RANCANG BANGUN PROTOTIPE PERANGKAT LUNAK

advertisement
RANCANG BANGUN PROTOTIPE PERANGKAT LUNAK
PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL BERDASARKAN ANALISIS TEKNIKAL
DAN ANALISIS FUNDAMENTAL
1)
Reni Anggraeni
Program Studi Komputer Akuntansi STIKOM Surabaya, Email: [email protected]
1)
Abstract
The desire to obtain optimal and consistent profits while playing the stock is a goal to be
achieved by each player. When companies release information that resulted in the movement of
stock, this raises an effort by the players to make predictions for the stock to get optimum
benefit. Every effort taken by following the two major analysis of technical analysis and
fundamental analysis, each of which has unique characteristics. Investors tend to use one method
only. This raises the problem of distrust in society who would choose one method that might be a
company has a good stock price viewed through Technical Analysis but when observed through
a Fundamental Analysis in its financial statements the results do not show the excellent quality
of the company so that later result in losses in the future. The purpose of this final project is to
develop a prototype software design optimal portfolios based on fundamental technical analysis
for investors and prospective investors in order to obtain optimal benefits. Tests have shown that
the prototype software is capable of producing optimal portfolio and ratio analysis.
Keyword: Technical Analysis, Fundamental Analysis, Optimal Portfolio
Dalam berinvestasi, tujuan utamanya
tentu saja memperoleh keuntungan. Pada
kegiatan investasi saham di pasar modal,
apabila investor mengharapkan memperoleh
tingkat keuntungan yang tinggi, maka ia
harus bersedia menangung risiko yang tinggi
pula. Untuk mengurangi risiko dengan
tingkat pengembalian tetap atau resiko tetap
dengan tingkat pengembalian maksimal,
para investor melakukan diversifikasi dalam
investasi mereka.
Saat
perusahaan
mengeluarkan
informasi yang mengakibatkan pergerakan
saham, hal ini menimbulkan upaya oleh
pemain saham untuk melakukan prediksi
demi mendapatkan keuntungan optimal.
Tiap upaya ditempuh dengan mengikuti dua
analisis besar yaitu analisis teknikal dan
analisis fundamental yang masing-masing
memiliki karekteristik yang unik.
Analisis Teknikal adalah suatu metode
analisis yang menggunakan pengujian atas
pergerakan harga di masa lampau untuk
tujuan prediksi (forecast) pergerakan harga
di masa yang akan datang (Hendarto, 2005).
Para analisnya menggunakan grafik untuk
menunjukkan
indikasi
pergerakannya
dimana mereka berharap mendapat sebuah
pola pergerakan harga sehingga dapat
diekploitasi untuk mendapatkan keuntungan.
Yang dilihat disini ialah faktor grafik dan
volume transaksi saja untuk diambil
keputusan jual atau beli saham dalam waktu
jam maupun harian. Sedangkan analisis
fundamental adalah metode analisis yang
didasarkan pada fundamental ekonomi suatu
perusahaan (Ulupui, 2009). Teknis ini
menitikberatkan pada rasio keuangan dan
kejadian-kejadian yang baik secara langsung
maupun tidak langsung mempengaruhi
sebuah perusahaan. Analisis ini dipakai
untuk membuat keputusan perusahaan yang
ingin dibeli dalam jangka waktu yang
panjang.
Investor cenderung menggunakan
salah satu metode saja. Mereka hanya
menggunakan analisis teknikal atau analisis
fundamental saja sesuai kebutuhan masing
investasinya.
Hal
ini
menimbulkan
permasalahan berupa ketidakpercayaan
dalam masyarakat yang akan memilih salah
satu metode bahwa mungkin saja sebuah
perusahaan memiliki harga saham yang baik
dilihat melalui Analisis Teknikal namun saat
diteliti melalui Analisis Fundamental dalam
laporan keuangannya hasilnya tidak
menunjukkan kualitas perusahaan yang
prima sehingga nantinya menimbulkan
kerugian di masa mendatang.
Berdasarkan permasalahan diatas,
maka dibuatlah aplikasi yang mampu
melakukan analisa portofolio yang optimal
namun juga mampu melihat dari segi
fundamentalnya. Diharapkan dengan adanya
sistem ini, investor dapat dengan yakin
menanamkan modalnya di perusahaan yang
akan menjadi pilihannya sehingga gol
berupa keuntungan yang optimal dapat
diperoleh.
LANDASAN TEORI
Perusahaan Terlikuid (LQ-45)
Berdasarkan
penelitian
Rahayu
(2007), perusahaan yang tergabung dalam
indeks LQ 45 adalah 45 perusahaan
terlikuid, yaitu mampu melunasi kewajibankewajiban finansialnya pada saat jatuh
tempo dengan menggunakan aktiva lancar
yang tersedia.
Dipilihnya perusahaan dalam indeks
LQ-45 karena perusahaan tersebut memiliki
kriteria:
1.Berada pada top 95% dari total ratarata tahunan nilai transaksi saham di pasar
reguler.
