Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di

advertisement
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi
di PTChevron Pacific Indonesia
M. Devis Pratama1,Dian Sinaga2, Saleha Radiah3
Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Padjadjaran
Corresponding Author: [email protected]
ABSTRACT
This
research discusses
the
Communication Strategy Within
Information
Dissemination in PT. Chevron Pacific Indonesia Duri / Bekasap. The purpose of this
research to determine the communication strategies used in information dissemination
activities at PT. Chevron Pacific Indonesia. In this study using the theory the theory of five
elements in the communication by Harold D. Lasswell that is the source, message, channel
or media, receiver, and the effect. Data collection techniques used, namely by in-depth
interviews, observation, documentation and library research. These results indicate that
the Communication Strategy Within Information Dissemination in PT. Chevron Pacific
Indonesia Duri / Bekasap, include strategy selection, strategy preparation and
presentation of messages, selection strategy and media planning, strategy selection and
introduction of the audience is pretty good. But there are still shortcomings in terms of
information dissemination through printed media in the PT. Chevron Pacific Indonesia
Duri / Bekasap.
Keyword: Communication Strategy, Information Dissemination, Organization
1
Mahasiswa
Dosen Pembimbing Utama
3
Dosen Pembimbing Pendamping
2
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 1 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
mencapai suatu tujuan (goal).
BAB I
Untuk mencapai tujuan tersebut
PENDAHULUAN
strategi komunikasi
1.1
Latar Belakang
Melihat
dapat menunjukkan bagaimana
pentingnya
operasionalnya
strategi
komunikasi dalam proses pengembangan
harus dilakukan
organisasi sebuah perusahaan
kata
mewujudkan
tujuan
harus
agar
organisasi
bisa
secara
dalam
bahwa
(approach) bisa berbeda- beda
secara
sewaktu-waktu,
komunikasi dalam kajian ini menjadi
pada situasi dan kondisi.
menentukan
bergantung
efektifitas
Dalam upaya menyampaikan
apapun
pesan, ide, gagasan serta informasi
bentuknya. Menurut Onong Uchyana
lainnya dapat terjadi dalam kontek
(1984 : 29) strategi pada hakekatnya
secara vertical, horizontal, maupun
adalah perencanaan (planning) dan
secara
manajemen
organisasi
. Hal itu menunjukan
terjadinya
komunikasi
pengembangan
organisasi
untuk mencapai suatu
tujuan.
Namun
tujuan
tersebut,
untuk
mencapai
strategi
tidak
diagonal
di
dalam
di
suatu
dalam
organisasi (Internal Communication).
berfungsi sebagai peta jalan yang
Jika
hanya menunjukkan arah saja, tetapi
komunikasi
internal
harus menunjukkan bagaimana taktik
merupakan
suatu
operasionalnya.
informasi didalam organisasi baik
komunikasi
Adapun
menurut
strategi
merupakan
paduan dari perencanaan komunikasi
arti
pendekatan
efektif maka pembahasan tentang strategi
sangat
taktis
dalam
kita
simpulkan
konteks
secara
ternyata
ini hanya
pertukaran
vertical
maupun secara horizontal
M.Devis Pratama - Strategi
Komunikasi dalam Penyebaran
(communication
planning) Informasi
dan di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Oleh karena itu diperlukanlah suatu
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
manajemen
komunikasi
http://journals.unpad.ac.id
strategi komunikasi yang dapat
(communication manajement) untuk
Page 2 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
memberikan
organisasi
kemudahan
untuk menata,
merancang
tepat
bagi
bentuk
terkait
sebuah
Relation
adalah
mempromosikan
mengatur dan
kegiatan
internal
dan
komunikasi yang
dengan
perusahaan,
tujuan organisasi
dengan
itu sendiri.
media
komunikasi
dan
pers,
serta
mempublikasikan hal-hal positif dan
PT.
Chevron
Indonesia
Pacific
senantiasa
memenuhi
berupaya
kepentingan
dan
kebutuhan informasi serta kepuasan
baik publik maupun stakeholders PT.
Chevron dan juga seluruh direksi,
serta pihak media massa. Dalam hal
ini,
menjalin
eksternal
suatu
bagian
mengakomodir
yang
seluruh
dapat
kebutuhan
yang diperlukan oleh seluruh pemilik
kepentingan
tersebut.
adalah
dari
Bagian
Policy,
PT.
