BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 TINJAUAN PUSTAKA 2.1.1 Pengertian

advertisement
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 TINJAUAN PUSTAKA
2.1.1 Pengertian Profitabilitas
Profitabilitas merupakan suatu ukuran dari keberhasilan suatu
perusahaan dengan melihat efisiesi dari penggunaan modalnya. Jadi
perhitungan
profitabilitas
dimaksudkan
untuk
mengetahui
sampai
seberapa jauh manajemen perusahaan mengendalikan usaha secara
efisien. Adapun manfaat profitabilitas yaitu : mengetahui besarnya tingkat
laba yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode, mengetahui posisi
laba perusahaan tahun sebelumnya dan tahun sekarang, mengetahui
perkembangan laba dari tahun ke tahun, mengetahui besarnya laba bersih
sesudah pajak dengan modal sendiri dan mengetahui jumlah produktivitas
dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman
maupun modal sendiri. Ada beberapa pengukuran terhadap profitabilitas
perusahaan, dimana pengukuran dihubungkan dengan volume penjualan,
total aktiva dan modal secara keseluruhan. Dari sudut pandang calon
investor, indikator penting untuk menilai prospek perusahaan di masa
yang akan datang adalah dari pertumbuhan profitabilitas perusahaan.
(repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/955/ISI.pdf?sequence=1)
Menurut Riyanto (2001), cara untuk menilai profitabilitas suatu
perusahaan adalah bermacam-macam dan tergantung pada laba dan
aktiva atau modal mana yang akan diperbandingkan satu dengan yang
lainnya. Mengenai cara-cara yang akan digunakan untuk menilai
profiitabilitas itu, tergantung dari kebijaksanaan perusahaan yang
bersangkutan. Profitabilitas adalah rasio mengukur efektivitas manajemen
secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh besar kecilnya keuntungan
yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan dan invvestasi,
profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan kesuksesan perusahaan
dan kemampuan menggunakan aktivanya secara produktif dengan
demikian
profitabilitas
suatu
perusahaan
dapat
diketahui
dengan
membandingkan antara laba yang diperoleh suatu periode dengan jumlah
aktiva atau jumlah modal perusahaan (Munawir : 2002).
Berdasarkan definisi dari dua para ahli di atas mengenai
profitabilitas, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja perusahaan yang
diukur melalui profitabilitas memiliki hubungan terhadap nilai perusahaan
melalui indikator harga saham dan struktur modal dengan besarnya
komposisi utang yang dinilai setiap periode.
Menurut Harahap dan Marini kelebihan dari rasio profitabilitas
dibanding rasio keuangan lainnya adalah :
a. Analisis rasio lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.
b. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi laporan
keuangan yang rinci dan rumit.
c. Dapat memberikan informasi tentang posisi perusahaan ditengah
industry lain.
d. Lebih mudah untuk melihat perkembangan secara periodik atau
time series.
e. Lebih mudah melihat trend peusahaan dan melakukan prediksi di
masa mendatang.
Sedangkan kelemahan dari rasio ini adalah :
a. Hasil analisis tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus
diperbandingkan
dengan
rasio
perusahaan
sejenis
yang
mempunyai tingkat risiko yang hampir sama serta diadakan
analisis kecenderungan dari setiap rasio tahun sebelumnya.
b. Dalam kondisi inflasi, rasio tidak dapat menunjukkan keadaan
yang sesungguhnya dan tidak dapat diperbandingkan dengan
keadaan tahun sebelumnya.
2.1.2 Return On Equity
Rasio ini menggunakan hubungan antara keuntungan setelah pajak
dengan modal sendiri yang digunakan perusahaan. Yang dianggap modal
sendiri adalah saham biasa, agio saham, laba ditahan, saham preferen,
dan cadangan-cadangan lain.
Dalam buku Manajemen Keuangan Perusahaan Dan Konsep
Aplikasi, Syamsudin (2001), manyatakan bahwa:
“ ROE merupakan suatu pengukuran dari suatu penghasilan
(income) yang tersedia bagi pemegang saham biasa maupun
pemegang saham preferen atas modal yang mereka investasikan
didalam perusahaan, secara umum, semakin tinggi/return
penghasilan yang diperoleh, maka akan semakin baik kedudukan
perusahaan”.
