pengaruh konsentrasi penambahan bubuk

advertisement
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PENGARUH KONSENTRASI PENAMBAHAN BUBUK COKELAT
TERHADAP AROMA DAN RASA DALAM PEMBUATAN YOGHURT
BERBAHAN DASAR SUSU KAMBING ETAWA
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Biologi
Oleh:
Maria Shinta Pramudya Hardhani
NIM : 121434058
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016
i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PENGARUH KONSENTRASI PENAMBAHAN BUBUK COKELAT
TERHADAP AROMA DAN RASA DALAM PEMBUATAN YOGHURT
BERBAHAN DASAR SUSU KAMBING ETAWA
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Biologi
Oleh:
Maria Shinta Pramudya Hardhani
NIM : 121434058
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016
ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
In the name of The Father, Of The Son and
The Holy Spirit. Amen
Ku Persembahkan untuk
Ayah – ibuku
Ungkapan terimakasih, hormat dan baktiku
Kakak, adik dan Almamaterku
v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih karena atas berkat dan kasihNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENGARUH
KONSENTRASI PENAMBAHAN BUBUK COKELAT TERHADAP AROMA
DAN RASA DALAM PEMBUATAN YOGHURT BERBAHAN DASAR SUSU
KAMBING ETAWA”. Skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu persyaratan
akademik untuk menyelesaikan program Sarjana Pendidikan Biologi Universitas
Sanata Dharma Yogyakarta.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada berbagai pihak yang telah membantu, sehingga penulisan skripsi
ini dapat diselesaikan dengan baik, khususnya kepada:
1. Tuhan Yesus Kristus yang senantiasa menyertai dari awal penelitian
sampai selesai.
2. Kedua orang tua saya Bapak Ignatius Slamet Hartono dan Ibu Rosalia Sri
Wardhani atas segala pengorbanan, doa serta dukungan yang telah
diberikan.
3. Bapak Drs. Antonius Tri Priantoro, M.For.Sc selaku dosen pembimbing
yang selalu memberikan semangat dan arahan dalam penulisan skripsi ini.
4. Alfonsus Harjuna Kesuma Putra, Matea Ave Hardyanita Dewantri dan
Fransisca Bella Hardyaningtyas Pusparani selaku kakak dan adik-adik
saya yang selalu memberikan semangat.
5. Ray Justin Eldi Anastasius yang telah memberikan semangat dan
menemani dalam penelitian dari awal hingga akhir.
6. Marcela Widya, Lapida Yunianti, Ajeng Aprilia, Elisabeth Anggi,
Periskila Dina, Gloria Jessica, yang telah banyak membantu selama proses
penyusunan, pengambilan data hingga olah data.
7. Bapak dan ibu Dosen serta seluruh Staf Program Studi Pendidikan Biologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
8. Teman-teman pendidikan Biologi angkatan 2013 yang telah bersedia
menjadi panelis dan melakukan Uji Organoleptik.
viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9. Teman-teman mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma
angkatan 2012 atas kerjasama dan bantuannya.
10. Semua pihak yang memberi dukungan, bimbingan, bantuan, serta motivasi
kepada penulis yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan jauh
dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis bersedia menerima kritik dan saran
yang bersifat membangun demi perbaikan skripsi ini menjadi lebih baik.
Yogyakarta, 26 Agustus 2016
Maria Shinta Pramudya Hardhani
ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRAK
“Pengaruh Konsentrasi Penambahan Bubuk Cokelat Terhadap Aroma dan Rasa
Dalam Pembuatan Yoghurt Berbahan Dasar Susu Kambing Etawa”
Maria Shinta Pramudya Hardhani
121434058
Universitas Sanata Dharma
2016
Susu kambing adalah salah satu jenis susu yang dihasilkan oleh binatang
mamalia. Namun tidak semua orang menyukai susu kambing karena bila
dikonsumsi secara langsung masih memiliki rasa dan aroma khas kambing. Tidak
banyak olahan yang terbuat dari susu kambing, oleh sebab itu perlu adanya olahan
susu kambing salah satunya adalah yoghurt. Yoghurt merupakan minuman
fermentasi yang memiliki gizi tinggi dan dapat dikunsumsi oleh orang yang
menderita lactose intolerance. Guna menghilangkan rasa dan aroma khas
kambing yang terdapat pada susu ditambahkan perasa makanan yaitu bubuk
cokelat.
Cokelat memilik aroma dan rasa yang kuat sehingga dapat meminimalisir
rasa dan aroma khas dari susu kambing. Dalam penelitian ini cokelat yang
digunakan adalah yang berbentuk bubuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh penambahan bubuk cokelat dengan konsentrasi yang
berbeda terhadap aroma dan rasa yoghurt susu kambing, serta mengetahui formula
yoghurt yang disukai oleh panelis. Bahan yang digunakan adalah susu kambing
etawa, bubuk cokelat dengan tiga taraf konsentrasi yaitu 2%, 4% dan 6% serta
bakteri S. thermopillus dan L. bulgaricus yang terkandung dalam plain Biokul.
Setiap perlakuan dan kontrol dibuat 3 kali pengulangan. Yoghurt yang dihasilkan
selanjutnya diuji organoleptik oleh 15 panelis, lalu dianalisis secara statistik
menggunakan uji Anova dan dilakukan uji lanjut yaitu uji Tukey.
Berdasarkan hasil uji organoleptik dijelaskan bahwa setiap perlakuan dan
kontrol memiliki pengaruh terhadap aroma dan rasa. Tetapi secara statistik rasa
memilki hasil yang signifikan sedangkan aroma tidak. Yoghurt kontrol merupakan
yoghurt yang paling disukai oleh panelis.
Kata kunci: yoghurt, susu kambing, bubuk cokelat, variasi konsentrasi,
organoleptik.
x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRACT
“The Effect of Chocolate Powder Increment on Aroma and Flavor in The Process
of Making Yoghurt Using Etawa Goat’s Milk”
Maria Shinta Pramudya Hardhani
121434058
Sanata Dharma University
2016
Goat’s milk was a kind of milk produced by a mammal. However, most
people did not like it because it had its peculiar aroma and flavor of a goat if it
was directly consumed. There were still a few products made from goat’s milk.
Therefore, another product was needed and in this research, it focused on yoghurt,
a fermented drink that contained good nutrition and could be consumed by people
who suffered from lactose itolerance. In order to get rid of the peculiar aroma and
flavor of a goat in the milk, food flavor, which was chocolate powder, was added.
Chocolate had a strong aroma and flavor so that it could minimize the
strange aroma and flavor of goat’s milk. This research used a chocolate powder.
The purpose of this research was to discover the effect of chocolate powder
increment with different concentration on goat’s milk yoghurt aroma and flavor,
also to find the yoghurt formula liked by panelist. The ingredients were etawa
goat’s milk, chocolate powder with three levels of concentration that were 2%,
4%, and 6%, and bacteria, which were S. thermopillus and L. Bulgaricus in plain
Biokul. Every treatment and control was done in 3 times of repetition. 15 panelists
examined the produced yoghurt through an organoleptic test. After that, it was
analyzed statistically using Anova test and using Tukey test for further action.
Based on the organoleptic test, every treatment and control had an effect
on the aroma and flavor. The flavor had a significant result but the aroma had no
significant result statistically. Most panelists liked the control yoghurt rather than
the other yoghurt.
Keywords: yoghurt, goat’s milk, chocolate powder, variety of concentration,
organoleptic.
xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................. ….i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIBING .......................................... ….iii
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. ….iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................... ….v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................. ….vi
LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH
UNTUKKEPENTINGAN AKADEMIK ................................................ ….vii
KATA PENGANTAR ................................................................................ viii
ABSTRAK ..................................................................................................... x
ABSTRACT ............................................................................................. ….xi
DAFTAR ISI ........................................................................................... ….xii
DAFTAR TABEL ................................................................................... ….xv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................. ….xvi
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................... ….xvii
BAB I : PENDAHULUAN ....................................................................... ….1
A. Latar Belakang ................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... …5
C. Batasan penelitian ............................................................................. 5
D. Tujuan Penelitian........................................................................... ….6
E. Manfaat Penelitian.......................................................................... …6
BAB II : KAJIAN PUSTAKA ................................................................... …7
A. Yoghurt.......................................................................................... ….7
1. Pengertian ............................................................................... …7
2. Nutrisi yoghurt .................................................................... ….10
3. Pembuatan yoghurt .............................................................. ….11
B. Susu ............................................................................................ ….14
1. Pengertian ............................................................................ ….14
xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2. Susu kambing ...................................................................... ….16
C. Cokelat ....................................................................................... ….19
a. Pengertian ....................................................................... ….19
b. Bubuk Cokelat ................................................................. ….20
D. Starter ......................................................................................... ….21
E. Aroma .............................................................................................. 23
F. Rasa ................................................................................................. 23
G. Penelitian yang relevan ............................................................... ….25
H. Kerangka berpikir ....................................................................... ….26
I. Hipotesis ..................................................................................... ….28
BAB III : METODE PENELITIAN ....................................................... ….29
A. Jenis Penelitian dan Variabel ..................................................... ….29
B. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................... ….30
C. Alat dan Bahan Penelitian ............................................................ ....30
1. Alat ........................................................................................ ....30
2. Bahan .................................................................................... ….31
D. Cara kerja ................................................................................... ….32
1. Sterilisasi alat ............................................................................ 32
2. Pembuatan yoghurt .................................................................... 33
3. Uji organoleptik......................................................................... 36
E. Teknik Pengambilan Data ........................................................... ….38
F. Metode Analisis Data .................................................................. ….40
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................... ….42
A. Hasil Penelitian ........................................................................... ….42
1. Aroma .................................................................................. ….42
2. Rasa ..................................................................................... ….43
3. Tingkat kesukaan panelis .................................................... ….47
B. Pembahasan ................................................................................. ….48
C. Keterbatasan Peneletian .............................................................. ….57
xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB V: IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN DALAM PEMBELAJARAN ….58
BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN ............................................. ….59
A. Kesimpulan........................................................................... ….59
B. Saran ..................................................................................... ….59
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ ….61
LAMPIRAN ........................................................................................... ….63
xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1: Kandungan gizi youghrt ......................................................... 10
Tabel 2.2 : Syarat Mutu Yoghurt ............................................................ 13
Tabel 2.3:Nilai kandungan gizi susu kambing dan susu sapi per 100gr . 27
Tabel 3.1: Tata Letak Penyimpanan Yoghurt ......................................... 29
Tabel 3.2: Tabulasi Data ......................................................................... 39
Tabel 4.3: Hasil uji anova ...................................................................... 45
Tabel 4.4: Hasil uji Tukey ...................................................................... 46
xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 : Susu Kambing ........................................................................ 16
Gambar 2.2 : Bubuk Cokelat ........................................................................ 20
Gambar 2.3 : Starter ..................................................................................... 22
Gambar 2.4 : Kerangka Berpikir .................................................................. 27
Gambar 4.1 Hasil Kesukaan Panelis Terhadap Aroma ................................ 43
Gambar 4.2 Hasil Rerata Kesukaan Panelis Terhadap Rasa ....................... 44
Gambar 4.3 : Hasil Uji Kesukaan Panelis Terhadap Yoghurt .................... 47
xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1: Hasil Perhitungan Statistik ................................................. 63
Lampiran 2: Proses Pembuatan Yoghurt................................................. 66
Lampiran 3: Hasil Yoghurt ..................................................................... 68
Lampiran 4 : Uji Organoleptik ............................................................... 69
Lampiran 5 : Silabus ............................................................................... 70
Lampiran 6 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .................................. 74
Lampiran 7 : Skor Hasil Uji Organoleptik ........................................... 112
xvii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Produk pangan fermentasi merupakan salah satu produk yang populer di
Indonesia. Hasil olahan fermentasi yang sudah banyak beredar di masyarakat
Indonesia antara lain adalah tempe, keju, nata dan yoghurt. Bahan yang
digunakan untuk produk fermentasi dapat berasal dari hewani maupun non
hewani. Salah satu yang paling banyak dimanfaatkan adalah produk fermentasi
berbasis
susu.
Kemajuan
bioteknologi
di
Indonesia
yang
signifikan
mengakibatkan produk susu fermentasi mengalami banyak variasi. Salah satu
produk fermentasi berbasis susu yang populer saat ini adalah yoghurt.
Yoghurt merupakan salah satu olahan pangan yang terbuat dari susu
melalui proses fermentasi yang banyak digemari oleh masyarakat. Hal ini
disebabkan karena
yoghurt
mengandung banyak
manfaat
yang dapat
menyehatkan tubuh, antara lain: mineral, protein, lemak, vitamin B6 dan vitamin
B12 (Tatang dan Wardah,2014). Yoghurt merupakan produk yang berasal dari
susu yang difermentasi dengan bakteri tertentu sampai diperoleh keasaman, bau
dan rasa yang khas dengan atau tanpa penambahan bahan lain yang diizinkan
(SNI, 2009). Yoghurt dibuat dengan menambahkan bakteri yang menguntungkan
kedalam susu pada suhu dan kondisi lingkungan yang dikontrol.
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
Yoghurt
pada
umumnya
dibuat
dengan
menggunakan
bakteri
Streptococcus thermophilus dengan suhu optimum 38°-42° dan Lactobacillus
bulgaricus dengan suhu optimum 42°-45°C(Hidayat, 2006). Wahyudi (2006)
menyatakan bahwa Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus
merupakan bakteri asam laktat (BAL) yang membantu dalam fermentasi susu
menjadi yoghurt, karena bakteri asam laktat merupakan bakteri yang
menguntungkan. Bakteri asam laktat (BAL) memiliki sifat terpenting yaitu
kemampuannya dalam merombak senyawa kompleks menjadi senyawa yang
lebih sederhana sehingga dapat dihasilkan asam laktat. Pemberian BAL dapat
menurunkan nilai pH bahan pangan. Pertumbuhan mikroorganisme lainnya dapat
menjadi lambat karena adanya penurunan pH tersebut.Perkembangan teknologi
dan perubahan pola makan konsumen telah mengakibatkan permintaan yoghurt
menjadi meningkat sehingga mendorong produksi yoghurt yang lebih bervariasi,
baik dari segi jenis, tekstur, aroma maupun rasa.
Karakteristik susu adalah suatu cairan berwarna putih, bersih, tidak berbau
dan mempunyai rasa agak manis. Secara umum susu mengandung berbagai
komponen utama ditinjau dari aspek gizi cukup penting yaitu: air, lemak, protein,
kasein, laktosa, mineral, vitamin dan asam-asam lemak serta senyawa yang
mempunyai fungsi fisiologis seperti bahan-bahan anti mikroorganisme, peptida
dan enzim. Susu merupakan bahan pangan yang mempunyai nilai gizi tinggi,
sehingga menjadi medium yang sangat disukai oleh mikroorganisme untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
pertumbuhan dan perkembangannya (Saleh, 2004). Adanya pertumbuhan
berbagai mikroba tersebut dapat merubah mutu susu yang ditandai dengan
perubahan rasa, aroma, warna dan penampakan yang menyebabkan susu menjadi
rusak. Susu dalam waktu yang cepat menjadi tidak layak dikonsumsi bila tidak
ditangani secara benar (Saleh, 2004). Untuk mengatasi hal tersebut perlu
dilakukan pengolahan dan pengawetan, salah satunya ialah dengan fermentasi
susu menjadi yoghurt.
Secara umum, yoghurt yang banyak dikenal oleh masyarakat berasal dari
susu sapi. Pemanfaatan susu sapi sebagai bahan pembuatan yoghurt ialah karena
susu sapi sangat mudah diperoleh dengan harga yang tidak terlalu mahal. Produk
yoghurt berbahan dasar susu sapi sudah banyak beredar di masyarakat dengan
berbagai varian rasa. Akan tetapi, tidak semua orang bisa mengkonsumsi susu
sapi. Terdapat beberapa orang yang mengalami alergi terhadap susu sapi. Alergi
susu sapi biasanya dialami oleh anak-anak pada usia 6 bulan pertama. Alergi
tersebut dapat disebabkan karena beberapa hal salah satunya adalah karena suatu
reaksi imunologis (Pediatri, 2006).
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menggantikan nilai gizi yang ada
dalam susu sapi adalah dengan mengkonsumsi susu kambing. Susu kambing
adalah cairan putih yang dihasilkan oleh binatang ruminansia dari jenis kambingkambingan (carpinae). Diantara berbagai jenis susu yang dihasilkan oleh
berbagai binatang mamalia, susu kambing merupakan salah satu susu yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
banyak memiliki berbagai manfaat dan khasiat bagi kesehatan manusia.
Kandungan zat yang ada didalamnya antara lain seperti natrium, kalsium dan
fosfor (Damayanti dan Bernadinus, 2002). Lemak dan protein yang ada dalam
susu kambing lebih mudah dicerna dan kandungan vitamin B1 nya lebih tinggi
dibanding susu sapi. Permasalahan yang dihadapi adalah belum membudayanya
mengkonsumsi susu kambing dan banyak masyarakat yang merasa susu kambing
masih terasa aroma dan rasa khas kambing apabila dikonsumsi.
Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa serta
aroma yang khas pada susu kambing. Salah satu cara yang dapat digunakan
adalah dengan mengkombinasikan susu kambing dengan beberapa varian rasa,
salah satunya adalah cokelat bubuk. Coklat bubuk memiliki rasa dan aroma yang
kuat sehingga diharapkan dapat menutupi rasa dan aroma khas yang terdapat
pada susu kambing. Cokelat juga berfungsi sebagai anti oksidan yang dapat
menghambat penuaan dini yang disebabkan polusi dan radiasi. Cokelat
mengandung berbagai macam gula, pati, protein sayuran, kalium, magnesium,
kalsium, natrium, zat besi, krom, berbagai macam vitamin (A, B1 tiamin, B2
riboflavin, D dan E), serta kafein (Susanti, 2012).
Pada tahun 2011, Ferdian melakukan percobaan mengenai pengaruh bubuk
cokelat fermentasi pada yoghurt susu kambing menggunakan stater Lactobacillus
fermentum dan Streptococcus thermophilus terhadap kadar air, keasaman dan
mikrobiologi. Dalam penelitian ini, digunakan susu kambing murni. Sebagai
starter pembuatan yoghurt digunakan bakteri Lactobacillus fermentumdan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5
Streptococcus
thermophilus.
Bubuk cokelat
yang ditambahkan
dengan
konsentrasi 0%, 1%, 2%, 3% dan 4% dari volume susu.
Penelitian ini bertujuan untuk membuat yoghurt dengan bahan baku susu
kambing dan pengaruh penambahan bubuk cokelat pada konsentrasi antara 2%,
4%, 6% yang baik digunakan sebagai penghilang rasa khas yang dimiliki oleh
susu kambing.
B. Rumusan masalah
1. Apa pengaruh penambahan bubuk cokelat dengan konsentrasi yang berbeda
terhadap rasa dan aroma yoghurt susu kambing?
2. Formula yoghurt susu kambing dengan penambahan bubuk cokelat manakah
yang disukai oleh panelis?
C. Batasan Penelitian
1. Penelitian ini berfokus pada penggunaan bubuk cokelat Cocoa Van Houten
sebagai penghilang rasa dan aroma khas yang ada pada susu kambing.
2. Bubuk cokelat yang digunakan dibuat menjadi beberapa tingkatan
konsentrasi yaitu 2%, 4% dan 6%.
