laporan kegiatan

advertisement
LAPORAN
Studi dan analisis desain strategi pengembangan kapasitas untuk
pelaksanaan pengelolaan berkelanjutan Hutan Desa Kepayang dan Hutan
Rakyat Bukit Cogong.
STUDI KELAYAKAN TANAH UNTUK PENGEMBANGAN
AGROFORESTRY DI HUTAN DESA KEPAYANG
Palembang, Maret 2017
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
1
Halaman Judul
Report Sub Kegiatan A.1.2.2
Study and analysis on design of capacity development strategy for the implementation
of sustainable management of Village Forest Kepayang and Community Forestry Bukit
Cogong.
STUDI KELAYAKAN TANAH UNTUK
PENGEMBANGAN AGROFORESTRY
DI HUTAN DESA KEPAYANG
Disusun Oleh :
Tim Panitia Diskusi Kelompok Terfokus
Koordinator /Konsultan Tim :
PRASETYO WIDODO
Anggota Tim
BEJOE DEWANGGA
FAHRIZAL PULUNGAN
YUSRI ARAFAT
Laporan :
Hutan Kita Institute (HaKI)
OFFICE Jl. YUDO NO H8 RT 31 Kel Lorok Pakjo Palembang 30137 Telp : +62(711)5732460
Program :
FA
Photo Cover
: Copyright Hutan Kita Institute 2017
Photo oleh
: Farhizal dan Bejoe Dewangga
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
2
RINGKASAN EKSEKUTIF
Terjadi bencana kebakaran hutan bulan Oktober 2015, lebih dari 115.000 titik api
tercatat di seluruh Indonesia. Daerah yang paling terdampak adalah Sumatera
Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Hanya dalam satu
bulan, api telah membakar hampir 1,7 juta hektar, yang sebagian besar melanda
lahan gambut, dan melepas sedikitnya 1.6 Gt (CO2, CH4, N2O). Ini dua kali lipat
dari luas kebakaran tahun 2014 atau enam kali lipat dibandingkan dengan tahun
2013. Sebanyak lebih dari setengah juta orang didiagnosis bermasalah dalam
pernapasan karena kebakaran tersebut.
Kebakaran hutan di Indonesia yang terjadi sebagian besar di lahan gambut tahun
2015 banyak menuai kritik dan sikap dari berbagai pihak untuk mencarikan solusi.
Upaya yang di lakukan yaitu merestorasi lahan gambut dengan melakukan
pembasahan, revitalisasi, rehabilitasi dan reforestasi. Kegiatan ini di mulai dari
melakukan tebat kanal, pembuatan sumur bor, pembuatan embung, pendidikan
pemadam kebakaran ke pada masyarakat dan penghutan kembali areal terbakar.
Provinsi Sumatera Selatan yang menjadi target dari berbagai pihak untuk projek
restorasi gambut sejak beberapa tahun belakangan ini khususnya kabupaten Musi
Banyuasin, Salah satu pihak yang terlibat yaitu; Indonesia Climate Change Trust
Fund (ICCTF). Priode 2017 ICCTF bersama konsorsium HaKI akan melakukan
kegiatan di 4 desa, 2 di kabupaten Musi Banyuasin, desa Muara Merang dan desa
Kapayang. Kemudian 2 lagi di kabupaten Ogan Komering Ilir, desa Menang Raya
dan desa Perigi Talang Nangka. Kegiatan ini akan di lakukan selama 11 bulan, di
mulai dari pembuatan demplot agroforestry, pondok pemantau, pembuat tebat
kanal, pembuatan sumur bor dan pembagian peralatan pemadam kebakaran.
Langkah awal yang telah di lakukan dalam mendukung program ICCTF,
konsorsium HaKI sudah melaksanakan studi kelayakan calon areal agroforestry di
Hutan Desa Kepayang Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin di
mulai dari Tanggal 9-15 Maret 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk studi kelayakan
areal di hutan desa sebagai calon lokasi demplot agroforestry rencana kerja/kelola
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
3
LPHD Kepayang dan juga menjadi areal kegiatan pengembangan usaha (Business
plan) di Hutan Desa.
