Terapi paliatif tumor tulang sekunder dengan - ANSN

advertisement
Prasiding Presentasi Ilmiah Keselatnatan Radiasi dan Lingkung~~
JioteJ
Kartika
Chandra,
.14 Vesember
:J,O04
TERAPI PALIATIF MET AST ASE TUMOR PADA TULANG DENGAN
SAMARIUM (Srn-153) EDTMP
BagaswotoPujomartono
SubbagianKedokteranNuklir, BagianRadiologiFK-UGMjRS Dr. Sardjito,Jogjakarta
ABSTRAK
TERAPI PALIATIF TUMOR TULANG SEKUNDER DENGAN SAMARIUM (Sm)-153 EDTMP.
Latar belakang: Penggunaan radionuklida dalam kedokteran saat ini sudah merupakan hal yang
biasa daD memberikan basil yang signifikan secara paliatif mengurangi ataupun menghilangkan
rasa sakit yang diderita pasien dengan metastasispada tulang yang multiple., Tujuan penelitian ini
untuk mengevaluasi efek paliasi dari Sm-153 EDTMP yang telah diberikan pada pasien dalam hal
mengurangi rasa sakit yang diakibatkan adanya metastasis pada tulang. Secara retrospektif
dilakukan evaluasi pada catalan medik pasien yang telah mendapat terapi Sm-153 EDTMP yang
diberikan secara intravena dalam dosis 30 mCi. dari bulan September-2001 sampai dengan bulan
April-2002. Selanjutnya dilakukan analisis secara diskriptif. Selama bulan September-2001 sampai
dengan April-2002 didapatkan 20 pasien yang terdiri dari 7 laki-laki daD 13 wanita. Karsinoma
mammae 6, nasofaring 4, ginjal 4, daD masing-masing 1 orang pada karsinoma ovarium, servik,
paru, GCT, meningioma dengan distruksi tulang kepala daD 1 pasien lagi tidak diketahui
primernya. Keterlibatan blJang single pada kepala 1 orang sedangkan 19 lainnya multiple pada
beberapa tulang. Seluruh pasien merasakan adanya penurunan rasa sakit tulang yang signifikans
yang mulai dirasakan pada 1 hari sampai dengan 3 hari setelah injeksi. Relatif tidak terdapat efek
samping pada seluruh pasien. Satu pasien mengeluh pusing pada 24 jam setelah injeksi. Seluruh
pasien merasakan adanya pengurangan rasa sakit yang dideritanya mulai pada 24 jam sampai 3
hari setelahsuntikan. Tidak terdapat adanya efek samping Sm-153 EDTMP yang berarti.
ABSTRACT
PALLIATIVE THERAPY OF METASTATIC BONE TUMOR USING SAMARIUM (Sm)-153
EDTMP. The use of radionuclide in medicine is now becoming quite commom. It offers significant
contribution in the management of clinical condition particularly in the treatment and palliative
management. It has been widely accepted in the area with high prevalence of cancers, such as the
use of Radioiodine for thyroid cancer, Strontium (Sr-89)and Samarium (Sm-153)to control the pain
in the affected bones in the later stages of cancer.Objective:To evaluate the palliative effect of Sm153 EDTMP therapy in patients with bone metastasis. Methods: A retrospective study was
performed to evaluate the medical report of patients who received Sm-153 EDTMP with 30 mCi
dosage which was introduced intravenously during September, 2001 to April,2002. A descriptive
analysis was applied in these data. Results: During September-2001 to April-2002 a total 20
patients 7 males and 13 females were collected, comprising of 6 breast cancers, 4 nasopharynx
cancers, 4 renal cancers, and 1 each of ovarian cancer, cervical cancers, lungs. cancers, giant cell
tumor, meningeal with bone distruction and undetected of primary cancers. Relief of pain was
o!>servedin 1 to 3 days post injection. Almost all casesdid not show any side effect of drug except
one with dizziness 24 hours post injection.Conclusion: Sm-153 EDTMP has beetl used in the
treatment of 20 patients with bone metastasistumors. Almost all patients reported the pain relief
within 24 hours to 3 days post injection. There was no side effect reported except one with
dizziness 24 hours post injection.
