BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-teori Dasar/Umum Sesuai dengan judul “Strategi Promosi New Single “Kini” Marcell Siahaan Oleh PT E-motion Entertainment”. Maka peneliti menggunakan teori-teori dasar yang membahas diantaranya: 2.1.1 Bauran Pemasaran Bauran komunikasi pemasaran selalu dikaitkan dengan sejumlah penyampaian pesan tentang barang, jasa layanan, pengalaman, kegiatan orang, tempat kepemilikan, organisasi, informasi, dan gagasan. Luas cakupan kegiatan pemasaran ini tidak terlepas dari peran komunikasi, karena pada dasarnya bentuk penyampaian informasi tentang apa yang ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumen tidak terlepas dari penetapan bentuk-bentuk media penyaluran pesan, dan pesan itu sendiri. Pentingnya pemahaman tentang komunikasi ini ditujukan agar informasi yang disampaikan dapat memberikan dampak yang diinginkan dan mencapai sebuah kesamaan kehendak. Definsi tersebut memberikan implikasi bahwa komunikasi merupakan sebuah proses sosial yang terjadi antara paling sedikit dua orang, di mana seseorang mengirimkan sejumlah simbol tertentu kepada orang lain. Simbol tersebut dapat disebut sebagai pesan, proses transmisi dilakukan melalui sejumlah wahana, dan terjadi sejumlah perubahan atau respons terhadap pesan yang disampaikan. Adapun pemasaran didefinisikan sebagai “A societal process by which individual and groups obtains what they need and 7 8 what through creating, offering, and freely exchangingproduct and service of value with other,” ( Soemanagara, 2006: 2 ). Dapat dikatakan bahwa proses yang membentuk hubungan antara produsen dengan individu, atau grup dalam menyampaikan jenis-jenis produk: barang dan jasa, dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan (needs and wants), guna mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi melalui penciptaan produk yang berkualitas. Konsep-konsep pemasaran berada di wilayah penentuan pasar sasaran, penentuan segmentasi pasar dan segmentasi potensial, keinginan dan kebutuhan, permintaan dan penawaran, nilai dan kepuasan, pertukaran dan transaksi, hubungan dan jaringan, saluran pemasaran dan rantai penjualan, persaingan dan iklim pasar, serta penentuan strategi bauran pemasaran (marketing mix strategy). (Soemanegara, 2006: 2) Proses pemasaran tidak lepas dari komunikasi, keduanya saling berhubungan erat antara yang satu dengan yang lain sepanjang rentang komunikasi pemasaran. Karena itu, dalam berbicara tentang komunikasi pemasaran diperlukan pendekatan yang mudah dan fleksibel pada bauran pemasaran, ( Machfoedz, 2010: 61 ). Sejalan dengan berkembangnya jaman dan tuntutan pasar yang selalu mengalami evolusi bersamaan dengan perkembangan perilaku konsumen dan kecerdasan para ahlik pemasar ditentukan oleh bauran pemasaran yang terdiri dari product, price, place, promotion (4P). Sarana pemasaran meliputi produk, harga, tempat, dan promosi dibaurkan untuk mendapatkan respons yang diinginkan dari pasar sasaran. Produk dikomunikasikan dengan pasar melalui harga, kemasan, dan merek. Untuk mengkomunikasikan ketiga unsur 9 yang terlekat pada produk tersebut diperlukan strategi yang tepat agar dapat diterima oleh pasar (Machfoedz, 2010:61) a. Product (produk) Suatu produk bukan sekedar komponen fisik, melainkan barang atau jasa yang mencerminkan potensi untuk memenuhi rentang kebutuhan konsumen, baik yang disadari maupun yang tidak disadari ( Machfoedz, 2010: 62 ). Produk terdiri dari suatu kombinasi fisik dan elemen jasa atau pelayanan dan keseimbangan antara keduanya secara bervariasi. 1) Barang. Barang merupakan produk yang berwujud fisik sehingga dapat dilihat, diraba/disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan difisik lainnya. 2) Jasa (services). Jasa merupakan aktivitas, manfaat/kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Pengembangan suatu produk melalui karakteristik produk seperti kualitas, ciri dan desain yang akan disampaikan pada konsumen akan sangat berpengaruh pada reaksi konsumen terhadap produk. Pengembangan produk dapat dilakukan dengan, antara lain, (Machfoedz, 2010: 62) : 1) Kualitas produk merupakan salah satu sarana positioning penting bagi pemasar atau perusahaan. Dalam pengembangan suatu produk, terlebih dahulu pemasar harus memilih tingkat kualitas yang mendukung posisi produk di pasaran. Dalam hal ini, kualitas produk berarti kemampuan produk untuk melakukan fungsinya seperti daya tahan, keandalan, presisi, kemudahan penggunaan, serta ciri-ciri lainnya yang menunjukkan nilainya. 2) Ciri produk. Suatu produk dapat ditawarkan dengan berbagai karakteristik atau ciri. Model sederhana tanpa variasi merukan titik permulaan. Perusahaan dapat menciptakan model yang lebih menarik dengan penambahan beberapa karakteristik. Karakteristik merupakan sarana kompetitif untuk membedakan produk satu dengan yang lainnya. 