Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Dengan Kecemasan

advertisement
Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Dan Kecemasan Menghadapi Proses
Persalinan Pada Pasien Rumah Sakit Bersalin di Jakarta
Sustiaty
Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma
ABSTRAK
Bagi sebagian besar wanita, melahirkan merupakan anugerah dan harapan yang
besar. Banyak hal – hal yang berkaitan dengan kehamilan, selain yang berkaitan
dengan fisik, juga berkaitan dengan perasaan atau emosi para calon ibu. Hal –
hal yang mempengaruhi perasaan para calon ibu diantaranya perasaan cemas
atau kecemasan menghadapi proses persalinan. Kecemasan yang berlebihan
dapat menghambat proses persalinan yang berlangsung. Dengan pemanfaatan
pelayanan persalinan dengan tenaga medis professional dan berkualitas penting
untuk menjamin proses persalinan dapat berjalan dengan lancar sehingga dapat
mengurangi perasaan cemas yang dihadapi pada saat proses persalinan
berlangsung.
Kata kunci : Kualitas Pelayanan, Kecemasan Menghadapi Proses Persalinan,
Pasien Rumah Sakit Bersalin
PENDAHULUAN
Kehamilan bagi seorang wanita bukan hanya membutuhkan perhatian saja,
tetapi juga terhindar dari gangguan kesehatan serta hambatan dalam menuju
proses persalinan. Keberadaan tenaga kesehatan, seperti dokter atau bidan yang
berpengetahuan luas, sikap luwes serta komunikatif menjadi salah satu faktor
utama pula bagi para ibu hamil untuk memperoleh pelayanan persalinan yang
aman dan nyaman (Moordiningsih dan Kasuma, 2004).
Proses persalinan atau kelahiran cenderung memicu kecemasan, baik
untuk kelahiran yang pertama kali ataupun yang kesekian kali. Umumnya seorang
wanita yang akan melahirkan akan mengalami proses rasa sakit atau rasa nyeri.
Jika wanita yang akan melahirkan tidak dapat menahan rasa nyeri dan dibiarkan,
hal yang dicemaskan adalah konsentrasi calon ibu menghadapi atau selama proses
persalinan terganggu. Hal ini sangat berbahaya bagi calon ibu ataupun bayinya.
Kondisi tersebut karena keadaan yang pernah atau baru akan terjadi dan sering
menyebabkan seorang wanita yang akan melahirkan merasa ketakutan, khawatir
dan cemas menjalaninya (Bramantyo, 2003).
Menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia pada tahun 1994
(dalam Moordiningsih dan Kasuma, 2004) menyebutkan bahwa angka kematian
maternal di Indonesia mencapai 390 per 100.000 kelahiran hidup. Hal ini
disebabkan oleh tiga fase keterlembatan, yaitu keterlambatan memutuskan untuk
mencari pertolongan, keterlambatan sampai ketempat pelayanan kesehatan dan
kurangnya fasilitas perawatan kebidanan darurat dan tenaga ahli.
Kecemasan yang berlebihan juga dapat menghambat proses persalinan
yang berlangsung, namun mengetahui secara pasti langkah – langkah persalinan,
kecemasan tersebut dapat mereda. Dengan pemanfaatan pelayanan persalinan
dengan tenaga medis profesional sangat penting untuk menjamin proses
persalinan berjalan dengan lancar. Sikap dan tindakan yang diberikan dokter atau
bidan dalam pelayanan yang meliputi kemampuan dalam memahami kebutuhan
dan keinginan para ibu hamil, kemampuan memberikan informasi yang tepat,
pemberian tindakan sesuai prosedur, kerja sama dalam pengambilan keputusan
yang akurat serta tidak terlambat memberikan layanan pasca-persalinan akan
membuahkan hasil optimal yang dapat memuaskan semua elemen yang terkait.
Hubungan antara tenaga medis dengan pasien dapat menjadi hubungan
pertolongan yang berkualitas jika didalamnya terdapat komponen – komponen
kualitas pelayanan yang diberikan dengan maksimal. Pelayanan – pelayanan yang
diberikan pada pasien dapat bervariasi dan kemungkinan akan dapat mengurangi
kecemasan yang dialami oleh pasien dalam menghadapi proses persalinan.
