hasil dan pembahasan - UPT Perpustakaan Universitas Ngudi Waluyo

advertisement
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOTIVASI
PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
DI KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT
KABUPATEN SEMARANG
ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan untuk Akhir Program Pendidikan DIII Kebidanan
Akademi Kebidanan Ngudi Waluyo
Oleh :
DWI FUJI ASTUTI
0121534
AKADEMI KEBIDANAN NGUDI WALUYO
UNGARAN
2015
HUBUNGAN PENGET AHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOT IVASI PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI
KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG
1
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOTIVASI
PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS
DI KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT
KABUPATEN SEMARANG
Dwi Fuji Astuti1), Heni Setyowati2), Eti Salafas3)
Akademi Kebidanan Ngudi Waluyo
Email: [email protected]
ABSTRAK
Fuji Astuti, Dwi . 2015; Hubungan Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur dengan Motivasi
Pemeriksaan IVA Dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks di Kelurahan Candirejo Kecamatan
Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Karya Tulis Ilmiah. DIII Akademi Kebidanan Ngudi Waluyo
Ungaran. Pembimbing I: Heni Setyowati, S.SiT.M.Kes., II: Eti Salafas, S.SiT.
Xii+ 85 Halaman + 1 bagan + Viii lampiran
Presentase tingginya angka penderita kanker serviks di Indonesia, dengan kasus 62,65%
dari 814 kanker ginekologi (RSCM, 2011) salah satu penyebabnya adalah karena penyakit ini tidak
menimbulkan gejala dan rendahnya kesadaran wanita untuk memeriksakan kesehatan dirinya,
sebagian besar terdeteksi pada stadium lanjut.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap wanita usia
subur dengan motivasi pemeriksaan IVA dalam upaya deteksi dini kanker serviks di Kelurahan
Candirejo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang.
Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross
sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang terdapat di
Kelurahan Candirejo pada bulan April 2015. Teknik sampelnya adalah dalam proportional random
sampling sebanyak 56 orang.
Hasil penelitian menunjukkan 48.40% responden memiliki pengetahuan kurang, 53.60%
responden memiliki sikap cukup baik dan 66.10% responden memiliki motivasi cukup baik. Nilai pvalue pengetahuan dan motivasi sebesar 0,110>0,05 dengan angka korelasi +0,200 berarti tidak ada
hubungan pengetahuan dengan motivasi pemeriksaan IVA. P-value sikap dan motivasi sebesar
0,007<0,05 dengan angka korelasi +0,345 berarti ada hubungan sikap WUS dengan motivasi
pemeriksaan IVA dalam upaya deteksi dini kanker serviks.
Berdasarkan hasil penelitian diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan KIE tentang
pemeriksaan IVA dalam deteksi dini kanker serviks
Kata Kunci
: motivasi, sikap, pengetahuan, pemeriksaan IVA, kanker serviks
HUBUNGAN PENGET AHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOT IVASI PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI
KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG
1
ABSTRACT
Fuji, Dwi. 2015; The Corelation between Knowledge and Fertile Aged Women Attitude with
Motivation in Conducting Acetate Acid Visual Inspecction to Early Detection of Cervical Cancer at
Candirejo West Ungaran Semarang Regency. Scientific Paper DIII Ngudi Waluyo Midwifery
Academy Ungaran. First Advisor : Heni Setyowati, S.SiT.M.Kes., Second Advisor: Eti Salafas, S.SiT
Xii+ 85 pages+ 13 tables+1 chart + Viii attachments
The precentage of cervical cancer in Indonesia was 62,65% from 814 gynecology cancer
(RCSM, 2011). One of the reasons is because it does not have symptom and the low awareness of
woman to have medical chek up, mostly are detected at the final stage.
The objective of the research is to know the correlation between knowledge and fertile aged
women attitude with motivation in conducting acetate acid visual inspection to early detection of
cervical cancer at Candirejo West Ungaran Semarang Regency.
The reseach design used descriptive correlation with cross sectional approach. The population
and sample at the reseach were fertile aged women at Candirejo in April 2015. The sample in this
reseach were 56 people by using proportional random sampling technique.
The result of the study shows 48.40% of respondents have less knowledge, 53.60%
respondents have sufficient attitude and 66.10% have sufficient motivation. The result show the value
of p-value of knowledge and motivation 0,1100.05 with correlation number +0,200 it means there is
correlation between knowledge and motivation in Acetate Acid Visual Inspection. The result show pvalue of attitude and motivation 0,0070,05 with correlation number +0,345 it means there is
correlation between attitude and motivation in conducting Acetate Acid Visual Inspecction to early
detection of cervical cancer.
Based on the result of the reseach expected health workers upgrade communication
information and education about conducting Acetate Acid Visual Inspection to early detection of
cervical.
Keywords : motivation, attitude, knowledge, Acetate Acid Visual Inspection, Cervical Cancer
LATAR BELAKANG
Kanker adalah istilah umum untuk
pertumbuhan sel tidak normal yaitu tumbuh
sangat cepat, tidak terkontrol dan tidak
berirama yang dapat menyusup kejaringan
tubuh yang normal dan menekan jaringan
tubuh normal sehingga mempengangaruhi
fungsi tubuh. Kanker serviks atau kanker leher
rahim adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal
pada leher rahim. Seperti penyakit kanker pada
umumnya, kanker serviks akan menimbulkan
masalah pada kesakitan, penderitaan, kematian
financial dan ekonomi, masalah pada
lingkungan kehidupan dan masalah pada
pemerintah. Dengan demikian penanggulangan
kanker serviks harus dilakukan secara
menyeluruh dan terintegrasi (Roumauli dan
Vida, 2012; h.151).
