Abstrak - Universitas Kanjuruhan Malang

advertisement
PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR, KOMPETENSI GURU, DAN
LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS X DAN XI DI
SMA KRISTEN PETRA MALANG TAHUN AJARAN 2015/2016
ANASTASIA ANU PAYON
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kanjuruhan Malang
Program Studi Pendidikan Ekonomi
Email: [email protected]
ABSTRAK
Payon Anu, Anastasia. 2016. Pengaruh Kebiasaan Belajar, Kompetensi Guru,
dan Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada
Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X dan XI Di SMA Kristen
Petra Malang.
Dosen Pembimbing (1): Drs. Abdoel Bakar T S, M.Pd,
Pembimbing (2): Affan Afian, SE.,M.Pd
Prestasi belajar dapat terlihat dari hasil pengukuran terhadap penilaian
usaha belajar siswa yang dinyatakan oleh pendidik dalam bentuk simbol, huruf
maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap peserta
didik pada periode tertentu. Di SMA Kristen Petra Malang juga melakukan KBM,
melalui KBM siswa dapat meningkatkan pengetahuan, pengalaman, dan
kemampuan serta keterampilan yang dimiliki oleh setiap peserta didik itu sendiri
untuk meningkatkan prestasi belajar. Prestasi belajar siswa kelas x dan xi di SMA
Kristen Petra diukur dari tercapainya keberhasilan siswa yang sudah mencapai
KKM yaitu 75 yang sudah ditetapkan di SMA Kristen Petra Malang, namun
masih ada sebagian siswa yang belum mencapai KKM. Prestasi belajar siswa
kelas x dan xi di SMA Kristen Petra Malang bisa dikatakan dipengaruhi oleh
faktor kebiasaan belajar (X1), kompetensi pedagogik guru (X2) dan lingkungan
keluarga (X3) karena ada sebagian siswa yang belum memenuhi KKM yang
ditetapkan sekolah.
Berdasarkan p tersebut peneliti melakukan penelitian di sekolah tersebut
dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh: (1) kebiasaan belajar, (2) kompetensi
pedagogik guru, (3) lingkungan keluarga, dan (4) prestasi belajar siswa kelas X
dan XI pada mata pelajaran ekonomi di SMA Kristen Perta Malang.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian ex post facto, sehingga datadatanya diperoleh melalui kuisioner atau dokumen yang relevan dengan penelitian
tersebut. Sampel terdiri dari 60 siswa kelas X dan XI, teknik pengumpulan data
menggunakan angket. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan
regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 22.00 for windows.
1
Hasil pengujian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan kebiasaan
belajar terhadap prestasi belajar ekonomi siswa, ada pengaruh yang signifikan
kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar ekonomi siswa, ada
pengaruh yang signifikan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar ekonomi
siswa, dan ada pengaruh secara bersama-sama/simultan ada pengaruh yang
signifikan secara simultan antara kebiasaan belajar, kompetensi pedagogik guru
dan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran ekonomi
siswa. Dari ketiga variabel bebas tersebut semua mempengaruhi prestasi belajar
ekonomi, namun yang paling menonjol dalam penelitian ini adalah kompetensi
pedagigik guru.
Kata Kunci: Kebiasaan Belajar, Kompetensi Pedagogik Guru, Lingkungan
Keluarga dan Prestasi Belajar Ekonomi.
seharusnya mendorong semua pihak
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan upaya
yang
direncanakan
terutama bagi para pendidik dan
untuk
peserta didik untuk lebih peduli akan
mewujudkan suasana belajar dan
mutu pendidikan dan keberhasilan
proses pembelajaran agar peserta
pendidikan. Salah satu tolak ukur
didik secara aktif mengembangkan
potensi
dirinya
kekuatan
untuk
spiritual
pengendalian
diri,
keberhasilan
memiliki
bangsa
dan
dirinya,
negara.
keagamaan,
Prestasi Belajar dapat terlihat
kecerdasan,
dari
dinyatakan
Pendidikan
bentuk
terhadap
oleh pendidik
simbol,
huruf
dalam
maupun
yang sudah dicapai oleh setiap
bertahan hidup pada era globalisasi
dengan
pengukuran
kalimat yang menceritakan hasil
dibutuhkan untuk dijadikan modal
penuh
hasil
penilaian usaha belajar siswa yang
masyarakat,
menjadi suatu pedoman yang sangat
yang
pencapaian
prestasi belajar siswa.
akhlak mulia serta ketrampilan yang
diperlukan
adalah
peserta didik pada periode tertentu.
persaingan.
