komunikasi @2014 - Universitas Brawijaya

advertisement
KOMUNIKASI @2014
Komunikosi don Pemilihon Umum 2014 :
Persiopon, Peloksonoon, don Moso Depon
ISBN 978-602-14699-0-3
Komunikasi @2014
========================
Prosiding Seminar Besar Nasional Komunikasi
KOMUNIKASI @2014
Komunikasi dan Pemilu 2014: Persiapan, Pelaksanaan dan Masa Depan
Padang, 26-27 November 2013
Tim Reviewer:
Dr. Endah Murwani, M.Si
Dr. Irwansyah, M.A
Dr. Mulharnetti Syas, M.Si
Dr. Eni Maryani, MSi
Dr. Eko Harry Susanto, MSi
Dr. Rino F. Boer
Sri Hastjarjo, S.Sos, Ph.D
Editor:
Dr. Endah Murwani, M.Si
Dr. Rajab Ritonga, M.Si
Ade Kadarisman, S.Sos, MT
Diterbitkan oleh :
Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Jl. Raya Boulevard Blok CB no 1 Kelapa Gading
Jakarta Utara 14250
ISBN: 978-602-14699-0-3
4
Seminar Besar Nasional Komunikasi
PERAN MEDIA SEBAGAI BAGIAN EARLY WARNING SYSTEM
DALAM PENCEGAHAN KONFLIK SOSIAL
HAL 620
Yohanes Krisnawan
ETIKA DAN MORAL: PERTARUHAN DAN PERGULATAN
POLITIK CALON LEGISLATIF PADA PEMILU 20144
HAL 626
Aziz Taufik Hirzi
HAL 632
ROKOK MEMBELAH INDONESIA
REGULASI KOMPREHENSIF TERHADAP
ROKOK AMAT KRUSIAL
Irwan Julianto
KOMUNIKASI DAN DINAMIKA
SOSIAL
PERAN NORMA SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN
SOC14L CAPITAL
HAL 641
HAL 643
Reza Safitri, Hasmah Zanuddin
PENGETAHUAN ORANG TUA MENGENAI MEDIA SOSIAL
YANG DIGUNAKAN REMAJA
HAL 653
Damayanti Wardyaningrum
PEMANFAATAN MEDIA MASSA DI PESANTREN
MODERN (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) DI JAWA BARAT
HAL 660
Dede Mulkan, Nuryah Asri Sjafirah, Gumgum Gumilar
WEBSITE SEBAGAI MEDIA PROMOSI PARIWISATA
HAL 667
Choirul Fajri
OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK DENGAN PENGGUNAAN
TEKNOLOGI INFORMASI MENUJU CYBERCITY
HAL 672
Dra. Lidya Wati Evelina, MM.
PENGARUH NEW MEDIA TERHADAP PERKEMBANGAN
HAL 680
CYBER SOCIETY
Rahmadya Putra Nugraha
16
Seminar Besar Nasional Komunikasi
===============================
Komunikasi @20l4
PERAN NORMA SOSIAL DALAM
PEMBENTUKAN SOCIAL CAPITAL
Reza Safitri, Hasrnah Zanuddin
Jurusan Studi Media Universitas
[email protected],
Brawijaya
Malang
[email protected]
ABSTRAK
Media
Sosial
dengan
seperti Facebook
dan Twitter
orang lain di belahan dunia manapun.
memudahkan
Subyek
dari penelitian
kepada nilai nilai
dalam
bennasyarakat
Social Network
kontribusi
431 siswa
Factor
dalam
Sites (SNS),
telah dilakukan
Hasil dari penelitian
Keywords:
di dalarn
hal ini, terkait
Facebook
norma norma sosial dalam
(Factor Analysis)
pembentukan
ini, mernpunyai
terhadap
digunakan
dengan
pengguna
yang ada di masyarakat.
aspek kerukunan
bennasyarakat.
sikap remaja
dan twitter.Tujuan
pembentukan
di mana batas
terbesar
dalam
Aspek kerukunan
berinteraksi
capital melalui
melalui
mengetahui
SNS's. Survai terhadap
21 SMA di Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia.
ini menunjukkan
dari
Dalam interaksi
dari studi ini adalah untuk
sosial
untuk mengetahui
oleh
nilai budaya tertentu. Tingkah laku mereka
dan norma norma sosial
sosial, norma dan nilai ditekankan
dengan
menjacli sernpit, seperti yang diprediksi
ini adalah kaum muda/remaja,sebagai
media sosial. Remaja dalam penelitian
didasarkan
untuk berkornunikasi
Kita saat ini hidup di 'gobal village',
batas secara geografik menjadi kabur clan ruangannya
Mcl.uhan,
orang
Analisis
high loading factor dan low loading factor.
bahwa beberapa
norma sosial berkotribusi
positif
dalam
social capital.
