1.1 Teori dan Model Komunikasi

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
PENGGUNAAN TEORI DAN
MODEL DASAR
KOMUNIKASI MASSA
Teori dan Model-Model Dasar Komunikasi
Massa
Fakultas
Program Studi
FIKOM
PUBLIC RELATIONS
Tatap Muka
11
Kode MK
Disusun Oleh
MK 85004
Dr. Edison Hutapea, M.Si.
Abstract
Kompetensi
Mahasiswa mampu memahami
pengertian dan menyebutkan teoriteori komunikasi massa.
Mahasiswa mampu menjelaskan tren
perkembangan ilmu komunikasi dan
berbagai model atau pola dalam
berkomunikasi.
Pembahasan
1.1 Teori dan Model Komunikasi
Pada dasarnya, model adalah alat konseptual yang menghilangkan detail yang
berlebihan dalam struktur atau proses yang ada. Mungkin digambarkan sebagai metode untuk
menghilangkan benda atau kekuatan dari dunia nyata dan restrukturisasi mereka dengan cara
simbolis yang cocok dengan dunia nyata. Sebuah model adalah representasi dari beberapa
subjek penyelidikan.
Model yang dihasilkan kemudian digunakan untuk menggambarkan lebih jauh
dampak dari peristiwa luar pada sistem tersebut dan tanggapan yang setiap sistem yang
membuat mereka. Dengan cara ini kita menggunakan model-model dalam menggambarkan
perilaku kelompok sosial, atau negara, atau bangsa, atau kenangan dan preferensi yang
membentuk kepribadian individu. Dalam cara yang sama, kita menggunakan model dalam
menggambarkan sistem logika, atau dalam menyatakan teori permainan, atau dalam
menggambarkan perilaku susunan unsur – unsur komunikasi.
Komponen dasar pembangun model komunikasi yang paling sering digunakan dalam
desain adalah pengirim atau sumber pesan, dan penerima atau tujuan pesan itu. Unsur-unsur
lain sering dianggap adalah metode pengiriman pesan - media atau saluran, interferensi
dengan transmisi yang tepat atau penerimaan pesan suara, efek pesan pada penerima - reaksi
atau umpan balik, isyarat verbal dan / atau nonverbal mempengaruhi pesan, dan semesta yang
terus berubah, peristiwa, dan orang-orang yang mengelilingi seluruh proses.
Fokus biasanya ditempatkan pada apa penerima memandang dalam pesan dan
bagaimana mereka bereaksi terhadap pesan itu, bukan dari apa yang benar-benar berpikir,
berbicara, atau menulis untuk membantu pemahaman seorang manajer, model komunikasi
juga harus menekankan kekuatan komunikasi, arus, pola , atau saluran, tujuan dari
manajemen tingkat atas, dalam hal ini yaitu proses perubahan, selalu berinovasi, dan
pertumbuhan dalam suatu organisasi.
1.2 Pengertian Komunikasi Massa
Yang dimaksud dengan komuniksi massa (Mass Communication) ialah komunikasi
yang melalui media massa modern, yang meliputi surat kabar yang mempunyai sirkulasi yang
luas, siaran radio dan televisi yang ditujukan kepada umum, dan film yang dipertunjukkan di
2015
2
Teori Komunikasi dari Modul 11
Dr. Edison Hutapea, M.Si.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
gedung-gedung bioskop.Hal tersebut perlu dijelaskan oleh karena ada sementara
pakar
diantaranya Everett M. Rogert, yang mengatakan bahwa selain media massa modern terdapat
media massa tradisional yang meliputi teater rakyat, juru dongeng keliling, juru pantun dan
lain-lain.
Lazimnya media massa modern menunjukkan seluruh sistem dimana pesan-pesan
diproduksikan, dipilih, disiarkan diterima dan ditanggapi. Komunikasi massa menyiarkan
informasi, gagasan dan sikap kepada komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak
dengan menggunakan media.
Pelaksanaan komunikasi massa jauh lebih sukar dari pada komunikasi antarpribadi.
Seorang komunikator yang menyampaikan pesan kepada ribuan pribadi yang berbeda pada
saat yang sama, tidak akan bisa menyesuaikan harapannya untuk memperoleh tanggapan
mereka secara pribadi. Suatu pendekatan yang bisa merenggangkan kelompok lainnya.