Suatu proses usaha belajar yang
Tuntutan kebutuhan akan pendidikan
2
dilakukan oleh peserta didik yaitu
menghasilkan
untuk memperoleh suatu tingkah
nilai-nilai
laku yang baik yang dapat merubah
(2005:33)
kebiasaan
belajar,
menambah
meningkatkan
prestasi
penting
belajar.
pengetahuan,
yang dimiliki
prestasi
pendidikan
oleh
Kebiasaan
merupakan
belajar.
tentang
suatu
proses
akan
juga
diartikan
atau
tetapi
hanya
dapat
ditumbuhkan sedikit demi sedikit.
Seorang siswa dikatakan memiliki
setelah
kebiasaan belajar yang baik apabila
belajar
ia mampu memilih cara-cara belajar
dalam jangka waktu tertentu. Prestasi
belajar
alamiah
waktu satu hari atau satu malam,
yang dinyatakan sebagai hasil yang
mengalami
bakat
bukanlah
yang baik tidak dapat dibentuk dalam
menyangkut pengetahuan/kecakapan
individu
belajar
siswa sejak kecil. Kebiasaan belajar
yang dipelajari di sekolah yang
oleh
mempengaruhi
pembawaan lahir yang dimiliki
kemajuan siswa dalam berbagai hal
dicapai
yang
mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Sehingga prestasi belajar merupakan
penilaian
faktor
salah satu faktor internal yang dapat
setiap peserta didik itu sendiri untuk
meningkatkan
dalam
Djamarah
belajar. Kebiasaan belajar merupakan
pengalaman, dan kemampuan serta
keterampilan
satu
atau
prestasi belajar adalah kebiasaan
Melalui proses belajar siswa dapat
meningkatkan
kecakapan,
Salah
pengetahuan yang baru untuk dapat
pengetahuan
yang baik sehingga akan tercapai
sebagai
suasana belajar yang benar-benar
kemampuan maksimal yang dicapai
mendukungnya untuk belajar. Suasana
seseorang dalam suatu usaha yang
belajar yang menyenangkan, siswa
3
akan lebih mudah memahami apa
bahkan kadang tanpa ada persiapan
yang dipelajari sehingga penguasaan
sama sekali dan dipengaruhi lagi
terhadap materi pelajaran juga akan
dengan lingkungan keluarga yang
semakin meningkat. Semakin tinggi
kurang
penguasaan materi oleh siswa, akan
mempengaruhi
semakin tinggi pula prestasi belajar
siswa menurun. Maka dari itu,
yang dicapai oleh siswa. kebiasaan
lingkungan keluarga juga merupakan
belajar
salah satu faktor yang mempengaruhi
timbul
karena
proses
penyusutan kecenderungan respon
baik,
maka
prestasi
akan
belajar
prestasi belajar siswa.
dengan menggunakan stimulasi yang
Lingkungan
berulang-ulang, Muhibin (2007:118).
memiliki
peranan
keluarga
yang
sangat
Kebiasaan belajar yang baik
penting terhadap anak sejak anak
akan menjadi sebuah budaya belajar
tersebut masih bayi dan sampai
yang baik pula. Apabila kebiasaan
dewasa. Pendidikan anak, nilai dan
belajar yang baik telah menjadi
norma-norma kehidupan dalam suatu
budaya
kehidupan bermasyarakat
dan
didukung
dengan
dimulai
keadaan lingkungan keluarga yang
dari dalam lingkungan keluarga, jika
harmonis,
akan
pendidikan yang diberikan dalam
melakukan dengan senang hati dan
keluarga tersebut positif maka di luar
tidak secara paksa. Dengan demikian
mereka juga akan baik namun begitu
akan mempengaruhi prestasi belajar
juga
siswa meningkat, sebaliknya siswa
keluarga anak tidak mendapatkan
yang
pendidikan yang positif maka di luar
hanya
maka
siswa
belajar
pada
saat
menjelang ulangan harian atau ujian
4
sebaliknya
apabila
dalam
anak akan cenderung bersikap tidak
lingkungan keluarga yang harmonis
baik.