Pertimbangan masukan variable ROE, adalah karena profitabilitas
perusahaan memberikan informasi kepada pihak luar mengenai efektivitas
operasional perusahaan. ROE diasumsikan sebagai ekspektasi investor
atas
dana
yang
ditanamkan
pada
perusahaan.
Semakin
besar
profitabilitas perusahaan, maka investor akan tertarik membeli atau
mencari saham tersebut karena berharap dikemudian hari akan
mendapatkan pengembalian yang besar atas penyertaannya. Hal ini
memungkinkan
naiknya
harga
penawaran
saham-saham
saat
diperdagangkan yang disebabkan permintaan akan saham tersebut
meningkat. Perolehan laba cukup tinggi atau rasio ROE berkisar antara
5% sampai dengan 12,5%. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut (SE BI
No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004) :
𝑅𝑂𝐸 =
πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π‘ π‘’π‘‘π‘’π‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜
× 100%
π‘…π‘Žπ‘‘π‘Ž − π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž π‘’π‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘ 
Tujuan perhitungan Return On Equity (ROE) menurut Machfoedz
(2000)
adalah
untuk
melihat
progres
dari
operasi
perusahaan,
menentukan harga saham, dan menentukan besarnya dividen yang akan
dibagikan. Selanjutnya Syamsudin (2004) mengatakan bahwa pada
umumnya para pemegang saham tertarik dengan Return On Equity (ROE)
yang besar karena hal tersebut merupakan salah satu indikator
keberhasilan perusahaan. Tingkat ROE memiliki hubungan yang positif
dengan harga saham, sehingga semakin besar ROE semakin besar pula
harga saham karena besarnya ROE memberikan indikasi bahwa
pengembalian yang akan diterima investor akan tinggi sehingga investor
akan tertarik untuk membeli saham tersebut dan hal itu menyebabkan
harga pasar saham cenderung naik (Husnan, 2002).
Dari sudut pandang investor ROE merupakan salah satu indikator
penting untuk menilai prospek perusahaan di masa mendatang. Dengan
mengetahui tingkat ROE, investor dapat menilai prospek perusahaan di
masa
mendatang
dan
juga
melihat
sejauh
mana
pertumbuhan
profitabilitas perusahaan. Indikator ROE sangat penting diperhatikan untuk
mengetahui sejauh mana investasi yang akan dilakukan investor di suatu
perusahaan mampu memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang
diharapkan investor. Selain itu, besarnya ROE mencerminkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi pemegang
saham.
(digilib.uin-suka.ac.id/2525/1/BAB%20I.V,%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf)
Menurut Chrisna (2011) kenaikan Return On Equity biasanya diikuti
oleh kenaikan harga saham perusahaan tersebut. Semakin tinggi ROE
berarti semakin baik kinerja perusahaan dalam mengelola modalnya untuk
menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham.
2.1.3 Saham
Salah satu jenis investasi yang cukup menarik masyarakat adalah
investasi dalam bentuk saham. Saham bagi investor karena berbagai
alasan, bagi beberapa investor, membeli saham merupakan cara untuk
capital gain dengan relative cepat. Hal tersebut sesuai dengan tujuan
investasi yaitu mendapatkan keuntungan atau profit dari dana yang
ditanamkan pada suatu perusahaan.Suatu perusahaan dapat menjual hak
kepemilikannya dalam bentuk saham (stock). Jika perusahaan hanya
mengeluarkan satu kelas saham saja, saham ini disebut dengan saham
biasa (common stock). Untuk menarik investor potensial lainnya, suatu
perusahaan mungkin juga mengeluarkan kelas lain dari saham, yaitu yang
disebut dengan saham preferen (preferred stock) (Jogiyanto : 2009).
1. Saham Preferen
Saham preferen mempunyai sifat gabungan antara obligasi dan saham
biasa. Seperti bond yang membayarkan bunga atas pinjaman, saham
preferen juga memberikan hasil yang tetap berupa dividen preferen juga
memberikan hasil yang tetap berupa dividen preferen. Seperti saham
biasa, dalam hal likuidasi, klaim pemegang saham preferen di bawah
klaim pemegang obligasi (bond). Dibandingkan dengan saham biasa,
saham preferen mempunyai beberapa hak, yaitu hakatas dividen tetap
dan hak pembayaran terlebih dahulu jika terjadi likuidasi (Jogiyanto :
2009).
