penerapan model pembelajaran learning cycle `5e`

advertisement
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE ‘5E’
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI
FOTOSINTESIS PADA KELAS VIII F SMP NEGERI 2
COLOMADU TAHUN PELAJARAN 2011/2012
NASKAH PUBLIKASI
Program Studi Pendidikan Biologi
DISUSUN OLEH:
IDAYATI
A420080147
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE ‘5E’
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI
FOTOSINTESIS PADA KELAS VIII F SMP NEGERI 2
COLOMADU TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Idayati
Jurusan Pendidikan Biologi FKIP UMS
Dra. Hariyatmi, M. Si
Dosen Pendidikan Biologi FKIP UMS
Drs. Edy Wiyono, M. Pd
Dosen Pendidikan FMIPA UNS
Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi pembelajaran kelas VIII F SMP Negeri 2
Colomadu yang terdapat kelemahan antara lain: proses pembelajaran masih berpusat pada guru
sebagai sumber utama pengetahuan, siswa ramai, siswa tidak memperhatika, dan siswa tidak
berani berpendapat. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan
hasil belajar siswa pada materi fotosintesis melalui model pembelajaran Learning Cycle ‘5E’ pada
siswa kelas VIII F SMP Negeri 2 Colomadu tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini merupakan
penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Negeri 2 Colomadu dengan subyek siswa kelas
VIII F. Adapun yang menjadi obyek penelitian adalah Learning Cycle ‘5E’ pada materi
fotosintesis. Proses penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang meliputi lima tahapan, yaitu
perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan
adalah teknik deskriptif kualitatif yaitu dengan cara menganalisis data perkembangan siswa pada
siklus I dan siklus II dilengkapi dengan analisis rata-rata nilai kognitif, nilai afektif, dan nilai
psikomotorik siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar
siswa pada siklus I, ranah kognitif = 70,97 atau meningkat sebesar 18,06 dari nilai awal; ranah
perilaku afektif = 13,03 (sangat baik); dan ranah psikomotorik= 12,21 (sanga berminat). Rata-rata
hasil belajar siswa pada siklus II, ranah kognitif= 80,18 (berhasil) atau meningkat sebesar 9,21 dari
siklus I; ranah afektif = 15,03 (sangat baik) atau meningkat sebesar 2 dari siklus I; ranah
psikomotorik = 14,97 (sangat berminat) atau meningkt sebesar 2,76 dari siklus I. Berdasarkan hasil
penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
dapat
memperbaiki proses belajar mengajar, hal ini didukung dengan peningkatan hasil belajar Biologi
pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 2 Colomadu tahun pelajaran 2011/2012.
Kata kunci: hasil belajar, model pembelajaran learning cycle ‘5e’, fotosintesi
PENDAHULUAN
Biologi merupakan
cabang
ilmu
yang
menjadi sangat penting dalam upaya
salah
dinilai
satu
dapat
memberikan kontribusi positif dalam
memacu
ilmu
teknologi,
selain
mempunyai
pengetahuan
itu
peranan
dan
biologi juga
yang
sangat
essensial untuk ilmu lain yaitu sains
dan
teknologi,
sehingga
peningkatan mutu pendidikan. Maka
dari itu para siswa dituntut untuk
menguasai ilmu biologi.
Dalam proses belajar mengajar pasti
terdapat beberapa kelemahan yang
mempengaruhi hasil belajar siswa. Dari
hasil observasi diketahui bahwa proses
biologi
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu...
1
pembelajaran biologi kelas VIII F
Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
SMPN 2 Colomadu tahun ajaran
merupakan suatu penelitian tindakan
2011/2012
kelemahan-
yang akar permasalahannya muncul di
kelemahan yaitu: 1) Sebanyak 27 siswa
kelas dan dirasakan langsung oleh guru
(79,4%)
memperhatikan
yang
pada
dibenarkan jika ada anggapan bahwa
ditemukan
kurang
penjelasan
guru
setiap
bersangkutan
sehingga
pembelajaran, 2) Guru menciptakan
permasalahan
suasana pembelajaran yang kurang
Tindakan Kelas muncul dari rekayasa
menyenangkan,
Kurangnya
peneliti, oleh karena itu perlu adanya
kesadaran siswa dalam pembelajaran
bukti dari sekolah sehingga hasil
biologi. Keadaan seperti itu membuat
Penelitian Tindakan Kelas yang telah
sebanyak 20 siswa (58,8%) ramai pada
dilakukan bukan merupakan rekayasa
saat
peneliti.
3)
pembelajaran
berlangsung.