Pelaksanaan studi kelayakan calon agroforetry di Hutan Desa Kepayang ini di ikuti
oleh 24 orang peserta dari masyarakat dan 4 orang fasilitator
Tim studi kelayakan calon agroforestry di Hutan Desa Kepayang sebagai berikut:
1. Bejoe Dewangga
2. Prasetyo Widodo
3. Fahrizal Pulungan
4. Yusri Arafat
Metode yang digunakan dalam studi ini adalah melalui FGD dan Kunjungan
lapangan (Ground check) di Hutan Desa Kepayang
Dari hasil FGD dan kunjungan lapangan (Groundcheck) studi kelayakan calon
agroforestry di Hutan Desa Kepayang di dapat beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Potensi Sumber Daya Alam di Hutan Desa adalah tanaman karet lebih
kurang 300 ha
2. Keinginan rencana tanaman yang akan di tanam oleh masyarakat di Hutan
Desa pada lahan mineral yaitu:
Cacao, Jagung, Bawang, Ubi Rambat,
Timun, Buah Naga, Labu Parang, Jeruk, Mangga, Jengkol, Petai, Durian,
Duku, Cempedak, Pisang, dan Tebu
3. Keinginan rencana tanaman yang akan di tanam oleh masyarakat di Hutan
Desa pada lahan gambut yaitu: Uji coba padi (di gambut kedalaman 0-100
cm), Semangka ( di gambut kedalaman 0-100 cm), Nanas (di gambut
kedalaman 0-100 cm), Kopi Liberica, Jelutung, Kranji, Rotan – (manau),
Pinang (Jambe)
4. Beberapa tanaman yang akan di tanam di Hutan Desa ada yang sudah
memiliki pasar dan ada yang belum. Tanaman yang sudah memiliki pasar;
Padi, Pinang, Jagung, Nanas, Labu Parang, Jengkol, dan Petai. Kemudian
untuk tanaman yang belum memiliki pasar; bawang dan tanaman Jelutung.
5. Rencana demplot dua usulan dari masyarakat, pertama 200 meter dari Muara
Sungai Nuaran dan yang kedua ditepi sungai Kepayang di Pal 26 s/d Pal 28
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
4
perbatasan dengan wilayah PT. RHM. Berdasarkan kunjungan ke lapangan
melihat kondisi calon demplot maka tim lapangan merekomendasikan lokasi
yang ke-2 dengan pertimbangan sebagai berikut : pertama lokasi demplot di
musim penghujan tidak banjir, kedua lokasi demplot terdapat tanah mineral,
ketiga untuk contoh pengambilan sample tanah sudah terwakili baik itu
tanah mineral maupun tanah gambut, yang ke empat tingkat kedalaman
gambut bervariasi di mulai dari 0 s/d 4,5 meter dan yang ke lima akses
menuju demplot bisa melalui darat dari dusun III Nuaran dan melalui air
melalui muara Sungai Nuaran.
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
5
DAFTAR ISI
Halaman Judul......................................................................................................................... 2
RINGKASAN EKSEKUTIF................................................................................................... 3
KATA PENGANTAR............................................................................................................. 7
DAFTAR TABEL....................................................................................................................9
DAFTAR SINGKATAN....................................................................................................... 10
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................11
1.1 Latar belakang..........................................................................................................11
1.2 Tujuan...................................................................................................................... 12
1.4 Waktu dan Tempat...................................................................................................13
1.5 Tim Pelaksana..........................................................................................................13
1.6 Metodelogi............................................................................................................... 13
1. 8 Agenda Kegiatan.............................................................................................................15
BAB II....................................................................................................................................16
HASIL KEGIATAN.............................................................................................................. 16
2.1. FGD Potensi di kawasan Hutan Desa............................................................. 16
2.1.2. FGD aktivitas Demplot................................................................................ 18
2.1.3 Wilayah Gambut........................................................................................... 19
2.1.4 FGD kondisi pasar jenis tanaman yang diusulkan........................................19
2.1.5 Rencana Lokasi.............................................................................................21
BAB III.................................................................................................................................. 24
PENUTUP............................................................................................................................. 24
3. 1 Kesimpulan............................................................................................................. 24
3. 2 Rekomendasi...........................................................................................................25
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
6
KATA PENGANTAR
Mayoritas penduduk di Sumatera Selatan berada di pedesaan dan memiliki
kebutuhan pengembangan yang spesifik, sesuai kondisi alam setempat dan potensi
sosial ekonomi yang dimiliki. Untuk mengakomodir hak dan aspirasinya dalam
pengembangan penataan lahan diperlukan sebuah metode yang objektif dan pada
akhirnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dalam pengelolaan SDA.
