BAB I - Universitas Sebelas Maret

advertisement
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setelah mendapatkan kemerdekaan pada tahun 1945, Indonesia tentunya
berada dalam fase dimulainya pembangunan di berbagai bidang. Pemerintah
Indonesia setelah orde lama mulai berkonsentrasi pada pembangunan yang
lebih sistematis sejak akhir tahun 1960-an. Kenyataan yang dihadapi
pemerintah pada saat itu adalah keperluan dana atau modal yang teramat
besar, sehingga pemerintah Indonesia segera mengupayakan penghimpunan
dana melalui berbagai macam cara yang dianggap memungkinkan, yaitu
antara lain melalui pinjaman dari sindikasi negara-negara donor Eropa yang
tergabung dalam Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI) lalu
kemudian Consultative Group on Indonesia atau CGI, Jepang, dan Amerika
Serikat. Namun bagi pemerintah pinjaman luar negeri bukan merupakan cara
yang strategis untuk pembangunan, potensi dana masyarakat Indonesia harus
bisa dioptimalkan untuk digunakan (M.Irsan Nasarudin dan Indra Surya
2004:1). Untuk itu dibentuk pasar modal yang dimaksudkan sebagai wahana
untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan.
Fungsi strategis dan penting pasar modal membuat pemerintah amat
berkepentingan atas perkembangan dan kemajuan pasar modal, karena
berpotensi untuk penghimpunan dana secara besar-besaran, sehingga dapat
dimanfaatkan untuk memperbesar volume kegiatan pembangunan. Segenap
upaya dilakukan pemerintah untuk memasyarakatkan pasar modal, untuk
menarik minat masyarakat berinvestasi di pasar modal dengan membeli
sejumlah efek dari perusahaan-perusahaan. Pemilikan efek perusahaan oleh
masyarakat ternyata memberi harapan dan peluang untuk meningkatkan
kesejahteraan sebagai dampak positif dari kinerja perusahaan.
Upaya pemerintah untuk menarik minat masyarakat untuk berinvestasi di
pasar modal tidak berjalan mulus dan lancar. Berbagai pertanyaan muncul dari
masyarakat awam yang ingin berinvestasi di pasar modal antara lain
2
bagaimanakah cara berinvestasi yang aman di pasar modal, apakah
membutuhkan modal yang besar untuk berinvestasi di pasar modal, yang
tentunya tidak akan dapat dilakukan oleh calon investor yang memiliki modal
kecil dan pengetahuan yang terbatas mengenai pasar modal. Karena menurut
pandangan masyarakat awam bahwa berinvestasi di pasar modal yaitu suatu
investasi yang memerlukan dana yang teramat besar, waktu yang cukup untuk
melakukan pengurusan terhadap investasinya, dan yang terpenting adalah
harus berpengalaman dalam dunia pasar modal.
Pada tahun 1995, pemerintah mengeluarkan undang-undang yang bisa
dijadikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan masyarakat awam terhadap
investasi di pasar modal seperti di atas, undang-undang tersebut yaitu Undangundang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Salah satu sasaran yang hendak dicapai dari diterbitkannya Undangundang Nomor 8 tahun 1995 mengenai Pasar Modal yaitu memberi
kesempatan kepada pemodal kecil dan tentunya masyarakat umum yang
mungkin saja awam terhadap dunia pasar modal untuk berinvestasi guna
mendukung pembangunan nasional disegala bidang. Karena alasan inilah,
maka sejak saat itu diperkenalkanlah dengan lebih luas salah satu lembaga
penunjang Pasar Modal yaitu Reksa Dana. Hal ini juga sebagai bukti
sanggahan terhadap penilaian miring sebagian masyarakat yang menganggap
bahwa kegiatan Pasar Modal hanya diperuntukkan bagi pemodal yang kuat
dan berpengalaman.
Mekanisme kegiatan utama dari Reksa Dana ialah menghimpun dana
masyarakat tertentu untuk selanjutnya diinvestasikan secara profesional dalam
bentuk investment portofolio. Masyarakat tetentu disini adalah mereka yang
termasuk pemodal kecil, investor besar yang memiliki banyak kesibukan, dan
pemilik dana yang belum mempunyai pemahaman sepenuhnya tentang Pasar
Modal, namun ingin melakukan investasi di Pasar Modal. Sedangkan
pengertian investment portofolio yaitu sejumlah sekuritas yang dimiliki oleh
perseorangan atau perusahaan sebagai salah satu cara penanaman modal (A.F.
Elly Erawaty dan J.S. Badudu 1996:69).
3
Upaya untuk menggalakkan Pasar Modal melalui Reksa Dana
menunjukkan bahwa tujuan pembangunan nasional tidak hanya semata-mata
mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun juga tercapainya
pemerataan hasil-hasil pembangunan melalui kemungkinan bagi masyarakat
untuk memiliki saham sebagai salah satu bentuk investasi.
Konsep Reksa Dana ini dirancang untuk meningkatkan pemodal lokal,
mengingat perdagangan saham di Bursa Efek lebih banyak didominasi oleh
investor asing. Meskipun demikian, gairah pemodal lokal dalam melakukan
transaksi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun1995 nilai
transaksi berkisar 33 persen dari keseluruhan transaksi. Pada tahun 1996, nilai
ini telah meningkat menjadi 40 persen, sampai kuartal I tahun 1997 meningkat
lagi menjadi 47 persen, dan pada Desember 2003 transaksi yang dilakukan
oleh pemodal lokal mencapai 50 persen (M. Irsan Nasarudin dan Indra Surya
2004:169). Suatu hal yang menggembirakan atau malah menyedihkan?
Karena prestasi ini bukan semata-mata karena memang bertambahnya
pemodal lokal namun karena situasi keamanan negara yang menyebabkan
banyaknya investor asing yang menarik modal mereka dari Indonesia sambil
menunggu saat yang tepat untuk kembali masuk karena Indonesia sangat
menjanjikan dengan pasar yang sedemikian besar.
Peningkatan pemodal lokal ini diikuti dengan perkembangan Reksa Dana
yang semakin pesat sejak pertengahan 1996 setelah lahirnya Undang-undang
Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 tersebut yang memperkenalkan Reksa
Dana terbuka berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK).
Reksa Dana berbentuk KIK ini bukanlah badan hukum tersendiri. Reksa
Dana
Kontrak Investasi Kolektif dapat dijelaskan sebagai kontrak antara
Manajer Investasi dengan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Unit
Penyertaan, dimana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola
portofolio investasi kolekttif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk
melaksanakan penitipan kolektif. Reksa Dana ini juga memiliki suatu
kekhasan tersendiri yaitu pemodal dapat membeli dan menjual kembali Unit
Penyertaan kepada Manajer Investasi dengan harga berdasar Nilai Aktiva
4
Bersih, yaitu harga wajar dari portfolio suatu Reksa Dana setelah dikurangi
biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah
beredar (dimiliki investor) pada saat itu.
Dalam Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif ini, seorang manajer
investasi memiliki peran yang sangat penting terhadap perputaran dana
investor dan juga tanggung jawab yang teramat besar atas investasi yang
masuk yang juga secara otomatis akan menentukan keberhasilan dalam
menempatkan dana investor. Sehingga untuk dapat melaksanakan perannya
dalam mengelola Reksa Dana, manajer investasi harus mendapat izin dari
Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) (Asril Sitompul 2000:7).
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk meneliti dan
menyusunnya dalam sebuah penulisan hukum (skripsi) dengan memilih lokasi
penelitian di PT. BNI Securities. Lokasi tersebut adalah sebagai tempat untuk
mengetahui peranan dan tanggung jawab manajer investasi sebagai pengelola
reksa dana berikut juga hambatan atau kendala-kendala yang dialaminya dan
juga mekanisme investasi pada reksa dana berbentuk kontrak investasi
kolektif.
Dengan demikian, berdasarkan uraian tersebut diatas, penulis tertarik
untuk menyusun sebuah penulisan hukum dengan judul : “ PERANAN DAN
TANGGUNG JAWAB MANAJER INVESTASI DALAM PENGELOLAAN
REKSA DANA KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF ( STUDI KASUS DI
PT. BNI SECURITIES )”.
B. Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan bagian penting dari suatu penulisan.
Dengan adanya suatu perumusan masalah maka intisari dari suatu tulisan
dapat tergambarkan dengan jelas.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas maka penulis
merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah mekanisme investasi Reksa Dana Kontrak Investasi
Kolektif (KIK) di PT. BNI Securities ?
5
2. Bagaimanakah peranan dan tanggung jawab manajer investasi pada PT.
BNI Securities dalam pengelolaan Reksa Dana KIK tersebut?
3. Apakah yang menjadi hambatan atau permasalahan manajer investasi P.T.
BNI Securities dalam melakukan peranan dan tanggung jawabnya
mengelola dana investor?
C. Tujuan Penelitian
Segala kegiatan baik yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan
diharapkan menghasilkan sesuatu hal sesuai dengan kehendak, dimana hasil
dari kegiatan tersebut itulah merupakan gambaran dari tujuan yang hendak
dicapai. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan agar dapat memberikan
manfaat sesuai dengan makna dari penelitian hukum itu sendiri, yaitu suatu
kegiatan ilmiah, yang didasarkan pada metode, sistematika dan pemikiran
tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala hukum
tertentu, dengan jalan manganalisanya.
Pemeriksaan terhadap fakta hukum yang mendalam juga dilakukan,
kemudian mengusahakan suatu pemecahan atas permasalahan-permasalahan
yang timbul di dalam gejala yang bersangkutan.
Berdasarkan hal tersebut diatas, penelitian ini mempunyai tujuan sebagai
berikut:
1. Tujuan Obyektif
a)
Untuk memperoleh gambaran mengenai mekanisme Reksa Dana
Kontrak Investasi Kolektif di PT. BNI Securities;
b)
Untuk mengetahui peranan dan tanggung jawab manajer investasi PT.
BNI Securities dalam pengelolaan Reksa Dana tersebut;
c)
Untuk mengetahui hambatan-hambatan dan permasalahan manajer
investasi dalam melakukan peranan dan tanggung jawabnya dalam
mengelola dana investor.
2. Tujuan Subyektif
a)
Untuk menambah pengetahuan penulis mengenai permasalahan yang
diangkat;
6
b)
Untuk melatih kemampuan dan ketrampilan penelitian hukum
penulis;
c)
Sebagai syarat untuk mencapai gelar sarjana pada bidang Ilmu
Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian adalah merupakan suatu indikasi bahwa suatu
penelitian itu berguna atau tidak, mempunyai arti atau tidak, bernilai atau
tidak. Berdasarkan hal tersebut diatas, penulis menghendaki manfaat
penelitian sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
a)
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu sumbangan
pemikiran bagi pengembangan ilmu keperdataan pada umumnya dan
ilmu mengenai pasar modal pada khususnya serta lebih khusus lagi
ilmu mengenai reksa dana;
b)
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menyempurnakan konsepkonsep tentang investasi melalui Reksa Dana berbentuk Kontrak
Investasi Kolektif;
c)
Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai salah satu materi
mengajar mata kuliah Hukum Pasar Modal.
2. Manfaat Praktis
a)
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan
bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi melalui Reksa Dana;
b)
Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh perusahaan sekuritas untuk
berlomba-lomba meningkatkan tanggung jawab mereka terhadap
dana investor.
E. Metode Penelitian
Penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang digunakan manusia sebagai
sarana untuk memperkuat, membina, mengembangkan serta menguji
kebenaran ilmu pengetahuan, baik dari segi toritis maupun praktis yang
dilakukan secara metodologis dan sistematis sesuai dengan pedoman atau
7
aturan yang berlaku dalam pembuatan suatu karya ilmiah (Soerjono Soekanto,
1986:3).
Metode yang dipergunakan penulis dalam penelitian ini yaitu:
1.
Jenis Penelitian
Dalam penulisan hukum ini, penulis menggunakan metode empiris.
Penelitian Empiris dimaksudkan sebagai usaha mendekati masalah yang
diteliti dengan sifat hukum yang nyata atau sesuai dengan kenyataan
yang hidup dalam masyarakat (Hilman Hadikusuma, 1995:61). Jadi
penelitian empiris ini adalah harus dilakukan di lapangan dengan
menggunakan metode dan teknik penelitian lapangan;
2.
Sifat Penelitian
Sifat penelitian yang digunakan penulis yaitu deskriptif. Penelitian
deskriptif yaitu penelitian yang memberikan gambaran secara sistematis
terhadap obyek yang diteliti. Seperti yang dikemukakan Bambang
Sunggono (2005:35) penelitian deskriptif pada umumnya bertujuan untuk
mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat terhadap suatu
populasi atau daerah tertentu, mengenai sifat-sifat, karakteristik atau
faktor-faktor tertentu. Penelitian ini bermaksud memberikan gambaran
tentang peranan dan tanggung jawab manajer investasi selaku pengelola
reksadana kontrak investasi kolektif terkait dengan tanggung jawab
terhadap dana investor yang dilakukan oleh PT. BNI Securities selaku
perusahaan reksadana.
3.
Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian
kualitatif. Denzin dan Lincoln, Lexy J. Moleong (2005:5) menjelaskan
bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar
alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan
dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada.
4.
Jenis dan Sumber Data
a)
Jenis
data
yang
dipergunakan
dalam
dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu:
penelitian
ini
dapat
8
(1) Data Primer
Data primer adalah “data dasar”, “data asli” yang diperoleh
peneliti dari tangan pertama, dari sumber asalnya yang pertama
yang
belum
diulah
dan
diuraikan
orang
lain
(Hilman
Hadikusuma, 1995:65). Dalam hal ini data dari PT. BNI
Securities:
(2) Data Sekunder
Data sekunder adalah data-data yang diperoleh peneliti
dari penelitian kepustakaan dan dokumentasi, yang merupakan
hasil penelitian dan pengolahan orang lain, yang sudah tersedia
dalam bentuk buku-buku atau dokumentasi yang biasanya
disediakan di perpustakaan, atau milik pribadi peneliti (Hilman
Hadikusuma, 1995:65).
b) Sumber Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
(1) Sumber Data Primer
Responden atau informan yang menjadi sumber data
dalam penelitian ini adalah wakil manajer investasi di BNI
Securities.
(2) Sumber Data Sekunder
a) Bahan Hukum Primer, yaitu berasal dari peraturan perundangundangan;
b) Bahan Hukum Sekunder, yaitu data-data yang bersumber dari
buku-buku, artikel-artikel;
c) Bahan Hukum Tersier, yaitu data-data yang berasal dari
kamus, ensiklopedi.
5.
Teknik Pengumpulan Data
a) Teknik Pengumpulan Data Primer, menggunakan:
Wawancara adalah bentuk komunikasi langsung antara peneliti dan
responden. Komunikasi berlangsung dalam bentuk tanya jawab dalam
hubungan tatap muka, sehingga gerak dan imik resonden merupakan
pola media yang melengkapi kata-kata secara verbal (W. Gulo,
9
2003:119). Jenis wawancara yang dilakukan adalah wawancara yang
tidak berstruktur yaitu jenis wawancara yang dilakukan tanpa
mengajukan daftar pertanyaan, tetapi si peneliti sebelum wawancara
dilakukan agar membuat catatan-catatan pertanyaan untuk menjadi
pegangan dalam menyampaikan pertanyaan-pertanyaan (Hilman
Hadikusuma 1995:81). Selain wawancara, teknik pengumpulan data
primer yaitu dengan observasi atau pengamatan yang bertujuan untuk
mendapatkan data yang menyeluruh dari perilaku manusia atau
sekelompok manusia, sebagaimana terjadi dalam kenyataannya,
mendapatkan deskripsi yang relatif lengkap mengenai kehidupan
sosial atau salah satu aspeknya, dan mengadakan eksplorasi atau
penjajahan (Soerjono Soekanto, 1986:22). Observasi ini dilakukan
dalam rentang waktu antara tanggal 17 Oktober 2005 sampai dengan
17 Desember 2005.
b) Teknik Pengumpulan Data Sekunder, dengan menggunakan :
Identifikasi isi dengan metode studi kepustakaan, dimana metode ini
digunakan
dalam
rangka
memperoleh
data
sekunder,
yaitu
mengumpulkan data berupa buku-buku ilmiah yang berhubungan
dengan
masalah
yang
diteliti,
dokumen-dokumen,
peraturan
perundangan yang sesuai dan lain sebagainya dengan membaca dan
mengkajinya.
6.
Analisis Data
Penulis menggunakan teknik analisis data model interaktif ( interaktif
model of analisys ) dimana tiga komponen bergerak diantara data
reduction, data display dan data conclucion drawing. Aktivitasnya
berbentuk interaksi dengan proses pengumpulan data sebagai siklus.
Dalam bentuk ini penelitian tetap bergerak diantara tiga komponen
pengumpulan data, selama proses pengumpulan data berlangsung.
Sesudah pengumpulan data, kemudian bergerak diantara data reduction,
data display, dan data conclucion drawing (HB. Sutopo, 2002:96).
10
PENGUMPULAN
DATA
REDUKSI
DATA
PENYAJIAN
DATA
PENARIKAN
KESIMPULAN/
VERIVIKASI
Gambar 1. Interactif Model of Analisys
( HB. Sutopo, 2002:96 )
F. Sistematika Skripsi
Agar penulisan hukum (skripsi) ini lebih mudah dipahami, sesuai dengan
ketentuan yang berlaku di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret
sebagaimana tertuang dalam Keputusan Dekan Fakultas Hukum Universitas
Maret Nomor: 397/J27.1.11/PP/2003 tentang Pedoman Penulisan Hukum
pasal 13 mengenai sistematika laporan penulisan hukum, maka sistematika
laporan penulisan hukum (skripsi) yang digunakan penulis adalah sebagai
berikut:
BAB I :
PENDAHULUAN
Dalam bab ini dikemukakan latar belakang permasalahan yang
diangkat penulis yaitu mengenai peranan dan tanggung jawab
manajer investasi dalam pengelolaan reksa dana berbentuk kontrak
investasi kolektif. Penulis pertama kali memaparkan alasan-alasan
apa saja yang menjadi latar belakang adanya pasar modal di
Indonesia. Yang kedua adalah memberikan pemahaman mengenai
betapa pentingnya pasar modal bagi pembangunan Indonesia.
Selanjutnya yaitu pemaparan mengenai sulitnya mempopulerkan
pasar modal di Indonesia agar masyarakat luas menjadi tertarik
untuk melakukan investasi di pasar modal. Berikutnya adalah
11
sedikit pendahuluan mengenai reksa dana berbentuk kontrak
investasi kolektif sebagai sarana bagi pemodal kecil atau juga
pemodal besar yang tidak cukup mempunyai kemampuan dan
waktu untuk berinvestasi dipasar modal. Kemudian membahas
tentang perumusan masalah dari latar belakang yang ada.
Selanjutnya adalah pembahasan mengenai tujuan penelitian baik
dari tujuan obyektif maupun subyektif. Dalam manfaat penelitian
diuraikan baik dari segi kegunaan teoritis maupun praktis.
Pembahasan selanjutnya adalah tentang metode penelitian dimana
di dalamnya diuraikan mengenai jenis penelitian, sifat penelitian,
pendekatan penelitian, jenis dan sumber data, teknik pengumpulan
data, dan analisis data. Kemudian diuraikan mengenai sistematika
skripsi yang terdiri dari empat bab yang terbagi dalam sub-sub bab
yang akan ditulis garis besarnya.
BAB II :
Dalam bab ini akan dibahas mengenai tinjauan umum pasar modal
yang memuat pengertian pasar modal; sejarah perkembangan pasar
modal di Indonesia; pelaku pasar modal yang terbagi dalam tujuh
kategori yaitu kategori pelaku investasi, penarik modal, penyedia
fasilitas, pengawas, penunjang, pengatur emisi dan transaksi, dan
yang terakhir yaitu kategori pengelolaan dan konsultasi; instrument
pasar modal yang terdiri dari saham, obligasi, derivative dari efek,
hubungan antar pelaku pasar modal digambarkan dalam gambar
struktur pasar modal. Pembahasan selanjutnya dalam bab ini
adalah mengenai tinjauan umum reksa dana yang memuat
pengertian reksa dana; dasar hukum reksa dana; sejarah reksa dana
di Indonesia; bentuk-bentuk reksa dana; jenis-jenis reksa dana;
tujuan serta keunggulan reksa dana. Kemudian
pembahasan
selanjutnya yaitu mengenai tinjauan khusus reksa dana berbentuk
kontrak investasi kolektif yang memuat pengertian reksa dana
kontrak investasi kolektif; ciri khas reksa dana berbentuk kontrak
investasi kolektif; pengertian unit penyertaan dalam reksa dana
12
kontrak investasi kolektif beserta penawaran unit penyertaan; yang
terakhir adalah pembahasan mengenai manajer investasi.
BAB III : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini merupakan hasil penelitian dari tempat lokasi penelitian
yang menguraikan tentang mekanisme investasi pada reksa dana di
PT. BNI Securities yang memuat prosedur pemesanan unit
penyertaan, tujuan dan kebijakan dari masing-masing reksa dana,
faktor- faktor risiko, serta prosedur penjualan kembali; siapa saja
pihak-pihak yang terlibat dalam investasi pada masing-masing
reksa dana; peranan dan tanggung jawab manajer investasi sebagai
pengelola reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif sebagai
masalah pokok serta kendala atau hambatan apa saja yang
menyertai peranan dan tanggung jawab pengelolaan reksa dana
kontrak investasi kolektif oleh manajer investasi.
BAB IV : PENUTUP
Bab penutup terdiri dari kesimpulan dari jawaban perumusan
masalah atau kesimpulan dari hasil penelitian di lapangan. Serta
saran yang menguraikan tentang saran- saran dari penulis
mengenai permasalahan yang ada yang dapat bermanfaat bagi
perkembangan reksa dana khususnya berbentuk kontrak investasi
kolektif.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
13
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kerangka Teori
1. Tinjauan Umum Pasar Modal
a) Pengertian Pasar Modal
Pasar Modal, atau yang disebut Capital Market dalam bahasa
Inggris menurut A. Abdurrahman, sebagaimana dikutip oleh Munir
Fuadi (1996:10) yaitu berarti suatu tempat atau sistem bagaimana
caranya dipenuhinya kebutuhan-kebutuhan dana untuk kapital suatu
perusahaan, merupakan pasar tempat orang membeli dan menjual surat
efek yang baru dikeluarkan. Maka, pasar modal pada hakikatnya
adalah pasar dalam pengertian abstrak yang sekaligus konkret.