akan meningkatkan prestasi belajar
Keluarga
memiliki
siswa, Slameto (2003:60-63). Selain
peran
itu untuk
yang sangat penting bagi anak salah
satunya
adalah
pendidikan
yang
belajar siswa juga harus didukung
memberikan
terbaik
oleh salah satu kompetensi guru
kepada
yaitu kompetensi pedagogik guru.
anak. Keluarga yang dimaksud yaitu
ayah dan ibu. Keluarga
berpengaruh
terhadap
meningkatkan prestasi
juga
Kompetensi
pedagogik
pendidikan
merupakan salah satu kompetensi
anak, karena tingkah laku kedua
yang harus dimiliki oleh seorang
orang tua sebagai panutan yang
guru karena kompetensi pedagogik
pertama
dalam
berhubungan dengan proses belajar
kehidupan
anak
lingkungan
tersebut
yang
dimana
guru
mengelola
diamati dan diikuti oleh anak baik
pembelajaran peseta didik menjadi
secara
disengaja
maupun
tidak
efektif. Guru yang tidak profesional
ini
akan
akan sangat mempengaruhi proses
perkembangan
belajar mengajar dan menyebabkan
pendidikan anak selanjutnya. Orang
prestasi anak tidak bisa meningkat.
tua yang sudah melatih anak untuk
Prestasi belajar siswa merupakan
belajar secara teratur maka anak akan
salah
memiliki kebiasaan belajar yang
mengetahui apakah anak berhasil
baik. siswa yang memiliki kebiasaan
atau tidak. Untuk mencapai prestasi
belajar
belajar yang bagus anak harus bisa
disengaja.
Hal
mempengaruhi
keluarga
yang
baik,
lingkungan
menyenangkan,
dan
satu
memotivasi
5
tolak
ukur
dirinya
untuk
dengan
menerapkan kebiasaan belajar yang
pembelajaran atau dapat diakatakan
baik dalam dirinya, orangtua juga
sebagai input pendidikan. Adanya
harus membantu memeberi motivasi
kebiasaan
dan mengajar anak untuk giat belajar,
pedagogik guru dan didorong lagi
dan guru juga harus bisa mengajar
dengan lingkungan keluarga maka
dengan baik dan benar agar anak
akan
dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa.
menanggapi
disampaikan
dengan
materi
baik
yang
dan
SMA
mengelola
untuk
salah
Petra
satu
Malang
sekolah
menengah atas yang terletak di Jl.
pemahaman terhadap peserta didik,
dan
Kristen
merupakan
pembelajaran peserta didik meliputi
perancangan
baik
di lokasi SMA Kristen Petra Malang.
kompetensi pedagogik merupakan
guru
berdampak
kompetensi
Penelitian ini akan dilakukan
langsung mencernah dengan baik.
kemampuan
belajar,
Prof.Moh.Yamin, S.h. No. 53, kota
pelaksanaan
Malang. Peneliti ingin melakukan
pembelajaran, evaluasi hasil belajar,
peneltian terhadap Prestasi belajar
dan pengembangan peserta didik
siswa pada matapelajaran Ekonomi.
untuk mengaktualisasikan berbagai
Mata pelajaran Ekonomi diberikan
potensi yang dimilikinya, Mulyasa
diseluruh kelas baik IPS maupun
(2007:75).
IPA. Ekonomi juga merupakan salah
Berdasarkan uraian di atas,
satu mata pelajaran yang mana siswa
maka kebiasaan belajar, kompetensi
dituntut memiliki prestasi belajar
pedagogik guru, dan lingkungan
yang tinggi. SMA Kristen Petra
keluarga
Malang menetapkan nilai 75 (tujuh
merupakan
komponen-
komponen penting dalam proses
lima)
6
sebagai
KKM
(Kriteria
Ketuntasan Minimal) dalam mata
untuk dipahami juga mempengaruhi
pelajaran Ekonomi.
semangat
dilakukan
peneliti
nilai yang dicapai oleh siswa kurang
dari
menemukan bahwa ada faktor dari
mengakibatkan
prestasi
(Kriteria
untuk
mata
Ketuntasan
pelajaran
Ekonomi.
