(1)

advertisement
Om Swastiastu
Namaste
Hinduism (Introduction)
Visi
1. Sebagai pengantar untuk lebih mengenal agama Hindu
2. Sebagai bahan pembanding dengan agama-agama lain
Tujuan
Mahasiswa bisa memahami dan menjelaskan ajaran Hindu
baik dari sisi sejarah dan teologi
Metode Pembelajaran
Ceramah dan Diskusi (Tanya-Jawab)
What is Hinduism?
Mayoritas dianut oleh orang India
Melahirkan Buddhisme, Jainisme, Sikhisme
Tolerance and diversity: "Truth is one, paths are
many"
Many deities but a single, impersonal Ultimate
Reality
A philosophy and a way of life – focused both
on this world and beyond
World Religions by Percentage and Size of
World Population--2009
World Religions by Percentage
World Religions by Population
Christians 33%
Christians
2,271,727,000
Muslims 21%
Muslims
1,449,614,000
Hindus 13%
Hindus
913,455,000
Nonreligious 11%
Nonreligious
773,947,000
Chinese universists
6%
Buddhists 6%
Chinese universists
388,609,000
Buddhists
387,872,000
Ethnoreligionists 4%
Ethnoreligionists
266,281,000
Atheists 2%
Atheists
148,346,000
Other 3%
Other
228,306,000
David Barrett, Todd M. Johnson & Peter Crossing, “Christian World Communions: Five Overviews of
Global Christianity, AD 1800-2025,” Int’l Bulletin of Missionary Research, Jan. 2009, Global Table 5, p. 25.
Bagaimana Hindu berawal?
Tidak ada Nabi atau Tokoh Penemu
Indus River Valley Civilization >5000 years ago
Aryans enter 4000 - 3500 years ago
Vedic Tradition 3500 – 2500 years ago:
ritual sand many gods (polytheism)
sacred texts (Vedas)
social stratification (caste system)
Upanishads (metaphysical philosophy) 2800 –
2400 years ago
Vedic Tradition develops into Hinduism
Hindu
majorit
y
Buddhist
majority
6
Hindu di Nusantara
Kitab atau Teks Suci
Shruti (“heard”) – oldest, most authoritative:
Four Vedas (“truth”) – myths, rituals, chants
Upanishads - metaphysical speculation
Plus other texts
Smriti (“remembered”) – the Great Indian Epics:
Ramayana
Mahabharata (includes Bhagavad-Gita)
Purana, Manawa Dharmasastra, Nitisastra
Plus others
Pertanyaan
Bagaimana dengan penyusunan kitab suci
pada agama anda?
Apakah kontekstualisasi (penafsiran)
menjadi sesuatu yang diperbolehkan?
What do Hindus believe?
One impersonal Ultimate Reality – Brahman
Manifest as many personal deities
True essence of life – Atman, the soul, is
Brahman trapped in matter (“That art thou”)
Reincarnation – atman is continually born into
this world lifetime after lifetime (Samsara)
Karma – spiritual impurity due to actions keeps
us bound to this world (good and bad)
Ultimate goal of life – to release Atman and
reunite with the divine, becoming as one with
Brahman (Moksha)
How does Hinduism direct
life in this world?
Respect for all life – vegetarian
Human life as supreme:
Four “stations” of life (Catur Varna) – priests &
teachers (Brahmana), nobles & warriors (Ksatria),
merchant class (Vaisya), servant (Sudra)
Four stages of life (Catur Asrama) – student
(Brahmacari), householder (Grhasta), retired
(Vanaprasta), renunciant (Sanyasin)
Four duties of life (Catur Purusha Artha)– Cosmic
principle/truth (Dharma), Wealth (Artha), Pleasure
(Kama), salvation/freedom (moksha)
Tri Hita Karana  Tiga Hubungan yang
menyebabkan kebahagiaan
Parahyangan (Tuhan)
Pawongan (Manusia)
Palemahan (Lingkungan)
Dasar dari etika ekosentrisme
Selama ini kita hanya berkutat pada etika
antroposentrisme dan biosentrisme
CSR harus berpedoman pada ekosentrisme
Kelemahan antroposentrisme
Mengabaikan masalah2 lingkungan yang tidak
langsung menyentuh kepentingan manusia.
Kepentingan manusia selalu berubah2 dan
berbeda2 pula kadarnya.
Yang menjadi perhatian adalah kepentingan
jangka pendek, khususnya kepentingan
manusia.