Tanda dan gejala dari kanker serviks
pada umumnya keluhan berupa perdarahan,
cairan atau discharge vagina kemerahan, rasa
berat diperut bawah,atau rasa kering di vagina.
Tetapi
92% penderita tidak mempunyai
keluhan apa-apa. Pemeriksaan Inspeksi Visual
Asam asetat (IVA) merupakan salah satu cara
untuk melakukan deteksi dini kanker serviks
yang paling sederhana dengan menggunakan
asam asetat 3-5%, meski demikian masih
banyak Wanita Usia Subur (WUS) yang
kurang
termotivasi
untuk
melakukan
pemeriksaan IVA (Marmi, 2013; h.270)
Menurut
data
World
Health
Organization (WHO) menyatakan saat ini
490.000 perempuan didunia setiap tahun di
diagnosa terkena kanker serviks dan 80 %
berada di negara berkembang termasuk
Indonesia. Setiap 1 menit muncul 1 kasus baru
HUBUNGAN PENGET AHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOT IVASI PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI
KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG
2
dan setiap 2 menit meninggal 1 orang
perempuan karena kanker serviks. Di
Indonesia diperkirakan setiap hari muncul 4045 kasus baru, 20-25 orang meninggal, berarti
setiap 1 jam diperkirakan 1 orang perempuan
meninggal dunia karena kanker serviks tiap
tahunnya (Yayasan Kanker Indonesia, 2013).
Masih tingginya angka penderita
kanker serviks di Indonesia disebabkan karena
penyakit ini tidak menimbulkan gejala dan
rendahnya
kesadaran
wanita
untuk
memeriksakan kesehatan dirinya. Kanker
serviks
merupakan
kanker
ginekologi
terbanyak pada perempuan, di RS Dr.Cipto
Mangunkusumo kanker serviks mempunyai
kasus 62,65% dari 814 kanker ginekologi pada
tahun 2011. Menurut Yayasan Kanker
Indonesia, penyakit ini telah merenggut lebih
dari 250.000 perempuan di dunia dan terdapat
lebih 15000 kasus kanker serviks baru,
merenggut 8000 kematian di Indonesia setiap
tahunnya.Pada tahun 2012 ada 6838
perempuan yang melakukan pemeriksaan
papsmear, dimana diketahui 4170 orang
dengan hasil normal 2668 orang terdiagnosis
pre Kanker Serviks, di ketahui kebanyakan
penderita kanker serviks pada stadium lanjut
karena keterlambatan dalam pengobatan dan
deteksi dini seperti IVA, Papsmear yang
mengakibatkan banyaknya penderita kanker
serviks meninggal dunia, kanker serviks dapat
diobati jika belum mencapai stadium lanjut
(Yayasan Kanker Indonesia).
Berdasarkan data yang ada, kanker
leher rahim menempati urutan kedua dari
jumlah kanker yang terjadi pada wanita.
Begitu juga dengan jumlah kasus kanker yang
dilaporkan ke Dinas Kesehatan provinsi Jawa
Tengah pada tahun 2012 dengan jumlah
insidens untuk kanker payudara sebanyak
2.261 kasus dan kanker leher rahim sebanyak
909 kasus (DepKes,2014). Insiden kanker
serviks menurut perkiraan DEPKES, 100 per
100.000 penduduk pertahun, sedangkan dari
data Laboratorium Patologi Anatomi seluruh
Indonesia, frekuensi kanker serviks paling
tinggi diantara kanker yang ada di indonesia,
apabila dilihat penyebarannya terlihat bahwa
92,4% terakumulasi di Jawa dan Bali
(Roumauli dan Vida, 2012; h.152).
Berdasarkan
profil
Dinas
Kesehatan
Kabupaten Semarang, kasus penyakit kanker
serviks di puskesmas dan rumah sakit
Kabupaten Semarang tahun 2013 jumlah kasus
per 100.000 penduduk 4.168.662 jiwa yaitu 41
positif kanker serviks, khususnya Ungaran
Barat 4 positif kanker serviks (Profil DinKes,
2013).
Upaya penanganan deteksi dini kanker
serviks ada beberapa hal yaitu seperti Tes
Papanicolaou (PAP) smear, Kolposkopi,
Gineskopi, Inspeksi serviks, servikografi
konisasi, PAPNET, Tes HPV-DNA, akan
tetapi
di
Indonesia
yang
paling
tersosialisasikan adalah pemeriksaan Papsmear
namun pemeriksaan IVA penting dilakukan
oleh wanita usia subur karena pemeriksaannya
sederhana dan terjangkau (Marmi, 2013;
h.255-256).
Berdasarkan studi pendahuluan yang
telah dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober
2014 di Puskesmas Ungaran didapatkan
informasi, bahwa di puskesmas tersebut belum
pernah dilakukan program sosialisasi IVA dan
puskesmas belum melayani pemeriksaan IVA.
Wawancara yang dilakukan pada bidan Desa
Candirejo diperoleh informasi yang serupa
dimana bidan juga belum melayani
pemeriksaan IVA dan belum pernah
melakukan sosialisasi tentang IVA.