2.Berada di top 90% dari rata-rata
tahunan kapitalisasi pasar
3.Merupakan urutan tertinggi yang
mewakili sektornya dalam klasifikasi ndustri
BEJ sesuai dengan nilai kapitalisasi
pasarnya
4.Memiliki
urutan
tertinggi
berdasarkan frekuensi transaksi
5.Memiliki porsi yang sama dengan
sektor-sektor lainnya. (Rahayu, 2007)
Investor Dan Spekulan
Ada dua tipe pemain saham; Investor
dan Spekulan. Investor bertransaksi untuk
jangka panjang dan keputusannya (biasanya)
berbasis
pada
analisis
fundamental
perusahaan. Di lain pihak, spekulan
bertransaksi untuk jangka pendek dan
utamanya berbasis pada momendan gerakan
harga (Subekti, 1999).
Seorang investor adalah seseorang
yang membeli sesuatu dengan harapan
bahwa sesuatu yang ia beli kelak di
kemudian hari akan mengalami kenaikan
nilai sehingga terdapat selisih lebih yang
merupakan bentuk keuntungan yang bakal ia
raih.
Periode waktu di dalam masa investasi
ini dapat dalam rentang waktu minggu,
bulan, atau bahkan beberapa tahun.
Beberapa investor memilih sekuritas (segala
perangkat
investasi
yang
bisa
diperdagangkan) untuk rentang waktu yang
cukup lama dari mereka percaya bahwa
beberapa tahun ke depa apa yang mereka
beliatau apa yang mereka miliki akan
mengalami kenaikan nilai.
Biasanya seorang investor akan
melakukan riset yang cukup mendalam
sebelum ia memutuskan untuk melakukan
investasi. Jika dia ingin melakukan investasi
dengan membeli saham suatu erusahaan,
besar kemungkinan dia akan mempelajari
laporan keuangan perusahaan tersebut, track
record atau portofolio serta kinerja
perusahaan tersebut dalam meraih laba.
Seorang spekulan adalah seseorang
yang membeli atau menjual sesuatu dengan
tujuan untuk meraih keuntungan dalam
waktu singkat tanpa bermaksud untuk
memiliki sekuritas yang dia beli atau jual
untuk tujuan jangka panjang.
Seorang
spekulan
terkadang
menjalankan bisnisnya hanya dalam waktu
beberapa menit, jam, dan paling lama
munkin hanya dalam hitungan minggu.
Seorang trader yang melakukan aksi
jual.beli puluhan kali dalam satu hari
(intraday trader) bisa dikatakan sebagai
seorang spekulan.
Pengertian Investasi Saham
Investasi saham adalah pemilikan atau
pembelian saham-saham perusahaan oleh
suatu perusahaan lain atau perorangan
dengan
tujuan
untuk
memperoleh
pendapatan tambahan diluar pendapatan dari
usaha pokoknya. Jadi saham merupakan
salah satu instrumen pasar modal yang
diperbandingkan di lantai bursa efek, yang
digunakan
bagi
perusahaan
untuk
kelangsungan hidup perusahaan dalam
membutuhkan dana dari masyarakat
(Subroto, 1989).
Ada beberapa keuntungan, menurut
Buletin BES (1990), yang diperoleh seorang
investor dengan memiliki saham perusahaan
lain, yaitu :
1.Kemungkinan memperoleh deviden
yaitu sebagian keuntungan perusahaan yang
dibagikan kepada pemegang saham
2.Kemungkinan memperoleh capital
gain yaitu keuntungan yang diperoleh
pemegang saham dari hasil jual beli saham,
berupa selisih nilai jual yang lebih tinggi
dari nilai beli yang lebih rendah
3.Memiliki hak prioritas untuk
membeli bukti right yang dikeluarkan oleh
perusahaan
4.Kemungkinan memperoleh hak atas
saham bonus
5.Waktu kepemilikan tidak terbatas
dan berakhir pada saat investor menjual
kembali saham tersebut di bursa efek
6.Memiliki hak suara dalam rapat
umum pemegang saham
Dengan membeli saham suatu
perusahaan pada dasamya Anda telah
memiliki sebagian hak kepemilikan atas
perusahaan tersebut. Semakin ban yak
saham yang Anda beli maka semakin
banyak pula bagian kepemilikan Anda atas
perusahaan tersebut. Ketika perusahaan
yang sahamnya Anda beli membukukan
keuntungan maka Andapun berhak atas
keuntungan tersebut, yang dinyatakan dalam
deviden.
Kepemilikan
saham
atas
perusahaan biasanya disebut sebagai ekuitas
(Hendarto, 2005).
Pengertian Portofolio
Portofolio adalah sekumpulan efek
atau aset lain yang dimiliki pemodal
perorangan atau lembaga. Tujuan dari
portofolio adalah untuk mengurangi risiko
dengan penganekaragaman efek (Ardiyos,
2001) .
Pembentukan portofolio berangkat
dari usaha diversifikasi investasi guna
mengurangi risiko. Investor melakukan
diversifikasi dalam berbagai portofolio
dikarenakan hasil yang diharapkan dari tiap
jenis sekuritas dapat saling menutup.
