Kode/Nama Rumpun Ilmu: 722/Pendidikan Sejarah

advertisement
Kode/Nama Rumpun Ilmu: 722/Pendidikan Sejarah
LAPORAN KEMAJUAN
DOSEN MADYA
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BLOG PADA MATA
KULIAH SEJARAH KONTEMPORER EROPA
KETUA
: Drs. Gurdjita, M.Pd.
ANGGOTA
: Oka Agus Kurniawan S, M.Pd NIDN : 0005088704
UNIVERSITAS SILIWANGI
JULI 2017
NIDN : 0026125202
i
RINGKASAN
Tujuan Jangka Panjang
Untuk jangka panjang yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Merumuskan media pembelajaran blog yang dapat dipakai oleh semua
dosen jurusan pendidikan sejarah
2. Menghasilkan
calon
guru
sejarah
yang
berkualitas
dan
dapat
memanfaatkan blog
Target Khusus
Target khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Perlu didorong suatu kegiatan pembelajaran yang menggunakan media
pembelajaran berbasis teknologi khususnya blog
2. Mengembangkan blog di jurusan pendidikan sejarah pada mata kuliah
sejarah kontemporer Eropa
Metode Yang Akan di Pakai Untuk Mencapai Tujuan Jangka Panjang
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian dan
pengembangan atau lebih dikenal dengan Research and Development. Metode
Penelitian dan Pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk
menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut
Rencana Kegiatan yang Diusulkan
Adapun rencana kerja yang diusulkan dalam penelitian ini adalah:
1. Mengembangkan blog di jurusan pendidikan sejarah pada mata kuliah
sejarah kontemporer Eropa
2. Melakukan
kegiatan
pembelajaran
dengan
menggunakan
media
pembelajaran blog
3. Mengetahui respon dari calon guru sejarah setelah melakukan kegiatan
pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran blog
ii
PRAKATA
Alhamdulillah, puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan kemajuan penelitian ini yang berjudul “Pengembangan
Media
Pembelajaran Blog Pada Mata Kuliah Sejarah Kontemporer Eropa”.
Penelitian ini perlu untuk digali dikarenakan dapat dijadikan sebagai
pembelajaran yang inovatif, apalagi di era digital ini mahasiswa sudah tidak asing
lagi dengan teknologi digital berupa blog. Dengan situasi seperti ini, penulis ingin
mengembangkan media pembelajaran blog dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Dalam pengembangannya, penulis akan mengkombinasikan antara materi
pembelajaran, gambar/foto/peta, dan video, dengan begitu akan terkreasi media
pembelajaran yang ideal dan mahasiswa pun akan nyaman dalam kegiatan
pembelajarannya.
Penulis mengakui penelitian ini jauh dari sempurna. Penulis membuka
kritik dan saran dari semua pihak untuk melengkapi laporan kemajuan penelitian
ini.
Tasikmalaya, 31 Juli 2017
Penulis
iii
DAFTAR ISI
RINGKASAN................................................................................
ii
PRAKATA.....................................................................................
iii
DAFTAR ISI..................................................................................
iv
DAFTAR TABEL..........................................................................
v
DAFTAR GAMBAR.....................................................................
vi
BAB I PENDAHULUAN..............................................................
1.1.
Latar Belakang Masalah.........................................
1.2.
Identifikasi Masalah...............................................
1.3.
Batasan Masalah.....................................................
1.4.
Rumusan Masalah...................................................
1.5.
Tujuan Penulisan.....................................................
1.6.
Luaran Penelitian....................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................
2.1. Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran.................
2.2. Konsep Pengembangan Media......................................
2.3. Media Pembelajaran Blog............................................
2.4. Penelitian Terdahulu...................................................
BAB III TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN................
3.1. Tujuan Penelitian........................................................
3.2. Manfaat Penelitian......................................................
BAB IV METODE PENELITIAN.............................................
4.1. Metode Penelitian.......................................................
4.2. Lokasi Penelitian........................................................
4.3. Populasi dan Sampel Penelitian..................................
4.4. Tahapan Penelitian......................................................
4.5. Strategi Penelitian.......................................................
4.6. Instrumen Penelitian....................................................
4.7. Teknik Analisis Data..................................................
BAB V HASIL YANG DICAPAI................................................
BAB VI RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA.....................
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN......................................
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................
LAMPIRAN....................................................................................
1
4
4
4
4
4
4
6
6
9
11
15
17
17
17
18
18
18
18
18
20
23
25
27
34
35
36
38
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Aspek penilaian media pembelajaran blog......................
25
Tabel 4.2 Kategori skala Likert......................................................
25
Tabel 4.3 Kategori skala Likert......................................................
26
Tabel 5.1 Tinjauan ahli media........................................................
30
Tabel 5.2 Tanggapan hasil uji coba terbatas..................................
32
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1. Langkah-langkah penelitian R&D..............................
23
Gambar 5.1. proses penulisan artikel blog......................................
28
Gambar 5.2. Tampilan artikel pada blog........................................
29
vi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan pada calon guru sejarah yang
telah mengikuti mata kuliah sejarah kontemporer eropa bahwa penggunaan media
pembelajaran blog harus dikembangkan agar dapat mengembagkan kualitas
pembelajaran yang lebih baik di kelas. Ada beberapa permasalahan yang peneliti
lihat dalam penyusunan proposal ini, pertama sudah adanya blog pembelajaran
pada mata kuliah sejarah kontemporer Eropa namun belum dapat dimaksimalkan
dalam penggunaanya pada kegiatan pembelajaran di kelas. Hal ini terlihat karena
media pembelajaran blog dibuat dengan waktu yang tidak sebentar dan
memerlukan kemampuan khusus. Walaupun demikian, peneliti ingin mencoba
menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di kelas karena sesuai dengan
keadaan zaman sekarang agar mahasiswa tidak bosan.
Kedua, berdasarkan survey yang sudah dilakukan kepada mahasiswa
bahwa blog yang sudah ada kurang menarik bagi mahasiswa sehingga tidak dapat
meningkatkan antusiasme dalam segi penggunaannya, maka dari itu diperlukan
pengembangan agar media pembelajaran blog ini dapat bermanfaat bagi
mahasiswa. Ketiga, blog sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa karena saat ini
merupakan era digital yang memanfaatkan teknologi internet ditambah lagi
berdasarkan survey bahwa semua calon guru sejarah angkatan 2016 sudah pernah
melakukan blogwalking atau berkunjung dari suatu blog ke blog lain untuk
mencari sumber belajar. Dengan fakta tersebut, blog bukanlah hal yang baru dan
rumit bagi calon guru sejarah serta diharapkan dalam pembelajaran di kelas
mereka semakin termotivasi dan dengan begitu blog pembelajaran yang sudah
adapun tidak sia-sia dan dapat digunakan dengan adanya pengembangan terlebih
dahulu. Keempat, alasan pemilihan pada mata kuliah sejarah kontemporer Eropa
dikarenakan materinya yang berat ditambah sumber materinya baik teks dan film
1
sulit untuk dicari. Maka dari itu dengan adanya media pembelajaran blog ini dapat
memberikan solusi dari permasalahan tersebut.
Gilakjani, Ismail, dan Ahmadi (2012) menjelaskan bahwa penggunaan
teknologi digital dalam pembelajaran menyediakan kondisi belajar dengan
kesempatan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kaya bagi peserta didik,
kaya akan informasi dan sumber belajar, serta dapat disisipi dengan berbagai
elemen berbasis multimedia pembelajaran. Penggunaan media dan TIK
(Teknologi Informasi dan Komunikasi) dapat mengembangkan sumber belajar
yang dinamis, serta menarik bagi indra yang berbeda dan beragam gaya belajar
peserta didik.
Dengan adanya teknologi digital dapat membuat peserta didik menjadi
lebih terpacu motivasinya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan tentu saja
teknologi digital tersebut perlu disesuaikan dengan designnya yang menarik agar
peserta didik nyaman dan tujuan pembelajarannya pun dapat tercapai, seperti
pengembangan blog media pembelajaran.
Blog merupakan sebuah aplikasi CMS (Content Management System) yaitu
perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan atau
memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web. Umumnya, sebuah CMS
(Content Management System) terdiri dari dua elemen: aplikasi manajemen isi
(Content Management Application, [CMA]); aplikasi pengiriman isi (Content
Delivery Application [CDA]). Elemen CMA memperbolehkan pembuat untuk
memanajer isi yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML
(HyperText Markup Language), untuk memenejemen pembuatan, modifikasi, dan
penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai
seorang Webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasiinformasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh pembuat
situs web untuk meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut.
Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu,
kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen
format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan.
2
Banyak hal yang bisa dilakukan dalam pengembangan sebuah blog
pembelajaran, Rokhman, Sardiman dan Pramandanu (2015) menjelaskan bahwa
dengan media blog ini mudah untuk memberikan materi pembelajaran pasca
penerimaan pelajaran ataupun sebelum pelajaran dilaksanakan. Dengan beberapa
aspek tersebut maka media Blog sangat dibutuhkan untuk menutupi dan
melengkapi waktu mengajar yang sangat kurang.
Media pembelajaran blog yang dikembangkan ini akan mencoba untuk
menjadikan blog sebagai
media pembelajaran interaktif
karena
media
pembelajaran interaktif berbasis blog memiliki beberapa keistimewaan seperti
yang diungkapkan oleh Sukiman (2012), yaitu: 1) untuk memperjelas penyajian
pesan agar tidak terlalu bersifat verbalostis, 2) mengatasi keterbatasan ruang,
waktu dan daya indera, 3) dapat mengatasi sifat pasif anak didik dan, 4)
mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Guru tidak lagi
perlu menyampaikan seluruh materi pembelajaran melalui ceramah, tetapi guru
bertugas sebagai fasilitator dalam memecahkan kesulitan-kesulitan belajar yang
dialami oleh siswa.
Dalam
upaya
meningkatkan
mutu
pembelajaran
sejarah,
media
pembelajaran blog sangat dibutuhkan. Kehadiran blog dan kemajuan internet
sangat mendukung dalam pengembangan media pembelajaran. Pembelajaran
dengan media blog akan sangat membantu mahasiswa dalam memahami materi
pembelajaran sejarah, karena dengan media blog memungkinkan untuk
menghadirkan bentuk pembelajaran yang menarik, efektif dan efisien. Dengan
media pembelajaran blog dapat menyajikan materi pembelajaran tekstual dan
visual. Dengan hadirnya blog dan internet semua peserta didik dapat mengakses
pembelajaran sejarah dimanapun mereka berada.
Penggunaan media yang lebih canggih seperti blog menuntut konsekuensi
dari pengajar untuk mampu mengoperasikannya dalam proses pembelajaran.
Untuk itu, adanya kreativitas dalam menyampaikan bahan atau materi belajar akan
menjadikan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menarik.
3
1.2.Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas,
masalah dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1.
Media pembelajaran blog pada mata kuliah Sejarah kontemporer Eropa sudah
ada namun belum dapat dimaksimalkan
2.
Blog yang sudah ada kurang menarik bagi mahasiswa sehingga tidak dapat
meningkatkan antusiasme dalam segi penggunaannya
3.
Mata kuliah sejarah kontemporer Eropa memiliki kedalaman materi yang
berat ditambah sumber materinya baik teks dan film sulit untuk dicari, maka
dari itu dengan adanya media pembelajaran blog ini dapat memberikan solusi
dari permasalahan tersebut.
4.
Diperlukan pengembangan media pembelajaran blog pada Mata Kuliah
Sejarah Kontemporer Eropa
1.3. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, permasalahan
yang ada cukup luas, sehingga perlu adanya pembatasan masalah yang akan
diteliti. Maka penelitian ini akan dibatasi padapengembangan media pembelajaran
blog pada mata kuliah Sejarah kontemporer Eropa
1.4. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka
permasalahan tersebut dapat dirumuskan, yaitu bagaimana pengembangan media
pembelajaran blog pada mata kuliah Sejarah kontemporer Eropa semester 2 Tahun
Ajaran 2016/2017
1.5. Tujuan Penulisan
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jawaban dari permasalahan
yang dikemukan di atas, yaitu untuk mengetahui gambaran pengembangan media
pembelajaran blog pada mata kuliah Sejarah kontemporer Eropa semester 2 Tahun
Ajaran 2016/2017
1.6. Luaran Penelitian
Adapun target luaran wajib yang akan dicapai pada penelitian ini adalah:
4
1.
Publikasi ilmiah dalam jurnal lokal yang mempunyai ISSN atau jurnal
nasional terakreditasi
Sedangkan luaran tambahan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah
1.
Pengayaan bahan ajar
5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah
berarti tengah, perantara atau pengantar. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu
medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Gerlach &
Ely, mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah
manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa
mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Secara khusus,
pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alatalat grafis, photografis, atau elektronik untuk menangkap, memproses, dan
menyusun kembali informasi visual atau verbal (Arsyad, 2011:3). Gagne
menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan
siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar, sementara itu Briggs berpendapat
bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta
merangsang siswa untuk belajar (Sadiman, 2002:6). Berdasarkan beberapa
pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media adalah komponen-komponen
yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima
sehingga dapat menstimulus pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa dalam
proses belajar.
Adapun media pengajaran menurut Sukmadinata (2003:112) diartikan
sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi
pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa,
sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar. Dari berbagai definisi di atas
dapat diambil kesimpulan bahwa media adalah segala benda yang dapat
menyalurkan pesan atau isi pelajaran sehingga dapat merangsang siswa untuk
belajar.
Penggunaan
media
pembelajaran
dapat
membantu
meningkatkan
pemahaman dan daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari.
6
Berikut ini fungsi-fungsi dari penggunaan media pembelajaran menurut Asnawir
dan Usman (2002:24):
1. Membantu memudahkan belajar bagi siswa dan membantu memudahkan
mengajar bagi guru.
2. Memberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi lebih
konkrit)
3. Menarik perhatian siswa lebih besar (kegiatan pembelajaran dapat berjalan
lebih menyenangkan dan tidak membosankan).
4. Semua indra siswa dapat diaktifkan.
5. Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar
Pendapat lain dikemukanan oleh McKnow dalam Sihkabuden (2005: 19)
fungsi media pembelajaran antara lain:
1. Mengubah
titik
berat
pendidikan
formal,
yaitu
melalui
media
pembelajaran yang sebelumnya abstrak menjadi kongkret, pembelajaran
yang sebelumnya teoritis menjadi fungsional praktis
2. Membangkitkan motivasi belajar
3. Memperjelas penyajian pesan dan informasi
4. Memberikan stimulasi belajar atau keinginan untuk mencari tahu.
Berdasarkan pendapat di atas bahwa media pembelajaran dapat berfungsi
sebagai sarana yang dapat mempermudah guru dan siswa dalam pembelajaran,
sehingga
media
pembelajaran
ini
mempunyai
peranan
penting
dalam
mensinergikan atau menyamakan visi di dalam kegiatan pembelajaran. Media
pembelajaran ini sangat penting dalam menarik perhatian siswa karena dengan
adanya media pembelajaran ini siswa dapat memvisualisasikan dalam pikirannya
mengenai materi yang disampaikan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran.
Selain fungsi yang disebutkan di atas, ada beberapa manfaat media pembelajaran
yang dijelaskan oleh Nana Sudjana (2010:3), yaitu:
1. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar.
7
2. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih
dipahami oleh siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan
pembelajaran lebih baik.
3. Metode pembelajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi
verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan
dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar untuk setiap
jam pelajaran.
4. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya
mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti pengamatan,
melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.
Kesimpulan yang dapat dimabi dari pendapat di atas bahwa media
pembelajaran mempunyai manfaat yang sangat berpengaruh dalam kegiatan
pembelajaran seperti meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga suasana
dalam kelas tidak membosankan bagi siswa. Dengan adanya media pembelajaran
ini guru tidak kehabisan tenaga dalam melakukan kegiatan pengajarannya karena
tidak terlalu menekankan verbalisme dalam penyampaian materinya.
Media pembelajaran yang dapat dipakai dalam kegiatan pembelajaran
tidak hanya terbatas pada alat pembelajaran yang biasanya berupa model, benda,
gambar, tetapi lebih dari itu, seperti yang dikemukakan oleh Lawrence Grossbreg,
Ellen Wartella. D. Charles White (2002:104) sebagai berikut:
Some people assume that the media are simple technologies that can be
described in terms of the hardware of production tramsmission
andreception, but don’t that way because media include cover
entire/allcomponent able to be used by teacher to clarify lesson items “.
Sebagian orang berasumsi bahwa media itu hanya teknologi yang dapat
diuraikan dalam kaitanya dengan perangkat keras, transmisi, produksi, dan
penerimaan. Namun tidak demikian karena media mencakup seluruh komponen
yang dapat digunakan guru untuk memperjelas materi pelajaran. Begitu juga
dengan media pembelajaran blog yang dikaji dalam penelitian ini.