Chevron
yang
dimaksud
Government
and
pencapaian
Selain
prestasi
itu,
team
Communications
juga mampu mengatur dan menjalin
komunikasi yang baik kepada media
dan
pers.
Kegiatan
divisi
Communications ini dilakukan untuk
menjaga
hubungan
menjalin
optimal
komunikasi
dan
antara
karyawan, manajer, serikat pekerja,
pemegang
saham,
dan
kelompok
internal lainnya diperlukan sebuah
konsep
akan
komunikasi
menciptakan
menghormati
Public Affairs (PGPA).
perusahaan.
satu
internal
yang
pengertian
dan
sama
lain.
Beberapa teknik komunikasi internal
Dalam
memiliki
hal
ini,
bagian
yang
mengkomunikasikan
internal
perusahaan
Communications.
PGPA
hubungan
yaitu
Tugas
yang
dilakukan
diantaranya
PT
Chevron
E-mail note, Intranet,
Townhall Meeting, dan lain-lain.
Divisi
team
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Communications
yang
dahulu
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
bernama Communication and Media
http://journals.unpad.ac.id
Page 3 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
Berdasarkan dari penjelasan
1.2
Fokus Penelitian
latar belakang di atas, penulis merasa
tertarik untuk meneliti lebih jauh lagi
mengenai strategi komunikasi yang
dijalankan oleh Policy, Government
and
Public
Affairs
dalam
usaha
penyebaran informasi di PT Chevron
Pacific Indonesia. Sebagai mediator
informasi sebuah perusahaan Policy,
Berdasarkan uraian di atas,
Policy,
Government
and
Public
Affairs sebagai mediator informasi
sebuah perusahaan layak untuk dikaji
dan ditelaah sesuai bidang kajian
ilmu
komunikasi,
maka
penulis
membuaat beberapa fokus penelitian
sebagai berikut:
Government and Public Affairs layak
untuk
bidang
maka
dikaji
dan ditelaah
kajian
penulis
ilmu
sesuai
komunikasi,
membuat
rumusan
1.
Bagaimana strategi pemilihan
komunikator yang dilakukan
oleh Policy, Government and
Public
masalah sebagai berikut:
Affairs
dalam
penyebaran informasi di PT
“Bagaimana Strategi Komunikasi
yang
dilakukan
Government
and Public
Chevron ?
Policy,
Affairs
dalam penyebaran informasi di PT
Chevron Pacific Indonesia”.
2. Bagaimana
strategi
penyusunan
dan
penyajian
pesan yang dilakukan oleh
Policy,
Public
Government
Affairs
and
dalam
penyebaran informasi di PT
Chevron ?
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 4 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
3.
Bagaimana strategi pemilihan
khalayak terhadap mereka. Dalam
dan perencanaan media yang
melakukan
dilakukan
Policy,
hendaknya kita mengetahui terlebih
Public
dahulu apa saja informasi yang akan
oleh
Government
Affairs
and
dalam
penyebaran
informasi di PT Chevron?
penyebaran
informasi,
disebarkan, termasuk di dalamnya
adalah kualitas dari informasi itu
sendiri.
4. Bagaimana
pengenalan
pemilihan
dan
khalayak
yang
Policy,
akan selalu ada unsur komunikasi
Public
dan sosialisasi. John Dewey dan
penyebaran
Cooley dalam karya Cangara Hafied
dilakukan
Government
Affairs
and
dalam
Dalam penyebaran informasi,
(2006:
informasi di PT Chevron ?
21),
komunikasi
menempatkan
sebagai basis dari
1.3 Kerangka Pemikiran
sosialisasi.