Dikatakan abstrak sebab yang diperdagangkan dalam pasar modal
adalah dana-dana jangka panjang yang merupakan benda abstrak.
Dikatakan konkret karena perdagangan tersebut terwujud dalam
bentuk jual beli surat-surat berharga atau sekuritas di tempat
perdagangan.
Sementara itu, menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995
tentang Pasar Modal, yang dimaksud dengan Pasar Modal yaitu suatu
kegiatan yang berkenaan dengan penawaran umum dan perdagangan
efek,
perusahaan
publik
yang
berkaitan
dengan
efek
yang
diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
Dengan demikian, Undang-undang Pasar Modal dalam memberi arti
kepada Pasar Modal tidak memberi suatu definisi secara menyeluruh
melainkan lebih menitikberatkan kepada kegiatan dan para pelaku dari
suatu pasar modal (Munir Fuadi 1996:11).
Disamping pengertian pasar modal diatas, menurut Wai dan
Patrick dalam paper I.M.F yang berjudul “ Such or Bond Invest and
Capital Market on Less Develop Countries “ memberikan tiga
pengertian terhadap pasar modal yakni:
14
1. Definisi yang luas mengartikan pasar modal adalah kebutuhan
sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk bank-bank komersial
dan semua perantara di bidang keuangan, serta surat-surat berharga
atau klaim jangka pendek, primer dan yang tidak langsung;
2. Definisi dalam arti menengah yaitu semua pasar yang terorganisasi
dan lembaga-lembaga yang memperdagangkan warkat-warkat
kredit (biasanya yang berjangka waktu lebih lama dari satu tahun)
termasuk saham-saham, obligasi-obligasi, pinjaman berjangka,
hipotik, tabungan serta deposito berjangka;
3. Dalam arti sempit, pasar modal diartikan sebagai tempat pasar
terorganisasi yang memperdagangkan saham-saham dan obligasiobligasi
dengan
memakai
jasa
makelar,
komisioner
dan
underwriter.
b) Sejarah Perkembangan Pasar Modal di Indonesia
Pasar modal di Indonesia menurut sejarah yang ada sebenarnya
bukan suatu hal baru. Pasar modal di Indonesia telah ada sejak zaman
Belanda. Munir Fuadi dalam bukunya yang berjudul Pasar Modal
Modern (Tinjauan Hukum) terbitan tahun 1996 pada halaman 20
membagi sejarah perkembangan pasar modal di Indonesia menjadi
enam kategori yaitu:
(1) Era Permulaan ( 1878-1912 )
Pada tahun 1878 terbentuk suatu perusahaan yang bernama
Dunlop & Koff (kemudian menjadi PT. Perdanas), yaitu sebuah
perusahaan yang mempunyai kegiatan sebagai pedagang perantara
di bidang perdagangan komoditi dan sekuritas. Hal inilah yang
menjadi permulaan pasar modal di Indonesia.
(2) Era Institusional Konvensional (1912-1952)
Era ini ditandai dengan dibentuknya institusi terpenting dalam
dunia pasar modal di Indonesia pada 14 Desember 1912 yaitu
15
Bursa Efek pertama di Indonesia yakni Bursa Efek Batavia yang
beranggotakan 13 makelar sebagai anggota bursa.
Setelah berdirinya Bursa Efek Batavia inilah, maka pada era
ini pula dibentuk Bursa Efek Surabaya pada tanggal 11 Januari
1925, dan diikuti dengan terbentuknya bursa Efek Semarang pada
tanggal 1 Agustus 1925.
Namun demikian, perdagangan efek pada era ini tidak
berlangsung lama berhubung munculnya masa resesi dunia tahun
1929 yang diikuti Perang Dunia I dan II sampai pada masuknya
Jepang. Bursa Efek Jakarta kemudian tutup pada 10 Mei 1940
setelah sebelumnya Bursa Efek Surabaya dan Semarang telah
terlebih dahulu ditutup.
(3) Era Kebangkitan Kembali (1952-1976)
Pada era ini, perdagangan sekuritas mulai giat kembali
dilakukan tetapi berlangsung secara tidak terkontrol dan tanpa
suatu Bursa Efek sama sekali. Sadar akan hal ini, maka pemerintah
RI mengeluarkan Undang-undang Darurat No.13 Tahun 1951 pada
tanggal 1 September 1951, yang kemudian menjadi Undangundang No.15 Tahun 1952, yang mengatur mengenai bursa efek.
Selanjutnya pada tanggal 3 Juni 1952 Bursa Efek Jakarta
dibuka kembali, yang diperdagangkan pada Bursa Efek Jakarta
kala itu adalah Obligasi Pemerintah RI, seperti Obligasi RI Tahun
1950, Obligasi Pemerintah Hindia Belanda, dan Obligasi dan Efek
dari perusahaan yang umumnya merupakan perusahaan Belanda.
Akan tetapi dengan dikeluarkannya Undang-undang No.86
Tahun 1956 tentang nasionalisasi perusahaan Belanda, sengketa
Irian Barat dengan Belanda, dan pembangunan ekonomi nasional
yang tidak mendukung, maka perkembangan Bursa Efek pada
masa ini juga masih hidup segan mati tak mau.
16
(4) Era Institusionalisasi Modern (1976-1988)
Pada era ini Bursa Efek mulai digalakkan lagi, momentumnya
adalah dengan keluarnya Keppres No.52 Tahun 1976 tentang
Pembentukan Badan Pelaksana Pasar Modal, serta Keppres No. 25
Tahun 1976 mengenai Pembentukan Danareksa.
Selanjutnya dikeluarkanlah beberapa keputusan Menteri
Keuangan yang mengatur lebih rinci dan lebih operasional tentang
pelaksanaan bursa efek tersebut, antara lain SK Menkeu No.
1670/1976 tentang Penyelenggaraan Bursa , SK Menkeu No.
1672/1976
tentang
Tata
Cara
Menawarkan
Efek
kepada
Masyarakat melalui Bursa dan lai sebagainya.
Dengan adanya berbagai peraturan dan kebijaksanaan
tersebut, maka bursa efek sudah mulai terus berkembang sampai
akhirnya tiba era baru dalam perekonomian Indonesia yaitu “Era
Liberalisme Perdagangan“ yang ditandai dengan dilakukannya
berbagai deregulasi ekonomi yang menghasilkan suatu kedaan
perekonomian yang semakin liberal dan terbuka.
(5) Era Sosialisasi (1988-1996)
Pada masa ini pemerintah mengeluarkan Paket Deregulasi
Ekonomi dan Moneter di tahun 1988 yang sangat berpengaruh
langsung untuk kehidupan suatu pasar modal. Maka bukan suatu
hal yang aneh jika pada era setelah tahun 1988 kegiatan pasar
modal sangat bergemuruh dan gemerlapan. Bursa efek berkembang
sangat pesat, bahkan Bursa Efek Jakarta disebut-sebut sebagai
yang tercepat perkembangannya di dunia.
(6) Era Kepastian Hukum (1996-sekarang)
Momentum selanjutnya dalam perkembangan hukum tentang
pasar modal adalah sejak keluarnya Undang-undang Nomor 8
Tahun 1995 mengenai Pasar Modal. Sejak itu Indonesia telah
memiliki sebuah Undang-undang Pasar Modal yang terbilang
komperehensif dan modern.
17
c) Struktur dan Pelaku Pasar Modal
Struktur Pasar Modal
MENTERI KEUANGAN
BAPEPAM
BURSA EFEK
LEMBAGA KLIRING DAN
LEMBAGA PENYIMPANAN
PENJAMINAN
DAN PENYELESAIAN
PERUSAHAAN EFEK
LEMBAGA PENUNJANG
PROFESI PENUNJANG

EMITEN
 PENJAMIN EMISI
 BIRO ADMINISTRASI EFEK
 AKUNTAN
 PERANTARA
 BANK KUSTODIAN
 KONSULTAN HUKUM

PERUSAHAAN
 WALI AMANAT
 PENILAI
 PENASEHAT INVESTASI
 NOTARIS
PEDAGANG EFEK
 MANAJER INVESTASI
PUBLIK

REKSA DANA
 PEMERINGKAT EFEK
(Tjiptono Darmadji dan Hendy M.Fakhruddin 2001:13)
Pelaku pasar Modal adalah para pihak-pihak yang terlibat
dalam kegiatan Pasar Modal yang satu sama lain mempunyai peranan,
tanggung jawab, dan fungsi yang saling melengkapi satu sama lain.
Dasar pengaturannya adalah Keputusan Presiden Nomor 53/1990 dan
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1548 /KMK.013/1990 sebagai
peraturan pelaksananya. Munculnya kebijaksanaan ini dimaksudkan
agar tercipta iklim peningkatan professional dan keterbukaan serta
mekanisme pasar.
Menurut Munir Fuadi (1996:39), pelaku pasar modal dapat
digolongkan dalam beberapa kategori yaitu:
(1) Kategori Pelaku Investasi, merupakan investor di pasar modal, baik
investor domestik maupun investor asing, baik investor individual
maupun investor institusional;
(2) Kategori Penarik Modal, yang terdiri dari pihak yang mengemisi
suatu sekuritas (emiten), atau pihak perusahaan publik;
18
(3) Kategori Penyedia Fasilitas, yaitu merupakan pihak-pihak yang
menyediakan fasilitas atau tempat tertentu terhadap kegiatan pasar
modal, yakni:
a)
Bursa Efek
Menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 pasal 1
ayat 4, yang dimaksud bursa efek yaitu pihak yang
menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk
mempertemukan penawaran jual dan beli Efek pihak-pihak
lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka.
Di Indonesia sekarang ini terdapat dua bursa yaitu, Bursa Efek
Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES).
Fungsi dari Bursa Efek itu sendiri yaitu (1) menyediakan
sarana perdaangan, (2) membuat aturan (aturan bursa), (3)
menyediakan informasi pasar, dan (4) memberikan pelayanan
kepada anggota bursa, emiten, dan publik.
Sebagai Self Regulatory Organization, bursa efek
memiliki tugas-tugas yaitu membuat peraturan mengenai
keanggotaan, pencatatan, perdagangan, dan lain-lain yang
berkaitan dengan kegiatan Bursa Efek yang baru mulai dapat
berlaku setelah mendapat persetujuan dari Bapepam. Di
samping itu juga bertugas mencegah praktek transaksi yang
dilarang melalui pelaksanaan fungsi pengawasan, sehingga
ketentuan Bursa Efek mempunyai ketentuan hukum yang
mengikat bagi para pelaku Pasar Modal;
b)
Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP)
LKP dibentuk dengan tujuan untuk menyelenggarakan
jasa kliring yaitu yang merupakan suatu proses yang
digunakan untuk menetapkan hak dan kewajiban para anggota
bursa efek atas transaksi yang mereka lakukan;
19
c)
Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP)
Merupakan
suatu
lembaga
yang
didirikan
untuk
menyediakan fasilitas jasa kustodian sentral bagi bank
kustodian, perusahaan efek, dan pihak lain. Saat ini LPP
diselenggarakan oleh PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia
(Tjiptono Darmadji dan Hendy M. Fakhruddin 2001:18).
(4) Kategori Pengawas, adalah sekelompok pihak yang oleh hukum
diberikan tugas-tugas pengawasan sehingga jalannya kegiatan
pasar modal dapat lebih tertib, adil, efektif, dan efisien. Kelompok
ini terdiri dari Bapepam, yang memang diberi tugas khusus untuk
mengawasi jalannya kegiatan pasar modal ataupun juga dari Bank
Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia.
(5) Kategori Penunjang, yaitu segolongan pihak yang oleh hukum
dikelompokkan sebagai pihak yang mempunyai fungsi untuk ikut
menunjang pasar modal. Kategori Penunjang ini dibagi lagi ke
dalam dua kategori yang lebih kecil yaitu Lembaga Penunjang dan
Profesi Penunjang.
a) Lembaga Penunjang Pasar Modal, terdiri dari
i) Kustodian, merupakan lembaga penunjang pasar modal
yang bertugas melakukan jasa penitipan dan penyimpanan
efek milik pemegang rekening;
ii) Biro
Administrasi
Efek,
merupakan
lembaga
yang
mempunyai wewenang untuk mendaftarkan pemilikan efek
dalam daftar buku pemegang saham emiten dan melakukan
pembagian hak yang berkaitan dengan efek;
iii) Wali Amanat, adalah lembaga yang diberikan wewenang
untuk mewakili kepentingan pihak investor surat utang
yang diperdagangkan lewat pasar modal.
20
b) Profesi Penunjang Pasar Modal, terdiri dari
i) Akuntan, dalam hal ini pihak akuntan bertugas untuk
memeriksa dan melaporkan segala sesuatu yang berkenaan
dengan masalah keuangan dari emiten;
ii) Konsultan Hukum, konsultan hukum pasar modal diberi
tugas melakukan, mambuat dan bertanggung jawab
terhadap dokumen legal audit dan legal opinion, yang
mencerminkan segala sesuatu yang berkenaan dengan
hukum dari suatu perusahaan terbuka;
iii) Penilai, bertugas untuk menilai aset-aset dari sebuah
perusahaan terbuka untuk kemudian dilaporkan menurut
cara-cara yang digariskan oleh ketentuan yang berlaku;
iv) Notaris, merupakan pihak yang dibebankan tugas untuk
membuat dan mengaktakan dokumen-dokumen tertentu
untuk kepentingan pasar modal.;
v) Profesi lain-lain, harus ditetapkan minimal dalam bentuk
peraturan pemerintah.
(6) Kategori Pengatur Emisi dan Transaksi
Kelompok ini terdiri dari:
a) Penjamin Emisi, merupakan pihak yang melakukan usahausaha penjaminan emisi saham (underwriting) bagi suatu
emiten, yakni merupakan pihak yang membuat kontrak dengan
emiten untuk melakukan penawaran umum bagi kepentingan
emiten dengan kewajiban untuk membeli sisa efek yang tidak
terjual (full commitment) atau tanpa kewajiban untuk membeli
sisa efek yang tidak terjual (best effort);
b) Wakil Penjamin Emisi, merupakan orang perorangan yang
telah mendapat izin dari Bapepam, untuk bertindak mewakili
kepentingan perusahaan efek untuk kegiatan yang bersangkutan
dengan penjaminan emisi efek;
21
c) Perantara Pedagang Efek, merupakan pihak yang melakukan
kegiatan usaha jual beli efek untuk kepentingan sendiri atau
untuk kepentingan pihak lain.;
d) Wakil Perantara Pedagang Efek, ini merupakan orang
perorangan yang telah mendapat izin dari Bapepam yang
bertugas untuk mewakili kepentingan perusahaan efek untuk
kegiatan yang bersangkutan dengan pelaksanaan perdagangan
efek.
(7) Kategori Pengelolaan dan Konsultasi
Kelompok yang termasuk dalam kategori pengelolaan dan
konsultasi yaitu:
a) Manajer Investasi, merupakan pihak yang kegiatan usahanya
mengelola portofolio untuk para nasabah atau mengelola
portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah,
kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang
melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Yang dimaksud portofolio
disini yaitu kumpulan efek yang dimiliki oleh orang
perorangan,
perusahaan,
usaha
bersama,
asosiasi,
atau
kelompok yang terorganisasi;
b) Wakil Manajer Investasi, merupakan orang perorangan yang
bertindak mewakili kepentingan perusahaan efek untuk
kegiatan yang bersangkutan dengan pengelolaan portofolio
efek;
c) Penasihat invastasi perorangan, merupakan orang-perorangan
yang memberi nasihat kepada pihak lain mengenai penjualan
atau pembelian efek dengan memperoleh imbalan jasa;
d) Penasihat investasi berbentuk perusahaan, dalam hal ini
pemberian nasihat kepada pihak lain mengenai penjualan atau
pembelian efek juga dengan memperoleh imbalan jasa yang
dilakukan oleh suatu perusahaan;
22
e) Reksa Dana, merupakan suatu wadah yang dipergunakan untuk
menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya
diinvestasikan ke dalam portofolio efek.
Hubungan antara pelaku pasar modal di atas dapat dilihat dari
struktur pasar modal di bawah ini:
d) Instrumen Pasar Modal
Instrumen pasar modal adalah semua surat-surat berharga
(sekuritas) yang diperdagangkan di pasar bursa. Sedangkan menurut
Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 5
yang dimaksud dengan Efek adalah setiap surat pengakuan utang, surat
berharga komersial, saham, obligasi, sekuritas kredit, tanda bukti
utang, setiap rights, waran, opsi, atau setiap derivative dari efek, atau
setiap instrumen yang ditetapkan sebagai Efek.
Dengan demikian, instrumen pasar modal di Indonesia terdiri dari:
(1) Saham
Saham adalah penyertaan modal dalam pemilikan suatu
Perseroan Terbatas (PT) atau yang biasa disebut emiten.
Ada dua macam jenis pemilikan saham yaitu saham atas nama
dan saham atas tunjuk. Saham atas nama yaitu saham yang nama
pemiliknya tertera di atas saham tersebut, sedangkan saham atas
tunjuk yakni saham yang nama pemiliknya tidak tertera di atas
saham tersebut.
(2) Obligasi
Obligasi adalah surat tanda meminjamkan uang yang
mempunyai jangka waktu tertentu, biasanya lebih dari satu tahun.
Maka, pada hakikatnya obligasi adalah suatu tagihan uang atau
beban/tanggungan pihak yang menerbitkan atau mengeluarkan
obligasi tersebut, pemegang atau pembeli obligasi memperoleh
keuntungan berupa tingkat tertentu yang dibayarkan oleh
perusahaan yang mengeluarkan obligasi tesebut (Panji Anoraga
dan Ninik Widiyanti 1995:55);
23
(3) Derivatif dari Efek
Terdapat beberapa jenis efek yang ditawarkan kepada publik
yang sebenarnya hanya kelanjutan saja dari efek yang telah terlebih
dahulu dipasarkan. Efek-efek tersebut yaitu:
a) Right/Klaim
Right menunjukkan bukti hak memesan saham terlebih dahulu
yang melekat pada saham yang memungkinkan para pemegang
saham untuk membeli saham baru yang akan diterbitkan oleh
perusahaan, sebelum saham-saham tersebut ditawarkan kepada
pihak lain. Bila pemegang saham tidak bermaksud untuk
menggunakan haknya (membeli saham), maka bukti right yang
dimilikinya dapat diperjual belikan di bursa;
b) Obligasi Konvertible
Adalah obligasi yang setelah jangka waktu tertentu dan selama
masa tertentu, dengan perbandingan dan/atau harga tertentu,
dapat ditukarkan menjadi saham dari perusahaan Emiten;
c) Waran
Adalah efek yang dapat memberi hak kepada pemegang saham
prioritas suatu hak istimewa untuk membeli saham biasa dan
lain- lain.;
d) Saham Bonus
Pembagian saham bonus untuk memperkecil harga saham yang
bersangkutan,
yang
akan
menurunkan
harga
karena
pertambahan saham baru tanpa memasukkan uang baru dalam
perusahaan;
e) Saham Deviden
Keuntungan perusahaan dapat dibagi dalam bentuk tunai
maupun saham deviden. Dalam hal ini perusahaan tidak
membagi deviden tunai, perusahaan dapat memberikan saham
baru bagi pemegang saham.
24
2. Tinjauan Umum Reksa Dana
a) Pengertian Reksa Dana
Bila dilihat dari arti katanya, Reksa Dana terdiri dari dua kata,
yaitu “reksa” yang berarti “jaga” atau “pelihara”, dan “dana” yang
berarti “(himpunan) uang”, sehingga bila digabungkan, maka dapat
diartikan sebagai “pemeliharaan himpunan uang”(Asril Sitompul
2000:2).
Menurut pengertian umumnya, reksa dana adalah salah satu
bentuk investasi yang dalam bahasa asalnya disebut mutual-funds
dimana para investor secara bersama-sama melakukan investasi
mereka dalam suatu himpunan dana dan kemudian himpunan dana ini
diinvestasikan dalam berbagai bentuk investasi seperti saham, obligasi
ataupun melalui tabungan atau sertifikat deposito di bank-bank (Asril
Sitompul 2000:3).
Sedangkan pengertian reksadana menurut Undang-undang
Nomor 8 Tahun 1995 yaitu wadah yang dipergunakan untuk
menghimpun dana dari masyarakat pemodal untu selanjutnya
diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.
Dengan demikian, reksadana adalah diversivikasi investasi
dalam portofolio yang dikelola oleh manajer investasi di perusahaan
reksa dana (Asril Sitompul 2000:3).
Dari definisi-definisi diatas dapat diambil faktor-faktor yang
menjadi unsur penting reksa dana yaitu:
1.
Suatu perusahaan atau badan usaha;
2.
Himpunan dana dari para investor;
3.
Dana dikelola oleh manajer investasi;
4.
Dana diinvestaikan dalam berbagai jenis portofolio;
5.
Tujuan investasi untuk mendapatkan laba.
25
b) Sejarah Reksa Dana di Indonesia
Reksa Dana yang mulai gencar digulirkan sejak munculnya
undang-undang tantang pasar modal sebenarnya bukan suatu hal baru
di Indonesia. Dapat dikatakan cikal bakal reksa dana adalah
Danareksa. Hal tersebut dapat dilihat dari asal kata Danareksa, yakni
dana yang berarti uang dan reksa yang berarti kelola. Danareksa
artinya yaitu dana yang dikelola. Sedangkan reksadana artinya yaitu
pengelola dana. Keduanya mempunyai prinsip yang sama meskipun
sekarang Danareksa tidak lagi populer. Maka, dapat dikatakan
reksadana di Indonesia berakar dari Danareksa.
Maksud dan tujuan didirikannya PT. Danareksa melalui
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1976
tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian
Perusahaan Perseroan (Persero) dalam bidang perdagangan efek dan
penghimpunan serta pengelolaan dana dengan nama PERSERO
“DANAREKSA” yaitu untuk mempercepat proses pengikutsertaan
masyarakat dalam pemilikan saham perusahaan menuju pemerataan
pendapatan dengan jalan:
1.
Membeli saham perusahaan melaui pasar modal dan memecahnya
dalam pecahan kecil dalam bentuk sertifikat saham sehingga
dapat terjangkau oleh masyarakat luas;
2.
Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengerahan dana
dengan membeli efek perusahaan untuk diri sendiri dengan
tujuan untuk mendapatkan laba dan menjual sertifikat sendiri
dengan maksud agar masyarakat luas pembeli sertifikat dapat
menikmati labanya.
Sertifikat yang dikeluarkan oleh PT. Danareksa yaitu agar dapat
diperjual belikan di luar bursa yakni melalui agen dan sub agen PT.
