PENGARUH KANDUNGAN AIR TANAH dan PUTARAN BAJAK

advertisement
PENGOLAHAN TANAH
Usaha manusia memanipulasi
fisik tanah secara mekanik untuk
dijadikan medium yang baik
untuk pertumbuhan tanaman

1.
2.
Ada Dua Kelompok Ilmuwan
Kondisi – kondisi tanah agaimana yang
cocok untuk pertumbuhan
Bagaimana cara terbaik pengolahan tanah
Perbedaan pandangan
1. Pengolahan tanah seharusnya
memperbaiki tersedianya (availability) air
dan udara dalam tanah
2. Membajak yang dalam dapat
meningkatkan hasil yang lebih tinggi
Pendekatan dua kelompok
- Merubah strktur tanah
- mematikan atau merusak gulma
Hubungan pengolahan tanah dengan kegiatan selama udidaya
tanaman
Biaya umum
Keuntungan
Biaya
Kegiatan lapang yg lain
- Penyebaran benih
- Pemupukan
- Penagiran
- Perlindungan tanaman
- Panen
Hasil
Populasi Gulma
Pengolahan
Tanah
Produksi
Struktur tanah
• Peranan Ilmu Pengetahuan
Ekonomi
Iklim
+
Tanaman + Alat- alat
Sistem
Produksi
Tanah
Ilmu Pengetahuan
• Perubahan Tanah
- Sifat Fisik
- Sifat Mekanik
- Sifat Kimia
- Sifat biologi

Macam Perubahan
- Faktor dalam:
a. Berat tanah
b. Mengembang dan mengkerut
- Faktor Luar:
a. Pengairan
b. Pemupukan
c. Penyiangan
d. Iklim
e. Pengolahan tanah
Sifat fisik yang dipengaruhi pengolahan tanah
- Agregasi tanah
- Pemadatan tanah
- Kandungan bahan organik
Macam Pengolahan Tanah
- Pengolahan tanah sawah
- Pengolahan tanah kering
-Pengolahan Pertama: pembajakan
-Pengolahan kedua: Penggaruan
Peralatan Pengolahan Tanah
• Pengolahan Pertama
• Bajak singkal
• Bajak piringan
• Bajak Putar
• Bajak Pahat
• Bajak Tanah Bawah
• Pengolahan Pertama
• Garu piringan
• Garu sisir
• Garu bergigi per
• Garu khusus : pencacah gulma/ seresah,
pemotong putar, penggembur tanah
Fallow Field
(Starting Point)
Primary tillage operations
Hasil pengolahan pertama
Primary Tillage Implements
Moldboard and Disc Plow
Primary Tillage Implements
Offset and Chisel plow
Secondary tillage operations
After secondary working
Secondary Tillage Implements
Tandem Disc
Secondary Tillage Implements
Tine cultivator
Puddling using 4wd tractor
Puddling using a
Hydro tiller
Puddled field prior to planting
Zero tilled field-chemical
tillage

Sistem Pengolahan tanah:
- Clean Tillage
- Conservation Tillage
- Stubble – Mulch Tillage
- Reduce Tillage/Minimum Tillage
- No Tillage

Keunggulan Clean Tillage:
- Mempermudah dan memperbaiki
pengendalian gulma
- Mempermudah tanam
- Memperbaiki aerasi pada daerah yang
terolah
- Meningkatkan infiltrasi dengan cara
penghancuran lapisan tanah keras,meningkatkan
ruang pori dan kekasaran permukaan tanah
- Meningkatkan mineralisasi oksigen karena proses penghancuran
bahan organik
- Mengurangi potensi erosi tanah oleh air dan angin
- Mempercepat proses penanaman karena tanah yang terolah cepat menjadi
kering
Stubble – Mulch Tillage
Residu dijaga tetap berada pada
permukaan tanah.
Alat yang digunakan
- Sweep
- Blade
- Mulch treader
- Radweeder
- Chisel

Tujuan pengolahan tanah minimum:
- Mengurangi energi mekanik dan
kebutuhan tenaga kerja dan biaya
- Menjaga kerusakan tanah
- Menjaga kelembaban dan mengurangi
erosi tanah
- Mengoptimumkan kondisi tanah dengan
mengolah sebatas yang diperlukan
- Mengurangi jumlah lalul lintas kendaraan
pertanian dilapangan yang menyebabkan pemadatan

Cara yang digunakan:
- Mengurangi frekuensi pengolahan tanah
- Pengolahan tanah dengan cara dangkal
- Pengolahan tanah sebatas pada
perakaran tanaman
- Pengolahan tanah dengan kombinasi
alat (bajak dirangkai dengan garu atau garu
dirangkai dengan alat tanam)
- Pengolahan tanah dalam baris

No Tillage sama dengan:
- Zerro tillage
- Chemical fallow
- Sod planting (penanaman dilahan
berumput)
- Direct drilling (penanaman langsung)

No tillage dapat dilakukan pada:
- Tanah bertektur kasar atau tanah liat
yang mempunyai “self mulching” yang
biasanya mempunyai kandungan air
tinggi pada saat panen
- Tanah – tanah yang mempunyai sifat
tidak rentan terhadap pemadatan
- Tanah yang mempunyai internal drainase
yang baik
- Tanah yang mempunyai aktivitas biologi yang baik
- Tanah yang berkonsistensi remah