Pada tahun 2017 desa Kepayang menjadi salah satu objek program tersebut di
daerah Musi Banyuasin. Program ini adalah program kerjasama antara ICCTF
dengan konsorsium HaKI yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam
pengelolaan sumber daya alam. Pada tataran kegiatan, salah satu kegiatan ICCTF
dan Konsorsium HaKI melakukan studi kelayakan calon areal agroforestry di Hutan
Desa Kepayang yang dilaksanakan secara partisipatif, yaitu melibatkan berbagai
pihak terkait, termasuk masyarakat itu sendiri dalam perencanaan, pengambilan
keputusan, pelaksanaan, pengawasan dan pengembangan tindak lanjutnya.
Kegiatan studi kelayakan calon areal agroforestry di Hutan Desa Kepayang ini
dilaksanakan dari Tanggal 9 s/d 15 Maret 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk studi
kelayakan areal di hutan desa sebagai calon lokasi demplot agroforestry rencana
kerja/kelola
LPHD Kepayang dan juga menjadi areal kegiatan pengembangan
usaha (Business plan) di Hutan Desa.
Proses kegiatan studi kelayakan calon areal agroforestry di Hutan Desa Kepayang
ini di dukung sepenuhnya oleh Pemerintah Jerman kerjasama Indonesia melalui
program Bioclime di Sumatera Selatan, oleh karena itu pada kesempatan ini kami
mengucapkan terima kasih terutama kepada pihak GIZ -Bioclime
yang secara
langsung bekerjasama dengan perkumpulan Hutan Kita Institute (HaKI) dalam
program FA yang telah mendukung sehingga terlaksananya studi kelayakan calon
areal agroforestry di Hutan Desa Kepayang ini. Ucapan terima kasih juga kami
sampaikan kepada Kepala Desa Kepayang beserta perangkatnya, Ketua BPD dan
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
7
anggotanya, LPHD, masyarakat dan kelompok responden yang ada di desa
Kepayang yang telah bersedia memberikan informasi dan membantu kegiatankegiatan di lapangan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak yang telah membantu
memberikan masukan, semangat dan motivasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan
sampai dengan penyusunan laporan ini. Kepada para pembaca semoga tulisan ini
dapat bermanfaat, dan penyusun mengharapkan kritik dan saran guna untuk
perbaikan dan penyempurnaan laporan ini.
Palembang, Maret 2017
Penyusun,
Bejoe Dewangga
Prasetyo Widodo
Fahrizal Pulungan
Yusri Arafat
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
8
DAFTAR TABEL
Tabel 1. agenda kegiatan.................................................................................................5
Tabel 2. Pengambilan informasi terkait jenis-jenis tanaman hutan yang
dimanfaatkan olehmasyaraka...... .....................................................................8
Tabel 3. kondisi pasar jenis tanaman yang diusulkan.................................................... 9
Tabel 4. rencana lokasidemplot.....................................................................................11
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
9
DAFTAR SINGKATAN
APL
: Areal Penggunaan Lain
BPDAS
: Balai Pengelolaan Dearah Aliran Sungai
CO2
: Karbon dioksida
CH4
: Metan
FGD
: Focus Groub Discussion
HD
: Hutan Desa
HP
: Hutan Produksi
HTI
: Hutan Tanaman Industri
HPHD
: Hak Pengelolaan Hutan Desa
HaKI
: Hutan Kita Institut
IPB
: Institut Pertanian Bogor
ICCTF
: Indonesia Climate Change Trust Fund
KPH
: Kesatuan Pemangku Hutan
LPHD
: Lembaga Pengurus Hutan Desa
NZO
: Nitrous oxide
PAK
: Penunjukan Areal Kerja
PT
: Perseroan Terbatas
RKHD
: Rencana Kerja Hutan Desa
RHM
: Rimba Hutan Mas
GPS
: Global Positioning System
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Hutan Desa Kepayang merupakan salah satu kawasan berada di wilayah KPH
Lalan – Mangsang – Mendis dan secara administrasi berada di wilayah Desa
Kepayang Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin. Desa ini
terdiri dari 3 (tiga) dusun dan dipecah lagi menjadi 10 RT (Rukun Tetangga).
