Administrative and Financial Status of APCICT

advertisement
Modul 3
PENERAPAN E-GOVERNMENT
-SESI 6: JENIS-JENIS APLIKASI DAN
IMPLEMENTASI TIK
Dr. Nag Yeon Lee
3.3. Government to Government (G2G) (Lanjutan)
3) Pertukaran e-Document (8).
a) Peningkatan pertukaran e-document
 Sejak 1998, MOGAHA telah memromosikan pertukaran e-document, bersamaan dengan
e-Approval, untuk mendigitalkan seluruh prosedur pemrosesan dokumen di instansi
pemerintah.
2

Sebagai hasil dari standarisasi tersebut, sistem e-document yang beroperasi di lingkungan
instansi pemerintah pusat di tahun 2001, diperluas untuk pemerintah daerah pada tahun
2002.

e-Approval saat ini berjalan di 58 instansi pusat dan 250 pemerintah daerah, dengan adopsi
standar e-document. Hingga Juni 2006, tingkat rata-rata e-approval antar instansi pusat
adalah 98,2 persen.

Sementara itu, statistik pertukaran e-document menunjukkan bahwa 654 instansi telah
saling bertukar dokumen secara online melalui Government e-Document Exchange Center,
yang meliputi 58 instansi pusat, 250 pemerintah daerah, 198 kantor-kantor pendidikan dan
universitas negeri, National Assembly dan Komisi Pemilihan Umum Nasional.
3.3. Government to Government (G2G) (Lanjutan)


3) Pertukaran e-document (Lanjutan)
Statistik pertukaran e-document menunjukkan bahwa 654 instansi telah saling bertukar
dokumen secara online melalui Government e-Document Exchange Center, yang meliputi 5
8 instansi pusat, 250 pemerintah daerah, 198 kantor-kantor pendidikan dan universitas
negeri, National Assembly dan Komisi Pemilihan Umum Nasional.
e-Document Exchange Rate
Agency
Total
Total No.
No.
of Exchanges of Electronic
Exchanges
Rate
(%)
12,574,097 12,231,383 97.3%
Central Administrative Organizations
e-Approval Rate
Total No.
of Document
Production
No. of
Electronic
approval
Rate
(%)
32,441,273 31,849,755 98.2%
5,114,791
4,913,759 96.1%
10,951,466 10,771,392 98.4%
Local Goverments
7,459,306
7,317,624 98.1%
21,489,807 21,078,363 98.1%
Cities/Provinces
1,135,228
1,116,287 98.3%
Towns/Counties/Districts
6,324,078
6,201,337 98.1%
3,410,501
3,356,823 98.4%
18,079,306 17,721,540 98.0%
Tabel 5. Pertukaran e-Document dan Tingkat e-Approval Antar Lembaga Administratif (hingga Juni 2006)
3
3.3. Government to Government (G2G) (Lanjutan)
 3) Pertukaran e-document (Lanjutan)
b) Pembuatan Sistem Manajemen Arsip
 National Archives and Records Service menetapkan Act on Archives
Management di tahun 1999 untuk secara sistematis mengelola dan
mengatur arsip-arsip. Sistem manajemen arsip nasional dibangun
dengan mengadopsi sistem manajemen data, yang memroses,
mengatur, dan mengarsipkan data.
 Sistem manajemen bisnis, yang mengatur keseluruhan pengambilan
keputusan dan proses bisnis termasuk juga dokumen beorientasi
hasil, telah dikembangkan pada tahun 2005. Berdasarkan hasil
tersebut, pembuatan model standar untuk pengelolaan pengarsipan
dan pencatatan sedang berlangsung.
 The National Archives and Records Service akan menjalankan proyek
pembangunan Central Archives and Records Management System.
4
Sistem Manajemen Pengetahuan
 Manajemen pengetahuan dapat didefinisikan sebagai sebuah kegiatan bisni
s dengan dua aspek utama :
 Memperlakukan komponen pengetahuan dari aktivitas bisnis sebagai perhatian eksplisit dari
bisnis yang direfleksikan dalam strategi, kebijakan, dan praktik di seluruh tingkatan organisasi.