Model Indeks Tunggal
William
Sharpe
(1963)
mengembangkan model yang disebut
dengan model indeks tunggal (single-index
model). Model ini dapat digunakan untuk
menyederhanakan perhitungan di model
Markowitz dengan menyediakan parameterparameter input yang dibutuhkan di dalam
model Markowitz. Di samping itu, model
indeks tunggal dapat juga digunakan untuk
menghitung return ekspektasian dan risiko
portofolio.
Model indeks tunggal didasarkan pada
pengamatan bahwa harga dari suatu
sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks
pasar. Secara khusus dapat diamati bahwa
kebanyakan saham cenderung mengalami
kenaikan harga jika indeks harga saham
naik. Kebalikannya juga benar, yaitu jikan
undeks harga saham turun, kenanyakan
saham mengalami penurunan harga. Hal ini
menyarankan bahwa return-return dari
sekuritas mungkin berkorelasi karena
adanya reaksi umum (common response)
terhadap perubahan-perubahan nilai pasar
(Hartono, 2009)
Beta
Beta merupakan suatu pengukur
volatilitas (voaltility) return suatu sekuritas
atau return portofolio terhadap return pasar.
Beta sekuritas ke-i mengukur volatilitas
return sekuritas ke-i dengan return pasar.
Beta portofolio mengukur volatilitas return
portofolio dengan return pasar. Dengan
demikian Beta merupakan pengukur risiko
sistematik (systematic risk) dari suatu
sekuritas atau portofolio relatif terhadap
risiko pasar.
Mengetahui Beta suatu sekuritas atau
Beta suatu portofolio merupakan hal yang
penting untuk menganalisis sekuritas atau
portofolio tersebut. Beta suatu sekuritas
menunjukkan risiko sistematiknya yang
tidak dapat dihilangkan karena diversifikasi.
Untuk menghitung Beta portofolio, maka
Beta masing-masing sekuritas perlu dihitung
terlebih dahulu. Beta portofolio merupakan
rata-rata tertimbang dari Beta masingmasing sekuritas. Mengetahui Beta masingmasing sekuritas juga berguna untuk
memasukkan sekuritas tersebut kedalam
portofolio yang akan dibentuk.
Beta historis dpata dihitung dengan
menggunakan data historis berupa data pasar
(return-return sekuritas dan return pasar),
data akuntansi (laba-laba perusahaan dan
laba indeks pasar) atau data fundamental
(menggunakan
variabel-variabel
fundamental). Beta yang dihitung dengan
data akuntansi disebut dengan Beta
akuntansi dan Beta yang dihitung dengan
data fundamental disebut dengan Beta
fundamental (Hartono, 2009).
Portofolio Optimal dengan Single Index
Model
Perhitungan
untuk
menentukan
portofolio optimal akan sangat dimudahkan
jika hanya didasarkan pada sebuah angka
yang dapat menentukan apakah suatu
sekuritas dapat dimasukkan ke dalam
portofolio optimal tersebut. Angka tersebut
adalah rasio antara ekses return dengan Beta
(excess return to beta ratio). Rasio ini
seperti pada rumus:
𝐸𝑅𝐡𝑖 =
𝐸(𝑅𝑖 )− 𝑅𝐡𝑅
𝛽𝑖
Dimana notasinya:
ERBi
= excess return to beta
sekuritas ke i
E(Ri)
=
return
ekspektasian
berdasarkan model indeks tunggal untuk
sekuritas
ke-i
RBR
= return aktiva bebas risiko
βi
= Beta sekuritas ke-i
Excess return didefinisikan sebagai
selisih return ekspektasian dengan return
aktiva bebas risiko. Excess return to beta
berarti mengukur kelebihan return relatip
terhadap satu unit risiko yang tidak dapat
didiversifikasikan yang diukur dengan Beta.
Rasio ERB juga menunjukkan hubungan
antara dua faktor penentu investasi, yaitu
return dan risiko.
Portofolio yang optimal akan berisi
dengan aktiva-aktiva yang mempunyai nilai
rasio ERB yang tinggi. Aktiva-aktiva
dengan rasio ERB yang rendah tidak akan
dimasukkan ke dalam portofolio optimal.
Dengan demikian diperlukan sebuah titik
pembatas (cut-off point) yang menentukan
batas nilai ERB berapa yang dikatakan
tinggi. Besarnya titik pembatas ini dapat
ditentukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
1. Urutkan
sekuritas-sekuritas
berdasarkan nilai ERB terbesar ke
nilai ERB terkecil. Sekuritassekuritas
dengan
nilai
ERB
terbesarmerupakan kandidat untuk
dimasukkan ke portofolio optimal.
2. Hitung nilai Ai dan Bi untuk masingmasing sekuritas ke-i sebagai
berikut:
[𝐸(𝑅𝑖 ) − 𝑅𝐡𝑅 ] × π›½π‘–
𝐴𝑖 =
(πœŽπ‘’π‘– )2
dan
𝛽𝑖 2
𝐡𝑖 =
(πœŽπ‘’π‘– )2
Dimana notasinya:
(πœŽπ‘’π‘– )2 = varian dari kesalahan residu
sekuritas ke-i yang juga merupakan
risiko unik atau risiko tidak
sistematik.