Seorang komunikator melalui media massa yang mahir adalah seorang yang berhasil
menemukan metode yang tepat untuk menyiarkan pesannya guna membina empathy dengan
jumlah terbanyak diantara komunikannya. Meskipun jumlah komunikan bisa mencapai
jutaan, kontak yang fundamental adalah antara dua orang ; benak komunikator harus
mengenai benak setiap komunikan. Komunikasi massa yang berhasil ialah kontak pribadi
dengan pribadi yang di ulang ribuan kali secara serentak.
Seorang politikus dapat mecapai jauh lebih banyak komunikan dengan sekali uraian
melalui televisi dari pada dengan jalan perlawatan mendatangi mereka seorang demi seorang;
akan tetapi penggunaan komunikasi massa bisa menjadi gagal, jika komunikator tidak bisa
memproyeksikan perasaan yang sama melalui media, yakni perasaan yang ia nyatakan
melalui keramah-tamahan dan senyum menyenangkan.
Jadi ada dua tugas komunikator dalam komunikasi massa : mengetahui apa yang ia
ingin komunikasikan, dan mengetahui bagaimana ia harus menyampaikan pesannya dalam
rangka melancarkan penetrasi kepada benak komunikan. Sebuah pesan yang isinya lemah dan
dengan lemah pula disampaikan kepada jutaan orang, bisa menimbulkan pengaruh yang
kurang efektif sama sekali dibandingkan dengan pesan yang disampaikan dengan baik kepada
komunikan yang jumlahnya kecil.
Komunikasi massa biasanya menghendaki organisasi resmi dan rumit untuk
melakukan operasinya. Produksi surat kabar atau siaran televisi meliputi sumber pembiayaan
2015
3
Teori Komunikasi dari Modul 11
Dr. Edison Hutapea, M.Si.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
dan karenanya juga pengawasan keuangan; ini memerlukan pekerjaan yang benar-benar
mempunyai keahlian; jadi memerlukan manajemen yang baik; memerlukan juga pengawasan
yang normatif yang erat hubungannya dengan orang luar yang mempunyai wewenang dan
erat hubungannya dengan masyarakat. Dengan demikian maka harus ada orang yang bergerak
dalam struktur yang menjamin kontinuitas dan kerja sama.
Syarat tersebut dipenuhi oleh organisasi yang resmi. Berhubung dengan itu, maka
komunikasi massa harus di bedakan dengan komunikasi antarpribadi yang tidak resmi dan
yang tidak berstruktur.
1.3 Karakteristik Komunikasi Massa
1.3.1 Komunikasi Massa bersifat Umum
Meskipun pesan komunikasi massa bersifat umum dan terbuka, sama sekali
terbuka juga jarang diperoleh, disebabkan faktor yang bersifat paksaan yang timbul
karena struktur sosial. Pengawasan terhadap faktor tersebut dapat dilakukan secara resmi
sejauh bersangkutan dengan larangan dalam bentuk hukum.Terutama yang berhubungan
dengan penyiaran ke luar negeri.
1.3.2 Komunikasi bersifat heterogen
Massa dalam komunikasi massa terjadi dari orang-orang yang heterogen yang
meliputi penduduk yang bertempat tinggal dalam kondisi yang sangat berbeda, dengan
kebudayaan yang beragam, berasal dari berbagai lapisan masyarakat mempunyai
pekerjaan yang berjenis-jenis maka oleh karena itu mereka berbeda pula dalam
kepentingan, standar hidup dan derajat kehormatan, kekuasaan, dan pengaruh.
1.3.3 Media massa menimbulkan keserempakan
Ada dua segi penting mengenai kontak yang langsung itu; pertama kecepatan
yang lebih tinggi dari penyebaran dan kelangsungan tanggapan; kedua : keserempakan
adalah penting untuk keseragaman dalam seleksi dan interpretasi pesan-pesan. Tanpa
komunikasi massa, hanya pesan-pesan yang sangat sederhana saja yang disiarkan tanpa
perubahan dari orang yang satu ke orang yang lain.
