1 pengembanga modul yang dilengkapi mindmap

advertisement
PENGEMBANGA MODUL YANG DILENGKAPI MINDMAP
PADA MATERI PROTISTA UNTUK SMA/MA
Oleh:
Priska Pebri Enzi1), Helendra2), Diana Susanti3)
Program Studi Pendidikan Biologi (STKIP) PGRI Sumatera Barat
Priska Pebri [email protected]
ABSTRACT
This research is the development of the use of 4-D Models consisting of four stages
namely, define, design , develop , and disseminate , but the study was only done until the
development phase because limitations time and costs. Define phase consists of a front end
analysis, the analysis of the student, and analysis tasks. At the design stage to design a module that
is equipped to make mindmap on protists material to high school students. Then at some stage
develop test the validity by a validator which consists of 2 professors and 2 STKIP PGRI Biology
teacher SMAN I Painan. Test practicalities by 2 teachers and 30 students of class XI Science
SMAN I Painan. Data were analyzed by using percentage and processed descriptively. The results
of this study are generated mindmap module equipped on protists are very valid material with a
value of 91.67%, which assessed the validity of the didactic aspects, construction, and technical.
Then the resulting module is also included in the criteria is very practical with practical value by
93.83% teachers and practicality value by 86.75% students were assessed from the aspect of ease
of use of the module, the benefits obtained, the efficiency of learning time. It can be concluded in
the form of instructional media module equipped protists mindmap on material produced is very
valid and very practical.
Keywords: Research and development, Module, Mindmap, Protists
PENDAHULUAN
Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan
oleh setiap orang untuk memperoleh perubahan
kearah yang lebih baik serta untuk memperoleh ilmu
pengetahuan. Lufri (2007: 10) mengatakan belajar
adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu
yang terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.
Sedangkan pembelajaran adalah mengacu segala daya
upaya bagaimana membuat seseorang belajar,
bagaimana menghasilkan terjadinya peristiwa belajar
dalam diri seseorang tersebut. Proses pembelajaran
menuntut siswa untuk memahami konsep-konsep
sebuah
materi
pelajaran,
termasuk
proses
pembelajaran biologi. salah satu faktor yang dapat
memudahkan siswa dalam memahami materi
pelajaran, adalah guru. Guru sebagai fasilitator yang
mampu membuat maupun menyesuaikan berbagai
sumber belajar. Sumber belajar adalah segala sesuatu
yang dapat dijadikan sumber dalam proses belajar
mengajar. Diantara sumber belajar tersebut adalah
modul, handout, lembaran kerja siswa (LKS).
Sumber belajar sangat membantu guru dalam
menyampaikan materi pelajaran kepada siswa,
sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terarah
dan tidak membuang-buang waktu.
Pada umumnya di sekolah-sekolah sudah
tersedia buku pelajaran baik terhadap siswa maupun
guru di perpustakaan sekolah. Berdasarkan hasil
wawancara penulis dengan beberapa siswa SMAN I
Painan, menyatakan bahwa ketersediaan buku paket
sebagai sumber belajar yang ada di sekolah SMAN 1
Painan belum lengkap dan sangat terbatas, hanya
beberapa siswa yang memiliki buku paket sebagai
pegangan belajar yang dilaksanakan guru namun
sebagian besar hanya mendengarkan penjelasan dari
guru yang terfokus pelaksanaanya melalui papan
tulis dan ceramah di hadapan siswa sebagai
kelengakapan catatan maupun kesempurnaan
pembelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah
sumber pembelajaran seperti modul yang dapat
membantu siswa sekaligus guru, dalam mencapai
tujuan pembelajaran.
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan
salah seorang guru biologi di SMAN 1 Painan,
1
didapatkan keterangan bahwa di sekolah tersebut
belum ada guru yang menggunakan modul dalam
proses pembelajaran. Guru hanya menggunakan buku
penunjang atau buku paket. Sedangkan beberapa
siswa menggunakan buku penunjang dari sekolah dan
menggunakan LKS yang dibuat dari percetakan.