217
Prosiding
Presentasi
llmiah
Keselamatan
liotel
I. PENDAHULUAN
Penggunaan
Radiasi
KaJtika ~!!ndra,
dan Lingkung~.g
.14 ~ember
~O04
an yang diakibatkan adany~ kerusakan
untuk
pada tulang oleh karenal metastasis,
mengobati penyakit telah banyak ditemui,
misalnya pada metastasis kl4rena kanker
diantaranya
prostata. Terapi dengan
kanker
radionuklida
Iodium-131
tiroid.
untuk
Pandangan
terapi
masyarakat
tentang terapi yang dilakukan
dokter
dengan menggunakan radionuklida
atau
dalam
bidang
j
adionUklida
onkologi
peran baik
mempunyai
paliatif
mau un kuratif.
Sebagai contoh terapi den~an Sm-153
radioisotop sekarang ini menjadi sangat
untuk rasa sakit tulang pada tumor
penting. Terdapat temuan bahwa terapi
dengan radionuklida mempunyai kontri-
metastasis tulang inerupctkan
paliatif, sedangkanterapi ~engan 1-131
busi yang signifikan dalam manajemen
pada kanker tiroid merup~an
dari berbagai kondisi
kuratif.
dalam
onkologi,
terutama
kuratif
Dalam makalah ini ajkan dibica-
maupun paliatif [1,2]. Telah diterimanya
rakan peran paliatif clan se~ikit kuratif
terapi
bidang
klinis,
baik
peran
radionuklida oleh
masyarakat dalam hal ini
dokter dan
daTi Samarium-153
pasien clan
minetetramethyZenerhosphonai4)
EDTMP
I (ethylenedia-
dalam
keluarganya,merupakan hal yang sangat
membantu mengurangi rasa Isakit tuIang
renting, terutama pada daerah-daerah
clan menghambat pertum~uhan pada
tertentu yang mempunyai jenis keganasan
tumor metastasistulang.
yang khas, misalnya daerah yang mempunyai
angka
insiden
kanker
tiroid,
II. TATA KERJA
Dilakukan pendataan qan evaluasi
pengobatan dengan Radioiodine menjadi
sangat relevan, sedangkan pada daerah
yang mempunyai insidens kanker payu
pada pasien yang telah
terapi
Sm-153
EDTMP
~
endapatkan
den
an
dosis
30
clara, pengobatan dengan Strontium-89
mCi di Peyalanan Kedokt ran Nuklir
(Sr-89) clan Samarium (Sm-153) menjadi
RSU Dr. Sardjito JOgjakarta
sangat relevan, untuk
menganggulangi
~
September
2001
samp~
bulan
gan
bulan
timbulnya rasa sakit tulang, pada pasien
April
dengan stadium yang sudah lanjut yang
kemudian dilakukan anatisis
dijumpai adanya metastasis pada sistema
diskriptif. Jurnlah seluruh p~sien ada 20
tulang baik single maupun multiple. Hal ini
yang terdiri dari laki-laki ~ orang dan
dikarenakan terapi dengan radionukIida
wanita 13 orang. Jenis dari Ikanker yang
dapat membantu mengurangi rasa kesakit-
ada
Puslitbang
Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir-Badan
2002. Dicatat
de
dari
juml hnya
karsinoma mammae 6
Tenaga Nuklir
Nasional
clan
secara
orang,
218
1erapi
Prasiding
Presentasi 1'7niah Keselam.atan
-'
IfoteJ
Nasoparing 4 pasien, ginjai 4 pasien dan
Kaltika
Radiasi dan Lingkung~""
O1andra,
14 Vesember
2004
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
orang paSlen pada
Gambar 1 menunjukkan skening
servik, paro, GCf,
meningioma dengan infiltrasi
tulang 24 jam setelah injeksi Sm-153,
ke tulang
dan 1 orang pasien lagi tidak diketahui
terdapat radioaktivitas
primernya. KeterIibatan tulang single pada
bagian tulang yang terIibat pada proses
kalvaria 1 orang sedangkan 19 orang
lainnya multiple pada beberapa tuIang.
pada bagian-
metastasis, aktivitas pada hepar terIihat
pada 9 orang pasien, tidak terlihat pada
5 pasien dan 6 pasien tidak dilakukan
skening karena adanya kerusakan alat
SPECf.
