebesar periode (T). Jadi laju liniernya v.
v = keliling lingkaran / Periode
2R
v = -----(4.4)
T
Bila kita masukan persamaan (4.3) ke dalam persamaan (4.4) akan
diperoleh bentuk lain yaitu
v = 2Rf
(4.5)
Kecepatan angular
Dari penjelasan diatas kita mengetahui bahwa selama partikel bergerak,
sudut yang ditempuh berubah. Bila lajunya konstan maka besar perubahan
sudut tiap satuan waktu juga konstan. Tetapi ada kemungkinan, bahwa
partikel yang bergerak melingkar tersebut makin cepat atau makin lambat
dan akibatnya perubahan sudutnya tiap satuan waktu juga tidak tetap.
Dalam bab ini hanya akan dipelajari GMB. Dengan demikian besar
perubahan sudut tiap satuan waktu tetap, dengan kata lain besar kecepatan
angular tetap. Kecepatan angular di notasikan sebagai .
Kecepatan angular didefinisikan sebagai perubahan sudut yang ditempuh
tiap satuan waktu.
Kecepatan sudut = Sudut yang ditempuh dibagi selang waktu yang
digunakan.

 = -----t
Untuk mencari besarnya kecepatan sudut , akan digunakan besar-besaran
yang sudah diketahui, yaitu sudut yang ditempuh untuk melingkar satu kali
yaitu 360 derajat atau 2 radian dan perioda (T) secara matematis dapat
ditulis sebagai berikut:
Kecepatan angular =
Sudut yang ditempuh dibagi selang waktu yang
digunakan
2
 = ----T
(4.6)
 = 2 f
(4.7)
Hubungan laju linear dan kecepatan angular
Hubungan antara laju linear dengan kecepatan angular dapat diperoleh
dengan menggunakan persamaan 4.5 dan 4.6
v = 2R f = (2 f) R
v = (2 f) R =  R
(4.8)
Bila ditulis secara vektor
v=xR
Dan dapat digambarkan seperti di bawah ini
GAMBAR
Jika kita melakukan perkalian silang antara vektor  dan R akan
menghasilkan arah v.
4.5.4. Percepatan dan gaya pada Gerak Melingkar Beraturan (GMB)
telah kita ketahui bahwa percepatan sesaat didefinisikan sebagai perubahan
kecepatan peratuan waktu. Secara matematis dapat dituliskan sebagai:
lim
a=
-----t  0 t
v
t perubahan waktu yang merupakan besaran skalar sedangkan v
merupakan perubahan kecepatan yang merupakan besaran vektor.
Percepatan dapat terjadi karena dua hal.
a. Adanya perubahan nilai dari kecepatan, yang akan menghasilkan
percepatan tangensial (percepatan singgung). Arah dari percepatan
tangensial adalah menyinggung arah lintasannya dan diberi notasi at.
b. Adanya perubahan arah kecepatan, yang akan menghasilkan percepatan
sentripetal. Arah dari percepatan sentripetal menuju pusat dan diberi notasi
as.
GAMBAR
Pada gerak melingkar beraturan, besar kecepatan (laju) tidak berubah, oleh
karena itu tidak ada percepatan tangensial (at = 0). Sedangkan arah
kecepatannya selalu berubah setiap saat, oleh karena itu ada percepatan
sentripetal (as  0) dengan arah menuju pusat.
lim
as =
----t  0 t
v
Karena v vektor dan t skalar maka, arah a searah dengan v. Perhatikan
gambar di atas. Besarnya v adalah . v (vR dan vq sama nilainya). Jika t
mendekati nol, maka vektor a mempunyai arah menuju pusat. Oleh karena
itu
as =
lim v
lim 
---- = v
----- = v 
t0 t
t0
t
as = v  = ( R)  = 2R
as = v  = v (v/R) = v2/R
atau
Dengan demikian bila ada sebuah partikel melakukan gerak melingkar,
benda tersebut mengalami gaya sentripetal sebesar
v2
Fs = m as = m ---- = m
R
Gaya ini menuju pusat lingkaran.
1.
