(mass communication) adalah - Perpustakaan Universitas Mercu

advertisement
9
BAB II
KERANGKA PEMIKIRAN
2.1 Komunikasi Massa
2.1.1 Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang
menggunakan media massa baik cetak (surat kabar, majalah) atau elektronik
(radio, televisi) yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan
yang ditujuka kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat,
anonym dengan hetrogen. Adapun pesan-pesannya bersifat umum dan
disampaikan secara cepat, serentak dan sepintas (khususnya media elektronik).4
Definisi komunikasi massa lainnya adalah dikemukakan oleh Gerbner, yaitu
komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi
dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam
masyarakat industri.
Dari definisi tersebut tergambar bahwa komunkasi massa itu menghasilkan
suatu produk berupa pesan-pesan komunikasi dimana produk tersebut disebarkan,
didistribusikan kepada khalayak luas secara terus menerus dalam jarak waktu
yang tetap , misalnya harian, mingguan atau bulanan. Proses memproduksi pesan
ini tidak dapat dilakukan oleh perorangan melainkan harus oleh lembaga dan
4
Oemi Abdurachman. Dasar-dasar Public Relation. PT. Citra Aditya Bakti. Hal 75
9
10
membutuhkan suatu teknologi tertentu sehingga komunikasi massa akan banyak
dilakukan oleh masyarakat industri.5
2.1.2 Karakteristik Komunikasi Massa
Beberapa karakteristik komunikasi massa adalah adanya suatu organisasi
yang kompleks dan formal dalam tugas operasionalnya pengiriman pesan, tidak
hanya itu saja melainkan :
1. Adanya khalayak luas dan heterogen.
2. Isi pesan harus bersifat umum tidak dapat bersifat rahasia.
3. Komunikasi dilakukan dengan massa yang sangat heterogen dalam
tingkat pendidikan, keadaan sosial, dan ekonomi maupun keadaan
budayanya.
4. Setiap pesan mengalami kontrol sosial dalam arti murni, yaitu dinilai
oleh banyak orang dengan berbagai latar belakang dan taraf
pendidikan maupun daya cernanya.
5. Walaupun reaksi pada pihak khalayak akan berbeda-beda, pesan yang
keluar dan peralatan komunikasi difokuskan pada perhatian yang
sama. Seakan-akan khalayak yang heterogen tersebut memberikan
reaksi yang sama pula.6
5
Elvinaro Ardianto, Et.all. 2007. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Simbiosa Rekatama Media.
Jakarta. hal 3
6
Zulkarimen Nasution. 1999. Komunikasi Inovasi. Universitas Terbuka. Jakarta. hal 3
11
Menurut Onong Uchjana Effendy, ciri-ciri komunikasi massa adalah :
1.
Komunikasi massa berlangsung satu arah ( one way communication),
ini berarti tidak terdapat arus balik dari komunikan atau tidak
langsung.
2.
Komunikastor pada komunikasi massa melembaga media massa
sebagai salurun komunikasi massa merupakan lembaga, yakni suatu
institusi atau organisator.
3.
Pesan komunikasi massa bersifat umum. Karena pesan yang
disampaikan atau disebarkan melalui media massa bersifat umum (
public ), ditujukan kepada umum dan mengenai kepentingan umum,
jadi tidak ditujukan kepada perseorang atau kepada sekelompok
orang tertentu.
4.
Media komunikasi massa menimbulkan keserempakan, karena
kemampuannya dapat menimbulkan keserempakan pada khalayak
dalam menerima pesan-pesan yang disebarkan.
5.
Komunikan komunikasi massa bersifat heterogen, dimana khalayak
keberadaannya terpencar-pencar, dimana satu sama lainnya tidak
saling mengenal dan tidak memiliki kontak pribadi masing-masing
berbeda dalam berbagai hal seperti jenis kelamin, usia, agama,
ideologi, keinginan cita-cita dan sebagainya.7
7
Onong Uchjana Effendy.2002. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. PT. Remaja Rosdakarya.
Bandung. hal 4
12
2.1.3 Fungsi Komunikasi Massa
Fungsi komunikasi massa menurut Djalaludin Rakhmat, selain menyiarkan
informasi juga mendidik, menghibur dan mempengaruhi. Fungsi-fungsi tersebut
dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Fungsi menyiarkan informasi ( to inform )
Menyiarkan informasi merupakan fungsi yang pertama dan utama.
Khalayak menerima informasi mengenai berbagai hal yang terjadi,
gagasan atau pikiran orang lain dan apa yang dipikirkan orang lain dan
lain sebagainya.
2. Fungsi mendidik ( to educate )
Fungsi ini sebagai sarana pendidikan massa sebagai khalayak bertambah
pengetahuannya. Fungsi mendidik ini bisa secara implisit dalam bentuk
pendapat-pendapat membangun dari para dewan juri analis.
3. Fungsi menghibur ( to entertain )
Hal-hal yang bersifat menghibur untuk mengimbangi berita-berita yang
berbobot yang tujuannya untuk melemaskan ketegangan pikiran setelah
dihidangkan berita yang berat.
13
4. Fungsi mempengaruhi ( to persuasive )
Fungsi ini menyebabkan sebuah program acara memegang peranan dalam
kehidupan masyarakat dalam mempengaruhi khalayak.8
Komunikasi massa dibedakan pada jenis komunikasi massa yang
dialamatkan kepada sejumlah populasi dari berbagai kelompok, bukan hanya satu
atau beberapa individu atau sebagian khusus populasi.
Komunikasi massa mempunyai anggapan tersirat akan adanya alat-alat
khusus untuk menyampaikan komunikasi agar komunikan dapat mencapai pada
saat yang sama pada semua orang yang mewakili berbagai lapisan masyarakat.
