94 BAB V KESIMPULAN Berdasarkan analisis yang

advertisement
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan sesuai dengan rumusan
masalah, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama,
dalam novel Dan Hujan pun Berhenti terdapat tokoh-tokoh remaja yang
berperilaku abnormal. Tokoh-tokoh remaja tersebut adalah Leostrada, Spiza, dan
Stella. Leostrada mengalami gangguan kecemasan, gangguan mood, dan
gangguan skizofrenia. Gangguan kecemasan yang dialami Leo merupakan tipe
gangguan stres pascatrauma yang ditandai dengan sering mengalami kecemasan,
sering mengalami mimpi buruk, dan mudah marah. Selain gangguan stres
pascatrauma, Leo mengalami gangguan mood berupa depresi. Hal itu ditandai
dengan perilakunya yang semakin apatis, tidak memiliki semangat hidup,
berhalusinasi, dan merasa dirinya tidak berharga. Kemudian, Leo juga mengalami
gangguan skizofrenia tipe paranoid. Dia selalu merasa curiga terhadap orangorang di hidupnya, susah menjalin hubungan dengan orang lain, dan mengalami
halusinasi. Selain itu, Leo juga melakukan tindakan bunuh diri.
Selain Leo, Spiza juga merupakan tokoh remaja yang berperilaku
abnormal. Dia mengalami gangguan kecemasan dan gangguan kepribadian.
Gangguan kecemasan yang dialami Spiza merupakan jenis gangguan stres
pascatrauma yang ditandai dengan sering mengalami kecemasan dan selalu
dihinggapi rasa tegang. Kemudian, Spiza juga mengalami gangguan kepribadian
94
95
menghindar yang ditandai dengan terganggunya hubungan antara dia dan orang
lain. Dia pun beranggapan bahwa kesulitan yang selama ini dia rasakan
disebabkan oleh perbuatan orang lain. Selain itu, Spiza juga merupakan salah satu
tokoh remaja yang melakukan tindakan bunuh diri. Selanjutnya, gangguan yang
dialami Stella adalah gangguan mood berupa depresi. Hal itu dia tunjukkan
dengan perilakunya yang cenderung mengisolasi diri, tidak mau berbicara dengan
orang lain, putus asa, serta merasa bersalah dan tidak berharga. Selain Leo dan
Spiza, Stella juga merupakan tokoh remaja yang melakukan tindakan bunuh diri.
Setiap perilaku abnormal yang dialami para tokoh remaja dalam novel
Dan Hujan pun Berhenti pun saling berkaitan. Gangguan stres pascatrauama yang
dialami Leo memengaruhi munculnya gangguan skizofenia tipe paranoid. Leo
selalu merasa curiga dengan orang lain karena peristiwa traumatis di masa lalu
masih membayanginya. Kemudian, tindakan bunuh diri yang dilakukan Spiza
merupakan pengaruh dari gangguan stres pascatraumanya. Selain itu, tindakan
bunuh diri Stella juga dipengaruhi oleh gangguan depresi yang dialaminya. Oleh
karena itu, sebuah gangguan yang dialami para tokoh dalam novel Dan Hujan pun
Berhenti dapat memengaruhi munculnya gangguan lain.
Kedua, setiap perilaku abnormal yang dialami para tokoh remaja
disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor
internal penyebab perilaku abnormal yang dialami oleh setiap tokohnya telah
dianalisis menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud. Sementara faktor
eksternal diketahui melalui kehidupan para tokoh yang digambarkan oleh
pengarang dan disesuaikan dengan model perilaku abnormal.
96
Leo mengalami gangguan kecemasan karena id dan superego saling
bertentangan. Id Leo adalah keinginannya untuk hidup bahagia bersama dengan
keluarganya, harus bertentangan dengan superego yang berasal dari orang tuanya,
yaitu berupa hubungan orang tua yang tidak harmonis. Sementara itu, faktor
eksternal penyebab gangguan stres pascatrauma yang dialami Leo adalah
hubungan orang tua dan anak yang patogenik. Keadaan keluarga Leo pun
menimbulkan insting kematian dalam dirinya. Dia mencoba mengakhiri hidupnya
dengan menyayat pembuluh nadi di tangannya. Kemudian, gangguan depresinya
disebabkan oleh peristiwa kehilangan orang-orang yang dia cintai, yaitu orang tua
dan Iris. Leo pun mengalami perasaan ambivalen terhadap Iris. Selanjutnya,
gangguan skizofrenia tipe paranoid yang dialami Leo merupakan terusan dari
gangguan stres pascatrauma dan gangguan depresi yang dialaminya. Leo yang
berulang kali ditinggalkan oleh orang-orang yang dia cintai, kemudian mengalami
gangguan skizofrenia tipe paranoid. Dia selalu curiga bahwa orang-orang di
sekelilingnya akan meninggalkan dan mengkhianati dirinya.
Selain Leo, gangguan stres pascatrauma juga dialami tokoh Spiza.
Gangguan itu disebabkan oleh peristiwa kecelakaan yang melibatkan dirinya.
Kecelakaan tersebut menewaskan seorang gadis bernama Iris. Kemudian,
gangguan yang dialami oleh Spiza tersebut membuat timbulnya insting kematian
dalam dirinya. Dia melakukan tindakan bunuh diri dengan cara menyayat
pembuluh nadi di tangannya. Tindakan bunuh diri tersebut dilakukan Spiza karena
egonya dan superego yang berasal dari ibu Iris saling bertentangan. Ego Spiza
berupa usahanya untuk meminta maaf kepada ibu Iris agar terbebas dari rasa
97
bersalah harus terhalang karena ibu Iris menentangnya. Selain itu, bunuh diri
tersebut juga disebabkan oleh faktor eksternal, yaitu Spiza yang menjadi korban
prasangka ibu Iris. Selanjutnya, gangguan kepribadian yang dialami Spiza
disebabkan oleh id yang mendominasi ego dan superego. Id Spiza adalah
keinginannya untuk hidup tenang tanpa diganggu oleh orang lain dengan
mengesampingkan superegonya. Selain itu, faktor eksternal gangguan kepribadian
menghindar yang dialami Spiza adalah adanya penolakan dan diskriminasi yang
dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.
Gangguan depresi yang dialami Stella disebabkan oleh id dan superego
yang saling bertentangan. Id Stella berupa keinginanya untuk hidup tenang setelah
peristiwa kecelakaan yang melibatkannya, harus bertentangan dengan superego
yang berasal dari ibu Iris. Dia menerima penolakan dari ibu Iris, sehingga
menyebabkan gangguan depresi pada dirinya. Kemudian, gangguan itu
menimbulkan insting kematian pada diri Stella. Dia terus mencoba untuk
mengakhiri hidupnya dengan berbagai cara. Tindakan tersebut terjadi karena
Stella menjadi korban prasangka ibu Iris.
Ketiga, dalam novel Dan Hujan pun Berhenti terdapat hubungan antara
pengarang dan novel sebagai bentuk ketidaksadaran pengarang. Berdasarkan hasil
pembacaan artikel-artikel mengenai pengarang secara berulang, dapat ditemukan
beberapa simbol yang menjadi bentuk ketidaksadaran pengarang, yaitu simbol
latar novel, simbol kegemaran pengarang, dan simbol para tokoh. Oleh karena itu,
dapat disimpulkan bahwa para tokoh dalam novel Dan Hujan pun Berhenti
98
merupakan manifestasi dari pengarang. Tokoh-tokoh tersebut diceritakan oleh
pengarang sebagai tokoh remaja yang berperilaku abnormal.
Download