Gerakan lontar martil
2R
Contoh-contoh
1. Sebuah bola bermassa 0,5 kg diikat diujung seutas tali yang
mempunyai panjang 1,5 m. bola tersebut diputar dalam suatu lingkaran
horisontal seperti tampak pada gambar di bawah ini. Bila bola tersebut
berputar dengan laju konstan dengan membuat putaran 120 putaran
permenit (rpm) dan tali tidak putus. Tentukan
a. Frekuensi f dan periodenya T
b. Kecepatan angular dan laju linearnya
c. Percepatan sentripetal dan gaya tegang tali (gaya sentripetal)
d. Laju linearnya, jika tali tersebut hanya mampu menahan tegangan 50
newton
Jawab
a. Frekuensi f = Jumlah putaran perdetik
= 120 putaran/menit
= 120 putaran/60 sekon
1
1
Perioda (T) = --- = ---- sekon
f
2
b. Kecepatan angular  = 2f = 2 2 = 4 radian/sekon
Laju linear = v =  R = 4 radian/sekon . 1,5 m = 6 m/s
c. Percepatan sentripetalnya as
v2
(6 m/s)2
as = ---- = ------------ = 542 m/s2
R
1,5
Gaya tegang tali = gaya sentripetal Fs
m v2
Fs = m as = -------R
0,5 Kg . 54 2 m
= ----------------------s2
= 272 m/s2
= 272 newton
Tali hanya mampu menahan gaya tegangan tali 50 newton, maka laju
linearnya dapat dicari dengan
m v2
Fs = -------R
R
1,5 m
v = (Fs . ----)1/2 = (50 newton . ---------)1/2 = 12,25 m/s
m
0,5
2.
Pergerakan mobil pada belokan jalan datar kasar
Sebuah mobil dengan massa 1500 kg bergerak pada suatu tikungan jalan
yang datar dengan laju 5 m/s tanpa tergelincir/terlempar. Radius tikungan
tersebut 25 m. Tentukan
a. Gaya sentripetal yang bekerja pada mobil tersebut dan berapa gaya
gesek pada mobil tersebut.
b. Laju maksimum tanpa mobil terlempar, jika koefisien gesek statis
antara ban dan jalan s = 0,6
Jawab
a. m = 1500 kg, v = 5 m/s, dan R = 25 m
Gaya sentripetal
m v2
Fs = -------R
1500 kg (5m/s)2
= --------------------25m
= 1500 kg m/s2
= 1500 newton
b. Mobil bergerak dengan laju vmaks, dan mobil masih belum terlempar
m vmaks2
Fs = -------------R
Fs R
v maks2 = ---------
m
Fs R
v maks = --------m
Dalam hal ini Fs = s . N
= s . mg
= 0,6 . 1500 kg. 10 m/s2
= 900 newton
R = 25 meter
v maks
2=
Fs R
--------m
9000 newton . 25 m
= ---------------------------1500 Kg
= 150 m2/s2
v maks = 150 m2/s2
= 56 m/s
3.
Pergerakan mobil pada belokan miring
a. Pada pergerakan mobil pada belokan miring dan sudut kemiringan
jalan .
GAMBAR
GAMBAR
Mobil tersebut dapat bergerak pada tikungan tanpa terlempar keluar
jika gaya sentripetalnya tidak melebihi komponen gaya Normal (N)
pada arah yang sejajar jalan
m v2
N sin  = ------R
N cos  - mg = 0
N cos  = mg
m v2
N sin 
-----R
----------- = -----------N cos 
mg
v2
tan  = ----Rg
Jika jalan mempunyai koefisien gesek statik s, persamaan menjadi
m v2
N sin  + s N = -------R
N cos  - mg = 0
N cos  = mg
Dan diperoleh hubungan
m v2
N sin  + s N
-----R
-------------------- = -----------N cos 
mg
m v2
sin  + s
-----R
---------------- = -----------cos 
mg
4.
Gerak melingkar pada bidang vertical
Benda bergerak pada lingkaran dengan gerakan:
m va2
Pada titik A  titik terendah N – mg = -------R
m vb2
Pada titik B  N = -------R
m vc2
Pada titik C  titik teratas N + mg = -------R
5.
Ayunan konis
Ayunan konis adalah putaran dari sebuah benda yang diikat dengan tali,
apabila tali membentuk kerucut (lihat gambar).
m v2
T sin  = -------R
T cos  = mg
Diperoleh hubungan
v2
tan  = -----Rg
GAMBAR
Pertanyaan
1. Partikel melakukan gerak melingkar beraturan. Besar-besaran fisika dari
partikel tersebut, yang konstan adalah
a. Kecepatan linear
b. Laju linear
c. Kecepatan angular
d. Percepatan sentripetal
2. Seseorang melakukan gerak dengan lintasan yang tidak lurus selalu
mempunyai kecepatan yang tidak konstan. Jelaskan!
3. Setiap benda yang melakukan gerak dengan lintasan lengkung selalu
mempunyai percepatan sentripetal. Jelaskan!
