akuntansi sektor publik

advertisement
Konsep Akuntansi Sektor Publik
Akuntansi sektor publik pada awalnya merupakan aktivitas yang
terspesialisasi dari suatu profesi yang relatif kecil. Namun demikian,
saat ini akuntansi sektor publik sedang dalam proses untuk menjadi
sebuah disiplin ilmu.
Istilah ”sektor publik” memiliki pengertian yang beragam akibat dari
luasnya wilayah publik, sehingga setiap disiplin ilmu (ekonomi, politik,
hukum dan sosial) memiliki cara pandang dan definisi yang berbedabeda. Dari sudut pandang ilmu ekonomi, sektor publik dapat dipahami
sebagai suatu entitas yang memiliki aktivitas berhubungan dengan
usaha untuk menghasilkan barang dan layanan publikn dalam rangka
memenuhi kebutuhan dan hak publik.
Konsep Akuntansi Sektor Publik
Menurut American Accounting Association (1970) dalam Glynn
(1993), akuntansi sektor publik mempunyai tujuan, antara lain:
1.
Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efsien,
dan ekonomis atas suatu operasi dan alokasi sumber daya yang
dipercayakan kepada organisasi. Tujuan ini terkait dengan pengendalian
manajemen (management control).
2.
Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan
pelaksanaan tanggung jawab mengelola secara tepat dan efektif program
dan penggunaan sumber daya yang menjadi wewenangnya; dan
memungkinkan bagi pegawai pemerintah untuk melaporkan kepada publik
atas hasil operasi pemerintah dan penggunaan dana publik. Tujuan ini terkait
dengan akuntabilitas (accountability).
Konsep Akuntansi Sektor Publik
Tiga hal pokok terkait dengan Akuntansi Sektor Publik:
Penyediaan
Informasi
Pengendalian
Manajemen
Akuntabilitas
Konsep Akuntansi Sektor Publik
Informasi akuntansi berguna untuk bahan pertimbangan dalam
pengambilan keputusan, terutama untuk membantu manajer dalam
melakukan alokasi sumber daya. Informasi akuntansi dapat digunakan
untuk menentukan biaya suatu program, proyek, atau aktivitas serta
kelayakannya baik secara ekonomis maupun teknis.
Informasi akuntansi dapat digunakan untuk membantu dalam pemilihan
program yang efektif dan ekonomis serta untuk penilaian investasi.
Pemilihan program yang tepat sasaran, efektif, dan ekonomis akan
sangat membantu dalam proses penganggaran.
Untuk melakukan pengukuran kinerja, pemerintah memerlukan informasi
akuntansi tertama untuk menentukan indikator kinerja (performance indicator)
sebagai dasar penilaian kinerja. Informasi akuntansi memiliki peran utama dalam
menentukan indikator kinerja sektor publik.
Konsep Good Governance
Pengertian governance dapat diartikan sebagai cara mengelola urusan-urusan
publik.
World Bank memberikan defnisi governance sebagai ”the way state power
is used in managing economic and social resources for development of society”.
United Nation Development Program (UNDP) mendefinisikan governance
sebagai “the exercise of political, economic, and administrative authority to
manage a nation’s affair at all levels”.
Dalam hal ini, World Bank lebih menekankan pada cara pemerintah
mengelola sumber daya sosial dan ekonomi untuk kepentingan pembangunan
masyarakat, sedangkan UNDP lebih menekankan pada aspek politik, ekonomi,
dan administratif dalam pengelolaan negara.
Konsep Good Governance
UNDP mendefnisikan karakteristik dari Good Governance sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Participation. Keterlibatan masyarakat dalam pembuatan keputusan baik secara langsung maupun
tidak langsung melalui lembaga perwakilan yang dapat menyalurkan aspirasinya. Partisipasi
tersebut dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi secara
konstruktif.
Rule of Law. Kerangka hukum yang adil dan dilaksanakan tanpa pandang bulu.
Transparency. Transparansi dibangun atas dasar kebebasan memperoleh informasi. Informasi yang
berkaitan dengan kepentingan publik secara langsung dapat diperoleh oleh yang membutuhkan.
Responsiveness. Lembaga-lembaga publik harus cepat dan tanggap dalam melayani stakeholder.
Consensuss orientation. Berorientasi pada kepentingan masyarakat yang lebih luas.
Equity. Setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh kesejahteraan dan
keadilan.
Eficiency & efefctiveness. Pengelolaan sumber daya publik dilakukan secara berdaya guna (efsien)
dan guna berhasil guna (efektif)
Accountability. Pertanggungjawaban kepada publik atas setiap aktivitas yang dilakukan.
Strategic vision. Penyelenggara pemerintahan dan masyarakat harus memiliki visi jauh ke
depan.
Konsep Value for Money
Value for money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang
mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu:
Ekonomi
Efisiensi
Efektivitas
Ekonomi
Pemerolehan input dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada harga yang
terendah. Ekonomi merupakan perbandingan input dengan input value yang
dinyatakan dalam satuan moneter.