Prinsip dasar biosentrisme
Keyakinan bahwa manusia adalah anggota dari
komunitas kehidupan di bumi sama seperti
makhluk hidup yang lain.
Spesies manusia bersama spesies yang lain adalah
bagian dari sistem ekosistem yang saling
tergantung.
Organisme adalah pusat kehidupan yang
mempunyai tujuan sendiri.
Manusia pada dirinya sendiri tidak lebih unggul
daripada mahkluk hidup yang lain.
Ekosentrisme
Ekosentrisme merupakan kelanjutan dari
teori etika lingkungan biosentrisme.
teori ini sering disamakan begitu saja
karena terdapat banyak kesamaan
Yaitu pada penekanannya atas
pendobrakan cara pandang
antroposentrisme yang membatasi
keberlakuan etika hanya pada komunitas
manusia.
Lanjutan ….
Keduanya memperluas keberlakuan etika
untuk mencakup komunitas yang lebih luas.
Pada biosentrisme, konsep etika dibatasi
pada komunitas yang hidup (biosentrism),
seperti tumbuhan dan hewan.
Sedang pada ekosentrisme, pemakaian
etika diperluas untuk mencakup komunitas
ekosistem seluruhnya (ekosentrism).
ETIKA BISNIS &
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Etika Bisnis :
• Suatu rangkaian prinsip yang harus diikuti apabila
menjalankan bisnis
Tanggung Jawab Sosial :
• Suatu pengakuan dari perusahaan bahwa
keputusan bisnis dapat mempengaruhi masyarakat
(komunitas dan lingkungannya) dan secara luas
meliputi tanggung jawab perusahaan terhadap
pelanggan, karyawan dan Kreditur
Etika Bisnis &
tanggjawab Sosial
Keputusn
Bisnis
Pendapatan
Perusahaan
Nilai
Perusahaan
Keputusan yang tidak etis bisanya timbul
jika pengambilan keputusan hanya
untuk menguntungkan diri sendiri dari
pada pemegang kepentingan (karyawan,
pemegang saham, lingkungan )
Praktek bisnis yang tidak etis dapat
berpengaruh tidak baik terhadap nilai
perusahaan.
A. Tanggung Jawab kepada Pelanggan
(Satya Wacana)
Tanggung Jawab kepada Pelanggan jauh lebih luas dari pada
hanya menyediakan barang atau jasa. Perusahaan mempunyai
tanggung jawab ketika memproduksi dan menjual produk.
Dalam praktek tanggung jawab ydm meliputi :
Tanggung Jawab Produksi :
Produk harus diproduksi dengan keyakinan menjaga keselamatan pelanggan. Label peringatan harus ada guna mencegah
kecelakaan karena salah dalam penggunaan dan adanya efek
samping
Tanggung Jawab Penjualan :
Perusahaan tidak melakukan strategi penjualan yang terlalu
agresive atau iklan yang menyesatkan. Perlu survey kepuasan
pelanggan, dimana ybs diperlakukan sebagaimana mestinya.
Cara MenjaminTanggungJawab
Sosisal Kepada Pelanggan
Dapat di lakukan dengan tahapan sbb. :
1. Ciptakan Kode Etik
• Berisi serangkaian petunjuk untuk kualitas produk,
sekaligus sebagai petunjuk bagaimana karyawan,
pelanggan dan pemilik seharusnya dipelihara
2. Memantau Semua Keluhan
• Hubungi pelanggan apabila mereka mempunyai keluhan
mengenai kualitas produk atau lainnya.
• Cari sumber keluhan dan yakinkan bahwa problem
tersebut tidak akan timbul lagi.
3.Umpan Balik Pelanggan
Meminta pelanggan untuk memberi umpan balik atas
barang/jasa yang mereka beli walaupun selama ini tidak ada
keluhan a.l dengan mengirim kuesioner.
Cara Konsumerisme Menjamin Tanggung
Jawab Terhadap Pelanggan
Tanggung jawab kepada pelanggan didorong juga
oleh sekelompok konsumen tertentu. Konsumerisme
mewakili permintaaan kolektif pelanggan dimana
bisnis memenuhi kebutuhan mereka.
