BAB II

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengetahuan
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting
untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior). Pengetahuan
merupakan hasil tahu dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan
terhadap objek tertentu. Penginderaan ini terjadi melalui pengelihatan,
pendengaran, penciuman, rasa dan raba.( Notoatmodjo, 2003)
Tingkatan dari pengetahuan itu sendiri berjenjang mulai dari tahu,
Memahami, Mengaplikasi, Menganalisis, Sintesis dan Evaluasi .
Pengetahuan ibu tentang gizi makanan sangat berpengaruh terhadap
perkembangan gizi keluarga. Karena penyediaan makanan bagi keluarga pada
umumnya merupakan tugas seorang ibu rumah tangga. (Sediaoetama , 1999)
Meskipun pendapatan keluarga itu ”pas – pasan” , tetapi apabila
pengetahuan ibu dan keluarga terhadap bahan –bahan makanan yang bergizi
yang banyak ragamnya dan yang dapat diperoleh dengan kemampuannya
akan selalu diperhatikan , maka setiap keluaraga dapat menyusun suatu
hidangan makanan yang mempunyai nilai atau kandungan zat gizi setiap
harinya dari bahan – bahan makanan yang dapat diperoleh sesuai dengan
kemampuannya. Dengan demikian maka kebutuhan tubuh masing – masing
anggota keluarganya akan zat gizi dapat dicukupi. Adapun faktor – faktor
yang mempengaruhi Pengetahuan Ibu antara lain sebagai berikut :
1. Pekerjaan Ibu .
Para ibu yang bekerja setelah melahirkan
harus meninggalkan
bayinya dari pagi hingga sore, dan bayi diasuh oleh pengasuh atau
neneknya sehingga ibu tak sanggup memberikan makan bergizi kepada
balitanya.
2. Pendapatan keluarga
Masalah gizi selain dipengaruhi oleh asupan zat gizi , keadaan
kesehatan individu juga berkaitan erat dengan keadaan sosial ekonomi
masyarakat. Pada umumnya kekurangan zat gizi berkaitan erat dengan
masalah kemiskinan .
3. Peran kepadatan penduduk
Meningkatnya jumlah penduduk yang cepat tanpa diimbangi
dengan bertambahnya persediaan bahan makanan setempat yang memadai
merupakan sebab utama krisis pangan.(World Food Conference dalam
Solihin, 2003).
4. Distribusi makanan dalam keluarga
Kebiasaan tradisional yang mementingkan dan mendahulukan ayah
dalam distribusi makan dan mengesampingkan anak – anak terutama balita
adalah hal yang tidak dibenarkan. Bayi dan anak yang masih kecil serta
wanita merupakan kelompok yang rentan terhadap pemberian pangan yang
tidak merata dalam keluarga , sehingga dapat menimbulkan bencana
(Sediaoetama, 2003).
5. Pendidikan ibu
Pendidikan ibu memberikan pengaruh terhadap perilaku perawatan
anak, khususnya tanggung jawab dalam memilih makanan. Tingkat
pendidikan yang rendah mempengaruhi penerimaan informasi termasuk
gizi, sehingga pengetahuan akan terbatas ( Sediaoetama, 2003).
Tingkat pendidikan ibu yang rendah akan memperkecil peluang
untuk mendapatkan penghasilan yang memadai dalam membantu
memenuhi kebutuhan keluarga.
Tujuan dari pendidikan ibu tentang gizi pada balita adalah agar ibu
yang mempunyai anak balita dapat memahami kebutuhan gizi balitanya.
Kebutuhan Zat–zat gizi utama meliputi 5 komponen dasar, yakni
karbohidrat, protein, mineral dan vitamin (Rumdasih, 2004). Pendidikan
gizi ini diharapkan dapat merubah kebiasaan mereka menanam bahan
makanan dan cara menghidangkan makanan supaya keluarga dan anak –
anaknya mendapat makanan yang lebih baik mutunya (Solihin, 2003 ).
Pendidikan tentang gizi kepada ibu / keluarga dapat diberikan
melalui penyuluhan – penyuluhan tentang gizi, media massa dan radio.
B. Sikap
Newcomb dalam Notoatmodjo (2003 ), sikap merupakan kesiapan
atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motif
tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktifitas, akan tetapi
merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. Sikap merupakan suatu
kedaan mental dan saraf dari kesiapan, yang diatur melalui respon individu
pada semua obyek dan situasi yang berkaitan dengannya dan bersifat dinamis
( Widayatun, 2004 ).