 Menciptakan hubungan langsung antara aset-aset intelektual organisasi, baik yang eksplisit
(terekam) maupun tacit (pengetahuan personal), dan hasil-hasil bisnis positif.
 Pengetahuan adalah aset strategis dan pengetahuan yang disampaikan
pada waktu yang tepat, tersedia pada tempat yang tepat, disuguhkan dalam
bentuk yang tepat, memenuhi persyaratan kualitas, dan diperoleh dengan
biaya serendah mungkin untuk digunakan dalam proses bisnis.
 Pengetahuan itu sendiri tidak berharga; pengetahuan hanya berharga
ketika pengetahuan tersebut mengarahkan kepada kegiatan dan hasil yang
efektif.
Pengetahuan dapat berupa; Explicit vs Tacit
 Pahami 5 W‘s What vs. Who vs. Why vs. When vs. Where.
5
Jenis-Jenis Knowledge di KM
Comm
Mode
K Type K Creation Method
Technical Explicit
Comm Knowle
dge
 Externalization
 Modeling
Tacit
Knowle
dge
 Internalization
 Socialization,
Human network
Social
Comm
6
Characteristics
 Orga'l focus(TA)
 Lean (narrow band width) media
 Formal, planned structure
 Narrow domain
(focused, lean information)
 e.g., Anderson Consulting's Knowledge
Xchange
 Ind'l focus (QWL, incentives, motives)
 Rich band width media
 Informal, emerging structure
 Broad domain
(diverse, rich information)
 e.g., Chrysler's Tech Clubs
Apakah itu Manajemen Pengetahuan?
 Pengetahuan dipandang sebagai sumber inovasi
 Berarti, manajemen pengetahuan memastikan bahwa
sumber daya :





disampaikan pada waktu yang tepat,
tersedia di tempat yang tepat,
disuguhkan dalam bentuk yang tepat,
memenuhi persyaratan kualitas,
dan diperoleh dengan biaya serendah mungkin
 Untuk digunakan dalam inovasi proses kerja
7
Data, Informasi dan Pengetahuan
 Data
 “Sinyal mentah” (Kode Morse)
...---...
 Informasi
 Arti yang melekat ke data
S O S
 Pengetahuan
 Menambahkan tujuan dan kompetensi ke informasi
 Potensi untuk menghasilkan aksi
Peringatan bahaya → lakukan upaya penyelamatan
8
Sistem Manajemen Pengetahuan (Lanjutan)
Perbedaan antara data, informasi, dan pengetahuan
Data
Informasi
Pengetahuan
Isi
Event
Tren
Keahlian
Tipe
Transaksi
Pola
Pembelajaran
Tugas
Representasi
Manipulasi
Pengkodean
Peran manusia
Observasi
Penilaian
Pengalaman
Tujuan
Otomatisasi
Pembuatan keputusan
Tindakan
Keluaran
Building block
Mengurangi ketidakpastian
Pemahaman baru
9
Sistem Manajemen Pengetahuan (Lanjutan)
Faktor-faktor kesuksesan dalam manajemen pengetahuan
Kaitan terhadap kinerja ekonomi atau nilai industri
Infrastruktur teknis dan organisasional
Struktur pengetahuan yang standar dan fleksibel
Budaya ramah pengetahuan
Tujuan dan bahasa yang jelas
Perubahan dalam praktik motivasional
Multi kanal untuk transfer pengetahuan
Dukungan manajemen senior
10
Sistem Manajemen Pengetahuan (Lanjutan)
Strategi untuk manajemen pengetahuan meliputi langkah-langkah
berikut
 Mengerti pengetahuan mana yang menambah nilai.
 Berinvestasi untuk menciptakan dan menggunakan pengetahuan secara
efektif.