Pasangan usia subur dengan kriteria
usia 35-40 tahun di Kelurahan Candirejo
dengan jumlah 125 pasangan didapatkan 1
orang wanita usia subur positif kanker serviks.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan
pada 10 wanita usia subur di Kelurahan
Candirejo
dengan mengajukan beberapa
pertanyaan,
dimulai
dari
pengertian
pemeriksaan IVA, manfaat dari pemeriksaan
IVA, tujuan dari pemeriksaan IVA, biaya
untuk pemeriksaan IVA, kapan harus
melakukan pemeriksaan IVA, banyak wanita
usia subur yang belum mengerti tentang
pemeriksaan IVA dan manfaat dari IVA. Salah
satunya adalah untuk mencegah terjadinya
kanker serviks atau alat deteksi dini untuk
mencegah kanker serviks, didapatkan bahwa
dari tiap-tiap pertanyaan yang diberikan pada
10 wanita usia subur banyak menjawab salah
dan tidak mengetahui apa itu pemeriksaan
IVA, cara pemeriksaan, manfaat dari
pemeriksaan IVA, bersediakah ibu mengikuti
penyuluhan tentang pemeriksaan IVA, apakah
akan melakukan pemeriksaan IVA dan ibu
berusaha untuk mencari informasi tentang
pemeriksaan IVA. 10 wanita usia subur
tersebut sangat setuju apabila dilakukan
penelitian tentang pemeriksaan IVA di
Kelurahan Candirejo yaitu guna meningkatkan
pengetahuan
ibu-ibu
tersebut
tentang
HUBUNGAN PENGET AHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOT IVASI PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI
KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG
3
pentingnya pemeriksaan IVA, mereka sangat
berantusias untuk mengetahui lebih dalam
tentang pemeriksaan IVA, manfaat IVA,
tujuan dan biaya untuk pemeriksaan nya,
dengan begitu wanita usia subur berkeinginan
untuk mengetahui manfaat pemeriksaan IVA,
tujuan dari dilakukannya pemeriksaan IVA,
setelah
mereka
mengetahui
tentang
pemeriksaan IVA mereka akan melakukan
pemeriksaan IVA dan mereka berusaha
mencari informasi tentang pemeriksaan IVA
dengan mengikuti penyuluhan tentang IVA.
Berdasarkan uraian diatas peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian yang
berjudul "hubungan pengetahuan dan sikap
wanita
usia
subur
dengan
motivasi
pemeriksaan IVA dalam upaya deteksi dini
kanker serviks di Kelurahan Candirejo
Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
Semarang ".
Perumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang yang
telah dikemukakan diatas,maka rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut : “ Apakah ada Hubungan pengetahuan
dan sikap wanita usia subur dengan motivasi
pemeriksaan IVA dalam upaya deteksi dini
kanker serviks di Kelurahan Candirejo
Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
Semarang”
Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan
pengetahuan dan sikap wanita usia subur
dengan motivasi pemeriksaan serviks di
Kelurahan Candirejo Kecamatan Ungaran
Barat Kabupaten Semarang.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk
mengetahui
pengetahuan
wanita usia subur tentang pemeriksaan
IVA
b. Untuk mengetahui sikap wanita usia
subur tentang pemeriksaan IVA
c. Untuk
mengetahui
hubungan
pengetahuan dengan motivasi wanita
usia subur tentang pemeriksaan IVA
d. Untuk mengetahui hubungan sikap
dengan motivasi wanita usia subur
tentang pemeriksaan IVA.
Manfaat Penelitian
1. Bagi peneliti
Menambah
pengetahuan dan
pengalaman dalam melakukan penelitian
tentang hubungan pengetahuan dan sikap
wanita usia subur dengan
motivasi
pemeriksaan IVA guna deteksi dini kanker
serviks.
2. Bagi tenaga kesehatan
Hasil penelitian ini diharapkan
menjadi masukan bagi tenaga kesehatan
khususnya bidan dalam memberikan
penkes tentang kesadaran wanita usia
subur untuk melakukan pemeriksaan IVA
guna deteksi dini kanker serviks.
3. Bagi institusi kesehatan
Sebagai salah satu bahan promotif
yang dapat digunakan untuk memberikan
KIE tentang
pemeriksaan IVA pada
wanita usia subur dalam upaya deteksi dini
kanker serviks.
4. Bagi Instansi Pendidikan.
Sebagai salah satu satu bahan
reverensi bagi instansi pendidikan dan
dijadikan bahan perbandingan hasil dari
peneliti yang lain.
5. Bagi Wanita Usia subur
Hasil penelitian ini di harapkan
menjadi pengetahuan baru untuk wanita
usia subur akan pentingnya pemeriksaan
IVA dalam upaya deteksi dini kanker
serviks
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini variabel yang
diteliti menggunakan jenis variabel bebas dan
terikat. Variable terikat pada penelitian ini
adalah motivasi WUS dan Variabel bebas pada
penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap
WUS. hipotesa dalam penelitian ini adalah
1. Ada hubungan pengetahuan WUS dengan
motivasi pemeriksaan IVA dalam upaya
deteksi dini kanker serviks.
2. Ada hubungan sikap WUS dengan
motivasi pemeriksaan IVA dalam upaya
deteksi dini kanker serviks.
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan
Candirejo
Kecamatan
Ungaran
Barat,
Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan
pada tanggal 5-20 April 2015. Dalam
penelitian ini menggunakan pendekatan Cross
Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah
56 WUS usia 35-40 tahun yang berada di
Kelurahan
Candirejo
Ungaran
Barat
Kabupaten Semarang. Sedangkan pada
HUBUNGAN PENGET AHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOT IVASI PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI
KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG
4
kuesioner pengetahuan diketahui jawaban
benar diberi skor 1 dan jawaban salah diberi
skor 0, Kuesioner sikap dan motivasi diketahui
jawaban apabila SS=4, S=3, TS=2, STS=1.
