Minggu 15 - eLisa UGM

advertisement
Minggu 7
Pemahaman dan Analisis Iklim Mikro
Unsur dan Skala Iklim
Kajian iklim pada skala menegah (meso) berkaitan misalnya dengan variasi dan
dinamika iklim pada suatu wilayah seluas beberapa kilometer persegi; misalnya
hanya bagian tengah kota, pinggiran, atau perbatas kota, area perkampungan,
persawahan atau hutan.
Dinamika unsur-unsur iklim dalam berbagai wilayah tersebut dapat sangat
berbeda meskipun letaknya berdekatan dikarenakan perbedaan jumlah, ragam
dan bentuk komponen yang ada pada masing-masing wilayah lahan tersebut.
Fenomena penting yang menggambarkan perbedaan iklim skala dalam regaional
adalah adanya efek pulau panas (urban heat island). Yaitu adanya peningkatan
temperatur di pusat kota dibandingkan area sekitarnya.
Iklim pada skala lebih kecil (tapak) disebut iklim mikro. Pada skala ini, kondisi iklim
berkontak dan berpengaruh secara langsung terhadap kondisi komponenkomponen lingkungan seperti tanaman, binatang, manusia, bangunan dan benda
fisik lainnya.
Sinar dan Cahaya Matahari
Kondisi-kondisi berkaitan dengan unsur sinar dan cahaya matahari yang
perlu diperhatikan dalam perencanaan tapak, terutama pengaruhnya
terhadap kondisi iklim mikro, adalah
- intensitas penyinaran
- sudut jatuh sinar
- lama penyinaran
- eksposure dan penetrasinya.
Kondisi-kondisi tersebut bervariasi berdasarkan waktu dan tempat,
yang secara hikiki sebenarnya hanya tergantung pada posisinya
terhadap matahari.
Angin
Berkaitan dengan angin yang perlu diperhatikan adalah perilaku pergerakan dan
kecepatanya. Berdasar kejadiannya, perilaku pergerakan angin dapat diklasifikasikan
menjadi 3 macam:
•
•
•
Pergerakan angin orografik
adalah pergerakan angin yang diakibatkan oleh variasi perbedaan ketinggian
pemukaan bumi dan hambatan-hambatan vertikal diatasnya seperti bangunan dan
tanaman. Hambatan-hambatan vertikal ini menyebabkan terjadinya konsentrasi aliran
angin, dan konsekuensinya juga menyebabkan perbedaan temperatur.
Pergerakan angin konveksional
adalah pergerakan angin yang terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara pada
area di atas dua permukaan yang berbeda, misalnya batas antara permaukaan air dan
tanah (darat). Udara bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah.
Kejadian yang paling umum adalah pergerakan angin laut dan angin darat
Pergerakan udara dingin
muncul pada malam yang tenang dan langit cerah, ketika lapisan udara terdinginkan
pada saat bersinggungan dengan tanah. Udara ini menjadi memiliki berat jenis yang
lebih tinggi karena lembab, karenanya bergerak mengalir ke bawah .Pergerakannya,
sebagaimana gerakan air, mengikuti kemiringan lahan.
Angin
• Angin pada lahan bergerak mengikuti bentukan lembah. Kecepatan
pergerakannya ditentukan oleh proporsi lebar dan kedalamannya. Pergerakan
angin crest of hill relatif lebih cepat (sekitar 20 %) dari pada bagian belakang
bukit dilihat dari arah pergerakannya. Dan akan semakin cepat pada ngarai dan
punggung (ridgeline).