Desa yang berada dipingiran bantaran Sunggai Lalan yang memiliki luas lahan
lebih kurang 54,210 Hektar ini dibagi menjadi fungi kawasan APL dan HP,
dengan perkiraan perbandingan luasnya ± 30 persen APL dan ± 70 persen
adalah kawasan HP. Dengan kondisi lahan 39.195 hektar hutan gambut, 15.000
hektar tanah mineral, dan 30 hektar alur sungai. Tata Guna lahan di APL
sebagain besar adalah HGU perkebunan sawit seperti ; PT. Pinang Witmas
Sejati, PT. Mentari Subur Abadi, dan PT. Mega Hijau Bersama, sedangkan tata
guna lahan oleh masyarakat desa yakni ; lahan persawahan 3.119 hektar, kebun
rakyat 8.842, dan non pertanian termasuk pemukiman 1.327 hektar. Sedangkan
tata guna lahan di HP desa Kepayang diataranya konsesi HTI PT. Rimba Hutan
Mas seluas 9.200 hektar.
Kondisi masyarakat tingkat perekonomian sangat bergantung dengan
keberadaan perusahaan dimana masyarakat banyak yang bekerja sebagai buruh
perkebunan terutama perkebunan sawit. Hadirnya kebijakan pemerintah
tentang perhutanan sosial pada saat itu membuka asa masyarakat untuk
mengelola lahan sendiri yang nanti-nya diatur oleh LPHD. Oleh karena itu
pada tahun 2010 masyarakat desa Kepayang telah mengusulkan Hutan Desa di
wilayah mereka kepada Kementerian Kehutanan, Baru pada tahun 2013 telah
di keluarkan PAK (penetapan areal kerja) Hutan Desa dengan luasan areal
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
11
5.170. Tahun 2015 telah dikeluarkan HPHD (Hak Pengelolaan Hutan Desa)
Kepayang oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan dengan luasan 4.935 ha.
Keberadaan Hutan Desa Kepayang ini tidak hanya akan di nikmati oleh
masyarakat desa tetapi telah dibuka oleh masyarakat pendatang yang mulai
masuk dari tahun 2009 untuk menanam tanaman karet. Masyarakat saat ini
masih menunggu rencana pengelolaan oleh LPHD. Walaupun sebelumnya
RKHD telah dibuatkan draft dari pihak LPHD yang didampingi Yayasan
Wahana Bumi Hijau, BP DAS Musi, Dinas Kehutanan Provinsi serta KPHP
Lalan Mangsang Mendis. Karena keberadaan RKHD belum disetujui oleh
pihak terkait dan kondisi perubahan tutupan lahan yang berubah dratis akibat
kebakaran hutan dan lahan, maka perlu adanya perbaikan dalam rencana
pengelolaan dengan menguatkan dalam kegiatan rencana pengembangan usaha
(business plan). Salah satu aktifitas bagian dari business plan ini adalah adanya
studi kelayakan atau kesesuaian lahan.
1.2 Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk :
Studi kelayakan areal di hutan desa sebagai calon lokasi demplot agroforestry
sebagai rencana kerja/kelola
LPHD Kepayang sebagai areal kegiatan
pengembangan usaha (Business plan)
1.3 Keluaran/output
Keluaran yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah :
1. Adanya dokumen kegiatan hasil studi kelayakan calon areal
Agroforestry di Hutan Desa Kepayang
2. Tersusunnya rencana business plan (rencana pengembangan usaha) di
areal Hutan Desa Kepayang.
3. Sebagai masukan dalam Rencana Kelola Hutan Desa dalam kegiatan
Business Plan didalam areal Hutan Desa Kepayang
4. Adanya Rekomendasi lokasi yang layak di jadikan demplot dalam
kegiatan agroforestry Desa Kepayang.
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
12
1.4 Waktu dan Tempat
Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari yang akan dilaksanakan
mulai dari tanggal 9 – 15 Maret 2017
1.5 Tim Pelaksana
Dalam kegiatan pelaksana kegiatan dari Perkumpulan Hutan Kita Institute
yang beranggotakan :
1. Bejoe Dewangga
2. Prasetyo Widodo
3. Fahrizal Pulungan
4. Yusri Arafat
5. Masyarakat pendamping 3 (tiga) orang.
1.6 Metodelogi
Metode yang digunakan dalam studi ini antara lain
1. Penggalian data sekunder
a. Mendapatkan informasi kegiatan di HD terutama yang telah
dilakukan oleh pihak GIZ-Bioclime
b. Informasi dari laporan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh
Yayasan Wahana Bumi Hijau
2. Penggalian Data Primer
a. Diskusi
Dalam diskusi menggunakan metode FGD ini yang diharapkan
adalah adanya informasi :

Kondisi terkini dan sebelumnya terkait pemanfaatan
lahan di wilayah HD Kepayang (berbagai jenis tanaman
yang telah dan pernah di budidayakan di areal HD baik
di gambut maupun mineral) dan juga terkait kendala /
permasalahan di lapangan.