 Menyadari nilai dari modal pengetahuan untuk kesuksesan.
 Membuat pengetahuan dapat diakses oleh setiap orang yang mampu
berkontribusi ataupun menggunakannya.
 Menjamin komitmen dan kepemimpinan manajemen puncak.
 Menciptakan atmosfir dimana aset pengetahuan dapat bertambah.
 Menyadari pengetahuan sebagai aset strategis
Be patient -- This is a way of life, not a quick fix
11
Sistem Manajemen Pengetahuan (Lanjutan)
e-Knowledge management system di Republik Korea
Sistem real-time untuk Manajemen Kebijakan Nasional di Pemerintah Republik Korea
terdiri atas dua komponen: sebuah Sistem Manajemen Pengetahuan (KMS) dan sebuah
Sistem Manajemen Pekerjaan Pemerintah.
 The e-Knowledge Management System memungkinkan berbagai ide yang
disampaikan selama proses penyusunan kebijakan untuk dicatat dan diatur, untuk
kemudian disebarkan melalui manajemen e-document sehingga pengambilan
keputusan menjadi efisien.
e-KMS dikembangkan seperti berikut :
a) Kantor presidensial mengadopsi groupware pertamanya;
b) ISP dilakukan untuk menentukan bagaimana mencapai kantor eksekutif digital.
c) Layanan e-Support diluncurkan, berfokus pada pencatatan jurnal harian sebagai
tahap pertama proyek kantor presiden digital.
d) Sistem manajemen dokumen dibangun sebagai tahap ketiga dari proyek.
12
Sistem Manajemen Pengetahuan (Lanjutan)
Hasil:
Dengan pengembangan e-KMS untuk kantor presidensial, standarisasi
manajemen informasi, dokumen, dan tugas-tugas telah ditetapkan.
Keseluruhan prosedur administratif akan diintegrasikan ke dalam
sistem manajemen.
 Dengan e-KMS, arsip dan catatan secara konsisten dapat disimpan
tanpa ada informasi yang hilang, dan proses pembuatan kebijakan
dapat dicatat dan diatur, bersamaan dengan komentar terhadap
kebijakan yang teridentifikasi.
 Akses ke informasi akan kebijakan serupa menjadi lebih mudah,
yang akhirnya menjamin konsistensi pembuatan kebijakan dan
menjaga dari kegagalan kebijakan
13
Sistem Manajemen Pengetahuan (Lanjutan)
Studi Kasus
Manajemen Pengetahuan untuk Pengurangan Risiko
Bencana di India
 Dibawah Departemen Dalam Negeri, GOI-UNDP (United Nations
Development Programme) Program Manajemen Risiko Bencana
Nasional
 Jaringan pengetahuan dilihat sebagai inisiatif untuk mendirikan
jaringan dan kerjasama antar lembaga pemerintah, pembuat
kebijakan, manajer bencana, dan para spesialis dari berbagai bidang
ilmu seperti teknik, arsitek, perencanaan, seismologi, hidrologi,
pertanian dan ilmu sosial sebagai fasilitas pertukaran informasi dan
kolaborasi untuk mengurangi risiko bencana. Inisiatif tersebut
bertujuan untuk menghubungkan semua departemen pemerintahan,
kantor hukum, organisasi penelitian untuk membagikan keahlian
mereka secara kolektif maupun individual.
14
Sistem Manajemen Pengetahuan (Lanjutan)
A) Menciptakan lingkungan untuk manajemen pengetahuan
dalam rangka mengembangkan community of practice
dan berfokus untuk menghubungkan para mitra program
Platform kolaborasi dalam bentuk elektronik akan
memfasilitasi interaksi diantara mitra program. Sistem ini
akan berbasis insentif dan akan menyediakan berbagai
peralatan, sistem penunjang keputusan, dan sistem
pemantauan bagi para stakeholder.
 Di fase pertama akan menghubungkan mitra program
pemerintah India yang terdiri lebih dari 500 institusi di
negara tersebut.