Komunikasi massa merupakan komunikasi melalui media massa , yakni surat
kabar, tabloid, radio, televisi dan film.
2.1.4
Media Massa
Perkembangan media massa elektronik mendorong pemikiran baru di
bidang jurnalistik. Media massa elektronik termasuk televisi memiliki elemen
yang berbeda dengan media massa cetak, karena media massa televisi adalah
media audio visual. Terdapat elemen audio visual yang menjadi wujud ungkapan
informasi atau berita di dalam media televisi.
Media massa yaitu sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk
menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas secara umum. Media
8
Ibid, hal 3
14
massa berbeda dengan institusi pengetahuan lainnya seperti seni, agama, ilmu
pengetahuan, pendidikan dan lain-lainnya, karena :9
a. Media massa memiliki fungsi pengantar ( pembawa ) bagi pengetahuan.
Jadi media massa juga memainkan peran institusi lainnya.
b. Media massa menyelenggarakan kegiatannya dalam lingkungan publik,
pada dasarnya media massa dapat dijangkau oleh segenap anggota
masyarakat secara bebas, sukarela, umum dan murah.
c. Media dijangkau lebih banyak orang dari pada institusi lainnya dan sudah
sejak dahulu “ mengambil alih” peranan sekolah, orang tua, agama dan
lain-lainnya.
Media massa memberikan informasi dan membantu masyarakat untuk
mengetahui secara jelas dan ikhwal tentang dunia sekelilingnya kemudian
menyimpan dalam ingatan masyarakat. Media massa berguna sebagai pengawas
bagi masyarakat untuk mengajukan perbandingan dari apa yang kita lihat, dengan
tentang dunia yang lain di luar lingkungan masyarakat hidup. Media massa sejak
awal sebenarnya melakukan tugas kemudian membagi informasi yang diinginkan
oleh masyarakat pada umumnya.
9
Darwanto Sastro Subroto. 1994. Produksi Acara Televisi. Duta Wacana. Yogyakarta. hal 16
15
Manfaat media massa adalah :
a.
Menjangkau suatu khalayak yang luas dan cepat.
b.
Menciptakan pengetahuan dan menyebarluaskan informasi
c.
Mengarahkan perubahan pada sikap yang dianut.
Onong Uchjana Effenfy dalam bukunya Ilmu Komunikasi Teori dan
Praktek mengatakan 10:
“Media massa memiliki kemampuan yang efektif untuk menyebarluaskan
informasi karena dapat diterima oleh komunikan dan media menunjukkan
bukan hanya apa yang didapat dan harus dipikirkan tetapi juga bagaimana
masyarakat harus berpikir mengenai realitas”.
Tidaklah mengherankan jika media lalu menjadi ajang untuk pertarungan
berbagai kepentingan dan media juga merupakan pesan yang di dalamnya
mengandung daya untuk mempengaruhi dan mendesakkan pendapat sehingga
terjadi perubahan di dalam masyarakat.
Media merupakan alat atau sarana yang diciptakan untuk meneruskan
pesan komunikasi dengan bahasa ( surat , telepon, radio dan televisi adalah media
untuk menyambung atau menyebarluaskan pesan yang menggunakan bahasa )
dalam jumlah yang relatif banyak.
Media massa terbagi 2, yaitu cetak dan elektronik. Cetak yaitu : surat
kabar dan majalah, sedangkan elektronik, yaitu : radio, televisi dan film. Masing-
10
Ibid, hal 16
16
masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun yang dianggap memiliki
peranan paling besar adalah televisi. Hal ini disebabkan 11:
1. Memiliki jangkauan yang luas dan segera dapat menyentuh rangsang
penglihatan dan pendengaran manusia.
2. Dapat menghadirkan objek yang amat kecil atau besar, berbahaya atau
yang langka.
3. Menyajikan pengalaman langsung kepada penonton.
4. Dapat dikatakan “meniadakan” perbedaan jarak dan waktu.
5. Dapat mengkoordinasikan pemanfaatan berbagai media lain, seperti
film, foto dan gambar yang baik.
6. Mudah ditonton tanpa perlu menggelapkan ruangan.
7. Membangkitkan perasaan intim atau media personal.
Menurut pakar komunikasi Dr. Harold D. Laswell, media massa sendiri
memiliki tiga fungsi, dimana setiap fungsi tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan
akan saling menunjang, antara lain : 12
1. The surveillance of the environment
Yang berarti bahwa media massa bertindak sebagai pengamat lingkungan
dan selalu akan memberikan berbagai informasi atas hal-hal yang tidak
dapat terjangkau khalayak.
11
12
Ibid, hal 17
Fred Wibowo.2007. Teknik Produksi Program Televisi. Pinus Book Publisher. Yogyakarta. hal
17
17
2. The correlation of the parts of society in responding to the environment.
Berarti bahwa media massa itu lebih menekankan kepada pemilihan,
penilaian, penafsiran tentang apa yang patut disampaikan kepada
khalayak,
dengan
demikian
media massa
dapat
dinilai
sebagai
“Gatekeeper” dari arus informasi.
3. The transmission of the social heritage from generation to the generation.
Hal ini menunjukkan bahwa media massa berfungsi sebagai jembatan tata
niali dan budaya dari generasi satu ke generasi berikutnya dengan kata lain
media massa berfungsi pula sebagai media pendidikan.