Mensosialisasikan kondisi terkini tentang kedalaman
gambut di areal HD Kepayang
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
13

Keinginan dan harapan masyarakat tentang rencana
demplot di wilayah HD Kepayang (jenis tanaman sampai
ke business plan)

Penyusunan business plan

Memberikan informasi terkait Rencana Kelola Hutan
Desa kepada LPHD dan mendapat input perbaikan
maupun tambahan dari masyarakat.

Jumlah peserta FGD diharapkan hadir 15-20 orang,
Peserta FGD antara lain
1. Pemerintah desa
2. LPHD Kepayang
3. Masyarakat pengelola lahan di Hutan Desa
b. Kunjungan lapangan (Groundcheck)
Kegiatan kunjungan lapangan ini merupakan rekomendasi dari
hasil FGD yang di aplikasikan dalam lapangan berupa :

Pengambilan titik koordinat

Kondisi kedalaman gambut (berdasarkan peta telaah
yang telah diukur pada tahun 2011)

Kondisi tinggi muka air tanah

Kondisi vegetasi

Pemanfaatan lahan oleh masyarakat disekitar areal yang
di rekomendasikan
1.7 Alat dan Bahan
Alat dan Bahan yang digunakan untuk kegiatan ini adalah :
1. GPS
2. Laptop
3. Tally Sheet
4. Peta areal Hutan Desa Kepayang
5. Peta kedalaman gambut
6. Pena
7. Meteran 50-100 meter
8. Plastik Sample
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
14
9. Transportasi Perahu ketek
10. Kamera
1. 8 Agenda Kegiatan
Kegiatan
Maret
9
10
11
12
13
14
Perjalanan palembang-kepayang
Koordinasi dengan pihak pemerintah
desa
Rapat FGD dengan LPHD dan
pemerintah Desa
Kunjungan lapang ke dusun Nuaran
wilayah HD Kepayanng
Kepayang-Palembang
Penyusunan laporan Draft studi* Seminggu setelah dari lapangan
Tabel.1. Agenda Kegiatan Study Kelayakan Tanah
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
15
15
BAB II
HASIL KEGIATAN
2. FGD (fokus group discussion)
2.1. FGD Potensi di kawasan Hutan Desa
Dalam penggalian informasi tentang potensi sumber daya alam baik
kondisi alami maupun yang telah dilakukan masyarakat untuk pertanian
dan perkebunan. Pengelolaan lahan oleh masyarakat dalam memanfaatkan
lahan hutan desa baik .yang masih ada maupun yang pernah di tanam
adalah sebagai berikut :
1.
Karet
2.
Sawit
3.
Tanaman Cabai
4.
Pisang
5.
Tebu
6.
Lada
7.
Durian
8.
Jengkol
Tanaman karet mendominasi di lahan mineral masyarakat, berdasarkan
informasi masyarakat bahwa penanaman karet yang masive mulai tahun
2009.
Tetapi di lapangan ditemukan adanya karet yang sudah berumur lebih dari
20 tahun yang lokasi-nya berada di tengah pemukiman masyarakat.
Diperkirakan kondisi tanaman karet di lahan hutan desa memiliki luas areal
> 300 hektar, karena berdasarkan pendataan pada tahun 2011 telah terdata
kurang lebih 300 hektar lahan yang telah dibuka untuk perkebunan karet
masyarakat. Pada lahan yang tidak di kelola merupakan areal berawa
gambut, biasanya masyarakat memanfaatkan hasil kayu-nya. Pada awalnya
masyarakat banyak memanfaatkan Hasil Non Kayu seperti getah jelutung
dan tanaman rotan.
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
16
Wilayah hutan desa sebelumnya wilayah kelola dari perusahaan HPH PT.
BRUI yang berakhir ijinnya pada tahun 2000, Oleh karena itu kondisi
tutupan hutan merupakan hutan sekunder. Berikut kondisi potensi yang
telah dilakukan pada tahun 2011. Berikut data dan penggalian informasi
dari masyarakat.