2. Saham Biasa
Saham biasa adalah bentuk komponen modal jangka panjang yang
ditanamkan oleh investor, dengan memiliki saham ini maka mereka
membeli prospek dan siap menanggung segala risiko sebesar dana yang
ditanamkan. Jika perusahaan mendapatkan keuntungan maka pada akhir
tahun pembukuan, pemegang saham biasa akan mendapatkan dividen.
Tetapi jika perusahaan tersebut tidak mendapatkan keuntungan atau
mengalami kerugian, maka pemegang saham tidak akan mendapatkan
dividen, dan mengenai hal ini ada ketentuan hukumnya yaitu bahwa suatu
perusahaan yang menderita kerugian, selama kerugian itu belum dapat
ditutup, maka selama itu perusahaan tidak diperbolehkan membayar
dividen (Jogiyanto : 2009).
Adapun pengertian saham menurut Siamat (2004) yaitu : “Saham
atau stock adalah surat bukti atau tanda kepemilikan bagian modal pada
suatu perseroan terbatas”.
Saham dapat didefinisikan sebagai tanda
penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu
perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal, maka
pihak tersebut memiliki klaim (hak tagih) atas pendapatan perusahaan,
klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) (www.idx.co.id). Selain itu menurut (Riyanto,
2001) saham adalah surat bukti atau kepemilikan bagian modal suatu
perusahaan. Saham adalah salah satu sumber dana yang diperoleh
perusahaan yang berasal dari pemilik modal dengan konsekuensi
perusahaan harus membayar dividen.
2.1.4 Harga Saham
Harga saham adalah harga pasar yang tercatat setiap hari pada
waktu penutupan (closing price) dari suatu saham. Harga saham yang
terjadi di pasar modal selalu berfluktuasi dari waktu ke waktu. Fluktuasi
harga dari suatu saham tersebut akan ditentukan antara kekuatan
penawaran dan permintaan. Jika jumlah penawaran lebih besar dari
jumlah permintaan, pada umumnya kurs harga saham akan turun.
Sebaliknya jika jumlah permintaan lebih besar dari jumlah penawaran
terhadap suatu efek, maka harga saham cenderung akan naik. Kekuatan
pasar dapat juga dilihat darii data mengenai sisa beli dan sisa jual. Faktorfaktor yang mempengaruhi fluktuasi harga saham dapat berasal dari
internal dan eksternal peruusahaan. Faktor internalnya adalah kinerja
perusahaan, arus kas perusahaan, dividen, laba perusahaan, penjualan
dan perubahan dalam perilaku investasi misalnya merubah investasinya
dari saham menjadi obligasi., sedangkan faktor ekternalnya adalah tingkat
suku bunga, laju inflasi, kebijakan pemerintah dan kondisi perekonomian.
Hal-hal penting yang merupakan faktor makro atau pasar yang dapat
menyebabkan fluktuasi harga saham adalah tingkat inflasi dan suku
bunga.
(repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20571/4/Chapter II.pdf)
Untuk mengukur nilai saham dapat dilakukan dengan analisis
fundamental dan analisis teknikal (Keown et al : 2001). Analisis
fundamental ditunjukan kepada faktor-faktor yang pada umumnya berada
di luar pasar modal, yang dapat mempengaruhi harga saham di masamasa mendatang. Hal-hal yang termasuk dalam analisis fundamental
antara lain adalah analisis ekonomi dan industri, penilaian perusahaan
secara individu baik dengan
menggunakan variabel penelitian seperti
dividend maupun pendapatan. Analisis ekonomi adalah analisis yang perlu
dilakukan investor dalam penentuan keputusan investasinya, analisis ini
perlu dilakukan karena cenderung adanya hubungan yang kuat antara apa
yang terjadi pada lingkungan makro dan kinerja suatu pasar modal.
Sedangkan analisis industri perlu dilakukan investor karena analisis
tersebut dapat membantu investor dalam mengidentifikasikan peluangpeluang investasi dalam industri yang mempunyai karakteristik risiko dan
return yang menguntungkan investor dan memilih industri yang memiliki
prospek yang menguntungkan.