Konsep Value for Money
Efisiensi
Pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau penggunaan
input yang rendah untuk mencapai output tertentu. Efisiensi merupakan
perbandingan output/input yang dikaitkan dengan standard kinerja atau target
yang telah ditetapkan.
Efektivitas
Tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan. Secara
sederhana efektivitas merupakan perbandingan outcome dengan output.
Konsep Value for Money
Ketiga hal tersebut merupakan elemen pokok value for money, namun beberapa
sumber berpendapat bahwa ke tiga elemen saja belum cukup.Perlu ditambah
dua elemen lain yaitu :
Equity
Equality
Kesempatan sosial yang sama
untuk memperoleh pelayanan
publik.
Pemerataan/kesetaraan
penggunaan dana publik dilakukan
secara merata
Konsep Value for Money
Manfaat Implementasi Konsep Value for Money:
1. Meningkatan efektivitas pelayanan publik, dalam arti pelayanan yang diberikan tepat
2.
3.
4.
5.
sasaran;
Meningkatkan mutu pelayanan publik;
Menurunkan biaya pelayanan publik karena hilangnya inefisiensi dan terjadinya
penghematan dalam penggunan input;
Alokasi belanja yang lebih berorientasi pada kepentingan publik;
Meningkatkan kesadaran akan uang publik (public costs awareness) sebagai akar
pelaksanaan akuntanbilitas public.
Tujuan yang dikehendaki terkait pelaksanaan Value for Money:
O
O
O
O
O
ekonomi
Efisiensi
Efektivitas
Equity
Equality
: hemat cermat dalam pengadaan dan alokasi sumber daya
: Berdaya guna dalam penggunaan sumber daya
: berhasil guna dalam arti mencapai tujuan dan sasaran.
: Keadilan dalam mendapatkan pelayanan publik.
: Kesetaran dalam penggunaan sumber daya.
Perbedaan dan Persamaan Akuntansi
Sektor Publik dan Akuntansi Swasta
Perbedaan
a) Tujuan Organisasi
Tujuan yang hendak dicapai oleh organisasi sector public berbeda dengan
sector swasta. Perbedaan yang meninjol adalah tujuan untuk memperoleh
laba. Pada sector swasta, usaha mencapai laba atau profit maksimum
dimaksimumkan sedangkan pada sector public, bukan hanya untuk
mencapai keuntungan semata namun juga dalam rangka penyediaan
pelayanan public seperti layanan pendidikan, layanan kesehatan masyarakat,
penegakan hukum, transportasi missal dan lain sebagainya.
b)
Sumber Pembiayaan
Perbedaan sector public dengan sector swasta dapat dilihat dari sumber
pendanaan organisasi atau dalam istilah manajemen keuangan disebut
struktur modal atau struktur pembiayaaan.
c)
Pola Pertanggungjawaban
Manajemen pada sector swasta bertanggungjawab kepada pemilik
perusahaan (pemegang saham) dan kreditor atas dana yang diberikan. Pada
sector public manajemen bertanggungjawab kepada masyarakat karena
sumber dana yang digunakan oleh organisasi sector public dalam rangka
pemberian pelayanan public berasal dari masyarakat.
c)
Struktur Organisasi
Secara kelembagaan, organisasi sector public juga berbeda dengan sector
swasta. Struktur organisasi pada sector public bersifat birokratis, kaku dan
hirarki, sedangkan struktur organisasi pada sector swasta lebih fleksibel.
e)
Karakteristik anggaran dan Stakeholder
Jika dilihat dari karakteristik anggaran, pada sector public rencana anggaran
dipublikasikan kepada masyarakat secara terbuka untuk dikritisi dan
didiskusikan. Anggaran bukanlah suatu rahasia Negara. Beda dengan di
swasta, dimana anggaran pada sector swasta bersigat tertutup dan
merupakan rahasia perusahaan.
f)
System akuntansi yang digunakan
System akuntansi yang biasa digunakan pada sector swasta adalah
akuntansi berbasis akrual (accrual accounting) sedangkan pada sector public
lebih banyak menggunakan system akuntansi berbasis kas (cash
accounting).
Persamaan
1.
Kedua sector, baik sector public maupun sector swasta merupakan bagian
integral dari system ekonomi, di suatu Negara dan keduanya menggunakan
sumber daya yang sama untuk mencapai tujuan organisasi.
2.
Keduanya menghadapi masalahn yang sama, yaitu masalah kelangkaan
sumber daya (scarcity of resources), sehingga baik sector public maupun
sector swasta dituntut untuk menggunakan sumber daya organisasi secara
ekonomis , efisien dan efektif.
3.
Proses pengendalian manajemen, termasuk manajemen keuangan, pada
dasarnya sama di kedua sector. Kedua sector tersebut membutuhkan
informasi yang handal, relevan untuk melaksanakan fungsi manajemen
(perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian).
4.
Pada beberapa hal, kedua sector menghasilkan produk yang sama, seperti
sama-sama bergerak di bidang transportasi massa, pendidikan, kesehatan,
penyediaan energi, dan sebagainya.
5.
Kedua sector terikat pada peraturan perundang-undangan dan ketentuan
hukum lain yang disyaratkan.
Download