analisis usulan balanced scorecard sebagai alat bantu manajemen

advertisement
ANALISIS USULAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT BANTU
MANAJEMEN DALAM MEMPERBAIKI KINERJA KOPERASI SIMPAN
PINJAM SEJAHTERA BERSAMA
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi
oleh:
Nesya Ajani Rahmatalitha
2012120238
UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
(Terakreditasi berdasarkan Putusan BAN – PT No. 227/SK/BAN-PT/AkXVI/S/XI/2013)
BANDUNG
2017
ANALYSIS OF BALANCED SCORECARD’S PROPOSAL AS A TOOL
FOR IMPROVING PERFORMANCE OF SEJAHTERA BERSAMA
CREDIT UNION
UNDERGRADUATE THESIS
Submitted to complete the requirements of
A Bachelor Degree in Economics
by:
Nesya Ajani Rahmatalitha
2012120238
PARAHYANGAN CATHOLIC UNIVERSITY
FACULTY OF ECONOMICS
MANAGEMENT STUDY PROGRAMME
(Accredited based on the Decree of BAN – PT No. 227/SK/BAN-PT/AkXVI/S/XI/2013)
BANDUNG
2017
UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
Analisis Usulan Balanced Scorecard sebagai Alat Bantu Manajemen dalam
Memperbaiki Kinerja Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama
oleh:
Nesya Ajani Rahmatalitha
2012120238
PERSETUJUAN SKRIPSI
Bandung, 17 Desember 2016
Ketua Program Studi S1 Manajemen,
Triyana Iskandarsyah, Dra., M.Si.
Pembimbing,
Ko – Pembimbing,
Catharina Tan Lian Soei, Dra., M.M. Dr. Budi Tjahja Halim, Drs., M.M., CWM.
ABSTRAK
Sebagai salah satu Lembaga Ekonomi, awalnya keberadaan koperasi
digadang-gadang mampu menjadi sokoguru ekonomi Indonesia. Sebagaimana yang
tersirat dalam pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 bahwa pembangunan ekonomi
Indonesia yang paling pas dan sesuai dengan watak dan budaya Bangsa Indonesia adalah
Koperasi. Namun dalam perkembangan perekonomian yang berjalan demikian cepat ini,
justru Koperasi lah yang posisi dan perannya dalam pembangunan ekonomi masih jauh
dari lembaga ekonomi lainya seperti swasta maupun BUMN dengan berbagai sebab dan
alasan. Pada penelitian ini akan dibahas sebuah koperasi simpan pinjam yang pada tahun
2014 dan 2015 tidak mampu merealisasikan target pendapatan pada Rencana Anggaran
Pendapatan dan Biaya Koperasi (RAPBK) tahunannya. Hal tersebut mengindikasikan
adanya penerapan strategi yang tidak tepat di dalam koperasi.
Berdasarkan fenomena yang disebutkan di atas, penulis merasa
diperlukannya sebuah penilaian kinerja yang bersifat komprehensif bagi koperasi.
Penilaian kinerja yang dimaksud merupakan penilaian kinerja berbasis Balanced
Scorecard dengan empat perspektif utamanya, yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis
internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Balanced Scorecard selain digunakan
sebagai alat evaluasi kinerja, kini telah berkembang menjadi sebuah alat yang dapat
membantu perencanaan strategis organisasi.
Penelitian ini bertujuan untuk membantu koperasi agar dapat
memperbaiki kinerjanya melalui evaluasi yang dilakukan berdasarkan empat perspektif
Balanced Scorecard serta strategi yang akan dituangkan dalam bentuk Strategy Map.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Data primer yang digunakan berasal dari wawancara, dokumentasi,
serta data sekunder yang didapat dari perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum merumuskan strategi
maupun rencana kerja, koperasi perlu mengetahui terlebih dahulu kondisi koperasi itu
sendiri secara keseluruhan. Maka dari itu, penilaian kinerja yang komprehensif perlu
dilakukan sehingga strategi yang nantinya dihasilkan berkualitas dan memiliki daya guna
yang baik. Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, koperasi disarankan untuk
dapat memperhatikan tiap-tiap perspektif yang ada dalam strategy map, terutama pada
perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang berkaitan dengan sumber daya manusia
dalam koperasi.
Kata Kunci: Koperasi, Penilaian Kinerja, Balanced Scorecard, Strategy Map
i
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang karena atas izin dan anugerah-Nya lah saya dapat
menyelesaikan penulisan penelitian ini dengan judul “Analisis Usulan Balanced
Scorecard sebagai Alat Bantu Manajemen dalam Memperbaiki Kinerja
Perusahaan (Studi Kasus pada Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama
Cabang Pasirkaliki Bandung)”.