Keuntungan no tillage
- Meningkatkan pengendalian erosi angin
dan air
- Memperbaiki pengawetan air tanah
melalui penekana evaporasi atau
perbaikan struktur tanah
- Meningkatkan hasil tanaman yang
dibudidayakan
- Mengurangi input energi untuk pengolahan tanah
- Mengurangi jumlah tenaga kerja
- mengurangi penyediaan alat dan penggunaan traktor
- Mengurangi suhu tanah pada musim kering
- Meningkatkan aktivitas mikroorganisme

Kerugian no tillage:
- Berkurangnya residu pada tanah dan
lemahnya pengendalian weed dapat
menurunkan produksi
- Mengurangi produksi pada tanah –
tanah yang drainase dan aerasinya jelek
- Rendahnya residu akan meningkatkan
pemadatan pada permukaan tanah dan
memperkecil infiltrasi
- Meningkatkan penggunaan bahan – bahan kimia
- Menambah tenaga kerja
- Meningkatkan defisiensi nitrogen karena rendahnya tingkat mineralisasi
- Rotasi tanaman terbatas sehingga mengurangi terjadinya perubahan pola
tanam

Pengolahan Tanah Sawah
- Pembajakan:
- Memecah massa tanah
- Membalik tanah
- Penggaruan:
- Melumpurkan
- Meratakan permukaan tanah
Pelumpuran
Perubahan sistem fase tanah dari tiga
fase (padat, cairan dan gas) menjadi
dua fase (padatan dan cairan)
. Derajat Pelumpuran tergantung:
- Kadar air pada saat pengolahan tanah
- Besarnya energi yang diberikan pada
tanah


Agregasi dan Stabilitas Agregat
Kualitas fisik tanah tergantung abilitas:
- Pasir
- Lempung
- Liat
- Bahan Organik
• Agregasi Tanah Dipengaruhi :
- Proses pembentukan tanah dari
bahan induk
- Iklim
- Vegetasi
- Relief
- Waktu
- Pengolahan Tanah
 Hasil Agregasi:
- Baik : tanah menjadi gembur atau remah
- Jelek:
- Proses perkecambahan terganggu karena
permukaan tanah keras
- Infiltrasi tanah jelek
- Menurunnya aerasi
- Menurunnya pergerakan air tanah
- Membatasi pertumbuhan tanaman karena
pemadatan tanah.

Hubungan Pengolahan tanah dengan Iklim
- Mengurangi run off
- Meningkatkan infiltrasi
- Mengurangi evaporasi
- Meningkatkan kemampuan menahan air
permukaan
- Meningkatkan draenase
- Meningkatkan pencucian
• Fungsi tanah berkaitan dengan produksi
tanaman
- Secara fisik mendukung pertumbuhan
tanaman
- Menyimpan dan menyediakan nutrisi
yang diperlukan tanaman
- Menyimpan dan menyediakan air untuk
tanaman
- Memungkinkan perubahan udara dalam daerah
perakaran tanaman

Pengolahan tanah kering
- Terbentuknya agregat tanah
- Terputusnya ruang pori kapiler tanah
- Tercampurnya bahan organik
- Menurunnya kekuatan tanah
- Menurunnya tegangan geser tanah

Diameter Massa Rerata (DMR) agregat
Tergantung pada:
- Kandungan air saat pengolahan tanah
- Alat olah tanah yang digunakan
- Jenis tanah
- Bahan organik
- Kecepatan pengolahan dan putaran implemen

Pemadatan tanah akibat:
- Berat tanah
- Perubahan iklim
- Beban roda alat dan mesin pertanian
- Injakan kaki manusia dan hewan

Pemadatan mengakibatkan:
- Menurunkan nilai tahanan penetrasi
- Menurunnya tegangan geser
- Menurunnya bulk density

Hasil olahan tanah kering
- Distribusi Agregat tanah
- Profil /kekasaran permukaan tanah
- Kedalaman olahan
- Kekuatan tanah
- Tahanan penetrasi
- Tegangan geser

Sifat fisika tanah
Partikel tanah
- Kerikil
- Pasir
- Debu
- Liat
Tanah Terdiri dari:
- Pori-pori
- Butiran tanah
- Air tanah

1.
Pengukuran Distribusi Agregat tanah hasil olahan:
Van Bavel
n
DMR   X iWi
i 1
2.
Youker dan MC Guinnees (1956) dan Gardner’s (1956)
n
DMR  X iWi  0,079
i 1
Dimana:
Xi = diameter rata-rata agregat pada masing-masing
ayakan
Wi = prosentase berat agregat pada masing-masing
ayakan

Distribusi Agregat Menurut Mazurak (1950)
 n
  n

DGRexp  Wi log X i  / Wi 
  i 1 
 i 1
Dimana:
Xi = diameter rata-rata agregat pada
masing-masing ayakan
Wi = prosentase berat agregat pada masingmasing ayakan