Hafied
Cangara
(2006:
Setiap
aktivitas
19)
komunikasi bisa digambarkan secara
menjelaskan
bahwa
informasi
jelas,
dan
cara
terbaik
untuk
menggambarkannya
adalah
dengan
merupakan sebuah kebutuhan yang
timbul dari seseorang demi mencapai
menjawab pertanyaan dari Harold D.
tujuan di segala aktivitasnya sehariLasswell, “who says what in which
hari. Kegiatan penyebaran informasi
cannel to whom with what effect”.
sendiri adalah untuk membantu suatu
Pernyataan tersebut telah dibuktikan
organisasi
atau
siapapun
yang
dalam kehidupan manusia selama ini.
menghendaki
adanya
perhatian,
tanggapan,
dan tindakan
dari
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 5 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
Sumber
Pesan
Media
Penerima
Efek
Gangguan
Umpan balik
Bagan 1.1 Unsur-unsur
Komunikasi
Harold D. Lasswell (1948)
2. Pesan (message), yaitu apa
dalam karya Cangara Hafied (2006:
yang
39)
mendefinisikan
lima
dikomunikasikan,
apa
unsur
yang dibicarkan,
apa yang
komunikasi yang saling bergantung
disampaikan.
Pesan
satu sama lain, yaitu:
merupakan
1.
Sumber (source), juga sering
disebut
pengirim
penyandi
seperangkat
symbol verbal dan nonverbal
(sender),
yang mewakili perasaan, ide,
(encoder),
nilai atau gagasan sumber.
komunikator
3.
(communicator),
Saluran atau media (channel),
atau
yaitu alat atau sarana yang
pembicara
(
speaker).
digunakan komunikator atau
Sumber adalah pihak yang
sumber untuk menyampaikan
berencana
atau
berinisiatif
pesan kepada penerima.
untuk berkomunikasi.
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 6 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
4. Penerima
(receiver),
sering
informasi. Berdasarkan unsur-unsur
juga disebut sasaran tujuan
komunikasi oleh Harold D. Lasswell
(destination),
dalam karya Cangara Hafied (2006:
penyandi
komunikan,
balik
(decoder),
atau khalayak (audience).
47),
menjelaskan
komponen
komponen-
strategi
komunikasi
tersebut diantaranya:
5.
Efek (effect), yaitu hasil atau
respons
yang
ditunjukkan
1. Strategi pemilihan komunikator;
oleh penerima terhadap pesan
Strategi
yang
disampaikan
komunikator
komunikator
pemilihan
oleh
atau
ini
tentunya
harus
kriteria
dan
standar-
bagi
seorang
sumber.
memenuhi
Diantaranya
adalah
standar
penambahan
tertentu
pengetahuan
komunikator. Diantara kriteria dan
(kognitif),
perubahan
sikap
standar- standar itu adalah:
(afektif),
dan
tindakan
-
(konatif).
kriteria latar belakang
komunikator
Setiap komponen-komponen
strategi
komunikasi
dalam
harus dikenal
-
standardisasi
dan dipahami dengan baik. Karena
kredibiltas
semua
komunikator
komponen
itu
merupakan
implementasi cara untuk membentuk
-
standardisasi
daya
strategi komunikasi, termasuk dalam
tarik komunikator
melakukan
kegiatan
penyebaran
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 7 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
Alasan penentuan kriteria dan
standar
tersebut
memperolah
hasil
adalah
guna
terbaik
dalam
2. Strategi penyusunan dan penyajian
pesan
Dalam aktivitas komunikasi,
proses
komunikasi
efektif.
pesan
Sebagaimana
diketahui
penting.
komunikator
merupakan
hal
yang
juga
bahwa
menjalankan
Tanpa
pesan,
seorang
peranan
komunikator tidak mampu menjadi
yang paling penting akan sukses
seorang komunikator
tidaknya
jalannya
karena tidak
proses
ada yang disampaikan. Pesan adalah
komunikasi.
Seorang
komunikator
sesuatu
yang
disampaikan
oleh
harus memiliki latar belakang yang
komunikator, maka dari itu pesan
sesuai
ruang
lingkup
yang
dia
yang baik harus direncanakan sebaik
hadapi,
begitu
juga
dengan
mungkin dan juga bagaimana pesan
kredibilitasnya
yang
harus
tinggi
tersebut
umtuk menjadi komunikator
yang
baik.
harus
nanti
disajikan
agar
komunikan sanggup menerima pesan
Komunikator
juga
yang
mempunyai
daya
kita
maksud.
Diantaranya
tarik tersendiri
strategi penyusunan dan penyajian
dalam dirinya, yang berguna untuk
pesan tersebut adalah:
menarik
perhatian
lebih
dari
komunikan.
