Modul Sejarah Desain [TM15]

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
SEJARAH
DESAIN
Kompetensi Menghadapi UAS
Fakultas
Program Studi
Desain dan Seni
Kreatif
Desain Produk
Modul
14
Kode MK
Disusun Oleh
MK 19051
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Abstract
Kompetensi
Berbagai Gaya Desain di dunia berkembang
menurut
zamannya
yang
saling
mempengaruhi dari gaya hidup, sosial
ekonomi, dan pendidikan. Pengaruh gaya
desain meliputi ciri khas dan umum di setiap
negara.
Mahasiswa memiliki kompetensi mengenai latar
belakang sejarah, periodesasi, ciri-ciri khas dan
umum, tokoh-tokoh penting serta contoh karyakarya dari Revolusi Industri, Desain Kemasan dan
berbagai Gaya Desain dunia dan di Indonesia
Masa Kini.
Pendahuluan
Modul 14
Kompetensi Menghadapi UAS
(Lanjutan)
Setelah Anda mempelajari materi modul 1 sampai dengan 14, diharapkan
Anda memiliki kompetensi mengenai latar belakang sejarah, periodesasi, ciri-ciri
khusus dan umum, tokoh-tokoh penting serta contoh-contoh visual karya dari era
Revolusi Industri, Desain Kemasan dan berbagai Gaya Desain dunia hingga Gaya
Desaini Indonesia Masa Kini. Jawablah soal essay di bawah ini dengan deskripsi
jawaban yang benar, lengkap dan jelas!.
Uji Kompetensi:
1. Kesimpulan apakah yang dapat Anda jelaskan dari pengaruh revolusi
industri kepada gaya desain modern? Jelaskan dengan lengkap!
2. Apa sajakah yang penting diterapkan pada desain yang Anda buat jika
Anda menggunakan gaya desain tertentu untuk pembuatan media
promosi berupa kemasan?
3. Gaya desain apa sajakah yang menjadi akar kemunculan gaya desain
modernisme, jelaskan hubungannya ditinjau dari ciri khusus dan contoh contoh visual karya!
Agar Anda dapat menjawab pertanyaan dan soal di atas dengan jawaban
benar, jelas dan lengkap pelajarilah sekali lagi dan buatlah ringkasan dari semua
materi yang sudah dipelajari, yaitu:
IX.Gaya Desain Bauhaus
A. Sejarah Awal
Bauhaus, adalah sebuah sekolah seni dan desain di Jerman yang sangat
berpengaruh
dan
menggabungkan
terkenal.
antara
seni
Bauhaus
dan
menerapkan
teknik
dalam
kurikulum
produksi
perkembangannya pula Bauhaus lebih dikenal sebagai nama
tersendiri.
2016
2
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
yang
massal.
unik,
Dalam
sebuah gaya seni
Sekolah ini berdiri pada 1919 hingga 1933 ditutup oleh Nazi. Sekolah
Bauhaus pertama kali dipimpin oleh Walter Gropius (1883-1969) dan Ludwig Mies
van der Rohe (1886-1969). Walter Gropius juga memelopori International Style dan
mengenalkan konsep seni artistektur Utopia modern, berdasar idealisme bentuk yang
sederhana dan fungsi yang lugas (form follow function) yaitu bentuk bangunan
mengikuti fungsi yang ada pada bangunan tersebut.
Bauhaus menanamkan kepercayaan bahwa “mesin” dapat membawa secara
elegan benda - benda yang telah didesain menjadi milik massa dengan struktur dan
estetika yang lebih baik. Desain Bauhaus menggunakan teknik dan material yang
digunakan secara khusus untuk penggunaan pabrik dan manufaktur massal,
seperti baja, beton, krom, kaca, dan lain sebagainya.
Gedung Sekolah Bauhaus di Dessau yang dirancang oleh Walter Gropius
menunjukkan perhatian perancang awal abad ke-20 ini pada bahan pabrikasi, yaitu
kusen alumunium dan kaca lebar, sebagai elemen fasad utama, meskipun masih
terasa asing di zaman itu dimana fasad identik dengan dinding beserta
ukirannya. Bentuk bangunan ini keseluruhan sederhana mengikuti program fungsi di
dalamnya, tapi jika dilihat dari udara, denah bangunan ini memiliki pola yang unik. Ini
menjadi inspirasi bagi para perancang modernisme lainnya bahwa keindahan bukan
lagi dari ornamen, tapi bentuk bangunan dan elemen-elemen fungsional.
2016
3
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
B. Sejarah Perkembangan
Jerman sangat kacau Pada 1919 setelah perang dunia yang menguras
segenap kekuatan perekonomian. Seorang arsitek Walter Gropius ditunjuk untuk
mendirikan dan memimpin sebuah institusi diberi nama Bauhaus yang dapat
membantu membangun negara dengan tatanan sosial yang baru. Institusi ini
awalnya difokuskan untuk menemukan bentuk baru yang rasional bagi perumahan
sosial untuk para “pekerja atau buruh.” Rasional yang dimaksud adalah bagaimana
ruang dan struktur bangunan yang kualitasnya “paling optimal” untuk rumah pekerjapekerja ini, sehingga dapat dibangun secara cepat, massal dan murah dengan
kualitas yang baik. Namun, kenyataannya yang dilahirkan oleh sekolah Bauhaus
lebih dari itu.
Bauhaus banyak terpengaruh oleh gerakan Art and Craft di Inggris. Ide dasar
pola pengajaran Bauhaus adalah kesatuan dari artistik itu sendiri dan dedikasi
praktikal (keahlian praktik di dunia nyata). Setiap siswa harus menyelesaikan
pelajaran pengantar selama 6 bulan yang melibatkan melukis dan ekperimen dasar
tentang bentuk, sebelum mereka lulus di tiga tahun pelatihan workshop oleh dua ahli:
satu seniman dan satu pengrajin. Ada beberapa tipe workshop yang disediakan,
meliputi: praktik dengan media metal, tipografi, seni lukis, gelas, seni pahatan, mebel,
praktik penciptaan seni 3 dimensi dan lain sebagainya. Mereka juga mempelajari
arsitektur dalam teori dan praktik, yaitu bekerja dengan konstruksi bangunan yang
nyata.
Mereka mempelajari arsitektur dalam teori dan praktik, Sasaran kreativitas
kurikulum melibatkan keseluruhan dari staf pengajar. Di antaranya adalah Paul
Klee,
Wassily Kandinsky, Oskar Schlemmer, Johannes Itten, László Moholy-
Nagy, Josef Albers dan Marcel Breuer.
Namun demikian di tengah kecanggihan dan intensivitas sistem pengajaran
institusi ini sebaliknya partai Nazi dan kelompok politik fasis lainnya telah menentang
berdirinya Bauhaus semenjak 1920an. Mereka menilai hal ini sebagai sebuah kedok
bagi komunis, terutama karena banyak seniman Rusia yang berkecimpung di
dalamnya. Sekolah Bauhaus akhirnya berpindah pertama dari Weimar ke Dessau,
dari Dessau ke Berlin, dan akhirnya ditutup rezim Nazi pada 1933.
2016
4
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Bauhaus merupakan hasil penggabungan dari 2 (dua) sekolah seni;
Kunstgewerbeschule (Grand-Ducal Saxon School of Arts and Crafts) dan
Hochschulefuer Bilden de Kunst (Grand-Ducal Saxon Academy of Fine Arts). Sistem
pendidikan Bauhaus pada awalnya menyerupa sistem yang terdapat pada kuil-kuil
Budha Shaolin dengan tema sentralnya di bidang desain. Para mahasiswa diberi
pendidikan desain dengan metoda kerja-praktek yang diselingi ritual latihan
pernafasan, latihan fisik, meditasi, dan vegetarian serta memanfaatkan bengkel
praktek dan kantin sebagai pusat interaksi sosial antar warga Bauhaus, terutama
antara master dan murid.
Bauhaus menyatukan seniman dan pengrajin dalam suatu kesetaraan dan
kemitraan yang sederajat dengan bidang arsitektur sebagai kulminasinya. Tujuan
utama Bauhaus adalah melatih dan menghasilkan mitra kerja (kolaborator) bagi
dunia industri dan kerajinan. Produk yang dihasilkan oleh workshop-workshop
Bauhaus biasanya memiliki standar yang dapat digunakan bagi keperluan “industri.”
Hal itu sudah pasti karena lembaga ini lahir pada masa Jerman yang sedang
membangkitkan diri setelah Perang Dunia I.
Maka untuk mengejar visi kebangkitan itu, Bauhaus berpedoman bahwa
desain mereka harus dapat diproduksi secara “modular dan massal” baik oleh
tangan pengerajin atau mesin, sehingga dapat diproduksi berulang-ulang secara
cepat dan menekan biaya, tapi tetap juga memperhatikan estetika bentuk dan
kualitas fungsional sebagai tujuan utama desain. Kemajuan teknologi mesin industri
di Jerman mendukung proses tersebut.
Mengapa sistem modular itu dapat menekan biaya?. Perlu diketahui bahwa
pertukangan konvensional, baik itu bidang furnitur atau bangunan, melibatkan
banyak pekerja jika menargetkan waktu pelaksanaan yang singkat dan permintaan
konsumen yang banyak. Para tukang inipun adalah ahli-ahli yang upahnya tidak
sedikit untuk mengukir dan mencetak komponen-komponen furnitur atau bangunan.
Tapi, dengan teknik pabrikasi yang mana komponen-komponennya “siap pasang,”
jumlah tukang ahli ini dapat dikurangi. Lalu, biaya beralih ke pembelian komponen
pabrikasi ini, contohnya kusen dan rangka atap alumunium, yang lebih murah
daripada membeli bahan baku ditambah membayar tukang-tukang ahli itu.
2016
5
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Apakah teknik ini melahirkan banyak pengangguran? Itu kembali pada
kondisi setiap negara berdasarkan banyak aspek. Perlu digaris-bawahi bahwa
“modular” tidak selalu identik dengan pabrikasi, karena sasarannya hanyalah
produksi cepat, massal dan murah, yang dicapai dengan “perulangan pengerjaan
segmen atau komponen” suatu produk. Yang pasti, Bauhaus telah mempopulerkan
teknik ini secara tidak langsung ke seluruh dunia melalui para seniman dan arsitek
modernis.
Masuknya sejumlah seniman maupun arsitek sebagai “Master of Form”
dalam insititusi Bauhaus, telah memberikan beragam pengaruh pemikiran terhadap
metoda berkarya dan pengajaran Bauhaus, dari rasionalisme, ekspresionisme,
kubisme, konstruksivisme , futurisme, neo-plastisisme hingga pada esoterisme yang
menuju
pada mistisme.
Beberapa
pengamat
menilai Bauhaus
sebagai
sebuah lembaga yang memiliki kekokohan didaktik dan metodik yang sistematik dan
cenderung menekankan rasional semata. Tapi, jika dilihat dari pengaruhnya hingga
sekarang dalam industri furnitur dan arsitektur, pendapat itu tidak dapat dibuktikan
karena selalu ada inovasi rupa dari beragam aliran yang dapat dipadukan dengan
gaya Bauhaus.
Gambar di atas: Villa Weise di Berlin, dirancang oleh Volker Weise.
Bangunan ini didirikan dengan teknik “grid” kolom dan dinding yang sederhana
(modular struktur), namun estetis dengan komposisi kotak-kotaknya, dilengkapi
dengan modular kusen pabrikasi aluminium membingkai kaca lebar. Sistem-sistem
modular ini menyebabkan gaya seperti ini populer hingga sekarang dengan aneka
inovasinya karena relatif mudah di atas kertas dan juga di lapangan.
2016
6
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Gambar di atas: Haifa Residence di Israel, dirancang oleh Pitsou Kedem.
Salah satu pengaruh Bauhaus pada desain arsitektur kontemporer. Bentuk
bangunan berupa permainan komposisi kotak-kotak dinding dan jendela kaca lebar,
serta dominan warna putih yang menonjolkan pola gelap-terang akibat cahaya.
C. Tujuan Bauhaus
Sekolah ini memiliki 3 tujuan utama
1. Untuk mendorong seniman – seniman dan pengrajin individual untuk bekerja
bersama dan mengkombinasikan semua keahlian mereka.
2. Untuk meningkatkan status dari kerajinan, kursi, lampu, poci, dan lain
sebagainya
ke
dalam
tingkatan
yang
sama
dengan seni
murni, lukisan, pahatan, dan lain sebagainya.
3. Untuk secara berkelanjutan memperoleh kebebasan dari
dukungan pemerintah dengan menjual berbagai rancangan desain
ke industri.
D. Ciri-ciri Karya Seniman Bauhaus
Karya
seni
lukis
Bauhaus
kebanyakan
berbentuk
kubisme
dan
ekspresionisme yang merupakan pengaruh dari pelukis modern Rusia bergaya
konstruktivisme. Pesatnya perkembangan industri dan meningkatnya kebutuhan alat
rumah tangga–seiring perubahan dari tatanan masyarakat agraris ke masyarakat
industri akibat dari revolusi industri–desain produk seperti furnitur dan alat rumah
tangga lain yang kebanyakan didominasi bahan metal, kulit dan kaca, mulai
mendapat perhatian di Bauhaus.
2016
7
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Eksperimen bentuk untuk produk-produk industri dikenalkan oleh tokoh
muda Bauhaus, Josef Albert (1888-1976). Untuk produk furnitur, yang paling
menonjol dan masih diproduksi sampai sekarang adalah karya desainer Marcel
Bruer di antaranya Wassily Chair dan B32 Chair. Seni Bauhaus tetap menjadi
literatur para desainer, baik di bidang furnitur, senilukis, desain mode dan fashion
sampai saat ini
E.
Contoh Karya-Karya Desain Bauhaus
1. Poster
2. Seni Lukis Bauhaus
2016
8
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3. Desain Furnitur-Furnitur Bauhaus
Desain furnitur-furnitur Bauhaus sangat berpengaruh dalam revolusi gaya
furnitur di seluruh dunia, yaitu penggunaan komponen-komponen pabrikasi yang
dirangkai menjadi bentuk yang sederhana, namun dinamis dan strukturnya kuat.
Memang sulit dibuat dengan teknik pertukangan konvensional, tapi dengan memiliki
sedikit alat pertukangan modern, maka banyak industri furnitur yang dulunya
konvensional menjadi lebih sukses karena pengerjaannya lebih mudah, cepat,
masal, sedangkan gaya modernnya menjanjikan harga yang menguntungkan.
F. Dosen-Dosen di Bauhaus
1. Walter Gropius (Amerika-Jerman, 1883-1969)
2. Ludwig Mies van der Rohe (Amerika-Jerman, 1886-1969)
2016
9
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Wassily Kandinsky (Jerman-Russia, 1866-1944)
Lyonel Feininger (Amerika, 1871-1956)
Paul Klee (Swiss-Jerman, 1879-1940)
Oskar Schlemmer (Jerman, 1888-1943)
László Moholy-Nagy (Jerman, lahir di Hungaria, 1895-1946, aktif di Amerika),
Josef Albers (Amerika, Jerman, 1899-1976)
Anni Fleischman Albers (Amerika, Jerman, 1899-1994
X. Gaya Desain POP Art
Pop Art berasal dari kata Popular Art (Oxford Dictionary), yang kemudian di
singkat menjadi “Pop Art”. Kamus Oxford mendefinisikan Pop Art adalah seni yang
didasarkan oleh budaya popular modern, karena adanya komentar-komentar kritis
atau ironis pada seni tradisional. Pop Art adalah sebuah gerakan seni yang muncul
di Inggris pada 1950-an awal jaman post-modern art, jaman di mana semua orang
mulai bosan dengan gaya modern. Aliran seni yang memanfaatkan simbol-simbol
dan gaya visual yang berasal dari media massa popular seperti koran, TV, iklan, dll.
Lalu, menurut Collins Dictionary, Pop Art adalah suatu gerakan dalam seni
modern yang meniru metode, gaya, dan tema dari budaya popular dan media
massa, seperti komik, iklan, dan fiksi ilmiah. Sedangkan menurut Cambridge
Dictionary, Pop Art adalah salah satu jenis seni yang dimulai pada tahun 1960 dan
memakai gambar dan objek dari kehidupan nyata (real). Pop Art merupakan seni
yang mendobrak batas-batas artian seni yang agung. Di mana pada saat itu seni
hanyalah sebuah hal yang bisa dinikmati kalangan kelas atas. Dengan adanya
gerakan Pop Art, seni dapat dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari golongan
bawah hingga golongan atas.
2016
10
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Seniman Pop Art yang paling terkenal adalah Andy Warhol, seniman
Amerika yang mempopulerkan Pop Art melalui karyanya yang menggambarkan
wajah Marylin Monroe disajikan dengan warna-warna komplementer yang tegas.
Ciri khas karya-karya Pop Art adalah permainan dengan banyak warna yang
berani, warna-warna berlawanan saling ditabrakkan, kadang disertai penggabungan
foto dan penggunaan simbol-simbol untuk menyampaikan pesan si pembuatnya.
Desain Pop Art seringkali juga menggunakan teks berukuran besar dengan stroke
yang tebal. Seperti hiasan dinding Marilyn Monroe atau Elvis Presley ukuran besar
dengan warna-warna komplementer yang tegas.
A. Sejarah Awal dan Perkembangan Pop Art
Pop Art merupakan sebuah gerakan seni yang muncul di Inggris pada 1950an dan di Amerika 1960-an. Berkaitan dengan globalisasi musik pop dan budayabudaya kaum muda (teenagers) yang dibawa oleh Elvis Presley dan The Beatles.
Sebelum Pop Art muncul seni adalah milik orang-orang kaya, pintar, media,
dan para seniman itu sendiri. Mereka menerjemahkan keindahan sesuai dengan
teori-teori ideal mereka yang cenderung filosofis dan rumit serta sulit dipahami yang
melahirkan corak abstrak ekspresionisme. Seperti namanya, keindahan suatu karya
abstrak ekspresionisme tidak bisa dinikmati tanpa kita berpikir dan mencerna.
Kemudian, Roy Lichtenstein dan kawan-kawan berusaha mengubah keadaan
ini dengan membuat seni dapat lebih dipahami oleh semua orang dari berbagai
kalangan. Roy Lichtenstein juga salah satu tokoh Pop Art yang terkenal. Hal ini
ditunjukkan oleh lukisan-lukisan komik-stripnya. Gadis tenggelam tahun 1963,
adalah salah satu karyanya yang lebih dikenal dan merupakan contoh yang baik
untuk fitur desain. Lukisan ini hadir dengan garis tebal, warna-warna berani, dan
gelembung pikiran.
2016
11
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Salah satu bentuk awal desain Pop Art adalah karya dari Richard Hamilton, John
Michale dan John Voelcker pada tahun 1956 yang berjudul ”Just What is it that
Makes Today’s Homes so Different, so Appealing?”. Karya tersebut berupa
penggabungan potongan gambar dari berbagai sumber. Pop Art pada dasarnya
berasal dari istilah Popular Culture, yaitu sebuah ungkapan yang menggambarkan
sebuah budaya rendah atau kalangan bawah karena lebih berkaitan dengan
masalah hiburan, komersial bahkan selera masyarakat awam.
Pop Art pada dasarnya berasal dari istilah Popular Culture, yaitu sebuah
ungkapan yang menggambarkan sebuah budaya rendah atau kalangan bawah
karena lebih berkaitan dengan masalah hiburan, komersial bahkan selera
masyarakat awam. Pop Art juga sebagai reaksi kritis terhadap ide-ide dominan
lukisan abstrak. Pop Art menggunakan tokoh popular untuk menentang kebudayaan
kumpulan elit dalam seni, menekankan elemen-elemen yang tidak menarik atau
pertunjukkan seni yang tidak bernilai dalam sebuah kebudayaan.
Artis-artis Pop Art pada pertengahan 1950-an di Inggris dan akhir 1950-an
di Amerika Serikat pada jaman itu hanya mementingkan gambaran-gambarannya
di billboards, lukisan, pengiklanan majalah atau produk. Lalu Lawrence Alloway
2016
12
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
seorang kurator menggunakan istilah budaya popular di dalam essainya yang
berjudul “The Arts and Mass Media”, untuk menggambarkan apa yang ia lihat
sebagai perubahan berarti dari seni modern kepada seni kontemporer yang merujuk
pada subjek dan teknik seni. Alloway adalah salah seorang pengkritik yang
mempertahankan Pop Art sebagai sebuah bentuk seni yang sah.
Pop Art tidak berisi content-content langka seperti cerita bible, mitos, atau
legenda yang secara tradisional sering menjadi subjek seni murni. Dalam Pop art
yang menjadi inspirasi adalah budaya barat sebagai fenomena yang menggejala dari
dampak pemasaran (iklan) perusahaan.Sasarannya kepada masyarakat luas dan
merupakan bentuk perluasan subjek seni yang berasal dari desainer grafik,
kemasan, tanda, billboard dan iklan.
Pop Art fokus pada objek yang sering ditemukan sehari-hari, dibuat dengan
mengadopsi seni dalam merespon dunia komersial. Para seniman juga banyak
mengadaptasi budaya dan gejala-gejala popular seperti film layar lebar, komik, iklan,
dan yang paling banyak, televisi.
Pop Art pertama kali ‘dipopularkan’ oleh Andy Warhol dari Amerika yang
merepetisi foto wajah-wajah artis Hollywood seperti Marilyn Monroe atau Elvis
Presley dengan silk screen dan menggunakan warna-warna komplementer. Hasilnya
wajah-wajah artis tersebut muncul dengan warna-warna yang unik dan berbeda dari
aslinya.
2016
13
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Karya-karya seperti ini biasanya diproduksi untuk cover-cover album atau
poster pertunjukan musik dan kemudian berkembang untuk poster-poster sosial
sampai poster komersil
Walaupun Andy Warhol bukanlah seniman pertama yang mengadaptasi
iklan menjadi sebuah seni, sampai saat ini ia diakui sebagai praktisi Pop Art terbaik.