Di samping pendapat Laswell seperti tersebut di atas seorang pakar
komunikasi lain Charles R’Wright mengetengahkan pendapatnya tentang fungi
media massa ini, seperti yang dinyatakan dalam bukunya Mass Communication A
Sociological Perspective, antara lain :
“ Bahwa media massa mempunyai fungsi media sebagai media hiburan”
Pendapat Charles R’Wright ini meskipun sifatnya melengkapi pendapat
Laswell, tetapi ternyata akan membakunya fungsi media massa , hal tersebut
seperti juga pendapat dari Wilbur Schramm, yang meninjau fungsi lain dari sisi
yang berbeda di mana akhirnya juga saling melengkapi pendapat para pakar
lainnya.
18
Schramm menyatakan bahwa fungsi media massa dapat dimanfaatkan
sebagai “ To sells goods for us “ artinya bahwa media massa dapat dimanfaatkan
sebagai ajang promosi.
Dari hasil pengamatan para pakar tersebut apabila digabungkan akan dapat
saling melengkapi, sehingga fungsi media massa adalah :13
1. Sebagai media penerangan
Menyampaikan informasi kepada masyarakat luas sehingga mereka dapat
mengetahui keadaan yang terjadi di luar dirinya baik dalam lingkungan
daerah, nasional maupun internasional.
2. Sebagai media pendidikan
Memberikan pendidikan secara luas baik untuk pendidikan formal maupun
non formal dengan penyajian materi yang baik, menarik dan mengesankan
kepada masyarakat luas.
3. Sebagai media hiburan
Memberikan kesenangan hati kepada masyarakat melalui alat hiburan
berupa lagu, lirik, bunyi dan gambar.
13
Darwanto. Op.Cit, hal 15
19
4. Sebagai media promosi
Sebuah sarana untuk produsen dalam menyampaikan barang atau jasa
dengan keunggulan masing-masing yang dimilikinya kepada masyarakat
luas untuk dipergunakan.
Sehingga tidak heran apabila televisi sebagai media massa mempunyai
kemampuan untuk menyebarkan informasi kepada komunikan dalam jumlah yang
relatif banyak.
Tetapi
walaupun
demikian
meskipun
televisi
sedemikian
pesat
berkembangnya, ini tidak berarti bahwa media massa lain terdesak olehnya, tetapi
dengan kehadiran media massa ini akan menyebarkan saling mengisi kekurangan
masing-masing, sehingga semakin lengkap informasi yang diterima oleh
khalayak.
2.2 Televisi Sebagai Media Massa
Dengan berkembangnya teknologi komunikasi dunia kini dirasakan
semakin sempit, karena dalam beberapa saat saja kita dapat berhubungan dengan
yang lain, walaupun kita di belahan bumi yang berbeda, sehingga rasanya kita
berada di dalam suatu tempat di dunia, suatu masyarakat dunia.14
Akibat
dari
berkembang
pesatnya
teknologi
komunikasi
ini
mengakibatkan berkembangnya media massa , bukan saja media cetak, tetapi juga
14
Onong Uchjana Effendy. 2003. Televisi Siaran Teori dan Praktek. PT. Citra Aditya Bakti.
Bandung. hal 21
20
kepada media elektronik seperti radio dan televisi, bahkan sekarang ini televisi
sedang memegang peranan yang sangat berpengaruh.
Televisi sebagai bagian dari kebudayaan audio visual merupakan medium
paling berpengaruh dalam membentuk sikap dan kepribadian masyarakat secara
luas. Hal ini disebabkan oleh satelit dan pesatnya perkembangan jaminan televisi
yang menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil
Televisi sendiri membawa kultur yang dengan sendirinya mulai bertumbuh
di masyarakat. Apalagi sebetulnya yang esensial dari kultur ini pada hakikatnya
sudah dikenal sejak lama, sebelum kebudayaan tulis atau cetak menggesernya.
Unsur enssial dari kebudayaan televisi berupa penggunaan bahasa verbal dan
visual, sekaligus dalam rangka menyampaikan sesuatu seperti pesan, informasi,
pengajaran, ilmu dan hiburan.
Televisi sebagai produk teknologi maju berkembang sejalan dengan
perkembangan teknologi itu sendiri dan telah menyentuh kepentingan umat
manusia, hal itu tidak bisa dipungkiri lagi yang disebabkan oleh kekuatan yang
dimiliki oleh televisi sebagai alat dan yang merupakan salah satu bagian dari
sistem yang besar sehingga mampu menciptakan daya rangsang yang sangat
tinggi dalam mempengaruhi sikap, tingkah laku, dan pola berpikir khalayaknya,
dimana akhirnya menyebabkan banyak sekali perubahan yang terjadi di dalam
masyarakat.
Sesuai dengan cara menyampaikan pesan informasinya, televisi sebagai
media massa seperti halnya radio dimana proses komunikasinya hanya berjalan
satu arah saja (one way communication), artinya si penerima pesan (komunikan)
21
tidak dapat berhubungan langsung dengan pengirim pesan (komunikator),
demikian pula komunikatornya pada media televisi tidak bersifat individual
melainkan bersifat kolektif, sedang massa komunikatornya adalah para penonton
yang mempunyai karakteristik sendiri.
Istilah televisi berasal dari kata “tele“ yang berarti jauh dan “ visi “ yang
berarti penglihatan. Segi jauhnya ditransmisikan dengan prinsip-prinsip radio
sedangkan segi penglihatannya diwujudkan dengan prinsip-prinsip kamera
sehingga menjadi gambar, baik dalam bentuk gambar hidup atau bergerak
(moving picture) maupun gambar diam (still picture).
Televisi dianggap sebagai media yang mampu menyiarkan informasi
secara memuaskan. Hal ini disebabkan dua faktor yang terdapat pada media massa
tersebut, yaitu :
1.
Immediacy, menyangkut pengertian langsung dan dekat, yakni peristiwa
yang disiarkan oleh stasiun televisi dapat dilihat dan didengar oleh
pemirsa pada saat peristiwa tersebut berlangsung.