Danareksa, sehingga akan dapat terjangkau oleh sebanyak mungkin
investor, terutama yang berada di luar Jakarta, karena di bursa hanya
26
diadakan transaksi saham dalam kesatuan yang besar (Nindyo
Pramono 1997:8-9).
Adapun perbedaan antara Danareksa dengan reksa dana adalah
dalam dasar hukum berdirinya, dalam Danareksa instrumen yang
diizinkan untuk diemisikan adalah sertifikat saham dan menjamin satu
suku bunga tertentu. Sedangkan pada Reksa Dana adanya diversifikasi
investasi dalam saham, dan dilarang memberikan jaminan bahwa
keuntungan yang diberikan mencapai tingkat suku bunga tertentu.
Pada tahun 1989 sertifikat Danareksa sudah tidak dikeluarkan
lagi, karena pasar modal sedang goncang. Harga saham tidak menentu
dan deviden sulit dijamin, karena banyak perusahaan yang tidak
membayar deviden. PT. Danareksa wajib membeli kembali sertifikat
apabila investor mau menjualnya.
Sejak dikeluarkannya Undang-undang Nomor 8 tahun 1995
lembaga reksa dana perkembangannya menjadi semakin pesat. Pada
tahun 1996 muncul 24 reksa dana yang dipicu oleh undang-undang
pasar modal yang mulai efektif sejak awal tahun 1996. kemudian pada
paruh pertama 1997, lahir 35 reksa dana baru. Hingga Juni 1997,
Bapepam telah memberikan pernyataan efektif kepada 60 reksa dana
dengan total dana yang dikelola Rp. 6,6 triliun. Dunia reksa dana terus
berkembang, dari Januari 2000 sampai dengan akhir 2001 Bapepam
memberikan 27 pernyataan efektif kepada reksa dana baru, dengan
NAB yang melonjak sampai dengan Rp. 8 Triliun, 46 triliun pada
2002, 61 triliun pada April 2003 dan terus melonjak sampai dengan 72
triliun pada Januari 2004. Sampai tahun 2004 terdapat 116 reksa dana.
Sebuah kenyataan yang cukup indah. Namun pada pertengahan 2005
ini dunia reksa dana sepertinya sedang mengalami masa-masa sulit
dengan banyaknya investor yang menjual kembali unit penyertaan
yang mereka beli.
27
c) Dasar Hukum Reksa Dana
1.
Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal
dalam Bab IV Pasal 18 sampai dengan Pasal 29;
2.
Peraturan
Pemerintah
Nomor
45
tahun
1995
Tentang
penyelenggaraan Kegiatan di bidang Pasar Modal Bab III Pasal
23 sampai dengan Pasal 30;
3.
Keputusan Menteri Keuangan;
4.
Keputusan Ketua Bapepam.
d) Tujuan Reksa Dana
Para pemodal yang menanamkan modalnya dengan membeli
saham-saham yang diterbitkan oleh perusahaan reksadana tentunya
mempunyai suatu tujuan yang sama, yaitu mencari keuntungan atas
modal yang ditanamkannya. Namun demikian, tujuan ini dapat
dibedakan atas dasar pendekatannya. Sebagian dari pemodal
menanamkan modalnya semata-mata mencari keuntungan dalam
waktu singkat dan ada pula yang menanamkan modalnya dengan
mengharapkan pertumbuhan modalnya meskipun dalam jangka waktu
yang relatif panjang.
Bila ditinjau dari sudut pandang investor, maka tujuan lain reksa
dana adalah juga untuk memberi kesempatan bagi investor yang tidak
atau kurang memahami seluk beluk investasi. Selain itu,dengan adanya
reksa dana para pemodal tidak perlu harus memiliki uang dalam
jumlah besar untuk dapat melakukan investasi di berbagai perusahaan,
karena reksa dana menghimpun dana dari para investor dan kemudian
dana yang terhimpun ini diinvestasikan ke dalam berbagai sarana
investasi (Asril Sitompul, 2000:15).
e) Bentuk-bentuk Reksa Dana
Ada dua bentuk Reksa Dana yang diperkenankan dalam sistem
hukum Indonesia, kedua bentuk Reksa Dana tersebut yaitu:
28
(1) Reksa Dana berbentuk perusahaan ( perseroan ) / Mutual Company
Yaitu Reksa Dana dimana emiten yang kegiatan usahanya
menghimpun dana dengan menjual sahamnya, dan selanjutnya
dana dari penjualan saham tersebut diinvestasikan pada berbagai
efek yang diperdagangkan pada pasar uang dan pasar modal.
Reksa Dana berbentuk perseroan merupakan badan hukum
tersendiri. Hal ini berarti Reksa Dana tersebut beroperasi sebagai
Perseroan Terbatas yang mempunyai kegiatan semata-mata
sebagai Reksa Dana. Karena bentuknya perseroan, maka ia
mempunyai anggaran dasar, direksi, kekayaan sendiri, pemegang
saham, dan kewajiban-kewajiban.
Ketentuan-ketentuan lain tentang Reksa Dana berbentuk
Perseroan yaitu:
a) Mendapat izin usaha dari Bapepam;
b) Pada saat pendirian paling sedikit 1% dari modal dasar telah
ditempatkan dan disetor (Farid Harianto 1998:121). Reksa
Dana merupakan perusahaan publik dimana saham-sahamnya
dimiliki oleh publik. Pertama kali modal disetor Reksa Dana
berbentuk Perseroan Terbatas hanya untuk memenuhi
persyaratan pendirian, sedangkan pemenuhan modal disetor
selanjutnya akan dilakukan melalui penawaran umum.
c) Kontrak pengelolaanya dibuat oleh direksi dengan manajer
investasi yang telah memperoleh izin dari Bapepam. Reksa
Dana berbentuk Perseroan Terbatas mempunyai kegiatan
utama untuk mengelola portofolio efek yang bebeda dengan
Perseroan terbatas pada umumnya. Oleh
karena itu,
pembentukan dana cadangan bagi Reksa Dana Perseroan
Terbatas tidak diwajibkan.
d) Nilai sahamnya ditentukan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih.
Semua kekayaannya wajib disimpan pada Bank Kustodian,
29
dan kontrak penyimpanannya dibuat oleh Direksi dengan
Bank Kustodian.
e) Saham Reksa Dana yang bersifat terbuka diterbitkan tanpa
nilai nominal. Yang mendasari dimungkinkannya saham tanpa
nilai nominal pada Reksa Dana itu merupakan cerminan dari
nilai bersih portofolionya. Setiap ada perubahan nilai
portofolio, maka nilai aktiva bersih per saham berubah pula.
Pemodal membeli dan menjual saham Reksa Dana sesuai
dengan Nilai Aktiva Bersih per saham.
Reksa Dana Perseroan Terbatas ini mempunyai sifat-sifat sebagai
berikut yaitu:
a) Reksa Dana Terbuka (open-end fund)
Yaitu suatu Reksa Dana yang berbentuk perseroan
yang menawarkan dan membeli kembali dari investor
sampai sejumlah modal yang telah dikeluarkan. Reksa Dana
Terbuka dapat mengeluarkan atau menjual saham baru terus
menerus sepanjang ada pemodal yang membeli, sehingga
investor dapat menjual kembali sahamnya kepada Reksa
Dana. Hal-hal penting lainnya adalah saham Reksa Dana
tidak dicatat di bursa efek, karena pemodal dapat menjual
langsung kepada Reksa Dana yang bersangkutan dan harga
jual beli sahm berdasarkan Nilai Aktiva Bersih.
Dalam hal ada tawaran untuk menjual kembali saham
Reksa Dana kepada Reksa Dana tersebut oleh pembelinya,
maka pihak Reksa Dana oleh hukum dibebani kewajiban
“wajib beli”. Pembelian kembali saham tersebut dilakukan
tanpa memerlukan persetujuan RUPS dan saham-saham
yang dibeli tidak mempunyai hak suara, hak deviden, atau
hak-hak lain yang melekat pada saham (I Nyoman Tjager
1997:10). Pengecualian dari “wajib beli” saham Reksa Dana
tersebut yaitu dalam hal-hal sebagai berikut:
30
(1) Jika ditutupnya Bursa Efek dimana sebagian besar
portofolio efek Reksa Dana diperdagangkan;
(2) Bila dihentikannya perdagangan atas sebagian besar
portofolio efek Reksa Dana;
(3) Jika terjadi apa yang dapat digolongkan sebagai satu
keadaan darurat;
(4) Jika terdapat hal-hal lain yang ditetapkan dalam kontrak
pengelolaan investasi setelah mendapat persetujuan
Bapepam.
b) Reksa Dana Tertutup ( close-end fund )
Reksa Dana Tertutup adalah Reksa Dana yang
berbentuk perseroan yang tidak dibebankan kewajiban untuk
membeli kembali saham-sahamnya yang telah dijualnya
kepada investor. Disebut Reksa Dana Tertutup, karena Reksa
Dana tertutup dalam hal jumlah saham yang bisa diterbitkan,
atau dalam hal menerima masuknya pemodal baru melalui
penerbitan saham baru.
Dengan
kata
lain
Reksa
Dana
hanya
dapat
mengeluarkan atau menjual sahamnya sampai dengan batas
modal dasar, dan karena investor tidak dapat menjual
kembali sahamnya kepada Reksa Dana, maka saham Reksa
Dana dicatat di bursa efek. Apabila Reksa Dana ini ingin
menjual lebih, maka harus mengubah anggaran dasarnya
terlebih dahulu.
(2) Reksa Dana berbentuk kontraktual (Kontrak Investasi Kolektif)
Suatu Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
dibentuk berdasarkan perjanjian antara Manajer Investasi dengan
Bank Kustodian, dimana Manajer Investasi diberi wewenang untuk
mengelola portofolio investasi kolektif dan bank kustodian diberi
wewenang untuk melaksanakan penitipan kolektif yakni jasa atas
efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak.
31
f) Jenis-jenis Reksa Dana
Selain pembagian diatas, Reksa Dana juga bisa dibagi lagi
menurut jenis investasinya. Pembagian tersebut yaitu:
(1) Reksa Dana Saham
Adalah jenis reksa dana dimana investasi portofolionya
dilakukan pada saham-saham dari berbagai perusahaan dan
sekaligus merupakan reksadana yang memfokuskan tujuannya
pada pertumbuhan oleh karena itu reksadana ini dikenal pula
sebagai reksa dana pertumbuhan (Asril Sitompul 2000:28).
Reksa Dana ini terdiri dari berbagai jenis, yaitu reksa dana
pertumbuhan, reksa dana pertumbuhan agresif, reksa dana
perusahaan kecil, reksa dana perusahaan blue chips (perusahaan
besar dan mapan) dan lainnya bergantung dimana reksa dana
tersebut melakukan portofolionya (Asril Sitompul 2000:28);
(2) Reksa Dana Pendapatan Tetap
Adalah reksa dana yang menginvestasikan dana yang
dihimpunnya pada obligasi (boonds). Reksa dana jenis ini
melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya
dalam bentuk efek bersifat hutang. Reksa dana ini memiliki risiko
yang relatif lebih besar dari reksa dana pasar uang. Tujuannya
adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil;
(3) Reksa Dana Pasar Uang
Reksa Dana ini hanya melakukan investasi pada efek
bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun.
Tujuannya adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan
modal.
Reksa Dana ini mempunyai risiko yang relatif lebih rendah
dibanding jenis reksa dana lainnya. Hal ini disebabkan instrumen
investasi yang dipilih adalah instrumen hutang yang mempunyai
jatuh tempo kurang dari satu tahun seperti Sertifikat Bank
32
Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat
Deposito dan Surat Pengakuran Hutang (SPH);
(4) Reksa Dana Campuran
Reksa Dana ini melakukan investasi dalam efek bersifat
ekuitas dan efek bersifat hutang. Reksa dana ini memiliki resiko
yang moderat dengan tingkat pengembalian yang relatif lebih
tinggi daripada reksa dana berpendapatan tetap.
g) Keunggulan Reksa Dana
Reksa Dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi
masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil atau pemodal yang
tidak ingin menanggung resiko tinggi atau pemodal yang mempunyai
waktu dan pengetahuan terbatas. Dengan melihat hal tersebut, tentunya
reksa dana mempunyai berbagai keunggulan dibandingkan dengan
jenis investasi lain, yang dapt dimanfaatkan oleh pemodalpemodalnya. Keunggulan-keunggulan tersebut antara lain yaitu:
(1) Investasi dikelola manajemen yang profesional
Setiap perusahaan reksadana memiliki manajer investasi
dan mungkin pula suatu perusahaan mempunyai suatu tim
manajer investasi, disamping again riset pasar yang bekerja
khusus menganalisis pasar untuk membantu para investor yang
tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan analisis sendiri,
ataupun tidak punya waktu untuk melakukannya.
Manajer investasi ini melakukan analisis dan memutuskan
ke mana dana yang dihimpun akan diinvestasikan.
(2) Batas minimum investasi rendah
Dengan sistem penghimpunan dana dari berbagai investor,
maka seorang investor bisa mendapatkan layanan manajemen dari
manajer investasi yang profesional, karena dengan membeli
hanya sedikit saham reksa dana berarti ia telah mendapatkan hasil
analisis dari manajer investasi yang professional.
33
(3) Kemudahan cara pembelian
Melakukan pembelian suatu reksa dana sangat fleksibel.
Bila calon investor telah memutuskan, maka ia dapat membelinya
dari perusahaan reksadana yang menjual saham secara langsung
kepada para calon investor. Dengan cara ini calon investor akan
terhindar dari pembayaran biaya pembelian.
(4) Biaya yang ringan
Di samping komisi atau biaya penjualan yang dikenakan
kepada investor, reksadana juga mengenakan biaya operasional
reksadana terhadap para investor. Biaya ini secara otomatis
dikurangi dari uang yang diinvestasikan dalam reksadana. Jumlah
dari semua biaya tersebut dihitung dengan rasio terhadap biaya
reksadana tersebut.
(5) Risiko investasi rendah
Investasi melalui reksa dana berarti melakukan investasi
dalam berbagai jenis efek yang berbeda. Dengan demikian, resiko
yang dihadapi investor akan menjadi lebih kecil dibanding dengan
hanya berinvestasi dalam satu jenis saham.
(6) Cara investasi yang fleksibel
Investasi di reksa dana merupakan investasi yang luwes,
karena reksa dana terdiri dari berbagai jenis dengan masingmasing tujuan dan keuntungan serta kelemahannya, sehingga para
investor dapat memilih reksadana yang mana sesuai dengan
keinginan dan tujuan investasinya.
(7) Kemudahan menjual kembali
Para investor reksadana tidak perlu khawatir akan likuiditas
dana yang diinvestasikannya karena bila ia memerlukan uang
tunai ataupun ingin melakukan perubahan jenis investasinya,maka
ia dapat dengan mudah menjual kembali saham reksa dana yang
dimilikinya. Perusahaan reksa dana wajib membeli kembali
34
saham-saham reksadana yang diterbitkannya (kecuali reksa dana
tertutup).
(8) Perlindungan pemerintah
Di Indonesia perdagangan saham reksadana telah diatur
dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
yang dilengkapi dengan peraturan-peraturan pelaksanaanya yang
dikeluarkan Bapepam. Hal ini sudah mencerminkan kemauan
pemerintah untuk memberi perlindungan bagi para investor
reksadana.
(9) Mudah dipantau
Saham-saham reksadana relatif lebih mudah dipantau
perkembangannya, karena perhitungan yang rumit dan sulit telah
dilakukan oleh para manajer investasi perusahaan reksa dana. Jadi
investor cukup melihat hasil analisis atau perhitungan yang
dilakukan oleh manajer investasi tersebut.
3. Tinjauan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
a) Pengertian Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif bukanlah
merupakan suatu badan hukum tersendiri. Reksa dana beroperasi
berdasarkan kontrak yang dibuat oleh manajer investasi dan bank
kustodian.
Pemodal
secara
bersama-sama
atau
kolektif
mempercayakan dananya untuk dikelola oleh manajer investasi. Dana
tersebut disimpan dan diadministrasikan oleh bank kustodian.
Kekayaan yang dikelola manajer investasi dalam bentuk portofolio itu
adalah milik pemodal secara bersama-sama dan proporsional.
Ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam tahap pendirian
Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif adalah sebagai
berikut:
(1) Manajer investasi mengajukan pernyataan pendaftaran kepada
Bapepam. Untuk mengoperasikan Reksa Dana KIK tidak
35
diperlukan Perseroan terbatas khusus. Manajer Investasi bisa
langsung mengambil inisiatif untuk membuat kontrak Investasi
Kolektif dengan Bank Kustodian;
(2) Wajib menetapkan uang tunai sekurang-kurangnya 1% dari
jumlah Unit penyertaan yang ditetapkan.
b) Ciri Khas Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dapat dikatakan
mempunyai ciri khas tersendiri, antara lain:
(1) Manajer Investasi dapat mengeluarkan atau menjual Unit
Penyertaan secara terus menerus bila ada pemodal yang
membelinya.
Bentuk reksa dana ini, terbuka untuk menerima pemodal
baru setiap saat. Pemodal dapat menjual saham atau unit
penyertaan yang dimilikinya kepada manajer investasi bila
diinginkan. Atau dengan kata lain, reksa dana akan membeli
kembali saham atau unit penyertaan bila ada pemodal yang
menjualnya kembali. Dengan demikian terbuka kesempatan bagi
pemodal yang menjualnya kembali. Dengan demikian terbuka
kesempatan bagi pemodal bila ia ingin menarik kembali investasi
dari reksa dana tersebut.
(2) Unit Penyertaan tidak dicatat di Bursa Efek
Unit penyertaan reksadana terbuka tidak dicatatkan di bursa
efek, karena pemodal dapat menjual langsung kepada reksa dana
yang bersangkutan.
(3) Pemodal dapat menjual kembali Unit Penyertaan kepada Manajer
Investasi
Dalam hal ini perlu dipahami bahwa investasi dalam reksa
dana merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan
nampak sekurang-kurangnya setelah satu tahun. Jadi, penjualan
kembali unit Penyertaan yang dimiliki investor sedapat mungkin
36
dilakukan setelah pertumbuhan investasi nilai investasi reksa dana
atau pertumbuhan nilai investasinya memberikan keuntungan
yang cukup.
(4) Hasil penjualan/pembelian kembali unit penyertaan dibebankan
kepada rekening reksa dana
Penerbitan Unit Penyertaan diartikan bahwa pemodal
tersebut telah mempunyai penghitungan reksa dana pada Bank
Kustodian tersebut yang menyatakan bahwa mulai pada tanggal
pembukuan penghitungan tersebut, pemegang yang bersangkutan
adalah sebagai salah satu pemegang unit penyertaan tersebut. Bila
pemodal yang bersangkutan di kemudian hari membeli lagi unit
penyertaan
dengan
penghitungannya
prosedur
bertambah
yang
pula
sama,
unit
maka
pada
penyertaan
yang
dimilikinya. Sebaliknya, bila pemodal yang bersangkutan menjual
kembali unit Penyertaan, maka saldo pada penghitungan yang
bersangkutan menjadi berkurang.
(5) Harga jual/beli unit penyertaan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih
Nilai Aktiva Bersih adalah besarnya jumlah aktiva
dikurangi kewajiban yang ada. Jumlah aktiva atau kekayaan
Reksa Dana terdiri atas bermacam-macam jenis seperti kas,
obligasi, saham, right, efek, dan lainnya. Kewajiban dapat berupa
iaya manajer investasi, bank kustodian, pajak-pajak dan lain-lain
yang belum dibayar. Bank kustodian wajib menghitung dan
mengumumkan Nilai Aktiva Bersihnya.
Dari uraian mengenai cirri khas reksa dana berbentuk kontrak
investasi kolektif terdapat suatu istilah yang sering muncul yaitu Unit
Penyertaan. Pada sub bab berikut ini akan dibahas mengenai Unit
Penyertaan.
37
c) Unit Penyertaan Dalam Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif
(1) Pengertian Unit Penyertaan
Menurut Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun
1995 Pasal 1 ayat 29 yang dimaksud dengan Unit penyertaan
yaitu satuan ukuran yang menunjukkan bagian kepentingan setiap
pihak dalam portofolio investasi kolektif.
Unit penyertaan dapat dimasukkan ke dalam Efek
Penyertaan,
yaitu
efek
yang
memberikan
hak
kepada
pemegangnya untuk ikut serta ke dalam ekuiti suatu perusahaan,
yakni
menjadi
pemegang
saham
dari
perusahaan
yang
bersangkutan. Harga jual atau beli unit penyertaan yaitu
berdasarkan Nilai Aktiva Bersih, dan tidak dijual di Bursa Efek.
Unit
Penyertaan
juga
bukan
merupakan
pemilikan
atas
perusahaan yang menerbitkan saham, investor biasanya tidak
tertarik dan tidak berkepentingan menjalankan usaha dari
perusahaan yang ia beli sahamnya, para investor tersebut lebih
berkepentingan terhadap deviden dan capital gain dari saham
yang dibelinya. Unit Penyertaan ini yaitu lebih merupakan suatu
bukti bahwa investor telah melakukan kegiatan investasi dalam
reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang diterbitkan
berdassarkan kontrak antara manajer investasi dengan bank
kustodian.
(2) Penawaran Unit Penyertaan
Dalam menawarkan Unit Penyertaan kepada masyarakat,
Manajer Investasi melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a)
Pernyataan Pendaftaran dalam Reksa Dana Kontrak Investasi
Kolektif
Manajer investasi yang akan melakukan penawaran
umum reksa dana kontrak investasi kolektif kepada umum
harus mengajukan Pernyataan Pendaftaran terlebih dahulu
38
kepada Bapepam. Pernyataan Pendaftaran adalah dokumen
yang wajib disampaikan kepada Bapepam oleh Manajer
Investasi dalam rangka Penawaran Umum Reksa Dana
berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. Dokumen tersebut
harus dilengkapi dengan beberapa dokumen Manajer
investasi sepenuhnya bertanggung jawab atas ketelitian dan
kecukupan dari semua keterangan yang ada di dalam
Pernyataan Pendaftaran beserta dokuman pendukungnya.