Penulisan
penelitian
ini
disusun
sebagai
kelengkapan
untuk
menyelesaikan Porgram Sarjana Strata 1 pada Fakultas Ekonomi Universitas
Katolik Parahyangan, Program Studi Manajemen. Dalam penulisan skripsi ini
banyak pihak-pihak yang terlibat untuk memberikan bantuan serta dukungan
moral serta moril sehingga skripsi ini dapat selesai. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada
semua pihak yang telah memberikan dukungan tersebut, kepada:
1. Ibu Triyana Iskandarsyah, Dra., M.Si., selaku Ketua Program Studi
Manajemen Universitas Katolik Parahyangan yang selalu mendukung untuk
dapat menyelesaikan studi S1 di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen
Universitas Katolik Parahyangan.
2. Ibu Catharina Tan Lian Soei, Dra., M.M., selaku Dosen Pembimbing dan
yang telah mengajarkan berbagai ilmu Manajemen Stratejik sehingga ilmu
tersebut dapat dituangkan ke dalam skripsi ini.
3. Bapak Dr. Budi Tjahja Halim, Drs., M.M., CWM., selaku Dosen yang telah
mengajarkan berbagai ilmu Manajemen Stratejik, serta selaku Dosen KoPembimbing yang setia memberikan bimbingan dan meluangkan waktunya
bagi penulisan skripsi ini. Terima kasih untuk kesabaran, dukungan moral
dan moril, perhatian, ajaran, dan juga teladan yang telah diberikan selama
menjalani proses bimbingan penulisan skripsi ini. Semoga bapak sehat
selalu dan diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa.
4. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan atas
segala ilmu dan nilai-nilai positif yang telah diberikan selama saya
menjalani perkuliahan di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas
Katolik Parahyangan.
ii
5. Om Roni selaku branch manager KSP Sejahtera Bersama cabang
pasirkaliki, Om Ogi yang selalu sabar walaupun saya tanya-tanya terus, dan
Ibu Ida yang berjasa dalam penentuan objek penelitian ini dan selalu
membantu saya ketika kesulitan mencari data.
6. Papa mama, Achmad Susanto dan Ina Susi Hartini selaku orang tua serta
adikku Firly yang tidak henti-hentinya mendoakan saya serta memberikan
dukungan baik dalam bentuk material maupun moral selama perkuliahan
saya di Manajemen Unpar. Terimakasih juga atas kesabaran mama dan papa
yang selalu menunggu saya untuk menyelesaikan penelitian ini.
7. Sahabat-sahabat kampusku yang paling cantik, Arina Wiyani Putri, Jyanka
Yasmine, Firda Fauzia, Danti Renisa, Sheila Arief, Saraswati Devi dan Siti
Zahra. Terimakasih atas segala keablawan, ketulusan, support, perhatian,
kasih sayang, bimbingan dan kebersamaan sejak masih menjadi mahasiswa
baru hingga saat ini. We’ve been through ups and downs together ya, been
there for each other, semoga persahabatan ini akan selalu bertahan hingga
kita semua menjadi nenek-nenek kece nan lincah. I’m gonna miss you guys,
a lot!
8. Sahabat-sahabat kampusku yang paling ganteng, Fransiskus Bobby, Indra
Pratama, Grady Mannuel, Haidar Naufaldy, Jenzo Andika, Frans Siahaan,
Okta Nurangga dan Robert Ignatius. Terimakasih atas segala keablawan,
ketulusan, caci-maki, candaan, perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan
sejak masih menjadi mahasiswa baru hingga saat ini. Walaupun kalian
sering membuat jengkel, kalian tetap teman-teman pria yang baik bagi saya.
Semoga persahabatan ini bisa bertahan hingga kita semua memiliki anak
cucu, see you on top guys!
9. BANKS, BTS, BIGBANG, Winner, D≡AN, Zico, Blackpink, Chanyeol
EXO, Years&Years, The Weeknd, TLC, Far East Movement, dan Birdy
selaku musisi yang karya-karyanya mengisi playlist saya selama
menyelesaikan penelitian ini dan memberikan semangat tersendiri bagi
penulis. Semoga suatu saat saya bisa berterimakasih secara personal kepada
mereka.
iii
10. Keluarga besar Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen
(HMPSM) secara keseluruhan terutama periode 2013/2014 dan 2014/2015,
terima kasih atas pengalaman dan pelajaran berharga yang tak ternilai
selama di dunia perkuliahan. Semoga seluruh pelajaran yang kita dapatkan
bisa membantu kita mencapai kesuksesan di masa depan.
11. Almarhum Gaya Bayu Firmansyah, mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Unpar angkatan 2012. Selaku sahabat sejak SMA, orang yang membuat
saya mengikuti USM 2 dan menjadi mahasiswa di Manajemen Unpar.