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
-
Organisasi
-
Struktur
-
Imbauan pesan
Page 8 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
-
Penggunanaan
kode
verbal dan non-verbal
karena
setiap
Bentuk
memiliki
kekurangan dan kelebihan masingmasing.
-
jenis
Sama
halnya
dalam
penyajian
penyusunan
pesan,
dalam
hal
pesan
pemilihan
3.
Strategi
pemilihan
dan
perencanaan media
media
yang
digunakan
pun kita harus selektif, dalam arti
menyesuaikan keadaan dan kondisi
khalayak dengan memperhitungkan
Secara
garis
besar
media
situasi sosial psikologis.
terdiri dari 3 macam, yaitu:
4. Strategi pemilihan dan pengenalan
-
The
spoken
words
khalayak
(yang
berbentuk
ucapan)
Sebelum kita melakukan atau
melancarkan
-
The
printed
komunikasi,
ada
writing
perlunya kita mempelajari siapa yang
(yang
berbentuk
akan
menjadi sasaran komunikasi
tulisan)
kita. Faktor yang harus diperhatikan
-
The
media
berbentuk
Audiovisual
(yang
dalam
mengenai
khalayak
adalah
sebagai berikut:
gambar
1. Faktor kerangka referensi
hidup)
2. faktor situasi dan kondis
Diantara ketiga jenis tersebut
tidak ditegaskan mana yang terbaik
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 9 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
1.3.1
Kerangka Konseptual
ASPEK KOMUNIKASI
BERDASARKAN MODEL LASSWELL
Siapa/
Berkata Apa/
Komunikator
pesan
Strategi
Pemilihan
Komunikator
Strategi
Penyusunan
dan Penyajian
1. Latar
belakang
komunikator
1. Organisasi
Melalui Saluran
Apa/ Media
Kepada siapa/
Komunikan
Strategi
Pemilihan dan
Perencanaan
Media
Strategi Pemilihan
Khalayak
1. Media yang
digunakan
1. Kerangka
referensi
3. Imbauan
2. Tujuan
penyajian
2. Situasi dan
kondisi
4. Simbol (verbal
dan nonverbal)
3. Perencanaan
dan pelaksaan
2. Struktur
2. Kredibilitas
3. Daya tarik
5. Metode
Penyajian
Bagan 1.2. Kerangka Konseptual Strategi Komunikasi
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 10 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
memperoleh kedalaman informasi.
1.4
Narasumber/ Key Informant
Narasumber
ini adalah:
dari
penelitian
Lokasi penelitian kali
dilaksanakan di PT Chevron Pacific
Indonesia,
1. GR
Specialist
Departement
Policy,
Policy,
Government
Government
ini
and
and
Public
Affairs
Public
(PGPA)
Duri/Bekasap,
komplek
Affairs; Winda Damelia
Duri Camp, Riau. Lokasi penelitian
2. Communication
Specialist
dengan tempat tingga peneliti cukup
Policy,
Government
and
dekat
sehingga
dapat
lebih
Public Affairs; Tiva Permata
memudahkan
dalam
proses
3. Akademisi Komunikasi, Dr.
penelitian itu sendiri.
Edwin Rizal M.Si.
1.5
Lokasi
dan
Waktu
BAB II
Penelitian
METODOLOGI DAN
Waktu
peneliti
dalam
OBJEK PENELITIAN
melakukan penelitian adalah sekitar
bulan Desember 2011 – Mei 2012.
Jadwal
disesuaikan
dengan
kebutuhan peneliti dalam mencari
dan
mengumpulkan data-data dari
2.1
Metode Penelitian
2.1.2
Metode Kualitatif
Penelitian
Komunikasi
sumber.
Peneliti
beberapa kegiatan
juga
Strategi
Dalam
Penyebaran
mengikuti
yang dilakukan
oleh objek penelitian, terutama demi
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Informasi di PT Chevron Pacific
Indonesia
ini
dilakukan
dengan
Page 11 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
metode
pendekatan
deskriptif.