Norma sosial, Modal Sosial, Sosial Networking
Seminar Besar Nasional Komunikasi
Sites (SNS's)
643
Komunikasi @2014
===============================
PENDAHULUAN
Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan
85%
penduduk
menunjukkan
Indonesia
keaneka ragaman
dua macam masyarakat
yang dilakukan
ciri masyarakat
masyarakat
khususnya
bahwa kekasaran
bagi
etnik terbesar di Indonesia
berusaha
menekan
melestarikan
dan sebisa mungkin
mengungkapkan
tidak menyakiti
kemarahan
menghindari
Indonesia
kolektifis.
bahwa
sosial,
budaya
kesopanan
untuk memelihara
menampakkan
kurangnya
kontrol
contoh dari
dan budaya yang rendah.
kerukunan
atau ketegangan
masalah
mengungkapkan
dan berteriak teriak, merupakan
yang berarti setiap
pribadi
saat
serta sebisa mungkin
1997, p. 43). Rukun dengan orang lain
kepada
anak anak pada usia dini. Orang Jawa
dan mencegah
agar
oleh French et.al (2005) bahwa orang muda di Indonesia
Deugau mengutip
Jawa
menekankan
dan kesesuaian
hubungan
kepatuhan
Magnis-Suseno.
kelompok.
sosial dengan rukun, menyaring
ini adalah
remaja di Malang,
Arek Malang (AREMA).Mulyadi
kawan, para rernaja di Malang umumnya
ciri khas Masyarakat
tetapi menurut
merebut kemerdekaan.
antar
Sehingga
personil,
mernelihara
anak-anak
Jawa
diajari
emosi ekstrim dari orang lain serta
dan rasa berbagi.
dalam penelitian
yang menjadi
Frech et.al (2005) selanjutnya
pad a kerukunan
dengan
Jawa Tirnur. Orang Malang
religius, damai, pekerja keras, dan suka berkata terus terang,
I970-an,
(1997)
Dari
hati orang lain.
nilai-nilai
sebagai
studi
pribadinya.
lebih mementingkan
atau ketidak sukaan secara tidak langsung,
dengan studi yang dipaparkan
Partisipan
sosial
konflik, diajarkan
Konsisten
menyatakan
terdapat
pribadi sebaliknya
kepentingan
Magnis-Suseno
yang sangat menekankan
menganut
hirarkhi
Jawa.
sosial yang rukun (Magnis-Suseno,
ketidak setujuan
bahwa
kolektivis.Menurut
dengan kepentingan
bahwa masyarakat
tanda tanda ketegangan
hubungan
dan masyarakat
yang mempertahankan
karena hal itu mencerminkan
Kelompok
dan bahasa, yang
(1983) menyatakan
dibandingkan
Masyarakat
seperti memperlihatkan
yang dilarang,
etnik
adalah negara dengan budaya collectivist yang lebih
individualistis
di atas bisa disimpulkan
peringkat 4 terbesar di dunia.
300 kelompok
individualistis
antar masyarakat
masyarakat
sosial
terdapat
budaya Indonesian.Hofstede
yaitu
kerukunan
dengan karakteristik
perbuatan
terbesar dengan penduduk
Islam dan
oleh Hofstede (1983), Indonesia
mempertahankan
kerukunan
beragama
(2006) menyatakan
menggunakan
malang.
beberapa
yang bangga
percakapan
bahasa Jawa, khususnya
Fenomena
informan,
bahwa
Bahasa
sehari hari antar
walikan
bahasa
Walikan mulai muncul
bahasa Walikan telah muncul
Bahasa tersebut dianggap
terkenal
dengan identitas mereka
sekitar
setelah rnasa perang
bahasa rahasia atau bahasa kode di antara pejuang
kemerdekaan.
Studi
ini akan meneliti
aspek
krusial
dari norma-norma
Koentjaraningrat
(1987), yaitu : rnenghormati
yang merupakan
prinsip normatif
masyarakat.
(Zeitlin
nilai-nilai
Nilai-nilai
emosi dan keinginan
mernbuat individu menyesuaikan
dan memelihara
utama dalam interaksi
et.al : 1995).
respek atau rasa honnat,
sosial
kerukunan
sosial,
ini tercerrnin
konteks
remaja,
mereka terhadap kegiatan-kegiatan
menyukseskan
perasaan
kegiatan
untuk menolong
kegiatan
atau nilai
by
rukun
rnaupun di
dalarn sikap yang dianggap
sebagai
tersebut
kondisi dan mengubah
dan kasih sayang
dalam
oleh
negative yang harus ditekan. Dari nilai-nilai
yang ada. Pada budaya Jawa, nilai-nilai
dimasukkan
sosial
baik dalam keluarga
tingkah lakunya dan menyesuaikan
yang tercermin
pad a aspek-aspek
atas adalah 'rnanut' (obediencets. ilai-ni lai seperti bersabar, kejujuran,
keramah-tamahan
yang dilaporkan
tunggah-ungguh,
harus dilihat
di sekolah, tennasuk,
di lingkungan
mereka.
orang lain dan pengorbanan
mana
norma soaial di
ernpati, menghindari
neriman, ketulusan
di tingkat
konf ik,
dan eling). Apabila
kesadaran
dan keterlibatan
apakah mereka ingin berpartisipasi
Di samping
dengan
itu, variabel
untuk kawan kawannya
dalam
lainnya seperti
dan orang lain,
juga akan diteliti.