Gambar 1. Total Body Scanning tulang 24 jam pasca terapi Sm-153 EDTMP Facia pasien
dengan breast cancer dengan multiple metastasisFacia sistem tulang.
Samariun masuk Facia tulang yang mengalami lesi metastasi yang tampak
benlpa hot spot yang multiple
Di RSUP Dr. Sardjito telah dilakukan
denganSamarium-153EDTMPsejak
Setelah dilakukan terapi Facia umumnya
pasien-pasien merasa lebih baik daTi
bulan September 2001 yang lalli, yang
sebelumnya, rasa sakitnya berkurang
dilakukan pada pasien-pasien dengan
dalam berbagai tingkatan dari berkurang
keganasanyang sudah ada metastasis pada
sedikit sampai sangat berkurang clan ada
tulang yang pada umumnya
yang sebelumnya tidak- dapat- berjalan
Puslitbang
multiple.
Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir-Badan
Tenaga Nuklir
Nasional
219
Prosiding
Presentasi
llmiah
Keselamatan
Radiasi
lIOteJ Kartika
Chandra,
dan Lingkung~~
.14 ~~ember
:lOO4
menjadi dapat berjalan dan melakukan
fikan, yang mulai dirasakan I pada 1 hari
kegiatan keseharianya meskipun ada
keterbatasantertentu.
sampai 3 hari sesudah inj~ksi. Hampir
pada seluruh pasien tidak ter<;iapatadanya
Seluruh pasien yang mendapatkan
efek samping obat, hanya ~da 1 pasien
terapi Sm-153 EDTMP merasakan adanya
yang
,
penurunan rasa sakit tulang yang signi-
skening tulang 24 jam setelah injeksi.
mengeluh
pusing
pada
waktu
Tabell. Hubungan jenis lanker dengan rasa sakit pada tulang
sebelum daD sesudahterapi Sm-153 EDTP
RenalCell Carcinoma
4
9.50:t 0.58
2.75:i:O.96
0.001
BreastCancer
6
9.50:1:0.55
3.50:f: 1.87
0.001
NasopharynxCancer
4
9.25:i: 0.50
2.75:tO.50
Others
6
9.17:1: 0.41
2.33 :t 0.52
20
p = 0.618
p = 0.415
Junllah
t 0.001
t 0.001
Tabel 2. Hubungan antara jenis kelarnin clan sakit sebelum clan sesu4ah
terapi Sm-.153EDTP
I
Tabel3. Hubungan antara usia dengan sakit sebelum clan sesudah terai Sffit153 EDTP
PuslitbangKeselamatan
Radiasidan BiomedikaNuklir-BadanTenagaNuklir Nasional
220
serupa
dosis
Prasiding
Presentasi
Ilmiah
Keselamatan
Jiotel
Kartika
Radiasi
dan LingkungtRflX
Chandra, .14 Vesember
!JO04
Tabe14. Hubungan antara jumlah pemberian terapi Sm-153 EDTP dengan rasa sakit
Terapi dengan Sm-153 EDTMP
ditujukan terutama pada keganasan yang
dengan tanda-tanda adanya depresi
sumsum tulang.
sudah stadium Ianjut, yang sudah ada
Di RSUP Dr Sardjito pada umumnya
metastasis pada tulang, dan bertujuan
diberikan dalam dosis antara 20-30 mCi
utama untuk mengurangi adanya rasa
meskipun dapat diberikan sampai 50 mCi
tulang sebagai akibat adanya
kerusakanpada tulang yang terlibat pada
tergantung
Sebaiknya dilakukan skening tulang pada
proses metastasis. Terapi Sm-153 diberikan
24 jam setelah terapi. Pasien dengan
dalam bentuk garam lexidronam penta-
inkontinensia urine hams dipasang kateter
sodium clan tidak membutuhkan persiapan
sebelum dilakukan pengobatan. Tindak
yang khusus. Sebagai indikasi
lanjut
sakit
adalah
pada
berat badan pasien.