Tabel. Pengambilan informasi terkait jenis-jenis tanaman hutan yang
dimanfaatkan oleh masyarakat
Jenis Tanaman
Petaling
Lokasi
(Ochanostachys Tanah mineral
Kegunaan
Konstruksi rumah
amentacea)
Kranji (Dialium indum)
Tanah Berawa
Konstruksi rumah
Kayu Bakar
Kempas/Manggeris (Kompasia Tanah berawa
Konstruksi Rumah
malaccensis)
Durian ( Durio carinatus )
Tanah Mineral
Buah (Pakan)
Rengas ( Glutha renghas )
Tanah berawa
Konstruksi Rumah
(Eurycoma Tanah Mineral
Akar (obat-obatan)
Medang dara-dara (Knema spp) Tanah berawa
Konstruksi Rumah
Jelutung (Dyera lowii)
Getah
Pasak
Bumi
longifolia jack)
Tanah Berawa
(bahan
Baku
permen karet)
Kayu apung untuk lanting
kayu
Bambu (Bambusa sp)
Tanah mineral
Belum dimanfaatkan
Rotan (Calamus sp)
Tanah Berawa
Kerajinan rumah tangga
Tabel.2. Jenis Tanaman yang ada di Desa
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
17
Aktivitas pemanfaatan non kayu di pada saat ini telah jauh berkurang
bahkan tidak ada lagi hal ini berdasarkan informasi masyarakat alasan
penggunaan non kayu tidak berjalan antara lain :Pemanfaatan hasil kayu
lebih cepat hasilnya
1. Pemasaran produk getah jelutung agak sulit bahkan tidak ditemukan
2. Rotan hanya 1 (satu) orang yang memanfaatkan menjadi kerajinan
rumah tangga, itupun tidak sekala besar.
3. Karena masyarakat memprioritaskan hasil kayu, terkadang batang
pohon jelutung ditebang hanya digunakan sebagai penimbul
lanting/balok kayu di sungai
4. Batang pohon durian dan jengkol banyak yang telah ditebang
masyarakat pemilik lahan karet.
2.1.2. FGD aktivitas Demplot
Kegiatan aktivitas dalam demplot adalah menggali keinginan masyarakat dalam
kegiatan percontohan tanaman yang akan ditanam di areal demplot tersebut.
Berikut keinginan masyarakat dalam jenis tanaman yang akan dijadikan dalam
demplot :
a. Tanah Mineral :
1.
Cacao
9.
Mangga
2.
Jagung
10. Jengkol
3.
Bawang
11. Petai
4.
Ubi Rambat
12. Durian
5.
Timun
13. Duku
6.
Buah Naga
14. Cempedak
7.
Labu Parang
15. Pisang
8.
Jeruk
16. Tebu
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
18
2.1.3 Wilayah Gambut
Fasilitator menjelaskan bahwa untuk tanaman budidaya yang bisa dimanfaatkan
oleh masyarakat adalah di kedalaman 0-200 cm, sedangkan gambut dengan
kedalaman 300 cm keatas adalah tanaman khusus tanaman keras khas gambut.
Dan untuk tanaman budidaya juga harus dengan sistem tumpang sari misal jenis
padi yang ditanam cocok dengan tanaman jelutung atau jenis tanaman yang keras.
a.
Uji coba padi (di gambut kedalaman 0-100 cm)
b.
Semangka ( di gambut kedalaman 0-100 cm)
c.
Nanas (di gambut kedalaman 0-100 cm)
d.
Kopi Liberica
e.
Jelutung
f.
Kranji
g.
Rotan – (manau)
h.
Pinang (Jambe)
2.1.4 FGD kondisi pasar jenis tanaman yang diusulkan
Setelah penggalian tentang kondisi potensi jenis tanaman yang ada di Nuaran
(HD kepayang) maupun keinginan masyarakat dalam bercocok tanam di
wilayah HD Kepayang, Ada faktor yang harus di telaah yaitu; kondisi pasar dan
permintaan pasar akan produk yang di hasilkan, karena selama ini sering
pengelolaan lahan tanpa diiringi kondisi pasar maupun kondisi musim.
Berikut hasil penggalian dengan masyarakat tentang kondisi pasar tentang
produk yang akan di uji coba kan di lahan demplot.