Dokumen pendukung yang dimaksud mencakup:
i)
Perjanjian penjaminan emisi;
ii)
Perjanjian agen penjual;
iii) Bukti penempatan dana awal dari bank kustodian;
Dalam mengajukan Pernyataan Pendaftaran, manajer
investasi harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh
Bapepem melalui Keputusan Ketua Bapepam Nomor : Kep10/PM/1997 Tanggal 30 April 1997 yang berisikan hal-hal
sebagai berikut:
i)
Menyampaikan Pernyataan Pendaftaran dengan mengisi
Formulir Nomor IX.C.5-1 lampiran 1 peraturan ini;
ii)
Pernyataan Pendaftaran diajukan dalam rangkap 4
(empat);
iii) Menyertakan dokumen seperti yang telah tersebut
diatas;
iv) Menyampaikan rencana pemasaran dan operasional
reksa dana.
b)
Pernyataan Efektif Terhadap Pernyataan Pendaftaran
Yang dimaksud dengan Pernyataan Efektif yakni
terpenuhinya seluruh tata cara dan persyaratan Pernyataan
Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Reksa Dana
Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang ditetapkan dalam
Undang-undang Pasar Modal dan Peraturan Nomor : IX.C.5
39
Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor : Kep10/PM/1997 tanggal 30 April 1997.
Pernyataan Efektif oleh Ketua Bapepam terhadap
Pernyataan Pendaftaran diberikan setiap saat setelah
kecukupan dan obyektifitas informasi yang diungkapkan
dalam
Pernyataan
Pendaftaran
selesai
ditelaah
oleh
Bapepam.
c)
Pembuatan Prospektus
Prospektus adalah suatu dokumen yang wajib dibuat
atau disediakan oleh manajer investasi dalam rangka
melakukan penawaran kepada khalayak umum. Prospektus
dapat berupa buku atau brosur dan cara penawaran penjualan
unit penyertaan
melalui media lainnya yang memuat
keterangan-keterangan antara lain tentang nama lengkap
reksa dana, dasar hukum reksa dana, manajer investasi, bank
kustodian, tanggal efektif, tempat dan tanggal prospektus
diterbitkan, daftar istilah-istilah dan definisi dalam reksa
dana, tujuan dan kebijakan investasi, faktor-faktor risiko,
hak-hak investor serta informasi lain yang berkaitan dengan
reksa dana tersebut guna kepentingan investor.
Prospektus merupakan salah satu penerapan prinsip
keterbukaan informasi (full disclosure). Prinsip keterbukaan
informasi menurut pasal 1 ayat 25 Undang-undang Nomor 8
Tahun 1995 adalah pedoman umum yang mensyaratkan
emiten, perusahaan publik, dan pihak lain yang tunduk pada
undang-undang
ini
untuk
menginformasikan
kepada
masyarakat dalam waktu yang tepat seluruh Informasi
material mengenai usahanya atau efeknya yang dapat
berpengaruh tehadap keputusan investor terhadap efek yang
dimaksud dan atau harga dari efek tersebut. Dengan adanya
informasi yang terbuka ini investor akan dapat mengikuti
40
perkembangan setiap investasinya dan membuat keputusan
berdasarkan informasi tersebut.
Mengenai bentuk dan isi prospektus dalam rangka
penawaran umum dalam reksa dana diatur dalam Peraturan
Nomor IX.C.6 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor
: Kep-22/PM/2004 Tanggal 28 Mei 2004.
d)
Penawaran Umum Reksa Dana
Penawaran Umum merupakan suatu kegiatan
penawaran reksa dana yang dilakukan oleh manajer investasi
untuk
menjual
unit
penyertaan
kepada
masyarakat
berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-undang
Pasar Modal dan peraturan pelaksananya.
Setelah mendapat Pernyataan Efektif Pernyataan
Pendaftaran
dari
Bapepam,
unit
penyertaan
melalui
prospektus dari reksa dana berbentuk Kontrak Investasi
Kolektif sudah dapat ditawarkan kepada khalayak umum.
Reksa dana Kontrak Investasi Kolektif dapat menjual Unit
Penyertaan terus menerus sepanjang ada pemodal yang ingin
membeli.
4. Tinjauan Mengenai Manajer Investasi
a) Pengertian Manajer Investasi
Menurut pengertian resmi yang diberikan oleh Undang-undang
Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, yang disebut dengan manajer investasi
yaitu pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk
pada nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk
kelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan
bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Dalam melakukan investasi, eksistensi manajer investasi ini
perlu diperhatikan dengan seksama, karena para calon investor sangat
41
berkepentingan dengan hal ini. Reputasi yang baik dari seorang
manajer investasi biasanya tidak dapat diraih dalam waktu yang
singkat, karenanya investor yang bijaksana tidak akan mau
menyerahkan dana investasinya kepada manajer investasi yang tidak
dipercayainya (Asril Sitompul 2000:7).
b) Tugas dan Kegiatan Manajer Investasi
Dalam pengelolaan reksa dana peranan manajer investasi ini
sangat penting, sehingga untuk dapat melaksanakan peranannya dalam
mengelola reksa dana manajer investasi harus mendapat izin dari
Bapepam. Kegiatan manajer investasi ini antara lain yaitu:
(1) Menetapkan strategi dan tujuan reksa dana yang bersangkutan;
(2) Pemilihan Kustodian;
(3) Pembuatan Master Investment Contract (Kontrak Induk);
(4) Penandatanganan Kontrak Induk oleh manajer investasi dengan
kustodian;
(5) Menyampaikan “pernyataan pendaftaran” kepada Bapepam
terhadap reksa dana yang akan dikelolanya;
(6) Membuat prospektus sebagai pedoman bagi investor ketika akan
melakukan pembelian unit penyertaan pada reksa dana kelolaan
manajer investasi;
(7) Melakukan penawaran unit penyertaan kepada investor via
prospektus yang telah dibuatnya;
(8) Menandatangani formulir pemesanan unit penyertaan ketika ada
pembelian unit penyertaan oleh investor;
(9) Menyerahkan formulir tersebut dan uang harga pembelian kepada
kustodian;
(10) Membuat order beli atas efek tertentu lewat para pialang;
(11) Menetapkan nilai pasar yang wajar atas efek tersebut;
(12) Memuat Nilai Aktiva Bersih unit penyertaan dalam surat kabar;
(13) Membeli kembali unit penyertaan berdasarkan Nilai Aktiva
Bersih per unit penyertaan;
42
(14) Melakukan pelunasan kembali dengan membuat order jual kepada
pialang untuk menjual efek atas nama rekening reksa dana;
(15) (Munir Fuadi 1996 : 110)
B. Kerangka Pemikiran
BAPEPAM
(dengan peraturannya)
9
MANAJER
INVESTASI
INVESTOR
3
4
REKSA DANA
PASAR
UANG
1
8
KIK
7
5
6
UNIT
PENYERTAAN
2
1&2. Manajer investasi dan kustodian membuat suatu kontrak investasi kolektif;
3.
Investor memasukkan sejumlah dana sesuai ketetapan kepada reksa dana;
4.
Reksa dana tersebut dikelola oleh manajer investasi;
5
Manajer investasi menitipkan dana investor kepada kustodian;
6.
Kustodian menerbitkan unit penyertaan sebagai bukti bahwa dana telah
diinvestasikan;
Unit penyertaan diserahkan kepada investor, yang kemudian bisa dijual
kembali;
8.
PENDAPA
TAN
TETAP
KUSTODIAN
Berikut ini adalah merupakan keterangan dari kerangka pemikiran di atas.
7.
SAHAM
Manajer Investasi berdasarkan kontrak investasi kolektif yang telah dibuat
CAMPURA
N
43
bersama dengan kustodian menyalurkan dana dari investor ke berbagai
jenis reksa dana.
9.
Aturan yang menjadi batasan bagi manajer investasi dalam melakukan
peranan dan tanggung jawabnya dalam pengelolaan reksa dana kontrak
investasi kolektif yang dibuat oleh Bapepam.
-------- Garis putus merupakan tanggung jawab yang diemban manajer investasi
atas investasi investor.
Secara lebih jelas kerangka pemikiran mengenai penulisan hukum ini
yaitu, reksa dana merupakan salah satu bagian dari sistem pasar modal di
Indonesia. Reksa Dana ini diatur dalam Undang-undang Pasar Modal. Kegiatan
utama reksa dana adalah menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk
selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Manajer
investasi yaitu pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio investasi
kolektif untuk kelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan
bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Dalam kerangka pemikiran tersebut
tergambar cara kerja manajer investasi dalam menjalankan usahanya. Dalam
menjalankan usahanya, manajer investasi dibatasi oleh aturan-aturan Undangundang Nomor 8 Tahun 1995 dan juga peraturan dari Bapepam selaku otoritas
pasar modal yang bertujuan untuk melindungi dana investor. Begitu juga ketika
terjadi masalah dengan investor, tanggung jawab yang diberikan adalah sesuai
dengan peraturan-peraturan mengenai reksa dana.
44
BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Reksa Dana di PT. BNI Securities
1. Riwayat Singkat PT. BNI Securities
PT. BNI Securities didirikan berdasarkan Akta Nomor 22, tanggal
12 April 1995 jo. Akta No. 39 tanggal 3 Mei 1995 dengan modal dasar
Rp. 30.000.000.000,00 (tiga puluh milyar rupiah) dan modal yang disetor
Rp. 15.000.000.000,00 (lima belas milyar rupiah), keduanya dibuat di
hadapan Koesbiono Sarmanhudi, S.H.,M.H., notaris yang berkedudukan di
Jakarta, sebagaimana telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia Nomor 5804, Tambahan Berita Negara Nomor 55, tanggal 11
Juli 1995.
Anggaran dasar PT. BNI Securities telah beberapa kali mengalami
perubahan terakhir diubah dengan akta berturut-turut:
a) Tertanggal 6 Mei 2002 No. 19, dibuat oleh Ny. Poerbaningsih
Adiwarsito, S.H., Notaris di Jakarta, akta perubahan telah mendapat
persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Azasi Manusia Republik
Indonesia dengan surat keputusan Nomor C-19644 HT.01.04.TH.2002,
tanggal 11 Oktober 2002;
b) Tertanggal 26 Agustus 2003 No. 34, dibuat dihadapan Ny. Rini
Yulianti, S.H., Kandidat Notaris, pengganti Ny. Poerbaningsih
Adiwarsito,S.H., Notaris di Jakarta;
c) Tertanggal 11 Desember 2003, dibuat dihadapan Ny. Rini Yulianti,
S.H., Kandidat Notaris, pengganti Ny. Poerbaningsih Adiwarsito,S.H.,
Notaris di Jakarta.
Sebagai Manajer Investasi, PT. BNI Securities telah mempunyai
pengalaman dalam mengelola beberapa Reksa Dana semenjak tahun
1996, baik Reksa Dana yang berbasis saham, campuran maupun
pendapatan tetap.
45
2. Macam Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif di PT. BNI
Securities
a) BNI Dana Berkembang
Sebuah reksa dana berbasis saham untuk investor dengan
toleransi resiko tinggi dan cocok untuk investasi jangka panjang yang
juga menawarkan potensi keuntungan yang tinggi. Merupakan reksa
dana berbentuk kontrak investai kolektif yang dituangkan dalam Akta
Nomor 73 tanggal 27 September 1996 dan diubah dengan Akta
Addendum Nomor 428, tanggal 26 Oktober 2000 yang dibuat
dihadapan Notaris Amrul Partomuan Pohan, S.H. LLM, dan terakhir
diubah dengan Akta Addendum Nomor 26 dan Akta Nomor tanggal 11
Juli 2003 keduanya dibuat di hadapan Ny. Poerbaningsih Adi Warsito,
S.H., Notaris antara PT. BNI Securities sebagai Manajer Investasi dan
PT. Bank Niaga Sebagai Bank Kustodian berdasarkan Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 1995 serta peraturan pelaksanaan di bidang reksa
dana. BNI Dana Berkembang mendapat peryataan efektif pada 30
September 1996. Tujuan investasi utama dari BNI Dana Berkembang
ini adalah berinvestasi di Efek Saham yang tercatat di Bursa Efek di
Indonesia untuk mendapatkan capital gain dan deviden;
b) BNI Dana Fleksibel
Reksa dana campuran dengan fleksibilitas tinggi dimana rentang
investasinya dapat bervariasi antara 10%-90% melalui alokasi pada
saham, obligasi, instrumen pasar uang atau instrumen investasi lain
yang diterbitkan oleh badan hukum di Indonesia dalam mata uang
asing. BNI Dana Fleksibel adalah reksa dana berbentuk kontrak
investasi kolektif yang tertuang dalam Akta Nomor 45 tanggal 22
Oktober 2001 dan Addendum No. 53 tanggal 21 Maret 2002, keduanya
dibuat di hadapan Ny. Poerbaningsih Adi Warsito,S.H., Notaris di
Jakarta, antara PT. BNI Securities sebagai Manajer Investasi dengan
PT. Bank Niaga Tbk sebagai bank kustodian, dengan pernyataan
efektif yang keluar pada 29 November 2001. Tujuan utama BNI Dana
46
Fleksibel adalah melakukan investasi ke dalam instrumen yang
dianggap paling menguntungkan pada saat-saat tertentu dengan aktif
sesuai dengan kondisi ekonomi makro Indonesia untuk mendapatkan
keuntungan dari berbagai jenis instrumen investasi, baik di pasar
modal maupun di pasar uang;
c) BNI Dana Berbunga Dua
Merupakan reksa dana pendapatan tetap berbasis obligasi
maupun instrumen pendapatan tetap lain yang dikeluarkan oleh swasta,
BUMN, maupun pemerintah. Reksa dana ini memberikan potensi
imbal hasil yang melebihi deposito dan inflasi dengan tingkat resiko
yang relatif rendah sampai moderat. BNI Dana Berbunga Dua adalah
reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang tertuang dalam
Akta Nomor 45 tanggal 22 Oktober 2001 dan Addendum No. 53
tanggal 21 Maret 2002, keduanya dibuat di hadapan Ny. Poerbaningsih
Adi Warsito,S.H., Notaris di Jakarta, antara PT. BNI Securities sebagai
Manajer Investasi dengan PT. Bank Niaga Tbk sebagai bank
kustodian, dengan pernyataan efektif yang keluar pada 29 Nopember
2001. Tujuan reksa dana ini adalah melakukan investasi ke dalam Efek
Pendapatan Tetap untuk mendapatkan bunga dan apresiasi nilai pokok
(dalam hal obligasi atau instrumen lain yang memungkinkan). Sesuai
dengan sifat investasi di Efek Pendapatan Tetap, diharapkan
pertumbuhan nilai investasi yang stabil;
d) BNI Dana Lancar
Adalah reksa dana pendapatan tetap berbasis surat hutang yang
diterbitkan oleh institusi di Indonesia yang jatuh temponya kurang dari
satu tahun (efek pasar uang). Reksa dana ini juga berbentuk kontrak
investasi kolektif yang tertuang dalam Akta Nomor 45 tanggal 22
Oktober 2001 dan Addendum No. 53 tanggal 21 Maret 2002, keduanya
dibuat di hadapan Ny. Poerbaningsih Adi Warsito,S.H., Notaris di
Jakarta, antara PT. BNI Securities sebagai Manajer Investasi dengan
PT. Bank Niaga Tbk sebagai bank kustodian,
dengan pernyataan
47
efektif yang dikeluarkan oleh Bapepam pada 29 Nopember 2001.
Reksa dana ini memiliki tujuan utama melakukan investasi ke dalam
Efek Pendapatan Tetap dan instrumen pasar uang yang mempunyai
jatuh tempo kurang dari satu tahun untuk mendapatkan bunga dan
menyediakan likuiditas bagi pemodal dengan resiko yang minimal;
e) BNI Danaplus
Adalah reksa dana pendapatan tetap berbasis obligasi dan atau
efek bersifat hutang lainnya yang diterbitkan oleh pemerintah Republik
Indonesia atau badan hukum di Indonesia, yang juga berbentuk
kontrak investasi kolektif. Kontrak investasi kolektif BNI Danaplus ini
dituangkan dalam Akta Nomor 28 tanggal 5 September 2002 yang
diubah dengan Akta Nomor 1 tanggal 12 April 2004 keduanya dibuat
di hadapan Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta,
antara PT. BNI Securities sebagai manajer investasi dan ABN AMRO
Bank N.V. sebagai bank kustodian. Perubahan terakhir denga Akta
Addendum III Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana BNI Danaplus
No. 11 tanggal 15 Februari 2005, dibuat dihadapan Ny. Poeraningsih
Adiwarsito, S.H., Notaris I Jakarta, yang mengubah bank kustodian
menjadi Standard Chartered Bank. BNI Dana Plus mendapat
pernyataan efektif dari Bapepam pada 16 Oktober 2002. BNI Danaplus
bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang
relatif lebih stabil melalui investasi pada efek berpendapatan tetap;
f) BNI Dana Syariah
Memiliki fitur yang mirip BNI Dana Berbunga Dua tetapi hanya
berinvestasi di efek yang berdasarkan syariah Islam. Mempunyai
tingkat likuiditas yang cukup tinggi pula karena dapat dicairkan tiap
hari kerja. BNI Dana Syariah adalah reksa dana berbentuk kontrak
investasi kolektif berdasarkan Undang-undang No. 8 Tahun 1995
tentang pasar modal, serta peraturan pelaksanaannya dibidang reksa
dana. Kontrak investasi kolektif BNI Dana Syariah dibuat berdasarkan
Akta No. 60, tanggal 16 Maret 2004 yang dibuat dihadapan Ny.
48
Poerbaningsih Adiwarsito,S.H., Notaris di Jakarta antara PT. BNI
Securities sebagai manajer investasi dan PT. Bank Niaga Tbk sebagai
bank kustodian, dengan pernyataan efektif yang dikeluarkan Bapepam
pada 21 April 2004. Tujuan investasi BNI Dana Syariah yaitu untuk
memberikan tingkat petumbuhan nilai investasi yang stabil dalam
jangka panjang kepada para pemodal yang berpegang pada Syariah
Islam dengan hasil investasi yang bersih dari unsur riba’ dan ghahar;
g) BNI Danaplus Syariah
Adalah reksa dana campuran yang dialokasikan pada obligasi
syariah dan saham-saham yang masuk dalam kategori syariah.
Mempunyai resiko yang moderat dan potensi imbal hasil yang moderat
pula. BNI Danaplus Syariah adalah reksa dana berbentuk kontrak
investasi kolektif berdasarkan Undang-undang No. 8 Tahun 1995
tentang pasar modal, serta peraturan pelaksanaannya dibidang reksa
dana. Kontrak investasi kolektif BNI Dana Syariah dibuat berdasarkan
Akta No. 60, tanggal 16 Maret 2004 yang dibuat dihadapan Ny.
Poerbaningsih Adiwarsito,S.H., Notaris di Jakarta antara PT. BNI
Securities sebagai manajer investasi dan PT. Bank Niaga Tbk sebagai
bank kustodian, dengan pernyataan efektif yang dikeluarkan Bapepam
pada 21 April 2004. Reksa dana ini mempunyai tujuan investasi untuk
memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang lebih baik dan
optimal dalam jangka panjang kepada para pemodal yang berpegang
pada syariah dengan hasil yang bersih dari unsur riba’ dan ghahar;
h) BNI Dana Merah Putih
Bertujuan untuk memberikan tingkat pendapatan investasi yang
relatif stabil dengan resiko yang relatif minimal melalui investasi pada
obligasi dan atau efek hutang yang diterbitkan oleh pemerintah
Republik Indonesia. Merupakan reksa dana berbentuk kontrak
investasi kolektif sebagaimana tercantum dalam akta Kontrak Investasi
Kolektif Nomor 18 tanggal 22 Februari 2005 yang dibuat di hadapan
Ny. Poerbaningsih Adiwarsito,S.H., Notaris di Jakarta, antara PT. BNI
49
Securities sebagai manajer investasi dan Standard Chartered Bank
Cabang Jakarta sebagai bank kustodian. BNI Dana Merah Putih
mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam pada 31 Maret 2005.
BNI Dana Merah Putih bertujuan untuk memberikan tingkat
pendapatan investasi yang relatif stabil dengan resiko yang minimal
melalui investasi pada obligasi dan/atau efek bersifat utang yang
diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia;
i) BNI Solusi Dana Terproteksi
Reksa dana ini bertujuan untuk memberikan proteksi sebesar
125% dari Nilai Investasi Awal pemegang unit penyertaan. Nilai
proteksi sebesar 125% tersebut merupakan akumulasi atas pelunasan
secara bertahap/ periodik dan/ atau pelunasan lebih awal dan/atau
memberikan pelunasan unit penyertaan dan/atau hasil investasi secara
periodik. Solusi Dana Terproteksi mempunyai target komposisi
investasi sebesar minimum 80% dan maksimum 100% pada efek
bersifat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia
serta efek bersifat utang lainnya yang diterbitkan oleh perusahaan yang
termasuk dalam kategori layak investasi, serta minimum 0% dan
maksimum 20% pada instrumen pasar uang. Reksa dana ini
dimunculkan melalui kontrak investasi kolektif antara PT. BNI
Securities sebagai manajer investasi dan PT. Bank Niaga Tbk. sebagai
bank kustodian yang kemudian dituangkan dalam Akta Nomor 17
Tanggal 10 Oktober 2005. dengan pernyataan efektif yang dikeluarkan
oleh Bapepam pada 14 Oktober 2005.
Solusi Dana Terproteksi hanya ditawarkan kepada pemegang
unit penyertaan BNI Dana Berbunga Dua, BNI Dana Syariah dan/atau
BNI Dana Lancar.
Tujuan investasi dari reksa dana ini adalah
memberikan proteksi sebesar 125% dari nilai investasi awal pemegang
unit penyertaan, dengan ketentuan nilai proteksi sebesar 125% tersebut
merupakan akumulasi atas pelunasan secara bertahap atau pelunasan
50
lebih awal atau juga memberikan pelunasan unit penyertaan atau hasil
investasi secara periodik.