Sesuai dengan keadaan di atas, maka
pengembangan bahan ajar berupa modul diharapkan
dapat membantu siswa dalam memahami materi
pelajaran termasuk biologi. Modul merupakan bahan
ajar atau buku yang dibuat dengan tujuan agar peserta
didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan
bimbingan guru. Oleh karena itu, modul yang
dikembangkan harus mampu menjelaskan materi
pelajaran dengan bahasa yang mudah diterima oleh
siswa sesuai dengan tingkat pengetahuan dan usianya.
Belajar merupakan suatu proses perubahan
yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari
interaksi dalam lingkungannya dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya. Satu perubahan yang terjadi
akan menyebabkan perubahan yang berikutnya dan
akan berguna bagi kehidupan atau proses belajar
berikutnya. Sagala (2010: 37) mengatakan bahwa
belajar adalah suatu proses perubahan perilaku atau
pribadi seseorang berdasarkan praktek atau
pengalaman tertentu. Sejalan dengan hal tersebut
Gage dalam Sagala (2010: 13) mengatakan bahwa
belajar adalah sebagai suatu proses dimana suatu
organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari
pengalamannya.
Slameto
(2003:
2)
juga
mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses
usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh
sesuatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri
dalam interaksi dengan lingkungannya. Proses belajar
yang dilakukan seseorang sangat berhubungan
dengan usaha pembelajaran yang dilakukan oleh
guru. Pada sisi lain kegiatan belajar juga berupa
perkembangan mental yang didorong oleh tindakan
pendidikan atau pembelajarannya. Menurut Dimyati
(2002: 20) proses belajar merupakan hal dialami oleh
siswa, suatu respon terhadap segala acara
pembelajaran yang diprogramkan oleh guru. Dalam
proses belajar tersebut guru meningkatkan
kemampuan–kemampuan
kognitif,
efektif,
psikomotornya.
Kata media berasal dari bahasa latin yaitu
Medium yang berarti perantara atau pengantar,
dimana media merupakan wahana penyalur pesan
atau informasi belajar. Hamidjojo dalam Arsyad
(2005: 4) mendefinisikan “media sebagai semua
bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk
menyampaikan atau menyebarkan ide, gagasan atau
pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada
penerima yang dituju“.
Modul merupakan alat ukur yang lengkap dan
merupakan satu kesatuan program yang dapat
mengukur tujuan. Modul dapat dipandang sebagai
paket program yang disusun dalam bentuk satuan
tertentu guna keperluan belajar. Modul ditulis dan
disusun sedemikian rupa sehingga bahan yang
disampaikan dalam kegiatan belajar mengajar selalu
terarah kepada tujuan yang ingin dicapai yang telah
dirumuskan dengan jelas dan khusus. Majid (2011:
176) menyatakan bahwa modul adalah sebuah buku
yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat
belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan
guru, sehingga modul berisi paling tidak tentang
segala komponen dasar bahan ajar yang telah
disebutkan sebelumnya. Tujuan digunakan modul
dalam proses belajar mengajar menurut Nasution
(2010: 205) adalah membuka kesempatan bagi siswa
untuk belajar menurut kecepatan masing-masing.
Dianggap bahwa siswa tidak akan mencapai hasil
yang sama dalam waktu yang sama dan tidak sedia
mempelajari sesuatu pada waktu yang sama.
Menurut Buzan (2008: 11) mindmap adalah
diagram istimewa yang cara kerjanya sesuai dengan
kerja otak dan yang membantumu untuk berpikir,
membayangkan, mengingat, dan merencanakan serta
memilih informasi.. Mindmap memiliki beberapa
kelebihan yaitu: (1) lebih menghemat waktu (2)
mengaktifkan seluruh otak (3) menjadi lebih kreatif
(4) menyelesaikan masalah (5) memusatkan daya
ingat (6) meningkatkan daya ingat (7) mudah melihat
gambar secara keseluruhan (8) memudahkan
penambahan informasi baru (9) menggunakan warna,
gambar, dan simbol yang lebih menarik perhatian
sisiwa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk:
mengembangkan modul yang dilengkapi mindmap
yang valid dan praktis, mengetahui validitas modul
yang dilengkapi mindmap pada materi protista untuk
siswa SMA/MA, dan mengetahui praktikalitas modul
yang dilengkapi mindmap pada materi protista untuk
siswa SMA/MA
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini
merupakan
penelitian
pengembangan (Developmental Reseacrh). Produk
yang dikembangkan berupa handout yang dilengkapi
mindmap. Dalam penelitian ini, model yang
digunakan adalah model 4-D, model ini
dikembangkan oleh Thiagarajan dan Semmel. Model
ini terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu define,
design, develop, dan disseminate atau diadaptasi
menjadi 4-P yaitu pendefenisian, perancangan,
pengembangan, dan penyebaran. Akan tetapi
penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap
pengembangan saja karena keterbatasan waktu dan
biaya.