644
Seminar Besar Nasional Komunikasi
=============================
Riset ini bertujuan
untuk
terhadap terjadinya
perubahan
riset ini, mempunyai
sosial, tingkah
mereka
meneliti,
bagaimana
sosial, terutama
remaja
nilai nilai budaya tertentu
kepada norma-norma
norma sosial, maka akan dihukum
menghindari
nilai dasar dari orang Jawa
dalam hubungan
remaja dalam
tingkah
laku
oleh masyarakat.
dan Gertz menyebutkan
bahwa kepatuhan,
orang lain serta empati,
bennasyarakat.
dalam interaksi
dan hubungan
sosial.Apabila
atau dikucilkan
konflik, pengertian terhadap
terkait dengan sikap para remaja
diri mereka
SNS.Para
yaitu Budaya Jawa. Dalam interaksi
Zeitlin et al (1995 : 125) dalam laporan Koentjaraningrat
kedermawanan,
meng-adaptasikan
setelah mereka menggunakan
laku para remaja harus didasarkan
tidak sesuai dengan
Indonesia
Komunikasi@2014
Aspek kerukunan
sosial melalui dunia maya
merupakan
nlai
sosial dalam hal ini,
seperti
SNS Facebook
dan twitter.
KAJIAN TEORITIS
SITUS JEJARING SOSIAL
Boyd dan Ellison
berdasarkan
(2007) mendefinisikan
web yang memberi
atau semi publik
Social
kernudahan
pada sistim terbatas
lanjut menyatakan
bahwa
SNSs
kepada
informasi.
daftar pengguna
(user)
Boyd dan Ellison (2007) lebih
ciri ciri unik, seperti (I) memudahkan
mempunyai
pelayanan
profi Ipublik
(1) menciptakan
dengan jelas
(3) dan mencari
mereka dengan sistim off line (2) memudahkan
baru maupun
orang-orang
dimanfaatkan
sebagai
individu
asing yang bisa memperluas
media
marketing
untuk berkomunikasi
jejaring
individu untuk
bagi berbagai
macam
(3) SNS ini juga
prod uk, yang disebut
yang ada pada daftar teman. Menurut
sebagai profil yang bisa dilihat/tarnpak
sosial
dengan orang orang
sosial mereka.
pada technical features, yaitu mernungkinkan
superioritas
diakses oleh teman-temannya
disebut
untuk
sebagai
interlace dengan individu yang telah menjadi bagian dari kehidupan
komunikasi
SNSs mempunyai
Sites (SNSs)
individu
(2) mengungkapkan
lain dan dengan siapa mereka terhubung
melakukan
Networking
e-cotnmerce.
profil individu
bisa
Boyd dan Ellison (2007) hal ini
(visibility a/profile).
MODAL SOSIAL DALAM SNSS
Putnam
dalam Littlejohn
yang menciptakan
rnasyarakat,
jejaring
(2009: 145) mengartikan
ikatan masyarakat,
sosial dan norma-norma
dalam social media.Lebih
modal sosial sebagai
dengan
yang menempel
terkaitnya,
berakar
ke akarnya.
pada struktur
dan penggunaan
atau menggerakkan
Sehingga
perbuatan:
struktur
keuntungan
tersusun
(embel-ernbel),
(penggunaan).
Selain
sosial
kebutuhan
pada jejaring
Bentuk
modal
Dengan
timbal
balik dan ter-implikasisatu
sumber sosial oleh
kesempatan
penyesuaian
mengandung
individu dengan
pengaruh
yang dikaitkan
dengan peraturan
dengan
dan
kontrol
dikaitkan
itu oleh individu;
tindakan
yang
yang dilakukan
aspek
tindakanl
berorientasi
meng-identifikasikan
dan kekuasaan,
dengan
tertutupnya
lokal dan kebiasaan
sosial, dan harus diukur
tiga unsur
(2002: 14)
sama lain
tiga hal: sumber-surnber
sosial semacam
(aksesibilitas)
dan Kwon
demi
konsep modal sosial bahwa
modal sosial yang mengandung
itu, Adler
tidak ada komitmen
sosial dan hubungan
sosial
ikatan sosial
kata lain, modal sosial dalam
mengenai
ke sumber
yang kuat dan keuntungannya,
tingkat ringgi, dan "rasa percaya"
mendorong
bersifat
dari modal sosial yaitu infonnasi,
Norma-norma
individu.
sosial; aksesibilitas
dengan
sengaja.
tidak ada rasa komunitas,
kebutuhan
lanjut, Lin (1999: 1) menjelaskan
konsep,
mengaitkannya
perbuatan
di mana
yang lebih besar daripada
modal sosial bahwa tidak adanya
serta solidaritas.
tertutupnya
jejaring
kebiasaan!tradisi,
kepada
3 (tiga)
sosial
jejaring
sosial
tingkat tinggi,
serta mengurangi
kontrol formal.