kebiasaan belajar siswa yang belum
menurunnya
KKM
Minimal)
dalam diri siswa itu sendiri yaitu
yang
dan
belajaw siswa sehingga terkadang
melalui
wawancara dan pengamatan peneliti
teratur
siswa
mengakibatkan menurunnya prestasi
Berdasarkan hasil observasi
yang
belajar
Berdasarkan
uraian
latar
belajar.
belakang di atas, maka peneliti
Disamping itu, ada juga faktor dari
tertarik untuk mengadakan penelitian
luar diri siswa yang mempengaruhi
dengan judul: “Pengaruh Kebiasaan
prestasi
Belajar, Kompetensi Guru, dan
belajarnya
yaitu
dari
lingkungan keluarga dan kompetensi
Lingkungan
pedagogik guru. Siswa yang kurang
Prestasi Belajar Siswa Pada Mata
mendapatkan motivasi dan perhatian
Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X
dari keluarga terutama dari ayah dan
dan XI di SMA Kristen Petra
ibu
Malang”.
membuat
bersemangat
siswa
dalam
kurang
menjalankan
Keluarga
Terhadap
METODE PENELITIAN
tugasnya sebagai seorang pelajar dan
Metode
yang
digunakan
dalam penelitian ini adalah metode
sulit untuk meningkatkan prestasi
kuantitatif, metode ini digunakan
belajarnya. Selain itu dari cara
untuk meneliti pada populasi atau
mengajar guru dalam penyampaian
sampel
materi yang menurut siswa sulit
pengumpulan
7
tertentu,
data
sedangkan
menggunakan
dilaksanakan selama bulan Januari
instrumen penelitian, dan analisis
dalam penelitian ini menggunakan
perhitungan
statistik
2016.
sehingga
peneliti menggunakan data yang
HASIL
berupa data kuantitatif atau berupa
angka, sehingga dalam penelitian ini
peneliti mengunakan analisis Regresi
Linear Berganda dimana analisis ini
digunakan untuk meneliti pengaruh
antara
variabel
terikat
dengan
PENELITIAN
Tabel 4.2 Distribusi Jawaban Rata-rata
Responden
Rata-Rata
Keterangan
Kebiasaan
Belajar (X1)
Kompetensi
Pedagogik
Guru (X2)
Lingkungan
Keluarga
(X3)
SS (5)
S (4)
RR(3)
KS(2)
STS
(1)
26,58%
38,42%
27,11%
5,09%
0.18%
16,17%
46,42%
27,50%
8,58%
0,50%
31,44%
38,89%
17,11%
9,67%
2,89%
variabel bebas. Penggunaan analisis
Berdasarkan tabel 4.2 di atas
Regresi Linear Berganda sebagai
maka penjabaran dari masing-masing
model
analisis
memerlukan
variabel akan dijabarkan sebagai
dipenuhinya beberapa asumsi yaitu
berikut:
Uji Asumsi Klasik yang terdiri dari
Uji Normalitas, Uji Multikolineritas,
Uji
Heteroskedastisitas
dan
Variabel kebiasaan belajar
Uji
terdiri dari indikator sebagai berikut:
Autokorelasi.
Dalam pengambilan sampel,
cara mengikuti pelajaran, cara belajar
peneliti mengambil seluruh jumlah
mandiri di rumah dan cara belajar
populasi yang teridiri dari 60 orang,
kelompok. Berdasarkan tabel 4.2 di
karena populasi kurang dari 100
orang
sampel,
maka
populasi
sehingga
atas diperoleh kesimpulan bahwa
dijadikan
penelitian
ini
38,42% siswa menjawab setuju,
dinamakan penelitian populasi.
artinya
Penelitian ini dilakukan di
SMA
Kristen
Petra
kebiasaan
belajar
siswa
tergolong baik yang nantinya dapat
Malang.
meningkatkan prestasi belajar.