3. Susu kambing yang digunakan adalah susu kambing etawa Bumiku Hijau.
4. Pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap
aroma dan rasa yang dihasilkan dari yoghurt yang dihasilkan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6
D. Tujuan penelitian
1. Mengetahui pengaruh penambahan bubuk cokelat dengan konsentrasi yang
berbeda terhadap rasa dan aroma khas dari susu kambing.
2. Mengetahui formula yoghurt susu kambing dengan penambahan bubuk
cokelat yang paling disukai oleh panelis.
E. Manfaat Penelitian
1. Bagi peneliti
Menambah wawasan bagi peneliti dalam bidang bioteknologi dan
mengembangkan ilmu pengetahuan. Selain itu mempopulerkan susu kambing
di masyarakat.
2. Bagi pendidikan
Menambah referensi mengenai bahan baku pembuatan yoghurt tidak
hanya menggunakan susu sapi saja, tetapi bisa menggunakan susu kambing.
3. Bagi masyarakat
Memberikan informasi
pada masyarakat
yang berkaitan dengan
pemanfaatan susu kambing menjadi produk olahan yoghurt. Selain itu
memberikan gambaran pada pengusaha kecil tentang penerapan bioteknologi
dalam bidang olahan makanan dan fermentasi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Yoghurt
a) Pengertian
Perkembangan teknologi memungkinkan susu dapat diolah. Oleh
karenanya selain dikonsumsi dalam bentuk segar, susu banyak dikonsumsi
dalam bentuk olahan seperti yoghurt. Yoghurt adalah produk olahan susu
fermentasi berbentuk semi solid yang dihasilkan melalui proses fermentasi
susu dengan menggunakan bakteri asam laktat (Hasruddin dan Nanda, 2015).
Melalui perubahan kimiawi yang terjadi selama proses fermentasi dihasilkan
suatu produk yang mempunyai tekstur, flavor dan rasa yang khas. Selain itu
juga mengandung nilai nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan susu
segar.
Yoghurt adalah minuman sehat yang terbuat dari fermentasi susu. Istilah
yoghurt berasal dari bahasa Turki, yang berarti susu asam. Yoghurt diartikan
sebagai bahan makanan yang berasal dari susu dengan bentuk menyerupai
bubur atau es krim yang rasanya asam (Hasrudin dan Rifnatul, 2014). Yoghurt
dibuat
melalui
proses
fermentasi
menggunakan
campuran
bakteri
Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus yang dapat
menguraikan gula susu (laktosa) menjadi asam laktat. Adanya asam laktat
7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8
inilah yang menyebabkan yoghurt berasa asam. Selama pertumbuhan terjadi
simbiosis antara kedua jenis bakteri. Streptococcus thermophillus akan
berkembang lebih cepat mengawali pembentukan asam laktat melalui
fermentasi laktosa. Selain itu juga akan terjadi pelepasan oksigen. Kondisi ini
memberikan lingkungan yang sangat baik bagi pertumbuhan bakteri
Lactobacillus bulgaricus. Aktivitas enzim dari Lactobacillus bulgaricus
menyebabkan terurainya protein susu, menghasilkan asam-asam amino.
Lactobacillus juga akan menguraikan lemak, menghasilkan asam-asam lemak
yang memberikan flavor contohnya CO2 dan asam karbonat khas pada produk
akhir yoghurt.
Suhu pada saat proses fermentasi yoghurt merupakan salah satu faktor
yang mempengaruhi rasa dan kualitas yoghurt. Dalam pengembangbiakannya
dengan cara membelah diri, bakteri asam laktat memiliki daur hidup pada
suhu antara 10°C- 45°C. Ini merupakan suhu optimum bagi bakteri asam
laktat secara mayoritas dalam berkembang. Dalam penelitiannya, Ginting
(2005) melaporkan bahwa suhu inokulasi bakteri asam laktat yang paling baik
adalah pada suhu 44°C. Komposisi starter yang umum digunakan untuk
pembuatan youghrt adalah Lactobacillusbulgaricus dengan suhu optimum
42o-45oC dan Streptococcus thermophilus dengan suhu optimum 38oC-42oC.
Waktu fermentasi pada yoghurt juga mempengaruhi aroma, flavor serta
tekstur pada youghrt. Apabila waktu penyimpanan yoghurt terlalu lama maka
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
aroma dari yoghurt menjadi menyengat, flavor yang dihasilkan pahit serta
tekstur menjadi sangat kental. Hal ini disebabkan karena produksi peptida
yang dihasilkan oleh Lactobacillus bulgaricus apabila berlebihan maka akan
mengkontaminasi hasil dari youghurt dan dapat menyebabkan produk
berlendir. Hidrolisasi protein (proteolisis) susu oleh mikroba biasanya disertai
dengan timbulnya rasa pahit yang disebabkan oleh pembentukan peptida.
Reaksi proteolisis dipengaruhi oleh penyimpanan pada suhu rendah, inaktivasi
bakteri pembentuk asam oleh panas, pemecahan asam yang terbentuk pada
susu oleh kapang dan khamir, atau netralisasi asam oleh produk mikroba
lainnya.
Berdasarkan rasa yang dihasilkan dari yoghurt dapat dibedakan menjadi 3
yaitu:
1. Plain yoghurt atau yoghurt murni
Plain yoghurt memiliki rasa asam yang sangat tajam yang merupakan
rasa asli dari yoghurt. Karena itu, tidak semua atau hanya sebagian orang yang
menyukainya. Yoghurt ini biasanya digunakan sebagai campuran salad.
2. Flavoured yoghurt
Flavoured yoghurt adalah yoghurt yang diberi tambahan rasa sintesis
dan pewarna makanan. Rasa sintesis yang biasa digunakan adalah rasa
stroberi, frambozen, ceri, jeruk, peach, leci, madu, apricot, melon, dan vanilla.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
Zat warna yang banyak digunakan adalah sunset yellow FCF, tartrazin, dan
erythrosine B5.
3. Fruit Yoghurt
Fruit yoghurt adalah yoghurt yang ditambahkan sari atau irisan buah.
Selain aroma dan rasanya menjadi lebih enak, kandungan gizinya pun menjadi
lebih lengkap. Penambahan sari atau potongan buah biasanya mencapai 10%
(Hasrudin dan Rifnatul,2014).
b) Nutrisi Yoghurt
Yoghurt mengandung beberapa kandungan antara lain: energi, protein,
lemak, karbohidrat. Bahkan mengandung mineral (kalsium, fosfor, natrium,
dan kalium) dan mempunyai kandungan vitamin cukup lengkap yaitu: vitamin
A, B kompleks, B1 (thiamin),B2 (riboflavin), B6 (piridoksin), B12
(sianokobalamin), vitamin C, vitamin D, E,asam folat, asam nikotinat, asam
pantotenat, biotin dan kolin (Elfrida,2013).
Tabel 2.1Kandungan gizi youghrt susu sapi
Komponen
Energi (Kkal)
Nilai pH
Protein (g)
Karbohidrat (g)
Lemak (g)
Kalsium (mg)
Magnesium (mg)
Pottasium (mg)
Kandungan per 100 gram
42-62
4.2-4.4
4.5-5.0
6-7
130-176
17
226
Sumber: Balai Penelitian Veteriner, Bogor (2008)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
c) Pembuatan yoghurt
Pembuatan yoghurt diperlukan beberapa persiapan dan pengolahan awal
sampai meliputi pelarutan susu, pemanasan awal, homogenisasi, pasteurisasi,
pendinginan, penambahan kultur starter dan inkubasi (Tatang dan Wardah,
2014).
1. Persiapan bahan
Bahan baku susu untuk yoghurt dapat menggunakan susu murni dari
hewan mamalia seperti susu sapi, susu kambing dan susu kerbau. Namun
dapat juga dibuat menggunakan susu skim, susu rendah lemak dan
sebagainya. Susu yang akan digunakan untuk membuat yoghurt harus
memenuhi syarat, antara lain: jumlah bakteri rendah, tidak mengandung
antibiotik, bukan kolostrum, tidak terdapat penyimpangan bau dan tidak
adanya kontaminasi dari bakteri.
2. Homogenisasi
Perlakuan homogenisasi adalah untuk mencegah timbulnya lapisan
lemak (cream layer) pada permukaan yoghurt, sehingga diperoleh produk
dengan tekstur yang halus. Homogenisasi dapat mencegah globula-globula
lemak menjadi kecil dan seragam, sehingga lebih stabil.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12
3. Pasteurisasi
Pasteurisasi dilakukan pada suhu 80-85ᵒC selama 10-15 menit. Tujuan
dari pasteurisasi adalah untuk membunuh mikroorganisme kontaminan baik
patogen maupun pembusuk yang terdapat dalam bahan baku sehingga dapat
memberikan lingkungan yang steril dan kondusif untuk pertumbuahn kultur
starter.
4. Pendinginan tahap 1
Pendinginan tahan 1 adalah pendinginan setelah susu dipasteurisasi.
Pendingianan dilakukan sampai susu mencapai suhu 37°-45°C. Proses
pendinginan ini bertujuan supaya bakteri Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococcus thermophillus dapat berkembang dengan baik didalam susu
selama proses fermentasi.
5. Inokulasi
Inokulasi adalah penambahan bakteri pada susu setelah proses
pendinginan selesai yaitu pada suhu 37°-45°C. Bakteri yang biasa digunakan
adalah Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus dengan suhu
pertumbuahn 40ᵒC- 45ᵒC. Dalam penelitian ini menggunakan kultur bakteri
yang berasal dari biokul.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
Dalam pembuatan yoghurt terdapat beberapa standar yang harus
diperhatikan, antara lain: bahan baku utama adalah susu dengan atau tanpa
lemak, bahan pangan lain yang dapat ditambahkan adalah bahan pangan yang
diizinkan. Syarat mutu yoghurt yang dihasilkan harus sebagai berikut:
Tabel 2.2 Syarat Mutu Yoghurt
No
1.
Kriteria Uji
Keadaan
Yoghurt Dalam Perlakuan Yoghurt Dengan Perlakuan
Panas Seteah Fermentasi
Panas Setelah Fermentasi
Yoghurt
Yoghurt
Rendah
Lemak
Yoghurt
Tanpa
Lemak
Yoghurt
Yoghurt
Rendah
Lemak
Yoghurt
Tanpa
Lemak
-
-
-
-
-
-
1.1 Penampakan
Cair, Kental-Padat
Cair, Kental-Padat
1.2
Bau
Normal/Khas
Normal/Khas
1.3
Rasa
Asam/Khas
Asam/Khas
1.4
Konsistensi
Homogen
Homogen
Sumber: Standar Nasional Indonesia Yoghurt, 2009
6. Fermentasi
Proses fermentasi merupakan kunci keberhasilan dari produksi
yoghurt karena karakteristik produk akhir terbentuk selama proses fermentasi
berlangsung. Pada proses fermentasi akan terjadi hidrolisis enzimatis laktosa
menjadi glukosa dan galaktosa. Selanjutnya glukosa akan diuraikan melalui
beberapa tahap dekomposisi sehingga menghasilkan asam laktat. Pada tahap
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
ini juga dihasilkan flavor. Adanya asam laktat tersebut akan memberikan rasa
asam pada yoghurt yang dihasilkan.
7. Pendinginan tahap 2
Pendinginan harus segera dilakukan setelah fermentasi supaya bakteri
tidak terus berkembang. Pendinginan ini bertujuan untuk menghentikan proses
fermentasi bakteri. Bila pendinginan tidak segera dilakukan, maka bakteri
akan terus berkembang dan menyebabkan yoghurt yang dihasilkan akan
terlalu asam dan terlalu kental.
B. Susu
a. Pengertian
Susu adalah salah satu hasil ternak yang dikenal sebagai bahan makanan
bernilai gizi tinggi. Didalam susu terdapat berbagai jenis zat gizi. Kandungan zat
gizi susu dinilai lengkap, sehingga susu bermanfaat menunjang pertumbuhan dan
kesehatan tubuh, baik bagi anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Susu
adalah cairan dari kelenjar susu (mamae) yang diperoleh dengan cara diperah.
Secara kimiawi, susu tersusun atas dua komponen utama yaitu air yang
berjumlah sekitar 87% dan bahan padat yang berjumlah sekitar 13%. Didalam
bahan padat susu terdapat berbagai senyawa kimia, baik yang termasuk golongan
senyawa zat gizi makro (makronutrien) seperti lemak, protein dan karbohidrat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
Sedangkan senyawa zat gizi mikro (mikronutrien) seperti vitamin dan mineral
serta beberapa senyawa lainnya (Mohamad,2002).
Adanya berbagai senyawa kimia didalam susu selain menentukan sifat
kimianya, juga berpengaruh terhadap sifat fisik susu. Secara inderawi, susu
tampak sebagai cairan berwarna putih sedikit kekuningan atau kebiruan serta
mempunyai rasa gurih khas sedikit manis. Menurut Mohamad (2002) susu yang
banyak mengandung air dan sekaligus kaya akan zat gizi merupakan media yang
baik bagi pertumbuhan mikrobia. Didalam setiap mili liter susu segar pada
umumnya mengandung ratusan ribu hingga jutaan mikroba khususnya bakteri.
Pada suhu kamar dan ruang terbuka, bakteri didalam susu akan tumbuh dan
berkembang sebanyak 8 kali lipat setiap jam. Oleh sebab itu, susu segar yang
dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik akan cepat rusak atau busuk dalam
jangka waktu relatif singkat.
Pada proses fermentasi susu menjadi yoghurt akan terjadi hidrolisis
enzimatis laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Selanjutnya glukosa akan
diuraikan melalui beberapa tahap dekomposisi menghasilkan asam laktat. Pada
tahap ini belum terjadi perubahan struktur fisik yang nyata pada susu, disebut
prefermentasi. Galaktosa tidak akan digunakan selama glukosa dan laktosa masih
tersedia untuk fermentasi. Oleh karena itu, pada produk yoghurt masih terdapat
residu galaktosa dan laktosa. Setelah terjadi penurunan pH maka mulai terbentuk
secara bertahap sampai mencapai titik isoelektrik pada pH 4,65, proses ini
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
disebut fermentasi utama. Pembentukan gel diikuti dengan perubahan viskositas,
pada tahap ini juga dihasilkan flavor (Iqbal, 2009).
b. Susu kambing
Susu kambing telah dikenal sejak dahulu tetapi ketenaranya masih kalah
dengan susu sapi. Susu kambing adalah cairan putih yang dihasilkan oleh
binatang ruminansia dari jenis kambing-kambingan. Diantara berbagai jenis susu
yang dihasilkan oleh binatang mamalia, susu kambing merupakan salah satu susu
yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia karena kandungan zat-zat
yang ada didalamnya seperti natrium (49 mg), kalsium (133 mg) dan fosfor (110
mg) (Rini dan Bernardinus, 2008).
Jika dibandingkan susu sapi, susu kambing memiliki beberapa perbedaan
dalam segi warna dan bentuk globular lemak. Susu kambing memiliki warna
yang lebih putih dan globular lemak susu yang lebih kecil dari pada susu sapi,
sehingga dapat diminum oleh orang yang mengalami gangguan pencernaan.
Susu kambing segar merupakan susu yang diperoleh dari induk kambing
tidak kurang dari 3 hari setelah kelahiran dan pada susu tersebut tidak dikurangi
dan tidak ditambahkan komponen lain serta tidak boleh mengalami suatu
perlakuan
kecuali
pendinginan.
Pengelompokkan
mutu
susu
kambing
digolongkan berdasarkan parameter total mikroba, jumlah somatik sel kambing,
lemak dan bahan kering yang digunakan sebagai kriteria untuk pemasaran susu
kambing segar (Elfrida,2013).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17
Susu kambing layaknya susu yang berasal dari sumber hewan lain yang
merupakan campuran yang kompleks, yaitu emulsi lemak dalam air. Jika
dibandingkan dengan susu sapi, empat komponen utama penyusun susu kambing
yaitu laktosa, lemak, senyawa nitrogen, dan mineralnya memiliki kemiripan
dengan susu sapi. Protein susu kambing lebih mudah larut dan lebih mudah
diserap serta lebih rendah dalam memicu alergi oleh tubuh sehingga
mengindikasikan bahwa kualitas protein susu kambing lebih baik dibandingkan
dengan susu sapi (Hartati,2010).
Gambar 2.1 : Susu Kambing Etawa
Sumber: dokumentasi pribadi
Menurut Atmiyati (2001) susu kambing mampu membantu memulihkan
kondisi orang yang telah sembuh dari suatu penyakit. Hal ini disebabkan protein
berfungsi sebagai zat pembangun yaitu membentuk jaringan-jaringan baru
didalam tubuh dan mengganti jaringan tubuh yang rusak dan yang perlu
diperbaiki. Bila dibandingkan dengan susu sapi, susu kambing memiliki
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
kandungan gizi yang lebih unggul, selain itu lemak dan protein pada susu
kambing lebih mudah dicerna dan kandungan vitamin B1 nya lebih tinggi
dibanding susu sapi. Kandungan fosfor, kalsium dan kalium yang dominan
sangat baik bagi tubuh manusia. Keunggulan lain dari susu kambing adalah
mempunyai khasiat untuk mengobati demam kuning, penyakit kulit, gastritis
(gangguan lambung), asma (gangguan pernapasan) dan insomnia (tidak bisa
tidur).
Tabel 2.3 Nilai kandungan gizi susu kambing dan susu sapi per 100gr
No
Kandungan
Susu sapi
Susu Kambing
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Protein (g)
3.3
3.6
Lemak (g)
3.3
4.2
Karbohidrat(g)
4.7
4.5
Kalori (g)
61
69
Fosfor (g)
93
111
Kalsium (g)
119
134
Magnesium (g)
13
14
Besi (g)
0.05
0.05
Natrium (g)
49
50
Kalium (g)
152
204
Vitamin A (IU)
126
185
Thiamin (mg)
0.04
0.05
Riboflavin (mg)
0.16
0.14
Niacin (mg)
0.08
0.28
Vitamin B6 (mg)
0.04
0.05
Sumber : Balai Penelitian Veteriner, Bogor (2008)
Berbagai jenis kambing dapat menghasilkan susu, namun jenis susu
kambing yang banyak dikonsumsi adalah susu kambing peranakan Etawa dan
Seanen. Hal ini disebabkan kambing jenis peranakan Etawa dan Seanen adalah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
jenis kambing yang banyak memproduksi susu (Atmiyati,2001). Bervariasiya
komposisi susu kambing dapat terjadi antara lain karena variasi antar jenis
kambing, variasi setiap individu kambing, faktor genetik, musim, umur, faktor
perawatan, frekuensi pemerahan, faktor pakan, dan pengaruh penyakit (Akhmad
dan Zainal,2008).
C. Cokelat
a. Pengertian
Cokelat adalah produk yang dihasilkan dari tanaman kakao atau
Theobroma cacao. Biji kakao mengandung berbagai macam komponen kimia,
zat gizi dan senyawa bioaktif didalamnya. Komposisi kimia bubuk kakao per 100
gram adalah mengandung kalori 228,49 Kkal, lemak 13,5 g, karbohidrat 53,35 g,
serat 27,90 g, protein 19,59 g, air 2,58 g dan kadar abu 6,33 yang meliputi :
kalium 1449,5 mg, natrium 8,99 mg dan kalsium 169,45 mg.
Cokelat
mengandung senyawa fenolik dari biji tanaman kakao (Theobroma cacao) dan
merupakan salah satu sumber konsentrat senyawa polifenol, yang berfungsi
sebagai anti oksidan alami yang disebut flavonoid dan banyak ditemukan pula
pada teh, anggur merah, tomat dan produk pangan lain yang dipercaya dapat
mengurangi resiko penyakit jantung.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
20
Gambar 2.2 : Bubuk cokelat
Sumber: dokumentasi pribadi
Selain itu, cokelat juga berfungsi sebagai anti oksidan. Antioksidan
berfungsi untuk melindungi tubuh dari penuaan yang disebabkan oleh radikal
bebas yang dapat mengakibatkan penyakit jantung. Menurut ilmuwan, cokelat
yang dimakan dalam jumlah normal secara teratur dapat menurunkan tekanan
darah. Cokelat juga terkenal dapat meningkatkan kesenangan dengan melejitkan
kadar serotonin yang dapat memberikan perasaan senang dan bertindak sebagai
anti depresi (Susanti,2012).
b. Bubuk cokelat
Cokelat bubukterbuat dari bungkil atau ampas biji cokelat yang telah
dipisahkan dari lemak cokelatnya. Bungkil ini dikeringkan dan digiling halus
sehingga terbentuk tepung cokelat.Terdapat 2 jenis cokelat bubuk, yaitu melalui
proses natural (non alkalized cocoa powder) dan yang kedua melalui proses
dutch (alkalized cocoa powder). Natural cocoa powder memiliki warna lebih
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
terang, sedangkan Dutch cocoa powder memiliki warna lebih gelap. Kebanyakan
coklat bubuk yang dijual dipasaran adalah jenis natural cocoa powder. Cokelat
bubuk natural dibuat dari bubur cokelat atau balok cokelat pahit, dengan
menghilangkan sebagian besar lemaknya hingga tinggal 18%-23%. Cokelat jenis
ini berbentuk tepung, mengandung sedikit lemak, dan rasanya pahit
(Susanti,2012).
D. Starter
Starter adalah peliharaan organisme yang tidak berbahaya pada medium
steril (skim atau susu), yang digunakan untuk memproduksi keju dan susu
fermentasi, yang dibutuhkan dalam jumlah banyak oleh industri susu dan
berbagai industri pangan lainnya.
Pada produk pangan fermentasi, kultur starter sangat penting diperhatikan
karena memiliki peran yang sangat penting dalam proses fermentasi. Kultur
starter berperan dalam proses biokimia untuk menghasilkan produk fermentasi
yang diharapkan. Kultur starter yang baik adalah kultur yang diisolasi langsung
dari produk fermentasi dengan proses alami .
Kombinasi bakteri sering digunakan pada produksi yogurt dan yang paling
umum digunakan terutama di Indonesia adalah kombinasi dua bakteri utama
yaitu Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Walaupun kedua
mikroorganisme tersebut dapat digunakan secara terpisah, namun penggunaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22
keduanya dalam kultur starter yoghurt secara bersama terbukti telah bersimbiosis
dan meningkatkan efisiensi kerja kedua bakteri tersebut. Kerjasama kedua
bakteri ini akan membentuk cita rasa dan karakteristik yoghurt (Hasrudin dan
Rifnaul, 2014).
Seringkali ada yang menggunakan biakan dari yoghurt susu yang dapat
dibeli di supermarket. Yoghurt susu tersebut dikenal dengan plain yoghurt.
Dalam penelitian ini, starter yang digunakan berasal dari produk plain biokul.
Plain biokul digunakan sebagai pengganti bakteri yang berasal dari biakan murni
karena didalam plain biokul terdapat biakan Streptococcus thermophilus dan
Lactobacillus bulgaricus.
Gambar 2.3 : Starter Biokul
Sumber: dokumentasi pribadi
Dalam proses pembuatan yoghurt kebersihan alat yang akan digunakan
menjadi hal yang perlu diperhatikan. Hal ini dimaksudkan supaya tidak ada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
mikroorganisme lain yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri selama proses
fermentasi berlangsung.
E. Aroma
Aroma (bau) lebih banyak berhubungan dengan alat panca indera penciuman.
Bau-bauan baru dapat dikenali bila berbentuk uap, dan molekul-molekul
komponen bau tersebut harus sempat menyentuh silia (bulu) sel olfaktori,
diteruskan ke otak dalam bentuk impuls listrik, oleh ujung-ujung olfaktory.
Manusia mampu mendeteksi dan membedakan sekitar enam belas juta jenis bau.
Indera penciuman tidak tergantung pada penglihatan, pendengaran ataupun
sentuhan. Pada umumnya bau yang diterima oleh hidung dan otak lebih banyak
merupakan berbagai ramuan atau campuran empat bau utama yaitu harum,
tengik,dan hangus.
Kelelahan dan penciuman terhadap bau dapat terjadi dengan cepat misalnya
orang yang belum terbiasa menghirup gas H2S akan segera mengenalnya.
Sebaliknya seseorang yang setiap hari bekerja di laboratorium tidak akan segera
mengenalnya meskipun konsentrasi H2S di udara cukup tinggi (Fatimah, 2006).
F. Rasa
Rasa lebih banyak melibatkan panca indera lidah. Penginderaan cecapan dapat
dibagi menjadi empat cecapan utama yaitu asin, asam, manis, dan pahit. Rasa
makanan dapat dikenali dan dibedakan oleh kuncup-kuncup cecapan yang
terletak pada papila yaitu noda merah jingga pada lidah. Bahan makanan yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24
mempunyai sifat merangsang syaraf perasa di bawah kulit muka, lidah, maupun
gigi akan menimbulkan perasaan tertentu. Misalnya bila memakan rempahrempah yang mempunyai kesan tertentu seperti pedas, panas atau dingin. Rasa
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu senyawa kimia, suhu, konsentrasi, dan
interaksi dengan komponen rasa yang lain.
Sensitifitas dari rasa terdapat pada ujung-ujung lidah, masing-masing
terdistribusi pada empat jenis daerah reseptor, yaitu:

Rasa manis: pada ujung lidah

Rasa pahit: pada pangkal lidah

Rasa asam: pada sisi belakang lidah

Rasa asin: pada sisi depan lidah (Fatimah, 2006).
Faktor-faktor yang mempengaruhi rasa antara lain:
a. Senyawa kimia
Rasa manis disebebkan oleh senyawa organik alifatik yang mengandung
gugus hidroksi (OH), beberapa asam amino, aldehid dan gliserol. Rasa pahit
disebabkan oleh alkaloid-alkaloid. Contohnya : kafein, kuinon, senyawa fenol
seperti garam-garam Mg, NH4 dan Ca. Rasa asin dihasilkan oleh garamgaram anorganik yang umum adalah NaCl. Rasa asam disebebkan oleh donor
proton. Intensitas rasa asam tergantung pada ion H+ yang dihasilakn dari
hidrolisis asam. Contoh: asam pada cuka, buah-buahan dan sayuran.
b. Suhu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25
Suhu mempengaruhi kemampuan kuncup cecapan,sensitifitas akan
berkurang bila suhu lebih besar dari 20◦C dan lebih kecil dari 30◦C dimana
akan menimbulkan sedikit perbedaan rasa. Misalnya rasa kopi panas akan
berkurang rasa pahitnya bila dibandingkan dengan kopi dingin.
Makanan yang terlalu panas akan membakar lidah dan ini akan merusak
kepekaan kuncup cecapan, tetapi sel yang rusak akan diganti dalam beberapa
hari. Makanan yang dingin dapat membius kuncup cecapan sehingga tidak
peka lagi.
G. Penelitian yang relevan
Pada peneliti pendahulu yang dilakukan oleh Ferdian (2011), penambahan
bubuk cokelat fermentasi pada susu kambing dapat meningkatkan cita rasa dan
mengurangi aromo khas yang terdapat pada susu kambing. Penambahan
konsentrasi bubuk cokelat yang diterapkan pada pembuatan yoghurt sebesar 0%,
1%, 2%, 3% dan 4% dengan judul penelitian, Pengaruh BubukCokelat
Fermentasi Pada Yoghurt Susu Kambing Menggunakan StarterLactobacillus
fermentum Dan Streptococcus thermophilus Terhadap Kadar Air, Keasaman dan
Mikrobiologi.
Penelitian tersebut dapat disimpulkan penambahan bubuk cokelat
fermentasi dengan konsentrasi 3% adalah yang terbaik dalam menghasilkan
yoghurt susu kambing dengan kadar air 77.98%, keasaman 1.54% TTA dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26
mikrobiologi yaitu total koloni bakteri aerob 2.75 x 105 CFU/ml, total koloni
BAL 38.75 x 109 CFU/ml. Selain itu juga, pada konsentrasi bubuk cokelat 3%
lebih disukai oleh panelis karena memiliki cita rasa yang lebih enak serta tidak
tercium aroma khas dari susu kambing tersebut. Penelitian lain juga pernah
dilakukan oleh Mustofa, Sorini dan Lusiastuti mengenai Peningkatan Kualitas
Yoghurt Dari Susu Kambing Dengan Penambahan Bubuk Susu Skim Dan
Pengaturan Suhu Pemeraman. Dalam penelitian ini, parameter yang diukur
adalah tingkat kesukaan panelis terhadap yoghurt yang dihasilkan dengan
penambahan susu skim sebanyak 0%, 2%, 4%, 6% dan 8%. Hasilnya adalah
penambahan susu skim dengan konsentrasi 4% memiliki kualitas yang baik pada
uji organoleptik dan paling disukai oleh panelis.
H. Kerangka berpikir
Yoghurt merupakan produk olahan berbahan dasar susu yang di fermentasi
oleh bakteri asam laktat (BAL). Yoghurt biasanya dibuat dengan menggunakan
dua jenis BAL yaitu Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus
sebagai stater. Youghrt memiliki nilai gizi yang tinggi dan baik dikonsumsi oleh
penderita Lactosa Intolerance atau yang tidak toleran terhadap lakotsa. Dalam
proses pembuatannya, biasanya yoghurt terbuat dari susu sapi. Namun terdapat
beberapa orang yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi. Salah satu cara
mengatasinya adalah dengan mengkonsumsi susu kambing. Susu kambing
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27
memiliki kandungan gizi yang lebih unggul dibandingkan dengan susu sapi.
Protein dan lemak yang ada dalam susu kambing lebih mudah dicerna oleh
tubuh. Sayangnya susu kambing kurang diminati oleh masyarakat. Hal ini
disebabkan karena aroma dan rasa yang dihasilkan oleh susu kambing masih
terlalu menyengat sehingga masyarakat kurang meminatinya. Salah satu cara
yang dapat dilakukan untuk menetralisir aroma dan rasa kambing tersebut adalah
dengan mengolah susu kambing menjadi yoghurt dan menambahkan campuran
dari bubuk cokelat. Namun komposisi dari campuran yang diberikan harus
seimbang dengan bahan dasar yang digunakan. Apabila komposisi dari campuran
lebih banyak dibandingkan dengan bahan dasar yang digunakan, maka akan
menyebabkan rasa pahit. Peneliti ingin membuat youghrt dengan bahan dasar
susu kambing. Guna menghilangkan aroma dan rasa kambing yang masih terasa
didalam susu, peneliti menambahkan bubuk cokelat dengan perbandingan
konsentrasi 2%, 4%, 6% dari volume susu. Secara sederhana, kerangka berpikir
peniliti adalah:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28
Gambar 2.4: Kerangka Berpikir Pembuatan Yoghurt Susu Kambing rasa Cokelat
Susu kambing kurang diminati oleh
masyarakat karena memiliki rasa
dan aroma khas kambing yang
masih terasa saat diminum
Bubuk cokelat merupakan
bahan makanan yang banyak
digemari oleh masyarakat
karena memiliki aroma dan
rasa yang kuat.
Pembuatan yoghurt berbahan dasar susu
kambing dengan penambahan bubuk cokelat
guna menetraisir aroma dan rasa khas yang ada
pada susu kambing
Pengujian organoleptik guna mengetahui
tingkat kesukaan panelis terhadap aroma
dan rasa yoghurt yang dihasilkan
I. Hipotesis
Berdasarkan landasan teori serta kerangka berfikir yang telah disampaikan,
maka hipotesa dapat dirumuskan:
1) Penambahan bubuk cokelat dapat mengurangi rasa dan aroma khas yang ada
dalam susu kambing.
2) Yoghurt susu kambing dengan penambahan bubuk cokelat yang disukai oleh
panelis adalah pada perlakuan CB yatu penambahan bubuk cokelat sebanyak
4%.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian dan Variabel
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan adalah menguji 3
konsentrasi bubuk cokelat dengan 3 kali pengulangan dan yang ditambahkan
kedalam susu kambing serta kontrol. Setelah itu dilakukan uji organoleptik
meliputi rasa dan aroma.
Tabel 3.1 Tata Letak Penyimpanan Yoghurt
CC₂
CB₂
CB₃
CA₂
CA₁
K₁
K₃
CB₁
CC₁
CC₃
CA₃
K₂
Keterangan :
K
: Kontrol
CA
: Penambahan bubuk cokelat dengan konsentrasi 2%
CB
: Penambahan bubuk cokelat dengan konsentrasi 4%
CC
: Penambahan bubuk cokelat dengan konsentrasi 6%
₁,₂,₃
: Pengulangan
Dalam penelitian ini menggunakan 3 variabel, yaitu:
1. Variabel bebas
Dalam penelitian ini, variabel bebas yang digunakan adalah variasi
konsentrasi penambahan bubuk cokelat yang dicampurkan dalam susu
kambing. Konsentrasi tersebut terdiri dari 3 taraf, yaitu 2%, 4% dan 6%
dengan pertimbangan konsentrasi bubuk cokelat yang digunakan tidak terlalu
29
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30
mendominasi rasa dari yoghurt yang akan dihasilkan serta 1 kontrol dengan
pengulangan sebanyak 3 kali.
2. Variabel terikat
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah aroma dan rasa dari yoghurt susu
kambing yang dihasilkan.
3. Variabel kontrol
Variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah wadah botol
kaca, susu kambing 100 ml tiap botol kaca, fermentasi pada suhu 40ᵒC selama
6 jam dan biokul.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada tanggal 2-3 Mei 2016, bertempat di
Laboratorium Biologi Universitas Sanata Dharma yang terletak di Dusun
Paingan Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta.
C. Alat dan bahan
1.
Alat
a.
Pembuatan Yoghurt
1) Timbangan digital
2) Gelas beker 100 ml
3) Gelas beker 1000 ml
4) Autoklaf
5) Panci
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31
6) Kompor
7) Sendok pengaduk
8) Thermometer
9) Botol kaca
10) Gelas arloji
b. Uji Organoleptik
1) Sendok (10)
2) Gelas arloji (12)
2. Bahan
a. Susu kambing etawa murni
b. Bubuk cokelat
c. Plain yoghurt Biokul
d. Air bersih
e. Kertas label
f. Alat tulis
g. Plastik wrap 1 pak
h. Tisu
i. Sabun cuci sunlight
j. Alkohol 96%
k. Karet
l. Kertas payung
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
D. Cara kerja
a) Sterilisasi Alat
Alat-alat yang akan digunakan untuk pembuatan yoghurt perlu
dilakukan sterilisasi terlebih dahulu. Fungsinya adalah untuk membunuh
bakteri-bakteri yang dapat menghambat proses fermentasi.
1. Semua alat yang akan digunakan untuk proses pembuatan yoghurt dicuci
menggunakan sabun.
2. Botol selai dimasukan kedalam panci yang sudah diisi air dan campuran
sanlight (±5 tetes) dan dipanaskan hingga mendidih.
3. Setelah mendidih, botol selai diangkat lalu didiamkan hingga kering.
4. Bagian luar botol disemprot menggunakan alkohol dan didiamkan hingga
kering.
5. Botol selai dibungkus menggunakan kertas payung dan diikat
menggunakan karet gelang, lalu dimasukan dalam plastik bening 2 kg dan
masukan dalam autoklaf lalu disterilisasi.
6. Setelah itu botol dikeluarkan dan disimpan dalam inkubator.
7. Alat yang digunakan selain botol kaca, cukup disterilkan dengan
disemprotkan alkohol.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33
b) Pembuatan Yoghurt

