09 BAB II Pelaksanaan Induksi

advertisement
BAB II
PELAKSANAAN INDUKSI
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
No
(1)
1
2
Kegiatan
Tujuan
Sasaran
(3)
- buku pedoman
- analisi kebutuhan
- penugasan
pembimbing
(4)
Guru pemula
- Bimbingan
- Memotivasi guru
dan Penilaian
pemula dalam
tahap 1
menghadapi
penilaian kinerja
guru pemula
- Penilaian guru
pemula minimal
baik
Guru pemula
(2)
Persiapan dan
Perencanaan
- Penilaian
tahap 2
3
Pelaporan
- Penilaian guru
pemula minimal
baik
- draf laporan
- keputusan
- pengajuan
sertifikat
Guru pemula
Hasil yang
diharapkan
(5)
Tersedianya
seluruh
dokumen
yang
dibutuhkan
Guru pemula
termotivasi
dalam
menghadapi
penilaian
kinerja guru
pemula
Guru pemula
memperoleh
nilai baik
Guru pemula
memperoleh
sertifikat
PIGP
Waktu
(6)
Bulan
ke-1
Bulan
Ke 02 09
Bulan
Ke 1011
Bulan
Ke-12
B. Persiapan Pelaksanaan
1. Penunjukan Guru Pembimbing
Pembimbing
ditugaskan
oleh
kepala
sekolah
atas
dasar
profesionalisme dan kemampuan komunikasi. Sekolah yang tidak memiliki
pembimbing sebagaimana dipersyaratkan, kepala sekolah dapat menjadi
5
pembimbing sejauh dapat dipertanggungjawabkan dari segi profesionalitas
dan kemampuan komunikasi. Jika kepala sekolah tidak dapat menjadi
pembimbing, kepala sekolah dapat meminta pembimbing dari satuan
pendidikan yang terdekat dengan persetujuan pengawas dinas pendidikan
provinsi/kabupaten/kota atau kantor kementerian agama kabupaten/kota
sesuai dengan tingkat kewenangannya.
Kriteria guru yang ditunjuk oleh kepala sekolah sebagai pembimbing
adalah, memiliki:
1) kompetensi sebagai guru profesional;
2) kemampuan bekerja sama dengan baik;
3) kemampuan komunikasi yang baik
4) kemampuan menganalisis dan memberikan saran-saran perbaikan
terhadap proses pembelajaran/bimbingan dan konseling;
5) pengalaman mengajar pada jenjang kelas yang sama dan pada mata
pelajaran yang sama dengan guru pemula, diprioritaskan yang telah
memiliki; pengalaman mengajar
sekurang-kurangnya 5 tahun dan
memiliki jabatan sekurang-kurangnya sebagai Guru Muda.
Tanggung Jawab Pembimbing:
1) menciptakan hubungan yang bersifat jujur, memotivasi, bersahabat, dan
terbuka dengan guru pemula;
2) memberikan bimbingan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan
konseling
3) melibatkan guru pemula dalam aktivitas sekolah;
6
4) memberikan dukungan terhadap rencana kegiatan pengembangan
keprofesian guru pemula;
5) memberi kesempatan bagi guru pemula untuk melakukan observasi
pembelajaran/bimbingan dan konseling guru lain;
6) melaporkan kemajuan dan perkembangan guru pemula kepada
pengawas sekolah;
7) memberikan masukan dan saran atas hasil pembimbingan tahap kedua.
7
2. Analisis Kebutuhan
Sekolah/madrasah yang akan melaksanakan program induksi bagi guru
pemula perlu melakukan Analisis Kebutuhan dengan mempertimbangkan ciri
khas sekolah/madrasah, latar belakang pendidikan dan pengalaman guru pemula,
ketersediaan pembimbing yang memenuhi syarat, penyediaan
Buku Pedoman,
keberadaan organisasi profesi yang terkait, dan faktor-faktor pendukung
lainnya
8
3. Panduan Kerja dan Instrumen
a. Pembimbingan Tahap 1
Pembimbingan tahap 1 pada dasarnya adalah pembimbingan
untuk mengembangkan kompetensi guru pemula. Pada pembimbingan
ini diperlukan penilaian pembimbingan untuk mengetahui sub
kompetensi yang sudah memenuhi standar dan yang belum.
Kompetensi yang belum standar ini perlu dibimbing terus menerus
hingga mencapai standar.
Pembimbingan Tahap 1 dilaksanakan pada bulan ke 2 (dua)
sampai dengan bulan ke 9 (Sembilan) oleh pembimbing yang telah
ditunjuk oleh kepala sekolah. Pembimbingan tahap 1 bertujuan untuk
membimbing guru pemula dalam proses pembelajaran secara bertahap
dengan memberikan motivasi, arahan dan umpan balik untuk
pengembangan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas dan
menjalankan fungsinya dalam proses pembelajaran.
Pada bulan ke dua, guru pemula bersama pembimbing
menyusun: (1) Rencana Pengembangan Keprofesian (RPK) untuk
tahun pertama masa induksi, (2) Silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang akan digunakan pada pertemuan mingguminggu pertama.
Pembimbingan yang diberikan kepada guru pemula meliputi
proses pembelajaran dan pelaksanaan tugas lain yang terkait dengan
tugasnya
sebagai
guru,
seperti
9
pembina
ekstrakurikuler.
Pembimbingan
proses
pembelajaran
meliputi
penyusunan
perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, menilai hasil
pembelajaran;membimbing dan melatih siswa; dan melaksanakan
tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan
pokok
sesuai dengan beban kerja guru. Proses pembimbingan ini
bertujuan
untuk
mengembangkan
kompetensi
pedagogik
dan
kompetensi professional. Pembimbingan proses pembelajaran dapat
dilakukan dengan cara (1) memberi motivasi dan arahan tentang
penyusunan perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran
dan penilaian hasil belajar siswa (2) memberi kesempatan kepada guru
pemula untuk melakukan observasi pembelajaran guru lain, (3)
melakukan observasi untuk mengembangkan kompetensi pedagogik
dan professional dengan menggunakan Lembar Hasil Observasi
Pembelajaran.
Pembimbingan pelaksanaan tugas tambahan yang terkait
dengan tugasnya sebagai guru, bertujuan
untuk
mengembangkan
kompetensi kepribadian dan sosial. Pembimbingan ini dilakukan
dengan cara (1) melibatkan guru pemula dalam kegiatan – kegiatan di
sekolah, (2) memberi motivasi dan arahan dalam menyusun
program dan pelaksanaan program pada kegiatan yang menjadi tugas
tambahan yang diemban guru pemula, (3) melakukan observasi untuk
mengembangkan kompetensi kepribadian
dan sosial
menggunakan Lembar Hasil Observasi Pembelajaran.