Sedangkan subyek dalam penelitian
Variabel
ini adalah siswa kelas X dan XI
kompetensi
pedagogik guru terdiri dari indikator
yang berjumlah 60 orang terdiri
sebagai
dari 4 kelas. Waktu penelitian
8
berikut:
menguasai
karakteristik
peserta
didik,
Variabel lingkungan keluarga
menguasai teori belajar dan prinsip-
terdiri dari indikator sebagai berikut:
prinsip pembelajaran yang mendidik,
cara orang tua mendidik anak, relasi
mengembangkan
kurikulum,
antara anggota keluarga, suasana
pembelajaran
rumah, perhatian orang tua, keadaan
yang mendidik, memanfaatkan TIK
ekonomi keluarga dan latar belakang
untuk pembelajaran, memfasilitasi
kebudayaan. Berdasarkan data di
pengembangan potensi peserta didik,
tabel
berkomunikasi
bahwa
menyelenggarakan
secara
efektif,
4.2
diperoleh
38,89%
siswa
kesimpulan
menjawab
empatik, dan santun kepada peserta
setuju, artinya lingkungan keluarga
didik, menyelenggarakan evaluasi
tergolong
proses
meningkatkan prestasi belajar.
dan
hasil
belajar,
memanfaatkan hasil penilaian dan
evaluasi,
melakukan
baik
sehingga
dapat
Uji Normalitas
tindakan
reflektif untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran
dan
pengembangan
peserta didik
Gambar 4.2 Uji
Normalitas
Berdasarkan data di table
Berdasarkan gambar di atas
4.2 diperoleh kesimpulan bahwa
46,42% siswa menjawab
artinya
tergolong
kompetensi
baik
dapat disimpulkan bahwa sebaran
setuju,
titik-titik residual berada di sekitar
pedagogik
sehingga
garis normal. Hal tersebut terjadi
dapat
karena titik-titik residual tersebut
meningkatkan prestasi belajar.
berasal dari data dengan distribusi
normal.
9
Dengan
demikian,
disimpulkan bahwa regresi telah
memenuhi persyaratan normalitas.
Tabel 4.4 Interprestasi Uji
Multikolonieritas
No
Variabel
1
Kebiasaan
belajar (X1)
Collinearity
Statistics
Toleran
VIF
ce
.993
1.
00
7
2
Kompetensi
pedagogik
guru (X2)
.960
1.
04
1
3
Lingkungan
keluarga
(X3)
.954
1.
04
8
Keputusan
Gambar 4.3 Uji
Heteroskedastisitas
Tidak
terjadi
multikolini
eritas
Tidak
terjadi
multikolini
eritas
Tidak
terjadi
multikolini
eritas
Berdasarkan grafik scatterplot di atas
dapat dilihat diagram pencar residual
tidak
terdeteksi
Berdasarkan tabel 4.4 di atas,
uji
pola
tertentu.
Sedangkan suatu regresi dikatakan
Sumber: Data diolah peneliti tahun 2015
hasil
membentuk
apabila
multikolinieritas
heteroskedastisitas-nya
diagram
pencar
menunjukkan tiga variabel bebas
membentuk
tidak terjadi multikolinieritas yang
Kesimpulannya, regresi terbebas dari
ditunjukkan dengan nilai VIF pada
kasus
kolom collinearity statistic, untuk
memenuhi persyaratan asumsi klasik
variabel kebiasaan belajar nilai VIF
tentang heteroskedastisitas.
sebesar 1,007, kompetensi pedagogik
Uji Autokorelasi
keluarga
nilai
tertentu.
heteroskedastisitas
dan
Pada hasil uji autokorelasi
guru nilai VIF sebesar 1,041, dan
lingkungan
pola
residual
terdapat bahwa nilai Durbin-Watson
VIF
sebesar 1,048, dikarenakan lebih
adalah
kecil dari 5, maka ketiga variabel
signifikan 0,001 yang berarti <0.05.
tersebut dinyatakan tidak adanya
Dengan demikian dapat disimpulkan
gejala multikolinieritas dalam model
tidak terjadi autokorelasi, atau model
regresi.
regresi
Uji Heteroskedastisitas
asumsi klasik tentang autokorelasi.
10
2.320.