Dalam penentuan sikap, pengetahuan , berpikir , keyakinan dan emosi
memegang peranan penting. Faktor – faktor yang mempengaruhi sikap adalah
kepribadian, intelegensia , minat dan motivasi individu tersebut (faktor
intrinsik). Sedang faktor extrinsik adalah faktor lingkungan, pendidikan,
idiologi, ekonomi, politik serta pertahanan dan keamanan (Hankam). Sikap
dapat dipelajari dan dibentuk sehingga sikap akan mencerminkan kepribadian
dan karakter seseorang.
Kebutuhan sikap yang cenderung dinamis tentu dibarengi dengan
perubahan sikap melalui beberapa tahapan yaitu perhatian, mengerti,
menerima dan keyakinan (proses rasional).
Sikap ibu terhadap gizi dapat dilihat dari kesediaan dan perhatian ibu
terhadap ceramah–ceramah tentang gizi. Merespon dengan memberikan
jawaban ketika ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang
diberikan. Kemudian Mengajak tetangga untuk pergi menimbangkan anaknya
ke Posyandu adalah menunjukkan ibu mempunyai sikap positip terhadap gizi
anaknya.
Sesuai dengan pengertian yang diuraikan di atas maka sikap yang
diharapkan dari ibu-ibu adalah terbentuknya perilaku ibu dalam meningkatan
atau mempertahankan gizi dengan baik, yang meliputi :
1. Ibu dapat memilih makanan yang bergizi tinggi bagi anak balitanya
2. Ibu dapat memasak dan memilih makanan yang bergizi tinggi berdasarkan
bahan–bahan yang murah dan sederhana.
3.
Timbulnya kebiasaan makan yang baik.
4. Semua bayi disusui ibunya sampai berusia 2 tahun dan mendapatkan
makanan tambahan sesuai dengan kebutuhannya.
5.
Pemanfaatan pekarangan untuk meningkatkan gizi keluarga.
C. Perilaku ibu
Perilaku adalah segala bentuk tanggapan dari individu terhadap
lingkungannya dan merupakan suatu perwujudan dari adanya kebutuhan
.Untuk mewujudkan sikap dalam pemberian makanan bergizi menjadi suatu
perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu yang memungkinkan
antara lain adalah fasilitas. Tingkatan praktek adalah mulai dari Persepsi,
Respon terpimpin, Mekanisme dan Adaptasi.
Dimana dalam perilaku pemberian makanan bergizi ini dapat terlihat
dari ibu bisa memilih makanan yang bergizi bagi balitanya, dapat memasak
sayur dengan benar, mulai dari cara mencuci, memotong dan memasak,
kemudian ibu dapat pula memilih bahan makanan yang bergizi tinggi
berdasar bahan yang murah dan sederhana. (Notoatmodjo, 2002)
D. Gizi Balita
1. Pengertian gizi
Zat gizi (nutriens) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh
untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan
memelihara
jaringan
serta
mengatur
proses–proses
kehidupan
(Almatsier, 2001). Berbagai fungsi dari zat gizi antara lain sebagai
sumber energi atau tenaga, untuk menyokong pertumbuhan badan yaitu
penambahan sel baru pada sel yang sudah ada, memelihara jaringan
tubuh, mengatur metabolisme dan berbagai keseimbangan dalam cairan
tubuh dan berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh sebagai anti
oksidan dan anti bodi (Sediaoetama, 1999).
2. Zat Gizi
a.
Karbohidrat atau Hidrat Arang
Karbohidrat merupakan senyawa yang terdiri atas unsur –
unsur karbon, hidrogen dan oksigen dan terbagi menjadi gula atau
karbohidrat sederhana dan karbohidrat komplek. Karbohidrat
terutama bahan pangan yang banyak mengandung zat tepung / pati
dan gula. Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan keperluan
energi bagi tubuh dengan cepat . Kelebihan karbohidrat dapat
disimpan sebagai glikogen dalam otot dan hati, yang dapat
digunakan sewaktu – waktu bila tubuh memerlukan banyak energi.
Metabolisme 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori,
umumnya di Indonesia 70% - 80% dari keseluruhan energi untuk
keperluan tubuh berasal dari karbohidrat. Sumber bahan makanan
dari karbohidrat adalah padi-padian (sereal), umbi-umbian dan hasil
olahannya (Kartasapoetra, 2002).