2.
Realism, mengandung makna kenyataan, ini berarti bahwa stasiun
televisi menyiarkan informasi audio dan visual dengan perantara
mikrofon dan kamera apa adanya sesuai dengan kenyataan.15
Dari balik itu semua, kiranya dapat dimengerti mengapa perkembangan
media televisi begitu cepat, karena sebagai media massa dirasakan sangat besar
15
Morissan. 2005 Media Penyiaran Strategi Mengelola Radio dan Televisi. PT Ramdina
Prakarsa, Tangerang. hal 97
22
manfaatnya, dimana suatu peristiwa yang terjadi di belahan bumi yang berbeda
dalam waktu bersamaan dapat diikuti khalayak di belahan bumi yang lain, dengan
jumlah penonton yang relatif tidak terbatas jumlahnya.
2.3 Program Televisi
Kata “ program ” berasal dari bahasa Inggris programme atau program
yang berarti acara atau rencana, jadi program adalah segala hal yang ditampilkan
stasiun penyiaran untuk memenuhi kebutuhan audiennya. Program atau acara
yang disajikan adalah faktor yang membuat audien tertarik untuk mengikuti siaran
yang dipancarkan stasiun penyiaran televisi.
Di dalam televisi ada berbagai jenis program yang dapat dikelompokan
menjadi dua bagain besar dan dari masing-masing bagian dapat dijabarkan seperti
di bawah ini, yaitu :
1. Program Informasi ( berita )
a. Berita keras ( Hard News ) yaitu laporan berita terkini yang harus
segera disiarkan
b. Berita lunak ( Soft News ) yaitu kombinasi dari fakta, gosip, dan
opini.
2. Program Hiburan ( entertainment )
a. Musik, di dalam program musik dapat ditampilkan dengan dua
format yaitu videoklip atau konser. Program musik di televisi saat ini
sangat ditentukan dengan kemampuan artis menarik audien, tidak
23
hanya dari kualitas suara namun juga berdasarkan bagaimana
mengemas penampilannya agar menjadi menarik lebih baik.
b. Drama Permainan ( game show ), merupakan suatu bentuk program
yang melibatkan sejumlah orang baik secara individu ataupun
kelompok yang saling bersaing untuk mendapatkan sesuatu,
menjawab pertanyaan dan atau memenangkan suatu bentuk
permainan dan dapat melibatkan audien.
c. Pertunjukan adalah sebuah program siaran yang menampilkan satu
atau banyak pemain yang
berada di atas panggung yang
menunjukan kemampuannya kepada sejumlah orang atau hanya
kepada audien televisi.
Selain pembagian jenis program berdasarkan di atas, terdapat pula
pembagian program berdasarkan sifak faktual dan fiktif. Program faktual
meliputi: program berita, documenter atau reality show hingga program acara
variety show. Sementara program yang bersifat fiktif antara lain program drama
atau komedi.
Menurut Vane-Gross, setiap program yang ditayangkan stasiun televisi
memiliki dua bentuk, yaitu :
a.
Dominasi Format ( format dominant ), dalam format ini konsep acara
merupakan kunci keberhasilan program. Pemain dipilih untuk
memenuhi persyaratan dari inti cerita yang hendak dibangun, dan
biasanya yang menggunakan format ini adalah program acara reality
show.
24
b.
Dominasi Bintang ( star-dominant ), seorang pemain atau bintang
yang menjadi unsur utama yang ditonjolkan, karena program acara
berformat seperti ini memang mengandalkan pemain atau bintang
yang memiliki daya tarik yang cukup tinggi, daya tariknya tidak
hanya sekedar fisik, tetapi juga memiliki nilai pengetahuan yang
cukup luas ( smart ). 16
2.4 Khalayak Televisi
2.4.1 Pengertian Khalayak
Khalayak dapat disebut dengan istilah penerima, sasaran, pembaca,
pendengar, pemirsa, audience atau komunikan. Khalayak adalah salah satu faktor
utama dari proses komunikasi karena itu unsur khalayak tidak boleh diabaikan
karena berhasil atau tidaknya suatu proses komunikasi sangat ditentukan oleh
khalayak. Suatu kegiatan komunikasi yang diboikot oleh khalayak sudah pasti
komunikasi itu akan gagal dalam mencapai tujuannya. 17
Khalayak adalah sekumpulan orang yang teroganisir dalam tempat dan
waktu tertentu dimana masing-masing secara suka rela datang ke suatu tempat
karena memiliki perhatian yang sama serta tujuan yang hampir sama pula yaitu
ingin memperoleh hiburan.
Dengan demikian, saat ini konsepsi khalayak menunjuk pada
sekumpulan orang yang terbentuk sebagai akibat atau hasil dari kegiatan
komunikasi yang dilakukan dalam jumlah besar dan tersebar secara luas, banyak
16
17
Ibid, hal 100
Hafied Cengara, Opcit, hal 157
25
diantaranya tidak saling mengenal satu dengan yang lain dan juga heterogen
(beragam) dalam hal ciri-ciri sosial ekonomi dan geografisnya.18
2.4.2
Karakteristik Khalayak
Karakteristik dari khalayak sangatlah beragam. Berikut adalah beberapa
karakteristik dari kalayak:
1. Khalayak sebagai penggarap informasi
Pada dasarnya pengolahan informasi yang terjadi pada pihak
khalayak bersifat selektif. Penerima pesan pada saat berhadapan dengan
informasi tertentu akan melakukan penginterpretasian atau pemecahan
kode, hasilnya tidak seluruh isi informasi dapat diserap oleh si penerima
secara utuh. Suatu dari beberapa bagian pesan tersebut mungkin tidak akan
dicerna karena tidak masuk dalam kernagka pengetahuna, pengalaman
hidupnya atau dipandang tidak sesuai dengan keperluan, minat dan
orientasinya.