10
dengan
Setelah pembimbingan proses pembelajaran, maka dilakukan
observasi pembelajaran oleh pembimbing sekurang- kurangnya 1 kali
setiap bulan pada masa pelaksanaan program induksi dari bulan ke 2
sampai dengan bulan ke 9.
Langkah
observasi
pembelajaran
yang
dilakukan
oleh
pembimbing (pembimbingan tahap 1), adalah sebagai berikut:
a. Pra Observasi
Pembimbing bersama
guru pemula menentukan fokus
observasi pembelajaran Fokus observasi maksimal lima elemen
kompetensi inti dari setiap kompetensi inti pada setiap observasi
pembelajaran. Fokus observasi ditandai dalam Lembar Hasil
Observasi Pembelajaran dan Lembar Refleksi Pembelajaran sebelum
dilaksanakannya observasi.
b. Pelaksanaan Observasi
Pada saat pelaksanaan observasi, pembimbing mengamati
kegiatan pembelajaran guru pemula dan mengisi Lembar Refleksi
Pembelajaran sesuai dengan fokus dalam kompetensi yang telah
disepakati.
c. Pasca Observasi
Kegiatan yang dilakukan pasca observasi adalah:
1) Guru pemula mengisi Lembar Refleksi Pembelajaran setelah
pembelajaran dilaksanakan.
11
2) Pembimbing dan guru pemula membahas hasil pembimbingan
pada setiap tahap dan memberikan masukan kepada guru pemula
setelah observasi selesai
3) Guru pemula dan pembimbing menandatangani Lembar Hasil
Observasi Pembelajaran. Pembimbing memberikan salinan
Lembar Hasil Observasi kepada guru pemula.
b. Penilaian
Di akhir masa program induksi, dilakukan penilaian kinerja
guru pemula. Penilaian kinerja guru pemula dilakukan sebagaimana
penilaian kinerja yang diterapkan terhadap guru lain (senior) pada
setiap tahun, dengan menggunakan Lembar Hasil Observasi
Pembelajaran. Hasil penilaian kinerja pada akhir program induksi
ditentukan berdasarkan kesebuatan antara pembimbing, kepala
sekolah dan pengawas dengan mengacu pada prinsip professional,
jujur, adil, terbuka, akuntabel, dan demokratis. Peserta Program
Induksi
dinyatakan
Berhasil, jika semua elemen
kompetensi pada penilaian tahap ke dua paling kurang memiliki
kriteria nilai dengan kategori Baik. Penilaian guru pemula merupakan
penilaian kinerja berdasarkan elemen kompetensi guru: kompetensi
pedagogik,
kompetensi
kepribadian,kompetensi
social
dan
kompetensi profesional. Keempat kompetensi tersebut dapat dinilai
melalui observasi pembelajaran/bimbingan dan konseling serta
observasi pelaksanaan tugas lain yang relevan. Empat belas elemen
12
kompetensi yang dinilai dalam Penilaian Kinerja Guru Pemula:
a.
Kompetensi pedagogik
1) Memahami latar belakang siswa
2) Memahami teori belajar
3) Pengembangan kurikulum
4) Aktivitas pengembangan pendidikan
5) Peningkatan potensi siswa
6) Komunikasi dengan siswa
7) Assessmen & evaluasi
b. Kompetensi kepribadian
1) Berperilaku sesuai dengan norma, kebiasaan dan hukum di
Indonesia
2) Kepribadian matang dan stabil
3) Memiliki etika kerja dan komitmen serta kebanggan menjadi
guru
c.
Kompetensi sosial
1) Berperilaku inklusf, objektif, dan tidak pilih kasih
2) Komunikasi dengan guru, pegawai sekolah,orang tua, dan
masyarakat
d. Kompetensi profesional
1) Pengetahuan dan pemahaman tentang struktur, isi dan
standard
kompetensi
pengajaran
13
mata
pelajaran
dan
tahap-tahap
2) Profesionalisme yang meningkat melalui refleksi diri
c. Pelaporan
Penyusunan laporan hasil pembimbingan tahap 1 dilaksanakan
pada bulan ke 9 setelah pembimbingan tahap 1 selesai dilakukan,
dengan prosedur sebagai berikut :
a.
Pembuatan draf laporan hasil pembimbingan yang didiskusikan
dengan kepala sekolah.
b.
Penentuan keputusan pada laporan hasil pembimbingan guru
pemula dengan mempertimbangkan hasil observasi bimbingan
dan tugas lain yang relevan, yang selanjutnya guru pemula
dinyatakan memiliki nilai kinerja dengan kategori Baik.
c.
Penandatangan laporan hasil pembimbingan oleh Pembimbing.
C. Deskripsi Pembimbingan
1. Tahap Persiapan dan Penyusunan Jadwal Pembimbingan
Tahap persiapan dilaksanakan pada bulan ke-1 (kesatu) implementasi PIGP.
Sekolah yang akan melaksanakan PIGP perlu melakukan hal-hal berikut:
 Kepala Sekolah
Dalam tahap persiapan kepala sekolah melakukan hal-hal berikut.
1) Melakukan analisis kebutuhan dengan mempertimbangkan faktor-faktor
antara lain: ciri khas sekolah, latar belakang pendidikan dan
pengalaman guru pemula, ketersediaan pembimbing yang memenuhi
14
syarat, dan keberadaan organisasi profesi yang terkait (Gunakan Form
KS-01, KS-02)
2) Mempersipkan dan melaksankan pelatihan PIGP yang diikuti oleh
kepala sekolah/madrasah dan calon pembimbing, dengan pelatih
seorang pengawas yang telah lulus program pendidikan dan pelatihan
(Diklat) bagi pelatih PIGP.
3) Menyiapkan buku pedoman bagi guru pemula yang memuat kebijakan
sekolah/madrasah,
prosedur
kegiatan
sekolah/madrasah,
format
administrasi pembelajaran/pembimbingan, dan informasi lain yang
dapat membantu guru pemula belajar menyesuaikan diri dengan
lingkungan sekolah/madrasah (Gunakan Form KS-03).
4) Menunjuk seorang pembimbing bagi guru pemula yang memiliki
kriteria sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan
menerbitkan surat keputusan (SK) kepala sekolah.