8
2.1.1. Penggunaan dan Pemilihan Media Pembelajaran
Menurut Strauss dan Frost yang dijelaskan dalam Dina Indriana (2011:32)
mengidentifikasikan sembilan faktor kunci yang harus menjadi pertimbangan
dalam memilih media pengajaran. Kesembilan faktor kunci tersebut antara lain
batasan sumber daya institusional, kesesuaian media dengan mata pelajaran yang
diajarkan, karakteristik siswa atau anak didik, perilaku pendidik dan tingkat
keterampilannya, sasaran pembelajaran mata pelajaran, hubungan pembelajaran,
lokasi pembelajaran, waktu dan tingkat keragaman media.
Pendapat lain diungkapkan oleh Arsyad (2011:71) bahwa dalam memilih
media hendaknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:
1. Kemampuan mengakomodasikan penyajian stimulus yang tepat (visual
dan/ atau audio)
2. Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang tepat (tertulis, audio,
dan/ atau kegiatan fisik)
3. Kemampuan mengakomodasikan umpan balik
4. Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi
atau stimulus, dan untuk latihan dan tes (sebaiknya latihan dan tes
menggunakan media yang sama)
5. Tingkat kesenangan (preferensi lembaga, guru, dan pelajar) dan
keefektivan biaya
2.2.Konsep Pengembangan Media
Pengembangan menurut
adalah Tindakan
mengembangkan atau
menunjukkan sesuatu yang belum diketahui. Proses dari pengembangan setara
bertahap dari sesuatu yang sudah ada, sebagai sebuah rencana atau metode.
Perubahan bertahap atau pertumbuhan melalui proses perubahan yang
berkembang juga merupakan hasil dari pengembangan atau kondisi yang telah
dikembangkan.
Menurut Rayandra Asyhar (2012: 94) Pengembangan media pembelajaran
merupakan kegiatan yang terintegrasi dengan penyusunan dokumen pembelajaran
lainnya, seperti kurikulum, silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP),
9
dan lain-lain. Untuk menghasilkan suatu media pembelajaran yang baik dalam arti
efektif meningkatkan mutu pembelajaran, diperlukan suatu perancangan yang
baik. Menurut Sadiman, dkk (dalam Rayandra Asyhar 2011: 94), perancangan
media pembelajaran dapat melalui enam tahap, antara lain: menganalisis media
pembelajaran siswa, merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan butir-butir
materi, menyusun instrument evaluasi, menulis naskah media, dan melakukan
evaluasi. Disamping itu, tahap validasi ahli sebaiknya dilakukan terhadap naskah
atau materi pada media yang sudah disusun, yang dilakukan sebelum dilakukan
uji coba lapangan.
Pengembangan media pembelajaran sangat penting dilakukan, baik secara
individual, bersama-sama dan atau melibatkan pihak eksternal karena ketersedian
media pembelajaran di sekolah-sekolah, perguruan tinggi dan lembaga-lembaga
pendidikan masih sangat terbatas.
Kata media merupakan jamak dari kata medium. Medium dapat
didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari
pengirim menuju penerima. Menurut Gagne (Rayandra Asyhar, 2012: 7) media
adalah berbagai komponen pada lingkungan belajar yang membantu pembelajar
untuk belajar. Briggs (Rayandra Asyhar, 2012: 7) mendefinisikan bahwa media
sebagai sarana fisik yang digunakan untuk mengirim pesan kepada peserta didik
sehingga merangsang mereka untuk belajar. Media pembelajaran menurut Gerlach
dan Ely (Rayandra Asyhar, 2012: 8), memiliki cakupan yang sangat luas, yaitu
termasuk manusia, materi atau kajian yang membangun suatu kondisi yang
membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau
sikap. Media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk
melakukan komunikasi dalam pembelajaran, sehingga bentuknya bias berupa
perangkat keras (hardware), seperti komputer, dan perangkat lunak (software)
yang digunakan pada perangkat keras itu. Jadi, berdasarkan pengetian menurut
ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu
yang dapat menyampaikan sebuah pesan dari penyampai ke penerima pesan
secara terencana, sehingga penerima pesan dapat melakukan proses belajar secara
efesien dan efektif.
10
Media dibutuhkan dalam proses pembelajaran, Menurut Daryanto (2013:5)
secara umum dapat dikatakan media mempunyai kegunaan, antara lain:
1.
Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalitas.
2.
Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
3.
Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan
sumber belajar.
4.
Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan
visual, audiotori dan kinestetiknya.
5.
Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan
menimbulkan persepsi yang sama.
6.
Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru
(komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan),
dan tujuan pembelajaran.
Dari pendapat di atas, Jadi media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat
merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar
untuk mencapai tujuan belajar.
Menurut Rayandra Asyhar (2012: 44) berdasarkan indera yang dirangsang
dalam proses pembelajaran, jenis media dapat dibagi ke dalam empat kelompok,
yaitu media visual, media audio, media audiovisual dan multimedia. Media
pembelajaran dimungkinkan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu
pembelajaran sebab dengan adanya media siswa dapat berinteraksi secara audio
dengan rekaman, visual dengan gambar diam atau gambar bergerak dan secara
audio visual dengan video atau bisa juga yang termasuk ke dalam pengemasan
media audio, media visual, dan media audo visual
2.3. Media Pembelajaran Blog
Kemajuan di teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet
melahirkan sebuah aplikasi yang dapat dimanfaatkan sebagai media belajar yaitu
blog. Blog sebagai sebuah media memiliki berbagai fasilitas yang dapat
dimanfaatkan dalam kegiatan belajar di kelas. Selain itu, blog ini pun sebenarnya
membawa peluang lebih besar untuk mendistribusikan materi atau bahan ajar
11
kepada siswa. Blog juga dapat digunakan oleh pendidik untuk bahan diskusi
dengan siswa.
Secara umum, blog dapat diartikan sebagai salah satu bentuk aplikasi web
di internet yang terdiri atas tulisan berupa cerita, laporan, pembahasan suatu
masalah dan sebagainya yang disebut sebagai posting. Menurut Pratama (2012)
biasanya suatu halaman blog terdiri dari sebuah bagian posting dan sidebar.
Posting berisi tulisan-tulisan dengan judul dan penjelasan serta komentar diakhirn
tulisan. Bagian posting merupakan bagian yang terbesar dalam suatu halaman
blog. Di samping bagian posting terdapat sidebar yang bisa kita isi sesuai dengan
keperluan dan keinginan kita sendiri. sidebar bisa kita ini dengan gambar, video,
tulisan, link, ataupun kode html. Dengan adanya sidebar kita bisa menambahkan
berbagai pelengkap untuk memperindah blog yang tidak disediakan oleh situs
penyedia blog itu sendiri. (http: //www.scribd.com/doc/ 15877619/ Blog-sebagaimedia-Pembelajaran, 28 Januari 2017)
Ada beberapa keunggulan blog dibanding saluran komunikasi lainnya
menurut Muhammad Adri (2008: 29-30) adalah sebagai berikut.
1. Publishable. Anda dapat langsung memposting berita dengan murah,
mudah dan dapat dibaca dimanapun.
2. Findable. Mudah ditemukan lewat situs pencari berdasarkan subyek, nama
penulis atau keduanya. Semakin tambun suatu blog, biasanya semakin
digemari.
3. Social. Percakapan yang menarik berdasarkan topik beralih dari satu situs
ke situs web, nge-link dari link ke link lain. Melalui blog, mereka yang
memiliki minat yang sama dapat membangun network atau berita lintas
geografi.
4. Viral. Informasi menyebar lebih cepat melalui blog dibanding news
service. Saat ini, tidak ada viralmarketing yang dapat menyetarakan
kecepatan dan efisiensi sebuah blog.
5. Syndicatable. Konten yang kaya mudah disindikasikan oleh siapa saja.
Dengan blog ribuan informasi yang tersebar dapat dengan mudah
diperoleh.
12
6. Linkable. Setiap blog nge-link ke yang lain, memiliki akses ke puluhan
juta orang yang mengunjungi blogsphere setiap hari yang bercirikan
komunikasi internet dua arah.
Pemanfaatan blog sebagai media belajar masih sedikit yang menggunakan.
Padahal media ini sangat menarik untuk diterapkan di dalam kegiatan belajar.