Sedangkan
memenuhi
nilai
persyaratan
Tabel 4.6 Hasil Rekapitulasi Uji Asumsi
Klasik
Tabel 4.8 Hasil uji t (uji signifikan
parsial)
No
Variabel
Constant
Kebiasaan
belajar (X1)
Kompetensi
pedagogik guru
(X2)
Lingkungan
keluarga (X3)
1
2
3
4
Uji asumsi
klasik
Uji
normalitas
Uji
Multikoline
aritas
Uji
Heterosked
astisitas
Uji
Autokorela
si
Hasil
sebaran titiktitik residual
berada di
sekitar garis
normal
variabel
kebiasaan
belajar nilai
VIF sebesar
1,007,
kompetensi
pedagogik
guru nilai VIF
sebesar 1,041,
dan
lingkungan
keluarga nilai
VIF sebesar
1,048,
dikarenakan
lebih kecil
dari 5
regresi
dikatakan
terdeteksi
heteroskedasti
sitas-nya
apabila
diagram
pencar
residual
membentuk
pola tertentu
0,001yang
berarti <0.05
Keteranga
n
regresi
telah
memenuhi
persyaratan
normalitas
tidak terjadi
multikolini
eritas
diatas,
.002
Signifikan
2.152
.036
Signifikan
maka
independen
Tidak
terjadi
Heterosked
astisitas
tidak terjadi
autokorelas
i
pedagogik
guru,
keluarga
yang
kompetensi
dan
lingkunga
lebih
terhadap
yaitu
adalah
variabel
dari
besar
variabel
prestasi
belajar
independen
t-hitungnya sebesar 3.170, kemudian
disusul dengan variabel independen
kebiasaan belajar dengan t-hitungnya
uji
sebesar
uji
dan
variabel
terdiri
dependen
4.8
kompetensi pedagoggik guru dengan
memenuhi uji asumsi klasik yang
multikolinearitas,
Signifikan
tabel
belajar,
pengaruhnya
normalitas,
Keterangan
terlihat
yang
kebiasaan
klasik di atas bahwa data telah
heteroskedastisitas
3.170
Berdasarkan
Berdasarkan hasil uji asumsi
uji
Sig
.000
.020
Sumber: lampiran 5
Sumber Data: Lampiran 5
meliputi:
t-hitung
5.358
2.399
2.399,
independen
uji
dan
variabel
lingkungan
keluarga
dengan t-hitungnya sebesar 2.152.
autokorelasi maka data memenuhi
Hipotesis penelitian untuk
persyaratan untuk di olah ke dalam
menguji hipotesis kesatu (H1) adalah
regresi linier berganda.
sebagai
Uji t
berikut:
Pengambilan
keputusan untuk pengujian hipotesis
11
yang diajukan adalah berdasarkan
Hipotesis penelitian untuk
tabel 4.8 di atas nilai t hitung untuk
menguji hipotesis ketiga (H3) adalah
variabel
X1
belajar)
sebagai
sebesar
2.399
tingkat
keputusan untuk pengujian hipotesis
signifikan sebesar 0,020. Karena
yang diajukan adalah berdasarkan
tingkat signifikannya lebih kecil dari
tabel 4.8 di atas nilai t hitung untuk
0,05, maka variabel X1 (kebiasaan
variabel X3 (lingkungan keluarga)
belajar)
berpengaruh
terhadap
sebesar
variabel
Y
belajar).
signifikan sebesar 0,036. Karena
(kebiasaan
dengan
(prestasi
Sehingga H1 diterima.
berikut:
2.152
dengan
tingkat
tingkat signifikannya kurang dari
Hipotesis penelitian untuk
0,05, maka variabel X3 (lingkungan
menguji hipotesis kedua (H2) adalah
keluarga)
sebagai
variabel
berikut:
Pengambilan
Pengambilan
berpengaruh
dengan
(prestasi
belajar).
Y
keputusan untuk pengujian hipotesis
Sehingga H3diterima.
yang diajukan adalah berdasarkan
Uji F
tabel 4.8 di atas nilai t hitung untuk
Tabel 4.9 Hasil Tes ANOVA Uji F
ANOVAb
variabel X2 (Kompetensi pedagogik
Model
1 Regres
sion
Residu
al
Total
guru) sebesar 3.170 dengan tingkat
signifikan sebesar 0,002. Karena
Sum of
Squares
df
1299.102 3
Mean
Square
433.034
3799.498 56
67.848
F
6.382
5098.600 59
Sumber Data: lampiran 5
tingkat signifikannya lebih kecil dari
Hipotesis
penelitian
untuk
0,05, maka variabel X2 (Kompetensi
menguji
pedagogik
guru)
adalah
terhadap
variabel
hipotesis
keempat
(H4)
berpengaruh
Y
sebagai
berikut:
Dasar
(prestasi
pengambilan
keputusan
untuk
belajar). Sehingga H2 diterima.
pengujian hipotesis yang diajukan
12
Sig.