15
Sistem Manajemen Pengetahuan (Lanjutan)
16
Sistem Manajemen Pengetahuan (Lanjutan)
Menghubungkan mitra program :
 Praktisi manajemen bencana di State Government Disaster Management
Departments di 35 negara bagian.
 National Programme for Capacity Building of Engineers for Earthquake
Risk Management yang melibatkan 11 National Resource Institutions
(NRI) dan sekitar 125 State Resource Institutions di 35 negara bagian.
 National Programme for Capacity Building of Architects for Earthquake
Risk Management yang melibatkan 7 NRI dan sekitar 110 kampus di 35
negara bagian.
 Para praktisi dari Urban Earthquake Vulnerability Reduction Programme
di 38 kota di 17 negara bagian
 Praktisi dari National Earthquake Risk Mitigation Project di seluruh
negara bagian yang masuk dalam zona seismik IV dan V.
 Praktisi dari National Cyclone Mitigation Project.
17
Sistem Manajemen Pengetahuan (Lanjutan)
Keunggulan Jaringan Pengetahuan untuk Penanganan Bencana
 Respon yang lebih baik
 Pemberdayaan Departemen Manajemen Bencana
pemerintah
 Penilaian sumber daya dan layanan yang lebih baik
 Integrasi ke dalam arus utama pembangunan
 Pemantauan kegiatan yang lebih efektif
 Memajukan praktik yang adil dalam komunitas
manajemen bencana
18
Sistem Manajemen Pengetahuan (Lanjutan)
Portal pengetahuan akan memfasilitasi kolaborasi antar
anggota jaringan dengan menyediakan peralatan yang
meliputi:
Fasilitasi dan akses termoderasi
Pemantauan program dan perangkat pertukaran metodologi
Area kerja bagi anggota untuk desentralisasi manajemen konten
Mesin pencari yang handal
Forum diskusi yang dimoderasi untuk pemecahan masalah
Sistem manajemen dokumen
Grup e-mail intra jaringan yang dimoderasi
19
3.5 National Computing & Information
Resources Center
48 lembaga pemerintah disatukan menjadi Information Resources
Administration Center
Pengenalan
 Pembangunan National Computing and Information Resources
Administration (NCIRA) Center dibangun sebagai sistem backup
nasional untuk sumber daya informasi, meliputi sistem informasi
dan SDM yang dulunya dioperasikan dan dikelola oleh lembaga
pemerintah yang berbeda-beda (Gambar 19). Proyek ini bertujuan
untuk menawarkan penggunaan sumber daya bersama untuk
meningkatkan efisiensi, dan pada saat yang sama bertindak
sebagai sistem backup jika terjadi kegagalan sistem.
 Center 1 (Pusat 1) dan Center 2 (Pusat 2) beroperasi sebagai
sebuah sistem informasi terintegrasi bagi 48 lembaga pemerintah.
Center yang pertama dibangun pada Oktober 2005 di Daejeon;
menampung sistem informasi dari 24 lembaga pemerintah,
termasuk MOGAHA.
 Yang kedua diselesaikan pada bulan Juli 2007 di Gwangju; yang
menampung sistem informasi dari 24 lembaga lainnya.
20
National Computing & Information Resources
Center
21
National Computing & Information Resources
Center
Kehandalan kelas dunia melalui manajemen sistem terintegrasi.
 Keamanan dan stabilitas operasi e-government dijamin dengan manajemen
sistem kelas dunia dan layanan operasi profesional berstandar.
Pengelolaan operasi terstandarisasi
 Pengoperasian sistem ditingkatkan dengan pemeriksaan berkala untuk
mencegah kegagalan.
 Staf profesional tersedia untuk bertindak sesegera mungkin saat terjadi
kerusakan sistem. Sebagai tambahan, keamanan didukung dengan
pengujian hacking berkala, pemeriksaan kerawanan, dan operasi tim
manajemen krisis.