Perhatian yang diberikan dalam setiap situasi merupakan sebuah cara yang positif
untuk menyampaikan kehangatan pada pasien. Kehangatan tersebut akan
dirasakan oleh pasien atau ibu hamil jika mereka hadir pada saat membutuhkan
pertolongan. Hal ini akan menimbulkan rasa aman yang dapat mengurangi
kecemasan, ketakutan dan kekhawatiran yang diperlukan para ibu hamil dalam
menghadapi proses persalinan.
Berdasarkan kerangka berfikir diatas, maka peneliti tertarik mengangkat
masalah tersebut, yaitu ingin menguji secara empiris mengenai hubungan antara
kualitas pelayanan dan kecemasan menghadapi proses persalinan pada pasien
rumah sakit bersalin di Jakarta.
Tujuan Penelitian
Melalui penelitian ini dimaksudkan untuk menguji secara empiris
mengenai hubungan antara kualitas pelayanan dan kecemasan menghadapi proses
persalinan pada pasien rumah sakit bersalin di Jakarta.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memiliki 2 manfaat, yakni :
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini, terlihat bahwa adanya hubungan yang signifikan antara
kualitas pelayanan dan kecemasan menghadapi proses persalinan pada pasien
rumah sakit bersalin. Dengan demikian hasil penelitian ini memperkuat teori
psikologi yang menyatakan bahwa kualitas pelayanan adalah salah satu faktor
eksternal yang mempengaruhi kecemasan menghadapi proses persalinan.
Sehingga diharapkan dapat memberikan tambahan informasi yang telah teruji
secara ilmiah bagi penelitian selanjutnya yaitu mengenai hubungan antara
kualitas pelayanan dan kecemasan menghadapi proses persalinan pada pasien
rumah sakit bersalin.
2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini, terlihat bahwa adanya hubungan yang signifikan antara
kualitas pelayanan dan kecemasan menghadapi proses persalinan pada pasien
rumah sakit bersalin. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberi masukan dan informasi kepada para tenaga medis atau rumah sakit
bersalin tentang pentingnya kualitas pelayanan untuk mengurangi kecemasan
pasien, dan sebagai informasi untuk membantu mengoptimalkan hubungan
antara para tenaga medis dengan para pasien agar dapat membuahkan hasil
optimal yang dapat memuaskan semua elemen yang terkait. Dan juga dapat
memberi masukan serta informasi kepada para pasien rumah sakit bersalin
tentang pentingnya mengetahui secara pasti langkah – langkah persalinan dan
pentingnya mendapatkan pemanfaatan pelayanan persalinan (kualitas
persalinan) dari rumah sakit bersalin yang berkualitas untuk mengurangi
kecemasan menghadapi proses persalinan.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Kecemasan
Kecemasan dalam penelitian ini adalah respon emosi umum terhadap stres
dan emosi negatif yang ditandai dengan perasaan ketakutan dan kekhawatiran
yang mendalam dan berkelanjutan terhadap suatu ancaman, terutama kejadian
yang secara emosional melibatkan dirinya serta kejadian yang belum diketahui
hasil akhirnya.
Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kecemasan
Menurut Atkinson (1993), faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan
dibagi menjadi dua, yaitu :
a) Faktor internal
b) Faktor eksternal
Gejala – gejala Kecemasan
Sue (1986) berpendapat bahwa manifestasi kecemasan pada individu
memiliki 4 (empat) cara, yaitu :
a) Gejala kognitif (pikiran individu)
b) Gejala motorik (rekasi fisik individu)
c) Gejala somatik (reaksi biologis individu)
d) Gejala afektif (perasaan individu)
Pengertian Persalinan
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan urin)
yang dapat hidup ke dunia (luar kandungan) dari rahim melalui jalan lahir atau
jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan yang dilakukan oleh tubuh wanita.
Faktor – faktor yang Mempengaruhi Persalinan
Faktor – faktor yang berperan dalam persalinan (Achsin, 2003) adalah :
1) Kekuatan mendorong janin keluar (power).
2) Faktor janin (passenger).
3) Faktor jalan lahir (passage).
4) Psikis sang ibu.
5) Penolong (tenaga medis).