Seminar 8esar Nasional Komunikasi
645
Komunikasi @2014
=============================
Apakah modal sosialjuga terdapatpada
SNSs? Hal ini penting karena (nilainya dijejaring) tergantung
tidak saja kepada individu orang orang dijejaring tersebut, tetapijuga pada cara mereka berhubungan.
Seperti dilaporkan oleh Merwe (2011), pada situs jejaring sosial ada beberapa konsep yaitu akses
sumber informasi yang lebih luas dengan biaya yang murah (lower cost), perpanjangan
kekuatan
dan kekuasaan, dalam artian orang dengan modal sosial yang tinggi lebih memiliki kesempatan
sebagai "opinion leaders ", dan yang terakhir adalah solidaritas antar individu, penyesuaian akan
aturan dan tradisi serta kontrol kebutuhan.
Terdapat beberapa Quote Putnam, Williams (2006:2-3)
dan pengikatan ("bridging"
and "bonding")
modal sosial, jika norma-norma
membahas tentang konsep penjembatanan
yang memungkinkan
dan jejaring yang berbeda
dihasilkannya
ditempatkan
berbagai macam
dengan tepat. Menurut
Putnam, dua macam modal sosial ini berkaitan, tetapi tidak sama. Keduanya tidak sama-sama
eksklusif, bersifat ortogonal (orthogonal)
satu sama lain. Putnam
menyatakan bahwa "bridging"
modal sosial adalah inklusif, dan terjadi pada waktu individu dari berbagai latar belakang membuat
koneksi antar jejaring
sosia!. Oi sisi yang lain, bridging memberikan
Sebalknya, "bonding"
bisa eksklusif, dan terjadi pad a individu individu yang terikat kuat seperti
keluarga dan teman dekat, memberikan
lndividu dengan
dukungan
emosional
modal sosial terikat, keaneka ragaman
sedikit dukungan
dan substantif
latar belakangnya
emosi.
satu sama lain.
tidak begitu banyak,
tetapi mempunyai hubungan pribadi yang lebih kuat. Oukungan emosional yang timbal balik yang
dijumpai dalam bonding
dan memudahkan
Haythornthwaite
modal sosial, memberikan
dukungan emosional dan subtansi yang kuat
untuk mobilisasi.
(2002: I) adalah peneliti pertama di antara peneliti-peneliti
tentang, bagaimana pendekatan
dan offline. Dalam artikelnya
Baru) Haythornwaite
lain, yang menekankan
kekuatan ikatan (tie strength approach) bisa berbeda antara online
.' Tie strength and the Impact of new media' (Kekuatan
menyatakan bahwa sernakin kuat ikatan pasangan
dan Darnpak
dan sernakin sering, bisa
memelihara lebih banyak relasi dan dengan berbagai jenis serta menggunakan media lebih ban yak
untuk berkornunikasi,
Argumentasinya
adaptasi penggunaan
media dan memperluasnya
adalah, jika ikatannya kuat, para pelaku komunikasi mengke media lain, untuk mernbantu
yang penting dalam ikatan rnereka, di mana ikatannya lemah, komunikator mengandalkan
penukaran
beberapa
saran a kontak (seringkali hanya satu) dan tergantung ke media dan protokol yang ditetapkan oleh
orang lain.
Berdasarkan literatur yang ada, SNSs mendukung proses dari modal sosial bonding dan modal
sosial bridging (Ellison et.aI2007, Steinfield et.al. 2008, Papacharissi et.al. 2008. Burke et.a.12009),
mendukung harga diri rernaja dan mendorong mereka berhubungan dengan remaja lain (Ellison et.
al. 2007, Steinfield et.aI2008),
kepercayaan
646
merangsang pernbelajaran sosial (Burke et.al. 2(10), meningkatkan
sosial, partisipasi dan keterlibatan dengan politik (Valenzuela et.a!. 2009).
Seminar Besar Nasional Komunikasi
=============================
Komunikasi @2014
PERMASALAHAN
Bagaimana kontribusinorma
norma sosial pad a pembentukan modal sosial melalui SNS's?
