MODUL KE-4 JENIS-JENIS INVESTASI SAHAM (PEMBELIAN

advertisement
1
MODUL KE-4
Materi Kuliah
:
Investasi
dalam
Saham
–
Akuntansi
&
Pelaporan Investor
Referensi
: Beams et. all, Ch.2
Dosen Pengasuh
: M. Arief effendi,SE,MSi,Ak,QIA
STOCK INVESTMENT – INVESTMENT & INVESTOR REPORTING
(INVESTASI DALAM SAHAM – INVESTASI & LAPORAN INVESTOR)
(Bagian Kedua)
JENIS-JENIS INVESTASI SAHAM (PEMBELIAN SAHAM)
A. Pembelian secara Langsung
1. Parent
Company
(PC)
membeli
saham
langsung
pada
Subsidiary Company (SC).
Ø
PC membeli saham SC langsung pada SC, mengakibatkan
bertambahnya saham yang beredar (Outstanding stock) milik
SC.
Ø
Apabila PC membeli saham SC yang beredar melalui Pasar Modal /
melalui Pemegang Saham lainnya, tidak mengakibatkan adanya
penambahan / pengurangan saham yang beredar milik SC.
Ø
Pembelian saham secara langsung pada SC :
v Pembelian saham SC yang belum beredar (dalam rangka emisi
saham baru).
v Pembelian saham treasury (Treasury Stock) milik SC.
· Pembelian lebih dari 1 (satu) jenis saham.
1
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
M. Arief Effendi,SE,MSi,Ak,QIA
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
2
Ø
Apabila SC memiliki saham lebih dari 1 (satu) jenis, misalnya 2
(dua) jenis saham, maka PC dapat membeli kedua jenis saham SC
tersebut.
Ø
Pemilikan kedua jenis saham tersebut, akan mempengaruhi
perhitungan dalam hak pemilikan masing-masing jenis saham
dalam Neraca Konsolidasi.
Ø
Adanya pemilikan saham tersebut, PC harus mengungkapkan
(disclousure)informasi tentang tiap jenis saham yang dimilikinya
dalam Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi (PSAK No. 21,
Paragraf 36).
Ø
Jenis saham SC terdiri dari Saham Utama/Preferen/Prioritas
(Preferred Stock) dan saham Biasa (Common Stock).
Ø
Saham Utama memiliki hak-hak prioritas dalam pembayaran
deviden / kekayaan perusahaan yang mengeluarkannya dan hak
prioritas tersebut harus diperhitungkan terlebih dahulu, sebelum
memperhitungkan hak pemegang saham biasa.
Ø
4 (empat) sifat saham utama :
v Saham Utama Kumulasi Berpartisipasi (SUKB).
v Saham Utama Kumulasi Tidak Berpartisipasi (SUKTB).
v Saham Utama Tidak Kumulasi Berpartisipasi (SUTKB).
v Saham Utama Tidak Kumulasi Tidak Berpartisipasi (SUTKTB).
Ø
Adanya keempat saham utama tersebut, Laba Rugi dari SC akan
diakui oleh PC dengan dialokasikan kepada saham utama sesuai
dengan sifatnya dan juga kepada saham biasa.
2
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
M. Arief Effendi,SE,MSi,Ak,QIA
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
3
2. Kepemilikan Tidak Langsung (Indirect Ownership)
a. Father Son Grandson
· Pemilikan tidak langsung yang membentuk hubungan IndukAnak-Cucu.
· Misal, Perusahaan P memiliki saham (direct interest) 90 % di
Perusahaan Q, Perusahaan Q memiliki saham (direct interest) 80
% di Perusahaan R, maka Perusahaan P memiliki saham tidak
langsung (Indirect interest) di Perusahaan R sebesar 90 % X 80
% = 72 % (Lihat gambar A).
b. Connecting Afiliates
Misal, Perusahaan P memiliki saham (direct interest) 90 % di
Perusahaan
Q,
dan
kombinasi
direct
& indirect interest di
Perusahaan R, maka Perusahaan P memiliki saham tidak langsung
(Indirect interest) di Perusahaan R sebesar (70 % + (90% X 20%) =
88 % (Lihat gambar B).
c. Indirect Ownership – Several Level.