2. Khalayak sebagai problem solver
Khalayak jelas tidak lepas dari permasalahan mereka masingmasing. Mereka juga selalu berusaha mencari cara pemecahannya. Tujuan
optimalnya tentu untuk meniadakan keseluruhan permasalahan yang
tengah dialaminya. Dari pihak khalayak salah satu fungsi yang diharapkan
dari penyebaran informasi melalui media massa bahwa informasi tersebut
mampu membantu memecahkan permasalahan yang dihadapinya dengan
18
Sasa Djuarsa Sendjaja. 1999. Pengantar Komunikasi. Universitas Terbuka. Jakarta. hal 925
26
demikian pesan yang tidak membantu mereka akan diabaikan dan tidak
mendapat perhatian mereka.
3. Khalayak sebagai mediator
Pada dasarnya proses penyebaran informasi tidak berhenti pada
khalayak secara langsung, ada penyebaran informasi melalui tahap dimana
seorang khalayak setelah menerima informasi dari suatu medium
kemungkinan besar akan meneruskan informasi tersebut kepada orang lain
dan
orang
yang
menerima
informasi
itupun
selanjutnya
akan
menyampaikan kembali kepada orang lainnya, begitu seterusnya.
4. Khalayak yang mencari pembela
Ketika seorang mengalami krisis keyakinan maka mereka akan
mencari informasi yang dianggap dapat mendukung keyakinannya. Jadi
seseorang memilih suatu medium karena informasi yang diperolah dari
medium tersebut mampu mendukung keyakinannya.
5. Khalayak sebagai anggota kelompok
Sebagai makhluk sosial seorang individu juga terikat oleh nilainilai kelompok yang diikutinya dengan demikian informasi yang diperoleh
khalayak melalui suatu medium akan diproses melalui dua dimensi yaitu
pertama yang berkaitan dengan nilai-nilai yang dipegang secara pribadi,
kedua yaitu yang berhubungan dengan kedudukannya sebagai anggota
kelompok.
27
6. Khalayak sebagai kelompok
Mengingat sifat keragaman khalayak maka diperlukan adanya
segmentasi khalayak. Melalui segmentasi ini khalaak dipandang sebagai
suatu kelompok yang secara relatif mempunyai ciri-ciri yang tidak terlalu
beragam.
7. Selera khalayak
Setiap khalayak mempunyai sifat yang berbeda satu sama lain, agar
penyampaian informasi mencapai sasrannya maka perlu diketahui apa dan
bagaimana selera khalayak yang akan dijangkau.
8. Khalayak sebagai layaknya suatu medium
Boleh jadi sejumlah orang dalam masyarakat telah menjadi
khalayak yang setia dalam satu atau beberapa media massa tertentu.
Tingkat loyal terhadap media massa tersebut sudah sangat ketatnya
sehingga sulit untuk beralih ke media massa lainnya.19
2.4.3 Jenis-jenis Khalayak
Menurut Rogers, khalayak dibagi menjadi lima jenis yaitu :
1. Pembaru yaitu mereka yang senang pada perubahan dengan berani uji coba
yang penuh resiko. Golongan ini terbuka pada dunia luar, diterpa oleh
media massa serta memiliki pengetahuan teknis pada bidang-bidang
tertentu.
19
Sasa Djuarsa Sendjaja, op. cit, hal 926
28
2. Penerima dini yaitu mereka yang pertama kali menerima ide atau
informasi
baru
dari
pembaharuan.Mereka adalah
golongan
yang
berinteraksi dengan sistem sosial yang ada. Biasanya mereka menjadi
tempat bertanya dari orang-orang sekitarnya.
3. Penerima mayoritas cepat yaitu mereka yang tergolong sebagai penerima
pesan-pesan sebelum rata-rata anggota lainnya menerima ide tersebut.
4. Penerima mayoritas lambat yaitu mereka yang menerima ide-ide baru
setelah rata-rata anggota lainnya menerima lebih awal. Mereka menerima
setelah melihat ide baru itu membawa keuntungan secara ekonomis atau
setelah mereka mendapat tekanan demi keagamaan dirinya.
5. Pengikut yaitu mereka yang menerima paling akhir dari sistem sosial yang
ada. Mereka tidak mempunyai pendapat dan mereka menerima ide-ide
baru setelah rat-rata orang disekitarnya memanfaatkan hasil ide-ide baru
tersebut.20
2.5 Pengaruh Media Masaa
2.5.1
Pengertian Pengaruh
Pengaruh adalah respon dari komunikan terhadap pesan yang
dilancarkan.Kegiatan komunikasi melalui media massa diharapkan mempunyai
hasil atau efek. Sesuatu kegiatan komunikasi akan mencapai hasil bila komunikasi
itu memberikan efek berupa respon.21
20
21
Hafied Cengara,op. cit, hal 169
Sunarjo dan Djonaesih S Sunarjo. 1983. Himpunan Istilah Komunikasi. Liberty. Jogjakarta. hal
25
29
Suatu
peristiwa
komunikasi
pasti
mempunyai
tujuan
yaitu
mempengaruhi khalayak. Pengaruh adalah perbedaan antara yang difikirkan,
dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima respon.
Pengaruh adalah salah satu elemen dalam komunikasi yang sangat
penting untuk mengetahui berhasil atau tidaknya komunikasi yang kita inginkan.
Pengaruh bisa terjadi dalam bentuk pengetahuan, sikap dan perilaku. Pada tingkat
pengetahuan, pengaruh bisa terjadi dalam bentuk perubahan persepsi dan
pendapat.