Dengan karyanya, “200 Campbell’s Soup Cans” (1962) dan “Marylin Monroe
Diptych” (1962), Warhol mencoba mengangkat reproduksi mekanis dari status seni
murni.
Sama halnya dengan seniman Roy Lichtenstein yang mengadaptasi strip
komik, sebagai inspirasi dari karyanya utuk menggambarkan action drama
sensasional yang dibuat dengan printer dot murah yang diperbesar. Karya-karya
Lichtenstein ini sangatlah sukses.
Gaya desain ini berlangsung sekitar pertengahan tahun 1960an sampai
1970an. Karena pengaruh Pop Art dalam desain maka terdapat upaya untuk
mengangkat kembali unsur-unsur tradisional Amerika. Seperti teknik pewarnaan
datar atau blok dan outline pada komik. Sedangkan yang berkaitan dengan sisi
tradisional adalah seperti tipe huruf, ornamen tradisional serta mengangkat kembali
gaya Art Deco dan Art Nouveau, atau sering disebut juga dengan revivalism.
Pada perkembangannya, Pop Art telah berubah menjadi sebuah cabang
seni visual baru yang memiliki ciri khas unik. Seperti penggunaan objek sehari-hari
sebagai tema utamanya (papan iklan, lampu, tokoh politik, penyanyi pop dan lain
sebagainya). Desain Pop Art tidak hanya dituangkan dalam media cetak, sablon
kaos, dan aksesoris motor, tetapi digunakan juga untuk mempercantik rumah bagian
luar maupun dalam. Seperti bangunan dengan banyak cat berwarna berani, model
2016
14
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
sofa atau kursi yang unik. Hal ini juga merupakan salah satu dari berbagai
perkembangan seni desain Pop Art.
Pop Art didesain berdasarkan fenomena masyarakat dan ditujukan untuk
masyarakat. Perhatian beberapa seniman terhadap gejala sosial masyarakat yang
diangkat menjadi kekaryaan hanya bisa dibuat oleh orang-orang tertentu. Karena
fenomena dan gejala sosial dapat diekspresikan oleh seniman/desainer yang
mampu melihat apa-apa yg tak nampak melalui pengamatan kritis terhadapnya.
Seiring waktu, popularitas Pop Art kemudian memudar di akhir era 60-an setelah
munculnya seni abstrak ekspresionis. Namun kini Pop Art sudah mulai diminati lagi
dan popularitas dua aliran seni ini sangat hebat.
B. Tokoh dan Seniman Pop Art
1. Richard Hamilton (1922-2011)
Tokoh yang paling penting dari kelompok seniman London yang tertarik
dengan budaya popular Amerika. Karya kolase Hamilton yang berjudul “Just What Is
It That Makes Today’s Home So Different, So Appealing?”, dianggap banyak berisi
unsur-unsur Pop Art yang muncul kemudian di Amerika Serikat. Kolase ini
mengandung unsur-unsur seperti label dagang, logo produk, dan bagian yang
ditonjolkan dalam buku komik.
2.Andy Warhol (1925-1987)
Andy
Warhol
merupakan
seniman
Pop
yang
paling
terkenal.
Ia
menggunakan budaya populer dan dunia periklanan sebagai sumber tema karyanya.
Karya-karyanya mengeksplorasi hubungan antara ekspresi seni, budaya selebriti
dan iklan yang berkembang pada tahun 1960-an. Gambar objek-objek yang dapat
ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dibuat menjadi seni rupa yang penting.
2016
15
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Seni Warhol mencakup berbagai bentuk media, termasuk gambar tangan,
lukisan, seni grafis, fotografi, sablon, patung, film, dan musik. Dia juga seorang
pelopor dalam seni yang dihasilkan komputer menggunakan komputer Amiga yang
diperkenalkan pada tahun 1984,
2. Roy Lichtenstein (1923-1997)
Roy Lichtenstein merupakan seniman Pop Amerika. Selama tahun 1960,
bersama dengan Andy Warhol, Jasper Johns, dan James Rosenquist ia menjadi
tokoh terkemuka dalam gerakan seni baru. Karyanya didefinisikan premis dasar seni
pop melalui parodi. Roy Lichtenstein mendasarkan karyanya pada buku komik.
Karyanya sangat dipengaruhi oleh iklan populer dan gaya buku komik. Dia
menggambarkan pop art sebagai “not ‘American’ painting but actually industrial
painting”.
4.Tom Wesselman (1931-2004)
Tom Wesselman seorang seniman Amerika yang terkait dengan gerakan
seni Pop yang bekerja dalam lukisan, kolase, dan patung. Atau dapat disebut dia
seniman yang berkarya dalam gaya Pop Art yang dingin. Salah satu karyanya yang
terkenal berupa karya serial yang disebut Wesselmann sebagai The Great American
Nude. Dalam karya ini figur-figur wanita telanjang tanpa wajah digambarkan dalam
bentuk datar dan impersonal.
5. George Segal (1924-2000)
George Segal adalah seorang pelukis Amerika dan pematung terkait dengan
gerakan Pop Art. Ia tidak menggunakan teknik yang impersonal, ia menampilkan
bentuk Pop Art yang mempribadi (personalized). Karyanya berupa patung manusia
yang dicetak dengan model hidup dari bahan plaster dengan permukaan yang kasar,
yang dipajang dalam lingkungan yang nyata. Awalnya patung tersebut hanya berupa
patung putih dingin, lalu kelamaan ia melukis patung tersebut dengan menggunakan
warna monokrom cerah.
6.Marisol Escobar (1930)
Marisol Escobar adalah seniman asal Venezuela yang menciptkan karya
mixed-media, yang menggabungkan patung, lukisan, dan benda bekas (found
object) dalam lingkungan pop yang berpusat pada figur manusia. Dalam dekade
2016
16
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
berikutnya tahun 1960-an Marisol mulai dipengaruhi oleh Andy Warhol dan Roy
Lichtenstein. Dia bahkan muncul dalam dua film oleh Andy Warhol, “The Kiss” dan
“13 Most Beautiful Girls”. Marisol mengonstruksi figur-figur abstrak seperti dalan
gaya Kubisme.
Masih banyak seniman dan tokoh Pop Art yang berpengaruh seperti: Billy
Apple, Evelyne Axell, Sir Peter Blake, Derek Boshier, Pauline Boty, Patrick Caulfield,
Allan D’Arcangelo, Jim Dine, Rosalyn Drexler, Robert Dowd, Ken Elias Erró, James
Gill, Bruce Gray (sculptor), Red Grooms, Keith Haring, Jann Haworth, David
Hockney, Dorothy Iannone, Robert Indiana, Jasper Johns, Allen Jones, Alex Katz,
Corita Kent, Konrad Klapheck, Kiki Kogelnik, Nicholas Krushenick, Yayoi Kusama,
Gerald Laing, Richard Lindner, John McHale, Peter Max, Marta Minujin, Takashi
Murakami, Yoshitomo Nara, Claes Oldenburg, Julian Opie, Eduardo Paolozzi, Peter
Phillips, Sigmar Polke, Hariton Pushwagner, Mel Ramos, Robert Rauschenberg,
Larry Rivers, James Rizzi, James Rosenquist, Ed Ruscha, Niki de Saint Phalle,
Peter Saul, Colin Self, Marjorie Strider, Aya Takano, Wayne Thiebaud, Joe Tilson,
Idelle Weber, dan John Wesley.
C. Pengaruh Pop Art di Dunia
Pop Art merupakan sebuah aliran seni yang tercipta dari susunan beberapa
warna tajam yang bebas. Pop Art kini telah banyak mempengaruhi seni rupa modern
di dunia. Pengaruh Pop Art paling tampak jelas di sekitar adalah gaya gambar dari
kartun-kartun dan komik-komik yang berciri 2 dimensi dan kebanyakan memiliki
outline dalam gambarnya. Selain dalam bentuk visual gambar Pop Art juga telah
memberi warna baru dalam desain interior.
2016
17
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pop Art telah memberi warna baru dalam dunia visual art. Pengaruhnya
terlihat jelas pada gaya gambar dari kartun-kartun dan komik-komik yang berciri 2
dimensi dan kebanyakan outline dalam gambarnya. Selain itu Pop art juga
berpengaruh dalam fashion, contohnya dalam fashion Pop Art digunakan sebagai
gambar sebuah kaos. Juga digunakan untuk perpaduan warna-warna yang nyentrik.
Seiring dengan perkembangan jaman desain Pop Art tidak hanya di
tuangkan dalam media cetak, sablon kaos, aksesoris motor, tapi digunakan juga
untuk mempercantik rumah dengan banyak warna berani, model sofa dan kurs,i
yang ini merupakan sebuah perkembangan dari dunia desain Pop Art.
D. Manfaat Pop Art dalam Desain Intrior
Dalam interior, gaya Pop Art sering dijadikan sebuah eksperimen yang
sangat
menyenangkan.
Gaya-gaya
desain
interior
kontemporer
semakin
berkembang dan meluas dengan kreatif. Banyak hal baru yang bisa dilakukan dalam
mendesain ruangan, seiring berkembangnya teknologi dalam pembuatan material
untuk aplikasi interior dan pemasangan aplikasi yang semakin mudah dan bervariasi.
Namun di Indonesia, gaya ini jarang sekali digunakan. Bukan karena
desainer interior yang tidak mau, namun pemilik proyek alias klien biasanya tidak
2016
18
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
setuju dengan desain-desain yang unik karena biasanya lebih mahal daripada
desain interior biasa. Desain plastis yang melengkung-lengkung, desain kontemporer
yang unik dan penuh kreasi, dan desain dengan permainan warna berani biasanya
langsung ditolak oleh klien. Kebanyakan klien akhirnya memilih desain ‘aman’.
Hal ini menjadi salah satu alasan yang kemudian membuat desain di
Indonesia tidak terlalu berkembang. Karena itulah sangat jarang hasil desain anak
bangsa masuk ke web atau majalah-majalah desain internasional.
Alasan lain yang membuat Pop Art dalam interior jarang ditemukan di
Indonesia adalah pemikiran umum yang mengatakan bahwa tabrak warna itu jelek,
dan berasa ‘dangdut’. Padahal warna-warna komplementer yang berani apabila
dipadukan dengan baik, maka bisa menghasilkan efek yang dahsyat pada ruangan.
Apalagi kalau ditambah dengan bentuk ruangan yang didesain menarik dan kreatif.
Hal ini berbeda
dengan karya desainer luar negeri yang tak terkendala dalam
melahirkan karya desain interior yang berani dan unik.
2016
19
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
F. Pop Art di Indonesia
Tidak ada yang mengetahui secara tepat bagaimana Pop Art itu masuk ke
Indonesia. Tetapi Pop Art telah memberikan warna baru dalam perkembangan seni
di Indonesia. Seorang Wedha Abdul Rasyid telah mengembangkan Pop art ini di
Indonesia. Wedha telah membentuk komunitas Pop Art terbesar di Indonesia.
Komunitas tersebut di namakan WPAP. WPAP mempunyai ciri yang sangat
menonjol, di mana potongan – potongan warna yang diusung biasanya warna –
warna yang cerah dan hingar bingar. Juga mengaplikasikan gaya kubisme di mana
karya WPAP tidak memperbolehkan adanya garis lengkung.
Awal mula Wedha menggunaka Pop Art karena penurunan daya penglihatan
beliau di usia 40 tahunan di mana sudah sulit menggambar wajah dalam bentuk
yang realistis dan detail. Kemudian beliau mencoba gaya kubisme dalam
menggambar karyanya dan menambahkan warna – warna cerah yang berbeda
antara bagian yang satu dengan lainnya. Gaya ini kemudian tumbuh dan semakin
digemari sebagai bagian dari kultur Pop Art bahkan hingga sekarang ini.
E. Museum Pop Art
Terdapat museum dan gallery Pop Art yang terkenal di antaranya:
1. Andy Warhol Museum. Karya-karya Warhol yang paling dikenal adalah
lukisan-lukisan (cetakan sablon) kemasan dari produk rumah tangga dan
benda sehari-hari yang sangat sederhana, misalnya Campbell’s Soup Cans,
2016
20
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
bunga poppy, dan gambar sebuah pisang pada cover album musik rock The
Velvet Underground and Nico (1967), dan juga untuk potret-potret selebiri
ikonik abad 20, seperti Marliyn Monroe, Elvis Presley, Jacqueline Kennedy
Onassis, Judy Garland dan Elizabeth Taylor.
The Andy Warhol Museum
Museum
Andy
Warhol
adalah
sebuah
museum
yang
terletak
di
Pittsburg, Pennsylvania dibangun pada tahun 1994, enam tahun setelah Andy
Warhol meninggal.
Tujuan dibangunnya museum ini adalah agar publik lebih mengenal Andy
Warhol melalui karya-karyanya yang sering berubah-rubah aliran untuk bisa
diaplikasikan pada dunia seni masa kini. Di dalam museum ini terdapat lebih dari 900
lukisan, 2000 foto, serta 2000 cetakan asli buatannya.
Selain karya pada media canvas dan kertas cetakan, di sana juga dimuat
60 film dan juga 4000 potongan video yang pernah dibuat oleh Andy Warhol
semasa hidupnya.
2. Lichtenstein Museum.
Karya dari Lichtenstein yang paling terkenal berjudul “Whaam !”, 1963, Tate
Modern , London, merupakan salah satu contoh paling awal dari Pop Art.
2016
21
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Mengadaptasi sebuah panel komik edisi 1962 dari DC Comics “All-American
Men of War”. Lukisan itu menggambarkan pesawat tempur menembakkan
roket ke pesawat musuh, dengan ledakan merah-kuning. Gaya kartun
diperkuat dengan penggunaan onomatopoeic huruf ” Whaam! ” sebagai judul
lukisan
dan menyisipkan
kalimat
pada lukisan
“Aku
mengendalikan
kebakaran…dan di depanku roket menyala di langit”, Lukisan ukuran 1,7 x 4,0
m (5 kaki 7 x 13 ft 4 in).
XI.Perkembangan Desain Di Indonesia
Perkembangan desain di Indonesia mengadopsi kearifan lokal, beberapa di
antaranya dipengaruhi perkembangan desain dunia secara global. Desain-desain
tersebut berkembang menyertai kemajuan teknologi, budaya, ekonomi dan gaya
hidup, di antaranya:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Desain Produk
Desain Komunikasi Visual
Desain Grafis
Desain Interior
Desain Busana
Desain Arsitektur
A. Desain Produk di Indonesia
Saat ini usia desain produk di Indonesia sudah mencapai lebih 42 tahun. ITB
sebagai institusi pendidikan pertama di Indonesia yang membuka program studi
desain produk pada tahun 1972 berperan besar dalam membentuk desainer produk
Indonesia. Berkembangnya seni dan desain tidak terlepas dari lembaga pendidikan
tersebut di samping beberapa perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
Cakupan
desain
produk
sangat
luas
sehingga
perlu
dilakukan
pengklasifikasian mengenai bagian-bagian apa saja yang termasuk dalam bidang
desain produk.
1. Keprofesian
Saat ini pemerintah sudah sangat mendukung perkembangan desain
produk. Desain produk masuk ke dalam Rencana Kerja Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif. Rencana pengembangan ekonomi kreatif Indonesia dicanangkan
2016
22
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
sampai 10 tahun ke depan, yaitu tahun 2025. Menurut Instruksi Presiden No. 6
Tahun 2009 tentang Ekonomi Kreatif, ekonomi kreatif Indonesia dikelompokkan
menjadi: (1) arsitektur; (2) desain; (3) fesyen; (4) film, video, dan fotografi; (5)
kerajinan; (6) musik; (7) pasar seni dan barang antik; (8) penerbitan dan percetakan;
(9) periklanan; (10) permainan interaktif; (11) penelitian dan pengembangan; (12)
seni pertunjukan; (13) teknologi informasi dan piranti lunak; (14) televisi dan radio;
dan (15) kuliner.
Sarana untuk perlindungan HAKI pun sudah tersedia, hanya perlu
disosialisasikan lagi. Kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, memiliki perjanjian
internasional khusus mengenai Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) sesuai dengan
standar yang ditetapkan oleh Agreement on Trade Relates Aspects of Intellectual
Property Rights (TRIPs). Perjanjian tersebut menyebutkan bahwa HAKI terdiri dari:
(1) hak cipta dan hak terkait; (2) merk dagang; (3) indikasi geografis; (4) desain
industri; (5) paten; (6) tata letak sirkuit terpadu; (7) perlindungan informasi rahasia;
dan (8) kontrol terhadap praktek persaingan usaha tidak sehat dalam perjanjian
lisensi.
Peraturan HAKI mengenai desain produk ada pada bagian Desain Industri.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain
Industri, pada pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa, “Desain Industri adalah suatu kreasi
tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau gabungan
daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan
estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat
dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan
tangan.”
Klasifikasi
produk
yang
diajukan
disesuaikan
dengan
klasifikasi
padaLocarno Agreement. Desain produk memiliki potensi yang besar untuk
meningkatkan kualitas dan mengembangkan keprofesiannya.
Hak Desain Industri berlaku untuk jangka waktu 10 tahun. Dalam waktu
tersebut apabila desain digunakan oleh pihak lain dan diadukan, pihak tersebut
dapat dikenakan hukuman pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda maksimal
Rp 300.000.000,00. Menurut data Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik
Indonesia sampai saat ini baru 26 Hak Desain Industri yang sudah terdaftar. Sangat
sedikit jika dibandingkan dengan banyaknya karya desain yang dihasilkan.
2016
23
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Satu hal yang menjadi kendala, sejauh ini belum siapnya industri di
Indonesia untuk menghargai peran desainer. Daya serap industri di Indonesia untuk
pekerjaan terkait desain produk masih sedikit. Pada hal sebenarnya perusahaanperusahaan membutuhkan jasa desainer, namun seringkali kesadaran desain masih
kurang dan tidak menganggap desain sebagai elemen penting dalam membangun
perusahaan. Gaji desainer pun masih tergolong kecil (hanya sedikit di atas upah
minimum rata-rata) dan belum memiliki jenjang karir yang jelas. Dampaknya apabila
seorang desainer ingin berkembang, ia memiliki kecenderungan untuk mencari
pekerjaan baru.
Perlu dilakukan sosialisasi secara mendalam mengenai dampak positif
desain, yang sangat baik untuk leverage perusahaan. Kampanye mengenai hal ini
pernah dilakukan oleh Design Council dalam video The Value of Design. Design
Council ingin menyampaikan bahwa setiap dana yang dikeluarkan untuk proses
desain, walaupun mahal, akan meningkatkan pendapatan perusahaan berkali-kali
lipat. Desain adalah sebuah investasi.
Untuk menjadi seorang desainer profesional, dibutuhkan suatu sertifikasi
khusus. Bidang teknik dan arsitektur telah lama menggunakan Surat Keterangan Ahli
(SKA) sebagai standar keprofesiannya. Pada perkembangannya Himpunan Desainer
Interior Indonesia (HDII) turut menerima pengurusan SKA Desainer Interior khusus
anggotanya. Dalam SKA terdapat pembagian berdasarkan pengalaman kerja dan
proyek yang pernah ditangani yaitu: ahli muda, ahli madya, dan ahli utama. Dengan
SKA keprofesionalitasan seorang desainer terjamin dan akan lebih mudah saat
menangani proyek-proyek pemerintahan.
Sudah waktunya desainer diperkuat dengan back up asosiasi. Agar desainer
khususnya
desainer produk lebih diakui. Asosiasi penting untuk membangun
branding desain produk di Indonesia. Asosiasi juga dapat mengakomodasi adanya
dialog antar desainer dengan berbagai latar belakang yang akhirnya dapat
memperluas networking. Beberapa asosiasi terkait desain produk di Indonesia
adalah: Asosiasi Desainer Produk Indonesia (ADPI); Product Design Focus (PDF);
Himpunan Mahasiswa Desain Produk Anak Negeri (HADEPAN); Himpunan Desainer
Mebel Indonesia (HDMI); dan Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI).
2016
24
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Dokumentasi dan pengarsipan data-data desain maupun desainer dapat
dibantu melalui media dan asosiasi. Apalagi saat ini mengolah arsip dalam bentuk
digital sangat mudah. Dengan dokumentasi dan pengarsipan yang baik, Indonesia
dapat mewujudkan cita-cita untuk memiliki Museum Desain Nasional. Sejarah desain
Indonesia serta produk-produk ikonik pada suatu era tidak lagi tercecer tanpa pernah
diketahui generasi selanjutnya.
B.Desain Komunikasi Visual
Sebelum kita membahas perkembangan desain Komunikasi Visual di
Indonesia, ada baiknya kita mengetahui pengertian Desain Komunikasi Visual itu
sendiri. Agar lebih dapat memiliki pengertian jelas dan luas di smping definisi Desain
Grafis yang beberapa periode berkembang di Indonesia.
1.Pengertian Desain Komunikasi Visual
Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mempelajari konsep komunikasi
dan ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan
secara visual, termasuk audio dengan mengolah elemen desain grafis berupa bentuk
gambar, huruf dan warna, serta tata letaknya, sehingga pesan dan gagasan dapat
diterima oleh sasarannya. Maka dari pengertian ini Desain Komunikasi Visual adalah
pengembangan Desain Grafis.
Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mengembangkan bentuk
bahasa komunikasi secara visual berupa pengolahan pesan-pesan untuk tujuan
sosial atau komersial, dari individu atau kelompok ditujukan kepada individu atau
kelompok lainnya. Pesan dapat berupa informasi produk, jasa atau gagasan yang
disampaikan kepada target audience, dalam upaya peningkatan usaha penjualan,
peningkatan citra dan publikasi program pemerintah.