Terimakasih, Bay, untuk canda dan tawa yang dibagi di student center FE.
Semoga kamu bahagia disana, we miss you.
12. Kepada seluruh teman-teman Manajemen Unpar 2012, yang selalu bersamasama belajar, diskusi, bertukar pendapat, dan saling memotivasi.
Terimakasih untuk segala suka dan duka yang telah dilalui bersama selama
menempuh perkuliahan di Universitas Katolik Parahyangan.
13. Seluruh karyawan yang bekerja di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen
Universitas Katolik Parahyangan atas bantuan, kebaikan, dan dukungan
yang telah diberikan selama ini.
14. Kepada teman-teman lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu per-satu,
terima kasih atas doa dan dukungannya semoga Tuhan selalu memberkati
kita semua.
15. Terakhir saya ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada seluruh
pihak yang mendukung dan mendoakan saya yang tidak dapat saya sebutkan
satu per-satu, sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini
Pada akhirnya saya menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak
kekurangan, karena itu kritik dan saran masih diperlukan dalam penyempurnaan
penulisan skripsi ini nantinya. Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmatNya bagi kita sekalian. Sekian dan terima kasih.
14 Desember 2016
Nesya Ajani Rahmatalitha
iv
DAFTAR ISI
ABSTRAK ................................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................... viii
DAFTAR TABEL ...................................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................x
BAB 1 PENDAHULUAN .......................................................................................1
1.1. Latar Belakang Penelitian .................................................................... 1
1.2. Identifikasi Masalah ............................................................................. 7
1.3. Tujuan Penelitian.................................................................................. 7
1.4. Kerangka Pemikiran ............................................................................. 8
BAB 2 LANDASAN TEORI .................................................................................12
2.1. Manajemen Stratejik .......................................................................... 12
2.2. Pengukuran Kinerja ............................................................................ 15
2.3. Penilaian Kinerja Tradisional ............................................................. 17
2.4. Strategy Map dan Balanced Scorecard .............................................. 18
2.4.1. Financial Perspective .............................................................. 19
2.4.2. Customer Perspective ............................................................. 21
2.4.3. Internal Process Perspective .................................................. 22
2.4.4. Learning and Growth Perspective ......................................... 25
2.5. Koperasi
2.5.1. Definisi Koperasi .................................................................... 29
2.5.2. Nilai-Nilai Koperasi ............................................................... 31
2.5.3. Fungsi dan Peran Koperasi ..................................................... 33
2.5.4. Landasan dan Tujuan Koperasi .............................................. 34
v
2.5.5. Jenis-Jenis Koperasi ............................................................... 35
2.5.6. Sumber Modal Koperasi ......................................................... 36
2.5.7. Manajemen Koperasi .............................................................. 38
BAB 3 METODE DAN OBJEK PENELITIAN DATA .......................................42
3.1. Metode Penelitian ............................................................................... 42
3.1.1. Tipe dan Sumber Data ............................................................ 42
3.1.2. Langkah-Langkah Penelitian .................................................. 43
3.1.3. Alat Analisis Data .................................................................. 44
3.1.4. Perlakuan Terhadap Rahasia Perusahaan ............................... 46
3.2. Objek Penelitian ................................................................................. 47
3.2.1. Sejarah Perusahaan ................................................................. 47
3.2.2. Struktur Organisasi ................................................................. 48
3.2.3. Uraian Jabatan (Job Description) ........................................... 49
3.2.4. Ragam Produk dan Pelayanan ................................................ 51
BAB 4 PEMBAHASAN ........................................................................................53
4.1. Analisis Visi, Misi, dan Strategi Perusahaan ..................................... 53
4.1.1. Visi & Misi ............................................................................. 53
4.1.2. Strategi.................................................................................... 56
4.2. Evaluasi Kinerja Perusahaan Secara Keseluruhan ............................. 58
4.3. Empat Perspektif Balanced Scorecard ............................................... 66
4.3.1. Financial Perspective ............................................................. 66
4.3.2. Customer Perspective ............................................................. 68
4.3.3. Internal Business Process Perspective ................................... 69
4.3.4 Learning and Growth Perspective ......................................... 71