5) Menyusun rencana tindak implementasi PIGP (Gunakan Form KS-04).
6) Menyusun jadwal kegiatan pelaksanaan PIGP oleh Kepala Sekolah
(Gunakan Form KS-05).
 Pembimbing
Dalam tahap persiapan, pembimbing melakukan analisis kebutuhan
dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain: ciri khas
sekolah/madrasah, latar belakang pendidikan, pengalaman guru pemula,
keberadaan organisasi profesi yang terkait, melakukan identifikasi
15
kompetensi pembimbing (Evaluasi Diri Pembimbing, Form PB-01),
menyusun Rencana Tindak Pembimbingan oleh Pembimbing (PB-02),
menyusun jadwal kegiatan pembimbingan guru pemula (PB-03),
mengisi cheklist tugas pembimbing dalam PIGP (PB-04), dan
menyusun prioritas pembimbingan guru pemula (PB-05).
 Pengawas Sekolah
Sebelum melakukan tahap persiapan, pengawas sekolah mempelajari
buku-buku panduan dan modul PIGP. Selanjutnya pengawas sekolah
melakukan perencanaan pengawasan dalam PIGP dengan langkahlangkah sebagai berikut:
1) Mengisi format identifikasi tanggung jawab pengawas sekolah dalam
PIGP (PS-01)
2) Analisis Kebutuhan Sekolah Penyelenggara PIGP (PS-02)
3) Menyusun program kepengawasan tahunan (PS-03) dan program
pengawasan semester (PS-04)
4) Menyusun rencana tindak pengawasan PIGP (PS-05),
Jadwal
Kegiatan Pengawasan PIGP (PS-06), Jadwal Kegiatan Monitoring
(PS-07), dan menyiapkan instrumen monitoring PIGP (PS-08).
5) Memberikan pelatihan PIGP bagi kepala sekolah dan calon
pembimbing. Pelatihan dapat dilakukan di setiap sekolah atau
bersama-sama di KKG, KKKS, atau diselenggarakan oleh dinas
pendidikan setempat.
16
2. Orientasi Sekolah dan Lingkungannya.
Pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya dilaksanakan pada
bulan
pertama
setelah
guru
pemula
melapor
kepada
kepala
sekolah/madrasah tempat guru pemula bertugas. Pada bulan pertama
dilakukan hal-hal sebagai berikut.
a. Kepala Sekolah
Setelah guru pemula melapor kepada kepala sekolah/madrasah,
selanjutnya kepala sekolah memperkenalkan guru pemula kepada
dewan guru, karyawan sekolah, siswa, dan masyarakat sekitar.
b. Pembimbing
Tugas-tugas yang harus dilakukan oleh pembimbing dalam tahap
pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya kepada guru pemula
adalah:
1) memperkenalkan situasi dan kondisi sekolah/madrasah kepada guru
pemula
2) memperkenalkan guru pemula kepada siswa; dan
3) mendiskusikan
rencana
pembimbingan
dan
pengembangan
keprofesian guru pemula (PB-06).
.c. Guru Pemula
Setelah
guru
pemula
diperkenalkan
dengan
lingkungan
sekolah/madrasah oleh kepala sekolah dan pembimbing, selanjutnya
guru pemula melakukan hal-hal berikut.
17
1) Melakukan evaluasi diri (gunakan Form GP-01a/ Form GP-01b dan
GP-02a dan GP-02b)
2) Mengamati situasi dan kondisi sekolah serta lingkungannya, termasuk
melakukan observasi di kelas sebagai bagian pengenalan situasi.
3) Mempelajari buku pedoman dan panduan kerja bagi guru pemula, data
sekolah/madrasah, tata tertib sekolah/madrasah, dan kode etik guru.
4) Mempelajari ketersediaan dan penggunaan sarana dan sumber belajar
dsekolah/madrasah.
5) Mempelajari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)
3. Perangkat Pembelajaran
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pembimbing adalah sebagai
berikut.
1) Membimbing guru pemula dalam menyusunan rencana pelaksanaan
pembelajaran/satuan
membimbing
layanan
penyusunan
bimbingan
rencana
dan
konseling.
pelaksanaan
Dalam
pembelajaran
mempedomani Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 tahun
2007 tentang standar proses pendidikan, serta panduan/juknis terkait.
Dalam pembimbingan penyusunan perencanaan pembelajaran (Silabus
dan RPP/Satuan Layanan), pembimbing dapat membimbing secara
langsung atau dapat pula bersama guru lain yang sejenis dalam MGMP
sekolah ataupun tingkat kabupaten/kota. Ini merupakan bagian dari
tahapan perencanaan pembelajaran (plan) dalam lesson study.
18
Penyusunan
dokumen
perencanaan
pembelajaran
(lesson
plan/RPP/Satuan layanan) dapat pula dilakukan secara bersama-sama
dengan beberapa guru sejenis dan dosen untuk memperkaya ide-ide.
Penyusunan perencanaan pembelajaran dapat dilakukan dengan tahaptahap sebagai berikut.
> Analisis permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran dapat
mengarah pada permasalahan materi pembelajaran, pedagogi, dan
fasilitas, serta permasalahan lainnya. Dengan teridentifikasinya
permasalahan
diharapkan
guru
dapat
menentukan
strategi
pembelajaran efektif dan efisien.
> Guru secara bersama-sama mencari solusi terhadap permasalahan
yang dihadapi yang dituangkan dalam rancangan pembelajaran atau
lesson plan, teaching materials berupa media pembelajaran, lembar
kerja siswa, dan asesmen.
4. Observasi Pembelajaran
Melakukan observasi pembelajaran secara berkala. Proses observasi
pembelajaran dan pembimbingan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu
praobservasi, observasi, dan pascaobservasi.
> Pra-observasi
Guru pemula dan pembimbing mendiskusikan, menentukan, dan
menyepakati fokus observasi pembelajaran dan pembimbingan yang
meliputi paling banyak 5 (lima) indikator kinerja dari keseluruhan
19
indikator kinerja sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi
pembelajaran yang akan diisi oleh pembimbing dan lembar refleksi
diri yang akan diisi oleh guru pemula.