Distribusi Agregat Tanah menurut
Kuewenhoven dan Kroesbergen (1986)
(Ax60Bx30Cx15Dx 7,5Ex3,75Fx1,25
MWD
100
Dimana:
A= % fraksi 40 mm
B= % fraksi 40 – 20 mm
C= % fraksi 20 – 10 mm
D= % fraksi 10 – 5 mm
E= % fraksi 5 – 2,5 mm
F= % fraksi 2,5 – 1,25 mm

Menurut Hadas dan Wolf (1984)
MWDm( E )

n
Dimana:
E = energi yang diberikan
m dan n = konstanta regresi

Berat Isi Tanah
berat material ( N )

volume material (cm 3 )

Kerapatan Tanah
massa material kg 

volume material (cm 3 )

Angka Pori (Void Ratio)
Vv
e
Vs
Vv = volume pori
Vs = volume padatan
0 e

Porositas
Vv
n
x100%
VT
Vv = volume pori
VT = volume total
0  n 1

Dua Persamaan Diatas didapatkan
Vv
Vv
Vv
VT
e 

Vs VT  Vv
 Vv
1 
V
 T
n
e
1 n





Nilai Porositas Dapat Dimanipulasi sbb:
Vv
Vs
Vv
Vv
e
n 


VT Vv  Vs Vv V s 1  n

Vs Vs

Kadar Air Tanah
Ww
w
x 100
Ws
Dimana:
Ww = berat air
Ws = berat tanah

Batas Konsistensi Tanah:
- Batas cair (liquid limit)
- Batas Plastis (plastic limit)
- Batas susut (shrinkage limit)
- Batas lengket (stiky limit)
- Batas kohesi (cohesi limit)

Sifat Mekanika Tanah
- Gaya dan tekanan
- Strain dan stress
- Tegangan geser (shear strength)
- Penetrasi tanah
- Tegangan luncur (sliding stress)
- Pemadatan tanah
- Daya dukung tanah (soil bearing capasity)

GAYA Tekanan
Intensitas gaya
- Tegak lurus bidang
  lim
A  0
F = Gaya normal (N)
A = Luas bidang (m2)
F
A

Sejajar bidang
V
  lim
A  0 A
V = gaya normal (N)
A = Luas bidang (m2)

Strain dan Stress
 

L
 = regangan
= deformasi (mm)
L = panjang awal (mm)


Tegangan geser
F  N
 = Koefisien gesek
N = Gaya normal
F = Gaya gesekan

Tegangan geser
  c'  (    ) tan  '

= Tegangan geser (Nm-2)
 = Tegangan normal(Nm-2)
c’ = Kohesi tanah (Nm-2)
 = Tegangan air pori (Nm-2)
 ' = Sudut gesekan dalam tanah (o)

Kekuatan geser yang sering digunakan
  c   tan 

= tegangan geser (Nm-2)
 = tegangan normal (Nm-2)
 = sudut gesekan dalam tanah (o)
c = Kohesi tanah (Nm-2)

Kekuatan geser tanah dipengaruhi
- Angka pori, ukuran dan bentukbutiran
tanah
- Tekstur dan struktur tanah
- Kadar air tanah saat itu
- Jenis beban dan tingkatannya
- An isotropi

Kekasaran Permukaan Tanah
W
R 100 log
3,078
Dimana :
R = Kekasaran permukaan (Cm)
W= nilai rata-rata dari selisih mak –
min dari setiap pengukuran jarum relief
meter (cm)
MASALAH

Pengolahan Tanah untuk Tanaman Kedelai

Penggunaan Bajak Rotary

Indikator Hasil Olahan Tanah
TUJUAN PENELITIAN




Mendapatkan Indikator Hasil Olahan Tanah
Mendapatkan Kandungan Air Tanah pada Nilai
Indek Kegemburan Tanah antara 0,25 – 0,27
Mendapatkan Kandungan Air Tanah yang
Tepat untuk Pengolahan Tanah yang
Dipengaruhi oleh Indikator Hasil Olahan Tanah
Mendapatkan Kecepatan Traktor yang Efisien
dalam Pengolahan Tanah
MANFAAT PENELITIAN
 Diperoleh Kualitas Hasil Olahan Tanah yang
Baik untuk Tanaman Kedelai.
 Dapat Menentukan Waktu Pengolahan Tanah
HIPOTESA
Kegemburan Tanah Dipengaruhi Oleh Kandungan Air
Tanah.
 Efisiensi dan Hasil Olahan Tanah Dipengaruhi Oleh
Putaran Bajak Rotary,Kecepatan Traktor dan Kandungan
Air Saat Pengolahan Tanah.
 Perubahan Hasil Olahan Tanah Dipengaruhi Oleh
Kandungan Air Tanah Pada Saat Pengolahan Tanah,
Putaran Bajak Rotary dan Kecepatan Traktor.
 Terdapat Hubungan antara Hasil Olahan
Tanah,Perubahan Hasil Olahan Tanah dan Pertumbuhan
Serta Hasil Tanaman Kedelai.
 Hasil Olahan Tanah Yang Baik Diperoleh Jika Tanah
Diolah Pada nilai Indek Kegemburan Tanah Dengan Nilai
K antara 0,2 – 0,25

