Gambar 1 Skema reaksi transformasi vanilin

advertisement
Hak Cipta
Dilindungi Undang-undang
OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2015
CALON PESERTA
INTERNATIONAL CHEMISTRY OLYMPIAD (IChO) 2016
Yogyakarta, DI Yogyakarta
18 – 24 Mei 2015
Kimia
Soal Praktikum B
Waktu: 120 menit
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
2015
Petunjuk:
1. Isilah Biodata anda dengan lengkap (di lembar Jawab)
Tulis dengan huruf cetak dan jangan disingkat!
2. Ujian Praktikum terdiri dari 2 bagian: Praktikum A dan Praktikum B yang masing-masing
dikerjakan dalam waktu 120 menit secara bergiliran. Waktu 120 menit sudah termasuk
pengerjaan menjawab pertanyaan dan membersihkan peralatan praktikum.
3. Total poin masing-masing ujian praktikum adalah 100 poin.
4. Semua jawaban harus ditulis di dalamkotakdi lembar jawab yang tersedia.
5. Semua peserta WAJIB mengenakan jas lab dan perlengkapan keselamatan kerja (kaca
mata pelindung dan sarung tangan).
6. Limbah yang dihasilkan pada praktikum ini harus dibuang pada tempat penampungan
limbah yang disediakan di laboratorium. Jangan membuang limbah pada bak cucian.
7. Diperkenankan menggunakan kalkulator yang diberikan panitia OSN.
8. Diberikan Tabel Periodik Unsur.
9. Mulailah bekerja ketika ada tanda “MULAI” dari Pengawas.
10. Anda harus segera berhenti bekerja bila ada tanda “BERHENTI” dari Pengawas.
11. Letakkan jawaban anda di atasmeja dan segera tinggalkan ruangan setelah diberikan
perintah.
12. Berkas soal ujian praktikum B ini terdiri dari 8 halaman.
13. Anda dapat membawa pulang soal ujian !!
OSN_2015
Page ii
OSN_2015
Page iii
B. Beberapa Reaksi Transformasi Gugus Fungsi pada Vanilin
I. Pendahuluan
Vanilin merupakan salah satu senyawa kimia utama yang terkandung dalam ekstrak biji vanilla.
Vanilin dan senyawa turunannya, seperti etil vanillin, banyak diaplikasikan sebagai zat perisa
untuk makanan, minuman, bahan parfum dan pewangi ruangan, serta diaplikasikan juga
sebagai precursor pembangun senyawa obat-obatan.Vanilin pertama kali disintesis dari
eugenol yang terdapat dalam ekstrak minyak cengkeh dan selanjutnya dikembangkan pula
sintesis vanillin dari lignin yang merupakan produk samping industri kertas.Vanilin memiliki
beberapa gugus fungsi yang reaktif yang dapat ditransformasi menjadi gugus fungsi lainnya
menghasilkan beberapa senyawa turunannya yang bermanfaat. Salah satunya adalah vanilil
alkohol yang merupakan produk reduksi vanillin yang memiliki potensi aktif biologis.Vanilil
alkohol di alam digunakan oleh serangga ngengat hama tanaman tebu dan serangga biji pinus
untuk sistem komunikasi kimianya. Dalam percobaan ini Anda akan melakukan beberapa reaksi
transformasi gugus fungsi terhadap vanillin, yaitu reaksi reduksi vanillin menjadi vanilil alkohol,
reaksi brominasi vanillin menjadi 5-bromovanilin dan reaksi esterifikasi vanillin menjadi vanilil
asetat. Berikut adalah skema reaksi yang akan Anda lakukan dalam ujian praktikum ini.
Gambar 1 Skema reaksi transformasi vanilin
OSN_2015
Page 1
II. Bahan Kimia dan Reagen











Vanilin (2 bungkus alumunium foil @ 0,5 g)
NaBH4 (1 bungkus alumunium 0,1 g)
Anhidrida Asam Asetat
Etanol 96 %
Larutan HCl 2,5 M
Larutan NaOH 2,5 M
Larutan NaOH 1 M
Larutan NaOH 10%
Akuades
Butiran/pecahan es (diambil di tempat peralatan yang dipakai bersama)
Eluen (larutan pengembang) n-heksana : etilasetat = 2 : 1
Peralatan dan kelengkapan percobaan




