Kecemasan Menghadapi Proses Persalinan
Kecemasan menghadapi proses persalinan adalah respon emosi umum
terhadap stres dan emosi negatif yang ditandai dengan perasaan ketakutan dan
kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan terhadap suatu proses
pengeluaran hasil konsepsi (janin dan urin) yang dapat hidup ke dunia (luar
kandungan) dari rahim melalui jalan lahir atau jalan lain, dengan bantuan atau
tanpa bantuan yang dilakukan oleh tubuh wanita.
Pengertian Kualitas Pelayanan
Kualitas pelayanan adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan
pengendalian atas keunggulan untuk memenuhi keinginan pelanggan dimana
adanya discrepancy (ketidaksesuaian / adanya perbedaan) antara pelayanan yang
diharapkan (melalui persepsi konsumen) dan pelayanan yang dirasakan.
Komponen Kualitas Pelayanan
Untuk menilai suatu kualitas pelayanan, Parasuraman, dkk (dalam Irawan,
2004) menyatakan terdapat lima komponen kualitas pelayanan yang terdiri dari :
a. Tangible merupakan komponen pertama dari kualitas pelayanan. Karena
suatu pelayanan tidak dapat diraba, tidak dapat dicium,
b. Reliability, yaitu komponen yang mengukur kehandalan dari rumah sakit
dalam memberikan pelayanan kepada pasiennya.
c. Responsiveness, yaitu kesediaan untuk membantu pelanggan dan
memberikan pelayanan yang tepat (kepedulian dan bertanggung jawab).
d. Assurance, yaitu komponen kualitas yang berhubungan dengan
kemampuan rumah sakit dan perilaku karyawan dalam menanamkan rasa
percaya dan keyakinan kepada para pelanggannya.
e. Empathy, yaitu perhatian dan layanan pribadi yang diberikan rumah sakit
kepada pelanggannya.
Faktor – faktor yang Berpengaruh pada Kualitas Pelayanan
Lovelock (dalam Zeitham, 1990) menyatakan bahwa terdapat beberapa
faktor yang berpengaruh terhadap kualitas pelayanan, terdiri dari :
a. Presence of obsence of intermediares
b. High contact vs low contact
c. Institusional vs individual purchase
d. Durational service delivery process
e.
f.
g.
h.
Capacity constrained service
Frequency of use repurchase
Level of complecity
Degrees of risk
METODE PENELITIAN
Identifikasi Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini , menggunakan variabel penelitian yang terdiri atas :
1. Variabel prediktor : Kualitas pelayanan.
2. Variabel kriterium : Kecemasan menghadapi proses persalinan .
Definisi Operasional Variabel Penelitian
Definisi operasional dalam penelitian ini adalah :
1. Kualitas pelayanan adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan
pengendalian atas keunggulan untuk memenuhi pelanggan dimana
mengeliminir adanya discrepancy (ketidaksesuaian / adanya perbedaan) antara
pelayanan yang diharapkan (melalui persepsi konsumen) dan pelayanan yang
dirasakan.
2. Kecemasan menghadapi proses persalinan adalah respon emosi umum
terhadap stres dan emosi negatif yang ditandai dengan perasaan ketakutan dan
kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan terhadap suatu proses
pengeluaran hasil konsepsi (janin dan urin) yang dapat hidup ke dunia (luar
kandungan) dari rahim melalui jalan lahir atau jalan lain, dengan bantuan atau
tanpa bantuan yang dilakukan oleh tubuuh wanita.
Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah perempuan yang akan melahirkan anak
ke 1, 2, dan 3, yang usianya berkisar antara 21 – 40 tahun dan merupakan pasien
rawat inap di kelas 1, 2 dan 3 di beberapa rumah sakit bersalin di Jakarta. Sampel
penelitian diambil berdasarkan urutan kelahiran dan kelas tempat perawatan.
Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan metode sampling purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan
pertimbangan tertentu (Sugiono, 2002).
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini
dengan menggunakan kuesioner pada subjek penelitian. Skala yang digunakan
adalah Skala Kualitas Pelayanan dan Skala Kecemasan Menghadapi Proses
Persalinan.
1. Skala Kualitas Pelayanan
Skala kualitas pelayanan yang didasarkan pada komponen kualitas pelayanan
yang dikemukakan oleh Parasuraman, dkk (dalam Irawan, 2004) yaitu
tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy.
2. Skala Kecemasan Menghadapi Proses Persalinan
Skala kecemasan menghadapi proses persalinan didasarkan pada gejala –
gejala kecemasan yang dikemukakan oleh Sue (1986) yang terdiri dari gejala
kognitif (pikiran individu), gejala motorik (reaksi fisik individu), gejala
somatik (reaksi biologis individu) dan gejala afektif (perasaan individu).