Hasil perhitungan tiap-tiap item akan
dibandingkan dengan tabel nilai r product
moment, instrumen dikatakan valid apabila r
hitung > r tabel dimana untuk n=20 pada taraf
signifikasi 5% dari r tabelnya adalah 0.444.
Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden
Menurut Motivasi
Motivasi
Distribusi frekuensi
Pemeriksaan
Jumlah
Persentase
IVA
Baik
16
28,60
Cukup
37
66,10
Kurang
3
5.40
Total
56
100,00
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan tabel 5 pemeriksaan IVA
yang cukup baik memiliki proporsi yang
paling banyak yaitu sebanyak 37 orang atau
66,10%.
HASIL
Analisis Univariat
Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden
Menurut Pengetahuan
Pengetahuan
Distribusi frekuensi
mengenai
Jumlah
Persentase
IVA
Baik
18
32.10
Cukup
11
19,60
Kurang
27
48.40
Total
56
100,00
Berdasarkan tabel 1 diatas, menunjukkan
bahwa dari jumlah responden 56 responden
yaitu di dapatkan sebanyak 27 responden
48,40% termasuk dalam kategori kurang
Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden
Menurut Sikap
Sikap
Distribusi frekuensi
Jumlah
Persentase
Baik
20
35,70
Cukup
30
53,60
Kurang
6
10,70
Total
56
100,00
Berdasarkan tabel 2 menunjukkan
bahwa jumlah responden yang memiliki
tingkat sikap yang cukup baik memiliki
proporsi yang paling banyak yaitu sebanyak 30
orang atau 53,60% diikuti dengan responden
dengan sikap yang baik yaitu sebanyak 20
orang atau 35,70% dan yang paling sedikit
adalah responden dengan sikap yang kurang
baik yaitu sebanyak 6 orang atau 10,70%.
Analisis Bivariat
Tabel 4 Uji
Hubungan
Pengetahuan
dengan Motivasi Pemeriksaan IVA
Hubungan
Korelasi Signifi Keterangan
Kendal
kansi
Tau
Pengetahuan
0,200
0,110
Tidak ada
– Motivasi
hubungan
Berdasarkan hasil analisis korelasi
Kendall's Tau menunjukkan nilai korelasi
sebesar 0,200. Hal ini menunjukkan tidak
adanya hubungan antara pengetahuan wanita
usia subur mengenai IVA dengan motivasi
dalam pemeriksaan IVA.
Nilai uji statistic Kendall's tau
diperoleh signifikansi sebesar 0,110. Nilai
signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05. Hal
ini berarti ada tidak ada hubungan antara
pengetahuan dengan motivasi pemeriksaan
IVA. Dengan demikian hipotesis 1 yang
menyatakan bahwa tidak ada hubungan
pengetahuan dengan motivasi WUS tentang
pemeriksaan IVA dalam upaya deteksi dini
kanker serviks tidak dapat diterima. Arah
koefisien positif berarti bahwa wanita dengan
pengetahuan yang lebih baik mengenai IVA
cenderung memiliki motivasi yang lebih kuat
terhadap pemeriksaaan IVA dalam upaya
deteksi dini kanker serviks.
Tabel 5 Uji Hubungan Sikap dengan
Motivasi Pemeriksaan IVA
Hubungan Korelasi Signifikansi Keterangan
Kendal
Tau
Sikap –
0,345
0,007
Hubungan
Motivasi
positif
signifikan
HUBUNGAN PENGET AHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOT IVASI PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI
KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG
5
Berdasarkan hasil analisis korelasi
Kendal Tau menunjukkan nilai korelasi
sebesar 0,345. Hal ini menunjukkan adanya
hubungan yang lemah antara sikap wanita
mengenai IVA dengan motivasi dalam
pemeriksaan IVA.
Nilai uji statistic Kendall's tau
diperoleh signifikansi sebesar 0,007. Nilai
signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05. Hal
ini berarti ada hubungan positif antara sikap
dengan motivasi pemeriksaan IVA. Dengan
demikian hipotesis 2 yang menyatakan bahwa
ada hubungan sikap WUS dengan motivasi
pemeriksaan IVA dalam upaya deteksi dini
kanker serviks dapat diterima. Arah koefisien
positif berarti bahwa wanita dengan sikap yang
lebih baik mengenai IVA cenderung memiliki
motivasi yang lebih kuat untuk pemeriksaaan
IVA untuk deteksi dini kanker serviks.
PEMBAHASAN
Pengetahuan
Hasil penelitian yang dilakukan pada
tanggal 5 April-20 April 2015 di Kelurahan
Candirejo mendapatkan bahwa responden
yang memiliki tingkat pengetahuan yang
kurang baik dengan memiliki proporsi yang
paling besar yaitu sebanyak 48.2% sedangkan
yang memiliki pengetahuan yang baik hanya
sebanyak 32.1%. Hasil ini menceminkan
bahwa wanita di Kelurahan Candirejo
Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
Semarang masih kurang memahami mengenai
pemeriksanaan IVA sebagai salah satu langkah
untuk deteksi dini kanker serviks.
Terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi kurangnya pengetahuan ibu.
Faktor yang pertama adalah pengetahuan yang
kurang mengenai pengertian IVA. Kurangnya
pengetahuan ibu tentang pemeriksaan IVA
dilihat dari banyaknya kesalahan dalam
menjawab pertanyaan berikut: 1) IVA
merupakan pemeriksaan serviks dengan cara
melihat langsung (dengan mata telanjang)
serviks setelah memulas leher rahim dengan
larutan asam asetat 3-5% sebesar 51.8%; 2)
Jika terdapat serviks terjadi peradangan
merupakan hasil yang positif sebesar 58.9%.
