artikel parasitologi

advertisement
1
ARTIKEL PARASITOLOGI
Editor:
Fircha Silvia Nugraheni
G1C015020
PROGRAM DIPLOMA IV ANALIS KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2016
1
2
PARASITOLOGI
Defisini parasitologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai jasad-jasad
yang hidup untuk sementara atau tetap yang berada di dalam atau pada permukaan
jasad lain dengan maksud dan tujuan untuk mengambil makanan sebagian atau
seluruhnya dari jasad itu.
Definisi atau pengertian parasitologi berdasarkan arti katanya berasal dari
dua kata yaitu parasitos yang artinya jasad yang mengambil makanan dan logos
yang artinya ilmu.
Apa saja jenis-jenis atau penggolongan parasit dalam ilmu kedokteran
kesehatan?Pembagian parasit menurut ilmu kedokteran adalah sebagai berikut:
Jenis pertama adalah Zooparasit adalah parasit yang berupa hewan yang
kemudian dibedakan atau dibagi dalam :

Protozoa adalah parasit yang berupa hewan yang bersel satu seperti
amoeba

Metazoa adalah parasit berupa hewan yang bersel banyak yang dibagi
lagi dalam helmintes atau cacing dan artropoda atau serangga.
Jenis parasit kedua adalah Fitoparasit yaitu parasit yang berupa tumbuhtumbuhan yang kemudian dikelompokkan dan terdiri dari :

Bakteri

Fungi atau Fungus atau jamur
Jenis parasit yang ketiga adalah Spirochaeta dan Virus .
Sebenarnya parasit tidak bermaksud membunuh hospesnya [yang menjadi
tempat jasad renik hidup dan berkembang] tanpa membahayakan dirinya sendiri,
yang berlainan sekali dengan pemangsa (predator) yang membunuh terlebih
dahulu sebelum makan mangsanya. Spesies yang dihinggapi parasit disebut
hospes, yang mungkin menderita berbagai kelainan fungsi dari organ sehingga
dapat menimbulkan kelainan.
Ilmu Parasitologi dalam bidang kedokteran dan kesehatan adalah ilmu yang
mempelajari parasit yang menghinggapi manusia dan dapat menyebabkan
penyakit dan kematian pada manusia.
2
3
Berdasarkan sifat-sifat dari parasit, parasit dapat dibagi dalam berbagai
golonganyaitu sebagai berikut :

Menurut tempat hidupnya, parasit dapat dibagi dalam ektoparasit dan
endoparasit. Ektoparasit adalah parasit yang hidup pada permukaan
hospes (infestasi), seperti tuma, sedangkan endoparasit adalah parasit
yang hidup di dalam organ tubuh hospes, seperti cacing gelang di rongga
usus muda manusia.

Menurut keperluan akan hospes, maka parasit dibagi dalam parasit
obligat dan parasit fakultatif. Parasit obligat adalah parasit yang tidak
dapat hidup tanpa hospes, seperti cacing perut, dan parasit ini akan mati
jika dikeluarkan dari hospcs. Parasit fakultatif adalah parasit yang
meskipun memerlukan hospes untuk sebagian makanannya, namun
parasit ini mampu hidup tanpa hospes misalnya nyamuk yang
scbenamya dapat hidup dengan cairan tumbuh-tumbuhan dan air gula.

Menurut jumlah spesies hospes yang dapat dihinggapi, parasit dibagi
menjadi parasit monoksen dan parasit poliksen. Parasit monoksen adalah
parasit yang hanya menghinggapi satu spesies hospes, misalnya cacing
Ascaris lumbricoides ysng hanya dapat hidup pada manusia. Sedangkan
parasit poliksen dapat menghinggapi berbagai spesies hospes, misalnya
cacing Trichinella spiralis yang menghinggapi babi, tikus, manusia dan
lain-lain.

