IDENTIFIKASI KEUNTUNGAN DAN FAKTOR NON

advertisement
Jurnal Agrimart Vol.3 No.1 September 2016
IDENTIFIKASI KEUNTUNGAN DAN FAKTOR NON-BIAYA
YANG MEMPENGARUHI HARGA JUAL HORENSO
DI P4S AGROFARM CIANJUR JAWA BARAT
Nurhasana1 Latifa Hanum2
ABSTRAK
Horenso merupakan produk yang bernilai jual tinggi dibanding produk lainnya di P4S
Agrofarm Cianjur yaitu Rp 50.000 per kg. Tujuan dari laporan tugas akhir ini adalah : (1)
untuk mengetahui keuntungan produk Horenso dengan pendekatan harga pokok, dan (2)
untuk mengetahui faktor-faktor non biaya yang mempengaruhi dalam penentuan harga jual
Horenso di P4S Agrofarm Cianjur. Kegiatan Pengalaman Kerja Praktek Mahasiswa (PKPM)
di P4S Agrofarm Cianjur dimulai pada tanggal 14 Maret 2016 sampai 21 Mei 2015. Data
yang diperlukan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kegiatan
langsung dilapangan, wawancara, diskusi dan dokumentasi. Data sekunder berasal dari
literatur dan internet. Harga pokok produk Horenso selama satu periode produksi adalah
sebesar Rp 5.787.693,00, dengan Harga Pokok Penjualan adalah sebesar Rp 5.987.693,00
sehingga Harga Pokok Penjualan per kg adalah sebesar Rp 4.989,00. Keuntungan produk
Horenso yang diperoleh dengan pendekatan harga pokok adalah sebesar Rp 45.011,00 per
kg. Selain dari sisi biaya dan pendapatan, faktor non biaya yang perlu diperhatikan dan
mempengaruhi penetapan harga jual adalah pesaing, pengawasan pemerintah, dan faktor
resiko. Pesaing mempengaruhi karena pesaing memberikan harga yang sama dengan P4S
Agrofarm Cianjur. Pengawasan pemerintah berdampak pada kelangkaan benih sehingga
mempengaruhi ketersediaan bahan baku produk. Faktor resiko juga berpengaruh karena
kerusakan barang saat pendistribusian ke tempat tujuan dan resiko produk tidak habis terjual
akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak P4S Agrofarm Cianjur.
Kata kunci: keuntungan, faktor non biaya, harga jual
1
Mahasiswa Program Studi Agribisnis BP 1301361019, Politeknik Pertanian Negeri
Payakumbuh
2
Staf Pengajar Program Studi Agribisnis Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
1 Jurnal Agrimart Vol.3 No.1 September 2016
I.
Keputusan penentuan harga dianggap
merupakan suatu keputusan tunggal yang
lebih penting, yang harus diambil seorang
manajer ataupun pemilik perusahaan
(Putri, 1998).
P4S Agrofarm Cianjur bergerak di
bidang produksi sayuran Jepang dan
Korea, kegiatan pemasaran dan kegiatan
jasa berupa pelatihan. Kegiatan budidaya
sayuran di P4S Agrofarm Cianjur terdiri
dari budidaya lobak bulat, lobak panjang,
zucchini, horenso, gobo, dan selada
keriting. Dari enam komoditi yang
diusahakan, Horenso adalah produk yang
bernilai jual tinggi yaitu Rp 50.000 per kg.
Harga jual yang ditetapkan ini sudah
mampu menutupi biaya produksi horenso
dan sudah memberikan keuntungan bagi
perusahaan.
Saat ini, bisnis di bidang sayuran
terutama
sayuran
Jepang
mulai
berkembang. Diantara jenis sayuran di
dunia, sayuran jepang paling banyak
jenisnya dan sangat beragam. Hal ini
membuat peluang budidaya sayuran jepang
sangat cerah karena bernilai jual tinggi.
