PERANGKAT LUNAK TRANSFORMASI WARNA UNTUK

advertisement
PERANGKAT LUNAK TRANSFORMASI WARNA
UNTUK PENDERITA BUTA WARNA
TESIS
Karya tulis sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Magister dari
Institut Teknologi Bandung
Oleh
ERI INDRAWAN
NIM : 23506006
Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak
Program Magister Informatika
SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2008
1
ABSTRAK
PERANGKAT LUNAK TRANSFORMASI WARNA
UNTUK PENDERITA BUTA WARNA
Oleh
ERI INDRAWAN
NIM : 23506006
Buta warna adalah cacat mata genetik yang belum dapat disembuhkan. Penderita buta
warna selalu dihadapkan pada kelemahannya untuk membedakan warna dari objek atau
benda yang ditemuinya di mana orang normal dapat membedakannya dengan mudah. Hal
ini menyebabkan sulitnya penderita buta warna dalam mengakses informasi dalam suatu
citra.
Banyak hal yang dapat diinformasikan dalam bentuk perubahan/perbedaan warna, salah
satunya adalah pembedaan suatu objek dengan lainnya. Informasi objek teks biasa
dengan link dalam suatu situs adalah salah satu contoh sederhananya. Selain itu juga
diperlukan untuk mengenali suatu warna secara “umum” yaitu warna yang hampir
seluruh orang mengetahui dan mempunyai persepsi yang sama.
Kebutawarnaan tersebut disebabkan karena suatu warna pada hue tertentu dirasakan
mirip dengan suatu warna pada hue lain namun dengan intensitas saturation dan value
yang lebih rendah. Metoda yang diajukan adalah dengan menggeser nilai hue yang
dirasakan sama, dan menambah nilai saturation serta nilai value sehingga dapat
meningkatkan kontras warna yang dirasa mirip yang akhirnya akan memudahkan
penderita dalam mengambil informasi pada citra.
Metoda ini telah diuji pada penderita dengan jenis deuteran, yang merupakan jenis yang
paling banyak diderita oleh penderita buta warna. Metoda ini diuji dengan menggunakan
citra-citra yang telah digunakan secara umum untuk melakukan pengujian buta warna,
dan terbukti penderita dapat mengenali pola-pola pada citra tersebut.
Kata kunci
: buta warna, pengolahan citra
i
ABSTRACT
COLOUR TRANSFORMATION SOFTWARE
FOR COLOUR-BLIND PATIENT
Writer
ERI INDRAWAN
NIM : 23506006
Colour-blind is a genetic eye handicap that still incurable. Colour-blind patient has its
weakness to differentiate colour from an object to another where normal people can
differentiate it easily. This weakness will cause some difficulties for colour-blind patient to
access some information from an image.
An image can contain much information, which is represents by some colour
differentiations from one object to another. A colour differentiation between plain text and
a link text in a websites is one sample of information that can be contained in a colour
differentiation. Beside that, it is important that colour-blind patient can recognize a colour
name that generally has common perceptions as normal people has.
The main reason of colour-blind handicap is that some hues seem identical to some other
hue with lower intensity of saturation and value. The proposed method in this thesis is by
shifting value of hue that felt almost the same, and add saturation and value’s intensity so
that it's can improve colour contrast and finally will facilitate patient in taking
information of an image.
This Method has been tested to deuteran patient, that is a type that been suffered by most
of colour-blind patient. This method is tested by using images/ plates used in some
common colour-blind test, and this method has been proven that patient can recognize
patterns of the referred images.