4. Seekor semut berada pada suatu piringan yang berputar dengan porosnya
tegak lurus piringan tersebut. (Piringan terletak pada bagaian kertas ini).
Jika jarak semut kesumbu putar makin jauh maka pernyataan di bawah ini
yang benar:
a. Laju linear makin besar
b. Kecepatan angular tetap
c. Percepatan sentripetalnya makin besar
GAMBAR
5. Dua buah roda masing-masing mempunyai jari-jari R1 dan R2, keduanya
dihubungkan dengan tali, hubungan di bawah ini yang benar adalah
a. Laju linear dari titik-titik ditepi kedua roda sama
b. Kecepatan angular dari roda yang terkecil lebih besar dari
kecepatan angular roda yang besar
6. Sebuah benda yang diikat dengan tali, kemudian diputar pada bidang
horisontal dengan kecepatan makin besar. Pada suatu saat tali putus. Apa
yang menyebabkan benda terlempar keluar.
7. Gaya apakah yang menyebabkan bulan dalam peredaran mengelilingi bumi
tetap berada pada orbitnya?
8. Bila anda mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, dan tiba pada suatu
tikungan anda dianjurkan mengurangi kecepatannya. Mengapa?
9. Dalam akrobatik pesawat terbang yang membentuk lintasan melingkar,
pada titik tertinggi pilot merasakan badannya lebih ringan. Jelaskan!
10. Jelaskan prinsip-prinsip mesin pesawat sentrifugal yang dapat digunakan
untuk mengendapakan partikel-partikel.
Soal-soal
1. Sebuah benda bermassa 0,2 kg diikat pada seutas tali yang
mempunyai panjang 0,5 m. Benda diputar dalam suatu lingkaran
horisontal dengan frekuensi 4 Hz. Tentukan besar gaya tegang tali
yang terjadi.
2. Seorang anak mengendarai sebuah sepeda yang kedua rodanya
mempunyai jari-jari 36 cm dengan kelajuan 20 km/jam. Tentukan:
a. Frekuensi dari roda tersebut
b. Kecepatan angular dan kemana arahnya
3. Atom Hidrogen mempunyai sebuah electron yang bermassa
9
-31
-11.
x 10 kg dan bergerak mengelilingi inti dengan jari-jari 5 x 10 Jika
gaya yang menarik elektron ke inti sebesar 10 -7 newton. Tentukan
besar laju elektron.
4. Sebuah mobil yang bermassa 1500 kg, bergerak menaiki suatu bukit
yang mempunyai jari-jari kelengkungan 30 m. Tentukan kecepatan
maksimum di puncak bukit supaya mobil tidak lepas dari bukit.
5. Sebuah piringan hitam yang berjari-jari 12 cm sedang berputar
dengan frekuensi 15 putaran per menit. Tentukan laju linear dari
seekor semut yang berada
a. Dipinggir piringan hitam
b. 5 cm dari poros putar
6. Anak yang bermassa 50 kg berdiri di khatulistiwa, akan melakukan
gerakan melingkar yang radiusnya sama dengan radius bumi selama
24 jam untuk satu kali putar. Hitung gaya sentripetalnya jika radius
bumi 6400 km. Berapakah laju linearnya?
7. Sebuah ayunan konis terdiri dari sebuah bandul kecil yang massanya
0,4 kg dan seutas tali yang ringan dan panjangnya 120 cm. Ayunan
berputar pada bidang horisontal dengan jari-jari 50 cm (g = 10 m/s2).
Tentukan:
a. Besar gaya tegang tali
b. Frekuensi angular bandul
c. Laju
8. Sebuah mobil yang mempunyai massa 2000 kg dan pengendaranya
bermassa 60 kg, bergerak pada melintasi jembatan lengkung yang
radiusnya 15 m. Mobil tersebut bergerak dengan kelajuan 10 m/s
dipuncak jembatan. Tentukan:
a. Gaya tekan mobil pada jembatan
b. Gaya tekan pengendara terhadap kursi
9. Seorang anak membawa seember air yang digantung dengan seutas
tali dan beratnya 100 newton. Jika ember diputar dengan laju linier 4
m/s dalam bidang vertikal, berapakah pertambahan berat ember yang
berisi air pada saat berada pada titik terendah?
10. Seorang anak yang bermassa 20 kg duduk pada suatu ayunan dan
panjang tali penggantungnya 2 m. Tegangan pada tiap tali 250
newton. Tentukan laju serta gaya tekan anak pada bangku pada saat
mencapai titik terendah.
Download