Yoghurt kontrol (tanpa penambahan bubuk cokelat)
1. Disiapkan susu kambing sebanyak 400 ml.
2. Susu dipanaskan hingga mencapai suhu 80ᵒC sambil diaduk.
3. Setelah itu, susu didiamkan sampai suhu turun menjadi 43ᵒC.
4. Susu dituangkan kedalam 3 wadah, masing-masing 100 ml.
5. Ditambahkan plain biokul sebanyak 10% dari volume susu untuk
tiap wadahnya lalu diaduk.
6. Ditutup menggunakan kertas wrap kemudian dilapisi dengan
alumunium foil dan diikat dengan karet gelang.
7. Diberi label dan diletakkan sesuai tata letak yang telah ditentukan
sebelumnya.
8. Dimasukkan
kedalam
inkubator
pada
suhu
40ᵒC
dan
difermentasikan selama 6 jam.
9. Setelah 6 jam, dikeluarkan dari inkubator lalu dimasukan kedalam
kulkas untuk menghentikan aktivitas bakteri.
10. Dilakukan uji organoleptik.

Yoghurt dengan penambahan bubuk cokelat 2 gram
1. Bubuk coklat ditimbang sebanyak 2 gram.
2. Disiapkan susu kambing sebanyak 100 ml.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34
3. Bubuk cokelat 2 gram dicampurkan kedalam susu kambing yang
sudah disiapkan (100ml) lalu diaduk.
4. Susu + bubuk cokelat dipanaskan hingga mencapai suhu 80ᵒC sambil
diaduk.
5. Didiamkan hingga suhu turun menjadi 43ᵒC.
6. Tuangkan susu + campuran bubuk cokelat kedalam botol kaca.
7. Ditambahkan plain yoghurt sebanyak 10% dari volume susu lalu
diaduk.
8. Ditutup menggunakan plastik wrap dan dilapisi dengan alumunium
foil.
9. Diberi label lalu diletakkan sesuai dengan tata letak yang telah
ditentukan.
10. Dimasukan kedalam inkubator pada suhu 40◦C dan difermentasi
selama 6 jam.
11. Setelah 6 jam, dikeluarkan dari inkubator lalu dimasukan kedalam
kulkas untuk menghentikan aktivitas bakteri.
12. Dilakukan uji organoleptik.
Lakukan cara yang sama untuk membuat pengulangan.

Yoghurt dengan penambahan bubuk cokelat 4 gram
1.
Bubuk cokelat ditimbang sebanyak 4 gram
2.
Disiapkan susu kambing sebanyak 100 ml.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
35
3.
Bubuk cokelat 4 gram dicampurkan kedalam susu kambing yang
sudah disiapkan (100ml) lalu diaduk.
4.
Susu + bubuk cokelat dipanaskan hingga mencapai suhu 80ᵒC
sambil diaduk.
5.
Diamkan hingga suhu turun menjadi 43ᵒC.
6.
Tuangkan susu+ campuran bubuk cokelat dalam botol kaca .
7.
Ditambahkan plain yoghurt sebanyak 10gr dari volume susu.
8.
Di tutup menggunakan plastik wrap, dilapisi dengan alumunium
foil.
9.
Diberi label dan diletakkan sesuai tempat yang sudah ditentukan.
10. Dimasukan kedalam inkubator pada suhu 40◦C dan difermentasi
selama 6 jam.
11. Setelah 6 jam, dikeluarkan dari inkubator lalu dimasukan kedalam
kulkas untuk menghentikan aktivitas bakteri.
12. Dilakukan uji organoleptik.
Lakukan cara yang sama untuk membuat pengulangan.

Yoghurt dengan penambahan bubuk cokelat 6 gram
1. Bubuk cokelat ditimbang sebanyak 6 gram
2. Disiapkan susu kambing sebanyak 100 ml.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36
3. Bubuk cokelat 6 gram dicampurkan kedalam susu kambing yang
sudah disiapkan(100ml) lalu diaduk.
4. Susu + bubuk cokelat dipanaskan hingga mencapai suhu 80ᵒC
sambil diaduk.
5. Diamkan hingga suhu turun menjadi 43ᵒC.
6. Tuangkan susu+ campuran bubuk cokelat dalam botol kaca .
7. Ditambahkan plain yoghurt sebanyak 10gr dari volume susu.
8. Di tutup menggunakan plastik wrap, dilapisi dengan alumunium
foil.
9. Diberi label dan diletakkan sesuai tempat yang sudah ditentukan.
10. Dimasukan kedalam inkubator pada suhu 40◦C dan difermentasi
selama 6 jam.
11. Setelah 6 jam, dikeluarkan dari inkubator lalu dimasukan kedalam
kulkas untuk menghentikan aktivitas bakteri.
12. Dilakukan uji organoleptik.
Lakukan cara yang sama untuk membuat pengulangan.
c) Uji Organoleptik
Uji organoleptik disebut juga penilaian indera atau penilaian sensorik,
merupakan salah satu cara penilaian dengan memanfaatkan panca indera
manusia suatu produk makanan, minuman atau obat. Penginderaan diartikan
sebagai suatu proses fisio-psikologis yaitu kesadaran atau pengenalan alat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37
indera akan sifat-sifat benda karena adanya rangsangan yang diterima alat
indera yang berasal dari benda tersebut. Pengujian organoleptik berperan
penting dalam pengembangan produk. Evaluasi sensorik dapat digunakan
untuk menilai adanya perubahan yang dikehendaki atau tidak dalam produk
atau bahan-bahan formulasi, mengidentifikasi area untuk pengembangan,
mengevaluasi produk pesaing, mengamati perubahan yang terjadi selama
prose atau penyimpanan dan memberikan data yang diperlukan untuk
promosi produk (Fitriyono, 2014).
Adapun persyaratan pengujian organoleptik yang harus diperhatikan
antara lain:
a. Ruang
Laboratorium pengujian organoleptik terletak dilokasi yang tenang dan
bebas dari pencemaran yang dapat mengganggu panelis.
b. Waktu pengujian
Pelaksanaan uji organoleptik dilakukan pada saat panelis tidak sedang
dalam kondisi lapar atau kenyang. Syarat untuk menjadi panelis adalah
sebagai berikut: tertarik terhadap uji organoleptik sensori dan mau
berpartisipasi, konsisten dalam mengambil keputusan, berbadan sehat,
tidak buta warna serta gangguan psikologis, tidak menolak terhadap
makanan yang akan diuji (tidak alergi), menunggu mininal 20 menit
setelah merokok, makan permen karet, makan dan minuman ringan
(SNI, 2009)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
Guna menilai hasil dari youghrt yang telah dibuat, terdapat beberapa
aspek yang harus diuji, antara lain aroma dan rasa dari yoghurt.
1. Uji aroma
a. Ambil sampel sebanyak 1 sendok makan lalu letakkan diatas gelas
arloji.
b. Cium sampel pada jarak ½ cm dari hidung.
c. Dilakukan pengerjaan oleh 15 panelis.
2. Uji rasa
a. Ambil sampel sebanyak ± 1 sendok.
b. Rasakan sampel dengan lidah.
c. Dilakukan pengerjaan oleh 15 panelis.
E. Teknik Pengambilan Data
Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian dengan skala hedonic yang
terdiri dari 5 pernyataan yaitu sangat tidak suka, tidak suka, biasa saja, suka dan
sangat suka. Panelis diminta untuk mengisikan penilaiannya dalam kolom skala
hedonic yang sudah disediakan. Hasil dari skala hedonic yang diisi oleh panelis
akan dianalisis.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
Tabel 3.2 Tabulasi Data
N Perny
o
ata
an
1 Aroma
Ulan
g
K
1 2 3 4 5 1
CA
2 3
CB
4
5
1
2 3
CC
4 5 1 2 3 4
an
1
2
3
2
Rasa
1
2
3
Catatan Panelis:
Aroma:
Rasa:
Ketentuannya adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
Sangat tidak suka
Tidaksuka
Biasa saja
Suka
Sangat suka
Keterangan:
K : Kontrol
CA : Penambahan bubuk cokelat dengan konsentrasi 2%
CB : Penambahan bubuk cokelat dengan konsentrasi 4%
CC : Penambahan bubuk cokelat dengan konsentrasi 6%
₁,₂,₃ : Pengulangan
5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
F. Metode Analisis Data
Penelitian terdiri dari 3 kelompok perlakuan yaitu CA dengan penambahan
bubuk cokelat sebanyak 2%,CB dengan penambahan bubuk cokelat sebanyak 4%
dan CC dengan penambahan bubuk cokelat sebanyak 6% serta 1 kontrol (tanpa
penambahan bubuk cokelat) dengan pengulangan masing-masing 3 kali. Hasil
yang diperoleh akan diolah menggunakan uji anova dan apabila signifikan akan
dilanjutkan menggunakan uji Tukey.

Pengujian Hipotesis dan pengambilan keputusan
a. Hipotesis
Ho: tidak ada perbedaan secara signifikan dari beberapa kelompok
perlakuan.
Hi: terdapat perbedaan yang signifikan dari beberapa kelompok
perlakuan.
b. Pengambilan keputusan
Dasar pengambilan keputusan dengan membandingkan hasil statistik.