Untuk menentukan nilai energi, faktor karbohidrat pada
berbagai bahan makanan haruslah menunjukkan angka kalori
pergramnya sebagai berikut :
1) Jagung
4,03 Kal/g
2) Gandum
4,12 Kal/g
3) Beras giling
4,16 Kal/g
4) Pati
4,12 Kal/g
5) Kentang/akar berumbi
4,03 Kal/g
Bahan makanan sumber karbohidrat tersebut biasa dikonsumsi
sebagai makanan pokok, makanan antara atau makanan kecil
(snack).
b.
Protein
Protein adalah pondasi sel pada manusia. Protein terbentuk
dari unsur– unsur organik yang relatif sama dengan karbohidrat dan
lemak yaitu terdiri dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen, tetapi
untuk protein ditambah dengan unsur nitrogen dan mineral.
Protein berasal dari sumber – sumber makanan hewan dan
tumbuhan.
Makanan
yang
bergizi
adalah
makanan
yang
mengandung protein, karena selain digunakan sebagai pembangun
struktur tubuh (pembentukan berbagai jaringan) juga akan disimpan
untuk keadaan darurat, sehingga pertumbuhan/kehidupan dapat terus
terjamin dengan wajar.
Fungsi protein sendiri adalah, merupakan bagian utama dari
sel–sel dan protoplasma, menunjang organik dari matriks tulang,
gigi, rambut dan kuku, sebagai sumber energi dan untuk zat
kekebalan tubuh (Sediaoetama, 2002 ). Sumber bahan makanan
protein adalah kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, daging, telur, susu
dan hasil olahannya.
Kadar Protein Beberapa Bahan Makanan:
Sumber protein Hewani:
a) daging
Sumber Protein Nabati :
18,8 g %
a) Kacang kedelai
34,9
19,17 g%
b) Kacang ijo
22,2
17.0 g%
c) Kacang tanah
25,3
21,0 g%
d) Beras
7,4
18,2 g%
e) Jagung
9,2
g%
b) Hati
g%
c) Ikan segar
g%
d) Udang segar
g%
e) Ayam
g%
f) Telur
12,8 g%
f) Singkong, tapioka
1,1
g%
g) Susu sapi
c.
3,2 g%
Lemak
Lemak sebagai bahan atau sumber pembentuk energi didalam
tubuh, yang dalam hal ini bobot energi yang dihasilkan dari tiap
gram adalah lebih besar dari yang dihasilkan tiap gram karbohidrat
dan protein, tiap gram lemak menghasilkan 9 kalori.
Fungsi utama dari lemak adalah : sebagai penghasil energi,
sebagai pembangun / pembentuk susunan tubuh, pelindung
kehilangan panas tubuh dan pengatur temperatur tubuh, sebagai
penghasil asam lemak esensial karena tidak dapat dibentuk dalam
tubuh melainkan harus tersedia dari luar, untuk pertumbuhan dan
pencegahan terjadinya peradangan kulit serta sebagai pelarut vitamin
tertentu ( A, D ,E, K ) sehingga dapat digunakan tubuh
( Sediaoetama , 2002 ).
Sumber bahan makanan dari lemak adalah lemak, minyak
kelapa dan kacang – kacangan.
Kadar Lemak beberapa jenis Bahan Makanan :
Lemak Nabati :
Lemak Hewani :
a) Kacang tanah
42,8 g%
a) Daging sapi
22,0 g%
b) Kacang kedelai
18,1 g%
b) Daging babi
45,0 g%
c) Biji kelapa tua
34,7 g%
c) Daging kambing
9,2 g%
d.
d) Biji kemiri
63,0 g%
d) Ayam
5,0 g%
e) Buah apokat
6,5 g%
e) Ikan segar
4,5 g%
Vitamin
Vitamin adalah senyawa kimia yang sangat esensial, yang
walaupun tersedianya dalam tubuh dalam jumlah yang kecil, tetapi
diperlukan sekali bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh yang
normal (Sediaoetama, 2002).
Vitamin umumnya dibagi menjadi dua yaitu : vitamin yang
larut dalam air ( C dan B ) dan vitamin yang larut dalam lemak
( A,D,E,K ).