Lima indikator kinerja yang menjadi obyek dalam fokus observasi
dapat ditentukan secara berbeda pada setiap pelaksanaan observasi
yang didasarkan pada hasil observasi sebelumnya. Fokus observasi
yang
telah
disepakati
ditulis
di
Lembar
Refleksi
Pembelajaran/Pembimbingan (GP-03a atau GP-03b) dan Instrumen
Penilaian Kinerja Guru (PS/KS/PB-02a atau PS/KS/PB-02b) serta
pada Lembar Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Mata
Pelajaran/Kelas/BK/Konselor. (PS/KS/PB-03a atau PS/KS/PB-03b)
> Pelaksanaan Observasi
Pembimbing melakukan observasi pembelajaran yang dilaksanakan
guru pemula.
Pengamatan
Hasil observasi pembelajaran ditulis di Lembar
dan
Pemantauan
Kinerja
Guru
Mata
Pelajaran/Kelas/BK/Konselor Pemula (PS/KS/PB-01). Dalam konteks
pendekatan
lesson
study,
jika
guru
pemula
melaksanakan
pembelajaran sebagai guru model dalam open lesson, para observer
mencatat hasil pengamatannya di Lembar Observasi Pembelajaran
pada Open Lesson (U-01). Pada saat observasi pembelajaran ini, para
observer disarankan untuk mengungkap berbagai fakta/fenomena
aktivitas proses belajar siswa yang menarik untuk didiskusikan dalam
kegiatan refleksi.
20
> Pasca-observasi
Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah:
- Guru pemula mengisi Lembar Refleksi Pembelajaran Guru Mata
Pelajaran/Kelas (GP-05a) atau Lembar Refleksi Pembimbingan
Guru
BK/Konselor
(GP-05b)
setelah
selesai
pelaksanaan
pembelajaran atau pembimbingan,
- Pembimbing dan guru pemula mendiskusikan proses pembelajaran
dan pembimbingan yang telah dilaksanakan. Dalam tahap ini dapat
menggunakan pendekatan lesson study, dengan tata cara sebagai
berikut:
 Refleksi dipimpin oleh seorang moderator (kepala sekolah,
pembimbing, atau observer yang ditunjuk), dan didampingi oleh
seorang notulis yang bertugas untuk mencatat hal-hal penting
yang didiskusikan dalam refleksi.
 Moderator memperkenalkan diri dan membuka diskusi.
 Moderator memberikan kesempatan pertama kepada guru
pemula untuk melakukan refleksi diri untuk menyampaikan
ketercapaian target pembelajaran yang telah dirancang, kondisikondisi khusus yang terjadi pada beberapa siswa saat
pembelajaran.
21
 Moderator
memberikan
kesempatan
observer
untuk
menyampaikan hasil pengamatan (komentar), dengan ketentuan
sebagai berikut:
 Pengamat menyampaikan terima kasih kepada guru model
yang telah bersedia membuka kelas dan diobservasi.
 Pengamat
dalam menyampaikan komentar hendaknya
terfokus pada: (a) proses belajar siswa; (b) pencapaian
tujuan/kompetensi siswa, dan (c) pelajaran berharga yang
dipetik oleh observer.
 Pengamat dalam menyampaikan komentar dengan kalimat
yang santun, halus, bijak, dan tidak berkesan menggurui,
serta
menggunakan
kata
pembelajaran
kita”
untuk
pengamatan
serta
mengomentari proses pembelajaran.
 Pengamat
menganalisis
hasil
menyampaikan alternatif solusi.
 Pengamat sebaiknya tidak mengulang menyampaikan hasil
pengamatan yang telah disampaikan oleh pengamat lain.
 Moderator tidak perlu menyimpulkan karena berbagai alternatif
solusi dapat diterapkan pada pembelajaran sehari-hari oleh
masing-masing peserta refleksi.
Secara lebih lengkap tata cara melaksanakan kegiatan lesson
study dapat dilihat pada tata tertib melaksanakan lesson study
(Form U-04).
22
- Pembimbing menyampaikan catatan hasil pengamatannya dan hasil
pengamatan para observer, selanjutnya dikonfirmasi kebenarannya
oleh guru pemula.
- Pembimbing menentukan skor indikator kinerja untuk indikatorindikator kinerja yang telah disepakati sebagai fokus pengamatan
pada Instrumen Penilaian Kinerja Guru Mata Pelajaran/Kelas
Pemula (PS/KS/PB-02a) bagi guru mata pelajaran/kelas atau
Instrumen Penilaian Kinerja Guru BK/Konselor (PS/KS/PB-02b)
dan
pada
Lembar
Hasil
Penilaian
Kinerja
Guru
Mata
Pelajaran/Kelas (PS/KS/PB-04a) bagi guru mata pelajaran/kelas
pemula atau
Lembar Hasil Penilaian Kinerja Guru BK/Konselor (PS/KS/PB04b) bagi guru BK/Konselor pemula. Kemudian mengisi lembar
observasi pembelajaran dan pembimbingan secara objektif pada
saat seketika pelaksanaan observasi dilakukan (Gunakan Form
PS/KS/PB 01 dan Form PS/KS/PB.02a atau Form PS/KS/PB.02b).
Dalam hal pemberian nilai, pembimbing menggunakan Form
PS/KS/PB.02a atau Form PS/KS/PB.02b.
- Pembimbing memberikan salinan lembar observasi pembelajaran
dan pembimbingan kepada guru pemula yang telah ditandatangani
oleh guru pemula dan pembimbing untuk diarsipkan sebagai
dokumen portofolio penilaian proses (assessment for learning)
(Gunakan Form PB 08a/Form PB 08b).
23
4. Observasi Pembelajaran (melalui Lesson Study)
a. Lesson Study
Lesson study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui
pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan
prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas
belajar. Secara sederhana lesson study dapat diartikan sebagai suatu kegiatan
pengkajian pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh sekelompok
guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
b. Tipe Lesson Study
Lesson study dapat dilaksanakan dalam dua tipe berikut ini:
 Lesson study berbasis sekolah (School Based Lesson Study)
Lesson study berbasis sekolah
merupakan kegiatan lesson study
yang dilaksanakan oleh semua guru untuk semua mata pelajaran
dan kepala sekolah di suatu sekolah, dengan tujuan utama untuk
meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa menyangkut
semua bidang studi yang diajarkan.
 Lesson study berbasis MGMP/KKG (Cross School Lesson Study)
Lesson
study
berbasis
Musyawarah
Guru
Mata
Pelajaran
(MGMP)/Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan kegiatan lesson
study yang dilakukan oleh guru-guru mata pelajaran sejenis dalam
satu sekolah atau guru-guru mata pelajaran sejenis dari beberapa
sekolah yang tergabung dalam organisasi profesi seperti KKG atau
MGMP.