3. Hitung nilai Ci
πœŽπ‘€ 2 ∑𝑖𝑗=1 𝐴𝑗
𝐢𝑖 =
1 + πœŽπ‘€ 2 ∑𝑖𝑗=1 𝛽𝑗
Dimana notasinya:
πœŽπ‘€ 2 = varian dari return indeks pasar
Ci adalah nilai C untuk sekuritas ke-i
yang dihitung dari kumulasi nilai-nilai A1
sampai dengan Ai dan nilai B1 sampai
dengan Bi. Misalnya nilai C3 menunjukkan
nilai C untuk sekuritas ke-3 yang dihitung
dari kumulasi A1, A2, A3 dan B1, B2, B3.
Dengan mensubtitusikan nilai Ai dan
Bi di rumus di atas, maka rumus Ci menjadi:
[𝐸(𝑅𝑗 ) − 𝑅𝐡𝑅 ] × π›½π‘–
πœŽπ‘€ 2 ∑𝑖𝑗=1
πœŽπ‘’π‘— 2
𝐢𝑖 =
𝛽2
1 + πœŽπ‘€ 2 ∑𝑖𝑗=1 𝑖 2
πœŽπ‘’π‘—
4. Besarnya cut-off point (C*) adalah
nilai Ci dimana nilai ERB terkhir kali
masih lebih besar dari nilai Ci.
Sekuritas-sekuritas yang membentuk
portofolio optimal adalah sekuritas-sekuritas
yang mempunya nilai ERB lebih besar atau
sama dengan nilai ERB di titik C*.
Sekuritas-sekuritas yang mempunyai ERB
lebih kecil dengan ERB titik C* tidak
diikutsertakan
dalam
pembentukan
portofolio optimal (Hartono, 2009).
Laporan Keuangan
Analisis keuangan sangat tergantung
pada laporan keuangan. Laporan keuangan
diharapkan
bisa
memberi
informasi
mengenai perusahaan, dan digabungkan
dengan informasi yang lain, seperti
informasi industri, kondisi ekonomi, bisa
memberi gambaran yang lebih baik
mengenai prospek dan resiko keuangan
(Halim, 2009).
Analisis Rasio Keuangan
Rasio-rasio keuangan pada dasarnya disusun
dengan menggabung-gabungkan angkaangka di dalam atau antara laporan rugi-laba
dan neraca. Dengan cara rasio semacam itu
diharapkan pengaruh perbedaan ukuran akan
hilang.
Pada dasarnya analisis rasio bisa
dikelompokkan kedalam lima macam
kategori, yaitu:
1.Rasio Likuiditas
Rasio
yang
mengukur
kemampuan
perusahaan memenuhi kewajiban jangka
pendeknya.
2.Rasio Aktivitas
Rasio yang mengukur sejauh mana
efektivitas penggunaan aset dengan melihat
tingkat aktivitas aset.
3.Rasio Solvabilitas
Rasio yang mengukur sejauh mana
kemampuan
perusahaan
memenuhi
kewajiban jangka panjangnya.
4.Rasio Profitabilitas
Rasio yang melihat kemampuan perusahaan
menghasilkan laba (profitabilitas).
Keempat rasio tersebut ingin melihat
prospek dan risiko perusahaan pada masa
yang mendatang. Faktor prospek dalam rasio
tersebut akan mempengaruhi harapan
investor terhadap perusahaan pada masamasa mendatang (Halim, 2009).
Gambaran Umum Sistem
Sistem yang akan dikembangkan
berdasarkan pada Model Prototipe Perangkat
Lunak Portofolio Optimal Keuangan
Berdasarkan Analisis Teknikal dan Analisis
Fundamental Bagi Investor seperti yang
terlihat pada Gambar 3. Penyelesaian
masalah dapat dilakukan dengan melakukan
analisis baik dari segi Teknikalnya maupun
Fundamentalnya. Single Index Model
digunakan untuk melakukan analisis dari
segi teknikalnya, lalu dilanjutkan dengan
melakukan analisis rasio untuk dapat dilihat
dari segi fundamentalnya.
Proses penentuan portofolio optimal
dimulai dengan pengolahan data awal
berupa harga saham dan indeks pasar
(IHSG). Dari kedua data tersebut dan
dengan menggunakan metode yang ada,
maka dilakukan proses-proses secara
bertahap sesuai dengan langkah-langkah
pada metode yang digunakan untuk
mengelola data tersebut. Hasil dari proses
optimasi ini berupa kombinasi saham-saham
yang telah dimasukkan ke dalam proses
perhitungan, sehingga hasil yang diharapkan
berupa komposisi saham dari portofolio
optmal yang terbentuk sesuai dengan
metode yang digunakan. Lalu komposisi
saham ini akan dilihat laporan keuangannya
untuk diteliti menggunakan Analisis Rasio
sehingga dapat membantu investor untuk
mengetahui perusahaan-perusahaan terbaik
bersadarkan Analisis Teknikal dan Analisis
Fundamental.
masukan berupa data-data historis
perusahaan yang diolah menggunakan
Single Index Model yang nantinya akan
menghasilkan portofolio optimal yang
dilanjutkan untuk digunakan sebagai acuan
perusahaan yang akan diteliti dengan
menggunakan Analisis Rasio. Proses ini
membutuhkan
inputan
berupa
data
perusahaan, data laporan keuangan (laporan
neraca dan laporan laba rugi), dan data
pimpinan perusahaan yang dianalisis. Maka
sistem akan menghasilkan output berupa
hasil berupa Analisis Rasio.