terhadap
pasien
dilakukan
terapi paliatif untuk mengurangirasa sakit
sekurang-kurangnya
tulang yang diakibatkan oleh metastasis
setelah terapi pada umumnya
yang mengambillabel Tc-99m biphospho-
kontrol pada setiap 2 minggu [3].
nate pada skening tulang. Sebagai kontra
sampai 8 minggu
Sebelum dilakukan
terapi
pasien
pasien
indikasi absolut adalah adanya kehamilan
perlu dilakukan
clan laktasi clan adanya hipersensitif terha-
rium darah rutin, fungsi hati dan fungsi
EDTMP atau senyawa phosphonate
pemeriksaan laborato-
ginjal serta skening tulang dengan Tc-99m
pasien yang
MDP. Pasien dalam keadaan hidrasi yang
diobati dengan kemoterapi clan hemi-body
bail. Terapi Sm-153 EDTMP 'diberikan
radiasi ekstema pada periode 6 minggu
secara incravena clan dijaga untuk tidak
sebelumnya juga merupakan kontra indi-
terjadi
yang
.Sedangkan
apalagi yang dengan tanda-tanda
ekscravasasi dalaIi1'
37
MBq/kg,
myelotoksis. Pasiendibawah usia 18 tahun,
Suatu survey Facia 100 onkologist
gagal ginjal akutf akut pada gagal ginjal
didapatkan bahwa mereka melihat pemili-
kronis merupakan kontraindikasi yang
han penggunaan terapi radionuklida
secarasistemis untuk sakit tulang sebagai
relatif. Perlu suatu perhatian pada pasien
Puslitbang Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir-Badan
Tenaga Nuklir
Nasional
221
RiJdionuklida
Prosiding
Presentasi
~
llmiah
Keselamatan
Uo~
Radiasi
Kartika
dan Lingkung~:I;
Chandr~~sember
:J;O04
akibat metastasis temy~_ta masih rendah
juga rendahnya insidens komplikasi
[4]. Kebanyakan mereka masih mengguna-
lainnya. Y -90 mempunyai
kan narkotika
dati
opiat. Terdapat evidens
enef"ji beta lebih
2.2 MeV daD mempunyai
daya
dalam literatur bahwa penggunaan terapi
peneb'asi jaringan sampai uh1m, sedang
radionuklida
secara awal adalah sangat
P-32 mempunyai enerji beta 1.7 MeV clan
efektif untuk mengurangi rasa sakit tuIang
clara peneb'asi berkisar pada ~.7 mm [14].
akibat kanker dengan atau tanpa disertai
Beberapa radionuklida
lokal radioterapi eksternal. Radionuklida
yang digunakan adalah Sr-89 atau Sm-153
secara teoritis lebih mematikan Bel kanker
adalah Bi-212, Pb-212, clan f'0-212 clan
secara sistemis[4,5,6]. Juga
Astatine-211 (At-211) yang \cesemuanya
terdapat
evidensbahwa terapi radionuklida adalah
cost-effectivedengan catatan biaya tersebut
Iainnya yang
merupakan radiasi alpha [15,1 ].