4.4. Tindakan Perbaikan yang Dapat Dilakukan ....................................... 72
4.5. Hubungan Sebab-Akibat Empat Perspektif Balanced Scorecard ...... 74
vi
4.6. Strategy Map ...................................................................................... 75
4.7. Ukuran Kinerja Koperasi ................................................................... 81
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................83
5.1. Kesimpulan ....................................................................................... 83
5.2. Saran .................................................................................................. 88
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Grafik Perkembangan Kinerja Usaha Koperasi dalam 10 Tahun Terakhir ...... 5
Gambar 1. 2 Kerangka Pemikiran ....................................................................................... 11
Gambar 2. 1 Proses Manajemen Strategis ................................................................. 14
Gambar 2. 2 Manajemen Tri Partile ........................................................................... 41
Gambar 3. 1 Logo KSP Sejahtera Bersama......................................................................... 47
Gambar 3. 2 Struktur Organisasi KSP Sejahtera Bersama Cabang Pasirkaliki 49
Gambar 4. 1 Mekanisme Pengelolaan Dana KSP Sejahtera Bersama ................. 54
Gambar 4. 2 .......................................................................................................................... 77
Gambar 5. 1 .......................................................................................................................... 87
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 Perbandingan Rencana dan Realisasi Sisa Hasil Usaha Sebelum Pajak ............ 4
Tabel 4. 1 Evaluasi SHU Setelah Pajak KSP Sejahtera Bersama ..................................... 58
Tabel 4. 2 Perbandingan Rencana dan Realisasi Sisa Hasil Usaha Sebelum Pajak .......... 59
Tabel 4. 3 Perkembangan Jumlah Anggota KSP Sejahtera Bersama ............................... 61
Tabel 4. 4 ............................................................................................................................ 65
ix
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Neraca Komparatif ............................................................................ 93
Lampiran 2 Realisasi Pendapatan dan Biaya ........................................................ 99
Lampiran 3 Perkembangan Sumber Daya Manusia ............................................ 101
x
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang Penelitian
Pembangunan ekonomi nasional Indonesia dilakukan oleh tiga pelaku utama
ekonomi, yaitu negara (Badan Usaha Milik Negara), swasta (Badan Usaha Milik
Swasta), dan Koperasi. Ketiga pelaku ekonomi tersebut disebut sebagai tiga Pilar
Ekonomi Indonesia. BUMN merupakan badan usaha yang seluruh modalnya
dimiliki oleh negara. BUMS merupakan badan usaha yang seluruh modalnya
dimiliki oleh pihak swasta atau perorangan, sedangkan Koperasi merupakan
gerakan ekonomi rakyat yang berlandaskan asas kekeluargaan dimana modalnya
berasal dari anggota-anggota koperasi tersebut.
Koperasi menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992
tentang Perkoperasian merupakan suatu badan usaha, sehingga koperasi tetap
harus tunduk terhadap kaidah-kaidah perusahaan dan prinsip-prinsip ekonomi
yang berlaku. Karena itulah koperasi harus tetap dapat menghasilkan keuntungan
demi kelangsungan dan pengembangan usaha-usahanya. Keuntungan di dalam
koperasi biasa disebut dengan istilah Sisa Hasil Usaha (SHU). SHU yang tinggi
menunjukkan kecenderungan koperasi yang dapat mengelola modalnya secara
efisien. Berdasarkan Undang-Undang, SHU merupakan pendapatan koperasi yang
diperoleh dalam waktu satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan
kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
Jumlah SHU yang diperoleh secara teratur serta kecenderungan
meningkat merupakan faktor yang sangat penting yang perlu mendapat perhatian
dalam menilai keuntungan suatu koperasi. Stabilitas usaha menunjukkan
kemampuan
koperasi
menggunakan
modalnya
secara
efisien
sehingga
memperoleh keuntungan yang besar. Adapun faktor yang mempengaruhi SHU
terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal seperti partisipasi
anggota, jumlah modal sendiri, kinerja pengurus, jumlah unit usaha yang dimiliki,
kinerja manajer, dan kinerja karyawan. Sedangkan faktor eksternal seperti modal
1
pinjaman dari luar, para konsumen dari luar seperti anggota koperasi dan
pemerintah (Tri Ruli Yanti, 2005).
Koperasi memegang peran penting dalam menyejahterakan
masyarakat Indonesia. Tujuan koperasi sebagaimana disebut dalam UndangUndang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian: “Koperasi bertujuan
memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada
umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka
mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila
dan Undang-Undang Dasar 1945 (Mutasowifin, 2002).
Sebagai salah satu
Lembaga Ekonomi, awalnya keberadaan koperasi digadang-gadang mampu
menjadi sokoguru ekonomi Indonesia. Sebagaimana yang tersirat dalam pasal 33
Undang-Undang Dasar 1945 bahwa pembangunan ekonomi Indonesia yang paling
pas dan sesuai dengan watak dan budaya Bangsa Indonesia adalah Koperasi.
Namun dalam perkembangan perekonomian yang berjalan demikian cepat ini,
justru Koperasi lah yang posisi dan perannya dalam pembangunan ekonomi masih
jauh dari lembaga ekonomi lainya seperti swasta maupun BUMN dengan berbagai
sebab dan alasan.