4)
dalam
sulit
Penelitian
Sebanyak 24 siswa (70,5%) kurang
Dalam Penelitian Tindakan Kelas,
berani mengutarakan ide atau gagasan.
peneliti atau guru dapat melihat sendiri
Akibatnya
termotivasi
praktik pembelajaran atau bersama
untuk mempelajari biologi dengan baik
guru lain melakukan enelitian terhadap
sehingga hasil belajar yang dicapai
siswa
rendah, 5) Sebanyak 23 siswa (67,64%)
interaksinya
merasa jenuh karena penyampaian
pembelajaran. Guru secara reflektif
materi yang monoton. Dalam hal ini
dapat menganalisis dan mensintesis
guru
siswa
dituntut
tidak
dari
segi
dalam
aspek
proses
kreatif
untuk
terhadap apa yang telah dilakukan di
pembelajaran
yang
kelas. Dalam hal ini berarti dengan
akan dikembangkan, selain itu guru
melakukan Penelitian Tindakan Kelas,
harus pandai memilih jenis model
guru
pembelajaran yang relevan dengan
praktik pembelajaran sehingga menjadi
materi yang akan disampaikan. Hal ini
lebih efektif.
mempersiapkan
lebih
dilihat
tentunya akan mempengaruhi motivasi
dapat
memperbaiki
praktik-
Tujuan utama Penelitian Tindakan
siswa untuk belajar lebih rajin sehingga
Kelas
adalah untuk memecahkan
memperoleh hasil belajar yang tinggi.
permasalahan nyata yang terjadi di
dalam kelas. Kegiatan penelitian ini
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu...
2
tidak saja bertujuan untuk memecahkan
pengembangan aspek kognitif yang
masalah
mencari
meliputi: struktur, isi, dan fungsi.
jawaban ilmiah mengapa hal tersebut
Struktur intelektual adalah organisasi-
tidak
dengan
organisasi mental tingkat tinggi yang
tindakan yang dilakukan. Penelitian
dimiliki individu untuk memecahkan
Tindakan Kelas, juga bertujuan untuk
masalah-masalah. Isi adalah perilaku
meningkatkan kegiatan nyata guru
khas individu dalam merespon masalah
dalam pengembangan profesionalnya.
yang
Pada intinya Penelitian Tindakan Kelas
merupakan
bertujuan untuk memperbaiki berbagai
intelektual yang mencakup adaptasi
persoalan nyata dan praktis dalam
dan organisasi (Arifin, 1995:110).
tetapi
dapat
sekaligus
dipecahkan
peningkatan mutu pembelajaran di
dihadapi,
sedangkan
proses
Kelebihan
model
perkembangan
pembelajaran
kelas yang dialami langsung dalam
Learning
interaksi antara guru dengan siswa
Meningkatkan motivasi belajar karena
yang sedang belajar.
pembelajar
Learning Cycle ‘5E’ adalah suatu
dalam
Cycle
fungsi
‘5E’
dilibatkan
proses
adalah:
secara
a)
aktif
pembelajaran,
model pembelajaran yang berpusat
Membantu
pada pembelajar (student centered).
ilmiah pembelajar, c) Pembelajaran
Learning
menjadi
Cycle
‘5E’
merupakan
rangkaian tahap-tahap kegiatan (fase)
yang diorganisasi sedemikian rupa
sehingga
siswa
dapat
kompetensi-kompetensi
menguasai
yang
harus
mengembangkan
b)
lebih
bermakna
sikap
(Fajaroh,
2008)
Selain kelebihan di atas kenapa
peneliti
menggunakan
model
pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
dicapai dalam pembelajaran dengan
karena
jalan berperanan aktif.
berpusat pada siswa (student centered)
Learning Cycle ‘5E’
model
pembelajaran
ini
patut di
yang merupakan rangkaian tahap-tahap
kedepankan, karena sesuai dengan teori
kegiatan yang diorganisasi sedemikian
belajar Piaget (Renner et al, 1988),
rupa sehingga siswa dapat menguasai
teori
berbasis
kompetensi yang harus dicapai dalam
menyatakan
pembelajaran dengan jalan berperan
belajar
yang
konstruktivisme. Piaget
bahwa
belajar
merupakan
aktif.
Disamping
itu
model
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu...
3
pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
pembelajaran di SD, SMP dan SMA.
mudah untuk diterapkan oleh guru dan
Hasil
penelitian
dapat memberikan kesempatan untuk
bahwa
dengan
mengembangkan
Learning Cycle ‘5E’ dan menuntut agar
kreativitas
belajar
siswa.
ini
menunjukkan
menerapkan
model
siswa belajar melalui pengalaman-
Penerapan
model
mengajar
pengalaman
Learning
dihadapinya sehingga pelajaran lebih
Cycle ‘5E’ dalam pembelajaran fisika
menarik dan siswa menjadi lebih aktif
akan
dalam
dan sangat memberi tantangan pada
memperoleh dan memahami konsep
siswa karena menekankan pada berfikir
dan hubungan antar konsep yang
dan memecahkan masalah dari pada
dikenalkan
ingatan atau hasil perolehan tes (Karlin
konstruktivis
dan
model
memudahkan
perkataan
oleh
lain
konstruktivis
siswa
guru.