24
c. Tahap Pelaksanaan Lesson Study
Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan
(merencanakan),
Do
(melaksanakan),
dan
See
yaitu Plan
(merefleksi)
yang
berkelanjutan. Dengan kata lain Lesson Study merupakan suatu cara
peningkatan mutu pendidikan yang tak pernah berakhir (continous
improvement). Skema kegiatan Lesson Study diperlihatkan pada Skema 3
berikut in
d. Siklus Kegiatan Lesson Study
1. PLAN (Merencanakan)
Peningkatan mutu pembelajaran melalui Lesson Study dimulai dari
tahap merencanakan (Plan) yang bertujuan untuk merancang pembelajaran
yang berorientasi pada bagaimana membelajarkan siswa dan berpusat pada
25
siswa, agar siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Perencanaan yang baik tidak dilakukan sendirian tetapi dilakukan bersama,
beberapa guru dapat berkolaborasi atau guru-guru dan dosen dapat pula
berkolaborasi untuk memperkaya ide-ide. Perencanaan diawali dari
analisis permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran.
Permasalahan dapat berupa pemahaman materi pelajaran dan pedagogi
tentang metode pembelajaran yang tepat agar pembelajaran lebih efektif
dan efisien atau bagaimana menyiasati kekurangan fasilitas pembelajaran.
Selanjutnya
guru
secara
bersama-sama
mencari
solusi
terhadap
permasalahan yang dihadapi yang dituangkan dalam rencana pelaksanaan
pembelajaran atau lesson plan, teaching materials berupa media
pembelajaran, dan lembar kerja siswa, serta instrumen asesmen. Teaching
materials yang telah dirancang perlu diujicoba sebelum diterapkan di
dalam kelas. Agar perencanaan lebih berkualitas, kegiatan perencanaan
dapat dilakukan dalam beberapa kali pertemuan (misal 2–3 kali
pertemuan).
Pertemuan yang sering dilakukan dalam workshop antara guru-guru
(jika memungkinkan menghadirkan dosen) dalam rangka merencanakan
pembelajaran, diharapkan dapat terbentuk kolegalitas antara guru dengan
guru dan dosen dengan guru, sehingga dosen atau guru tidak merasa lebih
tinggi satu sama lain. Mereka berbagi pengalaman dan saling belajar
sehingga melalui kegiatan ini terbentuk mutual learning (saling belajar).
26
Dalam setiap langkah dari kegiatan lesson study tersebut, guru
memperoleh
kesempatan
untuk
melakukan
identifikasi
masalah
pembelajaran, mengkaji pengalaman pembelajaran yang biasa dilakukan,
memilih alternatif model pembelajaran yang akan digunakan, merancang
rencana pembelajaran, mengkaji kelebihan dan kekurangan alternatif
model pembelajaran yang dipilih.
2. DO (Melaksanakan)
Langkah
kedua
dalam
Lesson
Study
adalah
melaksanakan
pembelajaran (Do) untuk menerapkan rancangan pembelajaran yang telah
dirumuskan dalam tahap merencanakan (Plan). Dalam perencanaan telah
disepakati guru yang akan mengimplementasikan pembelajaran (guru
model) dan sekolah yang akan menjadi tuan rumah (pada tipe lesson study
berbasis MGMP/KKG). Langkah ini bertujuan untuk mengujicoba
efektivitas model pembelajaran yang telah dirancang. Guru-guru lain dari
sekolah yang bersangkutan atau dari sekolah lain bertindak sebagai
pengamat
(observer)
pembelajaran.
Dalam
kegiatan
observasi
pembelajaran dapat juga melibatkan dosen-dosen atau mahasiswa sebagai
observer. Dalam kegiatan (open lesson) tersebut diharapkan kepala
sekolah terlibat dalam pengamatan pembelajaran dan memandu kegiatan
ini. Sebelum pembelajaran dimulai sebaiknya dilakukan briefieng kepada
para pengamat untuk menginformasikan kegiatan pembelajaran yang
direncanakan oleh guru dan mengingatkan bahwa selama pembelajaran
27
berlangsung pengamat tidak mengganggu kegiatan pembelajaran tetapi
mengamati aktivitas siswa selama pembelajaran. Fokus pengamatan
ditujukan pada aktivitas belajar siswa yang meliputi interaksi antara siswa
dengan siswa, antara siswa dengan bahan ajar, antar siswa dengan guru.
Lembar observasi pembelajaran perlu dimiliki oleh para pengamat
sebelum pembelajaran dimulai. Para pengamat dipersilahkan mengambil
tempat di ruang kelas yang memungkinkan dapat mengamati aktivitas
siswa. Biasanya para pengamat berdiri di sisi kiri dan kanan di dalam
ruang kelas agar aktivitas siswa teramati dengan baik. Selama proses
pembelajaran berlangsung para pengamat tidak menganggu aktivitas dan
konsentrasi siswa dan guru model. Para pengamat dapat melakukan
perekaman kegiatan pembelajaran dalam bentuk video atau foto untuk
keperluan dokumentasi dan bahan studi lebih lanjut tanpa mengganggu
aktivitas belajar. Keberadaan para pengamat di dalam ruang kelas di
samping mengumpulkan informasi juga dimaksudkan untuk belajar dari
pembelajaran yang sedang berlangsung dan bukan untuk mengevaluasi
guru.
3. SEE (Merefleksi)
Kegiatan refleksi sebaiknya dilaksanakan segera setelah selesai
pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar setiap kejadian yang diamati dan
dijadikan bukti pada saat mengajukan pendapat atau saran terjaga
akurasinya karena setiap orang dipastikan masih bisa mengingat dengan
28
baik rangkaian aktivitas yang dilakukan di kelas. Dalam kegiatan refleksi,
dalam konteks PIGP, refleksi dapat dilakukan oleh sekurang-kurangnya
guru pemula dan pembimbing, guru pemula dengan kepala sekolah
dan/atau pengawas, atau guru pemula dengan pembimbing, kepala
sekolah, pengawas sekolah, dan guru observer lainnya. Dalam acara ini,
kepala sekolah atau pembimbing dapat bertindak sebagai moderator atau
pemandu diskusi. Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan dalam
refleksi adalah sebagai berikut:
1) Moderator membuka kegiatan refleksi pada waktu yang telah ditetapkan,
diawali dengan mengucapkan terima kasih kepada guru model dan
meminta applaus dari pengamat yang hadir.