Salah satu Koperasi yang beroperasi di Indonesia adalah
Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP-SB). KSP Sejahtera
Bersama adalah bentuk usaha yang berbadan hukum koperasi, didirikan pada
tanggal 5 Januari 2004 di Kota Bogor. KSP Sejahtera Bersama memiliki beberapa
unit usaha dan anak perusahaan antara lain unit usaha Simpan Pinjam (SB
Finance), unit usaha ritel (SB Mart), unit usaha perumahan (PT. Cipta Ekatama
Nusantara), PT. SB Energi, dan SB Teknologi. SB Finance sendiri sebagai salah
satu unit usaha andalan KSP Sejahtera Bersama, telah memiliki 70 Kantor Cabang
yang tersebar di Pulau Jawa. Masing-masing unit usaha yang ada di KSP
Sejahtera Bersama dikelola oleh para expertise yang berpengalaman pada
bidangnya sehingga KSP Sejahtera Bersama dapat tumbuh dan berkembang
menjadi salah satu koperasi ternama di Indonesia.
Dalam rencana pengembangannya, KSP Sejahtera Bersama
berusaha untuk dapat terus menjadi organisasi yang dapat dipercaya oleh
masyarakat terlebih para anggotanya. Pada tahun 2016 ini KSP Sejahtera Bersama
2
ingin memiliki budaya organisasi yang mantap dan dapat dilihat dengan mudah
pada setiap praktik bisnis yang dilaksanakan oleh seluruh karyawannya. KSP
Sejahtera Bersama berusaha untuk terus meningkatkan pelayanannya sedikit demi
sedikit mengacu pada pelayanan yang diberikan oleh lembaga keuangan
perbankan. Hal tersebut dilakukan oleh KSP Sejahtera Bersama semata-mata
untuk meningkatkan tingkat keamanan dan untuk mengantisipasi kasus-kasus
kecurangan yang tidak diinginkan untuk terjadi. KSP Sejahtera Bersama
menyadari bahwa pertumbuhan dan perkembangannya sangat ditentukan oleh
kelancaran operasional yang dilaksanakan di seluruh kantor cabang KSP Sejahtera
Bersama. Tidak hanya operasional, dalam hal proses pelayanan di masing-masing
cabang pun diatur secara jelas oleh KSP Sejahtera Bersama. KSP Sejahtera
Bersama telah mengedarkan beberapa Surat Keputusan kepada seluruh cabang
KSP Sejahtera Bersama berkaitan dengan regulasi-regulasi baru yang dianggap
dapat membantu rencana perkembangan KSP Sejahtera Bersama.
Saat ini keadaan KSP Sejahtera Bersama bila dilihat dari tabel
pendapatan dalam laporan keuangan tahunannya, dapat dikatakan cenderung tidak
stabil. Di dalamnya menggambarkan bahwa terdapat beberapa periode yang
menunjukkan kinerja yang kurang baik. Hal tersebut dilihat dari laporan realisasi
pendapatan dan biaya yang tidak sesuai dengan yang dianggarkan pada Rapat
Anggota Tahunan (RAT). Sudah dua tahun berturut-turut pendapatan yang
didapat oleh KSP Sejahtera Bersama tidak mencapai target yang telah
direncanakan dalam RAT periode sebelumnya. Hal ini dapat mengindikasikan
sebagai tren penurunan kemampuan KSP Sejahtera Bersama dalam memperoleh
keuntungan atau yang biasa disebut sebagai SHU. Dengan tidak tercapainya target
yang dianggarkan juga menimbulkan tanda tanya besar bagi pihak manajemen
KSP Sejahtera Bersama. Target yang tidak tercapai bisa jadi sebagai gejala dari
masalah pengimplementasian strategi yang tidak tepat di KSP Sejahtera Bersama.
Jika terus-menerus dibiarkan hal ini akan memberikan dampak negatif terhadap
rencana pengembangan organisasi. Pihak manajemen KSP Sejahtera Bersama
menghawatirkan jika kondisi ini tidak segera ditangani akan memengaruhi
kepercayaan anggota terhadap koperasi sehingga para anggota akan keluar dan
menarik dana mereka dari organisasi.
3
Tabel 1. 1
Perbandingan Rencana dan Realisasi Sisa Hasil Usaha Sebelum
Pajak
Tahun
2013
2014
2015
Rencana (Rp)
Realisasi (Rp)
105.019.657
150.117.961
190.265.941
75.615.850
292.253.775
136.553.254
Sumber : KSP Sejahtera Bersama
Realisasi (%)
142.94
39.74
46.72
Fenomena yang terjadi di KSP Sejahtera Bersama ternyata tidak
sejalan dengan keadaan dalam industri koperasi pada saat yang bersangkutan.