Dengan
model
model
yang
dan Margaretha, 2003).
Learning
Berdasarkan latar belakang tersebut
Cycle ‘5E’ digunakan guru sebagai
maka peneliti mencoba mengadakan
strategi
siswa
penelitian dalam bentuk penelitian
dengan mudah mendapatkan konsep.
tindakan kelas. Penelitian tindakan
Hasil
menunjukkan
kelas menurut purwadi (dalam sukidin,
bahwa pemahaman dan penguasaan
2002) adalah suatu bentuk penelitian
konsep yang baik, pada gilirannya akan
yang dilaksanakan oleh guru untuk
memberi kemudahan bagi siswa untuk
memecahkan masalah yang dihadapi
menyelesaikan
kuantitatif
dalam melaksanakan tugas pokoknya,
(Janulis,
yaitu mengelola pelaksanaan kegiatan
(soal)
dan
mengajar
langsung
pembelajaran
penelitian
yang
ini
agar
masalah
dihadapinya
2003).
belajar mengajar (KBM) dalam arti
Strategi
menerapkan
pembelajaran
Learning
dengan
Cycle
‘5E’
luas. Adapun judul dari penelitian ini
adalah
“Penerapan
Model
dalam fisika dirasakan cukup relevan
Pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
karena penggunaan Learning Cycle
untuk Meningkatkan Hasil Belajar
‘5E’
Biologi Materi Fotosintesis pada Kelas
merupakan
mengajar
yang
partisipasi
aktiv
suatu
strategi
meningkatkan
siswa
pada
VIIIF
SMP
Negeri
2
Colomadu
Tahun Pelajara 2011/2012
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu...
4
Penelitian
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini
merupakan
ini
mengacu
pada
model Penelitian Tindakan Kelas yang
penelitian tindakan kelas yang bersifat
secara
praktis, situasional dan kondisional
sebagai salah satu bentuk penelitian
berdasarkan
yang
yang bersifat reflektif dengan alasan
muncul dalam kegiatan pembelajaran
melakukan tindakan tertentu agar dapat
sehari-hari di sekolah. Penelitian ini
meningkatkan kualitas proses belajar di
berbasis
kelas.
permasalahan
kolaboratif,
sehingga
singkat
dapat
didefinisikan
penelitian ini melakukan kerjasama
Analisis data yang digunakan
dengan guru bidang studi biologi yang
dalam penelitian ini adalah deskriptif
selalu berupaya untuk memperoleh
kualitatif,
hasil yang optimal. Melalui cara dan
menganalisis data perkembangan siswa
prosedur
sehingga
dari siklus I sampai siklus terakhir,
memungkinkan adanya tindakan yang
dalam penelitian ini peneliti akan
berulang
untuk
menganalisis data dari siklus I sampai
meningkatkan hasil belajar biologi
siklus II dengan menggunakan metode
siswa.
alur. Pada Penelitian Tindakan Kelas
yang
efektif,
secara
revisi
Berdasarkan perencanaan yang
dengan
yaitu
deskriptif
dengan
cara
kualitatif
data
telah dibuat peneliti sekaligus sebagai
dianalisis sejak tindakan pembelajaran
guru melakukan tindakan pembelajaran
dilakukan,
dikembangkan
sampai
sesuai
perolehan
data
dengan
perencanaan
tindakan
yang
dibuat. Hasil penelitian ini diharapkan
pengolahan
dapat
digunakan adalah
menghasilkan
pembelajaran
data.
sampai
Teknik
yang
media alur, yang
biologi yang efektif sehingga diperoleh
terdiri dari tiga kegiatan yaitu reduksi
hasil yang optimal. Peneliti selalu
data, penyajian data, dan penarikan
bekerja sama dengan guru bidang studi
kesimpulan.
Biologi, mulai dari: 1. Dialog awal, 2.
Reduksi data adalah penulisan
Perencanaan tindakan, 3. Pelaksanaan
data, penyederhanaan data, dan catatan
tindakan, 4. Pemantauan (Observasi),
hasil lapangan. Data yang relevan dan
5. Perenungan (Refleksi) pada setiap
terkait langsung dengan pelaksanaan
tindakan yang dilakukan, 6. Evaluasi.
Penelitia Tindakan Kelas yang diolah
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu...