Menurut
kualitatif
Bogdan
dan
2.1.3
sebagai
prosedur
penelitian
yang
Pendekatan
Kualitatif
Taylor dalam Lexy Moleong (2009:
10) metode kualitatif dapat diartikan
Karakteristik
Karakteristik
penelitian
kualitatif terbagi dalam berbagai ciri,
yaitu sebagai berikut:
menghasilkan data deskriptif berupa
kata-kata yang tertulis atau lisan dari
1. Latar Alamiah
orang-orang atau perilaku yang dapat
Penelitian
kualitatif
diamati dan diarahkan pada latar dan
melakukan
individu
Tujuan
alamiah atau pada konteks dari suatu
penelitian kualitatif adalah mencari
keutuhan (entity). Hal ini dilakukan,
dan
menurut Lincoln dan Guba (1985:39)
secara
memperoleh
utuh.
informasi
mendalam
dari
informasi..
Pendekatan
yang
banyaknya
dari
dalam
penelitian
Lexy
karena
mengehndaki
penelitian
kenyataan
yaitu
studi kasus,
adanya
sebagai
latar
(2006:8),
ontologi
metodologi yang digunakan di dalam
ini
Moleong
pada
alamiah
kenyataan-
keutuhan
yang
Robert K. Yin (2000: 1) dalam
tidak dapat dipahami jika dipisahkan
bukunya, Studi Kasus: Desain dan
dari konteksnya.
Metode, menyebutkan bahwa studi
2. Manusia Sebagai Alat (instrumen)
kasus dapat dibedakan menjadi tiga
Dalam
tipe yaitu studi kasus ekplanatoris,
penelitian
kualitatif,
studi kasus eksplorasi, dan studi
peneliti sendiri atau dengan bantuan
kasus deskriptif.
orang
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
lain
merupakan
alat
pengumpul data utama. Oleh karena
Page 12 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
itu, pada waktu mengumpulkan data
4. Analisis Data Secara Induktif
di lapangan, peneliti berperanserta
pada
situs
penelitian
secara
mengikuti
aktif
kegiatan
kemasyarakatan.
Penelitian
menggunakan
kualitatif
analisis data secara
induktif digunakan karena beberapa
alasan, diantaranya proses induktif
lebih dapat menemukan kenyataan-
3. Metode Kualitatif
kenyataan
Penelitian
jamak
sebagai
yang
kualitatif
terdapat
dalam
data,
membuat
menggunakan metode kualitatif yaitu
hubungan
pengamatan,
wawancara,
peneliti-responden
atau
menjadi eksplisit dan dikenal, dapat
penelaahan
dokumen.
Metode
menguraikan latar secara penuh dan
kualitatif
ini
digunakan
karena
dapat membuat keputusan-keputusan
beberapa pertimbangan, antara lain
tentang
dapat-tidaknya
pengalihan
menyesuaikan metode kualitatif lebih
suatu latar lainnya.
mudah apabila berhadapan dengan
kenyataan
jamak,
metode
ini
5. Teori dan Dasar
menyajikan secara langsung hakikat
hubungan
antara
responden,
kemudian
lebih
peka
dan
peneliti
metode
lebih
dan
ini
dapat
menyesuaikan
diri dengan banyak
penajaman
pengaruh
terhadap
pola-pola
bersama
nilai
yang
dihadapi.
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Penelitian
menghendaki
penyusunan
berasal
kualitatif
arah
teori
dari
menggunakan
induktif,
berarti
lebih
bimbingan
substantif
data.
analisis
bahwa
yang
Dengan
secara
upaya
pencarian data bukan dimaksudkan
Page 13 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
untuk membuktikan hipotesis yang
bagian yang sedang diteliti akan jauh
telah dirumuskan sebelum penelitian
lebih jelas apabila diamati dalam
dilakukan.
proses.
Analisis
merupakan
ini
pembentukan
lebih
abstraksi
8. Adanya Batas yang Ditentukan
berdasarkan
bagian-bagian
yang
oleh Fokus
telah
dikumupulkan,
kemudian
Penelitian
dikelompokkan.
menghendaki
kualitatif
ditetapkan
adanya
6. Deskriptif
batas dalam penelitian atas dasar
Data
yang
dikumpulkan
adalah berupa kata-kata, gambar, dan
bukan
angka-angka.
Hal
fokus yang timbul sebagai
masalah
dalam penelitian.
itu
9. Adanya Kriteria Khusus untuk
disebabkan oleh adanya penerapan
Keabsahan Data
metode kualitatif. Selain itu, semua
yang dikumpulkan berkemungkinan
menjadi kunci terhadap apa yang
Penelitian
kualitatif
meredefinisikan validitas, reabilitas,
dan objektivitas dalam versi lain
sudah diteliti.
dibandingkan
dengan
yang
lazim
7. Mementingkan Proses daripada
digunakan dalam penelitian klasik.