METODE
SAMPEL DAN PROSEDUR
Untuk
menjawab pertanyaan ini, dilakukan survai terhadap
500 Siswa SMA di Kota Malang-
Indonesia, meliputi 21 sekolah baik Negeri maupun Swasta, 3 sekolah tidak bersedia dieksplorasi,
sehingga hasil studi hanya menjadi 18 sekolah. Kuesioner disebarkan ke 500 siswa, dan sekitar
55 kuesioner tidak dikernbalikan, 14 kuesioner tidak diisi dengan lengkap, dan oleh karenanya data
riset hanya rnencakup
431 responden.
Tabel 1. Ciri Ciri Responden
Ciri Ciri
Kategori
Gender
---.--.-
:
--+--.
-..- ...- 192...---...--- ..--,..I
Laki laki
ll -------
. ...---- ..-.-...-- ...44.5
-.....-...- .---. ---
!
239
~------------r--
1::
i
--_ ..
55.5
.+--------
~~:~
--~----------------------------------------
········-_f-_~~!fi~~hL)n..l
.
SNS
----
perempuan
__Li~_~~:~~~
Umur
---------
-
Percentase (%)
...
- ..-.- ·-----···-··--1---··-·-····---·····-·-....
f
Ak""
Frekuensi
---
Facebook
Twitter
•......
--------
,
--_
..- l.--__
:~~T
425
273
-.-----
Akses ke SNS
Handphone
------------~------------;,
KOll1puter ····· ..··t····
Warnet
Akses/Hari
_.
286
299!
174
:=Hj__-- ....--_==__-~=:
....
~ ---- .._..
-_
355
16-2 kali
40
<60 rnenit
89
.._.
.
.__
66.4
---+-----------------------_.-.
69.4
40.4
i
99
11-15kali
98.6
63.3.
._ .....
_--_23.0
.._ ..._-_._---
..... _--,
;
_ .._.-
82.4
------------------------_.. _---_.._--_.;--_ .._--_.._-_._-----------------+-----------------------------------+---------_._---------_._-------------------------------------------.--------~
Responden riset ini sebagian besar anak perernpuan
antara
i
(66.4%) atau kornputer
j
20.6
(55_5%) dari jumlah responden
15-16 tahun (66.1 %), sebagian besar menggunakan
akses via handphone
9.3
akun
(69.4%), meng-akses
431, berusia
Facebook (98.6%), melakukan
Internet sekitar
hari (82.4%) larnanya meng-akses sekitar 6-30 menit (46.1%). Penernuan
11-15 kali per
ini mencerrninkan
bahwa
SNSs telah menjadi bagian dari kegiatan Siswa SMA dewasa ini.
Seminar Besar Nasional Komunikasi
647
Komunikasi
@2014
===============================
PENGUKURAN
Responden
Facebook
diminta untuk mengisi kuesioner
dan Twitter. Rata-rata
responden
secara sukarela mengenai
menghabiskan
penggunaan
mereka terhadap
waktu sekitar 7-15 menit untuk mengisi
kuesioner.
DEMOGRAPHICS
Laki laki diberi kode 0 dan perempuan
diberi kode I. Ditanyakan
juga usia mereka.
SOSIAL CAPITAL
Sosial capital
(SC). Variabel
remaja, meliputi hubungan
Di icIentifikasi
menjelaskan
kepedulian
penelitian
untuk menjawab
untuk mengidentifikasi
remaja terhadap
remaja
terhadap
bridging
lingkungan
lingkungan
interpersonal
satu dimensi
ditambahakan
dan orang lain. ldentitas
dimana
social capital dan bonding
mereka
tinggal.
pada
remaja.
lokal untuk
Diadaptasi
dari
social capital. Untuk mengakomodasi
yaitu Identitas
Lokal. Skala Likert digunakan
pertanyaan.
HASILANALISIS
Berikut ini menunjukkan
faktor analisis
hubungan
mereka dengan teman-teman dan apa saja yang terlibat disekitar
pula kepercayaan
Williams (2006), meliputi
kepentingan
ini cIigunakan
hasil paired t-test
DAN DISKUSI
dengan mempertimbangkan
tertinggi dan item faktor analisis
terendah
nilai rata-rata
yang berkontribusi
antara
item
pada faktor general
bridging.
TabeI 2. Hasil t-test berpasangan
dalam Faktor Penjembatanan
Items
Dengan
berinteraksi
telah rnembuatku
yang besar
dengan
kornunitas
kegiatan
waktu saya untuk
urnum di sekolah
Hasil dari Paired t-tes menunjukkan
pada banyaknya
siswa untuk membentuk
p-value
4.09
0.167
5.111
0.000
3.92
(F I.L)
adanya perbedaan
interaksi
siswa dengan
secara signifinkan
jembatan
orang-orang
antara nilai loading Iaktor
dari bridging dimension, yang
disekolah
dan membuat
yang besar. Dengan kata lain, norma-norma
antar individu
Faktor yang kedua adalah local identity, Berikut
648
T-count,
Tingkat modal sosial siswa dibangun
merasa menjadi bagian dari komunitas
nilai rata-rata
lokal.