Cara Pemerintah Menjamin Tanggung
Jawab Terhadap Pelanggan
Pemerintah cenderung menjamin tanggung jawab
kepada pelanggan dengan berbagai hukum atas
keamanan produk, iklan dan kompetisi industri, yaitu
melalui :
P.P Tentang Keamanan Produk
Pemerintah melindungi konsumen dengan memberikan
peraturan atas beberapa produk perusahaan
P.P Tentang Periklanan
Pemerintah menciptakan hukum yang melarang iklan yang
menyesatkan
P.P Tentang Kompetisi Industri
Pemerintah mempromosikan persaingan diseluruh industri,
karena persaingan dapat menghindari penggunaan taktik
penjualan yang menyesatkan serta praktek monopoli.
B. Tanggung Jawab kepada Karyawan
a. Rasa Aman para Karyawan
• Meyakinkan a.l tempat kerja adalah aman bagi karyawan
dengan selalu mengecek peralatan kerja supaya selalu
dalam kondisi layak dan tidak berbahaya.
b. Perlakuan layak oleh karyawan lain
• Perusahaan bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa
para karyawan diperlakukan layak oleh karyawan lain.
Issue yang timbul biasanya masalah diversitas (kelainan,
perbedaan) karyawan dan pelecehan seksual
c. Kesempatan yang sama
• Karyawan yang melamar untuk suatu posisi tidak
seharusnya ditolak karena diskriminasi masalah sara
Cara Perusahaan MeyakinkanTanggung
Jawab Kepada Karyawan
Untuk meyakinkan bahwa karyawan menerima
perlakuan yang layak, beberapa perusahaan
menciptakan prosedur keluhan untuk karyawan
yang merasa bahwa mereka tidak diberi
kesempatan yang sama.Keluhan ditangani oleh
seseorang atau departemen/bagian/seksi yang
ditunjuk perusahaan. Adanya masukan ydm.
perusahaan
berusaha
memecahkan
dan
memperbaiki prosedurnya untuk menghindari
keluhan kayawan selanjutnya
Konflik Dengan Pemberhentian Karyawan
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mungkin
berguna untuk mengurangi biaya yang sangat
substansial dan memuaskan pemegang saham,
disamping itu supaya perusahaan bertahan
hidup. Ini mungkin cara terbaik bagi
perusahaan, tetapi tidak bagi karyawan.
Solusi terbaik adalah dengan menyalurkan
karyawan yang di PHK pada pekerjaan lain
dalam perusahanan atau group perusahaan
C. Tanggung Jawab Kepada
Pemegang Saham
Perusahaan bertanggung jawab untuk
memuaskan pemilik (pemegang saham)
Cara Perusahaan Meyakinkan
Tanggung Jawab
Manajer perusahaan memonitor keputusan perusahaan
untuk meyakinkan bahwa mereka membuatnya untuk
kepentingan pemilik.
Gaji karyawan dikaitkan dengan kinerja perusahaan, dalam
hal ini karyawan tinggal memfocuskan pada
memaksimalkan nilai perusahaan
Cara Pemegang Saham Meyakinkan
Tangung Jawab :
• Pemegang saham aktif dalam mempengaruhi kebijakan
manajemen perusahaan, terlebih ketika mereka tidak puas
dengan gaji para eksekutif perusahaan atau kebijakan lain.
Pemegang saham yang sangat aktif umumnya investor
institusi yang memiliki sejumlah besar saham. Mereka
akan meminta pertangungjawaban eksekutif perusahaan
atas ketidak puasannya
Konflik dengan Kompensasi Eksekutif
yang berlebihan
• Salah satu perhatian utama pemegang saham adalah gaji
yang diberikan kepada para eksekutif perusahaan (CEO)
dan eksekutif lainnya Isu ini timbul manakala perusahaan
membayar gaji tinggi kepada para eksekutif, dilain fihak
imbalan yang diterima oleh para pemegang atas
investasinya tidak memuaskan.
D. TANGGUNG JAWAB KEPADA KREDITOR
• Jika perusahaan mengalami masalah keuangan dan tidak
dapat memenuhi kewajibannnya, harus memberi tahu para
kreditor. Biasanya kreditor bersedia memperpanjang jatuh
tempo pembayaran serta memberi advis dalam mengatasi
masalah keuangan
E.TANGGUNG JAWAB PADA LINGKUNGAN
Proses produksi yang digunakan perusahaan juga produksi
yang dihasilkan dapat mencemari atau merusak lingkungan
misalnya polusi udara (CO2) yang berbahaya bagi
masyarakat
dan polusi tanah akibat sampah/limbah
beracun yang mengakibatkan tanah tidak atraktif dan tidak
berguna untuk keperluan lain seperti pertanian
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi
polusi
 Perusahaan membatasi jumlah CO2 yang disebabkan oleh
proses produksi a.l dengan mendesain peralatan produksi
dan produknya.