Validitas dan Reliabilitas Pengumpulan Data
Agar skala yang digunakan dapat menjalankan fungsinya dengan baik,
harus mampu memberikan informasi yang dapat dipercaya dan memenuhi kriteria
tertentu. Diantaranya adalah validitas dan reliabilitas.
a. Validitas
Validitas sebuah tes menyangkut apa yang diukur tes dan seberapa baik tes itu
bisa mengukur (Anastasi & Urbina, 2003). Uji validitas dalam penelitian ini
akan dilakukan dengan cara konsistensi internal, yaitu dengan cara
mengkorelasikan skor setiap item dengan total skor item, dan menggunakan
teknik analisis korelasi Product Moment dari Karl Pearson.
b. Reliabilitas
Reliabilitas merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang
sama pada kesempatan yang berbeda, atau dengan perangkat butir – butir
ekuivalen (equivalent items) yang berbeda, atau dibawah kondisi pengujian yang
berbeda. Sedangkan reliabilitas alat ukur dalam penelitian ini diuji dengan
menggunakan Alpha Cronbach.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang akan digunakan adalah korelasi Product Moment
dari Karl Pearson, yaitu untuk menguji hubungan antara kualitas pelayanan
sebagai variabel prediktor (X) dengan kecemasan menghadapi proses persalinan
pada pasien rumah sakit bersalin sebagai variabel kriterium (Y).
PERSIAPAN,
PELAKSANAAN,
PEMBAHASAN
HASIL
PENELITIAN
DAN
Persiapan Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti mempersiapkan alat ukur yang akan
digunakan. Adapun persiapan tersebut meliputi penyusunan skala kualitas
pelayanan dan skala kecemasan menghadapi proses persalinan.
Penyusunan skala kualitas pelayanan mengacu pada komponen kualitas
pelayanan yang dikemukakan oleh Parasuraman (dalam Irawan, 2004). Pada skala
ini dipersiapkan 31 item pernyataan yang akan dipakai terdiri dari 16 item
favorable dan 15 item unfavorable. Sedangkan penyusunan skala kecemasan
menghadapi proses persalinan mengacu pada gejala – gejala kecemasan yang
dikemukakan oleh Sue (1986). Pada skala ini dipersiapkan 39 item pernyataan
yang terdiri dari 21 item favorable dan 18 item unfavorable.
Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini menggunakan sistem try out terpakai, yaitu data yang
diperoleh dengan sekali try out dalam penyebaran skala dan sekaligus juga
digunakan sebagai data dalam penelitian. Hal ini dilakukan karena keterbatasan
tenaga dan waktu penelitian. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 12 Juni – 3
Agustus 2007. Angket disebarkan kepada subjek yang akan melahirkan di sebuah
Rumah Sakit Bersalin serta berusia 21 – 40 tahun. Pengambilan data ini,
dilakukan terhadap ibu – ibu yang akan melahirkan di beberapa Rumah Sakit
Bersalin di Jakarta Pusat.
Dalam penelitian ini, peneliti menyebar sekitar 50 angket dan yang
terkumpul kembali 43 angket, namun 4 angket tidak terisi semua, serta 2 angket
yang memiliki lembaran pernyataan yang rangkap, sehingga jumlah yang
digunakan adalah 37 angket.
Secara umum pelaksanaan penelitian ini cukup berjalan lancar walaupun
terdapat beberapa kendala yang ditemui saat pelaksanaan. Kendala tersebut adalah
sulitnya mendapatkan izin untuk menyebar angket dari Rumah Sakit. Hal ini
dikarenakan peraturan administrasi Rumah Sakit untuk meminta surat pengantar
dari pihak direksi Rumah sakit. Kendala lainnya adalah sulitnya meminta subjek
penelitian untuk mengisi angket dari penelitian, karena subjek penelitian ini
adalah ibu – ibu yang akan melahirkan. Dalam pengambilan data ini peneliti
ditemani oleh tiga orang teman.