Sebab harga sayuran jepang terbilang
tinggi, bisa 3-5 kali lipat harga sayuran
lokal. Tentu saja produk ini sangat cocok
untuk dilempar ke pasar modern. Petani
sayuran Jepang di Indonesia mempunyai
peluang yang besar untuk memasok
sejumlah besar restoran Jepang di
Jabodetabek (Saputro dan Hasballah,
2014).
P4S Agrofarm Cianjur perlu
memperhatikan
mengenai
masalah
penentuan harga jual. Hal ini perlu karena
berkaitan dengan harga jual yang
ditetapkan agar dapat bersaing dengan
perusahaan pesaing lainnya, serta dapat
memberikan gambaran bahwa harga yang
ditetapkan sudah menutupi seluruh biaya
produksi dan juga memberikan keuntungan
yang optimal bagi perusahaan.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perusahaan merupakan organisasi
yang mempunyai berbagai tujuan baik
jangka panjang maupun jangka pendek.
Salah satu tujuan yang penting untuk
dicapai oleh perusahaan adalah pencapaian
laba optimum. Untuk menjamin agar usaha
perusahaan mampu menghasilkan laba,
maka manajemen perusahaan harus
merencananakan
dan
mengendalikan
dengan baik dua faktor penentu laba yaitu
pendapatan dan biaya (Fredy, 2010).
Untuk mengantisipasi perubahanperubahan yang terjadi baik intern maupun
ekstern perusahaan maka diperlukan
keputusan-keputusan seperti keputusan
penentuan harga jual (Putri, 1998).
Penentuan harga jual produk atau
jasa merupakan salah satu jenis
pengambilan keputusan manajemen yang
penting. Bagi manajemen penentuan harga
jual produk atau jasa bukan hanya
merupakan kebijakan di bidang pemasaran
atau bidang keuangan melainkan kebijakan
yang berkaitan dengan seluruh aspek
kegiatan perusahaan. Harga jual produk
atau jasa selain mempengaruhi volume
penjualan atau jumlah pembelian produk
juga mempengaruhi jumlah pendapatan
perusahaan (Putri, 1998).
Pada prinsipnya harga jual harus
dapat menutupi biaya penuh ditambah
dengan laba yang wajar. Harga jual sama
dengan biaya produksi ditambah mark-up.
Harga jual adalah jumlah moneter yang
dibebankan
oleh
produsen
kepada
konsumen atas barang dan atau jasa yang
diperolehnya senilai biaya produksi
ditambah dengan keuntungan yang
diharapkan oleh produsen (Lasmidara,
2015).
2 Jurnal Agrimart Vol.3 No.1 September 2016
Berdasarkan
penjelasan
diatas
penulis tertarik untuk mengangkat judul
“Identifikasi Keuntungan dan Faktor Non
Biaya yang Mempengaruhi Harga Jual
Horenso di P4S Agrofarm Cianjur”.
Namun dalam laporan ini dibatasi
kepada masalah penentuan harga jual
khususnya untuk produk horenso saja.
2.3 Metode Pengumpulan Data
Kegiatan
pengumpulan
data
menggunakan beberapa metode yaitu
wawancara, observasi dan studi pustaka.
Pengambilan data melalui wawancara/
secara lisan langsung dengan narasumber
seperti pimpinan perusahaan, karyawan
perusahaan. Pengambilan data metode
studi pustaka melalui dokumen tertulis
dan elektronik.
1.2 Tujuan
Tujuan dari laporan ini adalah :
1. Untuk mengetahui keuntungan produk
Horenso dengan pendekatan harga
pokok di P4S Agrofarm Cianjur.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor nonbiaya yang mempengaruhi dalam
penentuan harga jual Horenso di P4S
Agrofarm Cianjur.
II.
III.