Analisis fundamental, mencoba memperkirakan harga saham dimasa
mendatang melalui dua cara (Husnan : 1998), yakni : pertama melakukan
estimasi nilai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham
di waktu mendatang, dan kedua menerapkan hubungan faktor-faktor
tersebut sehingga diperoleh taksiran harga saham. Karena itu untuk
melakukan evaluasi dan proyeksi terhadap harga saham, diperlukan
informasi tentang kinerja fundamental keuangan perusahaan (Pujiyanto :
2002).
Analisis teknikal menggunakan data pasar yang dipublikasikan
yaitu harga saham dengan mengamati perubahan harganya di waktu yang
lalu. Analisis teknikal menyatakan bahwa harga saham mencerminkan
informasi yang
relevan,
dan
informasi tersebut
ditunjukkan
oleh
perubahan harga di waktu yang lalu, karenanya perubahan harga saham
akan mempeunyai pola tertentu dan pola tersebut akan berulang (Tandelin
: 2001).Menurut (Natarsyah : 2000) faktor fundamental seperti Return On
Equity berpengaruh terhadap harga saham perusahaan. Semakin tinggi
nilai ROE menunjukkan semakin tinggi laba bersih dari perusahaan yang
bersangkutan.
Jadi dapat disimpulkan dengan analisis fundamental dan analisis
teknikal bahwa perubahan harga saham dapat diamati setiap saat dan hal
ini tentunya akan mempengaruhi kinerja perusahaan, apabila kinerja
perusahaan baik maka nilai usaha akan tinggi. Dengan nilai usaha yang
tinggi membuat para investor melirik perusahaan tersebut untuk
menanamkan modalnya sehingga akan terjadi kenaikan harga saham dan
sebaliknya apabila terdapat berita buruk mengenai kinerja perusahaann
akan menyebabkan penurunan harga saham pada perusahaan tersebut.
2.1.5 Hubungan Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham
Return On Equity (ROE) adalah rasio untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba bersih yang dikaitkan dengan
ekuitas modal sendiri. Bagi perusahaan pada umumnya masalah
rentabilitas adalah lebih penting dari pada masalah laba, karena laba yang
besar saja belumlah merupakan ukuran bahwa perusahaan itu telah
bekerja dengan efisien. Return On Equity diperoleh dari Net Income after
tax dibagi equity. Hasil pembagian ini pada umumnya dinyatakan dalam
persen. Semakin tinggi rasio ini menandakan kinerja perusahaan semakin
baik dan efisien, nilai equity perusahaan akan meningkat dengan
peningkatan rasio Return On Equity (ROE) kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba bersih yang dikaitkan dengan pembayaran
dividen semakin meningkat dan akan terjadi kecenderungan naiknya
harga saham (Riyanto : 2000).
Selain itu menurut Harahap (2007) Return On Equity digunakan
untuk mengukur besarnya pengembalian terhadap investasi para
pemegang saham. Tingkat ROE memiliki tingkat hubungan yang positif
dengan harga saham, sehingga semakin besar ROE semakin besar pula
harga saham karena besarnya ROE memberikan indikasi bahwa
pengembalian yang akan diterima investor akan tinggi sehingga investor
akan tertarik untuk membeli saham tersebut dan hal itu akan
menyebabkan harga pasar saham cenderung naik.
Return On Equity (ROE) yang tinggi mencerminkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang tinggi pula bagi
pemegang saham. Semakin mampu perusahaan memberikan keuntungan
bagi pemegang saham, maka saham tersebut diinginkan untuk dibeli,
dengan demikian maka Return On Equity (ROE) akan mempengaruhi
perubahan harga saham (Ang, 1997). Sedangkan menurut Widodo (2007)
Return On Equity (ROE) yang tinggi mencerminkan tingkat keefisien
perusahaan dalam menggunakan modal sendiri untuk menghasilkan
keuntungan yang tinggi bagi perusahaan itu sendiri dan juga bagi
pemegang
saham.
Perusahaan
yang
semakin
efisien
dalam
menggunakan modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan akan
memberikan harapan naiknya return sahamnya, semakin mampu
perusahaan memberikan keuntungan bagi pemegang saham maka saham
tersebut diinginkan untuk dibeli.