1.3.4 Hubungan Komunikator-komunikan bersifat non-pribadi
Komunikasi dengan menggunakan media massa berlaku daam satu arah (One way
Communication), dan ratio output input komunikan sangat besar. Tetapi dalam hubungan
2015
4
Teori Komunikasi dari Modul 11
Dr. Edison Hutapea, M.Si.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
komunikator komunikan itu terdapat mekanisme resmi yang dapat mengurangi
ketidakpastian, terutama penelitian terhadap komunikan, korespondensi, dan bukti
keuntungan dari penjualan (Siaran Komersial).
1.4 Model Dasar Komunikasi Massa
1.4.1 Model jarum hipodermik (hypodermic needle model)
Secara harfiah “hypodermic” berarti “dibawah kulit”. Dalam hubungannya
dengan komunikasi massa istilah hypodermic needle model mengandung anggapan
dasar bahwa media massa menimbulkan efek yang kuat, terarah, segera dan langsung
itu adalah sejalan dengan pengertian “perangsang tanggapan (stimulus-response)”
yang mulai dikenal sejak penelitian ilmujiwa pada tahun 1930-an.
Elihu katz mengatakan, bahwa model tersebut terdiri dari ;
1. Media yang sangat ampuh yang mampu memasukkan idea pada
benak yang tidak berdaya.
2. Massa komunikan yang terpecah-pecah, yang terhubungkan
dengan
media
massa,
tetapi
sebaiknya
komunikan
tidak
terhubungkan satu sama lain.
1.4.2 Model Komunikasi satu tahap (One Step Flow Model)
Model komunikasi satu tahap ini menyatakan bahwa saluran media massa
berkomunikasi langsung dengan assa komunikan tanpa berlalunya suatu pesan
melalui orang lain, tetapi pesan tersebut tidak mencapai semua komuikan dan tidak
menimbulkan efek yang sama pada setiap komunikan.Tetapi model satu tahap
mengakui bahwa :
1. Media tidak mempunyai kekuatan yang hebat.
2. Aspek pilihan dari penampilan, penerimaan, dan penahanan dalam
ingatan yang selektif mempengaruhi suatu pesan.
3. untuk setiap komunikan terjadi efek yang berbeda.
1.4.3 Model Komunikasi dua Tahap (two step flow model)
Konsep komunikasi dua tahap ini berasal dari lazarsfeld, Berelson, dan Gaudet
(1948) yang berdasarkan penelitiannya manyatakan bahwa idea-idea sering kali
datang dari radio dan surat kabar yang ditangkap oleh pemuka pendapat (opinion
2015
5
Teori Komunikasi dari Modul 11
Dr. Edison Hutapea, M.Si.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
leaders) dan dari mereka ini berlaku menuju penduduk yang kurang giat. Tahap
pertama adalah dari sumbernya, yakni komunikator dari pemuka pendapat kepada
pengikut-pengikutnya, yang juga menyangkut penyebaran pengaruh.
Berlainan dengan model jarum hipodermik yang beranggapan, bahwa massa
merupakan tubuh besar yang terdiri dari orang-orang yang tak berhubungan tetapi
berkaitan kepada media, maka model dua tahap meliat massa sebagai perorangan
yang berinteraksi. Ini menyebabkan penduduk terbawa kembali ke komunikasi massa.
1.4.4 Model Komunikasi Tahap Ganda (Multi Step Flow Model)
Model banyak tahap ini didasarkan pada fungsi penyebaran yang berurutan
yang terjadi pada kebanyakan situasi komunikasi. Ini tidak mencakup jumlah tahap
secara khusus, juga tidak khusus bahwa suatu pesan harus berlangsung dari
komunikator melalui saluran media massa. Model ini menyatakan bahwa bagi lajunya
komunikasi dari komunikaator kepada komunikan terdapat jumlah “relay” yang
berganti-ganti. Beberapa komunikan menerima pesan langsung melalui saluran dari
komuikator yang lainnya terpindahkan dari sumbernya beberapa kali. Jumlah tahap
yang pasti dalam proses ini bergantung pada maksud tujuan komunikator, tersedianya
media massa dengan kemampuannya untukk menyebarkannya, sifat dari pesan, dan
nilai pentingnya pesan bagi komunikan.