Hasil
10. Desain yang Bersifat Sementara
Penelitian
lebih banyak
proses
kualitatif
mementingkan
daripada
hasil.
Hal
yang
segi
ini
disebabkan oleh hubungan bagianM.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Penelitian
kualitatif
yang
seacra
terus-
menyusun
desain
menerus
disesuaikan
dengan
Page 14 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
kenyataan di lapangan. Jadi tidak
1. Wawancara,
menggunakan
disusun
desain
secara
adalah merupakan
yang
telah
teknik pengumpulan data dan faka
dan
kaku
dengan
mengajukan
langsung
atau
ketat
sehingga tidak dapat diubah lagi.
pertanyaan
wawancara
dengan
pihak yang berkaitan sekita masalah
11. Hasil Penelitian Dirundingkan
yang sedang diteliti.
dan Disepakati Bersama
Dalam
melakukan
Penelitian kualitatif ini lebih
wawancara, dan urutan yang dapat
menghendaki
agar pengertian dan
ditempuh, yaitu:
hasil
interpretasi
dirundingkan
yang
dan
diperoleh
disepakati
oleh
manusia yang dijadikan sumber data.
a. Membuat
kisi-kisi
mengembangkan kategori/sub
kategori
2.1.4
untuk
yang
akan
Teknik Pengumpulan Data
Menurut
(2009),
teknik
dilakukan
langkah
Djama’an
pengumpulan
dengan
yang
mengumpulkan
Satori
data
cara-cara
ditempuh
data
dalam
menemukan
Adapun teknik pengumpulan
dalam
gambaran
siapa
orang
yang
tepat
mengungkapkannya
atau
jawaban dari problematika peneltian.
digunakan
meberikan
penelitian
data
ini
adalah:
b. Menetapkan informan kunci
(gate keepers)
c. Membuat
pedoman
wawancara
yang
pokok-pokok
masalah
akan
menjadi
berisi
yang
bahan
pembicaraan
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 15 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
d. Menghubungi
atau
melakukan perjanjian
oenglihatan,
atau
terhadap
kondisi, situasi, dan proses kegiatan
di
e. Mengawali
pendengaran
tempat
penelitian.
Dalam
membuka
observasi ini, peneliti terlibat dalam
alur wawancaranya
beberapa
f. Melangsungkan
alur
wawancara
dan
mencatat
pokok-pokoknya
atau
merekam pembicaraan
g.
dan
oleh Policy, Government and Public
Affairs.
Jenis
observasi
dinamakan
peneliti
ini
observasi
Apa
lihat, rasakan,
yang
dengarkan,
itulah yang menjadi bahan untuk
memperoleh data.
mengakhirinya
h. Menuangkan
yang dilakukan
partisipatif/partisipan.
Mengkonfirmasi ikhtiar hasil
wawancara
kegiatan
hasil
3. Studi pustaka dan dokumentasi,
wawancara ke dalam catatan
adalah
teknik
pengumpulan
data
lapangan
yang tidak langsung ditunjukan pada
subjek penelitian, melalui dokumen.
i.
Mengidentifikasi tindak lanjt
Dokumen
yang
digunakan
arsip-arsip
yang
dapat
hasil wawancara yang telah
berupa
berkaitan
diperoleh
dengan masalah yang sedang diteliti,
2.
Observasi,
pengumpulan
melakukan
adalah
data
pengamatan
teknik
diantaranya foto-foto kegiatan, hasil-
dengan
hasil laporan kegiatan, dan jurnal
secara
tahunan.
langsung dengan melakukan indera
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 16 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
Pada tahun 1945,perusahaan
2.2
Objek Penelitian
2.2.1
Sejarah Perusahaan
Sejarah
ini
terbentuknya
PT.
Chevron Pacific Indonesia dimulai
sejak
kedatangan
tim
eksplorasi
minyak bernama SoCal (Standard
Oil
Company
of
California)
Indonesia
sekitar
Eksplorasi
dilakukan
Sumatera
dan
ke
tahun
1924.
di
daerah
pada
waktu
izin
diberikan oleh pemerintah Belanda
hanya untuk eksplorasi di daerah
Riau.