Radiasi gamma daD r diasi X-ray
dihubungkan dengan adanya penurunan
mempunyai jarak jangkau y
lebih jauh
rasa sakit yang signifikans, yang diukur
dari beta atau alpha, atau
gall lata
dengan McGill Pain QuestionaireEvaluated
lainnya beta clan
Suroey [6,7,8,9,10] Sm-153 EDTMP telah
kemampuan penetrasi yang It:1bihrendah.
dinyatakan baik oleh FDA di USA dan
Pengumpulan enerji pada sisi Iyang dituju
telah dipasarkan di
dalam tubuh
Amerika untuk
alpha mempunyai
pasien memberikan ke-
mengobati rasa sakit tulang. Relief signi-
untungan lebih dari pada r~diasi gama
fikansi untuk mengurangi rasa sakit tuIang
atau X-ray [14].
berkisar antara 6O-8G%[3,ll,12]. Obat lain
radiasi ini adalah radiasi yan~ signifikans
yang
pada pasienyang diobati, de~an bahaya
dapat digunakan
adalah Re-186
Keuntungap lain dari
HEDP (rheniurn-186 hidroxy ethylene di-
paparan radiasi terhadap ppblik
phosphonate) clan Stannum-117m diethyle-
sangat kecil termasuk jUgaj keamanan
ne triamine pantolositic acid [11,12,13].
radiasi daTi ekskretanya [17,1819]. Radio-
yang
Kebanyakan radioisotop yang
nuklida dengan alpha atau ~eta radiasi
digunakan pada sakit tulang mengeluar-
dapat digunakan secara lok*l, inualesi
kan radiasi beta yang merupakan radiasi
atau secarasistemis [15,16}
elektron dengan enerji maksimum antara
untuk terapi kebanyakandibeItikansecara
0.01-1.4 MeV sehingga penetrasi ke dalam
sisternis baik intravena atau pral, tetapi
jaringan adalah sangat rendah antara 2.7-
beberapa diberikan secara lokctI ke dalam
5.7 rom. Hal ini dapat mejelaskan relatif
lesi atau intakaviter. Apapun bentuk dati
rendahnya insidens trombositopenia clan
radionuklida yang diberikan 4an apapun
1
1999.
5.
caranya sistemik atau l~kal terapi radio-
pusing pada skening tulang setelah 24 jam
nuklida
suntikanSm-153EDTMP
adalah mempunyai
efektivitas
yang sarna, tidak hanya pada terapi paliatif
Penerimaan penggunaan radionu-
untuk rasa sakit tulang tetapi juga men-
klida untuk terapi metastasis kanker pada
cegah pertumbuhan daTi beberapa meta-
tulang atau primer pada tulang dari para
stasis daTi beberapa kanker dan seringkali
klinisi clan atau onklogist adalah sangat
berefek kuratif pada beberapanya.
diperlukan untuk mengembangkansecara
153 EDTMP merupakan terapi yang definit
luas penggunaan radionuklida dalam
medis yang mempunyai peran
untuk osteosarkoma dari pada sekedar
paliatif maupun kuratif
Bebarapa penuIis menyatakan Sm-
mengurangI
Disamping
rasa
sakit pada tulang.
itu juga merupakan terapi
DAFf AR PUSTAKA
definit untuk menghambat atau mengen-
dalikan penyakit
BUCHANAN, RBo, Lewington
tersebut dari pada
VJ
sekedar paliasi untuk rasa sakit tulang.
1999. Radionuclide therapy. Nucl Med
Radionuklida lain yang dapat digunakan
Commun.20:687.
sebagai terapi definit untuk keganasan,
2. CHATAL,
Radionuclide therapy. wncet
adalah 1-131 MIBG yang digunakan untuk
1354 : p. 931-5.
terapi pheochromositoma clan beberapa
hlmor neuroendokrin (NET) [20,21,22].
of., HOEFNAGEL,
:z
3. EANM 2000. Protocol Samarium (Sm153) EDTMP Therapy, pp:1-3. ~';!,;:,
4.
IV. SIMPULAN DAN SARAN
in oncologic opinion regarding mana-
Penggunaan radionuklida Sm-153
EDTMP untuk
PAPATHEOFANIS, F., 1999. Variation
gement of metastatic bone pain with
terapi tumor metastasis
Nucl
pada tulang yang berasal daTi berbagai
systemic radionuclide therapy.
jenis keganasan pada 20 pasien, hampir
Med 40:1420-3,
seluruhnya merasakan adanya pengu-
ROWELL, NP., 1999. Survey on
rangan rasa sakit yang dideritanya mulai
attitudes odf UK clinical oncologist
pada 24 jam sampai 3 hari setelah suntikan.
towards radionuclide therapy
Oncolll:232-9.