Keywords
: Colour-blind, Image Processing
ii
HALAMAN PENGESAHAN
PERANGKAT LUNAK TRANSFORMASI WARNA
UNTUK BUTA WARNA
TESIS
Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak
Program Magister Informatika
Oleh
ERI INDRAWAN
NIM : 23506006
Telah disetujui dan disahkan sebagai laporan tesis
di Bandung, pada tanggal 11 Juni 2008
Pembimbing
Dr. Ing. Ir. Iping Supriana Suwardi
NIP. 130 796 173
iii
PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS
Tesis S2 yang tidak dipublikasikan terdaftar dan tersedia di Perpustakaan Institut
Teknologi Bandung, dan terbuka untuk umum dengan ketentuan bahwa hak cipta ada pada
pengarang dengan mengikuti aturan HaKI yang berlaku di Institut Teknologi Bandung.
Referensi kepustakaan diperkenankan dicatat, tetapi pengutipan atau peringkasan hanya
dapat dilakukan seizin pengarang dan harus disertai dengan kebiasaan ilmiah untuk
menyebutkan sumbernya.
Memperbanyak atau menerbitkan sebagian atau seluruh tesis haruslah seizin Direktur
Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung.
iv
Untuk Bapak Ibu, yang setia mengajarkan untuk melihat dari hati,
Dan untuk sebuah warna yang hilang. ..
v
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga
Penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul ”Perangkat Lunak Transformasi Warna
untuk Penderita Buta Warna”. Sholawat dan salam penulis tujukan kepada Baginda Nabi
Muhammad SAW yang telah memberikan cahaya yang terang benderang di alam semesta
ini. Ucapan terima kasih banyak tak lupa penulis sampaikan pada semua pihak yang telah
membantu dalam pelaksanaan tesis ini, yaitu:
1. Bapak Dr. Ing. Ir. Iping Supriana Suwardi selaku dosen pembimbing yang telah
memberikan bimbingan, masukan dan wawasan selama pengerjaan tesis;
2. Bapak Dr. Oerip Santoso MSc, atas kesediaannya membaca, mencermati dan
memberi masukan dalam pelaksanaan tesis ini;
3. Ibu Nur Ulfa Maulidevi, S.T, M.Sc, selaku penguji seminar dan atas kesediaannya
membaca, mencermati dan memberi masukan dalam pelaksanaan tesis ini.
4. Bapak Ir. Saiful Akbar, MT, selaku penguji sidang dan atas kesediaannya
membaca, mencermati dan memberi masukan dalam pelaksanaan tesis ini.
5. Bapak Ir. Rinaldi Munir, MT , selaku penguji sidang dan atas kesediaannya
membaca, mencermati dan memberi masukan dalam pelaksanaan tesis ini.
6. Ir. Hira Laksmiwati, M.Sc selaku Wali Akademik, terima kasih atas petunjuk dan
saran serta nasihat selama menjalankan studi S2 RPL ini.
7. Semua responden yang telah memberi masukan terhadap metoda dan hasil citra
dalam tesis ini.
8. Keluarga serta teman-teman RPL 2006.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan tesis ini masih banyak sekali kekurangan yang
harus disempurnakan. Karena itu, Penulis sangat terbuka menerima kritik dan saran
berkaitan dengan tesis ini yang dapat disampaikan lewat email [email protected].
Semoga dokumen tesis ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh siapapun yang
membacanya.