Labu Erlenmeyer 50 mL (2 buah)
Labu Erlenmeyer 100 mL (2 buah)
Gelas kimia 100 mL berisi kertas saring untuk wadah pengembang KLT (1 buah)
Gelas kimia 100 mL tanpa kertas saring ( 1 buah)
Gelas ukur 5 mL (1 buah)
Gelas ukur 10 mL (1 buah)
Kaca arloji (2 buah)
Pipet tetes (2 buah)
Batang pengaduk kaca (2 buah)
Penangas es (2 buah)
Botol semprot (1 buah)
Corong penyaring (1 buah)
Kertas tissue (1 gulung)
Di dalam plastik klip tersedia:
Pipa kapiler untuk penotol KLT (3 buah)
Pelat KLT ukuran 4x7cm (1 buah)
Parafilm untuk penutup erlenmeyer (1 lembar)
Kertas saring (2 lembar)
Alumunium foil (2 lembar)
Label stiker
Peralatan bersama



Neraca
Penampung limbah
Lampu UV
OSN_2015
Page 2
III. Prosedur
Transformasi I : Reduksi Vanilin menjadi Vanilil Alkohol
Larutkan sekitar 0,5 g (3,29 mmol) vanillin dalam 2,5 mL larutan NaOH 1M dalam labu
Erlenmeyer 50mL. Goyangkan labu untuk membentuk larutan homogen berwarna kuning.
Dinginkan labu dalam penangas es (suhu antara 10 – 15 oC). Tambahkan kedalam larutan di
dalam labu tersebut sebanyak 0,1g (2,63 mmol) NaBH4 sambil terus digoyang labunya selama 3
menit. Angkat labu dari penangas es, diamkan pada suhu kamar selama 30 menit (catatan:
sambil menunggu Anda dapat melakukan percobaan yang lainnya). Kemudian masukkan
kembali labu kedalam penangas es dan tambahkan tetes demi tetes larutan HCl 2,5M sambil
menggoyangkan labu untuk pengadukan dan pH larutan menjadi asam (catatan: cirinya
adalah terbentuk endapan kristal). Lanjutkan pendinginan dalam penangas es sambil
perlahan gores dinding labu dengan batang pengaduk kaca untuk mempercepat proses
kristalisasi (kurang lebih 15 menit). Saring kristal produk menggunakan kertas saring yang
sudah ditimbang sebelumnya. Cuci kristal dengan 3 x 1 mL (20 tetes) air dingin. Keringkan
produk di atas kertas saring di udara terbuka (catatan: untuk mempercepat pengeringan,
letakkan kertas saring berisi kristal di atas lapisan tissue yang diganti terus menerus sampai
padatan produk benar-benar kering). Timbang kertas saring yang sudah berisi kristal (catatan:
petugas yang akan menimbangkan produk anda, anda tinggal mencatat datanya) dan hitung
rendemennya. Lakukan proses KLT (Kromatografi Lapis Tipis) terhadap produk dan semua
pereaksi menggunakan eluen (larutan pengembang) n-heksana : etilasetat = 2 :1.
Transformasi II: Esterifikasi Vanilin menjadi Vanilil Asetat
Larutkan 0,5 g (3,29 mmol) vanillin dengan 7 mL larutan NaOH 10% di dalam labu Erlenmeyer
50 mL. Tambahkan kedalam larutan tersebut 8 g butiran es (ditimbang menggunakan kaca
arloji) dan 1,191 g (1,1 mL/ 22 tetes) anhidrida asam asetat. Tutup labu dengan kertas parafilm
goyangkan labu untuk mencampurkan reaksi beberapa kali selama 15 menit (hingga terbentuk
endapan putih). Dinginkan di dalam penangas es sambil perlahan gores dinding labu dengan
batang pengaduk kaca untuk mempercepat proses kristalisasi. Saring kristal produk dengan
kertas saring yang sudah ditimbang. Cuci kristal dengan 10 x 1mL (10 x 20 tetes) air dingin.
Keringkan produk di atas kertas saring kering di udara terbuka (catatan: untuk mempercepat
pengeringan, letakkan kertas saring berisi kristal di atas lapisan tissue yang diganti terus
menerus sampai padatan produk benar-benar kering). Timbang kertas saring yang sudah berisi
kristal (catatan: petugas yang akan menimbangkan produk anda, anda tinggal mencatat
datanya) dan hitung rendemennya.Lakukan proses KLT (Kromatografi Lapis Tipis) terhadap
produk dan semua pereaksi menggunakan eluen (larutan pengembang) n-heksana : etilasetat =
2 :1.
OSN_2015
Page 3
Cara melakukan KLT diuraikan sebagai berikut:
1. Dengan menggunakan kaca arloji, larutkan sedikit kristal produk yang saudara hasilkan
dengan 3 tetes etanol.
2. Siapkan sebuah pelat KLT dari Aluminium yang telah disediakan, dan dengan
menggunakan pipa kapiler, totolkan berturut turut pada tiga (3) titik yang berbeda, yaitu
vanillin, produk I selanjutnya produk II, lalu diamkan kurang lebih 2 menit di udara
terbuka.
3. Masukkan 10 mL larutan pengembang (eluen) yang telah disediakan ke dalam gelas
kimia100 mL yang telah dilengkapi kertas saring di dalamnya.
4. Letakkan pelat KLT yang telah ditotoli senyawa-senyawa yang akan diuji di dalam gelas
kimia berisi eluen (larutan pengembang) seperti terlihat pada Gambar 2, dan kemudian
tutup gelas kimia dengan aluminium foil.
Gambar 2. Proses elusi dalam wadah pengembang KLT
5. Biarkan eluen mengelusi (membawa) noda yang ditotolkan hingga pelarut mencapai
kurang lebih 1 cm dari batas ujung atas pelat KLT.
6. Segera angkat pelat KLT dari gelas kimia, dan tandai batas pelarut dengan pensil, lalu
biarkan pelat KLT tersebut mengering. Kemudian amati noda yang terbentuk pada pelat
KLT dibawah lampu UV (catatan: minta bantuan petugas untuk melakukan hal ini) dan
tandai noda yang teramati dengan pensil.
7. Tentukannilai Rf masing masing dan temple hasil KLT saudara pada lembar kerja. Nilai Rf
adalah “retardation factor” atau nilai “ratio-to-front” yang diekspresikan sebagai fraksi
desimal (lihat Gambar 3).
OSN_2015
Page 4
Rf =
Jarak yang ditempuh sampel
Jarak noda dari batas bawah
=
Jarak yang ditempuh pelarut Jarak tempuh pelarut dari batas bawah
(Persamaan 1)
Gambar 3 Cara penentuan nilai Rf
Tugas dan Pertanyaan (100 poin). (Jawab di Lembar pengamatan dan Jawaban)
1. Buat diagram alir kerja pada setiap tahap transformasi vanilin.
(15 poin)
2. Catat semua data pada lembar jawab.
(10 poin)
3. Tentukan % rendemen (%yield) setiap produk yang terbentuk.
(30 poin)
% Rendemen/hasil =
 rendemen/hasil yang diperoleh pada percobaan 