Sementara itu perubahan terjadi bila terdapat perubahan penilaian
terhadap suatu objek karena adanya informasi yang lebih baru. Antara perubahan
persepsi dan perubahan pendapat terdapat hubungan yang sangat erat sebab
persepsi yang dilakukan dengan interpretasi dapat diorganisasi menjadi pendapat.
Adapun yang dimaksud dengan sikap adalah adanya perubahan internal
pada diri seseorang yang diorganisasi dalam bentuk prinsip sebagai evaluasi yang
dilakukannya terhadap suatu objek, baik yang terdapat didalam maupun diluar
dirinya. Dalam banyak hal, terutama yang berkaitan dengan kepercayaan suatu
ideologi, orang bisa berubah sikap karena melihat bahwa apa yang tadinya
dipercaya tidak benar, oleh karena itu ia berubah sikap untuk mengganti dengan
kepercayaan lain.
Sementara itu yang dimaksud dengan perubahan perilaku adalah
perubahan yang terjadi dalam bentuk tindakan.22
22
Hafied Cengara, op.cit, hal 165
30
2.5.2
Proses Terjadinya Pengaruh
David K. Berlo memuat formula komunikasi yang dikenal dengan formula
SMCR yaitu surce (pengiriman), message (pesan), channel (saluran/media),
receiver (penerima).
Selain lima formula tersebut, Shanon dan Berlo, Charles Osgood, Gerald
Miller dan Melvin L. De Fleur menambahkan lagi unsur efek dan umpan balik
(feed back) sebagai pelengkap dalam membangun komunikasi yang sempurna.
Pandangan terakhir adalah munculnya pandangan dari Joseph De Vito, K yang
menilai faktor lingkungan merupakan unsur yang tidak kalah pentingnya.
a. Sumber
Semua peristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai
pembuat atau pengirim informasi, sumber bisa terdiri dari satu orang
tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok atau suatu organisasi, dalam
penelitian ini yaitu produser Eagle Award 2008.
b. Pesan
Sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima melalui media
komunikasi
c. Media
Alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada
penerima yaitu berupa media massa.
d. Penerima
Pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber.
Penerima adalah elemen paling penting dalam proses komunikasi.
31
e. Pengaruh
Perbedaan antara apa yang dipikirka, dirasakan dan dilakukan oleh
penerima sebelum dan sesudah menerima pesan.
f. Tanggapan balik
Adalah salah satu bentuk daripada pengaruh yang bersal dari
penerima dan dari unsur lain seperti pesan dan media.
g. Lingkungan
Faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi jalnnya komunikasi
(lingkungan fisik, lingkungan sosial budaya, lingkungan psikologis
dan dimensi waktu)
2.5.3
Jenis-Jenis Pengaruh Media Massa
Terdapat beberapa jenis pengaruh media massa terhadap khalayak.
Pengaruh tersebut adalah:
1. Kognitif yaitu terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui,
dipahami atau dipersepsi khalayak. Efek ini berkaitan dengan
transmisi pengetahuan, keterampilan dan informasi.
2. Afektif yaitu timbul bila ada perubahan pada apa yang dirasakan,
disenangi atau dibenci khalayak. Efek ini berhubungan dengan
emosi, sikap atau nilai.
32
3. Konatif atau behavioral yaitu merujuk pada perilaku nyata yang
diamati, meliputi pola-pola tindakan, kegiatan atau kebiasaan
perilaku.23
2.5.4
Pengetahuan
Pengertian pengetahuan menurut situs wikipedia adalah informasi atau
maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk,
tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur
yang secara pernyataannya adalah benar atau berguna dan pengetahuan muncul
ketika seseorang menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda
atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya.24
Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman
inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori.
Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan pengamatan dan observasi
yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga
dapat berkembang menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat
melukiskan dan menggambarkan segala ciri, sifat, dan gejala yang ada pada objek
empiris tersebut. Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman
pribadi manusia yang terjadi berulangkali. Misalnya, seseorang yang sering dipilih
untuk memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan pengetahuan
tentang manajemen organisasi. Selain pengetahuan empiris, ada pula pengetahuan
23
24
Jalaludin Rakhmat. 2001. Psikologi Komunikasi. Remaja Rosdakarya. Bandung. hal 219
http:/www.wikipedia.com/kamus
33
yang didapatkan melalui akal budi yang kemudian dikenal sebagai rasionalisme.
Rasionalisme lebih menekankan pengetahuan yang bersifat apriori; tidak
menekankan pada pengalaman. Misalnya pengetahuan tentang matematika. Dalam
matematika, hasil 1 + 1 = 2 bukan didapatkan melalui pengalaman atau
pengamatan empiris, melainkan melalui sebuah pemikiran logis akal budi.25
2.6 Sikap Peduli Terhadap Lingkungan Hidup
2.6.1
Sikap
2.6.1.1 Pengertian Sikap
Sikap adalah perasaan seseorang tentang obyek, aktivitas, peristiwa dan
orang lain. Perasaan ini menjadi konsep yang mewakili suka atau tidak sukanya
(postif, negatif atau netral) seseorang terhadap sesuatu. 26
Sikap muncul dari berbagai bentuk penilaian dan sikap dikembangkan
dalam tiga model yaitu afeksi, kecenderungan perilaku dan kognisi. Dalam hal ini
yang
dimaksud
dengan
respon
afektif
adalah
respon
fisiologis
yang
mengekspresikan kesukaan individu pada sesuatu. Kecenderungan perilaku adalah
indikasi verbal dari maksud seorang individu. Respon kognitif adalah
pengevaluasian secara kognitif terhadap suatu objek sikap dimana manusia
dengan daya nalarnya dapat memutuskan perilaku apa yang akan diambilnya yang
secara sistematis memanfaatkan informasi yang tersedia disekitarnya27
25
26
27
Meliono,Irmayanti,dkk. 2007. MPKT Modul 1. Lembaga Penerbitan FE UI. Jakarta. hal 27
Jung,C.G. 1996. Two Essays on Analytical Psycology. Princeton University Press. New York.
hal 82
Ibid,hal 84
34
Dalam hal ini penelitian hanya difokuskan pada respon kognitif dan respon
afektif khalayak, khususnya mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas
Mercu Buana Jakarta yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan hidup.