'idak terdapat adanya efek samping obat
:lampir
pada
seluruh
pasien,
hanya
6. BEN-JOSEF, Eo, PORTER, AT.
terdapat satu pasien yang mengeluh
Radioisotop in
treatment of
bone
metastases.Ann Med 29:31-5.
Puslitbang
Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir-Badan
Tenaga Nuklir
Nasiona,
223
LAMKI,
9.
1997.
1999.
13.
,F.,
39:1743-5
Prosiding Presentasi Ilntiah Keselantatan Radiasi dan Lingkung~~
~
~
7. GLAMMARILE, F., MOGNEn'I, T.,
IfoteJ
~ika
Chandra,
14.
nuclides:
CHUVOT, P., 1999. Bone pain paIlita-
overdue.
Sr-85 therapy.
J Nucl Med
:J;O04
LM., 2000 Therapy with radio-
BLONDET, C., DESUZINGES, C.,
tion with
.14 Desember
Clinical
SQU
ACC
.1 ptance
Journal
if
is
Scientific
ResearchMedical Sciences, 01 2, pp:81-
40:485-90.
86.
8. FRANZIU5, C., SCIUK, J., ASCHOBE,
15. ROTMENSCH,
J., ATCmER,.l,-YV.,
0.,1999. Radionuclide therapy of bone
HINES, J., TOOHILL, ~., HERBST
tumors
AL., 1989. Comparison
from
palliative
to curative
approach. Nuklearmedizine38:3-4.
of ishort-lived
SERAFINI, AN., 1994. Current status of
high-LETaIpha-emiftingra~onuclides
lead-212and Bismuth-212to low LET
systemic intravenous radiopharmacei-
X-rays on ovarian carcino~a. Gynecol
ticals for the treatment of painful meta-
OncoI35:297-300.
static born disease. Int J Rildiact Oncol
16. McDEVITT,
BioI Phys 30:1187-94.
SGOUROS, G.,
FINN, RD., HUMM, IL., JWREIC, IG.,
10. PATEL, BR., Flowers Wm Jr.
Systemic radionucIide
LARSON, SM., et al.1988. ~adioirnmu-
therapy with
notherapy with alpha-emitting nucli-
sb'ontium chloride Sr-89 for painful
skeletal metastases in
protate and
des. Eur J Nucl Med 25:2341-pl.
17. HOEFNAGEL, CA. 1998. R~dionuclide
breast cancer. South Med J 90:506-8.
11. PARK, CH
MR.
cancer therapy. Ann Nucl Mfd 12:61-70.
1997 The role of radio-
18. GOLDENBERG, OM., 1999f Introduc-
isotopes in radiation oncology Semin
tion to 7thconference onradfoimmuno-
Oncol 24:639-54.
detection and radioimmunQtherapy of
12. CLARKE, SEo,
Radionuclide
therapy in the United Kingdom in 1995.
cancer. Clin CancerRes5:299~s.
19. LAMKI, LM., 1990 Rad~oimmuno.
Nucl Med Commun20:71.1-7.
scintigraphy of cancer:
HOEFNAGEL,
pitfalls
CA.,
FISGERM, NM.,
CLARKE, SEo,
prospects. Nucl
Med
Annual :113-50.
CHATAL,
LEWINGTON,VJ., NILSSON,S.,
and
I problems,
et
20. PRVUTOVICH,
EM., STEIN,
al., 1999. Radionuclide therapy practice
BOMANJI, JB., LEDERMtNN,
and facilities in Europe. EANM Radio-
TAYLOR, I., ELL, PJ.,1998. I~dine-131-
nuclide Therapy Committee. Eur Nucl
MIBG therapy of a patient with carci-
Med 26:277-82.
noid
Puslitbang
Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir-Badan
liver
Tenaga Nuklir
metastaes.