3. Bank Kustodian Dalam Reksa Dana di PT. BNI Securities
a) PT. Bank Niaga Tbk
Merupakan bank kustodian swasta nasional pertama yang
memperoleh persetujuan dari Bapepam berdasarkan Surat Keputusan
Ketua Bapepam nomor: KEP-71/PM/1991 tanggal 22 Agustus 1991
sebagai bank kustodian di pasar modal. Pada Juni 2000 Custodial
Service Division Bank Niaga telah mendapatkan sertifikasi manajeman
pengendalian mutu ISO 9002 dan telah ditingkatkan menjadi ISO
9001:2000 pada September 2003. Dalam reksa dana BNI Securities
PT. Bank Niaga Tbk melakukan pengelolaan terhadap Reksa Dana
BNI Dana Berkembang, BNI Dana Fleksibel, BNI Dana Lancar, BNI
Dana Berbunga Dua, BNI Dana Syariah, BNI Danaplus Syariah.
b) Standard Chartered Bank
Standard Chartered Bank Cabang Jakarta di Indonesia telah
memiliki persetujuan sebagai kustodian di bidang pasar modal
berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
Nomor KEP-35/PM.WK/1991 tanggal 26 Juni 1991. Memperoleh izin
Pembukaan Kantor Cabang di Jakarta, berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Keuangan Republik Indonesia No. D.15.6.5.9.19 tanggal
1 Oktober 1968, untuk melakukan usaha sebagai Bank Umum.
Standard Chartered Bank didirikan oleh Royal Charter pada
tahun 1853 dengan kantor pusat London. Standard Chartered
Securities Service berdiri pada tahun 1991 sebagai bank kustodian
asing pertama di Indonesia. Standard Chartered Securities Service
merupakan Bank Kustodian pertama yang memperoleh ISO 9001-2000
dengan aset sekitar Rp.10 Triliun. Dalam reksa dana BNI Securities
PT. Bank Niaga Tbk melakukan pengelolaan terhadap Reksa Dana
BNI Dana Plus dan BNI Dana Merah Putih.
51
4. Kebijakan Investasi di PT. BNI Securities
BNI Securities khususnya divisi manajemen investasi menetapkan
bentuk-bentuk kebijaksanaan masing-masing reksa dana sesuai dengan
penempatan investasi portofolionya. Kebijakan investasi tersebut adalah
sebagai berikut:
a) BNI Dana Berkembang
Kebijakan investasi yang ditempuh dalam reksa dana ini adalah
bahwa portofolio akan dikelola secara beragam dan aktif. Efek saham
dengan fundamental yang baik dan likuid akan diperdagangkan secara
aktif dan akan menjadi portofolio utama. Pemilihan efek saham akan
memakai pendekatan “bawah atas” dimana analisa dimulai atas saham
per saham, faktor sektoral dimana efek saham itu dikategorikan, faktor
dalam negeri dan akhirnya faktor luar negeri yang pengaruhnya
relevan dengan efek saham yang bersangkutan.
b) BNI Dana Fleksibel
Dengan rentang alokasi aset masing-masing antara 10% sampai
90%, reksa dana ini dapat melakukan alokasi asetnya pada obligasi,
baik obligasi korporasi maupun pemerintah, instrumen pasar uang
yang mempunyai jatuh tempo kurang dari satu tahun meliputi
Sertifikat Bank Indonesia/SBI, Deposito, Tabungan, Negotiable
Certificate of Deposit/NCD, Comercial Paper/CP, dan Instrumen
Pasar Uang lainnya yang diterbitkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku di Indonesia. Selain itu BNI Dana Fleksibel
akan mengalokasikan asetnya pada saham-saham dan/atau right
dan/atau warrant yang tercatat di bursa efek, juga pada instrumen pasar
uang dalam denominasi mata uang asing.
Pemilihan efek akan memakai pendekatan “bawah atas”, dimana
analisa dimulai atas efek per efek, faktor sektoral dimana efek itu
dikategorikan, faktor dalam negeri dan akhirnya faktor luar negeri
yang pengaruhnya relevan dengan efek yang bersangkutan.
52
c) BNI Dana Berbunga Dua
BNI Dana Berbunga Dua akan menempatkan portofolionya pada
obligasi baik dengan tingkat suku bunga tetap dan atau mengambang
yang tercatat pada bursa efek di Indonesia dan pada kas dan atau efek
lainnya yang diterbitkan berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku di Indonesia. Denominasi obligasi, kas dan/atau efek
lainnya yang dipilih tersebut adalah dalam rupiah.
Seperti halnya pendekatan pada BNI Dana Fleksibel pemilihan
portofolio akan memakai pendekatan “bawah-atas”. Kualitas penerbit
efek pendapatan tetap akan menjadi pertimbangan yang utama.
Pemilik, kualitas manajemen, prospek usaha, rasio likuiditas serta
riwayat kredibilitas perusahaan merupakan faktor-faktor utama dalam
memilih portofolio. Tingkat inflasi, uang beredar, neraca pembayaran,
tingkat depresiasi terhadap mata uang asing, dan tingkat suku bunga di
dalam dan di luar negeri merupakan faktor-faktor lain dalam memilih
portofolio.
d) BNI Dana Lancar
BNI Dana Lancar akan menempatkan portofolionya di efek
berpendapatan tetap meliputi obligasi dan surat hutang lainnya yang
ditawarkan melalui penawaran umum di Indonesia dan instrumen pasar
uang yang mempunyai jatuh tempo kurang dari satu tahun meliputi
Sertifikat Bank Indonesia/SBI, Deposito, Tabungan, Negotiable
Certificate of Deposit/NCD, Comercial Paper/CP, dan Instrumen
Pasar Uang lainnya yang diterbitkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku di Indonesia. Denominasi efek pendapatan
tetap dan instrumen pasar uang yang dipilih tersebut adalah dalam
bentuk rupiah.
e) BNI Danaplus
BNI Danaplus mempunyai kebijakan investasi minimum 80%
dan maksimum 100% pada obligasi dan atau efek bersifat utang
lainnya yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia serta
53
maksimum 20% pada efek pendapatan tetap termasuk efek pasar uang
yang diterbitkan oleh badan hukum Indonesia sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
f) BNI Dana Syariah
Target komposisi portofolio BNI Dana Syariah adalah minimum
80% hingga maksimum 98% pada Efek Pendapatan tetap, termasuk
efek yang bersifat utang/investasi, transaksi REPO yang bersifat
Syariah dan Instrumen Pasar uang yang bersifat Syariah. Minimum 2%
hingga maksimum 20% pada kas atau setara kas.
g) BNI Danaplus Syariah
Target komposisi portofolio BNI Danaplus Syariah adalah
minimum 48% hingga maksimum 98% pada efek pendapatan tetap,
termasuk efek yang bersifat utang/investasi, REPO yang bersifat
Syariah, dan instrumen pasar uang, dan efek pendapatan tetap lain
yang bersifat syariah, serta minimum 0% hingga maksimum 50% pada
efek yang bersifat ekuitas dari dari perusahaan-perusahaan yang
kegiatan usaha dan hasil usaha utamanya sesuai dengan syariah dan
minimum 2% hingga maksimum 20% di kas dan/atau setara dengan
kas.
h) BNI Dana Merah Putih
BNI
Dana
Merah
Putih
mempunyai
kebijakan
untuk
menempatkan portofolionya ke dalam investasi minimum 80%
danmaksimum 98% pada obligasi dan atau efek bersifat utang yang
diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia (termasuk yang
disertai dengan perjanjian pembelian kembali/REPO) serta minimum
2% dan maksimum 20% pada kas dan/atau setara kas
BNI Dana Merah Putih dapat melakukan investasi pada efek
bersifat utang yang telah dijual dalam penawaran umum dan atau
dicatatkan di bursa efek luar negeri sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
54
i) BNI Dana Terproteksi Solusi Dana Terproteksi
Solusi Dana Terproteksi mempunyai kebijakan investasi yaitu,
minimum sebesar 80% dan maksimum sebesar 100% pada efek yang
bersifat utang yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia serta
yang diterbitkan oleh perusahaan yang termasuk layak investasi dan
minimum sebesar 0% dan maksimum 20% pada instrumen pasar uang
antara lain Sertifikat Bank Indonesia, Surat Perbendaharaan Negara.
5. Manfaat Investasi dan Risiko yang Dihadapi Investor
a) Bagi seluruh pemegang unit penyertaan semua reksa dana di BNI
Securities manfaat yang diperoleh yaitu:
(1) Diversifikasi Investasi
Jumlah dana kelolaan masing-masing reksa dana memungkinkan
diversifikasi yang lebih baik, oleh karena itu resiko investasi juga
lebih menyebar;
(2) Unit Penyertaan Mudah Dijual Kembali
Masing-masing reksa dana merupakan reksa dana terbuka
berbentuk kontrak investasi kolektif, oleh karena itu manajer
investasi, dalam hal ini adalah BNI Securities dan/atau semua
reksa dana wajib membeli kembali unit penyertaan yang dijual
oleh pemegang unit penyertaan;
(3) Dikelola Secara Profesional
Semua reksa dana di atas dikelola dan dimonitor setiap hari secara
disiplin, rinci, dan terus menerus, oleh tim yang berpengalaman di
bidang investasi;
(4) Pembayaran Uang Tunai Kepada Pemodal Tidak Dikenakan
Pajak
Setiap pembayaran atas penjualan kembali unit penyertaan tidak
dikenakan pajak;
(5) Membebaskan Investor dari Pekerjaan Administrasi dan Analisa
Investasi
55
Investor tidak perlu melakukan riset, analisa pasar, maupun
berbagai
pekerjaan
administrasi
yang
berkaitan
dengan
pengambilan keputusan investasi setiap hari.
Bagi pemegang unit penyertaan BNI Dana Terproteksi Solusi Dana
Terproteksi mempunyai manfaat tambahan yaitu Proteksi sebesar
125% terhadap Nilai Investasi Awal. Nilai Pokok Investasi Awal untuk
setiap pemegang unit penyertaan diproteksi resikonya sehingga tidak
akan berkurang atau hilang selama pemegang unit penyertaan
mengikuti seluruh ketentuan yang tercantum dalam prospectus, namun
juga bagi pemegang unit penyertaan reksa dana ini tidak bisa menjual
unit penyertaan sewaktu-waktu. Penjualan unit penyertaan haya dapat
dilakukan ketika jatuh tempo, jika sebelum jatuh tempo dilakukan
penjualan kembali maka akan dikenakan penalty sebesar 10%.
b) Risiko yang dihadapi pemodal
Risiko yang dihadapi pemodal yang memiliki unit penyertaan reksa
dana di BNI Securities yaitu dibagi dalam dua jenis risiko yaitu:
(1) Risiko Operasional
a) Risiko Likuiditas
Risiko ini dapat terjadi apabila terdapat penjualan kembali
secara serentak oleh para pemodal (redemption rush) dan
manajer investasi mengalami kesulitan untuk menjual
portofolio dalam jumlah besar dengan segera.
Manajer investasi, dari waktu ke waktu, dapat menunda
pembentukan/perhitungan NAB apabila:
i) Bursa efek dimana sebagian besar portofolio efek reksa
dana diperdagangkan ditutup;
ii) Perdagangan efek atas sebagian besar portofolio efek
reksa dana di bursa dihentikan;
iii) Keadaan darurat.
56
b) Risiko Penggantian Manajer Investasi
Bapepam, apabila memandang perlu dan untuk menjaga
kepentingan pemodal, dapat mengganti manajer investasi (PT.
BNI Securities) dengan manajer investasi lain;
c) Risiko Pertanggungan Kekayaan Reksa Dana
Risiko di atas dapat terjadi apabila perusahaan asuransi tidak
membayar seluruh atau sebagian nilai pertanggungan.
(2) Risiko Investasi
Harga efek saham dapat naik maupun turun dengan cepat.
Apabila efek saham yang terdapat dalam portofolio turun, maka
Nilai Aktiva Bersih dari setiap unit penyertaan reksa dana ini
akan turun pula, sehingga ada kemungkinan bahwa Nilai Aktiva
Bersih Unit Penyertaan, pada saat-saat tertentu, akan lebih rendah
dari Nilai Aktiva Bersih pada waktu pembelian.
57
B. Mekanisme Investasi Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif di PT. BNI
Securities
Mekanisme kegiatan investasi melalui reksa dana di BNI Securities
dapat dilihat dalam bagan seperti yang tergambar di bawah ini:
Pengawasan
BAPEPAM
3
2
4
6
Manajer
Investasi
INVESTOR
Perantara
Pedagang
Efek
5
8
10
1
7
7
9
Bank
Kustodian
Pasar Modal
Pasar Uang
Keterangan berikut ini adalah menerangkan mengenai bagan di atas:
(1) BNI Securities melalui divisi manajemen investasinya melakukan
pembuatan Master Investment Contract (Kontrak Induk) dengan calon
bank kustodian untuk masing-masing reksa dana sebagaimana yang telah
ditetapkan sebelumnya (PT. Bank Niaga Tbk. untuk reksa dana BNI
Dana Berkembang, BNI Dana Fleksibel, BNI Dana Lancar, BNI Dana
Berbunga Dua, BNI Dana Syariah dan BNI Danaplus Syariah serta
Standard Chartered Bank untuk reksa dana BNI Danaplus dan BNI Dana
Merah Putih). Di dalam kontrak induk itu memuat hak dan kewajiban PT.
58
BNI Securities selaku manajer investasi, PT. Bank Niaga Tbk. selaku
bank kustodian, Standard Chartered Bank cabang Jakarta selaku bank
kustodian, dan pemegang unit penyertaan. Kontrak induk itu meliputi:
(a) Kontrak investasi kolektif, yaitu kontrak antara manajer investasi
BNI Securities dengan PT. Bank Niaga Tbk. atau Standard
Chartered Bank cabang Jakarta selaku bank kustodian yang telah
ditunjuk yang memberikan wewenang kepada manajer investasi
untuk mengelola portofolio dan kepada PT. Bank Niaga Tbk. atau
Standard Chartered Bank cabang Jakarta diberi wewenang untuk
melaksanakan penitipan;
(b) Kontrak Pengelolaan Reksa Dana (Fund Management Agrement)
yaitu kontrak antara BNI Securities dengan PT. Bank Niaga Tbk.
atau Standard Chartered Bank cabang Jakarta untuk mengelola dana
dari masing-masing reksa dana yang telah ditentukan;
(c) Kontrak Penyimpanan Kekayaan Reksa Dana (Custodian Agrement)
yaitu kontrak antara BNI Securities dengan PT. Bank Niaga Tbk.
atau Standard Chartered Bank cabang Jakarta untuk menyimpan
kekayaan dari masing-masing reksa dana.
Pada saat ini pula manajer investasi menempatkan uang tunai sekurangkurangnya 1% dari jumlah unit penyertaan yang ditetapkan dalam
kontrak;
(2) BNI Securities selaku manajer investasi mengajukan pernyataan
pendaftaran atas masing-masing reksa dana dalam waktu yang tidak
bersamaan. Reksa dana pertama yang didaftarkan pada Bapepam adalah
BNI Dana Berkembang yaitu pada tahun 1996 dan yang terakhir adalah
BNI Dana Merah Putih yaitu pada April 2005;
(3) Bapepam mengeluarkan pernyataan efektif dari pernyataan pendaftaran
yang sebelumnya telah diajukan oleh manajer investasi BNI Securities
setelah dilakukan pemeriksaan dan kualifikasi terlebih dahulu;
(4) BNI Securities melakukan penawaran umum kepada calon investor
dengan menerbitkan prospektus sebagai acuan bagi calon investor apabila
59
akan melakukan pembelian unit penyertaan salah satu atau semua reksa
dana serta melakukan penjualan unit penyertaan secara terus menerus;
(5) Investor mengajukan permohonan pembelian unit penyertaan kepada
manajer
investasi
setelah
mempelajari
isi
prospektus.
Setelah
permohonan pembelian disetujui dan tercapai kesepakatan antara kedua
belah pihak investor mengisi, menyetujui, dan menandatangani formulir
pemesanan. Formulir pemesanan dan uang harga pembalian unit
penyertaan diserahkan kepada bank kustodian sesuai dengan yang telah
ditetapkan
dalam
prospektus,
kemudian
bank
kustodian
akan
menyerahkan unit penyertaan sesuai dengan pesanan;
(6) Manajer investasi memberikan instruksi pembelian sejumlah efek kepada
perantara pedagang efek apabila ada permohonan pembelian dari
investor, selain itu juga memberikan instruksi penjualan ketika investor
ingin melakukan penjualan kembali unit penyertaan;
(7) Perantara pedagang efek memberikan instruksi pembayaran tagihan atas
sejumlah efek kepada pasar modal atau pasar uang dimana dana itu
ditanamkan;
(8) Perantara pedagang efek memberikan konfirmasi kepada manajer
investasi dan juga bank kustodian atas instruksi yang diberikan;
(9) Investor menjual unit penyertaan dengan mengajukan permintaan untuk
pelunasan kembali unit penyertaan kepada bank kustodian. Setelah itu
manajer investasi akan membeli kembali unit penyertaan berdasarkan
nilai aktiva bersih per unit penyertaan dengan melakukan pelunasan
kembali melalui pembuatan order jual kepada perantara pedagang efek
untuk menjual efek atas nama rekening reksa dana yang dimaksud;
(10) Bank kustodian melakukan pembayaran atas penjualan unit penyertaan
yang dilakukan investor setelah menerima uang dari perantara pedagang
efek.
60
Uraian di atas adalah menjelaskan mekanisme investasi reksa dana
kontrak investasi kolektif di PT.BNI Securities secara umum. Berikut ini akan
dijelaskan teknis dari mekanisme investasi reksa dana di PT BNI Securities
sesuai dengan masing-masing reksa dana. Teknis investasi tersebut yaitu:
a) BNI Dana Berkembang
Penentuan Nilai Aktiva Bersih untuk kepentingan pembelian/penjualan
kembali/pengalihan unit penyertaan akan berdasarkan “harga di muka”
dimana pembelian/penjualan kembali/pengalihan yang dilakukan sebelum
jam 13.00 WIB (yang dibuktikan dengan bukti tanda terima), akan
mendapatkan harga NAB pada hari yang bersangkutan. Investor akan
mengetahui NAB dari unit penyertaan yang dibelinya pada hari bursa
berikutnya. Apabila semua persyaratan diterima setelah jam 13.00 WIB,
maka pemodal akan mendapatkan harga NAB untuk hari bursa berikutnya
dan baru akan mengetahui NAB dari unit penyertaan yang dibelinya pada
hari bursa ketiga.
(1) Tata Cara Pembukaan Akun
Setiap
investor
yang
ingin
membeli
unit
penyertaan
Dana
Berkembang, diharuskan mengisi formulir pembukaan akun dengan
membawa fotokopi KTP, SIM, atau paspor untuk perorangan dan
fotokopi akte pendirian perusahaan, NPWP, daftar anggota direksi, dan
komisaris serta surat kuasa dari direksi kepeda pejabat yang ditunjuk
untuk melakukan transaksi dengan Dana Berkembang. Formulir
pembukaan akun dapat diperoleh di alamat PT. BNI Securities atau
pada agen-agen penjualan yang ditunjuk;
(2) Pembelian Unit Penyertaan
Setiap pembelian unit penyertaan harus disertai pula fotokopi bukti
pembayaran yang disetor kepada bank kustodian. Pembelian baru
dianggap efektif apabila formulir telah diisi lengkap, dokumen
pendukung disertakan dan dana telah efektif diterima di rekening Dana
Berkembang;
61
(3) Cara Pembayaran
Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke:
Nama rekening
: BNI Dana Berkembang
Nomor rekening
: 064-01-11052-00-9
Nama & alamat bank
: Bank Niaga, Cabang Graha Niaga,
Jakarta
Pembayaran dengan cek atau giro dapat dilakukan dengan
mencantumkan nama rekening di atas. Pembayaran baru dianggap sah
apabila cek atau giro telah dapat dicairkan.
Khusus bagi pemegang rekening Bank BNI, pembayaran dapat
dilakukan melalui pemindah bukuan ke:
Nama rekening
: BNI Dana Berkembang
Nomor rekening
: 259.001150353.001
Nama & alamat bank
: Bank BNI, Cabang JPU, Jakarta
Pembayaran dengan uang tunai dapat dilakukan dengan
menyetor pada nomor-nomor rekening di atas pada cabang-cabang
Bank Niaga dan Bank BNI di seluruh Indonesia.
Semua biaya bank sehubungan dengan pembelian seperti biaya transfer
biaya kliring, dan lain-lain adalah tanggungan investor dan unit
penyertaan yang dibeli akan dikalkulasi setelah dipotong biaya-biaya
tersebut.
Pembelian unit penyertaan Dana Berkembang untuk setiap
investor dibatasi maksimum 1% dari jumlah unit penyertaan yang
ditetapkan dalam KIK, kecuali bagi manajer investasi yang
bersangkutan dan pihak yang menempatkan dana awal pada saat
pembentukan reksa dana.
(4) Penjualan Kembali Unit Penyertaan
Penjual kembali Dana Berkembang dapat dilakukan dalam satuan unit
penyertaan atau nilai uang yang akan dicairkan. Minimum penjualan
kembali setiap kali adalah ekuivalen dengan Rp.500.000,00 (lima ratus
ribu rupiah). Dengan mempertimbangkan faktor keamanan, cara
62
penjualan kembali hanya akan melalui transfer ke rekening bank
investor secara langsung setelah formulir penjualan kembali asli
diterima oleh bank kustodian. Dalam hal semua persyaratan penjualan
kembali telah dipenuhi secara lengkap dan benar, pembayaran dapat
dilakukan pada T+1 (satu hari bursa setelah transaksi), selambatnya
tujuh hari bursa (T+7). Manajer investasi dan bank kustodian berhak
untuk menunda pembayaran apabila dokumentasi penjualan kembali
belum lengkap dipenuhi.penjualan kembali unit penyertaan tidak
dikenakan biaya. Penjualan kembali unit penyertaan dapat dilakukan
melalui ATM Bank Niaga seluruh Indonesia.
b) BNI Dana Fleksibel, BNI Dana Berbunga Dua, BNI Dana Lancar
Penentuan
Nilai
pembelian/penjualan
berdasarkan
“harga
Aktiva
Bersih
kembali/pengalihan
di
muka”
unit
dimana
untuk
kepentingan
penyertaan
akan
pembelian/penjualan
kembali/pengalihan yang dilakukan sebelum jam 13.00 WIB (yang
dibuktikan dengan bukti tanda terima), akan mendapatkan harga NAB
pada hari yang bersangkutan. Investor akan mengetahui NAB dari unit
penyertaan yang dibelinya pada hari bursa berikutnya. Apabila semua
persyaratan diterima setelah jam 13.00 WIB, maka pemodal akan
mendapatkan harga NAB untuk hari bursa berikutnya dan baru akan
mengetahui NAB dari unit penyertaan yang dibelinya pada hari bursa
ketiga.