Hasil Penelitian
Deskripsi Subjek Penelitian
Deskripsi subjek dilakukan dengan membagi subjek yang berjumlah 37
orang wanita hamil menjadi beberapa kelompok berdasarkan usia, kelahiran anak
ke berapa dan dirawat di kelas berapa. Pembagian kelompok ini dibagi – bagi lagi
berdasarkan sub – sub bagiannya. Pada deskripsi subjek beRdasarkan usia dibagi
menjadi subjek yang berusia 21 – 30 tahun dan 31 – 40 tahun. Deskripsi subjek
berdasarkan kelahiran anak ke berapa dibagi menjadi anak pertama, kedua dan
ketiga. Sementara deskripsi berdasarkan dirawat di kelas berapa dibagi menjadi
kelas 1, 2 dan 3.
Dari tabel di bawah ini menunjukkan bahwa jumlah subjek penelitian
yang berusia 20 – 30 tahun lebih banyak daripada usia 31 – 40 tahun. Jumlah
subjek yang melahirkan anak ketiga lebih banyak dari jumlah subjek yang
melahirkan anak pertama dan kedua. Sedangkan jumlah subjek yang dirawat di
kelas 3 lebih banyak dari jumlah subjek yang dirawat di kelas 1 dan 2. untuk
keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada tabel berikut ini :
No.
1.
2.
3.
Deskripsi Subjek Penelitian
Penggolongan
Jumlah
20 – 30 tahun
22
31 – 40 tahun
15
Kelahiran anak ke
1
3
2
13
3
21
Dirawat di kelas
1
6
2
13
3
18
Identitas
Usia
Persentasi
59,46%
40,54 %
8,1%
35,1 %
56,8%
16,2 %
35,2 %
48,6 %
Uji Validitas dan Reliabilitas Skala
Pengujian validitas dan reliabilitas skala kualitas pelayanan dan skala
kecemasan menghadapi proses persalinan menggunakan uji validitas dengan
teknik Product Moment dari Karl Person dan uji reliabilitas dengan teknik Alpha
Cronbach.
Dari hasil uji coba 31 item skala kualitas pelayanan yang diujicobakan
terdapat 11 item yang dinyatakan gugur. Item yang valid berjumlah 20 item
dengan koefisien validitas bergerak antara 0,335 – 0,779. Sedangkan hasil uji
reliabilitas menghasilkan koofesien reliabilitas sebesar 0,884.
Adapun pada skala kecemasan menghadapi proses persalinan diperoleh
hasil bahwa dari 39 item yang diujicobakan terdapat 16 item yang dinyatakan
gugur. Item yang valid berjumlah 23 item dengan koefisien validitas bergerak
antara 0,331 – 0,710. Sedangkan hasil uji reliabilitas menghasilkan koefisien
reliabilitas sebesar 0,809.
Uji Asumsi
Uji Normalitas
Dari hasil uji normalitas menggunakan one sample Kolmogorov –
Simirnov pada skala kualitas pelayanan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001
(p < 0,05). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa distribusi skor kualitas
pelayanan pada subjek penelitian adalah tidak normal. Sedangkan pada skala
kecemasan menghadapi proses persalinan diperoleh nilai signifikansi sebesar
0,200 (p > 0,05). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa distribusi skor
kecemasan menghadapi proses persalinan pada subjek penelitian adalah normal.
Uji Linearitas
Dari hasil pengujian diperoleh nilai F sebesar 4,978 dengan signifikansi
0,032 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan adanya hubungan linear antara variabel
kualitas pelayanan dengan variabel kecemasan menghadapi proses persalinan.
Hasil Analisis data
Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dengan mengunakan
teknik korelasi Pearson (2 tailed), diketahui nilai r yang diperoleh sebesar -0,353
dengan signifikansi 0,032 (p < 0,05). Dari hasil tersebut, maka dapat dikatakan
bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kualitas pelayanan
dengan kecemasan menghadapi proses persalinan pada pasien rumah sakit
bersalin. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara
kualitas pelayanan dengan kecemasan menghadapi proses persalinan diterima.
Koefisien korelasi yang negatif menunjukkan arah korelasi kedua variabel adalah
negatif. Hal ini berarti, apabila kualitas pelayanan tinggi maka akan menurunkan
tingkat kecemasan menghadapi proses persalinan. Namun sebaliknya, apabila
kualitas pelayanan rendah maka kecemasan menghadapi proses persalinan akan
meningkat.