No
Jenis Produk
Lokasi
Harga jual
pemasaran
1
Padi
Permasalahan
di lapangan
Palembang
4.000/kg/gabah
Akses
Jambi
10.000/kg/beras
menggunakan
Bayung Lencir
masih
transportasi
tergantung
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
19
air,
dengan musim
2
Nanas
Jambi
Rp 3.000 – Rp. Akses
Palembang
8.000,-
masih
terlalu jauh.
Pengalaman
dalam menanam
nenas
belum
pernah ada yang
mencoba
3
Pinang
Jambi
Rp 16.000 – Rp Akses
20.000 kg
masih
menggunakan
transport air.
Pengalaman
dalam
pengelolaan
pinang
belum
ada.
4
Jagung
Jambi
Rp. 3.000/tongkol
Belum ada yang
Rp.
pernah mencoba
10.000/pipil/kg
5
Bawang
Palembang
Belum diketahui
Jambi
6
Labu Parang
Belum ada yang
pernah mencoba
Lokal
Tingkat
Bayung lencir
(dalam desa) Rp pemasaran
5.000
lokal Kondisi
–
10.000/buah
Rp. susah,
agak
hanya
meningkat
bulan
di
tertentu
(terutama
bulan
puasa)
7
Jengkol
Palembang
Rp.
20.000-Rp Tanaman jangka
Jambi
30.000/kg
waktu
cukup
lama untuk panen
dalam
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
usia
20
7
tahun
8
Petai
Palembang
Rp 10.000/papan
Jambi
Tanaman jangka
waktu
cukup
lama
dalam
pemanenan
di
usia 7 tahun
9
Jelutung
Jambi
Belum
diketahui Belum di ketahui
kondisi sekarang pasarnya,
dan
biasanya 2 x kali kondisinya
ada
harga getah karet
monopoli
pasar
oleh pihak-pihak
tertentu
Tabel.3. Jenis Tanaman yang di rencanakan untuk Hutan Desa
2.1.5 Rencana Lokasi
Dalam penggalian dengan masyarakat lokasi yang mana yang cocok dengan
demplot yang akan dibangun, masyarakat mencalonkan dua lokasi yaitu :
No
1
Calon Lokasi
Kondisi Sekarang
Kondisi Sebelumnya
(pengamatan)
(tahun 2014-2015)
200 meter dari Muara
Areal bekas terbakar, Kondisi Merupakan lahan
Sungai Nuaran
Kondisi Banjir
yang didominasi Jenis
Mahang (Macaranga
Pruinosa) dan
dibelakangnya formasi
pakis2an
2
Ditepi sungai Kepayang di
Areal bekas terbakar
Kondisi terdapat berbagai
Pal 26 sd Pal 28
jenis tanaman keras seperti
(perbatasan) dengan
Kranji, Gerunggang,
wilayah RHM
Sedangkan wilayah
mineral terdapat jenis
seperti petaling dll
Tabel.4. Areal calon demplot Agroforesty di Hutan Desa Kepayang
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
21
Berdasarkan kunjungan ke lapangan melihat kondisinya maka tim
lapangan merekomdasikan lokasi yang ke-2 dengan pertimbangan sebagai
berikut :
Lokasi 1
Lokasi 2
- Lokasi berdekatan dengan muara bila
-
Lokasi di samping S. Kepayang
kondisi curah hujan tinggi lokasi akan
berada di Ulu-nya di Pal 26-pal 28
mengalami banjir, karena aliran dari
menyebabkan kondisi di pinggiran
ulu S. Nuaran dan Ulu S.Kepayang
tidak terlalu luas banjir-nya.
menyebabkan kemungkinan terjadi
-
banjir cukup tinggi
tepi sungai sejauh 800 meter telah
- Bila di tarik garis 1 km tidak akan
ditemui lahan mineral
ditemukan lahan mineral
-
- Percontohan hanya cocok untuk
tanaman khusus lahan gambut
Untuk percontohan lahan mineral
dan lahan gambut telah mewakili
-
- Tingkat kedalaman gambut cukup
bervariasi
Bila lokasi ditarik garis lurus dari
Tingkat
kedalaman
gambut
bervariasi dari 0 – 4,5 m
-
- Akses hanya bisa dilalui jalur air
Akses bisa melalui darat dari dusun
III Nuaran dan melalui air melalui
muara S. Nuaran.