 Merevisi proses produksi dan pengemasan untuk
mengurangi jumlah sampah/limbah
 Menyimpan sampah meracun dan mengirimkannya
ketempat pembuangan sampah khusus
 Mendaur ulang plastik dan membatasi pemakaian material
yang akan menjadi sampah yang solid
 Perusahaan harus memiliki program lingkungan yang
dirancang untuk mengurangi kerusakan lingkungan
Konflik dengan Tanggung Jawab
Lingkungan
Walaupun perusahaan setuju bahwa lingkungan yang
bersih diperlukan, namun masalahnya seberapa besar
tanggung jawab yang harus mereka pikul untuk
memelihara dan memperbaiki lingkungan.
Hal ini menyangkut masalah biaya, karena pengeluaran
dana yang begitu besar untuk lingkungan akan berakibat
pada
keuntungan perusahaan, yang pada gilirannya
berdampak pada kepentingan para pemegang saham
maupun para investor.
F. Tanggung Jawab Kepada
Komunitas
Apabila perusahaan membangun suatu basis
komunitas, mereka menjadi bagian dari
komunitas. Perusahaan menunjukkan kepeduliannya kepada komunitas dengan mensponsori event
lokal atau memberi donasi kepada kelompok
sosial lokal. Misal suatu bank memberi kredit
lunak kepada masyarakat sekitarnya yang
berpenghasilan rendah dan kepada komunitas
minoritas. Atau beberapa perusahaan besar
memberi donasi kepada universitas terkemuka
Konflik dengan Memaksimalkan Tanggung
Jawab Sosial
Kebijakan perusahaan yang memaksimalkan tanggung
jawab sosial dapat menimbulkan konflik dengan
memaksimalkan nilai perusahaan.
Biaya yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan akan
dibebankan kepada pelanggan. Jadi kecenderungan
memaksimalkan tanggung jawab sosial terhadap komunitas
akan mengurangi kemampuan perusahaan menyediakan
produk dengan harga wajar kepada konsumen.
Hendaknya dukungan sosial tidak hanya menolong
masyarakat tetapi dapat juga menjadi alat pemasaran bagi
perusahaan.
Tanggung Jawab Bisnis dalam
Lingkungan Internasional
Apabila perusahaan bersaing dalam lingkungan
bisnis internasional, mereka harus tanggap akan
perbedaan
budaya.
Misalnya
perusahaan
dibeberapa negara tidak semua berpandangan
bahwa memberi imbalan kepada pelanggan atau
pemasok besar sebagai tidak etis.
Perusahaan cenderung menyesuaikan dengan etika
dan tanggung jawab bisnis
dalam kerangka
internasional, sehingga mereka dapat membangun
reputasi global untuk menjalankan roda bisnis
dengan cara yang etis.
G. Biaya Untuk Memenuhi
Tanggung Jawab Sosial
Kemungkinan biaya yang timbul sebagai akibat
tanggung jawab sosial kepada :
1. Pelanggan, adalah : Menciptakan program menerima dan
memecahkan keluhan, Melakukan survey untuk mengeta hui kepuasan pelanggan,Gugatan hukum oleh pelanggan
2. Karyawan, adalah : Menciptakan program menerima dan
memecahkan keluhan, Melakukan survey untuk mengeta hui kepuasan karyawan, Gugatan hukum oleh karyawan
karena diskriminasi atau tuduhan tanpa bukti
3. Pemegang Saham, adalah : Mengumumkan Informasi
Keuangan secara periodik, Gugatan hukum atas tuduhan
bahwa manajer perusahaan tidak memenuhi tanggung
jawabnya kepada para pemegang saham
4. Lingkungan, adalah: Memenuhi regulasi pemerintah akan
lingkungan, Memenuhi janji akan petunjuk lingkungan
yang dibuat perusahaan
The West Still Inquiring of the East
35
Who is a Hindu?
Hindus can be polytheists, monotheists, pantheists,
dualists, monists, agnostics or atheists. How do these
differ?
“Of all the world’s great religions, Hinduism is the
most difficult to define. It did not have any one
founder….It has many scriptures which are
authoritative but none that is exclusively so.” Bruce J.
