Six Sigma

advertisement
TUGAS PENGANTAR
MANAJEMEN KUALITAS
Dosen: Prof. Dr. Syamsir Abduh
Disusun Oleh:
1. Alfian Hamzah (122121008)
2. M. Wahyu Gamal (122121077)
3. Syilvta Nastassia SY (122121120)
4. Willy Tandauli (122120133)
MAGISTER MANAJEMEN UNIV. TRISAKTI,
KELAS B, ANGKATAN 41
2013
CHAPTER OBJECTIVE
•
•
•
•
•
•
•
•
Introduction with Six Sigma (6σ).
Evolution of Six Sigma.
Objective of Six Sigma.
Three key characteristic of Six Sigma.
Six Sigma concept.
DMAIC and DMADV approach.
Study Case.
Conclusion.
DEFINISI SIX SIGMA
What is Six Sigma?
•
Berdasarkan istilah:
Six adalah enam.
Sigma merupakan simbol dalam statistik yang digunakan untuk standar deviasi yang
dilambangkan dengan σ (huruf Yunani).
Six Sigma dituliskan dalam simbol 6σ.
Six Sigma merupakan sebuah metodologi terstruktur untuk memperbaiki proses yang
difokuskan pada usaha mengurangi variasi proses (process variances) sekaligus
mengurangi penyebab kesalahan/cacat (produk/jasa yang diluar spesifikasi) dalam proses
bisnis dengan menggunakan statistik dan problem solving tools secara intensif.
Six Sigma Quality (6σ) adalah suatu besaran yang kita bisa terjemahkan sebagai sebuah
proses/tingkat mutu yang memiliki kemungkinan cacat (defects opportunity) sebanyak 3,4
buah dalam 1.000.000 produk/jasa (defects per million opportunities).
6s
=
Sehingga Six Sigma sebagai metrics merupakan sebuah referensi
untuk mencapai suatu keadaan pada produk/jasa yang nyaris
bebas cacat. Dalam perkembangannya, 6σ bukan hanya sebuah
metrics, namun telah berkembang menjadi sebuah metodologi
dan bahkan strategi bisnis.
DEFECT = kesalahan = kegagalan = cacat
•
Produk/Jasa disebut memiliki DEFECT jika terdapat sekurangkurangnya satu spesifikasi yang tak dipenuhi.
•
Defect bisa bersifat minor maupun mayor.
Contoh :
Produk/Service
Jenis Defect
Makanan
Rasanya tidak enak, penyajian tidak menarik
Pengiriman barang
Salah barang, salah jumlah, keterlambatan, rusak
Laporan keuangan
Keterlambatan, analisa tidak akurat
Penjualan
Tidak mencapai target
Rekrutmen
Salah orang, prosesnya lama
•
•
•
Pengertian Six Sigma menurut Dr. Walter Shewhart, Dr. W. E. Deming & Dr. J. Juran;
 Process control;
 Plan, Do, Check, Act;
 Common and Special Causes;
 Improvement can be done project by project;
 Statistical tools;
Hahn et al. (2000): Six Sigma adalah pendekatan yang berdasarkan statistik untuk
memperbaiki produk dan kualitas proses.
Sanders and Hild (2000): strategi manajemen yang membutuhkan perubahan pada
kebudayaan organisasi.
• Dalam dunia bisnis, Six Sigma didefinisikan sebagai usaha strategi
bisnis yang digunakan untuk meningkatkan profit, efektivitas dan efisiensi
semua operasi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen.
•
Dalam metodologi Six Sigma, apa pun yang tidak memuaskan pelanggan adalah kecacatan,
memahami pelanggan dan kebutuhan pelanggan adalah hal yang paling penting dalam
membangun budaya Six Sigma. Six Sigma adalah metodologi manajemen pemecahan masalah
yang dapat diterapkan untuk semua jenis proses bisnis untuk mengidentifikasi dan menghilangkan
sumber penyebab kecacatan dan pada akhirnya meningkatkan proses bisnis utama dan
penghematan biaya bagi organisasi. Dalam hal ini, tujuan utama dari Six Sigma adalah bahwa
setiap peningkatan kualitas dalam suatu organisasi harus layak secara ekonomi .
The Six Sigma Evolutionary Timeline
1924: Walter A. Shewhart introduces
the control chart and the distinction of
special vs. common cause variation as
contributors to process problems.
1818: Gauss uses the normal curve
to explore the mathematics of error
analysis for measurement, probability
analysis, and hypothesis testing.
1736: French
mathematician Abraham
de Moivre publishes an
article introducing the
normal curve.
1896:
Italian sociologist Vilfredo
Alfredo Pareto introduces the 80/20
rule and the Pareto distribution in
Cours d’Economie Politique.