Apabila Asymp. Sig. > 0,05 maka Ho diterima. Artinya tidak ada perbedaan
yang signifikan dari beberapa kelompok perlakuan.
 Apabila Asymp. Sig. < 0,05 maka Ho ditolak. Artinya terdapat perbedaan
yang
signifikan
dari
beberapakelompok
perlakuan
(Santoso,2013).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Uji Organoleptik
Setelah melakukan uji organoleptik aroma dan rasa dari yoghurt
berbahan dasar susu kambing etawa dengan penambahan bubuk cokelat
menggunakan konsentrasi yang berbeda yaitu 2%, 4% dan 6%, diperoleh data
sebagai berikut:
1. Aroma
Aroma merupakan salah satu bagian dari uji organoleptik.
Pengujian aroma dilakukan dengan cara panelis mencium sampel yang
sudah disiapkan di atas gelas arloji. Selanjutnya panelis diminta untuk
memberi nilai sesuai dengan skala hedonic nilai 1 sangat tidak suka, 2:
tidak suka, 3: biasa saja, 4: suka dan 5: sangat suka yang terdapat pada
kuisioner yang telah dibuat. Hasil penilaian panelis terhadap aroma dari
yoghurt adalah sebagai berikut:
41
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
4.5
RERATA SKOR AROMA
4
3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
K
CA
CB
CC
PERLAKUAN
Gambar 4.1 Hasil kesukaan Panelis terhadap aroma
Keterangan :
K = Kontrol
CA = Perlakuan penambahan bubuk cokelat sebanyak 2%
CB = Perlakuan penambahan bubuk cokelat sebanyak 4%
CC = Perlakuan penambahan bubuk cokelat sebanyak 6%
Pada grafik diatas dapat dilihat bahwa rerata skor yang diberikan
oleh panelis terhadap aroma dari yoghurt yang dihasilkan tertinggi adalah
pada perlakuan CB yaitu 4,2. Selanjutnya rerata skor yang mendekati
perlakuan CB adalah pada kontrol dengan skor 4 dan disusul oleh
perlakuan CC dengan skor 3,4 lalu yang paling rendah adalah pada
perlakuan CB dengan skor 3.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
43
2. Rasa
Selain aroma, rasa juga merupakan salah satu komponen
organoleptik yang diujikan. Pengujian rasa dilakukan dengan cara panelis
mengambil sampel menggunakan sendok lalu dirasakan menggunakan
indera pengecap. Hasil penilaian panelis terhadap rasa dari yoghurt adalah
sebagai berikut:
4
3.5
rerata skor rasa
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
K
CA
CB
CC
Perlakuan
Gambar 4.2 Hasil rerata kesukaan Panelis terhadap rasa
Keterangan :
K = Kontrol
CA = Perlakuan penambahan bubuk cokelat sebanyak 2%
CB = Perlakuan penambahan bubuk cokelat sebanyak 4%
CC = Perlakuan penambahan bubuk cokelat sebanyak 6%
Pada grafik diatas dapat dilihat bahwa rerata skor yang diberikan
oleh panelis terhadap rasa tertinggi adalah pada kontrol yaitu 3,4. Untuk
perlakuan yang mendekati kontrol yaitu CB dengan rerata skor 2,8.
Selanjutnya rerata skor tertinggi ketiga adalah pada perlakuan CC dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
44
skor 2,5. Sedangkan perlakuan yang paling rendah dari kontrol adalah CA
dengan rerata skor 2,4.
Hasil dari rata-rata setiap perlakuan selanjutnya diuji menggunakan
Anova one factor betweensubject desain untuk melihat apakah terdapat
perbedaan yang signifikan dari setiap perlakuan. Setelah dilakukan
pengujian didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.3 Hasil uji anova
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa aroma
menunjukkan hasil 0,157 > 0,05 yang berarti Ho diterima. Hal ini
menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dari keempat
kelompok perlakuan antara kontrol, penambahan bubuk cokelat sebanyak
2%, 4% dan 6%. Sedangkan untuk rasa menunjukkan hasil 0,001 < 0,05
yang berarti Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
yang signifikan dari keempat kelompok perlakuan antara perlakuan
kontrol, penambahan bubuk cokelat sebanyak 2%, 4% dan 6%. Guna
mengetahui adanya perbedaan yang nyata dari aroma yoghurt antara
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
keempat perlakuan, maka dilakukan uji lanjut yaitu uji Tukey. Hasil uji
Tukey adalah sebagai berikut:
Tabel 4.4 Hasil uji Tukey
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa adanya beda nyata
ditandai dengan tanda bintang yang terdapat pada ujung angka. Rasa pada
kontrol memiliki beda nyata terhadap perlakuan CA yaitu penambahan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
bubuk cokelat sebanyak 2%, CB penambahan bubuk cokelat sebanyak
4% dan CC penambahan bubuk cokelat sebanyak 6%.
3. Tingkat Kesukaan Panelis
Pada penelitian ini juga dilakukan pengujian terhadap semua parameter
organoleptik dari yoghurt yang dihasilkan. Pengujian ini dilakukan guna
semakin mempertegas formula yoghurt yang paling disukai oleh panelis. Dari
uji yang dilakukan didapatkan hasil:
4
Rerata kesukaan panelis
3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
K
CA
CB
CC
Perlakuan
Gambar 4.5 Hasil uji kesukaan panelis terhadap yoghurt
Keterangan :
K = Kontrol
CA = Perlakuan penambahan bubuk cokelat sebanyak 2%
CB = Perlakuan penambahan bubuk cokelat sebanyak 4%
CC = Perlakuan penambahan bubuk cokelat sebanyak 6%
Pada grafik diatas yoghurt dengan perlakuan kontrol adalah yoghurt
yang paling disukai oleh panelis dengan rerata 3,4. Untuk perlakuan yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47
mendekati kontrol yaitu CB dengan rerata skor 2,8. Selanjutnya diurutan
ketiga tingkat kesukaan panelis terhadap yoghurt yang dihasilkan adalah pada
perlakuan CC dengan skor 2,5. Sedangkan perlakuan yang terendah dari
kontrol adalah CA dengan rerata skor 2,3.
B. Pembahasan
Proses fermentasi yoghurt berlangsung melalui penguraian protein susu.
Sel-sel bakteri menggunakan laktosa dari susu untuk mendapatkan karbon dan
energi dan memecah laktosatersebut menjadi gula sederhana yaitu glukosa
dan galaktosa dengan bantuan enzim β-galaktosidase. Proses fermentasi
akhirnya akan mengubah glukosa menjadi produk akhir asam laktat.
Laktosa → Glukosa+Galaktosa →Asam piruvat → Asam laktat+CO2+H2O
Pengujian organoleptik adalah pengujian yang didasarkan pada proses
penginderaan. Penginderaan diartikan sebagai suatu proses fisio-psikologis,
yaitu kesadaran atau pengenalan alat indera akan sifat-sifat benda karena
adanya rangsangan yang diterima alat indera yang berasal dari benda tersebut
(Susiwi, 2009). Bagian tubuh yang berperan dalam uji organoleptik kali ini
adalah hidung (indera pembau) dan lidah (indera pengecap). Pengujian
organoleptik dilakukan oleh seseorang yang disebut panelis. Panelis
merupakan anggota panel atau orang yang terlibat dalam penilaian
organoleptik dari berbagai kesan subjektif untuk menilai produk yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48
disajikan (Fitriyono,2014). Dalam penilaian organoleptik dikenal lima macam
panelis yaitu: (1) panelis ahli yaitu orang yang memiliki kepekaan sangat baik
dalam melakukan uji organoleptik. Seorang panelis ahli sangat mengenal
sifat, peran dan cara pengolahan bahan yang akan dinilai serta menguasai
metode
analisis
uji
organoleptik
dengan
sangat
baik.
Keunggulan
menggunakan panelis ahli adalah kepekaan tinggi dan penilaiannya lebih
efisien. (2) panelis terbatas terdiri dari 3-5 orang. Panelis ini mengenal dengan
baik faktor dalam penilaian organoleptik dan pengaruh bahan baku terhadap
hasil akhir. (3) panelis terlatih terdiri dari 15-25 orang yang memiliki
kepekaan cukup baik. Panelis ini dapat menilai beberapa rangsangan. (4)
panelis agak terlatih terdiri dari 15-25 orang yang sebelumnya dilatih untuk
mengetahui sifat-sifat tertentu. (5) panelis tidak terlatih terdiri dari 25 orang
awam yang dipilih secara bebas (Anonim, 2013). Anggota panel tidak semua
harus diseleksi, bahkan untuk tujuan tertentu justru panel ini harus berasal dari
semua kalangan dan bersifat acak. Misalnya untuk panel konsumen, tidak
perlu ada seleksi. Beberapa jenis panel, anggota timnya harus diseleksi secara
ketat dengan berbagai persyaratan kemampuan dan ada seleksi yang hanya
terbatas pada aspek sosial panelis, misalnya untuk panel wakil konsumen.
Seleksi dilakukan pada orang yang memenuhi kriteria, yaitu :
- Orang tersebut memiliki perhatian yang cukup baik pada uji organoleptik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49
- Ketersediaan dan memiliki waktu yang cukup untuk berlatih
tentangpengujian organoleptik.
- Memiliki pengetahuan, keterampilan dasar yang cukup dalam hal prinsip
analisis, sistem dan prosedur , kriteria spesifik bahan/produk, persiapan,
faktor fisio-psikologis
kepekaan indrawi,
komponen bahan dan
pengaruhnya pada atribut organoleptik bahan, hasil analisis faktornya,
serta dokumen dan pelaporan atas pelaksanaan tugas.
Panelis yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang
yang merupakan mahasiswa pendidikan biologi angkatan 2013 yang terdiri
dari laki-laki dan perempuan. Para panelis ini tergolong dalam jenis panelis
yang agak terlatih. Hal ini dikarenakan para panelis sudah pernah melakukan
uji organoleptik sebelumnya namun belum secara rutin. Setelah panelis
melakukan uji organoleptik terhadap yoghurt, panelis diminta untuk
memberikan penilaiannya terhadap sampel dengan mengisi kuisioner yang
telah disediakan. Kuisioner berupa skala hedonik yang menyatakan penilaian
dari sangat suka sampai sangat tidak suka. Pada penelitian ini, uji
organoleptik yang dilakukan oleh peneliti meliputi aroma dan rasa. Hal ini
dikarenakan peneliti ingin mengetahui bagaimana aroma dan rasa susu
kambing yang sudah diolah menjadi yoghurt .
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
50
1. Aroma
Aroma merupakan bau yang sangat subyektif dan sulit diukur, sebab
setiap orang mempunyai sensitifitas dan kesukaan yang berbeda-beda.
Meskipun mereka dapat mendeteksi, tetapi setiap individu memiliki
kesukaan yang berlainan (Surayah dan Sugiarto, 2005). Uji aroma ini
dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap sediaan
yoghurt yang dihasilkan.
Dari rerata skor kesukaan panelis terhadap uji aroma yoghurt,
didapatkan hasil yang paling tinggi adalah pada perlakuan CB yaitu dengan
penambahan bubuk cokelat sebanyak 4%. Kesukaan panelis terhadap
aroma pada perlakuan CB disebabkan karena aroma yang dihasilkan pada
sampel diperlakuan CA (penambahan bubuk cokelat sebanyak 2%) masih
tercium aroma kambing. Sedangkan pada pelakuan CC (penambahan
bubuk cokelat sebanyak 6%) sudah tidak tercium aroma kambing namun
aroma cokelat terlalu berlebihan. Sehingga panelis lebih memilih aroma
yang sesuai dengan kesukaan mereka yaitu pada perlakuan CB
(penambahan bubuk cokelat sebanyak 4%). Bila dilihat dari karakteristik
panelis yang digunakan yaitu kalangan mahasiswa, mereka banyak yang
menyukai cokelat sehingga hal ini mempengaruhi tingkat kesukaan panelis
terhadap aroma dari yoghurt dengan penambahan bubuk cokelat yang
dihasilkan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
51
Berdasarkan uji anova yang telah dilakukan menunjukkan bahwa
tidak terbukti adanya beda nyata dari keempat perlakuan tersebut yang
berarti hasil yang didapatkan tidak signifikan. Hal ini menunjukan bahwa
perlakuan yang diberikan pada pembuatan yoghurt tidak memberikan
pengaruh terhadap aroma dari yoghurt yang dihasilkan atau dengan kata
lain tingkat kesukaan panelis terhadap aroma yoghurt dari semua perlakuan
adalah sama.Penyebabnya adalahwalaupun penambahan konsentrasi bubuk
cokelat berbeda pada tiap perlakuan, namun aroma yang dihasilkan dari
semua perlakuan sama-sama kuat yaitu aroma cokelat sehingga panelis
menyukainya. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Nuraeni (2005)
bahwa karakter aroma cokelat adalah gurih, dengan aroma yang khas
sehingga disukai oleh banyak orang khususnya anak-anak dan remaja.
2. Rasa
Rasa merupakan tanggapan atas adanya rangsangan kimiawi yang
sampai di indera pengecap lidah, khususnya jenis rasa dasar yaitu manis,
asin, asam, dan pahit. Rasa juga merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi tingkat kesukaan seseorang terhadap suatu produk makanan
(Surayah dan Sugiarto,2005). Bila dilihat dari rerata skor yang diperoleh,
rasa yang paling disukai oleh panelis adalah pada perlakuan kontrol. Hal ini
dapat menunjukkan bahwa susu kambing yang telah diolah menjadi
yoghurt memiliki cita rasa yoghurt yang disukai oleh panelis. Menurut
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
52
Alifah (2014) asam laktat yang dihasilkan selama proses fermentasi akan
meningkatkan cita rasa pada yoghurt. Dilihat dari karakteristik panelis,
pada kalangan anak muda banyak yang menyukai rasa asam yang segar.
Hal ini mempengaruhi hasil dari penilaian panelis terhadap yoghurt yang
dihasilkan.
Yoghurt kontrol memiliki rasa asam yang segar. Hal ini sesuai
dengan SNI (2009) yang mengatakan bahwa yoghurt yang baik memiliki
rasa yang khas yaitu rasa asam yang segar. Seperti yang sudah dibahas
dalam latar belakang permasalahan, banyak masyarakat yang kurang
menyukai susu kambing dengan alasan aroma dan rasa kambing yang
masih sangat kuat. Padahal susu kambing memiliki kandungan dan manfaat
yang lebih baik jika dibandingkan dengan susu sapi yang digemari oleh
masyarakat. Berdasarkan uji anova didapatkan hasil yang signifikan dan
dilakukan uji lanjut untuk mengetahui beda nyata terhadap keempat
perlakuan. Berdasarkan uji Tukey (lihat pada lampiran 1) bahwa perlakuan
K memiliki beda nyata terhadap CA, CB dan CC. Hipotesis menyatakan
penambahan bubuk cokelat dapat mengurangi rasa khas yang ada dalam
susu kambing, sehingga dapat diterima.
Dari komentar yang dituliskan oleh panelis, dikatakan bahwa
yoghurt susu kambing yang telah dihasilkan memiliki aroma yang sangat
menarik yaitu aroma cokelat sehingga panelis menyukainya. Sedangkan
pada rasa, panelis mengatakan bahwa rasa yang dihasilkan sangat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
53
bervariasi. Ada yang enak tetapi ada juga yang kurang enak karena rasanya
pahit. Bervariasinya rasa dapat disebabkan karena pemberian perlakuan
penambahan bubuk cokelat yang berbeda-beda. Rasa pahit yang terdapat
dari yoghurt disebabkan oleh perlakuan CC yaitu penambahan bubuk
cokelat sebanyak 6%. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan bubuk
cokelat sebanyak 6% terlalu banyak, sehingga rasa cokelat yang dihasilkan
terlalu mendominasi.
Susu kambing tersusun atas komponen-komponen gizi yang
lengkap, namun selama ini kurang banyak dikonsumsi karena aroma dan
rasa khas kambingnya. Hal ini berasal dari asam-asam lemak rantai pendek
dan sedang seperti asam kaproat, asam kaprilat dan asam kaprat (Legowo
dkk, 2006). Aroma dan rasa khas kambing dapat dikurangi dengan proses
fermentasi karena dapat menghasilkan flavor khas yang berasal dari asam
laktat, aldehid, diasetil, asam asetat dan bahan-bahan mudah menguap
lainnya yang dihasilkan oleh fermentasi mikroorganisme (Surono, 2004).
Dalam penelitian ini yoghurt yang dihasilkan tidak menggunakan
campuran gula, sehingga dihasilkan rasa asam. Rasa asam yang dihasilkan
oleh yoghurt disebabkan karena aktivitas bakteri asam laktat yang
mengubah laktosa menjadi asam laktat melalui proses fermentasi (Hasrudin
dan Nanda, 2015). Proses fermentasi menyebabkan kadar laktosa dalam
yoghurt berkurang, sehingga yoghurt aman dikonsumsi oleh orang yang
lanjut usia atau yang alergi terhadap susu.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
54
Dalam produk olahan fermentasi, starter atau bakteri sangat
berperan penting terhadap hasil akhir dari produk tersebut. Pada penelitian
ini, starter yang digunakan berasal dari plain biokul. Yoghurt plain biokul
dalam penlitian ini digunakan sebagai penggati bakteri yang berasal dari
biakan murni karena didalam yoghurt plain biokul juga terdapat bakteri
yang dibutuhkan dalam proses pembuatan yoghurt yaitu Streptococcus
thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus.
Pada pembuatan yoghurt, hal yang perlu diperhatikan adalah
kebersihan. Semua alat yang akan digunakan harus bersih. Hal ini
bertujuan supaya tidak terdapat mikroorganisme lain yang dapat
menghambat
atau
mengkontaminasi
pada
saat
proses
fermentasi
berlangsung. Pada penelitian ini, suhu yang digunakan selama proses
fermentasi yoghurt adalah 40◦C. Hal ini bertujuan supaya dihasilkannya
rasa serta aroma yoghurt yang sesuai dengan yang diinginkan.
Setelah proses fermentasi selesai dilakukan, yoghurt didinginkan
dengan cara dimasukan kedalam lemari pendingin. Hal ini bertujuan untuk
