Landasan Pengembangan Kurikulum

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Kurikulum dalam pendidikan memiliki kedudukan penting, karena
kurikulum berkaitan dengan penentuan arah/tujuan, isi, dan proses pendidikan
yang memberikan pegangan bagi pelaksanaan pembelajaran serta menentukan
bentuk dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Karenanya kurikulum
merupakam bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan.
Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan
memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan
lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing
satuan pendidikan ( Bab IX Pasal 37).
Pendidikan memiliki peranan sangat penting dalam keseluruhan aspek
kehidupan
manusia,
karena
pendidikan
berpengaruh
langsung
terhadap
perkembangan manusia, perkembangan seluruh aspek kepribadian manusia dan
berkaitan langsung dengan pembentukan manusia, serta menentukan model
manusia yang akan dihasilkan, (Sukmadinata Saodih Nana,2012 :38).
Kurikulum didefinisikan sebagai suatu rencana untuk mencapai hasil-hasil
yang diharapkan, atau suatu rencana mengenai tujuan, hal yang dipelajari, dan
hasil pembelajaran. Dari definisi tersebut, maka asumsi untuk pengembangan
kurikulum menekankan pada keharusan pengembangan kurikulum yang terkonsep
dan diinterpretasikan dengan cermat, sehingga mampu menghindari kurikulum
1
yang tidak berimbang dan inovasi jangka pendek dalam upaya yang terbatas
dalam reformasi pendidikan. Pembelajaran adalah proses mengajar, yaitu
menyiapkan lingkungan mengajar agar peserta didik dapat berinteraksi dengan
orang, benda, tempat, dan ide melalui penyampaian kurikulum (Oemar Hamalik,
2011: 186).
Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses perencanaan yang
kompleks.mulai dari penilaian kebutuhan, identifikasi hasil-hasil belajar yang
diharapkan, serta persiapan pembelajaran untuk mencapai tujuan dan pemenuhan
kebutuhan budaya, sosial dan personal (Oemar Hamalik, 2011: 186 ).
Landasan pengembangan kurikulum memiliki peranan yang sangat
penting, karena jika kurikulum tidak mempunyai dasar pijakan /landasan yang
kokoh, maka kurikulum tersebut akan mudah terombang ambing dan yang akan
dipertaruhkan adalah manusia ( peserta didik)yang dihasilkan oleh pendidikan itu
sendiri (Hornby c.s dalam Redja Mudyaharjo, 2001: 8)
Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang
cukup sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan, menentukan proses pelaksanaan
dan hasil pendidikan. Pentingnya
peran kurikulum dalam pendidikan dan
perkembangan kehidupan manusia, penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan
sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat,
yang didasarkan atas hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam (Sukmadinata
Saodih Nana, 2012: 38).
Landasan pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai suatu gagasan,
suatu asumsi, atau suatu prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam
2
mengembangkan
kurikulum
(Tim
Pengembang
MKDP
Kurikulum
dan
Pembelajaran, 2011: 16).
B.Rumusan Masalah.
Berdasarkan masalah diatas rumusan masalah yang penulis dapatkan
adalah :
1. Bagaimana memahami landasan–landasan pengembangan kurikulum
yang dijadikan pijakan dalam mengembangkan kurikulum ?
C.Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut diatas, tujuan penulisan makalah
adalah untuk memahami landasan-landasan kurikulum yang dijadikan pijakan
dalam pengembangan kurikulum.
D.Manfaat Penulisan
Berdasarkan tujuan penulisan tersebut diatas ,manfaat penulisan makalah
adalah untuk :
1. Memahami landasan pengembangan kurikulum .
2. Memiliki sikap positif bahwa setiap landasan pengembangan kurikulum
harus dijadikan dasar pertimbangan dalam mengembangkan isi atau
pelaksanaan
proses
pembelajaran
sehingga
program
pendidikan
/kurikulum yang diterapkan memiliki nilai manfaat yang optimal bagi
peserta didik, masyarakat, bangsa, dan negara.