Context Diagram
Context diagram dari sistem Prototipe
Perangkat Lunak Portofolio Optimal
Berdasarkan
Analisis
Teknikal
dan
Fundamental Bagi Investor ini merupakan
sistem manufaktur perusahaan digambarkan
pada Gambar 1
Laporan Portofolio Saham Optimal
Investor
Grafik Portofolio Saham Optimal
Bursa Efek Indonesia
Laporan Hasil Analisa Rasio
0
Data Perusahaan
Data Periode LQ 45
Data Jabatan
Aplikasi Penentuan
Portofolio Optimal
Data Komisaris
Data Direktur
+
Yahoo
Finance
Data Harga Saham
Suku Bunga BI
Data Laporan Keuangan
BI
Data Harga IHSG
Gambar 1. Context Diagram
Diagram Berjenjang Sistem
Gambaran secara umum proses aliran data
yang terjadi dalam sistem dari tingkat
tertinggi sampai tingkat terendah adalah
seperti digambarkan pada Gambar 2
Data Harga Saham
Input Data Suku Bunga SBI
Aplikasi Penentuan
Portofolio Optimal
5
Data Harga IHSG
Yahoo
Finance
Suku Bunga SBI
2
1
IHSG
Data Perusahaan
Input Data IHSG
Data Periode LQ 45
Periode LQ45
Proses
Maintenance Data
Input Data Harga Saham
Menganalisis
Laporan
Keuangan
Perusahaan
Sub Proses
Perhitungan
Portofolio Optimal
3
Pencocokan
Tanggal
Input Data Periode
LQ45
Perhitungan SIM
Input Data
Jabatan
Data Komisaris
Periode
LQ45
Data Laporan Keuangan
+
1
Inout Data
Perusahaan
9
Input Data Perusahaan
Input Data Laporan Keuangan
4
7
Input Data Komisaris
Input Data Jabatan
Baca Data Periode LQ 45
Hitung SIM
8
Input Data Direksi
Perusahaan
Baca Data Harga Saham
6
BI
Suku Bunga BI
Harga Saham
Menganalisis
Menggunakan
Analisis Rasio
Cetak Laporan
Analisis Rasio
Bursa
Efek
Indonesia
Data Direktur
Data Jabatan
Proses Maintenance Data
Laporan
Keuangan
Direksi
Komisaris
Jabatan
Baca Data Jabatan
Baca Data IHSG
3
Input Data
Komisaris
Baca Data Komisaris
Baca Data Perusahaan
Cetak Laporan
SIM
Sub Proses
Perhitungan
Analisa Rasio
2
Baca Data Perusahaan
Sub Proses
Perhitungan
Portofolio
Optimal
Input Data
Direktur
Baca Data Suku Bunga SBI
Baca Data Direksi
Baca Data Laporan Keuangan
+
+
Portofolio Saham Optimal
Input Data
Laporan keuangan
Laporan Portofolio Saham Optimal
Investor
Gambar 3 DFD Level 0
Input Data IHSG
Input Data Harga
Saham
Gambar 2 Diagram Berjenjang Sistem
Data Flow Diagram
DFD Level 0 pada Gambar 3
menjelaskan bagaimana Rancang Bangun
Prototipe Perangkat Lunak Penentuan
Portofolio Optimal Berdasarkan Analisis
Teknikal Dan Analisis Fundamental yang
dibangun. Dapat dijelaskan lebih detail
dengan adanya sistem basis data. Terdapat 3
proses di dalam sistem yaitu Proses
Maintenance Data, Sub Proses Perhitungan
Portofolio Optimal, serta Sub Proses
Perhitungan Analisa Rasio.