Deviation
(F 1.1-1)
tertinggi dan loading terendah.
tercermin
rerata
orang orang di sekolah
merasa bagian dari
Saya ingin menggunakan
mendukung
Umum
dengan
komunitas
sosial di sekolahnya.
in adalah hasil paired t-testyang
dari item dengan loading faktor tertinggi
mereka
sosial mendorong
dan loading faktor terendah
Seminar
menggambarkan
untuk identitas
Besar Nasional
Komunikasi
===============================
Komunikasi@2014
Tabel 3. Hasil Paired t-test pada Faktor Identitas Lokal
T
p-value
count
Saya mengetahui
berita aktual menzenai
~
Sepak Bola Arema (F2.H)
I
Klub
I
3.12
I
I
0.638
10.680
Saya merasa sebagai bagian dari Komunitas
Malang
(F2.L)
,
Hasil T-test
menunjukkan
yang tertinggi
mempunyai
bahwa terdapat
dan terendah.
Nilai
nilai lebih rendah
dilihat bahwa tingkatan
dengan banyaknya
rata-rata
berkontribusi
loading faktor 0.601 - 0.832, dan sebagian
nasihat
itu siswa tidak berpkir bahwa
Faktor
hasil
pembuatan
loading yang tinggi disebabkan
item terendah
berbagai
untuk faktor
keputusan
identitas
yang krusial
faktor t~rendah.
lokal, umumnya
Bisa
dicenninkan
yang lebih luas, untuk membangun
bonding
setelah
3 items dengan nilai
bahwa ada seseorang
keputusan
di sekolah
yang krusial (F3.H). Sementara
adalah acuan kerja yang baik
karena varian
nilai
item yag lebih
bagi mereka
tinggi. Berikut ini
rerata antara faktor loading
item tertinggi
dan
umum.
Paired t-test dari Faktor Bonding Umum
Items
yang memberikan
loading faktor tertinggi
loading
Malang .
orang orang di sekolah
Tabel4.Hasil
Ada seseorang
dengan
loading faktor
terkait dengan Klub Sepak Bola Arema. Dan,
besar siswa mengaku
dalam setiap
paired t-test dengan
faktor loading
lokal
ikatan urnum (general bonding) yang terbentuk
yang bisa memberikan
adalah
signifikan antaranilai
ke masyarakat
dari komunitas
I
item dengan
dalam dimensi
yang dimiliki siswa
umumnya
Faktor ketiga disebut
(F3.L).
dengan
modal sosial siswa
rasa yang kuat sebagai bagian
yang
item identitas
dibandingkan
pengetahuan
norma norma sosial
perbedaan
1
I
.
I
3.76
I
0.000
-.--.-..---- ...----..---~--·--··---·--·--·--·---+---I!
i
nasihat
dalarn mernbuat
(F3.H)
rerata
Deviation
3.79
0.056
Tcount
p-value
1.318
0.188
--;-----,------.---~
Orang interaksi
menjadi
dengan
Hasil dari Paired t-test
siswa
bahwa
tingkatan
keputusan
mernpunyai
interaksi
bisa
3.85
menunjukkan
bonding
ikatan yang kuat
membuat
rnungkin
acuan kerja yang baik . (F3.L)
rerata nilai general
dipahami
s aya di sekolah
pada
bahwa
loading
terdapat
modal sosial siswa
antara siswa dengan
perbedaan
faktor tertinggi
dari dimensi bonding
orang orang di sekolah
yang krusial. Norma-norma
yang tidak signifikan
dan loading
antara
faktor terendah.
umum , umumnya
yang membantu
sosial tidak besar kontribusinya
Bisa
tercermin
mereka
dalam
dalam mendorong
ikatan yang lebih kuat dengan orang lain. Dengan kata lain, siswa lebih banyak
dengan orang lain
di SNS's
Facebook
dan Twitter, jika dibandingkan
interaksi
dengan
kerabat dekat atau dengan keluarga.
Seminar Besar Nasional Komunikasi
649
===============================
Komunikasi @20l4
PEMBAHASAN
Norma
adalah kriteria
pembentukan
sikap pada kelompok
modal sosial adalah
karena melibatkan
ganjaran
sosial dalam masyarakat
mematuhi
norma
keberadaan
norma
sosial,
mempunyai
minat at au
ikatan kuat, biasanya
Remaja tidak akan kesulitan
Hal ini membuktikan
Fenomena
ini menunjukkan
karena
norma-norma
bahwa terjadi
bahwa
kehidupan
sebagai
generasi
muda,
'hadanarbeni'
diperlukan
seperi kemampuan
norma-norma
contoh
sosial terbukti
setelah
dengan
ikatan
orang lain, yang
berdasarkan
norma
kehidupan
mereka.
norma-norma
sosial dari orang tua atau
norma-norma
sosial
dalam masyarakat,
yang telah luntur (decreased)
macam
kepercayaan
di SNS dan interaksi
penting dalam membentuk
norma norma sosial.
dalam
"pracaya', Norma
itu benar dan bisa dipercaya.