Pada prinsipnya desain komunikasi visual adalah perancangan untruk
menyampaikan pola pikir dari penyampaian pesan kepada penerima pesan, Berupa
bentuk visual yang komunikatif, efektif, efisien dan tepat. terpola dan terpadu serta
estetis. Melalui media tertentu sehingga dapat mengubah sikap positif sasaran.
Elemen desain komunikasi visual adalah gambar/foto, huruf, warna dan tata letak
dalam berbagai media. Baik media cetak, massa, elektronika maupun audio visual.
2016
25
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Akar bidang desain komunikasi visual adalah komunikasi budaya, komunikasi sosial
dan komunikasi ekonomi.
Desain Komunikasi Visual baru populer di Indonesia pada tahun 1980-an
yang dikenalkan oleh desainer grafis asal Belanda bernama Gert Dumbar. Karena
menurutnya desain grafis tidak hanya mengurusi cetak-mencetak saja. Namun juga
mengurusi moving image, audio visual, display dan pameran. Sehingga istilah desain
grafis tidaklah cukup menampung perkembangan yang kian luas. Maka dimunculkan
istilah desain komunikasi visual seperti yang kita kenal sekarang ini.
2. Fungsi Desain Komunikasi Visual
Adapun fungsi Desain Komunikasi Visual yaitu: 1). Sebagai sarana
identifikasi fungsi dasar yang utama. Identitas seseorang dapat mengatakan tentang
siapa orang itu, atau dari mana asalnya. Demikian juga dengan suatu benda atau
produk, jika mempunyai identitas akan dapat mencerminkan kualitas produk itu dan
mudah dikenali, baik oleh produsen maupun konsumen sebagai sarana informasi
dan instruksi 2). Sebagai sarana informasi dan instruksi, desain komunikasi visual
yang menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal yang lain dalam petunjuk,
arah, posisi dan skala; contohnya peta, diagram, simbol dan penunjuk arah. Sebagai
sebagai sarana presentasi dan promosi.
3.Tujuan Desain Komunikasi Visual
Tujuan dari desain komunikasi visual sebagai sarana presentasi dan promosi
adalah untuk menyampaikan pesan, mendapatkan perhatian (atensi) dari mata
(secara visual) dan membuat pesan tersebut dapat diingat; contohnya poster.
Desain komunikasi visual atau lebih dikenal di kalangan civitas akademik di
Indonesia dengan singkatan DKV pada dasarnya merupakan istilah penggambaran
untuk proses pengolahan media dalam berkomunikasi mengenai pengungkapan ide
atau penyampaian informasi yang bisa terbaca atau terlihat. Desain Komunikasi
Visual erat kaitannya dengan penggunaan tanda-tanda (signs), gambar (drawing),
lambang dan simbol, ilmu dalam penulisan huruf (tipografi), ilustrasi dan warna yang
kesemuanya berkaitan dengan indera penglihatan.
2016
26
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Proses komunikasi di sini melalui eksplorasi ide-ide dengan penambahan
gambar baik itu berupa foto, diagram dan lain-lain serta warna selain penggunaan
teks sehingga akan menghasilkan efek terhadap pihak yang melihat. Efek yang
dihasilkan tergantung dari tujuan yang ingin disampaikan oleh penyampai pesan dan
juga kemampuan dari penerima pesan untuk menguraikannya.
4.Perkembangan Desain Komunikasi Visual di Indonesia dan Tantangannya
Perkembangan desain saat ini cukup berkembang pesat di Indonesia karena
seiring dengan berkembangnya teknologi di Indonesia yang semakin canggih pula,
misalnya saja jika ditinjau dari segi desain - desain yang sudah ada terutama desain
multimedia dan banyaknya software - software yang sangat mendukung dalam
pembuatan desain pada saat ini.
Dari perkembangan desain yang semakin pesat di indonesia terutama
perkembangan multimedia, didapatkan informasi ternyata ada sebuah software
yang bisa menjawab semua itu dalam pembuatan desain terutama dalam melayout,
yaitu dengan Adobe In-Design. Kehadiran Adobe In-Design memang belum terlalu
banyak disambut banyak orang terbukti dengan dominasi Adobe Page Maker yang
semakin kuat tetapi Adobe Crop sudah mengambil sebuah keputusan tidak lagi
mengembangkan Page Maker, dan In-Design hadir untuk menggantikan Page
Maker.
Adobe In-Design adalah sebuah inovasi yang sangat berguna bagi seorang
designer grafis dalam melayout atau untuk membuat publikasi. In-Design
menyediakan beragam tool canggih serta fasilitas-fasilitas menarik yang akan
membantu anda membuat publikasi menawan. untuk sekedar informasi saja
program ini cukup mudah untuk dipelajari karena merupakan pengembangan dari
software-software yang sudah ada di dalam mendesign. Oleh sebab itu dengan
adanya In-Design dapat memformat karakter dan paragraf, memanipulasi gambar,
membuat berbagai macam efek, menggunakan beberapa halaman master pada
sebuah dokumen, membuat transparasi, mencetak halaman siap, melakukan proses
separasi, dan lain-lain.
Program Adobe In-Design memang sangat membantu untuk membuat design
halaman publikasi tetapi memang masih saja ada kekurangan dalam program ini.
oleh karena itu. Kita masih menanti perkembangan design khususnya dalam
2016
27
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
software In-Design yang akan datang sehingga mampu menggunakan dan
mengeksplorasi fasilitas-fasilitas yang disediakan. Juga berusaha memahami materi
secara terstruktur terhadap aplikasi baru yang akan disajikan terhadap Adobe InDesign.
Selain software- software canggih yang belakangan ini sudah mulai
bermunculan, ada satu hal lagi yang mengalami perkembangan yaitu faktor sumber
daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud di sini adalah seseorang yang
terjun dan berkecimpung di dalam dunia desain, baik secara otodidak ataupun
pendidikan formal. Terbukti dengan makin maraknya ajang perlombaan design dan
event- event pameran dengan tujuan memperkenalkan dunia desain kepada
khalayak. Setiap ada perkembangan dan kemajuan, di situlah ada tantangan yang
akan dihadapi.
Tidak selalu suatu hal akan terus maju dan berkembang tanpa adanya suatu
tantangan. Dari tantangan itulah kita belajar dan maju untuk memperoleh hasil yang
maksimal. Isu yang belakangan ini sedang hangat diperbincangkan oleh sebagian
orang yang mendalami dunia design komunikasi visual adalah ”Advertising down
dan dikuasai oleh Advertising asing ”. Jika hal ini memang terjadi
tentu
memprihatinkan dan pelik.
Dunia desain yang notabene merupakan sahabat dari ilmu advertising yang
dahulu terkendala karena adanya keterbatasan alat penunjang dan keterbatasan
sumber
daya
manusia,
sekarang
sudah
berangsur-angsur
mengalami
perkembangan. Advertising down dan dikuasai oleh advertising asing adalah sebuah
fenomena yang dapat terjadi dimungkinkan karena adanya penurunan kualitas dari
dunia advertising Indonesia dibandingkan dengan advertising asing.
Imbasnya akan mengakibatkan majunya advertising asing dan dikuasai oleh
mereka. Fenomena ini dapat terjadi jika kualitas tenaga kreatif dalam biro iklan di
Indonesia dewasa ini berkesan rendah, yang nantinya akan membawa pada praktek
pembuatan iklan yang melanggar kode etik maupun standar nilai yang dihormati dan
munculnya suatu persepsi bahwa Indonesia belum mampu menangani dan membuat
iklan yang bermutu
2016
28
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Hal itu semua dapat kita cegah dengan meningkatkan kualitas sumber daya
manusianya yaitu dengan cara meningkatkan pengetahuan tentang desain dan
cabang- cabang ilmunya. Melengkapi media beserta alat- alat penunjangnya dan
tidak menutup diri dari wawasan dan ilmu pengetahuan tentang desain yang ada di
luar sana.
Pada saat ini Desain Komunikasi Visual (DKV) memiliki perkembangan yang
cukup pesat. Jika dilihat dari mulai banyaknya software-software yang mendukung
dalam pengerjaan desain terutama desain yang membutuhkan bantuan multimedia.
Karena banyaknya software-software yang menunjang dalam dunia desain
komunikasi visual, bisa dikatakan perkembangan desain di Indonesia cukup pesat.
Desain komunikasi visual memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai sarana identifikasi,
sarana informasi dan instruksi dan sebagai sarana prestasi dan promosi.
C.Desain Grafis
Desain grafis adalah suatu bentuk desain visual
menggunakan gambar
untuk menyampaikan informasi atau pesan dengan seefektif mungkin. Pada
awalnya, desain grafis diterapkan untuk media media statis, seperti buku, majalah,
dan brosur. Seiring dengan perkembangan jaman, desain grafis juga diterapkan
dalam media elektronik, yang sering disebut sebagai desain interaktif atau desain
multimedia.
Maka
jika
sudah
seperti
itu
peran
desain
grafis
dalam
pengembangannya identik sebagai desain komunikasi visual juga.
Dahulu, mungkin desain grafis masih jarang digunakan atau lebih sederhana
dari pada sekarang. Kebanyakan orang menilai desain grafis hanya sebagai seni
dan hanya memiliki keindahan. Setelah masa-masa teknologi berkembang,
masyarakat mulai melihat lebih jauh mengenai desain grafis.
1.Kategori Desain Grafis
Secara garis besar, desain grafis menggarap beberapa dalam kategori:

Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet,
leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.

Web Desain: desain untuk halaman web.

Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.
2016
29
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design): merupakan desain
professional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan
arsitek taman.

Desain kemasan produk dan sejenisnya.
Desain grafis sangat efektif untuk memberikan sarana-sarana yang mampu
mengapresiasikan suatu kegiatan atau suatu acara, dapat memberikan contoh atau
iklan dengan ilustrasi-ilustrasi yang menarik, mampu menghasilkan suatu rancangan
produk dengan lebih maksimal. Desain grafis juga dapat menjadi sarana komunikasi
dan informasi yang memberikan data lebih jelas, mampu menjadikan hiburan dan
mengeksplorasi keahlian di bidang desain.
2.Sejarah Desain Grafis Masa Kolonialisme dan Perkembangannya
Di Indonesia, Desain grafis dan cabang desain lainnya hadir berkat
digalakannya kolonilaisasi. Pada masa pendudukan Belanda, pemerintahannya
pernah menunjuk beberapa seniman untuk melakukan studi landscape di Indonesia
untuk merekam eksotisme negara ini yang kemudian dituangkan dalam karya lukisan
yang berkesan romantis dan beberapa teknk cetak seperti wood engraving
dan lithography. Karena memang pada masa ini seni rupa barat sedang merayakan
romantisme yang kajian visualnya seringkali ditujukan pada landscape dan peristiwa
heroik, yang dikenal dengan istilah ‘mooi indie’, atau hindia yang cantik.
Berangkat darinyalah desain grafis mulai diperkenakan secara tidak
langsung kepada rakyat Indonesia. Penguasaan teknik cetak pun bukan dari
akademi, namun sebatas dari obrolan dan interaksi dengan orang asing. Media vital
dalam desain grafis adalah mesin cetak. Mesin cetak pertama kali di datangkan ke
pulau Jawa pada tahun 1659. Karena tidak ada operatornya, mesin itu menganggur
sampai berpuluh-puluh tahun.
Tujuan misionaris mendatangkan mesin cetak erat kaitannya dengan niat
mereka untuk mencetak kitab suci dan buku-buku pendidikan Kristen. Selain
mencetak kitab suci, mereka juga menerbitkan surat kabar berhaluan pendidikan
Kristen.
2016
30
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Mesin cetak merk ‘Faber & Schleider’ yang diduga diimpor pertama kali di wilayah Hindia Belanda
3. Perkembangan Desain Grafis Post-Kolonialisme di Beberapa Perguruan
Tinggi Indonesia
Di negara luar dan di Indonesia desain grafis banyak diminati. Sebagai
contoh perguruan-perguruan tinggi negeri atau swasta di Indonesia sudah banyak
mempunyai program studi yang membuka Desain Grafis lebih mendalam. Desain
grafis sendiri tidak hanya menghasilkan gambar, lukisan, atau bahkan tulisan
semata, namun desain grafis mampu memberikan wawasan dan pengetahuan
tentang perfilman, periklanan, packaging, dan lain-lain.
Diawali dengan Jurusan Reklame, Dekorasi dan Ilustrasi Grafik (REDIG)
pada 15 Januari 1950 dengan nama Sekolah Toekang Reklame. Pada tahun 1969
bersamaan dengan berubahnya ASRI menjadi Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia
(STSRI), jurusan REDIG dipecah menjadi Jurusan Seni Reklame, Jurusan Seni
Dekorasi dan Jurusan Seni Grafis.
Pada tahun 1972 STSRI “ASRI” menyelenggarakan ujian S-1 yang pertama
kali untuk para BA Seni Reklame. Nama Jurusan Seni Reklame dipakai sampai
tahun 1982. Pada tahun 1983 Jurusan Seni Reklame berubah menjadi Jurusan
Desain Komunikasi. Pada tahun 1984 bersamaan dengan perubahan STSRI “ASRI”
menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui fusi dengan Akademi Musik
Indonesia (AMI) dan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI). Jurusan Disain
Komunikasi berubah menjadi Program Studi Disain Komunikasi Visual hingga saat
ini.
Tahun 1967 dirintis Studio Grafis Jurusan Seni Rupa di FTSP ITB. Pada
tahun 1973 dipecah menjadi Studio Seni Grafis dan Desain Grafis. Tahun 1984
Studio Desain Grafis berdiri sendiri. Pada tahun 1994 Studio Desain Grafis berubah
menjadi Studio DKV dan pada tahun 1997 menjadi Program Studi DKV di bawah
Departemen Desain. Tahun 2006 menjadi Program Studi DKV setingkat Jurusan di
bawah fakultas.
2016
31
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pendidikan Tinggi Desain Grafis berdiri di IKJ pada tahun 1977, di
Universitas TRISAKTI tahun 1979, dan di UNS tahun 1981, serta desain grafis
Universitas UDAYANA (UNUD) tahun 1981. Dan FSRD UNUD akhirnya menjadi ISI
Denpasar setelah fusi dengan STSI Denpasar.
Pada era 1990 ditandai dengan berdiri DKV di STISI Bandung dan kemudian
diikuti oleh UPH pada tahun 1994. Hingga sekarang sekitar 70an pendidikan tinggi
Desain Grafis telah dan segera berdiri di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung,
Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Salatiga, Solo, Malang, Surabaya, Bali, Makassar
dan menyusul di beberapa kota lainnya. Saat ini beberapa universitas negeri eks
IKIP bahkan eks IAIN telah dan berencana membuka jurusan/program studi Desain
Grafis terutama yang mempunyai jurusan seni rupa.
Menjamurnya pendidikan tersebut tidak lepas dari perkembangan teknologi
dan media informasi maupun gaya hidup. Hampir semua sektor seperti konsumsi,
hiburan, media, infrastuktur, properti, keuangan, pendidikan dan sebagainya
membutuhkan sentuhan desainer. Fenomena ini yang membuka peluang tumbuhnya
profesi-profesi baru terkait dengan desain grafis yang pada akhirnya meningkatkan
permintaan akan jasa pendidikan desain.
Perkembangan desain grafis di Indonesia pada awalnya sampai sekitar tahun
2000-an, masih dianggap seni kelas dua, seni pinggiran. Problematika ini lahir dari
berbagai macam aspek yang saling mengakumulasi satu sama lain. Seni grafis
amatlah bergantung pada proses yang bersifat amat teknis. Keterbatasan dan
kelangkaan alat dan mesin cetaklah yang dikambinghitamkan oleh para seniman
grafis yang dengan terpaksa mesti ‘melacur’ ke cabang seni lainnya, atau bahkan
menggeluti bidang yang amat jauh dari kajian seni grafis.
Keputusasaan ini memang bukanlah tanpa sebab, minimnya mesin dan alatalat pendukung dalam membuat sebuah karya grafis seringkali meredam hasrat
berkarya dan memuaskan keinginan bereksplorasi para seniman grafis. Krisis ini pun
bahkan dialami oleh institusi akademi seni di Indonesia.
Tercatat bahwa hanya Institut Teknologi Bandung yang mampu menyediakan
mesin cetak dan alat-alat pendukung untuk teknik cetak tinggi, cetak rendah, cetak
datar, dan cetak saring yang dianggap memadai. Akhir 1970 dan seterusnya,
tumbuh perusahaan-perusahaan desain grafis yang sepenuhnya dipimpin oleh
2016
32
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
desainer
grafis.
Berbeda
dengan
biro
iklan,
perusahaan-perusahaan
ini
mengkhususkan diri pada desain-desain non-iklan, beberapa di antaranya adalah
Vision (Karnadi Mardio), Grapik Grapos Indonesia (Wagiono Sunarto, Djodjo Gozali,
S Prinka dan Priyanto Sunarto), Citra Indonesia (Tjahjono Abdi dan Hanny
Kardinata) dan GUA Graphic (Gauri Nasution).
Contoh Desain Grafis Indonesia :
Di Bandung sebelumnya sudah ada design center Decenta yang didirikan
pada tahun 1973, antara lain oleh AD Pirous, T Sutanto, Priyanto Sunarto, yang
walau lebih mengandalkan pada disiplin seni grafis juga menangani beragam produk
desain grafis, mulai sampul buku, kartu ucapan, logo, kalender, pameran dan
elemen estetis gedung.
Pada tahun 1977, Gert Dumbar, seorang desainer grafis Belanda
memperkenalkan istilah semiotika dan komunikasi visual di FSRD ITB. Menurutnya,
desain grafis tidak hanya menangani desain untuk percetakan tetapi juga moving
image,display dan pameran.
2016
33
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Gert Dumbar
Sejak tahun 1979, istilah Desain Komunikasi Visual mulai dipakai
‘menggantikan’ istilah Desain Grafis.
Periode awal 1980 mencatat perkembangan jumlah perusahaan desain
grafis yang cukup signifikan di Jakarta, antara lain: Gugus Grafis (FX Harsono,
Gendut Riyanto), Polygon (Ade Rastiardi, Agoes Joesoef), Adwitya Alembana (Iwan
Ramelan, Djodjo Gozali), dan di Bandung: Zee Studio (Iman Sujudi, Donny
Rachmansjah), MD Grafik (Markoes Djajadiningrat), Studio “OK!” (Indarsjah
Tirtawidjaja dkk), dll.
Gauri Nasution
Indarsjah Tirtawidjaja
Iwan Ramelan
Karnadi Mardio
T Sutanto
Pada masa ini, studio mana pun ‘dituntut’ bisa mengerjakan pekerjaan apa
pun, klien datang dengan pekerjaan mulai dari desain logo sampai kepada ilustrasi
sampul kaset. Studio grafis tidak punya pilihan lain supaya bertahan hidup. Ilustrasi
menggunakan teknik air brush, dengan gaya hyper-realism dan Pop Art menjadi
trend waktu itu, sejalan dengan perkembangan ilustrasi di dunia maju (majalah
“Tempo” dan “Zaman” adalah dua penerbitan yang mengakomodasi teknik ini untuk
sampulnya). Air brush gun, pensil, kuas, cutter, Cow Gum, Spraymount dan huruf
2016
34
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
gosok Letraset/Mecanorma adalah alat-alat yang lazim bertengger di meja kerja
desainer waktu itu.
Salah satu desainer yang mempopulerkan aliran Pop Art dengan teknik air
brush adalah Tony Tantra, menggunakan media kaos yang dijualnya di Bakungsari,
Kuta, pada akhir 80-an, dengan label “Tony Illustration”. Bersama Harris Purnama
dan Gendut Riyanto mengisi rubrik Pop Art di majalah ‘Aktuil’ dengan editor tamu
Jim Supangkat.
Karya Tony Tantra
Saat ini di Indonesia desain grafis sangatlah diminati. Alasan mengapa desain
grafis sangat berkembang dan diminati di Indonesia saat ini dikarenakan desain
grafis
sangat
efektif
untuk
memberikan
sarana-sarana
yang
mampu
mengapresiasikan suatu kegiatan atau suatu acara, dapat memberikan contoh atau
iklan dengan ilustrasi-ilustrasi yang menarik, mampu menghasilkan suatu rancangan
produk dengan lebih maksimal, dapat menjadi sarana komunikasi dan informasi
yang memberikan data yang lebih jelas, dan mampu menjadikan hiburan dan
mengeksplorasi keahlian di bidang desain.
Desain grafis tidak hanya menghasilkan gambar, lukisan, atau bahkan tulisan
semata, namun desain grafis mampu memberikan wawasan dan pengetahuan
tentang perfilman, periklanan, packaging, dan lain-lain. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa desain grafis di Indonesia berkembang dengan pesat dan
mempunyai pengaruh besar dalam bidang perniagaan, pembelajaran, dan hiburan.
2016
35
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
D.Desain Interior
Desain interior adalah realitas ruang binaan (built environment) yang mampu
menumbuhkan suasana dialogis yang baik antar manusia sebagai pengguna ruang
(end user) dengan ruang itu sendiri. Secara fisik ruang interior adalah konfigurasi
dari elemen-elemen pembentuknya yang dapat memudahkan aktivitas yang terjadi,
sehingga berlangsung efektif dan produktif.
Elemen-elemen pembentuk ruang interior adalah benda-benda mati, namun
dalam konfigurasinya sebagai akibat tindakan kreatif desainer interiornya ia harus
tampak “hidup”, sehingga terjadi “dialog” antara pengguna (manusia) dengan ruang
yang seolah-olah hidup. Perancang/Desainer Interior, harus memiliki kemampuan
untuk meniupkan “kehidupan” pada ruang itu. Desain Interior saat ini telah
berkembang begitu cepat dan tidak lagi dianggap sebagai karya monumental dari
seorang arsitek tetapi telah berubah fungsi menjadi komoditi yang dibutuhkan oleh
tiap orang dan dijadikan sebagai simbol status.