Perusahaan P memiliki saham (direct interest) 90 % di Perusahaan
Q, Perusahaan Q memiliki saham (direct interest) 70 % di
Perusahaan R, , Perusahaan R memiliki saham (direct interest) 70 %
di Perusahaan S, maka Perusahaan P memiliki saham tidak langsung
(Indirect interest) di Perusahaan S sebesar ( 90 % X 70 % X 70 %
= 41,18 % (Lihat gambar C).
3
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
M. Arief Effendi,SE,MSi,Ak,QIA
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
4
Gambar A
Gambar B
Gambar C
P
P
P
90%
90 %
90 %
70 %
Q
R
Q
80 %
Q
70%
R
20 %
R
70%
S
3. Saling pemilikan Saham
a. Accounting Research Bulletin (ARB) No 51 Paragraf 13 :
· Saham milik Induk Perusahaan yang dimiliki oleh Anak Perusahaan
tidak boleh diperlakukan sebagai saham yang beredar di dalam
Neraca Konsolidasi.
· Dalam Neraca Konsolidasi : saham Induk Perusahaan terlebih dahulu
harus dikurangi dengan sejumlah saham yang dikuasai Anak
Peusahaan sebelum disusun Neraca Konsolidasi.
4
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
M. Arief Effendi,SE,MSi,Ak,QIA
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
5
b. Metode Akuntansi :
1) Metode Trasury Stock
· Memperlakukan saham Induk perusahaan yang dimiliki oleh
Anak perusahaan dianggap saham yang dimiliki kembali (saham
treasury).
· Anak Perusahaan dibawah pengendalian Induk Perusahaan dan
antara Induk Perusahaan & Anak Perusahaan merupakan satu
afiliasi (keluarga). Jika Anak Perusahaan memiliki saham Induk
Perusahaan pada hakekatnya saham tersebut dibeli oleh
keluarga sendiri.
· Penyajian saham Induk Perusahaan dalam Neraca Konsolidasi
harus dikurangkan terlebih dahulu dengan jumlah saham yang
dikuasai oleh Anak Perusahaan.
2). Metode Reciprocal (Convensional)
· Pengakuan laba Induk Perusahaan dengan menggunakan
persamaan matematis.
· Dalam metode reciprocal, antara Induk Perusahaan & Anak
Perusahaan memiliki hubungan timbal balik.
· Untuk mengetahui laba Induk Perusahaan harus mengetahui
laba Anak Perusahaan dan untuk menghitung laba Anak
Perusahaan harus diketahui lebih dahulu laba Induk Perusahaan,
sehingga ketergantungan antara Induk Perusahaan & Anak
Perusahaan sangat erat.
5
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
M. Arief Effendi,SE,MSi,Ak,QIA
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
6
· Saham Induk Perusahaan yang dibeli Anak Perusahaan langsung
mengurangi saham yang beredar.
· Jika terdapat transaksi pembelian saham Induk Perusahaan oleh
Anak Perusahaan, Induk Perusahaan harus membuat jurnal
penarikan (Retirement) sahamnya yang sudah beredar.
· Dalam
Neraca
Konsolidasi
saham
yang
beredar
Induk
Perusahaan sudah tidak termasuk saham yang dimiliki oleh Anak
Perusahaan, sehingga saham Induk Perusahaan yang dimiliki
oleh Anak Perusahaan harus tidak namoak dalam Neraca
Konsolidasi.
· Terdapat dua metode : Equity Method & Cost Method.
B. Pembelian ditengah tahunan
Ø PC dapat membeli saham SC pada pertengahan tahun, bukan
awal atau akhir periode.
Ø Struktur modal SC yang dipakai sebagai dasar adalah struktur
modal pada saat pembelian saham (transaksi) tersebut terjadi,
bukan pada awal periode.
Ø Besarnya modal SC pada saat pembelian saham tersebut =
modal pada awal periode disesuaikan dengan Laba / Rugi sejak
awal periode s.d. pembelian saham tersebut terjadi.
URAIAN
·
Pengakua
n bagian
atas laba
SC.
COST METHOD
EQUITY METHOD
§ PC mengakui bagian
atas laba SC sejak
pembelian terjadi
(bukan untuk satu
·
PC tidak perlu
mengakui bagian atas
laba SC.
