4. Pertemuan IV

advertisement
BAHASA INDONESIA
(Teknik Penulisan Karya Ilmiah)
A0013004
Indri Sudanawati Rozas, M.Kom
KONTRAK PERKULIAHAN
1.
2.
5.
6.
7.
Pendahuluan. Penyampaian kontrak perkuliahan. Tulisan dan bahasa.
Paradigma dalam Penulisan Karya Ilmiah. Tujuan dan Manfaat Pedoman
Penulisan Karya Ilmiah.
Karangan Ilmiah. Tulisan Ilmiah. Hakikat Penelitian. Jenis-jenis penelitian.
Etika dalam Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah. Etika bagi peneliti dan
penulis. Pencegahan Plagiarisme.
Jenis-jenis karya ilmiah.
Kebahasaan. Diksi. Tanda Baca. Pengefektifan Paragraf. Pertalian Kalimat.
Sistematika Karya Ilmiah. Format dan Pengetikan.
8.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - UTS - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Pemilihan dan penulisan Judul.
Menulis Pendahuluan.
Menulis Tinjauan Pustaka. Kutipan langsung dan tak langsung.
Menulis Metodologi Penelitian. Gambar. Tabel.
Menulis Pembahasan.
Menulis Kesimpulan dan Saran.
Menulis Daftar Pustaka. Catatan kaki. Lampiran.
3.
4.
16. - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - UAS - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Indri Sudanawati Rozas, M.Kom
Karakteristik Tulisan KI
(review pertemuan sebelumnya)
1. Mengacu pada teori sebagai landasan berpikir (kerangka
pemikiran) dalam pembahasan masalah.
2. Lugas – tidak emosional, bermakna tunggal, tidak
menimbulkan interprestasi lain.
3. Logis – disusun berdasarkan urutan yang konsisten
4. Efektif – ringkas dan padat.
5. Efisien – hanya mempergunakan kata atau kalimat yang
penting dan mudah dipahami.
6. Objektif berdasarkan fakta – setiap informasi dalam
kerangka ilmiah selalu apa adanya, sebenarnya, dan
konkret.
7. Sistematis – baik penulisan dan pembahasan
8. Sesuai dengan prosedur dan sistem yang berlaku.
ETIKA
dan
PLAGIARISME
ETIKA
• Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan
apa yang buruk dan tentang hak dan
kewajiban moral (akhlak) [KBBI]
• Etika -> konsep yang mengarah pada perilaku
yang baik dan pantas. Terkait dengan
moralitas, pranata, norma, baik kemanusiaan
maupun agama [Ade Gafar Abdullah, 2012]
Indri Sudanawati Rozas, M.Kom
Kode Etik Penulis
• Melahirkan karya orisinal, bukan jiplakan.
• Sebagai orang terpelajar, mestinya menjaga
kebenaran dan manfaat serta makna informasi
yang disebarkan sehingga tidak menyesatkan.
• Menulis secara cermat, teliti, dan tepat.
• Bertanggung jawab secara akademis atas
tulisannya.
• Memberi manfaat kepada masyarakat pengguna.
(Saukah, A., 2012)
Sumber: Materi Program Stimulus Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah
DP2M DIKTI 01 Desember 2012
Indri Sudanawati Rozas, M.Kom
Kode Etik Penulis
• Menjunjung tinggi hak, pendapat atau temuan
orang lain.
• Menyadari
sepenuhnya
untuk
tidak
melakukan pelanggaran ilmiah.
• Pelanggaran tersebut diantaranya:
– Falsifikasi
– Fabrikasi
– Plagiarisme
Sumber:
Materi Program Stimulus Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah
DP2M DIKTI 01 Desember 2012
Pelanggaran Etika Penulisan
• Fabrikasi data
– ‘mempabrik’ data atau membuat-buat data yang
sebenarnya tidak ada atau lebih umumnya membuat
data fiktif.
• Falsifikasi data
– bisa berarti mengubah data sesuai dengan keinginan,
terutama agar sesuai dengan simpulan yang ‘ingin’
diambil dari sebuah penelitian.
• Plagiarisme
– mengambil kata-kata atau kalimat atau teks orang
lain tanpa memberikan acknowledgment (dalam
bentuk sitasi) yang secukupnya.
Sumber:
Materi Program Stimulus Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah
DP2M DIKTI 01 Desember 2012
PLAGIARISME
Definisi
•
•
•
•
Plagiarisme berasal dari bahasa Latin:
Plagiari(us) = “penculik”
Plagi(um) = “menculik”
Melihat akar kata di atas, nyatalah bahwa plagiarisme
dalam penulisan makalah ilmiah, mengandung unsur
‘penganiayaan’ intelektual karena terjadi pengambilan
cara paksa kata-kata/gagasan tanpa seizin pemiliknya.