Interior adalah bagian dalam dari sebuah bangunan sebagai hasil karya
seorang arsitek atau desainer interior. Dalam pertumbuhannya desain interior telah
berkembang pesat dan berhasil menembus batas-batas negara dan zamannya.
Dengan memanfaatkan hasil-hasil penemuan teknologi, taraf kehidupan sosial
ekonomi sampai pada pengaruh politik telah berhasil mengubah fungsi interior
menjadi komoditi yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga perkembangannya
ditentukan oleh permintaan dan trend yang berlaku di pasaran. Kapan saja, dimana
saja bisa diciptakan suasanan Jepang, suasana Abad Pertengahan, suasana
Tradisional Modern, Klasik, Antik dan seterusnya, tergantung dari apa maunya klien
atau tergantung dari kejelian sang desainer dalam menciptakan trend yang akan
diorbitkan atau yang sedang in.
Jaman terus berubah, maka desain interior pun mengalami perkembangan
baik di luar negeri mau pun di Indonesia. Hal yang penting bahwa kita tidak bisa
menghentikan perubahan-perubahan tersebut dengan memaksakan kehendak
sendiri, misalnya interior harus mempergunakan batik atau ukiran agar disebut orang
Indonesia. Setiap perubahan akan diikuti kecenderungan mencari keseimbangan,
sehingga lahirlah wujud-wujud baru dan hal ini berlaku dalam segala segi kehidupan
manusia dengan budayanya. Perbuatan atau tingkah laku manusia akan mengubah
lingkungannya dan sebaliknya lingkungan juga mempengaruhi sifat dan pola hidup
manusia. Keadaan demikian akan terjadi secara berulang dan setiap kali akan
2016
36
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
mengubah nilai-nilai yang sudah mapan. Sukar untuk menentukan batas waktu dan
kadar perubahan secara pasti, karena fenomena itu berlangsung melalui pergeseran
dalam kurun waktu. Maka keterbukaan wawasan antara klien dan sang desainer
akan kondisi ini hendaknya dapat mensinergikan gagasan pola desain interior apa
yang akan diwujudkan.
Adanya pengaruh dari budaya teknologi yang meluas disertai adanya
globalisasi menjadikan batas-batasnya hilang dan kabur. Pengaruh disain dari Etiene
Agner, Louis Vitton, St Laurentz, Charles Yourdan, Paloma Picasso mendominasi
gaya kehidupan di segala bidang. Bentuk-bentuk kubisme dari Pablo Picasso atau
warna kuning bunga dari Van Gogh atau gaya mobil dari Miserrati dan Ferari juga
hadir dalam disain interior.
Mengapa budaya teknologi dengan cepat bisa berkembang dan mempunyai
corak tertentu disebabkan adanya berbagai dukungan dari unsur-unsur kebudayaan
yang sifatnya universal yaitu sistem sosial yang mengatur peri kehidupan manusia
serta bahan-bahan yang terdapat di lingkungan alam serta fisik manusia.
Pada konsep perancangan desain interior masa kini di tengah hiruk pikuknya
berbagai macam pengaruh masih terdapat unsur-unsur yang bisa dibanggakan yaitu
adanya prinsip nilai-nilai kemanusiaan (humanistik), lingkungan (environment) dan
penyelamatan sumber daya yang ditransformasikan ke komputer, diprogramkan
melalui sistem-sistem yang bisa berlaku umum. Bagian perbagian dirancang dalam
modul-modul yang telah distandardisasikan. Konstruksi, proses pembuatan dan
pemilihan bahan sangat akurat.
Karya desainer interior Indonesia tidak kalah dengan mereka yang berasal
dari Amerika Serikat atau luar negeri. Kualitas desain interior yang dibuat anak-anak
bangsa sangat potensial bersaing di pentas internasional. “Dapat dilihat pada desain
rumah-rumah dan kantor-kantor di Indonesia yang kreatif dan inovatif. Mereka hebat,
sangat bisa bersaing,!" kata mantan Presiden Jusuf usai membuka kongres
Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Rabu,
20 Maret 2013. Jusuf Kalla yang juga pengusaha nasional menilai, para desainer
interior Indonesia dapat meningkatkan kemampuan karena didukung perkembangan
teknologi informasi yang begitu pesat.
Sekretaris Jenderal HDII Rini Renville menyatakan perkembangan dunia
desain interior di Indonesia sangat menggembirakan. Salah satu indikatornya,
dengan semakin
2016
37
banyak para desainer interior yang bergabung ke HDII..HDII
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
mencatat, sekarang ada sekitar 1.100 desainer interior yang memilki kualitas sangat
bagus, berprestasi dan berkarier di luar negeri. Rina mengatakan, desainer interior
hadir untuk memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin menata bangunan atau
tempat tinggal mereka.
Pemerintah sudah lebih memperhatikan dunia desain interior di Indonesia.
Antara lain seperti yang dilakukan Kementerian Perdagangan dan Kementerian
Perindustrian, yakni dengan menggandeng para desainer interior Indonesia, untuk
melahirkan produk mebel mengusung konsep konten lokal.
E.Desain Busana /Mode
1. Definisi
Definisi busana/mode (fashion) adalah setiap mode pakaian atau perhiasan
yang populer selama waktu tertentu atau pada tempat tertentu. Istilah busana yang
dihubungkan dengan fashion sering digunakan dalam arti positif, keindahan dan
gaya atau style yang menghindari sinonim glamour terus mengalamai perubahan
dari satu periode ke periode berikutnya, dari generasi ke generasi selanjutnya.
Fashion sebagai refleksi dari status sosial dan ekonomi, menjelaskan popularitas
gaya busana sepanjang sejarah kostum. Fashion atau mode senantiasa menjadi
industri
yang
menguntungkan
di
dunia
internasional
sebagai
akibat
dari
perkembangan dan munculnya rumah-rumah mode terkenal di dunia dan majalah
fashion.
Trend/musim fashion sebagian besar didorong oleh perancang busana yang
membuat dan menghasilkan artikel pakaian. Istilah bisnis fashion akan digunakan
dalam arti bisnis yang berhubungan dengan pakaian modis atau pakaian sebagai
industri kreatif yang diciptakan dan diproduksi oleh desainer/perancang busana.
Tidak ada yang menyangkal bahwa karya desainer busana memiliki kontribusi besar
untuk industri garmen. Maka para pengusaha garmen yang terus membutuhkan
keahlian para desainer, selayaknya selalu membina harmoni dengan para
desainernya agar optimalisasi hasil desain selalu up to date dan tidak ketinggalan
dengan trend fashion dunia.
2.Titik Awal Perkembangan Fashion Indonesia
Secara historis, sejak 700-1000 SM, tekstil dan kain telah didokumentasikan
sebagai salah satu produk penting yang dipertukarkan atau diperdagangkan antara
2016
38
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
bangsa-bangsa dan kerajaan di Asia Tenggara. Sebagai contoh, Kerajaan Sriwijaya
(Palembang) memperdagangkan sumber daya alamnya untuk ditukar dengan sutra
dan gerabah dari Cina, sedangkan dengan India mereka menukarkannya untuk
kapas.
Berbicara mengenai Perkembangan trend desain busana (fashion) di
Indonesia, telah berkembang dengan baik dalam sejarah. Tidak terlepas dari namanama desainer/perancang busana, dan peristiwa yang terjadi pada masa
perkembangan dunia fashion Indonesia. Perkembangan trend fashion di Indonesia
sangat dipengaruhi oleh budaya Eropa dan Asia terutama Busana Korea belakangan
ini.
Sejak munculnya Non Kawilarang dan Peter Sie pada 1960 desainer
kondang dan berbakat, dunia mode Indonesia telah menunjukkan potensi yang luar
biasa. Dalam perkembangan awalnya Fashion Indonesia cenderung meniru gaya
barat baik dalam bahan yang digunakan maupun desain. Trend yang lumrah terjadi,
orang tua di Indonesia umumnya lebih nyaman dengan kostum tradisional seperti
kebaya, terutama untuk menghadiri acara khusus. Berbeda dengan usia muda yang
lebih sering tampil dengan mode gaya barat atau gaya busana Korea. Dengan
demikian busana tradisional secara harmonis berkembang sama baiknya dengan
desain gaya barat hingga saat ini.
Tahun 1970 merupakan awal kemunculan dari Iwan Tirta, Harry Dharsono,
Prajudi, Poppy Dharsono dan Ramli yang telah memberikan kontribusi dalam Dunia
Fashion Indonesia di pentas internasional. Melalui penciptaan desain dan parade
fashion di dalam maupun di luar negeri. Dalam dekade tersebut, dunia fashion
Indonesia mencatat kemajuan yang cukup besar. Ditambah upaya dan kerja keras
dari para desainer muda didukung oleh terbitnya majalah “Femina”, majalah wanita
2016
39
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
yang mulai terbit pada 1972. Menurut catatan situsnya, femina menunjukkan
perhatian besar kepada dunia mode sejak edisi keduanya (bulan Oktober) melalui
sebuah reportase tren mode yang ditulis oleh Irma Hadisurya.
Selain menghadirkan berita mode dari pusat mode seperti Pierre Cardin,
majalah ini banyak memberikan spektrum yang lebih luas untuk fashion nasional di
era ini. Tokoh penting Pia Alisjahbana merupakan wanita yang berpengaruh dalam
mengelola majalah tersebut dan memprakarsai Lomba Fashion Desainer pertama
Tahunan pada 1979. Acara ini menjadi peristiwa penting yang berhasil mencetak
banyak desainer muda berbakat seperti Samuel Wattimena, Chossy Latu,
Carmanita, Edward Hutabarat, dan Stephanus Hamy. Menambah daftar desainer
yang ada seperti Arthur Harland, Susan Budiarjo, Thomas Sigar, Dandy Burhan,
Adrianto Halim, Corrie Kastubi, Ghea Panggabean, Biyan, Raizal Rais dan Itang
Yunaz, Widhi Budimulia, Naniek Rahmat, Taruna Kusmayadi, Tuty Cholid, Anne
Rufaidah, Denny Wirawan, Ferry Sunarto, Sally Koeswanto, Priyo Oktaviano dan
Billy Tjong.
Nama mereka telah memperkaya sejarah industri fashion Indonesia. Pada
masa itu, peluang besar bagi perancang busana untuk mengembangkan desainnya
disupport oleh Pemerintah Indonesia. Departemen Perdagangan mengadakan
pameran internasional, pameran perdagangan, serta misi budaya, terutama di
negara mode terkemuka seperti Amerika Serikat, Eropa dan Australia.
3.Mode Tradisional dan Perkembangan Busana Indonesia Modern
Pada 1990-an ketika isu globalisasi dan perkembangan teknologi media
modern seperti internet, mempermudah para desainer untuk mengakses berita
mengenai perkembangan dunia fashion dan trend telah banyak membantu para
desainer dalam menciptakan variasi fashion terutama dalam mengadopsi gaya barat
yang ‘glamor’. Misalnya Sebastian Gunawan, yang memperkenalkan gaun pesta
dengan manik-manik dan kristal cantik, menjadi terkenal dan membawa inspirasi
positif untuk desainer lain seperti Biyan, Arantxa Adi, Adjie Notonegoro dan Eddy
Betty. Sampai sekarang, manik-manik dan kristal sebagai aksesoris fashion masih
digemari di Indonesia.
Pada tahun 2000-an nama-nama baru semakin memperkaya daftar panjang
desainer berbakat Indonesia yang memiliki karakteristik tersendiri dan gaya
2016
40
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
independen seperti Adrian Gan, Obin, Kiata Kwanda, Sally Koeswanto, Tri Handoko
dan Irsan. Sementara yang lain membuat desain gaya barat, Edward Hutabarat dan
Anne Avantie mendedikasikan kreasi mereka dengan mendesign kostum tradisional
“Blus Kebaya” dengan sentuhan modern. Maka imej busana tradisional Indonesia
terlahir kembali dan semakin dicintai oleh kalangan muda sehingga mereka lebih
menghargai seni tradisional.
Menurut Denys Lombard penulis buku tentang “Nusa Jawa: Silang Budaya”
(1996) kebaya berasal dari bahasa Arab ”kaba” yang memiliki arti ‘pakaian’ dan
diperkenalkan secara langsung melalui bahasa portugis ketika mereka mendarat di
Asia Tenggara. Kata kebaya ini memiliki arti salah satunya sebagai jenis pakaian
seperti atasan/ blouse pertama yang dipakai wanita Indonesia pada abad ke 15 atau
16 masehi. Argumen ini dapat diterima oleh beberapa analogi penelusuran linguistik
yang hingga saat ini kita semua mengenal ”abaya” yang diartikan sendiri sebagai
tunik panjang khas Arab.
Sementara sebagian orang mempercayai bahwa kebaya merupakan kaitan
dari pakaian unik perempuan pada masa dinasti Ming di China, yang membawa
pengaruh setelah imigrasi besar-besaran melampaui semenanjung Asia Selatan dan
Tenggara abad ke 13 hingga 16 Masehi. Terlepas dari asal-usulnya Arab, Portugis
bahkan China penyebaran mode kebaya ini berasal dari arah utara kepulauan
Nusantara. Hal ini berkaitan erat dengan negara- negara yang dilewati oleh
penyebaran bangsa Arab, Portugis dan China. Desain awal kebaya mereka bisa jadi
terus berkembang dan memiliki versi yang berbeda dari masa ke masa.
Fakta sejarah membuktikan, bahwa pulau Jawa menjadi salah satu tujuan
penyebaran paling selatan. Karena tidak ditemukan jejaknya lagi di kepulauan
Pasifik Barat atau Semenanjung Utara Australia. Pertengahan abad ke-18 terdapat
dua jenis kebaya yang ternyata telah banyak dipakai oleh masyarakat yakni kebaya
Encim. Kebaya ini ternyata menjadi salah satu kebaya yang dikenakan oleh
perempuan China keturunan di Indonesia, dan kebaya Putu Baru, busana yang
bergaya tunik pendek berwarna-warni dengan motif yang cantik.
Selanjutnya pada abad ke 19, kebaya ini dikenakan oleh semua kelas sosial
setiap hari, yakni baik perempuan Jawa maupun wanita peranakan belanda. Bahkan
2016
41
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
kebaya sendiri sempat menjadi busana yang wajib dikenakan oleh perempuan
Belanda yang hijrah ke Indonesia.
Tahun 1950-an banyak ditandai gaya berbusana klasik namun tampil elegan,
yang populer dengan sebutan gaya “New Look” yang diadaptasi dari trend fashion
dunia. Pada jaman dulu, model busana ini seringkali dianggap sebagai model
rancangan Christian Dior, yang pada tahun 1947 memperkenalkan corolle line,
namun kemudian lebih dikenal sebagai The New Look.
Meski kini banyak perancang lain seperti Balenciaga, Balmain, dan Faith
yang juga turut mengadaptasi bentuk ini sebelumnya pada tahun 1939. Sayangnya,
usaha mereka ini terhambat akibat meletusnya Perang Dunia II. Alhasil, dua tahun
setelah perang, Diorlah yang berhasil menciptakan ‘sensasi international’ dengan
rancangan gaya New Look ini. Desain busana pada kebaya New Look ini merupakan
kebalikan dari sikap ekonomis. Sehingga pasalnya untuk satu busana kebaya New
Look seperti ini saja membutuhkan bahan kira- kira sepanjang lebih dari 23 meter.
Gaya New Look ini menitikberatkan pada bentuk tubuh wanita yang dibesarbesarkan pada bagian pinggang hingga kebawah yang dibantu dengan pakaian
dalam yang bertulang dan berbahan yang telah dikakukan secara otomatis model
rok New Look yang seakan mengembang besar.
2016
42
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pada mulanya kemunculan gaya New Look ini menimbulkan kontroversi
yang cukup drastis di seluruh dunia barat. Meski banyak wanita pada zaman itu
mengadopsi gaya New Look ini, di lain pihak banyak yang menolak gaya ini karena
dianggap sebagai salah satu busana yang boros dan artifisial.
The house of Dior yang didatangi beberapa wanita yang protes saat itu justru
menjadi keberuntungan, karena akibat media berita kontroversi tersebut, publisitas
gaya New Look ini menjadi semakin populer dan melambung dalam semalam saja.
Selanjutnya gaya New Look terus berlanjut bahkan dalam beragam variasi bentuk
hingga pertengahan tahun 1950an.
Tahun 1960-an terasa lebih berwarna dan bervariasi. Gaya pada tahun ini
cukup elegan dan chick. Gaya ‘Jackie O’ yang kini juga menyebar ke seluruh
Indonesia yang dimeriahkan dengan gaya serba mini. Menjelang akhir tahun
1960an, gaya serba mini ini berkolaborasi dengan motif-motif berani, yang kini
kemudian di Indonesia lebih dikenal dengan istilah A Go-go Look.
Lanjut di tahun 1970-an mode di Indonesia semakin berwarna dengan
kehadiran perancang baru dengan nuansa warna yang terlihat semakin kuat dan
menarik. Diidentikkan dengan gaya Hippies serta gaya Disco. Gaya berbusana yang
populer di era ini didominasi oleh celana bell bottom, kemeja yang pas body dengan
kerah super lebar dll. Siluet yang berguna untuk berbusana wanita sendiri masih
mengolah gaya mini serta potongan longgar.
2016
43
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Menyambung di tahun 1980-an merupakan salah satu era powerful women,
di mana hal ini sesuai dengan era tersebut, ditandai dengan kemunculan busana
dengan siluet serba besar. Seperti padding yang menonjol di bagian bahu, siluet
busana yang besar dan lebih cenderung longgar. Permainan detail dan aksen
berukuran besar seperti kancing-kancing dipadukan dengan warna kontras.
Perancang di Indonesia saat itu pun dipengaruhi dengan gaya ini yang cenderung
berukuran besar.
Tahun 1990-an hingga sekarang adalah masa di mana gaya individual yang
terlihat semakin berani. Tidak mengherankan apabila para perancang busana
berbakat
yang jumlahnya
semakin
banyak
dengan
keunikan sendiri
yang
mencerminkan
karakter
mereka
masing-
masing.
yang
bergaya busana
berbentuk
serba
dengan
susunan
vintage,
bergaya
maskulin,
bergaya cantik,
terkesan
mewah
elegan hingga yang bergaya unik.
2016
44
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
hadir
Ada
tumpuk
dan
Dunia
mode
nasional
mulai
mengadaptasi
kegiatan
mode Eropa.
Salah satunya adalah koreografi dalam peragaan busana, Sejak diperkenalkan
Norbert Schmitt pada tahum 1969 di Eropa, koreografi untuk peragaan busana
mendarat di Jakarta pada tahun 1974. Perintis nasionalnya adalah Rudy Wowor
yang merupakan murid Schmitt. Pada saat itu, istilah show director dalam peragaan
busana belum dikenal sehingga beliau tak saja mengatur langkah dan ekspressi
sang model. Tapi juga menata pencahayaan, dekorasi dan musik pengiring. Profesi
koreografer ini lalu diikuti Doddy Haykel, Denny Malik dan Guruh Sukarnoputera.
Sementara itu, keterbatasan kesempatan bersekolah mode atau rancang busana
ditanah air tak mematahkan semangat mereka yang ingin menjadi desainer.
Sebagian melanglang buana keluar negeri. seperti Harry Dharsono, Poppy
Dharsono, Iwan Tirta, dll.
Pada tahun 1990an ditandai dengan isu globalisasi dari internet, itu artinya
banyak kemudahan untuk mengakses informasi seputar dunia fashion, mode dari
luar negeri yang menyebabkan kegandrungan akan budaya barat yang serba
glamour. Glamoritas ini terasa pada karya desainer-desainer yang naik daun di
tahun 1990-an, seperti Sebastian Gunawan. Setelah menggelar koleksinya yang kini
terdiri dari ballgown dan aneka payet, manik dan kristal, demam kemewahan bak ala
selebritas Hollywood kian mewabah. Kemewahan ini juga terasa melalui gaun-gaun
Biyan, Arntxa Adi, Adjie Notonegoro dan Etty Betty. Hingga pada pada akhir tahun
1990 an, persaingan untuk mendapatkan tempat di hati para pecinta mode semakin
ketat diikuti, semakin banyaknya nama-nama baru, apalagi dengan kehadiran
sekolah mode Franchisee seperti Esmod dan Lasalle.
Selanjutnya di tahun 2000-an, mode Indonesia semakin kaya akan ide dan
inspirasi. Setiap desainer memiliki ciri tersendiri. Adrian Gan, Obin, Kiata Kwanda,
Sally Koeswanto, Tri Handoko dan Irsan selalu memukau dengan busana- busana
mereka
yang
berkolaborasi
kental
dengan
seni.
Ada
juga
yang
sukses
mensosialisasikan busana tradisional sebagai busana modern seperti Edward
Hutabarat dan Anne Aventie.
2016
45
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Beberapa yang meraih penghargaan melalui event seperti salah satunya
Indonesian Mercedes Benz Fashion Award dan Jarper’s Bazaar Fashion Concerto.
Ada pula yang ditampilkan melalui film seperti busana Tri Handoko, Sebastian
Gunawan dan Didi Budiarjo yang dikenalkan Aida Nurmala dalam film Arisan.
Namun, adapula yang kini lebih sukses di luar negeri seperti Farah Angsana di Paris
atau Mardiana Ika dan Ai Charisma di Hongkong.
Tahun 2010- hingga saat ini demam K-Pop kian melanda Indonesia yang
turut mempengaruhi perkembangan fashion di tanah air. Telah banyak kita temui
segerombolan anak muda remaja di Indonesia sekarang mengikuti trend fashion
Korea. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya boyband dan girlband Korea yang
begitu popular. Bahkan hingga sekarang begitu banyak bermunculan boyband dan
girlband yang meniru gaya maupun fashion mereka.