Pembahasan
Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan berarah negatif
yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan kecemasan menghadapi proses
persalinan pada pasien rumah sakit bersalin. Hal ini sesuai dengan pendapat J.
Finch (dalam Rachmawati, 2004) dukungan emosional yang diberikan oleh
pelayanan kesehatan ibu hamil menjadi hal utama yang paling penting. Hal ini
dikarenakan dukungan yang penuh kasih mengurangi kecemasan yang dirasakan
oleh ibu hamil, dengan mendapatkan dukungan emosional para ibu hamil akan
merasa aman dan nyaman sehingga mengurangi kecemasan yang dirasakan dalam
menghadapi proses persalinan.
Dari hasil penelitian, juga diketahui perbandingan mean empirik dan
mean hipotetik variabel kualitas pelayanan dan variabel kecemasan menghadapi
proses persalinan, seperti yang dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Perbandingan Mean Empirik dan Mean Hipotetik
Skala
Total
Subjek
Total
Item
Mean
Empirik
Mean
Hipotetik
Standar
Deviasi
Kualitas Pelayanan
37
20
63,45
50
10
Kecemasan Menghadapi
Proses Persalinan
37
23
50,86
57,5
11.5
Standar deviasi (SD) hipotetik yang diperoleh untuk kualitas pelayanan
adalah sebesar 63,45. untuk menentukan kategori subjek apakah rendah, rata –
rata ataupun tinggi, ditetapkan perhitungannya sebagai berikut :
X – 2 SD = 55 – (2 x 11) = 30
X – 1 SD = 55 – (1 x 11) = 40
X + 1 SD = 55 + (1 x 11) = 60
X + 2 SD = 55 + (2 x 11) = 70
Kurve Distribusi Normal Skala Kualitas Pelayanan
ME = 63,45
-2SD
30
-1SD
40
X
50
+1SD
60
+2SD
70
Sangat rendah Rendah Rata – rata / Sedang Tinggi Sangat tinggi
Standar deviasi (SD) hipotetik yang diperoleh untuk kecemasan menghadapi
proses persalinan adalah sebesar 50,86. Untuk menentukan kategori subjek apakah
rendah, rata – rata ataupun tinggi, ditetapkan perhitungannya sebagai berikut :
X – 2 SD = 65 – (2 x 13) = 34,5
X – 1 SD = 65 – (1 x 13) = 46
X + 1 SD = 65 + (1 x 13) = 69
X + 2 SD = 65 + (2 x 13) = 80,5
Dengan nilai mean empirik (ME) sebesar 50,86 maka kecemasan
menghadapi proses persalinan subjek penelitian berada pada kategori rata – rata
atau sedang. Secara lengkap dapat dilihat pada gambar berikut :
Kurve Distribusi Normal Skala Kecemasan menghadapi proses persalinan
ME = 50,86
-2SD
34,5
-1SD
46
X
57,5
+1SD
69
+2SD
80,5
Sangat rendah Rendah Rata – rata / Sedang Tinggi
Sangat tinggi
Selain perbandingan mean empirik dan mean hipotetik diatas, peneliti juga
akan menyajikan mean perbandingan berdasarkan distribusi identitas subjek. Pada
perbandingan distribusi subjek pertama kali akan membahas mengenai kecemasan
menghadapi proses persalinan berdasarkan usia. Berikut ini merupakan deskripsi
perbedaan kecemasan menghadapi proses persalinan berdasarkan usia, dapat
dilihat pada tabel berikut ini :
Deskripsi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia
pada Variabel Kecemasan Menghadapi Proses Persalinan
Usia
Jumlah
20 – 30 tahun
31 – 40 tahun
Total
22
15
37
Mean Kecemasan
Menghadapi Proses
Persalinan
85,54
125,46
Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa ibu hamil yang berusia 31 – 40
tahun memiliki mean kecemasan menghadapi proses persalinan yang lebih tinggi
daripada ibu hamil yang berusia 20 – 30 tahun. Hal ini sesuai dengan pendapat
Handayani (2004) yang mengatakan bahwa ibu – ibu yang berumur tiga puluh
atau empat puluh tahun memiliki kecemasan yang lebih tinggi. Hal ini menurut
Handayani (2004), usia diatas 30 tahun dianggap sebagai fase untuk
menghentikan kehamilan, karena usia diatas 30 tahun merupakan usia rawan
hamil dan termasuk kategori kehamilan beresiko tinggi. Hal tersebut dikarenakan
tingkat resiko morbiditas (terkena penyakit) dan mortalitas (tingkat kematian)
pada ibu dan janin akan meningkat daripada kehamilan pada usia aman 20 – 30
tahun.