Menurut teori (Marmi 2013) IVA merupakan
pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara
melihat langsung (dengan mata telanjang)
leher rahim setelah memulas leher rahim
dengan larutan asam asetat 3-5% dan IVA
radang = serviks dengan radang (servisitis),
atau kelainan jinak lainnya (positif serviks)
Fakor yang kedua adalah pekerjaan
ibu yang paling banyak adalah IRT (48.2%)
dikarenakan sosial ekonomi yang rendah dan
lingkungan yang kurang mendukung. Menurut
Thomas yang dikutip oleh Nursalam (2003),
pekerjaan adalah keburukan yang harus
dilakukan
terutama
untuk
menunjang
kehidupannya dan kehidupan keluarga.
sedangkan bekerja pada umumnya merupakan
kegiatan yang menyita waktu. Bekerja bagi
ibu-ibu akan mempunyai pengaruh terhadap
kehidupan keluarga. Hubungan tingkat
pekerjaan ini dapat dilihat dari 48.2% ibu
menjawab salah mengenai ideal dilakukannya
pemeriksaan IVA setiap wanita minimal 1x
pada usia 35-40 tahun.
Faktor yang ketiga adalah tingkat
pendidikan ibu yang paling banyak adalah
SMA (39.30%) dikarenakan tingkat ekonomi
yang rendah, motivasi yang kurang dukungan
dari orang-orang terdekat. Hubungan tingkat
pendidikan ini bisa dilihat dari 39.3% ibu
menjawab salah mengenai Selain untuk
mengurangi kesakitan tujuan IVA adalah
memudahkan deteksi pada kanker serviks. Hal
ini dikaitkan dengan ketidak tahuan ibu
tentang tujuan dilakukannya pemeriksaan IVA
dalam upaya deteksi dini kanker servik.
Tingkat
pendidikan
seseorang
akan
mempengaruhi pengetahuan yang didapat
karena pendidikan mempengaruhi proses
belajar, makin tinggi tingkat pendidikan
seseorang makin mudah orang tersebut
menerima informasi. Pengetahuan sangat
eratkaitan nya dengan pendidikan, dimana
diharapkan seseorang yang berpendidikan
tinggi maka orang tersebut akan semakin luas
pula pengetahuannya (Pro-Health dalam
fathiyani 2009). Hasil penelitian Arianti
Wachidatul Nisa (2013) didapatkan tingkat
pengetahuan wanita usia subur sebagian besar
berpengetahuan kurang dengan jumlah
responden sebanyak 39 responden (43,3%).
Pengetahuan mengenai pemeriksaan
dini kanker serviks dengan IVA selain
didapatkan dari pendidikan formal, juga dapat
diperoleh dari penyuluhan yang dilakukan di
puskesmas maupun dari informasi media
seperti televisi, radio maupun media cetak.
Dewasa ini dengan perkembangan teknologi
informasi, berbagai macam informasi dapat
diakses dengan mudah oleh banyak kalangan.
HUBUNGAN PENGET AHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOT IVASI PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI
KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG
6
Sikap
Berdasarkan tabel 4.6 menunjukkan
bahwa presentase responden dengan sikap
kurang sebanyak 6 responden (10.70%) lebih
kecil daripada responden dengan sikap cukup
yaitu sebanyak 50 responden dengan
presentase 53.60%. Terdapat beberapa faktor
yang
mempengaruhi
kurangnya
sikap
responden terhadap pemeriksaan IVA. Faktor
yang pertama adalah pengalaman pribadi
untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap,
pengalaman pribadi haruslah meninggalkan
kesan yang kuat (Wawan dan Dewi (2011;
h.35-36) dapat dilihat bahwa terdapat 37.50%
ibu tidak setuju untuk melakukan pemeriksaan
IVA setiap satu tahun sekali.
Faktor yang kedua adalah Pengaruh
orang lain yang dianggap penting pada
umumnya, individu cenderung untuk memiliki
sikap yang konformis atau searah dengan
pemikiran orang lain yang dianggap penting
tersebut, Wawan dan Dewi (2011; h.35-36),
dapat dilihat bahwa terdapat 41.1% ibu tidak
setuju untuk melakukan pemeriksaan IVA
apabila dilakukan tiap tahun guna deteksi dini
kanker serviks. Hasil ini menceminkan bahwa
banyak wanita di Kelurahan Candirejo
Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
Semarang nampaknya sudah memiliki sikap
yang cukup positif.
Sikap adalah salah satu faktor
predisposisi yang merupakan pendorong
perilaku seseorang untuk bertindak (Green
dalam Notoatmodjo, 2010). Sikap adalah suatu
kecenderungan seseorang terhadap objek
tertentu bisa juga perasaan mendukung atau
memihak maupun perasaan tidak mendukung
atau tidak memihak pada objek tersebut.
Tetapi sikap positif atau mendukung saja tanpa
ditunjang faktor lain belum tentu memastikan
seseorang untuk melakukan sesuatu. Misalnya
seorang ibu mempunyai sikap positif terhadap
pemeriksaan IVA, namun tidak diikuti pula
dengan motivasi yang positif, tentu hal ini
akan menyebabkan ibu tersebut tidak akan
menekankan akan untuk menjaga kesehatan.