Beberapa tahun belakangan pasar fashion sempat di kuasai oleh kehadiran
brand luar negeri. Sementara konsumen di Indonesia, sering mengganggap brand
luar lebih baik dari segi kualitas maupun dari segi desainnya. Dalam sejarah
perkembangannya, brand lokal telah ada sejak 1950, ialah awal dekade fashion
Indonesia dengan kemunculan seorang desainer bernama Peter Sie. Pada tahuntahun pertama Peter Sie menancapkan kiprahnya dalam fashion nasional ia
mengaku bahwa profesi desainer belum diterima masyarakat termasuk keluarganya.
Ia sempat dikucilkan keluarga, Ia juga tak menganggap dirinya lebih sukses secara
finansial dibanding desainer-desainer masa kini. Dalam buku Inspirasi Mode
Indonesia terbitan Yayasan Buku Bangsa dan Gramedia, ia mengungkapkan dirinya
2016
46
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
lebih senang disebut pelopor dunia mode. Kini ia disebut-sebut sebagai pelopor
profesi perancang busana di Indonesia.
Awalnya Peter berkonsentrasi membuat busana pria. Busana bergaris A line
ala New Look dari Dior lah yang mempengaruhinya untuk beralih ke busana wanita.
Pria yang belajar di Vakschool voor Kleermakers-Encoupeurs Den Haag Belanda
selama 6 tahun sejak 1947 ini tidak menyerap semua trend busana yang datang dari
Eropa. Saat trend gaya ‘mod’ yang dipelopori oleh Mary Quant dan Ossie Clark
mendunia. Peter merasa rok mini kurang pantas untuk kebanyakan wanita
Indonesia. Begitu juga saat trend ‘hippies’ berkembang, trend tersebut tidak pernah
menarik hatinya karena keadaan ekonomi Indonesia saat itu memprihatinkan.
Kehadiran desainer seperti Peter Sie, mengundang desainer lain seperti Non
Kawilarang dan Elsie Sunarya. Pada 1960-an gaya ‘hipster’, ‘mod’, bahkan ‘A Go go’
yang ramai motif dan warna hanya di konsumsi ibu-ibu kalangan atas di Jakarta
saja.
Di balik itu semua, keterbatasan kesempatan bersekolah fashion atau
rancang busana di tanah air tidak mematahkan semangat mereka yang ingin
menjadi desainer. Harry Dharsono, Poppy Dharsono dan Iwan Tirta mengemban
ilmu fashion di luar negeri. Iwan Tirta mempunyai peran yang besar dalam
menciptakan karakter mode tanah air yang unik dan kaya tanpa mengabaikan trend
mode Eropa, yang mempunyai pengaruh besar pada industri mode di Indonesia.
Kepada pengamat mode Muara Bagdja dalam buku Inspirasi Mode Indonesia, Ia
menekankan pentingnya memberi unsur barat (technical skill) dan timur (budaya)
dalam pakaian. Pernyataan Iwan Tirta beralasan, karena melalui batik yang
diolahnya menjadi lebih modern, ia diakui oleh desainer Amerika dan Eropa.
Harry Dharsono memperkenalkan High Fashion atau Couture pertama kali di
Indonesia pada tahun 1974. Tidak hanya itu, Harry juga berkontribusi dalam
mengembangkan industri tekstil Indonesia yang tadinya hanya memproduksi
polyester sampai akhirnya rumah mode bergengsi seperti Carven, Louis Ferraund,
Azzaro de Ville dan Lanvin membeli desain tekstil darinya. Harry Dharsono juga
mendirikan Batik Keris sebagai rasa cintanya pada Indonesia. Nama-nama seperti
Samuel Wattimena, Ghea panggabean, Edward Hutabarat, Anne Avantie, Susan
2016
47
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Budiharjo dan Carmanita juga mempunyai kontribusi dalam pengolahan kain
tradisional untuk pakaian modern di era 1980-an.
Tahun 1990-an ditandai dengan isu globalisasi dan internet. Artinya
kemudahan masyarakat untuk mengakses informasi fashion dari luar negeri
menyebabkan kegandrungan budaya barat yang glamour. Glamouritas ini terasa
pada karya desainer-desainer seperti Sebastian Gunawan, Biyan, Arantxa Adi, Adjie
Notonegoro, dan Eddy Betty yang memiliki karakter kemewahan dengan payet,
manik dan Kristal pada koleksinya.
Munculnya sekolah fashion franchise seperti Esmod dan Lasalle, juga
sekolah mode Susan Budiharjo turut berkontribusi dalam menghasilkan desainerdesainer berkualitas Indonesia. Selain itu Poppy Dharsono dibantu Harry Dharsono
dan Iwan Tirta membentuk Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia
(APPMI) pada tahun 1993. Desainer Tex Saverio telah berhasil membawa nama
Indonesia dan mendapat pengakuan di mata internasional dengan rancangannya
yang dipakai oleh seorang bintang di Amerika Serikat yaitu Lady Gaga pada
pemotretan majalah Bazaar US.
4. Perkembangan Brand Lokal
Meningkatnya kelas konsumen baru yaitu kelas konsumen menengah,
menghabiskan sebagian uangnya untuk membeli pakaian dan alas kaki sebesar
3.6% dari total pengeluarannya. Maraknya brand luar yang ready to wear, stylish
juga terjangkau konsumen membuat brand luar sempat sangat diminati dan merajai
pasar fashion di Indonesia. Dapat dievaluasi dari betapa survive distro atau clothing
yang
memiliki
desain
yang
kasual
dan
market
yang
berbeda
dengan
mempertimbangkan mass production.
Namun hal ini segera dapat diimbangi dengan mulai masuknya sekolah
fashion seperti Esmod, Lasalle, Bunka Fashion School, desainer Susan Budiharjo
dan Harry Dharsono menghasilkan desainer-desainer muda Indonesia yang memiliki
bakat dalam fashion ready to wear dan high street. Desainer-desainer ini mempunyai
keunikan dan ciri khas sendiri di tiap desainnya karena memiliki dasar ilmu yang
baik. Banyak desainer muda yang memilki brand sendiri yang belum terpublikasi
dengan baik dan belum dikenal masyarakat umum. Pada hal mereka sebagai
desainer lokal berbakat punya potensi besar dalam mendesain karena memiliki
2016
48
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
keberagaman budaya dan didukung oleh bahan berkualitas yang berasal dari negeri
sendiri.
Menjamurnya brand lokal saat ini tidak bisa di lepaskan oleh kehadiran
Brightspot
Market,
yaitu
wadah
bagi
desainer
lokal
untuk
memamerkan
rancangannya dalam bentuk event dan pameran. Brightspot Market didirikan pada
tahun 2009 dengan tujuan menawarkan pengalaman ritel yang baru dengan
memfokuskan desainer lokal yang ready to wear. Brightspot Market berhasil
menaikkan nama desainer lokal dan brand lokal ke masyarakat negeri sendiri.
Setelah beberapa kali menyelenggarakan event, brand lokal di Jakarta khususnya,
menjadi pusat perhatian dalam pergerakan fashion. Bahkan kini, menjadi kiblat
fashion untuk para anak-anak muda di Jakarta.
Naiknya nama brand lokal juga disebabkan karena pada umumnya brand
lokal sangat mementingkan kualitas dan kepuasan pelanggan. Jika ada produk yang
kurang memuaskan, mereka cepat mengambil langkah untuk memperbaikinya.
Banyak dari mereka juga mendengarkan apa yang diinginkan konsumen sehingga
inovasi produk mereka terus berjalan. Faktor-faktor ini juga yang menyebabkan
brand lokal sekarang dapat berkompetensi dengan brand luar negeri.
Perkembangan brand lokal saat ini juga didukung oleh slogan ‘100% Cinta
Indonesia’ dan ‘Cintailah produk-produk Indonesia’ yang gencar disosialisasikan di
media massa dengan harapan agar kita sebagai bangsa Indonesia lebih cinta
terhadap brand lokal atau produk lokal. Ini merupakan gerakan dari bentuk apresiasi
bangsa dalam upaya mendorong perkembangan dunia fashion dan membuatnya
dapat berbicara di publik dunia. Kampanye tersebut ternyata mendapat respon positif
terhadap perubahan antusiasme masyarakat dalam membeli suatu barang.
Terutama terjadi peningkatan drastis terhadap brand lokal, Khususnya di fashion
sampai 85%.
Gerakan Cinta Indonesia 100% ini juga di dukung oleh Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) serta para pecinta brand lokal seperti Nadine Chandrawinata, Dian
Sastriwardoyo, Anne Avantie, Adjie Notonegoro, Kanaya Tabitha dan Poppy
Dharsono yang terjun langsung dalam kampanye ini demi membuat brand lokal
digemari oleh masyarakat kita sendiri.
5. Perkembangan Fashion Anak di Indonesia
2016
49
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Perkembangan fashion anak untuk kalangan menengah atas di Indonesia,
khususnya di Jakarta sudah mulai bergerak. Dewasa ini, pakaian anak-anak tidak
hanya sebatas terjangkau dan nyaman, tapi juga yang sesuai dengan pribadi anak
dengan warna dan model yang unik menarik sampai pada trend yang sedang
berkembang. Seiring dengan cepatnya perkembangan fashion, pakaian anak-anak
pun turut menyesuaikan dengan perkembangan trend.
Perkembangan fashion dewasa bergantung pada trend fashion yang secara
cepat dan berkala berganti, sedangkan perkembangan fashion anak tidak memiliki
trend sendiri. Tidak heran jika ada pakaian anak yang memiliki potongan dewasa
atau anak kecil yang memakai Sepatu tumit tinggi. Sudah banyak para orangtua
yang menyadari bahwa pakaian anak-anak tidak lagi sekadar pakaian. Ini dibuktikan
dengan event ‘Kids Fashion Festival 2011’ yang di selenggarakan oleh Femina
Group bekerjasama dengan majalah Ayah Bunda dan Parenting. Dalam acara ini
beberapa brand memamerkan koleksinya, walaupun sebagian besar brand luar
negeri masih menguasai event ini. Animo masyarakat mengenai event ini pun tinggi,
terbukti dari tiket yang terjual habis.
Perkembangan fashion anak di Indonesia sebenarnya sebagian masih
dikuasai oleh brand luar. Di negeri sendiri walaupun sudah ada yang membuat, tapi
lingkupnya masih terbatas. Brand seperti Alleira sudah memulai kiprahnya di dunia
children fashion dalam kemasan pakaian batik. Tapi untuk pakaian sehari-hari, brand
lokal kelas menengah atas masih belum banyak. Seringkali orang tua membeli
pakaian anak dari toko brand luar negeri. Ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran
desainer untuk mengembangkan pakaian anak-anak. Denny Wirawan, seorang
perancang busana mengatakan bahwa pakaian anak-anak sekarang harus beragam.
Gaya hidup modern memberi pengaruh dalam rancangan modelnya, sehingga
perancang juga harus paham dengan karakter yang sesuai dengan pasarnya.
Seiring dengan perkembangan brand lokal, perkembangan fashion untuk
anak pun sudah mulai meningkat. Walaupun dilihat dari segi desain, masih belum
berani keluar dari ‘zona kenyamanan’. Sehingga produk yang keluar masih dalam
ranah kaos yang bergambar tokoh lucu dan belum berani untuk mengolah konsep
lebih dalam atau mengambil potongan-potongan lain dalam mendesain pakaian.
Pertimbangan psikologi dan tingkah laku anak tentu ada dalam pembuatan pakaian
2016
50
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
anak. Faktor kenyamanan, warna, pola potongan dan lain-lain seharusnya dipikirkan
lebih matang dalam membuat pakaian anak.
Di Indonesia sendiri perkembangan children fashion dalam lingkup brand
lokal masih lambat pergerakannya, jika dinilai dari inovasi dan keberanian desain.
Padahal dilihat dari pasar yang ada, kebutuhan pakaian anak juga hampir sama
besarnya dengan kebutuhan pakaian dewasa. Dapat dikatakan lahan ‘bermain’ di
pakaian anak-anak masih cukup besar untuk melakukan inovasi-inovasi baru dan
desain yang lebih berani.
6. Sejarah Terbentuknya Brand Molds
Molds adalah brand yang lahir dari karya seorang fashion designer Larasati
Dewanggi, yang terbentuk pada awal tahun 2011. Awal mulanya koleksi Molds
dibuat sebagai koleksi tugas akhirnya di Fashion Institute ESMOD. Respon yang
sangat baik di terima oleh pemilik brand saat Molds pertama kali di pamerkan. Dari
koleksi ini, pemilik brand menerima penghargaan best collection (shoes) dan best
creation (innovation in clothes) oleh ESMOD. Karena itu lah, pemilik brand
memutuskan untuk meluncurkan produk Molds ke pasaran.
Istilah Molds sendiri berasal dari kepanjangan ‘My Own Life Dreaming Sight’
yang berarti imajinasi desainer Molds dalam menuangkan kreasinya untuk anakanak dalam pakaian yang cocok dengan finishing yang baik. Munculnya ide desain
pakaian brand Molds adalah berdasarkan pengamatan pemilik brand. Belakangan ini
anak-anak umur 3-7 tahun sering berdandan atau memakai baju yang tidak ‘anakanak’. Pengaruh lingkungan serta peran orang tua menjadi faktor dalam pemilihan
pakaian anak. Karena itu Molds ada untuk menghadirkan desain yang sesuai
dengan anak-anak dan dengan konsep yang terencana.
Terinspirasi dari desain Jepang dan inovasi mainan anak-anak yang
membutuhkan kreativitas dan imajinasi, Molds menghadirkan desain pakaian yang
soft minimalist, kreatif dan berani untuk keluar dari kata-kata innocent anak-anak
yang biasa. Dengan desain-desain Molds ini anak kecil diharapkan menjadi terbiasa
dengan selera yang bold tanpa tersembunyi sehingga memunculkan karakter dari
diri mereka yang sebenarnya.
Dengan pemilihan bahan dan kain yang sesuai dengan anak-anak,
memungkinkan Molds dapat dipakai kapanpun karena menggunakan bahan yang
2016
51
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
nyaman untuk sehari-hari. Kain katun, katun poli, bulu domba, baby canvas, dan
bahan kaos dipilih karena kenyamanannya untuk dipakai sehari-hari oleh siapapun,
khususnya anak-anak.
Dalam konsep koleksi pertamanya, Molds berusaha untuk membiasakan
anak-anak untuk menghadapi angka-angka, yang tentu kita ketahui anak kecil sering
kali sulit belajar Matematika. Dengan koleksi Molds, anak-anak dapat belajar
Matematika Dasar dengan cara yang lebih menyenangkan dan dekat dengan
kehidupan sehari-hari. Untuk ke depannya Molds fokus untuk membuat pakaian
khusus anak-anak dan dengan konsep edukasi.
Identitas yang ada sekarang diambil dari font Doodlepen, yang sudah
tersedia dan dapat di unduh secara cuma-cuma dengan mudah. Identitas ini belum
menggambarkan karakter juga visi misi Molds dengan baik, karena dibuat dengan
matang dan seadanya dan hanya bersifat sementara. Pengaplikasian identitas ini
juga tidak konsisten dan tidak memiliki sistem di dalamnya. Pemilihan warna dan font
yang membentuk identitas ini tidak berdasarkan prinsip atau filosofi apapun, karena
dibuat secara cepat dan seadanya.
7.Edukasi Matematika
Pada koleksi Molds Spring/Summer, pendekatan edukasi yang dimunculkan
adalah edukasi Matematika. Ini dikarenakan Matematika adalah pelajaran yang
berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan terus dipakai anak kecil sampai
orang dewasa.
Tidak sedikit yang fobia Matematika, dan ketidaksukaan pada Matematika
tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di beberapa negara maju. Di Indonesia
sendiri ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak anak yang tidak menyukai
Matematika, salah satunya karena metode pengajarannya yang salah. Sejak lama
orang Indonesia umumnya menggunakan metode hafalan, sehingga Matematika
harus dihafal bukan dinalar atau dimengerti secara logis. Anak-anak pada dasarnya
berkarakter ceria, berjiwa bebas dan suka bermain, sehingga jika Matematika harus
selalu dihafal maka menjadi membosankan.
Dalam kasus ini, peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu anak
dalam memahami dan menyukai pelajaran Matematika dengan cara mudah adalah
dengan mendekatkan anak pada penerapan Matematika sedini mungkin secara
2016
52
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
nyata, melalui permainan menyenangkan, dan praktis dalam kehidupan nyata seharihari. Koleksi Molds Spring/Summer, menerapkan pendekatan edukasi cinta
Matematika
dengan
busana
anak
bermotif
angka,
simbol
penjumlahan,
pengurangan, bentuk-bentuk dasar geometris dengan warna-warni ceria dan
mnyenangkan.
F.Desain Arsitektur
Asitektur Indonesia memiliki karakter dinamis yang terdiri dari bangunan
Klasik-Tradisional, Vernakular dan bangunan Baru-Kontemporer. Arsitektur KlasikTradisional adalah bangunan yang dibangun pada zaman kuno. Arsitektur
Vernakular juga bentuk lain dari arsitektur tradisional, terutama bangunan rumah
hunian, dengan beberapa penyesuaian membangun oleh beberapa generasi ke
generasi. Arsitektur Baru atau Kontemporer lebih banyak menggunakan materi dan
teknik konstruksi baru yang menerima pengaruh dari masa kolonial Belanda ke era
pasca-kemerdekaan. Pengenalan semen dan bahan-bahan modern lainnya dan
pembangunan dengan pertumbuhan yang cepat telah menghasilkan hasil yang
beragam.
1. Arsitektur Klasik Indonesia
Ciri khas arsitektur klasik Indonesia dapat dilihat pada bangunan candi
dengan struktur menaranya. Candi Buddha dan Hindu dibangun dari batu, yang
dibangun di atas tanah dengan ciri khas piramida dan dihiasi dengan relief. Secara
simbolis bangunan adalah sebagai representasi dari Gunung Mahameru yang
legendaris, dalam mitologi Hindu-Buddha diidentifikasi sebagai kediaman para dewa.
Candi Buddha Borobudur yang terkenal dari abad ke-9 dan Candi Prambanan bagi
umat Hindu di Jawa Tengah juga dipenuhi dengan gagasan makrokosmos yang
direpresentasiken dengan sebuah gunung.
Di Asia Timur walau pun dipengaruhi oleh budaya India, namun arsitektur
Indonesia (nusantara) lebih mengedapankan elemen-elemen masyarakat lokal, dan
lebih tepatnya dengan budaya agraris (petani). Budaya Hindu selama 10 abad telah
mempengaruhi kebudayaan Indonesia sebelum pengaruh Islam datang. Peninggalan
arsitektur klasik (Hindu-Buddha) di Indonesia sangat terbatas untuk beberapa
2016
53
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
puluhan candi kecuali Pulau Bali yang masih banyak karena faktor agama penduduk
setempat.
2. Arsitektur Vernakular di Indonesia
Arsitektur tradisional dan vernakular di Indonesia berasal dari dua sumber.
Pertama dari tradisi Hindu-Besar dibawa ke Indonesia dari India melalui Jawa.
Kedua adalah arsitektur pribumi asli. Rumah-rumah vernakular yang kebanyakan
ditemukan di daerah pedesaan dibangun dengan menggunakan bahan-bahan alami
seperti atap ilalang, bambu, anyaman bambu, kayu kelapa, dan batu. Bangunan
adalah penyesuain sepenuhnya selaras dengan lingkungan sekitar.
Arsitektur Tradisional Indonesia
Rumah-rumah di pedalaman Indonesia masih banyak yang menggunakan
bambu. Namun seiring dengan proses modernisasi, bangunan-bangunan bambu ini
sedikit demi sedikit diganti dengan bangunan dinding bata.
Bangunan vernakular yang tertua di Indonesia saat ini tidak lebih dari sekitar
150 tahun usianya. Namun dari relief di dinding abad ke-9 di candi Borobudur di
Jawa Tengah mengungkapkan bahwa ada hubungan erat dengan arsitektur rumah
vernakular kontemporer yang ada saat ini. Arsitektur vernakular Indonesia juga mirip
dengan yang dapat ditemukan di seluruh pulau-pulau di Asia Tenggara. Karakteristik
utamanya adalah dengan digunakannya lantai yang ditinggikan (kecuali di Jawa),
atap dengan kemiringan tinggi menyerupai pelana dan penggunaan material kayu
dan bahan organik tahan lama lainnya.
2016
54
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3.Pengaruh Islam Dalam Arsitektur
Budaya Islam di Indonesia dimulai tahun 1300 Masehi ketika di Sumatra
bagian utara berdiri kerajaan Islam Samodra Pasai pada 1292. Dua setengah abad
kemudian bersamaan dengan kedatangan orang-orang Eropa, Islam masuk ke pulau
Jawa. Hal yang penting di sini bahwa Islam tidak menyebar ke kawasan Indonesia
melalui kekuatan politik seperti di India atau Turki, namun lebih melalui penyebaran
budaya. Budaya Islam pada arsitektur Indonesia dapat dijumpai di masjid-masjid,
istana, dan bangunan makam.
Menurunnya kekuatan kerajaan Hindu Majapahit di Jawa menandai
bergantinya periode sejarah di Jawa. Kebudayaan Majapahit tersebut meninggalkan
kebesarannya dengan sejumlah candi-candi monumental sampai abad XIV.
Meskipun era Majapahit secara agama dan budaya tergantikan, tidak berarti bahwa
‘jaman klasik’ di Jawa ini diganti dengan ‘jaman kemunduran/kegelapan’’, karena
kerajaan-kerajaan Islam melanjutkan budaya lama Majapahit yang mereka adopsi
secara jenius.
"New Era" selanjutnya menghasilkan ikon penting seperti masjid-masjid di
Demak, Kudus dan Banten pada abad XVI. Juga situs makam Imogiri dan istanaistana
Yogyakarta dan Surakarta pada abad XVIII. Fakta sejarah menunjukkan bahwa
Islam tidak memperkenalkan bentuk-bentuk fisik baru dan ajaran-ajarannya pun
diajarkan lebih dalam cara-cara mistis oleh para sufi. Dengan kata lain melalui
sinkretisme, hal inilah yang mempengaruhi ‘gagal’nya Islam sebagai sebuah sistem
baru yang tidak menghapuskan warisan Hindu ( lihat Prijotomo, 1988).