6
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
M. Arief Effendi,SE,MSi,Ak,QIA
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
7
Ø Laporan
Laba / Rugi
Konsolidasi
periode penuh).
·
Retained Earning (R/E)
yang dieliminasi
adalah R/E pada saat
investasi / pembelian
tersebut terjadi.
v Laporan Laba / Rugi
Konsolidasi
menyajikan
pendapatan & biaya
untuk satu periode
penuh.
§
Pendapatan & biaya
disajikan dalam
Laporan Laba / Rugi
Konsolidasi untuk satu
periode penuh
v Laba yang diperoleh
sebelum terjadi
pembelian disajikan
dalam Laporan Laba /
Rugi Konsolidasi
sebagai pengurang
(Laba / Rugi sebelum
pembelian).
C.
Pembelian Investasi secara bertahap
· Investasi yang dimiliki oleh PC dapat berasal dari beberapa
kali pembelian.
· Suara mayoritas (majority interest) dapat diperoleh pada saat
pembelian pertama, atau pada pembelian berikutnya.
· Kewajiban menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi baru
dimulai setelah PC mempunyai suara mayoritas.
v
Nilai Buku (Book Value) modal saham SC dan selisih
antara Nilai Buku dengan harga perolehan (Cost) dihitung
untuk masing-masing lot.
· Pembelian secara bertahap :
7
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
M. Arief Effendi,SE,MSi,Ak,QIA
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
8
TAHAP
Sebelum
memiliki suara
mayoritas
EQUITY METHOD
§
§
§
§
Pada saat /
periode
memperoleh
suara
mayoritas.
o
o
Investor belum dapat disebut PC
& Investee belum dapat disebut
SC.
Investasi dicatat dengan Cost
Method.
Investor hanya mengakui laba
Investee setelah pembagian
dividen.
Investor belum perlu menyusun
Laporan Keuangan Konsolidasi.
·
Saat terjadi pembelian tambahan
investasi yang berakibat
tercapainya suara mayoritas,
hubungan antara investor &
investee berubah menjadi
hubungan antara PC & SC.
Pencatatan : sebesar harga
perolehan investasi.
q
Saat terjadi pembelian tambahan
investasi yang berakibat
tercapainya suara mayoritas,
hubungan antara investor &
investeeberubah menjadi
hubungan antara PC & SC.
q
Pencatatan : sebesar harga
perolehan investasi.
Investasi saham – SC
Kas
o
·
·
·
xxx
xxx
Investasi saham – SC
Jika terdapat kenaikan hak atas
SC yang belum dicatat, maka
dicatat sebesar kenaikan hak
tersebut yaitu prosentase
pemilikan sebelum terjadinya
suara mayoritas dikalikan
Retained Earning SC.
Investasi saham – SC
Retained Earning
Selama
pemilikan
setelah
memperoleh
suara
mayoritas.
COST METHOD
Investor belum dapat disebut PC
& Investee belum dapat disebut
SC.
Investor hanya mencatat
pembelian investasi dan
penerimaan dividen dari
investee.
Investor belum perlu menyusun
Laporan Keuangan Konsolidasi.
Pencatatan = equity method.
xxx
Kas
xxx
xxx
xxx
v Pencatatan selanjutnya selama
pemilikan investasi tidak ada
perbedaan dengan pencatatan
investasi yang diperoleh dari satu
kali (1 X) pembelian.
§
Pencatatan selanjutnya selama
pemilikan investasi tidak ada
perbedaan dengan pencatatan
investasi yang diperoleh dari satu
kali (1 X) pembelian.
D. Pembelian Investasi
Laba / Rugi penjualan investasi.
8
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
M. Arief Effendi,SE,MSi,Ak,QIA
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
9
o Selama pemilikan, investor dapat menjual sebagian dari
investasi yang dimiliki.
Pencatatan :
Kas
xxx
Investasi Saham SC
xxx
o Apabila harga jual (Cost) berbeda dengan Nilai Buku (Book
Value) selisihnya diakui sebagai Laba / Rugi.
9
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB
M. Arief Effendi,SE,MSi,Ak,QIA
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 2
Download