1949: U. S. DOD issues Military
Procedure MIL-P-1629, Procedures
for Performing a Failure Mode Effects
and Criticality Analysis.
1960:
Kaoru Ishikawa
introduces his now famous
cause-and-effect diagram.
1941: Alex Osborn, head of
BBDO Advertising, fathers a
widely-adopted set of rules for
“brainstorming”.
1986:
Bill Smith, a
senior engineer and
1995: Jack Welch
scientist introduces the
launches Six Sigma
concept of Six Sigma at
at GE.
Motorola
1970s: Dr. Noriaki
Kano introduces his
two-dimensional
quality model and
the three types of
quality.
1994: Larry Bossidy launches
Six Sigma at Allied Signal.
SEJARAH SIX SIGMA
•
Dalam perjalanan waktu, General Electric(GE) mempopulerkan Six Sigma sebagai suatu
trend dan membuat perusahaan lain serta orang-orang berlomba-lomba mencari tahu apa
itu Six Sigma serta mencoba mengimplementasikannya di tempat kerja masing-masing.
Dalam hal ini, peran CEO pada saat itu Jack Welch boleh dibilang sangat penting
mengingat dia adalah orang yang menjadikan Six Sigma sebagai tulang punggung semua
proses di GE.
• Konsep dasar Six Sigma banyak sekali diambil dari Total Quality Management
(TQM) dan Statistical Process Control (SPC) dimana dua konsep besar ini diawali
oleh pemikiran-pemikiran Shewhart, Juran, Deming, Crossby dan Ishikawa. Dari
segi waktu, bisa dikatakan Six Sigma adalah hasil evolusi dari quality
improvement yang berkembang sejak tahun 1940-an.
Who is involved in Six Sigma?
•
Six Sigma akhirnya melibatkan setiap orang dalam organisasi , mulai dari manajemen puncak ke
tingkat operator/staf. Hal ini membutuhkan pemahaman yang menyeluruh pada perusahaan untuk
prosesnya, komitmen untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dan keterlibatan dalam proyek-proyek
yang menyertai tujuan-tujuan tersebut. Karena Six Sigma adalah untuk proses bisnis secara total,
maka Six Sigma melibatkan setiap orang dalam organisasi.
• Manajemen tingkat atas menunjuk Sponsors, yang merupakan anggota dari tim kepemimpinan yang
bertanggung jawab untuk memilih proyek Six Sigma dan pada akhirnya bertanggung jawab untuk
hasil proyek. Tepat di bawah Sponsors adalah Champions, yang biasanya memiliki tanggung jawab
sehari- hari atas proses bisnis yang ditingkatkan dan peran mereka adalah untuk memastikan tim
proyek Six Sigma memiliki sumber daya yang diperlukan untuk berhasil melaksanakan proyek
tersebut. Selanjutnya adalah Master Black Belts, yang mengajar dan merupakan mentor dari Black
Belts, yang telah dilatih untuk mengelola proyek Six Sigma dan berfungsi sebagai pemimpin tim
proyek yang terdiri dari Green Belts dan karyawan lainnya. Green Belts adalah anggota tim proyek
inti , dan bahkan menjadi pemimpin tim pada proyek-proyek yang lebih kecil. Dan anggota lain dari
tim proyek adalah karyawan biasa.
• Dalam penyebaran Six Sigma yang berfungsi dengan baik, setiap orang dalam
organisasi terlibat dalam mengurangi kecacatan, mengurangi siklus waktu dan
meningkatkan kepuasan pelanggan.
Companies Using 6σ
Six Sigma and Financial Service
SIX SIGMA CONCEPT
•
Menurut Peter Pande,dkk, dalam bukunya The Six Sigma Way: McGraw-Hill, 2002:hal 8,
ada enam komponen utama konsep Six Sigma sebagai strategi bisnis :
1. Benar-benar mengutamakan pelanggan: seperti kita sadari bersama, pelanggan
bukan hanya berarti pembeli, tapi bisa juga berarti rekan kerja kita, team yang
menerima hasil kerja kita, pemerintah, masyarakat umum pengguna jasa, dll.
2. Manajemen yang berdasarkan data dan fakta: bukan berdasarkan opini, atau
pendapat tanpa dasar.
3. Fokus pada proses, manajemen dan perbaikan: Six Sigma sangat tergantung
kemampuan kita mengerti proses yang dipadu dengan manajemen yang bagus untuk
melakukan perbaikan.
4. Manajemen yang proaktif: peran pemimpin dan manajer sangat
penting dalam mengarahkan keberhasilan dalam melakukan perubahan.
5. Kolaborasi tanpa batas: kerja sama antar tim yang harus mulus.
6. Selalu mengejar kesempurnaan.
Where Six Sigma?