3.1
METODE PELAKSANAAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
a. Sejarah P4S Agrofarm Cianjur
2.1 Waktu dan Tempat
P4S Agrofarm Cianjur berdiri pada
bulan Juli tahun 2009 oleh Dinas Pertanian
Kabupaten Cianjur. P4S Agrofarm
mendapatkan Sertifikasi Prima tahun 2011
yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian
Tanaman Pangan Jawa Barat. Kegiatan
P4S dari tahun 2009 sampai sekarang
semakin pesat, baik peserta pelatihan dari
petani, pemerintah, swasta, institusi
pendidikan, maupun akademisi. Peserta
pelatihan
diantaranya
berasal
dari
BBPPSDMP Kementerian Pertanian RI,
PPMKP Ciawi, BBPP Lembang, BPAPK
Cinagara, SMK Pertanian, Universitas
Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, The
University of Tokyo, University Tohoku,
dan lain sebagainya.
P4S Agrofarm Cianjur memiliki 6
divisi, divisi diklat, divisi IT, divisi
pemasaran, divisi agribisnis, divisi usaha
kreatif, divisi akomodasi & logistik.
Sumber daya manusia berjumlah sebanyak
14 orang.
Upah yang diberikan kepada tenaga
kerja lapangan diberikan sebesar Rp
35.000,- per hari. Jam kerja untuk tenaga
kerja dikebun adalah mulai pukul 07.00
Pengalaman
Kerja
Praktek
Mahasiswa (PKPM) ini dilakukan selama
10 minggu yaitu tepatnya dimulai pada
tanggal 14 Maret 2016 sampai 21 Mei
2015.
Pengalaman
Kerja
Praktek
Mahasiswa (PKPM) dilakukan di P4S
Agrofarm Cianjur, Jawa Barat. Lokasi
perusahaan ini tepatnya di Kampung Jl.
Raya Cipanas-Cianjur KM 5 Cigombong,
Desa
Ciherang,
Kecamaten
Pacet,
Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
P4S
Agrofarm Cianjur bergerak dibidang
budidaya sayuran, pemasaran dan jasa
berupa pelatihan.
2.2 Ruang Lingkup
Kegiatan yang dilakukan di P4S
Agrofarm Cianjur terdiri dari 3 jenis
kegiatan yaitu usaha tani atau budidaya,
kegiatan pemasaran, dan kegiatan jasa
berupa pelatihan. Kegiatan budidaya yang
dilakukan adalah budidaya lobak bulat,
lobak panjang, zucchini, selada, gobo dan
horenso.
3 Jurnal Agrimart Vol.3 No.1 September 2016
P4S Agrofarm Cianjur juga membeli
sayuran dari petani lokal saat persediaan
tidak ada atau tidak mencukupi.
Kegiatan pemasaran produk dari P4S
Agrofarm Cianjur dilakukan setiap hari.
Contohnya pemasaran produk seperti
horenso ke restoran maupun ke
supermarket Korea dan Jepang yang
berada di Jakarta, Tangerang, Cibubur,
Senayan dan Kelapa Gading. Sayuran
diantar mulai jam 12 malam. Hal ini agar
kegiataan pendistribusian tidak terjebak
oleh macet dan produk sampai di lokasi
tujuan tepat waktu sebelum pagi atau
sebelum supermarket dibuka.
Jasa yang dikelola oleh P4S
Agrofarm Cianjur berupa pelatihan bagi
pelaku-pelaku agribisnis, siswa dan
mahasiswa serta kelompok tani yang ada di
seluruh
Indonesia.
Saat
pendirian
perusahaan,
perusahaan
melakukan
kegiatan promosi mengenai kegiatan
pelatihan yang ditawarkan. Kegiatan
promosi ini dilakukan melalui media
elektronik seperti e-mail maupun kegiatan
promosi secara langsung. Adapun bentuk
pelatihan yang diberikan oleh P4S
Agrofarm Cianjur adalah pelatihan
mengenai ilmu-ilmu pertanian, budidaya
sayuran jepang dan korea, manfaat pasca
panen bagi peningkatan nilai jual produk
dan manfaat bermitra bagi suatu
perusahaan. Pelatihan lain seperti pelatihan
untuk dosen mengenai manfaat pemberian
merek dan packaging produk.