Bandung, 11 Juni 2008
Penulis
vi
DAFTAR ISI
ABSTRAK ............................................................................................................... i
ABSTRACT ............................................................................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................ iii
PEDOMAN PENGGUNAAN TESIS ................................................................... iv
KATA PENGANTAR ........................................................................................... vi
DAFTAR ISI ......................................................................................................... vii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xi
DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiii
DAFTAR ISTILAH ............................................................................................. xiv
BAB I
PENDAHULUAN .............................................................................. 1
I.1
Latar Belakang .................................................................................... 1
I.2
Rumusan Masalah ............................................................................... 3
I.3
Tujuan ................................................................................................. 3
I.4
Batasan Masalah ................................................................................. 4
I.5
Metodologi .......................................................................................... 4
I.6
Sistematika Penulisan ......................................................................... 4
BAB II
DASAR TEORI .................................................................................. 6
II.1
Pengolahan Citra ................................................................................. 6
II.1.1 Citra ..................................................................................................... 6
II.1.2 Sampling ............................................................................................. 7
II.1.3 Kuantitasi ............................................................................................ 8
II.1.4 Histogram ............................................................................................ 9
II.2
Warna ................................................................................................ 10
II.2.1 Persepsi Warna .................................................................................. 11
II.3
Permodelan Warna ............................................................................ 12
II.3.1 RGB .................................................................................................. 13
II.3.2 CMYK ............................................................................................... 13
II.3.3 HSV/HSL/HSI .................................................................................. 14
II.4
Buta Warna ....................................................................................... 15
vii
II.4.1 Protanomaly ...................................................................................... 19
II.4.2 Deuteranomaly .................................................................................. 19
II.4.3 Dichromacy ....................................................................................... 20
II.4.4 Protanopia ........................................................................................ 20
II.4.5 Deuteranopia .................................................................................... 20
II.4.6 Tritanopia.......................................................................................... 21
II.5
Simulasi Buta Warna......................................................................... 21
BAB III
ANALISIS METODA ...................................................................... 24
III.1
Analisis Transformasi Warna Saat Ini .............................................. 24
III.1.1 Daltonisasi Vischeck ......................................................................... 24
III.1.2 Daltonisasi Fidaner ........................................................................... 25
III.2
Kelebihan dan Kekurangan Transformasi Warna Saat Ini ................ 27
III.3
Kemungkinan Perbaikan Metoda ...................................................... 27
III.4
Analisis Metoda CoolOur ................................................................. 28
BAB IV
ANALISIS PERANGKAT LUNAK ................................................ 34
IV.1
Deskripsi Umum Perangkat Lunak ................................................... 34
IV.1.1 Kebutuhan Fungsional Perangkat Lunak .......................................... 35
IV.1.2 Kebutuhan Non-Fungsional Perangkat Lunak .................................. 35
IV.2
Model Use Case ................................................................................ 35
IV.2.1 Definisi Aktor ................................................................................... 36
IV.2.2 Definisi Use Case.............................................................................. 36
IV.3
Model Analisis .................................................................................. 38
IV.3.1 Diagram Sequence Objek Case Test ................................................. 38
