Penalaran A

advertisement
Pertemuan VIII – SILOGISME KATEGORIS
Logika– 4010101031-Dewiyani
1
Penalaran
Penalaran deduktif
Penalaran Induktif
Perbedaan antara penalaran deduktif dan
penalaran induktif adalah pada dukungan premis
terhadap konklusinya.
 Penalaran deduktif adalah penalaran yang
konklusinya dimaksudkan sebagai penegasan apa
yang tersirat dalam premisnya. Untuk
menentukan sehat atau tidaknya, dengan
menyelidiki semua premisnya. Jika semua
premisnya betul maka penalarannya Sahih



Penalaran induktif adalah penalaran yang konklusinya
dimaksudkan sebagai perluasan dari apa yang
terkandung dalam premisnya. Konklusinya melampaui
apa yang telah dikatakan oleh premis-premisnya. Untuk
menentukan sehat atau tidaknya, bukan dengan Sahih
atau tidak Sahih, namun dengan Kuat atau Lemah.
Cara menentukan suatu penalaran deduktif atau
induktif adalah dengan menambah premis baru yang
sejenis pada penalaran tersebut.

Jadi :
Hasil penalaran deduktif : Sahih dan Tidak Sahih
Hasil penalaran induktif : Kuat dan Lemah Validitas
Contoh :
Penalaran A :
Angsa yang kita lihat di Surabaya berwarna putih.
Angsa yang kita lihat di Yogyakarta berwarna putih.
Angsa yang kita lihat di Kediri berwarna putih.
Angsa yang kita lihat di Semarang berwarna putih.
Jadi : Semua angsa yang pernah kita lihat berwarna putih.
Penalaran B :
Angsa yang kita lihat di Surabaya berwarna putih.
Angsa yang kita lihat di Yogyakarta berwarna putih.
Angsa yang kita lihat di Kediri berwarna putih.
Angsa yang kita lihat di Semarang berwarna putih.
Jadi : Semua angsa berwarna putih.
PERBEDAAN PENALARAN DEDUKTIFINDUKTIF
DEDUKTIF
INDUKTIF
1.
Jika
semua
premisnya
benar,
maka
konklusinya
pasti benar.
2.
Konklusi sebenarnya
hanya menegaskan
kembali apa yang
telah
disebutkan
dalam premisnya.
Jika
semua
premisnya
benar,
konklusinya
kemungkinan benar,
tapi belum pasti
benar.
Konklusinya
melampaui dari apa
yang
dijelaskan
dalam premisnya.
PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran deduktif yang benar disebut VALID
 Validitas pada penalaran deduktif, lebih
ditentukan oleh bentuk penalaran, daripada isi
premisnya, karena isi premisnya dianggap sudah
benar sebelum dinilai penalarannya.
 Jadi yang lebih diperhatikan adalah hubungan
antara premis dan konklusinya.


Suatu penalaran deduktif dikatakan valid jika
a. ada hubungan serta keruntutan antara premis
dan konklusinya.
b. konklusinya tidak boleh melampaui apa yang
dikatakan premisnya.
c. Seberapa kuat premis mendukung konklusi.
d. Kembalikan ke bentuk baku :
Semua S adalah P
Semua P adalah K
Jadi semua S adalah K

Contoh 1:
Pr 1 : Kejahatan adalah sesuatu.
Pr 2 : Segala sesuatu dari, oleh dan bagi Tuhan.
Konklusi : Kejahatan dari, oleh dan bagi Tuhan.

Contoh 2 :
Pr 1 : Semua berlian adalah keras (benar)
Pr 2 : Sebagian berlian adalah permata. (benar)
Konklusi : Jadi, sebagian permata keras. (benar)

Contoh 3 :
Pr 1 : Semua kucing mempunyai sayap (salah)
Pr 2 : Semua burung adalah kucing. (salah)
Konklusi : Jadi, semua burung mempunyai sayap.
(benar)

Contoh 4 :
Pr 1 : Semua anjing adalah kucing (benar)
Pr 2 : Sebagian kucing mempunyai sayap (salah)
Konklusi : Jadi, semua anjing mempunyai sayap
(salah)
SILOGISME KATEGORIS
Aristoteles : Silogisma dibatasi sebagai argumen
yang konklusinya diambil dari premis-premisnya.
 Silogisme adalah suatu bentuk proses penalaran
yang berusaha menghubungkan dua proposisi
yang berlainan untuk menurunkan kesimpulan
sebagai proposisi ketiga.

Dua proposisi tersebut, meskipun berlainan,
namun harus ada term yang menghubungkan
keduanya.
 Silogisme kategorik adalah silogisme yang semua
proposisinya adalah proposisi kategorik.