Untuk
Sumatera
sendiri,
pemerintah Belanda sudah terlebih
mulai
dengan
melakukan
pemerintah
kerjasama
Indonesia.
Aktivitas NPPM akhirnya terhenti
sementara akibat pengaruh perang
dunia ke II pada saat itu sedang
berlangsung. Setelah terhenti untuk
beberapa waktu, pada tahun 1951
didirikan Caltex Pacific Petroleum
Mascapai
(CPPM)
untuk
melanjutkan aktivitas NPPM yang
terhenti selama PD II. Tahun 1963,
nama
perusahaan
diubah
menjadi
Caltex Pacific Indonesia (CPI).
dahulu menguasai daerah penghasil
minyak di Sumatera bagiab selatan,
dan
memiliki
perusahaan
yang
bernama Shell. Pada tahun 1936,
SoCal bekerjasama dengan Texaco
Inc
(Texas
Oil
Company)
membangun sebuah perusahaan di
daerah Sumatera yang diberi nama
Nederlandsche
Pacific
Petroleum
Maatschappij ( NPPM ).
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Pada tanggal 19 Agustus
2005, PT. Caltex Pacific Indonesia
sebagai anak perusahaan dai
Chevron dan Texaco Inc., diakuisisi
oleh Chevron bersamaan dengan
Texaco dan Unocal Corporation
sesudahnya. Dengan demikian, nama
PT. Caltex Pacific Indonesia secara
Page 17 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
resmi berubah menjadi PT. Chevron
kesinambungan
Pacific Indonesia.
utama perusahaan yaitu eksplorasi
migas
2.2.2
(core
kegiatan
bisnis
business)
dengan
Profil Policy, Government
masyarakat dan pemerintah di sekitar
and Public Affairs
daerah
Policy,
Government
&
Public Affairs (PGPA) merupakan
departemen
kerjanya
yang
teridir
pemerintahan,
ruang
dari
lingkup
hubungan
masyarakat,
media
massa atau pada perusahaan lain
biasa
dikenal
dengan
Public
Relations.
Tugasnya
adalah
membangung
dan mempertahankan
operasi
dengan
menyelesaikan
cara
permasalahan-
permasalahan
yang
dilingkungan
terjadi
masyarakat
dan
pemerintah. Untuk itu, PGPA juga
harus
mampu
memahami
mongkomunikasikan
kebijakan
dan
kebijakan-
pemerintah
dengan
manajemen perusahaan dengan baik,
dan
sekaligus
mampu
menyerap
citra Chevron yang saling pengertian
aspirasi
dan
terhadap perusahaan itu sendiri.
diterima
stakeholders
yang
dan
keinginan
publik
dalam hal ini adalah pemerintah,
masyarakat, LPM, tokoh masyarakat,
2.2.2.1 Government Relation
pegawai dan pihak-pihak lain yang
Sebagai salah satu perusahaan Migas
memiliki
asing multinasional, PT. Chevron
kepentingan
dengan PT.
Pacific Indonesia beroperasi di
Chevron Pacific Indonesia.
wilayah Indonesia khususnya di
Policy, Government & Public
beberapa daerah operasi. Oleh karena
Affairs
(PGPA)
adalah
menjaga
itu, Chevron terikat dengan sistem
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 18 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
pemerintahan yang berlaku di
pendapat Daugherty yang dikutip
operasionalnya. Sehingga dibutuhkan
oleh Iriantara (2004: 26), yaitu “
suatu divisi tersendiri mengakomodir
tanggung jawab sosial merupakan
segala sesuatu hal yang berkaitan
perkembangan proses untuk
dengan peraturan-peraturan dalam
mengevaluasi stakeholders dan
daerah operasional Chevron.
tuntuan lingkungan serta
Government Relation, ruang lingkup
implementasi program-program
dari bagian ini yaitu menciptakan
untuk menangani isu-isu “.
dan menjalin hubungan yang baik
diantara pihak perusahaan dengan
pemerintah. Dengan adanya
hubungan yang baik, diharapkan
dapat terus meningkatkan citra
positif bagi perusahaan.