menghentikan proses fermentasi dari bakteri Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococcus thermophilus. Apabila proses fermentasi bakteri tidak
dihentikan, maka akan mengakibatkan bakteri akan terus berkembang
sehingga membuat rasa dan aroma yoghurt yang dihasilkan menjadi kurang
sedap.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
55
Selama proses fermentasi, terjadi perubahan biokimia dari substrat
akibat aktivitas bakteri starter. Kandungan gizi pada produk hasil
fermentasi hampir sama dengan kandungan gizi yang terdapat pada susu
bahan baku. Namun produk hasil fermentasi memiliki keunggulan, antara
lain asam amino yang terbentuk dapat memperpanjang masa simpan,
mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk sehingga mencegah
kerusakan produk, dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme patogen
sehingga meningkatkan keamanan produk.
Produk fermentasi memiliki ciri nilai pH yang dihasilkan. Menurut
Setiawati dan Rahayu (1992) bahwa nilai pH susu fermentasi yang baik
beriksar antara 3,8 – 4,6. Nilai pH produk fermentasi berkaitan erat dengan
kandungan asam laktat pada produk fermentasi. Rochman dan Srikandi
(1990) menyatakan bahwa proses fermentasi menyebabkan keasaman
meningkat sehingga dapat menurunkan pH. Selama proses fermentasi
bakteri asam laktat akan memanfaatkan karbohidrat yang ada sehingga
terbentuk asam laktat. Hal ini menyebabkan penurunan pH dan
peningkatan keasaman. Perubahan pH merupakan salah satu akibat dari
proses fermentasi yang terjadi karena adanya akumulasi asam yang berasal
dari bakteri asam laktat. Menurut Widodo (2002) yoghurt yang baik
mempunyai derajat keasaman (pH) sekitar 4,5. Guna mengetahui secara
pasti seberapa asam yoghurt yang dihasilkan, perlu dilakukan pengujian pH
menggunakan pH meter.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
56
Bakteri asam laktat yang terkandung dalam produk fermentasi
seperti yoghurt memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan karena
mikroorganisme probiotik yang digunakan dapat menekan pertumbuhan
bakteri penyebab penyakit saluran pencernaan. Menurut Rukmana (2001)
manfaat yang didapat dari mengkonsumsi yoghurt antara lain:
1. Dapat menghasilkan zat-zat gizi yang diperlukan oleh hati sehingga
berguna untuk mencegah penyakit kanker.
2. Membantu proses pencernaan di dalam tubuh.
3. Memiliki gizi yang lebih tinggi dibanding dengan susu segar dan
kandungan lemaknya juga lebih rendah, sehingga cocok bagi mereka
yang sedang menjalani diet rendah kalor.
4. Membantu proses penyembuhan lambung yang luka.
5. Menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
6. Mengatasi berbagai masalah pencernaan seperti diare, radang usus dan
intoleransi laktosa.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
57
C. Keterbatasan Penelitian
Dalam penelitian kali ini, terdapat keterbatasan yang dialami selama
penelitian. Keterbatasan tersebut antara lain:
1. Seharusnya dilakukan pengukuran pH guna mengetahui secara pasti
seberapa asam yoghurt yang dihasilkan guna mengetahui ph awal dan ph
akhir dari yoghurt yang dihasilkan.
2. Dalam penelitian ini hanya menggunakan 15 panelis dan perlu melibatkan
panelis ahli dan jumlah panelis yang banyak dalam uji organoleptik guna
mengetahui daya terima konsumen terhadap yoghurt yang dihasilkan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB V
Rancangan Penerapan Hasil Penelitian dalam Pembelajaran
Hasil penelitian pembuatan yoghurt berbahan dasar susu kambing etawa dengan
penambahan bubuk cokelat dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk pembelajaran
Biologi SMA kelas XII pada materi Bioteknologi. Aplikasi dalam materi
Bioteknologi adalah dengan pembuatan yoghurt. Isu-isu yang dapat digali
menggunakan pendekatan metode ilmiah berkaitan dengan penelitian yang telah
dilakukan adalah mengenai susu yang dapat digunakan sebagai bahan dasar
pembuatan yoghurt. Pembelajaran dirancang agar siswa dapat melakukan percobaan
berkaitan dengan materi Bioteknologi. Dalam penelitian ini diharapkan siswa dapat
mengetahui kandungan dan manfaat yang ada dalam susu kambing, serta cara
mengolah susu kambing supaya lebih diterima di masyarakat.
Acuan kurikulum yang digunakan dalam desain pembelajaran terkait
dengan penelitian yang telah dilakukan adalah Kurikulum 2013. Kompetensi
Dasar (KD) yang digunakan adalah:
3.10 Memahami tentang prinsip-prinsip bioteknologi yang menerapkan
bioproses dalam menghasilkan produk baru untuk meningkatkan
kesejateraan manusia dalam berbagai aspek kehidupan.
4.10 Merencanakan dan melakukan percobaan dalam penerapan prinsipprinsip bioteknologi konvensional untuk menghasilkan produk dan
mengevaluasi produk yang dihasilkan serta produk yang dilaksanakan.
58
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Secara statistik penambahan bubuk cokelat dengan konsentrasi yang
berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap aroma yoghurt yang
dihasilkan. Namun memiliki pengaruh terhadap rasa dari yoghurt yang
dihasilkan.
2. Rasa dari yoghurt susu kambing yang paling disukai oleh panelis adalah
pada kontrol. Hal ini dapat diartikan bahwa susu kambing yang telah
diolah menjadi yoghurt dapat diterima oleh masyarakat karena sudah
tidak memiliki aroma dan rasa yang khas dari kambing.
B. Saran
1. Apabila akan melakukan penelitian dalam pembuatan yoghurt, dianjurkan
untuk mengukur pH atau derajat keasaman pada yoghurt yang telah
dihasilkan menggunakan pH meter. Hal ini dimaksudkan untuk
mengetahui apakah pH yoghurt yang dihasilkan sesuai dengan ambang
batas aman bagi produk pangan fermentasi.
2. Pengujian organoleptik yang akan dilakukan sebaiknya perlu melibatkan
tenaga ahli dan jumlah panelis yang lebih banyak apabila hasil dari
59
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
60
yoghurt akan dipasarkan atau diproduksi lebih banyak guna mengetahui
daya terima konsumen.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Daftar Pustaka
Alifah, M., Anang, M., Yoyok, B., Ahmad, N., Setya, B.,2014, Total Bakteri Asam
Laktat, pH, Keasaman, Citarasa, dan Kesukaan Yoghurt Drink Dengan
Penambahan Ekstrak Buah Belimbing. Jurnal. Jurnal Aplikasi Teknologi
Pangan 3 (2), Universitas Diponegoro.
Atmiyati., 2001, Potensi Susu Kambing Sebagai Obat dan Sumber Protein Hewani
Untuk Meningkatkan Nilai Gizi Petani. Jurnal.Jurnal Peternakan, Balai
Penelitian Ternak Bogor. 14-16
Akhmad, Z., 2008, Meningkatkan Produksi Susu Kambing Peranakan Etawa.
Agromedia Pustaka, Jakarta.
Damayanti dan Bernardinus., 2002, Khasiat dan Manfaat Susu Kambing: Susu
Terbaik dari Ternak Ruminansia. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta. 5-12,
49-50
Elfrida, D., 2013, Karekteristik Kimia dan Mikrobiologi Yoghurt Susu Kambing
dengan Penambahan Ekstrak Bunga Rosela. Skripsi, Fakultas Peternakan
Institut Pertanian Bogor.
Ferdian, 2011., Pengaruh Bubuk Coklat Fermentasi Pada Yoghurt Susu Kambing
Menggunakan Starter Lactobacillus fermentum dan Streptococcus
thermophilus Terhadap Kadar Air, Keasaman dan Mikrobiologi, Skripsi,
Universitas Andalas, Sumatra Barat.
Fitriyono, A., 2014, Teknologi Pangan, Teori Praktis dan Aplikasi, Graha Ilmu,
Yogyakarta. 2
Ginting dan Elsegustri, 2005., Pengaruh Temperatur Dalam Pembuatan Yoghurt Dari
Berbagai Jenis Susu Dengan Menggunakan Lactobacillus Bulgaricus dan
Streptococus Thermopilus.Jurnal.Jurnal Agribisnis Peternakan, Vol 1 no 2,
Universitas Sumatra Utara.
Hasruddin dan Nanda, P, 2015., Mikrobiologi Industri, Alfabeta, Bandung. 73-90
Hidayat, N., 2006, Mikrobiologi Industri, Andi Offset ,Yogyakarta.
Hasrudin dan Rifnatul., 2014, Mini Riset Mikrobiologi Terapan. Graha ilmu,
Yogyakarta. 100
Legowo, dkk., 2006, Profil Asam Lemak Di Dalam Yoghurt Susu Sapi Dan Susu
Kambing. Makalah Seminar Nasional PAPTI 2-3 Agustus 2006 ,
Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
61
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
62
Mohamad, A., 2002, Sifat Kimia, Fisik dan Mikrobiologi Susu, UNDIP Press,
Semarang.
Mustofa, dkk., 2009, Peningkatan Kualitas Yoghurt dari Susu Kambing Dengan
Penambahan Bubuk Susu Skim dan Pengaturan Suhu Pemeraman. Jurnal.
Jurnal Penelitian Eksakta,Vol 8, No 3
Nuraeni, 2005.Coklat Pembudidayaan, Pengolahan dan Pemasaran. Penebar
Swadaya.Jakarta.
Pediatri, S., 2006, Pentingnya Pencegahan Dini dan Tata Laksana Alergi Susu
Sapi.Jurnal.Jurnal Pangan dan Gizi, Vol 7, No.4, 238-241.
Rini dan Bernardinus., 2008, Khasiat Dan Manfaat Susu Kambing, Agromedia
Pustaka, Jakarta. 15
Rukmana, R., 2001, Yoghurt dan Karamel Susu, Percetakan Kanisius, Yogyakarta. 910
Surayah dan Sugiarto., 2005, Uji Kimiawi dan Organoleptik Sebagai Uji Mutu
Yoghurt. Jurnal.Jurnal Balai Besar Penelitian Pasca Panen Pertanian
Ternak, Cimanggu Bogor.
Saleh, E., 2004, Dasar Pengolahan Susu dan Hasil Ikutan Ternak. Jurnal USU Digital
Library.
Santoso, S., 2013, Menguasai SPSS 21 di Era Informasi, Gramedia, Jakarta. 70-76
Susiwi, 2009. Handout Penilaian Organoleptik, FPMIPA, Universita Pendidikan
Indonesia.
SNI (Standar Nasional Indonesia), 2009, SNI 2981-2009 tentang Standar Mutu Susu
Fermentasi, Badan Standar Nasional Indonesia.8-10
Susanti., 2012, Pembuatan Cokelat Dengan Tambahan Ekstrak Jahe Untuk
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, Skripsi, Program Studi Ilmu
danTeknologi Pangan, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian,
Universitas Hasanuddin, Makassar.
Tatang dan Wardah., 2014, Mikrobiologi Pangan. Andi offset, Yogyakarta.
Tejasari, 2005, Nilai Gizi Pangan, Edisi 1, Graha Ilmu, Yogyakarta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
63
Wahyudi, M.., 2006, Proses Pembuatan dan Analisis Mutu Yoghurt. Jurnal. Jurna,
Buletin Teknik Pertanian. Vol. 11 No. 1.
Widodo,
W., 2002, Bioteknologi Fermentasi Susu,Pusat
Bioteknologi, Universitas Muhamadiyah Malang.
Pengembangan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
64
LAMPIRAN
Lampiran 1: Hasil Perhitungan Statistik
1. Normalitas
 Kontrol
 Perlakuan CA
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65
 Perlakuan CB
 Perlakuan CC
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
66
 Hasil uji Tukey
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67
Lampiran 2: Proses Pembuatan Yoghurt
(a)
(b)
(c)
(d)
(e)
(f)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
68
(g)
(h)
(i)
Gambar 1 : Proses Pembuatan Yoghurt (a) pencucian botol, (b) detoks, (c)
pengeringan botol, (d) pembungkusan botol untuk disterilkan dalam autoklaf, (e)
botol kikeringkan dalam inkubator, (f) pasteurisasi susu, (g) penimbangan bubuk
cokelat, (h) pencampuran plain yoghurt, (g) pengemasan yoghurt.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
69
Lampiran 3: Hasil yoghurt
Gambar 2 : kontrol
Gambar 3: perlakuan CA
(penambahan bubuk cokelat 2%)
Gambar 4: perlakuan CB
(penambahan bubuk cokelat 4%)
Gambar 5: perlakuan CC
(penambahan bubuk cokelat 6%)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
70
Lampiran 4: Uji Organoleptik
(a)
(b)
(c)
(d)
Gambar 6 : proses uji organoleptik yoghurt yang dilakukan oleh panelis terhadap
aroma dan rasa.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran 5 : Silabus
SILABUS PEMINATAN MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM
MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA
Satuan Pendidikan
: SMA
Kelas
: XII
KI 1
: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2
: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3
: Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa
ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4
: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
71
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
72
Kompetensi dasar
1.1
2.1
Materi pokok
Mengagumi dan
memahami
keteraturan dan
kompleksitas ciptaan
Tuhan tentang prosesproses yang terjadi
pada tubuh makhluk
hidup ditingkat seluler
dan menjaga
keteraturan tersebut
sebagai tindakan
pengalaman menurut
agama yang
dianutnya.
Bioteknologi
Berperilaku
ilmiah:teliti,tekun,
jujur sesuai data dan
fakta,disipilin,
tanggung jawab, dan
peduli dalam
observasi dan
 Dampak
pemanfaatan
produk
bioteknologi
di
masyarakat
Pembelajaran
Mengamati :
 Konsep dasar  Mencari informasi
mengenai produk
bioteknologi
bioteknologi.
 Jenis
bioteknologi
 Bioteknologi
konvensional
(Fermentasi)
 Produk
Menanya :
 Apa itu bioteknologi?
 Bagaimana cara untuk
menghasilkan produk
bioteknologi?
Mengumpulkan data:
bioteknologi
konvensional
 Mencari referensi
tentang arti, prinsip
dasar dan jenis-jenis
Bioteknologi.
 Mengidentifikasi produk
bioteknologi yang ada di
masyarakat.
 Membuat rancanga dan
melaksanakan percobaan
pembuatan produk
Penilaian
Tugas :
 Membuat
makalah
mengenai
produk
bioteknologi
konvensional
selain yoghurt.
 Membuat
perencanaan
tentang
pembuatan
produk
bioteknologi
konvensional.
Portofolio :
 Laporan hasil
kegiatan
praktikum
Alokasi
waktu
3
min
ggu
x4
JP
Sumber
belajar
 Buku
siswa
 Referensi
dari
sumber
lain
seperti
internet,
koran.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
73
eksperimen, berani
dan santun dalam
mengajukan
pertanyaan dan
beragumentasi, peduli
lingkungan, gotong
royong, bekerja
sama,cinta
damai,berpendapat
secara ilmiah dan
kritis, responsive dan
proaktif dalam setiap
tindakan dan dalam
melakukan
pengamatan dan
percobaan didalam
kelas/ laboratorium
maupun diluar kelas /
laboratorium
3.10 Memahami tentang
prinsip-prinsip
bioteknologi yang
menerapkan bioproses
dalam menghasilkan
bioteknologi
konvensional serta
menyusun laporan.
Mengasosiasi :
 Membuat kesimpulan
tentang prinsip
bioteknologi.
Tes :
 Pemahaman
tentang
bioteknologi
 Post test
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
74
produk baru untuk
meningkatkan
kesejateraan manusia
dalam berbagai aspek
kehidupan.
4.10 Merencanakan dan
melakukan percobaan
dalam penerapan
prinsip- prinsip
bioteknologi
konvensional untuk
menghasilkan produk
dan mengevaluasi
produk yang
dihasilkan serta
produk yang
dilaksanakan.
 Menyusun laporan
perencanaan dan
pelaksanaan pembuatan
produk bioteknologi
konvensional.
 Membuat kesimpulan
hasil diskusi tentang
dampak bioteknologi.
Mengkomunikasikan :
 Memaparkan hasil
diskusi tentang
penerapan ilmu biologi
pada bidang teknologi.
 Mengumpulkasn
informasi tentang peran
bioteknologi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
75
Lampiran 6 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan
:SMA
Mata pelajaran
: IPA
Kelas/ Semester
: XII/ 2
Materi
: Bioteknologi
Alokasi Waktu
: 6 X 45 menit
A. KOMPETENSI INTI
KI 1
KI 2
: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai) santun, responsif dan
proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
KI 3
: Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural dan metakognitif berdasar rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4
: Mengolah, menalar, menyaji dan mencipta dalam ranah kongkrit dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif dan
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
76
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
1.1 Mengagumi dan memahami
keteraturan
dan
kompleksitas
ciptaan Tuhan tentang prosesproses yang terjadi pada tubuh
makhluk hidup ditingkat seluler dan
menjaga
keteraturan
tersebut
sebagai
tindakan
pengalaman
menurut agama yang dianutnya.
2.1 Berperilaku ilmiah : teliti,tekun,
jujur sesuai data dan fakta,disipilin,
tanggung jawab, dan peduli dalam
observasi dan eksperimen, berani
dan santun dalam mengajukan
pertanyaan dan beragumentasi,
peduli lingkungan, gotong royong,
bekerja
sama,cinta
damai,berpendapat secara ilmiah
dan kritis, responsive dan proaktif
dalam setiap tindakan dan dalam
melakukan
pengamatan
dan
percobaan
didalam
kelas/
laboratorium maupun diluar kelas /
laboratorium
3.10 Memahami tentang prinsipprinsip
bioteknologi
yang
menerapkan
bioproses
dalam
menghasilkanproduk baru untuk
meningkatkan kesejateraan manusia
dalam berbagai aspek kehidupan.
INDIKATOR
1.1 Menunjukkan rasa syukur
kepada Tuhan atas kemampuan
berpikir ilmiah yang dimiliki
2.1 Menunjukkan perilaku rasa
ingin tahu dalam melakukan
praktikum
2.2 Menunjukkan perilaku tekun
dan bertanggung jawab dalam
melaporkan hasil praktikum
2.3
Menunjukkan
perilaku
berkomunikasi yang baikpada saat
diskusi
3.10.1 Menjelaskan pengertian dan