Sikap dapat bersifat positif dan dapat
pula bersifat negatif. Dalam sikap positif,
kecenderungan tindakan adalah mendekati,
menyenangi, mengharapkan obyek tertentu,
sedangkan dalam sikap negatif terdapat
kecenderungan untuk menjauhi, menghindari,
membenci, tidak menyukai obyek tertentu.
Menurut teori WHO (Notoatmojo,
2010) menyatakan bahwa sikap positif
seseorang tidak otomatis terwujud dalam suatu
tindakan nyata. Hal ini disebabkan oleh
beberapa alasan, yaitu sikap akan terwujud
dalam suatu tindakan tergantung pada situasi
saat itu. Sikap juga akan diikuti atau tidak
diikuti oleh tindakan berdasarkan pada banyak
atau sedikitnya pengalaman yang dimiliki oleh
seseorang. Sikap juga di pengaruhi oleh nilainilai yang menjadi pegangan setiap orang
dalam bermasyarakat.
Kesadaran
para
ibu mengenai
kesehatan serviks dapat didasarkan pada tidak
inginnya para ibu mengalami masalah
penyakit kanker serviks yang nantinya akan
memberikan dampak diri yang tidak baik bagi
diri mereka.
Banyaknya sikap yang cukup baik dari
responden mengenai pemeriksaan IVA dapat
dikarenakan adanya tingkat persepsi yang
dimiliki responden mengenai kanker serviks
dan bahaya yang menyertainya. Sikap dapat
juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan
(Notoatmodjo dalam Riyanto, h.12. 2014)
dimana pengetahuan melalui jalur formal
mengenai kanker servis dapat menciptakan
persepsi yang baik mengenai cara pencegahan
dan upaya deteksi dini yang harus dilakukan
oleh wanita.
Masih adanya sikap yang kurang baik
10.70% yang dimiliki oleh sampel meskipun
dengan jumlah yang tidak terlalu besar dapat
dikarenakan adanya kurangnya pemahaman
akan bahaya kanker servis dan faktor yang
dapat menjadi penyebabnya sehingga mereka
kurang memiliki respon positif dalam upaya
mencegah dan deteksi dini penyakit tersebut
sehingga metode pemeriksaan IVA kurang
disikapi dengan baik. Selain itu faktor
pendapatan keluarga memungkinkan mereka
kurang memiliki sikap positif mengenai
pemeriksaan IVA.
Motivasi
Berdasarkan tabel 4.8 menunjukkan
bahwa presentase responden dengan motivasi
kurang baik sebanyak 3 responden (5.40%).
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi
kurang baiknya motivasi WUS terhadap
pemeriksaan IVA yaitu faktor pertama adalah
minat dalam pemeriksaan IVA dapat dilihat
bahwa terdapat 35.7% ibu tidak setuju dalam
melakukan pemeriksaan IVA jika dalam
pemeriksaan IVA dilakukan secara sederhana
HUBUNGAN PENGET AHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOT IVASI PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI
KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG
7
dan
suami tidak mendukung dilakukan
pemeriksaan IVA pada ibu. Minat adalah suatu
lebih suka dan rasa keinginan dalam suatu hal
tanpa ada yang menyuruh. Minat merupakan
faktor yang mempengaruhi motivasi intrinsik
seseorang (Taufik,2007).
Faktor yang kedua adalah sifat dan
kepribadian yang dapat diketahui berdasarkan
pernyataan bahwa terdapat
35.7% ibu
menyatakan suami tidak setuju apabila ibu
melakukan pemeriksaan IVA. Wahyu Sumidjo
(2005) menyatakan sifat kepribadian adalah
corak kebiasaan manusia yang terhimpun
dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi
serta menyesuaikan diri terhadap rangsangan
dari dalam diri maupun lingkungan, sehingga
corak dan kebiasaannya itu merupakan
kesatuan fungsional yang khas pada manusia
itu, sehingga orang yang
berkepribadian
pemalu akan mempunyai motivasi berbeda
dengan orang yang memiliki kepribadian
keras. Sehingga ibu yang merasa malu apabila
dilakukan pemeriksaan oleh tenaga keshatan
yang kurang profesional maka ibu kurang
termotivasi.
Banyaknya responden yang memiliki
motivasi yang cukup baik dapat terkait dengan
kemauan dan kesadaran wanita yang sudah
mengerti akan pentingnya kesehatan dan
pemeriksaan kesehatan. Selaitu itu aspek
pencegahan dan deteksi dini yang penting
hingga belum sampai terjadi keterlambatan
menjadikan
banyak
responden
yang
termotivasi untuk menggunakan pemeriksaan
IVA. Responden nampaknya sudah cukup
mendapatkan motivator yang cukup baik untuk
selalu menjaga kebersihan dan kesehatan
serviks. Peringatan dari beberapa pihak
nampaknya menjadi pendorong wanita untuk
termotivasi dalam menjaga kesehatan serviks.
Adanya beberapa responden yang memiliki
motivasi yang kurang baik dapat dikarenakan
WUS kurang mengerti mengenai
pemeriksaan IVA sesuai dengan anjuran
maupun kondisi ekonomi keluarga yang
memungkinkan sebagai penghambat dan yang
melemahkan motivasi dalam melakukan
pemeriksaan IVA.
Hubungan Pengetahuan dan Motivasi WUS
dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks
Dapat
diketahui
bahwa
berdasarkan uji korelasi Kendal Tau, diperoleh
nilai  = 0.200 dengan p-Value sebesar 0.110
oleh karena p-Value = 0.110>  (0.05) maka
Ha ditolak dan Ho diterima dapat disimpulkan
bahwa tidak ada hubungan yang signifikan
antara pengetahuan dengan motivasi ibu dalam
pemeriksaan IVA di Kelurahan Candirejo
Kecamatana Ungaran Barat Kabupaten
Semarang.