(1) Tata Cara Pembukaan Akun
Setiap investor yang ingin membeli unit penyertaan Dana
Fleksibel dan/atau BNI Dana Berbunga Dua dan/atau BNI Dana
Lancar, diharuskan mengisi formulir pembukaan akun dengan
membawa fotokopi KTP, SIM, atau paspor untuk perorangan dan
fotokopi akte pendirian perusahaan, NPWP, daftar anggota direksi,
dan komisaris serta surat kuasa dari direksi kepada pejabat yang
ditunjuk untuk melakukan transaksi. Formulir pembukaan akun dapat
63
diperoleh di alamat PT. BNI Securities atau pada agen-agen
penjualan yang ditunjuk;
(2) Tata Cara Pembelian
Setiap kali investor melakukan pembelian unit penyertaan BNI
Dana Fleksibel, BNI Dana Berbunga Dua, BNI Lancar, terlebih
dahulu diharuskan mengisi formulir pemesanan unit penyertaan
dengan lengkap dan jelas disertai pula foto kopi bukti pembayaran
yang disetor kepada bank kustodian. Pembelian baru dianggap efektif
apabila formulir pemesanan unit penyertaan telah diisi lengkap,
dokumen pendukung disertakan dan dana telah efektif diterima di
rekening reksa dana yang bersangkutan.
Minimum pembelian unit penyertaan untuk masing-masing BNI
Dana Fleksibel, BNI Dana Berbunga Dua, BNI Dana Lancar, adalah
Rp.1.000.000,00 (satu juta rupiah).
(3) Cara Pembayaran
Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke:
BNI Dana Fleksibel
Nama rekening
: BNI Dana Fleksibel
Nomor rekening
: 064-01-62446-00-7
Nama & alamat bank
: Bank Niaga, Cabang Graha Niaga, Jakarta
BNI Dana Berbunga Dua
Nama rekening
: BNI Dana Berbunga Dua
Nomor rekening
: 064-01-62448-00-9
Nama & alamat bank
: Bank Niaga, Cabang Graha Niaga, Jakarta
BNI Dana Lancar
Nama rekening
: BNI Dana Lancar
Nomor rekening
: 064-01-62447-00-3
Nama & alamat bank
: Bank Niaga, Cabang Graha Niaga, Jakarta
64
Pembayaran dengan cek atau giro dapat dilakukan dengan
mencantumkan nama rekening di atas. Pembayaran baru dianggap sah
apabila cek atau giro telah dapat dicairkan.
Khusus bagi pemegang rekening Bank BNI, pembayaran dapat
dilakukan melalui pemindah bukuan ke:
BNI Dana Fleksibel
Nama rekening
: BNI Dana Fleksibel
Nomor rekening
: 0020215082
Nama & alamat bank
: Bank BNI, cabang Jakarta Pusat
BNI Dana Berbunga Dua
Nama rekening
: BNI Dana Berbunga Dua
Nomor rekening
: 0020215071
Nama & alamat bank
: Bank BNI, cabang Jakarta Pusat
BNI Dana Lancar
Nama rekening
: BNI Dana Lancar
Nomor rekening
: 0020215093
Nama & alamat bank
: Bank BNI, cabang Jakarta Pusat
Pembayaran dengan uang tunai dapat dilakukan dengan menyetor
pada nomor-nomor rekening di atas pada cabang-cabang Bank Niaga dan
Bank BNI di seluruh Indonesia.
Semua biaya bank sehubungan dengan pembelian seperti biaya
transfer biaya kliring, dan lain-lain adalah tanggungan investor dan unit
penyertaan yang dibeli akan dikalkulasi setelah dipotong biaya-biaya
tersebut.
Pembelian unit penyertaan BNI Dana Fleksibel, BNI Dana
Berbunga Dua, BNI Dana Lancar untuk setiap investor dibatasi maksimum
2% dari jumlah unit penyertaan yang ditetapkan dalam KIK, kecuali bagi
manajer investasi yang bersangkutan dan pihak yang menempatkan dana
awal pada saat pembentukan reksa dana sebanyak-banyaknya 2,5% dari
jumlah unit penyertaan yang ditetapkan dalam KIK.
65
(4) Tata Cara Penjualan Kembali Unit Penyertaan dan Minimum
Kepemilikan Unit Penyertaan
Penjual kembali Dana Berkembang dapat dilakukan dalam
satuan unit penyertaan atau nilai uang yang akan dicairkan. Minimum
penjualan kembali setiap kali adalah ekuivalen dengan Rp.500.000,00
(lima ratus
ribu
rupiah)
Dengan mempertimbangkan
faktor
keamanan, cara penjualan kembali hanya akan melalui transfer ke
rekening bank investor secara langsung setelah formulir penjualan
kembali asli diterima oleh bank kustodian. Dalam hal semua
persyaratan penjualan kembali telah dipenuhi secara lengkap dan
benar, pembayaran dapat dilakukan pada T+1 (satu hari bursa setelah
transaksi), selambatnya tujuh hari bursa (T+7). Manajer investasi dan
bank kustodian berhak untuk menunda pembayaran apabila
dokumentasi penjualan kembali belum lengkap dipenuhi.penjualan
kembali unit penyertaan tidak dikenakan biaya. Penjualan kembali
unit penyertaan dapat dilakukan melalui ATM Bank Niaga seluruh
Indonesia.
Minimum
kepemilikan
adalah
ekuivalen
dengan
Rp.
500.000,00 (lima ratus ribu rupiah). Apabila jumlah kepemilikan unit
penyertaan kurang dari minimum kepemilikan maka manajer
investasi berhak menutup akun pemegang unit penyertaan dan
mengembalikan sisa investasinya dengan cara pemindah bukuan atau
transfer ke rekening pemegang unit penyertaan.
c) BNI Danaplus
Penentuan
Nilai
pembelian/penjualan
berdasarkan
“harga
Aktiva
Bersih
kembali/pengalihan
di
muka”
unit
dimana
untuk
kepentingan
penyertaan
akan
pembelian/penjualan
kembali/pengalihan yang dilakukan sebelum jam 13.00 WIB (yang
dibuktikan dengan bukti tanda terima), akan mendapatkan harga NAB
pada hari yang bersangkutan. Investor akan mengetahui NAB dari unit
66
penyertaan yang dibelinya pada hari bursa berikutnya. Apabila semua
persyaratan diterima setelah jam 13.00 WIB, maka pemodal akan
mendapatkan harga NAB untuk hari bursa berikutnya dan baru akan
mengetahui NAB dari unit penyertaan yang dibelinya pada hari bursa
ketiga.
(1) Tata Cara Pembukaan Akun
Setiap investor yang ingin membeli unit penyertaan Dana
Fleksibel dan/atau BNI Danaplus, diharuskan mengisi formulir
pembukaan akun dengan membawa fotokopi KTP, SIM, atau paspor
untuk perorangan dan fotokopi akte pendirian perusahaan, NPWP,
daftar anggota direksi, dan komisaris serta surat kuasa dari direksi
kepada pejabat yang ditunjuk untuk melakukan transaksi. Formulir
pembukaan akun dapat diperoleh di alamat PT. BNI Securities atau
pada agen-agen penjualan yang ditunjuk;
(2) Tata Cara Pembelian
Penjualan unit penyertaan BNI Danaplus hanya akan
dilakukan kepada para investor yang sudah mempunyai rekening di
bank yang telah ditunjuk oleh manajer investasi. Pembelian awal unit
penyertaan BNI Danaplus ole para pemodal harus dilakukan sesuai
dengan ketentuan-ketentuan serta persyaratan yang tercantum dalam
prospektus dan formulir pembukaan akun BNI Danaplus.
Investor yang ingin membeli unit penyertaan BNI Danaplus,
harus terlebih dahulu mengisi formulir pemesanan unit penyertaan
dengan lengkap dan menyampaikannya kepada manajer investasi
melalui agen penjual yang ditunjuk oleh manajer investasi. Pembelian
baru dianggap efektif apabila formulir pemesanan unit penyertaan
telah diisi lengkap, dokumen pendukung disertakan dan dana telah
efektif diterima di akun BNI Danaplus.
Minimum pembelian unit penyertaan BNI Danaplus setiap kali adalah
Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah).
67
Apabila manajer investasi menilai bahwa data yang tercantum
di dalam formulir pemesanan unit penyertaan tidak sesuai dengan
identitas atau pengisian formulir pemesanan tidak lengkap, manajer
investasi dan bank kustodian berhak untuk menerima atau menolak
pemesanan pembelian unit penyertaan, baik secara keseluruhan atau
sebagian. Pemesanan kembali unit penyertaan yang ditolak
seluruhnya atau sebagian, sisanya akan dikembalikan oleh manajer
investasi melalui pemindahbukuan atau transfer langsung ke akun
pemesan unit penyertaan.
(3) Tata Cara Pembayaran
Pembayaran dapat dilakukan dengan pemindahbukuan atau transfer
ke:
BNI Danaplus
Nama rekening
: Reksadana BNI Dana Plus
Nomor rekening
: 00100010237
Nama & alamat bank
: Standard Chartered Bank, Jakarta
BNI Danaplus
Nama rekening
: Reksadana BNI Dana Plus
Nomor rekening
: 20216405
Nama & alamat bank
: BNI-Cabang Jakarta Pusat
(4) Tata Cara Penjualan Kembali dan Minimum Kepemilikan Unit
Penyertaan
Penjualan kembali BNI Danaplus dapat dilakukan dalam
satuan unit penyertaan atau nilai uang yang akan dicairkan sesuai
dengan tata cara penjualan kembali yang tercantum dalam prospektus
dan formulir pembukaan akun BNI Danaplus.
Pemodal yang ingin menjual kembali penyertaannya dalam
BNI Danaplus harus terlebih dahulu mengisi formulir penjualan
kembali unit penyertaan dan menyampaikannya kepada manajer
investasi melalui agen penjual yang ditunjuk manajer investasi.
68
Minimum penjualan kembali setiap kali adalah ekuivalen
dengan
Rp.
500.000,00
(lima
ratus
ribu
rupiah).
Dengan
mempertimbangkan faktor keamanan, cara penjualan kembali hanya
akan melalui transfer ke rekening bank investor secara langsung
setelah formulir penjualan kembali asli diterima oleh bank kustodian.
Dalam hal semua persyaratan penjualan kembali telah dipenuhi
secara lengkap dan benar, pembayaran dapat dilakukan pada
selambatnya tujuh hari bursa (T+7). Manajer investasi dan bank
kustodian berhak untuk menunda pembayaran apabila dokumentasi
penjualan kembali belum lengkap dipenuhi.penjualan kembali unit
penyertaan tidak dikenakan biaya. Biaya pemindahbukuan atau
transfer ke akun pemegang unit penyertaan bila ada, merupakan
beban dari pemegang unit penyertaan.
Minimum kepemilikan unit penertaan BNI Danaplus adalah
ekuivalen dengan Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah). Apabila
jumlah
kepemilikan
unit
penyertaan
kurang
dari
minimum
kepemilikan maka manajer investasi berhak menutup akun pemegang
unit penyertaan dan mengembalikan sisa investasinya dengan cara
pemindah bukuan atau transfer ke rekening pemegang unit
penyertaan.
d) BNI Dana Syariah dan BNI Danaplus Syariah
Harga pembelian unit penyertaan BNI Dana Syariah dan BNI
Danaplus Syariah pada hari pertama ditawarkan sama dengan NAB awal
senilai Rp. 1000,00 (seribu rupiah) untuk setiap unit penyertaan dengan
biaya pembelian adalah maksimum sebesar 1%. Selanjutnya harga
pembelian unit penyertaan ditetapkan berdasarkan NAB masing-masing
reksa dana pada saat formulir pemesanan unit penyertaan diterima secara
lengkap dan dana pemelian telah efektif pada rekening masing-masing
BNI Dana Syariah dan/atau BNI Danaplus Syariah sesuai konfirmasi dari
69
bank kustodian baik untuk pembayaran dengan tunai, cek maupun dengan
transfer elektronik dalam mata uang rupiah.
Pembelian yang dilakukan sebelum pukul 13.00 WIB, sesuai
dengan konfirmasi dari bank kustodian, maka harga pembelian dihitung
berdasarkan NAB pada akhir hari bursa yang sama. NAB akan diketahui
pada hari bursa berikutnya. Jika diterima setelah pukul 13.00 WIB sesuai
konfirmasi bank kustodian maka akan mendapatkan NAB pada akhir hari
bursa berikutnya dan NAB baru akan diketahui pada hari bursa ketiga.
(1) Tata Cara Pembukaan Rekening
Setiap calon investor yang ingin membeli unit penyertaan BNI
Dana Syariah dan/atau BNI Danaplus Syariah terlebih dahulu
diharuskan untuk mengisi formulir pembukaan rekening dengan
melampirkan fotokopi KTP, SIM, atau paspor untuk pemegang unit
penyertaan perorangan dan fotokopi akte pendirian perusahaan,
NPWP, daftar anggota direksi dan komisaris serta surat kuasa dari
direksi kepada pejabat yang ditunjukuntuk melakukan transaksi
dengan disertai fotokopi KTP atau paspor dari yang memberi dan
diberi kuasa. Formulir Pembukaan Rekening dapat diperoleh di
kantor manajer investasi dan outlet-outletnya serta di kantor-kantor
cabang Bank BNI Syariah.
(2) Tata Cara Pembelian Unit Penyertaan
Setiap kali pemodal melakukan pembelian unit penyertaan,
terlebih dahulu diharuskan mengisi formulir pemesanan unit
penyertaan dengan lengkap dan jelas disertai dokumen pendukung
dan dokumen lainnya apabila diperlukan sesuai dengan Prinsip
Mengenal Nasabah sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam
No. V.D.10, disertai pula bukti pembayaran yang disetor ke bank
kustodian. Pembelian baru dianggap efektif apabila formulir unit
penyertaan telah diisi lengkap dengan disertai dokumen pendukung
dan dana telah efektif diterima di rekening reksa dana yang
bersangkutan.
70
Dengan menyerahkan formulir pemesanan unit penyertaan
dan dokumen lain secara lengkap maka diartikan calon pembeli unit
penyertaan telah mengerti dan memahami peraturan-peraturan yang
berlaku dan resiko dalam melakukan investasi pada BNI Dana
Syariah dan/atau BNI Danaplus Syariah.
Setiap kali pembelian unit penyertaan BNI Dana Syariah atau
BNI Danaplus Syariah minimum adalah sebesar Rp. 1.000.000,00
(satu juta rupiah). Besarnya jumlah pembelian akan dikonversikan ke
dalam satuan unit penyertaan berdasarkan NAB pembelian yang
ditentukan oleh bank kustodian sesuai dengan peraturan yang berlaku
tentang penentuan NAB.
Selain melalui cara tersebut di atas, pembelian unit penyertaan
BNI Dana Syariah dan/atau BNI Danaplus Syariah dapat juga
dilakukan melalui ATM Bank Niaga yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia tanpa harus mengisi formulir pemesanan unit penyertaan.
Bukti transaksi akan langsung dicetak oleh mesin ATM dan
merupakan bukti yang sah atas transaksi yang dilakukan. Transaksi
pembelian melalui ATM Bank Niaga dapat juga dilakukan oleh
pemodal yang namanya belum terdaftar sebagai pemegang unit
penyertaan BNI Dana Syariah dan/atau BNI Danaplus Syariah tanpa
harus mengisi formulir pembukaan rekening dan formulir pemesanan
unit penyertaan.
Bagi para pemodal yang namanya sudah terdaftar di rekening
reksa dana yang dikelola oleh PT. BNI Securities juga dapat
melakukan pembelian unit penyertaan BNI Dana Syariah dan BNI
Danaplus Syariah melalui telephone banking
Bank BNI (phone
plus), dengan hanya menyebutkan nomor rekening reksa dana, tanpa
harus mengisi formulir pemesanan unit penyertaan.
Pemodal dan calon pemodal juga dapat melakukan transaksi
tanpa
warkat
melalui
internet,
dengan
mengakses
website
www.bnireksadana.com. Bagi yang tertarik untuk melakukan
71
transaksi melalui cara ini, pemodal diharuskan mengisi Formulir
Transaksi Melalui Internet yang tersedia di manajer investasi dan
agen penjual.
Layanan fasilitas transaksi melalui internet ini ditujukan
semata-mata hanya untuk mengganti pengisian danpengiriman
formulir-formulir transaksi secara konvensional. Cara pembayaran
baik
pembelian
maupun
penjualan
kembali
tetap
dengan
menggunakan cara konvensional.
(3) Tata Cara Pembayaran
Pembayaran pembelian unit penyertaan BNI Dana Syariah
dan/atau BNI Danaplus Syariah dapat dilakukan secara tunai, cek,
atau giro dalam mata uang rupiah yang ditujukan ke rekening sebagai
berikut:
BNI Dana Syariah
Nama rekening
: BNI Dana Syariah
Nomor rekening
: 064-01-62922-00-3
Nama bank
: PT. Bank Niaga, Tbk., Cabang Sudirman
BNI Danaplus Syariah
Nama rekening
: BNI Danaplus Syariah
Nomor rekening
: 064-01-62924-00-5
Nama bank
: PT. Bank Niaga, Tbk., Cabang Sudirman
Pembayaran dengan cek atau giro hanya dapat dilakukan
dengan mencantumkan nama rekening di atas dan baru dianggap sah
apabila cek atau giro tersebut telah dapat dicairkan di reksa dana yang
bersangkutan. Segala biaya yang berhubungan dengan pembelian
seperti biaya transfer, biaya kliring dan lain-lain adalah tanggunga
investor dan unit penyertaan yang dibeli akan dikalkulasi setelah
dipotong biaya-biaya tersebut.
72
(4) Tata Cara Penjualan Kembali Unit Penyertaan
Penjualan kembali BNI Dana Syariah dan/atau BNI Danaplus
Syariah dapat dilakukan setiap waktu, baik dalam satuan unit
penyertaan maupun nilai uang yang akan dicairkan investor yang
ingin menjual kembali unit penyertaannya dalam BNI Dana Syariah
dan/atau BNI Danaplus Syariah terlebih dahulu harus mengisi
formulir penjualan kembali unit penyertaan dan menyampaikannya
kepada manajer investasi atau melalui agen penjual yang ditunjuk
manajer investasi. Berdasarkan formulir penjualan kembali yang
diterima dari pemegang unit penyertaan, manajer investasi akan
meneruskan instruksi tersebut kepada bank kustodian.
Hasil penjualan hanya akan dikirim kepada rekening bank
pemegang unit penyertaan melalui transfer atau kiriman uang antar
bank, apabila investor mempunyai rekening yang sama dengan
rekening operasional BNI Dana Syariah dan/atau BNI Danaplus
Syariah,
maka
pembayaran
akan
dilakukan
dengan
cara
pemindahbukuan.
Manajer investasi berhak untuk melakukan penjatahan atas
penjualan kembali para pemodal apabila total penjualan kembali pada
satu hari bursa melebihi 10% dari total Nilai Aktiva Bersih masingmasing BNI Dana Syariah dan/atau BNI Danaplus Syariah.
Kelebihan penjualan kembali akan dialokasikan pada hari bursa
berikutnya dan akan disimpan untuk diproses dan dibukukan pada
hari berikutnya yang ditentukan berdasarkan metode FIFO (First In
First Out).
Harga penjualan kembali unit penyertaan sama dengan NAB
masing-masing reksa dana pada hari yang bersangkutan. Formulir
penjualan kembali unit penyertaan BNI Dana Syariah dan/atau BNI
Danaplus Syariah yang diterima sebelum jam 13.00 WIB dan
dikonfirmasi bank kustodian serta telah disetujui manajer investasi,
maka permintaan tersebut diproses berdasarkan NAB masing-masing
73
BNI Dana Syariah dan/atau BNI Danaplus Syariah pada akhir hari
bursa yang bersangkutan. NAB akan diketahui pada hari bursa
berikutnya. Jika formulir penjualan kembali unit penyertaan diterima
setelah jam 13.00 WIB berdasarkan konfirmasi bank kustodian serta
telah disetujui manajer investasi, maka nilai unit penyertaan tersebut
adalah NAB masing-masing
BNI Dana Syariah dan/atau BNI
Danaplus Syariah pada akhir hari bursa berikutnya dan NAB baru
akan diketahui pada hari bursa ketiga.
Batas minimum penjualan kembali masing-masing BNI Dana
Syariah dan/atau BNI Danaplus Syariah setiap kali adalah ekuivalen
dengan Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) Apabila penjualan
kembali unit penyertaan mengakibatkan jumlah pemilikan unit
penyertaan kurang dari Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) maka
manajer investasi berhak melakukan pelunasan seluruh unit
penyertaan dan menutup rekening pemegang unit penyertaan tanpa
memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari pemegang unit
penyertaan dengan memperhatikan ketentuan biaya penjualan
kembali unit penyertaan dan biaya pemindahbukuan/transfer yang
timbul akibat pembayaran penjualan kembali unit penyertaan (jika
ada) menjadi beban pemegang unit penyertaan.
Jika semua persyaratan penjualan kembali telah terpenuhi
dengan lengkap, maka pembayaran akan dilakukan selambatnya tujuh
hari kerja setelah formulir asli diterima oleh bank kustodian.
Sama seperti pembelian unit penyertaan, penjualan kembali
unit penyertaan juga dapat melalui ATM Bank Niaga. Bukti transaksi
akan langsung dicetak oleh mesin ATM dan merupakan bukti yang
sah atas transaksi yang dilakukan bagi yang melakukan penjualan
kembali melalui ATM.
74
e) BNI Dana Merah Putih
(1) Tata Cara Pembelian Unit Penyertaan
Investor
yang
bermaksud
melakukan
pembelian
unit
penyertaan BNI Dana Merah Putih harus terlebih dahulu mengisi dan
menandatangani Formulir Pembukaan Rekening (termasuk formulir
profil pemodal sebagaimana yang disyaratkan dalam peraturan
Bapepam Nomor:IV.D.2) yang ditujukan kepada manajer investasi
yang dapat disampaikan kepada manajer investasi secara langsung
atau melalui agen penjual yang ditunjuk oleh manajer investasi
dengan melengkapi fotokopi bukti jati diri (KTP/paspor untuk
perorangan, dan anggaran dasar, NPWP, serta KTP/paspor pejabat
yang berwenang untuk badan hukum), bukti pembayaran dan
dokumen-dokumen pendukung lainnya apabila diperlukan sesuai
dengan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana diatur dalam
peraturan Bapepam Nomor V.D.10.
Formulir pembukaan rekening diisi dan ditanda tangani oleh
investor sebelum melakukan pembelian unit penyertaan BNI Dana
Merah Putih yang pertama kali.
Pembelian unit penyertaan BNI Dana Merah putih dilakukan
dengan mengajukan formulir pemesanan unit penyertaan sesuai
dengan syarat dan ketentuan dalam formulir pembukaan rekening dan
formulir pemesanan unit penyertaan.