sampai dengan pukul 12.00 WIB. Upah
yang diberikan kepada bagian tenaga kerja
penanganan pasca panen adalah sebesar Rp
20.000 per hari dengan jam kerja dimulai
pada pukul 17.00 sampai dengan 00.00
WIB. Upah yang diberikan kepada tenaga
kerja bagian pemasaran adalah sebesar Rp
100.000 per harinya dengan jam kerja yang
dimulai pada pukul 00.00 sampai dengan
selesainya pendistribusian tugas distribusi
mengantarkan barang-barang orderan ke
restoran-restoran dan supermarket.
b. Kegiatan Bisnis Perusahaan
Kegiatan bisnis yang dijalankan oleh
P4S Agrofarm Cianjur terdiri dari 3 jenis
yaitu kegiatan usaha tani atau budidaya
sayuran, pemasaran, dan kegiatan jasa
berupa pelatihan. Kegiatan budidaya mulai
dari penanaman sampai pada panen yang
dilakukan di kebun sendiri hingga pasca
panen. Komoditi yang diusahakan secara
intensif di kebun sendiri adalah lobak
panjang, lobak bulat, horenso dan zucchini.
Sementara sayuran lain yang juga
dibudidayakan namun kurang intensif
adalah selada keriting dan gobo. Kegiatan
pemasaran
meliputi
kegiatan
pendistribusian produk yang sudah
dikemas. Kegiatan jasa berupa pelatihan
kepada petani, pemerintah, swasta, institusi
pendidikan maupun akademisi. Produk
yang dihasilkan oleh P4S Agrofarm adalah
sayuran yaitu lobak bulat, lobak panjang,
horenso, zucchini, gobo dan selada
keriting.
Disamping mengusahakan 6 tanaman
tersebut, P4S Agrofarm Cianjur juga
menjual lebih kurang 30 jenis sayuran,
namun tidak dihasilkan sendiri melainkan
didatangkan dari pasar Cianjur dan pasar
induk Bandung. Pembelian dilakukan jika
ada order dari pelanggan. Jika sayuran
yang diminta tidak cukup persediaannya
atau tidak ada di gudang, baru di beli
dipasar Cianjur dan pasar induk Bandung.
3.2
Pembahasan
Horenso merupakan produk yang
bernilai jual tinggi dibanding produk
lainnya di P4S Agrofarm Cianjur yaitu Rp
50.000 per kg. Horenso adalah sayuran
organik dari jenis bayam (spinacia) yang
kini mulai dikenal dan hanya dimakan
daunnya. Satu periode produksi horenso
adalah selama 2 bulan yang dimulai dari
4 Jurnal Agrimart Vol.3 No.1 September 2016
kegiatan pengolahan tanah, penyemaian,
penanaman, pemeliharaan, panen dan
pasca panen.
yang terjadi. Biaya-biaya tersebut meliputi
biaya bahan baku, biaya tenaga kerja,
biaya overhead pabrik, biaya pemasaran
dan biaya administrasi dan umum. Adapun
biaya-biaya yang dikeluarkan untuk
kegiatan produksi Horenso di P4S
Agrofarm Cianjur adalah sebagai berikut :
A. Keuntungan
Produk
Horenso
Dengan Pendekatan Harga Pokok
Produk Di P4S Agrofarm Cianjur
Dalam penentuan harga pokok
produk perlu diketahui informasi biaya
1. Biaya Bahan Baku
Tabel 1. Biaya Bahan Baku Horenso per Periode Produksi (Luas Lahan 400 m2)
No
Nama Bahan
Satuan
Jumlah Harga/satuan Total (Rp)
(Rp)
1. Benih Horenso
kaleng
1
165.000
165.000
2. Pupuk Kandang
kg
300
571
171.300
(1 karung = 35 kg)
3. Pupuk Urea
kg
10
2.000
20.000
4. Plastik pp ukuran 20x40 cm
lembar
4.800
200
960.000
(1 bungkus = 50 lembar)
Jumlah
167.771
1.316.300
kerja Horenso di P4S Agrofarm Cianjur
2. Biaya Tenaga Kerja
ada 3 jenis yaitu tenaga kerja bagian
Biaya tenaga kerja adalah biaya yang
budidaya, pasca panen dan pemasaran.