2) Moderator menjelaskan aturan main tentang cara memberikan komentar
atau mengajukan umpan balik. Aturan tersebut meliputi tiga hal berikut:
(1) Selama diskusi berlangsung, hanya satu orang yang berbicara (tidak
ada yang berbicara secara bersamaan); (2) Setiap peserta diskusi memiliki
kesempatan yang sama untuk berbicara; dan (3) Pada saat mengajukan
pendapat, observer harus mengajukan bukti-bukti hasil pengamatan
sebagai dasar dari komentar yang disampaikannya (tidak berbicara
berdasarkan opini).
3) Guru yang melakukan pembelajaran (guru model) diberi kesempatan
berbicara paling awal untuk melakukan refleksi diri, yakni mengomentari
proses pembelajaran yang telah dilakukannya. Pada kesempatan itu, guru
tersebut harus mengemukakan apa yang telah terjadi di kelas yakni
29
kejadian apa yang sesuai harapan, kejadian apa yang tidak sesuai harapan,
dan apa yang berubah dari rencana semula (15 sampai 20 menit).
4) Moderator memberi kesempatan kepada kepala sekolah atau yang
mewakili yang juga menjadi anggota kelompok pada saat pengembangan
rencana pembelajaran untuk memberikan komentar tambahan.
5) Moderator memberi kesempatan kepada observer untuk menyampaikan
hasil pengamatannya. Ketika muncul fakta/permasalahan pembelajaran
yang menarik maka moderator dapat meminta observer lain untuk
memberikan pendapatnya. Pada kesempatan ini tiap observer memiliki
peluang yang sama untuk menyampaikan fakta-fakta yang diamatinya
sekaligus memberikan alternatif solusi berdasarkan pengalamannya.
6) Jika ada tenaga ahli yang hadir, moderator dapat mempersilahkan tenaga
ahli
tersebut
untuk
memberikan
wawasan
lebih
dalam
tentang
pembelajaran yang telah berlangsung, setelah masukan-masukan yang
dikemukakan observer dianggap cukup.
7) Diakhir
diskusi
refleksi
moderator
tidak
perlu
menyampaikan
simpulan/rekomendasi tertentu dari hasil refleksi, namun dalam kontek
PIGP pembimbing, kepala sekolah, atau pengawas dapat memberikan
arahan, rekomendasi, justifikasi tertentu untuk perbaikan pembelajaran
berikutnya.
8) Dalam kontek lesson study regular, diakhir sesi moderator menyampaikan
ucapan terima kasih kepada seluruh partisipan dan mengumumkan rencana
kegiatan lesson study berikutnya.
30
5. Penilaian oleh Pembimbing (Penilaian Tahap 1)
 Penilaian Tahap Pertama
Penilaian tahap pertama dilaksanakan pada bulan kedua sampai dengan
kesembilan berupa penilaian kinerja guru melalui observasi pembelajaran
dan pembimbingan, ulasan, dan masukan oleh guru pembimbing. Penilaian
tahap pertama merupakan penilaian proses (asesment for learning) sebagai
bentuk pembimbingan guru pemula dalam melaksanakan proses
pembelajaran dan pembimbingan yang meliputi menyusun rencana
pelaksanaan
pembelajaran
dan
pembimbingan,
melaksanakan
pembelajaran dan pembimbingan, menilai hasil pembelajaran dan
pembimbingan, dan melaksanakan tugas tambahan.
Penilaian tahap ini dilakukan oleh pembimbing melalui observasi
pembelajaran dan pembimbingan dan observasi kegiatan yang menjadi
beban kerja guru pemula, dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali
dalam setiap bulan atau minimal 6 (enam) kali selama masa penilaian
tahap pertama menggunakan Form PB 09a/Form PB 09b dan Form PB09c.
Tujuan penilaian tahap pertama ini adalah untuk mengidentifikasi bagianbagian yang perlu dikembangkan, memberikan umpan balik secara reguler,
dan memberikan saran perbaikan dengan melakukan diskusi secara terbuka
tentang semua aspek mengajar dengan suatu fokus spesifik yang perlu
untuk dikembangkan. Pembimbing dapat memberikan contoh proses
pembelajaran dan pembimbingan yang baik di kelasnya atau di kelas yang
diajar oleh guru lain.
31
Penilaian tahap pertama ini dilaksanakan selama pelaksanaan
kegiatan pokok proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya.
Selama berlangsungnya penilaian tahap pertama kepala sekolah/madrasah
memantau pelaksanaan bimbingan dan penilaian tahap pertama terhadap
guru pemula. Dalam penilaian tahap pertama ini pengawas melakukan
pemantauan, pembinaan, dan pemberian dukungan dalam pelaksanaan
bimbingan dan penilaian guru pemula.
b. Proses Penilaian Tahap Kedua
Penilaian tahap kedua dilaksanakan pada bulan kesepuluh sampai
dengan bulan kesebelas berupa observasi pembelajaran/pembimbingan,
ulasan, dan masukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah,
yang
mengarah
pada
peningkatan
kompetensi
dalam
pembelajaran/pembimbingan. Penilaian tahap kedua merupakan penilaian
hasil (asesment of learning) yang bertujuan untuk menilai kompetensi guru
pemula dalam melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dan
tugas lainnya. Observasi pembelajaran/pembimbingan pada penilaian
tahap kedua dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sekurang-kurangnya
3 (tiga) kali, sedangkan oleh pengawas sekolah/madrasah sekurangkurangnya 2 (dua) kali (Gunakan Form PS/KS.01a atau PS/KS.01b.).
Observasi pembelajaran/pembimbingan dalam penilaian tahap kedua oleh
kepala sekolah/madrsah dan pengawas disarankan untuk tidak dilakukan
secara bersamaan, dengan pertimbangan agar tidak menggangu proses
pembelajaran dan pembimbingan. Apabila kepala sekolah/madrasah dan
32
pengawas menemukan adanya kelemahan dalam pelaksanaan proses
pembelajaran dan pembimbingan oleh guru pemula, maka kepala
sekolah/madrasah dan/atau pengawas wajib memberikan umpan balik dan
saran perbaikan kepada guru pemula. Langkah observasi pembelajaran
dalam kontek penilaian dan pembimbingan yang dilakukan kepala sekolah
dan pengawas dalam tahap kedua adalah sebagai berikut:
1) Pra-observasi
Kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah bersama guru
pemula menentukan dan menyepakati fokus observasi pembelajaran
dan pembimbingan yang meliputi paling banyak 5 (lima) subkompetensi dari keseluruhan kompetensi sebagaimana yang tertulis
dalam lembar observasi pembelajaran yang akan diisi oleh kepala
sekolah atau pengawas sekolah/madrasah (Gunakan Form KS
07a/Form KS 07b atau Form PS 06a/Form PS 06b),dan lembar
refleksi yang akan diisi oleh guru pemula (Gunakan Form GP
03a/Form GP 03b).