1.4.5 FORMULA LASSWELL
Seorang
ahli
ilmu
politik
Amerika
Serikat
pada
tahun
1948
mengemukakansuatu ungkapan yang sangat terkenal dalam teori dan penelitian
komunikasimassa. Ungkapan yang merupakan cara sederhana untuk memahami
proseskomunikasi massa adalah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut :
a. Siapa (Who),
b. Berkata Apa (Says What),
c. Melalui Saluran Apa (In Which Channel),
d. Kepada Siapa (To Whom),
e. Dengan Efek Apa? (With What Effect?).
2015
6
Teori Komunikasi dari Modul 11
Dr. Edison Hutapea, M.Si.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Meskipun sangat sederhana atau terlalu menyederhanakan suatufenomena
komunikasi massa, telah membantu mengorganisasikan danmemberikan struktur pada
kajian terhadap
komunikasi
massa.
Selain
dapatmenggambarkan
komponen-
komponen dalam proses komunikasi massa,Lasswell sendiri menggunakan formula
ini untuk membedakan berbagai jenispenelitian komunikasi.
1.4.6 Pendekatan Transmisional
Teori tentang transmisi pesan ini pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli
matematika, Claude Shannon pada akhir tahun 40-an. Shannon yang bekerjapada biro
penelitian perusahaan telepon Bell menerapkan pemikirannyaterutama untuk
kepentingan
telekomunikasi.
Dia
berangkat
dari
sejumlahpertanyaan
yang
menyangkut jenis saluran komunikasi apa yang dapatmengangkut muatan sinyal
secara maksimum? Berapa banyak muatan sinyalyang ditransmisikan akan rusak oleh
gangguan
yang
mungkin
muncul,
dalamperjalanannya
menuju
penerima
sinyal?Pertanyaan ini pada dasarnya menyangkut bidang teori informasi.Meskipun
demikian, teori yang dikembangkan Shannon bersama rekankerjanya Warren Weaver,
dalam suatu bentuk model, telah digunakansebagai analogi oleh berbagai ilmuwan
sosial.
DeFleur menambahkan beberapa komponen dalam bagan ShannonWeaver
untuk menggambarkan bagaimana sumber/komunikator mendapatkanumpan balik
2015
7
Teori Komunikasi dari Modul 11
Dr. Edison Hutapea, M.Si.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
atau feedback, yang memberikan kemungkinan kepadakomunikator untuk dapat lebih
efektif mengadaptasikan komunikasinya.Dengan demikian, kemungkinan untuk
mencapai korespondensi/kesamaanmakna akan meningkat. Untuk menjelaskan
teorinya, DeFleurmengungkapkannya dalam bagan diatas.
1.4.7 Pendekatan Psikologi Sosial
Fokus dari teori ini adalahkomunikasi antarkelompok dalam masyarakat yang
berlangsung secarainteraktif dan dua arah.Pendekatan ini memandang sumber
informasi, komunikator, dan penerima dalam suatu situasi komunikasi yang
dinamis.Hubungan antara elemen-elemen tersebut dituangkan dalam bagan yang
menyerupai layang-layang.
Bagan
tersebut
menggambarkan
bahwa
'elite' biasanya
diartikan
sebagaikekuatan politik yang ada dalam masyarakat. 'Peristiwa' atau topik/isu
adalahperbincangan/
dalammasyarakat,
di
(sepertidigambarkan
dalammasyarakat
perdebatan
mana
dengan
mengenai
dari
deretan
sini
suatu
akan
X).
kejadian
muncul
berbagai
'Publik' adalah
yang berkompeten dengan peristiwa
yang
terjadi
informasi
kelompok/komunitas
yang diinformasikan
dansekaligus sebagai audience dari media.Sementara itu 'media' mengacu padaunsurunsur
yang
ada
dansebagainya.Garis
memilikisejumlah
2015
8
di
dalam
yang
media, seperti
menghubungkan
interpretasi.Dapat
Teori Komunikasi dari Modul 11
Dr. Edison Hutapea, M.Si.
berupa
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
wartawan,
berbagai
editor,
reporter,
elemen
tersebut
hubungan,
sikap, ataupun
persepsi.Demikian
pula
arah
dari
garis
tersebut dapat
dianggap
sebagai
komunikasisearah ataupun dua arah.
