badan lingkungan hidup daerah istimewa - BLH DIY

advertisement
LAPORAN TAHUNAN
PELAKSANAAN PROGRAM/KEGIATAN
TAHUN 2014
BADAN LINGKUNGAN HIDUP
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Yogyakarta,
April 2015
Kata pengantar
Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY dapat
menyelesaikan Laporan Tahunan Pelaksanaan Program/Kegiatan 2014. Laporan ini memuat
berbagai informasi tentang potret kondisi organisasi seperti: profil pegawai, sarana
prasarana, aset, hasil pelaksanaan program/kegiatan, penggunaan anggaran serta
hambatan/tantangan dalam merealisasikan target dan capaian program/kegiatan tahun
2014.
Laporan kegiatan ini
merupakan salah satu bentuk laporan BLH DIY dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Daerah
Istimewa Yogyakarta Nomor 8 Tahun 2008. Selain itu dimaksudkan pula untuk memenuhi
kewajiban
ketentuan Undang-Undang Nomor : 14 Tahun 2008 Tentang
Keterbukaan
Informasi Publik (KIP).
Laporan tahunan ini diharapkan dapat memberikan dukungan informasi kepada
berbagai pihak baik instansi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha dan perguruan tinggi
sebagai mitra dalam merumuskan/melaksanakan kebijakan dalam pengelolaan lingkungan
hidup. Di samping itu diharapkan pula dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk lebih
mensinergikan dan mengefektifkan pengelolaan lingkungan hidup di masa mendatang.
Dalam penyusunan laporan ini tentunya masih banyak kekurangan maupun
kesalahan, sehingga kami berharap adanya saran, kritik dan masukan yang konstruktif guna
menyempurnakan penyusunan laporan di waktu mendatang
Kami tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak atas bantuannya
sehingga Laporan Tahunan Pelaksanaan Program/Kegiatan 2014 BLH DIY dapat
terselesaikan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi berbagai pihak yang membutuhkan.
Yogyakarta,
2015
Kepala
BLH DIY
Ir. Joko Wuryantoro, M.Si
NIP. 19581108 198603 1 011
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .................................................................................................................
i
Daftar Isi ...........................................................................................................................
ii
BAB I. PENDAHULUAN ......................................................................................................
1
1.1. Latar Belakang ...........................................................................................................
1
1.2. Tujuan Penyusunan Laporan .....................................................................................
2
1.3. Manfaat Penyusunan Laporan ..................................................................................
2
1.4. Dasar Hukum .............................................................................................................
2
1.5. Sistematika Penulisan ...............................................................................................
3
BAB II. KONDISI UMUM BADAN LINGKUNGAN HIDUP .....................................................
4
2.1. Visi dan Misi ...............................................................................................................
4
2.1.1. Visi Instansi .......................................................................................................
4
2.1.2. Misi Instansi ......................................................................................................
5
2.2. Struktur Organisasi .....................................................................................................
6
2.2.1. Susunan Organisasi ...........................................................................................
6
2.2.2. Struktur Organisasi Badan Lingkungan Hidup ...................................................
6
2.3. Tugas Pokok dan Fungsi ..............................................................................................
7
2.4.Tugas dan Fungsi Sekretariat dan Bidang ....................................................................
8
2.4.1. Sekretariat .........................................................................................................
8
2.4.2. Bidang Pengembangan Kapasitas ......................................................................
10
2.4.3. Bidang Pengendalian Kerusakan dan Konservasi Lingkungan ...........................
11
2.4.4. Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan .................................................
13
2.4.5. Bidang Penaatan dan Kajian Lingkungan ..........................................................
14
2.5. Kepegawaian ...............................................................................................................
16
2.6. Sarana dan Prasarana ..................................................................................................
17
BAB III. KEBIJAKAN DAN PROGRAM KERJA ........................................................................
20
3.1. Kebijakan ....................................................................................................................
20
3.1.1. Strategi ..............................................................................................................
20
3.1.2. Arah Kebijakan ..................................................................................................
21
3.2. Program ......................................................................................................................
23
ii
BAB IV. LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN .................................................................
26
1. Sekretariat ..................................................................................................................
26
2. Bidang Pengendalian Perusakan dan Konservasi Lingkungan ....................................
40
3. Bidang Pengembangan Kapasitas ...............................................................................
48
4. Bidang Penaatan dan Kajian Lingkungan ....................................................................
68
5. Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan ..........................................................
74
BAB V. Keuangan ............................................................................................................
94
BAB VI. Permasalahan Dan Solusi ...................................................................................
99
BAB VII. Program Kerja Tahun 2015 ...............................................................................
102
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam pengelolaan lingkungan hidup bukan hanya menjadi tanggung jawab
pemerintah, namun dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup menjadi
tanggungjawab berbagai pihak, baik instansi sektor, lembaga swadaya masyarakat, dunia
pendidikan, para-pelaku usaha dan masyarakat. Kondisi lingkungan hidup yang sekarang
terjadi merupakan perpaduan antara berbagai upaya yang telah dilakukan oleh para pemangku
kepentingan tersebut dalam merespon dampak negatif dari berbagai aktifitas pembangunan
baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Salah satu hal penting
dalam menentukan prioritas program/kegiatan dalam pengelolaan lingkungan hidup adalah
ketepatan dan kecepatan merespon isu-isu strategis yang terjadi yang kemudian dijabarkan
dalam pembagian peran (role sharing) bagi para pemangku kepentingan.
Dalam pengelolaan lingkungan hidup, tahapan-tahapan perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi perlu dilakukan secara berkala, berkesinambungan dan berkelanjutan. Dokumen
tertulis tentang hasil-hasil pelaksanaan kegiatan perlu dibuat tidak hanya untuk kepentingan
administrasi dan pertanggungjawaban publik, namun juga digunakan sebagai bahan evaluasi.
Hasil evaluasi selanjutnya dapat digunakan sebagai masukan untuk pelaksanaan kegiatan
tahun berikutnya.
Dengan telah berakhirnya pelaksanaan semua program/kegiatan dengan pembiayaan
berasal dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Daerah Istimewa Yogyakarta
Tahun Anggaran 2014, yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran - Satuan Kerja
Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Nomor : 29/DPPA/2014 Tanggal: 20 Oktober 2014 Daerah
Istimewa
Yogyakarta
Tahun
Anggaran
2014,
maka
sebagai
salah
satu
bentuk
pertanggungjawaban publik tentang efektifitas dan akuntabilitas Badan Lingkungan Hidup
(BLH) DIY dalam melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran tersebut perlu menyusun
Laporan Tahunan.
Laporan Tahunan ini dimaksudkan untuk melaksanakan amanat Undang-Undang
Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik sekaligus untuk memenuhi
Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan
Tatakerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah
dan Satuan Polisi Pamong Praja Daerah Istimewa Yogyakarta (Lembaran Daerah Daerah
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
1
Istimewa Yogyakarta Tahun 2008 Nomor 7). Disamping itu untuk memberikan dokumen
tertulis tentang hasil-hasil kegiatan pengelolaan lingkungan hidup yang telah dilaksanakan
oleh BLH DIY pada tahun 2014. Tentunya laporan tahunan ini merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari siklus pelaksanaan kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi dan pelaporan.
Dalam laporan tahunan ini, hal-hal yang dituangkan meliputi; kondisi organisasi
SKPD BLH DIY, Sarana penunjang, hasil pelaksanaan kegiatan, penggunaan anggaran,
program kerja tahun 2014. Laporan tahunan ini dibuat mendasarkan pada laporan pelaksanaan
program/kegiatan yang telah dibuat oleh masing-masing Sub Bidang dan Sub Bagian di
lingkungan BLH DIY yang bertanggung jawab terhadap pelaksanakan kegiatan dimaksud.
1.2 Tujuan Penyusunan Laporan
Penyusunan Laporan Tahunan BLH DIY Tahun 2014 bertujuan :

Melaporkan hasil pelaksanaan program/kegiatan yang dilaksanakan dengan
sumber dana APBD DIY Tahun 2014;

Memberikan gambaran proses pelaksanaan program/kegiatan

Menyediakan informasi penting terkait pelaksanaa program/kegiatan tahun 2014;
1.3 Manfaat Penyusunan Laporan
Penyusunan Laporan Tahunan BLHDIY tahun 2014 ini adalah sebagai berikut:

Sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan

Sebagai dokumen tertulis kepada berbagai pihak yang membutuhkan

Sebagai referensi pelaksanaan program/kegiatan pengelolaan Lingkungan Hidup
di waktu mendatang
1.4 Dasar Hukum
Peraturan perundangan yang menjadi dasar hukum atau landasan hukum pelaksanaan
kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950, tentang Pembentukan Daerah Istimewa
Jojakarta, sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 9 Tahun 1955;
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana
telah diubah terakhir dengan Undang-Undang nomor 12 Tahun 2008;
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
2
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali
terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 21
Tahun 2011;
4. Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 4 tahun 2007,
tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 11 Tahun
2008;
5. Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 11 Tahun 2013 tentang
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun
Anggaran 2014;
6. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 49 Tahun 2012 tentang
Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah;
7. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 72 Tahun 2013 tentang
Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta
Tahun Anggaran 2014.
1.5 Sistematika Penulisan
Laporan Tahunan Badan Lingkungan Hidup DIY Tahun 2014 disusun dengan sistematika
sebagai berikut :
a. Kata Pengantar
b. Daftar Isi
c. Bab I.
d. Bab II.
Pendahuluan
Kondisi Umum BLHDIY
e. Bab III. Program Kerja
f. Bab IV. Hasil Pelaksanaan Kegiatan
g. Bab V
Keuangan
h. Bab VI Masalah Dan Solusi
i.
Bab VII Program Kerja Tahun 2015
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
3
BAB II
KONDISI UMUM BADAN LINGKUNGAN HIDUP DIY
2.1 Visi dan Misi
2.1.1 Visi Instansi
Filosofi yang mendasari pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta seperti
tercantum dalam RPJMD DIY tahun 2012 - 2017 adalah Hamemayu Hayuning
Bawana, sebagai cita-citaluhur untuk mewujudkan tata nilai kehidupan masyarakat
Yogyakarta berdasarkan nilai budaya daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.
Hamemayu Hayuning Bawono bermakna suatu filosofi kepemimpinan yang selalu
mengupayakan peningkatan kesejahtaraan rakyat dan mendorong terciptanya sikap
serta perilaku hidup individu yang menekankan keselarasan dan keserasian antara
sesama manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Illahi dalam
melaksanakan hidup dan kehidupannya. Filosofi ini juga mengandung magna adanya
kewajiban untuk melindungi, memelihara, serta membina keselamatan dunia dan lebih
mengedepankan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan pribadi maupun
kelompok.Hamemayu Hayuning Bawana bermakna sangat luas, karena Bawana sendiri
dipahami sebagai yang tangible dan intangible serta sebagai bawana alit dan bawana
ageng. Dalam pemahaman seperti itu, maka konsep ini memiliki kapasitas luas menjadi
rujukan hidup bermasyarakat baik bagi lingkungan keluarga, masyarakat maupun
lingkungan yang lebih luas (negara). Konsep ini mengandung makna adanya kewajiban
untuk melindungi, memelihara, serta membina keselamatan dunia dan lebih
mengedepankan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi maupun
kelompok.
Hakikat budaya adalah hasilcipta, rasa dan karsa yang diyakini masyarakat sebagai
sesuatu yang benar dan indah. Demikian pula budaya Ngayogyakarta Hadiningrat, yang
diyakini sebagai salah satu acuan dalam kehidupan bermasyarakat. Secarafilosofis,
budayaJawa, khususnya budaya Ngayogyakarta Hadiningrat dapat digunakan sebagai
sarana untuk mewujudkan masyarakat ayom, ayem, tata, tititentrem, kertaraharja.
Dengan perkataanlain, budaya tersebut akan bermuara pada kehidupan masyarakat
yang penuh dengan kedamaian, keamanan, keteraturan dan sejahtera.
Bertitik tolak dari dasar filosofi pembangunan daerah Daerah Istimewa Yogyakarta
seperti tersebut di atas, maka Badan Lingkungan Hidup DIY sesuai kondisi pada saat
ini, melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan dalam lima tahun
kedepan, tahapan dalam rencana pembangunan jangka panjang, dan aspek-aspek
potensial yang berkembang selama ini serta mempertimbangkan isu-isu lingkungan
hidup strategis dan perkembangan pengelolaan lingkungan hidup global yang cukup
pesat perlu diwujudkan suatu kondisi dinamis masyarakat yang maju, namun tetap
menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang adiluhung. Sehubungan dengan hal tersebut
serta memperhatikan visi yang hendak dicapai dalam RPJMD DIY tahun 2012 – 2017,
maka rumusan visi Badan Lingkungan Hidup DIY yang ingin dicapai selama lima tahun
mendatang adalah sebagai berikut:
“Sebagai Institusi Yang Handal Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Untuk
Mewujudkan Masyarakat DIY Berbudaya dan Berwawasan Lingkungan”
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
4
2.1.2 Misi Instansi
Misi Keempat RPJMD DIYadalah memantapkan prasarana dan sarana daerah
dalam upaya meningkatkan pelayanan publik dengan memperhatikan kelestarian
lingkungan dan kesesuaian tata ruang. Sedangkan misi yang akan dilaksanakan oleh
Badan Lingkungan Hidup DIY dalam kurun waktu 5 (lima) tahun adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas dan kapasitas Badan Lingkungan Hidup
Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi badan;
2. Meningkatan kualitas lingkungan hidup dan perlindungan sumber daya alam melalui
sinergi sitas lintas pemangku kepentingan serta mengembangan budaya kearifan
lokal;
3. Menguatkan kapasitas, kepedulian dan partisipasi lintas pemangku kepentingan
dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkeadilan gender;
4. Memantapkan sarana prasarana dan akses informasi dalam perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup secara adil, merata dan berkualitas.
Tujuan yang hendak dicapai oleh Badan Lingkungan Hidup DIY adalah menjaga
kelestarian lingkungan dan kesesuaian tata ruang. Tujuan ini sesuai dengan penjelasan
dalam RPJMD DIY tahun 2012 – 2017 tentang hubungan misi, tujuan, sasaran dan
indikator sasaran urusan wajib lingkungan hidup, sebagai berikut :
Tabel 4.1
Misi, Tujuan, Sasaran, dan Indikator Sasaran RPJMD DIY Tahun 2012-2017
Misi
Misi 4:
Memantapkan
prasarana dan
sarana daerah
dalam upaya
meningkatkan
pelayanan publik
dengan
memperhatikan
kelestarian
lingkungan dan
kesesuaian Tata
Ruang.
Tujuan
Sasaran
Indikator Sasaran
1.
Mewujudkan
peningkatkan
pelayanan publik.
Layanan publik meningkat,
terutama pada penataan
sistem transportasi dan
akses masyarakat di
pedesaan.
Load factor angkutan
perkotaan
meningkat.
2.
Menjaga
kelestarian
lingkungan dan
kesesuaian Tata
Ruang.
1.
Kualitas lingkungan
hidup meningkat.
Persentase
Peningkatan
Kualitas
Lingkungan.
2.
Pemanfaatan Ruang
terkendali.
Kesesuaian
pemanfaatan ruang
terhadap RTRW
Kab/Kota dan RTRW
Provinsi meningkat.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
5
2.2 Struktur Organisasi
2.2.1 Susunan Organisasi
Dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun
2008 dan Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2007 tentang
Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Daerah Istimewa Yogyakarta, telah
ditetapkan Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2008 tentang
Organisasi dan Tatakerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga
Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan
Peraturan Daerah DIY Nomor 7 Tahun 2008 bahwa kedudukan Badan Lingkungan Hidup DIY
sesuai dengan pembagian urusan pemerintahan daerah dibidang lingkungan hidup adalah:
(1) Badan Lingkungan Hidup merupakan unsur pendukung tugas kepala Daerah di bidang
lingkungan hidup
(2) Badan Lingkungan Hidup dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berkedudukan di
bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah
(3) Kepala Badan Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diangkat dan
diberhentikan oleh Gubernur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku
2.2.2 Struktur organisasi Badan Lingkungan Hidup
Berdasarkan Peraturan Daerah DIY Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan
Tatakerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah
dan Satuan Polisi Pamong Praja Daerah Istimewa Yogyakarta yang didalamnya termasuk
Badan Lingkungan Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta, maka susunan struktur organisasi
Badan Lingkungan Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta, adalah sebagai berikut:
a. Kepala
b. Sekretariat yang dipimpin oleh seorang sekretaris dan terdiri dari:
1). Subbagian Program, Data dan Teknologi Informasi
2). Subbagian Keuangan
3). Subbagian Umum
c. Bidang Pengembangan Kapasitas yang dipimpin oleh seorang kepala bidang dan
terdiri dari:
1). Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan
Lingkungan
2). Subbidang Pengembangan Laboratorium Lingkungan
d. Bidang Pengendalian Perusakan dan Konservasi Lingkungan yang dipimpin oleh
Seorang kepala bidangdan terdiri dari:
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
6
1). Subbidang Pengendalian Perusakan Lingkungan
2). SubbidangKonservasi Lingkungan
d. Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan yang dipimpin oleh seorang kepala
bidang dan terdiri dari:
1). Subbidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Udara.
2). Subbidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Air dan Tanah serta
Bahan Berbahaya dan Beracun.
e. Bidang Penaatan dan Kajian Lingkungan yang dipimpin oleh seorang kepala
bidang dan terdiri dari:
1). Subbidang Penaatan Lingkungan
2). Subbidang Kajian Lingkungan
f. Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok jabatan fungsional tertentu pada tahun 2011 sudah terisi 2 (dua)
orang, yaitu jabatan fungsional tertentu pengen dali dampak lingkungan.
Kelompok jabatan fungsional tertentu diperlukan untuk menampung personilpersonil dengan keahlian khusus antara lain PPNS dan PPLHD.Ketentuanketentuan yang dapat digunakan dalam pembentukan kelompok jabatan
fungsional tertentu sebagai berikut:
 Keputusan Presiden No. 100 Tahun 2004 tentang Tunjangan Jabatan
Fungsional.
 Keputusan Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.
47/KEP/MENPAAN/8/2002 tentang jabatan Fungsional Pengendali Dampak
Lingkungan dan Angka Kreditnya.
 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 145 Tahun 2004 tentang
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengendali Dampak
Lingkungan dan Angka Kreditnya.
 Keputusan Menteri Negara lingkungan Hidup No. 146 Tahun 2004 tentang
Pedoman Kualifikasi Pendidikan Untuk Jabatan Fungsional Pengendali
Dampak Lingkungan.
 Keputusan Menteri Negara lingkungan Hidup No. 147 Tahun 2004 tentang
Kode Etik Profesi Pengendali Dampak Lingkungan.
 KeputusanKepalaBadanKepegawaian Negara No. 62 Tahun 2004 tentang Tata
Cara Permintaan, Pemberian, dan Penghentian Tunjangan Jabatan Fungsional
Pengendali Dampak Lingkungan.
 Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 68 Tahun 2008
tentang Jenis dan Kebutuhan Jabatan Fungsional Tertentu.
2.3. Tugas Pokok dan Fungsi
Dalam Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2008 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
7
Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Daerah Istimewa Yogyakarta yang didalamnya
termasuk Badan Lingkungan Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta, ditetapkan bahwa tugas
pokok BLH DIY adalah melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di
bidang lingkungan hidup. Untuk melaksanakan tugas tersebut BLH DIY mempunyai fungsi:
1. penyusunan program di bidang lingkungan hidup;
2. perumusan kebijakan teknis di bidang lingkungan hidup;
3. pengendalian pencemaran dan/kerusakan lingkungan, pemulihan kualitas
lingkungan hidup, konservasi lingkungan;
4. penyelenggaraan pembinaan pengendalian lingkungan;
5. penyelenggaraan koordinasi perijinan bidang lingkungan hidup;
6. penyelenggaraan kajian dan penataan lingkungan;
7. pembinaan dan pengembangan laboratorium lingkungan hidup;
8. pemberian fasilitasi penyelenggaraan pengendalian lingkungan hidup Pemerintah
Kabupaten/Kota;
9. pemberdayaan sumberdaya dan mitra kerja di bidang lingkungan hidup;
10. penyelenggaraan kegiatan ketatausahaan;
11. pelaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
2.4. Tugas dan Fungsi Sekretariat dan Bidang
Tugas dan fungsi BLH didistribusikan ke seluruh unit kerja (Sekretariat dan Bidang)
sebagai berikut:
2.4.1 Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program, pengelolaan data
dan sistem informasi, ketatausahaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan Badan. Untuk
melaksanakan tugas tersebut, Sekretariat mempunyai fungsi :
a. penyusunan program Sekretariat;
b. penyusunan program Badan;
c. koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan teknis bidang lingkungan hidup;
d. penyelenggaraan urusan kearsipan, kerumahtanggaan, kehumasan, kepustakaan,
serta efisiensi dan tatalaksana Badan;
e. penyelenggaraan administrasi kepegawaian Badan;
f. pengelolaan keuangan dan barang Badan;
g. pengelolaan data dan pengembangan sistem informasi;
h. penyelenggaraan monitoring dan evaluasi program Badan;
i. fasilitasi pengembangan kerjasama teknis;
j. evaluasi dan penyusunan laporan program Sekretariat;
k. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
8
Tugas dan fungsi Sekretariat didistribusikan ke seluruh Subbag yang ada dibawah Sekretariat
sebagai berikut:
a) Subbagian Program, Data dan Teknologi Informasi
Subbagian Program, Data dan Teknologi Informasi mempunyai tugas
penyiapan bahan penyusunan dan evaluasi program, pengembangan data dan
sistem teknologi informasi. Untuk pelaksanaan tugas tersebut, Subbagian
Program, Data dan Teknologi Informasi mempunyai fungsi :
a. penyusunan program Subbagian Program, Data dan Teknologi Informasi ;
b. penyusunan program Badan;
c. pengelolaan data, pelayanan informasi dan pengembangan sistem
informasi;
d. penyiapan bahan fasilitasi pengembangan kerjasama teknis;
e. pengendalian, monitoring dan evaluasi program Badan;
f. penyusunan laporan program Badan;
g. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan program Subbagian Program
Data, dan Teknologi Informasi.
b) Subbagian Keuangan
Subbagian Keuangan mempunyai tugas mengelola keuangan Badan. Untuk
pelaksanaan tugas tersebut Subbagian Keuangan mempunyai fungsi:
a. penyusunan program Subbagian Keuangan;
b. penyusunan rencana anggaran Badan;
c. pelaksanaan perbendaharaan keuangan Badan;
d. pelaksanaan akuntansi keuangan Badan;
e. pelaksanaan verifikasi anggaran Badan;
f. penyusunan pertanggungjawaban anggaran Badan;
g. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan program Subbagian
Keuangan.
c) Subbagian Umum
Subbagian Umum mempunyai tugas melaksanakan kearsipan, kerumah
tanggaan, pengelolaan barang, kepegawaian, kehumasan, kepustakaan, efisiensi
dan tatalaksana Badan. Untuk melaksanakan tugas tersebut Subbagian Umum
mempunyai fungsi :
a. penyusunan program Subbagian Umum;
b. pengelolaan kearsipan;
c. penyelenggaraan kerumahtanggaan Badan;
d. pengelolaan barang Badan;
e. pengelolaan data kepegawaian Badan;
f. penyiapan bahan mutasi pegawai Badan;
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
9
g.
h.
i.
j.
k.
l.
penyiapan kesejahteraan pegawai Badan;
penyiapan bahan pembinaan pegawai Badan;
penyelenggaraan kehumasan Badan;
pengelolaan kepustakaan Badan;
penyiapan bahan efisiensi dan tatalaksana Badan;
evaluasi dan penyusunan laporan program Subbagian Umum
2.4.2 Bidang Pengembangan Kapasitas
Bidang Pengembangan Kapasitas mempunyai tugas melaksanakan pengembangan
Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kelembagaan bidang lingkungan hidup serta
pengembangan kapasitas laboratorium lingkungan.
Untukmelaksanakantugastersebut, BidangPengembanganKapasitasmempunyaifungsi :
a. penyusunan program Bidang Pengembangan Kapasitas;
b. penyusunan bahan kebijakan teknis pengembangan dan penyelenggaraan
pembinaan/peningkatan kapasitas SDM, kelembagaan dan laboratorium bidang
lingkungan hidup;
c. pengelolaan data SDM dan kelembagaan serta laboratorium lingkungan hidup;
d. pembinaan dan fasilitasi pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan
kelembagaan lingkungan hidup serta pengembangan laboratorium lingkungan ;
e. fasilitasi pengelolaan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup;
f. evaluasi dan monitoring pengelolaan laboratorium lingkungan;
g. pelaksanaan fasilitasi pengembangan teknologi berwawasan lingkungan;
h. pembinaan dan pemantauan pelaksanaan konvensi internasional dan protokol;
i. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program program Bidang Pengembangan
Kapasitas;
j. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Tugas dan fungsi Bidang Pengembangan Kapasitas didistribusikan ke seluruh Subbidang
yang ada di bawah Bidang Pengembangan Kapasitas sebagai berikut:
a) Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Lingkungan;
Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Lingkungan
mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumberdaya manusia di bidang
lingkungan hidup serta pemberdayaan dan fasilitasi organisasi/lembaga masyarakat
yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Untuk melaksanakan tugas tersebut,
Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Lingkungan
mempunyai fungsi :
a. penyusunan program Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan
Kelembagaan Lingkungan;
b. pembinaan dan pengawasan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan
standar kompetensi personil di bidang pengelolaan lingkungan hidup;
c. pembinaan dan pengembangan kapasitas dan kelembagaan lingkungan hidup;
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
10
d. penyiapan bahan fasilitasi pengembangan kapasitas dan kelembagaan
lingkungan hidup;
e. pelaksanaan pembinaan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan lingkungan hidup;
f. pengendalian pelaksanaan perjanjian internasional di bidang pengendalian
dampak lingkungan;
g. penyiapan bahan kebijakan penerapan instrumen ekonomi pengelolaan
lingkungan hidup;
h. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan penerapan sistem manajemen
lingkungan hidup;
i. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program Subbidang
Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Lingkungan Hidup.
b) Subbidang Pengembangan Laboratorium Lingkungan.
Subbidang Pengembangan Laboratorium Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan
pembinaan dan pengembangan laboratorium lingkungan hidup. Subbidang
Pengembangan Laboratorium Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan
dan pengembangan laboratorium lingkungan hidup. Untuk melaksanakan tugas
tersebut, Subbidang Pengembangan Laboratorium Lingkungan mempunyai fungsi :
a. penyusunan program Subbidang Pengembangan Laboratorium Lingkungan;
b. penyiapan bahan penyusunan kebijaksanaan teknis pengembangan laboratorium
lingkungan hidup;
c. penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan terhadap laboratorium
lingkungan hidup;
d. penyiapan bahan rekomendasi laboratorium lingkungan hidup;
e. pelaksanaan pembinaan pemanfaatan dan pengelolaan laboratorium lingkungan
hidup;
f. penyiapan bahan
pembinaan dan pengendalian pelaksanaan perjanjian
internasional di bidang pengendalian dampak lingkungan hidup;
g. pelaksanaan fasilitasi pengembangan teknologi berwawasan lingkungan;
h. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program Subbidang
Pengembangan Laboratorium Lingkungan;
2.4.3. Bidang Pengendalian Perusakan dan Konservasi Lingkungan
Bidang Pengendalian Perusakan dan Konservasi Lingkungan mempunyai tugas
melaksanakan pengendalian perusakan dan konservasi lingkungan. Untuk melaksanakan
tugas tersebut, Bidang Pengendalian Perusakan dan Konservasi Lingkungan mempunyai
fungsi :
a. penyusunan program Bidang Pengendalian Perusakan dan Konservasi Lingkungan;
b. penyusunan bahan penetapan kriteria baku kerusakan lingkungan;
c. penyusunan bahan kebijakan teknis pengendalian perusakan dan konservasi lingkungan;
d. pembinaan dan pengendalian perusakan dan konservasi lingkungan;
e. monitoring dan evaluasi pengendalian perusakan serta konservasi lingkungan;
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
11
f. pengendalian pelaksanaan perjanjian internasional di bidang konservasi sumber daya
alam;
g. penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian pelaksanaan konvensi internasional dan
protokol;
h. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program Bidang Pengendalian Perusakan
dan Konservasi Lingkungan;
i. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Tugas dan fungsi Bidang Pengendalian Perusakan dan Konservasi Lingkungan
didistribusikan ke seluruh Subbidang yang ada di bawah Bidang Pengendalian Perusakan dan
Konservasi Lingkungan sebagai berikut:
a) Subbidang Pengendalian Perusakan Lingkungan
Subbidang Pengendalian Perusakan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan
pengendalian kerusakan lingkungan. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Subbidang
Pengendalian Perusakan Lingkungan mempunyai fungsi :
a. penyusunan program Subbidang Pengendalian Perusakan Lingkungan;
b. penyiapan bahan kebijakan teknis pengendalian dan evaluasi kerusakan
lingkungan;
c. penyiapan bahan penetapan kriteria baku kerusakan lingkungan pesisir dan laut,
kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan dan/atau lahan, serta akibat
kegiatan produksi biomassa;
d. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan pengendalian kerusakan
lingkungan;
e. penyelenggaraan pelayanan pengendalian kerusakan lingkungan;
f. pemantauan dan pengendalian pelaksanaan perjanjian internasional di bidang
pengendalian dampak lingkungan;
g. penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian pelaksanaan konvensi
internasional dan protokol;
h. penyiapan bahan koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan/atau lahan;
i. pelaksanaan pengaturan pengendalian kerusakan wilayah pesisir dan laut;
j. pelaksanaan pelayanan penunjang terhadap penyelenggaraan pengendalian
kerusakan lingkungan oleh satuan kerja pemerintah daerah;
k. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program Subbidang Pengendalian
Kerusakan Lingkungan;
b) Subbidang Konservasi Lingkungan
Subbidang Konservasi Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan Konservasi
Lingkungan. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Subbidang Konservasi Lingkungan
mempunyai fungsi :
penyusunan program Subbidang Konservasi Lingkungan;
a. penyiapan bahan penyusunan kebijaksanaan teknis konservasi dan pemanfaatan
sumber daya alam;
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
12
b. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan konservasi dan pemanfaatan
sumber daya alam;
c. penyiapan bahan penetapan lokasi konservasi sumber daya alam;
d. pengendalian pelaksanaan perjanjian internasional di bidang konservasi
sumberdaya alam;
e. penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian pelaksanaan konvensi
internasional dan protokol;
f. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan konservasi sumber daya alam;
g. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program Subbidang Konservasi
Lingkungan.
2.4.4. Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan
pengendalian pencemaran udara, air, tanah serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Untuk
melaksanakan tugas tersebut, Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan mempunyai
fungsi:
a. penyusunan program Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan;
b. penyusunan kebijakan teknis pengendalian pencemaran lingkungan;
c. pembinaan dan pengendalian pencemaran udara, air, tanah dan B3;
d. penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian pelaksanaan konvensi internasional
dan protokol;
e. pembinaan dan pengendalian pelaksanaan konvensi internasional dan protokol;
f. pemberian rekomendasi perizinan dalam rangka
pengendalian pencemaran
lingkungan;
g. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program Bidang Pengendalian
Pencemaran Lingkungan;
h. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Tugas dan fungsi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan didistribusikan ke
seluruh Subbidang yang ada di bawah Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan
sebagai berikut:
a) Subbidang Pengendalian Pencemaran Udara
Subbidang Pengendalian Pencemaran Udara mempunyai tugas melaksanakan
pengendalian pencemaran udara. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Subbidang
Pengendalian Pencemaran Udara mempunyai fungsi :
a. penyusunan program Subbidang Pengendalian Pencemaran Udara;
b. penyiapan bahan penetapan dan penyusunan kebijakan teknis serta pedoman
pengendalian pencemaran udara;
c. penyiapan bahan pembinaan, pengendalian dan evaluasi pencemaran udara;
d. pelaksanaan pemantauan dampak deposisi asam;
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
13
e. penyiapan bahan pengendalian pelaksanaan perjanjian internasional di bidang
pengendalian dampak lingkungan;
f. penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian pelaksanaan konvensi
internasional dan protokol;
g. penyiapan bahan rekomendasi izin lembaga pengujian emisi;
h. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program Subbidang Pengendalian
Pencemaran Udara.
b) Subbidang Pengendalian Pencemaran Air dan Tanah serta Bahan Berbahaya dan
Beracun.
Subbidang Pengendalian Pencemaran Air dan Tanah serta Bahan Berbahaya dan
Beracun mempunyai tugas melaksanakan pengendalian pencemaran air, tanah serta
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Untuk melaksanakan tugas tersebut, Subbidang
Pengendalian Pencemaran Air dan Tanah serta Bahan
Berbahaya dan Beracun
mempunyai fungsi :
a. penyusunan program Subbidang Pengendalian Pencemaran Air dan Tanah serta
Bahan Berbahaya dan Beracun ;
b. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pedoman pengendalian
pencemaran air, tanah, B3 serta wilayah pesisir dan laut;
c. penyiapan bahan pembinaan, pengendalian, evaluasi kualitas lingkungan dan
pencemaran air, tanah, B3 serta wilayah pesisir dan laut;
d. pelaksanaan pengendalian dan evaluasi kualitas air dan tanah;
e. penyiapan bahan pembinaan dan evaluasi pelaksanaan pemberian izin
pembuangan limbah cair;
f. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan pengelolaan B3;
g. penyiapan bahan pemberian izin dan rekomendasi ijin pengumpulan limbah B3
kecuali minyak pelumas dan oli bekas;
h. penyiapan bahan pengendalian pelaksanaan perjanjian internasional di bidang
pengendalian Pencemaran Air dan Tanah serta B3;
i. penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian pelaksanaan konvensi
internasional dan protokol;
j. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program Subbidang Pengendalian
Pencemaran Air dan Tanah serta Bahan Berbahaya dan Beracun.
2.4.5. Bidang Penaatan dan Kajian Lingkungan
Bidang Penaatan dan Kajian Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penaatan
hukum dan kajian lingkungan. Untuk melaksanakan tugas tersebut,
BidangPenaatandanKajianLingkunganmempunyaifungsi :
a. penyusunan program Bidang Penaatan dan Kajian Lingkungan;
b. penyusunan bahan kebijakan penaatan dan kajian lingkungan;
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
14
c. pelaksanaan koordinasi penilaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL), menanggapi Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) - Upaya Pemantauan
Lingkungan (UPL) serta menilai Dokumen Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
(DPPL) sesuai norma, standar, prosedur dan kriteria yang ditetapkan;
d. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan penaatan hukum dan kajian lingkungan;
e. pengendalian pelaksanaan perjanjian internasional di bidang pengendalian dampak
lingkungan;
f. pembinaan, pemantauan dan pengawasan pelaksanaan dokumen pengelolaan
lingkungan;
g. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program Bidang Penaatan dan Kajian
Lingkungan.
h. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya. Tugas dan fungsi Bidang Penaatan dan Kajian Lingkungan didistribusikan
ke seluruh Subbidang yang ada di bawah Bidang Pengendalian Penaatan dan kajian
Lingkungan sebagai berikut:
a) SubbidangPenaatan Lingkungan;
Subbidang Penaatan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan
fasilitasi penaatan lingkungan. Untuk melaksanakan tugas tersebut.
Subbidang Penaatan Lingkungan mempunyai fungsi :
a. penyusunan program Subbidang Penaatan Lingkungan;
b. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pedoman teknis penaatan
lingkungan;
c. pelaksanaan pengawasan sistem tanggap darurat pencemaran/kerusakan
lingkungan;
d. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan pengawasan lingkungan hidup;
e. penyiapan bahan pelaksanaan penyelesaian kasus lingkungan;
f. evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program Subbidang Penaatan
Lingkungan.
b) SubbidangKajian Lingkungan;
Subbidang Kajian Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan pengkajian lingkungan
hidup.Untuk melaksanakan tugas tersebut.Subbidang Kajian Lingkungan mempunyai
fungsi :
a. penyusunan program Subbidang Kajian Lingkungan;
b. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pedoman teknis pengkajian
lingkungan hidup;
c. penyiapan bahan pengkajian lingkungan;
d. penyiapan bahan penyelenggaraan penilaian dokumen lingkungan hidup;
e. pembinaan dan evaluasi pelaksanaan dokumen lingkungan hidup;
f. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian lisensi komisi AMDAL Kabupaten/Kota;
g. pengendalian pelaksanaan perjanjian internasional di bidang pengendalian
dampak lingkungan.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
15
2.5. Kepegawaian
Pegawai Badan Lingkungan Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta terhitung sampai
dengan 31 Desember 2014 berjumlah 55 orang, dengan rincian 28 orang pegawai lakilaki dan 27 orang pegawai perempuan. Apabila dibandingkan dengan jumlah pegawai
BLH DIY tahun 2014 mengalami penurunan.
Adapun jumlah pegawai BLH DIY dilihat dari tingkat pendidikannya, sebagai
berikut:
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Uraian
Pendidikan Pasca Sarjana (S2)
Pendidikan Sarjana (S1)
Pendidikan Sarjana Muda/ D3
Pendidikan SLTA
Pendidikan SLTP
Pendidikan SD
Jumlah
Tahun 2013 Tahun 2014
12 orang
14 orang
26 orang
26 orang
1 orang
1 orang
11 orang
12 orang
0 orang
0 orang
2 orang
2 orang
54 orang
55 orang
Berdasarkan kualifikasi pendidikan tersebut, pegawai yang menduduki jabatan
sebagai Kepala Instansi, Sekretaris, Kepala Bidang/Ka Subbidang, Ka Subbagian, rata-rata
memiliki pendidikan S1 dan S2. Kondisi tersebut dilihat dari kwalitasnya cukup memadai,
dan untuk meningkatkan kualitas kemampuan teknis bidang lingkungan hidup, BLH DIY
telah mengikut sertakan sejumlah pegawai dalam diklat teknis seperti kursus AMDAL,
Audit Lingkungan dan PPNS/PPLHD. Dengan demikian kualitas pegawai BLH DIY baik staf
maupun pejabatnya memiliki kemampuan yang memadai dalam menangani pengelolaan
lingkungan hidup di DIY.
Jumlah pegawai BLH DIY sampai dengan 31 Desember 2014 dilihat dari pangkat dan
golongannya, sebagai berikut :
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Uraian
Pembina Utama Muda - IV/c
Pembina Tk. I - IV/b
Pembina - IV/a
Penata Tk. I - III/d
Penata - III/c
Penata Muda Tk.I - III/b
Penata Muda - III/a
Pengatur Tk.I - II/d
Pengatur – II/c
Pengatur Muda Tk.I – II/b
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
Tahun 2013
1 orang
4 orang
5 orang
13 orang
5 orang
7 orang
15 orang
1 orang
1 orang
- orang
Tahun 2014
1 orang
4 orang
6 orang
12 orang
4 orang
13 orang
10 orang
1 orang
1 orang
- orang
16
11.
12.
13.
14.
15.
Pengatur Muda – II/a
Juru Tk. I – I/d
Juru – I/c
Juru Muda Tk. I – I/b
Juru Muda – I/a
1 orang
- orang
- orang
1 orang
1 orang
-orang
- orang
- orang
- orang
1 orang
Jumlah jabatan berdasarkan eselonisasi dan jabatan fungsional BLH DIY sebagai
berikut :
NO
1.
2.
3.
4.
5.
Uraian
Eselon II
Eselon III
Eselon IV
Jabatan Fungsional Umum
Jabatan Fungsional Tertentu
Jumlah
Tahun 2013 Tahun 2014
1 orang
1 orang
5 orang
5 orang
10 orang
11 orang
36 orang
36 orang
2 orang
2 orang
54 orang
55 orang
Berdasarkan jumlah formasi jabatan, BLH DIY memiliki 17 jabatan struktural, dan
formasi jabatan tersebut sampai dengan 31 Desember 2014 semuanya terisi. Untuk
jabatan fungsional tertentu yaitu jabatan fungsional pengendali dampak lingkungan telah
diangkat 2 orang personil, sebagai berikut :
1. Nama
NIP
Pangkat/Gol
Jabatan
2. Nama
NIP
Pangkat/Gol
Jabatan
: Cahyadi Imran, ST, MT
: 19731027 199903 1 005
: Penata Tk. I – III/d
: Jabatan Fungsional PEDAL Tingkat AhliMuda
: CahyaniAlfiah, SSi, MSc
: 19740404 199903 2 009
: Penata Tk. I – III/d
: Jabatan Fungsional PEDAL Tingkat AhliMuda
2.6. Sarana dan Prasarana
a. Kantor
Luas tanah kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY 1.156 m2. Bangunan kantor
tiga lantai yang dipergunakan untuk ruang kerja, 3 ruang rapat ruang, 1 ruang aula, 1
ruang perpustakaan, 1 ruang laboratorium lingkungan, 1 kantin, 1 mushola, dan
sarana pendukung lainnya.
b. Perpustakaan
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
17
Perpustakaan 1 unit yang mengkoleksi 538 judul buku yang berhubungan dengan
lingkungan hidup, dokumen Amdal, peraturan perundangan dan laporan yang
berkaitan dengan lingkungan hidup.
c. Peralatan Kantor
Untuk operasional BLH DIY, peralatan mebeleur yang dimiliki sudah cukup memadai.
Sarana unit Desktop komputer PC yang tersedia sebanyak hanya 26 unit. Selain itu
BLH DIY memiliki 13 unit note book/laptop, 4 (empat) buah LCD Projector, 4 (empat)
unit Over Head Projector, dan 4 (empat) buah screen Proyector, 17 (tujuh belas) unit
printer, 6 (enam) unit Kamera digital, dan 42 (empat puluh dua) unit Air Conditioner
(AC) yang seluruhnya dalam kondisi layak pakai. Dalam rangka mendukung dan
meningkatkan kinerja pengelolaan arsip, di BLH DIY telah tersedia 20 (dua puluh)
buah rak arsip dan 34 (tiga puluh empat) filling cabinet hasil pengadaan hingga tahun
2014. Untuk mengoptimalkan kinerja, BLH DIY masih memerlukan perangkat
komputer, laptop, LCD Proyector, dan mesin ketik.
d. Peralatan Laboratorium
BLH DIY mempunyai satu ruang laboratorium yang dilengkapi dengan berbagai
peralatan untuk melakukan pemantauan kualitas lingkungan terutama analisis
kualitas air (sungai dan sumur) khususnya untuk parameter lapangan (pH, DHL, TDS,
chlor bebas, suhu) dan alat Spectrofotometer untuk menguji parameter logam-logam
yang ada di air sungai, sumur, dan air limbah. Pada tahun 2013,laboratorium BLH DIY
memiliki 1 unit alat Intinger (pengukur kualitas udara) dan 1 unit AAS
(Spectrofotometri serapan atom) untuk mengukur kualitas air dengan hasil yang lebih
akurat. Peralatan pengujian dilaboratorium saat ini sudah cukup memadai namun
masih perlu dioptimalkan lagi dengan fasilitas uji mikrobiologi. Saat ini tenaga uji
laboratorium (analis) masih mengggunakan tenaga out sourcing dengan sistem
kontrak, hal ini menyebabkan laboratorium belum dapat beroperasional secara
optimal. Ke depan perlu adanya penambahan ruangan, peralatan laboratorium,
penambahan personil analis sekaligus peningkatan kapasitas personil yang ada.
e. Kendaraan
Sampai akhir Desember 2013 BLH DIY hanya memliliki 7 (tujuh) mobil atau kendaraan
roda empat dan 8 (delapan) kendaraan roda 2. Seluruh kendaraan tersebut dalam
kondisi layak pakai. Meskipun demikian Kondisi alat transportasi yang dimiliki oleh
BLH DIY sangat kurang mencukupi kebutuhan operasional BLH DIY, karena BLH DIY
membutuhkan jumlah kendaraan yang cukup dan layak untuk melakukan kegiatan
seperti pemantauan kualitas lingkungan, koordinasi ke kabupaten/Kota, pengawasan
lingkungan maupun pembinaan ke kabupaten/kota. Untuk memenuhi kebutuhan
kendaraan masih dibutuhkan tambahan sejumlah 3 (tiga) buah kendaraan roda
empat.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
18
f. Aset Sarana dan Prasarana
Aset tetap Badan Lingkungan Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta terhitung sampai
dengan 31 Desember 2014, sejumlah Rp. 8.097.312.234,00 secara rinci sebagai
berikut :
No
Uraian
Nama Barang
1
2
1.
Tanah
2.
Peralatan dan Mesin
3.
Gedung dan Bangunan
4.
5.
6.
7.
Jalan, Jaringan dan Instalasi
Aset tetap lainnya
Konstruksi Dalam Pengerjaan
Akumulasi Penyusutan
JUMLAH
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
Tahun 2014
Jumlah NilaiAset (Rp.)
Barang
Tahun 2013
Nilai Aset
(Rp)
3
1
4
1.392.000.000
5
1.392.000.000
1.704
5.173.296.105
4.561.283.500
2
2.353.110.350
1.828.229.993
2
538
95.375.000
135.023.750
0
0
8.874.292.848
95.375.000
130.423.750
0
0
8.097.312.234
19
BAB III
KEBIJAKAN DAN PROGRAM KERJA
3.1 Kebijakan
3.1.1 Strategi
Untuk mewujudkan pencapaian visi, misi serta tujuan yang ditetapkan dalam
dokumen Rencana Srategis (Renstra) Tahun 2012 – 2017 BLH Provinsi DIY, maka
upaya pencapaiannya dijabarkan secara melalui perumusan strategi sebagai berikut :
Strategi Misi 1 :
Meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas dan kapasitas Badan Lingkungan Hidup
Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi badan :
1. Pengembangan potensi sumber daya manusia Badan Lingkungan Hidup
2. Penambahan jumlah sumber daya manusia serta sarana dan prasarana untuk
meningkatkan kinerja Badan Lingkungan Hidup
3. Peningkatan peran Badan Lingkungan Hidup dalam mengoptimalkan peran para
pemangku kepentingan dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup dan
sumber daya alam
4. Peningkatan jejaring kerja lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan dalam
mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi badan
5. Peningkatan peran BLH DIY dalam mengoptimalkan peran pemangku kepentingan
dalam upaya pengendalian pencemaran air sungai
Strategi Misi 2 :
Meningkatan kualitas lingkungan hidup dan perlindungan sumber daya alam melalui
sinergisitas lintas pemangku kepentingan serta mengembangan budaya kearifan lokal :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Pengoptimalan pemanfatan potensi SDM untuk meningkatkan komitmen para
pemangku kepentingan dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup dan sumber
daya alam
Peningkatan kerjasama dengan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan
lingkungan hidup dan sumber daya alam
Fasilitasi pembentukan kader lingkungan
Fasilitasi pembentukan kampung hijau dan mendorong kader lingkungan hidup
lokal sebagai motivator
Mendorong dan fasilitasi konservasi air tanah di daerah resapan
Peningkatan kerjasama pengelolaan Taman KEHATI dengan Kabupaten/Kota
Peningkatan peran para pemangku kepentingan dalam pengendalian pencemaran
udara
Rehabilitasi kerusakan lahan berbasis masyarakat
Peningkatan efektifias penegakan hukum terhadap pelanggaran regulasi di
bidang lingkungan hidup dan sumber daya alam
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
20
Strategi Misi 3 :
Menguatkan kapasitas, kepedulian dan partisipasi lintas pemangku kepentingan dalam
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkeadilan gender adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Pengembangan kebijakan operasional untuk memanfaatkan kearifan lokal dalam
pengelolaan lingkungan
Peningkatan sarana dan prasarana lingkungan untuk mewujudkan Provinsi DIY
sebagai tujuan wisata dan pusat pendidikan terkemuka
Fasilitasi Pembentukan Kelompok pengelola sampah mandiri di tingkat komunitas.
Meningkatkan pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
berbasis masyarakat.
Pembinaan dan penaatan hukum lingkungan bagi para pelaku usaha/kegiatan.
Peningkatan pembinaan kepada para pelaku penambangan dan mengintensifkan
monitoring pelaksanaan dokumen lingkungan (UKL/UPL/AMDAL/RKL/RPL)
Strategi Misi 4 :
Memantapkan sarana prasarana dan akses informasi dalam perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup secara adil, merata dan berkualitas :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Peningkatan peran mitra kerja untuk mengatasi keterbatasan basis data.
Peningkatan perangkat keras dan lunak dalam pengelolaan lingkungan hidup
Peningkatan pengelolaan data dan informasi lingkungan hiudp
Peningkatan kemudahan akses informasi kepada publik secara lebih luas
Peningkatan penggunaan berbagai media publikasi dalam penyampaian data
dan informasi lingkungan hidup.
Peningkatan peraturan perundangan terkait lingkungan hidup
Peningkatan instrumen pendukung pengelolaan dan perlindungan lingkungan
hidup
3.1.2 Arah Kebijakan
Penyusunan arah kebijakan Badan Lingkungan Hidup DIY 2012 – 2017 dalam
pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup mendasarkan pada Kebijakan
dari misi ke empat (Memantapkan prasarana dan sarana daerah dalam upaya
meningkatkan pelayanan publik dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan
kesesuaian Tata Ruang) dalam RPJMD DIY 2012 – 2017 telah dijabarkan menjadi 4 misi
BLH DIY.
Adapun arah Kebijakan dari masing-masing misi adalah sebagai berikut :
Arah Kebijakan Misi I :
1.
2.
3.
Meningkatkan kapasitas SDM para pegawai
Meningkatkan sarana dan prasarana operasional badan
Meningkatkan jumlah personil yang diperlukan
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
21
4.
5.
Meningkatkan jejaring kerja dalam mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi
badan
Mengikuti kemajuan dan perkembangan metode, teknik, peralatan dan
pengetahuan dalam melaksanakan tugas dan fungsi badan.
Arah Kebijakan Misi II :
Meningkatkan kualitas lingkungan melalui Program Pengendalian Pencemaran dan
Perusakan Lingkungan Hidup.
Meningkatkan peranserta para pemangku kepentingan dalam pengelolaan
sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Meningkatkan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan.
Mendorong pemanfaatan lingkungan hidup yang harmoni dengan daya dukung dan
daya tampungnya
Mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana
Meningkatkan efektifitas perlindungan sumber daya alam dan fungsi lingkungan
Meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan
Meningkatkan efektivitas kerjasama antar pemangku kepentingan dalam
pengendalian pencemaran air sungai
Meningkatkan efektivitas kerjasama antar pemangku kepentingan dalam
pengendalian polusi.
Meningkatkan peran serta para pemangku kepentingan dalam pengendalian
perubahan iklim global dan penanggulangan dampak gas rumah kaca.
Meningkatkan sinergisitas dan memperjelas pembagian peran para pemangku
kepentingan dalam pengendalian pencemaran udara ambien
Arah Kebijakan Misi III :
Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan dalam pengelolaan
lingkungan
Mengembangkan dan meningkatkan sistem hukum lingkungan untuk menjamin
terlaksananya supremasi hukum
Fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat pengelola sampah.
Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan masyarakat dalam
pengelolaan sampah
Pemberian stimulan pembangunan sumur resapan air hujan (SPAH) bagi masyarakat
yang tinggal di daerah resapan air hujan.
Peningkatan pembinaan bagi kelompok masyarakat peduli lingkungan.
Arah Kebijakan Misi IV :
Mengembangkan sistem dan aksesibilitas informasi lingkungan
Peningkatan pengadaan piranti keras dan lunak yang diperlukan untuk pengelolaan
data dan informasi
Meningkatkan pengelolaan data dan informasi berbasis sistem informasi geografis
dan menyesuaikan dengan kemajuan teknologi informasi
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
22
-
Meningkatkan kemudahan akses data dan informasi lingkungan hidup bagi berbagai
pohak secara lebih luas
Meningkatkan pengunaan berbagai media publikasi yang memungkinkan untuk
penyampaian data dan informasi lingkungan hidup.
Meningkatkan kerjasama, sharing dan integrasi data informasi lingkungan untuk
mendukung evaluasi dan perencanaan lingkungan hidup.
3.2 Program
Program adalah kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil
yang dilaksanakan oleh suatu instansi guna mencapai sasaran tertentu. Keberhasilan program
yang dilakukan sangat erat kaitannya dengan kebijakan instansi. Maka untuk mendukung
kebijakan yang telah ditetapkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi DIY telah menyusun
program Instansi.
Pada Tahun Anggaran 2014, penyelenggaraan urusan wajib bidang lingkungan hidup
sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup DIY.
Tahun 2014 Badan lingkungan Hidup (BLH) DIY melaksanakan 4 program pendukung (terdiri atas
25 kegiatan) dan 6 program prioritas (terdiri atas 45 Kegiatan), sebagai berikut
I. Program Prioritas
a. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan
1. Pengembangan Teknologi Pengolahan Persampahan
2. Peningkatan Peran serta masyarakat masyarakat dalam Pengolahan
Persampahan
b. Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup
1. Koordinasi penilaian kota sehat/adipura
2. Koordinasi penilaian langit biru
3. Pengawasan pelaksanaan kebijakan bidang lingkungan hidup
4. Pengkajian dampak lingkungan
5. Koordinasi pengelolaan Prokasih/Superkasih
6. Ekspose Hasil Pengelolaan LH
7. Pemantauan Kualitas Udara Ambien
8. Pemantapan Program Adiwiyata
9. Pemantauan Kualitas Air
10. Pembinaan teknis pelaksanaan AMDAL, UKL-UPL, dan DPL
11. Penegakan Hukum Lingkungan Hidup
12. Penerapan Eko Efisiensi
13. Pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup kawasan Sungai
14. Pengembangan sarana prasarana laboratorium lingkungan hidup
15. Peningkatan kapasitas laboratorium penguji lingkungan
16. Penyusunan Peraturan LH
17. Peringatan Hari Penting Terkait Lingkungan Hidup
18. Pondok Pesantren berwawasan lingkungan hidup
19. Fasilitasi/Pengembangan Teknologi Berwawasan Lingkungan
20. Pembinaan pelaksanaan pedoman pengelolaan laboratorium di lingkungan
pendidikan SMA/SMK dan PT
21. Pengendalian Pencemaran Air
22. Pengendalian B3 dan Limbah B3
23. Penyusunan SPM Bidang LH
24. Pengendalian Pencemaran Tanah
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
23
25. Pengembangan Kapasitas Kader Lingkungan Hidup
26. Pengendalian Sistem Manajeman Mutu Laboratorium
c. Program Perlindungan Dan Konservasi Sumber Daya Alam
1. Konservasi sumber daya air dan pengendalian kerusakan sumber-Sumber Air
2. Pengendalian kerusakan hutan dan lahan
3. Peningkatan Konservasi Daerah Tangkapan Air dan Sumber-Sumber Air
4. Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan SDA
5. Pengelolaan keanekaragaman hayati dan ekosistem
6. Peningkatan peran serta masyarakat dalam perlindungan konservasi SDA
7. Pengendalian kerusakan pesisir, pantai dan laut
d. Program Peningkatan Kualitas Dan Akses Informasi Sumber Daya Alam Dan
Lingkungan Hidup
3. Peningkatan edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang lingkungan
4. Pengembangan data dan informasi lingkungan
5. Penguatan jejaring informasi lingkungan pusat dan daerah
6. Penyusunan dan Penerbitan Buletin KALPATARU
7. Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (LSLHD)
8. Penyusunan KLHS
e. Program Peningkatan Pengendalian Polusi
1. Pengujian Emisi Kendaraan Bermotor
2. Pengujian Emisi/Polusi Udara Akibat Aktivitas Produksi
3. Pengujian Kadar polusi Limbah padat dan limbah Cair
f. Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
1. Penataan RTH
II. Program Pendukung
a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
1. Penyediaan Jasa Surat Menyurat
2. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumberdaya Air dan Listrik
3. Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional
4. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan
5. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor
6. Penyediaan Alat Tulis Kantor
7. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan
8. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik /Penerangan Bangunan Kantor
9. Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
10. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan
11. Penyediaan Makanan dan Minuman
12. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah
b. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur
1. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor
2. Pengadaan Mebeleur
3. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
4. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
5. Pemeliharan rutin /berkala perlengkapan gedung kantor
6. Rehabilitasi sedang /berat gedung kantor
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
24
c. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
1. Pendidikan dan Pelatihan Formal
2. Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan
3. Pengembangan ISO
d. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan
Keuangan
1. Penyusunan Laporan Kinerja SKPD
2. Penyusunan Laporan Keuangan SKPD
3. Penyusunan Rencana Program Kegiatan SKPD serta Pengembangan Data
dan Informasi
4. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program kegiatan SKPD
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
25
BAB IV
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
A. SEKRETARIAT
1. Penerapan Eko Efisiensi
1.1. Sosialisasi Eko Efisiensi
Pada tahun 2014, diadakan kegiatan Sosialisasi Eko Efisiensi sebanyak 4 kali,
yaitu:
a. Hari/tanggal
Pukul
Tempat
: Senin, 16 Juni 2014
: 08.00 s.d selesai
: Hotel Universitas Negeri Yogyakarta, Komplek
Kampus Universitas Negeri Yogyakarta , Jl. Colombo,
Yogyakarta 55581
Narasumber dan materi:
- Drs. Bambang Praswanto, M.Sc. , materi: Budaya Eko Efisiensi
Masyarakat DIY
- Drs. Joko Susilo, M.Kes., materi: Eko Efisiemsi Jamuan Rapat
- Drs. Sudjoko, M.Si., materi: Eko Efisiensi Penggunaan Air
- Drs. Setiawan Rineksa, MM. , materi : Eko Efisiensi Penggunaan Alat
Tulis Kantor
b. Hari, tanggal
Pukul
Tempat
: Rabu, 18 Juni 2014
: 08.00 sd. Selesai
: Hotel Brongto, Jl. Suryodiningratan 26, Mantrijeron,
Kota Yogyakarta
Narasumber dan materi:
Drs. Bambang Praswanto, M.Sc. , materi: Budaya Eko Efisiensi
Masyarakat DIY
Drs. Joko Susilo, M.Kes., materi: Eko Efisiemsi Jamuan Rapat
Drs. Sudjoko, M.Si., materi: Eko Efisiensi Penggunaan Air
Drs. Setiawan Rineksa, MM. , materi : Eko Efisiensi Penggunaan
Alat Tulis Kantor
c. Hari, tanggal
: Kamis, 19 Juni 2014
Pukul
: 08.00 s.d selesai
Tempat
: Hotel Grage, Jl. Sosrowijayan 242 Yogyakarta
Narasumber dan materi:
Drs. Bambang Praswanto, M.Sc. , materi: Budaya Eko Efisiensi
Masyarakat DIY
Drs. Joko Susilo, M.Kes., materi: Eko Efisiemsi Jamuan Rapat
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
26
-
Drs. Sudjoko, M.Si., materi: Eko Efisiensi Penggunaan Air
Drs. Setiawan Rineksa, MM. , materi : Eko Efisiensi Penggunaan
Alat Tulis Kantor
d. Hari, tanggal
Pukul
Tempat
: Selasa, 24 Juni 2014
: 08.00 s.d selesai
: Hotel Brongto, Jl. Suryodiningratan 26, Mantrijeron,
Kota Yogyakarta
Narasumber dan materi:
Drs. Bambang Praswanto, M.Sc. , materi: Budaya Eko Efisiensi
Masyarakat DIY
Drs. Joko Susilo, M.Kes., materi: Eko Efisiemsi Jamuan Rapat
Drs. Sudjoko, M.Si., materi: Eko Efisiensi Penggunaan Air
Drs. Setiawan Rineksa, MM. , materi : Eko Efisiensi Penggunaan
Alat Tulis Kantor
1.2. Bimbingan Teknis Eko Efisiensi:
Hari, tanggal
: Selasa, 19 Agustus 2014
Pukul
: 08.00 s.d selesai
Tempat
: Hotel Grage, Jl. Sosrowijayan 242 Yogyakarta
Peserta
: Pengelola hotel dan penginapan di DIY
Narasumber dan materi:
- Prof Wuryadi, Membudayakan Eko Efisiensi Bagi Masyarakat DIY
- Drs. Bambang Praswanto, M.Sc. , materi: Eko Efisiensi Energy Listrik
untuk Penginapan/Hotel
- Joko Susilo, M.Kes., materi: Eko Efisiensi Pengelolaan Bahan Pangan
- Drs. Sudjoko, MS. Materi: Eko efisiensi pengelolaan bahan pangan
1.3
Pendampingan Penerapan Eko Efisiensi (3 lokasi)
Pendampingan penerapan eko efisiensi dilaksanakan dengan kunjungan
langsung ke kantor kapedal/KLH/BLH di KLH Kab Sleman, KLH
Kabupaten Kulon Progo, dan BLH Kabupaten Bantul. Dari hasil
pendampingan penerapan eko efisiensi diperoleh kesimpulan sebagai
berikut :
- Prinsip-prinsip dan pengetahuan eko efisiensi pada dasarnya sudah
diketahuai dan dipahami oleh para pegawai di lingkungan kantor Pedal,
KLH maupun BLH di Kabupaten, demikian pula manfaat baik secara
ekonomi, lingkungan dan sosial yang akan mereka peroleh jika
menerapkannya secara konisten. Terlebih kantor yang membidangi
lingkungna hidup di kabupaten/kota perlu untuk terus mensosailisasikan
eko efisinesi kepada berbagai pihak. Namun masih masih banyak prinsi-
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
27
-
-
prinsip ekoefisiensi yang peelu untuk terus digali, dikembangkan,
dibudayakan dan diterapkan,
Hal-hal yang sudah diterapaan diantaranya : mengurangai/menghindari
penggunaan boks dan steoroform dalam penyajian hidangan rapat,
mempriorotaskan penggunakan lampu hemat energi di dalam ruang
kantor, mengutamakan penggunaan penerangan alami untuk ruangan,
kesadaran pengunaan fisilitas AC, Kipas Angin, dan alat elektronik
secara cermat, mulai membiaskan membagai materi pertemuan dengan
soft file dan bukan hard copy, dan umumnya mereka telah melakukan
pemilahan sampah.
Umumnya masih belum mengganti bak mandi dengan shower atau
ember untuk penghematan pengunaan air, belum memanfaatkan air
hujan, belum mengoptimalkan pengunaan kertas di kedua sisi.
1.4. Pembuatan tas percontohan ramah lingkungan
Pada kegiatan penerapan eko efisiensi ini, telah dibuat tas percontohan ramah
lingkungan sebanyak 430 buah. Tas tersebut berwarna merah-kuning, kuninghijau, dan biru kuning. Tas tersebut telah dibagikan kepada berbagai pihak,
seperti, peserta sosialisasi eko efisiensi untuk perkantoran dan pengelola hotel
dan penginapan di Yogyakarta.
Gambar tas ramah lingkungan
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
28
2. Penyusunan SPM Bidang LH
2.1. Bimtek penyusunan pelaksanaan SPM Bidang LH
Hari, tanggal : Senin, 29 September 2014
Pukul
: 08.30 s.d selesai
Tempat
: Merapi-Merbabu Room, Hotel Horison Ultima Riss,
Jl. Gowongan Kidul no 33-49, Yogyakarta
Peserta :
1. Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Kab/Kota se- DIY,,
2. BAPPEDA Kab/Kota se- DIY,
3. KLH/BLH/Kapedal Kab/Kota di DIY se- DIY
4. Bagian Organisasi Kab/Kota di DIY se- DIY
5. PPE Reg Jawa
6. BLH DIY
7. SKPD DIY Terkait
Narasumber dan materi:

Gatot Ristanto, SH., MM. (Kepala Bidang Fasilitasi SPM Kementerian
Lingkungan HIdup ), dengan materi Perkembangan kemajuan pelaksanaan
SPM Bidang LH DIY;

Ariansyah, ST., MM. (Kepala SubBidang Fasilitasi SPM Daerah Provinsi,
Kementerian Lingkungan HIdup) dengan materi penyusunan laporan SPM
Kab/Kota dan Provinsi Tahun 2014;

Bachrudin, dengan materi Evaluasi Pelaksanaan SPM Kab/Kota dan
Provinsi Tahun 2014. Kementerian Lingkungan HIdup

Drs. Setiawan Rineksa, MM. (Kasubbag Program Data dan TI, BLH DIY) ,
dengan materi pengisian kuesioner monev SPM Bidang LH.
2.2. Pembinaan Pelaksanaan SPM Bidang LH kabupaten/ Kota ( 5 kab/kota)
a. Kapedal Gunungkidul, pada tanggal 17 September 2014
b. KLH Sleman, pada tanggal 19 September 2014
c. BLH Bantul, pada tanggal 22 September 2014
d. KLH Kulon progo, pada tanggal 23 September 2014
e. BLH Kota Yogyakarta, pada tanggal 25 September 2014
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
29
Kesimpulan:

Untuk penyusunan laporan SPM agar mengacu pada pedoman penyusunan
laporan, baik itu sistematika, substansi dan lampirannya.

Agar dalam tabel laporan SPM, dimasukkan target dan capaian tahun 2009 –
2014.

Penyusunan laporan SPM diharapkan dilengkapi dengan data-data teknis dan
foto-foto yang mendukung untuk keempat jenis pelayanan SPM Kab/Kota.

Laporan SPM Kab/Kota diserahkan ke provinsi paling lambat awal Maret
2015, karena provinsi harus membuat rekap laporan SPM Kab/Kota, untuk
database agar mengacu pada database 2009 dalam perhitungan target dan
capaian.
2.3.
FGD Penyusunan Laporan SPM Bidang LH DIY (1 kali/ 30 orang)
Telah dilaksanakan:
Hari, tanggal
: Jumat, 28 Maret 2014
Pukul
: 08.00 – 11.30 wib
Tempat
: Ruang rapat Kalpataru BLH DIY (lantai III)
Peserta
: Tim penyusun laporan SPM Kab/Kota
Tim penyusun laporan SPM DIY
Materi
:
1. Progres Capaian Pelayanan informasi status mutu air DIY tahun 2014
2. Progres Capaian Pelayanan informasi status mutu udara ambien DIY tahun
2014
3. Progres Capaian Pelayanan tindak lanjut pengaduan masyarakat akibat
adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan DIY LH tahun 2014
4. Kelengkapan data Teknis SPM bidang Lingkungan Hidup Tahun
DIY
tahun 2014
2.4.
Penyusunan Laporan SPM Bidang LH DIY tahun 2013 (1 dokumen)
Telah disusun laporan SPM Bidang LH DIY tahun 2013 sebanyak 1 dokumen
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
30
3. Peningkatan Edukasi Dan Komunikasi Masyarakat Di Bidang Lingkungan
Hidup
3.1. Pentas Kesenian Kearifan lokal
menampilkan kesenian Angklung dari Kabupaten Gunungkidul, serta band BLH
PLUS. Dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 26 Oktober 2014, bertempat di
Rest Area, hutan Bunder, Paliyan , Kabupaten Gunungkidul, bersamaan dengan
pelaksanaan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tingkat Daerah Istimewa
Yogyakarta.
3.2. Publikasi melalui media televisi lokal
Dilaksanakan melalui Televisi Stasiun Yogyakarta dalam acara Obrolan
Angkring. Pengambilan gambar dilalukan pada tanggal 22 Agustus 2014 dan 12
September 2014, serta ditayangkan pada tanggal 2 Oktober 2014 tema ”Dhemen
Nandur Uwit”, tanggal, 7 Oktober 2014 dengan tema ” Pencemaran Sungai”
serta , tanggal 14 Oktober 2014 jam 18.00 – 19.00 WIB dengan tema ”
Migunake Banyu Udan”.
3.3. Publikasi melalui radio
Publikasi ini dilakukan melalui radio Yasika FM, Radio RB FM. Radio Sonora
FM, serta Radio Mataram Buana Suara (MBS) FM dengan masing-masing radio
menyiarkan / publikasi sebanyak 3 x 1 sehari selama 20 hari pada bulan Juni
2014.
3.4. Publikasi Melalui Media Cetak
Dimuat di harian Radar Jogja (Jawa Pos Group) ,
1) Tanggal 13 Nopember 2014 : tema ”Air Sungai”
2) Tanggal 24 Nopember 2014 : tema ”Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional”, 1
(satu) halaman belakang penuh full colour;
3) Tanggal 27 Nopember 2014 : tema ”Pencemaran Udara”
4) Tanggal 29 Desember 2014 : tema ”Wanadesa”
5) Tanggal 1 Desember 2014 : tema ”Sumur Resapan”
6) Tanggal 4 Desember 2014 ” tema ” Sampah”
7) Tanggal 6 Desember 2014 : tema ”Kampung Hijau”
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
31
8) Tanggal 8 Desember 2014 : tema Eko Efisiensi”
9) Tanggal 11 Desember 2014 : tema :AMDAL”
3.5. Pembuatan Audiovisualisasi Profil Lingkungan Hidup
Membuat film dokumenter tentang profil pengelolaan kawasan sungai Winongo
dengan kerjasama Forum Komunikasi Winongi Asri (FKWA) dishooting dan
disiarkan melalui media televisi lokal JogjaTV.
3.6. Workshop Partisipasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Workshop Partisipasi Pengelolaan Lingkungan Hidup dilaksanakan pada :
Hari
: KAMIS, 26 Juni 2014
Pukul
: 08.00 WIB s/d selesai
Tempat
: Hotel Horison Ultima Riss Jl. Gowongan Kidul No. 33-41,
Yogyakarta
Dengan mengundang sebanyak 70 peserta dari unsure pemerintah daerah Daerah
Istimewa Yogyakarta, kabupaten/kota se Daerah Istimewa Yogyakarta, Lembaga
Swadaya Masyarakat, kalangan akademisi. Adapun materi yang disampaikan
dalam acara workshop adalah sebagai berikut :
Materi
1. Peran dunia pendidikan dalam mewujud kan
Petugas
- Drs. Satino, M.Si UNY
karakter generasi muda peduli ling-kungan hidup
2. Dinamika NGOs se-bagai mitra strategis dalam
mengelola LH
- Bambang Suwerda, SKM.
M.Kes
3. Dukungan pendanaan CSR lIngkungan da-lam
pengelolaan LH
4. Merancang dan mengelola biogas berbasis
- Pertamina Rewulu
Yogyakarta
- Lilik Kuswinantya- LPTP
masyarakat
4. Pengembangan Data dan Informasi Lingkungan
4.1 Workshop Validasi Data Lingkungan Hidup
Workshop Validasi Data Lingkungan Hidup dilaksanakan pada :
Hari
: Kamis
Pukul
: 08.30 – 12.30 WIB
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
32
Tanggal
: 20 Agustus 2014
Tempat
: Hotel 1O1 Jl. P. Mangkubumi Yogyakarta
Peserta
: 40 Orang
Narasumber :
No
1
Judul Paparan
Narasumber
Kualitas Air Sungai di DIY Tahun
Drs. Y. Agus Setyanto, M.Si.
2014
Kepala Bidang Pengendalian
Pencemaran BLH DIY
2
3
4
Perkembangan Pemanfaatan IPAL
Kuspramono, ST.
Sewon Dan Upaya Pengelolaan
Kepala Balai IPAL Dinas PUP
Limbah
ESDM DIY
Kualitas Udara Ambien Kota
Irfan Susilo, SH.
Yogyakarta Tahun 2014
Kepala BLH Kota Yogyakarta
Jumlah Kendaraan DIY dan
Harry Agus Triyono, MT.
Dinamika Kepadatan Lalu-Lintas DIY
Kepala Seksi Manajemen Lalu
Lintas, Dishubkominfo DIY
4.2. Data dan Informasi Lingkungan online ( 8 Jenis )
a. Data Sumber Pencemar
b. Data hasil uji emisi kendaraan bermotor
c. Data Kualitas Udara Ambien
d. Data Kualitas air laut
e. Data kualitas air sungai
f. Data Kualitas air sumur
g. Data Kualitas Limbah Cair
h. Data Kualitas Limbah Padat
4.3. Pembuatan Aplikasi Data Lingkungan Hidup
a. Aplikasi Data di Internal BLH DIY
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
33
b. Aplikasi Data Lingkungan SLHD DIY
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
34
4.4. Publikasi Lingkungan Hidup melalui Videotron
Penyedia Jasa PT. Metra Digital Media
SPK NOMOR
: 027/ 7498 TANGGAL : 8 Desember 2013
SPESIFIKASI
Pemasangan Iklan layanan masyarakat di
Videotron dengan lokasi :
A. Titik Yos Sudarso : Jl. Yos Sudarso No 9
Tgl 08 - 17 Desember 2014
B. Titik Panembahan Senopati :
Tgl 08 - 17 Desember 2014
C. Titik Malioboro :
Tgl 08 - 17 Desember 2014
5.
DURASI
120 Detik
JUMLAH
500
Spot
500
Spot
500
Spot
Penguatan Jejaring Informasi LingkunganPusat dan Daerah
5.1. Forum Komunikasi Data dan Informasi Lingkungan Hidup
Pada tahun 2014 ini telah dilaksanakan kegiatan Workshop Pengembangan
Data dan informasi LH. Adapun kegiatn tersebut diselenggarakan pada :
Hari
: Kamis
Tanggal
: 25 September 2014
Pukul
: 08.30 WIB s/d 14.00 WIB
Tempat
: Hotel Grage, Jl. Sosrowijayan Yogyakarta
Peserta Workshop sebanyak 40 orang yang terdiri dari unsur SKPD DIY
Dan Kabupten/Kota
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
35
Materi dan Narasumber
Dalam acara workshop tersebut ada empat narasumber dengan tema sebagai
berikut:
1.
Profil Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan Kab. Sleman oleh
Kepala BAPPEDA Kabupaten Sleman
2.
Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan Kota Yogyakarta , oleh Kepala
BAPPEDA Kota Yogyakarta
3.
Profil Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan Kab. Gunungkidul,
oleh Kepala BAPPEDA Kab. Gunungkidul
4.
Profil Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan
Kab. Bantul, oleh
Kepala BAPPEDA Kab. Bantul.
5.
Profil Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan di Kab. Kulon Progo,
Kepala BAPPEDA Kab. Kulon Progo
5.2. Servei Kepuasan Pelanggan tentang Pelayanan Lingkungan Hidup oleh BLH
DIY
Servei Kepuasan Pelanggan tentang Pelayanan Lingkungan Hidup oleh BLH
DIY bertujuan untuk mengukur keberhasian penyelenggaraan layanan yang
ditentukan oleh tingkat kepuasan penerima layanan dan kepuasan masyarakat
identik dengan kualitas pelayanan yang telah diberikan oleh BLH DIY.
Kegiatan ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 bekerjasama dengan
CV Madani Callysta Saibuyun.
Hasil penilaian pengukuran nilai IKM secara keseluruhan menunjukkan mutu
pelayanan dengan nilai 78,5, berada dalam kategori B, yaitu kinerja unit
pelayanan bagus. Sedangkan dari 14 indikator hasil Servei Kepuasan
Pelanggan tentang Pelayanan Lingkungan Hidup oleh BLH DIY menunjukkan
hasil kategori baik untuk 12 indikator, dan 2 indikator dalam kategori sangat
baik, yaitu indikator kewajaran biaya pelayanan dan kepastian biaya
pelayanan.
Pelaksanaan Servei Kepuasan Pelanggan tentang Pelayanan Lingkungan
Hidup oleh BLH DIY ini bekerjasama dengan pihak III yang dilaksanakan
oleh rekanan :
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
36
Nama Perusahaan
: CV Madani Callysta Saibuyunt
Alamat Perusahaan
: Jln. Nyi Retnodumilah Gg. Perum Pengadilan
Negeri No. 10 yogyakarta
Nama Penanggung Jawab : Ai Tri Susanto, ST.
6. Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah
6.1. Tercetaknya Buku Laporan SLHD Tahun 2013
laporan SLHD 2013 telah disempurnakan pada bulan Januari – Maret 2014, dan
dicetak sebanyak 35 set yang teridiri dari buku I : Analisis data SLHD Tahun
2013 dan Buku II : Data SLHD DIY tahun 2013. Laporan SLHD DIY tahun
2013 selain diserahkan ke Kementerian Lingkungan Hdup dan Pusat
Pengelolaan Ekoregion Jawa KLH juga telah didistribusikan ke instansi sektor
terkait baik di lingkungan Pemerintah Daerah DIY maupun Kabupaten/kota
6.2. Bimtek penyusunan Buku Laporan SLHD (30 orang/1 kali)
Bimbingan teknis penyusunan buku laporan SLHD 2014, yaitu:
Hari, tanggal : Selasa, 30 September 2014
Pukul
: 08.30 s.d 14.00 WIB
Tempat
: Hotel Grage, Jl. Sosrowijayan 242, Yogyakarta
Peserta : Tim penyusun SLHD tahun 2014 Provinsi DIY dan Kab/Kota
Narasumber dan materi:

Penyusunan SLHD dan Pemenuhan Kewajiban Undang-Undang
Keterbukaan informasi publik (Ir .Joko Wuryantoro, M.Si- Kepala
BLH DIY)

Tantangan dan Hambatan Penyusunan SLHD Kab Kulon Progo (Ir.
Suharjoko, MT. Kepala KLH Kulonprogo)

Penyusunan Laporan SLHD DIY tahun 2014 (Drs. Setiawan Rineksa,
MM. –Kasubag Program data dan TI BLH DIY)