Laporan Hasil Analisa Rasio
Grafik Portofolio Saham Optimal
Input Data Suku
Bunga SBI
ERD
ERD terdiri dari conceptual data model dan
physical data model. Untuk lebih jelasnya,
dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar 5:
a. CDM
Komisaris
Jabatan_Komisaris
Perusahaan_Komisaris
NamaKomisaris
KeteranganKomis
Periode LQ45
No
TglAwal
TglAkhir
Jabatan
Jabatan
Tingkatan
TipeJabatan
Perusahaan
Perusahaan_PeriodeLQ45
Perusahaan_Direksi
Direksi
Jabatan_Direksi
NamaDirektur
KeteranganDir
ID_Perusahaan
NamaPerusahaan
Alamat
NoTelpon
Faksimile
Email
Bisnis
ProfilPerusahaan
LQ45
Perusahaan_HargaSaham
Suku Bung a SBI
NoSukuBung a
Tgl
SukuBungaSBI
Perusahaan_LaporanKeuangan
Laporan Keuangan
IHSG
NoIHSG
Tang g alIHSG
Hrg IHSG
KodeLaporan
PeriodeTahun
AktivaLancar
HutangLancar
Persediaan
Penjualan
Piutang Usaha
Harg aPokokPenjualan
AktivaTetap
TotalAktiva
TotalHutang
LabaSebelumBung adanPajak
ByBung a
BySewa
LabaBersih
ModalSaham
Harg aPasarSaham
Earning Saham
Gambar 4. CDM
Harg a Saham
Periode
Hrg Saham
b. PDM
KOMISARIS
NAMAKOM ISARIS
ID_PERUSAHAAN
JABATAN
KETERANGANKOMIS
JABATAN = JABATAN
DIREKSI
NAMADIREKTUR
JABATAN
ID_PERUSAHAAN
KETERANGANDIR
JABATAN = JABATAN
JABATAN
JABATAN
Text(255)
TINGKATAN
Long Integer
TIPEJABATAN
Text(255)
HARGA_SAHAM
PERIODE
DateTime
ID_PERUSAHAAN Text(20)
HRGSAHAM
Currency
Text(255)
Text(20)
Text(255)
Text(255)
Text(255)
Text(255)
Text(20)
Text(255)
ID_PERUSAHAAN = ID_PERUSAHAAN
ID_PERUSAHAAN = ID_PERUSAHAAN
PERUSAHAAN
ID_PERUSAHAAN
Text(20)
NAMAPERUSAHAAN
Text(255)
ALAMAT
Text(255)
NOTELPON
Text(255)
FAKSIM ILE
Text(255)
EMAIL
Text(255)
BISNIS
Text(255)
PROFILPERUSAHAAN
Text(255)
LQ45
Text(5)
ID_PERUSAHAAN = ID_PERUSAHAAN
PERIODE_LQ45
NO
ID_PERUSAHAAN
TGLAWAL
TGLAKHIR
Long Integer
Text(20)
DateTime
DateTime
ID_PERUSAHAAN = ID_PERUSAHAAN
SUKU_BUNGA_SBI
NOSUKUBUNGA Long Integer
TGL
DateTime
SUKUBUNGASBI Long Integer
IHSG
NOIHSG
Long Integer
TANGGALIHSG
DateTime
HRGIHSG
Currency
LAPORAN_KEUANGAN
KODELAPORAN
ID_PERUSAHAAN
PERIODETAHUN
AKTIVALANCAR
HUTANGLANCAR
PERSEDIAAN
PENJ UALAN
PIUTANGUSAHA
HARGAPOKOKPENJUALAN
AKTIVATETAP
TOTALAKTIVA
TOTALHUTANG
LABASEBELUM BUNGADANPAJ AK
BYBUNGA
BYSEWA
LABABERSIH
MODALSAHAM
HARGAPASARSAHAM
EARNINGSAHAM
Text(255)
Text(20)
Long Integer
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
Currency
ID_PERUSAHAAN = ID_PERUSAHAAN
Gambar 5. PDM
IMPLEMENTASI
Untuk
menghasilkan
portofolio
optimal, dibutuhkan data saham. Kegiatan
input saham dilakukan secara otomatis
dengan cara download melalui internet.
Proses download dilakukan oleh Admin
dengan menekan menu Download Harga
Saham. Tampilan dari menu Download
Harga Saham tampak pada Gambar 6.
Gambar 7 Form Analisis Single Index
Model
Untuk melakukan cetak laporan,
maka dapat dilakukan dengan menekan
tombol Cetak Laporan. Tampilan dari
laporan hasil Form Analisis Single Index
Model dapat dilihat pada Gambar 8
Gambar 8 Laporan Analisa Teknikal
Gambar 6. Menu Download Harga Saham
Form Analisis Single Index Model
Form Analisis Single Index Model
berfungsi sebagai form penghitungan
portofolio optimal dengan metode Single
Index Model.
Tampilan Form Master
Pengguna dapat dilihat pada Gambar 7
Form Input Variabel Analisis Rasio
Untuk melakukan kegiatan analisis
rasio diperlukan nilai-nilai yang harus
diinputkan oleh Admin. Kegiatan ini
dilakukan oleh Admin. Ia memasukkan nilai
yang diperoleh dari file yang didownload
dari situs Bursa Efek Indonesia. Tampilan
Form Input Variabel Analisis Rasio dapat
dilihat pada Gambar 9
Gambar 9. Form Input Variabel Analisis
Rasio
Gambar 4.9 Laporan Analisis Rasio
Form Analisis Rasio
Form Analisis Rasio merupakan form
yang melakukan perhitungan berdasarkan
Analisis Rasio. Tampilan dari form Analisis
Rasio tampak pada Gambar 8. From ini
melakuakn perhitungan terhadap laporan
keuangan yang telah dimasukkan oleh
Admin.