Populasi dalam penelitian ini adalah guru dan
siswa SMA kelas XI di SMAN I Painan. Sampel
dalam penelitian ini adalah dua orang guru dan siswa
kelas XI yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini
dilakukan pada tanggal 28 dan 30 Agustus 2014.
2
HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji validitas modul yang dilengkapi mindmap
pada materi protista untuk SMA/MA ini dilakukan
oleh 4 orang validator, diantaranya 2 orang dosen
STKIP PGRI Sumatera Barat, yaitu Ibu Dra,
Nursyahra, M.Si., Bapak Drs, Sudirman, dan 2 0rang
guru biologi SMAN I Painan, yaitu Ibu Dra. Zulfita
Asnur, Wiena Syahwir. S.Pd. dengan menggunakan
angket uji validitas yang meliputi tiga aspek
penilaian, diantaranya aspek didaktik, aspek
konstruksi, dan aspek teknis. Hasil validasi modul
yang dilengkapi mindmap pada materi protista dapat
dilihat pada Tabel 1 seperti di bawah ini.
1. Praktikalitas Modul yang Dilengkapi Mindmap
oleh Guru
Hasil uji praktikalitas modul mindmap oleh
guru dapat dilihat pada Tabel 2 seperti di bawah ini.
Tabel 2. Hasil Praktikalitas Modul yang Dilengkapi
Mindmap oleh Guru
No
Aspek penilaian
1
Kemudahan
penggunaan
Manfaat
2
3
Tabel 1. Hasil Validasi Modul yang Dilengkapi
Mindmap .
N
o
1
2
3
Komponen
Penilaian
Syarat
didaktif
Syarat
konstruksi
Syarat
teknis
Penilaian validator
Jum
lah
Nilai
validitas
(%)
Kriteria
Sangat
valid
Sangat
valid
Sangat
valid
Sangat
valid
Sangat
valid
I
39
II
45
III
50
IV
50
184
92,00%
39
46
50
45
184
92,00%
19
23
25
24
91
91,00%
Total
275,00%
Rata-rata
91,60%
Hasil validasi modul yang ditampilkan pada
Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa penilaiaan modul
oleh keempat validator adalah diketegorikan sangat
valid karena barada pada kriteria 90%-100% dengan
nilai rata-rata validitas sebesar 91,67%. Hal ini
menunjukkan bahwa modul yang dilengkapi
mindmap sudah sangat valid, baik dari segi aspek
didaktik, aspek konstruksi, dan aspek teknis setelah
melakukan beberapa kali revisi. Revisi modul yang
dilakukan sesuai dengan saran yang diberikan oleh
validator.
Setelah dilakukan revisi terhadap modul yang
dekembangkan sesuai dengan saran yang diberikan
oleh validator, hal ini bertujuan untuk memperoleh
modul yang valid dan dapat digunakan untuk uji
praktikalitas modul oleh siswa dan guru yang
bertujuan untuk mengetahui kepraktisan modul yang
dikembangkan.
Efisisensi waktu
pembelajaran
Total
Rata-rata
Nilai
praktikalitas
97,50%
96,00%
88,00%
281,50%
93,83%
Kriteria
Sangat
praktis
Sangat
praktis
Sangat
praktis
Sangat
praktis
Tabel 2 menunjukkan bahwa nilai kepraktisan
modul yang dilengkapi mindmap oleh guru Biologi
SMAN I Painan adalah sangat praktis karena berada
pada kriteria 86%-100% dengan nilai rata-rata
praktikalitas sebesar 93,83%.