1.6 Kerangka Penelitian
Tanah
Mendukung Pertumbuhan
Tanaman
Tidak Mendukung
Pertumbuhan Tanaman
Tidak diolah
Tanah Perlu diolah


Sifat Tanah
Kadar Air saat
Pengolahan Tanah


Kadar Air Tanah
Pengolahan Tanah
Kecepatan Traktor
Putaran Bajak Rotary
Putaran Bajak Rotary
Pengolahan Tanah dengan
Kadar Air dan Putaran Bajak
Rotary
Hasil Olahan Tanah
Perubahan Hasil
Olahan Tanah
Tanaman Kedelai
Hasil Olahan Tanah
Yang Berpengaruh
Terhadap Produksi
Gambar 1. Kerangka Konseptual
Kegiatan I
Pengujian Kegemburan Tanah Hasil Olahan
-Penelitian dilaksanakan di Laboratorium
-Tanah diayak dengana ayakan Tyler dengan volume tanah
0,06;0,7;3,2;13.0;27.6;dan 51,6 cm3
-Tanah diberi air sebanyak 14,33;24,64;27,75;dan 31,28 %
-Kekuatan tekan tanah diukur pada setiap volume tanah pada berbagai
kandungan air.
-Diperoleh kisaran kandungan air tanah untuk tanah gembur
Kegiatan II
Pengujian kecepatan traktor dan putaran bajak rotary
-Penelitian dilaksanakandi Balai Benih Induk Palawija Bedali Lawang
-Kandungan air tanah saat pengolahan 20 %
-Pengaturan kecepatan traktor dan putaran bajak rotary
-Pengamatan meliputi slip roda, kedalaman olah,diameter massa rerata agregat
tanah,porositas tanah, berat isi tanah dan kekasaran permukaan tanah hasil olahan.
-Didapatkan kecepatan traktor untuk pengolahan tanah
Kegiatan III
Pengujian kandungan air tanah saat pengolahan dan putaran bajak rotary
-Penelitian dilaksanakan di Balai Benih Induk Palawija Bedali Lawang
-Pemberian air di petakan sebanyak 0,8;1,0; 1,2 dan 1,4 batas plastis
-Pengaturan putaran bajak rotary
-Kecepatan traktor dioperasikan pada 17 m per menit
-Pengamatan meliputi kekasaran permukaan tanah,porositas, diameter massa rerata
agregat tanah,berat isi, kedalaman olah, tahanan penetrasi dan tegangan geser.
Kegiatan IV
Lanjutan kegiatan III; perubahan hasil olahan setelah pengolahan tanah
-Pengamatan meliputi perubahan kekasaran permukaan tanah, porositas, berat isi,
tahanan penetrasi dan tegangan geser yang diamati mulai hari ke 7 sampai hari ke 70
setelah pengolahan tanah.
Kegiatan V
Lanjutan kegiatan III dan IV: pertumbuhan dan produksi kedelai
-Pengamatan meliputi daya kecambah, tinggi tanaman, jumlah daun, luas
daun,berat kering tanaman, berat biji per tanaman, jumlah biji per tanaman,
jumlah polong per tanaman, dan berat 100 biji.
Didapatkan Hasil
-Kandungan air untuk tanah gembur
-Kecepatan traktor untuk pengolahan tanah
-Indikator hasil olahan tanah yang berpengaruh pada produksi kedelai
Gambar 2. Kerangka Operasional
METODE PENELITIAN

Ada Lima Penelitian Yang Terdiri Dari :
Penelitian 1.
PENGARUH KANDUNGAN AIR TERHADAP
KEGEMBURAN TANAH
Tujuan :
- Memperoleh Kandungan air dan Nilai
Kegemburan Tanah yang Paling Baik
 Tempat :
-Laboratorium Daya dan Mesin Pertanian
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas
Brawijaya Malang pada bulan Juni-juli 2002
 Parameter Pengamatan :
- Kekuatan Tekan Tanah

Penelitian 2 :
PENGARUH KECEPATAN TRAKTOR dan PUTARAN BAJAK
ROTARY TERHADAP HASIL OLAHAN TANAH
Tujuan :
- Memperoleh Kecepatan Traktor dan Putaran Bajak
Rotary Yang Baik dalam Pengolahan Tanah.
 Tempat :
- Balai Benih Induk Palawija Bedali Lawang Yang Di
Laksanakan Pada Bulan September – Agustus 2002
 Rancangan Percobaan :
- Rancangan Acak Kelompok Yang Disusun Secara
Faktorial terdiri dari Kecepatan Traktor 17 ; 27; 45 dan
79 meter per menit.
 Parameter Pengamatan :
- Slip Roda, DMR, Berat Isi, Porositas, Ketinggian
Permukaan Tanah.

