Jumat, 25 Juni 2010 Usmar Ismail Hall Pada tanggal 25 Juni 2010 Usmar Ismail Hall dipenuhi nuansa Batak yang sangat kental dengan digelarnya suatu pagelaran seni budaya yang bertajuk “Revive The Batak Culture”. Sesuai dengan definisinya Revive The Batak Culture merupakan suatu pagelaran seni budaya yang menampilkan para budayawan yang selama ini berdedikasi untuk mempertahankan, memperkenalkan keaslian budaya Batak melalui kain, musik tradisional serta lagu di tingkat nasional dan Internasional. Sebut saja Merdi Sihombing dengan hasil karyanya yang mengangkat tekstil Indonesia baik untuk nasional dan internasional, Victor Hutabarat & Tio Fanta Pinem yang sudah sejak lama mendedikasikan diri mereka dalam mengangkat budaya Batak melalui lagu. Serta kelompok musik Endakustik yang akan menghantarkan keaslian musik tradisional batak yang sudah cukup jarang kita dengar. Nuansa daerah Batak juga semakin terasa dengan dihadirkannya penenun ulos dari Toba, Samosir. Penenun ini sendiri akan langsung menampilkan proses pembuatan ulos dan tenunan batak lainnya. Pengukir khas Batak, serta penganan kecil khas Batak melengkapi keseluruhan acara. Kesemuanya ini dihadirkan dan dikemas sedemikian rupa agar para hadirin juga mendapatkan informasi dan pengetahuan mengenai Batak dan akar budayanya. Konsep dari lahirnya acara ini adalah dimulai dari ketertarikan para mahasiswa yang tergabung dalam Paduan Suara Mahasiswa Universitas Kristen Maranatha (PSM-UKM) Bandung terhadap budaya asli Indonesia. Keragaman suku, agama para anggotanya dipersatukan oleh kecintaan mereka terhadap musik dan budaya. Dalam perjalanannya, PSM UKM secara profesional telah banyak mendapatkan pengakuan dan penghargaan baik secara nasional maupun internasional dalam menampilkan budaya asli Indonesia melalui seni suara dan tarian. PSM-UKM menyadari bahwa perpaduan keaslian suara, musik, pakaian daerah merupakan kolaborasi yang tidak terpisahkan dan merupakan penampilan yang sangat menawan serta senantiasa menjadi daya tarik dunia terhadap bangsa Indonesia. Revive The Batak Culture, merupakan pagelaran seni yang ke-3 setelah sebelumnya PSM-UKM menggelar Konser Journey To Asia, 2003 serta Senandung Batak Lima Puak, 2006. Kegiatan ini sekaligus akan mendukung keberangkatan PSM Maranatha di festival paduan suara Internasional di Spittal, Austria bulan Juli yang akan datang. Selain itu, sebagian dari hasil pagelaran ini akan dipergunakan untuk membantu pendidikan di Samosir. Revive The Batak Culture akan kembali dikemas sedemikian rupa untuk ditampilkan kembali oleh PSM Maranatha dan Merdi Sihombing pada perjalanan PSM Maranatha mengikuti 47th International Choir Competition di Spittal an der Drau, Austria bulan Juli yang akan datang serta selanjutnya akan menggelarnya di Vienna Austria, Munich,Jerman serta Paris.