Nichols, “Hinduism,” in The World’s Religions, Norman Anderson, ed., ISBN 0851113141, p. 136.)
The only general obligation is to abide by the rules
of their caste, so as to gain a better reincarnation.
(Noss, p. 72-73)
36
Hinduism as Philosophy
Indo-European tribes conquered India from
the northwest from about 1800-1500 BC.
They produced the Vedas (“knowledge”)
which are the oldest of Hindu sacred books.
(Noss & Noss, p. 73-74).
The Greeks are another branch of these tribes. (Noss,
p. 73).
“Only Indo-Europeans have continually returned
to the fundamental problems of metaphysics, the
Aryans in India (giving rise to Hindu Philosophy),
the Greeks in Greece….” Arthur A. Custance, Noah’s Three Sons,
Zondervan, 1975, p. 31.
37
Religion
Founded upon
revelation (Pewahyuan)
Concerned with morals
Morals are absolute.
Have to do with
person- to-God
Concerned with
“supranature”
Miracles are a part
Goal is to find God
Philosophy
Founded upon reason
Concerned with ethics
Ethics are relative.
(School of Morals?)
Are person-to-person
Not concerned with nature,
but with “metanature”
(science concerned with
nature)
Miracles are irrelevant
Goal is to find truth
38
Hinduism as Philosophy
“The gods of the early Indo-Europeans were
gods of light, but this light was not moral light
but rather the illumination of the mind or
understanding.”
Philosophy can be defined as “strictly rational
speculation, concerned with the ultimate nature
and meaning of reality, apart from revelation,
to satisfy a purely intellectual need…”
39
Pertanyaan
Bagaimana dengan agama anda? Adakah
perbedaan tujuan jika agama anda ditinjau
secara filosofis?
What are the spiritual
practices of Hinduism?
The Four Yogas - seeking union with the divine:
Karma Yoga – the path of action through
selfless service (releases built up karma
without building up new karma)
Jnana Yoga – the path of knowledge
(understanding the true nature of reality and
the self)
Raja Yoga – the path of meditation
Bhakti Yoga – the path of devotion
Guru – a spiritual teacher, especially helpful for
Jnana and Raja yoga
How do Hindus worship?
Bhakti Yoga is seeking union with the divine
through loving devotion to manifest deities
• In the home (household shrines)
• In the Temples (priests officiate)
Puja – making offerings to and decorating the deity
images
Darsan – “seeing” the deity (not idol worship)
Prasad – taking the divine within your own being
through eating of food shared with the deity
Who do Hindus worship? –
the major gods of the Hindu Pantheon
Brahma, the creator god
Who do Hindus worship? –
the major gods of the Hindu Pantheon
Vishnu, the preserver god
Incarnates as ten avatars (descents) including:
Rama (featured in the Ramayana)
Krishna (featured in the Mahabharata)
(Each shown with his consort, Sita and Radha, respectively)
Who do Hindus worship? –
the major gods of the Hindu Pantheon
Shiva, god of constructive destruction
(the transformer)
Appears as Shiva Nataraj,
lord of the dance of creation…
and with his wife, Parvati, and son Ganesha
(the elephant headed remover of obstacles)
What about the goddesses?
Devi – the feminine divine
Saraswati, goddess of wisdom, consort of
Brahma
What about the goddesses?
Devi – the feminine divine
Lakshmi, goddess of good fortune, consort
of Vishnu
The Ten Avatars of Vishnu
Matsya, the fish.
Kurma, the tortoise.
Varaha, the boar.
Narasimha, the half-man/half-lion.
Vamana, the dwarf.
Parashurama, Rama with the axe.
Rama, Ramachandra, the prince and king of Ayodhya.
Krishna (meaning "dark coloured" or "all attractive“).
Gautama Buddha (meaning "the enlightened one“) (specifically as
Siddhartha Gautama).
Kalki ("Eternity", or "time", or "The Destroyer of foulness“)… is
expected to appear…in the year 428899 CE. (cf. Mahdi, Messiah)
http://en.wikipedia.org/wiki/Avatar
48
Pertanyaan
Jelaskan perbedaan antara nabi dengan
avatar?
Adakah persamaan diantara keduanya?
What about the goddesses?
Devi – the feminine divine
Parvati, divine mother, wife of
Shiva
What about the goddesses?