2. Praktikalitas Modul yang Dilengkapi Mindmap
oleh Siswa
Hasil uji praktikalitas modul yang dilengkapi
mindmap yang diujicobakan kepada 30 orang siswa
kelas XI IPA SMAN I Painan dapat dilihat pada
Tabel 3.
Tabel 3. Hasil Uji Praktikalitas Modul yang
Dilengkapi Mindmap oleh Siswa
No
Aspek Penilaian
1
Kemudaan
penggunaan
Manfaat
2
3
Efisiensi waktu
pembelajaran
Total
Rata-rata
Nilai
praktikalitas
86,20%
89,70%
84,36%
260,26%
86,75%
Kriteria
Sangat
praktis
Sangat
praktis
Praktis
Sangat
praktis
Berdasarkan Tabel 3 di atas dapat dilihat hasil
uji praktikalitas modul yang dilengkapi mindmap
oleh siswa dengan kriteria sangat praktis karena
berada pada kriteria 86%-100% dengan rata-rata nilai
praktikalitas 86,75%.
Analisis data angket uji validitas modul yang
dilengkapi mindmap pada materi protista untuk
SMA/MA yang telah dilakukan oleh dosen dan guru
menunjukkan bahwa modul yang dihasilkan telah
berada pada kriteria sangat valid yaitu dengan nilai
rata-rata validitas sebesar 91,67%. Adapaun aspekaspek yang dinilai adalah aspek didaktik, aspek
kontruksi, dan aspek teknis.
Dilihat dari aspek didaktik, modul yang
dilengkapi mindmap pada materi protista untuk
SMA/MA yang telah divalidasi oleh 4 validator
dengan nilai validitas sebesar 92,00% dengan kriteria
3
sangat valid. Hal ini menunjukkan bahwa modul yang
dilengkapi mindmap dikembangkan telah sesuai
dengan kurikulum KTSP yang mencakup kesesuaian
materi SK dan KD yang ingin dicapai. Hal ini sesuai
dengan yang dijelaskan Abdul Majid (2011: 173)
Dengan bahan ajar memungkinkan siswa dapat
mempelajari suatu kompetensi atau kompetensi dasar
secara runtut dan sistematis sehingga secara
akumulatif mampu menguasai semua kompetensi
secara utuh dan terpadu.
Dilihat dari aspek konstruksi, modul dinilai
sangat valid oleh validator dengan nilai validitas
sebesar 92,00%. Penilaiaan dari aspek ini dilihat dari
penyajian materi pada modul, memiliki identitas,
kalimat yang digunakan dalam modul, dan bahasa
yang dugunakan dalam modul. Berdasarka hasil yang
telah didapatkan penyajian materi pada modul yang
dilengkapi mindmap sudah sederhana dan jelas,
materi yang disajikan sudah memiliki identitas yang
jelas, kalimat yang digunakan sederhana, jelas, dan
tidak menimbulkan kerancuan agar siswa mudah
memahami informasi yang disampaikan, serta
menggunakan kaedah bahasa indonesia yang baik dan
benar. Menurut Prastowo (2011: 73) dalam menyusun
bahan ajar cetak harus menggunakan bahasa yang
jelas baik kosa kata, kalimat, hubungan antar kalimat
serta kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang.
Hasil validitas modul yang dilengkapi
mindmap dilihat dari aspek teknis termasuk kedalam
ketegori sangat valid dengan nilai validitas sebesar
91,00%. Aspek yang dinilai disini adalah tampilan
modul, tulisan dan huruf yang digunakan, serta
gambar yang disajikan. Hal ini menunjukkan bahwa
desain modul yang dikembangkan sudah baik dan
menarik sehingga dapat meningkatkan minat baca
siswa agar mudah memahami materi yang akan
dibahas, terutama pada materi protista. Hal ini sesuai
dengan pernyataan Kemp, dkk (1994) dalam Trianto
(2010: 88) menyatakan bahwa keberhasilan
pembelajaran sangat bergantung pada penggunaan
sumber pembelajara.