2) Pelaksanaan Observasi
Kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah mengisi lembar
observasi pembelajaran dan pembimbingan secara objektif dengan
memberikan nilai pada saat seketika pelaksanaan observasi dilakukan
(Gunakan Form KS 07a/Form KS 07b atau Form PS 06a/Form PS
06b).
33
3) Pasca-observasi
Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah:
a) Guru pemula mengisi lembar refleksi pembelajaran/pembimbingan
setelah
pembelajaran/pembimbingan
dilaksakan
(Form
GP
03a/Form GP 03b).
b) Kepala sekolah/madrasah, pengawas sekolah/madrasah dan guru
pemula
mendiskusikan
hasil
penilaian
pada
setiap
tahap
pembelajaran/pembimbingan.
c) Kepala
sekolah/madrasah
dan
pengawas
sekolah/madrasah
memberikan masukan kepada guru pemula setelah observasi
selesai. Kegiatan b) dan c) dapat dilakukan dengan menggunakan
pendekatan lesson study.
d) Guru pemula dan kepala sekolah/madrasah atau pengawas
sekolah/madrasah
menandatangani
lembar
hasil
observasi
pembelajaran guru mata pelajaran/kelas Pemula (PS/KS-01a atau
lembar hasil observasi pembimbingan guru BK/Konselor Pemula
(PS/KS-01b). Kepala sekolah memberikan salinan lembar tersebut
kepada guru pemula.
Hasil penilaian kinerja guru pemula pada akhir PIGP ditentukan
berdasarkan
kesepakatan
antara
pembimbing,
kepala
sekolah/madrasah dan pengawas sekolah dengan mengacu pada
prinsip profesional, jujur, adil, terbuka, akuntabel, dan demokratis.
Peserta PIGP dinyatakan berhasil, jika semua indicator kinerja pada
34
penilaian tahap kedua paling kurang memiliki nilai baik (KS-09a atau
KS-09B, KS-10a atau KS-10b, dan KS-11).
 Metode Penilaian
Penilaian guru pemula merupakan penilaian kinerja. Penilaian
kinerja guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama guru
dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya (pasal 1
Peraturan Menteri Pendidikan Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009). Penilaian berdasarkan
penerapan kompetensi dalam melaksanakan kegiatan pokok pada tugas
utama guru. Kompetensi guru yang dimaksud adalah kompetensi
pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi
profesional sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi guru). Kegiatan pokok guru adalah kegiatan
pokok: (1) merencanakan pembelajaran; (2) melaksanakan pembelajaran;
(3) menilai hasil pembelajaran; (4) membimbing dan melatih peserta
didik; dan (5) melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada
pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru (pasal 52
Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru). Sedangkan
tugas
utama
guru
adalah
mendidik,
mengajar,
membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan
35
pendidikan menengah (pasal 1 UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru
dan Dosen).
Penilaian dapat dilakukan melalui observasi pembelajaran dan
observasi pelaksanaan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan
kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru. Penilaian dilakukan
dalam dua tahap. Penilaian tahap pertama yang dilakukan oleh
pembimbing bersamaan dengan proses pembimbingan pada bulan kedua
samapai bulan kesembilan (assessment for learning). Penilaian tahap
kedua dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas pada bulan kesepuluh
dan kesebelas. Hasil penilaian setiap sub-kompetensi dicantumkan
dengan memberikan tanda centang (√) dan deskripsinya berdasarkan
observasi. Deskripsi hasil penilaian menjadi masukan atau umpan balik
untuk perbaikan pada pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan
berikutnya.
Setiap hasil penilaian tahap pertama dan tahap kedua memuat
penjelasan
mengenai
kemajuan
pelaksanaan
pembelajaran
dan
pembimbingan oleh guru pemula yang dapat menjadi bahan masukan
bagi perbaikan guru pemula untuk memperoleh nilai kinerja baik.
Penilaian kinerja dilakukan dengan menggunakan instrumen
penilaian kinerja guru yang lebih fokus pada penerapan kompetensi
pedagogik dan profesional, dan instrumen/lembar observasi untuk
mengukur penerapan kompetensi kepribadian dan sosial dalam
melaksanakan kegiatan pokok/tugas utama guru, baik guru mata
36
pelajaran, guru kelas, maupun guru BK/Konselor. Instrumen penilaian
yang digunakan adalah:
1) Instrumen penilaian kinerja pelaksanaan pembelajaran untuk guru
mata pelajaran atau guru kelas.
2) Instrumen penilaian kinerja pelaksanaan pembimbingan untuk
BK/Konselor.
3) Instrumen Penilaian Kepribadian dan Sosial Guru Pemula
 Pemberian Nilai Kinerja Guru Pemula
Setelah bukti-bukti kinerja diperoleh melalui pengamatan dan/atau
pemantauan penilai
dapat menentukan nilai dengan langkah-langkah
sebagai berikut:
> Penentuan Skor Butir Indikator Kinerja (Penetapan Pernyataan
“Ya” atau “Tidak”)
Skor butir indikator kinerja ditentukan berdasarkan pernyataan
“ya” atau “tidak” yang telah ditetapkan. Penetapan “ya” atau
tidak pada setiap butir penilaian indikator kinerja berdasarkan hasil
kajian/analisis
berbagai
dokumen
dan/atau
analisa
catatan
pengamatan dan/atau pemantauan yang dapat menggambarkan
secara utuh untuk setiap butir penilaian. Butir indikator kinerja
yang dinyatakan “ya” memiliki skor satu, sedangkan yang
dinyatakan “tidak” memiliki skor 0.
37
> Penentuan Skor Indikator Kinerja
Berdasarkan
catatan
hasil
wawancara, studi (penggalian)
pengamatan,
pemantauan,
dokumen, dan bukti-bukti berupa
data lain yang dikumpulkan selama proses penilaian kinerja guru,
penilai menentukan setiap skor indikator kinerja dengan rumus
sebagai berikut:
Total Pernyataan “Ya”
Skor Indikator Kinerja =
X 100
Total Pernyataan “Ya” maksimal
Hasil perhitungan di atas, dikonversi ke skor 4-3-2-1, dengan cara
menetapkan skor pada rentang sebagai berikut:
No
Rentang skor
Skor
1.