.001a
adalah Hasil tes Anova diperoleh
hitung tersebut maka ketiga variabel
nilai F-hitung sebesar 6.382 dengan
bebas yang terdiri dari variabel
tingkat
kebiasaan
signifikan
0,001
karena
belajar,
kompetensi
tingkat signifikan lebih kecil dari
pedagogik guru, dan lingkungan
0,05, maka hasil
keluarga
penelitian ini
menolak hipotesis penelitian Ho4
sangat
berpengaruh
terhadap prestasi belajar siswa.
dan menerima hipotesis penelitian
Uji
F
digunakan
Ha4 yaitu: terdapat pengaruh yang
mengetahui
signifikan antara kebiasaan belajar,
variabel
kompetensi
pedagogik
guru dan
belajar (X1), kompetensi pedagogik
lingkungan
keluarga
terhadap
guru (X2), dan lingkungan keluarga
prestasi belajar siswa pada mata
(X3) terhadap prestasi belajar (Y).
pelajaran ekonomi siswa kelas X dan
Hasil statistik menunjukkan bahwa
XI SMA Kristen Petra Malang.
terdapat pengaruh sebesar 25,5%
Pengaruh
antara
Kebiasaan
Belajar,
tingkat
untuk
bebas
pengaruh
yaitu
kebiasaan
kebiasaan
belajar,
Kompetensi Pedagogik Guru dan
kompetensi
pedagogik
guru dan
Lingkungan Keluarga Terhadap
lingkungan
keluarga
terhadap
Prestasi Belajar
prestasi
Hasil
penelitian
bahwa
secara
menunjukkan
statistik
belajar
dan
dipengaruhi oleh faktor lain diluar 3
terdapat
variabel dalam penelitian ini.
pengaruh kebiasaan belajar sebesar
KESIMPULAN
2.399, kompetensi pedagogik guru
sebesar
3.170,
dan
74.5%
Berdasarkan
lingkungan
hasil
analisis
yang telah dikemukakan pada bab
keluarga sebesar 2.152. Dari hasil t-
13
IV, maka dapat ditarik
beberapa
4. Terdapat
pengaruh
belajar,
yang
terhadap
belajar
siswa
pelajaran
ekonomi
mata
siswa
pengaruh
DAFTAR PUSTAKA
yang
Arifin, Barnawi. 2012. Etika dan
Profesi
Kependidikan.
Jakarta: Ar-ruzz Media
guru
terhadap
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: PT. Rineka
Cipta.
prestasi belajar siswa pada
pelajaran
ekonomi
siswa kelas X dan XI SMA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: PT. Rineka
Cipta.
Kristen Petra Malang.
3. Terdapat
pengaruh
yang
Aunurrahman. 2010. Belajar dan
Pembelajaran. Bandung: Alfabeta
signifikan antara lingkungan
keluarga
belajar
pelajaran
terhadap
siswa
ekonomi
Kristen Petra Malang..
signifikan antara kompetensi
mata
pelajaran
siswa kelas X dan XI SMA
Petra Malang.
pedagogik
dan
prestasi belajar siswa pada
mata
kelas X dan XI SMA Kristen
2. Terdapat
guru
lingkungan keluarga terhadap
prestasi
pada
kompetensi
pedagogik
signifikan antara kebiasaan
belajar
yang
signifikan antara kebiasaan
kesimpulkan sebagai berikut:
1. Terdapat
pengaruh
prestasi
pada
ekonomi
Depdikbud. (1998). Kamus Besar
Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.
mata
siswa
Dimyati dan Mudjiono. (2010).
Belajar dan Pembelajaran.
Jakarta: PT.Rineka Cipta.
kelas X dan XI SMA Kristen
Petra Malang.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2005.
Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rineka Cipta.
14
Dimyati, Mudjiono. 2006. Belajar
dan Pembelajara. Jakarta: Rineka
Cipta.
Mariani. 2009. Sertifikasi Guru Dan
Mutu Pendidikan. Malang:
Universitas Negeri Malang.
Drs.
Martono, Nanang. 2012. Metode
Penelitian Kuantitaif. Jakarta:
Raja Grafindo Persada
Tarmudji,
M.M.