10 3) Desain produk. Cara lain yang digunakan suatu produk agar tampak lebih menarik dapat dilakukan melalui desain. Desan merupakan konsep yang lebih penting daripada bentuk. Bentuk semata mengungkapkan sifat fisik produk yang dapat dilihat. Sedangkan desain yang baik memberikan nilai tambah pada manfaat produk, menjadikannya enak dipandang dan nyaman digunakan. Produk merupakan titik sentral dari kegiatan pemasaran. Jika tidak ada produk, tidak ada pemindahan hak milik maka tidak ada pemasaran. Semua kegiatan pemasaran lainnya, dipakai untuk menunjang gerakan produk. Komponen produk dapat dipecahkan menjadi empat macam, yaitu: 1) Jumlah macam barang yang akan ditawarkan bagi perusahaan yang menawarkan jasa, adalah segala macam jasa yang akan ditawarkan. 2) Segala pelayanan khusus (teknis, pemeliharaan, dan pelayanan setelah transaksi penjualan) yang ditawarkan perusahaan guna mendukung penjualan barang (after sales services). 3) Cap beserta reputasinya (untuk barang-barang konsumsi), kualitas, ketangguhan, serta faktor umum penggunaan (terutama barangbarang industri dan peralatan). Walaupun faktor kualitas dan keawetan penting pula peranannya untuk barang-barang konsumsi, namun keduanya biasanya dipertimbangkan sebagai bagian penting dari cap dagang dan reputasi barang, jadi tidak diperlakukan sebagai faktor tersendiri. 4) Bersangkutan dengan tampang barang dan pembungkusnya. 11 b. Price (harga) Pada setiap produk atau jasa yang ditawarkan, bagian pemasaran berhak menentukan harga pokoknya. Harga suatu produk merupakan faktor penentu permintaan pasar pada suatu produk atau barang, ( Machfoedz, 2010: 62). Selain merupakan jalan masuknya uang ke perusahaan, harga juga berhubungan dengan kualitas suatu produk. Konsumen memandang harga sebagai indikator kualitas produk. Penetapan harga dipengaruhi beberapa faktor, baik internal maupun lingkungan eksternal, ( Machfoedz, 2010: 65 ). Adapun faktor internal yang mempengaruhi penetapan harga, adalah: 1) Tujuan pemasaran. Sebelum perusahaan menetapkan harga, perusahaan harus menetapkan strategi untuk produk. Jika perusahaan telah memilih sasaran pemasaran dan menetapkan posisi dengan cermat, kemudian strategi bauran pemasarannya, akan lebih efektif. 2) Strategi bauran pemasaran. Harga merupakan salah satu sarana bauran pemasaran yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran. Penetapan harga harus dikoordinasikan dengan desain produk, distribusi, penetapan promosi untuk membentuk program pemasaran yang konsisten dan efektif. 3) Biaya merupakan faktor yang menjadi dasar penetapan harga yang diterapkan pada produk. Perusahaan menginginkan harga yang ditetapkan dapat mencakup semua biaya untuk memproduksi, mendistribusikan, dan menjual produk serta tingkat laba yang sesuai dengan upaya yang dilakukan dan resiko yang dihadapi. Faktor eksternal yang mempengaruhi penetapan harga, adalah: 1) Pasar dan permintaan. Apabila biaya menentukan batas bagian bawah harga, pasar dan permintaan menentukan batas bagian atasanya. Konsumen menyeimbangkan antara produk atau jasa dengan manfaat yang akan diperoleh. Sebelum harga ditetapkan, 12 perusahaan harus memahami hubungan antara harga dan permintaan produknya. 2) Persepsi konsumen terhadap harga dan nilai. Sebelum menentukan harga, perusahaan harus mempertimbangkan persepsi konsumen terhadap harga dan cara persepsi tersebut mempengaruhi keputusan pembelian. Nilai produk merupakan tolok ukur kesediaan konsumen untuk membeli. Jika konsumen menilai harga produk lebih besar daripada nilainya, mereka tidak akan membeli. Sebaliknya, jika nilai produk lebih besar daripada harganya, mereka akan membelinya. c. Place (tempat) Place dalam hal ini adalah distribusi, merupakan strategi yang berkaitan erat dengan upaya produsen untuk mendistribusikan atau menyalurkan produknya kepada konsumen. Dalam pemasaran distribusi berfungsi menyebarluaskan tempat-tempat penjualan produk sehingga konsumen mudah mendapatkannya. Distribusi dapat berupa perantara, grosir, pengecer, penjual langsung, importer atau eksportir dan rangkaian distribusi yang digunakan oleh perusahaan atau pemasok, ( Machfoedz, 2010: 81 ). Tujuan akhir dari distribusi adalah supaya konsumen mudah melakukan pembelian tanpa bersusah payah mencarinya. d. Promotion (promosi) Promosi merupakan aktivitas dan materi yang dalam aplikasinya menggunakan teknik di bawah pengendalian produsen, yang dapat mengkomunikasikan informasi persuasif yang menarik tentang produk yang ditawarkan oleh produsen, baik secara lansung maupun melalui 13 pihak yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian (Machfoedz, 2010: 31). Dapat disimpulkan bahwa, dengan menciptakan produk yang berkualitas, maka kebutuhan dan keinginan akan terpenuhi dibantu dengan adanya proses membentuk hubungan antara produsen dengan individu dalam menyampaikan jenis-jenis barang dan jasa. Setelah mengetahui segmentasi dan pasar sasaran. Produk ditawarkan dengan berupa kemasan, harga dan merek, oleh karena itu stratetgi 4P ( product, place, price, promotion) harus dilakukan agar dapat diterima oleh pasar. 2.1.2 Komunikasi Pemasaran Menurut Keegan (Machfoedz, 2010:16), komunikasi pemasaran merupakan semua elemen dalam pemasaran yang memberi arti dan mengkomunikasikan nilai kepada konsumen dan stakeholder sebuah perusahaan. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukar produk yang bernilai pada pihak lain“ (Kotler, 2004 : 9). Komunikasi pemasaran adalah proses penyebaran informasi tentang perusahaan dan apa yang hendak ditawarkannya (offering) pada pasar sasaran ( Sulaksana, 2005: 23). Perannya sangat vital, mengingat peran komunikasi dalam memfasilitasi hubungan saling menguntungkan antara perusahaan dengan pembeli prospektif. Komunikasi pemasaran juga merupakan bentuk 14 komunikasi yang bertujuan untuk memperkuat strategi pemasaran, guna meraih segmentasi yang lebih luas, ( Kennedy, 2009: 5 ). Kajian ini dapat juga dikatakan sebagai upaya untuk memperkuat loyalitas pelanggan terhadap produk, yaitu barang dan jasa yang dimiliki perusahaan. Berkat perkembangan ilmu pemasaran, tujuan komunikasi ini tidak lagi terbatas untuk mendorong pembelian pertama, namun juga memastikan kepuasan paska pembelian sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya pembelian berulang dan pembeli tersebut menjadi pelanggan yang loyal. Komunikasi pemasaran adalah istilah yang digunakan untuk menerangkan arus informasi tentang produk dari pemasar sampai kepada konsumen. Model komunikasi konvensional merupakan dasar bagi komunikasi pemasaran. Dalam Gambar berikut ini model tersebut telah disesuaikan dengan konteks pemasaran. Gangguan Pesan Sumber Informasi (Pemasar) Kode/program (iklan, demontrasi, pemberitaan, penawaran) Media (Cetak, radio, wiraniaga, televisi) Penguraian kode (penafsiran) Umpan Balik Gambar 2.1 Model Komunikasi Pemasaran (Sumber : Machfoedz, 2010:17) Penerima (konsumen potensial) 15 Penjelasan mengenai komunikasi pemasaran diatas adalah sebagai berikut: 1. Sumber informasi. Sumber informasi ialah pemasar (perusahaan atau organisasi). (Machfoedz, 2010: 17) 2. Kode/Program, proses pembetukan pesan atau ide kedalam bentuk yang dapat dipahami dan diharapkan dapat mempengaruhi penerima, Tahapan ini mencerminkan strategi kreatif atau saran penjualan, janji yang dibuat oleh perusahaan tentang produk dan perusahaan (Machfoedz, 2010: 17) 3. Pesan, pesan adalah pelaksanaan strategi kreatif. Pesan dapat diungkapkan dengan berbagai cara, meliputi kata-kata (secara lisan atau tertulis), diagram, gambar, dan dramatisasi dalam berbagai bentuk. Misalnya presentasi penjualan, label kemasan, atau iklan yang didesain untuk surat kabar, majalah, atau televisi. (Machfoedz, 2010: 17-18) 4. Media, Saluran yang digunakan untuk mengkomunikasikan pesan seperti radio, televisi, media cetak, telepon, faksimili, dan hubungan langsung antara wiraniaga dan konsumen, atau kata-kata yang diucapkan oleh konsumen. (Machfoedz, 2010: 18) 5. Penguraian kode, penafsiran pesan oleh penerima. Pesan yang sama dapat ditafsirkan berbeda oleh penerima yang beragam, yang mempunyai pengalaman, pengetahuan, dan lingkungan masing-masing. (Machfoedz, 2010: 18) 6. Penerima, Pihak yang menerima pesan, perusahaan, konsumen, atau stakeholder pengirim pesan yang ingin mempengaruhi dengan cara tertentu. (Machfoedz, 2010: 18) 16 7. Umpan balik. Respon penerima terhadap pesan, yang diharapkan oleh pemasar akan dapat mengubah sikap atau perilaku atau permintaan informasi yang lebih rinci. (Machfoedz, 2010: 18) 2.1.3 Marcomm Matrix Marcomm matrix adalah konsep daripada marketing communication, bisa dilihat dalam bentuk dibawah ini : Gambar 2.2 Model Marcomm Matrix (Sumber : Bendinger. 2002 : 2) Melalui penjelasan gambar di atas bagaimana sebuah ide dapat disalurkan melaui Advertising, Public Relations dan Publicity, Promotion, Event Marketing, New Media, Direct Marketing. a. Advertising Periklanan (Advertising) adalah setiap bentuk presentasi yang dikemukan secara tidak langsung (tanpa personil) dan promosi ide, barang, atau jasa yang dilakukan oleh sponsor tertentu. Sarana periklanan meliputi cetakan, penyiaran radio dan TV, papan iklan, dan bentuk sarana lain. (Machfoedz, 2010 : 2 ) b. Public Relations bertugas membangun hubungan baik dengan berbagai publik perusahaan dengan tujuan mendapatkan publisitas yang luas, 17 membangun citra positif perusahaan, dan mengatasi gosip, laporan, serta berbagai event yang dapat merugikan perusahaan.(Machfoedz, 2010 : 2 ) c. Promotion (win/free/save) , Promosi dapat menawarkan suatu persuasi kepada konsumen untuk segera mengambil keputusan membeli suatu produk hanya dengan membuat produk lebih bernilai. (Mchfoedz. 2010:35) d. Event Marketing, Hal ini dijelaskan oleh Tom Duncan dalam buku ”The Priciples of Advertising and IMC”. Dalam bukunya Tom Duncan mengatakan bahwa ”event marketing is a promotional occasion designed to attract and involve a brand’s target audience”. Artinya event marketing adalah sebuah kesempatan promosi yang didesain untuk menarik dan melibatkan target audience kepada brand. Event Marketing yang diselenggarakan harus memiliki pengaruh (impact) serta memberikan kesan mendalam kepada setiap orang yang hadir sehingga customer maupun potential customer dapat lebih mengingat pengalaman yang menyenangkan dari event marketing tersebut. (Duncan, 2005 : 15) e. New media, pada era sekarang banyak pelaku marketing memanfaatkan new media yaitu internet, karena mereka memiliki alasan new media tersebut dapat lebih efektif dan dapat di akses oleh konsumen dimana saja. a. Direct Marketing adalah unsur terakhir dalam bauran komunikasi dan promosi, sarananya melalui direct mail, mail order, direct respon, telemarketing, dan digital marketing. Pemasaran langsung memungkinkan penjual memusatkan perhatian secara efisien (Sunyoto, 2012:159). 