Tabel.5. Contoh lokasi demplot Angroforesty Hutan Desa Kepayang
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
22
Dari hal (tabel diatas) ini tim merekomendasikan Lokasi 2 sebagai areal
percontohan;
Gambar.1. Lokasi petak percontohan demplot di HD Kepayang
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
23
BAB III
PENUTUP
3. 1 Kesimpulan
1. Potensi Sumber Daya Alam di Hutan Desa adalah tanaman karet lebih
kurang 300 ha
2. Keinginan rencana tanaman yang akan di tanam oleh masyarakat di Hutan
Desa pada lahan mineral yaitu:
Cacao, Jagung, Bawang, Ubi Rambat,
Timun, Buah Naga, Labu Parang, Jeruk, Mangga, Jengkol, Petai, Durian,
Duku, Cempedak, Pisang, dan Tebu
3. Keinginan rencana tanaman yang akan di tanam oleh masyarakat di Hutan
Desa pada lahan gambut yaitu: Uji coba padi (di gambut kedalaman 0-100
cm), Semangka ( di gambut kedalaman 0-100 cm), Nanas (di gambut
kedalaman 0-100 cm), Kopi Liberica, Jelutung, Kranji, Rotan – (manau),
Pinang (Jambe)
4. Beberapa tanaman yang akan di tanam di Hutan Desa ada yang sudah
memiliki pasar dan ada yang belum. Tanaman yang sudah memiliki pasar;
Padi, Pinang, Jagung, Nanas, Labu Parang, Jengkol, dan Petai. Kemudian
untuk tanaman yang belum memiliki pasar; bawang dan tanaman Jelutung.
5. Rencana demplot dua usulan dari masyarakat, pertama 200 meter dari
Muara Sungai Nuaran dan yang kedua ditepi sungai Kepayang di Pal 26
s/d Pal 28 perbatasan dengan wilayah PT. RHM. Berdasarkan kunjungan
ke lapangan melihat kondisi calon demplot maka tim lapangan
merekomendasikan lokasi yang ke-2 dengan pertimbangan sebagai berikut :
pertama lokasi demplot di musim penghujan tidak banjir, kedua lokasi
demplot terdapat tanah mineral, ketiga untuk contoh pengambilan sample
tanah sudah terwakili baik itu tanah mineral maupun tanah gambut, yang
ke empat tingkat kedalaman gambut bervariasi di mulai dari 0 s/d 4,5
meter dan yang ke lima Akses menuju demplot bisa melalui darat dari
dusun III Nuaran dan melalui air melalui muara S. Nuaran.
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
24
3. 2 Rekomendasi
1. Potensi sumber Daya Alam tanaman karet di Hutan Desa membutuhkan
pengelolaan secara kolektif, misalnya semacam Kelompok Tani Karet, dll.
2. Tanaman yang di hendaki masyarakat yang akan di tanam di Hutan Desa
baik di tanah mineral maupun di tanah gambut yaitu; Cacao, Jagung,
Bawang, Ubi Rambat, Timun, Buah Naga, Labu Parang, Jeruk, Mangga,
Jengkol, Petai, Durian, Duku, Cempedak, Pisang, Tebu, Padi, Semangka,
Nanas, Kopi Leberica, Jelutung, Kranji, Rotan (Manau), dan Pinang
(Jambe).
3. Beberapa tanaman yang akan di tanam di Hutan Desa membutuhkan pasar
bawang dan tanaman Jelutung
4. Lokasi demplot di sepakati di tepi sungai Kepayang di Pal 26 s/d Pal 28
perbatasan dengan wilayah PT. Rimba Hutan Mas (RHM)
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
25
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
26
1. Foto kegiatan
FGD rencana pengelolaan Hutan Desa bersama masyarakat
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
27
Diskusi kelompok rencana pengelolaan Hutan Desa
Kebun Karet masyarakat di Hutan Desa Kepayang
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
28
Demplot 5 hektar GIZ-Bioclime di muara Sungai Nuaran
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
29
Lokasi demplot agroforestry 10 hektar di Hutan Desa Kepayang, areal yang jadi
demplot agroferestry hutan gambut bekas terbakar kondisi semak belukar
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
30
Sungai Nuaran wilayah di kiri dan kanan Hutan Desa merupakan areal terbakar
tahun 2015
Laporan Study Kelayakan Tanah di Hutan Desa Kepayang
31
Download