2013.
Pengaruh Kompetensi Guru,
Lingkungan
Keluarga,
Lingkungan
Masyarakat,
Lingkungan Sekolah dan
Motivasi Belajar Terhadap
Prestasi Belajar Siswa Pada
Mata Pelajaran Ekonomi
Kelas XI IPS. Skripsi: SMA
Negeri 1 Batang
Muhibbin Syah. (2006). Psikologi
Pendidikan
dengan
Pendekatan Baru. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya
Mulyasa. 2007. Standar Kompetensi
dan
Sertifikasi
Guru.
Bandung:
PT.
Remaja
Rosdakarya
Gie, The Liang. 2006. Cara Belajar
Yang Efektif. Jakarta: Raya
Grafindo
Nana Sudjana. (2006). Penilaian
Hasil
Proses
Belajar
Mengajar. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya Offset.
Hamalik, Oemar. 2008. Kurikulum
dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi
Aksara.
Hamalik, Oemar. 2009. Proses
Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi
Aksara
Hasan,
Nana
Sudjana. 2009. Strategi
Pembelajaran Berorientasi
Standar Proses Pendidikan,
Jakarta: Kencana.
1. 2001. Pokok-Pokok
Statistik
1
(Statistik
Deskritif). Jakarta: PT. Bumi
Aksara.
Neti, Budiwati. 2011. Perencanaan
Pembelajaran
Ekonomi.
Bandung: Lab FPEB
1. 2002. Pokok-Pokok
Statistik
II
(Statistik
Deskritif). Jakarta: PT. Bumi
Aksara.
Nasution, S. 2008. Berbagai
Pendekatan dalam Proses
Belajar
dan
Mengajar.
Jakarta : Bumi Aksara.
Imam, Supardi. 2003. Lingkungan
Hidup dan Kelestariannya.
Bandung: PT. Alumni
Peraturan Menteri No. 16/2007
tentang standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi
Guru
Hasan,
Khajar. 2012. Pengaruh Lingkungan
Keluarga Terhadap Prestasi
Belajar Siswa Kelas X
Program Keahlian Teknik
Elektronika. Skripsi: SMKN
1 sMagelang
Purwanto, M. Ngalim. 2007.
Psikologi
Pendidikan.
Bandung:
PT.
Remaja
Rosdakarya.
15
Santoso, S. 2002. Buku Latihan SPSS
Statistik Parametrik. Jakarta: PT
Elexmedia
Computindo.
Syah, Muhibbin. 2007. Psikologi
Belajar, Jakarta: Logos Wacana
Ilmu.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa.
2005. Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka
Universitas
Kanjuruhan Malang. 2013.
Pedoman Penulisan Skripsi.
Malang: Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan.
Santoso, S & F. Tjiptono. 2001. Riset
Pemasaran
Konsep
dan
Aplikasi
dengan
SPSS.
Jakarta:
PT
Elexmedia
Computindo.
Sardiman. 2006. Interaksi dan
Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:
Raja Grafindo
Persada.
Winkel, WS (2007). Psikologi
Pendidikan dan Evaluasi
Belajar. Jakarta: Gramedia
Sarwoko, Endi. 2011 .Statistik 1 dan
II (Deskriptif dan Inferensial)
Wulaningsih. 2012.
Pengaruh
Kebiasaan
Belajar
dan
Lingkungan
Sekolah
Terhadap Prestasi Belajar
Pada Kompetensi Mengelola
Kartu Aktiva Tetap Siswa
Kelas XI program Keahlian
Akuntansi. Skripsi: SMK
Muhammadiyah Cawas
Sarwoko, Endi. 2008. Modul
Praktikum Statistik. Malang:
Universitas
Kanjuruhan
Malang.
Slameto. 2003. Belajar dan FaktorFaktor
yang
Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Citra.
Slameto. 2010. Belajar dan FaktorFaktor
yang
Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Citra.
Sukardi.
2005.
Metodologi
Penelitian
Pendidikan
Kompetensi dan Praktiknya.
Jakarta: Bumi Aksara
Sumadi
Suryabrata.
(2006).
Psikologi
Pendidikan.
Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Sugiyono, 2011. Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif dan
R&D. Bandung Alfabeta
16
Download