18 Untuk penelitian tentang strategi promosi dapat disimpulkan bahwa dalam mempromosikan suatu produk, perusahaan harus mengetahui masalah segmentasi, setelah melakukan segmentasi, perusahaan harus menentukan target pasar yang sesuai dengan perilaku konsumen. Dengan begitu produk yang ditawarkan dapat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan yang diinginkan oleh konsumen disesuaikan dengan produk, harga, tempat, dan promosi yang tepat. 2.2 Teori Khusus 2.2.1 Bauran Promosi Menurut Widiana ( 2010 : 88 – 100 ) bauran promosi terdiri dari : 1. Personal Selling Menurut Tjiptono, personal selling adalah sebagai berikut : “ komunikasi langsung ( tatap muka ) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggang dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka, kemudian akan mencoba dan membelinya “ Fungsi dari aktivitas personall selling yaitu : a. Prospecting, yaitu mencari pembeli dan kemudian menjalin hubungan dengan mereka. b. Targeting, yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu demi pembeli. c. Communicating, yaitu memberikan informasi tentang produk perusahaan kepada pelanggan. d. Selling, yaitu mendekati, mempresentasikan, dan mendemonstrasikan, mengatasi penolakan, serta menjual produk kepada pelanggan. 19 e. Servicing, yaitu memberikan berbagai jasa dan pelayanan kepada pelanggan. f. Information gathering, yaitu melakukan penelitian dan intelijen pasar. g. Allocating, yaitu menentukan pelanggan yang akan dituju. 2. Mass Selling Mass selling adalah pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khayalak dalam satu waktu. Ada dua bentuk utama mass selling, yaitu, periklanan dan publisitas. 3. Publisitas Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang dan jasa secara non personal, dimana individu atau organisasi yang menerima keuntungan tidak perlu membayar untuk itu. 4. Promosi penjualan Promosi penjualan adalah sebuah motivasi jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan suatu produk dan jasa. Promosi penjualan premi, diskon, kupon dan demontrasi. (Machfoedz, 2010 : 2) Menurut Tjiptono, promosi adalah sebagai berikut : “bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insetif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli oleh pelanggan” Tujuan dari promosi penjualan, yaitu : a. Meningkatkan permintaan dari para pengguna industrial atau konsumen akhir. b. Meningkatkan kinerja pemasaran perantara. 20 c. Mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan personal selling dan iklan. Pengelompokan promosi penjuakan yang dilakukan oleh penjual berdasarkan tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut : a. Customer promotion, yaitu promosi penjualan bertujuan untuk mendorong pelanggan untuk membeli. b. Trade promotion, yaitu promosi penjualan bertujuan untuk mendorong pedagang grosir, pengecer, eksportir, dan importer untuk memotivasi tenaga penjual. c. Sales force information, yaitu promosi penjuakan bertujuan untuk memotivasi tenaga penjual. d. Business promotion, yaitu promosi penjualan bertujuan untuk mendapatkan pelanggan baru, mempertahankan hubungan dengan pelanggan, memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan lama, dan mendidik pelanggan. 5. Public Relations (Hubungan Masyarakat) Public Relations adalah usaha komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut. Strategi Marketing Public Relations yaitu kiat dan teknik promosi penjualan dan pengenalan dari suatu produk atas nama perusahaan yang memadukan kekuatan publisitas dan pemanfaatan saluran khusus dengan mengadakan kegiatan atau event yang mengandung unsur penerangan tentang informasi produk atau jasa yang ditawarkan. 21 Dalam kajian pemasaran, kegiatan promosi yang efektif dan efisien dapat dimasukkan sebagai bagian dari konsep bauran komunikasi pemasaran (marketing communication mix), ( Kennedy, 2009: 1 ). Promosi dimanfaatkan untuk menawarkan nilai tambah kepada konsumen, sebagai salah satu stimulus untuk mendorong penjualan dengan segera. Lima bauran komunikasi pemasaran yang digunakan oleh pemasar untuk menyampaikan pesan adalah penggabungan dari lima mode komunikasi dalam pemasaran, yaitu periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), penjualan personal (personal selling), hubungan masyarakat dan publisitas (publicity and public relation) dan pemasaran langsung (direct marketing) dalam suatu program yang terkoordinir untuk berkomunikasi dengan pembeli dan pihak lainnya yang mempengaruhi keputusan pembelian. Kelima bauran komunikasi pemasaran tersebut sebagai berikut: a. Periklanan (Advertising) Periklanan (advertising) adalah bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ide, barang dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu, (Swatha 2005:350). Iklan bisa dikelompokkan dalam tiga bentuk, (Suhandang, 2005:45) yaitu: 1) Iklan prioneering biasanya iklan ini digunakan untuk memperkenalkan produk baru dengan menceritakan tentang produknya, dari apa produk tersebut dibuat, dan di mana dapat diperoleh. Kunci utama dari iklan memberitahukan target pasar yang informatif. prioneering adalah 22 2) Iklan competitive merupakan iklan yang mempromosikan ciri-ciri khusus dan keuntungan penggunaannya dari barang atau jasa yang ditawarkannya. Ssaran pesannya adalah mengajak atau membujuk konsumen agar memilih jenis barang atau jasa suatu perusahaan tertentu ketimbang barang atau jasa perusahaan saingannya. 3) Iklan reminder digunakan untuk memperkuat pengetahuan sebelumnya akan suatu produk. Iklan demikian tepat untuk menawarkan produk-produk atau jasa yang telah mencapai posisi terkenal dan berada dalam tahap pemantapan keberadaanya. Iklan memiliki peranan yang penting dalam sebuah proses komunikasi pemasran karena iklan adalah sebuah sarana yang paling popular dikalangan konsumen dalam mempromosikan suatu produk. Dalam suatu perusahaan, iklanlah yang biasanya menghabiskan dana paling banyak. Oleh karena itu perusahaan harus hati-hati dalam melakukan proses periklanan agar tidak terjadi suatu kesia-siaan dalam melakukan kegiatan periklanan dan khalayak menanggapi iklan tersebut melalui hirarki efek. Hirarki adalah sikap khalayak yang merupakan rangkaian tingkat kesiapan calon pembeli, dari awal mengetahui adanyabarang atau jasa yang ditawarkan sampai dengan melakukan tindakan akhir terhadap barang atau jasa tersebut, baik mencoba maupun menggunakan atau memilikinya. Adapun hirarki efek dimaksud terdiri atas: ( Suhandang, 2005: 61 ) 1) Awareness (menyadari), yaitu tahap di mana konsumen bisa mengenal dan mengingat barang atau jasa yang ditawarkan, minimal mereknya. 23 2) Interest (perhatian/minat), ialah tahap di mana terjadi peningkatan keinginan konsumen untuk mempelajari beberapa keistimewaan barang atau jasa daeri merek yang ditawarkan tersebut. 3) Evalution (penilaian), yakni tahap penilaian konsumen terhadap barang atau jasa dari merek yang ditawarkan tersebut, sesuai dengan perasaan yang diharapkannya. 4) Trial (percobaan), yaitu tahap di mana timbul kesungguhan konsumen untuk mengawali pembelian dalam rangka mencoba memakai barang atau jasa dari merek yang ditawarkan tersebut. 5) Adoption (pengadopsian) ialah tahap di mana konsumen merasakan perlunya membeli kembali dan menggunakan atau seterusnya memakai barang atau jasa dari merek tersebut, setelah memperoleh pengalaman yang menyenangkan pada awal pembelian (percobaan) tadi. b. Penjualan Personal (Personal Selling) Penjualan personal atau personal selling berbeda dari bentuk komunikasi lain yang digunakan untuk menyampaikan informasi timbal balik. Ini berarti bahwa ada dua orang yang terlibat dalam proses komunikasi ( Machfoedz, 2010: 188 ). Dalam personal selling umpan balik dan evaluasi atas pesan yang disampaikan dapat diperoleh seketika, sehingga pesan personal selling dapat disesuaikan dan disampaikan secara lebih pribadi daripada di metode komunikasi lain. Personal selling dapat ditetapkan berdasarkan tipe konsumen yang dilayani melalui proses komunikasi, antara lain ( Machfoedz, 2010: 188 ) : 1) Jaringan kinerja. Tipe ini memanfaatkan penawaran penjualan melalui jaringan saluran tertentu kepada penyalur/grosir yang meneruskan penawaran penjual yang lebih dekat dengan konsumen. 24 2) Industri merupakan tipe penjualan utama yang terdiri dari pemasaran antar perusahaan dan memerlukan penjualan komponen kepada industry lain dalam bentuk penawaran yang lebih besar. 3) Professional. Pada tipe ini memerlukan ide dan penawaran untuk diteruskan kepada pihak yang berpengaruh dan yang menentukan spesifikasi. 4) Konsumen. Tipe ini memerlukan hubungan dengan perusahaan perdagangan eceran dan/atau konsumen akhir/pengguna produk atau jasa yang ditawarkan. Dalam personal selling terjadi interaksi langsung, saling bertemu muka antara pembeli dengan penjual. Komunikasi yang dilakukan kedua belah pihak bersifat individual dan dua arah sehingga penjual dapat langsung memperoleh tanggapan sebagai umpan balik tentang keinginan dan kesukaan pembeli. Penyampaian berita atau percakapan yang mereka lakukan sangat fleksibel karena dapat menyesuaikan dengan situasi yang ada. Penjualan personal merupakan alat yang paling efektif pada tahapan lanjut proses pembelian, khususnya untuk membangun preferensi, keyakinan, dan mendorong aksi konsumen (Sulaksana, 2005: 27). Penjualan personal mempunyai tiga kelebihan unik: 1) Perjumpaan personal. Penjualan personal merupakan hubungan tak berjarak dan bersifat interaktif antara dua orang atau lebih. Masingmasing dapat mengamati reaksi satu sama lain secara dekat . 