Layanan tanpa interupsi
 Kesinambungan telah dijamin melalui kesuksesan transfer diantara sistemsistem besar, seperti sistem clearance kepabeanan elektronik, sistem
permohonan masyarakat elektronik, dan sistem pendataan penduduk,
tanpa interupsi dalam pelayanannya.
22
Layanan umum e-Government
 Layanan umum e-government adalah sumber daya informasi yang dapat
digunakan bersama diantara lembaga pemerintah sesuai dengan kategori
bisnis dan sistemnya.
 Yang termasuk dalam layanan umum meliputi sistem administrasi bisnis
umum seperti SDM, akuntansi, logistik dan keuangan, piranti lunak sistem
(sistem operasi, sistem manajemen basisdata) dan perangkat keras (serv
er dan peralatan jaringan).
Pada tahun 2004, Komite Presiden untuk Inovasi dan Desentralisasi Pemerintah
di Repubik Korea mengajukan 15 layanan umum (lihat Tabel 7).
23
National Computing & Information Resources
Center
<Figure> Common Service Concept
24
National Computing & Information Resources
Center
Layanan ini telah dipasang di masing-masing lembaga pemerintah sejak
November 2005, dan saat ini beroperasi di 18 sistem di 11 lembaga berbeda.
Seperti terlihat pada Tabel, layanan yang diprioritaskan sebagai berikut:
P roposed S ervice
Field
Citizen S erv ice
S hared S ervice
Finance/Accounting
Business P rocess
Citizen S ervice Information
Citizen Document Issuance
Citizen Application Forms
e-P ayment
User Directory (LDAP )
User Identification (P KI)
Integrated Authentication (S S O )
Mobile (S MS )
W eb-service Register (UDDI)
W eb Call Center
e-Learning
Government Directory
Electronic Notification/P ay ment, Electronic Fund Transfer
Information Disclosure
P rioritization
Prioritas Layanan Umum e-Government di Republik Korea
25
O rganization
MO GAHA
MIC
-
Sistem Informasi Pendidikan dan e-Learning
Di tahun 2002, setiap guru diberikan sebuah PC untuk digunakan di sekolah
dan satu PC dialokasikan untuk tiap delapan siswa. Peralatan untuk
peningkatan fasilitas sekolah dan LAN sekolah berbasis web juga diberikan
untuk sekolah di seluruh negara yang mencapai 10.064 sekolah (222.146
ruang kelas).
Efisiensi pertukaran informasi antar lembaga terkait tidak banyak
berkembang akibat tidak adanya standar umum operasi administratif.
Diperlukan penyatuan dan pengintegrasian sumber daya informatisasi yang
saat ini tidak konsisten diantara berbagai institusi dan unit fungsional
pendidikan.
Tujuan dari informatisasi pendidikan mencakup: a) pembangunan fondasi
untuk meningkatkan efisiensi administratif; b) memfasilitasi pertukaran
informasi melalui jaringan informasi yang menghubungkan sekolahsekolah, kantor-kantor pendidikan di metropolitan dan provinsi, dan
Kementerian Pendidikan dan Sumber Daya Manusia; dan c) memperbaiki
layanan administratif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sistem Informasi Pendidikan dan e-Learning
Jaringan informasi nasional yang menghubungkan sekolah-sekolah,
kantor-kantor pendidikan di metropolitan dan provinsi, dan
Kementerian Pendidikan dan Sumber Daya Manusia.
27
Sistem Informasi Pendidikan dan e-Learning
 Sistem Manajemen Informasi Sekolah Komprehensif diperkenalkan
pada tahun 1997 untuk mengurangi pekerjaan administrasi rutin
para guru dan pengelola sekolah.
 Yaitu dengan membangun sistem operasi administratif dan
akademik yang efisien dan terintegrasi.
 Sistem Manajemen Informasi Sekolah Komprehensif terdiri dari
empat subsistem: sistem pendukung kegiatan akademis, sistem
sirkulasi informasi pendidikan, sistem dukungan manajemen
sekolah, dan sistem informasi pendidikan terintegrasi.