Silogisme mempunyai bentuk baku :
1. Silogisme terdiri dari tiga proposisi/premis.
2. Ketiga proposisi/premis tersebut adalah;
premis mayor, premis minor dan konklusi.
 Contoh :
Pr 1 : Anton adalah manusia.
Pr 2 : Semua manusia akan mati.
Konklusi : Anton akan mati.

Beberapa prinsip untuk mengukur sahih
tidaknya silogisme
1.
2.
Silogisme harus terdiri dari 3 proposisi, yaitu
premis mayor, premis minor, dan konklusi.
Setiap proposisi harus terdapat term (subjek
dan predikat) yang berfungsi sebagai subjek dan
predikat,
serta
term
tengah
yang
menghubungkan antara premis mayor dan
premis minor.
3. Semua term dalam konklusi harus sudah disebut
dalam premis-premisnya, dan harus konsisten
dengan yang ada di premis. Term predikat pada
konklusi tidak boleh disebutkan pada premis
pertama.
4. Bila salah satu premisnya parsial, maka
konklusinya juga harus parsial.
5. Kedua premis tidak boleh parsial. Jika keduanya
parsial, konklusinya tidak valid.
6. Bila
kedua premisnya universal, maka konklusinya
juga harus universal.
7. Bila salah satu premisnya negatif, maka
konklusinya juga harus negatif.
8. Kedua premis tidak boleh negatif. Jika kedua
premisnya negatif, konklusinya salah, karena tidak
ada mata rantai yang menghubungkan kedua
proposisi premisnya.
Contoh
Contoh 1 :
Pr 1 : Semua ahli logika adalah ahli matematika.
Pr 2 : Beberapa filsuf bukan ahli matematika.
Konkl : Beberapa filsuf bukan ahli logika.
Contoh 2 :
Pr 1 : Semua mahluk hidup bergerak.
Pr 2 : Semua binatang adalah mahluk hidup.
Konkl : Semua binatang bergerak.
Contoh 3 :
Pr 1 : Semua gajah adalah binatang.
Pr 2 : Semua kuda adalah binatang.
Konkl : Semua kuda adalah gajah.
Contoh 4 :
Pr 1 : Semua pencinta damai adalah orang yang
anti perang.
Pr 2 : Tidak ada genderal yang cinta damai.
Konkl : Tidak ada genderal yang anti perang.
Contoh 5 :
Pr 1 : Semua laba-laba berkaki delapan.
Pr 2 : Tidak ada serangga yang berkaki delapan.
Konkl : Tidak ada laba-laba yang serangga.
Contoh 6 :
Pr 1 : Semua yang halal dimakan menyehatkan.
Pr 2 : Sebagian makanan tidak menyehatkan.
Konkl :
Sebagian makanan tidak halal dimakan.
Atau
Semua makanan tidak halal dimakan ???.
Contoh 7 :
Pr 1 : Semua korupsi tidak disenangi.
Pr 2 : Sebagian pejabat adalah korupsi.
Konkl :
Sebagian pejabat tidak disenangi.
Atau
Sebagian pejabat disenangi.
Contoh 8 :
Pr 1 :Beberapa pedagang adalah kaya.
Pr 2 : Beberapa orang kaya kikir.
Konkl :Beberapa pedagang adalah kikir.
Contoh 9 :
Pr 1 : Kerbau bukan bunga mawar.
Pr 2 ; Kucing bukan bunga mawar.
Konkl :………
LATIHAN
A.Buatlah konklusi dari argumen di bawah ini
1. Pr 1 : Semua yang jujur disenangi. Pr 2 : Sebagian manusia
adalah jujur.
2. Pr 1 : Tak satupun mahasiswa buta huruf. Pr 2 : Sebagian
penghunu desa Lumbungpadi adalah mahasiswa.
3. Pr 1 : Tak satupun kerbau dapat terbang . Pr 2 : Semua
burung dapat terbang.
4. Pr 1 : Semua mahluk adalah fana. Pr 2 : Semua manusia
adalah mahluk.
5. Pr 1 : Tidak ada manusia waras anti Tuhan. Pr 2 : Beberapa
manusia anti Tuhan.
6. Pr 1 : Semua benda cair berbentuk sesuai dengan
tempatnya. Pr 2 : Beberapa benda tidak berbentuk sesuai
dengan tempatnya.
7. Pr 1 : Beberapa politikus curang . Pr 2 : Semua politikus
adalah manusia
8. Pr 1 : Beberapa mahasiswa tidak rajin. Pr 2 : Semua
mahasiswa adalah terdidik.
B. Buatlah 3 contoh silogisma yang valid dan silogisma
yang tidak valid, beserta alasannya.
Download