Uji Coba & Evaluasi
Lingkungan Uji Coba
Uji coba yang dilakukan meliputi
pengujian nilai yang keluar apakah akurat
atau tidak serta karena hasil yang
dikeluarkan berupa hasil prediktif maka
dilakukan juga pengujian kebenaran hasil
dibandingkan dengan data historis pada
periode selanjutnya. Untuk analisis teknikal
yang menggunakan Single Index Model
pengujian kebenaran hasil dilakukan dengan
membandingkan tiap perusahaan pada
urutan ranking yang palinng tinggi apakah
punya risiko dan return yang terbaik pada
periode 6 bulan setelahnya.
Sedangkan untuk analisis fundamental
yang
menggunakan
Analisis
Rasio,
pengujian dilakukan dengan melihat
pergerakan periode laporan keuangan
selanjutnya selama satu tahun apakah trend
analisis rasio tidak memiliki perubahan yang
signifikan.
Gambar 8. Form Analisis Rasio
Untuk mencetak laporan maka
dapat dilakukan dengan menekan tombol
Cetak Laporan yang terletak pada bagian
bawah form. Bentuk dari laporan Analisis
Rasio ini tampak seperti pada Gambar 4.9
A. Pengujian Keakuratan Hasil Output
Program
Selanjutnya yang dibandingkan adalah
hasil portofolio optimal beserta dengan
prosentase besar investasi yang sebaiknya
dimasukkan dengan menggunakan program
dibandingkan
dengan
menggunakan
Microsoft Excel. Tabel 1 menunjukkan hasil
Expexted Rerutn, besar nilai ERB, besar
nilai variabel C, besar nilai Wi (proporsi
saham) berdasarkan hasil output program.
Sedangkan Tabel 2 menunjukkan hasil
Expexted Rerutn, besar nilai ERB, besar
nilai variabel C, besar nilai Wi (proporsi
saham) berdasarkan hasil perhitungan
manual menggunakan Excel.
Tabel 1 Hasil Output Perhitungan
Proporsi Saham Menggunakan Program
ID
UNVR
HEXA
PGAS
AALI
PTBA
BRPT
UNTR
ELTY
LSIP
ExReturn
0.02669
0.09585
0.06791
0.07387
0.08708
0.10731
0.07298
0.09206
0.06263
ERB
0.08498
0.06911
0.06539
0.05664
0.05576
0.04447
0.04305
0.03814
0.03767
Ci
0.0054
0.01346
0.02267
0.03001
0.03485
0.03573
0.03722
0.03726
0.03731
Wi
34.19%
9.14%
19.02%
16.08%
13.49%
1.77%
5.90%
0.14%
0.27%
Sumber: Hasil Output Program
Tabel 2 Hasil Perhitungan Proporsi
Saham Menggunakan Excel
ID
UNVR
HEXA
PGAS
AALI
PTBA
BRPT
UNTR
ELTY
LSIP
ExReturn
0.02669
0.09585
0.06791
0.07387
0.08708
0.10731
0.07298
0.09206
0.06263
ERB
0.08498
0.06911
0.06539
0.05664
0.05576
0.04447
0.04305
0.03814
0.03767
Ci
0.0054
0.01346
0.02267
0.03002
0.03486
0.03573
0.03722
0.03726
0.03731
Wi
34.19%
9.14%
19.02%
16.08%
13.49%
1.77%
5.90%
0.14%
0.27%
Sumber: Hasil Perhitungan Excel
Hasil dari uji coba yang dilakukan
pada perangkat lunak menunjukkan bahwa
aplikasi ini sudah menghasilkan output
analisis teknikal dengan menggunakan
metode Single Index Model sesuai dengan
yang diharapkan.
Pengujian Hasil Output Program
Pengujian
hasil
output
yang
analisisnya menggunakan metode Single
Index
Model
dilakukan
dengan
membandingkan tiap perusahaan pada
urutan ranking perusahaan optimal yang
paling tinggi apakah punya risiko dan return
yang terbaik pada periode 6 bulan
setelahnya.
Tampak pada Tabel 3 merupakan
perhitungan return dan risiko yang
dilakukan terhadap hasil saham yang
menurut perhitungan Single Index Model
merupakan
saham
yang
optimal.
Perhitungan return dan risiko dilakukan
pada periode setelah perhitungan yaitu
antara tanggal 1 Januari 2010 sampai 31
Juni 2010. Hal ini untuk membuktikan kalau
perusahaan yang dianggap optimal menurut
perhitungan program merupakan perusahaan
yang memiliki return dan risiko yang paling
baik.