Devi – the feminine divine
Durga, protectress
Kali, destroyer of demons
Plus about 330 million other deities
All these deities are but
Manifest forms (attributes
and functions) of the
impersonal Brahman
And we too are manifest forms
of God!
“We are not human beings
having spiritual experiences;
We are spiritual beings
having a human experience!”
“Tat Twam Asi”
Hinduism is about recognizing the all pervasiveness of the divine
Pertanyaan
Menurut anda, adakah implikasi etis dari
ajaran mengenai tat twam asi?
Change of Bodies - Reincarnation
As
the
embodied
soul
continuously passes, in this
body from boyhood to youth
to old age, the soul similarly
passes into another body at
death. A sober person is not
bewildered by such a change.
(BG 2.13)
Transmigration of Soul
The Soul
 The soul can be experienced or
perceived by the presence of
consciousness.
 Many spiritual traditions of the
world accept “consciousness” as
being a symptom of the SOUL.
 At the time of death, all physical
and chemical components of the
body remain in place but something
non-physical has been lost.
 Even through our language we
identify ourselves as being
different from the body.

Body is compared to a vehicle.
How can we understand the
existence of the soul?
 Seeing isn’t believing.
 How do scientists deal with certain sub-atomic particles?
 We can believe that solid matter, such as a rock, is really
composed of tiny solar systems in which electrons revolve
at incredible speeds around protons.
Qualities of the Soul
 “For the soul there is neither birth nor death
at any time. He has not come into being,
does not come into being, and will not come
into being. He is unborn, eternal, everexisting and primeval. He is not slain when
the body is slain.” (BG 2.20)
Qualities of the soul
 “The soul can never be cut
to pieces by any weapon,
not burned by fire, nor
moistened by water, nor
withered by the wind.
 This individual soul is
unbreakable and
insoluble…and eternally
the same. The soul is
invisible, inconceivable
and immutable.” (BG
2.23-25)
“As
a person puts on new
garments, giving up old
ones, the soul similarly
accepts new material
bodies, giving up the old
and useless ones.”
The connection between karma
and reincarnation
 Like Newton’s Third Law of Motion, the law of
Karma says that for every action, there is a
reaction -- act good, get good facilities; act bad,
get bad facilities.
 In The Republic (617e), Plato paraphrased the
same principle: “God is blameless: man has
chosen his own fate, and this by his actions.”
 The Biblical equivalent would be “As ye sow,
so shall ye reap.”
“You
are
what
you eat”
Bear
Tree
The Bhagavad Gita
 “As the embodied soul
continuously passes, in this
body, from boyhood to
youth to old age, the soul
similarly passes into another
body at death. A sober
person is not bewildered by
such a change.” (BG 2.13)
 “One who has taken birth is
sure to die, and after death
one is sure to take birth
again…” (BG 2.27)
Reincarnation & Other Religions
 Christianity
Jesus Christ: story of the prophet Elijah
 Origen: theologian and father of early
Christianity - Third century A.D.
Emperor Justinian: 553 A.D
Reincarnation & Other Religions
 Koran
“And you were dead, and He brought you back
to life. And He shall cause you to die, and shall
bring you back to life, and in the end shall gather
you unto Himself.”
 Judaism
In the Zohar, a principle book of the Kabbalah
Famous Personalities on
Reincarnation
 Ben Franklin:
 “Finding myself to exist in the world, I believe I shall in some
shape or other always exist.”
 John Adams:
 “Those souls who revolted against God were
placed here to transmigrate through various
species of animals, birds, reptiles, etc.”
 Walt Whitman’s “Song of Myself”:
 “I know I am deathless…We have thus far exhausted trillions of
winters and summers, There are trillions ahead, and trillions
ahead of them.”
Famous Personalities on
Reincarnation
 Socrates:
 “I am confident that there truly is such a
thing as living again and the living
spring from the dead.”


Plato:
“First, the fallen souls take birth in human forms, the
highest of which is that of the philosopher, who strives
for higher knowledge. If his knowledge becomes
perfect, the philosopher can return to an eternal
existence. But if he becomes hopelessly entangled in
material desires, he descends into the animal species
of life. After some time, the soul again attains the
human form and another chance to achieve liberation.”
Pertanyaan
Apakah anda percaya pada reinkarnasi?
Apakah anda percaya pada karma?
Bagaimana anda menjelaskan tentang
keberuntungan dan musibah? Apakah kedua
hal ini berhubungan dengan karma?
Download