Selain mean kecemasan menghadapi proses persalinan berdasarkan usia
diatas, peneliti juga akan menguraikan perbedaan kecemasan menghadapi proses
persalinan berdasarkan kelahiran anak ke berapa. Berikut ini merupakan deskripsi
perbedaan kecemasan menghadapi proses persalinan berdasarkan kelahiran anak
ke bearapa, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 11
Deskripsi Subjek Penelitian Berdasarkan Kelahiran Anak ke berapa
pada Variabel Kecemasan Menghadapi Proses Persalinan
Kelahiran Anak ke
berapa
Jumlah
1
2
3
Total
3
13
21
37
Mean Kecemasan
Menghadapi Proses
Persalinan
627,3
144,76
89,61
Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa wanita yang melahirkan anak
pertama memiliki mean kecemasan menghadapi proses persalinan yang lebih
tinggi daripada wanita yang melahirkan anak ke dua dan ke tiga. Bagi seorang
wanita yang belum pernah hamil sebelumnya, mungkin kehamilan itu dapat
sangat menggelisahkan. Kenyataan dan khayalan akan menyebabkan menjadi
takut. Seorang wanita akan terikat dan terbatas oleh sebuah tanggung jawab yang
besar. Wanita tersebut akan melalui pengalaman psikologis yang penting,
termasuk kegelisahan, rasa sakit dan sedikit resiko untuk hidupnya (Pitt, 1994).
Kehamilan dan terutama mendekati proses persalinan akan dipenuhi dengan
mimpi – mimpi serta bayangan mengenai seperti apakah bayi yang akan lahir.
Kebanyakan dilanda kecemasan tentang bagaimana proses persalinan berlangsung
serta tentang apakah bayinya akan terlahir dengan selamat atau tidak.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengumpulan data dan hasil analisis data yang telah
dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara
kualitas pelayanan dan kecemasan menghadapi proses persalinan pada pasien
Rumah Sakit Bersalin di Jakarta.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang
dapat diberikan adalah sebagai berikut :
1. Bagi Subjek Penelitian (Perempuan yang akan melahirkan)
Bagi perempuan yang akan melahirkan diharapkan untuk dapat mencari
informasi yang sebanyak – banyaknya tentang segala sesuatu yang berkaitan
dengan proses persalinan seperti penyedia pelayanan atau rumah sakit bersalin
yang sesuai dengan keinginan, mencari informasi tentang segala resiko yang
akan diterima saat melahirkan agar dapat mengurangi kecemasan yang
dirasakan sebelum menghadapi proses persalinan.
2. Bagi Rumah Sakit Bersalin
Bagi Rumah Sakit Bersalin diharapkan agar meningkatkan kualitas
pelayanannya dengan cara memberikan pelayanan seperti yang diharapkan
atau diinginkan oleh para pasiennya. Dan diharapkan para perawat rumah sakit
mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik dengan pasiennya sehingga
dapat mengurangi kecemasan yang dirasakan oleh para pasiennya.
3. Bagi Penelitian Selanjutnya
Bagi penelitian selanjutnya diharapkan agar dapat mencari variabel lain yang
dapat dihubungkan dengan kualitas pelayanan dan kecemasan menghadapi
proses persalinan, misalnya kepercayaan diri, peranan pendukung kelahiran,
kepuasan pasien dan sebagainya. Sehingga hasil penelitian mengenai hal – hal
tersebut menjadi semakin beragam.
DAFTAR PUSTAKA
Achsin, A. (2003). Untukmu ibu tercinta. (Cetakan ke-1). Bogor : Prenada Media.
Alimul, A. (2002). Pengantar pendidikan keperawatan. Jakarta : CV. Sagung
Seto.
Anastasi, A & Rubina, S. (2003). Tes psikologi : Psychological testing 7e. (Jilid
2). Alih Bahasa : Drs. Robertus Hariono. Jakarta : PT. Indeks Gramedia
Grup.
Atwater, E. (1983). Psychological of adjusment. (2ended). New Jersey : Prentice –
Hall, Inc.