Nasional
JA.,
Nucl
224
2.
1990.
TP.,
Ada
0,5-1,5
Prosiding
Presentasi
Iltniah
Keselatnatan
I:(otel Kartika
210 BOMANJI
Jo, BRmON,
HAWKINS,
KEo, UR Eo,
Lo, GROSSMAN,
ABo,
BESSER,GM., 1993. Treatment of
Dosis
Radiasi
dan Lingkung~
Chandra, 14 Vesember 2004
maksimal
Sm-153
diberikan pada penderita kanker
dengan metastaseke tulang ?
malignent pheochromocytoma, paraganlioma and carcinoid tumours with
Jawab:
1-131- Metaiodoguanidine.
1. Penderitakankeryang diberikan terapi
Nucl Med
Commun14:856-61.
22. LAMKI, LM.,
Sm-153 EDTMP adalah yang sudah
HA YNIE I
metastosis ke tulang yang multiple
Radioisotopic adrenal imaging. Post-
atau lebih dari satu'tempat yang pada
graduate Surg 2:115-23.
umumnya
disertai rasa sakit
sangat clan sudah resistan terhadap
analgetik tingkat tinggi misalnya MST
DISKUSI
(derajat Opium). Pada penderita ini
kami berikan dosis 0,5-1,5 mCijkg BB,
Dannanto (PT.Pindo Deli)
Efek berkurangnya rasa sakit pada
Apakah bisa masyarakat menengahbawah, ke depannya dapat memanfaatkannya dengan harga terjangkau ?
tulang bervariasi mulai pada hari ke 218 setelah injeksi intra vena Sm-153.
literatur yang menyebutkan bah-
wa efek tersebut dapat bertahan3-11
Jawab
Kami harapkan dapat, clan kami
bulan, namun jika rasa sakit masih
muncul setelah 1 bulan. Post p:~mberi-
menghimbau
agar
BATABjBATECH
dapat menjual produknya dengan harga
yang terjangkau masyarakat menengahbawh,
sehingga
mereka
juga
dapat
an Sm-153 maka
dapat diberikan
ulangan setelah 6-8 minggu dengan
dosis yang relatif sarna.
2. Dosis
standar
mCijkgBB
menikmati produk hasil teknologi tinggi
(lmCijkg
BATECH,untuk kesehatan.
BB). Menge:nai dosis rnaksi-
mal beberapa literatur menyebutkan
Maria Evalisa (P3KRBiN-BATAN)
1 Penderita kanker yang mendapat terapi
dalam penelitiannya ada. yang memberikan 3 mCi/kg BB, 5 mCi/kg BB, 6
mCi, 15 mCi bahkan dosis tertingginya
Sm-153 untuk mendapatkan efek yang
maksimal
cukup
1
30 mCi/kg BB yang diberikan bersama
kalifberkali
infus dengan sumsum tulang merah.
pemberian
225
Prosiding
Presentasi
Ilmiah
Keselamatan
Ifotel
Kartika
Radiasi
Chandra,
dan Lingkung~.s.14 Vesember
~004
Himawan Anwar (PT. Pindo Deli)
Kenapa Sm-153 dan iodium terkonsentrasi ke tulang dan ke tiroid
daD
dicegah dengan kalium Iodida.
EDTMP itulah yang akan membawa
Sm-153ke dalam tulang.
2. Iodium-131 masuk kedalam kelenjar
thyroid, I-lal ini disebabkan metabolis-
me kelenjar thyroid membutuhkan
Iadium, sehingga Iadium-131 dapat
dipakai
untuk
meradiasi internal.
Keganasan pada thyroid yang terutama
dilakukan operasi lebih dulu.
Kalium Iodida digmlakan untuk memblokade thyroid supaya tidak dimasuki
oleh 1-131 yang
digunakan
untuk
melakukan pemeriksaan fungsi ginjal
(renogram) yang menggunakan 1-131
Hippuran.
Puslitbang
Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir-Badan
Tenaga Nuklir
Nasional
226
Download