2016
55
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Masjid Kudus dengan Gaya Hindu untuk Drum Tower dan Gerbang
Penyebaran Islam secara bertahap di kawasan Indonesia dimulai abad XII
dan seterusnya dengan memperkenalkan serangkaian penting pengaruh arsitektur.
Namun, perubahan dari gaya lama ke gaya baru itu awalnya bersifat ideologis baru
kemudian teknologi. Kedatangan Islam tidak pada pengenalan bangunan yang baru,
melainkan menyesuaikan bentuk-bentuk arsitektur yang ada, yang ditafsirkan
kemudian diciptakan kembali sesuai hukum Islam.
Menara Kudus di Jawa Tengah adalah contoh dalam kasus ini. Bangunan ini
sangat mirip dengan candi abad XIV di era kerajaan Majapahit. Menara diadaptasi
untuk kepentingan baru dengan dibangun masjid setelah runtuhnya kerajaan
Majapahit. Demikian pula arsitektur masjid-masjid di awal perkembangan Islam di
Indonesia murni terinspirasi tradisi bangunan lokal di Nusantara. Umumnya dibangun
dengan struktur empat kolom utama (Soko Guru) yang mempunyai makna simbolis
mendukung atap tengahnya.
4.Gaya Belanda dan Hindia Belanda
Pengaruh Barat di mulai jauh sebelum tahun 1509 ketika Marco Polo dari
Venesia melintasi Nusantara pada 1292 untuk kegiatan perdagangan. Sejak itu
orang-orang Eropa berusaha untuk merebut kendali atas perdagangan rempahrempah yang sangat menguntungkan. Portugis, Spanyol, kemudian Belanda
memperkenalkan arsitektur mereka sendiri menggunakan berbagai elemen arsitektur
Eropa. Namun kemudian dapat beradaptasi dengan tradisi arsitektur lokal. Proses
asimilasi ini bukanlah sekadar satu arah: Belanda kemudian mengadopsi unsurunsur arsitektur pribumi untuk menciptakan bentuk yang unik dikenal sebagai
arsitektur kolonial Hindia Belanda. Belanda juga sadar dengan mengadopsi
arsitektur dan budaya setempat ke dalam arsitektur tropis baru mereka. Dengan
menerapkan bentuk-bentuk tradisional ke dalam cara-cara modern termasuk bahan
bangunan dan teknik konstruksi.
2016
56
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Bangunan Gereja Blenduk dan Lawang Sewu, Contoh dari Arsitektur Belanda
Bangunan kolonial di Indonesia, terutama periode Belanda yang sangat
panjang (1602-1945) ini menarik untuk dijelajahi. Bagaimana silang budaya antara
barat dan timur dalam bentuk bangunan, dan juga bagaimana Belanda
mengembangkan aklimatisasi bangunan di daerah tropis. Menurut Sumalyo (1993),
arsitektur kolonial Belanda di Indonesia adalah fenomena budaya unik yang pernah
ditemukan di tempat lain maupun di tanah air mereka sendiri. Bangunan-bangunan
tesebut adalah hasil dari budaya campuran kolonial dan budaya di Indonesia.
Perbedaan konsep Barat dan Indonesia ke dalam arsitektur adalah terletak
pada korelasi antara bangunan dan manusianya. Arsitektur Barat adalah suatu
totalitas konstruksi, sementara di Timur lebih bersifat subjektif, lebih memilih
penampilan luar terutama façade depan. Kondisi alam antara sub-tropis Belanda
dan tropis basah Indonesia juga merupakan pertimbangan utama bangunan Belanda
di Indonesia.
Sebenarnya, Belanda tidak langsung menemukan bentuk yang tepat untuk
bangunan mereka di awal perkembangannya di Indonesia. Selama awal kolonisasi
Eropa awal abad 18, jenis bangunan empat musim secara langsung dicangkokkan
Belanda ke iklim tropis Indonesia. Fasade datar tanpa beranda, jendela besar, atap
dengan ventilasi kecil yang biasa terlihat di bagian tertua kota bertembok Belanda,
juga digunakan seperti di Batavia lama (Widodo, J. dan YC. Wong 2002).
Menurut Sumintardja, (1978) VOC telah memilih Pulau Jawa sebagai pusat
kegiatan perdagangan mereka. Bangunan pertama dibangun di Batavia sebagai
benteng Batavia. Di dalam benteng dibangun rumah untuk koloni, memiliki bentuk
2016
57
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
yang sederhana seperti rumah asli di awal tapi belakangan diganti dengan rumah
gaya Barat (untuk kepentingan politis). Mereka mengimpor bahan dinding batu bata
rumah dan atap genteng sekalian dengan interior furnitur langsung dari Belanda.
Rumah-rumah yang menjadi tradisi pertama rumah-rumah tanpa halaman, dengan
bentuk memanjang seperti di Belanda sendiri. Rumah-rumah ini ada dua lantai,
sempit di façade tapi lebar di dalam.
Rumah tipe ini selanjutnya banyak digunakan oleh orang-orang cina setelah
orang Belanda beralih dengan rumah-rumah besar dengan halaman luas. Rumahrumah ini disebut sebagai bentuk landhuizen atau rumah tanpa beranda dalam
periode awal, setelah mendapat aklimatisasi dengan iklim setempat, rumah-rumah
ini dilengkapi dengan beranda depan yang besar seperti di aula pendapa pada
bangunan vernakular Jawa.
Rumah-rumah yang dibangun pada awalnya dengan dua lantai, setelah
mengalami gempa dan untuk tujuan efisiensi dibangun hanya satu lantai saja. Tetapi
setelah harga tanah menjadi meningkat, rumah-rumah itu kembali dibangun dengan
dua lantai lagi.
Penentuan desain arsitektur menjadi lebih formal dan ditingkatkan setelah
pembentukan profesi Arsitek pertama di bawah Dinas Pekerjaan Umum (BOW) pada
1814-1930. Sekitar tahun 1920-1930-an, perdebatan tentang masalah identitas
Indonesia dan karakter tropis sangat intensif, tidak hanya di kalangan akademis
tetapi juga dalam praktek di lapangan. Beberapa arsitek Belanda, seperti Thomas
Karsten, Maclaine Pont, Thomas Nix, CP Wolf Schoemaker dan banyak yang
lainnya, terlibat dalam wacana sangat produktif baik dalam akademik dan praksis.
Bagian yang paling menarik dalam perkembangan Arsitektur modern di
Indonesia adalah periode sekitar 1930-an, ketika beberapa arsitek Belanda dan
akademisi mengembangkan sebuah wacana baru yang dikenal sebagai "IndischTropisch" yaitu gaya arsitektur dan urbanisme di Indonesia yang dipengaruhi
Belanda. Tipologi dari arsitektur kolonial Belanda hampir bangunan besar luar
koridor yang memiliki fungsi ganda sebagai ruang perantara dan penyangga dari
sinar matahari langsung dan lebih besar atap dengan kemiringan yang lebih tinggi
dan kadang-kadang dibangun oleh dua lapis dengan ruang yang digunakan untuk
ventilasi panas udara.
2016
58
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Arsitek-arsitek Belanda mempunyai pendekatan yang baik berkaitan dengan
alam di mana bangunan ditempatkan. Kesadaran mereka dapat dilihat dari unsur
konstruksi orang yang sangat sadar dengan alam. Dalam Sumalyo (1993,): Karsten
pada tahun 1936 dilaporkan dalam artikel: "Semarangse kantoorgebouwen" atau
Dua Office Building di Semarang Jawa Tengah:
1. Pada semua lantai pertama dan kedua ditempatkan pintu, jendela, dan ventilasi
yang lebar di antaranya rentang dua kolom. Ruangan untuk tiap lantai sangat
tinggi; 5, 25 m di lantai pertama dan 5 m untuk lantai dua. Ruangan yang lebih
tinggi, jendela dan ventilasi menjadi sistem yang baik untuk memungkinkan
sirkulasi udara di atap, ada lubang ventilasi di dinding atas (di atas jendela)
2. Disamping lebar ruang yang lebih tinggi, koridor terbuka di sisi Barat dan Timur
meliputi ruang utama dari sinar matahari langsung.
Ketika awal urbanisasi terjadi di Batavia (Jakarta), ada begitu banyak orang
membangun vila mewah di sekitar kota. Gaya arsitekturnya yang klasik tapi
beradaptasi dengan alam ditandai dengan banyak ventilasi, jendela dan koridor
terbuka banyak dipakai sebagai pelindung dari sinar matahari langsung. Di Bandung,
Villa Isolla adalah salah satu contoh arsitektur yang baik ini (oleh Schoemaker1933)
Villa Isolla, Salah Satu Karya Arsitektur Belanda di Indonesia
5. Arsitektur Kontemporer Indonesia
Setelah kemerdekaan pada 1945 tren bangunan modern mengambil alih di
Indonesia. Kondisi ini berlanjut ke tahun 1970/1980-an ketika pertumbuhan ekonomi
Indonesia meningkat dan mengarah pada program-program pembangunan besarbesaran di setiap sektor, mulai dari skema rumah murah, pabrik-pabrik, bandara,
pusat perbelanjaan dan gedung pencakar langit. Banyak proyek bergengsi yang
2016
59
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
dirancang oleh arsitek asing yang jarang diterapkan mereka untuk rancangan khusus
konteks Indonesia. Seperti halnya kota-kota besar di dunia, terutama di Asia sebagai
korban dari globalisasi yang terlepas dari sejarah lokal, iklim dan orientasi budaya.
Rumah-rumah Kontemporer di Indonesia
Arsitektur modern Indonesia sekitar tahun 50an umumnya mulai didominasi
bentuk atap yang diekspos. Model bangunan era kolonial juga diperluas dengan
teknik dan peralatan baru seperti konstruksi beton, AC, dan perangkat lift. Namun
sepuluh tahun setelah kemerdekaan kondisi ekonomi di Indonesia belum cukup kuat.
Akibatnya bangunan yang kurang berkualitas terpaksa lahir. Semua itu sebagai
upaya untuk menemukan arsitektur Indonesia modern, seperti halnya penggunaan
bentuk atap joglo untuk bangunan modern.
Pada tahun 1980-an ketika industri perumahan booming arsitektur
perumahan berkembang luas. Banyak bermunculan rumah pribadi dengan arsitektur
yang unik tapi tidak dengan perumahan massal. Istilah rumah rakyat, rumah
berkembang, prototipe rumah, rumah murah, rumah sederhana, dan rumah utama
dikenal baik bagi masyarakat. Jenis ini dibangun dengan ide ruang minimalis,
rasional konstruksi dan non konvensional (Sumintardja, 1978).
6. Permasalahan Arsitektur Indonesia
Gerakan-gerakan baru dalam arsitektur seperti Modernisme, Dekonstruksi,
Post-modernisme dan yang lainnya tampaknya juga diikuti di Indonesia terutama di
Jawa. Namun, dalam kenyataannya mereka menyerap dalam bentuk luar saja,
bukan ide-ide dan proses berpikir itu sendiri. Tidak heran jika kemudian muncul
pandangan yang dangkal: "Kotak-kotak adalah Modern, Kotak berjenjang adalah
2016
60
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
post-Modernisme" (Atmadi, 1997). Arsitektur
hanya dilihat sebagai objek bukan
sebagai lingkungan hidup.
Sumalyo, (1993) menyatakan bahwa pandangan umum arsitektur barat:
'Purism', di mana untuk menunjuk Bentuk dan Fungsi, adalah berlawanan dengan
konsep-konsep tradisi yang memiliki konteks dengan alam. Kartadiwirya dalam
Budihardjo (1989) berpendapat, mengapa prinsip tropis 'nusantara' arsitektur jarang
dipraktekkan di Indonesia, adalah karena pemikiran dari proses perencanaan tidak
pernah menjadi pemikiran. Mereka hanya mengajarkan tentang perencanaan
konvensional selama 35 tahun tanpa perubahan berarti sampai beberapa hari.
Sayangnya hampir semua bahan pengajaran dalam arsitektur berasal dari
cara berpikir barat yang menurut Frick (1997) telah menghasilkan kelemahan
arsitektur Indonesia. Frick juga menjelaskan bahwa menggunakan bahan bangunan
modern hanya karena alasan produksi massal yang lebih 'barat' dan jauh dari tradisi
setempat. Kondisi ini telah memicu penggunaan bahan yang tidak biasa dan tanpa
memikirkan kondisi lokal. Lalu bagaimanakah seharusnya arsitektur Indonesia?
XII.Gaya Desain Masa Indonesia Jelita
Masa Indonesia Jelita adalah periode seni rupa yang berkembang sekitar
tahun 1920 sampai dengan tahun 1938 setelah masa perintis Romantisme Modern
Indonesia Raden Saleh (juru gambar Belanda) tahun 1826-1880. Masa Indonesia
Jelita sering disebut
Mooi Indie (Hindia Molek). Pada masa ini banyak muncul
pelukis-pelukis yang memiliki konsep melukis keindahan dan kemolekan/keelokan
alam Indonesia.
Keindahan alam Indonesia yang dilukiskan seniman Mooi Indie sebagai
imbas dari penjajahan di masa Belanda. Penjajah Belanda mengekang para pelukis
untuk tidak menggambar/melukis gambar-gambar yang memiliki nilai simbolik,
perjuangan, dan anti penjajahan. Mereka hanya diperbolehkan melukis keindahan
alam saja.
Mooi Indie juga dilatarbelakangi oleh beberapa hal, di antaranya: 1).
munculnya usaha dari pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk menciptakan Hindia
Belanda yang adem ayem tanpa pemberontaka, 2).didukung adanya pengaruh
penelitian Wallace yang mengatakan nusantara adalah negeri yang tenteram, indah,
2016
61
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
dan tidak cepat berubah, 3). keindahan dan ketenteraman negeri Nusantara ini
menambah ketertarikan seniman-seniman Eropa untuk melukiskannya, dan terakhir
3). adanya usaha dari pemerintah Hindia Belanda dan pelukis-pelukis asing untuk
mengeksploitasi keindahan alam Nusantara untuk dijual kepada para turis asing
waktu itu yang demikian gandrung dengan lukisan-lukisan keindahan Indonesia.
Hal ini menjadi dilema bagi seniman pribumi, karena di satu pihak para
pemesan lukisan hanya menginginkan karya mengenai keindahan alam Indonesia
saja. Hal inilah yang melatarbelakangi dominasi lukisan tema serupa semakin marak
saat itu. Maka dapat dimengerti jika secara politis keindahan lukisan ini ‘meninabobo’kan masyarakat dan tidak mencerminkan jiwa patriotik ingin merdeka.
Periode Indonesia Jelita ditandai dengan datangnya para pelukis dari luar
negeri yang sangat antusias memburu kelimpahan sinar matahari pagi melukis
pemandangan di Indonesia, antara lain: Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smith,
Lee Mayer, W G Hofker, Ernest Desenze, dan Romuldo Locatelli. Beberapa tokoh
atau pelukis dari Indonesia yang mengikuti periode ini di antaranya: Basoeki
Abdullah, Abdullah Soeryo Subroto (1878-1941), Mas Pirngadi (1875 – 1936),
Wakid, Wahdi Sumanta, Henk Ngantung, Lee Man Fong, G.A Kadir, Oemar
Basalamah, dll.
A. Ciri-ciri Lukisan Masa Indonesia Jelita
1. Pengambilan objek alam yang indah
2. Tidak mencerminkan nilai-nilai jiwa merdeka
3. Kemahiran teknik melukis tidak diimbangi dengan penonjolan nilai spiritual
4. Menonjolkan nada erotis dalam melukiskan manusia
2016
62
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Contoh lukisan masa Indonesia Jelita :
Mountain Landscape, Wakidi, Cat minyak diatas kanvas, 139.5 x 197 cm
Lukisan berjudul “Mountain Landscape“ karya Wakidi ini menampilkan
keindahan alam sebagai mana objeknya. Menggunakan cat minyak berwarna hijau
kebiruan yang natural. Lukisan diciptakan dengan visualisasi natural/alamiah tanpa
adanya kreasi penambahan atau pengurangan ide. Melalui lukisan ini kita benarbenar dibawa pada keindahan alam yang sangat elok dan mengagumkan
disuguhkan Indonesia.
Floating Village, Wakidi, Cat Minyak di Kanvas, 76x134 cm
2016
63
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Floating Village adalah salah satu karya Wakidi yang menonjol. Di sini
ditampilkan keindahan pemandangan alam secara nyata. Perbedaan warna gelap
dan terang terlihat sangat jelas. Pewarnaannya cenderung gelap dan agak coklat
kekuningan agar lukisan tersebut terkesan kusam. Selain itu untuk mencerminkan
perasaan sedih serta kesan yang suram dan miris, sesuai dengan keadaan yang
digambarkan di dalamnya.
Digambarkan sebuah pedesaan yang dilanda banjir. Terlihat tiga rumah,
jalanan yang dibanjiri air, serta beberapa perahu yang berisi orang-orang maupun
barang-barang. Lukisan ini tergolong sederhana, namun dalam karya “Floating
Village” ini, Wakidi mampu menggambarkan aktivitas masyarakat dengan jelas.
B. Sejarah Awal dan Perkembangan Masa Indonesia Jelita
Kekayaan dan keindahan Nusantara tidak hanya menggoda kolonial
Belanda untuk menjajah Nusantara yang subur dan hijau serta kaya akan hasil
bumi. Selain menjajah Nusantara/Hindia Belanda (Indonesia sebelum merdeka)
koloni Belanda juga terpesona dengan keindahan alamnya. Selain mengeruk
kekayaan alam Hindia Belanda dan menjajah rakyat pribumi, Belanda dengan para
pekerja
seninya
juga
mendokumentasikan
keindahan
alamnya.
Dengan
mendokumentasikan alam, flora, fauna serta kehidupan untuk kepentingan ilmu
pengetahuan, juga didokumentasikan melalui lukisan untuk apreasiasi seni.
Gaya lukisan masa Indonesia Jelita atau Mooi Indie atau Hindia Molek
muncul di Batavia pada awal abad XX. Di mana pada waktu itu terdapat berbagai
status sosial yang beragam di Batavia, salah satunya adalah kalangan masyarakat
menengah Belanda yang tinggal di lingkungan pribumi. Kalangan menengah
Belanda tersebut membawa pola baru dalam kehidupan, salah satunya adalah
dengan mengoleksi benda-benda seni termasuk lukisan. Memasuki tahun 1920-an
pertumbuhan tempat tinggal orang Belanda di Batavia di kawasan Weltervreden
Selatan dan Tenggara. Di samping itu, sepanjang kawasan tepi kota yaitu
Gondangdia Baru dan Menteng berderet-deret bangunan orang Belanda dengan
halaman depan dan di belakang yang rapi dan teratur. Kelompok masyarakat
menengah Belanda itulah yang menjadi patron seni lukis yang mulai berkembang.
Kebiasaan mengoleksi lukisan tersebut mulai tumbuh pada akhir abad ke-19.
2016
64
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Sebagai
penanda
sekaligus
penguat
akan
hadirnya
budaya
yang
mengandung nilai estetika tersebut datang dari pemerintah kolonial sendiri.
Pemerintah kolonial mendirikan lembaga kebudayaan Nederlandsch Indische
Kunstkring pada 1 April 1902. Kemudian dalam perkembangannya lembaga
kebudayaan ini dikenal di Batavia dengan sebutan Bataviaasche Kunstkring.
Lembaga kebudayaan tersebut menjadi penampung aspirasi kalangan elite Belanda
dan intelektual pada kelas menengah Belanda. Lembaga kesenian tersebut
menaungi berbagai seni, antara lain seni lukis, musik, tari, drama, maupun pidato
kebudayaan dan membaca.
Dengan adanya lembaga kebudayaan tersebut, maka dunia seni pada
zaman itu menjadi semarak dan bergairah. Pameran dan pertunjukan sering
diadakan di gedung tersebut. Kegiatan yang dibuat dengan makna sejarah besar
adalah pameran seni lukis pada
1903 yang menampilkan karya duplikat dari
Rembrant van Rijn di Batavia.
Dengan berdirinya lembaga kesenian sebagai patronase seni lukis dan
tersedianya prasarana-prasarana yang lain semakin membuka kesempatan ruang
yang kondusif untuk mempertemukan minat masyarakat dan visi pelukis. Maka dari
itu banyak pelukis profesional Eropa yang berdatangan ke Hindia Belanda, untuk
dapat mengeksplor alamnya yang indah. Walaupun sebelumnya ada pelukis yang
bekerja di bawah instruksi pemerintah Belanda. Mereka adalah pelukis yang ditugasi
oleh V.O.C atau pemerintah Hindia Belanda untuk membuat pendokumentasian
sebagai laporan dinas dan kepentingan ilmiah. Mereka itu boleh dikatakan pekerja di
bidang artsitik yang mendokumentasikan melalui sketsa atau lukisan. Pelukis yang
ditugaskan antara lain C.G.C. Reinwardt, A.J.Bik, Th.Bik dan A.A.J. Payen. Pelukis
yang terakhir dikenal sebagai guru dari pelukis pribumi bangsawan Raden Saleh
perintis seni lukis modern Indonesia.
Selain itu muncul pelukis-pelukis profesional yang bekerja untuk melukis,
tidak diperintah oleh pemerintah kolonial. Mereka datang dari daratan Eropa
tepatnya negeri Belanda, Pelukis tersebut datang untuk dapat mendokumentasikan
keindahan alam Hindia.
2016
65
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
"Die Landschaft un ihre Kinder",, Walter Spies 1941,
Melukiskan Pemandangan Alam di Bali.