Kegiatan belajar dengan media blog dalam dunia pendidikan dapat meningkatkan
kualitas diri dan kompetensi seorang guru. Disini memungkinkan guru dapat
bertukar pikiran dengan guru lain mengenai kiat-kiat mengajar, serta guru dapat
mempostingkan bahan ajar dan sebagainya yang kemudian dapat dipelajari oleh
siswa melalui blog ini. Sehingga memperlancar kegiatan belajar dalam rangka
peningkatan kompetensi guru dan pendidikan pada umumnya.
Media blog selain bermanfaat bagi guru, juga membawa manfaat bagi
siswa, diantaranya siswa dapat belajar di luar jam sekolah tanpa ada batas ruang
dan waktu sekaligus memperkenalkan siswa pada dunia teknologi dan informasi
khususnya dunai internet. Sebagai media belajar, siswa juga dapat saling bertukar
pikiran atau pendapat dengan teman satu kelas melalui komentar yang telah
disediakan di dalam blog.
Pemanfaatan media blog ini cukup efektif, karena para siswa tidak perlu
membuat blog dan pusing-pusing mengisi halaman blog mereka secara rutin
karena seluruh topik pembelajaran beserta diskusi dan interaksinya sudah terpusat
di satu tempat, yakni di blog guru. Melalui fasilitas komentar, para siswa dan guru
bisa berdiskusi secara aktif mengenai topik yang telah di publikasi di blog
tersebut. Keuntungan dari pemanfaatan media ini yakni semua aktivitas yang
dilakukan oleh siswa dapat dipantau dengan mudah oleh guru, karena semua
interaksi dilakukan di blog guru. Hal ini akan meminimalisir adanya kalimatkalimat negatif dari para siswa.
Menurut Bagus Tri Wibowo kriteria media blog yang baik haruslah
memenuhi persyaratan sebagai berikut.
1. Mendesain blog menjadi lebih menarik antara lain dalam hal pemilihan
warna dan gambar-gambar yang sesuai dengan apa yang ditampilkan pada
blog.
13
2. Efektifitas kata, kalimat dan paragraf dalam blog perlu diperhatikan. Hal
ini perlu dilakukan akan tercipta kenyamanan dalam membaca materi yang
ditampilkan dalam blog.
3. Pada blog dalam pembuatan materi bersifat feedback. Bertujuan untuk
menimbulkan
rangsangan
siswa
dalam
kegiatan
belajar
seperti
mengeluarkan pendapat, bertanya dan lain-lain.
4. Terdapat berbagai konten pada blog seperti andanya konten video dengan
materi yang ditampilkan pada blog kemudian di diskusikan oleh siswa.
(Bagus Tri Wibowo. http://www.scribd.com/doc/106615685/BlogSebagai- Media-Pembelajaran, 18 Juli 2017)
Dengan adanya blog, maka seorang pengajar dapat bereksplorasi dengan
blog yang dibuatnya tergantung dari tujuan yang dicapainya karena dalam blog
selain ada artikel-artikel nasional dan internasional terdapat juga video
pembelajaran yang semakin menarik perhatian siswa. Seorang pengajar yang
menggunakan blog sebagai media pembelajaran akan menemukan banyak
manfaatnya, seperti meningkatkan kemampuan menulis siswa, berpikir analisis
dan kritik, kemampuan berdiskusi, dan lain-lain, seperti yang diungkapkan oleh
Hall (2013), yaitu sebagai berikut:
“blogs can be used to improve student writing, especially for developing
skill in analysis and critique. The blog format is particularly useful for
shorter, less formal, assignments. Blog platforms allow for inclusion and
display of multimedia, which may offer an advantage over paper
submissions. Blogs provide a means for student response to or discussion
of outside-of-class readings that are not adequately covered during class.
They can be useful as a forum for group projects, or act as a collaborative
authoring tool for students to develop and present a group assignment or
project. Blogs can be a place where students reflect on readings, much as
analog journaling was used as a pedagogical tool in the past.”
(http://ii.library.jhu.edu/2013/ 11/27/using-blogging-as-a-learning-tool/, 28
januari 2017)
Blog sebagai media pembelajaran dapat digunakan oleh guru atau pengajar
pada saat di kelas dan hal pertama yang harus dilakukan adalah guru atau pengajar
harus sudah menyiapkan blog pembelajarannya dan di kelas, guru/ pengajar sudah
menyiapkan materi dan tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik, jadi pada
pelaksanannya nanti peserta didik mencari refrensi dalam mengerjakan tugasnya
14
melalui weblog yang ada di internet. Menurut Kristiyanti (2011:42), Blog dapat
dimanfaatkan oleh para guru/ pengajar untuk media pembelajaran, yaitu Blog
guru sebagai pusat pembelajaran. Guru dapat menuliskan materi belajar, tugas,
maupun bahan diskusi di blognya, kemudian para peserta didik bisa berdiskusi
dan belajar bersama-sama di blog guru/pengajarnya tersebut. Selain itu blog guru/
pengajar dan murid juga dapat saling berinteraksi. Guru, yang harus memiliki
Blog, mengharuskan peserta didik memiliki blognya masing-masing, sebagai
sarana mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya.
Berdasarkan pendapat di atas, jelaslah bahwa blog dapat diciptakan sesuai
dengan yang kita inginkan dan sebagai seorang pengajar harus mampu untuk
meningkatkan daya kreatifitasnya dalam men-design blognya agar terlihat
menarik dan mampu membuat siswanya.
2.4. Penelitian Terdahulu
Berikut beberapa hasil penelitian yang berhubungan dengan penelitian ini,
yaitu: Pertama, Rokhman,
Sardiman dan Pramandanu (2015) dengan judul
jurnalnya Pengembangan Media Blog Sejarah Untuk Pembelajaran Sejarah di
SMA. Hasil uji kelayakan terhadap media pembelajaran sejarah dengan blog
sejarah yang dikembangkan, menurut ahli materi memperoleh persentase sebesar
81,3%. Hasil tersebut termasuk dalam kategori sangat baik. Penilaian menurut
ahli media pembelajaran, memperoleh persentase 80,8%. Hasil tersebut termasuk
dalam kategori sangat baik. Evaluasi guru pengampu memperoleh 84,4%. Hasil
tersebut termasuk dalam kategori sangat baik. Penilaian menurut siswa pada uji
coba produk, memperoleh persentase 82,9%. Penilaian tersebut termasuk dalam
kategori sangat baik. Jumlah rerata adalah 82,2% dengan kategori sangat baik.
Dengan demikian berdasarkan rerata hasil uji ahli materi, uji ahli media
pembelajaran, evaluasi guru pengampu dan uji coba produk, media pembelajaran
dengan blog sejarah dinyatakan layak digunakan sebagai media pendukung
pembelajaran sejarah pada materi masuknya Hindu di Indonesia.
Kedua, Maria Kristiyanti (2012), Dalam jurnalnya yang berjudul Blog
Sebagai Alternatif Media Pembelajaran dijelaskan bahwa salah satu media yang
menarik diterapkan dalam pembelajaran adalah media Web Blog atau disebut
15
Blog. Blog dapat dimanfaatkan oleh para guru untuk media pembelajaran, yaitu
Blog guru sebagai pusat pembelajaran. Guru dapat menuliskan materi belajar,
tugas, maupun bahan diskusi di blognya, kemudian para muridnya bisa berdiskusi
dan belajar bersama-sama di blog gurunya tersebut. Selain itu blog guru dan
murid juga dapat saling berinteraksi. Guru, yang harus memiliki Blog,
mengharuskan
murid
memiliki
blognya
masing-masing,
sebagai
sarana
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya.
Ketiga, Ajat Sudrajat dan Zuljarnain (2015) dalam jurnalnya yang berjudul
Pengembangan Media Blog Sejarah Sebagai Alternatif Media Pembelajaran
Sejarah di Sekolah Menengah Atas. Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan sebagai berikut. 1) langkah-langkah pengembangan blog sebagai
media pembelajaran sejarah di SMA melalui: a) studi pendahuluan untuk
mengkonstruksi kerangka teoritik, b) merencanakan dan menyusun blog beserta
perangkatnya melalui FGD dan validasi ahli, c) melakukan uji coba terbatas di 1
SMA, evaluasi dan revisi blog. 2) Melalui uji coba terbatas pada 1 sekolah yakni
SMA N 5 Yogyakarta, menunjukkan media blog efektif bagi pembelajaran
sejarah. Uji coba blog menunjukkan bahwa media blog efektif dengan rerata skor
pre tes sebesar 78,57 dan pos tes sebesar 93,71. Dengan demikian peran media
blog dalam pembelajaran sejarah sebesar 15,14 persen. Sedangkan hasil penilaian
blog sendiri yang menyangkut blog dan materi menunjukkan data sebagai berikut.