Tayangan Eagle Award 2008 diharapkan dapat memberikan informasi
mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup kepada
khalayak sehingga respon kognitif yang timbul adalah sikap untuk ikut berperan
aktif dalam memelihara lingkungan hidup disekitarya dan dapat pula
menimbulkan rasa cinta terhadap alam sebagai respon afektif yang timbul
sehubungan dengan penayangan Eagle Award 2008 tersebut.
2.6.1.2 Pembentukan Sikap
Seseorang tidak dilahirkan dengan sikap dan pandangannya, melainkan
sikap tersebut terbentuk sepanjang perkembangannya. Dimana dalam interaksi
sosialnya, individu bereaksi membentuk pola sikap tertentu terhadap berbagai
objek psikologis yang dihadapinya.28
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah pengalaman
pribadi, kebudayaan, orang lain yang dianggap penting, media massa, institusi
atau lembaga pendidikan dan lembaga agama, serta faktor emosi dalam diri
individu. 29
a. Pengalaman Pribadi
Tidak adanya pengalaman yang dimiliki seseorang dengan suatu
objek psikologis, cenderung akan membentuk sikap negetif terhadap
objek tersebut. Sikap akan lebih mudah terbentuk jika yang dialami
28
29
Azwar S. 1995. Sikap Manusia: Sikap dan Pengukurannya. Liberty. Yogyakarta.
Ibid
35
seseorang terjadi dalam situasi yang melibatkan emosi, karena
penghayatan akan pengalaman lebih mendalam dan lebih lama
membekas.
b. Pengaruh orang lain yang dianggap penting
Individu pada umumnya cenderung memiliki sifat yang konformis
atau searah dengan sikap yang dianggap penting yang didorong
keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghindari konflik.
c. Pengaruh kebudayaan
Pengaruh lingkungan (termasuk kebudayaan) membentuk pribadi
seseorang. Kepribadian merupakan pola perilaku yang konsisten yang
mengambarkan sejarah yang kita alami. Kebudayaan memberikan corak
pengalaman bagi individu dalam suatu masyarakat. Kebudayaanlah yang
menanamkan garis pengarah sikap individu terhadap berbagai masalah.
d. Media massa
Berbagai bentuk mdia massa seperti televisi, radio, surak kabar,
majalah dan lain-lain mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan
opini dan kepercayaan orang. Media massa memberikan pesan-pesan
yang sugestif, yang mengarahkan opini seseorang. Adanya informasi
baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi
terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Jika cukup kuat, pesan-pesan
sugestif akan member dasar afektif dalm menilai sesuatu hal sehingga
terbentuklah arah sikap tertentu.
36
e. Lembaga pendidikan atau lembaga agama
Lembaga pendidikan serta lembaga agama sebagai sesuatu sistem
mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap dikarenakan keduanya
meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu.
Pemahaman akan baik dan buruk, garis pemisah antara sesuatu yang
boleh dan tidak boleh dilakukan, diperoleh dari pendidikan dan dari pusat
keagamaan serta ajaran-ajarannya.
Dikarenakan konsep moral dan ajaran agama sangat menetukan
sistem kepercayaan, maka tidaklah mengherankan jika pada gilirannya
kemudian, konsep tersebut ikut berperan dalam membentuk sikap
individu terhadap sesuatu hal.
Apabila terdapat sesuatu hal yang bersifat controversial, pada
umumnya orang akan mencari informasi lain untuk memperkuat posisi
sikapnya atau mungkin juga orang tersebut tidak mengambil tindakan
memihak. Dalam hal seperti itu, ajaran moral yang diperoleh dari
lembaga pendidikan atau lembaga agama sering kali menjadi determinan
tunggal dalam menentukan sikap.
f.
Faktor emosional
Suatu bentuk sikap terkadang didasari oleh emosi, yang berfungsi
sebagai semacam penyaluran prustasi atau pengalihan bentuk mekanisme
pertahanan ego. Sikap demikian dapat merupakan sikap sementara dan
segar berlalu begitu prustasi telah hilang, akan tetapi dapat pula
merupakan sikap yang lebih persisten dan bertahan lama.
37
2.6.2
Peduli Terhadap Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup dapat diartikan sebagai suatu tempat dimana terdapat
organisme (makhluk hidup) atau kepentingan organisme di dalamnya.30
Lingkungan hidup merupakan keterpaduan secara holistik, evolusioner dan
interaksi antara ekosistem yang bermoral alam dengan sosiosistem yang bermoral
manusia.
31
Lingkungan hidup juga didefinisikan sebagai kesatuan ruang dengan
semua benda, daya, keadaan dan mahkluk hidup yang termasuk di dalamnya
manusia dan perilakunya yang mempengaruhi hidup lainnya.32 Dari definisi
tersebut maka dapat dilihat dua sistem dalam lingkungan hidup yaitu sosiosistem
dan ekosistem.