Pengetahuan
mempengaruhi
motivasi dalam pemeriksaan IVA di
Kelurahan Candirejo Kecamatan Ungaran
Barat pada tahun 2015 dapat dilihat dari hasil
penelitian bahwa terdapat 48.40% ibu yang
memiliki
pengetahuan kurang tentang
pemeriksaan IVA memiliki motivasi yang
kurang pula dan terdapat 32.10% ibu memiliki
pengetahuan yang baik mengenai pemeriksaan
IVA memilki sikap yang baik pula.
Penelitian ini tidak sesuai
dengan penelitian yang dilakukan oleh Sri
Suyatmi (2010) "Hubungan Pengetahuan
dengan
Motivasi
untuk melaksanakan
pemeriksaan IVA pada WUS di Kelurahan
Bojong Salaman Wilayah Kerja Puskesmas
Karang Ayu Semarang, tingkat pengetahuan
WUS termasuk kurang (65,9%) sedangkan
tingkat motivasi ibu juga masih rendah
(63,6%).
Sehingga ada hubungan antara
pengetahuan
dengan
motivasi
untuk
melaksanakan metode IVA pada WUS di
Kelurahan Bojong Salaman Semarang.
Sehingga ada perbedaan antara penelitian ini
dengan penelitian terdahulu adalah pada judul,
pendekatan, tempat dan waktu penelitian.
Hubungan Sikap dan Motivasi WUS dalam
Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks
Dapat diketahui pula bahwa
berdasarkan uji korelasi Kendal Tau, diperoleh
nilai  = 0.345 dengan p-Value sebesar 0.007
oleh karena p-Value = 0.007<  (0.05) maka
H0 ditolak dan Ha diterima dapat disimpulkan
bahwa ada hubungan yang signifikan antara
sikap dengan motivasi ibu dalam pemeriksaan
IVA di Kelurahan Candirejo Kecamatana
Ungaran Barat Kabupaten Semarang, dengan
kekuatan hubungan yang lemah. Hubungan ini
mempunyai arah yang positif artinya semakin
baik sikap ibu maka semakin baik pula
motivasi ibu terhadap pemeriksaan IVA dalam
upaya deteksi dini kanker serviks. Sikap
mempengaruhi motivasi dalam pemeriksaan
IVA di Kelurahan Candirejo Kecamatan
Ungaran Barat Kabupaten Semarang pada
tahun 2015 dapat dilihat dari hasil penelitian
bahwa terdapat 53.60% ibu yang memiliki
sikap cukup baik tentang pemeriksaan IVA
HUBUNGAN PENGET AHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOT IVASI PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI
KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG
8
memiliki motivasi yang cukup baik pula dan
terdapat 35.70% ibu memiliki sikap yang baik
mengenai pemeriksaan IVA memilki motivasi
yang baik pula.
Hasil penelitian ini selaras
dengan penelitian Arianti Wahidatul Nisa
(2013) bahwa terdapat hubungan antara
tingkat umur dengan tindakan pengetahuan
kanker serviks dengan nilai p-value 0.008 ada
hubungan antara pendidikan dengan tindakan
pengetahuan kanker serviks dengan nilai pvalue 0.001. Hal ini sesuai dengan teori yang
dikemukakan oleh Notoadmodjo (2012)
pengetahuan kognitif merupakan domain yang
sangat penting untuk terbentuknya tindakan
atau motivasi seseorang, dengan pengetahuan
yang diperoleh, seseorang akan mengetahui
mafaat dari saran atau nasihat sehingga akan
termotivasi dalam usaha meningkatkan status
kesehatan.
Motif atau motivasi berasal
dari kata Latin yaitu moreve yang berarti
dorongan dari dalam diri manusia untuk
bertindak atau berperilaku. Pengertian
motivasi tidak terlepas dari kata kebutuhan
atau needs atau want. Kebutuhan adalah suatu
"potensi" dalam diri manusia perlu
ditanggapi/direspon (Notoatmodjo, 2007;
h.28). Motif tidak bisa diamati secara kasat
mata namun, dengan adanya kegiatan atau
mungkin alasan-alasan tindakan, dapat
menggambarkan bahwa orang tersebut
memiliki motivasi (Notoadmodjo, 2010).
Seperti halnya penelitian Marissa (2013)
diperoleh kesimpulan bahwa menunjukkan
adanya perbedaan antara WUS yang menjalani
tes IVA dengan yang tidak menjalani tes IVA
dengan nilai p-value <0.05. Namun perilaku
manusia merupakan refleksi dari berbagai
gejala
kejiwaan
seperti
pengetahuan,
keinginan, kehendak, minat, motivasi, persepsi
sikap dan sebagainya (Notoadmodjo, 2010)
Hubungan Sikap dan motivasi pada WUS akan
memberikan dorongan dalam diri seseorang
(motivasi) untuk, mengambil suatu tindakan.
Dengan demikian, dapat diketahui bahwa
pengetahuan yang baik dan benar mengenai
pemeriksaan IVA akan memberikan dorongan
sikap dan motivasi dalam pemeriksaan IVA
dalam upaya deteksi dini kanker serviks yang
baik pula.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan yang telah dipaparkan pada bab
terdahulu, maka dapat disimpulkan sebagai
berikut :
1. Paling banyak responden masih memiliki
pengetahuan yang masih kurang sebesar
48.40%.