Pada tahun 2014 pencapaian target SHU di KSP Sejahtera Bersama hanya
mencapai 39.74% dan pada tahun 2015 pencapaian target SHU hanya sebesar
46.72%, sementara di tahun 2013 KSP Sejahtera Bersama dapat mencapai target
bahkan pencapain SHU nya melebihi target yang telah dianggarkan. Hal ini
berbanding terbalik dengan data perkembangan industri koperasi yang dilansir
oleh Kementrian Koperasi dan UKM. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM
perkembangan koperasi di Indonesia saat ini menunjukkan kinerja yang secara
umum positif. Dari data tersebut tergambarkan bahwa perkembangan SHU dalam
industri koperasi di Indonesia tidak mengalami penurunan sejak tahun 2004
hingga tahun 2014, bahkan rata-rata terus menunjukkan peningkatan. Jika hal ini
terus menerus dibiarkan dikhawatirkan KSP Sejahtera Bersama tidak dapat
bertahan di dalam industri koperasi. Pihak manajemen KSP Sejahtera Bersama
perlu sesegera mungkin melakukan penilaian kinerja secara komprehensif
sehingga KSP Sejahtera Bersama dapat mengevaluasi dan memperbaiki
kinerjanya sebelum merencanakan pengembangan organisasi yang lebih jauh lagi.
Jika KSP Sejahtera Bersama merencanakan rencana-rencana pengembangan
koperasi tanpa mengevaluasi dan memperbaiki kinerjanya terlebih dahulu,
dikhawatirkan rencana-rencana tersebut tidak akan tercapai.
4
Gambar 1. 1
Grafik Perkembangan Kinerja Usaha Koperasi dalam 10 Tahun
Terakhir
Sumber : Kementerian Koperasi dan UKM (2014)
Terlepas dari rencana-rencana dan tujuan yang ingin dicapai
oleh KSP Sejahtera Bersama, dibutuhkan pula penyusunan strategi yang tepat.
Strategi dapat dikatakan sebagai sebuah cara yang dipilih oleh pihak manajemen
untuk dapat mencapai tujuan. Tujuan yang berbeda akan memiliki strategi yang
berbeda pula. Keberhasilan suatu strategi dapat dievaluasi melalui pengukuran
kinerja. Sejauh mana suatu strategi dan tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai
dapat tergambarkan dari pengukuran kinerja yang dilakukan oleh perusahaan.
Maka dari itu pengukuran kinerja merupakan hal yang penting dalam pencapaian
keberhasilan perusahaan, dikarenakan dengan dilakukannya pengukuran kinerja
dapat diketahui efektivitas dari penerapan suatu strategi. Pengukuran kinerja dapat
digunakan pula sebagai dasar pembuatan strategi baru yang akan berujung pada
perkembangan organisasi itu sendiri. Dalam mengelola kinerja sebuah organisasi
pengukuran secara finansial saja tidak cukup, melainkan dibutuhkan juga
pengukuran yang lebih komprehensif. Pengukuran yang komprehensif yang
dimaksud adalah pengukuran kinerja yang tidak hanya dilihat dari sisi keuangan
organisasi saja, melainkan juga dari sisi non keuangan organisasi. Jika
5
pengukuran kinerja tidak dilakukan secara komprehensif maka akan meyulitkan
organisasi dalam melakukan evaluasi terhadap kinerjanya yang akan digunakan
sebagai dasar dalam pembuatan strategi yang akan digunakan oleh organisasi ke
depannya.
Sebagaimana disebutkan dalam jurnal yang ditulis oleh Ali
Mutasowifin, pengukuran kinerja dapat digunakan untuk menilai keberhasilan
perusahaan serta sebagai dasar penyusunan strategi dalam perusahaan. Selama ini,
pengukuran kinerja secara tradisional hanya menitikberatkan pada sisi keuangan.
Manajer yang berhasil mencapai tingkat keuntungan atau Return on Investment
yang tinggi akan dinilai berhasil, dan memperoleh imbalan yang baik dari
perusahaan (Jurnal Universitas Paramadina Vol.1 No. 3, Mei 2002:245-264).
Pengukuran kinerja konvensional dirasa kurang tepat karena hanya berfokus pada
tujuan jangka pendek perusahaan dan cenderung mengabaikan tujuan jangka
panjang perusahaan (Witcher dan Chau, 2007:518).