Secara keseluruhan nilai rata-rata uji validitas
modul yang dilengkapi mindmap pada materi protista
untuk SMA/MA dengan kategori sangat valid
(91,67%). Hal ini membuktikan bahwa modul yang
telah dikembangkan telah diuji dan dinyatakan sangat
valid oleh validator karena telah memenuhi tiga aspek
dan telah mengalami perbaikan terhadap bahan dan
media pembelajaran. Selain pengisian angket uji
validitas, validator juga memberikan saran dan
kritikan demi perbaikan. Setelah dilakukan beberapa
kali perbaikan dan memperoleh kriteria sangat valid,
maka penelitian ini dilanjutkan ke tahap selanjutnya,
yaitu tahap uji praktikalitas atau media yang dipilih.
Uji praktikalitas modul dilakukan mencakup
tiga aspek penilaian diantaranya, kemudahan dalam
penggunan,
manfaat,
dan
efisiensi
waktu
pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk mengetahui
kepraktisan modul yang dihasilkan dan diujikan
kepada 2 orang guru biologi SMAN I Painan, dan 30
orang siswa kelas XI IPA SMAN I Paianan.
Analisis data hasil uji praktikalitas oleh guru
menunjukkan bahwa modul yang dilengkapi
mindmap pada materi protista yang dihasilkan
memenuhi kriteria sangat praktis untuk digunakan,
yaitu dengan nilai rata-rata praktikalitas 93,83%. Hal
ini menunjukan bahwa modul dapat memudahkan
guru dalam menyampaikan materi pembelajaran
kepada
siswa.
Kemudahan
guru
dalam
menyampaikan materi pembelajaran tersebut dapat
dilihat dari beberapa aspek berikut ini.
Penilaian uji praktikalitas dari aspek
kemudahan dalam penggunaan modul yang
dilengkapi mindmap memperoleh nilai praktikalitas
dari guru sebesar 97,50% dan berada pada ketegori
sangat praktis untuk digunakan. Hal ini menunjukkan
bahwa modul yang dikembangkan menggunakan
bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, materi
pada modul tersusun secara sistematis dan jelas, serta
mindmap yang terdapat dalam modul dapat
membantu siswa dalam memahami dan mengingat
materi. Hal ini sesuai dengan pendapat Prastowo
(2011: 216) yang menyatakan bahwa sebagai seorang
pendidik, guru berperan sebagai fasilitator dan
peserta didiklah yang diharapkan berperan secara
aktif dalam mempelajari materi yang terdapat
didalam suatu bahan ajar.
Ditinjau dari aspek manfaat dalam penggunaan
modul yang dilengkapi mindmap pada materi protista
memperoleh nilai praktikalitas dari guru sebesar
96,00% dan berada pada kategori sangat praktis
untuk digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa modul
yang dikembangkan dapat mendukung peranan guru
sebagai fasilitator, pemberian mindmap pada modul
dapat meningkatkan motivasi dan membantu siswa
dalam memahami materi pelajaran, soal latihan dan
evaluasi yang terdapat pada modul dapat dijadikan
alat ukur untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa
terhadap materi pelajaran. Hal ini sesuai dengan
pendapat Prastowo (2011: 27) yang menyatakan
manfaat bahan ajar itu diantaranya membuat kegiatan
pembelajaran menjadi lebih menarik, siswa lebih
banyak mendapatkan kesempatan belajar secara
mandiri dengan bimbingan guru dan mendapatkan
kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi
yang harus dikuasainya.
Dilihat
dari
aspek
efisiensi
waktu
pembelajaran, modul yang dilengkapi mindmap pada
materi protista memperoleh nilai praktikalitas dari
guru sebesar 88,00% dan berada pada kategori sangat
praktis. Hal ini menunjukkan bahwa modul dapat
membantu guru dalam proses belajar mengajar dan
memudahkan guru dalam menyampaikan materi
sehingga waktu pembelajaran menjadi lebih efisien.
Hal ini sesuai dengan pendapat Prastowo (2011: 24)
bahwa fungsi bahan ajar yaitu untuk menghemat
waktu guru dalam mengajar, mengubah peran guru
dari seorang pengajar menjadi seorang fasilitator,
4
meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih
efektif dan interaktif, sebagai, pedoman bagi guru.