• Six Sigma diterapkan untuk semua proses bisnis. Untuk
memulainya, dapat diterapkan pada proses bisnis utama yang
memiliki dampak nyata yang tertinggi pada pelanggan dan
pemegang saham. Semua proses bisnis yang dapat mempengaruhi
kepuasan pelanggan dan pertumbuhan laba organisasi perlu
menjalani Six Sigma metodologi implementasi.
Why Six Sigma?
•
Cara untuk mencapai tujuan ini dicapai dalam konteks "why". Tujuan dari Six Sigma adalah untuk
membantu orang dalam usaha mereka untuk meningkatkan proses bisnis untuk menghasilkan produk
dan jasa yang bebas cacat. Six Sigma membutuhkan praktisi untuk mempertimbangkan baik "suara
pelanggan" dan "suara dari proses“, hal ini mengurangi kesenjangan antara dua suara. Yang
mengarah kepada pelanggan yang lebih puas, dan itulah yang membuat Six Sigma menciptakan
proposisi bisnis yang menguntungkan. Six Sigma menghemat biaya organisasi, tetapi juga memiliki
kesempatan besar untuk meningkatkan penjualan.
•
Six Sigma berfokus pada kesuksesan yang panjang dan berkelanjutan untuk setiap proyek perbaikan,
memperbaiki setiap proses dalam organisasi. Yang memberikan organisasi suatu cara untuk terus
berkembang dari tahun ke tahun dan bahkan menyediakan sistem yang memberikan pemikiran "out
of the box", yang dapat mempercepat laju perbaikan.
• Karena ini adalah pendekatan data-driven untuk pemecahan masalah , Six
Sigma membangun ketahanan dalam manajemen sehari-hari . Hal ini dimulai
dariseperangkat reaksi berantai dalam strategis, perbaikan taktis dan operasional
, yang memaksa organisasi untuk menetapkan target yang lebih luas untuk setiap
kinerja bisnis dan menetapkan tujuan untuk setiap orang dalam organisasi .
When to Apply Six Sigma
•
Selama suatu organisasi memiliki keinginan yang kuat untuk meningkatkan kinerja bisnis dengan
mengidentifikasi setiap proses bisnis utama untuk perbaikan, titik awal dari Six Sigma tidak masalah.
Organisasi dapat menerapkan Six Sigma:
 Ketika mereka mengetahui bahwa tingkat kepuasan pelanggan berkurang.
 Ketika mereka ingin mempertahankan posisi kepemimpinan melalui kualitas di pasar.
 Ketika ada indikasi yang jelas kehilangan pangsa pasar karena kualitas.
 Bila proses mereka tidak berubah untuk waktu yang lama.
 Ketika kualitas suatu produk sangat tergantung pada keterampilan inspeksi manusia bukannya
built-in pada proses produksi.
 Ketika mereka berpikir proses mereka semua telah mencapai batas perbaikan.
 Ketika mereka diminta untuk meningkatkan kinerja di semua bidang proses
bisnis mereka.
 Ketika mereka memutuskan mereka ingin bertahan dan berkembang di pasar
yang kompetitif saat ini.
How to Apply Six Sigma?
•
Implementasi Six Sigma bergantung pada kebutuhan organisasi dan jenis strategi organisasi yang
berbeda.
Tiga strategi utama yang diikuti dalam Six Sigma adalah:
 Proses Manajemen: Sebuah kepemilikan silang-fungsional yang sedang berlangsung dan
pengukuran proses dukungan inti.
 Proses Perbaikan: Berfokus pada pemecahan masalah, yang bertujuan untuk menghilangkan
beberapa sumber penyebab yang penting. Hal ini paling umum untuk menggunakan roadmap
DMAIC.
 Proses Desain/Redesain: Pembentukan sebuah proses baru untuk mencapai peningkatan
eksponensial dan atau memenuhi tuntutan perubahan pelanggan, teknologi dan persaingan. Hal
Ini harus menangani proses disfungsional total dan merekayasa ulangnya. Hal ini juga dikenal
sebagai. DMADV adalah roadmap yang paling umum untuk Design for Six Sigma ( DFSS ).
DMAIC Approach
•
•
•
•
•
DEFINE the opportunity
tools: ex. project charter
MEASURE current performance
tools: ex. Sample plan
ANALYZE the root causes of
problems
tools: ex. Hypothesis test
IMPROVE the process to eliminate
root causes
tools: ex. solution selection matrix
CONTROL the process to sustain
the gains
tools: ex. control chart
CONTROL
DEFINE
IMPROVE
ANALYSE
MEASURE
DMADV Approach/DFSS Metodologi
DFSS adalah metodologi sistematis
memanfaatkan
peralatan,
pelatihan
pengukuran & memungkinkan organisasi
untuk merancang produk dan proses yang
memenuhi harapan pelanggan & dapat
diproduksi pada tingkat kualitas Six
Sigma. Tujuan DFSS adalah untuk
mencapai minimum tingkat cacat &
dampak positif memaksimalkan tahap
pembangunan produk. Digunakan untuk
mengembangkan produk dengan kriteria
kemampuan & kinerja Six Sigma.