dikeluarkan untuk mengolah bahan baku
Tenaga kerja di P4S Agrofarm Cianjur
sampai menjadi produk selesai. Tenaga
diberi balas jasa setiap hari.
Tabel 2. Biaya Tenaga Kerja Horenso per Periode Produksi (Luas Lahan 400 m2)
No
Jenis Kegiatan
1.
Budidaya
Pengolahan lahan
Penyemaian
Penanaman
Pemeliharaan
Panen
Pasca panen
Sortasi
Grading
Pengemasan
Pemasaran
Total
2.
3.
Waktu
(Hari)
Waktu
(HKO)
Satuan
upah
Jumlah
TK
(orang)
Upah
(Rp)
Total
upah
(Rp)
3
1
4
4
10
3
0,14
4
4
2,8
HKO
HKO
HKO
HKO
HKO
5
1
4
4
4
35.000
35.000
35.000
35.000
35.000
525.000
4.900
560.000
560.000
392.000
10
10
10
10
11
0,28
1,4
1,4
2
HKO
HKO
HKO
HKO
4
4
4
1
20.000
20.000
20.000
100.000
224.000
112.000
112.000
200.000
2.689.900
biaya tenaga kerja. Biaya overhead pabrik
yang digunakan dalam produksi Horenso
adalah:
3. Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik adalah biaya
produksi selain biaya bahan baku dan
5 Jurnal Agrimart Vol.3 No.1 September 2016
 Biaya penyusutan Alat
Tabel 3. Biaya Investasi Horenso per Periode Produksi (Luas Lahan 400 m2)
No
Nama Alat
Satuan Jumlah
Total Biaya (Rp)
1. Cangkul
buah
1
120.000
2. Gembor
buah
1
70.000
3. Pisau
buah
1
2.000
4. Kontainer
buah
2
400.000
5. Timbangan elektronik besar
buah
1
2.000.000
6. Mobil
buah
1
100.500.000
Jumlah
6
103.092.000
Tabel 4. Biaya Penyusutan Horenso per Periode Produksi (Luas Lahan 400 m2)
No
Nama Alat
1.
2.
3.
4.
5.
Cangkul
Gembor
Pisau
Kontainer (2)
Timbangan
elektronik besar
Mobil
Jumlah
6.
Total Harga
(Rp)
120.000
70.000
2.000
400.000
2.000.000
UE
100.500.000
103.092.000
10
5
5
1
5
15
Nilai Sisa
(Rp)
6.000
0
0
20.000
100.000
5.025.000
5.151.000
Penyusutan/ Penyusutan/
tahun (Rp) periode (Rp)
22.800
3.800
14.000
2.333
2.000
333
76.000
12.666
126.666
21.111
9.547.500
9.788.966
1.591.250
1.631.493
 Biaya lain-lain
Tabel 5. Biaya Lain-lain Horenso per Periode Produksi (Luas Lahan 400 m2)
No
Jenis Biaya
Satuan Biaya/ bulan (Rp) Biaya/ periode (Rp)
1. Listrik dan air
Bulan
75.000
150.000
2. Transportasi
200.000
Jumlah
350.000
Keterangan : Biaya listrik dan air merupakan biaya bersama yang digunakan hanya saat pasca panen yaitu ± 3
hari. Diasumsikan bahwa biaya bersama ini dibagi rata ke semua produk selama dalam 1 kali
proses produksi.