Menurut lamanya menetap pada hospes, parasit dibagi menjadi parasit
permanen dan parasit temporer. Contohnya Cacing Ascaris lumbricoides
merupakan parasit permanen, karena ia menetap dalam usus manusia
selama hidupnya, sedangkan nyamuk dan sengkenit merupakan parasit
temporer, karena hanya sewaktu-waktu menghinggapi hospes untuk
mendapat makanan (darah).
3
4
Gambar.1.macam parasitologi
Untuk memudahkan pemahaman dalam bidang parasitologi kedokteran,
berikut ini adalah beberapa istilah dan definisi yang berhubungan dengan
parasitologi antara lain sebagai berikut :
1. Parasitisme adalah mencakup setiap hubungan timbal balik suatu spesies
dengan spesies lain untuk kelangsungan hidupnya.
2. Simbiosis adalah istilah yang menunjukkan hubungan permanen antara
dua jenis jasad yang tidak dapat hidup terpisah.
3. Mutualisme adalah istilah yang menunjukkan hubungan dua jenis jasad
yang menguntungkan bagi keduanya.
4. Komensalisme adalah hubngan suatu jenis jasad dimana mendapat
keuntungan tetapi yang lain tidak dirugikan.
5. Parasitisme adalah suatu hubungan antara jasad yang menunjukkan
bahwa satu jenis jasad mendapat makanan dan lindungan dari jenis-jasad
lain yang dirugikannya dan mungkin dibunuhnya.
Dalam daur hidup parasit ditemukan berbagai macam stadium. Pada
helmintes dikenal stadium dewasa, telur dan larva, sedang pada protozoa dikenal
stadium trofozoit (vegetatif) dan kista. Berbagai stadium ini pada spesies-spesies
tertentu dapat mempunyai istilah tersendiri. Jasad tempat hidup parasit disebut
hospes.
Hospes definitif menunjukkan hospes tempat parasit hidup, tumbuh menjadi
dewasa dan berkembang biak secara seksual, sedangkan hospes perantara adalah
4
5
hospes tempat parasit tumbuh mrnjadi bentuk infektif yang siap ditularkan kepada
manusia (hospes).
Hospes reservoar menunjukkan hewan yang mengandung parasit yang
merupakan sumber infeksi manusia.
Hospes paratenik adalah hewan yang dapat mengandung stadium infekstif
parasit tanpa menjadi dewasa dan stadium infektif ini dapat ditularkan dan
menjadi dewasa pada hospes definitif.
Vektor adalah merupakan suatu jasad [biasanya serangga] yang dapat
menularkan parasit pada manusia dan binatang, misalnya nyamuk Anopheles
adalah vektor parasit malaria, nyamuk Culex adalah vektor filariasis.
Zoonosis adalah suatu penyakit binatang yang dapat ditularkan pada
manusia, misalnya penyakit balantidiosis merupakan penyakit parasit yang
disebabkan oleh Balantidium coli yaitu suatu parasit babi yang kadang-kadang
menghinggapi manusia.
Cara menulis nama sebuah parasit adalah mengikuti kode dari "International
Code of Zoological Nomenclature" dimana setiap parasit digolongkan ke dalam
filum, kelas, ordo, famili, genus dan spesises. Untuk penulisan spesies ditentukan
dua naina, misalnya Ascaris lumbncoides.
Beberapa penyakit yang disebabkan oleh parasit yang merupakan penyakit
atau masalah kesehatan masyarakat antara lain adalah :

Malaria,

Filariasis [kaki gajah],
Penyakit yang disebabkan oleh "soil transmitted helminths" di antaranya
askariasis: ankilostomiasis dan trikuriasis,

Amebiasis

Mikosis superfisiaiis.
http://e-medis.blogspot.co.id/2014/02/parasitologi-jenis-parasit-dalam-ilmu.html
5
6
BIODATA EDITOR
Nama : Fircha Silvia Nugraheni
TTL : Demak, 12 Januari 1997
Alamat: Ds. Tegowanu Kulon RT 6 RW 3 Kec. Tegowanu, Grobogan
Riwayat Pendidikan:
 SD N Tegowanu 2 tahun 2003
 SMP N 1 Karangawen tahun 2009
 SMA N 2 Semarang tahun 2012
 Universitas Muhammadiyah Semarang tahun 2015
Hobi
: Membaca Alquran
Semarang, 1 Maret 2016
Editor
Fircha Silvia Nugraheni
6
Download