turki usmani ski

advertisement
Assalamu’alaikum Wr Wb
Turki Usmani
Oleh :
Anggraini Dwi Ikhwani
Berdirinya Kerajaan Turki Usmani
• Bangsa Turki tercatat dalam sejarah atas keberhasilannya mendirikan dua
Dinasti, yaitu Dinasti Turki Saljuk dan Turki Usmani. Kehancuran Dinasti
Turki Saljuk oleh serangan bangsa Mongol merupakan awal dari
terbentuknya Dinasti Turki Usmani.
• Nama kerajaan Utsmaniyah itu diambil dari nama nenek moyang mereka
yang pertama, Sultan Utsmani Ibnu Sauji Ibnu Arthogol Ibnu Sulaimansyah
Ibn Kia Alp, kepala Kabilah Kab di Asia Tengah .
• Awal mula berdirinya Dinasti ini banyak tertulis dalam legenda dan sejarah
sebelum tahun 1300. Dinasti ini berasal dari suku Qoyigh Oghus. Yang
mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina kurang lebih tiga
abad. Kemudian mereka pindah ke Turkistan, Persia dan Iraq. Mereka
masuk Islam pada abad ke-9/10 ketika menetap di Asia Tengah.
Raja – Raja Turki Usmani
• Dalam masa kurang lebih 6 abad (1294-1924), berkuasa, kerajaan
turki usmani mempunyai raja sebanyak 40 orang yang silih berganti.
• Sultan Ustman bin Urtoghal (699-726 H/ 1294-1326 M)
Pada tahun 699 H usman melakukan perlusan kekuasaannya
sampai ke Romawi Bizantium setelah ia mengalahkan Alauddin Saljuk.
Usman diberi gelar sebagai Padisyah Al-Usman (Raja besar keluarga
usman), gelar inilah yang dijuliki sebagi Daulah Usmaniyyah. Usman
berusaha memperkuat tentara dan memajukan negrinya. kepada rajaraja kecil dibuat suatu peraturan untuk memilih salah satu dari tiga
hal, yaitu:
1) Masuk Islam
2) Membayar Jizyah; atau
3) Berperang
• Penerapan sistem ini membawa hasil yang menggembirakan, yaitu
banyak raja-raja kecil yang tunduk kepada Usman.
• Sultan Urkhan bin Utsman (726-761 H/ 1326-1359 M)
Sultan Urkhan adalah putera Utsman I. sebelum urkhan ditetapkan menjadi raja, ia telah
banyak membantu perjuangan ayahnya. Dia telah menjadikan Brousse sebagai ibu kota kerajaannya.
Pada masa pemerintahannya, dia berhsil mengalahkan dan menguasai sejumlah kota di selat
Dardanil. Tentara baru yang dibentuk oleh Urkhan I diberi nama Inkisyaiah. Pasukan ini dilengkapi
dengan persenjataan dan pakaian seragam. Di zaman inilah pertama kali dipergunakan senjata
meriam.
• Sultan Murad I bin Urkhan (761-791 H/ 1359-1389 M)
Pengganti sultan Urkhan adalah Sultan Murad I. selain memantapkan keamanan di dalam
negrinya, sultan juga meneruskan perjuangan dan menaklukkan bebrapa daerah ke benua Eropa. Ia
menaklukkan Adrianopel, yang kemudian dijadikan sebagai ibukota kerajaan yang baru serta
membentuk pasukan berkuda (Kaveleri). Perjuangannya terus dilanjutkan dengan menaklukkan
Macedonia, Shopia ibukota Bulgaria, dan seluruh wilayah bagian utara Yunani.
Karena banyaknya kota-kota yang ditaklukkan oleh Murad I, pada waktu itu bangsa Eropa
mulai cemas. Akhirnya raja-raja Kristen Balkan meminta bantuan Paus Urban II untuk mengusir
kaum muslimin dari daratan Eropa. Maka peperangan antara pasukan Islam dan Kristen Eropa pada
tahun 765 H (1362 M). Peperangan itu dimenangkan oleh pasukan Murad I, sehingga Balkan jatuh
ke tangan umat Islam. Selanjutnya pasukan Murad I merayap terus menguasai Eropa Timur seperti
Somakov, Sopia Monatsir, dan Saloniki.
Kemajuan Peradaban Kerajaan Turki Usmani
1. Bidang Kemiliteran dan Pemerintahan
Untuk pertama kalinya Kerajaan Utsmani mulai mengorganisasi taktik, strategi
tempur dan kekuatan militer dengan baik dan teratur. Sejak kepemimpinan
Ertoghul sampai Orkhan adalah masa pembentukan kekuatan militer.
2. Bidang Ilmu Pengetahuan dan Budaya
Kebudayaan Turki Utsmani merupakan perpaduan bermacam-macam
kebudayaan diantaranya adalah kebudayaan Persia, Bizantium dan Arab. Dalam
bidang Ilmu Pengetahuan di Turki Utsmani tidak begitu menonjol karena
mereka lebih memfokuskan pada kegiatan militernya, sehingga dalam khasanah
Intelektual Islam tidak ada Ilmuan yang terkemuka dari Turki Utsmani.
3. Bidang Keagamaan
Agama dalam tradisi masyarakat Turki mempunyai peranan besar dalam
lapangan sosial dan politik. Para Mufti menjadi pejabat tertinggi dalam urusan
agama dan beliau mempunyai wewenang dalam memberi fatwa resmi terhadap
problem keagamaan yang terjadi dalam masyarakat.
Kemajuan-kemajuan yang diperoleh kerajaan Turki Utsmani
tersebut tidak terlepas daripada kelebihan-kelebihan yang dimilikinya,
antara lain:
1. Mereka adalah bangsa yang penuh semangat, berjiwa besar dan giat.
2. Mereka memiliki kekuatan militer yang besar.
3. Mereka menghuni tempat yang sangat strategis, yaitu
Constantinopel yang berada pada tititk temu antara Asia dan Eropa .
Disamping itu keberanian, ketangguhan dan kepandaian taktik yang
dilakukan olah para penguasa Turki Utsmani sangatlah baik, serta
terjalinnya hubungan yang baik dengan rakyat kecil, sehingga hal ini pun
juga mendukung dalam memajukan dan mempertahankan kerajaan Turki
Utsmani.
Runtuhnya Kerajaan Turki Usmani
Faktor internal
• Karena luas wilayah kekuasaan serta buruknya system pemerintahan,
sehingga hilangnya keadilan, banyaknya korupsi dan meningkatnya
kriminalitas.
• Heterogenitas penduduk dan agama.
• Kehidupan istimewa yang bermegahan.
• Merosotnya perekonomian negara akibat peperangan yang pada
sebagian besar peperangan turki mengalami kekalahan.
Faktor Eksternal
• Munculnya gerakan nasionalisme.
Bangsa-bangsa yang tunduk pada kerajaan
turki selama berkuasa, mulai menyadari
kelemahan dinasti tersebut. Kemudian
ketika turki mulai lemah mereka bangkit
untuk melawannya.
• Terjadinya kemajuan teknologi di barat
khususnya bidang persenjataan.
Turki selalu mengalami kekalahan karena
mereka masih menggunakan senjata
tradisional, sedangkan wilayah barat seperti
eropa telah menguunakan senjata yang
lebih maju lagi.
Download