11._LANJUTAN_FILOLOGI_SEBAGAI_ILMU_BANTU_ILMU_LAIN

advertisement
Obyek filologi adalah teks atau naskah lama.
Hasil kegiatannya berupa suntingan naskah.
Suntingan naskah biasanya disertai catatan
berupa aparat kritik, kajian bahasa naskah,
singkatan naskah, bahasa teks, dan terjemahan
teks ke dalam bahasa nasional apabila teks
dalam bahasa daerah dan ke dalam bahasa
internasional apabila suntingan disajikan untuk
dunia internasional.


Dalam pengertian penyajian teks seperti
tersebut di atas itulah filologi bertindak
sebagai ilmu bantu bagi1ilmu-ilmu yang
menggunakan naskah lama sebagai o3jek
penelitian. Beberapa di antaranya ialah
linguistik, ilmu sastra, ilmu sejarah,
sejarah kebudayaan. ilmu hukum adat,
ilmu agama, ilmu filsafat.
Untuk penelitian linguistik diakronik, ahli
linguistik memerlukan suntingan teks lama hasil
kerja filologi,mungkin juga membutuhkan hasil
kajian bahasa teks lama oleh ahli filologi.

Pada umumnya ahli linguistik
mempercayakan pembacaan teks-teks
lama kepada para ahli filologi. Dengan
demikian terdapat hubungan timbal balik
antara filologi dan Linguistik, seperti telah
disinggung pada pembicaraan terdahulu

Karena banyaknya jumlah teks sastrawi dan
besarnya kecenderungan untuk menanganinya, maka
dalam perjalanan sejarahnya filologi dipandang
sebagai ilmu sastra.
 Sebaliknya sekarang ini karena pesatnya kemajuan
ilmu sastra, maka filologi dipandang sebagai cabang
ilmu sastra.

Bantuan filologi kepada ilmu sastra
terutama berupa penyediaan suntingan
naskah lama dan hasil pembahasan teks
yang mungkin dapat dimanfaatkan
sebagai bahan penyusunan sejarah
sastra maupun teori sastra

Kecuali kegiatan mengumpulkan
naskah-naskah lama, memelihara, dan
menyuntingnya, filologi banyak
mengungkap khazanah ruhaniyah
warisan nenek moyang,

MISALNYA
kepercayaan, adat istiadat, kesenian. dan
lain-lain. Lewat pembacaan naskahnaskah lama, banyak dijumpai
penyebutan atau pemberitahuan adanya
unsur-unsur budava yang sekarang telah
punah, misalnva istilah-istiIah untuk
unsur-unsur budaya bidang musik.
takaran, timbangan, ukuran. mata uang,
dan sebagainva.
Naskah-naskah Nusantara yang oleh pendukungnya
dipandang berisi teks sejarah jumlahnya cukup banyak.
Misalnya:
- Nagaretkretagama
- Pararaton (Jawa Kuna)
- Babad Tanah Jawi
- -Babad Dipanegara (Jawa Baru), dll.

LANJUTAN
Teks-teks seperti di atas dapat
dimanfaatkan sebagat sumber sejarah
setelah diuji berdasarkan sumber lain
(sumber asing, prasasti, dsh.) atau
setelah diketahul sifat-sifatnya. Biasanya
bagian yang bersifat historis hanyalah
bagian-bagian yang melukiskan peristiwaperistiwa yang sezaman dengan
penulisnva..

LANJUTAN SEBELUMNYA
Ilmu sejarah dapat juga memanfaatkan
suntingan teks jenis lain, bukan jenis
sastra sejarah, khususnya teks-teks lama
yang dapat memberikan informasi lukisan
kehidupan masyarakat yang jarang
ditemukan dalam sumber-sumber sejarab
di luar sastra. Dalam sastra Melayu
misalnya. Hikayat Abdullah banyak
memberikan kritik tajam terhadap
kehidupan feodal.