 Dewan sekolah di kantor kota dan provinsi bertanggung jawab untuk
membangun dan mengoperasikan EDI dan sistem
keuangan/anggaran mereka masing-masing.
Sistem Informasi Pendidikan dan e-Learning
Hasil
 Di tahun pertama yaitu tahun 1997, Sistem Manajemen Informasi Sekolah
Komprehensif telah diimplementasikan di 168 sekolah. Di tahun 1998,
4.251 sekolah menengah telah memiliki sistem ini. Pada Desember 2001,
sisetm ini telah diimplementasikan di 1.346 sekolah dasar dan menengah
(termasuk 23 sekolah menengah negeri) dan 8.500 sekolah. Saat ini,
sistem EDI telah digunakan di 99.9 persen dari 1.614 kantor pendidikan
kota dan provinsi.
 Dengan selesainya Sistem Informasi Administrasi Pendidikan Nasional,
waktu proses diharapkan berkurang hingga 20-50 persen dan volume
dokumen kertas diharapkan berkurang hingga 30%. Guru diharapkan dapat
berkonsentrasi pada pengajaran tanpa terganggu oleh pekerjaan
administratif dan produktivitas operasional mereka diharapkan meningkat
lebih dari 25%. Bagi para orang tua, penerbitan transkrip; sertifikat
pendaftaran atau kelulusan dari berbagai sekolah di dalam negeri akan
menjadi lebih mudah. Masyarakat umum juga akan dapat mengakses
catatan sekolah mereka melalui Internet, yang akan berperan sebagai titik
interaksi antara sekolah dan rumah.
Sistem Informasi Pendidikan dan e-Learning
LAN Sekolah dan Penggunaan TIK-Akses Internet dalam Pendidikan
Mencakup pembangunan LAN sekolah dan penyediaan akses Internet ke 10.000
sekolah di seluruh negara untuk memajukan penggunaan TIK di sekolah dasar dan
menengah sesudah adanya sistem informasi pendidikan nasional.
Rencana Komprehensif Penggunaan TIK untuk Sekolah Dasar dan Menengah
(1997-2002) membuka jalan untuk metode pembelajaran yang lebih inovatif dan
menarik dengan memanfaatkan informasi pendidikan multimedia di Internet untuk
menciptakan sumber daya manusia yang kreatif.
Pembangunan LAN untuk SD, SMP, dan SMU di seluruh negara diselesaikan pada
tahun 2000.
Pembangunan laboratorium komputer di sekolah dasar dan menengah telah
menciptakan sebuah lingkungan belajar dimana siswa dapat mengembangkan
kemampuan belajar mandiri.
Sistem Informasi Pendidikan dan e-Learning
niss
Edunet
Research Information Service System
Home
Internet
Internet
PSTN
PSTN
. Educational administrative agencies
. Other educational agencies
. Teacher training centers
School equipped with LAN and Internet access
Admin affairs
. Faculty rooms
& admin offices
. Labs
31
ICT use in Education
. Computer labs
Teaching & learning
. General classrooms
e-Learning di Korea (Studi Kasus)
 Pada tahun 2006, pengeluaran e-learning bagi institusi pendidikan formal,
pemerintah dan instansi publik, bisnis. dan individu telah meningkat sebesar
11.1% berjumlah 1,6133 triliun Korea Won dari yang tadinya 1,4525 triliun
Korea Won di tahun 2005.
 Rincian dari peningkatan kebutuhan per sektor menunjukkan bahwa
pertumbuhan tertinggi adalah di instansi publik dan pemerintah yaitu
sebesar 45,7%, diikuti oleh institusi pendidikan formal sebesar 42,3%.