Penelitian 3 :
PENGARUH KANDUNGAN AIR TANAH dan PUTARAN BAJAK
ROTARY TERHADAP HASIL OLAHAN TANAH




Tujuan :
- Memperoleh Hasil Olahan Tanah yang Baik
Tempat :
- Balai Benih Induk Palawija Bedali Lawang dilakukan Bulan Oktober
2002 – Januari 2003
Rancangan Percobaan:
- Rancangan Acak Kelompok yang Disusun Secara Faktorial terdiri
Kadar air, o.8 ; 1,0; 1,2; dan 1,4 batas Plastis dan Putaran Bajak
Rotary 180 rpm, 90 rpm dan 90 rpm dua kali olah dengan ukuran
petak pannjang 6 m dan lebar 5 m.
Parameter Pengamatan :
- Diameter Massa Rerata, Berat Isi, Porositas, Tegangan Geser,
Tahanan Penetrasi dan Kekasaran Permukaan Tanah.
Penelitian 4 :
PENGARUH KANDUNGAN AIR TANAH dan PUTARAN
ROTARY TERHADAP DINAMIKA PERUBAHAN HASIL
OLAHAN TANAH
 Tujuan :
- Memperoleh dinamika perubahan hasil olahan tanah.
 Tempat :
- Lanjutan Penelitian 2 di Balai Benih Induk Palawija Bedali
Lawang.
 Parameter Pengamatan :
- Berat isi, Porositas, Tegangan Geser, Tahanan Penetrasi,
Kekasaran permukaan.
Penelitian 5. :
PENGARUH KANDUNGAN AIR TANAH dan PUTARAN BAJAK
ROTARY TERHADAP PERTUMBUHAN dan PRODUKSI KEDELAI



Tujuan :
- Memperoleh Hasil olahan tanah yang baik untuk Pertumbuhan
dan Produksi Tanaman Kedelai.
Tempat :
- Lanjutan Penelitian 2 dan 3 di Balai Benih Induk Palawija
Bedali Lawang.
Parameter Pengamatan:
- Daya kecambah, Tinggi Tanaman, Luas daun, Berat Kering
Tanaman, Berat Biji per Tanaman, Berat polong per
tanaman,Jumlah polong per Tanaman, Dan Berat 100 biji.
Hasil Penelitian 1
KEKUATAN TEKAN TANAH dan NILAI KEGEMBURAN

Makin kecil Kandungan air Kekuatan Tekan Tanah Makin Tinggi

Makin Kecil Volume Agregat Tanah Kekuatan Tekan Makin Tinggi.

Kandungan Air Makin kecil penurunan kekuatan tekan mengalami
penurunan tajam seiring makin besarnya Volume agregat tanah.

Kandungan air tanah Tinggi Penurunan kekuatan tanah Mengalami
penurunan landai seiring dengan makin Besarnya Volume agregat tanah.

Terdapat Interaksi Antara Kandungan Air Tanah dan Volume Tanah
Teradap Kekuatan Tekan
Tabel 2. Kekuatan tekan volume tanah pada berbagai
kandungan air (kPa)
V(cm 3)
0,06
0.7
3,2
13,0
27,6
51,6
14,33
166,39m
60,51 l
57,46 l
34,34gh
12,18cd
10,69abcd
20,74
56,92 l
49,97k
31,34g
23,24f
12,98de
10,69abcd
24,64
45,24j
37,26hi
29,64g
13,43de
11,29bcd
10,05abcd
27,75
39,19i
24,89f
12,49g
11,04abcd
9,68abcd
7,55ab
31,28
16,97 l
12,47d
11,92bcd
10,54abcd
7,90abcd
7,19a
K.A(%)
Ket: BNT = 0.05
*=
Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil K.A= kadar air; V=volume
Log Kekuatan Tekan (kPa)
2.5
kadar air 14.33
kadar air 20.74
kadar air 24.64
kadar air 27.75
kadar air 31.28
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
Linear (kadar air
2.0
1.5
1.0
0.5
0.0
0
-2
-4
Log Volume (m 3 )
-6
-8
Gambar 3: Hubungan antara Log Volume dan Log kekuatan Tanah
14.33)
20.74)
24.64)
27.75)
31.28)
14.33)
20.74)
24.64)
27.75)
31.28)
14.33)
14.33)
14.33)
20.74)
27.75)
24.64)
31.28)
0.5
Nilai K
0.4
0.3
0.2
0.1
0
14.33
20.74
24.64
27.75
31.28
Kadar Air (%)
Gambar 4. Hubungan antara nilai kegemburan tanah (k) dan
kadar air tanah
Hasil Penelitian 2
Kecepatan Traktor dan Putaran Rotary