Evaluasi Penilaian SLHD (Maladi SH, MM –Sekretaris BLH DIY)
6.3. FGD Penyusunan Laporan SLHD DIY
Pelaksanaan FGD Penyusunan laporan SLHD DIY tahun 2014, yaitu:
Hari, tanggal : Senin, 24 November 2014
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
37
Pukul
: 09.00 s.d 14.00
Tempat
: BLH DIY, Aula Lt. III, Jl. Tentara Rakyat Mataram
53,Yogyakarta
Peserta
: Anggota tim penyusun laporan SLHD DIY tahun 2014
Narasumber dan Materi:
1. Strategi Penyusunan Laporan SLHD DIY tahun 2014 (Kepala BLH DIY –
Ir. Joko Wuryantoro, M.SI)
2. Tabel Data dan sumber data SLHD (Kasubbag Program, Data dan TI BLH
DIY – Drs. Setiwan Rineksa, MM)
3. Metode penulisan analisis data SLHD DIY ( Sekretaris BLH DIY,Maladai, SH, MM)
4. Data Tambahan SLHD DIY tahun 2014 (Staf Subag Program data dan TI
BLH DIY,- Siswanto SH)
6.4. Draft Buku Analisis SLHD Tahun 2014
Telah tersusun draft buku analisis SLHD Tahun 2014 yang akan digunakan
sebagai materi penyusunan Laporan SLHD Tahun 2014. Anggota tim
penyusun terdiri dari lintas Intansi sektor dan Kabupaten/kota sebagai berikut :
No
1
2
3
4
5
6
7
Instansi
BKSDA
BLH Bantul
BLH Kota Yogyakarta
BMKG
BPBD
BPS
Dinas pertanian
Nama
Dwi Nuryan Dani, SP.
Asriandy Agistyanto
Intan Dewani
Indah Retno Wulan
Ir. Heny Nursilawati
Ir. Suparna, M.Si
Ir. Christiana Yati Harjanti
8
9
Dinas Kesehatan
Dishubkominfo
Maryono, SKM.
Lazuardi, S.SiT
10
11
Dishutbun
Dislautkan
Antonius Hendrawan Ervi Sumarah, S.Hut
Sih Purwanto, SP.
12
13
Dinas Pariwisata
Disperindagkop
Jufri
Ir. Endang Sri Nuryani, MM.
14
15
16
17
Kapedal Gunungkidul
KLH Kulonprogo
KLH Sleman
PUP ESDM
Dwi Wiyani, ST. M. Eng
Agustina Dyah Saraswati
Sasikirana Dian Ekowati Sutarno, ST.
Rachmadiansyah Putra Utama, ST.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
38
6.5. Pembinaan Penyusunan Laporan SLHD Kab/Kota (5 kab/Kota)
Telah dilakukan pembinaan kepada Tim Penyusun Laporan SLHD
Kabupaten/Kota pada Bulan Oktober - November 2014 :
-
TIM SLHD Kabupaten Gunungkidul
-
Tim SLHD Kabupaten Kulonprogo
-
TIM SLHD Kabupaten Bnatul
-
Tim SLHD Kabupaten Sleman
-
Tim SLHD Kota Yogyakarta
Pembinaan dilaksanakan baik dengan cara menyampaikan materi penyusunan
SLHD Kabupaten/kota maupun sharing data yang diperlukan. Adapun materi
penyusunan SLHD pembinaan adalah sebagai berikut :
1. Strategi dan Teknis pengisian tabel data SLHD
2. Metode penulisan lapoaran analisis Data SLHD
3. Mekanisme penilaian SLHD Kabupaten/Kota
4. Mekanisme penyampaian Laporan SLHD
5. Sumber data SLHD
6. Permasalahan dalam pengumpulan data dan analisis data SLHD
7. Evaluasi Laporan SLHD Kabupaten/kota tahun H-1
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
39
B. BIDANG PENGENDALIAN KERUSAKAN DAN KONSERVASI
LINGKUNGAN
1. Kegiatan Pengendalian Kerusakan Hutan Dan Lahan
1.1. Reklamasi Lahan
Desa Potorono merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan
Banguntapan, Kabupaten Bantul. Beberapa wilayah desa ini berada di sekitar
sungai, dan tidak lepas dari kegiatan penambangan pasir yang dilakukan oleh
masyarakat. Bekerjasama dengan aparat Kecamatan Banguntapan dan Desa
Potorono, telah dilaksanakan sosialisasi sebanyak 2 kali di bulan September. Hal
ini sebagai pemberitahuan serta sarana untuk silaturahim dan mempererat rasa
kekeluargaan antara warga dengan aparat pemerintahan. Selain itu sosialisasi
juga diberikan untuk memberitahukan arti penting lingkungan dan kerusakan
yang dapat diakibatkan karena adanya penambangan yang dilakukan secara liar
oleh masyarakat.
Sosialisasi dilaksanakan sebanyak 2 kali, dengan total peserta sosialisasi
sebanyak 150 orang. Lokasi reklamasi berada di sekitar sempadan sungai,
dengan luasan + sebesar 2 ha. Jenis dan jumlah bibit yang dibagikan yaitu:
1. Duku
: 1000 bibit
2. Sengon
: 1000 bibit
3. Sukun
: 1000 bibit
4. Sirsat
: 1000 bibit
5. Mangga
: 1000 bibit
Selain bibit, juga diberikan bantuan pupuk kandang sebanyak 25.000kg,
acir sejumlah 5000 batang serta bantuan uang tenaga penanaman dan uang tenaga
pemeliharaan sebanyak Rp. 28.035.000,-. Terakhir pemantauan yang dilakukan
oleh BLH DIY pada bulan Februari, kegiatan penanaman telah selesai dilakukan,
dengan prosentase kehidupan mencapai 95% lebih.
1.2. Pengambilan Sampel dan Analisa Tanah
Pengelolaan lahan khususnya tanah yang tidak sesuai aturan dapat
menyebabkan rusak / berubahnya sifat tanah yang pada akhirnya berimbas pada
terganggunya produksi biomassa. Kurangnya data yang ada mengenai kerusakan
tanah khususnya di DIY menyebabkan kurang maksimalnya pengawasan dan
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
40
pengendalian terhadap pengelolaan tanah. Pemetaan tentang kondisi lahan
mutlak diperlukan untuk dapat melakukan kontrol terhadap pengelolaan lahan.
Untuk mengetahui tingkat kerusakan tanah dilakukan pengamatan
dilapangan tentang beberapa sifat tanah antara lain, ketebalan solum dan
kebatuan pada permukaan dan menganalisis sifat – sifat tanah tertentu
sebagaimana tercantum dalam kriteria kerusakan tanah untuk produksi biomassa
pada lahan/tanah yang berpotensi terjadi kerusakan.
Tahun 2014 BLH DIY bekerjasama dengan Fakultas Teknik
Lingkungan UPN Yogyakarta untuk melakukan pengambilan dan penelitian
sampel tanah. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 45 sampel tanah di 4
Kabupaten. Penentuan lokasi ditentukan oleh BLH DIY sementara titik sampel
ditentukan sendiri nantinya oleh pihak UPN dengan menggunakan ketentuan
yang ada.
Tahun 2014, Lokasi pengambilan sampel ditentukan pada lahan sawah
untuk tiap kabupaten. Kabupaten Bantul ditentukan di Kecamatan Sedayu.
Kabupaten Kulon Progo ditentukan di Kecamatan Nanggulan. Kabupaten
Gunungkidul ditentukan di Kecamatan Ponjong. Kabupaten Sleman ditentukan
di Kecamatan Berbah
Dari hasil pengambilan sampel tanah yang dilakukan di beberapa titik di
4 Kabupaten, didapat hasil bahwa pada beberapa lokasi lahan pertanian di 4
Kabupaten di DIY telah mengalami kerusakan. Hal ini dibuktikan dari nilai
parameter kerusakan tanah yang berada di luar nilai Ambang Kritis. Hasil
evaluasi kerusakan tanah dari data yang ada menunjukkan bahwa semua tanah di
4 kecamatan dalam kondisi rusak. Penyebab kerusakan adalah BV, porositas,
derajad pelulusan air, dan redoks. BV merupakan penyebab kerusakan paling
banyak di 4 Kecamatan yang diteliti. Redoks menyebabkan kerusakan di 2
Kecamatan Nanggulan dan Ponjong.
Penggenangan
dan
pelumpuran
menyebabkan
pemecahan
dan
penghancuran agregat tanah. Terjadi perubahan BV, Porositas, Permeabilitas dan
Redoks karena rusaknya agregat tanah dan penggenangan. Kerusakan bersifat
sementara. Mengubah pola tanam monokultur dapat mengembalikan sifat
tersebut.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
41
Setelah laporan hasil analisa tanah telah selesai, bulan Desember
dilaksanakan ekspose hasil analisa tanah, dengan memanggil dari Kecamatan
dan Penyuluh Kehutanan/Pertanian terkait, serta instansi kabupaten yang
berkaitan dan memerlukan data hasil analisa tanah ini.
2. Peningkatan Konservasi Daerah Tangkapan Air Dan Sumber-Sumber Air
2.1. Pengukuran Fluktuasi Muka Air Tanah
Fluktuasi muka air tanah dihitung sebagai hasil selisih antara hasil
pengukuran kedalaman muka air tanah pada akhir musim penghujan dan akhir
musim kemarau. Melihat kondisi topografi wilayah DIY kita dapat
mengasumsikan daerah recharge bagi DIY adalah Kabupaten Sleman dan
bagian Utara wilayah kota Yogyakarta sedangkan daerah discharge adalah
wilayah Selatan kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Hasil pengukuran dan
penghitungan fluktuasi muka air tanah dari tahun 2002 sampai tahun 2014
memperlihatkan adanya penurunan muka air tanah yang terus meningkat dari
tahun ke tahun. Skema pengukuran untuk satu tahun yaitu, tinggi muka air
tanah saat musim penghujan dikurangi dengan tinggi muka air tanah saat
musim kemarau.
Jumlah sumur yang dilakukan pengukuran di daerah sekitar SPAH,
mulai dari tahun 2010 – 2014 selalu mengalami penurunan. Hal ini karena,
dibeberapa lokasi kondisi SPAH sudah tidak termanfaatkan sebagaimana
fungsinya. Selain itu juga, beberapa rumah warga, yang sebelumnya dilakukan
pengukuran di sumur mereka, menutup sumur dengan menggunakan cor beton.
Akibatnya, kita mengalami kesulitan untuk pengukuran.
Di akhir tahun, pada bulan november, diadakan ekspose hasil
monitoring muka air tanah. Beberapa instansi yang diundang antara lain,
BLH/KLH Kabupaten/Kota, Balai PSDA serta Dinas PU Bidang SDA. Hal
ini sebagai upaya untuk penyampaian informasi data dan dapat digunakan
untuk sinkronisasi data lanjutan, serta penentuan kebijakan yang dapat dibuat.
2.2. Pemeliharaan dan Penanaman sekitar Sumber Mata Air
Koordinasi diperlukan untuk menentukan lokasi kegiatan. Dari hasil 4
kali rapat, yang dilaksanakan pada bulan April dan Mei 2014 dengan instansi
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
42
kabupaten terkait, setelah menerima usulan masing – masing kabupaten,
ditentukan lokasi penanaman untuk pemeliharaan daerah sekitar sumber mata
air di Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul.
Lokasi penanaman di Desa Pilangrejo, berada diatas bukit, sehingga
sesuai dengan upaya BLH DIY untuk pemeliharaan daerah sekitar sumber
mata air, maupun daerah tangkapan air. Luasan lahan tempat penanaman sekitar
+ 2 ha. Jenis bantuan yang diberikan yaitu:
No
Jenis Bibit
Jumlah Bibit Total
1
Beringin
1000 buah
2
Kemiri
1000 buah
3
Mangga
1000 buah
4
Sukun
1000 buah
5
Sirsat
900 buah
6
Pupuk Organik
24500 kg
Selain bantuan bibit dan pupuk organik, diberikan juga acir sebagai penyangga
dan penanda tanaman sebanyak 4900 batang. Serta diberikan bantuan berupa
uang untuk tenaga penanaman dan tenaga pemeliharaan tanaman sejumlah Rp.
18.810.000. Penanaman dilaksanakan pada musim penghujan, bulan november
hingga desember (akhir tahun anggaran), karena merupakan saat yang tepat
untuk melakukan penanaman.
Selain bantuan langsung berbentuk bibit, pupuk dan upah, dilakukan
juga sosialisasi untuk seluruh warga di Desa Pilangrejo, mulai dari aparat desa
hingga warga masyarakat. Sosisalisasi yang diberikan adalah peran dan
pentingnya fungsi vegetasi untuk lingkungan secara umum dan untuk
masyarakat. Dengan adanya sosisalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan
kesadaran masyarakat, sehingga meningkatkan peran serta masyarakat untuk
mau ikut menjaga dan memelihara lingkungan dari kerusakan.
Sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat, yaitu sebanyak 4 kali
dengan jumlah peserta total 200 orang, dilaksanakan pada bulan Juli dan
Oktober 2014. Tujuan sosialisasi, yang pertama: BLH DIY akan mengadakan
kegiatan penanaman di Desa Pilangrejo, ajang perkenalan dan silaturahim serta
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
43
memberikan pengetahuan kepada warga masyarakat tentang pentingnya
vegetasi untuk perlindungan lingkungan. Selain itu juga, untuk pemberitahuan
kepada warga desa pilangrejo, lokasi dan jenis tanaman yang akan ditanam
serta bantuan yang akan diberikan dari BLH DIY.
3. Pengendalian Dan Pengawasan Pemanfaatan SDA
3.1. Kegiatan Penanaman untuk Pengendalian Daerah Rawan Longsor
Koordinasi
dengan
KLH/BLH
Kabupaten
diperlukan
untuk
menentukan lokasi kegiatan. Dari hasil 4 kali rapat pada bulan April dan Juni
2014 dengan instansi kabupaten terkait, ditentukan lokasi penanaman untuk
daerah pengendalian daerah rawan longsor di Desa Kaliagung, Kecamatan
Sentolo, Kabupaten Kulonprogo.
Lokasi penanaman di Desa Kaliagung, berada diatas bukit, dengan
kemiringan lereng yang hampir 40o. Luasan lahan lokasi penanaman sekitar
+ 2 ha. Jenis bantuan yang diberikan yaitu:
No
Jenis Bibit
Jumlah Bibit Total
1
Beringin
1000 buah
2
Kemiri
1000 buah
3
Mangga
1000 buah
4
Sukun
1000 buah
5
Sirsat
900 buah
6
Pupuk
24500 kg
Organik
Selain bantuan bibit dan pupuk organik, diberikan juga acir sebagai
penyangga dan penanda tanaman. Serta diberikan bantuan berupa uang untuk
tenaga penanaman dan tenaga pemeliharaan tanaman. Total bantuan berupa
uang sebanyak Rp. 20.520.000,-.
Penanaman dilaksanakan pada musim penghujan, bulan november
hingga desember (akhir tahun anggaran), merupakan saat yang tepat untuk
melakukan penanaman.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
44
Selain bantuan langsung berbentuk bibit, pupuk dan upah, dilakukan
juga sosialisasi untuk seluruh warga di Desa Kaliagung, mulai dari aparat
desa hingga warga masyarakat. Sosialisasi yang diberikan adalah peran dan
pentingnya fungsi vegetasi untuk lingkungan secara umum dan untuk
masyarakat. Dengan adanya sosisalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan
kesadaran masyarakat, sehingga meningkatkan peran serta masyarakat untuk
mau ikut menjaga dan memelihara lingkungan dari kerusakan.
Sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat, yaitu sebanyak 2 kali
dengan jumlah peserta total 175 orang, yang dilaksanakan pada bulan
Oktober 2014. Tujuan sosialisasi, yang pertama: BLH DIY akan mengadakan
kegiatan penanaman di Desa Kaliagung, ajang perkenalan dan silaturahim
serta memberikan pengetahuan kepada warga masyarakat tentang pentingnya
vegetasi untuk perlindungan lingkungan. Sementara sosialisasi kedua, untuk
pemberitahuan kepada warga Desa Kaliagung, lokasi dan jenis tanaman yang
akan ditanam serta bantuan yang akan diberikan dari BLH DIY.
3.2. Kajian Perencanaan Pengendalian Daerah Rawan Longsor
Tujuan dari penyusunan kajian ini adalah untuk menyiapkan acuan
pengendalian daerah rawan longsor bagi pihak yang berkompetensi mengurusi
bencana, terutama longsor, di Kabupaten Kulonprogo. Pelaksanaan pembuatan
kajian dalam jangka waktu 3 bulan, yaitu bulan April – Juni 2014, dan
dikerjakan dengan bantuan pihak ketiga, yaitu PT. Tri Patra Konsultan.
4. Pengendalian Kerusakan Pesisir, Pantai Dan Laut
4.1. Penanaman Vegetasi Pantai
Pantai Congot terletak di Dusun Nglawang, Desa Jangkaran, Kecamatan
Temon, Kabupaten Kulonprogo, berbatasan langsung dengan Kabupaten
Purworejo, Jawa Tengah.
Wilayah pesisir merupakan wilayah pertemuan antara daratan dan
lautan, yang masih saling terpengaruh satu sama lain dalam proses
pembentukannya. Proses yang mempengaruhi tersebut antara lain pasang surut
air laut, angin laut, sedimentasi pada muara sungai, dan pembentukan air
payau. Pesisir Pantai Congot, kecamatan Temon, kabupaten Kulonprogo
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
45
merupakan pesisir alami yang telah dimanfaatkan, antara lain untuk pariwisata
alam, dan beberapa tahun belakang banyak yang mulai membangun tambak
udang di pesisir.
Adanya tambak udang yang ada pada wilayah ini merupakan potensi
besar dalam perkembangan perekonomian masyarakat setempat. Namun jika
hal ini dilakukan secara serampangan dan tidak memperhatikan tata ruang
fungsi pesisir , maka akan mengakibatkan munculnya degradasi lingkungan
pada wilayah pesisir, seperti pencemaran laut, fenomena banjir, hingga abrasi
pantai. Pembangunan di wilayah pesisir boleh dilakukan namun dengan tetap
memperhatikan aspek lingkungan. Perkembangan tambak udang di sepanjang
pesisir congot sudah mulai memprihatinkan. Hal inilah yang melandasi
pemilihan lokasi untuk penanaman vegetasi pantai tahun 2014.
Upaya pencegahan mengurangi degradasi lingkungan perlu sepatutnya
terus dilakukan. Sosialisasi terhadap masyarakat dan kelompok tani yang
berada di sekitar pantai congot. Materi dan pengetahuan tentang pentingnya
menjaga kawasan pesisir pantai sudah seharusnya masyarakat tahu. Karena
fungsi perlindungan dan penjagaan bukan merupakan tugas pemerintah saja,
namun bersama – sama dengan masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan ke
masyarakat, sebanyak 3 kali, dengan total peserta sebanyak 100 peserta.
Penanaman vegeatasi pantai BLH DIY telah dilaksanakan di Pantai
Congot/Dusun Nglawang pada bulan November 2014. Jenis bantuan yaitu:
No
Jenis Bibit
Jumlah Bibit Total
1
Cemara Udang
960 buah
2
Pandan Laut
900 buah
3
Bakau
900 buah
4
Pupuk Organik
13800 kg
Selain bantuan berupa bibit tanaman, diberikan juga bantuan acir sebanyak
2760 batang. Ajir digunakan selain sebagai penanda juga sebagai sandaran
untuk tanaman agar tidak rusak jika terkena angin laut yang kuat. Diberikan
juga bantuan upah penanaman dan pemeliharaan tanaman sebanyak Rp.
14.230.000,Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
46
Pemilihan lokasi penanaman sangat sesuai dengan karakteristik dari
masing – masing jenis tanaman. Bibit cemara udang yang masih berumur
kurang dari 1 tahun, tidak akan tahan jika terkena angin laut secara langsung,
jika ditanam berhadapan langsung dengan pantai dan terkena langsung angin
laut maka tanaman tersebut akan mati. Karena itu, lokasi penanaman berada di
garis belakang yang tidak terkena langsung angin laut. Sementara itu, untuk
pandan laut (Pandanus tectorius) berfungsi sebagai pemecah ombak, pencegah
erosi dan abrasi. Akar tunjangnya yang besar dapat mencengkeram pasir-pasir
pantai sehingga mencegah adanya erosi dan abrasi. Ukuran pandan laut dapat
mencapai ketinggian 15 meter dan daun yang memanjang 4 hingga 8 meter
mampu memecah ombak besar. Hal inilah yang membuat pandan laut cocok
untuk ditanam di garis terdepan pantai.
Untuk jenis mangrove bakau (Rhizophora sp), ditanam di sepanjang
sempadan sungai bogowonto. Tanaman mangrove tidak dapat tumbuh dengan
baik jika tidak ada kandungan lumpur ditanah tempat ia tumbuh. Karena itu,
penanaman bakau tidak dipesisir pantai melainkan di sempadan sungai yang
mempunyai kandungan lumpur yang masih tinggi, namun tetap terkena pasang
surut air laut. Adanya bakau yang ditanam, diharapkan dapat meminimalisir
hempasan air laut pasang yang datang ke daratan. Serta dapat mengurangi efek
bencana jika terjadi tsunami.
4.2.
Kajian Analisis Kebijakan Pengendalian Kerusakan Pesisir, Pantai dan Laut
Tujuan dari penyusunan kajian ini adalah tersedianya data informasi
pengelolaan pesisir, pantai dan laut sebagai bahan penyusunan kebijakan
pembangunan pengelolaan SDA secara menyeluruh dan berkelanjutan,
khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelaksanaan pembuatan kajian
dalam jangka waktu 3 bulan, yaitu bulan April – Juni 2014, dan dikerjakan
dengan bantuan pihak ketiga, yaitu PT. Surya Praga.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
47
C. BIDANG PENGEMBANGAN KAPASITAS
1. Pengembangan Teknologi Pengolahan Persampahan
1.1. Pembinaan Pengelolaan Sampah
No.
Kelompok
Tanggal
Pembinaan
1.
KPSM Mojolegi Karangtengah, Imogiri, Bantul
29 Maret 2014
2.
KPSM Pantai Baru, Poncosari, Sradakan, Bantul
01 April 2014
3.
KPSM Rukun Agawe Santoso, Dayu, Gadingsari,
Sanden, Bantul
05 April 2014
4.
KPSM Siyono Wetan, Logandeng, Playen,
Gunungkidul
28 Maret 2014
5.
KPSM Selang IV, Selang, Wonosari, Gunungkidul
08 April 2014
6.
KPSM Gading I, Gading, Playen, Gunungkidul
24 Maret 2014
7.
KPSM Gading IV, Gading, Playen, Gunungkidul
19 Maret 2014
8.
KPSM Selang III, Selang, Wonosari, Gunungkidul
7 April 2014
9.
KPSM Winong, Siraman, Wonosari, Gunungkidul
14 April 2014
10.
KPSM Permata Pakem, Tamanmartani, Kalasan,
Sleman
12 April 2014
11.
KPSM Lodoyong, Lumbungharjo, Tempel,
Sleman
21 April 2014
12.
KPSM Karisma Kaliabu, Banyuraden, Gamping,
Sleman
11 April 2014
13.
Kelompok Tani Utama, Jonggrangan, Jatimulyo,
Girimulyo, Kulonprogo
15 April 2014
14.
KPSM Mandiri Bunda, Kaliagung, Sentolo,
Kulonprogo
03 April 2014
15.
Bank Sampah Wijaya Kusuma, RT. 04/ RW.02
Karangwuluh Kidul, Karangtengah, Temon,
Kulonprogo
04 April 2014
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
48
16.
Kelompok Ternak Andini Dadi, Jatanan,
Margodadi, Sayegan, Sleman
10 April 2014
17.
Kelompok Ternak Ngudi Makmur, Menulis,
Sumbersari, Moyudan, Sleman
19 April 2014
18.
Kelompok Ternak Anggayuh Makmur Dusun
Krapyak 10 Barepan Margoangung Sayegan
Sleman
10 April 2014
19.
Kelompok Sambi Makmur, Maguwoharjo, Depok
Sleman
17 pril
2014
1.2. Pengadaan Komposter, BriketArang,d an MesinJahit
Hibah Barang/Jasa diserahkan kepada 19 (sembilan belas) kelompok pengelola
sampah mandiri.
No.
Kelompok
Jumlah Hibah ( Unit )
Komposter Briket
Mesin
Arang
Jahit
20
1
1
1.
KPSM Mojolegi Karangtengah,
Imogiri, Bantul
2.
KPSM Pantai Baru, Poncosari,
Sradakan, Bantul
20
1
1
3.
KPSM Rukun Agawe Santoso,
Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul
20
1
1
4.
KPSM Siyono Wetan, Logandeng,
Playen, Gunungkidul
20
1
1
5.
KPSM Selang IV, Selang,
Wonosari, Gunungkidul
20
1
1
6.
KPSM Gading I, Gading, Playen,
Gunungkidul
20
1
1
7.
KPSM Gading IV, Gading, Playen,
Gunungkidul
20
1
1
8.
KPSM Selang III, Selang,
Wonosari, Gunungkidul
20
1
1
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
49
9.
KPSM Winong, Siraman,
Wonosari, Gunungkidul
20
1
1
10.
KPSM Permata Pakem,
Tamanmartani, Kalasan, Sleman
20
1
1
11.
KPSM Lodoyong, Lumbungharjo,
Tempel, Sleman
20
1
1
12.
KPSM Karisma Kaliabu,
Banyuraden, Gamping, Sleman
20
1
1
13.
Kelompok Tani Utama,
Jonggrangan, Jatimulyo, Girimulyo,
Kulonprogo
20
1
1
14.
KPSM Mandiri Bunda, Kaliagung,
Sentolo, Kulonprogo
20
1
1
15.
Bank Sampah Wijaya Kusuma, RT.
04/ RW.02 Karangwuluh Kidu l,
Karangtengah, Temon, Kulonprogo
20
1
1
16.
Kelompok Ternak Andini Dadi,
Jatanan, Margodadi, Sayegan,
Sleman
20
1
1
17.
Kelompok Ternak Ngudi Makmur,
Menulis, Sumbersari, Moyudan,
Sleman
20
1
1
18.
Kelompok Ternak Anggayuh
Makmur Dusun Krapayak 10
Barepan Margoangung Sayegan
Sleman
20
1
1
19.
Kelompok Sambi Makmur,
Maguwoharjo, Depok Sleman
20
1
1
2. Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Persampahan
2.1. Workshop Pengembangan Jejaring Pengelolaan SampahMandiri I
Rabu, 26 Februari 2014 bertempat di Kantor BLH DIY
Materi :
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
50
-
PeraturanPemerintahNomor : 81 Tahun 2012, tentangPengelolaanSampah
Rumah Tangga dan S ampah Sejenis Sampah RumahTangga
2.2.
-
Pengelolaan Limbah Secara 3 R
-
Design ProdukdanPeluangPasar
-
PraktekPembuatanAksesorisdariKainPerca
Workshop PengembanganJejaringPengelolaanSampahMandiri II
-
Pelaksanaan
Senin, 28 April 2014 bertempat di Kantor BLH DIY
-
Materi :
-
Kiprah Jejaring Pengelolaan Sampah Mandiri DIY “MertiBoemi
Lestari”
-
Kebijakan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam
mendukung program 3R (Reuse, Reduce, Recycle)
-
Potensi limbah Untuk Kerajinan
-
Perda DIY No. 3 Tahun 2013 tentang pengolahan sampah rumah tangga
dan sampah sejenis sampah rumah tanga
Kesimpulan:
-