Sosioekosistem yaitu tatanan dan sistem kesatuan ruang yang dibentuk
oleh komponen-komponen human concern yang terdiri dari antara lain demografi,
sosial, ekonomi, kebudayaan, agama, pendidikan, etik, estetik, politik, hankam,
kesehatan dan teknologi.33
Ekosistem merupakan satu kesatuan yang dibentuk oleh hubungan
interaksi dan interdefensi yang dinamis antara mahkluk hidup dengan sesamanya
dan dengan lingkungan geofisik dan limianya. Biasanya dalam suatu proses yang
terjadi di dalam ekosistem dibutuhkan masukan dan keluaran materi dan energi,
dan di dalam kondisi alam antara masukan dan pengeluaran terjadi keseimbangan
sehingga sering ekosistem didefinisikan sebagai suatu tatanan, suatu sistem
30
31
32
33
Harahap A, Manani I dan Ramli H. 1997. Islam dan Lingkungan Hidup. Swarna Bhumy.
Jakarta.
Martopo, S. 1997. Keserasian Lingkungan Hidup. Makalah dalam Diskusi Panel Islam dan
Lingkungan Hidup. Tanggal 19 April 1997.
UU RI No. 4 Tahun 1982
Ibid
38
kesatuan ruang yang dibentuk oleh jalinan hubungan interaksi dan interdefensi
yang dinamis antara mahkluk hidup, linngkungan geofisik kimianya yang di
dalamnya selalu terjadi keseimbangan antara masukan dan keluaran materi dan
energi.
Dalam pembahasan ini, lingkungan alam adalah daya dukung alam. Yakni
hal-hal yang dimiliki oleh alam serta kemampuannya untuk mendukung
kehidupan manusia. Berkurangnya daya dukung alam akan berakibat pula
terhadap kemampuan alam untuk mendukung kehidupan manusia. Daya dukung
alam meliputi segala kekayaan alam yang terdapat di muka bumi termasuk juga
kekayaan alam yang ada di dalam perut bumi. Ringkasnya segala kekayaan alam
yang ada diciptakan oleh Tuhan untuk kepentingan kehidupan manusia di muka
bumi ini.
Dalam
perkembangan
sejarah
dan
pola sikap
perkembangan
mausia,
manusia terhadap
alam
tampaklah
dan
semacam
lingkungannya.
Perkembangan pola sikap tersebut adalah : manusia memperlakukan alam secara
berlebihan dengan menyembah dan memujanya (1), manusia memanfaatkan alam
dan tergantung padanya (2), manusia menguras dan menggerogoti alam dan
lingkungannya (3), manusia merasa ditinggalkan alam dan oleh sebab itu
membutuhkannya (4), manusia sadar bahwa alam harus dirawat dan didekati
sebagai lingkungan hidup yang menentukan kelangsungannya sebagai mahkluk
(5).34
34
Ari Widiyanta. Makalah: Sikap Terhadap Lingkungan (Tinjauan Islam dalam Menyelesaikan
Masalah Lingkungan). Fakultas Kedokteran Program Studi Psikologi. Universitas Sumatra
Utara.
39
Sementara itu, Thomson dan Barton menyatakan paling tidak ada tiga
sikap yang mendasari dukungan individu terhadap permasalahan lingkungan yaitu
ekosentrik, antroposentik dan apatis.35
1. Ekosentrik
Individu
yang
bersikap
ekosentrik
memandang
bahwa
perlindungan terhadap lingkungan alam dilakukan untuk kepentingan
lingkungan itu sendiri, oleh karena itu mereka berpendapat bahwa
lingkungan alam memang patut mendapat perlindungan karena nilai-nilai
intrinsik yang dikandungnya. Individu yang memiliki sikap ekosentrik
cenderung lebih banyak memberikan perhatian terhadap permasalahan
lingkungan dan lebih banyak terlibat dalam kegiatan konservasi
lingkungan.
2. Antroposentrik
Antroposentrik adalah kecenderungan untuk memandang alam
sebagai suatu sumber yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.
Individu dengan sikap antroposentrik cenderung memiliki perhatian yang
kurang terhadap permasalahan lingkungan alam dan jarang melakukan
kegiatan konservasi atau perlindungan lingkungan alam. Perhatian mereka
terhadap lingkungan alam lebih karena kepentingan dirinya.
3. Apatis
Apatis
adalah
ketidakpedulian
terhadap
permasalahan-
permasalahan lingkungan. Orang yang memiliki sikap apatis terhadap
35
Ibid
40
lingkungan alam memiliki kecenderungan tidak mengadakan konservasi
terhadap lingkungan alam.
2.7 Hipotesa Statistik
Hipotesis harus dihubungkan dengan teknik penelitian yang digunakan.
Teori dan metode bukanlah hal yang bertentangan. Ahli teori yang tidak tahu
teknik untuk menguji hipotesisnya tidak akan mampu merumuskan masalah
yang ditelitinya. Sebelum meneliti masalah kita harus mempelajari beberapa
teknik yang pernah digunakan untuk mengukur faktor-faktor yang pernah
diteliti.36 Dalam hal ini Hipotesis yang peneliti buat adalah :
Ho : Ada pengaruh tayangan Eagle Award 2008 di Metro TV terhadap sikap
peduli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana
terhadap lingkungan hidup.
H1 : Tidak pengaruh tayangan Eagle Award 2008 di Metro TV terhadap
sikap peduli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana
terhadap lingkungan hidup.
Untuk menguji hipotesis yang telah peneliti buat, peneliti akan
menggunakan metode statistik dengan skala interval dan rasio, yaitu analisis
regresi dan pengukuran koefisien korelasi.
36
Jalaludin Rakhmat. 1995. Metode Penelitian Komunikasi. Universitas Terbuka. Jakarta. hal 114
Download