VERIFY
DEFINE
DESIGN
MEASURE
ANALYZE
PROCESS SIGMA TABLE
Normal Distribution Shifted 1.5s
1.5s 1.5s
LSL
4.5s
USL
4.5s
-6s -5s -4s -3s -2s -1s X
(Distribution Shifted ± 1.5s)
1s 2s 3s 4s 5s 6s
LSL : Lower Specification Limit : batas limit bawah
USL : Upper spesification Limit : batas limit atas
s
PPM
1
2
3
4
5
6
697700
308537
66807
6210
233
3.4
Defects per Million
Opportunities
Normal Distribution vs Shifted 1.5s
Tabel distribusi normal
1,5 s SHIFTED
SIGMA
DPMO
SIGMA
DPMO
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
4.5
5
5.5
6
158,655.3
66,807.2
22,750.1
6,209.7
1,349.9
232.6
31.7
3.4
0.3
0.0
0.0
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
4.5
5
5.5
6
691,462
500,000
308,538
158,655
66,807
22,750
6,210
1,350
233
32
3.4
USAGE OF SIX SIGMA
Sumber: Dr Hasan Akpolat, SONY AUSTRALIA, Ltd
MANFAAT PENERAPAN SIX SIGMA QUALITY
Bagi Perusahaan :
1.
Mempertahankan kelangsungan usaha
•
Meningkatkan Market Share
•
Customer Retention
•
Meningkatkan Profit dan Investor Relations
•
Meningkatkan Hubungan dengan Supplier
2.
Adanya kejelasan performance yang harus dicapai oleh setiap
anggota organisasi
3.
Mempercepat kegiatan improvement:
•
Process Improvement: Defect Reduction, Cycle Time Reduction,
Metodologi Desain Proses
•
Meningkatkan Produktifitas
•
Product/Service Improvement
•
Cost Reduction
MANFAAT PENERAPAN SIX SIGMA QUALITY
Bagi Perusahaan :
4.
Mendorong budaya belajar di dalam organisasi
•
Meningkatkan skill karyawan dalam memperbaiki proses
5.
Mendorong dilakukannya perubahan yang bersifat
strategis
•
Culture Change
Bagi Pelanggan:
Meningkatkan “value to customer”
•
Produk / Service yang bermutu tinggi
•
Biaya yang murah  harga murah
Six Sigma Compared to TQM
(Mikel J. Harry)
Six Sigma
TQM
Ultimate
objective
Money
Quality
Belief
Strategic
Philosophical
Applied
statistics
tools
Extensive
Little
Six Sigma Compared to TQM
Kelemahan Total Quality Control yaitu:
• Terlalu fokus pada kualitas dan tidak memperhatikan isu bisnis yg kritikal lainnya.
• Implementasi Total Quality Control menciptakan pemahaman bahwa masalah kualitas
adalah masalahnya departemen Quality Control, padahal masalah kualitas biasanya berasal
dari ketidakmampuan departemen lain dalam perusahaan yg sama.
• Penekanan umumnya pada standar minimum kualitas produk, bukan pada bagaimana
meningkatkan kinerja produk.
Six Sigma dalam pelaksanaannya menunjukkan hal-hal yang menjadi solusi
permasalahan diatas:
• Menggunakan isu biaya, cycle time dan isu bisnis lainnya sebagai bagian yg harus
diperbaiki.
• Six sigma tidak menggunakan ISO 9000 dan Malcolm Baldrige Criteria tetapi fokus pada
penggunaan alat untuk mencapai hasil yg terukur.
• Six sigma memadukan semua tujuan organisasi dalam satu kesatuan.
Kualitas hanyalah salah satu tujuan, dan tidak berdiri sendiri atau lepas
dari tujuan bisnis lainnya.
• Six sigma menciptakan change agent yg bukan bekerja di Quality
Department. Green Belt adalah para operator yg bekerja pada proyek Six
Sigma sambil mengerjakan tugasnya.
SIX SIGMA COMPARISON
Sumber: Dr Hasan Akpolat, SONY AUSTRALIA, Ltd
KESIMPULAN
•
SIX SIGMA merupakan “Data-Driven Process Reengineering Methodology” yang
mendorong perubahan paradigma perusahaan dalam :
•
Berperilaku,
•
Menangani pelanggannya dan
•
Menghasilkan produk dan jasanya.
•
Dapat diterpakan pada Service & Manufacturing Industry
•
Dapat diterapkan pada perusahaan besar maupun perusahaan
kecil
Download