3
BAB II
KAJIAN TEORI
A.Pengertian
Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan
memperhatikan segala aspek dalam pelaksanaan pendidikan, yang memerlukan
landasan yang kokoh agar mampu menopang jalannya pelaksanaan pendididkan
dengan benar.
Landasan adalah suatu gagasan atau kepercayaan yang menjadi sandaran,
sesuatu prinsip yang mendasari. (Hornby)
Landasan adalah dasar atau tumpuan. (KBBI)
Pengembangan adalah proses, cara, perbuatan mengembangkan atau proses
kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. (KBBI)
Kurikulum adalah merupakan suatu rencana tertulis yang disusun guna
memperlancar proses pembelajaran (Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan
Pembelajaran)
Kurikulum menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang isi dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan belajar mengajar di sekolah. (Muhaimin, 2003: 182 dalam Hamdani
Hamid, 2012:19)
4
Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses perencanaan yang
kompleks, mulai dari penilaian kebutuhan, identifikasi hasil-hasil belajar yang
diharapkan, serta persiapan pembelajaran untuk mencapai tujuan dan pemenuhan
kebutuhan budaya, sosial dan personal (Oemar Hamalik, 2011: 186).
Landasan pengembangan kurikulum adalah suatu gagasan, suatu asumsi,
atau prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam mengembangkan
kurikulum. (Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran).
Berdasarkan beberapa pengertian diatas dan dilihat dari aspek ruang lingkup
pengembangan kurikulum, tersiarat ada sejumblah pilihan untuk melakukan
pengembangan kurikulum. Menurut Oemar Hamalik (2011: 187) Landasan
pengembangan kurikulum seharusnya dilaksanakan dengan memperhatikan goals
(rumusan abtraks dan bersifat umum) dan objectives (bersifat khusus, operasional,
dan pencapaiannya dalam jangka pendek). Memperhatikan aspek tersebut maka
perumusan tujuan menjadi langkah pertama dalam pengembangan kurikulum.
Landasan pengembangan kurikulum berkaitan dengan tujuan pendidikan
dan psikologi pendidikan. Dari pendapat diatas, dapat difahami bahwa landasan
pokok pengembangan kurikulum dikelompokkan dalam lima jenis sebagai
berikut:
1. Landasan religius adalah seperangkat asumsi yang bersumber dari kaidahkaidah agama yang dijadikan landasan penyusunan kurikulum, contoh :
Iman dan taqwa, akhlakul karimah,pendidikan seumur hidup. (Soleh
Hidayat, 2013)
5
2. Landasan filosofis adalah asumsi–asumsi tentang hakikat realitas, hakikat
manusia, hakikat
pengetahuan, dan hakikat nilai. (Tim Pengembang
MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, 2012: 43).
3. Landasan psikologis adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari psikologi.
4. Landasan sosial budaya adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari
sosiologi dan antropologi.
5. Landasan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi) adalah asumsi-asumsi
yang bersumber dari hasil-hasil riset atau penelitian dan aplikasi dari ilmu
pengetahuan .
6
BAB III
PEMBAHASAN
Landasan pengembangan kurikulum menurut Tim Pengembang MKDP
Kurikulum dan Pembelajaran (2012: 16 ) memiliki peranan yang sangat penting,
sehingga apabila kurikulum diibaratkan sebuah bangunan gedung yang tidak
menggunakan landasan atau fondasi yang kuat, maka ketika diterpa angin /ada
goncangan, bangunan gedung tersebut akan mudah roboh. Demikian halnya
dengan kurikulum, bila tidak memiliki dasar pijakan yang kuat, maka kurikulum
tersebut akan mudah terombang ambing dan yang akan dipertaruhkan adalah
manusia atau peserta didik yang dihasilkan oleh pendidikan itu sendiri.