Tabel 3 Perhitungan Return & Risiko
Perusahaan Prosentase Investasi
UNVR
34.19%
HEXA
9.14%
PGAS
19.02%
AALI
16.08%
PTBA
13.49%
BRPT
1.77%
UNTR
5.90%
ELTY
0.14%
LSIP
0.27%
Return Risiko
12.55%
8.49%
6.49%
6.44%
0.35%
9.55%
-5.69%
8.52%
-0.16% 10.19%
-5.84% 10.90%
2.77%
9.44%
-13.32% 19.64%
-1.41% 10.92%
Sumber: Hasil Perhitungan Excel
Nilai return dan risiko pada Tabel 4.5
menunjukkan bahwa perusahaan yang
merupakan portofolio optimal dengan
prosentase investasi terbesar yaitu UNVR
(34,19%) memiliki besar return yang lebih
tinggi sebesar 12.55% dengan risiko yang
lebih rendah yaitu sebesar 8.49%. dengan
demikian tingkat return lebih tinggi sebesar
4.06% dibanding dengan risikonya. Begitu
pula dengan perusahaan HEXA dengan
prosentase investasi sebesar 9.14% memiliki
return yang lebih tinggi (6.49%) dan risiko
yang lebih rendah (6.44%) memiliki selisih
return yang lebih tinggi (0.05%). Bila
dibandingkan dengan perusahaan ELTY
dengan tingkat return yang rendah sebesar 13.32% dan memiliki risiko yang lebih besar
yaitu 19.64% namun diikuti pula dengan
tingkat prosentase investasi yang paling
kecil yaitu sebesar 0.14%.
Sebuah portofolio dikatakan optimal
bila berisi nilai rasio ERB yang tinggi. Rasio
ERB yang rendah tidak akan dimasukkan ke
dalam portofolio optimal. Hal ini telah
sesuai dengan pernyataan yang dikeluarkan
oleh Hartono pada bukunya yang berjudul
Teori Portofolio dan Analisis Investasi.
Daftar Pustaka
DAFTAR PUSTAKA
Kusumarsono Hendarto, 2005, Belajar
Trading Pahami Trading Sebeum
Anda Memulai, Andi Offset,
Jakarta.
Manufaktur Di Bursa Efek Jakarta,
Jurnal
Fakultas
Ekonomi
Universitas Islam Indonesia.
Febrianto, Rahmat & Erna Widiastuty, 2006,
Tiga Angka Laba Akuntansi: Mana
Yang Lebih Bermakna Bagi
Investor, Jurnal Riset Akuntansi
Indonesia, Volume 9 (Nomor2),
Halaman 200 sd 215.
Baridwan, Zaki, 1999, Intermediate
Accounting, BPFE, Yogyakarta.
Subroto, B., 1986, Akuntansi Keuangan
Intermediate, BPFE, Jogjakarta.
Ardiyos, 2001, Kamus Ekonomi: Istilah
Pasar Modal & Perdagangan
International, Citra Harta Prima,
Jakarta.
Subekti,
Gitosudarmo, Indriyo, 2000, Manajemen
Keuangan. BPFE, Yogyakarta.
Ulupui, I G. K. A., 2009, Analisis Pengaruh
Rasio
Likuiditas,
Leverage,
Aktivitas,
Dan
Profitabilitas
Terhadap Return Saham (Studi
Pada Perusahaan Makanan Dan
Minuman
Dengan
Kategori
Industri Barang Konsumsi Di BEJ),
Jurnal Ekonomi & Akuntansi
Universitas Udayana, Bali.
Glenn Curtis, 2010, Blending Technical And
Fundamental Analysis, 26 Agustus
2010,
URL:
http://www.investopedia.com/articl
es/trading/07/technicalfundamental.asp.
Mariana
Sri Rahayu, 2007, Analisis
Pengaruh Eva Dan Mva Terhadap
Return Saham Pada Perusahaan
Surono. 1999. Kiat Bermain
Saham. PT. Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta.
Luciana, S A. dan Kristijadi., 2003, Analisis
rasio keuangan untuk memprediksi
kondisi
financial
distress
perusahaan
manufaktur
yang
terdaftar di Bursa Efek Jakarta,
Jurnal Akuntansi dan Auditing
Indonesia (JAAI).
Indonesia Stock Exchange, 2007, Mengenal
Saham, 14 Agustus 2010, URL:
http://www.idx.co.id/MainMenu/Ed
ucation/WhatisEquities/tabid/88/lan
g/id-ID/language/enUS/Default.aspx.
E. A. Koetin. 1993. Analisis Pasar Modal,
Penerbit Pustaka Sinar Harapan.
Jakarta: Cetakan Pertama.
Jogiyanto Hartono, 2009, Teori Portofolio
dan Analisis Saham, BPFE
Jogjakarta, Jogjakarta.
PT BES Sie Promoso Dan Pemasaran, 1990,
Buletin BES: Investasi Untuk
Keuntungan, Surabaya
William Sharpe, 1963, A Simplified Model
For
Portofolio
Analysis,
Management Science 9.
Elton E. J., Martin J. Grubber, 1994,
Modern Portfolio Theory and
Investment
Analysis, Singapore:
John Wiley & Sons, Inc., Fourth
edition.
Mamduh M. Hanafi, Abdul Halim, 2009,
Analisis Laporan Keuangan, Unit
Penerbitan dan Percetakan Sekolah
Tinggi Ilmu Manajemen YKPN,
Jogjakarta
Kasmir, 2008, Analisis Laporan Keuangan,
Rajawali Pers, Jakarta
Download