Untuk meningkatkan hasil kerajinan dari sampah anorganik kualitasnya
ditingkatkan agar mempunyai nilai jual yang layak untuk meningkatkan
kualitas barang atau produk . Untuk itu perlu bekerja sama dengan
instansi yang terkait, misalanya dinas prindakop, dinas pariwisata, hotel
dll.
-
Potensi daur ulang sampah masih sangat terbuka lebar terutama untuk
pasar export, Pemda DIY sangat pendukung idusrtri kreatif berbasis
pengelolaan sampah mandiri karena sangat mengurangi timbunan
sampah yang dibuat ke TPA
3. Koordinasi Penilaian Kota Sehat / Adipura
3.1. Evaluasi Kebersihan dan keteduhan Lingkungan (K2LH)
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
51
Evaluasi K2LH tahun 2014 dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut :
No.
Hari/Tanggal
Kabupaten/Kota
1.
Kamis, 21 Agustus 2014
Gunungkidul
2.
Jum’at, 22 Agustus 2014
Yogyakarta
3.
Senin, 25 Agustus 2014
Sleman
4.
Selasa, 26 Agustus 2014
Kulon Progo
5.
Rabu, 27 Agustus 2014
Bantul
Output dari Evaluasi K2LH adalah berupa rekomendasi terhadap titik-titik yang
dievaluasi sebagaimana terlampir dalam laporan ini. Rekomendasi tersebut
secara langsung telah disampaikan kepada pemerintah kabupaten/kota yang
bersangkutan. Adapun rekomendasi tersebut akan disampaikan dan dibahas pada
Acara Workshop Hasil Evaluasi K2LH yang akan dilaksanakan setelah Evaluasi
K2LH.
3.2. Workshop Hasil Evaluasi K2LH
Kegiatan ini dilaksanakan pada :
Hari
:
Rabu
Tanggal :
24 September 2014
Tempat
Hotel Gowongan In
:
Jl. Gowongan Kidul No. 50, Yogyakarta
Pukul
:
08.00 s/d selesai
Materi yang disampaikan dalam Workshop Hasil Evaluasi K2LH adalah :
a. Kebijakan dan Strategi Pemerintah DIY dalam Mendukung Program Adipura Oleh
: Ir. Joko Wuryantoro, M.Si, Kepala BLH DIY
b. Pemaparan Hasil Evaluasi K2LH DIY Tahun 2014 (Fisik I)
Oleh : Ir. Kuncara HP, MMA – BLH DIY
c. Pemaparan Hasil Evaluasi K2LH DIY Tahun 2014 (Fisik II)
Oleh : Drs. Jito – BLH DIY
Workshop ini dilaksanakan untuk menyampaikan dan mendiskusikan rekomendasi
hasil Evaluasi K2LH yang telah dilaksanakan sebelumnya. Selain itu dalam workshop
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
52
ini akan dibahas strategi dan kebijakan terkait dengan pelaksanaan Program Adipura
yang akan datang.
3.3. Penilaian Adipura
Pada Tahun 2014 dilaksanakan 2 (dua) kali pemantauan Adipura, terdiri dari :
1. Pemantauan II Adipura Tahun 2014/2015
a. Kota Besar (Yogyakarta), Tanggal 23 April 2014
b. Kota Sedang(Sleman), Tanggal 14 April 2014
2. Pemantauan I Adipura Tahun 2014/2015
a. Kota Besar (Yogyakarta), Tanggal 4-7 Desember 2014
b. Kota Sedang(Sleman), Tanggal 20-21 November 2014
c. Kota Kecil (Wates, Bantul dan Wonosari) Tanggal 17 - 19 November 2014
3.4. Workshop Hasil Penilaian I (P1) Adipura
Workshop ini dilaksanakan pada :
Hari
:
Senin
Tanggal
:
15 Desember 2014
Tempat
:
Ruang Lantai III Timur BLH DIY
Jln. Tentara Rakyat Mataram No. 53 Yogyakarta.
Pukul
:
08.00 s/d selesai
Materi yang disampaikan pada Workshop Hasil Penilaian I (P1) Adipura adalah :
a. Sosialisasi Penilaian Adipura
Oleh : Ir. Setyo Winarso – PPE Jawa
b. Pemaparan Hasil P1 Adipura Kota Besar Tahun 2014- 2015
Oleh : Ir. Kuncara HP, MMA – BLH DIY
c. Pemaparan Hasil P1 Adipura Kota Sedang Tahun 2014- 2015
Oleh : Drs. Jito – BLH DIY
d. Pemaparan Hasil P1 Adipura Kota Kecil Tahun 2014- 2015)
Oleh : B. Eko Purwanto, ST – BLH DIY
Dari diskusi diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
53
a. Perlu peningkatan koordinasi di kabupaten/kota untuk meningkatkan sinergi dan
komitmen SKPD dalam mendukung Adipura. Misal dengan Audiensi dengan
Gubernur DIY
b. Perlu adanya bimbingan teknis pengisian dokumen non fisik adipura dengan
fasilitasi BLH. DIYdiusulkan agar nilai disampaikan ke Bupati/Walikota.
c. Pelibatan sekolah dalam mendukung Program Adipura dan dikoordinasikan dengan
Dinas Pendidikan.
3.5. Workshop PengembanganJejaringPengelolaanSampahMandiri III
Dilaksanakan pada hari Jum’at, 27 Juni 2014, bertempat di Kantor BLH DIY
Materi workshop :
-
Peran Satpol PP dalam Penegakan Hukum Bagi Pelaku Pembuang Sampah
Sembarangan
-
Peran Kepolisian dalam Penegakan Hukum Bagi Pelaku Pembuang Sampah
Sembarangan
-
Peran Kejaksaan dalam Penegakan Hukum Bagi Pelaku Pembuang Sampah
Sembarangan
-
Kebijakan Pengelolaan lingkungan Hidup di DIY
-
Perda DIY No. 82 Tahun 2012 tentang pengolahan sampah rumah tangga dan
sampah sejenis sampah rumah tangga
Kesimpulan:
-
Penegakan HukumSatpol PP dapat langsung melakukan tindakan terhadap
masyarakat yang membuang sampah sembarangan tidak pada tempatnya yang
sesui dengan Perda yang berlaku.
-
Penegakan Hukum Kepolisian memnbatu dalam melakukan tindakan
terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan untuk diajukan
ke Pengadilan.
-
Dengan diudangkanPeraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012 maka ditindak
lanjuti informasi dengan melalui bimbingan – bimbingan
teknis dan
sosialisasi
3.6. Workshop PengembanganJ ejaring Pengelolaan Sampah Mandiri IV
Dilaksanakan Pada hari : Rabu, 20 Agustus 2014 bertempat di Kantor BLH DIY
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
54
Materi :
Evaluasi Kinerja Jejaring Pengelolaan Sampah Mandiri DIY “MertiBoemi
-
Lestari”
-
Pengelolaan Sampah Menurut UU No 18 Tahun 2008
-
Kemungkinan Pengembangan Potensi Usaha Kerajinan Daur Ulang Sampah
dalam UMKM
Perda DIY No. 3 Tahun 2013 tentang pengolahan sampah rumah tangga
-
dan sampah sejenis sampah rumah tangga
Kesimpulan:
-
Perlu upaya untuk membangkitkan semangat anggota ( JPSM ) untuk terus
berjuang mengelola sampah untuk pelestarian lingkungan dan berjejaring
antar anggota baik di Kabupaten/Kota maupun antar Kabupaten/Kota.
-
Perlu mengembangkan product, inovasi dan memancing kreatifitasdesaign
serta Perlunya Brand/Image akan produk sampah organik agar konsumen
merasa bergengsi dengan memakai produk dari sampah sehingga akan
menaikkan harga jual produk. Serta masalah Tren mode yang dapat dipakai
untuk anak-anak muda.
-
Pengelolaan sampah harus dikelola dengan cara/ sistem 3R dan harus
dipilah mulai dari sumbernya atau penghasil
3.7. Workshop PengembanganJejaringPengelolaanSampahMandiri V
Dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Oktober 2014 bertempat di Kantor BLH DIY
Materi :
-
Briket Kertas
-
Pembuatan pakan ternak dari sisa makanan
-
Undang – undang No. 32 Tentang perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup
Kesimpulan:
-
Sampah dari waktu ke waktu dengan berkembangnya jumlah penduduk dan
tingkat kesejahteraan masyarakat maka semakin banyak dan jenis sampah
yang dihasilkan adalah samapah anorganik yang sulit terurai secara alami
-
Masih banyak masyarakat yang belum sadar untuk mengelola sampah yang
dihasilakan bahkan masih banyak masyarakat yang membuang sampah
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
55
sembarangan, contohnya disungai, jembatan maupun lahan kosong disekitar
kita
4. Pemantapan Program Adiwiyata
4.1 Verifikasi Sekolah Adiwiyata (Usulan Mandiri)
Daftar peserta verifikasi Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri adalah sebagai berikut :
No
Nama Sekolah
Alamat Sekolah
Tanggal
Verifikasi
Keterangan
1
MI N Jejeran
Jalan Imogiri Timur Km 7, Jati,
Wonokromo, Pleret, Bantul
4 Juli 2014
Sekolah Adiwiyata
(Nasional) tahun
2012
2
SMP N 2
Kalasan
Kledokan, Selomartani, Kalasan,
Sleman
4 Juli 2014
Sekolah Adiwiyata
(Nasional) tahun
2012
3
MAN
Yogyakarta III
Jl. Magelang Km. 4, Sleman
5 Juli 2014
Sekolah Adiwiyata
(Nasional) tahun
2012
Dari ke 3 (tiga) sekolah yang diusulkan tersebut tidak ada satupun yang
mendapatkan predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri untuk Tahun 2014.
No.
Nama Sekolah
Alamat Sekolah
Tanggal
Verifikasi
16 Oktober 2014
1
SD Marsudirini
Yogyakarta
Jl. P Senopati 32, Kota
Yogyakarta
2
SD Kanisius
Sorowajan
Jalan Sorowajan No. 111,
Banguntapan,Bantul
20 Oktober 2014
3
SMP Muhammadiyah
2 Yogyakarta
Jl. Kapas II/7a Umbulharjo ,
Yogyakarta
20 Oktober 2014
4
SD Muhammadiyah 3
Wirobrajan
21 Oktober 2014
5
MAN Yogyakarta 2
Jl. Kapt. Piere Tendean, Gg.
Gatotkaca 19A, Kecamatan
Wirobrajan , Yogyakarta
Jl. KHA Dahlan 130 Yogyakarta
6
SMP N 1 Pandak
7
8
SMA N 1 Banguntapan
SMA N 1 Temon
9
MAN Tempel
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
21 Oktober 2014
Jl. Srandakan Km 1,
Gilangharjo,Pandak,Bantul
Ngentak,Baturetno,Bantul
Kebonrejo, Temon Kulon Progo
22 Oktober 2014
Jl. Magelang Km 17 Ngosit,
Margorejo, Tempel
24 Oktober 2014
22 Oktober 2014
23 Oktober 2014
56
10
SD N 1 Bantul
Jalan Gatot Subroto, Mandingan,
Ringinharjo Bantul
27 Oktober 2014
4.2. Verifikasi Sekolah Adiwiyata (Usulan Nasional)
Verifikasi ini diselenggarakan untuk memperoleh calon nominasi Sekolah
Adiwiyata Nasional Tahun 2014. Daftar peserta verifikasiCalon Sekolah Adiwiyata
Nasional adalah sebagai berikut :
4.3.
Seleksi Sekolah Adiwiyata Provinsi DIY
Seleksi Sekolah Adiwiyata Provinsi DIY dilaksanakan untuk memperoleh nominasi
Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi DIY.
Jadwal Verifikasi
Sekolah Adiwiyata Tingkat DIY 2014
No.
Tanggal
1.
20 Juni
2014
1. SD N Giwangan
2. SMP N 15 Yogyakarta
3. SMA N 9 Yogyakarta
2.
23 Juni
2014
1. SD N Tamanan
3.
24 Juni
2014
4.
25 Juni
2014
5.
26 Juni
2014
Sekolah
2. SMP N 1 Bantul
3. SMP N 3 Pajangan
4. SMA Pangudi Luhur
Sedayu
1. SD Kanisius Babadan
Ngemplak
2. SMP N 3 Kalasan (Siang)
3. MTs N Yogyakarta I (Pagi)
4. MAN Tempel
1. SD N 1 Nglipar
2. SMP N 1 Purwosari
3. SMK N 1 Purwosari
1. SD N Temon
2. SMP N 1 Temon
3. SMA N 1 Wates
Alamat
Jalan Tegalturi 45 Umbulharjo
Tegal Lempuyangan 61 Bausasran,
Danurejan
Jl. Sagan No. 1 Gondokusuman
Jl. Pasopati , Kauman RT 01 Tamanan,
Banguntapan
Jl. RA Kartini, Trirenggo, Bantul
Krebet, Sendangsari, Pajangan
Jl. Wates Km 12 Argosari, Sedayu
Jl. Babadan, Ngemplak
Sidokerto, Purwomartani, Kalasan
Jalan Magelang Km 4,4 Sinduadi, Mlati
Jl. Magelang Km 17
Jl. Pramuka No 2 Nglipar
Tlogowarak, Giripurwo, Purwosari
Panggang, Giripurwo, Purwosari
Kaliwangan,TemonWetan,Temon
Jl. Purworejo – Wates Km 10,5
Jl. Terbahsari No 1 Wates
Kabupaten/
Kota
Yogyakarta
Bantul
Sleman
Gunungkidul
Kulon Progo
Berdasarkan hasil penilaian Juri, ditetapkan peringkat hasilVerifikasi
SekolahAdiwiyatatingkat Provinsi DIYtahun 2014 adalah sebagai berikut :
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
57
Peringkat Dan Penghargaan Verifikasi Sekolah Adiwiyata
Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2014
NO
1
1.
KATEGORI
SD/MI
2
NAMA SEKOLAH
1. SD N Temon
4
I
5
67
PENGHARGAAN
Uang (Rp)
6
5.000.000,-
2. SD N Giwangan
II
64,25
4.400.000,-
III
64
3.500.000,-
1. MTs N Yogyakarta I
I
73
5.000.000,-
2. SMP N 3 Pajangan
II
67
4.400.000,-
3. SMP N I Bantul
III
65,75
3.500.000,-
4. SMP N 3 Kalasan
IV
64,25
-
I
68
5.000.000,-
II
64,5
4.400.000,-
3
Kaliwangan,Temon
Wetan,Temon, Kulon Progo
Jl.Tegalturi No.45
Umbulharjo, Yogyakarta
3. SD N Tamanan
Krobokan, Tamanan,
Banguntapan, Bantul
2.
SMP/MTs
Jl. Magelang Km. 4,4
Sinduadi, Mlati, Sleman
Krebet, Sendangsari,
Pajangan, Bantul
Jl. RA Kartini No. 44,
Trirenggo, Bantul
Sidokerto, Purwomartani,
Kalasan, Sleman
3.
SMA/SMK/MA 1. MAN Tempel
Jl. Magelang Km.17,
Ngosid, Margorejo,
Tempel, Sleman
2. SMA N 9 Yogyakarta
Jl. Sagan No.1, Terban,
Gondokusuman, Kota
Yogyakarta
PERINGKAT NILAI
Trofi dan sertifikat pemenang Verifikasi SekolahAdiwiyata diserahkan oleh
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada malam Tirakatan Acara
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
58
Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 69 pada tanggal 16
Agustus 2014, bertempat di Bangsal Kepatihan Danurejan Yogyakarta.
Dari hasil penilaian di lapangan, ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan,
antara lain :
4.4.
Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup Untuk Guru
Pelatihan Pendidikan Lingkungan Hidup Untuk Guru Tahun 2014 diselenggarakan
pada Tanggal 12 s.d 14 Mei 2014, dengan jadwal sebagai berikut :
Jadwal
Pendidikan Lingkungan Hidup Bagi Guru
Tempat : Ruang Kalpataru Lt.III BLH DIY
Senin, 12Mei 2014
WAKTU
MATERI
07.30 – 08.00 Registrasi
08.00 Pembukaan
08.15
08.15 – 08.45 Perkenalan
08.45– 09.30 Pre Test
09.30 – 10.00 REHAT
10.00 – 10.45 Pelaksanaan Program Adiwiyata dan
10.45 – 12.00 Manfaat Bagi Profesi Guru (Berdasarkan
Panduan Adiwiyata yang Baru dan
Kurikulum 2013)
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 15.30 Cara, Mekanisme, Metode Pengintegrasian
Materi Lingkungan Hidup ke Dalam
Kurikulum 2013 dalam rangka Mewujudkan
Sekolah Adiwiyata
Selasa, 13 Mei 2014
WAKTU
MATERI
08.00 – 08.45 Pemanfaataan Lingkungan Hidup
08.45 – 09.30
09.30 – 09.45 REHAT
09.45 – 10.30 Peraturan Perundangan LH
10.30 – 11.15
11.15 – 12.00 RTH dan Pemanfaatannya
12.00 – 12.45
12.45 – 13.30 ISHOMA
13.30 – 14.15 Pembangunan dan Dampaknya Terhadap
14.15 – 15.00 Lingkungan Hidup
PEMATERI
Panitia
Kepala BLH DIY
Panitia
Panitia
Panitia
Drs. Agusti Thamrin,
M.Pd
Panitia
Satino. S.Si, M.Si
PEMATERI
Drs. Setyawan
Rineksa, MM
Panitia
Ag. Ruruh Haryata,
SH, ST, M.Kes
Drs. Jito
Panitia
Ir Kuncara HP.,MMA
Rabu, 14 Mei 2014
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
59
WAKTU
08.00 – 08.45
08.45 – 09.30
09.30 – 09.45
09.45 – 10.30
10.30 – 11.15
11.15 – 12.00
12.00 – 12.45
12.45 – 13.30
13.30 – 14.15
14.15 – 15.00
MATERI
Kebijaksanaan LH dan Pembangunan
Berkelanjutan
REHAT
Sumber Pencemar, Pencemaran LH dan
Dampaknya bagi Lingkungan di DIY
Kerusakan Lingkungan dan Konservasi
PEMATERI
Kepala BLH DIY
Panitia
Drs. Y. Agus Setyanto,
M.Si
Drs. Bambang Wahyu
Indriya
Panitia
Panitia
ISHOMA
Post Test
Penutupan
Pemateri/Narasumber Teori dalam Pendidikan Lingkungan Hidup berasal dari :
-
Badan Lingkungan Hidup DIY
-
Tim Adiwiyata pusat.
5. Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kawasan
Sungai
5.1. Workshop PengembanganKelembagaanLingkunganHidupKawasan Sungai
Workshop
inidilaksanakansebanyak10
(sepuluh)
kali
bertempat
di
wilayahbantaransepanjangSungai Winongo di kabupaten Sleman, dan yang
berlokasi di Bantaran Sungai Gajah Wong Kabupaten bantul dan Kota Yogyakarta.
Materi yang diberikan meliputi materi-materi yang berkaitan dengan pengelolaan
sampah secara umum, pengelolaan DAS(Daerah Aliran Sungai) :
-
Pengelolaan Sampah Menurut UU No. 18 Tahun 2008
-
Pengelolaan Lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS)
-
Perda DIY No 13 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah Rumah tangga dan
Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
-
Penataan Kawasan Sungai Winongo
-
Pengelolaan DAS Terpadu
Adapun pelaksanaan Workshop adalah sebagai berikut :
a. Tanggal26Mei2014bertempatdi
Balai
RW
11Gambiran,
Pandean,
Umbulharjo,Yogyakarta.
b. Tanggal 2 Juni 2014bertempat di FKWA Bakulan Wetan, Bantul
c. Tanggal 3 Juni 2014bertempat di Ngentak, Sapen, Depok, Sleman
d. Tanggal4 Juni 2014 bertempat di Tirtonirmolo, Kec. Kasihan, Bantul.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
60
e. Tanggal4Juni2014 bertempat di Patang Puluhan, Wirobrajan, Yogyakarta.
f. Tanggal 5 Juni 2014 bertempat di Kecamatan Mlati, Sleman.
g. Tanggal 5 Juni 2014bertempat di Tirtoadi, Sinduadi, Mlati, Sleman.
h. Tanggal 6 Juni 2014 bertempat di Patran, Mlati Indah, Sleman.
i. Tanggal 6 Juni 2014 bertempat di Jogonalan Lor, Bantul.
j. Tanggal 4 Juni 2014 bertempat di Jagalan, Banguntapan, Bantul.
5.2. Publikasi Melalui Media TV Lokal
Pada Tanggal 14 Februari 2014, bertempat di TVRI Yogyakarta Jl. Magelang
KM. 4,5 Yogyakarta. Narasumber berasal dari :
-
Ir. Kuncara HP, M.MA dari BLH DIY
-
Iswanto S.Pd, M.Kes dari Poltekes Kemenkes Yogyakarta
6. Pondok Pesantren Berwawasan Lingkungan Hidup
6.1 . Evaluasi Penyelenggaraan Pondok Pesantren Berwawasan Lingkungan
Evaluasi Penyelenggaraan Pondok Pesantren Berwawasan Lingkungan Hidup
Tahun 2014 dilaksanakan dengan jadwal dan lokasi sebagai berikut :
Alamat
Kabupaten/
Kota
NurulFalah
Banyusoca, Playen
Gunungkidul
11 Juni 2014
Miftahussalam
Karanggeneng,Sinduadi,Mlati
Sleman
3.
12 Juni 2014
An Nur
Ngrukem,Sewon
Bantul
4.
16 Juni 2014
Diponegoro
Jl.Cuwiri, Jogokaryan
Yogyakarta
5.
17 Juni 2014
DarulUlum
Sewugalur,Galur
Kulon Progo
No
.
Tanggal
1.
9 Juni 2014
2.
NamaPondokPes
antren
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
61
Peringkat Dan Penghargaan
Evaluasi Pondok Pesantren Berwawasan Lingkungan
Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2014
NO.
NAMA PONDOK PESANTREN
PERINGKAT
1
2
3
PENGHARGAAN
(Rp)
4
I
6.000.000,-
II
5.500.000,-
III
5.000.000,-
Harapan I
4.500.000,-
Harapan II
4.500.000,-
PP. Miftahussalam
Karanggeneng, Sendangadi, Mlati,
Sleman
PP. An Nur
Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon, Bantul
PP. Diponegoro
Jl. Cuwiri No. 230, Jogokariyan,
Mantrijeron, Yogyakarta
PP. Darul ‘ulum Muhammadiyah
Sorobayan, Tirtorahayu, Galur, Kulon
Progo
PP. Nurul Falah
Gedad, Banyusoco, Playen, Gunungkidul
1.
2.
3.
4.
5.
6.2. Bimbingan Teknik Pengelolaan Sampah Mandiri Pontren
Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah Mandiri dilaksanakan pada tanggal 18 dan
19 Agustus 2014, bertempat di Ruang Kalpataru Lantai III Badan Lingkungan Hidup
DIY.
Narasumber Bimbingan Teknis Pengelolaan Limbah Padat adalah sebagai berikut :
a)
Ir. Kuncara HP, MMA dari BLH DIY
b)
Drs. Jito dari BLH DIY
c)
Iswanto, S.Pd, M.Kes dari Poltekes Kemenkes Yogyakarta
d)
R. Junaedi dari JPSM Merti Bumi Lestari, DIY
Materi yang diberikan antara lain : Pengelolaan sampah dan Undang-undang No
18 Tahun 2008, Pembuatan Briket Bioarang dari Sampah Organik, Pengelolaan
Lingkungan Secara Produktif dan Ramah lingkungan, dan Manusia sebagai
Pemakmur Bumi.
6.3. Pembinaan Pondok Pesantren Berwawasan Lingkungan
Peserta dari Santri Pondok dan warga masyarakat di sekitar pondok yang
berjumlah 30 orang /pertemuan. Narasumber pembinaan pondok pesantren
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
62
berwawasan lingkungan dari BLH DIY dan Kanwil Kemenag dengan materi bimtek
sebagai berikut : Rumah Sehat dan Kriterianya, Plastik dan Bahayanya, UU No 32
yahun 20109 Tentang Pengelolaan dan Perlindungan LH, Bank Sampah : Program
Inovatif Pengelolaan Sampah mandiri. Adapun pelaksanaan kegiatan adalah
sebagai berikut :
1.
Pondok Pesantren An Nur, Ngrukem, Sewon, Bantul;tanggal 1 September
2014
2.
Pondok Pesantren Miftahussalam, Jl. Monjali, Sariharjo, Ngaglik, Sleman,
tanggal 2 September 2014
3.
Pondok Pesantren Darul Ulum, Sewugalur, Galur, Kulon Progo, tanggal 3
September 2014
4.
Pondok Pesantren Nurul Falah, Banyusoca, Playen, Gunungkidul, tanggal 4
September 2014
5.
Pondok Pesantren Nurul Haromain, Kulon Progo, tanggal 8 September 2014
6.
Pondok Pesantren Roudhotul Tullab, Kokap, Kulon Progo, tanggal 9
September 2014
7.
Pondok Pesantren An Nur, Bantul, tanggal 10 September 2014
8.
Pondok Pesantren Al Qur’aniyy, Ngunut, Playen, Gunungkidul, tanggal 11
September 2014
9.
Pondok Pesantren Ash – Shobu Minal Iman, Sleman, tanggal 12 September
2014
7. Pengembangan Kapasitas Kader
7.1. Penyegaran Materi
Penyegaran materi dilaksanakan Oleh BLH DIY (Bidang Pengembangan
Kapasitas)yang bertempat di Lantai 3 sayap timur (Kalpataru) pada tanggal 12 –
13 Maret 2014.
Narasumber penyegaran materi kader lingkungan antara lain :
1.
Ir. Joko Wuryantoro, M.Si selaku Kepala BLH DIY
2.
Ir. Kuncara HP, M.MA selaku Kabid Pengembangan Kapasitas
3.
Drs. Jito selaku Ka. Subbid SDM & Kelembagaan Lingkungan
4.
Ag. Ruruh Haryata, SH, ST, M.Kes Selaku Ka. Subbid Penaatan Lingkungan
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
63
5.
Drs. Y. Agus Setiyanto, M.Si Selaku Kabid Dalmar
7.2. Sosialisasi Kepada Masyarakat Binaan Kader
Penyelenggaraan sosialisasi kepada masyarakat dilaksanakan oleh masing-masing
kader LH sebanyak minimal lima kali.Kader LH diharapkandapatmenularkanilmu
yang telahdiperolehkepadakelompokbinaanmaupunmasyarakat di sekitarnya.
7.3. Pemberian Fasilitas Kader Lingkungan
1. Pengadaan Tanaman Buah ( Bibit mangga, Nangka dan Sirsak)
Masing-masing Kader LH menerima bibit mangga sebanyak 45 batang,
nangka 20 batang, dan sirsak 45 batang.
2. Komposter
Masing-masing Kader LH menerima komposter sebanyak 10 unit. komposter
tersebut akan disalurkan kepada kelompok binaan Kader LH di wilayahnya
masing-masing
3. Dekomposter
Masing-masing Kader LH menerima Dekomposter sebanyak 10 botol.
Dekomposter tersebut akan disalurkan kepada kelompok binaan Kader LH di
wilayahnya masing-masing
4. Timbangan Kapasitas 30 – 40 KG
Masing-masing Kader LH menerima Timbangan sebanyak 1 unit. Timbangan
tersebut akan disalurkan kepada kelompok binaan Kader LH di wilayahnya
masing-masing
5. Kantong Sampah Terpilah
Masing-masing Kader LH menerima KantongSampahTerpilah sebanyak 60
set. Timbangan tersebut akan disalurkan kepada kelompok binaan Kader LH di
wilayahnya masing-masing
7.4. Paparan Kader Lingkungan
1. Paparan Hasil Kerja Kader Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul, 5
November 2014
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
64
2. Paparan Hasil Kerja Kader Lingkungan Hidup
Kabupaten
Sleman, 6
November 2014
3. Paparan Hasil Kerja Kader Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, 10
November 2014
4. Paparan Hasil Kerja Kader Lingkungan Hidup
Kabupaten
Bantul, 11
November 2014
5. Paparan Hasil Kerja Kader Lingkungan Hidup
Kota Yogyakarta, 13
November 2014
8. Penataan Ruang Terbuka Hijau
8.1. Evaluasi KampungHijau
Untuk mengetahui sejauhmana implementasi Program Kampung-Hijau,
Badan Lingkungan Hidup menyelenggarakan Evaluasi Kampung-Hijau.
Pada tahun 2014 jadwal dan lokasi adalah sebagai berikut :
No
Hari/Tanggal
Kabupaten/ Kota
Lokasi
1
Senin, 15 September 2014
Kota Yogyakarta
Rw 02 Bener, Tegal rejo
2
Selasa, 16 September 2014
Kabupaten
Gunungkidul
Desa Gading, Playen
3
Rabu, 17 September 2014
Kabupaten Bantul
Dusun Mojolegi Desa
Karang tengah, Imogiri
4
Senin, 22 September 2014
Kabupaten Sleman
Desa Margorejo, Tempel
Kabupaten Kulon
Desa Kaliagung, Sentolo
Progo
Dari hasil Evaluasi KampungHijau tahun 2014, peserta mendapat bantuan
5
Selasa, 23 September 2014
penghargaan sebesar Rp 8.000.000,00 dan Bibit Tanaman untuk masing-masing
lokasi Kampung Hijau di Kabupaten/Kota.
8.2. Forum Komunikasi Kampung Hijau
Forum Komunikasi
Kampung Hijau DIY, dilaksanakan tanggal 22 Juli
2014 bertempat di Ruang Kalpataru Lantai III, BLH DIY. Dengan susunan
acara sebagai berikut :
Pembukaan
: Kepala BLH DIY
Pemateri
:
1. Rahmad Tobadiyana (Serut Sebagai Kampung Hijau dan Dusun