Tercatat nama-nama pelukis terkenal di Hindia Belanda seperti, P.A.J.
Moojen, W.O.J. Nieuwenkamp yang datang pada tahun 1904. Selanjuthya menyusul
pelukis lain seperti, Du Chattel, Carel Dake, Dolf Breetvelt, Isaac Israel, Marius
Bauer, dan Romualdo Locatelli. Kedatangan pelukis tersebut membawa faham baru
dalam aliran seni, yaitu aliran impresionisme dan ekspresionisme. Di mana pada
waktu itu di Eropa memang sedang berkembang aliran jenis baru tersebut, sehingga
para pelukis tersebut membawa faham baru yang lebih segar bagi wacana seni di
Hindia Belanda.
Mereka melukis alam dan kehidupan di negeri yang eksotis dan kaya akan
cahaya matahari. Mereka rela datang dari jauh untuk dapat menangkap momen
estetis tersebut. Di mana pemandangan alam dengan hamparan sawah, sungai,
tumbuhan tropis, dan adat penduduk pribumi, selalu menggoda untuk dapat
digoreskan di atas kanvas.
Kedatangan para pelukis dari Eropa tersebut membuat semarak dunia
kesenian di Batavia pada waktu itu. Para pelukis tersebut pada umumnya tergoda
oleh eksotisme dunia timur. Mereka mendatangi tempat-tempat seperti lembah,
2016
66
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
gunung, desa, sungai, hamparan sawah, melukis kegiatan adat dan gadis desa yang
cantik. Mereka berkelana ke berbagai daerah di Jawa, Sumatra hingga ke Bali.
Keindahan alam Hindia memaksa mereka untuk dapat berlama-lama tinggal
di Hindia, untuk dapat mendokumentasikan moment estetis alam dan kebudayaan.
Para pelukis yang menetap lama di Hindia antara lain Willem Dooyewaard, Rolland
Strasser, Walter Spies, Rudolf Bonnet, dan Willem Hofker. Para pelukis di atas
tergoda dengan eksotisme alam Hindia, khususnya pulau Bali yang memiliki
keindahan alam bagai surga.
Pada intinya para pelukis Eropa tersebut datang ke Hindia untuk melukis
keindahan alamnya yang eksotis. Dan dari lukisan yang dihasilkan para pelukis
Eropa tersebut melahirkan istilah Mooi Indie. Sebutan istilah tersebut tentunya tidak
terdapat dalam terminologi sejarah seni lukis mainstream Barat. Karena istilah Mooi
Indie sendiri menjadi populer di Hindia Belanda (Indonesia) semenjak S. Sudjojono
memakainya untuk mengejek pelukis-pelukis pemandangan dalam tulisannya pada
tahun 1939. Namun sebelumnya istilah Mooi Indie pernah dipakai untuk memberi
judul reproduksi lukisan pemandangan Hindia Belanda karya cat air Du Chattel yang
diterbitkan dalam bentuk portofolio di Amsterdam tahun 1930.
Beberapa
puluh tahun setelah Raden Saleh meninggal dunia seni rupa
Indonesia mengalami kekosongan, kemudian muncul pelukis Abdullah Suryosubroto
keturunan bangsawan Solo. Dapat dikatakan Suryosubroto lah yang pertama kali
menancapkan tonggak sejarah modern seni rupa Indonesia Jelita setelah masa
perintisan yang vakum tersebut. Suryosubroto lulusan sekolah Akademi Kesenian di
Eropa mengembangkan lukisannya di Indonesia dengan gaya yang berbeda. Gaya
Abdullah Suryosubroto menekankan keelokan dan suasana keindahan alam di
Indonesia.
Lukisan Pemandangan Alam yang Indah, Karya Abdullah Soryosubroto
2016
67
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Periode Mooi
Indie telah
begitu
besar
sumbangannya
dalam
menyemarakkan lukisan lanskap bagi seni rupa modern awal di Indonesia. Tetapi
setelah cukup lama menjadi barometer seni lukis modern Hindia Belanda,
akhirnya Mooi Idie mendapat reaksi keras dari kaum Bumiputera. Seiring dengan
gejolak ekonomi serta politik yang tidak kondusif menjelang tahun 1930-an.
C. Tokoh dan Hasil Karya Seni Lukis Indonesia Jelita
Bangkitnya periode seni lukis di berbagai negara tentu dipelopori dengan
adanya tokoh-tokoh yang berperan. Biasanya para tokoh tersebut menciptakan trend
yang membangkitkan gaya baru dalam melukis serta fokus yang dijadikan tema dan
objek lukisan. Pada kasus periode seni lukis Indonesia Jelita atau Mooi Indie kita
akan dihadapkan pada nama-nama besar seperti Abdullah Soeryosubroto, Basoeki
Abdullah, Mas Pirngadi, Henk Ngantung, Lee Man Fong, Ruddolf Bonnet, Romuldo
Locatelli, Lee Mayer, dan W. G Hofker.
Nama-nama di atas memiliki kontribusi besar pada perkembangan seni lukis
periode ini serta perkembangan seni lukis Indonesia secara keseluruhan. Namun,
sebenarnya beberapa nama tersebut tentu masih merupakan sebagian kecil dari
banyaknya nama-nama besar yang telah berkontribusi pada periode Mooi Indie ini.
Lukisan pemandangan Priangan oleh Abdullah Suriosubroto (tahun 1935)
1. Abdullah Soeryosubroto
Abdullah Suriosubroto lahir di Semarang pada 1878 dan meninggal di
Yogyakarta, pada 1941 adalah seorang pelukis Indonesia Jelita. Dia adalah anak
angkat Dr. Wahidin Sudirohusodo, seorang tokoh gerakan nasional Indonesia. Dia
2016
68
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
adalah
juga
ayah
pelukis Indonesia
terkenal Sudjono
Abdullah dan Basoeki
Abdullah.
Mengikuti jejak ayah angkatnya, Abdullah masuk sekolah kedokteran di
Batavia (Jakarta). Kemudian dia meneruskan kuliahnya di Belanda. Di sana, dia
beralih ke seni lukis dan masuk sekolah seni rupa. Sepulangnya di Indonesia
meneruskan karirnya sebagai pelukis. Abdullah dipandang sebagai pelukis Indonesia
yang pertama pada abad ke-20. Lukisan kesukaannya adalah pemandangan. Dia
dimasukkan dalam aliran yang dijuluki "Mooi Indie" ("Hindia Molek"). Abdullah mulai
menetap beberapa tahun di Bandung agar dekat dengan alam yang disukainya
untuk dilukis. Kemudian dia pindah ke Yogyakarta dan meninggal di sana tahun
1941.
2. Basoeki Abdullah
Semakin kuat potensi pelukis pribumi mengukuhkan namaya dalam
percaturan seni rupa Indonesia Jelita dengan kemunculan pelukis Basoeki Abdullah
yang lahir di Desa Sriwidari, Surakarta (Solo) Jawa Tengah 27 Januari 1915, dari
pasangan R. Abdullah Soeryosubroto dan Raden Nganten Ngadisah. Kakeknya
adalah Dr. Wahidin Sudirohusodo (1857-1917), salah seorang tokoh sejarah
Kebangkitan Nasional Indonesia, pada awal tahun 1900-an.
Pemandangan Ngarai Sianok Sumatra barat, Basoeki Abdullah, Cat Minyak di Kanvas
2016
69
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Bakat
melukis
Basoeki
Abdullah
terwarisi
dari
ayahnya
Abdullah
Soerryosubroto. Seorang pelukis dan juga sempat mencatatkan namanya dalam
sejarah seni lukis Indonesia sebagai salah satu tokoh Mooi Indië. Sejak umur 4
tahun Basoeki Abdullah mulai senang menggambar orang, diantaranya adalah
beberapa tokoh terkenal seperti Yesus Kristus, Mahatma Ghandi, Rabindranath
Tagore, dan Khrisnamurti. Pada usia 10 tahun Basoeki Abdullah telah melukis tokoh
Mahatma Ghandi dengan menggunakan pensil di atas kertas yang hasilnya luar
biasa untuk ukuran anak seusia itu.
Pendidikan formal yang pernah ditempuh Basoeki Abdullah semasa kanakkanak dan masa muda diperoleh di HIS (Hollands Inlandsche School), dan
kemudian dilanjutkan ke MULO (Meer Ultgebried Lager Onderwijs). Pada tahun 1913
berkat bantuan Pastor Koch SJ., Basoeki Abdullah mendapatkan bea siswa untuk
melanjutkan pendidikannya di Akademi Seni Rupa (Academie Voor Beldeende
Kunsten) di Den Haag, Belanda dan menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun
lebih 2 bulan, dengan meraih penghargaan sertifikat Royal International of Art (RIA).
Setelah dari Den Haag Belanda, Basoeki Abdullah juga mengikuti pelajaran
semacam studi banding di sejumlah sekolah seni rupa di Paris dan Roma.
Pemandangan Memandikan Kerbau, Basoeki Abdullah, Cat Minyak di Kanvas
2016
70
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pemandangan Ombak Laut, Basoeki Abdullah. Cat Minyak di Kanvas, 109 x 128 cm
Lukisan Nyi Roro Kidul dan Figur Seorang Gadis Jawa, Karya Basoeki Abdullah,
Cat Minyak di Kanvas
Lukisan Pertarungan Antara Gatutkaca dengan Antasena, Basoeki Abdullah, Cat Minyak di Kanvas
2016
71
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3. Wakidi
Pelukis Wakidi lahir di Plaju, Palembang
di Bukittinggi Sumatera
Barat1
979.
Ia
Sumatera Selatan 1889, wafat
adalah
seorang
pelukis naturalis
asal Indonesia yang lukisannya memiliki corak Mooi Indie (Hindia Molek). Bersama
dengan Abdullah Soeryosubroto (1878-1941) ayah Basuki Abdullah, dan Pirngadie
(1875-1936), Wakidi adalah satu di antara tiga pelukis naturalistik Indonesia yang
terkemuka di zamannya. Orang tuanya berasal dari Semarang, Jawa Tengah yang
bekerja di pertambangan minyak Plaju.
Pelukis Wakidi mulai melukis sejak usia 10 tahun. Masa dewasa Wakidi
pernah
bekerja
sebagai
guru
melukis.
Sempat
belajar
dengan
seorang
pelukis Belanda bernama Van Dick di Kweekschool, Bukittinggi, Sumatera Barat.
Lulus dari sekolah itu pada tahun 1908 dan terus mengajar di sana. Meskipun Wakidi
banyak berkarya, hampir semua karyanya dikoleksi orang. Termasuk istana
kepresidenan dan sejumlah tokoh penting seperti wakil presiden Indonesia
Mohammad Hatta dan Adam Malik. Dikarenakan karya-karyanya tidak pernah lama
tersimpan di studionya itu lah, Wakidi tidak pernah mengadakan pameran
lukisannya.
4. Raden Mas Pirngadi
Pelukis Raden Mas Pirngadi lahir sekitar 1875, meninggal sekitar 1936. Ia
seorang pelukis naturalis dari aliran Mooi Indie yang mumpuni. Dilahirkan dalam
keluarga
aristokratis Banyumas.
Karena kearistokratannya
itu lah
ia dapat
berhubungan dengan bangsawan-bangsawan Belanda di Indonesia, di antara
mereka adalah pelukis Du Chattel yang melatih pemuda Indonesia muda ini melukis
dengan cat air. Kesamaan karyanya sering mengingatkan pada karya gurunya.
J.E.
Jasper mengungkapkan
bahwa
Raden
Mas
Pirngadie
dapat menampilkan warna yang tegas untuk menggambarkan langit Indonesia yang
biru tembus cahaya dan kaya dengan mega-mega yang lembut. Di samping itu
dalam karya-karya aquarelnya sering ada kesan sesuatu yang halus, mengarah ke
suasana
mimpi.
Dataran yang
sepi,
gunung-gunung
yang
diam
dapat mengungkapkan perasaannya yang dalam. Pirngadie menguasai teknik-teknik
melukis Barat. Ia memproduksi pemandangan-pemandangan alam serta membuat
lukisan-lukisan tentang kehidupan rakyat.
2016
72
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pirngadie adalah seorang juru gambar sketsa yang benar-benar terampil dan
akurat. Ia bekerja lama pada The Royal Batavian Society for Arts dan Dinas
Arkeologi untuk membuat gambar-gambar rekonstruksi yang tepat dari reruntuhan
monumen-monumen. Ia juga membuat gambar bagi Jasper untuk membuat ilustrasi
sebuah monograf besar tentang seni rupa dan kriya Indonesia. Ia melatih beberapa
pelukis muda Indonesia, diantara mereka adalah Sudjojono dan Suromo.
5. Walter Spies
Walter Spies lahir di Moskowa 15 September 1895. Meninggal di Samudera
Hindia 19 Januari 1942 pada umur 46 tahun. Merupakan pelukis, perupa, dan juga
pemusik. Ia adalah tokoh di belakang modernisasi seni di Jawa dan Bali.
Spies lahir sebagai anak seorang peniaga kaya Jerman yang telah lama
menetap di Moskow. Semenjak muda ia telah menggemari seni musik dan seni lukis.
Ia mengenal Rachmaninov dan mengagumi Gauguin. Selepas Perang Dunia I, Spies
sempat tinggal beberapa lama di Jerman (di Berlin) dan berteman dengan sutradara
ternama masa itu, Friedrich Murnau. Kelak, Murnau-lah yang banyak membantu
Spies secara finansial di perantauan. Di Jerman ia sudah cukup ternama karena
lukisan-lukisannya, namun ia merasa tidak kerasan karena sebagai homoseksual ia
selalu dicari-cari polisi.
Pada 1923 ia datang ke Jawa dan menetap pertama kali di Yogyakarta. Dia
dipekerjakan
oleh sultan Yogya
sebagai pianis istana
dan
diminta
membantu
kegiatan seni keraton. Spies-lah yang pertama kali memperkenalkan notasi angka
bagi gamelan di keraton Yogyakarta. Notasi ini kemudian dikembangkan di kratonkraton lain dan digunakan hingga sekarang.
Setelah kontraknya selesai ia lalu pindah ke Ubud, Bali, pada 1927. Di
sinilah ia menemukan tempat impiannya dan menetap hingga menjelang
kematiannya. Di bawah perlindungan raja Ubud masa itu, Cokorda Gede Agung
Sukawati, Spies banyak berkenalan dengan seniman lokal dan sangat terpengaruh
oleh estetika seni Bali. Ia mengembangkan apa yang dikenal sebagai gaya lukisan
Bali yang bercorak dekoratif. Dalam seni tari ia juga bekerja sama dengan seniman
setempat Limbak, memoles sendratari yang sekarang sangat populer di Bali, Kecak.
Sering kali dikatakan bahwa ia adalah orang yang pertama kali menarik
perhatian tokoh-tokoh kesenian Eropa terhadap Bali. Ia memiliki jaringan perkenalan
2016
73
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
yang luas dan mencakup orang-orang ternama di Eropa. Sejumlah temannya banyak
diundangnya ke Bali untuk melihat sendiri pulau kebanggaannya itu. Di bulan
Desember 1938 Spies sempat dipenjara karena dituduh homoseksual. Ia baru
dibebaskan karena bantuan beberapa temannya, di antaranya Margaret Mead, pada
September 1939.
Perang Dunia kedua membawanya pada nasib buruk. Sebagai orang
Jerman,
ia
ditangkap
pemerintah
Hindia
Belanda.
Ia
meninggal 19
Januari 1942 karena tenggelam bersama-sama dengan kapal 'Van Imhoff' yang
ditumpanginya. Kapal dengan 477 tawanan dan 110 awak kapal itu tidak mempunyai
ciri-ciri yang khas yang menandai bahwa kapal itu kapal yang membawa tahanan
perang, sehingga diserang oleh armada Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di
perairan barat Sumatera Utara. Kapal yang seharusnya berlayar ke Srilanka itu
mengangkut
orang-orang
Jerman
yang
diusir
dari Hindia
Belanda akibat
serangan Jerman ke Belanda.
D. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa masa seni rupa Indonesia Jelita adalah masa
yang penuh pesta ria romantik, angin segar citra keindahan seni yang serba salon
penuh artifisial. Masyarakat seni rupa kala itu seperti terbius oleh persepsi bahwa
melalui seni kehidupan setiap hari indah, damai tanpa gejolak. Hal ini bertolak
belakang dengan realitas bangsa Indonesia yang sedang dijajah Belanda. Di mana
kekayaan hasil
alam Indonesia seperti rempah-rempah, kopi, dan lain-lain hasil
tambang alam seantero nusantara dikeruk Belanda. Sesungguhnya rakyat Indonesia
kala itu tidak sadar sedang dibodohkan dan dimiskinkan penjajah. Hal ini juga
mengingat jika kreativitas manusia yang seharusnya tanpa batas, kala itu dibatasi
hanya mencipta yang indah-indah saja. Seni kala itu menjadi tanpa makna untuk
realitas kehidupan bagi harmoni kehidupan manusia bebas tak terbelenggu oleh
penjajahan bangsa asing yang menyengsarakan.
Pengaruh penjajahan Belanda yang tidak mengizinkan kritikan lewat lukisan
yang dibuat seniman pada waktu itu sesungguhnya adalah dogma yang
berakibat seni lukis Indonesia Jelita memang hanya berkutat pada keindahan
objeknya. Karya seni lukis periode Indonesia Jelita/Mooi Indie adalah benar-benar
representasi seni lukis pada masa kolonial yang murni hanya menangkap potret
2016
74
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
pemandangan Indonesia. Meskipun sangat indah, namun mayoritas makna lukisan
hanya sebatas keindahan alam Indonesia yang digambarnya saja.
Lukisan-lukisan pada masa Indonesia Jelita ini hanya menyenangkan secara
visual dan tidak ada kreativitas-kreativitas baru untuk menonjolkan makna dari
lukisan ini. Jadi, ini merupakan lukisan yang turistik yaitu lukisan yang langsung
menggambar
pemandangan
alam
secara
natural
yang
mempertimbangkan
perspektif (ruang). Kendatipun kontribusi masa Indonesia Jelita disuburkan dengan
lukisan –lukisan serba indah dan kemahiran teknik melukis, masa Indonesia Jelita
tidak di dibarengi dengan penonjolan nilai spiritual.
Karya seni bagaimanapun juga adalah murni ekspresivitas (kebebasan
berekspresi) si senimannya, apapun penggayaan dan temanya itu berpulang dari ide
senimannya. Seni bukanlah sebuah dogma atau perangkat provokasi tendensius.
Bilamana itu terjadi itulah kondisi di mana karya seni bukan dilihat dari esensinya
tapi lebih mengedepankan nilai ‘fungsinya’ dalam masyarakat. Sebagaiamana filsuffilsuf besar seperti Plato, yang memaknai proses berkesenian sebagai memesis atau
peniruan. Terlebih Aroistoteles menyebutnya dengan khatarsis atau ‘pemurnian’,
hingga filsuf dan juga bapak psikoanalisis era modern, Sigmund Freud yang berujar
bahwa seni adalah mengenai sublimasi atau trasnformasi emos yang sarat nilai-nilai
kemanusiaan dan kehidupan
XIV. Gaya Desain Indonesia Masa Kini
Berbagai desain dan produk akhir yang dipakai sehari-hari masyarakat
Indonesia masa kini meliputi desain dan produk grafis, komunikasi visual, produk,
arsitektur, interior, dan fesyen dalm perkembangannya.
A. Arsitektur Kontemporer Indonesia
Setelah kemerdekaan pada 1945 trend bangunan modern mengambil alih di
Indonesia. Kondisi ini berlanjut ke tahun 1970/1980-an. Mengarah pada programprogram pembangunan besar-besaran di setiap sektor, mulai dari skema rumah
murah, pabrik-pabrik, bandara, pusat perbelanjaan dan gedung pencakar langit.
Model bangunan era kolonial juga diperluas dengan teknik dan peralatan baru
seperti konstruksi beton, AC, dan perangkat lift..
2016
75
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Rumah-rumah Kontemporer di Indonesia
Pada tahun 1980-an ketika industri perumahan booming arsitektur
perumahan berkembang luas. Banyak bermunculan rumah pribadi dengan arsitektur
yang unik tapi
tidak dengan perumahan massal. Istilah rumah rakyat, rumah
berkembang, prototipe rumah, rumah murah, rumah sederhana, dan rumah utama
dikenal baik bagi masyarakat. Jenis ini dibangun dengan ide ruang minimalis,
rasional konstruksi dan non konvensional (Sumintardja, 1978)
1. Permasalahan Arsitektur Indonesia
Permasalahan arsitektur di Indonesia disebabkan trend gerakan-gerakan
baru dalam arsitektur seperti Modernisme, Dekonstruksi, Post-modernisme dan yang
lainnya terutama di Jawa. Namun, yang hanya menyerap dalam bentuk luar saja,
bukan ide-ide dan proses berpikir itu sendiri. Pada akhirnya memunculkan
pandangan yang dangkal: "Kotak-kotak adalah Modern, Kotak berjenjang adalah
post-Modernisme" (Atmadi, 1997). Arsitektur
hanya dilihat sebagai objek bukan
sebagai lingkungan hidup.
Sumalyo, (1993) menyatakan bahwa pandangan umum arsitektur barat:
'Purism', di mana untuk menunjuk Bentuk dan Fungsi, adalah berlawanan dengan
konsep-konsep tradisi yang memiliki konteks dengan alam. Kartadiwirya dalam
Budihardjo (1989) berpendapat, mengapa prinsip tropis 'nusantara' arsitektur jarang
dipraktekkan di Indonesia, adalah karena pemikiran dari proses perencanaan tidak
pernah menjadi pemikiran. Mereka hanya mengajarkan tentang perencanaan
konvensional selama 35 tahun tanpa perubahan berarti sampai beberapa hari.