Fungsi Vitamin yaitu :
1) Vitamin A : berfungsi sebagai pertumbuhan sel – sel epitel,
untuk proses oksidasi tubuh dan mengatur rangsang sinar pada
saraf mata. Terdapat pada sayuran hijau dan kuning, mentega,
hati, minyak ikan, telur dan susu.
2) Vitamin D : berfungsi mengatur kadar kapur dan fosfor dalam
darah dan memperbesar penyerapan kapur dan fosfor. Sumber
vitamin D yaitu minyak ikan, mentega, susu, kuning telur, ragi
dan buah pisang.
3)
Vitamin E : Vitamin E diperlukan pada saat sel sedang
membelah,
berfungsi
sebagai
antioksida
alamiah
dan
metabolisme. Sumber vitamin E adalah kuning telur, susu,
lemak, daging, hati, ginjal dan taoge, kecambah, kacang hijau.
4) Vitamin K : fungsi vitamin K sebagai pembentukan protombin
untuk proses koagulasi ( pembekuan ) darah. Terdapat dalam
sayuran hijau, kuning telur, minyak kedelai dan hati.
5) Vitamin C : yaitu asam askorbat, berfungsi pembentukan
trombosit dan mekanisme imunitas daya tahan tubuh.Terdapat
pada hati, ginjal, sayuran dan buah – buah segar terutama jeruk.
6) Vitamin B1 : yaitu Thiamin atau anti beri – beri berfungsi
sebagai metabolisme karbohidrat, untuk keseimbangan air di
tubuh dan mempengaruhi penyerapan zat lemak dalam usus.
Terdapat pada golongan padi – padian , kacang -kacangan dan
daging.
7)
Vitamin B2 : yaitu riboflavin berguna sebagai enzim dalam
proses oksidasi sel – sel. Terdapat pada hati, susu,wortel, dan
kuning telur.
8) Vitamin B6 : berguna dalam pembuatan sel darah merah dan
pertumbuhan .banyak terkandung pada sayur , hati, ikan dan
daging.
9)
Vitamin B12 : berguna dalam pembentukan eritrosit (sel darah
merah). Sumber terutama pada hati.
e.
Mineral
Mineral merupakan zat gizi yang cukup penting bagi tubuh
manusia, sekitar 4 % dari tubuh manusia terdiri dari mineral.
Fungsinya adalah pembentukan tulang dan gigi, serta untuk
membantu pergerakan otot, mengatur proses fisiologi tubuh dan
berperan dalam pembentukan sel - sel baru. Sumber dari mineral
terdapat pada susu, sayur seperti brokoli, kacang – kacangan, udang,
kuning telur dan buah – buahan.
E. Cara Pengolahan Gizi Seimbang Untuk Balita
Pemberian makan pada balita harus dapat memenuhi kebutuhan balita
yang meliputi kebutuhan kalori serta kebutuhan zat gizi utama. Cara
pengolahan makanan untuk balita ada bermacam –macam, contohnya ada
makanan untuk balita sudah tersedia dalam bentuk instant ( makanan
komersial ) dan makanan yang dibuat sendiri.
Secara komersial makanan tersebut tersedia dalam bentuk tepung
campuran instan atau biskuit yang beredar di pasaran seperti Promina,
Nestlle, Sun dan lain-lain. Produk ini dibuat dengan mencampur atau
memformulasikan bahan yang mengandung zat gizi protein, lemak,
karbohidrat, vitamin dan mineral. Selain memiliki nilai cerna tinggi, makanan
tersebut memiliki nilai sosial, ekonomi, budaya dan agama ( Krisnatuti,
2003 ).
Selain itu Ibu dapat membuat makanan pendamping ASI sendiri yang
dibuat dengan bahan pangan lokal, dengan harga murah dan mudah didapat,
serta bentuknya
lebih
bervariasi.
Cara – cara menyiapkan
harus
memperhatikan kebersihan, memakai bahan baku yang segar dan dengan
metode memasak yang baik antara lain pengukusan lebih baik dari perebusan
dan penyaringan lebih baik dari penggorengan ( Krisnatuti, 2003 ). Bahan –
bahan makanan dipotong – potong kecil atau dicacah dan digiling agar mudah
dikunyah, ditelan dan dicernakan .
F. Macam – Macam Makanan Pendamping ASI untuk Balita
1. Makanan Bayi 0 – 4 bulan
Gizi pada masa anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh
kembang, bahkan sejak masih dalam kandungan.( Soetjiningsih , 2002 ).