IV.3.2 Diagram Sequence Objek Case Filter Image .................................... 39
IV.4
Identifikasi Paket Analisis................................................................. 41
IV.5
Perancangan Antar Muka .................................................................. 42
BAB V
IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK ..................................... 45
V.1
Implementasi ..................................................................................... 45
V.1.1 Lingkungan Implementasi ................................................................. 45
V.1.2 Implementasi Aplikasi CoolOur ....................................................... 45
V.1.3 Implementasi Antarmuka .................................................................. 48
V.1.4 Batasan dalam Implementasi............................................................. 48
viii
V.2
Pengujian ........................................................................................... 49
V.2.1 Tujuan Pengujian .............................................................................. 49
V.2.2 Lingkungan Pengujian ...................................................................... 49
V.2.3 Prosedur Pengujian ........................................................................... 49
V.2.4 Analisis Hasil Pengujian ................................................................... 58
BAB VI
PENUTUP ......................................................................................... 59
VI.1
Kesimpulan ....................................................................................... 59
VI.2
Saran.................................................................................................. 59
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 60
ix
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN A SIMULASI DISTRIBUSI HUE BUTA WARNA [18] .............. 62 LAMPIRAN B DEFINISI USE CASE ............................................................... 63 LAMPIRAN C DIAGRAM KELAS IMPLEMENTASI...................................... 66 LAMPIRAN D DIAGRAM SEQUENCE ........................................................... 67 LAMPIRAN E ALGORITMA TRANSFORMASI RGB dan HSV .................. 70 LAMPIRAN F HASIL PENGUJIAN METODA ................................................ 72 x
DAFTAR GAMBAR
Gambar I-1. (a) Gambar Normal. (b) Gambar Simulasi Buta Warna [17] ............. 2
Gambar I-2. (a) Gambar Normal. (b) Gambar Setelah Dilakukan Daltonisasi [17] 3
Gambar II-3. Sampling citra [1] .............................................................................. 7
Gambar II-4. Hasil Sampling Citra [1].................................................................... 8
Gambar II-5. Histogram, (a) citra dengan pemindaian yang buruk, (b) citra dengan
pemindaian yang baik [16] ...................................................................................... 9
Gambar II-6. Gelombang Cahaya Tampak ........................................................... 11
Gambar II-7. Permodelan RGB [6] ....................................................................... 13
Gambar II-8. Warna Additive dan Subtractive [6] ................................................ 14
Gambar II-9. Permodelan HSV dan HLS [6] ........................................................ 15
Gambar II-10. Penampang mata beserta sel cone dan rod [12] ............................ 16
Gambar II-11. Ilustrasi penurunan penyakit buta warna [9] ................................ 17
Gambar II-12. (a) Co-punctal point untuk protanopia, (b) Co-punctal point untuk
deuteranopia, dan (c) Co-punctal point untuk tritanopia [14] ............................. 22
Gambar II-13. Confusion Lines untuk (a) protanopia, (b) deuteranopia dan (c)
tritanopia [2] .......................................................................................................... 23
Gambar III-1. (a) Citra Asli, (b) Citra hasil simulasi buta warna, (c) Citra yang
dihasilkan Daltonisasi Vischeck (Mata Normal) [17] ........................................... 25
Gambar III-2. (a) Citra normal, (b) Citra hasil daltonisasi vischeck, (c) Citra
daltonisasi [7] ........................................................................................................ 26
Gambar III-3. (a) Distribusi hue normal, (b) Distribusi hue berdasar simulasi buta
warna [18]. ............................................................................................................ 29
Gambar III-4. (a) Suatu warna akan dibawa ke arah merah dan hijau dengan suatu
skala x tertentu yang dapat diperbesar dan diperkecil. (b) Hasil algoritma pada
suatu citra hue ....................................................................................................... 31
Gambar III-5. Algoritma penggeseran hue (untuk kasus deuteran). .................... 31
Gambar III-6. Algoritmapenggeseran saturation. ................................................. 31
Gambar III-7. Algoritma penggeseran value. ....................................................... 31
Gambar III-8. Perbandingan Citra Sebelum dan sesudah perataan histogram [8]. 32
xi
Gambar III-9. (a) Citra asli yang terlihat oleh mata normal. (b) Citra asli yang
terlihat oleh penderita (c) Citra hasil metoda (d) Citra hasil metoda yang dilihat