Sayangnya hampir semua bahan pengajaran dalam arsitektur berasal dari
cara berpikir barat yang menurut Frick (1997) telah menghasilkan kelemahan
arsitektur Indonesia. Frick juga menjelaskan bahwa menggunakan bahan bangunan
modern hanya karena alasan produksi massal yang lebih 'barat' dan jauh dari tradisi
2016
76
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
setempat. Kondisi ini telah memicu penggunaan bahan yang tidak biasa dan tanpa
memikirkan kondisi lokal.
2.Desain Minimalis: Keindahan Dalam Kesederhanaan
Muncul sebagai bentuk protes terhadap gaya arsitektur mapan yang
dianggap boros, gaya minimalis menawarkan desain penuh kesederhanaan, efisien,
namun tetap fungsional. Dan tren ini masih berlanjut dan diminati sampai sekarang.
Ironisnya, banyak orang membuat rumah dengan desain minimalis hanya karena
latah atau sekadar ikut-ikutan, tanpa paham apa yang dimaksud dengan arsitektur
minimalis.
Pada 1990-an, desain yang mengusung konsep kesederhanaan ini mulai
dikenal banyak orang dan terus berkembang pesat hingga memasuki milenium
ketiga. Pada awalnya, desain minimalis muncul sebagai salah satu bentuk protes
terhadap beberapa aliran arsitektur terdahulu yang dianggap boros baik dalam biaya,
penggunaan bahan bangunan, waktu pengerjaan, penggunaan ruang, maupun
maintenance bangunan.
Gaya desain minimalis di Indonesia berkembang pesat, terutama setelah
masa kejayaan gaya mediterania dan klasik, yang mana masyarakat belum
memahami makna dan tujuan konsep desain minimalis, Mereka lebih suka meniru
konsep desain minimalis yang diterapkan di Eropa dan Amerika.Tidak menyadari
bahwa Indonesia memiliki iklim tropis yang sangat berbeda negara-negara Barat
yang beriklim sub-tropis dan memiliki empat musim. Akibatnya, penerapan gaya
minimalis yang keliru sering menimbulkan pemborosan anggaran.Salah satu contoh
adalah sistem pencahayaan rumah. Untuk mendapatkan sinar matahari yang
maksimal, pemilik rumah minimalis mengurangi ukuran atau bahkan menghilangkan
kanopi di atas jendela yang memang tidak digunakan di rumah minimalis di Eropa.
Padahal di Indonesia intensitas sinar matahari lebih tinggi dibanding negaranegara Eropa. Masuknya paparan sinar matahari yang berlebihan ke dalam ruangan
dapat membawa efek buruk, seperti perabot yang cepat rusak atau warnanya yang
cepat pudar. Belum lagi ruangan menjadi gerah. Hal ini tentu saja membuat biaya
perawatan meningkat atau ruangan jadi memerlukan pendingin ruangan (AC) yang
memerlukan biaya listrik ekstra.
2016
77
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3.Form Follow Function
Efisiensi inilah yang menjadi tantangan bagi arsitek dalam membuat
rancangan atau desain pada bangunan baru. Alhasil, kini banyak bermunculan ideide baru untuk mendapatkan komposisi yang efisien dan estetis sesuai dengan
perkembangan zaman. Lahir dan berkembangnya arsitektur modern ini tak lepas dari
pengaruh beberapa faktor. Misalnya, material-material baru dan teknik konstruksi
yang lebih maju dalam industri rancang bangun pasca-revolusi industri.
Saat itu mulai dikenal teknologi pengecoran beton, konstruksi baja, kaca,
dan sebagainya. Hal tersebut memungkinkan proses konstruksi bangunan menjadi
lebih cepat dan efisien.
Tokoh yang berperan penting dalam memopulerkan desain minimalis adalah
Louis Sullivan, Le Corbusier, Ludwig Mies Van de Rohe, dan Frank Lloyd Wright.
Mereka dianggap berhasil memberi warna dan pengaruh perubahan menuju konsep
kesederhanaan yang menjadi tujuan utama dari desain rumah minimalis yang
melahirkan paham “form follow function” atau bentuk mengikuti fungsi.
Karya-karya mereka pun menjadi ikon arsitektur modern. Terutama setelah
Eropa porak poranda akibat Perang Dunia II, banyak sekali bangunan di benua biru
ini yang mengalami kerusakan, sehingga diperlukan pembangunan yang cepat,
fungsional, dan berbiaya rendah.
B.Fashion dan Gaya Hidup Metropilitan
Metropolis adalah simbolisme dari sebuah dunia kehidupan yang di
dalamnya simbol-simbol secara timbal-balik berada dalam tingkatan asosiasi yang
lebih kompleks dan yang di dalamnya permainan makna hanya dapat dipahami
secara refleksif dan sebagai suatu proses inovasi yang konstan. Dunia benda-benda
modernitas yang semakin terdeferensiasi bukanlah suatu proses pengayaan inovasi
yang sederhana, dan bukan pula alienasi yang terang-terangan. Wilayah kultural
metropolis secara simultan menawarkan potensi baru bagi individu untuk
meningkatkan subjektivitas mereka. (Chaney: hlm.102)
2016
78
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
a. Fashion 8 Item 90-an yang Kembali Menjadi Trend Masa Kini
Bicara soal dunia fashion memang tidak akan pernah ada habisnya. Setiap
tahun selalu muncul trend-trend baru yang memang baru muncul atau merupakan
modifikasi dari trend lama. Namun jika melihat polanya, trend busana saat ini
cenderung merupakan hasil perputaran dari fashion trend dunia yang sudah sempat
digandrungi pada masa 90-an. Hal ini bisa dilihat dari karya para desainer maupun
Indonesia yang cenderung mengadaptasi gaya-gaya tahun 90-an seperti retro dan
vintage.
1. Denim
Jika membahas tentang busana yang tidak pernah mati dimakan jaman,
yang berada pada urutan ke atas tidak lain tidak bukan adalah denim. Yup, pakaian
berbahan denim, mulai dari kemeja, jaket hingga celana memang terus meramaikan
dunia fashion hingga saat ini. Para pecinta bahan pakaian yang juga sering disebut
dengan jeans ini juga datang dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak kecil,
remaja, orang dewasa hingga
2016
79
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
orang tua.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2. High Wasted
Celana atau rok yang tingginya di atas pinggang atau pas di perut tentunya
tidak asing lagi bagi Toppers yang datang dari generasi 90-an. koleksi celana atau
rok high waisted dan model skinny jeans.kembali menjadi trend masa kini.
3. Overral
Overall merupakan setelan pakaian yang bagian atasan dan bawahannya
menyatu. Di masa 90-an, baju overall biasanya terbuat dari bahan denim dan
cenderung
banyak
digunakan
oleh
remaja
perempuan.
Namun
seiring
perkembangan fashion dunia, bahan pembuatan baju overall dan modelnya pun
semakin beragam.
Ada yang berbentuk celana, ada pula yang berbentuk rok. Pecinta baju overall pun
tidak lagi terbatas pada remaja perempuan, namun para perempuan dewasa pun
juga tidak ketinggalan untuk mencobanya. Kesan baju overall yang cute, juga
memberi efek young and fresh bagi orang yang memakainya.
2016
80
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
4. Rok A-Line atau Flared Skirt
Rok A-Line dengan bentuk menyerupai huruf A yang semakin melebar ke
bawah menjadi salah satu ciri khas gaya fashion vintage. Desainnya yang klasik dan
feminim membuat para wanita tidak ragu untuk menambahkan rok yang juga dikenal
dengan sebutan flare skirt ini ke dalam koleksi pakaiannya. Desain dan motifnya pun
semakin mengikuti perkembangan jaman.
Ada flare
skirt berukuran
panjang
hingga
mata
kaki
yang
disebut
dengan maxi flare skirt, ada yang panjangnya hingga betis yang disebut dengan midi
flare skirt, hingga mini flare skirt yang panjangnya pas atau sedikit lebih tinggi di atas
lutut. Dari segi motif pun sangat beragam mulai dari motif polos dengan warna yang
cerah, motif floral, tribal hingga garis-garis.
5. Floral Pattern
Fashion item dengan corak yang ramai seperti motif bunga-bunga juga
menjadi
ciri
khas
dari fashion modern.
Floral
Pattern
sudah
menghiasi
dunia fashion sejak lama. Kesan fresh yang diberikannya, menjadikan para desainer
pakaian dunia tidak ragu untuk menggunakan motif
bunga dalam rancangan mereka.
2016
81
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
bunga-
6. Sepatu Platfm
Sol yang tebal dan sedikit berhak menjadi ciri khas dari sepatu platform. Nah
untuk Toppers yang ingin terlihat lebih jenjang tapi tidak bisa menggunakan high
heels berjam-jam, sepatu platform ini bisa kamu jadikan sebagai alternatif. Alasnya
yang berbentuk rata namun tebal akan membantu kamu untuk menahan
keseimbangan tubuh, dan pastinya tetap membuat kamu terlihat lebih tinggi.
7. Leather Stuff
Aksesoris fashion berbahan kulit mulai dari jaket kulit, sepatu kulit hingga tas
kulit menjadi ciri khas lain dari trend fashion klasik. Dan bisa kita lihat, fashion
item berbahan kulit ini masih saja digandrungi hingga jaman modern seperti saat ini.
Selain lebih tahan lama dan cenderung tidak terlalu sulit untuk merawatnya,
aksesoris berbahan kulit cenderung membuat orang yang memakainya terlihat lebih
berkelas dan elegan. Apakah Toppers
pecinta fashion item berbahan kulit?
2016
82
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
salah satu
8. Kemeja Flanel Model Gingham
Untuk penampilan kasual dan sedikit boyish, kemeja flanel dengan motif
gingham alias kotak-kotak menjadi salah satu fashion item yang juga sempat trend di
tahun 90-an ini bisa dikombinasikan dengan pakaian lain seperti kaos dan celana
jeans. Selain dijadikan sebagai luaran, kemeja flanel juga sering digunakan sebagai
pelengkap fashion dengan diikatkan pada bagian pinggang.
C.Desain Produk
Usia desain produk di Indonesia sudah mencapai 42 tahun dengan
dukungan pemerintah yang memasukannyak ke dalam Rencana Kerja Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dicanangkan sampai tahun 2025. Instruksi Presiden
No.
6
Tahun
2009
tentang
Ekonomi
Kreatif,
ekonomi
kreatif
Indonesia
dikelompokkan menjadi: (1) arsitektur; (2) desain; (3) fesyen; (4) film, video, dan
fotografi; (5) kerajinan; (6) musik; (7) pasar seni dan barang antik; (8) penerbitan dan
percetakan;
(9)
periklanan;
(10)
permainan
interaktif;
(11)
penelitian
dan
pengembangan; (12) seni pertunjukan; (13) teknologi informasi dan piranti lunak;
(14) televisi dan radio; dan (15) kuliner.
2016
83
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Untuk menyambut perkembangan desain produk kini dan yang akan datang,
maka desaigner product sebaiknya diperkuat dengan back up asosiasi agar desainer
produk lebih diakui dalam membangun branding desain, mengakomodasi adanya
dialog antar desainer dengan berbagai latar belakang yang akhirnya dapat
memperluas networking. Beberapa asosiasi terkait desain produk di Indonesia
adalah: Asosiasi Desainer Produk Indonesia (ADPI); Product Design Focus (PDF);
Himpunan Mahasiswa Desain Produk Anak Negeri (HADEPAN); Himpunan Desainer
Mebel Indonesia (HDMI); dan Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI)..
D.Desain Komunikasi Visual
Perkembangan Desain Komunikasi Visual di indonesia masa kini didukung
perkembangan multimedia, dengan adanya software yang bisa menjawab semua
masalah pembuatan desain terutama dalam melayout, yaitu dengan Adobe InDesign. Kehadiran Adobe In-Design memang belum terlalu banyak disambut banyak
orang terbukti dengan dominasi Adobe Page Maker yang semakin kuat tetapi Adobe
Crop sudah mengambil sebuah keputusan tidak lagi mengembangkan Page Maker,
dan In-Design hadir untuk menggantikan Page Maker.
Adobe In-Design adalah sebuah inovasi yang sangat berguna bagi seorang
designer grafis dalam melayout atau untuk membuat publikasi. In-Design
menyediakan beragam tool canggih serta fasilitas-fasilitas menarik yang akan
membantu anda membuat publikasi menawan. untuk sekedar informasi saja
program ini cukup mudah untuk dipelajari karena merupakan pengembangan dari
software-software yang sudah ada di dalam mendesign. Oleh sebab itu dengan
adanya In-Design dapat memformat karakter dan paragraf, memanipulasi gambar,
membuat berbagai macam efek, menggunakan beberapa halaman master pada
sebuah dokumen, membuat transparasi, mencetak halaman siap, melakukan proses
separasi, dan lain-lain.
Ada satu hal lagi yang memberi kontribusi perkembangan DKV yaitu faktor
sumber daya manusia, yaitu seseorang yang terjun dan berkecimpung di dalam
dunia desain secara otodidak ataupun pendidikan formal. Juga ajang perlombaan
design dan event- event pameran yang memperkenalkan dunia desain kepada
khalayak.
2016
84
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
E.Desain Grafis
Saat ini di Indonesia desain grafis sangatlah diminati. Alasan mengapa desain
grafis sangat berkembang dan diminati di Indonesia saat ini dikarenakan desain
grafis
sangat
efektif
untuk
memberikan
sarana-sarana
yang
mampu
mengapresiasikan suatu kegiatan atau suatu acara, dapat memberikan contoh atau
iklan dengan ilustrasi-ilustrasi yang menarik, mampu menghasilkan suatu rancangan
produk dengan lebih maksimal, dapat menjadi sarana komunikasi dan informasi
yang memberikan data yang lebih jelas, dan mampu menjadikan hiburan dan
mengeksplorasi keahlian di bidang desain.
Desain grafis tidak hanya menghasilkan gambar, lukisan, atau bahkan tulisan
semata, namun desain grafis mampu memberikan wawasan dan pengetahuan
tentang perfilman, periklanan, packaging, dan lain-lain. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa desain grafis di Indonesia berkembang dengan pesat dan
mempunyai pengaruh besar dalam bidang perniagaan, pembelajaran, dan hiburan.
Minat masyarakat khususnya kaum muda di Indonesia kepada desain grafis
tetap tumbuh. Maka animo dan kebutuhan masyarakat ini direspon banyak
perguruan tinggi di Indonesia. Sebagai contoh perguruan-perguruan tinggi negeri
atau swasta di Indonesia sampai sekarang di samping membuka program studi DKV,
sudah banyak pula yang yang membuka program studi Desain Grafis lebih
mendalam. Desain grafis sendiri tidak hanya menghasilkan gambar, lukisan, atau
bahkan tulisan semata, namun desain grafis mampu memberikan wawasan dan
pengetahuan tentang perfilman, periklanan, packaging, dan lain-lain.
Contoh Desain Grafis Indonesia :
.
2016
85
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Sejak tahun 1979, istilah Desain Komunikasi Visual mulai dipakai
‘menggantikan’ istilah Desain Grafis. Tujuan komunikasi visual diramaikan dengan
beragam gaya desain yang kreatif. Salah satu desainer yang mempopulerkan aliran
Pop Art dengan teknik air brush adalah Tony Tantra, menggunakan media kaos yang
dijualnya di Bakungsari, Kuta, pada akhir 80-an, dengan label “Tony Illustration”.
Bersama Harris Purnama dan Gendut Riyanto mengisi rubrik Pop Art di majalah
‘Aktuil’ dengan editor tamu Jim Supangkat.
F.Desain Interior
Desain interior adalah realitas ruang binaan (built environment) yang mampu
menumbuhkan suasana dialogis yang baik antar manusia sebagai pengguna ruang
(end user) dengan ruang itu sendiri. Secara fisik ruang interior adalah konfigurasi
dari elemen-elemen pembentuknya yang dapat memudahkan aktivitas yang terjadi,
sehingga berlangsung efektif dan produktif.
Elemen-elemen pembentuk ruang interior adalah benda-benda mati, namun
dalam konfigurasinya sebagai akibat tindakan kreatif desainer interiornya ia harus
tampak “hidup”, sehingga terjadi “dialog” antara pengguna (manusia) dengan ruang
yang seolah-olah hidup. Perancang/Desainer Interior, harus memiliki kemampuan
untuk meniupkan “kehidupan” pada ruang itu. Desain Interior saat ini telah
berkembang begitu cepat dan tidak lagi dianggap sebagai karya monumental dari
2016
86
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
seorang arsitek tetapi telah berubah fungsi menjadi komoditi yang dibutuhkan oleh
tiap orang dan dijadikan sebagai simbol status.
Interior adalah bagian dalam dari sebuah bangunan sebagai hasil karya
seorang arsitek atau desainer interior. Dalam pertumbuhannya desain interior telah
berkembang
pesat
dan
berhasil
menembus
batas-batas
negara
dan
zamannyaJaman terus berubah, maka desain interior pun mengalami perkembangan
baik di luar negeri mau pun di Indonesia.
Adanya pengaruh dari budaya teknologi yang meluas disertai adanya
globalisasi menjadikan batas-batasnya hilang dan kabur. Pengaruh disain dari Etiene
Agner, Louis Vitton, St Laurentz, Charles Yourdan, Paloma Picasso mendominasi
gaya kehidupan di segala bidang. Bentuk-bentuk kubisme dari Pablo Picasso atau
warna kuning bunga dari Van Gogh atau gaya mobil dari Miserrati dan Ferari juga
hadir dalam disain interior.
Pada konsep perancangan desain interior masa kini di tengah hiruk pikuknya
berbagai macam pengaruh masih terdapat unsur-unsur yang bisa dibanggakan yaitu
adanya prinsip nilai-nilai kemanusiaan (humanistik), lingkungan (environment) dan
penyelamatan sumber daya yang ditransformasikan ke komputer, diprogramkan
melalui sistem-sistem yang bisa berlaku umum. Bagian perbagian dirancang dalam
modul-modul yang telah distandardisasikan. Konstruksi, proses pembuatan dan
pemilihan bahan sangat akurat.
Karya desainer interior Indonesia tidak kalah dengan mereka yang berasal
dari Amerika Serikat atau luar negeri. Kualitas desain interior yang dibuat anak-anak
bangsa sangat potensial bersaing di pentas internasional.
Sekretaris Jenderal HDII Rini Renville menyatakan perkembangan dunia
desain interior di Indonesia sangat menggembirakan. Salah satu indikatornya,
dengan semakin
banyak para desainer interior yang bergabung ke HDII..HDII
mencatat, sekarang ada sekitar 1.100 desainer interior yang memilki kualitas sangat
bagus, berprestasi dan berkarier di luar negeri. Rina mengatakan, desainer interior
hadir untuk memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin menata bangunan atau
tempat tinggal mereka.
2016
87
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
Buku
Adityawan, Arief, Tinjauan Desain, UNTAR, Jakarta, 1999
Atmaja, Mochtar Kusuma, Perjalanan Seni Rupa Indonesia Dari Zaman
Prasejarah Hingga Masa Kini, Publisher: Panitia pameran KIAS 1990-1991, Jakarta
1990
Chaney, David,
Jalasutra, Yogyakarta.
2003, Lifestyles –Sebuah
Pengantar
Komprehensif,
Hall, Calvin S. & Garder Lindzey, 1985, Introduction to Theories
Personality, John Willey &Sons Inc., New York
Koster, Thomas, 50 Artists, You Should Now, With Contributions by Lars
Roper, Prestel Publishing, New York, 2006
Marasutan, Baharudin, Raden Saleh 1807-1880, Perintis Seni Lukis di
Indonesia, Dewan Kesenian Jakarta, Pusat Grafika Indonesia, 1973
Meggs, Philip B., A History of Graphic Design -3d Edition, Published
Simultaneously, Canada 1992
Ruhrberg, Bettina, Artes Das Internationale
Germane,1996
Kunsthaus, Nachdruck ,
Soemantri, Hilda, Seni Rupa Indonesian Heritage, Buku Antar Bangsa ,
Jakarta, untuk Grolier International, Ltd., 1998
Toynbee, Arnold, A Study of History, The One Volume Edition, Illustrated,
Oxford University Press and Thames and Hudson Ltd, London 1988
Vihma, Susann & Seppo Vakeva, 2009, Semiotika Visual dan Semantika
Produk, Jalasutra Yogyakarta
Wiradarmo, Aulia Ardista. (2014). Analisis Profil Alumni Desain Produk ITB
dalam Relasiya dengan Pendidikan dan Keprofesian Desain Produk di Indonesia.
Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain
Majalah Internasional
Reardon, Sarah, Christie’s, International Magazine, Christie, Manson &
Woods Ltd., Long Island City, New .York, 1977
Webtografi:
dendi.conceptforum.net
2016
88
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
http://gumilarganjar.wordpress.com/2012/03/10/sejarah-perkembanganseni-grafisindonesia/
http://dgi-indonesia.com/garis-waktu-desain-grafis-indonesia-2/
http://id.wikipedia.org/wiki/Desain_grafis
http://ardiansyahgumay.blogspot.co.id/
http://ianion.wordpress.com/2012/12/10/perkembangan-desain-grafis-di-indonesiasaat-ini/
http://aurell-ikom08.blogspot.com/2009/06/pengertian-desain-komunikasi-visualdkv.html
http://zulkangtulu.blogspot.com/2013/02/pengertian-komunikasi-visual.html
https://designideasdkv1.wordpress.com/apa-itu-desain-komunikasi-visual/
https://tepiapriani.wordpress.com/2015/01/20/desain-komunikasi-visual/
http://www.propertyandthecity.com/
Sumber gambar:
www.adsoftheworld.com
www.ohsoglam.com
www.ohsoglam.com
nihaoya.com
imgkid.com
www.fashion365.info
www.hercampus.com
twtrland.com
www.axparis.co
www.modakulvar.com
2016
89
SEJARAH DESAIN
Udhi Marsudi, S.Sn, M.Sn
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download