Landasan pengembangan kurikulum dalam bahan uji publik kurikulum
2013 adalah:
Landasan
-Filosofi pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai
Filosofis
luhur,nilai
Akademik
,kebutuhan
peserta
didik
dan
mesyarakat
-Kurikulum berorientasi pada pengembangan
kompetensi
Aspek Yuridis
RPJMN 2010-2014 SEKTOR PENDIDIKAN
-Perubahan metodologi pembelajaran
-Penataan kurikulum
INPRES NO.1 TAHUN 2010
-Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan
7
Nasional:
Penyempurnaan
pembelajaran
kurikulum
aktif
dan
berdasarkan
metode
nilai-
nilai
Budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan
karakter bangsa
Aspek konseptual
-Relevansi
-Model Kurikulum Berbasis Kompetensi
-Kurikulum lebih dari sekadar dokumen
- Proses pembelajaran
Aktivitas belajar
Output belajar
Outcome belajar
-Penilaian
Kesesuaian teknik penilaian dengan kompetensi
Penjenjangan penilaian
Robert S.Zais (1976) dalam Tim Pengembang Kurikulum, (2012:16),
mengemukakan empat landasan pengembangan kurikulum, yaitu:
1.Philosophy and the nature of knowledge
2.Society and cultute
3.The individual
4.Learning theory
8
Menurut Hornby, landasan adalah suatu gagasan atau kepercayaan yang
menjadi sandaran, sesuatu prinsip yang mendasari. Maka landasan pengembangan
kurikulum dapat diartikan sebagai suatu gagasan, suatu asumsi, atau prinsip yang
menjadi sandaran atau titik tolak dalam pengembangan kurikulum.
Berdasarkan perbandingan kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa
landasan pokok dalam pengembangan kurikulum adalah :
1. Landasan filosofis
2. Landasan psikologis
3. Landasan sosiollogis
4. Landasan IPTEK ( ilmu pengetahuan dan teknologi ).
Kurikulum bukan hanya mata pelajaran dan rencana pembelajaran,
melainkan merupakan pengalaman siswa, guru, dan semua yang ikut
melaksanakan pendidikan, baik yang diperoleh di dalam kelas maupun di luar
kelas. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum adalah prinsip relevansi,
fleksibilitas, kontinuitas, praktis dan efektivitas.
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik
peserta didik, kondisi daerah, jenjang, serta jenis pendidikan, tanpa membedakan
membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status social ekonomi
dan gender. Kurikulum meliputi substasi komponen muatan wajib kurikulum,
muatan local, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam
keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi,
(Mahmud dalam Hamdani Hamid, 2012: 6).
9
Landasan pengembangan kurikulum, menurut Sholeh Hidayat (2013)
meliputi :
1. Landasan religius
2. Landasan filosofis
3. Landasan psikologis
4. Landasan sosial budaya
5. Landasan IPTEK ( Ilmu pengetahuan dan teknologi )
1. Landasan religious
Landasan religius adalah seperangkat asumsi yang bersumber dari
kaidah-kaidah agama yang dijadikan landasan penyusunan kurikulum,
contoh : Iman dan taqwa, akhlakul
karimah, pendidikan seumur hidup. (
Soleh Hidayat, 2013 ).
Tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU Sisdiknas yaitu
UU No.20 Tahun 2003, menyatakan tentang sistem pendidikan nasional,
yaitu : Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang–Undang
Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis, serta bertanggung jawab (Pasal 2 dan 3).
10
Kurikulum dikembangkan secara seimbang antara kepentingan jasmani
dan rohani, duniawi dan ukhrawi (dunia dan akherat), materiil dan spiritual,
itelektual dan emosional. Pengembangan kurikulum pendidikan yang
berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah memuat prinsip-prinsip ketauhidan,
kemanusian, dan prinsip keadilan, sehingga pendidikan dikembangkan dalam
upaya mencapai kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan
kecerdasan spiritual (SQ).
Berkenaan dengan manusia sebagai makhluk Tuhan, dalam landasan
religius manusia merupakan makhluk Tuhan yang memiliki sisi-sisi
kemanusiaan, sehingga perlunya bimbingan yang mengarahkan sisi-sisi
tersebut pada hal-hal positif.