Penilaian ahli terhadap kelayakan blog menunjukkan rerata skor 4,03 yang
termasuk dalam kategori baik. Sedangkan penilaian ahli terhadap materi
pembelajaran sejarah menunjukkan rerata skor 3,79 yang termasuk juga dalam
klasifikasi baik. Adapun penilaian siswa terhadap kelayakan blog menunjukkan
rerata skor 3,94 yang termasuk dalam kategori baik. Sedangkan penilaian siswa
terhadap materi pembelajaran sejarah menunjukkan rerata skor 3,85 yang
termasuk juga dalam klasifikasi baik
16
BAB III
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
3.1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jawaban dari permasalahan
yang dikemukan di atas, yaitu untuk mengetahui gambaran pengembangan media
pembelajaran blog pada mata kuliah Sejarah Kontemporer Eropa semester 2
Tahun Ajaran 2016/2017
3.2. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:
1.
Manfaat Teoritis
Dapat dijadikan role model bagi jurusan pendidikan sejarah untuk dijadikan
referensi ataupun ikut mengaktualiasikannya dalam pemanfaatan blog di
kelas
2.
Manfaat Praktis
a. Bagi dosen jurusan pendidikan sejarah
 Memberikan informasi kepada dosen bahwasannya perlu adanya
upaya untuk memaksimalkan teknologi yang tersedia dalam hal ini
blog untuk dimanfaatkan sebagai media belajar mahasiswa,
sehingga kegiatan belajar mengajarpun bisa dilakukan kapan saja
dan dimana saja.
b. Bagi mahasiswa
 Memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa dalam
pemanfaatan blog sebagai media belajar mandirinya.
 Penggunaan Blog sebagai media pembelajaran, mengajarkan
mereka untuk mahir mencari dan mendapatkan informasi dari
internet.
 Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bertanya dan
menjawab pertanyaan.
17
BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian dan
pengembangan atau lebih dikenal dengan Research and Development. Metode
Penelitian dan Pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk
menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut
(Sugiyono, 2013: 297). Menurut Puslitjaknov (Putra, 2011:133) model
pengembangan merupakan dasar untuk mengembangkan produk yang akan
dihasilkan. Model pengembangan dapat berupa model prosedural, model
konseptual, dan model teoritik. Dalam penelitian pengembangan ini digunakan
model prosedural karena dianggap cocok dengan tujuan pengembangan yang
ingin dicapai yaitu untuk menghasilkan suatu produk dan menguji kelayakan
produk yang dihasilkan dimana untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui
langkah-langkah tertentu yang harus dikuti untuk menghasilkan produk tertentu.
4.2. Lokasi Penelitian
Lokasi dalam penelitian ini adalah di Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Tasikmalaya dengan alamat
di Jl. Siliwangi 24 Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
4.3. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh calon guru sejarah Fakultas
Siliwangi Universitas Siliwangi dan sampel dalam penelitian ini adalah calon guru
sejarah angkatan 2016. Tehnik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini
adalah purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan
tertentu.
4.4. Model Penelitian
Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model
prosedural yang diadaptasi dari model pengembangan desain instruksional
menurut Dick & Carey (2009:6-8), yaitu:
18
1. Identifikasi Tujuan Pembelajaran
Langkah pertama dalam proses R&D adalah menentukan informasi apa
yang akan ditampilkan dan keterampilan yang akan diajarkan kepada siswa.
Tujuan pembelajaran dapat berasal dari tujuan pendidikan nasional, analisis
kinerja, analisis kebutuhan siswa, dan kesulitan belajar siswa.
2. Analisis Pembelajaran
Setelah identifikasi tujuan pembelajaran, langkah selanjutnya adalah
menentukan langkah yang dilakukan agar tujuan pembelajaran tercapai. Proses
analisis pembelajaran pada akhirnya akan menentukan pengetahuan, keterampilan,
dan sikap yang dibutuhkan siswa.
3. Analisis Pembelajar dan Konteks
Tahap selanjutnya adalah analisis paralel dari siswa, pihak yang akan
belajar keterampilan hingga akhirnya menerapkan dalam kehidupannya.
Keterampilan awal siswa, kecenderungan/ prioritas, dan sikap ditentukan bersama
dengan karakteristik pembelajaran agar menghasilkan produk yang sesuai
kebutuhan.
4. Menentukan Tujuan Pembelajaran
Langkah selanjutnya adalah menuliskan pernyataan spesifik dari apa yang
siswa dapat lakukan ketika mereka menyelesaikan pembelajaran. Pernyataan ini
berasal dari keterampilan yang diidentifikasi dalam analisis pembelajaran,
mengidentifikasi
keterampilan
yang
harus
dipelajari,
kondisi
di
mana
keterampilan akan didemonstrasikan, dan kriteria untuk tujuan pembelajaran yang
sukses.
5. Mengembangkan Instrumen Penilaian
Berdasarkan tujuan yang telah ditentukan, langkah selanjutnya adalah
mengembangkan penilaian yang sejajar dan mengukur kemampuan peserta didik
untuk melakukan apa yang menjadi tujuan pembelajaran. Penekanan utama
ditempatkan pada hal berkaitan dengan jenis keterampilan yang diuraikan dalam
tujuan dengan persyaratan penilaian.
6. Mengembangkan Strategi Pembelajaran
19
Berdasarkan informasi dari lima langkah sebelumnya, langkah selanjutnya
adalah mengidentifikasi strategi untuk digunakan dalam pembelajaran. Strategi
digunakan untuk membantu perkembangan siswa dalam belajar yang mencakup
kegiatan sebelum pembelajaran (menstimulasi motivasi dan memfokuskan
perhatian), penyajian konten baru dengan contoh dan demonstrasi, kegiatan
pembelajaran dan penilaian yang aktif, dan tindak lanjut kegiatan yang
berhubungan dengan kemampuan yang baru dipelajari untuk dilakukan dunia
nyata.
7. Mengembangkan dan Memilih Bahan Pembelajaran
Langkah selanjutnya adalah menghasilkan bahan pembelajaran yang
sesuai dengan strategi pembelajaran. Bahan pembelajaran biasanya terdiri dari
panduan bagi peserta didik, materi pembelajaran, dan penilaian.
8. Mendesain dan Melakukan Evaluasi Formatif
Setelah draft pembelajaran selesai maka langkah selanjutnya adalah
melakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengumpulkan data yang
digunakan untuk mengidentifikasi masalah dalam pembelajaran dan menemukan
kesempatan untuk membuat pembelajaran menjadi lebih baik.
9. Revisi
Langkah terakhir dalam desain dan pengembangan proses adalah
melakukan revisi produk. Data dari evaluasi formatif berguna untuk mengetahui
kekurangan produk dan selanjutnya digunakan memperbaiki kualitas produk.
10. Mendesain dan Melakukan Evaluasi Sumatif
Langkah terakhir dalam pengembangan produk adalah melakukan evaluasi
sumatif. Evaluasi sumatif adalah evaluasi produk yang menghasilkan nilai absolut
atau relatif dan terjadi setelah produk dievaluasi secara formatif dan direvisi.
4.5. Tahapan Penelitian
Prosedur penelitian pengembangan akan memaparkan prosedur yang
ditempuh oleh peneliti atau pengembang dalam membuat produk. Prosedur
pengembangan berbeda dengan model pengmbangn dalam memaparkan
komponen rancangan produk yang dikembangkan. Dalam prosedur peneliti
menyebutkan sifat-sifat komponen pada setiap langkah dalam pengembangan.
20
Langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Pada penelitian
dan pengembangan ini akan menghasilkan suatu produk media pembelajaran blog.
Tahap pengembangan
Dick
& Carey diadaptasi
ke
dalam penelitian
pengembangan ini menjadi 4 tahap. Peneliti berusaha untuk menyesuaikan
langkah
pengembangan
pembelajaran
Dick
&
Carey
dengan
langkah
pengembangan modul seperti halnya yang telah disampaikan dalam kajian teori. 4
langkah tersebut antara lain:
1. Tahap Analisis Kebutuhan
Tahap ini bertujuan untuk mengkaji tujuan dari produk yang akan
dikembangkan. Produk yang akan dikembangkan adalah modul. Peneliti akan
melakukan analisis kurikulum untuk menentukan produk yang sesuai dengan
tuntutan kurikulum. Analisis kurikulum akan menghasilkan tema yang
disesuaikan dengan Kompetensi Dasar. Selain itu, tahap ini akan menentukan dan
menetapkan modul yang akan dikembangkan dalam satu satuan program tertentu.