prinsip dasar dari bioteknologi.
3.10.2
Menjelaskan
jenis
bioteknologi
3.10.3Mengidentifikasi bioproses
dalam
menghasilkan
produk
bioteknologi
3.10.4 Memberikan contoh produk
bioteknologi konvensional dan
modern
3.10.5
Menyimpulkan
pinsip
bioteknologi konvensional
3.10.6
Menjelaskan
peranan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
77
4.10 Merencanakan dan melakukan
percobaan dalam penerapan prinsipprinsip bioteknologi konvensional
untuk menghasilkan produk dan
mengevaluasi
produk
yang
dihasilkan serta produk yang
dilaksanakan.
bioteknologi dalam berbagai bidang
kehidupan
3.10.7 Menjelaskan dampak dari
bioteknologi
4.10.1
Melakukan
percobaan
tentang
penerapan bioteknologi
konvensional
4.10.2 Membuat laporan tertulis
mengenai hasil percobaan tentang
penerapan
bioteknologi
konvensional.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1.1.1.1. Melalui kegiatan refleksi siswa mampu menunjukkan rasa syukur
pada Tuhan atas kemampuan berpikir ilmiah dimiliki
2.1.1.1. Dengan mengikuti panduan dalam LKS siswa
mampu
menunjukkan perilaku teliti dalam melakukan praktikum
2.1.2.1. Setelah melakukan praktik siswa mampu menunjukkan perilaku
jujur dalam melaporkan hasil praktikum
2.1.3.1. Selama kegiatan kelompok siswa mampu menunjukkan perilaku
kerjasama dalam mengerjakan tugas
3.10.1.1 Melalui kegiatan diskusi siswa mampu menjelaskan pengertian
dan prinsip dasar dari bioteknologi
3.10.1.2
Melalui gambar
bioteknologi
siswa
mampu
menjelaskan
jenis-jenis
3.10.1.3 Melalui studi literatur siswa mampu memahami bioproses dalam
menghasilkan produk bioteknlogi konvensional
3.10.1.4 Melalui gambar siswa mampu memberikan contoh bioteknologi
konvensional dan modern
3.10.1.5 Melalui kegiatan diskusi siswa mampu menyimpulkan prinsip
dari bioteknologi konvensional
3.10.1.6 Setelah melakukan kegiatan diskusi siswa mampu menjelaskan
peran bioteknologi dalam berbagai bidang kehidupan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
78
3.10.1.7 Melalui video siswa mampu mejelaskan dampak dari bioteknologi
4.10.1.1 Melalui kegiatan praktikum siswa mampu mempraktikan cara
pembuatan salah satu produk bioteknologi konvensional
4.10.1.2 Setelah melakukan kegiatan praktikum siswa mampu membuat
laporan tertulis tentang hasil percobaan
D. PENDEKATAN, MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Saintifik
Model
: Kooperatif
Metode
: Ceramah, Diskusi, Picture andpicture, Jigsaw, Gambar,
Video, Praktikum
E. LANGKAH PEMBELAJARAN
1. Pertemuan Pertama (2JP x 45 menit)
Tahap
Pendahuluan (10 menit)
Kegiatan pembelajaran
Apersepsi
Ditanyakan konsep- konsep terkait
yang telah dipelajari sebelumnya.
Misalnya apa yang kalian ketahui
tentang bioteknologi?
Motivasi
Guru
menayangkan
gambar
mengenai
produk-produk
bioteknologi.
Guru mengajukan pertanyaan:
-
-
Pernahkah
kalian
mengkonsumsi yoghurt, keju,
tempe ?
Bagaimana produk tersebut
dibuat?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
79
Orientasi
Guru
menyampaikan
tujuan
pembelajaran yang akan dilakukan.
Mengorganisasi
Siswa
diminta
membentukkelompok.
Setiap
kelompok terdiri dari 4 siswa.
Kegiatan inti
Mengamati
- Guru membagikan LKSdan kartu
pembelajaran.
- Siswa diminta untuk mengamati
LKS dan kartu pembelajaran
Menanya
Siswa diberi pertanyaan mengenai
kartu pembelajaran yang sudah
dibagikan.
Mengumpulkan informasi
Siswa membaca buku referensi atau
sumber terkait mengenai materi
bioteknologi konvensional.
Menalar dan mencoba
Siswa
berdiskusi
menjawab
pertanyaan yang ada pada kartu.
Mengkomunikasikan
Siswa
mempresentasikan
diskusi.
hasil
Mengklarifikasi
Guru mengklarifikasi jawaban siswa
apabila ada yang belum tepat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
80
Penutup (15 menit)
Apresiasi
Guru memberikan apresiasi kepada
siswa karena telah mengikuti
pembelajaran dengan baik.
Merangkum
Siswa diminta untuk menyimpulkan
apa yang telah dipelajari.
Evaluasi
Siswa diminta untuk menjawab
pertanyaan terkait dengan materi
yang sudah dibahas.
Refleksi
Siswa
diminta
untuk
mengungkapkan
makna
yang
diperoleh setelah mempelajari materi
bioteknologi.
Arahan/tindak lanjut
Siswa diminta untuk menyiapkan
bahan yang akan digunakan untuk
pembuatan yoghurt pada pertemuan
selanjutnya.
2. Pertemuan Kedua (2JP x 45 menit)
Tahap
Pendahuluan (10 menit)
Kegiatan pembelajaran
Apersepsi
Ditanyakan tentang materi yang telah
dipelajari sebelumnya.
Motivasi
Guru
menayangkan
gambar
mengenai macam-macam produk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
81
yoghurt buatan pabrik.
Guru mengajukan pertanyaan:
-
-
Pernahkah kalian melihat
ataupun mengkonsumsi salah
satu produk yoghurt ini?
Bagaimana rasanya?
Orientasi
Guru
menyampaikan
tujuan
pembelajaran yang akan dilakukan.
Mengorganisasi
Siswa berkumpul bersama kelompok
yang sudah ditentukan sebelumnya.
Satu kelompok beranggotakan 4
orang.
Kegiatan inti
Mengamati
Siswa diminta untuk mengamati
LKS mengenai langkah-langkah
pembuatan
yohurt
dan
cara
mengisikan hasil pengamatan dengan
melakukan uji organoleptik.
Menanya
Siswa
mengajukan
pertanyaan
mengenai LKS praktikum serta
langkah kerja yang akan dilakukan
untuk membuat yoghurt.
Mengumpulkan informasi
Siswa membaca atau mengkaji
sumber
informasi
tentang
bioteknologi
konvensional
pembuatan yoghurt.
Menalar dan mencoba
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
82
Siswa diminta untuk melakukan
percobaan
tentang
pembuatan
yoghurt.
Mengklarifikasi
Guru mengklarifikasi jawaban siswa
apabila ada yang belum tepat.
Penutup (15 menit)
Apresiasi
Guru memberikan apresiasi kepada
siswa karena telah mengikuti
pembelajaran dengan baik.
Merangkum
Siswa diminta untuk menyimpulkan
apa yang telah dipelajari.
Evaluasi
Siswa diminta untuk menjawab
pertanyaan terkait dengan materi
yang sudah dibahas.
Refleksi
Siswa
diminta
untuk
mengungkapkan
manfaat
yang
diperoleh
setelah
melakukan
kegiatan praktikum.
Arahan/tindak lanjut
Siswa diminta untuk membuat
laporan tertulis mengenai hasil dari
praktikum serta mempelajari peran
bioteknologi dalam kehidupan dan
dampak dari bioteknologi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
83
3. Pertemuan 3 (2JP x 45 menit)
Tahap
Pendahuluan (10 menit)
Kegiatan pembelajaran
Apersepsi
Ditanyakan tentang praktikum yang
telah dipelajari sebelumnya.
Motivasi
Guru menayangkan video tentang
produk bioteknologi dan dampaknya
bagi kehidupan.
Guru mengajukan pertanyaan:
- Apakah kalian pernah melihat
produk-produk tersebut?
- Apakah
produk tersebut
berperan
dalam
kehidupan
manusia?
- Apakah bioteknologi memiliki
dampak bagi kehidupan?
Orientasi
Guru
menyampaikan
tujuan
pembelajaran yang akan dilakukan.
Mengorganisasi
Kegiatan inti
- Siswa dibagi dalam kelompok
yang terdiri dari 5 orang.
- Guru membagikan LKS pada
setiap kelompok
- Guru
menjelaskan
aturan
permainan Jigsaw.
Mengamati
Siswa diminta untuk mengamati
kartu soal yang telah dibagikan pada
tiap kelompok.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
84
Menanya
Siswa menanyakan pada guru terkait
dengan materi pembelajaran yang
akan dibahas.
Mengumpulkan informasi
Siswa membaca sumber terkait
mengenai peran dan dampak
bioteknologi bagi kehidupan.
Menalar dan mencoba
- Siswa
berdiskusi
mengenai
pokok bahasan yang didapatnya
dalam lingkungan kelompok ahli.
- Siswa kembali ke kelompok asal
lalu
mendiskusikan
hasil
informasi/jawaban yang didapat
untuk menjawab LKS yang telah
disediakan oleh guru.
Mengkomunikasikan
- Siswa mempresentasikan hasil
diskusi didepan kelas.
- Siswa dan guru menanggapi
presentasi.
Mengklarifikasi
Guru mengklarifikasi jawaban siswa
apabila ada yang belum tepat.
Penutup (15 menit)
Apresiasi
Guru memberikan apresiasi kepada
siswa karena telah mengikuti
pembelajaran dengan baik.
Merangkum
Siswa diminta untuk menyimpulkan
apa yang telah dipelajari.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
85
Evaluasi
Siswa diminta untuk menjawab
pertanyaan terkait dengan materi
yang sudah dibahas.
Refleksi
Siswa
diminta
untuk
mengungkapkan
manfaat
yang
diperoleh
setelah
melakukan
kegiatan pembelajaran.
Arahan/tindak lanjut
-
-
- Siswa diminta untuk menjawab
pertanyaan postest dari materi yang
telah dipelajari.
- Siswa diminta membuat makalah
mengenai produk bioteknologi
konvensional selain yoghurt.
F. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media
: Soal dan jawaban, Gambar/foto, LKS
Sumber belajar
: Buku guru, Buku siswa Biologi kelas XII, Internet
G. Penilaian
Aspek
Afektif
Teknik
Observasi
Penilaian sikap
Kognitif
Presentasi
Non Tes
Psikomotorik
Tes
Observasi
Instrumen
Refleksi
Lembar penilaian sikap
Lembar
penilaian
presentasi
Laporan praktikum
Portofolio
Postest
Lembar
observasi
kinerja
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
86
H. Lampiran
1. Lembar Kerja Siswa (LKS)
2. Instrumen dan rubik penilaian
Yogyakarta,.......... 2016
Guru Biologi
Maria Shinta Pramudya Hardhani
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
87
LAMBAR KERJA SISWA 1
Bioteknologi
Nama
:
Kelas
:
Kelompok
:
A. Tujuan pembelajaran
1.
Siswa mampu menjelaskan pengertian dan prinsip dasar dari
bioteknologi
2.
Siswa mampu menjelaskan jenis-jenis bioteknologi
3.
Siswa
mampu
menyebutkan
produk-produk
bioteknologi
dan
mikroorganisme yang berperan didalamnya
B. Alat dan bahan
1.
Kartu gambar
2.
Kartu keterangan
C. Cara kerja
1.
Siswa membentuk kelompok sebanyak 4 orang
2.
Setiap kelompok akan mendapatkan 3 kartu gambar dan 6 kartu
keterangan
3.
Siswa diminta untuk mencocokan kartu gambar dengan kartu
keterangan yang ada.
4.
Tulis jawaban pada tabel
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
88
No
Gambar
Mikroorganisme yang
Manfaat
digunakan
1
2
3
Kesimpulan
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
89
Kartu Gambar
Kartu Keterangan
1. Rhizopus oligosporus
2. Aspergilus oryzae
3. Monila sitophilia
4.Streptococcus thermophilus
5. Lactobacillus vulgaris
6. Streptococcus lactis
7. Lactobacillum plantarum
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
90
Kelompok :
Anggota :
LEMBAR KERJA SISWA 2
Judul : Pembuatan Yoghurt
Tujuan :
1. Siswa mampu menjelaskan prinsip bioteknologi dalam pembuatan
yoghurt
2. Siswa mampu menjelaskan proses fermentaasi yang terjadi dalam
pembuatan yoghurt
Alat dan bahan :
Alat :
1. Baksom
2. Kompor
3. Pengaduk
4. Wadah plastik
5. Thermometer
Bahan :
1. Susu murni (1 Liter)
2. Plain yoghurt (biokul)
3. Perisa makanan (melon, strowbery, cokelat, pandan)
Cara kerja :
1. Cuci semua alat yang akan digunakan.
2. Tuangkan susu cair kedalam panci, lalu panaskan diatas kompor
sampai suhu mencapai 80◦C. Jangan lupa diaduk supaya tidak ada
gumpalan.
3. Jika sudah, diamkan susu hingga suhunya turun mencapai 43◦C.
4. Tuangkan susu kedalam wadah plastik yang sudah bersih.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
91
5. Beri plain yoghurt sebanyak 10% dari jumlah susu.
6. Beri perisa makanan ± 3 tetes lalu diaduk hingga rata.
7. Tutup wadah plastik dengan rapat, lalu simpan di tempat tertutup dan
bersuhu ruang.
8. Penyimpanan dilakukan selama 24 jam. Setelah itu masukkan kedalam
kulkas selama 24 jam guna menghentikan proses fermentasi.
9. Lakukan uji organoleptik meliputi rasa, aroma, tekstur dan warna.
Tabel 1. Uji organoleptik yoghurt
Kelompok
Uji organoleptik
Aroma
Rasa
Keterangan :
Aroma
: amis, bau perisa
Rasa
: asam, hambar
Pertanyaan :
1. Mikroorganisme apa saja yang berperan dalam proses pembuatan yoghurt?
2. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pembuatan
yoghurt.
3. Sebutkan 3 manfaat yoghurt bagi kesehatan manusia.
Kesimpulan :
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
92
LAMBAR KERJA SISWA 3
Peran dan dampak biotenologi
Nama
:
Kelas
:
Kelompok
:
A. Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa mampu menjelaskan peran bioteknologi dalam berbagai bidang
kehidupan
B. Cara kerja :
1
Siswa membentuk kelompok sebanyak 4 orang. Kelompok ini merupakan
kelompok asal.
2
Siswa memilih salah satu pokok permasalahan yang terdapat pada lembar
LKS.
3
Siswa bergabung bersama siswa lainnya yang memiliki pokok
permasalahan yang sama. Kelompok ini merupakan kelompok ahli.
4
Siswa berdiskusi bersama kelompok ahli untuk mencari jawaban dari
pokok permasalahan tersebut.
5
Siswa kembali ke kelompok asal dan mendiskusikan hasil jawaban yang
didapat dari kelompok ahli.
6
Siswa mempresentasikan jawaban tersebut di depan kelas.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
93
C. Pokok Permasalahan Jigsaw
1. Jelaskan peran bioteknologi pada bidang pengendalian hama tanaman!
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
2. Jelaskan peran bioteknologi pada bidang peternakan!
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
3. Jelaskan peran bioteknologi pada bidang farmasi!
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
4. Jelaskan peran bioteknologi dalam pengelolaan limbah!
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
94
Kunci Jawaban Soal JigSaw
1. Insektisida biologis merupakan suatu zat pembasmi serangga, yang berasal
dari agen biologi berupa mikroorganisme atau zat yang dihasilkan oleh
mikroorganisme. Pengendalian hama dan penyakit tanaman melalui
mikroorganisme dikenal dengan nama pengendalian hayati. Beberapa agen
biologi yang digunakan untuk pengendali hayati adalah Bacillus.
2. Melalui pemberian vaksin dan hormon pertumbuhan. Upaya untuk
meningkatkan produksi daging, telur ataupun susu hewan ternak apat
dilakukan menggunakan hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan
dibuat dengan cara mengklon gen yang mengatur pertumbuhan dan
menyisipkan pada mikroorganisme, sehingga mikroorganisme tersebut
menghasilkan hormon-hormon yang diinginkan. Hasilnya lalu disuntikkan
pada hewan ternak.
3. Produk bioteknologi dibidang farmasi salah satunya adalah antibiotik.
Antibiotik dapat menghambat pertumbuhan mikroba parasit pada tubuh
sehingga dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit akibat
infeksi kuman.
4. Dengan bioteknologi kita dapat mengendalikan dan memperbaiki mutu
lingkungan. Bioteknologi dapat diterapkan pada pengelolaan limbah
domestik, industri, pertanian dan pertambangan. Pengelolaan limbah
dengan cara ini efektif untuk mendaur ulang limbah yang akan
menghasilkan sumber energi dan bahan makanan baru.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
95
A. Afektif
Penilaian sikap
No
Aspek yang dinilai
1
Rasa
ingin
3
2
1
Keterangan
tahu (curiosity)dalam
praktikum
2
Ketekunan dan tanggungjawab dalam
melaporkan hasil praktikum
3
Keterampilan berkomunikasi yang baik
pada saat diskusi
Kriteria Penilaian:
Nilai
𝑗𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑥3
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
=
Rubrik Penilaian sikap
Aspek yang
No
1.
Rubrik
dinilai
Menunjukkan
3. menunjukkan rasa ingin tahu yang besar, antusias, aktif
rasa ingin tahu
dalam dalam kegiatan praktikum
2. menunjukkan rasa ingin tahu, namun tidak terlalu
antusias, dan baru terlibat aktif dalam kegiatan praktikum
ketika disuruh
1. tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan, sulit
terlibat aktif dalam kegiatan praktikum walaupun telah
didorong untuk terlibat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
96
Aspek yang
No
2
Rubrik
dinilai
Ketekunan dan
3. tekun dalam menyelesaikan laporan praktikum dengan
tanggungjawab
hasil terbaik yang bisa dilakukan, berupaya tepat waktu.
dalam
2. berupaya tepat waktu dalam menyelesaikan laporan
melaporkan hasil
praktikum, namun belum menunjukkan upaya terbaiknya
praktikum
1. tidak berupaya sungguh-sungguh dalam menyelesaikan
laporan praktikum dan tidak selesai
Berkomunikasi
3
3. aktif dalam tanya jawab, dapat mengemukaan gagasan
atau ide, menghargai pendapat siswa lain
2.aktif dalam tanya jawab, tidak ikut mengemukaan
gagasan atau ide, menghargai pendapat siswa lain
1. aktif dalam tanya jawab, tidak ikut mengemukaan
gagasan atau ide, kurang menghargai pendapat siswa lain
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
97
Penilaian Presentasi
Lembar Penilaian Presentasi
No.
Nama Siswa
Aspek yang di nilai
Total
Skor
Kerjasama
Kecakapan
Keberanian
Kelompok
Merespon
Berpendapat
Pertanyaan
1
2
3
dst
Diisi dengan rentan angka 1-5
1 = Sangat Kurang
4 = Baik
2 = Kurang
5 = Sangat Baik
3 = Cukup
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
98
Rubrik Penilaian Presentasi