2. Paling banyak responden memiliki sikap
yang cukup baik terhadap pemeriksaan
IVA sebesar 53.60%.
3. Paling banyak responden memiliki
motivasi yang cukup baik mengenai
pemeriksaan IVA sebesar 66.10%.
4. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak
ada hubungan antara pengetahuan dengan
motivasi pemeriksaan IVA dengan nilai
signifikansi sebesar 0.110>0.05 dengan
korelasi kendalls tau 0.200.
Hasil analisis menunjukkan bahwa ada
hubungan positif antara sikap dengan motivasi
pemeriksaan IVA dengan tingkat hubungan
yang lemah dengan nilai signifikansi sebesar
0.007<0.05 dengan korelasi kendalls tau
sebesar 0.345. Hubungan ini mempunyai arah
yang positif artinya semakin baik sikap ibu
maka semakin baik pula motivasi ibu terhadap
pemeriksaan IVA dalam upaya deteksi dini
kanker serviks
Saran
Berdasarkan hasil penelitian dapat
dikemukakan saran sebagai berikut :
1. Bagi Wanita Usia Subur
Diharapkan ibu lebih aktif untuk
meningkatkan
pengetahuan
yang
dilakukan oleh tenaga kesehatan dan ibu
diharapkan untuk mencari informasi
tentang kesehatan serviks dan deteksi dini
kanker serviks di media masa maupun
cetak.
2. Tenaga Kesehatan
Petugas pelayanan kesehatan
meningkatkan
pemberian
informasi
mengenai pentingnya kesehatan serviks
dengan meningkatkan KIE
tentang
pemeriksaan IVA dan diberikan informasi
tentang
pemeriksaan
IVA
dan
mengadakan pelayanan IVA.
HUBUNGAN PENGET AHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOT IVASI PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI
KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG
9
3. Peneliti
a. Agar dapat meningkatkan kemampuan
pengetahuan dan wawasan tentang
metodologi penelitian dan pengolahan
data sehingga dapat menghasilkan
penelitian yang baik dan terinci.
b. Bagi peneliti lain, Agar lebih
mengembangkan hasil penelitian
mengenai kesehatan perawatan serviks
dengan meneliti faktor-faktor lain
yang berpengaruh terhadap kanker
Serviks.
4. Bagi Masyarakat
Masyarakat
terutama
yang
berperan penting dalam kehidupan
bermasyarakat seperti kader untuk
berperan aktif dalam kegiatan kesehatan
masyarakat
dengan
meningkatkan
pengetahuan dan mencari informasi dari
berbagai media agar masyarakat lebih
waspada untuk deteksi dini kanker serviks.
5. Bagi Institusi
Institusi pendidikan diharapkan
dapat menambah referensi kepustakaan
yang terbaru mengenai teori motivasi dan
sikap serta dapat menjadikan hasil
penelitian ini sebagai referensi tambahan
untuk peneliti selanjutnya di perpustakaan.
DAFTAR PUSTAKA
Administrator. Deteksi Dini Kanker Dengan
Metode IVA Diakses tanggal 26
oktober
2014. Didapat dari :
http://www.dinkesjatengprov.go.id
Arikunto S. Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka
Cipta; 2010
B.Uno,
Hamzah. Teori Motivasi dan
Pengukurannya.
Jakarta:
Bumi
Aksara; 2013.
Fathiyani GM. Hubungan Pengetahuan
dengan Motivasi Ibu Nifas Dalam
Menggunakan KB IUD di Wilayah
Kerja Puskesmas Kayen Kabupaten
Pati. KTI. Ungaran: Akademi
Kebidanan Ngudi Waluyo; 2013
Ikatan Bidan Indonesia. 50 Tahun IBI Bidan
Menyongsong Masa Depan. Jakarta:
IBI;
2006
Kholid
A. Promosi Kesehatan dengan
Pendekatan Teori Perilaku, Media dan
Aplikasinya Untuk Mahasiswa dan
Praktisi Kesehatan. Jakarta: Rjawali
Pers; 2014
Kumalasari I, Andhyantoro I. Kesehatan
Reproduksi
Untuk
Mahasiswa
Kebidanan
dan
Keperawatan.
Jakarta; Salemba Medika; 2012
Malayu H. Organisasi dan Motivasi. Jakarta:
Bumi Aksara; 2014
Marmi. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar; 2013
Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta;
2005
Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta;
2007
Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta;
2012
Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Ilmu
Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta; 2007
Purwati I. Hubungan Pengetahuan dengan
Minat Wanita Usia Subur Terhadap
Pemeriksaan Papsmear di Desa Gogik
Ungaran
Barat
Kabupaten
Semarang. KTI. Ungaran: Akademi
Kebidanan Ngudi Waluyo; 2014
Riyanto
BA. Kapita Selekta Kuesioner
Pengetahuan dan Sikap dalam
Penelitian
Kesehatan. Jakarta:
Salemba Medika; 2014
Roumauli S, Vinda A V. Kesehatan
Reproduksi
Buat
Mahasiswa
Kebidanan.
Yogyakarta:
Nuha
Medika; 2012
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif
Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta;
2010
Wawan dan Dewi. Teori dan Pengukuran
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku
Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika;
2011
HUBUNGAN PENGET AHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOT IVASI PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI
KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG
10
HUBUNGAN PENGET AHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MOT IVASI PEMERIKSAAN IVA DALAM UPAYA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI
KELURAHAN CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG
11
Download