Satuan program dapat diartikan sebagai satu tahun pelajaran, satu semester, atau
hanya satu standar kompetensi.
2. Tahap Desain Produk
Hasil dari analisis kebutuhan selanjutnya akan menentukan desain produk
yang akan dikembangkan. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau
bagan, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan
membuatnya (Sugiyono, 2013: 413). Tahap desain produk kegiatannya meliputi
menentukan template blog, konsep penyampaian dan pengorganisasian materi,
menu, widget, isi, gambar, dan video blog. Tahap ini akan menghasilkan desain
produk awal berupa blog yang sebelumnya telah dilakukan penyusunan instrumen
penilaian produk untuk dijadikan pedoman dalam mendesain produk. Produk
berupa blog perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui kualitas dan
kelayakannya. Uji produk adalah bagian dari rangkaian tahap validasi dan
evaluasi. Produk akan dikonsultasikan kepada pakar/ ahli media pembelajaran,
dan calon guru sejarah.
3. Tahap Validasi dan Evaluasi
21
Tahap ini merupakan tahapan inti yang berupa rangkaian penilaian
pengembangan
produk.
Tahapan
pra-validasi
dilakukan
dengan
mengkonsultasikan produk awal kepada ahli media untuk mendapat masukan
awal. Tahap pra-validasi berguna untuk menilai
kelayakan produk sebelum
dinilai oleh validator. Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai
apakah rancangan produk yang akan dikembangkan secara rasional akan lebih
efektif dari yang lama atau tidak. Ahli/ pakar melakukan validasi terhadap blog
agar dapat diketahui kekurangan yang masih ada. Hasil dari validasi ahli/ pakar
akan menjadi bahan untuk membuat revisi produk.
Validasi terhadap desain awal dilakukan dengan cara meminta ahli/pakar
yang sudah berpengalaman untuk menilai produk yang dirancang (Sugiyono,
2013: 302). Ahli pakar melakukan validasi terhadap produk sehingga akan
menghasilkan evaluasi dan saran dalam pengembangan produk. Hasil dari
evaluasi dan saran dari ahli/ pakar digunakan untuk memperbaiki dan merevisi
produk yang sedang dikembangkan. Rangkaian selanjutnya dari tahap validasi dan
evaluasi adalah tahap uji keterbacaan. Produk yang telah dinyatakan layak oleh
ahli/ pakar selanjutnya diujikan kepada calon guru sejarah Universitas Siliwangi
sebagai calon pengguna. Produk diterapkan ke dalam proses pembelajaran sejarah
kontemporer eropa untuk kemudian calon guru sejarah menilai dan memberi
masukan terhadap blog tersebut. Selain itu, uji keterbacaan juga dilakukan oleh
sesama mahasiswa untuk mendapatkan kritik dan saran dalam rangka
penyempurnaan produk.
4. Tahap Produk Akhir
Tahap ini akan menghasilkan produk akhir berupa blog yang sudah
direvisi berdasarkan kritik dan saran dari tahap validasi dan evaluasi. Produk akhir
siap diproduksi secara massal dan disebarkan sebagai blog dalam proses
pembelajaran. Dalam penelitian ini pengembangan hanya sampai pada tahap
evaluasi formatif. Hasil dari evaluasi formatif dilakukan sebagai masukan atau
input untuk memperbaiki produk awal.
22
TAHAP ANALISIS KEBUTUHAN
Analisis Kompetensi Dasar
Menetapkan Materi yang akan
dikembangkan dalam blog
TAHAP DESAIN PRODUK
Produksi
awal blog
Penyusunan
blog
Menentukan template,
menu, widget, isi, gambar,
dan video
TAHAP VALIDASI DAN EVALUASI
Validasi
Blog oleh
ahli media
pembelajar
an
Uji keterbacan
siswa kelompok
kecil
Analisi
dan revisi I
Analisis
dan revisi
III
Analisi
dan revisi
II
Uji keterbacaan
siswa kelompok
besar
TAHAP PRODUK AKHIR
Media Pembelajaran Blog Kontemporer Eropa
Gambar 4.1. Langkah-langkah penelitian R&D)
4.6. Instrumen Penelitian
Instrumen pengumpulan berguna untuk memperoleh data yang dibutuhkan
sesuai tujuan penelitian. Instrumen penelitian tersebut berupa lembar saran dan
komentar serta kuesioner. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang
digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang
pribadinya atau hal-hal yang diketahui (Arikunto, 2011:151).
23
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang
diberikan kepada ahli media dan mahasiswa pendidikan sejarah angkatan 2016.
Instrumen yang disusun berdasarkan keperluan pengumpulan data yang akan
diberikan kepada ahli media sebagai instrumen kelayakan media digunakan untuk
menganalisis desain media dan ketepatan materi, dan sebagai masukan dalam
merevisi media juga untuk mendapatkan tingkat kelayakan media oleh ahli yang
bersangkutan. Berikut adalah aspek penilaian dalam penyusunan media
pembelajaran blog:
(Tabel 4.1 aspek penilaian media pembelajarna blog )
No
Pertanyaan
Skor Penilaian
1
1
Kualitas tema blog
2
Bahasa yang digunakan mudah dimengerti
3
Bahasa yang digunakan tegas dan jelas
4
Kualitas gambar bagus sehingga dapat dilihat dengan
jelas
5
Komposisi warna tulisan terhadap warna latar
(background)
6
Teks dapat dilihat dengan jelas
7
Kemudahan memilih materi pada menubar
8
Visualisasi sesuai dengan materi
9
Nama domain mudah diingat
10
Kemudahan Navigasi untuk kembali ke halaman
utama
11
Fasilitas searching dapat membantu dalam mencari
materi yang diinginkan
12
Kemudahan dalam menggunakan blog
13
Video dalam materi dapat membantu menambah
pengetahuan
14
Blog dapat membantu dalam memperkaya
24
2
3
4
pengetahuan ,termasuk sejarah kontemporer Eropa
15
Blog dapat membantu dalam mencari refrensi sumber
belajar
4.7. Teknik Analisis Data
Analisis data pada penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis
deskriptif kualitatif yang memaparkan hasil pengembangan media pembelajaran
blog
yaitu
langkah-langkah
pembelajaran
blog
dan
operasional
menguji
dalam
tingkat
mengembangkan
kelayakan
produk
media
untuk
diimplementasikan pada mata kuliah sejarah kontemporer Eropa.
Data yang diperoleh melalui instrumen penilaian pada saat uji coba
dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif kualitatif. Dengan cara ini
diharapkan dapat mempermudah memahami data untuk proses selanjutnya. Hasil
analisis data digunakan sebagai dasar untuk merevisi produk media yang
dikembangkan. Data mengenai pendapat atau tanggapan peserta didikyang
terkumpul melalui angket dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil angket
dianalisis dengan kriteria sebagai berikut, seperti yang dijelaskan oleh Arikunto
(2011:66), yaitu :
(Tabel 4.2 Kategori Skala Likert)
Penilaian
Nilai
Layak
4
Cukup Layak
3
Kurang Layak
2
Tidak Layak
1
Data yang terkumpul diproses dengan cara dijumlahkan, dibandingkan
dengan jumlah yang diharapkan dan diperoleh persentase
dengan rumus sebagai berikut:
Persentase = Skor yang diobservasi
Skor yang diaharpkan
X 100 %
25
atau dapat ditulis
Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif
yang diungkapkan dalam distribusi skor dan persentase terhadap kategori skala
penilaian yang telah ditentukan. Setelah penyajian dalam bentuk persentase,
langkah selanjutnya mendeskriptifkan dan mengambil kesimpulan tentang masing
-masing indikator. Arikunto (2011) menjelaskan bahwa kesesuaian aspek dalam
pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran dapat menggunakan tabel
berikut:
(Tabel 4.3 Kategori Skala Likert)
Presentasi Pencapaian
Interpretasi
76 - 100 %
Layak
56 - 75 %
Cukup Layak
40 - 55 %
Kurang Layak
0 - 39 %
Tidak Layak
Dalam penilaian pengembangan media pembelajaran blog ini, penilaian
ditentukan dengan nilai minimal cukup layak. Jadi, jika rata-rata penilaian oleh
ahli materi dan ahli media, serta hasil uji penggunaan media oleh siswa dan guru
menunjukkan hasil akhir cukup layak, maka pengembangan media pembelajaran
blog pada penelitian ini dikategorikan layak digunakan dalam proses
pembelajaran pada mata kuliah sejarah kontemporer Eropa.