0<x≤25%
1
2.
25%<x≤50%
2
3.
50%<x≤75%
3
4.
75%<x≤100%
4
1) Penentuan Nilai Kinerja Guru Pemula
a. Nilai Kinerja Guru adalah rentang 14-56 (guru mata pelajaran/kelas)
atau rentang 14-72 (guru BK/Konselor)
Untuk menentukan Nilai Kinerja Guru rentang 14-56 (guru mata
pelajaran/kelas) atau rentang 14-72 (guru BK/Konselor) dengan cara
menjumlahkan semua skor indikator kinerja.
38
b. Nilai Kinerja Guru Konversi 100
Untuk menentukan Nilai Kinerja Guru Konversi 100 dapat dilakukan
dengan cara membagi total skor indikator kinerja perolehan dibagi
jumlah skor indikator kinerja maksimal
(56 untuk guru mata
pelajaran/guru kelas dan 72 untuk guru BK/Konselor) dikalikan
dengan 100. maka
Nilai Kinerja Guru Pemula konversi 100 dapat dirumuskan sebagai
berikut:
1) Nilai Kinerja Guru Mata Pelajaran/Kelas
Jumlah Skor Indikator Kinerja Perolehan
Nilai Kinerja Guru Pemula
=
Konversi 100
56
x 100
2) Nilai Kinerja Guru BK/Konselor
Nilai Kinerja Guru Pemula
Konversi 100
Jumlah Skor Indikator Kinerja Perolehan
=
72
c. Penentuan Kategori Nilai Kinerja Guru
Kategori Nilai Kinerja Guru Pemula dapat dilihat pada tabel Nilai
Kinerja berikut:
39
x 100
Nilai Kinerja
Sebutan
91- 100
Amat Baik
76 – 90
Baik
61 - 75
Cukup
51 – 60
Sedang
≤ 50
Kurang
Pemberian Nilai Kepribadian dan Sosial
Penilaian kepribadian dan sosial guru pemula dilakukan melalui
pengamatan pada pelaksanaan pembelajaran dan/atau pemantauan, serta
wawancara di luar pelaksanaan pembelajran. Hasil
pengamatan,
pemantauan dan wawancara dikaji/analisis, untuk menentukan Nilai
Kepribadian dan Sosial Guru Pemula dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
1) Penetapan pernyataan “ya” atau “tidak, dengan ketentuan sebagai
berikut:
a) “ya”, jika terdapat bukti yang mendukung butir penilaian
b) “tidak”, jika tidak terdapat bukti yang mendukung butir
penilaian
2) Menentukan skor butir: skor 1 untuk pernyataan “ya”, dan 0 untuk
pernyataan “tidak”
3) Menghitung skor indikator penilaian dengan ketentuan sebagaimana
ketentuan penilaian kinerja di atas
40
4) Menghitung Nilai dan Kategori Nilai Kepribadian dan Sosial dengan
ketentuan sebagaimana ketentuan penilaian kinerja di atas.
5. Tahap Pelaporan
Penyusunan laporan dilaksanakan pada bulan kesebelas setelah
penilaian tahap kedua, dengan prosedur sebagai berikut:
a. Penentuan keputusan pada Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula
berdasarkan
pengkajian
penilaian
tahap
kedua
dengan
mempertimbangkan penilaian tahap pertama. Selanjutnya guru pemula
dinyatakan memiliki nilai kinerja dengan kategori amat baik, baik,
cukup, sedang, atau kurang. Untuk menentukan keputusan nilai kinerja
guru pemula, kepala sekolah membuat rekapitulasi hasil penilaian
kinerja guru mata pelajaran/kelas pemula (KS-07a) atau rekapitulasi hasil
penilaian kinerja guru BK/Konselor Pemula (KS-07b).
b. Penyusunan draft
Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Mata
Pelajaran/Kelas Pada program Induksi Guru Pemula atau Guru
BK/Konselor oleh kepala sekolah/madrasah berdasarkan pembahasan
dengan pembimbing dan pengawas sekolah/madrasah (KS-09a atau KS09b).
c. Penandatanganan Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula
dilakukan
oleh
kepala
sekolah/madrasah
sekolah/madrasah.
41
dan
pengawas
d. Pengajuan
penerbitan
sertifikat
PIGP
dilakukan
oleh
kepala
sekolah/madrasah yang disampaikan kepada kepala dinas pendidikan
atau kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota bagi guru pemula
yang telah memiliki Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula
dengan nilai baik. Sertifikat tersebut menyatakan bahwa peserta PIGP
telah berhasil menyelesaikan PIGP dengan nilai baik. Guru pemula
dinyatakan berhasil jika:
1) Nilai kinerja minimal Baik (minimal 76)
2) Setiap skor indikator kinerja minimal Baik (3)
3) Setiap Nilai Kepribadian dan Sosial minimal Baik (76)
Selanjutnya, laporan hasil pelaksanaan PIGP berisi:
a. Data sekolah/madrasah;
b. Waktu pelaksanaan PIGP;
c. Data guru pemula peserta PIGP;
d. Deskripsi pelaksanaan pembimbingan oleh pembimbing;
e. Deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian tahap pertama;
f. Deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian tahap kedua;
g. Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula yang menyatakan kategori nilai
kinerja guru pemula (amat baik, baik, cukup, sedang dan kurang)
ditandatangani kepala sekolah/madrasah.
h. Pengawas sekolah menandatangani Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula.
42
Secara lengkap dapat dilihat pada Form KS-11.
Penyampaian laporan hasil pelaksanaan PIGP:
a. Laporan hasil pelaksanaan PIGP yang berstatus CPNS dan PNS mutasi
dari jabatan lain disampaikan oleh kepala sekolah/madrasah kepada
Kepala Dinas Pendidikan/Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota
sesuai kewenangannya untuk diteruskan ke Badan Kepegawaian Daerah.
b. Laporan hasil pelaksanaan PIGP yang berstatus bukan PNS disampaikan
oleh Kepala Sekolah/Madrasah kepada penyelenggara pendidikan dan
Kepala
Dinas
Pendidikan/Kepala
Kantor
Kabupaten/Kota.
Format sertifikat PIGP dapat dilihat pada Form U-05.
43
Kementerian
Agama
D. Deskripsi dan Hasil Penilaian Tahap I
E. Pembimbing Tugas Lain
F. Deskripsi dan Hasil Penilaian Tahap II
44
Download