ASI merupakan makanan bayi utama dan alami, karena mempunyai
komposisi yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi . ASI
saja sebaiknya diberikan sampai bayi berusia 6 bulan ( ASI exclusive ),
karena pada usia itu bayi siap mengisap makanan cair saja
(Soetjiningsih,2002 ). Selain murah, praktis, mudah didapat ASI
mengandung asam lemak untuk pembentukan sel otak dan paling baik
untuk bayi manusia. Dalam pemberiannyapun akan terbina hubungan
interaksi antara ibu dan bayinya sehingga bayi akan merasakan mendapat
limpahan kasih sayang ( Wiryo, 2002 ).
Tetapi apabila ASI ibu sedikit keluar ( tidak cukup ) / tidak
keluar, atau karena ibu bekerja sehingga dalam pemberian ASI kurang
mencukupi, maka dapat diberikan makanan cair yang rasanya kurang
enak dari ASI seperti air nasi atau nasi lumat ( dengan penyediaan secara
higienis ) , hal ini dikarenakan supaya bayi tetap menyukai ASI. Bila
selama ibu bekerja , bayi diberi susu bubuk yang rasanya lebih enak dari
ASI, dikhawatirkan bayi tidak mau lagi minum ASI dan masyarakat
dengan sosial ekonomi lemah biasanya sukar untuk menyediakan susu
bubuk kerena harganya yang mahal.
Pada bayi usia 0 – 4 bulan tidak boleh diberi pisang dikarenakan
mengandung serat-serat yang belum bisa diserap oleh tubuh bayi
(hemiselulosa, algine, dan pectin ), sehingga bisa berakibat
perut
menjadi kembung dan dapat terjadi penyumbatan saluran pencernaan
bayi ( Wiryo, 2002).
2. Makanan bayi 4 - 5 bulan ( apabila ASI kurang )
Contoh menu
:
Bubur tepung
Bahan
:
tepung beras 1 sdm, Air : ¼ -1/2 gelas, gula : 1 sdt
Cara membuat
: Semua bahan dicampur kemudian dimasak hingga
matang, dan bahan agak sedikit kental.
Menu ini dapat ditambah susu,bahan utama yaitu tepung beras
dapat diganti dengan ubi jalar merah yang sudah rebus dan dilumatkan
atau jagung muda yang sudah diparut kemudian diberi air dan diperas
(seperti santan) endapkan, kemudian dimasak.
3. Makanan Bayi di atas 5 – 7 Bulan
Bayi memerlukan makanan tambahan setelah menginjak umur
lebih dari 6 bulan. Apabila dibawah umur 4 bulan, seorang bayi telah
diberi makanan
tambahan, dikhawatirkan bayi akan mengalami
gangguan – gangguan seperti sakit perut, mencret atau sembelit
( Krisnatuti, 2003 ). Karena gerakan peristaltik usus bayi baru akan
sempurna setelah berumur 6 bulan.
Pada usia ini pula bayi mulai dikenalkan kuning telur dan tepung
kacang– kacangan. Porsi mulai lebih banyak kira – kira satu setengah
kali porsi makanan bayi , kemudian makanan mulai agak padat.
Contoh menu
: Bubur tepung telur
Bahan
: tepung beras 1 sdm, kaldu ayam / sapi / air : ½ - 1 gls,
kuning telur : ½ - 1 butir.
Cara
: Tepung beras dimasak dengan air / air kaldu dicampur
kuning telur
diaduk hingga
tercampur rata dan
matang.
Penggunaan tepung beras dapat digantikan dengan tepung
gandum, tepung sagu, tepung tapioka, tepung maizena ( tepung jagung )
atau labu.
4. Makanan Bayi di atas 7 – 12 Bulan
Setelah umur bayi 7 bulan bisa diberikan bubur saring yang
dibuat dari aneka ragam makanan bergizi. Saat bayi berumur 10 bulan
dan sudah mempunyai beberapa gigi maka bayi mulai beradaptasi dengan
makanan yang agak kasar, menu mulai ditambah sayuran dan pengganti
protein hewan selain telur. Untuk anak pada umur ini perlu pemberian
hati dan bayam yang mengandung zat besi karena penting untuk
menambah darah.
Contoh menu
: Tim Saring
Bahan
: beras 1 sdm, hati ayam / hati sapi sebesar hati ayam I
biji, bayam 10 lembar, wortel : 1 biji, air 1 gelas.