Belajar)
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
65
2. Ir. Kuncara HP, MMA (Pengembangan Kampung Hijau ke depan)
8.3. Pengadaan Bibit Penghijauan dan Penanaman pada RTH
Sesuai SPK nomor : 027/5384, tanggal 10 September 2014. Lokasi
penanaman berada di Jl. Gatot Subroto sebanyak 42 (empat puluh dua)
titik, Jl. MGR Sugiyopranoto sebanyak 60 (enam puluh) titik dan Jl. Dr.
Wahidin Sudirohusodo sebanyak 18 (delapan belas) titik, Kabupaten
Bantul.
8.4. Pengadaan Bibit Tanaman Kampung Hijau
Sesuai SPK nomor : 027/6242, tanggal 16 Oktober 2014
Bibit tanaman tersebut diberikan kepada peserta Kampung-Hijau 2014:
1)
2)
3)
4)
5)
Rw 02 Bener, Tegalrejo, Yogyakarta.
Desa Gading, Playen.
Dusun Mojolegi Desa Karang tengah, Imogiri.
Desa Margorejo, Tempel.
Desa Kaliagung, Sentolo
8.5. Monitoring dan Pendampingan Kampung Hijau
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Waktu
Pelaksanaan
22 April 2014
24 April 2014
29 April 2014
30 April 2014
31 April 2014
2 Mei 2014
3 Mei 2014
5 Mei 2014
6 Mei 2014
7 Mei 2014
8 Mei 2014
9 Mei 2014
10 Mei 2014
16 Mei 2014
17 Mei 2014
16
19 Mei 2014
Lokasi
Dusun Gunungsaren Lor, Trimurti, Srandakan Bantul
Dusun Ganjen RT 05, Tamantirto, Kasihan, Bantul
Dusun Menayu Lor, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul
Dongkelan, Kauman RT 07, Tirtonirmolo, Kasihan
Dusun Jogonalan Kidul Dk IX, Tirtonirmolo, Kasihan
Dusun Guwosari, Pajangan, Bantul
Dusun Sruwuh, Donokerto, Kretek, Bantul
RT 04 Jejeran I, Wonokromo, Pleret, Bantul
Kadireso RT 04, Triwidadi, Pajangan, Bantul
Perum Pendowo Asri A-3, Pendowoharjo, Sewon, Bantul
Dusun Gandekan, Trirenggo, Bantul
Bener, Tegalrejo, Yogyakarta
Godegan, Tamantirto, Kasihan, Bantul
Dusun Sumber Batikan, Trirenggo, Bantul
Dusun Kaliurang, Argomulyo, Argomulyo, Sedayu,
Bantul
Dusun Watugedug, Guwosari, Pajangan, Bantul
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
66
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
19 Mei 2014
20 Mei 2014
20 Mei 2014
21 Mei 2014
21 Mei 2014
22 Mei 2014
22 Mei 2014
23 Mei 2014
23 Mei 2014
24 Mei 2014
24 Mei 2014
28 Mei 2014
30 Mei 2014
31 Mei 2014
Dusun Trimulyo, Kec. Sleman, Sleman
Dusun Tlogo, Kebon Agung, Imogiri, Bantul
Kelurahan Karangwaru, Tegalrejo, Kota Yogyakarta
Dusun Manggisan, Baturetno, Banguntapan, Bantul
Dusun Kledokan, Caturtunggal, Depok, Sleman
Dusun Kersen RT 06, Bantul, Bantul
Desa Selang, Kec. Wonosari, Gunungkidul
Suronatan RW 08, Notopajan, Ngampilan, Yogyakarta
Dusun Tangkil, Srihardono, Pundong, Bantul
Giwangan RT 18 RW 06 Yogyakarta
Pakuncen, Wirobrajan, Yogyakarta
Bangunjiwo, Kasihan, Bantul
Tahunan, Yogyakarta
Janturan RT 04, Warungboto, Yogyakarta
8.5. Penanaman RTH Pedesaan
Penanaman RTH pedesaan telah selesai dilaksanakan 17 Nopember 2014.lokasi
Penanaman RTH pedesaan di desa Nglegi, Patuk Gunungkidul, jenis bibit pohon
yangdi tanamadalah Akasia Aurikuliformis sebanyak 1000 batang,
8.6. Verifikasi Usulan calon Proklim
Dari 10 Lokasi/wilayah yang telah dilakukan verifikasi dan pembinaan ternyata
yang sudah siap mengikuti seleksi calon Proklim hanya 1 kelompok yaitu
kelompok dari desa Argomulyo, Sedayu, Bantul namun setelah di verifikasi oleh
KLH RI tidak lolos seleksi administrasi.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
67
D. BIDANG PENATAAN DAN KAJIAN LINGKUNGAN
1.
Penegakan Hukum Lingkungan Hidup
1.1. Penyelesaian kasus lingkungan hidup baik melalui pengadilan maupun diluar
pengadilan. Dengan methode verifikasi /Cek langsung kelapangan untuk
mengetahui posisi kasus secara nyata dengan disertai pengambilan sample (
apabila diperlukan ) untuk memastikan kebenaran kasus pencemaran baik dari
sisi sumber pencemaran maupun dampaknya terhadap lingkungan dan
masyarakat. Setelah verifikasi lapangan dilanjutkan dengan mengundang
parapihak yang bersengketa untuk duduk bersama dengan Tim
Penegakan
Hukum LingkunganTerpadu (sebagai mediator). Hal tersebut dilakukan jika
kasus yang muncul diselesaikan di luar pengadilan melalui mediasi dengan tujuan
akhir adalah kesepakatan para pihak dengan prinsipwin-win solution, sedangkan
jika kasus yang muncul ada unsur pidananya maka akan diselesaikan melalui
penegakan hukum pidana dengan proses penyidikanbekerjasama dengan Polisi
dan Jaksa yang menjadi anggota Tim Penegakan Hukum Lingkungan Hidup
Terpadu.
Pada tahun 2014 permasalahan yang muncul dan ditangani oleh Badan
Lingkungan Hidup DIY bersama instansi terkait dan Tim Penegakan Hukum
Lingkungan Hidup Terpadu adalah 5 ( lima ) kasus yaitu :
1. Pencemaran air sungai, air sumur dan kolam ikan akibat Pengolahan Tailing (
sisa pemrosesan tambang emas ) di Desa Plampang II, Kalirejo, Kokap,
Kulonprogo.
2. Pencemaran Air akibat limbah cair dari IPAL komunal Limbah Domestik di
Desa Sidoagung, Godean, Sleman.
3. Pencemaran Air dan udara akibat dari limbah cair dan cerobong dari usaha
pembuatan tahu di desa Nitipuran, Kasihan Bantul.
4. Pencemaran Air akibat usaha perdagangan Ikan di Desa kadangan, Garon,
panggungharjo, Sewon, Bantul Piyungan, Bantul.
5. Pencemaran udara akibat usaha pembuatan asesoris taman(air mancur ) dari
batu di Desa bangi, timbulharjo, Sewon, Bantul
Semua kasus tersebut diselesaiakan memlui jalur di luar pengadilan dengan
musyawarah mufakat melalui Tim Penaegakan Hukum Lingkungan yang ada
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
68
Di BLH DIY. Untuk lebih mudah dalam mengidentifikasi ada beberapa
kasus pencemaran yang penanganannya didahului dengan pengambilan
sampel di lingkungan ( badan air , sumur ) dan dari sumbernya ( limbah
cair) yang selanjutnya dianalisa di laboratorium yang terakreditasi,tapi bagi
kasus yang sederhana tidak perlu dilakukan pengambilan sampel.
1.2. Bimbingan Teknis Penegakan Hukum bagi aparat penegakan hukum
Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman bagi Aparat untuk mengambil
langkah-langkah teknis dalam
penyelesaian kasus lingkungan hidup yang
muncul di masyarakat.
- Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal
:
Senin. 27 Agustus 2014
Peserta
:
Anggota Tim Penegakan Hukum & Aparat Pemerintah
Narasumber
: 1
Ir. Antonius Sardjanto SN, M.K.K.K.
( Kepala Bidang
Penyidikan, Deputi V Bidang Penaatan , KLH. Jakarta )
dengan Judul Materi Peran Kementerian Lingkungan
Hidup (KLH) dalam Penegakan Hukum Hukum Pidana
Lingkungan
2
Wahyu Yun Santosa, SH,M.Hum, LLM. ( Fakultas Hukum
UGMYogyakarta ) dengan Judul Materi
Penyelesaian sengketa di luar Pengadilan dan Penerapan
Sanksi Administrasi Lingkungan Hidup
2. Penyusunan Peraturan Lingkungan Hidup
2.1. Penyusunan Draft Raperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
(Pembangunan Berwawasan Lingkungan).
Kegiatan Penyusunan Rancangan Raperda Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup (Pembangunan Berwawasan Lingkungan) melalui beberapa
tahapan antara lain :
1. Pembentukan Tim yang meliputi :
a. Pembentukan Tim Penyusunan Raperda Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hiup di DIY;
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
69
b.
Penunjukan
Pakar
Untuk
ikut
dalam
Penyusunan
Raperda
Pembangunan Berwawasan Lingkungandi DIY yaitu DR. Harry
Supriyono, SH, Msi dari Fakultas Hukum UGM dan Heronimus Ritty,
SH, LL.M dari Universitas Atmajaya Yogyakarta;
2. Rapat Koordinasi Tim dalam rangka Penyusunan Raperda Pembangunan
Berwawasan Lingkungan di DIY
3. Workshop Penyusunan Raperda Perlindungan dan Pengelolaaan Lingkungan
Hidup (Pembangunan Berwawasan Lingkungan) di DIY. Workshop Raperda
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Pembangunan Berwawasan
Lingkungan) di DIY, dilaksanakan beberapa kali di kabupaten/Kota pada hari
Selasa tanggal 19 November 2014 bertempat di Hotel Grage, Jl. Sosrowijayan
No. 242 Yogyakarta. Dalam acara workshop ini dihadiri oleh 70 orang peserta
yang berasal dari instansi terkait, perguruan tinggi dan
3 (tiga) orang
narasumber sakaligus Tim Ahli dalam penyusunan Raperda ini.
Forum ini juga dimaksudkan sebagai upaya untuk menjalin komunikasi dan
sekaligus mendapatkan masukan dari berbagai pihak sehubungan dengan
Raperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Pembangunan
Berwawasan Lingkungan).
2.2. Penyusunan Raperda Pelestarian Habitat Alami
Kegiatan Penyusunan Rancangan Naskah Akademik Raperda Habitat Alami
melalui beberapa tahapan antara lain :
1. Pembentukan Tim dan Panitia yang meliputi :
a. Pembentukan Tim Pelaksana Kegiatan Penyusunan Raperda Pelestarian
Habitat Alami;
b. Penunjukan Pakar Untuk Kegiatan Penyusunan Raperda Habitat Alami.
Pakar yang ditunjuk untuk membantu dalam penyusunan Raperda ini
adalah: Ir Setyo Indro Prahasto, Msi dari Intan Yogyakarta, Wahyu Yun
Santosa, SH, LLM dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada;
2. Rapat Koordinasi Tim dan panitia dalam rangka Penyusunan Raperda
Pelestarian Habitat Alami;
3. Workshop Raperda Habitat Alami, dilaksanakan di Kabupaten/Kota pada
hari Selasa tanggal 19 November 2013 bertempat di Hotel Grage, Jl.
Sosrowijayan No. 242 Yogyakarta. Dalam acara workshop ini dihadiri oleh
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
70
70 orang peserta yang berasal dari instansi terkait, perguruan tinggi dan 3
(tiga) orang narasumber sakaligus Tim Ahli dalam penyusunan Naskah
Akademik Raperda ini.
Forum ini juga dimaksudkan sebagai
upaya
untuk menjalin komunikasi dan sekaligus mendapatkan masukan dari
berbagai pihak sehubungan dengan Penyusunan Raperda Habitat Alami
2.3.
Studi Orientasi ke BPLHD Provinsi Sulawesi Selatan
Untuk dapat menggali materi dan menambah wawasan guna mewujudkan
raperda tentang pembangunan berwawasan lingkungan dan habitat alami, perlu
dilakukan studi orientasi ke BLHD Provinsi Sulawesi Selatan yang telah
memiliki peraturan daerah tentang pembangunan berwawasan lingkungan.
3. Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Lingkungan Hidup
3.1. Pengawasan Terhadap Tingkat Ketaan Perusahaan Dalam Pengelolaan
Lingkungan.
Kegiatan pengawasan pada tahun anggaran 2014 ditargetkan sebanyak
140 usaha dan/atau kegiatan di bagi menjadi 2 tahap, dan 20 bengkel/distributor
AC. Namun dalam pelaksanaannya kegiatan pengawasan yang dilakukan dapat
melampaui target sasaran yaitu untuk kegiatan usaha sebanyak 154 perusahaan
dan untuk sumber Usaha dan Kegiatan dan 66 sumber BPO dengan perincian
sebagai berikut :
1. Usaha dan Kegiatan terdiri dari
a) 65 buah usaha pelayanan kesehatan,
b) 61 buah industri termasuk Peternakan & AMP serta Cor Beton
c) 28 buah usaha bidang pariwisata/Hotel
2. Bengkel AC sebanyak 66 buah buah
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengawasan
pelaksanaan
kebijakan lingkungan hidup yang dilakukan secara garis besar disimpulkan
sebagai berikut :
a.
Dari Hasil pengawasan tahun 2014 disimpulkan bahwa banyak perusahaan
yang sudah melakukan perbaikan terhadap pelaksanaan pengelolaan dan
pemantauan
lingkungan,
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
terutama
yang
pernah
memperoleh
surat
71
teguran/sanksi
administrasi
atau
menandatangani
surat
Pernyataan
Kesanggupan.
b. Meskipun demikian untuk tingkat ketaatan masih sangat memprihatinkan
apabila di komparasi jumlah yang taat dan tidak taat dari 80 usaha/dan atau
kegiatan yang menjadi sasaran pengawasan dalam 2 tahap yang masuk kategori
taat hanya 17 Perusahaan.
c. Dari 160 usaha dan atau kegiatan yang diawasi sebagian besar sudah
melakukan pengelolaan lingkungan walaupun kualitas hasil pengelolaan
sebagian besar belum memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Selain itu
sebagian besar perusahaan belum melakukan pengelolaan limbah B3 yang
dihasilkan dengan baik.
d. Masih perlu upaya yang keras untuk melakukan pembinaan dan pengawasan
terhadap usaha dan atau kegiatan yang masuk dalam kriteria tidak taat tersebut
untuk meminimalisir ketidaktaatan mereka dalam pengelolaan dan pemantauan
lingkungan.
e. Kendala yang dihadapi perusahaan pada umumnya masih berkaitan dengan
tidak adanya tenaga khusus yang menangani sanitasi/llingkungan. Lebih parah
lagi masih ada juga perusahaan yang komitment
management terhadap
pengelolaan lingkungan masih rendah, karena mereka menganggap biaya
pengelolaan lingkungan sebagai beban bukan kewajiban.
f. Sebagian besar usaha dan/ atau kegiatan sudah melaporkan hasil pengelolaan
dan pemantauan sesuai yang tertuang dalam dokumen RKL-RPL atau UKLUPL maupun pelaporan swapantau limbah cair tiap 3 ( tiga ) bulan sekali.
Prosentase ketaatan pelaporan mengalami kenaikan dibanding tahun 2013.
g. Kewajiban melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan seperti yang
termuat dalam RKL- RPL atau UKL- UPL belum dipersyaratkan dalam izin
sehingga cenderung diabaikan.
h. Dari 66 Bengkel AC mobil dan /atau Distributor bahan Reregerant sebagian
besar sudah menggunakan bahan regregerant yang sesuai anjuran pemerintah
yaitu refregerant tipe R 134a yang ramah lingkungan, berbeda dengan dengan
hasil pengawasan
tahun sebelumnya yang masih banyak menggunakan
refrigeran R 12.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
72
3.2.
Ekspose Hasil Pengawasan
Hasil pengawasan di tahap 1 dan tahap II disampaikan kepada
penanggung jawab usaha/ kegiatan melalui kegiatan Ekspose Hasil Pengawasan.
Ekspose hasil pengawasan ini selain untuk menyampaikan hasil evaluasi tingkat
ketaatan mereka dalam pengelolaan lingkungan hidup juga dijadikan media
untuk sekaligus melakukan pembinaan kepada mereka agar mereka tahu dan
sanggup untuk menaati peraturan perundangan yang berlaku. Materi yang
disampaikan di kegiatan tersebut adalah:
1. Pengendalian Pencemaran Air,Udara dan B3 Oleh Drs. Agus Setianto, M.Si
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran
2. Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. Oleh:
A. Ruruh Haryata, SH, ST,
M.Kes.
Dalam acara ekpose hasil pengawasan ini sebagian besar perusahaan
sepakat bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi mereka karena paparan hasil
pengawasan tersebut merupakan progres report perusahaan dalam pengelolaan
lingkungan. Selain itu dalam acara ekspose perusahaan dapat menyampaikan
keluhan dan hal-hal yang menjadi hambatan mereka dalam pengelolaan
lingkungan kepada pemerintah melalui Badan lingkungan Hidup.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
73
5. BIDANG PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN
1. Koordinasi Pengelolaan Prokasih Dan Superkasih
1.1. Workshop Pengelolaan Prokasih dan Superkasih
a) Workshop Prokasih Tahap I
1) Tujuan
 Mensosialisasikan Peraturan Gubernur Nomor 32 Tahun 2011 tentang
Rencana Kerja Program Kali Bersih tahun 2012-2016;
 Menjelaskan matriks program kerja Program Kali Bersih Tahun 20122016.
 Melakukan koordinasi lintas instansi dan lintas kabupaten/kota terkait
rencana kerja Prokasih
2) Pelaksanaan Workshop Pengelolaan Prokasih Superkasih
Tanggal
: 22 April 2014
Waktu
: 09.00 WIB
Tempat
: Badan Lingkungan Hidup DIY
Jalan Tentara Rakyat Mataram 53 Yogyakarta
3) Peserta
Peserta Workshop Prokasih tahap 1 sebanyak 30 orang berasal dari
Instansi Lingkungan Hidup Kabupaten-Kota, BAPPEDA, Dinas PUP ESDM,
Dinas Kimpraswil, dan Dinas Kesehatan seluruh Kabupaten/Kota di DIY
yang masuk dalam matriks kegiatan Prokasih.
b) Rapat Koordinasi Tahap II
1) Tujuan
 Menginventarisasi kegiatan yang telah dilakukan sektor terkait,
berkenaan dengan matriks program kerja Prokasih 2012-2016;
 Memperoleh saran dan masukan dari Kabupaten/Kota serta instansi
terkait sehubungan dengan Program Kali Bersih yang selama ini telah
berjalan;
 Pembentukan wilayah kerja Sungai Winongo dan penentuan
koordinator tiap wilayah.
2) Pelaksanaan
Tanggal
: 29 April 2014
Waktu
: 09.00 WIB
Tempat
: Badan Lingkungan Hidup
Jalan Tentara Mataram 53 Yogyakarta
3) Peserta
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
74
Peserta Rapat Koordinasi Pengelolaan Prokasih dan Superkasih sebanyak
30 orang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten-Kota, Dinas
PUP ESDM, Dinas Kimpraswil, BBWS Serayu – Opak, Dinas Kesehatan dan
Bappeda.
1.2. Pembinaan Teknis Prokasih bagi Pelaku Usaha/Kegiatan
a) Pembinaan Teknis Prokasih Tahap 1
1) Tujuan
Tujuan pembinaan teknis tahap pertama adalah meningkatkan
pemahaman pelaku usaha/kegiatan terkait kewajiban pengelolaan
limbah cair dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan.
2) Pelaksanaan
Pelaksanaan Pembinaan Teknis Prokasih tahap 1 :
Tanggal
: 17 April 2014
Waktu
: 09.00 WIB
Tempat
: Badan Lingkungan Hidup DIY
Jalan Tentara Rakyat Mataram 53 Yogyakarta
3) Peserta
Peserta pembinaan teknis prokasih merupakan pelaku usaha dan/atau
kegiatan di DIY yang dalam proses kegiatannya menghasilkan limbah cair.
Pelaku usaha berasal dari pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit,
industri dan perhotelan.
4) Materi
i. Kebijakan Pengendalian Pencemaran Air di DIY oleh Drs. Y. Agus
Setianto, M.Si.
ii. Kewajiban Pengelolaan Limbah Cair bagi pelaku usaha dan/atau
kegiatan sesuai dengan Peraturan Gubernur no. 7 Tahun 2010 oleh Ir.
Reni Anggraeni, M.Sc.
b) Pembinaan Teknis Prokasih Tahap 2
1) Tujuan
Pelaku usaha dan/atau kegiatan di DIY yang menghasilkan limbah cair
cukup banyak. Setelah dilaksanakan pembinaan teknis tahap pertama,
masih ada sebagian pelaku usaha yang belum mengikuti pembinaan.
Oleh karena itu diselenggarakan pembinaan teknis tahap kedua. Tujuan
pembinaan teknis ini adalah meningkatkan pemahaman pelaku
usaha/kegiatan terkait kewajiban pengelolaan limbah cair dalam rangka
meningkatkan kualitas lingkungan.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
75
2) Pelaksanaan
Pelaksanaan Pembinaan Teknis Prokasih tahap 2:
Tanggal
: 28 April 2014
Waktu
: 09.00 WIB
Tempat
: Badan Lingkungan Hidup DIY
Jalan Tentara Rakyat Mataram 53 Yogyakarta
3) Peserta
Peserta pembinaan teknis prokasih merupakan pelaku usaha dan/atau
kegiatan di DIY yang dalam proses kegiatannya menghasilkan limbah cair.
Pelaku usaha berasal dari pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit,
industri dan perhotelan.
4) Materi
i. Kebijakan Pengendalian Pencemaran Air di DIY oleh Ir. Reni
Anggraeni, M.Sc.
ii. Kewajiban Pengelolaan dan Pelaporan Limbah Cair bagi pelaku usaha
dan/atau kegiatan sesuai dengan Peraturan Gubernur no. 7 Tahun
2010 oleh Veronika Adyani E.W., S.Si.
1.3. Sarasehan Prokasih Bagi Masyarakat
a) Tujuan
Salah satu upaya yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur no. 32 tahun 2011
tentang Prokasih adalah adanya partisipasi dan keterlibatan masyarakat
ataupun kearifan lokal. Tujuan pelaksanaan sarasehan ini adalah menggerakkan
potensi masyarakat untuk ikut serta melakukan pengelolaan sumber daya air.
Masyarakat yang terlibat dalam sarasehan ini selain masyarakat di sekitar
sungai, juga komunitas mahasiswa yang memiliki program untuk
memberdayakan masyarakat di sekitar sungai.
b) Pelaksanaan
Sarasehan ini dilaksanakan delapan kali, sebagaimana tabel di bawah ini
No
Tanggal
Tempat
Peserta
Pelaksanaan
Pelaksanaan
1. 10 Mei 2014
BLH DIY
BLH DIY dan mahasiswa UPN
Veteran Yogyakarta
2. 17 Mei 2014
BLH DIY
BLH DIY, Mahasiswa UIN, UMY,
UPN Veteran Yogyakarta
3. 16 Juni 2014
Notoyudan
BLH DIY, FKWA Kota Yogyakarta
4. 18 Juni 2014
Notoyudan
BLH DIY, FKWA Kota Yogyakarta
5. 18 Juni 2014
BLH DIY
BLH DIY dan FKWA Bantul
6. 21 Juni 2014
BLH DIY
BLH DIY dan FKWA Bantul
7. 25 Juni 2014
BLH DIY
BLH DIY dan FKWA Sleman
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
76
8.
26 juni 2014
BLH DIY
BLH DIY dan FKWA Sleman
c) Materi
Dalam setiap pertemuan sarasehan, BLH DIY menyampaikan kembali kebijakan –
kebijakan terkait program kali bersih, khususnya sesuai dengan Pergub 32 Tahun
2011, yang mana telah berjalan 3 tahun. Selain itu, Ketua FKWA, Endang
Rohjiani juga turut menyampaikan program dan berbagi pengalaman terkait
dengan penanganan sungai Winongo.
1.4. Sosialisasi Kajian Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Winongo
a. Tujuan
Pada tahun 2013, BLH DIY telah menyusun kajian daya tampung beban
pencemaran Sungai Winongo. Kajian daya tampung ini diperlukand dalam
proses pengambilan keputusan terkait dengan izin pembuangan limbah cair bagi
pelaku usaha dan/atau kegiatan yang akan membuang limbah cair ke sungai.
Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi bagi Kabupaten/Kota terutama bagi
instansi yang menyelenggarakan urusan di bidang lingkungan hidup.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan Sosialisasi Kajian Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai:
Tanggal
: 30 April 2014
Waktu
: 09.00 WIB
Tempat
: Badan Lingkungan Hidup DIY
Jalan Tentara Rakyat Mataram 53 Yogyakarta
c. Peserta
Peserta sosialisasi kajian daya tampung ini berasal dari instansi pemerintah
seperti BAPPEDA, instansi lingkungan di kabupaten/kota, dan instansi Pembina
pelaku usaha/kegiatan seperti Dinas Kesehatan, dan Perindustrian.
1.5. Inventarisasi Sumber Pencemar
a. Tujuan
Kegiatan inventarisasi sumber pencemar bertujuan memperoleh data – data
usaha dan/atau kegiatan yang berpotensi tinggi menimbulkan pencemaran
lingkungan. Terkait dengan kegiatan pengendalian pencemaran air, yaitu
bantuan fisik IPAL Batik, IPAL Biogas dan IPAL puskesmas, hasil inventarisasi
sumber pencemar ini dapat dijadikan bahan dan data lokasi yang menunjang
pemberian bantuan IPAL tersebut.
b. Pelaksanaan
Inventarisasi Sumber Pencemar dilaksanakan pada tanggal :
i. 7 Mei 2014 ke Kabupaten Gunungkidul
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
77
ii.
iii.
iv.
26 Mei 2014 ke Kabupaten Bantul
30 Mei 2014 ke Kabupaten Kulonprogo
16 Juni 2014 Ke Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta
1.6. Pedoman Teknologi Pengelolaan Limbah
a) Tujuan
Pelaku usaha kecil seperti pedagang kaki lima tidak memiliki IPAL untuk
mengolah limbah cair yang dihasilkan, padahal limbah tersebut berkontribusi
besar terhadap pencemaran lingkungan khususnya dari limbah domestik.
Penyusunan pedoman Teknologi Pengelolaan Limbah ini bertujuan
memberikan gambaran teknologi pengolahan limbah cair kepada pelaku usaha
kecil seperti pedagang makanan kaki lima, dan pemilik bengkel sehingga
keluaran limbah cair mereka dapat memenuhi baku mutu yang telah
ditentukan.
b) Pelaksana
BLH DIY bekerja sama dengan PT Karunia Sejahtera Konsultan yang beralamat
di Nitiprayan DK VII Jomegatan RT 0./20, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.
c) Nilai Kontrak
Nilai kontrak Penyusunan Pedoman Pengelolaan Limbah Cair adalah senilai