2) Kultivasi. Penjualan personal memungkinkan berkembangnya segala jenis hubungan, dari sekedar hubungan jual-beli hingga persahabatan pribadi yang hangat. Wiraniaga umumnya akan memperjuangkan kepentingan konsumen sebaik-baiknya. 25 3) Respons. Penjualan personal mampu memaksa pembeli merasa wajib mendengarkan wiraniaga. c. Promosi Penjualan (Sales Promotion) Promosi penjualan atau sering disingkat dengan promo merupakan unsur utama dalam kampanye pemasaran. Setiap kali perusahaan meningkatkan nilai produknya dengan menawarkan pengalaman atau insentif seperti penawaran harga atau memberikan sesuatu secara cuma-cuma, maka perusahaan tersebut melakukan promosi. Secara luas, promosi penjualan dapat didefinisikan sebagai bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif, umumnya berjangka pendek, yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli konsumen atau pedagang, ( Sulaksana, 2005: 110 ). Alat promosi penjualan beraneka ragam, alat-alat tersebut dirancang untuk merespon pasar secara lebih cepat. Alat-alat tersebut meliputi promo kepada konsumen, misalnya sampel, penawaran uang kembali, pengurangan harga, kontes permainan, undian/lotre, hadiah, pameran, eksisbisi, demonstrasi, kupon rabat, pembiayaan, bunga rendah. Pada dasarnya promosi penjualan digunakan untuk menawarkan nilai tambah kepada konsumen, seperti stimulus untuk memotivasi penjualan dengan cepat. Stimulus ini dapat ditujukan kepada konsumen, distributor, agen dan anggota wiraniaga, (Machfoedz, 2010: 161). Tujuan utama aktivitas promosi penjualan adalah untuk memotivasi konsumen agar bertindak, mengawali serangkaian perilaku 26 yang berujung pada pembelian dalam jangka panjang yakni terciptanya perilaku pembelian. Tujuan promosi penjualan dapat disebutkan sebagai berikut: 1) Mengidentifikasi dan menarik konsumen baru. 2) Mengkomunikasikan produk baru. 3) Meningkatkan jumlah konsumen untuk produk yang telah dikenal secara luas. 4) Menginformasikan konsumen untuk mendatangi toko tempat penjualan produk. 5) Memotivasi konsumen agar membeli suatu produk. d. Hubungan Masyarakat dan Publik (Public and Public Relations) Hubungan masyarakat atau humas (public relations) juga merupakan salah satu strategi yang paling diandalkan perusahaan karena humas dianggap punya daya tarik tertentu, diantaranya ( Sulaksana, 2005: 27 ): 1) Kredibilitas tinggi: berita dan fitur lebih otentik dan kredibel di mata pembaca dari pada iklan. 2) Mampu menjaring pembeli dalam keadaan yang lenggah: humas mampu menjangkau prospek yang suka dihindari wiraniaga dan iklan. 3) Dramatisasi: humas mampu mendramatisir perusahaan atau produk. Perusahaan akan mendapatkan sebuah hasil yang optimal dalam memasarkan barang jika mampu mengoptimalkan humas dengan baik 27 karena humas dimata publik mungkin lebih terpercaya daripada iklan, karena humas dapat membangun relasi dengan media yang memiliki daya jangkau publikasi yang sangat luas. Public relations merupakan sarana promosi massal yang dilakukan dengan menjalin hubungan dengan berbagai konsumen perusahaan dan masyarakat umum dengan tujuan untuk membangun citra perusahaan yang positif ( Machfoedz, 2010: 40 ). Public relations dapat digunakan untuk publisitas sebagai sebuah alat yang dapat digunakan untuk mempromosikan produk, tempat, ide, aktivitas dan orang-orang yang terlibat dalam aktivitas perusahaan. Publisitas adalah penyampaian informasi yang didesain untuk membangkitkan minat lebih tinggi pada perseorangan atau perusahaan melalui media informasi, tanpa pengeluaran biaya karena pertimbangan besarnya minat khlayak. Hubungan masyarakat dapat membawa dampak yang luas dalam menumbuhkan kepercayaan dengan biaya yang jauh lebih rendah dari periklanan. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk ruang dan waktu dalam media. Sebaliknya, perusahaan membayar staf yang mengembangkan dan menyebar-luaskan informasi dan mengelola event yang diselenggarakan oleh perusahaan, Sebagian perusahaan mempunyai bagian humas sendiri yang memonitor sikap masyarakat dan menditribusikan informasi maupun komunikasi agar terbangun goodwill. Apabila muncul publikasi yang negatif, bagian humas akan mengambil posisi di depan dan mencoba mengatasi masalah. Fungsi utama humas ( Sulaksana, 2005: 124) : 28 1) Hubungan pers, tujuan hubungan ini adalah untuk memberikan informasi yang pantas dimuat dalam surat kabar agar mampu menarikkan perhatian publik terhadap seseorang, produk atau jasa. 2) Publisitas produk, mensponsori berbagai program yang dapat mempublikasikan produk tertentu. 3) Komunikasi korporat merupakan upaya meningkatkan kesepahaman organisasi melalui komunikasi internal dan eksternal. 4) Lobi melibatkan kerjasama dengan ahli hukum dan pejabat pemerintah untuk mendukung ataupun menghapus peraturan undang-undang. 