Aspek kerjasama kelompok
Skor
5
Kriteria
Kerjasama kelompok terlihat kompak, presentasi dilatih dan
dipersiapkan dengan baik, ada pembagian tugas saat presentasi
dengan jelas dan pembagian waktu yang baik.

4
Jika hanya 3 aspek saja yng terlihat
3
Jika hanya 2 aspek saja yang terlihat
2
Jika hanya 1 aspek saja yang terlihat
1
Jika tidak ada aspek yang terlihat
Aspek kecakapan merespon pertanyaan
Skor
Kriteria
1
Tidak dapat menjawab pertanyaan
2
Menjawab pertanyaan dengan tidak tepat
3
Menjawab dengan benar, namun penyusunan kata-kata dalam
menyampaikan kurang baik (kurang konsisten)
4
Menjawab dengan benar, namun masih terlihat teks terkait,
penyusunan kata-kata mudah dimengerti dan sistematis
5
Menjawab dengan benar, tanpa melihat teks teori terkait
menggunakan logika yang tepat, penyusunan kata-kata mudah
dimengerti dan sistematis

Aspek keberanian berpendapat
Skor
1
Kriteria
Hanya berperan aktif saat presentasi, tidak mengemukakan
pendapat sama sekali
2
Mengemukakan pendapat secara hafalan melihat teks terkait,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
99
terlihat tidak yakin
3
Mengemukakan pendapat masih melihat teks terkait, dapat
mengembangkan poin-poin presentasi dengan baik
4
Mengemukakan pendapat tanpa melihat teks terkait, dapat
mengembangkan poin-poin presentasi dengan baik
5
Mengemukakan pendapat terkait materi presentasi secara logis
tanpa melihat teks terkait, dapat mengembangkan poin-poin
presentasi dengan sangat baik dan meyakinkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
100
B. Aspek kognitif
1. Non test
a. Praktikum
Laporan praktikum
Format
Acara praktikum:
a.
b.
c.
d.
Skoring
10
Judul praktikum
Hari/tanggal
Tempat
Waktu
*Kurang 1 komponen
*Kurang 2 komponen
*Kurang 3 komponen
6
3
1
Tujuan praktikum
5
*Kurang 1 komponen
3
*Kurang 2 komponen
1
Alat,bahan dan cara kerja
20
*Kurang 1 komponen
10
*Kurang 2 komponen
5
Hasil pengamatan dan analisis
20
*Hasil tidak lengkap
15
*Analisis kurang lengkap
10
Pembahasan
25
*membahas sesuai tujuan praktikum
20
* membahas hasil pengamatan
10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
101
Kesimpulan
10
Sesuai dengan tujuan praktikum:
*Kurang 1 komponen
6
*Kurang 2 komponen
4
Daftar pustaka
10
*Hanya 3 daftar pustaka
5
*Hanya 2 daftar pustaka
2
Total skoring
100
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
102
b. Portofolio
Makalah Produk Bioteknologi
Hal yang dinilai
Skor
Judul
10
Pengertian produk dan penjelasan
30
 Jika hanya salah satu
Mikroorganisme yang berperan dan
penjelasannya
15
40
 Jika hanya salah satu
Kesimpulan
15
20
 Kurang 1 komponen
 Kurang 2 komponen
Total skor
10
5
100
Sistem penilaian:
Nilai Akhir :
skor yang diperoleh
skor maksimal
x 100
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
103
2. Test
Soal postest
No
1
Pertanyaan dan jawaban
Skor
Deskripsikan pengertian bioteknologi.
20
Jawab :
Bioteknologi
merupakan
ilmu
terapan
biologi
yang
melibatkan mikrobiologi, biokimia dan rekayasa genetika
untuk
menghasilkan
produk
dan
jasa.
Bioteknologi
dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah bahan
mentah dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme
atau bagiam-bagiannya misalnya bakteri atau kapang.
2
Jelaskan proses terbentuknya yoghurt
20
Jawab:
Aktivitas
enzim
lactobacillus
bulgaricusmenyebabkan
terurainya protein susu, menghasilkan asam-asam amino
dan
peptida
yang
akan
menstimulasi
pertumbuhan
Streptococcus thermophilus. Lactobacillus bulgaricusjuga
akan menguraikan lemak, menghasilkan asam lemak yang
memberkan aroma khas pada yoghurt.
3
Sebutkan 5 contoh mikroorganisme dan produknya pada
bioteknologi bahan pangan.
Jawab:
 Lactobacillus dan Streptococcus = keju
 Streptococcus thermophilus dan lactobacillus bulgaricus
= yoghurt
 Saccharomyces cerevisiae = roti
 Streptococcus lactis = mentega
20
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
104
4
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan, sebutkan faktor
10
apa saja yang mempengaruhi proses pembuatan yoghurt.
Jawab:
Kebersihan, suhu, bakteri yang digunakan, tahapan yang
harus dilakukan harus benar seperti pasteurisasi, homogen,
pendinginan dsb.
5
Jelaskan manfaat biotekologi dalam bidang pengelolaan
30
lingkungan.
Jawab:
Peran bioteknologi dalam bidang pengolalahan lingkungan
sangat penting yaitu seperti penggunaan bakteri aktif di
instalasi-instalasi
mengefesienkan
pengolahan
pengolahan
limbah.
limbah
Untuk
digunakan
mikroorganisme yang dapat mengubah sampaah organik
menjadi subsantasi yang lebih sederhana. Kebocoron kapal
tangker yang menyeabkan banyak minyak yang tumpah
kelaut juga menggunakan mikroorganisme untuk mengurai
minyak tersebut sehingga pencemaran bisa dikendalikan.
Total skor
100
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
105
Rubik penilaian kognitif
Soal
Skor
1
20
3-19
2
Aspek
Menjawab pengertian bioteknologi dengan tepat
Menjawab pengertian bioteknologi tetapi kurang tepat
2
Menjawab pengertian bioteknologi tetapi salah
0
Bila tidak menjawab pertanyaan sama sekali
20
Menjawab proses terbentuknya yoghurt dengan tepat
3-19
Menjawab proses terbentuknya yoghurt tetapi kurang
tepat
3
4
2
Menjawab proses terbentuknya yoghurt tetapi salah
0
Tidak menjawab sama sekali
20
Menjawab 5 contoh bakteri dan produknya dengan tepat
15-19
Menjawab 3 atau4 contoh bakteri dan produknya
10-14
Menjawab 1 atau 2 contoh bakteri dan produknya
8
Menjawab bakteri saja
6
Menjawab produknya saja
0
Tidak menjawab sama sekali
10
Menjawab faktor yang mempengaruhi proses pembuatan
yoghurt dengan tepat
3-9
Menjawab faktor yang mempengaruhi proses pembuatan
yoghurt tetapi kurang tepat
2
Menjawab faktor yang mempengaruhi proses pembuatan
yoghurt tetapi salah
5
0
Tidak menjawab sama sekali
30
Menjawab
manfaat
biotekologi
dalam
bidang
dalam
bidang
pengelolaan lingkungan dengan tepat
3-29
Menjawab
manfaat
biotekologi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
106
pengelolaan lingkungan tetapi kurang tepat
2
Menjawab
manfaat
biotekologi
pengelolaan lingkungan tetapi salah
0
Tidak menjawab sama sekali
dalam
bidang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
107
Kisi-kisi soal postest
No
1
Pertanyaan dan jawaban
Indikator:
Ranah
C2
3.10.1 Menjelaskan pengertian bioteknologi
Deskripsikan pengertian bioteknologi.
Jawab :
Bioteknologi merupakan ilmu terapan biologi yang
melibatkan mikrobiologi, biokimia dan rekayasa genetika
untuk menghasilkan produk dan jasa. Bioteknologi
dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah bahan
mentah dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme
atau bagiam-bagiannya misalnya bakteri atau kapang.
2
Indikator:
C3
3.10.3 Memahami bioproses dalam menghasilkan produk
bioteknologi
Jelaskan proses terbentuknya yoghurt
Jawab:
Aktivitas enzim lactobacillus bulgaricusmenyebabkan
terurainya protein susu, menghasilkan asam-asam amino dan
peptida yang akan menstimulasi pertumbuhan Streptococcus
thermophilus.
Lactobacillus
bulgaricusjuga
akan
menguraikan lemak, menghasilkan asam lemak yang
memberkan aroma khas pada yoghurt.
3
Indikator:
3.10.1 Menjelaskan prinsip bioteknologi
Sebutkan 5 contoh mikroorganisme dan produknya pada
bioteknologi bahan pangan.
Jawab:
 Lactobacillus dan Streptococcus = keju
C1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
108
 Streptococcus thermophilus dan lactobacillus bulgaricus =
yoghurt
 Saccharomyces cerevisiae = roti
4
 Streptococcus lactis = mentega
Indikator:
C5
3.10.5 Menyimpulkan prinsip bioteknologi konvensional
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan, sebutkan faktor
apa saja yang mempengaruhi proses pembuatan yoghurt.
Jawab:
Kebersihan, suhu, bakteri yang digunakan, tahapan yang
harus dilakukan harus benar seperti pasteurisasi, homogen,
pendinginan dsb.
5
Indikator:
3.10.5 Menyimpulkan prinsip bioteknologi konvensional
Jelaskan manfaat biotekologi dalam bidang pengelolaan
lingkungan.
Jawab:
Peran bioteknologi dalam bidang pengolalahan lingkungan
sangat penting yaitu seperti penggunaan bakteri aktif di
instalasi-instalasi
pengolahan
limbah.
Untuk
mengefesienkan
pengolahan
limbah
digunakan
mikroorganisme yang dapat mengubah sampaah organik
menjadi subsantasi yang lebih sederhana. Kebocoron kapal
tangker yang menyeabkan banyak minyak yang tumpah
kelaut juga menggunakan mikroorganisme untuk mengurai
minyak tersebut sehingga pencemaran bisa dikendalikan
C4
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
109
C. Aspek Psikomotorik
1. Lembar observasi kinerja
Nama
:
Kelas
:
Kelompok
:
Hari/Tanggal :
Petunjuk :
1. Tuliskan nama pada kolom yang tersedia di tabel
2. Berilah tanda √ pada skor yang sesuai dengan pengamatan anda
No
Aspek yang diamati
1
1
Membawa bahan praktikum yang telah
disampaikan
Cara pemakaian alat laboratorium
2
3
4
5
6
Melakukan pengamatan
Menganalisis data
Membuat kesimpulan
Bekerjasama dengan anggota kelompok
Nilai =
skor yang diperoleh
skor maksimal
𝑥100
Kriteria penilaian:
A
= Apabila total skor 80 sampai 100
B
= Apabila total skor 60 sampai ≤ 80
C
= Apabila total skor 40 sampai ≤ 60
D
= Apabila total skor 20 sampai ≤ 40
Skor
2
3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
110
Rubik penilaian psikomotorik
Skor
Kriteria
Membawa bahan praktikum
3
Membawa bahan praktikum dengan benar
2
Membawa bahan pratikum tidak lengkap
1
Tidak membawa bahan praktikum sama sekali
Cara pemakaian alat laboratorium
3
Mengguanakan alat praktikum dengan baik dan benar
2
Mengguankan alat praktikum secara main-main
1
Tidak menggunakan alat praktikum dengan baik dan benar
Melakukan pengamatan
3
Melakukan pengamatan dengan teliti
2
Melakukan pengamatan secara asal-asalan
1
Tidak melakukan pengamatan sama sekali
Menganalisis data
3
Menganalisis data hasil praktikum dengan baik dan benar
2
Menganalisis data hasil praktikum secara asal-asalan
1
Tidak menganalisis data sama sekali
Membuat kesimpulan
3
Membuat kesimpulan sesuai dengan tujuan pembelajaran
2
Membuat kesimpulan secara asal-asalan
1
Tidak membuat kesimpulan sama sekali
Bekerjasama dengan anggota kelompok
3
Bekerjasama dalam kelompok dengan baik
2
Kurang bisa berkerjasama dalam kelompok dengan baik
1
Tidak bekerjasama dalam kelompok sama sekali
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
111
Instrumen penilaian produk
A. Penilaian produk yoghurt
No
Aspek
Nilai
2
1
1
2
3
Aroma
Rasa
Skor maksimal: 12
Keterangan:
Baik
=3
Cukup
=2
Kurang
=1
Rubik penilaian produk yoghurt

Aspek rasa
Skor
Kriteria
3
Jika rasa yang dihasilkan sesuai dengan standar yoghurt
2
Jika rasa yang dihasilkan kurang sesuai dengan standar yogurt
1
Jika terjadi penyimpangan rasa pada yoghurt

Aspek aroma
Skor
3
2
1
Kriteria
Jika mengeluarkan bau khas yoghurt
Jika mengeluarkan sedikit bau khas yoghurt
Jika tidak mengeluarkan bau khas yoghurt
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
112
Lampiran 7: Tabel Skor Hasil Uji Organoleptik

AROMA
Inisial
YH
T
CE
EN
FA
YK
TR
NA
R
BI
RS
TK
E
NN
DK
Total
Rata2
Skor
1
4
5
4
4
3
3
5
4
3
3
3
2
5
4
2
Kontrol
2
3
5
3
2
4
3
2
2
4
4
4
5
5
4
1
54
3,6 3,4
51
3
2
5
3
4
5
3
3
2
4
1
3
3
5
4
1
CA
2
3
4
4
2
4
4
4
3
3
3
3
5
5
4
2
1
2
4
3
2
5
3
3
2
2
4
2
5
2
4
3
3
1
4
3
2
5
4
2
1
5
4
2
3
5
4
4
CB
2
3
5
3
5
5
3
5
1
4
5
2
5
5
4
3
1
4
5
4
5
3
3
5
2
5
5
2
5
5
3
2
48
46
53
49
58
3,2
3,06
3,53
3,2
3,866
3
4
4
4
4
4
3
5
2
5
5
3
5
5
3
1
58
3,8
CC
2
3
5
4
4
5
4
5
3
5
5
3
4
4
5
4
1
4
5
4
4
4
2
5
1
4
5
3
4
5
4
2
57
56
3,8
3,73
3
4
4
4
4
5
5
5
2
4
4
3
3
5
5
2
63
4,2
59
3,9
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
113

RASA
Inisial
YH
T
CE
EN
FA
YK
TR
NA
R
BI
RS
TK
E
NN
DK
Total
Rata2
Skor
1
3
4
2
4
3
3
2
4
3
5
4
5
3
4
3
Kontrol
2
4
3
2
2
5
5
3
3
2
2
4
4
3
4
4
52
3,4
3
4
4
3
4
3
5
2
4
4
4
3
5
4
4
4
50
3,3
CA
2
2
4
2
2
3
2
4
3
1
1
4
4
2
2
3
1
2
4
3
2
4
3
5
4
3
2
2
2
2
3
4
57
3,8
KETERANGAN: 1,2,3 : pengulangan
45
3
3
2
3
3
2
4
4
2
1
1
3
2
2
4
3
3
39
2,6
1
2
4
2
2
2
3
3
1
2
1
3
2
2
4
2
39
2,6
Rentan skor 1-5
CB
2
2
3
3
4
4
2
2
3
1
2
2
5
4
3
2
35
2,3
3
2
2
2
2
4
5
4
2
3
4
3
3
3
4
5
42
2,8
1
4
4
2
2
4
2
1
1
1
3
3
1
3
4
3
48
3,2
CC
2
3
3
2
2
3
2
3
2
2
2
3
1
1
4
4
38
2,5
3
2
3
2
2
4
5
4
1
1
2
1
1
3
4
3
37
2,4
38
2,5
Download