Perhitungan Harga Pokok ProdukHorenso Dalam 1 Periode Produksi
Laporan Harga Pokok Produk Horenso
Satu Periode Produksi (2 bulan)
di P4S Agrofarm Cianjur
Biaya bahan baku
1.316.300
Biaya tenaga kerja
2.689.900
1.781.493 +
Biaya overhead pabrik
Harga pokok produk
5.787.693
Biaya pemasaran
200.000 +
Harga pokok penjualan
5.987.693
Jumlah produksi (Kg)
1.200 :
Harga pokok penjualan/ kg
4.989
6 Jurnal Agrimart Vol.3 No.1 September 2016
Faktor pembeda antara produk
horenso P4S Agrofarm Cianjur dengan
para pesaingnya adalah ukuran
horenso yang ditawarkan serta
ketersediaan produk yang kontinyu.
P4S Agrofarm selalu berusaha untuk
selalu memenuhi permintaan sehingga
pasokan barang tetap kontinyu.
Horenso yang ditawarkan oleh P4S
Agrofarm Cianjur memiliki ukuran
hingga 25 cm dan ukuran inilah yang
memenuhi standar layak untuk
konsumen.
Berdasarkan
perhitungan
harga
pokok penjualan yang telah dilakukan,
harga pokok penjualan per kilogram
horenso adalah Rp 4.989. Harga tersebut
sudah menutupi biaya produksi dan
memberikan keuntungan sebesar Rp
45.011 perkilogram Horenso.
B. Faktor-faktor Non Biaya yang
Mempengaruhi Dalam Penentuan
Harga Jual Horenso di P4S
Agrofarm Cianjur
1. Pesaing
2. Pengawasan Pemerintah
Salah satu contoh faktor non
biaya yang harus diperhatikan adalah
pesaing. Pesaing adalah perusahaan
yang menghasilkan atau menjual
barang dan jasa yang sama atau mirip
dengan produk yang ditawarkan.
Pesaing P4S Agrofarm Cianjur juga
menjual horenso dengan harga yang
sama yaitu Rp 50.000. pesaing P4S
Agrofarm Cianjur adalah Sahabat Tani,
Agro Mandiri, dan Agro Ayu.
Pesaing juga memasok horenso
untuk supermarket Korea dan Jepang,
kemudian ke pasar lokal. Salah satu
supermarket yang juga dipasok oleh
pesaing adalah di Mu Gung Hwa
(MGH) yang beralamat di Lippo
Cikarang, Jawa Barat. Namun, pesaing
tersebut tidak mempengaruhi jumlah
penjualan yang dipasarkan oleh P4S
Agrofarm Cianjur. Supermarket sudah
menentukan darimana saja pasokan
Horenso yang akan dia terima.
Pembagian jatahnya juga jelas, dimana
setiap pemasok diberikan batasan
untuk memasok setiap harinya.
Misalnya jatah P4S Agrofarm Cianjur
adalah 10 kg Horenso, maka jatah
untuk pesaing juga 10 kg atau lebih
atau lebih kecil dari jumlah tersebut.
Pemerintah
memiliki
peran
penting terhadap kelancaran benih
Horenso
di
pasaran.
Adanya
pengawasan dari pemeritah terhadap
lancarnya arus barang dan jasa
terutama terhadap benih Horenso yang
merupakan barang impor berpengaruh
secara tidak langsung terhadap P4S
Agrofarm
Cianjur.
Apabila
kelengkapan-kelengkapan izin ataupun
administratif lainnya tidak terpenuhi
oleh importir benih, maka dapat
mengakibatkan
terhambatnya
kedatangan benih impor tersebut. Hal
itu dapat mengakibatkan terjadinya
kelangkaan benih Horenso di pasar.
Kelangkaan benih Horenso tentu akan
mempengaruhi P4S Agrofarm Cianjur
karena benih Horenso merupakan
bahan baku utama bagi P4S Agrofarm
Cianjur.