Pendidikan di Indonesia mengacu pada pendidikan seumur hidup yang
sejalan dengan firman Allah SWT. Surat Al-An’am ayat 162 yaitu “
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan
sekalian alam “. Ayat ini menjelaskan bahwa manusia yang mengabdi
kepada Allah semata berarti manusia yang telah menyerahkan seluruh
kehidupannya kepada Allah, maka dia perlu mendapat pendidikan seumur
hidupnya. Dan hadis Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan ”Belajar
mulai dari buaian sampai ke pintu kubur” hal ini sejalan dengan pernyataan
bahwa pendidikan adalah suatu proses yang terus menerus dari bayi sampai
meninggal dunia (Martinis Yamin , 2012: 74). Landasan religius yang
menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat menjadi isi dari sikap
keberagamaan, adapun peranan agama sebagai pedoman hidup, sehingga
11
memiliki fungsi, diantaranya: memelihara fitrah, memelihara jiwa,
memelihara akal, dan memelihara keturunan.
Dari asumsi diatas jelas bahwa dalam melaksanakan pengembangan
kurikulum tidak dapat terlepas pada landasan religius .
2. Landasan Filosofis
Landasan Filosofis
adalah asumsi–asumsi tentang hakikat realitas,
hakikat manusia, hakikat pengetahuan, dan hakikat nilai. (Tim Pengembang
MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, 2012:43). Rumusan yang didapatkan
dari hasil berfikir secara mendalam, analitis, logis, dan sistematis (filosofis)
dalam merencanakan, melaksanakan, membina dan mengembangkan
kurikulum baik dalam bentuk kurikulum sebagai rencana (tertulis), maupun
dalam bentuk pelaksanaan di sekolah. Filsafat pendidikan pada dasarnya
merupakan penerapan dan pemikiran-pemikiran filosofis dalam memecahkan
masalah-masalah pendidikan (Hamdani Hamid, 2012: 47). Filsafat
pendidikan Indonesia adalah Pancasila (Dakir, 2004: 75). Secara harfiah
filosofis (filsafat) berarti “cinta akan kebijakan” (love of wisdom). Belajar
berfilsafat menuntut untuk mengerti kebijakan dan dapat berbuat secara
bijak, sehinggga dapat tahu dan mengetahui atau berpengetahuan. Filsafat
mencakup keseluruhan pengetahuan manusia, berusaha melihat segala yang
ada ini sebagai satu kesatuan yang menyeluruh dan mencoba mengetahui
kedudukan manusia didalamnya. Sering dikatakan bahwa filsafat merupakan
ibu dari segala ilmu (Sukmadinata Saodih Nana, 2012: 39).
3. Landasan psikologis
12
Dalam ensiklopedia Indonesia asas berarti suatu kebenaran atau
pendirian, atau yang dijadikan pokok suatu keterangan. Asas psikologi
berarti kegiatan yang mengacu pada hal-hal yang bersifat psikologi (Dakir,
2004: 59).
Landasan psikologis adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari
psikologi. Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar individu manusia,
yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik
dengan orang-orang yang lainnya. Manusia berbeda dengan makhluk
lainnya, karena kondisi psikologisnya. Kondisi psikologis manusia jauh lebih
tinggi tarafnya dan lebih kompleks dibandingkan dengan binatang.
Berkat kemampuan-kemampuan psikologis yang lebih tinggi dan
kompleks inilah sesungguhnya manusia menjadi lebih maju, lebih banyak
memiliki kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan dibandingkan binatang.
Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai
individu yang dinyatakan dalam berbagai bentuk prilaku dalam interaksi
dengan lingkungannya. Perilaku-perilaku tersebut merupakan manifestasi
dan ciri-ciri kehidupannya, baik yang tampak maupun yang tidak tampak,
perilaku kognitif, afektif, dan psikomotor (Sukmadinata Saodih Nana, 2012:
45).