 x100
 rendemen/hasil berdasarkan perhitungan (teoritis) 
4. Tentukan nilai Rf hasil KLT dan tempelkan hasil KLT Anda pada lembar kerja.(30 poin)
5. Tuliskan mekanisme reaksi transformasi berikut dan gambarkan struktur produk masingmasing transformasi:
(15 poin)
a. Reduksi vanillin oleh NaBH4menjadivanililalkohol.
(5 poin)
b. Reaksi brominasi vanillin menjadi 5-bromovanilin.
(5 poin)
c. Esterifikasi vanillin menjadivanililasetat.
(5 poin)
OSN_2015
Page 5
Pustaka
Mayo, D.W., Pike, R.M., Forbes, D.C. (2011), Microscale Organic Laboratory: with Multistep and
Multiscale Synthesis, 5th edition, John Wiley & Sons, New York
Fowler, R.G. (1992), Microscale Reactions of Vanillin, Journal of Chemical Education, 69(2), p.A43A46
Kumar, R., Sharma,P. K., Mishra, P. S. (2012),A Review on the Vanillin derivatives showingvarious
Biological activities,International Journal of PharmTech Research, 4(1), pp 266-279, CODEN
(USA): IJPRIF ISSN : 0974-43044(1), pp 266-279, CODEN (USA): IJPR
IF ISSN : 0974-4304
OSN_2015
Page 6
Download