1.4.8 Stimulus Respons
Prinsip stimulus-respons pada dasarnya merupakan suatu prinsip belajaryang
sederhana, di mana efek merupakan reaksi terhadap stimuli tertentu.Dengan demikian
seseorang dapat mengharapkan atau memperkirakan suatukaitan erat antara pesanpesan media dan reaksi audience. Elemen-elemenutama dari teori ini adalah: (a) pesan
(stimulus); (b) seorang penerima/receiver (organisme); dan (c) efek (respons).
Asumsi yang mendasarinya:
1. Gambaran mengenai suatu masyarakat modern yang merupakan agregasi
dari individu-individu yang relative terisolasi (atomized) yang bertindak berdasarkan
kepentingan pribadinya, yang tidak terlalu terpengaruh oleh kendala dan ikatan sosial.
2. Suatu pandangan yang dominan mengenai media massa yang seolah-olah
sedang melakukan kampanye untuk memobilisasi perilaku sesuaidengan tujuan dari
berbagai kekuatan yang ada dalam masyarakat (biroiklan, pemerintah, parpol dan
sebagainya).
1.4.9 Komunikasi Dua Tahap dan Pengaruh Antarpribadi
Teori ini berawal dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Paul Lazarsfelddan
kawan-kawannya mengenai efek media massa dalam suatu kampanyepemilihan
Presiden Amerika Serikat pada tahun 1940. Studi lersebut dilakukandengan asumsi
bahwa proses stimulus respons bekerja dalam menghasilkan efek media massa.
Namun hasil penelitian menunjukkan sebaliknya. Efekmedia massa ternyata rendah.
Lazarsfeld kemudianmengajukan gagasan mengenai `komunikasi dua tahap'
(two step flow) dankonsep `pemuka pendapat'. Temuan mereka mengenai kegagalan
mediamassa
dibandingkan
dengan
pengaruh
kontak
antarpribadi
telah
membawakepada gagasan bahwa `sering kali informasi mengalir dari radio dan
suratkabar kepada para pemuka pendapat, dan dari mereka kepada orang-oranglain
yang kurang aktif dalam masyarakat'.
2015
9
Teori Komunikasi dari Modul 11
Dr. Edison Hutapea, M.Si.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Teori dan penelitian-penelitian komunikasi dua tahap memiliki asumsi-asumsi sebagai
berikut :
1. Individu tidak terisolasi dari kehidupan sosial, tetapi merupakan anggotadari kelompokkelompok sosial dalam berinteraksi dengan orang lain.
2. Respons dan reaksi terhadap pesan dari media tidak akan terjadi secaralangsung dan
segera, tetapi melalui perantaraan dan dipengaruhi olehhubungan-hubungan sosial tersebut.
3. Ada dua proses yang berlangsung, yang pertama mengenai penerimaandan perhatian, dan
yang kedua berkaitan dengan respons dalam bentukpersetujuan atau penolakan terhadap
upaya mempengaruhi ataupenyampaian informasi.
4. Individu tidak bersikap sama terhadap pesan/kampanye media, melainkanmemiliki
berbagai peran yang berbeda dalam proses komunikasi, dankhususnya, dapat dibagi atas
mereka yang secara aktif menerima danmeneruskan/menyebarkan gagasan dari media, dan
mereka yang semata-mata hanya mengandalkan hubungan personal dengan orang lain
2015
10
Teori Komunikasi dari Modul 11
Dr. Edison Hutapea, M.Si.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
sebagaipanutannya.5. Individu-individu yang berperan lebih aktif (pemuka pendapat)
ditandaioleh penggunaan media massa yang lebih besar, tingkat pergaulan yanglebih tinggi.
1.5.0 Difusi Inovasi
Teori ini berkaitan dengan komunikasimassa karena dalam berbagai situasi di mana
efektivitas potensi perubahanyang berawal dari penelitian ilmiah dan kebijakan publik, harus
diterapkan olehmasyarakat yang pada dasarnya berada di luar jangkauan langsung pusatpusat inovasi atau kebijakan publik.