Kenyamanan Iklim Mikro
Standar kenyamanan termal di Indonesia telah ditetapkan oleh
pemerintah dengan standar yang teregistrasi dalam nomor SNI T14-1993-03 yang membagi kenyamanan termal kedalam tiga
kategori, diantaranya:
• Sejuk nyaman terperatur efektif: 20,5C - 22,8C
• Nyaman optimal temperature efektif: 22,8C - 25,8C
• Hangat nyaman temperature efektif: 25,8C - 27,1C
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Iklim Mikro
•
•
•
•
•
•
Orientasi Bangunan
Orientasi bangunan dapat diartikan arah bangunan terhadap faktor tapak dan lingkungan
sekitarnya
Topografi (relief)
Ketinggian permukaan berpengaruh terhadap suhu udara dan juga arah penyinaran sinar matahari
yang mengenai permukaan tapak
Albedo
Albedo berhubungan dengan warna material bangunan dimana unsur warna/kecerahan
berpengaruh terhadap sifat refleksitas radiasi pada permukaan material.
Vegetasi
Vegetasi dapat diartikan sebagai kuantitas jumlah tanaman baik pada lingkungan alami maupun
lingkungan terbangun yang ada di wilayah tertentu.
Lingkungan Terbangun Perkotaan
Area perkotaan dapat diartikan sebagai kawasan terbangun dan diklasfikasikan berdasarkan
kepadatan dan jumlah penduduk serta fungsi-fungsi kota
Kelembapan udara
Kelembapan udara dapat diartikan sebagai tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu
terkandung dalam bentuk uap air.
Tata Letak Bangunan Pada Tapak
Contoh : Rencana Pembangunan Kampus MIPA UGM
Standar kebutuhan ruang terbuka untuk permukiman
berdasarkan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No.
543/KPTS/M/2001.
Standar kebutuhan ruang terbuka untuk permukiman
Penggolongan sarana ruang terbuka hijau di lingkungan perumahan berdasarkan kapasitas pelayanannya
terhadap sejumlah penduduk :
• setiap unit RT ≈ kawasan berpenduduk 250 jiwa dibutuhkan minimal 1 untuk taman yang dapat
memberikan kesegaran pada kota, baik udara segar maupun cahaya matahari, sekaligus tempat bermain
anak-anak;
• setiap unit RW ≈ kawasan berpenduduk 2.500 jiwa diperlukan sekurang-kurangnya satu daerah terbuka
berupa taman, di samping daerah-daerah terbuka yang telah ada pada tiap kelompok 250 penduduk
sebaiknya, yang berfungsi sebagai taman tempat main anak-anak dan lapangan olah raga kegiatan olah
raga;
• setiap unit Kelurahan ≈ kawasan berpenduduk 30.000 jiwa diperlukan taman dan lapangan olahraga
untuk melayani kebutuhan kegiatan penduduk di area terbuka, seperti pertandingan olah raga, upacara
serta kegiatan lainnya;
• setiap unit Kecamatan ≈ kawasan berpenduduk 120.000 jiwa, harus memiliki sekurang- kurangnya 1
(satu) lapangan hijau terbuka yang berfungsi sebagai tempat pertandingan olah raga (tenis lapangan, bola
basket dan lain-lain), upacara serta kegiatan lainnya yang membutuhkan tempat yang luas dan terbuka;
• setiap unit Kecamatan ≈ kawasan berpenduduk 120.000 jiwa, harus memiliki sekurang- kurangnya 1
(satu) ruang terbuka yang berfungsi sebagai kuburan/pemakaman umum; dan
• selain taman dan lapangan olah raga terbuka, harus disediakan jalur-jalur hijau sebagai
cadangan/sumber-sumber alam, sekaligus berfungsi sebagai filter dari polusi yang dihasilkan oleh
industri, dengan lokasi menyebar.
• diperlukan penyediaan jalur hijau sebagai jalur pengaman lintasan kereta api, dan jalur pengaman bagi
penempatan utilitas kota, dengan lokasi menyebar;
• pada kasus tertentu, mengembangkan pemanfaatan bantaran sungai sebagai ruang terbuka hijau atau
ruang interaksi sosial (river walk) dan olahraga.
Standar kebutuhan ruang terbuka untuk permukiman
Kebutuhan sarana ruang terbuka, taman, dan olahraga
Download