Rp.47.850.000,00
1.7. Pembuatan IPAL Puskesmas Rawat Inap
a) Tujuan
Kegiatan pelayanan kesehatan salah satunya adalah puskesmas juga merupakan
salah satu kegiatan penghasil limbah cair. Puskesmas rawat inap tentunya
menghasilkan limbah cair yang lebih banyak daripada puskesmas non rawat
inap. Pembuatan IPAL Puskesmas rawat inap ini bertujuan membantu
puskesmas dalam pengelolaan limbah cairnya, sehingga lingkungan di sekitar
puskesmas lebih terjaga dari pencemaran.
b) Pelaksana
BLH DIY bekerjasama dengan CV Wardana Putra Sejahtera yang beralamat di
Krobokan RT 02, Tamanan, Banguntapan Bantul
c) Nilai Kontrak
Nilai Kontrak pembuatan IPAL Puskesmas Rawat Inap adalah Rp.96.861.000,00
1.8. Pembuatan Perangkat Lunak Aplikasi Sistem Informasi Sungai di Sasaran Sungai
Prokasih
a) Tujuan
Memberikan gambaran data dan informasi yang komunikatif pada sungai di DIY
khususnya Sungai Winongo sebagai sasaran Prokasih.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
78
b) Pelaksana
BLH DIY bekerja sama dengan PT Karunia Sejahtera Konsultan yang beralamat di
Nitiprayan DK VII Jomegatan RT 0./20, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.
c) Nilai Kontrak
Nilai Kontrak pembuatan perangkat lunak tersebut adalah Rp 48.752.000,00
1.9. Kompilasi dan Input Data Sungai Winongo ke Dalam Sistem Informasi Sungai
a) Tujuan
Membuat database dari data hasil pemantauan kualitas Sungai khususnya
sungai Winongo yang interaktif dan mudah diakses.
b) Pelaksana
BLH DIY bekerjasama dengan PT Proporsi yang beralamat di Pakuningratan no.
76 Yogyakarta
c) Nilai Kontrak
Nilai kontrak kompilasi dan input data tersebut adalah Rp.48.873.000,00
2. Pemantauan Kualitas Air
2.1. Pemantauan Kualitas Air Sungai
Kegiatan pemantauan kualitas air sungai dilakukan pada (10) sepuluh sungai yang
melewati Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Sungai Winongo, Code, Gajahwong,
Oyo, Tambakbayan, Bedog, Kuning, Konteng, Belik dan Bulus. Periode pemantauan
sebanyak tiga kali yaitu pada bulan Februari, Mei dan September 2014.
Pelaksanaan Pemantauan bekerjasama dengan Balai Pengujian, Informasi
Permukiman dan Bangunan dan Pengembangan Jasa Konstruksi (BPIPBPJK) Dinas
PUP – ESDM DIY. Dari hasil pemantauan ini selanjutnya dilakukan analisis dengan
metode STORET dan metode Indeks Pencemaran untuk mengetahui tingkat
pencemaran yang terjadi. Dari hasil analisis STORET diketahui bahwa hampir semua
titik pemantauan sungai di DIY mengalami pencemaran dengan Status CEMAR
BERAT. Sedangkan dengan metode Indeks Pencemaran, status mutu sungai di DIY
bervariasi antara CEMAR RINGAN sampai dengan CEMAR BERAT.
2.2. Pemantauan Kualitas Air Laut
Pada tahun 2014 ini, pemantauan kualitas air laut dilaksanakan dua kali dalam satu
tahun anggaran, yaitu pada bulan April dan Agustus 2042. Lokasi pemantauan
mencakup tujuh pantai untuk setiap periode yaitu Pantai Ngrenehan, Pantai
Ngobaran, dan pantai Gesing, pantai Baron, pantai Krakal dan pantai Indrayanti di
Kabupaten Gunungkidul, Depok, Kuwaru, Samas dan Pandansimo di Kabupaten
Bantul, Pantai Glagah dan Trisik di Kabupaten Kulonprogo. Parameter yang dianalisis
meliputi :
a. Fisika, yaitu suhu, kekeruhan dan warna.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
79
b. Kimia, yaitu pH, salinitas, Resistensi, Minyak dan Lemak, Nitrat (NO 3), Fosfat
(PO4), Radioaktivitas (α, , ).
c. Logam terlarut, yaitu Kadmium (Cd), Krom heksavalen (Cr), Tembaga (Cu), Besi
(Fe), Nikel (Ni), Seng (Zn), Timbal (Pb)
d. Biologi, yaitu Koli tinja dan Total Koli.
2.3. Pemantauan Kualitas Air Tanah
Sasaran kegiatan pemantauan kualitas air tanah di DIY tahun 2014 ini adalah 68
sumur warga yang terletak di lima kabupaten/kota. Perincian jumlah sampel/sumur
yang dipantau dapat dilihat pada berikut :
Tabel Persebaran lokasi pengambilan sampel air tanah tahun 2014
Jumlah Sumur yang
dipantau
Lokasi
Total
April
Juni
Kota Yogyakarta
10
12
22
Sleman
8
6
14
Bantul
5
6
11
Gunungkidul
5
4
9
Kulonprogo
6
6
12
Jumlah
68
Pemantauan kualitas air tanah pada tahun 2014 menitikberatkan pada pengambilan
sampel air tanah/sumur penduduk di sekitar IPAL Komunal. Hal ini terkait dengan
ketugasan BLH DIY di bidang Monitoring dan Evaluasi Program Percepatan
Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP).
Lokasi pengambilan sampel air tanah untuk tahun 2014 meliputi lima
Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam analisis data kualitas air tanah ini dilakukan peninjauan terhadap kualitas air
tanah yang meliputi parameter fisika, kimia dan biologi sesuai dengan Peraturan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang
syarat-syarat dan pengawasan kualitas air. Parameter fisika yang diuji adalah suhu,
kekeruhan dan zat padat terlarut (total dissolved solids). Parameter kimia yang diuji
adalah pH, klorida, kesadahan, zat organik, silfat, fluorida, nitrit, nitrat, besi,
mangan, sianida dan daya hantar listrik. Sedangkan parameter biologi yang diuji
adalah bakteri koli tinja dan total koli. Secara keseluruhan jumlah parameter yang
diuji adalah 15 parameter.
2.4. Workshop Status Mutu Air
a) Pelaksanaan
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
80
1) Rapat Koordinasi Status Mutu air tahap 1
Hari, tanggal pelaksanaan : Selasa, 9 Desember 2014
Waktu
: 09.00 – 13.00 WIB
Tempat
: Ruang rapat lantai 3 BLH DIY
Materi yang disampaikan dalam rapat koordinasi status mutu air tahap 1
adalah :
 Kebijakan Pengendalian Pencemaran Air di DIY dalam mendukung
Peningkatan kualitas lingkungan perairan
 Hasil pemantauan kualitas air sungai di sembilan sungai yang
mengalir di DIY
2) Rapat Koordinasi Status Mutu air tahap 2
Hari, tanggal pelaksanaan : Rabu, 10 Desember 2014
Waktu
: 09.00 – 13.00 WIB
Tempat
: Ruang rapat lantai 3 BLH DIY
Materi yang disampaikan dalam rapat koordinasi status mutu air tahap 2
adalah :
 Kebijakan Pengendalian Pencemaran Air di DIY dalam mendukung
Peningkatan kualitas lingkungan perairan khususnya air tanah dan air
laut
 Hasil pemantauan kualitas air tanah dan air laut tahun 2014 di DIY
b) Peserta
Peserta rapat koordinasi tahap 1 dan tahap 2 adalah instansi lingkungan hidup
Kabupaten/Kota, Instansi perencana/BAPPEDA, dan instansi lain yang terkait
antara lain Dinas PUP – ESDM, Pariwisata, Perindustrian, Kehutanan dan
Sekber Kartamantul.
3. Pengendalian Pencemaran Air
3.1. Workshop Pengendalian Pencemaran Air
a. Tujuan
Workshop Pengendalian Pencemaran Air bertujuan untuk memaparkan
kegiatan-kegiatan yang mengakibatkan meningkatnya nilai pencemaran pada
air. Serta upaya yang harus dilakukan untuk mencegah tngginya nilai
pencemaran pada air baik air sungai, air tanah maupun air laut. Karena
sebagaimana diketahui bahwa air adalah sumber kehidupan.
b. Pelaksanaan
a) Workshop Pengendalian pencemaran Air tahap 1
Tgl : 23 Mei 2014
b) Workshop Pengendalian pencemaran Air tahap 2
Tgl : 26 Mei 2014
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
81
c. Peserta
Workshop Pengendalian pencemaran Air dihadiri oleh lingkungan hidup di lingkup
kabupaten/kota, dan instansi pemerintah terkait.
3.2. Evaluasi W2M bagi Pelaku Usaha/Kegiatan
a.
Tujuan
Pelaksanaan kegiatan Evaluasi/Penilaian W2M bertujuan untuk:
 Meningkatkan peran pelaku usaha dalam pengelolaan limbah cair
dalam rangka pengendalikan pencemaran lingkungan.
 Mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah cair buangan baik
yang berasal dari industri, pelayanan kesehatan maupun jasa
pariwisata dengan cara menggunakan air sehemat mungkin, atau
dengan memanfaatkan kembali air buangan tersebut.
b.
Pelaksanaan
Kegiatan Evaluasi/Penilaian W2M dilaksanakan pada bulan April dan Mei
tahun 2014. Penilaiannya dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Instansi
BLH DIY. Sedangkan untuk memastikan suatu pelaku kegiatan itu berhak
menjadi pemenang W2M maka, BLH DIY melakukan kunjungan lapangan ke
perusahaan tersebut.
c.
Sasaran
Sasaran evaluasi W2M adalah usaha dan/atau kegiatan yang dalam
operasionalnya menghasilkan dan membuang limbah cair ke lingkungan,
baik kegiatan industri, pelayanan kesehatan atau rumah sakit dan jasa
pariwisata. Pada tahun 2014 ini tercatat 25 kegiatan yang mengikuti
evaluasi W2M
d.
Hasil Evaluasi W2M
Berdasarkan surat edaran dan pengumuman yang disampaikan oleh Badan
Lingkungan Hidup DIY kepada pelaku usaha, bahwa usaha dan/atau
kegiatan yang mengajukan untuk dinilai pengelolaan limbahnya tercatat 25
kegiatan, terbagi dalam tiga kategori, yaitu Pelayanan Kesehatan, Industri,
dan Jasa pariwisata.
3.3. Pembinaan Pengendalian Pencemaran Air
a.Tujuan
Membina pelaku – pelaku usaha penghasil limbah agar memperhatikan
kualitas limbah yang dihasilkan harus memenuhi baku mutu sebelum di
buang ke sungai.
b. Pelaksanaan
c) Pembinaan Pengendalian Pencemaran Air tahap 1
Tgl : 24 Mei 2014
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
82
d)
Pembinaan Pengendalian Pencemaran Air tahap 2
Tgl : 31 Mei 2014
e) Pembinaan Pengendalian Pencemaran Air tahap 3
Tgl :7 Juni 2014
c. Peserta
Peserta Pembinaan Pengendalian Pencemaran Air merupakan lingkungan
hidup di lingkup kabupaten dan kota, dan industri – industri yang telah
dipantau kualitas limbah cairnya oleh BLH DIY.
3.4. Sosialisasi Peraturan Perundangan Perda Limbah Domestik
a)Tujuan Sosialisasi
Sosialisasi Peraturan Perundangan Perda Limbah Domestik bertujuan untuk
menentukan parameter dan baku mutu untuk limbah yang dihasilkan dari
kegiatan rumah tangga. Limbah rumah tangga atau limbah domestik juga
berpotensi dalam penecemaran sungai terutama untuk parameter Koli
Tinja. Sehingga perlu adanya perhatian pemerintah untuk menanggulangi
masalah ini.
b) Peserta
Sosialisasi Peraturan Perundangan Perda Limbah Domestik dihadiri oleh
instansi lingkungan hidup di lingkup kabupaten/ kota.
c) Pelaksanaan Sosialisasi
 Sosialisasi Tahap 1
Diselenggarakan pada tanggal 18 September 2014
 Sosialisasi Tahap 2
Tanggal 19 September 2014
 Sosialisasi Tahap 3
22 September 2014
 Sosialisasi Tahap 4
29 September 2014
 Sosialisasi Tahap 5
30 September 2014
3.5. Sosialisasi Biogas Kepada Masyarakat
a) Tujuan Sosialisasi
Memberikan arahan dan petunjuk mengenai pengoperasian, pemanfaatan dan
perawatan IPAL Biogas yang telah di bangun. Agar dapat digunakan sesuai
dengan fungsinya.
b) Peserta
Peserta
Sosialisasi
Biogas
Kepada
Masyarakat
merupakan
masyarakat/kelompok ternak masyarakat yang jumlah ternaknya minimal lima
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
83
ekor yang memungkinkan menghasilkan banyak kotoran, dan untuk
pengendaliannya dibangun IPAL Biogas.
c) Pelaksanaan Sosialisasi
 Sosialisasi Biogas tahap 1
Pelaksanaan : 31 Oktober 2014
 Sosialisasi Biogas tahap 2
Pelaksanaan : 3 November 2014
 Sosialisasi Biogas tahap 3
Pelaksanaan 4 November 2014
3.6. Workshop Monev PPSP
a) Tujuan Workshop Monev PPSP
Bersama-sama dengan Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota dalam meningkatkan
pelayanan sanitasi di DIY, dimana sanitasi itu sangat mempengaruhi kesehatan
dan kesejahtearaan rakyat. Dengan upaya mengumpulkan semua data yang
terkait dengan sanitasi di kabupaten/kota sehingga terbentuk laporan PPSP DIY
Tahun 2014.
b) Peserta
Peserta workshop Monev PPSP merupakan Kelompok Kerja Program
Percepatan Sanitasi Permukiman (PPSP) yang ada di Kabupaten/Kota dan
Kelompok Kerja PPSP yang ada provinsi.
c) Pelaksanaan tanggal 30 Oktober 2014
3.7. Penyusunan Profil Sungai
a) Tujuan
Tujuan Penyusunan profil Sungai Code adalah:
 Mengenali karakteristik, panjang sungai utama, jumlah anak-anak sungai,
jumlah inlet-outlet, lebar sungai utama, luas Daerah Aliran Sungai (DAS),
elevasi titik pantau, titik pusat gravitasi, penampang basah badan sungai dan
potongan melintang badan sungai;
 Memperoleh bahan perencanaan dalam rangka pengendalian pencemaran air
dan pengelolaan sumber daya air secara umum.
b) Pelaksanaan
Dalam penyusunan Profil Sungai Code, BLH DIY bekerjasama dengan pihak
ketiga yaitu CV.Karya Sejati alamat : Babadan, RT. 1/1574, Banguntapan, Bantul.
c) Nilai Kontrak
NIlai Kontrak dari penyusunan Profil Sungai Code senilai Rp. 44.858.000,3.8. Penyusunan Kajian Daya Tampung Sungai
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
84
a) Tujuan
Tujuan penyusunan Kajian Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Bedog
adalah mengetahui jumlah zat pencemar yang dapat ditampung oleh Sungai
Bedog, sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pemberian izin
pembuangan limbah cair perusahaan/kegiatan ke Sungai Bedog.
b) Pelaksana
BLH DIY bekerjasama sama dengan PT Karunia Sejahtera Konsultan yang
beralamat di Nitiprayan DK VII Jomegatan RT 03 RW 20 Ngestiharjo, Kasihan,
Bantul.
c) Nilai Kontrak
Nilai Kontrak untuk penyusunan Kajian Daya Tampung Beban Pencemaran
Sungai ini adalah Rp.97.500.000,00
3.9. Pembuatan Biogas dari Peternakan Sapi Kelompok
a) Tujuan
Mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah kotoran ternak yang
dihasilkan oleh kelompok ternak dan memanfaatkan kotoran menjadi biogas
yang dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga.
b) Pelaksana
BLH DIY bekerjasama dengan CV Bakti Agung, Alamat : Ngemplak RT 07/04,
Manggis, Mojosongo, Boyolali
Dibangun 3 unit biogas di Kabupaten Sleman yaitu di :
1) Kelompok Tani “Rukun Tani” Badran, Sendangsari, Minggir, Sleman
2) Kelompok Peternak “Wigoro Lapa” Jowahan RT 04 RW 28 Sumberagung,
Moyudan, Sleman
3) Kelompok Ternak Sapi “Lembu Reden” Sengir, Sumberharjo, Prambanan,
Sleman
c) Nilai Kontrak
Nilai Kontrak untuk 3 (tiga) IPAL Biogas tersebut senilai Rp. 58.911.000,3.10. DED Pengolahan IPAL Komunikasi
a) Tujuan
Pelaksanaan kegiatan pengadaan DED Pengelolaan IPAL Komunal ini bertujuan
untuk memberikan gambaran atau rancangan dalam pembangunan fisik IPAL
Komunal dalam rangka perbaikan program sanitasi.
b) Pelaksanaan
Pada tahun ini BLH DIY membuat 3 (tiga) DED IPAL Komunal sebagai berikut :
1) Pembuatan DED IPAL Komunal di Kabupaten Bantul bekerja sama dengan PT.
Tri Patra Konsultan dengan alamat Demblaksari, RT 005, Baturetno,
Banguntapan, Bantul dengan nilai kontraknya Rp. 47.646.500,Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
85
2) Pembuatan DED IPAL Komunal di Kota Yogyakarta bekerja sama dengan PT.
Surya Praga dengan alamat Prawirotaman MG. III/625 Yogyakarta dengan nilai
kontraknya Rp. 47.536.500,3) Pembuatan DED IPAL Komunal di Kabupaten Sleman bekerja sama dengan CV.
Seia Consultant dengan alamat Karangtanjung, RT 02/12, Pandowoharjo,
Sleman dengan nilai kontraknya Rp. 47.773.000,3.11. Bantuan IPAL Kegiatan Batik
a) Tujuan
Untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh
limbah yang dihasilkan dari kegiatan – kegiatan home industri, salah satunya
industri batik dimana pengelolaan limbahnya belum dilakukan dengan baik.
Maka dari itu BLH DIY, memberikan bantuan berupa pembangunan IPAL Batik.
b) Pelaksana
1) Kelompok Paguyuban Batik RT 56 RW 25 Dusun Pengkol, Desa Gulurejo, Kec.
Lendah, Kulonprogo, BLH DIY bekerjasama dengan CV Reka Kusuma Buana,
Alamat : Jogajan RT. 25/12, Bumirejo, Lendah, Kulonprogo
2) Batik Nur Giri Indah Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, BLH DIY
bekerjasama dengan CV Karya Sejati denagn alamat Babadan, RT 1, 157 A, KD
VIII, Banguntapan, Bantul
c) Nilai Kontrak
1) Nilai kontrak untuk IPAL Batik Kelompok Paguyuban Batik RT 56 RW 25 Dusun
Pengkol, Desa Gulurejo, Kec. Lendah, Kulonprogo senilai Rp. 179.600.000,00
2) Nilai kontrak untuk IPAL Batik Nur Giri Indah Desa Tancep, Kecamatan
Ngawen, Gunungkidul senilai Rp. 168.500.000,00
3.12. Penyusunan Naskah Akademik Perda Baku Mutu Limbah Cair
a) Tujuan
Sebagai acuan untuk merumuskan pokok-pokok pikiran yang ideal menjadi
bahan dan dasar bagi Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Baku
Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri, Pelayanan Kesehatan dan jasa
Pariwisata.
b) Pelaksanaan
Dalam pembuatan Naskah Akademik Peraturan Daerah Baku Mutu Limbah Cair,
BLH
DIY
bekerja
sama
dengan
CV.
Dwi
Eltis
Konsultan (CV. Decons) di Jalan Wastukencana No. 5 H Bandung 40117.
c) Nilai Kontrak
Untuk pembuatan Naskah Akademik Peraturan Daerah Baku Mutu Limbah Cair,
kontraknya senilai Rp. 195.800.000,Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
86
3.13. Sosialisasi Hasil Kajian Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai
a) Tujuan
Memberikan informasi mengenai besarnya daya tampung beban pencemaran
Sungai Gajahwong terhadap masukan limbah cair, jumlah dan jenis parameter
limbah cair yang maksimal dapat dibuang ke Sungai Gajahwong, serta potensi
sumber pencemar Sungai Gajahwong
b) Peserta
Peserta Sosialisasi Hasil Kajian Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai
Winongo yaitu KLH Sleman, BLH Kota Yogyakarta dan BLH Bantul, juga pelaku
usaha penghasil limbah yang berada di sekitar sungai Winongo. Jumlah peserta
Sosialisasi Hasil Kajian Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Winongo
berjumlah 30 orang.
c) Pelaksanaan : 22 Mei 2014
3.14. Sosialisasi IPAL Batik
a) Tujuan
Memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengoperasian,
pemanfaatan dan perawatan IPAL Batik, guna untuk mengurangi pencemaran
lingkungan yang dihasilkan dari kegiatan industri Batik.
b) Peserta
Peserta Sosialisasi IPAL Batik merupakan instansi lingkungan hidup di
Kabupaten/Kota, pengrajin batik yang ada di DIY, khususnya kelompok yang
memperoleh bantuan IPAL Batik yaitu kelompok Batik Paguyuban di kabupaten
Kulonprogo dan kelompok Batik Nur Giri Indah di kabupaten Gunungkidul;
c) Pelaksanaan : 18 Juli 2014
4. Pengendalian B3 dan Limbah B3
4.1. Inventarisasi Usaha/Kegiatan yang Sudah Melakukan Pengelolaan Limbah B3
Merupakan kunjungan lapangan yang bertujuan memperoleh gambaran nyata
mengenai pengelolaan limbah B3 yang dilakukan oleh pelaku usaha dan
memberikan pembinaant teknis terkait kewajiban pengelolaan limbah B3.
Pelaksanaan
: Bulan Maret 2014
Sasaran
: Perusahaan penghasil limbah B3 di DIY
4.2. Workshop Pengendalian B3 dan Limbah B3
1) Tujuan Workshop pengelolaan B3 dan Limbah B3 adalah :
 Memberikan informasi mengenai peraturan pengelolaan limbah B3 yang
baru yaitu Peraturan Daerah DIY No. 2 Tahun 2012 tentang Pengelolaan
Limbah B3 dan Peraturan Gubernur DIY no. 80 Tahun 2013 tentang Tata
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
87
Cara Permohonan Rekomendasi dan Izin Pengumpulan Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun
 Mensosialisasikan perijinan penyimpanan sementara limbah B3
2)
Pelaksanaan
Tanggal
Pukul
Tempat
: 23 Juni 2014
27 Juni 2014
: 08.30 WIB s/d selesai
: Badan Lingkungan Hidup DIY
Jl. Tentara Rakyat Mataram No. 53 Yogyakarta
3) Peserta
Peserta workshop adalah instansi lingkungan hidup di Kabupaten-Kota,
instansi kesehatan, pertanian, perindustrian tingkat Provinsi dan
Kabupaten/Kota di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, tahap 1 sebanyak
30 orang dan tahap 2 sebanyak 30 orang.
4) Materi Sosialisasi
a) Kebijakan Pengelolaan limbah B3
b) Peraturan Daerah DIY No. 2 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Limbah B3
c) Peraturan Gubernur DIY No, 80 Tahun 2013 tentang Tata Cara
Permohonan Rekomendasi dan Izin Pengumpulan Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun
4.3. Pembinaan bagi pelaku usaha/kegiatan pengguna bahan dan penghasil limbah
B3
a) Tujuan
Meningkatkan pemahaman pelaku usaha/kegiatan penghasil limbah B3 terkait
dengan pengelolaan limbah B3 dan lebih berfokus pada permasalahan
pengelolaan limbah B3 dan perizinan pengelolaan limbah B3 di
Kabupaten/Kota.
b) Pelaksanaan
Pembinaan dilaksanakan lima kali, masing – masing di Kabupaten/Kota dengan
waktu pelaksanaans sebagai berikut :
No
1.
Tanggal
Pelaksanaan
19 Juni 2014
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
Tempat
pelaksanaan
Kulonprogo
Peserta
Rumah sakit, industri
pasir besi, puskesmas di
Kabupaten Kulonprogo
88
c)
2.
24 Juni 2014
Gunungkidul
3.
24 Juni 2014
Sleman
4.
25 Juni 2014
Kota Yogyakarta
5.
26 Juni 2014
Bantul
Rumah
sakit
dan
puskesmas di Kab.
Gunungkidul
Hotel, industri dan
rumah sakit di Kab.
Sleman
Hotel, industri dan
rumah
sakit
di
Yogyakarta
Hotel, industri dan
rumah sakit di Bantul
Materi
 Pokok – pokok Kebijakan Pengelolaan Limbah b3
 Perizinan TPS Limbah B3 di daerah
 Permasalahan Pengelolaan Limbah b3 di daerah
5. Pengendalian Pencemaran Tanah
5.1. Pemantauan Kualitas Tanah
a) Lokasi dan Waktu Pengambilan Sampel
Pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Analisa Data Kualitas Tanah dilakukan
terhadap tanah yang berada di sekitar sumber pencemar, yaitu dengan cara
melakukan pengambilan sampel tanah yang diduga tanah tersebut
mengandung parameter pencemar akibat adanya pembuangan limbah padat
maupun limbah cair dari sumber pencemar industri, perusahaan batik dan
tempat pembuangan sampah yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adapun waktu pengambilan sampel kualitas tanah dilaksanakan pada bulan
Agustus 2014
b) Instansi Pelaksana
Kegiatan pengamblan sampel kualitas tanah tahun 2014 dilakukan oleh Petugas
Badan Lingkungan Hidup dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan
Pengendalian Penyakit (BBTKL & PP) Yogyakarta sebagai Laboratorium penguji.
c) Lokasi Pengambilan Sampel
Kegiatan pengujian kualitas tanah merupakan salah satu bentuk upaya awal
dalam pengendalian pencemaran tanah, yang mana diperlukan suatu data yang
akurat untuk penyusunan kebijakan pengendalian pencemaran tanah. Badan
Lingkungan Hidup DIY melakukan kegiatan baru ini berdasarkan tuntutan
terhadap penyediaan informasi data khususnya data kualitas tanah yang
diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
89
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah RI
No. 150 tahun 2000 tentang Pengendalian Kerusakan Tanah Untuk Produksi Bio
Massa. Pada Tahun 2014 ini pengambilan sampel kualitas tanah sejumlah 30
(tiga puluh) sampel di sekitar sumber pencemar.
d) Hasil dan Pembahasan
Pemantauan kualitas tanah dilakukan terhadap 30 (tiga puluh) sampel tanah
yang berasal dari 15 (lima belas) lokasi yang ada di sekitar sumber pencemar.
Parameter yang diuji sebanyak 3 (tiga) parameter lapangan yaitu : Suhu,
Kelembaban dan Ph, dan 8 (Delapan) parameter yang diuji dilaboratorium,
yaitu : As, Cd, Cr total, Pb, Cu, Zn, Hg, dan Sn. Baku mutu yang dipakai
menggunakan baku mutu TCLP zat pencemar dalam limbah untuk penentuan