3. Faktor Resiko
Pasar yang dimasuki oleh P4S
Agrofarm Cianjur adalah pasar yang
memiliki rintangan besar dan sulit
untuk dimasuki, yaitu supermarket dan
restoran Korea dan Jepang. Kerugian
akibat
kerusakan
barang
saat
pengiriman ditanggung sendiri oleh
produsen yaitu P4S Agrofarm Cianjur.
7 Jurnal Agrimart Vol.3 No.1 September 2016
baku produk. Faktor resiko juga
berpengaruh karena kerusakan barang
saat pendistribusian ke tempat tujuan
dan resiko produk tidak habis terjual
akan ditanggung sepenuhnya oleh
pihak P4S Agrofarm Cianjur.
P4S Agrofarm Cianjur memiliki jarak
yang cukup jauh dengan pasar tujuan
pemasaran
produknya.
Kerugian
seperti
kerusakan
barang
saat
pengiriman ditanggung sendiri oleh
produsen. Belum lagi resiko barang
yang berkurang beratnya saat sampai di
tempat tujuan. Kerugian-kerugian
tersebut
ditanggung
oleh
P4S
Agrofarm Cianjur.
Supermarket yang menjadi pasar
dari produk-produk P4S Agrofarm
Cianjur juga memiliki sistem produk
yang berbeda. Produk akan bersifat
titip dimana produk yang tidak habis
terjual, akan ditanggung sendiri
kerugiannya
oleh
produsen.
Supermarket hanya akan membayar
sebanyak jumlah produk yang dijual.
IV.
DAFTAR PUSTAKA
Fredy. M. 2010. Analisis Biaya Dan
Penetapan Harga Jual Produk
Sebagai
Alat
Bantu
Dalam
Perencanaan Laba Cv Mulia Kasa.
(Online).
http://mochfreddy.blogspot.co.id/201
3/04/penetapan-harga-jual.html.
(Diakses tanggal 26 Agustus 2016).
Putri. M. S. 1998. Penentuan Harga Jual
Produk Studi Kasus Pada PT. Sari
Husada Yogyakarta. (online).
(http://www.library.usd.ac.id/Data%
20PDF/F.%20Keguruan%20dan%20
Ilmu%20Pendidikan/Pendidikan%20
Akuntansi/91234067_full.pdf.
diakses 30 Juli 2016)
KESIMPULAN
Dari
hasil
dan
pembahasan
disimpulkan :
1. Harga pokok produk Horenso selama
satu periode produksi adalah sebesar
Rp 5.787.693,00, dengan Harga Pokok
Penjualan
adalah
sebesar
Rp
5.987.693,00 sehingga Harga Pokok
Penjualan per kg adalah sebesar Rp
4.989,00. Keuntungan produk Horenso
yang diperoleh dengan pendekatan
harga pokok adalah sebesar Rp
45.011,00 per kg.
2. Faktor non biaya yang mempengaruhi
penetapan harga jual di P4S Agrofarm
Cianjur adalah pesaing, pengawasan
pemerintah, dan faktor resiko. Pesaing
mempengaruhi harga jual karena
pesaing juga menetapkan harga yang
sama dengan P4S Agrofarm Cianjur.
Pengawasan pemerintah berdampak
pada kelangkaan benih sehingga
mempengaruhi ketersediaan bahan
Lasmidara. R. S. 2015. Penentuan Harga
Jual.
(Online).
(http://www.kompasiana.com/lasmid
araseila/penentuan-hargajual_563f1c86f77e612609970b17,
diakses tanggal 17 Juli 2016)
Saputro. A. C. Hasballah. 2014. Tatan
Tarjuna Kantongi Rp 200 Juta/
Bulan dari Budidaya Sayuran
Jepang.
(Online).(http://www.jitunews.com/r
ead/3793/tatan-tarjuna-kantongi-rp200-juta-bulan-dari-budidayasayuran-jepang, diakses tanggal 28
Juni 2016).
8 Jurnal Agrimart Vol.3 No.1 September 2016
Download