Balanced Scorecard merupakan suatu metode penilaian kinerja
perusahaan dengan mempertimbangkan empat perspektif untuk mengukur kinerja
perusahaan yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta
proses pembelajaran pertumbuhan. Balanced Scorecard menggambarkan adanya
keseimbangan antara tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang, antara
ukuran keuangan dan non keuangan, antara indicator lagging dan indicator
leading. Dengan Balanced Scorecard, tujuan suatu unit usaha tidak hanya
dinyatakan dalam suatu ukuran keuangan saja, melainkan dijabarkan lebih lanjut
ke dalam pengukuran bagaimana koperasi harus menciptakan nilai terhadap
anggota koperasi yang ada sekarang dan di masa akan datang serta bagaimana
koperasi harus meningkatkan pelayanan terhadap anggota, sistem dan prosedur
yang dibutuhkan untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik di masa yang akan
datang.
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, menarik untuk
diteliti bagaimana perbaikan kinerja yang dapat diusulkan kepada KSP Sejahtera
Bersama dengan menggunakan konsep Balanced Scorecard melalui analisis
empat perspektif yang diharapkan dapat membantu koperasi untuk mengevaluasi
serta memperbaiki kinerjanya agar menjadi lebih baik di masa mendatang.
6
Mengacu pada latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk membuat sebuah
skripsi yang berjudul “Analisis Usulan Balanced Scorecard sebagai Alat Bantu
Manajemen dalam Memperbaiki Kinerja Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera
Bersama”.
1.2.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, permasalahan dapat
diidentifikasi menjadi:
1.
Bagaimana hasil analisis visi, misi, dan strategi KSP Sejahtera Bersama
serta kinerjanya setelah di evaluasi dengan menggunakan pendekatan
empat perspektif Balanced Scorecard?
2.
Bagaimana Balanced Scorecard dapat membantu KSP Sejahtera
Bersama dalam memperbaiki kinerjanya dan meningkatkan SHU?
3.
Bagaimanakah Strategy Map yang sesuai untuk KSP Sejahtera
Bersama?
1.3.
Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan penelitian ini berkaitan dengan
rumusan masalah di atas antara lain:
1.
Mengetahui bagaimana hasil analisis visi, misi, dan strategi KSP
Sejahtera Bersama serta kinerjanya setelah di evaluasi dengan
menggunakan pendekatan empat perspektif Balanced Scorecard.
2.
Mengetahui bagaimana Balanced Scorecard dapat membantu KSP
Sejahtera Bersama dalam memperbaiki kinerjanya dan meningkatkan
SHU.
3.
Mengetahui bagaimanakah Strategy Map yang sesuai untuk KSP
Sejahtera Bersama.
7
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan
referensi untuk menentukan strategi serta mengukur kinerja organisasi
pada KSP Sejahtera Bersama.
2. Bagi Akademisi dan pihak lain
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang
berharga untuk memperdalam ilmu manajemen stratejik terutama dalam
memahami Balanced Scorecard.
3. Bagi Penulis
Penelitian ini merupakan salah satu sarana untuk mengaplikasikan teoriteori yang selama ini sudah dipelajari di dunia perkuliahan. Penelitian ini
juga diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk menambah
wawasan dan pengetahuan di lapangan.
1.4.
Kerangka Pemikiran
Setiap perusahaan pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai sehingga perusahaan
tersebut dapat tumbuh dan berkembang. Disamping tujuan, terdapat pula rencanarencana yang disiapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Akan tetapi dalam upaya
mencapai tujuan, rencana saja tidak cukup melainkan dibutuhkan pula perumusan
strategi agar proses pencapaian tujuan menjadi efektif dan efisien. Strategi
merupakan cara yang dipilih pihak manajemen untuk mencapai tujuan
perusahaan. Tujuan yang berbeda akan memiliki strategi yang berbeda pula.
Sebelum merumuskan strategi yang tepat, sebuah perusahaan harus dapat
mengetahui kondisi kinerja perusahaannya terlebih dahulu. Untuk mengetahui
kondisi perusahaan dibutuhkan suatu pengukuran kinerja. Oleh karena itu
pengukuran kinerja menjadi hal yang sangat penting bagi sebuah perusahaan.
Disamping untuk mengevaluasi strategi yang sudah dijalankan, pengukuran
8
kinerja juga berguna bagi penentuan strategi baru yang akan dijalankan di masa
mendatang.
Pengukuran kinerja sudah bukan hal yang asing lagi bagi para
manajer perusahaan. Akan tetapi pada praktiknya, masih banyak manajer yang
melakukan pengukuran kinerja dengan hanya menilai keberhasilan dan penerapan
strategi melalui ukuran finansial perusahaan saja. Sebagian besar hasil dari
pengukuran finansial hanya menggambarkan kondisi perusahaan secara jangka
pendek saja dan tidak memberikan penjelasan lain yang dapat berpengaruh
terhadap perusahaan. Oleh karena itu mulai banyak pihak yang mencari alat
pengukuran kinerja lain yang lebih komprehensif.