Manfaat Filologi bagi hukum Adat, seperti bagi ilmu terutama pada
penyediaan teks. Banyak naskah nusantara yang merekam adat
istiadat seperti yang dikemukakan sebelumnya. Kecuali itu dalam
khasanah sastra nusantara terdapat teks yang dimaksudkan
sebagai hukum dalam masyarakat Melayu disebut istilah undangundang. Apa yang disebut undang-undang dalam sastra Melayu
lama berbeda dengan apa yang dimaksudkan dalam masyrakat
sekarang. Undang-undang dalam masyarakat Melayu sebetulnya
merupakan adat yang terbentuk dalam masyarakat selama
peredaran masa, bukan peraturan seluruhnya yang dibuat oleh raja
sebagai penguasa.
LANJUTAN SEBELUNYA

Penulisannya baru dilakukan kemudian setelah
dirasakan perlunya kepastian peraturan hukum
oleh raja atau setelah ada pengaruh dunia Barat.
Contoh undang-undang dalam sastra Melayu:
Undang-Undang Negeri Malaka, (dikenal juga
dengan nama Risalah Hukum Kanun. atau
Hukum Kanon) dan Undang-Undang
Minangkabau dalam sastra Jawa: Rala Niti. Paniti
Raja, Kapa-Kapa, Surya Ngalam, Nawala Pradata.
Angger Sadasa. Kecuali sastra undang-undang,
dalam sastra lama Melayu terdapat teks yang
disebut dengan istilah adat, misalnya Adat RajaRaja Melayu.
LANJUTAN
Contoh undang-undang dalam sastra Melayu:
Undang-Undang Negeri Malaka, (dikenal juga
dengan nama Risalah Hukum Kanun. atau Hukum
Kanon) dan Undang-Undang Minangkabau dalam
sastra Jawa: Rala Niti. Paniti Raja, Kapa-Kapa,
Surya Ngalam, Nawala Pradata. Angger Sadasa.
Kecuali sastra undang-undang, dalam sastra lama
Melayu terdapat teks yang disebut dengan istilah
adat, misalnya Adat Raja-Raja Melayu.

Bahwa naskah-naskah Nusantara banyak yang
mengandung teks keagamaan telah beberapa kali
dikemukakan dalam pembicaraan yang lalu. Juga
telah dikemukakan bahwa naskah-naskah Jawa
Kuna banyak diwarnai agama Hindu dan Budha,
sedangkan naskah-naskah Melayu banyak
dipengaruhi agama Islam.

LANJUTAN
Pengaruh sastra Islam dalam sastra
Jawa Baru pada umumnya lewat
sastra Melayu. Beberapa contoh
naskah yang mengandung teks-teks
keagamaan juga telah berulang kali
dikemukakan.
LANJUTAN SEBELUMNYA
Suntingan naskah terutama naskah yang
mengandung teks keagamaan/sastra kitab dan
hasil pembahasan kandungannya akan menjadi
bahan penulisan perkembangan agama yang
sangat berguna.

LANJUTAN
Dari teks-teks semacam itu akan
diperoleh gambaran antara lain:
perwujudan penghayatan agama,
percampuran agama Hindu, Buddha, dan
Islam dengan kepercayaan yang hidup di
masyarakat Nusantara, permasalahan
aliran-aliran agama yang masuk ke
Nusantara. Gambaran tersebut
merupakan permasalahan yang ditangani
oleh ilmu sejarab perkembangan agama.

Banyak definisi filsafat. tetapi inti sarinya
adalah cara berfikir menurut logika dengan
bebas, sedalam-dalamnya hingga sampai ke
dasar persoalan. Dilihat dari bidang objek
pemikiran. filsafat dapat dibagi menjadi
bebeapa cabang: metafisika (ontologi),
epistemologi, logika. etika. estetika, dan
sehagainya. Ada juga yang membaginya
menjadi: filsafat manusia. filsafat alam, dan
filsafat ilmu pengetahuan.

LANJUTAN SEBELUMNYA
Renungan yang bersifat filsafat yang pernah terjadi pada masa
lampau antara lain dapat digali lewat warisan budaya lama yang
berwujud naskah atau teks sastra. Kehidupan masyarakat
tradisional nusantara nampak didominasi oleh nilai-nilai seni dan
agama, bahkan menurut Al-Attas (1972) pandangan hidup
asli”Melavu-Indonesia” adalah berdasarkan seni. Kedatangan
kebudayaan Hindu tidak mengubah dasar ini. Pemikiran yang
rasional yang olehnva disebut filsafat baru muncul setelah kena
pengaruh Islam. Mengingat hal- hal tersebut, maka renunganrenungan filsalat yang digali dari naskah-naskah atau teks-teks
sastra lama nusantara terutama adalah renungan-renungan filsafat
yang erat kaitannya dengan seni dan agama. yaitu estetika, etika,
dan metafisika.

Download