26
BAB V
HASIL YANG DICAPAI
Pada bab ini dilaporkan tentang hasil yang sudah dicapai dalam rangkaian
kegiatan penelitian yang dilaksanakan pada bulan Februari 2017 sampai Juli 2017
di Jurusan Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Siliwangi.
5.1. Persiapan Penyusunan Media Pembelajaran
Dalam mempersiapkan media pembelajaran ini, hal pertama yang
dilakukan adalah penyusunan dalam materi pembelajarannya dengan materi awal
mengenai Jatuhnya Uni Soviet. Peneliti menggunakan refrensi/buku yang berasal
dari dalam negeri maupun luar negeri. Tidak ada kesulitan untuk menyusun materi
dari buku dalam negeri. Kesulitan terjadi saat penulis mencoba menyusun materi
dengan acuannya dari buku luar negeri dan memang buku yang berasal dari luar
negeri lebih lengkap materinya dibanding dalam negeri. Permasalahan yang
dihadapi saat penyusunan materi dengan acuan buku luar negeri adalah bahasa
yang digunakan berupa bahasa inggris, sehingga penulis harus terlebih dahulu
menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Salah satu cara yang dilakukan
saat menterjemahkannya adalah dengan menggunakan google translate, tapi
hasilnya tidak maksimal maka penulis menterjemahkan secara manual satu
persatu untuk kata yang tidak dimengerti. Hasil terjemahan kemudian
diorganisasikan sesuai topik bahasan dan disimpan ke dalam rancangan blog.
Proses translasi bahasa ini membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk
menyelesaikannya. Adapun file video yang penulis simpan dalam blog tersebut
menggunakan bahasa Rusia dengan terjemahan bahasa Inggris karena kesulitan
untuk menemukan yang berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris, jadi penulis
merasa kekurangan refrensi untuk video pembelajaran mengenai Sejarah
Kontemporer Eropa. Adapun selain materi pembelajaran yang sudah berhasil
dipersiapkan, yaitu silabus, rencana pembelajaran semester, dan satuan acara
perkuliahan.
27
Hal kedua, yaitu pembuatan media pembelajaran blognya dan dalam
membuat media pembelajaran ini, penulis menggabungkan antara materi tulisan,
gambar, dan video pembelajaran. Pembuatan
blog ini nantinya akan
dikembangkan sesuai dengan hasil kuisioner yang dibagikan kepada mahasiswa
dan ahli media.
5.2. Perencanaan pengembangan media
Perencanaan
pengembangan
media
penbelajaran
dimulai
dengan
penentuan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian belajar,
dan strategi pembelajaran yang akan dilakukan. Selanjutnya media pembelajaran
dikembangkan melalui empat langkah, yaitu:
1. Mengumpulkan bahan pendukung
Bahan-bahan pendukung ini, berupa materi dan gambar yang akan
diajarkan, serta video pembelajarannya.
2. Melakukan penulisan artikel
Setelah bahan-bahan pendukung seperti gambar, materi dan lain
sebagainya terkumpul, dapat dilanjutkan untuk menulis blog setelah login
di akun blognya dan untuk penelitian ini, peneliti membuat blog pada
blogger.com dengan akunnya adalah akusedjarah.blogspot.co.id. Berikut
ini adalah proses penulisan artikel pada akun blognya dengan materi
runtuhnya Uni Soviet.
28
(Gambar 5.1 proses penulisan artikel blog)
3. Penerbitan Artikel
Setelah tahap editing penulisan artikel selesai, maka tahap selanjutnya
adalah melakukan penerbitan artikel di halaman blognya dan sebelum
menerbitkan tulisan tersebut ditambahkan label sejarah kontemporer eropa
pada edit html di akun blognya agar lebih tersusun dengan rapih dan
mudah. Berikut adalah laman blog yang meunjukan artikel yang sudah
melalui proses editing.
(Gambar 5.2 Tampilan artikel pada blog)
4. Menguji Coba Produk
Setelah bahan-bahan pendukung seperti gambar, materi dan lain
sebagainya terkumpul, maka proses selanjutnya adalah menguji coba blog
pada siswa dan ahli media pembelajaran.
5.2. Pengembangan Produk
Hasil pengembangan media pembelajaran pada Mata Kuliah Sejarah
Kontemporer Eropa ini ini diperoleh data-data, yaitu:
1. Data evaluasi tinjauan ahli media yang terdiri dari data hasil validasi dan
hasil revisi dari ahli media.
29
2. Data evaluasi tanggapan pemakaian terbatas pada kelompok kecil yakni
data hasil analisis dan hasil revisi.
3. Data evaluasi hasil tanggapan pemakaian lebih luas pada kelompok
besar/uji lapangan yakni data hasil analisis.
Validasi ahli media terhadap media pembelajaran meliputi aspektampilan
bahasa, tata baahasa, kemudahan dalam penggunaan blog, dan kesesuaian materi.
Hasil validasi para ahli dijadikan tolok ukur tentang layak tidaknya media
pembelajaran untuk diujicobakan di lapangan.
5.3. Tinjauan Ahli Media
Media pembelajaran blog yang dikembangkan ini divalidasi oleh ahli
media. Validasi oleh ahli media meliputi 3 aspek yaitu aspek tampilan media, tata
bahasa, dan kemudahan penggunaan blog. Data hasil validasi ahli media dapat
dilihat pada tabel berikut:
(Tabel 5.1 Tinjauan ahli media)
N Aspek
o
1
∑ Bobot
Frekuensi
1
2
Tampilan
∑ Butir
Bobot
%
Max
3
4
3
1
13
4
16
81,25
1
2
11
3
12
91,6
2
2
14
4
16
87,5
3
1
13
4
16
81,25
Media
2
Tata Bahasa
Bahasa
3
Kemudahan
Penggunaan
Blog
4
Kebermanfa
atan
Berdasarkan tabel penilai dari ahli media di atas bahwa hasil penilaian dari
media pembelajran yang dibuat memiliki rata-rata nilainya 85,4 % sehingga
dikategorikan sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran dengan
mengacu
pada
tabel
4.3
skala
Likert.
30
Dengan
begitu
peneliti
akan
menggunakannya dalam kegiatan pembelajaran di mata kuliah Sejarah
Kontemporer Eropa.
5.4. Tanggapan Uji Coba Terbatas
Tanggapan pemakaian terbatas dilakukan terhadap kelompok kecil
Tanggapan pemakaian terbatas
dilakukan terhadap mahasiswa jurusan
Pendidikan Sejarah. Tujuan dilakukannya tanggapan pemakaian terbatas yaitu
untuk mengetahui kenyamanan pemakaian dan juga untuk meminimalisir
kesalahan-kesalahan atau kegagalan fungsional media pembelajaran. Adapun
angket penilaian tanggapan pemakaian terbatas adalah sebagai berikut:
1. Kualitas tema blog
2. Bahasa yang digunakan mudah dimengerti
3. Bahasa yang digunakan tegas dan jelas
4. Kualitas gambar bagus sehingga dapat dilihat dengan jelas
5. Komposisi warna tulisan terhadap warna latar (background)
6. Teks dapat dilihat dengan jelas
7. Kemudahan memilih materi pada menubar
8. Visualisasi sesuai dengan materi
9. Nama domain mudah diingat
10. Kemudahan Navigasi untuk kembali ke halaman utama
11. Fasilitas searching dapat membantu dalam mencari materi yang diinginkan
12. Kemudahan dalam menggunakan blog
13. Video dalam materi dapat membantu menambah pengetahuan
14. Blog dapat membantu dalam memperkaya pengetahuan ,termasuk sejarah
kontemporer Eropa
15. Blog dapat membantu dalam mencari refrensi sumber belajar
Tanggapan pemakaian terbatas dilakukan terhadap mahasiswa Jurusan
Pendidikan Sejarah yang terdiri dari 8 orang. Data hasil tanggapan pemakaian
terbatas dapat dilihat pada tabel berikut:
31
(Tabel 5.2. Tanggapan hasil uji coba terbatas)
No
Aspek
1
1
∑ Bobot
Frekuensi
Tampilan
∑ Butir
Bobot
%
Max
2
3
4
5
14
13
104
4
128
81,25
2
14
9
79
3
96
82,29
2
16
14
108
4
128
84,37
1
11
20
115
4
128
89,84
Media
2
Penggunaa
n Bahasa
3
Penggunaa
n Blog
4
Manfaat
Blog
Hasil pengumpulan data tanggapan pemakaian terbatas ditinjau dari aspek
(1) Tampilan media, memperoleh skor 104 dengan persentase mencapai 81,25 %,
(2) Penggunaan Bahasa, memperoleh skor 79 dengan persentase mencapai
82,29%, (3) Penggunaan Blog, memperoleh skor 108 dengan presentase 84,37,
dan (4) Manfaat Blog memperoleh skor 115 dengan presentase 89,84 %. Jumlah
hasil pengumpulan data terbatas diperoleh skor 337,75 % dan rata-rata mencapai
84,43%. Dengan adanya hasil ini, maka selanjutnya adalah melihat tabel skala
likert yang selanjutnya hasilnya adalah pada skala 4, maka dikategorikan sanagat
layak untuk digunakan.