Hasil
kepada aspek bridging.
tentang
menempel
Oi lain sisi, mempunyai
intelejen
dalam masyarakat.
kerabat, dan juga teman dekat.
ada norma sosial tertentu
atau "peduli",
tidak semua jenis informasi
hubungan
mereka mengetahui
transformasi
sekolah ke remaja. Mereka masih berinteraksi
mereka
norma
Orang yang
bridging, mencerminkan
dengan memfokuskan
sosial
hal itu.
bonding modal sosial yang menunjukkan
dalam keluarga,
dibentuk
berinteraksi
bahwa
antar
dari aspek
muda harus membangun
interaksi
dan tidak bisa disangkallagi
norma
interaksi
hobi yang sama. Sebaliknya,
bahwa
Sebenarnya,
semua orang memahami
akan memperkokoh
terjadi antar anggota
studi ini menunjukkan
Salah satu syarat dalam dalam
bagi individu yang menyimpang.
namun
bahwa interaksi yang terbentuk
yang lebih lemah, di mana generasi
tertentu.
dari norma norma sosial. Jadi, norma sosial penting,
dari masyarakat
itu tidak tertulis,
Riset ini membuktikan
masyarakat
ini tidak setinggi
('trust')
di Internet,
Namun,
terbatas sangat
dengan
pertimbangan,
studi ini juga menernukan
ikatan untuk
bridging
dari
bahwa
dan bonding
dalam
modal sosial.
Modal sosial yang dominan
adalah bridging.
yaitu dalam kerukunan
yang tepat
Pernyataan
dengan
komunitas
" interaksi
atau "guyub", yang merupakan
orang orang d sekolah,
yang besar", mencerminkan
seseorang yang mau berinteraksi
nilai rukun atau
Faktor ini mencerminkan
merasa
sebagai
bagian
nilai rukun atau guyub. Melalui
Jawa yang lain tercermin,
seperti
nilai
"handarbeni"
memaham i satu sama lain atau nilai "pangerten ", empati atau
"teposliro" dan pengorbanan
"legowo "Modal sosial kedua adaJah identitas
lokal merepresentasikan
generasi muda terhadap
kota Malang. Aspek berbangga
mecintai. Remaja mencintai
pada saat pelaksanaan
pertandingan
ISL (Indonesia
sepak bola. Walaupun
Super League),
setia klub sepak bola. Pernyataan
mencerminkan
lebih besar
pejabat publk
yang mencerminkan
650
remaja
remaja
percaya
di-identifikasikan
sosial
interakksi
untuk selalu
tetap
di Kota Malang"
atau peduli . Tetapi jika menghadapi
Kurangnya
League)
rasa peduli terhadap
komunitas
komunitas
yang
dalam studi ini . karena rernaja kurang melakukan
di Kota Malang.
norma-norma
bahwa
ini berkurang.
kecenderungan
pada klub
Premiere
pejabat pejabat pemerintah
at au
atribut Arema,
saat ini terjadi kebingungan
memiliki
Faktor ketiga adalah bonding modal sosial umum
orang Jawa yaitu
di
SNS
"pracaya"
oapat memecahkan
atau percaya. lni berarti
masalah
,
atau
kecintaan
norma norma sosial "fresno"
ke Arema IPL (Indonesia
"Saya mengetahui
handarbeni
di Kota Malang,
interaksi dengan
bahwa
Arema
norma norma sosial hdanarbeni
yang lebih besar ,rasa
adalah
klub sepak bola. Norma ini tercerm in dalam pemakaian
sepak bol terse but , bahwa terjadi pertikaian
dan Arema
local. ldentitas
dari
interaksi antar individu dan dengan
dengan orang lain, mencenninkan
nilai guyub, nilai-nilai
sosial Jawa,
aspek utama dan paling penting.
membuatku
bahwa remaja melakukan
norma-norma
yang mereka
Seminar Besar Nasional Komunikasi
===============================
Komunikasi @2014
hadapi. Remaja percaya bahwa pad a interaksi SNS ,cukup tinggi ,mengingat ada proses pembuatan
keputusan dari nasehat yang mereka terima. Dalam hal ini, nasehat merupakan referensi yang baik,
dalam artian
remaja mendapatkan
keuntungan
dengan orang lain, bisa menguntungkan
dari orang tersebut, sehingga dengan interaksi
atau "piguna" atau berguna . Kebiasaan dihonnati dengan
baik, tumbuh pada orang orang Jawa sejak usia dini mereka dalam keluarga. Pendidikan diberikan
dalam beberapa situasi yang memerlukan sikap honnat:
wedi, isin, dan sungkan (takut, malu dan
enggan). Nilai nilai wedi, isin, dan sungkan, merupakan kelanjutan perasaan dengan fungsi sosial,
yang bisa memberikan dukungan psikologis
pad a prinsip hormat. lndividu diberanikan/didorong
untuk hormat dan akan menimbulkan perasaan tidak rukun jika ada kekurangan sikap honnat.