5) Konseling pemberian saran tentang isu-isu publik dan bagaimana perusahaan mesti menyikapinya serta tentang citra perusahaan. Aktivitas hubungan masyarakat khususnya didesain untuk membangun atau menjaga citra positif sebuah perusahaan dan hubungan baik dengan berbagai pihak-konsumen, prospek, pemegang saham, karyawan, organisasi buruh, masyarakat setempat, dan pemerintah. Hubungan masyarakat yang baik dapat tercapai dengan memberikan dukungan pada proyek-proyek kemanusiaan, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, mensponsori aktivitas olah-raga atau pementasan kesenian, menyelenggarakan pameran, dan sebagainya: e. Pemasaran Langsung (Direct Marketing) Bila penjualan personal berupaya mendekati pembeli, iklan berupaya memberitahu dan mempengaruhi pelanggan, promosi berupaya mendorong pembelian, humas membangun dan menjaga citra 29 perusahaan, maka pemasaran langsung memadatkan semua kegiatan tersebut dalam penjualan langsung tanpa perantara. Direct marketing atau pemasaran langsung merupakan sistem pemasaran interaktif yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan transaksi di sembarang lokasi, ( Sulaksana, 2003: 150 ). Direct marketing adalah bagian dari program komunikasi pemasaran. Pasar tidak diraih menggunakan salah satu cara, tetapi strategi pemasaran yang efektif adalah memasuki pemasaran yang efektif dengan berbagai cara dan media, melalui perhitungan yang tepat. Biasanya direct marketing banyak dilakukan dalam sebuah kecanggihan media. Kemajuan teknologi seperti adanya internet, telepon genggam, laptop telah memperkaya media komunikasi sehingga tidak bergantung pada media konvensional seperti koran, radio, telepon, televisi. Dari berbagai macam bentuk komunikasi diatas, direct marketing biasanya menjadi peran utama sebuah perusahaan karena sangat mudah publik sasaran dapat mengkonsumsi pesan, dan perusahaan dapat mengukur hasilnya secara langsung. Cara ini banyak digunakan oleh perusahaan guna efektifitas waktu dan biaya. Kehadiran media massa dalam memenuhi keinginan industri diperlukan untuk meraih pasar sasaran yang sebesar-besarnya dan menjangkau pasar sasaran yang tidak terjangkau melalui berbagai teknik pemasaran lainnya. Dalam buku Advertising and Promotion (2004: 463), Belch dan Belch memberikan definisi direct marketing 30 sebagai berikut “Direct marketing is a system of marketing by which organizations communication directly with the target consumer to generate a response or transmition” ( Kennedy, 2009: 26 ). Direct marketing online atau pemasaran online beroperasi seperti namanya, yaitu pemasaran yang berusaha untuk mempengaruhi dunia online untuk memikirkan dan diharapkan membeli produk atau jasa ( Abram & LaPlante, 2010: 177 ). Pemasaran secara online terdiri dari kategori utama sebagai berikut: 1. Pemanfaatan mesin secara optimal 2. Pemasaran melalui mesin pencari 3. Iklan banner 2.2.3 Kegiatan Promosi Kegiatan promosi biasanya merupakan salah satu komponen yang menjadi prioritas dari kegiatan pemasaran. Dengan adanya promosi maka konsumen akan mengetahui bahwa perusahaan meluncurkan produk baru yang akan menggoda konsumen untuk melakukan kegiatan pembelian. Kegiatan promosi sangat erat kaitannya dengan penyebaran informasi untuk disampaikan ke konsumen. Dalam penyampaian informasi ini ada beberapa hal penting yang hendaknya diperhatikan, yaitu : 1. Program periklanan yang dijalankan, kegiatan periklanan merupakan media utama bagi perusahaan untuk menunjang kegiatan promosi dimana promosi memiliki tujuan utama untuk menarik konsumen agar mau melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan. 31 2. Promosi dengan mengutamakan penjualan yang dilakukan secara pribadi, lebih dikenal dengan istilah ‘penjualan personal (personal selling)’. Kegiatan promosi yang satu ini bisa dikatakan sebagai ujung tombak dari kegiatan promosi. Hal ini karena penjualan personal adalah kegiatan promosi yang mengharuskan pemasar berhadapan dengan konsumen secara langsung. 3. Promosi yang dilakukan dengan mengedepankan aspek penambahan intensitas nilai produk (additional values of product). Dalam strategi pemasaran dikenal sebagai promosi penjualan (sales promotion). Promosi penjualan mengedepankan penambahan intensitas nilai barang/jasa. 4. Promosi dengan cara meningkatkan publisitas, cara ini lebih condong unutk membentuk sebuah citra (image) yang lebih positif terhadap produk yang ditawarkan. Pembentukan citra ini dapat dilakukan dengan iklan atau promosi yang memiliki karakteristik tertentu yang tidak dapat dimiliki oleh strategi pemasaran lainnya. ( Hermawan, 2012 : 38-40) Keempat komponen pemasaran yang telah dipaparkan diatas harus dapat dilakukan dengan sinkron agar dapat menghasilkan strategi pemasaran yang baik dalam jangka panjang.. Pemasaran yang berkesinambungan memerlukan adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya di bagian pemasaran saja), sehingga dapat menciptakan ruang yang cukup bagi para pemasar untuk menetapkan strateginya. 