Teori ini sangat menekankan pada sumber-sumber non-media (sumber personal,
misalnya tetangga, teman, ahli, dansebagainya.), dan biasanya mengenai gagasan-gagasan
baru yangdikampanyekan untuk mengubah perilaku melalui penyebaran informasi danupaya
mempengaruhi motivasi dan sikap. Everett A Rogers dan Floyd G.Shoemaker (1973)
merumuskan kembali teori ini dengan memberikan asumsibahwa sedikitnya ada 4 tahap
dalam suatu proses difusi inovasi, yaitu:
Pengetahuan :
kesadaran individu akan adanya inovasi dan adanya
pemahaman
tertentu
tentang bagaimana inovasi tersebut berfungsi.
Persuasi :
individu membentuk/memiliki sikap yang menyetujui atau
tidak
menyetujui
inovasi tersebut.
Keputusan :
individu terlibat dalam aktivitas yang membawa pada suatu
pilihan
untuk
mengadopsi atau menolak inovasi.
Konfirmasi :
individu akan mencari pendapat yang menguatkan
keputusan
yang
telah
diambilnya, namun dia dapat berubahdari keputusan yang telah diambil sebelumnya jika
pesan mengenai inovasi yang diterimanya berlawanan satu dengan lainnya.
1.5.1 Teori Agenda Setting
Asumsi ini berhasil lolos dari keraguan yang ditujukan pada penelitian komunikasi
massa yang menganggap media massa memiliki efek yang sangatkuat, terutama karena
asumsi ini berkaitan dengan proses belajar dan bukan dengan perubahan sikap atau pendapat.
Studi empiris terhadap komunikasi massa telah mengonfirmasikan bahwa efek yang
cenderung terjadi adalah dalam hal informasi.
2015
11
Teori Komunikasi dari Modul 11
Dr. Edison Hutapea, M.Si.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Teori Agenda-setting menawarkan suatu cara untuk menghubungkan temuan
ini dengan kemungkinan terjadinya efek terhadap pendapat, karena pada dasarnya yang
ditawarkan adalah suatu fungsi belajardari media massa. Orang belajar mengenai isu-isu apa,
dan bagaimana isu-isutersebut disusun berdasarkan tingkat kepentingannya.Teoritisi utama
agenda-setting adalah Maxwell McCombs dan DonaldShaw. Mereka menuliskan bahwa
audience tidak hanya mempelajari berita-berita dan hal-hal lainnya melalui media
massa, tetapi juga mempelajariseberapa besar arti penting diberikan pada suatu isu atau topik
dari caramedia massa memberikan penekanan terhadap topik tersebut.
Dasar pemikirannya adalah di antara berbagaitopik yang dimuat media massa,
topik yang mendapat lebih banyak perhatiandari media akan menjadi lebih akrab
bagi pembacanya dan akan dianggappenting dalam suatu periode waktu tertentu, dan akan
terjadi sebaliknya bagitopik yang kurang mendapat perhatian media.
2015
12
Teori Komunikasi dari Modul 11
Dr. Edison Hutapea, M.Si.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Remaja Rosdakarya, Bandung 2000
Devito, Joseph A, 1977, Komunikasi Antar Manusia : Kuliah Dasar, Edisi V, Penterj, Agus
Maulana, Profesional Books, Jakarta.
Effendy, Onong Uchjana, 2003, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Citra Aditya Bakti,
Bandung
------, 1981, Dimensi - Dimensi Komunikasi, Alumni, Bandung
Fisher, B. Aubrey, 1986, Teori-Teori Komunikasi, Penterj, Soejono Trimo, Remaja Karya,
Bandung
Horton, Paul, B. dan Chester L. Hunt, 1989. Sosiologi, Alih Bahasa Aminudin Ram dan Tita
Sobari, Erlangga, Bandung.
Kincaid, D. Lawrence & Wilbur Scramm. 1987. Asas-Asas Komunikasi Antar Manusia,
Penterj Agus Stiadi, LP3ES-East west Communication Institute, Jakarta
Little, John. Stephen W. 1983, Theories of Human Communication. Second Edition.
Wadworth Publishing Company. California.
Stephen W. Littlejohn Karen A. Foss, (Editors) Encyclopedia of Communication Theory,
university of New Mexico SAGE Publications, Inc.2455 Teller Road Thousand Oaks,
California 91320
2015
13
Teori Komunikasi dari Modul 11
Dr. Edison Hutapea, M.Si.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download