KESIMPULAN
Kesimpulan
dari riset
1111
adalah bahwa
Facebook
dan Twitter
memperkokoh komunikasi antar individu bagi kaum muda
mampu
membangun
Indonesia. Facebook dan Twitter
menjadi sarana yang tepat bagi orang yang saling kontak dan sekaligus berpartisipasi
yang kolektif seperti kelompok anti-rokok
di Indonesia yang menyosialisasikan
dan juga gerakan sosial dalam sosial politik.
berani berpartisipasi
bisa
pada bagian
bahaya merokok
Dengan kata lain, SNSs bisa membuat kaum muda
secara suka rela pad a masyarakat mereka.
norma norma sosial berkontribusi
dan
dalarn pernbentukan
Riset ini membuktikan
bahwa
penjembatanan modal sosial serta identitas
lokal walau tidak terlalu mengikat .
Seminar Besar Nasional Komunikasi
651
Komunikasi @2014
=============================
DAFTAR PUS TAKA
Adler, Paul dan Kwon, Seck-Woo.
Management
2002. Sosial Capital: Prospect
Review 2002, Vol. 27, No. I, 17-40. University
Boyd, danah dan Ellison, Nicole. 2007. Sosial Network
Journal of Computer-Mediated
issueJ/boyd.ellison.html.
Ellison, N. , Charles
Steinfield
dan Sosial Capital:
Association.
Ellison,
Accessed
Of
Of Southern California
Sites: Definition,
13(1), article
Communication,
For A New Concept. Academy
History, dan Scholarship.
11. htlp:lljcmc.indiana.edu/voI131
on 20 April 20 II.
dan Cliff Lampe. 2006. SpatialLy Bounded Online Sosial Networks
The Role of Facebook. Annual Conference
of the International
Communication
Germany
c.,
N. , Steinfield
clan Lampe,
C. 2007.
The Benefits of Facebook
Capital dan College students' use of online Sosial network sites. Journal
Communication,
"Friends
Sosial
of Computer-Mediated
12(4), article I. http://jcmc.indiana.edu/voIl2/issue4/ellison.html.
Accessed
on J0
January 20 II.
Haythornthwaite,
Caroline.
Hawaii International
200 I. Tie Strength dan Impact of New Media. Proceedings
Conference
on System Sciences.
University
of the 34th
of Illinois at Urbana-Champaign.
Access at 30 May 20 II.
Lin, N. 1999. Building a Network Theory of So sial Capital. Keynote Address at the XIX International
Sunbelt Sosial Network
Littlejohn,
Stephen
Conference,
W. 2009.
Charleston,
Encyclopedia
South Carolina,
February
of Communication
18-21,1999
Theory.
California.
SAGE
Publications.
Magnis, Fransz dan SJ .Suseno.
1985. Erika Jawa . Sebuah A nalisa Falsafi Tentang Kebijaksanaan
Hidup Jawa. PT Graniedia : Jakarta
Putnam, Robert D. Bowling Alone: The Collapse dan Revival of American Community. New York,
Simon & Schuster, 2000
Straubhaar,
Joseph
dan Larose,
Robert.
2004. Media Now:
Understdaning
Media, Culture, dan
Technology. Wadsworth. Thomson Learning.
Supriono,
Flassy dan Rais, 2007.
Williams,
D. (2006),
Computer-Mediated
williams.html.
: Unsur-Unsur Pembentuk. www.p idtk.boppenas.go.id
On dan ojf the 'net: Scales for Sosial capital in an online era. Journal of
Communication,
Accessed
on 5 December
11(2),
article
II.
http://jcmc.indiana.edu/volll/issue2/
20 IO.
DATA DIRI PENULIS
Reza
Safitri
Komunikasi
adalah
staf pengajar
FISIP Universitas
di Jurusan
Brawijaya
Agribisnis
Malang.
di Jurusan Media, Faculty Arts and Social Sciences,
Fakultas
Pertanian
Saat ini sedang menyelesaikan
University
dan Jurusan
program
IImu
doktor
of Malaya dengan tesis berjudul An
Examination of Social impact Factors on Internet Social Networking Sites (SNS5) Users in Malang,
East Java, indonesia. Beberapa
lnternasional
baik di dalam negeri maupun di luar negeri.Minat
Massa terutama
652
kali telah menjadi pemakalah
dibeberapa
utamanya
seminar Nasional
maupun
adalah pad a Komunikasi
tentang Media Baru.
Seminar Besar Nasional Komunikasi
Download