Besar kecilnya ROE perusahaan menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menggunakan ekuitasnya dengan efektif dan efisien.
Sehingga
hal
tersebut
dapat
menimbulkan
kepercayaan
investor
selanjutnya perusahaan akan dapat memberikan pendapatan yang besar
melalui
deviden
kemampuan
yang
perusahaan
diberikan.
dalam
Dimana
mengelola
investor
modal
dapat
sendiri
melihat
untuk
menghasilkan laba bersih sehingga harga saham cenderung meningkat
(Tandelilin,2001).
2.2 Penelitian Terdahulu
Penelitian Yang dilakukan oleh Puji Astuti (2002) dengan judul
“Analisis variabel-variabel yang mempengaruhi harga pasar saham
perusahaan perbankan di BEJ”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana EPS, ROE, NPM, ROA, LDR, CR, CAR3, IRR terhadap Harga
Saham, dengan menggunakan metode penelitian regresi berganda maka
dapat diketahui bahwa secara individual variabel EPS, ROE, LDR
mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap harga saham.
Sedangkan variabel NPM, CR, CAR3, IRR tidak mempunyai pengaruh
yang signifikan terhadap harga saham.mempunyai pengaruh terhadap
harga saham PT.
Harjum Muharam (2002) melakukan penelitian dengan judul
“Analisis pengaruh informasi fundamental terhadap harga saham studi
kasus pada seratus emiten terbaik di bej tahun 2002 versi majalah
investor”. Variabel independen yang digunakan terdiri dari SG, NOM,
ROE, ATO dan MV. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui
apakah ada pengaruh informasi fundamental terhadap harga saham
peneliti menggunakan analisis Regresi Berganda dengan Ordinary Least
Square (OLS). Hasil perhitungan analisis diketahui bahwa terdapat
hubungan positif dan signifikan antara variabel NOM, ATO, MV dengan
harga saham,sedangkan variabel SG dan ROE tidak berpengaruh
signifikan terhadap harga saham.
Zulkarnain S. Ali (2013) melakukan penelitian dengan judul : “Pengaruh
Return On Equity Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan PT. HM.
Sampoerna, Tbk, dengan menggunakan metode penelitian regresi linier
sederhana, korelasi sederhana, dan uji t, maka dapat diketahui bahwa
profitabilitas (ROE) mempunyai pengaruh terhadap harga saham PT. HM.
Sampoerna, Tbk. Jika profitabilitas meningkat maka harga saham pun
akan meningkat.
Tabel 2.1
Ringkasan Hasil Penelitian Terdahulu
No
Judul/Peneliti
1.
Analisis variabel-
EPS, ROE,
Regresi
Secara
variabel yang
NPM, ROA,
Berganda
variabel
mempengaruhi
LDR, CR,
LDR
harga pasar saham
CAR3, IRR dan
pengaruh
perusahaan
harga saham
signifikan dan positif
Variabel yang
diteliti
Hasil
Metode/alat
analisis
perbankan di BEJ
terhadap
Puji Astuti (2002)
saham.
individual
EPS,
ROE,
mempunyai
yang
harga
Sedangkan
variabel
NPM,
CAR3,
IRR
CR,
tidak
mempunyai pengaruh
yang
terhadap
signifikan
harga
saham.
2.
Analisis
pengaruh SG, NOM, ROE, Regresi
Terdapat
hubungan
informasi
ATO, MV, dan Berganda
positif dan signifikan
fundamental
harga saham
antara variabel NOM,
dengan
terhadap
harga
Ordinary
ATO,
saham studi kasus
Least Square harga
pada
(OLS)
seratus
MV
sedangkan
dengan
saham
variabel
emiten terbaik di bej
SG dan ROE tidak
tahun
versi
berpengaruh signifikan
majalah
investor
terhadap harga saham
Harjum
Muharam
2002
(2002)
3.
Pengaruh return on ROE
dengan
equity
terhadap harga saham
harga saham pada
perusahaan PT.HM.
Sampoerna,Tbk
Zul Karnain S. Ali
(2013)
Sumber : Data Olahan
Regresi
sederhana,
Statistical
Product
Service
Solution
(SPSS).
