kecenderungan global dan dampaknya pada proses

advertisement
KECENDERUNGAN GLOBAL DAN
DAMPAKNYA PADA PROSES
RESTRUKTURISASI DAN PRIVATISASI
SEKTOR INFOKOM/IT DI ERA OTONOMI
DAERAH DI INDONESIA
Oleh: Jonathan Parapak
1. Kecenderungan global
a. Hampir semua negara sudah menerapkan
deregulasi dan privatisasi menyeluruh sektor
infokom.
b. Perkembangan teknologi infokom seperti
internet, satelit, selular, serat optik sangat
berperan dalam mendorong deregulasi dan
privatisasi.
c. Pasar dan masyarakat semakin menuntut
layanan berkualitas dengan akses global,
pilihan layanan dengan harga terjangkau
yang kompetitif, kemudahan akses dengan
berbagai media, dan peran dan partisipasi
dalam penyelenggaraan yang semakin
besar dan luas.
1. Kecenderungan global
d.
e.
Para pemimpin dunia, ECOSOG/PBB, G8,
Worldbank menegaskan peran strategis
infokom untuk pembangunan bangsa,
transformasi ekonomi, pengentasan
kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Kemajuan teknologi infokom, telah mendorong
terwujudnya dunia baru, globalisasi, era digital,
era new networked economy.
2. Mengapa deregulasi dan privatisasi?
a. Era monopoli, telah meletakkan dasar-dasar
pemanfaatan teknologi infokom, pada tahapan
perintisan yang secara bisnis belum cukup
berkembang. Public utility service berkembang
melalui “natural monopoly”.
b. Dalam era monopoli “peranan pemerintah” sangat
penting dan kuat, untuk menjaga agar
kepentingan masyarakat tetap diperhatikan.
c. Maraknya ekonomi pasar, globalisasi telah
menyoroti sistem monopoli yang tidak efisien,
kurang berfokus pada customer/pelanggan,
lamban berinovasi dan mengembangkan
teknologi baru dll.
d. Berkembangnya teknologi baru seperti selular,
internet yang membuka arena dan jasa baru.
2. Mengapa deregulasi….
e.
f.
g.
h.
Maraknya tuntutan masyarakat/pasar untuk
layanan yang lebih baik, teknologi lebih
canggih dan pilihan yang lebih variatif.
Perubahan pardigma penyelenggaraan dari
public utility menjadi service commodity yang
sangat kompetitif.
Berkembangnya kemampuan masyarakat baik
teknologi, keuangan maupun manajemen untuk
sektor infokom.
Pesatnya perkembangan pasar infokom karena
maraknya pemanfaatannya dalam berbagai
aspek kehidupan.
3. Untuk siapa dan untuk apa deregulasi
dan privatisasi
a. Deregulasi dan privatisasi utamanya harus
diarahkan bagi kepentingan masyarakat, dalam
arti layanan yang lebih baik, akses yang lebih
mudah dan murah, pilihan yang variatif, inovasi
yang berkembang.
b. Untuk mendorong sektor ekonomi dan sektor
lainnya seperti yang ditekankan ECOSOG dan
G8.
c. Untuk meningkatkan efisiensi ekonomi,
pemerintahan dan kegiatan lainnya.
3. Untuk siapa dan untuk apa….
d. Untuk memberi kesempatan yang seluasluasnya bagi masyarakat ikut serta dalam
penyelenggaraan.
e. Untuk meningkatkan pendapatan negara
melalui pajak dll.
f. Untuk mendorong inovasi dan kreativitas
dalam mengembangkan teknologi, bisnis
dan layanan.
4. Proses deregulasi dan privatisasi
di Indonesia
a. Indonesia termasuk yang paling mula
mengadakan deregulasi sektor
telekomunikasi dengan PN/Perum/
PT Telkom dari tahun 60-an, termasuk
hadirnya Indosat tahun 1967.
b. Indonesia termasuk yang pertama
mengadakan deregulasi/privatisasi dengan
UU No. 3/1989 tentang telekomunikasi (jasa
dasar dan non dasar).
c. Indonesia juga termasuk yang pertama
melakukan privatisasi BUMN-Indosat 1994
dan Telkom 1995.
4. Proses deregulasi…
d. UU No. 36/1999 tentang telekomunikasi
merupakan langkah maju deregulasi,
privatisasi dan liberalisasi, disusul dengan
percepatan pengakhiran monopoli PT
Telkom (2003) dan Duo-Poli Indosat (2002),
dan membuka seluruh sektor bagi
partisipasi swasta.
e. Inpres No. 6/2001 tentang Telematika
merupakan dorongan politik untuk
mempercepat pembangunan infokom bagi
kepentingan Bangsa dan masyarakat.
5. Masalah-masalah yang menghambat
dan mempengaruhi deregulasi dan
privatisasi sektor Infokom di Indonesia
a. Krisis multidimensional yang berkepanjangan,
tidak mendukung investasi di sektor infokom.
b. Ketidakpastian kebijakan, regulasi dan peraturan
yang menyangkut sektor infokom, misalnya
kepastian pentarifan, proses perijinan, dll.
c. Lingkungan kompetisi yang tidak/belum sehat
dengan dominasi incumbent/pelaku lama dan
besar seperti Telkom dan Indosat, yang juga
bergerak di jasa internet, VOIP, berkompetisi
dengan pelaku kecil dan baru.
5. Masalah-masalah yang menghambat…
d. Penguatan institusi regulasi, termasuk
dibentuknya Badan Regulasi Mandiri belum
bisa menjadi kenyataan.
e. Sulitnya mendapat modal investasi, dengan
modal bisnis yang mampu mengembalikan
modal dalam waktu yang wajar.
f. Masih banyaknya daerah yang belum atau
baru sedikit sekali mendapat layanan
infokom.
6. Deregulasi, Privatisasi dan Otonomi Daerah
a. Kebijakan Monopoli, KSO, ternyata belum bisa
menjawab kebutuhan banyak daerah di Indonesia.
b. Deregulasi dan Privatisasi tidak mendorong
penyelenggara berinvestasi di daerah oleh karena
potensi pasar yang terbatas.
c. Selama ini, kebijakan yang ditempuh adalah subsidisilang intern perusahaan untuk membangun sektor
infokom di daerah, ternyata tidak jalan.
d. Daerah-daerah perlu mengambil prakarsa untuk
menuntut dikembangkannya layanan infokom di
daerahnya dan bila perlu ikut merintis dikembangkannya
berbagai inisiatif daerah bekerja sama dengan swasta.
e. Daerah otonom, baiknya merumuskan berbagai insentif,
daya tarik dan bila perlu subsidi terbatas.
Download