oleh penderita [8][17]............................................................................................ 33
Gambar IV-1. Use Case CoolOur ......................................................................... 36
Gambar IV-2. Diagram kelas CoolOur ................................................................. 38
Gambar IV-3. Dinamika objek case test ............................................................... 39
Gambar IV-4. Dinamika objek case filter image melalui perubahan level hue .... 40
Gambar IV-5. Dinamika objek case filter image melalui perubahan level
saturation .............................................................................................................. 40
Gambar IV-6. Dinamika objek case filter image melalui perubahan level value . 41
Gambar IV-7. Rancangan antar muka Coolour..................................................... 43
Gambar IV-8. Rancangan antar muka TestForm .................................................. 43
Gambar IV-9 Rancangan antarmuka ViewerForm ............................................... 44
Gambar IV-10. Perancangan antarmuka SettingForm .......................................... 44
Gambar V-1 Antarmuka Browse........................................................................... 50
Gambar V-2 Antarmuka pengujian jenis buta warna............................................ 51
Gambar V-3 Antarmuka Filter Setting yang digunakan untuk mengatur atribut
filter. ...................................................................................................................... 52
Gambar V-4 Antarmuka Filter Image ................................................................... 52
Gambar V-5. Implementasi Fungsi countClosest. ................................................ 54
Gambar V-6. Implementasi Fungsi countClosestHue. .......................................... 55
Gambar V-7. Imlementasi fungsi countClosestSat. .............................................. 56
Gambar V-8. Implementasi Fungsi countClosestVal............................................ 56
Gambar V-9. Antarmuka Save Filtered Image ..................................................... 57
xii
DAFTAR TABEL
Tabel II-1. Jenis Buta warna beserta presentase populasinya [18][19] ................. 17
Tabel IV-1. Kebutuhan Fungsional Perangkat Lunak .......................................... 35
Tabel IV-2. Kebutuhan Non-Fungsional Perangkat Lunak .................................. 35
Tabel IV-3. Tabel Definisi Aktor .......................................................................... 36
Tabel IV-4. Tabel Definisi Use Case Test ............................................................ 36
Tabel IV-5. Tabel Definisi Use Case Filter Image ............................................... 37
Tabel IV-6. Hasil Identifikasi Paket Analisis ....................................................... 42
Tabel V-1 Implementasi Kelas Perancangan ........................................................ 46
Tabel V-2 Spesifikasi Perangkat Pengujian .......................................................... 49
Tabel V-3 Tabel Pengujian Use Case Browse ...................................................... 50
Tabel V-4 Pengujian use caseTest ........................................................................ 51
Tabel V-5 Pengujian Use case Customize Filter Attributes ................................. 51
Tabel V-6 Pengujian Use case Customize Filter Attributes ................................. 53
Tabel V-7 Pengujian Use case Save Filtered Image............................................. 57
xiii
DAFTAR ISTILAH
LMS / LMS Cones
Kependekan
dari
long,
medium,
dan
short,
yang
menggambarkan 3 sel kerucut penerima cahaya pada mata.
Confusion Lines
Suatu garis pada skema warna CIE yang dibentuk oleh
warna-warna yang terlihat identik oleh penderita buta
warna.
Co-punctal Point
Titik perpotongan dari semua confusion lines.
Daltonisation
Metoda transformasi warna untuk membantu penderita buta
warna mendapatkan informasi dengan lebih baik.
Deuteran
Buta warna hijau-merah.
Deuteranomalous
Orang yang menderita deuteranomaly
Deuteranomaly
Buta warna hijau-merah karena mengalami kelainan
terhadap sel kerucut medium pada mata.
Deuteranope
Orang yang menderita deuteranopia.
Deuteranopia
Buta warna hijau-merah karena kehilangan sel kerucut
medium pada mata.
Dichromasy
Penyakit yang diakibatkan oleh kelainan atau kehilangan
salah satu sel kerucut penerima rangsangan cahaya pada
retina mata.
Dichromat
Orang yang menderita dichromacy.
Monochromacy
Penyakit yang diakibatkan oleh kelainan atau kehilangan
dua dari tiga sel kerucut penerima rangsangan cahaya pada
retina mata.
Monochromat
Orang yang menderita monochromacy.
Protan
Buta warna merah-hijau.
Protanomalous
Orang yang menderita protanomaly.
Protanomaly
Buta warna merah-hijau karena mengalami kelainan
terhadap sel kerucut long pada mata.
Protanope
Orang yang menderita protanopia.
xiv
Protanopia
Buta warna merah-hijau karena mengalami kehilangan
terhadap sel kerucut long pada mata.
Tritan
Buta warna biru-kuning.
Tritanomalous
Orang yang menderita tritanomaly.
Tritanomaly
Buta warna biru-kuning karena mengalami kelainan
terhadap sel kerucut short pada mata.
Tritanope
Orang yang menderita tritanopia.
Tritanopia
Buta warna biru-kuning karena mengalami kehilangan
terhadap sel kerucut short pada mata.
xv
Download