4. Landasan sosial budaya
Landasan sosial budaya adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari
sosiologi dan antropologi. Salah satu ciri dari masyarakat berkembang, pada
masyarakat kita dewasa ini berkembang cepat menuju masyarakat terbuka,
13
masyarakat informasi dan global. Maka terjadilah proses pembauran budaya,
tradisi, nilai-nilai, pengetahuan, dan lain-lain.
Pola pekerjaan beralih dari pola agraris ke pola kehidupan industri. Pola
kehidupan agraris memilik kesamaan hidup yang lebih santai, cara kerja yang
teratur, rasa kerja sama yang tinggi, perubahan yang lamban, dan sebagainya.
Dewasa ini jumlah wanita yang berpendidikan relative seimbang dengan
pria, sebagai akibat dari emansipasi yang membuka kesempatan kepada
kaum wanita untuk memperoleh pendidikan. Wanita memiliki peluang kerja
yang sama besar dengan pria, keadaan ini membawa beberapa implikasi, baik
bagi kehidupan sosial-pribadi para wanita, kehidupan keluarga, maupun
dalam situasi kerja (Sukmadinata Saodih Nana, 2012: 58).
5. Landasan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi)
Landasan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi) adalah asumsiasumsi yang bersumber dari hasil-hasil riset atau penelitian dan aplikasi dari
ilmu pengetahuan. Teknologi merupakan cara untuk melakukan sesuatu guna
memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan
software) sehingga dapat memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih
ampuh anggota tubuh, pancaindera, dan otak manusia.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung
maupun tidak langsung menuntut perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam memberikan isi atau materi bahkan bahan yang akan
disampaikan dalam pendidikan. Hal ini menimbulkan pengaruh tak langsung,
seperti menimbulkan problema baru yang menuntut pemecahan dengan
14
pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan baru yang dikembangkan dalam
pendidikan (Sukmadinata Saodih Nana, 2012: 66).
15
BAB IV
KESIMPULAN
Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam keseluruhan aspek
kehidupan manusia. Hal itu disebabkan pendidikan berpengaruh langsung
terhadap perkembangan manusia. Pendidikan berkaitan langsung dengan
pembentukan manusia, oleh karena itu pendidikan menentukan model manusia
yang akan dihasilkan.
Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan, tetapi memberikan bekal pengetahuan,
keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup, bekerja dan mencapai perkembangan
lebih lanjut di masyarakat. Karena dengan pendidikan, kita tidak mengharapkan
muncul manusia yang lain dan asing terhadap masyarakatnya, tetapi manusia yang
lebih bermutu, mengerti, dan mampu membangun masyarakat.
Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup
sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan, menentukan proses pelaksanaan dan
hasil pendidikan. Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan
pendidikan. Sebagai suatu rancangan, kurikulum menentukan pelaksanaan dan
hasil pendidikan.
Menurut
Prof.
Sholeh
Hidayat,
ada
pengembangan suatu kurikulum, yaitu:
1. Landasan Religius
2. Landasan Filosofis
3. Landasan Psikologis
4. Landasan Sosial-Budaya
16
beberapa
landasan
utama
dalam
5. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Sedangkan, menurut Zais landasan utama dalam pengembangan suatu
kurikulum, yaitu:
1. Landasan Filosofis
2. Landasan Psikologis
3. Landasan Sosial-Budaya
4. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Landasan pengembangan kurikulum memiliki peranan yang sangat
penting, karena jika kurikulum tidak mempunyai dasar pijakan /landasan yang
kokoh, maka kurikulum tersebut akan mudah terombang ambing dan yang akan
dipertaruhkan adalah manusia ( peserta didik)yang dihasilkan oleh pendidikan itu
sendiri (Hornby c.s dalam Redja Mudyaharjo, 2001: 8)
17
DAFTAR PUSTAKA
Dakir. (2004). Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Rineka
Cipta.
Hamid, H. (2012). Pengembangan Kurikulum Pendidikan. Bandung: Pustaka
Setia.
Sukmadinata, N.S. (1997). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
18
Download