Azwar, S. (2005). Tes prestasi : Fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi
belajar. (Edisi ke-2). (Cetakan ke-7). Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Bramantyo. (2003). Melahirkan tanpa rasa sakit dan nyeri. Http://
www.Conectique.com/tips-solusion/pregnancy/baby-delivery/article.
Booth, T. (2006). Tanya jawab seputar kehamilan. (Pregnancy Q & A). Alih
Bahasa : Annisa Rahmalia. Jakarta : PT. Bhuana Ilmu Populer.
Chaplin, J.P. (2000). Kamus lengkap psikologi. Jakarta : Rajawali Press.
Corey, G. (2003). Teori dan praktek konseling dan psikoterapi. Bandung : PT.
Refika Aditama.
Darmonowati. (2000). Hubungan antara persepsi terhadap kualitas pelayanan dan
kepedulian perawat dengan kepuasan pasien di pelayanan kesehatan St.
Carolus. Tesis. (tidak diterbitkan). Program Pasca Sarjana Universitas
Indonesia. Depok : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Hall, C S. & Lindzey, G. (1993). Psikologi kepribadian 1. : Teori – teori
psikodinamik (Klinis). Yogyakarta : Kanisius.
Handayani, F. (2004). Agar aman hamil di usia rawan. Http:// www.mailarchive.com/[email protected].
Hawari, D. (2001). Manajemen stress, cemas dan depresi. Jakarta : Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia.
Irawan, H. (2004). 10 Prinsip kepuasan pelanggan. Jakarta : PT. Elex Media
Komputindo.
Kagan, J. & Havemann, E. (1976). Psychology : an Introduction 3rded. New York
: Harcourt Brace Jovanoich, Inc.
Kasdu, D. (2003). Operasi caesar : Masalah dan solusinya. (Cetakan ke-1).
Jakarta : Puspa Swara.
Kitzinger, S. (1993). Seri kesehatan : Melahirkan diatas usia 30. (Bird over
thirty). Alih Bahasa : John Nabut. Jakarta : Arcan.
Komalawati, V. (1989). Hukum dan etika dalam praktek dokter. Jakarta : Pustaka
Sinar Harapan.
Lamri. (1998). Hubungan antara persepsi terhadap kualitas pelayanan
keperawatan dan kepedulian perawat dengan kepuasan pasien di
pelayanan kesehatan pasien. Tesis. (tidak diterbitkan). Depok :
Universitas Indonesia.
Manuaba. (1998). Ilmu kebidanan : Penyakit kandungan dan KB untuk
pendidikan bidan. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Moordiningsih, M. & Kasuma, G. (2004). Memberi rasa aman pada ibu hamil.
Yogyakarta : Kerjasama Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan
Universitas Gajah Mada dengan Ford Foundation.
Napitupulu, R. (1996). Kepuasan pasien terhdap proses perawatan di RSUD Pasar
Rebo. Tesis. (tidak diterbitkan). Depok : Universitas Indonesia.
Nolan, M. (2003). Kehamilan dan melahirkan (Being pregnant, giving bird). Alih
Bahasa : Susi Purwoko. Jakarta : Arcan.
Pitt, B. (1994). Kehamilan dan persalinan : Menikmati tugas sebagai ibu
(Enjoying motherhood). (Cetakan ke- 5). Alih Bahasa : Bosco Caruallo.
Jakarta : Arcan.
Rachmawati, E. (2004). Kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan bersalin :
Antara harapan hidup dan kenyataan kematian. Bandung : Kepustakaan
Eja Insani.
Rathus, S. A. & Nevid, J.S. (1983). Adjusment and growth : The Challenges of
life. 2nded. New York : Holt, Rinehart and Winston.
Situmorang, B. (2006). Pengaruh faktor kualitas pelayanan town management
division dan faktor emosional terhadap kepuasan penghuni di perumahan
lippo karawaci. Tangerang. Jurnal Manajemen Publik dan Bisnis, 5
(15). 5.
Sugiono. (2002). Statistika untuk penelitian. Bandung. CV. Alfabeta.
Wikipedia. (2006). Pasien : Wikipedia Indonesia ensiklopedia bebas berbahasa
Indonesia. Http://www.wikipedia.org.id/wiki/pasien.2006.
Zeitham. (1990). Delivering quality service : Balancing customer perseptions and
ecpectations. New York. The Free Press.
Download