Formulir pembukaan rekening dan formulir pemesanan unit
penyertaan BNI Dana Merah Putih dapat diperoleh dari manajer
investasi atau melalui agen penjual yang ditunjuk oleh manajer
investasi. pembelian unit penyertaan BNI Dana Merah Putih harus
dilakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang tercantum dalam
prospektus, formulir pembukaan rekening dan formulir pemesanan
unit penyertaan BNI Dana Merah Putih.
Minimum pembelian unit penyertaan BNI Dana Merah Putih
adalah Rp.1.000.000,00 (satu juta rupiah) setiap kali transaksi,
75
dengan harga setiap unit penyertaan yaitu Rp.1.000,00 pada hari
pertama penawaran yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan
formulir pemesanan unit penyertaan. Selanjutnya harga pembelian
setiap unit penyertaan ditetapkan berdasarkan NAB BNI Dana Merah
Putih yang ditetapkan pada akhir hari bursa.
Batas maksimum unit penyertaan BNI dana Merah Putih yang
dapat dijual kepada setiap investor oleh manajer investasi adalah 2%
dari jumlah keseluruhan unit penyertaan yang ditawarkan. Dengan
demikian, setiap pemodal hanya dapat membeli unit penyertaan BNI
Dana Merah Putih maksimum sebesar 200.000.000 unit penyertaan,
kecuali bagi manajer investasi dan pihak yang menempatkan dana
awal pada saat pembentukan reksa dana yait sebesar 2,5% dari
jumlah unit penyertaan yang ditetapkan dalam KIK. Untuk pembelian
unit penyertaan BNI Dana Merah Putih, pemegang unit penyertaan
dibebankan biaya pembelian sebesar maksimum 0,1% dari nilai NAB
atas jumlah unit penyertaan yang dieli investor.
(2) Tata Cara Pembayaran
Pembayaran unit penyertaan BNI Dana Merah Putih
dilakukan dengan transfer dalam mata uang rupiah yang diajukan ke
rekening:
Nama rekening
: BNI Dana Merah Putih
Nama bank
: Standard Chartered Bank, Jakarta
Nomor rekening
: 00100055001
Semua biaya bank dan biaya pemindahbukuan sehubungan dengan
pembayaran tersebut menjadi tanggung jawab pemegang unit
penyertaan.
(3) Tata Cara Penjualan Kembali
Pemegang unit penyertaan dapat menjual kembali sebagian
atau seluruh unit penyertaan BNI Dana Merah Putih yang dimilikinya
dan manajer investasi wajib melakukan pembelian kembali unit
penyertaan tersebut pada setiap hari bursa. Manajer investasi dapat
76
melakukan penolakan pembelian kembali, dengan kewajiban manajer
investasi memberitahukan kepada Bapepam dan mengumumkan
kepada pemegang unit penyertaan, apabila terjadi hal-hal sebagai
berikut:
a)
Bursa efek dimana sebagian besar portofolio efek BNI Dana
Merah Putih diperdagangkan ditutup;
b)
Perdagangan efek atas sebagian besar portofolio efek BNI Dana
Merah Putih di bursa dihentikan;
c)
Keadaan darurat dimana Bapepam menghentikan kegiatan
perdagangan di bursa efek.
Batas minimum penjualan kembali unit penyertaan BNI Dana
Merah Putih adalah equivalen Rp.500.000,00. Saldo minimum
kepemilikan unit penyertaan BNI Dana Merah Putih yang harus
dipertahankan oleh pemegang unit penyertaan adalah equivalen
sebesar Rp. 500.000,00. Apabila saldo kepemilikan unit penyertaan
yang tersisa kurang dari saldo minimum yang dipersyaratkan pada
hari penjualan kembali, maka manajer investasi berhak menutup
rekening pemegang unit penyertaan yang bersangkutan, mencairkan
seluruh unit penyertaan yang tersisa milik pemegang unit penyertaan
tersebut dan mengembalikan dana hasil pencairan tersebut dengan
pemindahbukuan atau langsung ditransfer ke rekening yang ditunjuk
oleh pemegang unit penyertaan yang bersangkutan.
Manajer investasi tidak menetapkan batas maksimum
penjualan kembali unit penyertaan BNI Dana Merah Putih, kecuali
jika dalam satu hari bursa menerima atau menyimpan permintaan
penjualan kembali unit penyertaan BNI Dana Merah Putih lebih dari
20% dari total NAB BNI Dana Merah Putih, maka kelebihan tersebut
akan diproses dan dibukukan serta dianggap sebagai permohonan
penjualan kembali pada hari bursa berikutnya yang ditentukan
berdasrkan metode FIFO (First In First Out).
77
Formulir penjualan kembali unit penyertaan yang diterima
secara lengkap oleh manajer investasi sampai dengan pukul 13.00
WIB akan diproses oleh bank kustodian berdasarkan NAB BNI Dana
Merah Putih pada akhir bursa yang sama. Berkaitan dengan hal
tersebut, manajer investasi wajib menyampaikan permohonan
penjualan kembali unit penyertaan tersebut kepada bank kustodian
selambatnya pukul 17.00 WIB pada hari bursa yang sama.
Bagi formulir penjualan kembali unit penyertaan yang
diterima secara lengkap oleh manajer investasi setelah pukul 13.00
WIB, akan diproses oleh bank kustodian berdasarkan NAB BNI Dana
Merah Putih pada akhir bursa berikutnya. Berkaitan dengan hal
tersebut, manajer investasi wajib menyampaikan permohonan
penjualan kembali unit penyertaan tersebut kepada bank kustodian
selambatnya pukul 17.00 WIB pada hari bursa berikutnya.
Pengembalian dana hasil penjualan kembali unit penyertaan
akan dibayarkan dalam bentuk pemindahbukuan atau transfer
langsung ke rekening pemegang unit penyertaan, tidak lebih dari
tujuh hari bursa sejak formulir penjualan kembali unit penyertaan asli
diterima manajer investasi dan bank kustodian. Pemegang unit
penyertaan tidak dikenakan biaya penjualan kembali unit penyertaan
apabila melakukan penjualan kembali, kecuali biaya transfer.
f) BNI Solusi Dana Terproteksi
(1) Persyaratan Pemesanan
Solusi Dana Terproteksi hanya ditawarkan kepada pemegang
unit penyertaan pada BNI Dana Berbunga Dua, Dana Lancar, dan
Dana Syariah. Investor yang bermaksud melakukan pembelian dapat
melakukan pembelian dengan cara mengkonversi unit penyertaan
yang dimilikinya atau melakukan pembelian secara tunai. Pembelian
unit penyertaan dilakukan dengan cara menyampaikan formulir
pengalihan atau formulir pemesanan unit penyertaan yang telah
ditentukan oleh manajer investasi pada periode penawaran umum.
78
Sebelum membeli unit penyertaan Solusi Dana Terproteksi,
pemodal wajib mengisi dan menandatangani Profil Pemodal yang
tercantum dalam formulir pembukaan akun dan melengkapi dengan
foto kopi bukti jati diri. Apabila diperlukan, manajer investasi dapat
mewajibkan pemodal membuka rekening pada bank yang ditunjuk
sebelum melakukan pembelian unit penyertaan.
(2) Tata Cara Pemesanan dan Pembayaran
Pemesanan unit penyertaan oleh investor harus dilakukan
sesuai dengan syarat dan ketentuan yang tercantum dalam prospektus,
formulir konversi, dan formulir pemesanan unit penyertaan, apabila
menyimpang tidak dilayani. Pembayaran pemesanan pembelian unit
penyertaan Solusi Dana Terproteksi dilakukan ke rekening Solusi
Dana Terproteksi dan baru efektif apabila telah diterima dengan baik
pada rekening Solusi Dana Terproteksi selama periode penawaran
umum. Unit penyertaan ditawarkan sama dengan NAB per unit awal
sebesar Rp. 1000,00 (seribu rupiah)untuk setiap unit penyertaan pada
periode penawarn umum, yang harus dibayarkan penuh pada saat
mengejukan
formulir
pemesanan
unit
penyertaan.
Minimum
pembelian unit penyertaan Solusi Dana Terproteksi adalah Rp.
1.000.000,00 (satu juta rupiah). Pembayaran unit penyertaan Solusi
Dana Terproteksi dilakukan dengan pemindahbukuan atau transfer
dalam mata uang rupiah ke rekening Solusi Dana Terproteksi pada
Bank Niaga Cabang Graha Niaga Jakarta dengan nomor rekening
079-01-00196-00-5
(3) Tata Cara Penjualan Kembali
Pemegang unit penyertaan dapat melakukan penjualan
kembali sebagian atau seluruh unit penyertaan yang dimilikinya
dengan mengisi formulir penjualan kembali unit penyertaan Solusi
Dana Terproteksi yang dimilikinya dan disampaikan kepada manajer
investasi atau agen yang telah ditunjuk. Permohonan penjualan
kembali yang menyimpang dari ketentuan dan persyaratan tidak
79
dilayani. Pembayaran dana penjualan kembali unit penyertaan akan
dilakukan dengan transfer ke rekening yang ditunjuk pemegang unit
penyertaan tidak lebih dari tujuh hari bursa sejak permohonan
penjualan kembali terpenuhi. Batas minimum penjualan kembali
adalah sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah). Batas
maksimum penjualan kembali unit penyertaan adalah sebesar 5% dari
total Nilai Aktiva Bersih. Waktu permohonan penjualan kembali unit
penyertaan Solusi Dana Terproteksi adalah sama dengan reksa dana
di PT. BNI Securities yang lain. Penjualan kembali unit penyertaan
yang dilakukan sebelum jatuh tempo, dikenakan sanksi sebesar 10%.
Sanksi tersebut akan diinvestasikan kembali ke dalam Solusi Dana
Terproteksi.
C. Peranan dan Tanggung Jawab Manajer Investasi dalam Pengelolaan Reksa
Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif di PT. BNI Securities
1. Persyaratan Untuk Dapat Melakukan Kegiatan Manajer Investasi
Perusahaan efek atau manajer investasi perorangan yang hendak
melakukan kegiatan manajer investasi harus memenuhi ketentuanketentuan persyaratan yang telah ditetapkan. Persyaratan tersebut adalah
sebagai berikut:
a) Persyaratan perusahaan efek untuk dapat melakukan kegiatan manajer
investasi
(1) Berbentuk Perseroan Terbatas
Dalam pasal 127 Undang-undang Nomor 1 tahun 1995 dijelaskan
bahwa perseroan terbatas yang melakukan kegiatan tertentu di
bidang pasar modal, secara prinsip yang berlaku adalah Undangundang Nomor 1 Tahun 1995 mengenai Perseroan Terbatas,
namun peraturan di bidang pasar modal dapat mengatur lain
selain dari yang diatur dalam undang-undang Perseroan Terbatas
tersebut;
80
(2) Mempunyai Izin Usaha dari Bapepam di bidang manajer investasi
Izin usaha bagi BNI Securities selaku manajer investasi yang
dikeluarkan Bapepam yaitu Surat Keputusan Ketua Bapepam
Nomor KEP-07/PM-MI/1995 tanggal 23 Oktober 1995;
(3) Mempunyai modal dasar minimum Rp. 500.000.000,00 (lima
ratus juta rupiah)
Modal dasar PT.BNI Securities ketika pertama kali berdiri adalah
Rp. 30.000.000.000,00 (tiga puluh milyar rupiah) dan kemudian
diubah menjadi Rp. 200.000.000.000,00 (dua ratus milyar rupiah)
pada tahun 1999;
(4) Mempunyai modal disetor sebesar Rp.200.000.000,00 (dua ratus
juta rupiah)
Modal disetor PT. BNI Securities ketika pertama kali berdiri
adalah sebesar Rp. 15.000.000.000,00 (lima belas milyar rupiah)
dan kemudian pada tahun 1999 diubah nak menjadi sebesar Rp
100.000.000.000,00 (seratus milyar rupiah).
(5) Mempunyai sekurang-kurangnya satu orang direktur dan satu
orang tenaga ahli yang mempunyai izin perorangan di bidang
manajer investasi
Hal ini dapat dilihat dari susunan divisi manajemen investasi PT.
BNI Securities.
b) Persyaratan untuk mendapatkan izin perorangan manajer investasi:
(1) Lulus ujian yang diselenggarakan oleh Panitia Standar Profesi
Pasar Modal di bidang manajer investasi, setelah lulus diadakan
wawancara dengan Bapepam untuk kemudian diterbitkan
semacam surat keputusan yang menyatakan orang tersebut telah
bisa disebut sebagai wakil manajer investasi;
(2) Cakap melakukan perbuatan hukum;
(3) Tidak pernah melakukan perbuatan tercela dan atau dihukum
karena terbukti melakukan tindak pidana di bidang keuangan;
(4) Memiliki akhlak dan moral yang baik;
81
(5) Tidak pernah dinyatakan pailit yang dapat mengganggu
kesanggupannya untuk melaksanakan tugas-tugasnya secara
wajar dan jujur;
(6) Memiliki keahlian di bidang analisa efek dan pengelolaan
portofolio efek.
2. Peranan Manajer Investasi dalam Pengelolaan Reksa Dana Kontrak
Investasi Kolektif
Dapat dikatakan, manajer investasi adalah sebagai faktor utama
yang menentukan keberhasilan suatu investasi pada reksa dana, karena
manajer investasilah yang menentukan pola-pola kebijakan terhadap
pengelolaan dana investor berdasarkan kontrak dengan bank kustodian.
Sehubungan dengan pengelolaan reksa dana ini manajer investasi juga
dituntut untuk memenuhi ketentuan pasal 27 Undang-undang Nomor 8
Tahun 1995 yakni wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab
menjalankan tugas sebaik mungkin semata-mata untuk kepentingan reksa
dana dan wajib untuk mempertanggungjawabkan segala kerugian yang
timbul dari tindakan tidak melaksanakan kewajibannya, dan juga Pedoman
Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.
Secara garis besar peranan manajer investasi BNI Securities dalam
pengelolaan reksa dana kontrak investasi kolektif adalah sebagai berikut
(Wawancara pada tanggal 17 Oktober 2005 di PT. BNI Securities dengan
narasumber Kepala Divisi Perdagangan PT. BNI Securities, Setya Dharma
dan staf Divisi Perdagangan, Ana):
a) Peranan Pengelolaan Investasi
Tugas utama manajer investasi adalah mengelola portofolio
investasi reksa dana agar memperoleh hasil investasi yang sesuai
dengan tujuan investasi dengan batas-batas toleransi resiko yang
dikehendaki.
Dalam menjalankan peranan pengelolaan investasi ini, manajer
investasi melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
82
(1) Memahami kebutuhan investasi pemodal yang menjadi sasaran
usahanya
Pemahaman akan kebutuhan investasi pemodal oleh manajer
investasi adalah hal yang mutlak dalam usaha manajer investasi,
hal ini adalah agar investor merasa puas terhadap tujuan investasi
mereka. BNI Securities sebagai manajer investasi, telah
mengeluarkan berbagai produk reksa dana yang disesuaikan
dengan berbagai macam kebutuhan investor;
(2) Pemahaman kebutuhan investasi investor kemudian selanjutnya
dikembangkan menjadi strategi investasi dan pedoman investasi
yang akan menjadi dasar bagi kegiatan pelaksanaan investasi serta
tolok ukur kinerja investasi sebagai dasar ukuran keberhasilan
reksa dana
Divisi manajemen investasi BNI Securities mempunyai
suatu kebijakan tersendiri dalam melakukan investasi. sebagai
contoh yaitu apabila dana ditempatkan dalam bentuk obligasi
yaitu yang mempunyai rating minimal BBB atau A minus untuk
obligasi swasta dan rating minimal B untuk obligasi negara;
(3) Mengenali resiko yang mungkin timbul
Dalam melakukan investasi di pasar modal resiko yang
mungkin timbul sangat banyak yang disebabkan oleh berbagai
faktor. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya nilai saham dari
suatu perusahaan, oleh karena itu BNI Securities hanya
menempatkan dana investor pada saham-saham atau obligasi
perusahaan besar saja yang memiliki kemungkinan kecil untuk
terganggu;
(4) Memberi instruksi kepada bank kustodian yaitu PT. Bank Niaga
Tbk. dan/atau Standard Chartered Bank cabang Jakarta untuk
melaksanakan transaksi investasi
83
Setiap kali ada pergerakan terhadap investasi, misalnya
pembelian atau penjualan kembali, manajer investasi selalu
memberikan instruksi kepada bank kustodian;
(5) Memberikan nilai efek pasar wajar seluruh efek yang ada dalam
portofolio investasi
Nilai ini yang akan dipakai bank kustodian untuk
menghitung NAB dan kemudian melaporkannya kepada investor
setiap hari melalui dua surat kabar nasional yaitu Kompas dan
Bisnis Indonesia.
b) Peranan Promosi Pemasaran
Pendapatan usaha manajer investasi sangat bergantung dari
besarnya dana yang berhasil dihimpun, maka tanggung jawab manajer
investasi dalam promosi pemasaran sangat penting. Tanggung jawab
ini meliputi, kegiatan untuk meningkatkan kebertahuan (awareness)
akan
reksa
dana,
yang
selanjutnya
ditujukan
untuk
dapat
membangkitkan minat (interest), yang kemudian ditingkatkan menjadi
keinginan (desire) untuk melakukan investasi di reksa dana. Hal ini
dilakukan dengan penerbitan prospektus-prospektus semua reksa dana
yang ada di BNI Securities yang bisa didapatkan di semua outlet BNI
Securities, ini dilakukan agar masyarakat dapat lebih memahami reksa
dana BNI Securities dan kemudian tertarik untuk berinvestasi;
c) Jasa Pelayanan Informasi dan Nasehat Investasi
Konsekuensi dari tugas pengelolaan investasi, manajer investasi
harus dapat memberikan pelayanan informasi baik berupa informasi
mengenai produk reksa dana BNI Securities,informasi mengenai
kondisi portofolio investasi, nilai aktiva bersih, laporan akun
pemegang unit penyertaan sampai ke laporan keuangan reksa dana.
Selain itu, manajer investasi juga dapat memberikan nasehat investasi
kepada pemodal, karena umumnya pemodal reksa dana adalah pihakpihak yang tidak mempunyai akses informasi langsung ke pasar modal
84
atau waktu yang cukup untuk membuat analisa yang diperlukan dalam
pengambilan keputusan suatu investasi.
Informasi-informasi
seperti
yang
tersebut
diatas,
selalu
dikeluarkan BNI Securities setiap saat dan bisa didapatkan dengan
mudah. Informasi mengenai reksa dana di BNI Securities bisa
didapatkan di semua outlet BNI Securities dan semua cabang BNI 46
di seluruh Indonesia. NAB selalu diinformasikan setiap hari melalui
dua media masa nasional yaitu Kompas dan Bisnis Indonesia, selain
itu juga setiap bulan kepada investor dikirim laporan kondisi portofolio
efek dan NAB ke alamat investor. Laporan akun pemegang unit
penyertaan dan keuangan reksa dana setiap tahun dicantumkan dalam
annual report.
Nasehat investasi diberikan manajer investasi kepada setiap
calon investor ataupun investor sesuai dengan kebutuhan masingmasing investor. Apabila investor memiliki dana yang tidak terlalu
banyak dan mengharapkan pandapatan yang stabil dengan resiko yang
relatif ringan maka oleh manajer investasi BNI Securities disarankan
untuk memilih investasi dengan instrumen obligasi. Dalam BNI
Securities dapat memilih reksa dana BNI Berbunga Dua, BNI Dana
Lancar, BNI Danaplus dan BNI Dana Syariah. Bagi yang suka
tantangan dan berani berspekulasi maka disarankan untuk memilih
investasi yang memiliki instrumen saham, dalam BNI Securities
disarankan untuk memilih BNI Dana Berkembang. Sedangkan untuk
yang suka tentangan namun juga menginginkan pendapatan tetap
disarankan memilih investasi yang bersifat campuran yaitu BNI Dana
Fleksibel, dan BNI Danaplus Syariah;
d) Pelayanan Penjualan dan Penunjukan Agen Penjual
Salah satu tanggung jawab manajer investasi menurut undangundang Pasar Modal yaitu menawarkan dan menjual unit penyertaan
secara terus menerus sampai jumlah yang ditentukan serta wajib
membeli kembali unit penyertaan bila pemegang unit penyertaan
85
berkeinginan menjual kembali unit mereka dan membayar hasil
penjualan dalam batas waktu tertentu.
Dalam hal ini, BNI Securities selaku manajer investasi telah
banyak memberikan kemudahan dalam melakukan pembelian atau
penjualan kembali. Outlet-outlet BNI Securities yang melayani
pembelian dan penjualan kembali telah tersedia di sembilan kota besar
Indonesia dan selanjutnya akan dilakukan penambahan secara bertahap
demi kepentingan investasi. Cabang BNI 46 dan Unit Usaha Syariah
BNI 46 di seluruh Indonesia adalah merupakan agen penjual selain itu
juga telah dikenalkan transaksi dengan alat elektronik yaitu internet
dan ATM;
e) Peranan Penghimpun Dana Promotor dan Penjaga Likuiditas
Dana dari promoter ini memiliki arti penting yaitu untuk
menjaga kredibilitas reksa dana di mata masyarakat pemodal serta
menjaga stabilitas portofolio. Sebagai penjaga likuiditas BNI
Securities teruji ketika terjadi penjualan kembali unit penyertaan
secara besar-besaran pada sekitar bulan agustus lalu. Saat itu terbukti
bahwa BNI Securities melakukan tugasnya dengan baik karena bisa
melunasi penjualan kembali unit penyertaan.
3. Tanggung Jawab Manajer Investasi dalam Pengelolaan Reksa Dana
Kontrak Investasi Kolektif
Dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari pengelolaan investasi
dalam produk-produk reksa dana adakalanya atau ada kemungkinan BNI
Securities selaku manajer investasi melakukan kesalahan baik yang
disengaja maupun tidak disengaja yang dapat menimbulkan ketidakpuasan
atau bahkan kerugian bagi investor. Berikut ini akan diterangkan tanggung
jawab yang diberikan jika BNI Securities selaku manajer investasi dinilai
melakukan kesalahan yang dapat menyebabkan ketidakpuasan atau
mungkin juga kerugian bagi investor (Wawancara dengan Widodo selaku
86
Supervisor Outlet BNI Securities Surakarta pada tanggal 14 dan 16
Desember 2005),.