Balanced Scorecard merupakan sebuah pendekatan dalam
pengukuran kinerja perusahaan (performance measurement tool) yang dicetuskan
oleh Kaplan dan Norton pada awal tahun 1990-an dalam rangkaian penelitian
yang mereka lakukan. Menurut Kaplan dan Norton (1996:23), Balanced
Scorecard merupakan alat pengukur kinerja eksekutif yang memerlukan ukuran
komprehensif dengan empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif
pelanggan, perspektif bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan
pembelajaran. Dengan ke empat perspektif tersebut, manajer dapat mengukur
kinerja dari strategi yang diterapkan oleh perusahaan dengan ukuran finansial dan
non finansial secara relevan dan komprehensif. Semua perspektif dalam Balanced
Scorecard saling terkait satu sama lain, dan berfokus pada pencapaian visi, misi,
tujuan dan pelaksanaan strategi.
Menurut Kaplan dan Norton (1996:26), dari ke empat perspektif
tersebut akan dibuat sasaran strategis yang dapat menentukan ukuran masingmasing perspektif tersebut. Melalui sasaran strategis tersebut akan dibuat
indikator-indikator keberhasilan untuk mengevaluasi visi, misi, dan strategi dari
perusahaan sehingga dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selain itu ukuranukuran dari ke empat perspektif tersebut akan menjadi ukuran yang
berkesinambungan.
Balanced Scorecard akan dibuat sesuai dengan outcome yang
diinginkan oleh perusahaan. Ke empat perspektif yang dirumuskan oleh Kaplan
dan Norton (1998:378) tidak kaku harus diterapkan seluruhnya di suatu
9
organisasi. Sungguh memungkinkan suatu organisasi tidak memakai salah satu
dari perspektif tersebut dan sangat memungkinkan juga suatu organisasi
menambah perspektif yang lain.
Koperasi sebagai suatu badan usaha juga memerlukan
pengukuran kinerja yang komprehensif karena hal tersebut akan berpengaruh
terhadap kesejahteraan anggota koperasi itu sendiri. Semakin baik kinerja suatu
koperasi, maka akan semakin sejahtera para anggotanya. Maka dari itu
sesungguhnya
koperasi
sangat
memerlukan
pengukuran
kinerja
dengan
menggunakan Balanced Scorecard karena kesejahteraan anggotanya sangat
bergantung terhadap kinerja koperasi. Seperti yang dilansir oleh salah satu jurnal
Kementerian Koperasi dan UKIM, penerapan Balanced Scorecard pada koperasi
memiliki beberapa manfaat sebagai berikut :
1. Koperasi memiliki rencana (program) kerja, dengan tujuan, indikator
kinerja, target kinerja, aktivitas serta waktu dan biaya yang obyektif, jelas
dan terukur. Dalam pengertian objektif, jelas dan terukur, bahwa rencana
(program) kerja yang disusun, melandaskan pada perhitungan dan kondisi
internal dan eksternal, sesuai kapasitas (kemampuan).
2. Koperasi secara otomatis memiliki instrumen monitoring dan evaluasi.
Matriks perspektif yang memuat sub-tujuan, indikator, standar kinerja,
inisiatif kegiatan, waktu dan biaya secara langsung merupakan alat
monitoring dan evaluasi yang siap pakai. Pengurus, pengawas, anggota,
manajer dan para pihak yang berkepentingan pada koperasi, siap dengan
instrumen monitoring dan evaluasi. Instrumen monitoring dan evaluasi ini,
mampu memonitor dan mengevaluasi pencapaian dari sisi kebijakan dan
strategi, dan dari sisi teknis-operasional. Koperasi mencapai peningkatan
kinerja bisnis yang lebih tinggi, yang diukur antara lain melalui indikator
produktivitas, nilai jual, SHU dan lain-lain.
Balanced Scorecard cukup komprehensif untuk memotivasi
manajemen eksekutif dalam mewujudkan kinerja ke empat perspektif agar
keberhasilan keuangan yang diwujudkan bersifat sustainable (bertahan lama) dan
memungkinkan mereka untuk mengukur unit bisnis mereka melalui penciptaan
nilai saat ini dengan tetap mengacu pada tujuan perusahaan. Mereka mampu
10
melihat pengembangan sumber daya manusia, sistem dan prosedur dalam
perbaikan kinerja mendatang. Disamping itu, para manajer mampu menilai apa
yang telah mereka bina di dalam intangible asset (sumber daya tak berwujud)
seperti merk, hak cipta dan kepuasan pegawai yang selanjutnya berpengaruh pada
loyalitas pelanggan.
Gambar 1. 2
Kerangka Pemikiran
Sumber: Penulis
11
Download