Makin Tinggi Kecepatan traktor, makin besar slip roda.
Makin Tinggi Kecepatan Traktor, Makin besar diameter
agregat hasil olahan.
Makin Tinggi Kecepatan traktor , makin besar
porositas.
Makin Tinggi Kecepatan Traktor makin kecil berat isi.
Makin Tinggi Kecepatan traktor makin tinggi kekasaran
permukaan Tanah hasil olahan.
Kecepatan traktor untuk operasianal lebih baik
17m/menit.
Selip Roda (%)
60
40
180 rpm
270 rpm
20
0
20
40
60
Kecepatan Traktor (m/menit)
Gambar 5. Hubungan antara kecepatan traktor dan slip roda
pada berbagai putaran bajak rotary.
80
Kdalaman Olah (cm)
8
6
4
180 rpm
270 rpm
2
0
0
20
40
Kecepatan Traktor (m/menit)
60
80
Gambar 6. Hubungan antara kecepatan traktor dan kedalaman
hasil olah pada berbagai putaran bajak rotary.
28
DMR (mm)
21
14
180 rpm
270 rpm
7
0
0
20
40
60
Kecepatan Traktor (m/menit)
80
Gambar 7. Hubungan antara kecepatan traktor dan diameter
massa rerata agregat tanah (DMR) ukuran kurang 4 cm pada berbagai
putaran bajak rotary.
59
180 rpm
270 rpm
58
57
Porositas (%)
56
55
54
53
52
51
50
17
27
49
Kecepatan Traktor (m/menit)
79
Gambar 8. Hubungan antara kecepatan traktor dan porositas
tanah hasil olahan.
1.08
1.06
180 rpm
270 rpm
1.04
Berat Isi (gr/cm3)
1.02
1
0.98
0.96
0.94
0.92
0.9
0.88
17
27
49
79
Kecepatan Traktor (m/menit)
Gambar 9. Hubungan antara kecepatan traktor dan berat isi
tanah hasil olahan pada berbagai putaran bajak rotary.
Kekasaran Permukaan (cm)
10
5
180 rpm
270 rpm
0
0
20
40
60
Kecepatan Traktor (m/menit)
80
Gambar 10. Hubungan antara kecepatan traktor dan kekasaran
permukaan tanah pada berbagai putaran bajak rotary.
Hasil Penelitian 3
KANDUNGAN AIR dan PUTARAN BAJAK ROTARY
TERHADAP HASIL OLAHAN
 Makin basah atau kering diperoleh DMR besar
 DMR tinggi pada kadar air rendah dengan
putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 39,34 mm.
 DMR tinggi pada kadar air tinggi dengan
putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 34,14 mm.
 DMR rendah pada batas plastis dengan
putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 14,10 mm.
 Tahanan penetrasi tertinggi pada 0,8 batas
plastis dengan putaran bajak rotary 90 rpm
yaitu 208,3 x 10 -4 kPa.







Tahanan penetrasi terendah pada 1,4 batas platis
dengan putaran rotary 90 rpm dua kali olah yaitu
110,8 x 10-4kPa.
Kedalaman olah tertinggi pada 0,8 batas plastis
dengan putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 10,65 cm.
Kedalaman olah terendah pada 1,4 batas plastis
dengan putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 10,02 cm.
Porositas tanah tertinggi pada 0,8 batas plastis,
putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 72,57 %.
Porositas terendah pada 1,4 batas plastis, putaran
bajak rotary 90 rpm yaitu 63,80 %.
Berat isi tertinggi pada 1,4 batas plastis, putaran bajak
rotary 90 rpm yaitu 0,91 gr/cm3
Terdapat Interaksi Antara Kandungan Air Saat
Pengolahan Tanah dan Putaran Bajak Rotaray
Terhadap DMR, Tahanan Penetrasi, Kedalaman
Olah,Porositas, Berat Isi,Kekasaran Permukaan dan
Tegangan Geser Hasil Olahan Tanah.