Pola tanggung jawab yang dilakukan BNI Securities jika terdapat
ketidak puasan investor menyangkut investasi pada reksa dana di BNI
Securities adalah sebagai berikut:
a) Jika terdapat investor yang merasa tidak puas terhadap investasi yang
dilakukan
di
BNI
Securities,
maka
investor
tersebut
harus
menginformasikan atau melaporkan kepada BNI Securities sebagai
manajer investasi yang bertanggung jawab atas investasi tersebut atas
ketidak puasan yang dialaminya;
b) Kemudian BNI Securities akan melakukan pemeriksaan terhadap
laporan investor tadi. Jika dalam pemeriksaan ditemukan kesalahan
teknis dalam prosedur investasi yang dilakukan oleh BNI Securities,
maka BNI Securities akan segera memperbaiki kesalahan tersebut
sampai sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dalam prospektus
ataupun kontrak pengelolaan. Hal ini dilakukan sebagai wujud
perlindungan terhadap investor;
c) Tanggung jawab berikutnya adalah ketika ada investor yang memberi
laporan kepada BNI Securities karena merasa investasinya di BNI
Securities rugi. Ketika hal ini terjadi, BNI Securities juga akan
melakukan pemeriksaan terhadap laporan tersebut. Ketika dalam hasil
pemeriksaan ditemukan bahwa kerugian investor disebabkan karena
kesalahan investor sendiri maka BNI Securities tidak bisa memberikan
ganti rugi apapun. Sebagai contoh yaitu ketika ada investor yang
melakukan penjualan kembali unit penyertaan pada saat NAB sedang
mengalami penurunan dibandingkan pada saat melakukan pembelian,
padahal dalam hal ini BNI Securities telah mengingatkan, atau juga
ketika ada pemegang unit penyertaan BNI Dana Terproteksi yang
melakukan penjualan kembali unit penyertaan sebelum jatuh tempo
yang menyebabkan pemegang unit penyertaan kehilangan hak
proteksinya sebagaimana telah disebutkan dalam prospektus. Dalam
87
hal-hal seperti ini BNI Securities tidak dapat memberikan ganti rugi,
hal ini disebut sebagai risiko investasi;
d) Lain halnya jika kerugian bukan disebabkan karena kesalahan investor,
dalam hal ini investor telah mematuhi ketentuan yang ditetapkan
dalam prospektus namun investor masih tetap saja dirugikan dan
dimungkinkan terjadi pelanggaran terhadap Undang-undang Pasar
Modal dan Peraturan Pelaksanaannya. Investor bisa melaporkan BNI
Securities kepada Bapepam selaku otoritas pasar modal dan BNI
Securities bersedia memenuhi tanggung jawab yang dibebankan
apabila dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran.
e) Tata cara pemeriksaan terhadap BNI Securities yaitu sesuai dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1995 mengenai Tata Cara
Pemeriksaan di Bidang Pasar Modal yaitu:
(1) Petugas yang melakukan pemeriksaan terhadap BNI Securities
yaitu Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Bapepam yang
diangkat oleh Ketua Bapepam;
(2) Pemeriksaan dilakukan setelah Bapepam menerima laporan dari
investor tentang adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan BNI
Securities yang menyebabkan kerugian bagi investor tersebut;
(3) Pemeriksaan harus berpedoman pada norma pemeriksaan yang
meliputi pemeriksaan yang menyangkut pemeriksa, pelaksanaan
pemeriksaan, dan pihak yang diperiksa dan juga pedoman
pemeriksaan yang meliputi pedoman umum pemeriksaan,
pedoman pelaksanaan pemeriksaan, dan pedoman laporan
pemeriksaan, serta harus mematuhi tata cara pemeriksaan yang
telah diatur dalam PP No. 46 Tahun 1995;
(4) Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, Pemeriksa membuat
laporan pemeriksaan untuk digunakan sebagai dasar untuk
membuktikan ada atau tidak adanya pelanggaran atas peraturan
perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Laporan tersebut
kemudian disampaikan kepada Ketua Bapepam.
88
f) Dari laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai
Negeri Sipil Bapepam tersebut maka kemudian akan ditemukan
apakah terjadi pelanggaran terhadap Undang-undang Pasar Modal dan
Peraturan Pelaksanaannya sehingga menyebabkan kerugian bagi
investor, serta jika ditemukan pelanggaran apakah dilakukan BNI
Securities sebagai badan hukum atau dilakukan individu dalam BNI
Securities untuk kepentingan pribadi;
g) Jika kerugian disebabkan karena perbuatan oknum karyawan BNI
Securities yang melakukan praktek-praktek yang dilarang dalam
pengelolaan reksa dana maka terhadap oknum tersebut akan dikenakan
sanksi dari BNI Securities sesuai dengan tingkat pelanggarannya.
Selain itu Bapepam juga akan mengenakan sanksi administrasi kepada
oknum tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 102 Undang-undang
Nomor 8 Tahun 1995 mengenai Sanksi Administrasi, hal ini ditujukan
untuk
memberikan
pembinaan
kepadanya.
Apabila
dalam
pemeriksaan ditemukan bukti permulaan tentang adanya tindak pidana
di bidang Pasar Modal, pemeriksaan tetap dilanjutkan dan Pemeriksa
wajib
membuat
laporan
kepada
Ketua
Bapepam
mengenai
ditemukannya bukti permulaan tindak pidana tersebut.
Prosedur pemeriksaan perkara pidana yang dilakukan dalam pasar
modal adalah sebagai berikut:
(1) Berdasarkan bukti permulaan Ketua Bapepam dapat menetapkan
dimulainya penyidikan;
(2) Setelah penyidikan selesai dan hasil penyidikan selesai dibuat,
Bapepam akan menyerahkan berkas perkara tersebut kepada
Kejaksaan Negeri tempat terjadinya perkara;
(3) Selanjutnya pihak kejaksaan akan menindaklanjuti hasil kerja
Bapepam tersebut, jika berkas perkara lengkap bisa diteruskan,
namun jika tidak lengkap atau tidak jelas berkas perkara
dikembalikan kepada Bapepam untuk disempurnakan;
89
(4) Berdasarkan berkas-berkas penyidikan dari Bapepam tersebut,
kejaksaan membuat tuntutan atas diri oknum tersebut untuk
dilimpahkan
kepada
Pengadilan
Negeri
untuk
kemudian
dilakukan pemeriksaan dalam sidang pengadilan atas diri oknum
tersebut. Sanksi pidana bagi oknum yang terbukti melakukan
tindak pidana di bidang pasar modal adalah bervariasi antara satu
sampai sepuluh tahun penjara.
h) Terhadap oknum yang terbukti melakukan tindak pidana di bidang
pasar modal, BNI Securities akan memberikan sanksi terhadapnya
yaitu berupa pemberhentian dengan tidak hormat;
i) Kepada investor yang mengalami kerugian akibat pelanggaran yang
dilakukan oleh oknum di BNI Securities diperkenankan melakukan
tuntutan ganti rugi kepada oknum tersebut secara pribadi bukan kepada
BNI Securities hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 111 Undangundang Pasar Modal yang berbunyi “Setiap pihak yang menderita
kerugian sebagai akibat dari pelanggaran atas Undang-undang ini dan
atau peraturan pelaksanaannya dapat menuntut ganti rugi, baik sendirisendiri maupun bersama-sama dengan pihak lain yang memiliki
tuntutan serupa, terhadap pihak atau pihak-pihak yang bertanggung
jawab atas pelanggaran tersebut.” Gugatan ini berdasarkan dari
perbuatan melawan hukum yang dilakukan oknum tersebut (KUH
Perdata Pasal 1365). Prosedur pengajuan gugatan adalah sesuai dengan
ketentuan dalam Hukum Acara Perdata Indonesia;
j) Jika setelah dilakukan penyidikan yang dilakukan oleh Bapepam
ditemukan bukti bahwa kerugian investor disebabkan karena
pelanggaran yang dilakukan BNI Securities sebagai badan hukum,
maka Bapepam akan mengenakan sanksi administrasi sesuai dengan
ketentuan Pasal 102 Undang-undang Pasar Modal mengenai Sanksi
Administrasi kepada BNI Securities. Bentuk tanggung jawab BNI
Securities atas pengenaan sanksi administrasi ini terwujud dalam
pemenuhan denda yang dikenakan terhadap BNI Securities dari
90
Bapepam sebesar Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atas
penurunan NAB secara terus menerus yang mengakibatkan kerugian
terhadap investor reksa dana di BNI Securities. Kemudian apabila
dalam pemeriksaan ditemukan bukti permulaan tentang adanya tindak
pidana di bidang Pasar Modal, pemeriksaan tetap dilanjutkan dan
Pemeriksa wajib membuat laporan kepada Ketua Bapepam mengenai
ditemukannya bukti permulaan tindak pidana tersebut. Untuk proses
selanjutnya adalah sama dengan jika yang melakukan tindak pidana
adalah oknum karyawan BNI Securities. Dalam hal BNI Securities
sebagai badan hukum yang melakukan tindak pidana di bidang pasar
modal, maka yang dikenakan tuntutan pidana adalah pengurus BNI
Securities yaitu direksi dan komisaris BNI Securities, hal ini sesuai
dengan pasal 59 KUHP;
k) Kepada investor yang mengalami kerugian akibat pelanggaran yang
dilakukan oleh BNI Securities sebagai badan hukum diperkenankan
melakukan tuntutan ganti rugi BNI Securities melalui direksi selaku
pengurus hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 111 Undang-undang
Pasar Modal yang berbunyi “Setiap pihak yang menderita kerugian
sebagai akibat dari pelanggaran atas Undang-undang ini dan atau
peraturan pelaksanaannya dapat menuntut ganti rugi, baik sendirisendiri maupun bersama-sama dengan pihak lain yang memiliki
tuntutan serupa, terhadap pihak atau pihak-pihak yang bertanggung
jawab atas pelanggaran tersebut.” Prosedur pemberian ganti rugi
kepada adalah sesuai dengan keputusan hakim.
D. Kendala atau Hambatan Manajer Investasi dalam Melakukan Peranan dan
Tanggung Jawabnya Mengelola Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif
Dalam melakukan peranan dan tanggung jawabnya dalam mengelola
reksa dana kontrak investasi kolektif, manajer investasi memiliki kendala yang
berarti seperti misalnya ketika beberapa waktu yang lalu terjadi penjualan unit
penyertaan secara besar-besaran.
Hal ini membuat BNI Securities selaku
91
manajer investasi mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya
membayar semua unit penyertaan yang dijual. Kendala tersebut disebabkan
hal-hal di bawah ini:
1. Perubahan politik, ekonomi, dan keamanan
Perubahan politik, ekonomi, dan keamanan dalam dan luar negeri
merupakan penyebab utama dari kendala yang timbul dalam pengelolaan
reksa dana ini. Perubahan atas politik, ekonomi, dan keamanan tidak bisa
diprediksikan secara tepat oleh manajer investasi, bisa saja ketika dalam
bulan juli kondisi politik, ekonomi, dan keamanan berjalan baik, namun
bulan berikutnya menjadi sangat buruk. Hal ini menjadi faktor
penghambat dalam menentukan kebijakan yang menguntungkan. Hal ini
terjadi saat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menurun
tajam pada sekitar bulan agustus, ketika itu investor beramai-ramai
melakukan redemption
atau penjualan kembali unit penyertaan untuk
dialihkan kepada investasi yang lain. Hal ini tentu saja menimbulkan
kesulitan bagi manajer investasi, karena mau tidak mau manajer investasi
harus membayar penjualan kembali yang sekian banyak jumlahnya dengan
segera dengan jalan menjual efek secepatnya dan berakibat pula bagi
investor karena NAB pada saat dilakukan penjualan kembali turun
nilainya;
2. Perubahan peraturan yang berhubungan dengan reksa dana
Perubahan peraturan dari pemerintah yang berhubungan dengan reksa
dana juga sedikit banyak berpengaruh terhadap pengelolaan reksa dana.
Sebagai contoh mengenai rencana pengenaan pajak bagi hasil investasi di
reksa dana. Sebenarnya hal ini adalah merupakan hal yang wajar seperti
juga dengan hasil investasi keuangan lainnya seperti deposito yang juga
dikenakan pajak misalnya. Mendengar rencana seperti ini para investor
reksa dana banyak yang segera menjual unit penyertaannya karena tidak
mau mengalami penurunan keuntungan akibat kena pajak, karena salah
satu keunggulan reksa dana dibanding dengan investasi lainnya yaitu hasil
92
yang tidak kena pajak hal ini pulalah yang menjadi daya tarik utama bagi
investor ketika akan memilih reksa dana sebagai lahan investasi.
3. Penurunan nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing (dolar
Amerika Serikat)
Seperti telah sedikit disinggung diatas, bahwa penurunan nilai tukar mata
uang rupiah terhadap mata uang asing khususnya dollar Amerika Serikat
(US $) juga merupakan faktor penghambat pengelolaan reksa dana kontrak
investasi kolektif pada PT. BNI Securities. Mengapa demikian? Reksa
dana adalah investasi yang berhubungan dengan efek seperti saham
misalnya. Ketika nilai tukar rupiah turun terhadap US $ hal ini akan
mengganggu nilai efek di pasar, yang berujung pada menurunnya deviden
dari emiten yang menjadi tempat peletakan dana investor oleh BNI
Securities. Jika deviden turun, maka investor menganggap investasi sudah
tidak menguntungkan maka kemudian mereka akan melakukan penjualan
kembali untuk dialihkan kepada investasi
yang dianggap lebih
menguntungkan pada masa itu, seperti misalnya deposito ataupun juga
valuta asing.
4. Kondisi makro ekonomi yang kurang kondusif
Hal-hal seperti yang tersebut diatas berujung pada kondisi makro ekonomi
yang kurang kondusif. Situasi ekonomi Indonesia menjadi tidak baik
sehingga dapat menyebabkan harga efek dalam portofolio akan mengalami
penurunan sehingga akan mengakibatkan penurunan NAB. Mengetahui
ini, investor banyak yang mengalami kepanikan sehingga segera
melakukan penjualan kembali pada saat itu meskipun NAB sedang rendah,
karena hal ini keuntungan yang didapat investor akan tidak maksimal
bahkan juga dapat mengalami kerugian. Jika kondisi seperti ini, banyak
sekali investor yang tidak berinvestasi kembali pada reksa dana karena
merasa rugi.
Selain kendala yang bersifat insidental tersebut di atas terdapat kendala
lain yaitu berkaitan dengan jarak antara kustodian dan outlet-outlet di daerah.
Hal ini terasa ketika ada investor daerah yang akan menanyakan perhitungan
93
NAB hari itu, pada hari itu juga. Outlet BNI Securities tidak bisa memberikan
jawaban pada saat itu juga karena perhitungan NAB baru dikeluarkan
menjelang
sore hari oleh kustodian di pusat yang tentunya baru
diinformasikan kepada seluruh outlet di daerah setelah itu, yang berarti outlet
sudah tutup. Maka otomatis perhitungan NAB baru bisa diterima oleh investor
di daerah pada keesokan harinya. Hambatan dan kendala dalam pemenuhan
tanggung jawab ketika BNI Securities dinyatakan melakukan pelanggaran
oleh Bapepam tidak ditemukan, hal ini terbukti ketika BNI Securities dikenai
sanksi administrasi sebesar Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) oleh
Bapepam beberapa waktu lalu akibat dari pelanngaran yang dilakukan. Ketika
itu BNI Securities langsung bersedia untuk memenuhi sanksi yang ditetapkan.
(Wawancara dengan Bapak Setya Dharma dan Ibu Ana pada 15 Oktober 2005,
dan dengan Bapak Widodo pada 17 Desember 2005).
94
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan
pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Mekanisme investasi reksa dana kontrak investasi kolektif di BNI
Securities adalah sama dengan mekanisme investasi reksa dana yang
berlaku secara umum, yaitu bahwa BNI Securities selaku manajer
investasi pertama kali adalah melakukan pembuatan kontrak induk dengan
calon bank kustodian di hadapan notaris untuk masing-masing reksa dana.
Kontrak induk itu berisi kontrak investasi kolektif, kontrak pengelolaan
reksa dana, kontrak penyimpanan reksa dana. Setelah membuat kontrak
induk, kemudian BNI Securities mengajukan pernyataan pendaftaran
kepada Bapepam. Jika pernyataan pendaftaran dirasa telah memenuhi
syarat, maka Bapepam memberikan pernyataan efektif atas pernyataan
pendaftaran tersebut. Proses selanjutnya adalah dilakukannya proses
penawaran umum reksa dana yang telah memperoleh unit penyertaan
kepada masyarakat umum. Dalam masa ini, masyarakat umum diberi
kesempatan seluas-luasnya untuk menjadi investor di BNI Securities
dengan jalan membeli unit penyertaan. Terhadap unit penyertaan yang
telah dibeli dapat dilakukan penjualan kembali sewaktu-waktu kecuali
untuk produk BNI Solusi Dana Terproteksi, penjualan kembali hanya
dapat dilakukan setelah jatuh tempo yang waktunya adalah satu tahun dari
masa pembelian unit penyertaan. Secara teknis, mekanisme investasi reksa
dana adalah dibedakan sesuai dengan masing-masing produk reksa dana.
2. Manajer investasi
merupakan tulang punggung dalam menentukan
keberhasilan investasi di reksa dana kontrak investasi kolektif melalui
peranan yang dijalankannya. Dalam menjalankan peranannya, manajer
investasi dituntut untuk memenuhi ketentuan Undang-undang Nomor 8
Tahun 1995 dan juga pedoman pengelolaan reksa dana kontrak investasi
kolektif yang diputuskan oleh ketua Bapepam. Peranan tersebut yaitu
95
meliputi peranan pengelolaan investasi, peranan promosi pemasaran, jasa
pelayanan informasi dan penasehat investasi, pelayanan penjualan dan
penunjukkan agen penjualan serta peranan penghimpun dana promotor
danpenjaga likuiditas. Di sini manajer investasi juga dituntut untuk
memenuhi tanggung jawabnya selaku pengelola reksa dana kontrak
investasi kolektif yang harus menjalankan kewajiban dan tidak melakukan
hal-hal yang dilarang. Tanggung jawab ini dilakukan BNI Securities
setelah dilakukan penyidikan oleh penyidik Bapepam setelah menerima
laporan kerugian dari investor, namun jika kerugian investor hanya karena
kesalahan teknis yang tidak disengaja, maka BNI Securities akan segara
mengganti kerugian tersebut. Tanggung jawab dibebankan kepada oknum
di BNI Securities jika yang melakukan kesalahan atau pelanggaran yang
kemudian mengakibatkan kerugian bagi investor adalah oknum di BNI
Securities. Jika yang melakukan kesalahan BNI Securities selaku badan
hukum maka yang bertanggung jawab adalah BNI Securities melalui
direksi dan komisaris.
3. Kendala dan hambatan yang timbul dalam menjalankan peranan dan
tanggung jawabnya dalam pengelolaan reksa dana kontrak investasi
kolektif bagi manajer investasi BNI Securities antara lain ketikaterjadi
penjualan unit penyertaan secara serempak. Penjualan unit penyertaan
secara serempak ini yaitu terjadi karena sebab-sebab perubahan politik,
keamanan, ekonomi dalam dan luar negeri; penurunan nilai tukar rupiah
terhadap dollar Amerika Serikat, rencana perubahan peraturan terhadap
reksa dana, serta kondisi makro ekonomi Indonesia yang tidak stabil.
Selain kendala tersebut di atas yaitu ada kendala lain yaitu jarak antara
kustodian dan outlet di daerah yang sangat jauh, yang berpengaruh pada
kecepatan penyampaian informasi NAB.
96
B. Saran-saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada
bab III di atas, penulis akan memberikan saran-saran yang sekiranya berguna
berguna bagi perkembangan dalam dunia reksa dana pada khususnya atau
pada pasar modal pada umumnya. Saran-saran tersebut yaitu:
1. BNI Securities
a) Perlunya melakukan promosi yang lebih luas karena reksa dana
merupakan investasi yang relatif aman dan dapat memberikan
keuntungan yang lumayan besar, hal ini yang kurang diketahui oleh
sebagian besar masyarakat. Masyarakat masih lebih memilih investasi
konvensional seperti deposito yang dirasa lebih aman. Jika promosi
dan pemahaman mengenai reksa dan telah dapat diterima masyarakat
dengan baik, bukan tidak mungkin peranan deposito akan tergeser
reksa dana.
b) Menurunkan nilai minimal investasi awal karena nilai investasi awal
minimal yang sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) dirasa masih
terlalu mahal, sedangkan jumlah setoran awal atau saldo minimum
yang ditetapkan bank-bank banyak yang lebih kecil dari itu. Selain itu
juga ada banyak manajer investasi yang menetapkan nilai investasi
awal yang kurang dari Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah).
c) Prospektus diharapkan dibuat dengan bahasa yang lebih sederhana
karena prospektus yang ada sekarang ini bahasanya masih terlalu sulit
bagi masyarakat yang buta akan pasar modal, diharapkan setiap
dilakukan revisi prospektus bahasanya dibuat lebih mudah dipahami.
d) Lebih berhati-hati dalam menerima pembelian unit penyertaan dari
investor, apakah berisiko terhadap reksa dana di BNI Securities atau
tidak. Jangan sampai peristiwa penjualan unit penyertaan secara besarbesaran sebagai akibat dari ketidak hati-hatian manajer investasi
terulang kembali.
97
2. Masyarakat Umum atau Calon Investor
Calon investor ketika akan memutuskan membeli unit penyertaan
diharapkan agar lebih memahami isi prospektus mengenai keuntungan dan
kerugian dari reksa dana yang akan dibelinya. Jika kurang jelas harus
menanyakan kepada pihak yang berwenag di reksa dana tersebut. Hal ini
ditujukan agar tercipta kepuasan atas investasi yang dipilih.
3. Pemerintah Republik Indonesia
Mengenai reksa dana pada khususnya dan pasar modal pada umumnya,
pemerintah diharapkan lebih mempertegas aturan-aturan dalam Undangundang Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya. Hal ini untuk
memberikan perlindungan lebih maksimal kepada investor. Untuk masa
mendatang, jika terdapat produk baru dalam investasi, peraturan yang
dibuat untuk produk baru tersebut janganlah yang bersifat memanjakan,
karena hal ini akan menjadi bumerang bagi sarana investasi tersebut.
Sebagai contoh adalah peraturan bebas pajak bagi reksa dana. Hal ini pada
awalnya adalah keuntungan bagi reksa dana, namun ketika ada rencana
pengenaan pajak bagi reksa dana hal ini akan menjadi bumerang yang
akan menyerang eksistensi reksa dana itu sendiri. Selain itu pemerintah
diharapkan memberikan penjaminan terhadap dana investor seperti halnya
dengan penjaminan terhadap nasabah tabungan di bank. Hal ini untuk
meminimalisir kerugian bagi investor dan sekaligus perwujudan terhadap
dana investor.
Download