2.3 Kerangka Pemikiran Teoritis dan Rumusan Hipotesis
2.3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis
Harga saham selalu mengalami perubahan setiap harinya bahkan
setiap detik. Oleh karena itu, investor harus mampu memperhatikan
faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham. Harga suatu saham dapat
ditentukan menurut hukum permintaan dan penawaran (kekuatan tawarmenawar)
www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/economy/2009/Artikel_20205630.
pdf
Perkembangan harga saham selain dipengaruhi faktor makro
ekonomi yang berada diluar perusahaan seperti tingkat suku bunga,
tingkat inflasi, sedangkan faktor mikro merupakan faktor yang berada
dalam perusahaan itu sendiri, antara lain ditunjukan oleh rasio keuangan
perusahaan seperti laba operasi setelah pajak dengan modal sendiri
(Return On Equity) (Samsul, 2006).
Tingkat ROE memiliki hubungan yang positif dengan harga saham,
sehingga semakin besar ROE semakin besar pula harga saham karena
besarnya ROE memberikan indikasi bahwa pengembalian yang akan
diterima investor akan tinggi sehingga investor akan tertarik untuk
membeli saham tersebut dan hal itu menyebabkan harga pasar saham
cenderung naik (Husnan, 2002).
Berdasarkan penjelasan fenomena dan teori di atas maka dapat
dilihat secara ringkas dalam skema kerangka pemikiran di bawah ini :
Return On Equity (ROE) kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba bersih yang dikaitkan dengan pembayaran dividen semakin meningkat dan
akan terjadi kecenderungan naiknya harga saham (Riyanto:2009)
Harga saham menurut Jogiyanto( 2000 ), adalah :“Harga saham yang
terjadi dipasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan
ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan dipasar
modal.
Dasar Teori
Penelitian Tedahulu
Return On Equity (ROE)yang
tinggi
mencerminkan
perusahaan
keuntugan
kemampuan
dalam
yang
menghasilkan
tinggi
pula
bagi
pemegang saham. Semakin mampu
perusahaan memberikan keuntungan
bagi pemegang saham, maka saham
tersebut
diinginkan
untuk
dibeli,
dengan demikian maka Return On
Equity (ROE) akan mempengaruhi
perubahan harga saham (Ang : 1997)
Penelitian Yang dilakukan oleh Puji Astuti
(2002) dengan judul “Analisis variabel-variabel
yang mempengaruhi harga pasar saham
perusahaan perbankan di BEJ”. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana EPS,
ROE, NPM, ROA, LDR, CR, CAR3, IRR
terhadap Harga Saham, dengan menggunakan
metode penelitian regresi berganda maka dapat
diketahui bahwa secara individual variabel EPS,
ROE, LDR mempunyai pengaruh yang signifikan
dan positif terhadap harga saham. Sedangkan
variabel NPM, CR, CAR3, IRR tidak mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap harga
saham.mempunyai pengaruh terhadap harga
saham perusahaan perbankan di BEJ
Harga Saham
1.
2.
3.
4.
5.
Laba setelah pajak (Return On Equity/ROE)
Tingkat Bunga
Jumlah Kas Deviden yang Diberikan
Jumlah laba yang didapat perusahaan
Tingkat Resiko dan Pengembalian
Gambar 1.1. Kerangka pemikiran
2.3.2 Rumusan Hipotesis
Sugiyono (2011) mengemukakan bahwa hipotesis adalah sebagai
suatu
jawaban
yang
bersifat
sementara
terhadap
permasalahan
penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Hipotesis ini
merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang
kebenarannya masih harus diuji secara empiris. Suatu hipotesis yang
dikemukakan nantinya bukanlah suatu jawaban yang benar secara
mutlak, tetapi dipakai sebagai jalan untuk mengatasi permasalahan yang
ada, dan masih harus dibuktikan kebenarannya.
Berdasarkan penjelasan kerangka pemikiran di atas, dimana
terdapat dua macam variabel yang mendukung dalam penelitian ini, yaitu
Return On Equity sebagai variabel independen (X) dan harga saham
sebagai variabel dependen (Y). Maka peneliti mengambil suatu hiposesis,
yaitu : “Hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga Terdapat Pengaruh
Return
On
Equity
PT.HM.Sampoerna,Tbk”
Terhadap
Harga
Saham
Perusahaan
Download