Cara
: Semua bahan dicincang, ditim dan kemudian disaring.
Setelah disaring, angkat, dicampur dan dihidangkan.
Bayam dapat diganti dengan daun singkong dan kangkung, wortel
dapat diganti dengan tomat.
Ukuran Rumah Tangga :
Sdm : satu sendok makan
sdt : satu sendok teh
5. Makanan Anak diatas 1 Tahun
Setelah bayi berumur 1 tahun, bayi mulai mengenal makanan
yang dimakan oleh seluruh anggota keluarga. Makanan anak harus terdiri
dari empat kelompok bahan pangan seperti :
a. Makanan pokok sebagai bahan makan utama dan merupakan sumber
karbohidrat. Lebih dianjurkan berupa serealia. Misalnya beras,
jagung, kentang, singkong dan sagu.
b. Lauk pauk ( hewani maupun nabati ) sebagai sumber protein misalnya
telur, ikan, ayam, susu, daging dan kacang – kacangan.
c. Sumber vitamin dan mineral berupa sayur – sayuran dan buah –
buahan yang berwarna ( terutama hijau tua dan jingga ).
d. Tambahan energi berupa lemak, minyak atau gula yang berfungsi
untuk meningkatkan kandungan energi makanan campuran.
Menu anak lebih dari 1 tahun sama dengan orang dewasa hanya saja
tidak pedas dan konsistensi agak lunak, dengan memperhatikan
menu seimbang dan ASI tetap diberikan sampai usia 24 bulan.
Kalau anak tidak mau makan nasi, maka menu dibawah ini cukup
baik untuk diberikan kepada anak :
1) Mie + bakwan + sayur + buah
2) Kentang goreng + taoge + tahu + buah
3) Roti bubur + buah
4) Bubur beras + tahu + telur + buah
5) Lontong + pecel ( gado-gado ) + buah
e. Jadwal Pemberian ASI dan Makanan Tambahan pada Bayi
1.
0 – 4 bulan :
- hanya ASI, tidak dianjurkan
- ASI sekehendak
makanan lain. Makanan
atau dijadwalkan tiap 3
jam
pendamping ASI bila keadaan
memaksa misal : ibu bekerja,
ASI kurang .
2.
4 -5 bulan
- ASI + makanan padat lain
sebagai pendamping ASI
- jam 08.00 bubur tepung
- jam 12.00 bubur pisang lumat
- jam 17.00 air buah, tomat,
pepaya
- jam 20.00 bubur tepung
- ASI diantaranya
3.
6-7 bulan
- ASI + Makanan padat
- jam 08.00 bubur tepung telur
- jam 12.00 pisang lumat kacang
hijau
-
jam
17.00air
buah,tomat
pepaya,apel
- jam 20.00 tim lumat
- ASI diantaranya
4.
7 bulan – 1 tahun
- ASI + nasi tim
- jam 08.00 tepung tim kasar
- jam 12.00 pisang lumat kacang
hijau
-
jam17.00
air
buah,tomat,
pepaya, apel
- jam 20.00 tim kasar
- ASI diantaranya
Makanan anak usia 1-3 tahun banyak tergantung pada orang tua
atau pengasuh, sehingga pertumbuhan anak sangat tergantung pada
bagaimana orang tua mengatur makanan anaknya. Bimbinglah anak agar
menyukai makanan 4 sehat 5 sempurna, karena pada masa ini
pertumbuhan fisik maupun mental anak begitu cepat bertambah. Sedang
daya tampung perut anak yang berumur 1 – 3 tahun masih sangat kecil,
hanya mampu menampung sekitar 1 – 1,5 mangkok ( 200 – 300 ml ).
Untuk mengatasi hal ini maka frekwensi pemberian makanan kepada
anak yang bersangkutan harus ditambah.( Krisnatuti, 2003 )
a.Modisco
Modisco adalah singkatan dari Modified Disco. Minuman
ini merupakan minuman bernilai gizi tinggi, untuk mengatasi
Defisiensi / kekurangan Energi dan Protein. Minuman ini mudah
dibuat karena terdiri dari bahan lokal yang mudah diperoleh dan
dapat diolah dalam beraneka ragam resep makanan dan minuman.