Berat isi terendah pada 1,4, batas plastis,
putaran bajak rotary 180 rpm yaitu 0,81
gr/cm3
Kekasaran permukaan tertinggi pada 0,8 batas
plastis, putaran bajak rotary 90 rpm yaitu
14,44 cm
Kekasaran permukaan terendah pada 1,4
batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm
yaitu 7,34 cm
Tegangan geser tertinggi pada 0,8 batas
plastis, putaran bajak rotary 90 rpm yaitu
19,34 kPa
Tegangan geser terendah pada 1,4 batas
plastis, putaran bajak rotary 180 rpm yaitu
9,66 kPa.
Tabel 4. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak
rotary terhadap diameter massa rerata agregat tanah (DMR) hasil
olahan kurang dari 4 cm(mm).
PRT (rpm)
KA BP
180
90
90 (dua kali olah)
0,8
24,20c
39,34f
27,92d
1,0
14,10a
14,41a
15,00a
1,2
19,32ab
24,08c
20,43b
1,4
24,20c
34,14e
26,42d
Ket: BNT = 0.05
*=
Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata
Terkecil
PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air
Tabel 5. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak
rotary terhadap tahanan penetrasi tanah (x 10-4 kPa) kedalaman 10
cm.
PRT rpm)
KA BP
180
90
90 (dua kali
olah)
0,8
130,00b
208,30g
150,00cd
1,0
166,60e
187,50f
154,50de
1,2
141,10bcd
131,60b
130,50b
1,4
139,60bc
137,80bc
110,80a
Ket: BNT = 0.05
*=
Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata
Terkecil
PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air.
Tabel 6. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak
rotary terhadap kedalaman olah (cm).
PRT (rpm)
KA BP
180
90
90 (dua kali olah)
0,8
4,96a
10,65b
10,30b
1,0
4,73a
10,37b
10,11b
1,2
4,32a
10,17b
9,33b
1,4
4,00a
10,02b
8,88b
Ket: BNT = 0.05
*=
Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata
Terkecil
PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air
Tabel 7. Interaksi antara berbagai kandungan air dan
putaran bajak rotary terhadap porositas tanah (%).
PRT rpm)
KA BP
180
90
90 (dua kali olah)
0,8
72,57e
70,03cd
70,77d
1,0
69.50cd
66,33b
68,83c
1,2
67,66c
65,50b
66,20b
1,4
65,30b
63,80a
66,03b
Ket: BNT =0.05
*=
Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji Beda Nyata
Terkecil
PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air.
Tabel 8. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak
rotary terhadap berat isi tanah (gr/Cm.
PRT (rpm)
KA BP
180
90
90 (dua kali olah)
0,8
0,87cd
0,90e
0,87cd
1,0
0,87cd
0,90e
0,88d
1,2
0,83b
0,86c
0,86c
1,4
0,81a
0,91e
0,89de
Ket: BNT = 0.05
* = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil
PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air
Tabel 9. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak
rotary terhadap kekasaran permukaan tanah hasil olahan (Cm).
PRT (rpm)
KA BP
180
90
90 (dua kali olah)
0,8
9,98b
14,44cd
14,23cd
1,0
9,66ab
13,06c
11,66bc
1,2
8,01a
9,07a
8,05a
1,4
7,24a
7,67a
7,45a
Ket: BNT = 0.05
* = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil
PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air
Tabel10. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak
rotary terhadap tegangan geser tanah (kPa) hasil olahan.
PRT (rpm)
KA BP
180
90
90 (dua kali olah)
0,8
12,05 ab
19,34 d
16,21 c
1,0
11,42 ab
17,67 cd
15,33 c
1,2
10,24 ab
15,65 c
12,10 ab
1,4
9,66 a
12,43 b
10,11 ab
Ket: BNT = 0.05
* = Angka rata-rata yang diikuti huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata pada Uji Beda Nyata Terkecil
PRT = Putaran bajak rotary ; BP = Batas plastis; KA = Kandungan air
Hasil Penelitian 4. bajak DINAMIKA
PERUBAHAN HASIL OLAHAN TANAH
•
•
•
•
•
Hari ke 7 – 49 setelah pengolahan berpengaruh nyata
dan setelah hari ke 49 tidak berpengaruh nyata
terhadap penurunan hasil olahan.
Perubahan kekasaran permukaan paling rendah pada
1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm.
Perubahan kekasaran permukaan paling besar untuk
hari ke 7 – 35 pada 1,0 batas plastis dan untuk hari ke
35 – 49 pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 90
rpm
Perubahan berat isi terendah pada 1,4 batas plastis,
putaran bajak rotary 180 rpm.
Perubahan berat isi terendah pada 0,8 batas plastis,
putaran bajak rotary 90 rpm.
•
•
•
•
•
•
•
Perubahan porositas tertinggi pada 1,4 batas plastis,
putaran bajak rotary 180 rpm
Perubahan porositas terendah pada 0,8 batas plastis,
putaran bajak rotary 90 rpm.
Perubahan tahanan penetrasi tertinggi pada 1,4 batas
plastis, putaran bajak rotary 90 rpm dua kali olah.
Perubahan tahan penetrasi terendah pada 0,8 batas
plastis, putaran bajak rotary 90 rpm.
Perubahan tegangan geser tertinggi pada 1,0 batas
plastis, putaran bajak rotary 90 rpm.
Perbahan tegangan geser terendah pada 1,4 batas
plastis, putaran bajak rotary 180 rpm.
Terdapat interaksi antara kandungan air tanat saat
pengolahan dan putaran bajak rotary terhadap
perubahan DMR, kekasaran permukaan,porositas,
berat isi,tahan penetrasi dan tegangan geser.
Penelitian 5
PERTUMBUHAN dan PRODUKSI KEDELAI AKIBAT
PENGOLAHAN



Kandungan air tanah dan putaran bajak rotary tidak
berpengaruh terhadap daya kecambah, jumlah daun, luas
daun, tinggi tanaman dan berat kering tanaman.
Makin tinggi putaran bajak rotary mempunyai kecenderungan
makin tinggi daya kecambah, luas daun, jumlah daun, tinggi
tanaman dan berat kering tanaman.
Berat 100 biji tertinggi pada 1,0 batas plastis, putaran bajak
rotary 90 rpm dua kali olah yaitu 8,36, dan terendah pada 1,4
batas plastis, putaran bajak rotary 90 rpm yaitu 8,12.