Berdasarkan analisis hasil angket uji
praktikalitas oleh siswa diketahui bahwa modul yang
dilengkapi mindmap pada memiliki kriteria sangat
praktis dengan nilai rata-rata 86,75%. Kepraktisan
modul yang dilengkapi mindmap pada materi protista
ini diukur dari 3 aspek yaitu kemudahan dalam
penggunaan,
manfaat
dan
efisiensi
waktu
pembelajaran.
Dilihat dari aspek kemudahan dalam
penggunaan, modul yang dilengkapi mindmap pada
materi protista memperoleh nilai praktikalitas dari
siswa sebesar 86,20% dan berada pada kriteria
sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa modul
menggunakan kaedah bahasa indonesia yang baik dan
benar, modul yang dilengkapi mindmap dapat
digunakan dengan kemampuan sendiri karena materi
yang disajikan dalam modul tersusun dengan
sistematis dan jelas, modul dapat digunakan baik
secara mandiri maupun berkelompok. Hal ini sejalan
dengan pendapat Prastowo (2011: 26) yang
menyatakan bahwa pembuatan bahan ajar adalah
untuk membantu peserta didik dalam mempelajari
sesuatu, mencegah timbulnya rasa bosan pada peserta
didik,
memudahkan
peserta
didik
dalam
melaksanakan
pembelajaran
dan
kegiatan
pembelajaran menjadi lebih menarik.
Ditinjau dari aspek manfaat yang didapatkan
menggunakan modul yang dilengkapi mindmap pada
materi protista dinilai sangat praktis oleh siswa
dengan nilai praktikalitasnya 89,70%. Hal ini
menunjukkan bahwa masing-masing indikator pada
aspek manfaat telah terpenuhi, seperti adanya gambar
dan mindmap yang terdapat dalam modul dapat
membantu siswa dalam memahami materi pelajaran
dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Sesuai
dengan pendapat sanjaya (2006:171) yang
menyatakan bahwa penggunaan bahan ajar berupa
modul dapat menambah motivasi belajar siswa
sehingga
perhatian
siswa
terhadap
materi
pembelajaran lebih meningkat.
Dilihat
dari
aspek
efisiensi
waktu
pembelajaran, modul yang dilengakapi mindmap
dihasilkan praktis oleh siswa dengan nilai kepraktisan
84,36%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan
modul yang dilengkapi mindmap dapat menyebabkan
waktu pembelajaran menjadi lebih efisien, soal
latihan dan evaluasi pada modul dapat melatih siswa
menyelesaikan soal-soal yang terdapat pada madul,
dan dapat mengukur tingkat kemampuan siswa. Hal
ini sejalan dengan pendapat prastowo (2011:106)
bahwa dengan modul siswa juga dapat mengukur
sendiri tingkat penguasaan mereka terhadap materi
yang dibahas pada setiap satu satuan modul, sehingga
apabila telah menguasainya siswa dapat melanjutkan
pada satu-satuan modul tingkat berikutnya.
Secara keseluruhan hasil uji praktikalitas oleh
guru dan siswa dari segi kemudahan dalam
penggunaan, manfaat yang di dapat, dan efesiensi
waktu pembelajaran hasil rata-rata hasil uji
praktikalitas oleh guru yaitu 93,83% dengan kriteria
sangat praktis, sedangkan uji praktikalitas oleh siswa
hasil rata-rata yaitu 86,75% dengan kriteria sangat
praktis
KESIMPULAN
Berdasarakan hasil penelitian yang telah
dilakukan, dapat disimpulkan bahwa telah
dihasilkan modul yang dilengkapi mindmap
pada materi protista yang sangat valid dan
sangat praktis.
DAFTAR PUSTAKA
Buzan, Tony. 2008. Buku Pintar Mind Map.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Lufri, 2007 . Strategi Pembelajaran Biologi. Padang:
UNP Press
Majid, Abdul. 2011. Perencanaan Pembelajaran.
Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.
Nasution. 2010. Berbagai Pendekatan dalam Proses
Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi
Aksara.
Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif Membuat
Bahan Ajar Inovatif. Yogjakarta: Diva Press.
Sagala, Syaiful. 2010. Konsep dan Makna
Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang
Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sanjaya, Wina, (2006). Strategi Pembelajaran.
Jakarta : Kencana.
Trianto, 2012. Model Pembelajaran Terpadu.
Jakarta: Bumi Aksara.
5
Download