• Ada berbagai definisi mengenai plagiarisme, namun
pada intinya semua menyatakan bahwa plagiarisme
merupakan pemanfaatan/penggunaan hasil karya orang
lain yang diakui sebagai hasil kerja diri sendiri, tanpa
memberi pengakuan pada penciptanya yang asli.
Sumber:
Materi Program Stimulus Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah
DP2M DIKTI 01 Desember 2012
Jenis Plagiarisme
• Plagiarisme tidak hanya terbatas pada
pencurian gagasan atau hasil karya orang lain di
bidang ilmiah saja, namun juga berlaku di
bidang lainnya seperti dunia seni, budaya, dsb.
• Bentuknya pun dapat beraneka macam tidak
terbatas hanya pada tulisan.
Sumber:
Materi Program Stimulus Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah
DP2M DIKTI 01 Desember 2012
Klasifikasi Plagiarisme
• Klasifikasi mengenai plagiarisme dapat dibuat
tergantung dari berbagai aspek pandang:
– dari segi substansi yang dicuri,
– dari segi kesengajaan,
– dari segi volume/proporsi
– dari pola pencurian, plagiasi dapat dilakukan kata
demi kata, maupun dapat diseling dari berbagai
sumber dan dengan kata-kata sendiri (mozaik).
Sumber:
Materi Program Stimulus Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah
DP2M DIKTI 01 Desember 2012
Autoplagiarisme
• Berdasarkan individu sumber gagasan, ada pula yang
dikenal sebagai Auto-plagiarisme/self-plagiarism.
• Meskipun karya milik sendiri dan sudah pernah
diterbitkan sebelumnya, jika kita mengambil gagasan
tersebut, maka masih tetap diwajibkan mencantumkan
rujukan atau sitasinya. Bila tidak, ini dapat dianggap
sebagai auto-plagiarisme atau self-plagiarism.
• Jenis plagiarisme ini sebenarnya dapat dianggap
“ringan”, namun bila dimaksudkan atau di kemudian hari
dimanfaatkan untuk menambah kredit akademik, maka
dapat dianggap sebagai pelanggaran berat dari etika
akademik.
Sumber:
Materi Program Stimulus Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah
DP2M DIKTI 01 Desember 2012
Cara Menghindari Plagiarisme
• Memakai, menganalisa, membahas, mengritik atau merujuk
hasil karya intelektual orang lain boleh dilakukan selama
kaidah pemakaiannya tetap ‘beradab’.
• Rangkumlah hasil karya orang lain, atau melakukan parafrase
pada bagian khusus dalam teks dengan cara penguraian
menggunakan kata-kata sendiri, dan nyatakanlah sumber
gagasan dan masukkan sumber-sumber yang dipakai dalam
daftar rujukan.
• Menggunakan kata-kata asli penulis diperkenankan dengan
cara memberi tanda kutip pada kalimat-kalimat yang dipakai,
selain menyebutkan sumber gagasannya.
Sumber:
Materi Program Stimulus Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah
DP2M DIKTI 01 Desember 2012
Pelanggaran Etika
• Seseorang yang melakukan salah satu dari tiga
pelanggaran etika akademik (falsifikasi,
fabrikasi dan plagiarisme) bisa dikatakan
memiliki cacat moral, terlebih jika dilihat dari
kacamata agama.
• Nilai keagamaan mencela pelanggaran sebagai
bagian dari ketidakjujuran, pencurian atau
mengambil kepunyaan orang lain tanpa hak 
nurani mengalami proses pengkeruhan.
Sumber:
Materi Program Stimulus Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah
DP2M DIKTI 01 Desember 2012
Q.S. Al Hajj
(22:30) Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan
apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di
sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak,
terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah
olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataanperkataan dusta.
Indri Sudanawati Rozas, M.Kom
LEMBAR KERJA
BAGAIMANA caranya memegang erat
etika penulisan?
Diskusikan bersama kelompok, presentasikan.
Indri Sudanawati Rozas, M.Kom
Q.S. An Nuur: 24
pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi
atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
MENJAGA
INTEGRITAS DIRI
Indri Sudanawati Rozas, M.Kom
“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila
segumpal darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya.
Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota
tubuhnya. Segumpal darah yang aku maksudkan adalah QALBU)”
-- Hadis Riwayat Al-Bukhari --
Indri Sudanawati Rozas, M.Kom
Mintalah
fatwa
pada
nurani
Indri Sudanawati Rozas, M.Kom
Download