karakteristik sifat racun sesuai Lampiran II Peraturan Pemerintah No. 85 Tahun
1999
5.2. Workshop Pengendalian Pencemaran Tanah
a) Tujuan
Untuk menekan terjadinya pencemaran tanah akibat pelaku usaha yang
menghasilkan limbah cair dan limbah padat. Juga untuk mencari masukan dalam
upaya penyiapan penyusunan kebijakan pengendalian pencemaran tanah dan
melakukan sosialisasi kegiatan pengendalian pencemaran tanah yang dilakukan
oleh BLH DIY.
b) Peserta
Workshop dihadiri oleh KLH Sleman, KLH Bantul, BLH Kulonprogo, BLH Kota
Yogyakarta dan Kappedal Kabupaten Gunungkidul, juga dihadiri oleh pelaku
usaha penghasil limbah cair ataupun padat yang dapat mencemari lingkungan.
Jumlah peserta Workshop Pengendalian Pencemaran Tanah sebanyak 30 orang.
c) Pelaksanaan : 15 Desember 2014
d) Materi : Hasil Pemantauan Kualitas Tanah di DIY tahun 2014
6. Pengujian Kadar Polusi Limbah Padat
6.1. Pengujian Mutu Limbah Padat
Pelaksanaan kegiatan pengujian kualitas limbah padat dilakukan terhadap usaha
dan/atau kegiatan yang berlokasi di Kabupaten dan Kota se-Daerah Istimewa
Yoyakarta.
Kegiatan pengambilan sampel limbah padat dilaksanakan pada Februari
–
September 2014.
Kegiatan pemantauan kualitas limbah padat dilaksanakan oleh Badan Lingkungan
Hidup (BLH) Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Laboratorium Kimia
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
90
Analitik, Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan Badan Tenaga Atom Nasional
(BATAN) Yogyakarta.
Kegiatan pengujian kualitas limbah padat merupakan salah satu bentuk pengawasan
dalam rangka pengendalian pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan beracun (B3),
sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Nomor 18
Tahun 1999 jo Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 tentang Pengelolaan
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
Pada tahun 2013 ini dilakukan terhadap 20 (dua puluh) titik sampel dari 13 (tiga
belas) usaha dan/atau kegiatan yang terdiri dari kegiatan industri tekstil, industri
penyamakan kulit, percetakan dan rumah sakit. Dari 20 titik sampel tersebut, jumlah
parameter yang diuji meliputi : Timbal (Pb), Krom (Cr), Tembaga (Cu), Fe (Ferro),
Kadmium (Cd), Arsen (As), Air Raksa (Hg).
6.2. Pengujian Mutu Limbah Cair
Pelaksanaan kegiatan pengujian kualitas limbah cair dilakukan terhadap usaha
dan/atau kegiatan yang berlokasi di Kabupaten dan Kota se-Daerah Istimewa
Yoyakarta.
Kegiatan pengambilan sampel limbah cair dilaksanakan pada bulan Februari sampai
dengan Oktober 2014
Kegiatan pemantauan kualitas limbah cair dilaksanakan oleh Badan Lingkungan
Hidup (BLH) Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Balai Laboratorium
Kesehatan (BLK) –Dinas Kesehatan DIY sebagai laboratorium penguji.
Kegiatan pengujian kualitas limbah cair merupakan salah satu bentuk pengawasan
dalam rangka pengendalian pencemaran air, sebagaimana diatur dalam Peraturan
Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 01 Tahun 2010 tentang Tata Laksana
Pengendalian Pencemaran Air. Pada tahun 2014 ini pengambilan sampel dilakukan
terhadap 60 sampel yang terdiri dari kegiatan industri, jasa pariwisata dan pelayanan
kesehatan, Pusat Perbelanjaan, Tempat Pembuangan Akhir Sampah dan IPAL
Komunal Domestik yang ada di wilayah DIY.
6.3. Evaluasi Hasil Pengujian Mutu Limbah Padat
a. Tujuan
Tujuan dari evaluasi hasil pengujian mutu limbah padat adalah :
 memberikan gambaran kepada pelaku usaha terkait dengan mutu limbah
padat B3 yang dihasilkan pada tahun 2014;
 memberikan arahan kepada pelaku usaha terkait kewajiban penghasil
limbah padat B3 untuk mengelola limbahnya sesuai dengan peraturan yang
berlaku.
b. Pelaksanaan
Hari, tanggal
: Jumat, 12 Desember 2014
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
91
Waktu
Tempat
: 09.00 WIB – selesai
: Ruang Rapat BLH DIY Jl. Tentara Rakyat Mataram 53
Yogyakarta
c. Peserta
Evaluasi Hasil pengujian mutu limbah padat ini dihadari oleh pelaku
usaha/kegiatan yang diambil sampel limbah padatnya pada tahun 2014 antara
lain PC GKBI Medari, PT Samitex Sewon, PT Primissima, PT ASA, PT BAS, Lab
Penyamakan Kulit BBKKP, Rumah sakit Panti Rini, RSUD Sleman, RSUD
Panembahan Senopati Bantul, RSUD Wates, dll sebanyak 20 orang.
6.4. Evaluasi Hasil Pengujian Mutu Limbah Cair
a. Tujuan
Tujuan dari evaluasi hasil pengujian mutu limbah cair adalah:
 memberikan gambaran kepada pelaku usaha terkait dengan mutu limbah
cair yang dihasilkan pada tahun 2014;
 memberikan arahan kepada pelaku usaha terkait kewajiban penghasil
limbah untuk mengelola limbah cairnya sesuai dengan regulasi yang
berlaku.
b. Pelaksanaan
Hari, tanggal : 1)Kamis, 11 Desember 2014
2) Kamis 18 Desember 2014
Waktu
: 09.00 WIB – selesai
Tempat
: Ruang Rapat BLH DIY Jl. Tentara Rakyat Mataram 53 Yogyakarta
c. Peserta
Evaluasi Hasil pengujian mutu limbah cair ini dilaksanakan dalam dua tahap,
dihadiri oleh pelaku usaha/kegiatan yang diambil sampel limbah cairnya pada
tahun 2014 meliputi kegiatan perhotelan : Hotel Santika, Hotel Melia Purosani,
Hotel Jogjakarta Plaza, Hotel Saphir; Kegiatan pelayanan kesehatan : RSUD
Sleman, RSUD Wates, RSUD Kota Yogyakarta; RSUD Wonosari, RSUD
Panembahan Senopati, Rumah Sakit Panti rini, Rumah sakit Nur Rohmah, Rumah
sakit Rajawali Citra; Kegiatan Industri : PC GKBI, PT Samitex, PT BAS, PT ASA, PT
Sunchang, PT Dong Young dan lain-lain sejumlah 30 orang untuk masing –
masing angkatan.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
92
BAB V
KEUANGAN
Pagu anggaran Badan Lingkungan Hidup DIY tahun 2014 sebesar Rp. 16.604.081.305 terdiri dari
belanja tidak langsung (gaji pegawai) Rp 3.016.783.756 dan belanja langsung (kegiatan) sebesar Rp
13.587.297.549. Realisasi anggaran untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 3.011.391.975 ( 99,82 %) dan
realisasi anggaran untuk belanja langsung sebesar Rp 12.344.390.661 (90,85%). Total realisasi belanja sebesar
Rp. 15.355.782.636 (92,48 %), sehingga sisa anggaran sebesar Rp 1.248,298.669. (7,52 %) telah disetor ke kas
Negara.
Realisasi fisik belanja tidak langsung sebesar 100 % dan realisasi fisik belanja langsung sebesar 100 %.
Belanja langsung (kegiatan) dilaksanakan melalui 10 program yang terdiri dari 70 kegiatan. Adapun target dan
realisasi anggaran dan fisik masing-masing program seperti dalam adalah tabel berikut :
Target- dan Realisasi Fisik /Keuangan Program dan kegiatan Tahaun 2014
Anggaran
Program Pelayanan
Administrasi
Perkantoran
1) Penyediaan
Jasa Surat
Menyurat
2) Penyediaan
Jasa
Komunikasi,
Sumber
DayaAir &Listrik
851.050.000
100 %
84,19 %
100 %
100 %
100 %
Tingkat
Kemajuan
(2014
dibandingkan
dengan
2013(%)
100 %
8.000.000
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
200.000.000
100 %
77,09%
100 %
100 %
100 %
100 %
3)
Penyediaan
Jasa
Pemeliharaan
dan Perizinan
Kendaraan
Dinas/Operasio
nal
11.000.000
100 %
53,59%
100 %
100 %
100 %
100 %
4)
Penyediaan
Jasa
Administrasi
Keuangan
Penyediaan
Jasa Kebersihan
Kantor
Penyediaan
Alat Tulis
Kantor
34.000.000
100 %
99,85 %
100 %
100 %
100 %
100 %
80.000.000
100 %
99,74%
100 %
100 %
100 %
100 %
27.500.000
100 %
100%
100 %
100 %
100 %
100 %
Program/
Kegiatan
NO
1.
Fisik
5)
6)
Pagu (Rp)
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
Target
(%)
Realisasi
(%)
Target
(%)
Realisasi
(%)
Realisasi
Fisik Tahun
Sebelumnya
(%)
Keterangan
(Untuk Kinerja
2014, Capaian
Fisik tidak 100%,
dan Capaian
Anggaran Kurang
dari 90%)
1). Pembayaran
jasa komunikasi,
listrik dan air
menyesuaikan
jumlah tagihan.
2). Gerakan
hemat energi
dan penggunaan
solar cell
1). Biaya
perpanjangan
STNK kendaraan
dinas
menyesuaikan
jumlah
kendaraan dinas.
(terdapat
kendaraan dinas
yang dihapus)
94
7)
2.
3.
Penyediaan
Barang Cetakan
dan
Penggandaan
8) Penyediaan
Komponen
Instalasi
Listrik/Peneran
gan Bangunan
Kantor
9) Penyediaan
Peralatan
Rumah Tangga
10) Penyediaan
Bahan Bacaan
dan Peraturan
PerundangUndangan
11) Penyediaan
Makanan dan
Minuman
12) Rapat-rapat
Koordinasi dan
Konsultasi Ke
Luar Daerah
Program
Peningkatan Sarana
dan Prasarana
Aparatur
1) Pengadaan
Peralatan
Gedung Kantor
2) Pengadaan
Mebeleur
3) Pemeliharaan
Rutin/Berkala
Gedung Kantor
4) Pemeliharaan
Rutin/Berkala
Kendaraan
Dinas/Operasio
nal
25.000.000
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
100 %
10.000.000
100 %
100%
100 %
100 %
100 %
100 %
10.000.000
100 %
100%
100 %
100 %
100 %
100 %
10.000.000
100 %
100%
100 %
100 %
100 %
100 %
35.000.000
100 %
98,51%
100 %
100 %
100 %
100 %
400.000.000
100 %
79,30%
100 %
100 %
100 %
100 %
1.023.694.749
100 %
92,66 %
100 %
100 %
100 %
100 %
177.500.000
100 %
97,95 %
100 %
100 %
100 %
100 %
50.000.000
100 %
96,64%
100 %
100 %
100 %
100 %
108.800.000
100 %
99,89%
100 %
100 %
100 %
100 %
350.000.000
100 %
83,08%
100 %
100 %
100 %
100 %
5) Pemeliharaan
Rutin/Berkala
Perlengkapan
Gedung Kantor
6) Rehabilitasi
Sedang/Berat
Gedung Kantor
Program
Peningkatan
Kapasitas
Sumberdaya
Aparatur
1) Pendidikan dan
Pelatihan
Formal
80.000.000
100 %
95,73%
100 %
100 %
100 %
100 %
257.394.749
100 %
97,27%
100 %
100 %
100 %
100 %
169.100.000
100 %
68,91 %
100 %
100 %
100 %
100 %
109.100.000
100 %
61,27 %
100 %
100 %
100 %
100 %
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
1).
Menyesuaikan
dengan tingkat
kerusakan
kendaraan.
2). Belanja bahan
bakar
menyesuaikan
kebutuhan.
1).
Penyelenggaraan
diklat bersamaan
dengan
pelaksanaan
kegiatan.
2). Untuk diklat
yang berasal dari
lembaga
pemerintah,
95
2)
4.
5.
6.
Bimbingan
Teknis
Implementasi
Peraturan
Perundangundangan
3) Pengembangan
ISO
Program
Peningkatan
Pengembangan
Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja dan
Keuangan
1) Penyusunan
Laporan Kinerja
SKPD
2) Penyusunan
Laporan
Keuangan SKPD
3) Penyusunan
Rencana
Program
Kegiatan SKPD
serta
Pengembangan
Data dan
Informasi
4) Monitoring dan
Evaluasi
Pelaksanaan
Program
Kegiatan SKPD
Program
Pengembangan
Kinerja Pengelolaan
Persampahan
1) Pengembangan
Teknologi
Pengolahan
Persampahan
2) Peningkatan
Peran Serta
Masyarakat
Dalam
Pengelolaan
Persampahan
Program
Pengendalian
Pencemaran dan
Kerusakan
Lingkungan Hidup
1) Koordinasi
Penilaian Kota
Sehat/Adipura
2) Koordinasi
Penilaian Langit
Biru (Cukai)
10.000.000
100 %
0%
100 %
100 %
100 %
100 %
50.000.000
100 %
99,37%
100 %
100 %
100 %
100 %
92.481.100
100 %
92,79 %
100 %
100 %
100 %
100 %
10.425.000
100 %
100%
100 %
100 %
100 %
100 %
31.246.100
100 %
81,24 %
100 %
100 %
100 %
100 %
41.400.000
100 %
99,26%
100 %
100 %
100 %
100 %
9.410.000
100 %
94,68 %
100 %
100 %
100 %
100 %
449.805.000
100 %
97,73 %
100 %
100 %
100 %
100 %
384.805.000
100 %
97,48 %
100 %
100 %
100 %
100 %
65.000.000
100 %
99,23 %
100 %
100 %
100 %
100 %
7.156.505.700
100 %
89,16 %
100 %
100 %
100 %
100 %
84.123.000
100 %
93,87%
100 %
100 %
100 %
100 %
237.404.000
100 %
88,96%
100 %
100 %
100 %
100 %
3)
95.818.000
100 %
92,71 %
100 %
100 %
100 %
100 %
Pengawasan
Pelaksanaan
Kebijakan
Bidang
Lingkungan
Hidup
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
biaya diklat
ditanggung oleh
instansi
penyelenggara.
Seluruh biaya
Bimtek tahun
2014 ditanggung
oleh
penyelenggara
Efisiensi honor
dan hidangan
makan lembur
Sisa perjalanan
luar daerah ke
Jakarta dan luar
jawa
96
4)
Pengkajian
Dampak
Lingkungan
145.361.000
100 %
82,23%
100 %
100 %
100 %
100 %
5)
Koordinasi
Pengelolaan
Prokasih/Super
kasih
393.384.500
100 %
82,79%
100 %
100 %
100 %
100 %
6)
Ekspose Hasil
Pengelolaan LH
Pemantauan
Kualitas Udara
Ambien
Pemantapan
Program
Adiwiyata
Pemantauan
Kualitas Air
65.000.000
100 %
99,23 %
100 %
100 %
100 %
100 %
101.721.000
100 %
91,97%
100 %
100 %
100 %
100 %
139.064.000
100 %
95,49 %
100 %
100 %
100 %
100 %
229.919.000
100 %
88,41%
100 %
100 %
100 %
100 %
100.000.000
100 %
97,56%
100 %
100 %
100 %
100 %
89.972.000
100 %
56,29%
100 %
100 %
100 %
100 %
7)
8)
9)
10) Pembinaan
Teknis
Pelaksanaan
AMDAL, UKLUPL dan DPL
11) Penegakan
Hukum
Lingkungan
Hidup
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
1). Kegiatan
Rateknas oleh
PPE Jawa tidak
jadi
dilaksanakan,
sehingga
anggaran
perjalanan luar
daerah tidak
direalisasikan.
2). Biaya tenaga
ahli untuk
penilaian
dokumen
lingkungan tidak
dilaksanakan,
karena tidak
semua penilaian
dokumen
AMDAL
memerlukan
tenaga ahli
1).Komponen
biaya
Penyusunan UKLUPL yg
merupakan
bagian dari
Pembangunan
IPAL Puskesmas
tidak dapat
direalisasikan
karena telah
dilaksanakan
oleh Dinas
Kesehatan Kab.
Bantul.
2). Sisa
perjalanan luar
daerah dalam
rangka rakernis
air di Bengkulu .
3). Sisa
pengadaan
barang /jasa.
1). Sisa belanja
analisa
laboratorium
kualitas air.
2). Sisa
perjalanan dinas
luar daerah.
1).
Menyesuaikan
dengan jumlah
Kasus LH yang
masuk/ditangani.
97
2). Kasus yang
masuk/ditangani
bukan kasus
pidana sehingga
anggaran
penyidik, saksi
ahli dan gelar
perkara tidak
direalisasikan.
3). Kasus yang
masuk/ditangani
tidak
memerlukan
biaya
pengambilan
sampel dan
analisis.
12) Penerapan Eko
Efisiensi
13) Pengembangan
Kelembagaan
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup Kawasan
Sungai
91.575.000
100 %
99,32%
100 %
100 %
100 %
100 %
65.000.000
100 %
99,53 %
100 %
100 %
100 %
100 %
14) Pengembangan
Sarana dan
Prasarana
Laboratorium
Lingkungan
Hidup
15) Peningkatan
Kapasitas
Laboratorium
Penguji
Lingkungan
319.000.000
100 %
95,87%
100 %
100 %
100 %
100 %
129.740.000
100 %
95,03 %
100 %
100 %
100 %
100 %
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
98
BAB VI
PERMASALAHAN DAN SOLUSI
I. Permasalahan
A. Permasalahan Internal SKPD
1. Keterbatasan Jumlah Personil pegawai yang ada di SKPD BLH sampai
dengan akhir tahun 2014 terpenuhi hanya 46,95 % atau 54 orang dari
kebutuhan 115 pegawai.
2. Keterbatasan ruang rapat dan ruang parkir
3. Keterbatasan Petugas Caraka dan tenaga pengelola arsip.
4. Keterbatasan gudang, garasi kendaraan, ruang perpustakaan, ruang arsip
dan taman
B. Pemasalahan Umum
1. Peningkatan aktifitas
transportasi
akibat
peningkatan
aktifitas
perekonomian dan bisnis memang terus diupayakan, kondisi ini suka tidak
suka menyebabkan meningkatnya
pencemaran udara terutama
parameter CO, NO2, HC dan partikulat pada titik-titik tertentu di wilayah
perkotaan.
2. Sebagian para pelaku usaha (penanggungjawab usaha dan atau kegiatan)
serta
masyarakat masih beranggapan bahwa untuk melakukan
pengolahan limbah cair (IPLC) dari proses produksi memerlukan biaya yang
mahal sehingga menghambat investasi dalam pengembangan usaha. Hal
ini merupakan tantangan dalam upaya pengendalian dan pencegahan
pencemaran lingkungan, terutama pencemaran air sungai, khususnya
parameter BOD (kondisi saat ini masih fluktuatif kualitasnya) .
3. Masih terbatasnya jumlah kelompok masyarakat yang peduli lingkungan
serta terbatasnya pemahaman terhadap pentingnya menjaga kulaitas
kesehatan lingkungan, sehingga menyebabkan replikasi
percontohan/demplot pengelolaan lingkungan (biogas, IPLC, Komposter)
belum bisa berjalan secara baik. Kondisi ini menyebabkan penurunan
kualitas lingkungan, terutama kandungan bakteri koli dalam air sungai
dan air tanah masih tinggi.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
99
4. Belum adanya kesadaran perusahaan dalam pengelolaan lingkungan
terbukti masih banyak perusahaan yang belum memiliki Sumber Daya
Manusia (SDM)
yang diberi tugas khusus untuk melaksanakan
pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang menjadi kewajiban
perusahaan,
sehingga
kecenderungan
adanya
pelanggaran
dari
perusahaan dalam melaksanakan kewajiban pengelolaan lingkungan dan
menimbulkan masalah/dampak terhadap lingkungan.
5. Masih banyaknya kasus yang muncul karena tidak dilaksanakannya
ketentuan dalam RTRW Kabupaten/Kota yang ada. Misal peternakan ayam
berlokasi ditengah permukiman penduduk, sehingga
menimbulkan
permasalahan bau bagi masyarakat sekitarnya.
II. Solusi Permasalahan
A. Solusi Permasalahan internal SKPD
1. Melakukan pemetaan ulang tugas dan fungsi masing-masing unit kerja
dengan prioritas menempatkan pegawai sesuai latar belakang pendidikan
dan kompetensi.
2. Mengefisiensikan penggunaan ruang rapat sesuai kebutuhan. Untuk lahan
parkir penggunaannya diutamakan untuk kendaraan dinas selain itu juga
menghimbau pegawai untuk menggunakan sepeda motor atau kendaran
umum.
3. Memperbanyak penggunaan media digital seperti email dan internet
untuk keperluan undangan, surat menyurat serta komuniksi lewat
telephon
4. Mengefektifkan penggunaan ruangan dengan prioritas sesuai kebutuhan
B. Solusi Permasalahan Umum
1. Mendorong kepada Kabupaten/kota untuk membuat peraturan sebagai
tindaklanjut
tentang pengendalaian pencemaran udara dengan
mewajibkan setiap sumber bergerak (kendaraan bermotor) untuk
melakukan
uji emisi, kerjasama dengan
instansi terkait
untuk
melaksanakan upaya perbaikan sistem transportasi dan mendorong
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
100
pengembangan/pembangunan ruang terbuka hijau (RTH ) maupun jalur
hijau.
2. Melakukan upaya koordinasi dan kerjasama dengan pemerintah daerah
kabupaten/kota dan para emangku kepentingan melalui rapat koordinasi,
sosialisasi dan pembinaan kepada pelaku usaha (penanggungjawab
usaha/kegiatan) serta menjalin kerjasama yang kondusif sesusai dengan
kapaitas dan kewenangannya.
3. Mendorong kepada pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan edukasi
dan fasilitasi pembangunan IPLC komunal bagi masyarakat yang menjadi
kewajibannya sesuai dengan regulasi yang berlaku (Perda Limbah
Domistik)
4. Pembinaan yang intensif
terhadap perusahaan agar kewajiban-
kewajibannya dilaksanakan dengan baik sehingga potensi dampak bisa
dikendalikan. Pembinaan dalam pelaksanaan kewajiban yang tertuang
dalam dokumen RKL-RPL dan juga pelaporannya.
5. Mendorong Pemerintah Kabupaten/ Kota untuk lebih tegas terhadap
kegiatan usaha yang melakukan pelanggaran tata ruang. Dalam
memberikan izin Kabupaten/Kota perlu lebih
berhati-hati dan para
penanggungjawab usaha /kegiata diwajibkan untuk menyusun dokumen
lingkungan terlebih dahulu sebelum memulai membangun/konstruksi
untuk kegiatan/usahanya.
Laporan Tahunan 2014 BLH DIY
101
BAB VII
PROGRAM KERJA TAHUN 2015
Program kerja Badan Lingkungan Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2015
pada dasarnya melanjutkan program pengelolaan lingkungan hidup tahun sebelumnya.
Adapun kegiatan dari masing-masing program yang akan dilaksanakan pada tahun
2015 adalah sebagai berikut :
No
Kegiatan/Kegiatan
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran (12 Keg)
1
Penyediaan Jasa Surat Menyurat
2
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air, dan
Kegiatan 2015
Rp 10.000.000,00
Rp 220.000.000,00
Listrik
3
Penyediaan jasa pemeliharaan dan perijinan kendaraan
Rp 18.000.000,00
dinas/operasional
4
Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan
Rp 41.230.000,00
5
Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor
6
Penyediaan Alat Tulis Kantor
Rp 28.300.000,00
7
Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan
Rp 35.000.000,00
8
Penyediaan Komponen Instalasi Listrik / Penerangan
Rp 15.000.000,00
Rp 165.200.000,00
Bangunan Kantor
9
Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
Rp 13.000.000,00
10
Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang -
Rp 16.600.000,00
undangan
11
Penyediaan Makanan dan Minuman
12
Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah
Rp 39.996.000
Rp 440.000.000,00
2. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur (8 Keg)
13
Pengadaan Kendaraan dinas/operasional
Rp 620.000.000,00
14
Pengadaan Peralatan Gedung Kantor
Rp 200.000.000,00
15
Pengadaan Meubelair
16
Pemeliharaan Rutin / Berkala Gedung Kantor
Rp 110.000.000,00
17
Pemeliharaan rutin / berkala kendaraan dinas / operasional
Rp 375.000.000,00
18
Pemeliharaan Rutin/berkala Perlengkapan Gedung Kantor
Rp 90.000.000,00
Laproan Tahunan BLH DIY
Rp 60.000.000,00
102
19
Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor
Rp 216.000.000,00
3. Program Peningkatan Pengembangan SIstem Pelaporan Cpaian Kinerja dan
Keuangan
20
Pendidikan dan Pelatihan Formal
21
Bimbingan Teknis Impementasi Peraturan Perundang-
Rp 105..000.000,00
Rp 10.000.000,00
undangan
22
Pengembangan ISO
Rp 65.000.000,00
4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan
Keuangan (5 Keg)
23
Penyusunan Laporan Kinerja SKPD
Rp 15.000.000,00
24
Penyusunan Laporan Keuangan SKPD
Rp 32.000.000,00
25
Penyusunan Rencana Program Kegiatan SKPD serta
Rp 45.000.000,00
Pengembangan Data dan Informasi
26
Monitoring Pelaksanaan Program dan Kegiatan SKPD
Rp 107..000.000,00
5. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan (1 Keg)
27
Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan
Rp 543.200,00
Persampahan
6. Program Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan Hidup (9 Keg)
28
Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Bidang Lingkungan
Rp 89.475.000,00
Hidup
29
Pengkajian Dampak Lingkungan
30
Pembinaan Teknis Pelaksanaan A M D A L, U K L-U P
Rp 141.000.000,00
Rp 52.000.000,00
L, Dan D P L
31
Penegakan Hukum Lingkungan Hidup
Rp 84.800.000,00
32
Penyusunan SPM Bidang Lingkungan Hidup
33
Peningkatan Kepedulian Lingkungan Hidup
Rp 753.816.000,00
34
Pengembangan Kapasitas SDM dan Kelembagaan
Rp 613.300.000,00
Rp 46.025,00
Liingkungan Hidup
35
Pengendalian Pencemaran Udara
Rp 365.560.000,00
36
Pengembangan Kapasitas Laboratorium Lingkungan
Rp 478.998.000,00
Hidup
Laproan Tahunan BLH DIY
103
37
Pengendalian Pencemaran Air, Tanah dan B3
Rp 1.605.738.250,00
7. Program Perlindungan Dan Konservasi Sumber Daya Alam (2 Keg)
38
Konservasi Sumber Daya Air dan Keanekaragaman
Rp 1.841.500.000,00
Hayati
39
Pengendalian Kerusakan Lingkungan
Rp 2.142.397.000,00
8. Program Peningkatan Kualitas Dan Akses Informasi Sumber Daya Alam Dan
Lingkungan Hidup (2 Keg)
40
Pengembangan Data dan Informasi Lingkungan
Rp 334.362..000,00
41
Peningkatan Edukasi dan Komunikasi Masyarakat di
Rp 526.513.000,00
Bidang Lingkungan
9. Program Peningkatan Pengendalian Polusi (2 Keg)
42
Pengujian Kadar Polusi Limbah Padat dan Limbah Cair
43
Pengujian Emisi
Rp 85.100.000,00
Rp 533.650.000,00
10. Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (Rth) (1 Keg)
44
Penataan RTH
Rp 892.180.000,00
11. Program Pengelolaan Lingkungan Berbasis Budaya* (Danais 1 Keg)
45
Pengembangan Kearifan Lokal Lingkungan Hidup dalam
Rp 2.000.000.000,00
mendukung pembangunan berkelanjutan
Total Anggaran
Laproan Tahunan BLH DIY
Rp16.222.125.650,00
104
Download