Produk akhir yang dihasilkan dari penelitian pengembangan (research and
development) ini adalah media pembelajaran blog untuk mata kuliah Sejarah
kontemporer Eropa pada Materi Jatuhnya Uni Soviet. Proses pembuatan media
pembelajaran Blog ini melalaui beberapa tahap, yaitu: pembuatan produk, validasi
produk yang dibuat oleh ahli media. Dari hasil validasi kemudian dilakukan revisi
sesuai saran yang diberikan. Setelah melakukan revisi sesuai yang disarankan oleh
ahli ahli media kemudian dilakukan tanggapan pemakaian terbatas yang
melibatkan mahasiswa jurusan pendidikan sejarah FKIP Universitas Siliwangi.
Tanggapan pemakaian terbatas dilakukan untuk meminimalisir kesalah-kesalah
32
atau kegagalan fungsional produk yang dibuat. Dari hasil dan saran tanggapan
pemakaian terbatas tersebut dilakukan revesi untuk lebih menyempurnakan
produk yang dibuat. Tanggapan pemakaian lebih luas dilakukan terhadap
kelompok besar. Tanggapan pemakaian lebih luas ini dilakukan simulasi terhadap
mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Tahun Akademik 2016.
Maksud dan tujuan melakukan revisi pada produk atau media
pembelajaran sesuai saran yang diberikan oleh ahli ahli media, tanggapan
pemakaian terbatas dan tanggapan pemakaian lebih luas adalah untuk
menghasilkan produk yang lebih sempurna dari sebelumnya serta menggali dan
mencari beberapa aspek yang lazim digunakan dalam proses pengembangan
produk yang meliputi:
1. Ketepatan materi atau bahan pembelajaran serta rancangan media yang
dikembangkan.
2. Kualitas tampilan dan penyajian materi pada media yang dikembangkan.
3. Kemenarikan bahan ajar yang dapat memotivasi calon guru sejarah untuk
belajar dengan menggunakan media pembelajaran
4. Membantu penyediaan sumber belajar yang dapat membantu calon guru
sejarah dalam proses pemahaman konsep maupun pesan yang termuat
dalam media pembelajaran yang dikembangkan.
Berdasarkan dari data validasi ahli media serta data hasil tanggapan
pemakaian terbatas dan tanggapan pemakaian lebih luas, maka dapat disimpulkan
bahwa media pembelajaran blog mata kuliah Sejarah kontempoere Eropa sangat
layak untuk digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran calon guru
sejarah.
33
BAB VI
RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA
Kegiatan yang dilakuan Setelah rancangan materi pembelajaran beserta
perangkatnya selesai disusun, maka langkah penelitian selanjutnya adalah
menganalisis hasil angket uji coba luas yang telah diberikan kepada masingmasing responden. Dari hasil tersebut dapat diketahui hal-hal apa saja yang perlu
dikembangkan atau direvisi dalam pembuatan blog ini. Data yang diperoleh
melalui instrumen penilaian pada saat uji coba, dianalisis dengan menggunakan
statistik deskriptif kualitatif. Dengan cara ini diharapkan dapat mempermudah
memahami data untuk proses selanjutnya. Hasil analisis data digunakan sebagai
dasar untuk merevisi produk media yang dikembangkan. Data mengenai pendapat
atau tanggapan peserta didik yang terkumpul melalui angket dianalisis dengan
statistik deskriptif.
Kegiatan selanjutnya, yaitu menyusun laporan hasil penelitian untuk
dikumpulkan ke Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat dan
Pemjaminan Mutu Pendidikan (LPPMPMP) dan penyusunan dalam bentuk jurnal
untuk publikasi ilmiah ke dalam jurnal yang sudah memiliki ISSN di jurnal
Candrasangkala Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
34
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1. Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan penelitian yang sudah dilakukan, penulis dapat
memberikan beberapa kesimpulan, yaitu:
1. Kesulitan yang terjadi dalam mempersiapkan materi terutama yang
bersumber dengan bahasa Inggris diperlukan solusi yang tepat agar lebih
efisien
2. Angket yang sudah disebarkan maka harus dikaji dan diolah sebagai data
untuk pembaharuan pengembangan blog. Penyebaran angket dan
pengembangan blog akan dihentikan jika penyebaran angket sebelumnya
atau tahap kedua hasilnya layak setelah pengolahan data dari ahli media
pembelajaran dan mahasiswa jurusan pendidikan sejarah angkatan 2016
pada mata kuliah Sejarah Kontemporer Eropa
7.2. Saran
Berdasarkan kegiatan yang sudah dilakukan, maka ada beberapa saran
yang dapat dilakukan pada saat penyusunan penelitian ini, yaitu:
1. Diperlukan rekan/partner untuk menterjemahkan sumber yang berhasa
Inggris ke dalam bahasa Indonesia karena jika hanya mengandalkan
google translate maka hasilnya akan acak-acakan dan tidak sesuai dengan
arti sesungguhnya
2. Diperlukan adanya komunikasi antara peneliti dengan ahli media agar
penyusunan blog dapat berjalan dengan maksimal, sehingga tidak
mengandalkan angket saja
35
DAFTAR PUSTAKA
Adri, Muhammad. 2008. Guru Go Blog Optimalisasi Blog Untuk Pembelajaran.
Padang: Elex Media Kompotindo.
Arikunto, Suharsimi. 2011. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.
Arsyar, Rayandra. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta:
Referensi Jakarta.
Asnawir, dan Usman, Basyiruddin. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta Selatan:
Ciputat Pers.
Daryanto. 2013. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Dick & Carey. 2009. The Systematic Design of Instruction. New Jersey: Pearson
Gilakjani, A. P., Ismail, H. N., & Ahmadi, S. M. 2012. The Effect of Multimodal
Learning Models on Language Teaching and Learning. Theory and
Practice in Language Studies.1(10), 1321-1327.
Grossberg, Lawrence, Ellen Wartella, D.Charles Whitney, J.Macgregor Wise.
2002. Media Making : Mass Media in Popular Culture. America : Sage
Publication.
Hall, Macie. 2013. Using Blogging as a Learning Tool. [Online] Tersedia:
http://ii.library.jhu.edu/2013/11/27/using-blogging-as-a-learning-tool/
2013. [28 Januari 2017]
Indriana, Dina. 2011. Ragam Alat Bantu Media Pengajaran. Jogjakarta: Diva
Press.
Kristiyanti, Mariana. 2011. Blog Sebagai Media Pembelajaran. Majalah Ilmiah
INFORMATIKA 2.2. 33-45.
Pratama, Erik. 2012. Blog sebagai media pembelajaran. [Online] Tersedia:
http://www. scribd.com/doc/15877619/Blog-sebagai-media-Pembelajaran.
[28 Januari 2017]
36
Putra, Nusa. 2011. Research and Development. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Rokhman, Sardiman dan Pramandanu. 2015. Pengembangan Media Blog Sejarah
Untuk Pembelajaran Sejarah di SMA. Istoria. Vol 10. No. 2.
Sadiman, Arief S. 2002. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Sihkabuden. 2005. Media Pembelajaran. Malang: Elang Mas.
Sudjana, Nana. 2010. Dasar-dasar Proses Belajar. Bandung: Sinar Baru Baru.
Sudrajat, Ajat, dan Zulkarnain. 2015. Pengembangan Media Blog Sejarah
Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah
Atas. Jurnal Istoria. 11. 1.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Insan
Madani.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2003. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.
Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Wibowo, Bagus Tri. 2012. Blog Sebagai Media Pembelajaran. [Online] Tersedia:
http://www.scribd.com/doc/106615685/Blog-Sebagai-MediaPembelajaran
[18 Juli 2017]
37
LAMPIRAN
Lampiran 1
(Gambar 1 Proses pembelajaran menggunakan blog)
38
Lampiran 2
(Gambar 2 Tampilan beranda blog)
39
Download