Berat biji per tanaman tertinggi pada 1,0 batas plastis, putaran
bajak rotary 90 rpm dua kali olah yaitu 8,13 gr dan terendah
pada 1,4 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm yaitu
9,27 gr.
Jumlah biji per tanaman tertinggi pada 1,0 batas plastis,
putaran bajak rotary 90 rpm dua kali olah yaitu 108,81 dan
terendah pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm
yaitu 96,54.
Jumlah polong per tanaman tertinggi pada 1,0 batas plastis,
putaran bajak rotary 90 rpm dua kali olah yaitu 29,07 dan
terendah pada 0,8 batas plastis, putaran bajak rotary 180 rpm
yaitu 27,06.
Terdapat interaksi antara kandungan air saat pengolahan dan
putaran bajak rotaray terhadap berat 100 biji, berat biji per
tanaman, jumlah biji per tanaman dan jumlah polong per
tanaman
Tabel 31. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak
rotary terhadap ukuran biji (gr/100 biji).
PRT (rpm)
KA BP
180
90
90 (dua kali olah)
0,8
8,25 abcd
8,24 abc
8,23 abcd
1,0
8,30 abcd
8,25 abcd
8,36 e
1,2
8,20 abc
8,14 ab
8,32 de
1,4
8,17 ab
8,12 a
8,30 d
Ket: BNT = 0.05
*=
Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji Beda Nyata
Terkecil
PRT = Putaran bajak rotary; BP = Batas plastis ; KA = Kandungan air
Tabel 32. Interaksi antara kandungan air dan putaran bajak rotary
terhadap berat biji per Tanaman (gr).
PRT (rpm)
KA BP
180
90
90 dua kali olah
0,8
7,68 b
8,04 g
8,03 fg
1,0
8,02 f
8,07 hi
8,13 j
1,2
7,68 d
7,86 e
8,10 i
1,4
7,27 a
7,65 c
8,06 h
Ket: BNT = 0.05
*=
Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji Beda Nyata
Terkecil
PRT = Putaran bajak rotary; BP = Batas platis ; KA = Kandungan air
Tabel 33. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak
rotary terhadap jumlah biji per tanaman.
PRT (rpm)
KA BP
180
90
90 dua kali olah
0,8
96,54 a
98,32 c
102,36 i
1,0
98,77 e
99,67 h
108,81 k
1,2
98,69 d
99,65 g
106,55 j
1,4
97,87 b
99,63 f
99,88 h
Ket: BNT = 0.05
*=
Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji Beda Nyata
Terkecil
PRT = Putaran bajak rotary, BP = Batas plastis; KA= Kandungan air
Tabel 34. Interaksi antara berbagai kandungan air dan putaran bajak
rotary terhadap jumlah polong isi per tanaman.
PRT (rpm)
KA BP
180
90
90 dua kali olah
0,8
27,06 a
27,31 c
27,85 e
1,0
28,02 h
28,03 i
29,07 k
1,2
27,63 d
28,02 g
28,04 j
1,4
27,07 b
28,01 fg
27,99 f
Ket: BNT = 0.05
*=
Angka rata-rata yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji Beda Nyata
Terkecil
PRT = Putaran bajak rotary; BP = Batas plastis ; KA = Kandungan air
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
•
Berdasarkan serangkaian hasil percobaan yang telah
dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:
• 1. Hasil olahan tanah dipengaruhi oleh kandungan air saat
pengolahan, putaran bajak rotary dan kecepatan traktor.
• 2. Kecepatan traktor meningkat akan meningkatkan slip
roda, diameter massa rerata agregat tanah (DMR), berat
isi, kekasaran permukaan tanah hasil olahan, sedangkan
kedalaman olah dan porositas menurun.
• 3. Pengolahan tanah dengan putaran bajak rotary 90 rpm
dua kali olah pada kandungan air batas plastis (22,94 %)
memberikan pengaruh yang optimum terhadap tanaman
kedelai yang ditunjukkan dengan parameter tingginya
jumlah polong isi, jumlah biji,ukuran biji dan berat biji per
tanaman.
• 4. Hasil olahan tanah seperti diameter massa rerata
agregat tanah (DMR), kedalaman olah,porositas, tahanan
penetrasi dan tegangan geser merupakan indikator penting
untuk mendapatkan produksi kedelai terbaik dan ditunjukkan
dengan persamaan sebagai berikut:
• Y = 2,862 + 0,067 X2 – 0,016 X3 + 0,0057 X4 + 0,156 X5 –
0,0966 X6
• dengan koefisien determinasi terkorekasi sebesar 85,80 %,
sedangkan apabila hanya dimugkinkan tiga, dua atau satu
indikator yang diukur,maka persamaannya berturut-turut
sebagai berikut:
• Y = 4,868 + 0,049 X2 – 0,015 X3 + 0,082 X5
• Y = 7,631 – 0,015 X3 + 0,074 X5
• Y = 7,39 + 0,069 X5
• 5. Pengolahan tanah pada butir 3 dan 4 dilakukan pada indek
kegemburan 0,25 – 0,27.
• 6. Indek kegemburan tanah 0,25 – 0,27 dicapai pada
kandungan air sekitar batas plastis.
Saran
• Berdasarkan serangkai hasil percobaan dapat disarankan:
• a Pengolahan tanah dengan traktor roda dua di tanah Bedali
Lawang untuk menanam kedelai hendaknya dilakukan pada
kandungan air tanah 1,0 batas plastis dengan putaran bajak
rotary 90 rpm dilakukan dua kali olah dengan kecepatan traktor
17m/menit.
• b. Perlunya memperhatikan indikator hasil olahan tanah yang
diolah dengan traktor roda dua dengan menggunakan bajak
rotary adalah diameter massa rerata agregat tanah (DMR),
porositas, kedalaman olah, tahanan penetrasi dan tegangan geser
dan terutama adalah kedalaman olahnya.
Download