(unit: 1 juta KRW, %)
2004
Pengeluaran e-Learning
2005
2006
Tingkat Kenaikan dari
Tahun Sebelumnya
Institusi Pendidikan Formal
13,243
18,424
26,220
42.3
Pemerintah dan Instansi Publik
83,105
94,418
137,574
45.7
Bisnis
527,291
668,169
752,286
12.6
Individu
668,996
671,509
697,227
3.8
Total
1,292,635
1,452,520
1,613,307
11.1
Sektor
Sumber: Korea Institute for e-Commerce, 'Status Survey on e-Learning Industry', Januari 2007.
Nilai Pasar e-Learning
Sistem Informasi Pendidikan dan e-Learning:
Visi Pembelajaran Seumur Hidup
1) Pembangunan Lingkungan Pembelajaran Online
Pembangunan Sistem Pembelajaran Online, yang dapat diakses kapan saja, dimana saja dan
oleh siapa saja.
Melalui berbagai metode seperti PC dan TV digital, pemerintah berencana untuk mendorong
‘pembelajaran online di rumah’ yang akan memungkinkan pertukaran materi pembelajaran
digital antara rumah dan sekolah.
Diversifikasi metode pendidikan dengan memanfaatkan multimedia untuk meningkatkan kualitas
pendidikan umum dan Pengembangan konten digital untuk tujuan pendidikan dalam rangka
mengembangkan lingkungan pembelajaran online.
Pemerintah akan membangun lingkungan multimedia untuk memfasilitasi kegiatan belajar
dengan mengembangkan piranti lunak pendidikan dan digitalisasi buku teks.
2) Memperluas kesempatan untuk pembelajaran online seumur hidup
Universitas cyber yang dapat memberikan kredit mata kuliah tanpa batasan waktu dan ruang.
Pemerintah akan membuat sistem pengumpulan kredit yang lebih efektif dengan memberikan
kredit resmi untuk program pelatihan kerja dan pembelajaran jarak jauh.
Menyediakan ‘sistem pembelajaran setiap hari’ bagi pejabat pemerintah melalui program
pendidikan online dan pembangunan ‘jaringan belajar sosial’ untuk memperluas kesempatan
belajar bagi mereka yang tidak punya akses ke informasi. Untuk memajukan dan mendukung
kesempatan belajar seumur hidup bagi seluruh masyarakat, pemerintah akan membangun
jaringan pembelajaran nasional, yang mencakup sekolah dasar dan menengah, institusi
swasta, pusat pendidikan seumur hidup lokal, dan sistem informasi lapangan kerja.
Aplikasi Manajemen Bencana
 Sistem manajemen keadaan darurat nasional yang efisien
diperlukan untuk meminimalkan dampak dari bencana alam dan
buatan.
 Oleh karenanya, pemerintah menunjuk National Emergency
Management Agency (NEMA) sebagai lembaga yang bertanggung
jawab untuk penanganan bencana, berfokus kepada manajemen
bencana yang berorientasi pencegahan, ketimbang rekonstruksi
dan kompensasi.
34
Aplikasi Manajemen Bencana (Lanjutan)
 Kegunaan National Disaster Management System (NDMS) adalah untuk mendukung
secara sistematis upaya pencegahan, persiapan, kesiagaan, dan pemulihan bencana
 Sistem pemantauan bencana dibangun untuk 10 lembaga pemerintah, termasuk
didalamnya Departemen Kehutanan dan Pertanian, dan Departemen Kelautan dan
Perikanan.
 Jaringan manajemen bencana lintas pemerintah untuk memperkuat kemitraan di
antara 71 lembaga, didirikan pada tahun 2006
 Ketika proyek u-Safe Korea selesai sekitar tahun 2010, diharapkan tingkat kematian
dari bencana akan berkurang hingga 11,1 orang per 1 juta, yang berarti pengurangan
sebesar 33 persen dari yang sekarang yaitu 16,5 orang per 1 juta.
 Kehilangan properti rata-rata per tahunnya juga diharapkan turun hingga 8,2 persen,
menghasilkan penghematan lebih dari USD 35 miliar dari kerusakan mulai tahun
2010 hingga 2014.
35
TERIMA KASIH
Download