Modisco ini diperuntukan sebagai tambahan untuk anak
yang sehat tetapi kurus, banyak aktifitas, anak yang menderita gizi
kurang / buruk, anak yang menderita infeksi menahun dan baru
sembuh dari penyakit dengan panas tinggi, penyakit kronik atau
penyakit berat serta anak dengan kesulitan makan karena kelainan
bawaan (Depkes RI, 1999).
Syarat diit Modisco adalah mengandung kalori tinggi,
Protein tinggi, mudah dicerna dan diberikan secara bertahap apabila
penyakit dalam keadaan berat.
1) Cara membuat Modisco
Pada dasarnya diit modisco adalah berbentuk cair ( minuman ).
Bahan dasar Diit Modisco adalah : susu, gula pasir, minyak
jagung/ margarin cair.
a) Susu bubuk dicairkan dengan air dingin terlebih dahulu,
kemudian diberi minyak / margarin cair dan air panas
sedikit demi sedikit sambil diaduk dan tercampur rata.
b) Kemudian saring dan hidangkan hangat,bila tidak menyukai
dalam bentuk minuman, dapat disajikan dalam bentuk lain.
2)
Macam – macam Modisco
Bahan ( gram )
Modisco
½
I
II
III
Tepung susu skim
10
10
10
1
Tepung susu penuh
-
-
-
15/
Susu segar
Minyak jagung
100 cc
2½
5
-
-
Margarin
-
-
5
5
Gula pasir
5
5
5
7,5
100cc
100cc
100cc
100cc
Energi (Kal)
76,15
97,9
90,4
139,65
Protein (gram)
3,58
3,61
3,59
3,72
Lemak (gram)
2,55
5
4,15
8,55
Cairan
Nilai Gizi Modisco:
Ukuran Rumah Tangga ( URT)
1 sendok makan tepung (sdm) = 5 gram
1 sendok makan minyak jagung/margarin cair = 10 gram
1 sendok makan gula pasir = 8 gram.
3) Contoh Menu Modisco
Jus Buah Fantasi
Bahan : 50 gram pisang ambon
2 sdm sirup vanili
50 gram pepaya matang
100 ml minuman modisco
I
½ sdt air jeruk
cara membuat :
1) Buah pisang ambon diiris tipis- tipis pepaya dibentuk bulat,
bubuhi dengan air jeruk nipis.
2) campurkan buah – buahan tersebut dengan minuman Modisco I
dan diblender / dilumatkan.
3) Dapat dihidangkan dengan es batu.
G. Cara penyajian makanan
Penyajian makanan sedapat mungkin diberikan dalam penyajian yang
menarik perhatian anak, misalnya ditaruh dalam wadah dengan warna yang
menyolok dan ada gambar kesukaan anak, makanan dibentuk aneka ragam
bentuk hewan atau bunga, sehingga anak tertarik untuk menyantap makanan
tersebut.
H. Kerangka Teori
Berdasarkan landasan teori maka dapat disusun kerangka teori sebagai
berikut:
Faktor Predisposisi:
- Pengetahuan
- Pendidikan
- Sikap
- Persepsi
Faktor Pendukung:
- Pendapatan Keluarga
- Sosial Budaya
- Pekerjaan Ibu
Perilaku
Penberian makan
Bergizi pada
Balita
Faktor Pendorong :
- Sikap Petugas
- Orang Tua
Sumber : Notoatmodjo, 2003.
I.
Kerangka Konsep
Variabel bebas
variabel terikat
Pengetahuan ibu
Sikap Ibu
Perilaku ibu dalam
pemberian makan
bergizi pada balita
Pekerjaan ibu
Pendapatan keluarga
Distibusi makanan
Sosial budaya
: diteliti
: tidak diteliti
J.
Variabel Penelitian
1. Variabel bebas( Independen )
Variabel bebas adalah pengetahuan dan sikap ibu tentang makanan bergizi
2. Variabel terikat ( dependen )
Variabel terikat adalah perilaku ibu dalam pemberian makanan bergizi
K. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka teori dan konsep tersebut diatas maka dalam
hipotesis penelitian yang diajukan adalah :
1.
Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gizi dengan perilaku
ibu dalam
pemberian makanan bergizi pada balita di Desa Beseran
Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang.
2.
Ada hubungan antara sikap ibu tentang gizi dengan perilaku ibu dalam
pemberian makanan bergizi pada balita di Desa Beseran Kecamatan
Kaliangkrik Kabupaten Magelang.
Download