2.2.2.2 Community
Oleh karenanya, maka
perusahaan tidak hanya dipandang
sebagai organisasi bisnis, namun
juga dipandang sebagai lembaga
sosial dan secara tidak langsung
perusahaan juga dituntut untuk
Engagement
menjalankan dua perannya, yakni
bertanggung jawab dalam aspek
(CE)
ekonomi serta sosial. CSR yang
Dalam hal ini Departemen
dipraktekkan di Chevron
PGPA Chevron bertugas
menggunakan terminology
menjalankan program kegiatan
Community Engagement (CE).
Corporate Social Responsbility
sebagai salah satu cara untuk
membangun hubungan baik dengan
publik. Hal tersebut sesuai dengan
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 19 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
2.2.2.3 Communications Team
BAB III
Tugas tim Communications yang
dahulu bernama Communication and
Media
Relations
mempromosikan
kegiatan
adalah
HASIL DAN KESIMPULAN
1. Pemilihan komunikator ditentukan
berdasarkan:
internal
dan eksternal perusahaan, menjalin
a. Kredibilitas;
kemampuan
komunikasi dengan media dan pers,
serta
mempublikasikan
hal-hal
positif
dan
prestasi
perusahaan.
pencapaian
Tim
Communications
lebih
kepada
dalam
menyampaikan
informasi
dengan baik kepada khalayak
b. Kriteria latar belakang; tidak
membuat sebuah artikel yang dapat
didasari
menjelaskan fakta yang sebenarnya.
pendidikan
Selain itu, tim Communications juga
namun
mampu
adalah seorang specialist.
mengatur
dan
menjalin
oleh
faktor
yang
yang
tinggi,
diutamakan
komunikasi yang baik kepada media
c.
Daya tarik; lebih diutamakan
dan pers.
kepada
seseorang
yang
memiliki kesamaan suku dan
mampu
berbahasa
dengan
baik.
2. Penyusunan dan Penyajian Pesan
pada dasarnya:
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 20 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
a. Dirumuskan
secara
informatif,
persuasif,
edukatif,
a. Media
dan
media),
dengan
memperlihatkan
komunikasi
dan
Media-media tersebut dipilih
dan ditentukan sesuai dengan
saat
meeting internal baik dalam
kebutuhan
kurun
aktivitas
waktu
sebelum
ketika
yang
hari
hari
H
H
IndoAsia
WEB Chevron
c.
pada
seperti,
printed
b. Media internet, Email dan
nonverbal yang baik
b. Dirumuskan
(the
News, Corporate News
unsur
verbal
cetak
lama
dan
kegiatan
penyebaran
informasi masing-masing.
maupun
aktivitas
4.
Pemilihan
dan
pengenalan
penyebaran informasi
khalayak,
Pemilihan
media
yang
Stakeholder
dilakukan
melalui
Engagement
Plan.
sejauh ini
Sedangkan
dalam
masih umum. Media yang digunakan
mendekati
khalayak
antara lain:
komunikator melakukan survey dan
dilakukan
oleh PGPA
mengenal
cara
dan
sasarannya,
wawancara.
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 21 of 22
eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran Vol.1., No.1 (2012)
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Anwar. 1984. Strategi Komunikasi: Sebuah Pengantar Ringkas. Bandung:
Armico
2006. Ilmu Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Cangara, Hafied. 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo
Persada
Effendy, Onong U. 1984. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja
Rosdakarya
Jalaludin, Rakhmat. 2004. Psikologi Komunikasi: Edisi Revisi. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Moleong, J. Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja
Rosdakarya
Mulyana, Deddy. 2008. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja
Rosdakarya
Satori, Djam’an dan Aan Komariah. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif.
Bandung: Alfabeta
Yin, K. Robert. 2009. Studi Kasus: Desain dan Metode. Jakarta: Rajawali Pers.
Widjaya, H.A. 1988. Ilmu Komunikasi: Pengantar Studi. Jakarta: Bina Aksara
Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grasindo
Sumber data lain:
http://sangit26.blogspot.com/2011/07/analisis-data-penelitian-kualitatif.html,
M.Devis Pratama - Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi di ...
Program Studi Ilmu Perustakaan
diakses tanggal 30 April 2012, pukul 20.00 WIB.
Fakultas Ilmu Komunikasi © 2012
http://journals.unpad.ac.id
Page 22 of 22
Download