32 2.2.4 Strategi Promosi Strategi menurut Ahmad S. Adnanputra dalam buku Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi (Ruslan, 2010:133) adalah bagian terpadu dari suatu rencana (plan) yang merupakan produk dari suatu perencanaan (planning) yang pada akhirnya perencanaan adalah salah satu fungsi dasar dari proses manajemen. Strategi promosi berkaitan dengan masalah-masalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian komunikasi persuasif dengan pelanggan. Menurut (Rangkuti, 2002 : 15) Strategi promosi terdiri dari : a. Personal Selling berkomunikasi : yang dua orang digunakan yang terlibat dalam untuk menyampaikan informasi. Biasanya bentuk personal selling ini disampaikan secara lebih pribadi. b. Sales promotion : penjualan yang berbentuk persuasi dan biasanya berjangka pendek. Alat promosi penjualan yang biasa dipakai contohnya yaitu sample, kupon, diskon, hadiah, kontes permainan,dan lain lain. c. Public Relations : Untuk membangun citra yang positif dari suatu perusahaan, public relations merupakan sarana untuk menjalin komunikasi dengan berbagai konsumen perusahaan dan masyarakat. Public relations juga dapat digunakan untuk publisitas dalam mempromosikan produkm tempat, ide, dan aktivitas perusahaan. d. Advertising adalah bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ide, barang dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu 33 2.3 Penelitian Sebelumnya Selain menggunakan teori-teori umum dan khusus yang sudah dijabarkan diatas, peneliti juga menggunakan beberapa penelitian sebelumnya yang berbentuk jurnal. Jurnal yang dipilih disesuaikan dengan penelitian yang dilakukan dan akan digunakan sebagai perbandingan dnegan penelitian ini. Jurnal pertama yang dipilih adalah “Promotion is a new way to make brand contact with buyers” yang ditulis dalam Marketing News (1993 : 4). Berikut kutipan dari jurnal tersebut: “Promotion alone can't create an image for a brand. It can't compensate for no or low levels of advertising. It can't do much to change negative attitudes toward a product, overcome product problems, or reverse a declining sales trend. But promotion can build a brand over time by reinforcing advertising images and messages, by generating positive brand experiences among buyers in many places along the purchase continuum, by creating an affinity between brands and buyers, and by providing new channels for reaching audience segments.” Melalui kutipan jurnal diatas dikatakan bahwa promosi sendiri tidak dapat menciptakan sebuah citra bagi merek. Promosi tidak dapat mengkompensasi rendahnya tingkat periklanan. Promosi tidak dapat melakukan banyak untuk merubah sikap negative terhadap sebuah produk, menyelesaikan permasalahn produk, atau membalikkan tren penjualan yang menurun. Tetapi promosi dapat membangun sebuah merek dari waktu ke waktu dengan memperkuat iklan gambar dan pesan, dengan menghasilkan pengalaman merek yang positif antara pembeli di banyak tempat di sepanjang pembelian berkesinambungan, dengan menciptakan kesamaan antara merek dan pembeli, dan dengan menyediakan saluran baru untuk menjangkau segmen penonton. Perbandingan jurnal yang dijabarkan diatas dengan penelitian ini adalah promosi dapat membangun sebuah merek dari waktu ke waktu dengan memperkuat iklan gambar dan pesan, sedangkan dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa 34 promosi yang dilakukan oleh PT E-motion Entertainment kurang memanfaatkan iklan bergambar untuk mempromosikan single terbaru dari Marcell Siahaan berupa video clip di televisi-televisi. Saat ini promosi bergambar yang dilakukan oleh PT Emotion Entertainment hanya sebatas media online seperti menyajikan video clip dari single terbaru Marcell siahaan yang berjudul “Kini” melalui Youtube. Jurnal kedua yang peneliti pakai adalah karya Benady yang berjudul “Kicking the promotions habit” yang dipublikasikan pada tahun 2009. Jurnal ini membahas tentang promosi yang berbentuk online yang dapat menjadi kesempatan dalam melakukan promosi. Berikut adalah kutipan mengenai promosi online oleh Benady: “Online is proving a particular draw for brands looking to launch promotions, providing a low-cost option and the chance to reach a young and comparatively upmarket audience.” Dalam kutipan di atas dikatakan bahwa Online terbukti sebagai sesuatu yang menarik bagi merek yang akan melakukan promosi, menyediakan pilihan rendah biaya dan kesempatan untuk menjangkau audiens komparatif kelas atas. Adanya persamaan antara jurnal di atas dengan penelitian ini adalah bahwa divisi promosi dalam PT E-motion Entertainment telah melakukan kerja sama dengan pihak iTunes, dimana iTunes merupakan salah satu situs pembelian musik original yang dapat diakses oleh masyarakat Indonesia dimanapun. Selain itu penggunaan twitter juga dipilih oleh PT E-motion untuk melakukan promosi, karena twitter merupakan salah satu media online yang bisa dibilang dapat memberikan keuntungan dan lebih efektif dalam menjangkau audiens lebih banyak. Perbandingannya terdapat pada pemanfaatan online yang masih kurang digerakkan, dan belum menemukan cara yang unik untuk menarik perhatian publik. 35 2.4 Kerangka Pikir Komunikasi Pemasaran Bauran Pemasaran Strategi Promosi 1. Personal Selling 2. Sales Promotion 3. Public Relations 4. Advertising Strategi Promosi New Single Marcell Siahaan “Kini” Oleh PT E-motion Entertainment Gambar 2.3 Kerangka Pikir Sumber : Kompilasi hasil pemikiran penulis dan teori strategi Promosi dari PT E-motion Entertainment