- GBI Junction

advertisement
Bahan komsel 27 Maret – 01 April 2017
THE BEAUTIFUL GRACE
Sering muncul dibenak kita banyak pertanyaan-pertanyaan, apakah Tuhan dari
awal sudahmenetapkan/menentukansiapasaja yang akan menerima warisan surgawi?
Bahkan siapa saja yang akan di selamatkan atau siapa saja yang akan terhempas atau
terhilang? Polapikir diatas menegaskan dan berdasarkan semua keputusan Tuhan akan
manusia yang kita kenal sebagai “kedaulatan Tuhan”. Dengan pola pikir dan memiliki
dasar hidup dengan pandangan hidup seperti itu, masuk akal apabila manusia memiliki
pemikiran bahwa manusia tidak perlu mencari keselamatan, hidup takut akan Tuhan
dengan sungguh-sungguh, karena pada akhirnya semua akan berakhir dengan kedaulatan
atau keputusan Tuhan sendiri. Misalnya seseorang yang hidupnya buruk tetapi karena
telah mendapatkan warisan surgawi seseorang ini seburuk apa pun hidupnya dia akan
tetap terselamatkan. Sebaliknya bila ada seseorang yang hidupnya baik dan dia berusaha
hidup benar dan takut akan Tuhan, jika Tuhan telah menentukan hidupnya binasa, maka
tetap saja sebaik apapun orang tersebut dia akan tetap binasa. Benarkah kita bila berfikir
seperti itu? Apakah pandangan dan pikiran tersebut sesuai dengan firman Tuhan?
Polapikir dan pandangan seperti sama sekali tidak benar! lalu bagaimana agar kita bisa
menerima anugerah yang indah yaitu keselamatan
1.
MENDEKAT KEPADA ALLAHMU
Jadi seperti apakah yang dikatakan firman Tuhan? Coba kita perhatikan yakobus
4:8 “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Bersihkanlah
tanganmu, hai orang-orang berdosa, dan murnikanlah hatimu, hai orang-orang yang
mendua hati.”Dalam ayat ini ditegaskan bahwa keputusan kita sendirilah yang
menentukan apakah kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan atau sebaliknya.
Dalam ayat ini di katakana bahwa jika kita mau mendekat kepada Tuhan, maka Tuhan
juga akan Mendekat kepada kita. Seperti seorang anak yang memilih apakah dia akan
mau dekat dengan Ayahnya atau malah menjauhi ayahnya. Dalam Kisah Para Rasul 10:34
dikatakan bahwa Tuhan tidak pernah membedakan dan menghargai segala keputusan
benardari anak-anakNya. Inilah yang Tuhan selalu mau dan rindukan, yaitu Tuhan tidak
pernah memaksakan kehendak-Nya, melainkan Tuhan ingin kita memiliki kesadaran diri
untuk mendekat kepada-Nya.
2. Ambil keputusan yang benar
Sama seperti seorang Ayah saat anaknya mau mendekat dan memiliki hubungan
yang erat, pasti apapun yang di minta sang anak akan di berikan. Seperti itu pula Allah
saat kita memutuskan untuk mendekat kepada-Nya, itu membuat Tuhan mendekat dan
mencurahkan kasih setia-Nya kepada kita. Karena sebenarnya hal ini tidak ada
hubungannya dengan posisi atau jabatan kerohanian seseorang. Bahkan akan sering kita
jumapai seseorang yang bukan nabi, bukan pelayan Tuhan di gereja, bukan imam, tetap
memiliki hubungan lebih intim di banding dengan yang sudah disebutkant adi. Kita bisa
belajar dari henokh. Siapakah henokh? Dia bukanlah imam, bukan juga serorang nabi.
Dalam Alkitab hanya di Tulis bahwa henokh bergaul karib dengan Tuhan sampai umur 300
tahun lalu terjadi pengangkatan oleh Tuhan. Apakah yang telah di perbuat Henokh
sehingga dia bisa mendapatkan kasih karunia seperti itu? Kita juga dapat belajar dari
ayub. Ayub bukanlah nabi atau hamba Tuhan yang luar biasa. Tetapi dengan kehendak
atau “Free willnya” sendiri ayub memutuskan untuk mendekat dan lebih intim dengan
Tuhan, tanpa ada paksaan. Dari 2 tokoh diatas kita bisa telaah dan kita pahami bahwa
mereka bisa mendapatkan kasih karunia seperti itu karena mereka bergaul karib dan
intim denganTuhan keputusan mereka sendiri. Jadi seharusnya kita sendirilah yang
memutuskan bagaimana kita dekat atau tidaknya dengan Tuhan.
CONCLUSION
Memang warisan surgawi merupakan kedaulatan Tuhan sepenuhnya. Apakah
kita akan mendapatkan kehidupan yang kekal atau malah kebinasaan? Ternyata ini
tergantung bagaimana sikap hati dan hidup kita terhadap Tuhan. Apakah kita sudah kenal
baik dengan Tuhan kita? Atau kita malah semakin menjauh darinya? Itu semua
merupakan keputusan kita sendiri. Tuhan tidak pernah memkasakan kehendaknya pada
kita, karena Tuhan mau kita semua benar-benar tulus dekat Tuhan dan bersungguhsungguh mencari Tuhan. Dengan begitu anugerah yang indah yaitu keselamatan akan
tercurah dalam hidup kita. Seperti seorang bapa tanpa anaknya memintapun, seorang
ayah pasti akan memberikan sesuatu yang kita benar-benar butuhkan.
SHARING
1.Menurut saudara ,bagaimana hubungan saudara dengan Tuhan selama ini?
2. Bagaimana dengan keputusan yang saudara ambil selama ini? Apakah saudara sudah
memutuskan untuk memiliki hubungan yang erat denganTuhan? Atau malah sebaliknya?
3. Menurut anda, apakah sikap hati dan perbuatan saudara makin mendekat atau
menjauhi Tuhan?
Download