5
untuk bahan evaluasi. Penyajian data
dibanding
merupakan suatu upaya menampilkan
peningkatan hasil belajar siswa kelas
data secara jelas dan mudah dipahami
VIII F SMP Negeri 2 Colomadu pada
dalam bentuk paparan naratif, tabel,
materi
grafik, atau perwujudan lainnya yang
pembelajaran Leaning Cycle ‘5E’.
dapat
jelas
Dengan demikian langkah analisis data
tentang proses dan hasil tindakan yang
kualitatif dalam penelitian tindakan ini
dilakukan.
dilakukan
memberikan gambaran
Penarikan
kesimpulan
siklus
II
fotosintesis
menunjukkan
melalui
semenjak
tindakan
merupakan pengambilan inti sari dari
dilaksanakan.
sajian data yang telah terorganisasikan
aktivitas dan hasil belajar siswa dalam
dalam bentuk pernyataan atau kalimat
pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam,
singkat, padat, dan bermakna yang
penarikan
dilakukan
untuk
dengan melihat keberhasilan siswa
memperoleh tingkat kepercayaan yang
yang memperoleh nilai rata-rata di atas
tinggi.
62 atau lebih besar sama dengan 62.
secara
bertahap
Untuk
model
kesimpulan
mengetahui
dilakukan
Untuk data yang diperoleh dari
Jika aktifitas siswa tiap putarannya
siklus I sampai siklus II diolah secara
meningkat, maka hasil belajar Ilmu
kuantitatif,
Pengetahuan
yaitu
dengan
Alam
siswa
membandingkan rata-rata hasil belajar
meningkat.
siswa
HASIL DAN PEMBAHASAN
dari siklus I yang kemudian
juga
dibandingkan dengan rata-rata hasil
Data hasi penelitian yang
belajar siswa dari siklus II. Adanya
diperoleh ditampilkan dalam bentuk
kenaikan
sebagai berikut:
rata-rata
hasil
siklus
I
Tabel 1. Hasil analisis aspek kognitif siklus Awal sampai Siklus II siswa VIII F SMP Negeri 2
Colomadu dengan penerapan model pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
Keterangan
Nilai awal
Siklus I
Siklus II
Nilai maksimal
100
100
100
Nilai minimal
4
48
60
Rata-rata
52,91
70,97
80,18
Banyaknya siswa yang mendapat
nilai lebih dari KKM (62)
12 ( 35,3% )
25 ( 73,5%)
30 ( 88,24%)
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu...
6
Tabel 2. Hasil analisis aspek Afektif siklus I sampai Siklus II siswa VIII F SMP Negeri 2
Colomadu dengan penerapan model pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
No
Indikator penilaian
Siklus I
Siklus II
70,59%
97,06%
100%
100%
1
Memperhatikan
2
Kedisiplinan waktu dan kehadiran
3
Keaktifan dalam bekerja sama
88,24%
97,06%
4
Membawa buku pelajaran
85,3%
97,06%
Tabel 3. Hasil analisis aspek Psikomotorik siklus I sampai Siklus II siswa VIII F SMP Negeri 2
Colomadu dengan penerapan model pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
NO
Indikator Penilaian
Siklus I
Siklus II
1
Merangkai alat dan bahan
47,06%
97,06%
2
Menggunakan alat
73,53%
97,06%
3
Menggunakan bahan
73,53%
97,06%
4
Mengenal alat dan bahan
85,3%
97,06%
memiliki progam peningkatan kinerja
PEMBAHASAN
Menurut
Wijaya
(2009),
profesional
guru
dan
tenaga
menyatakan bahwa kriteria sekolah
kependidikan lainnya. Dari kriteria
standar
umumnya
sekolah yang baik diatas, SMP Negeri
memiliki tenaga guru dan sarana
2 Colomadu termasuk dalam Sekolah
pendidikan yang cukup baik, serta
Standar Nasional (SSN).
nasional
pada
memiliki prestasi yang baik, dan secara
Hasil belajar adalah hasil yang
khusus yaitu sekolah memiliki fasilitas
dicapai
yang
melaksanakan kegiatan belajar dan
memadai
untuk
kualitas
pembelajaran,
adanya
kegiatan
peningkatan
ditambah
seseorang
merupakan penilaian
setelah
yang dicapai
ekstrakulikuler,
seorang siswa untuk mengetahui sejauh
memiliki ruang kelas yang bersih,
mana bahan pelajaran atau materi yang
laboratorium, kantor, kamar mandi,
diajarkan setelah diterima siswa dalam
lingkungan sekolah yang bersih, tertib,
penguasaan materi yang telah dipelajari
rindang dan aman. Dari segi kualitas
dan ditetapkan (Arikunto, 2006: 16).
tenaga mengajar mampu menunjukan
Berdasarkan
observasi
antusias dalam mengajar dan bekerja,
permasalahan pembelajaran di kelas,
hasil
evaluasi, serta refleksi pada onservasi
UAN
siswa
menunjukan
kecendrungan meningkat, dan sekolah
awal,
maka
dilakukan
penelitian
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu...
7
tindakan kelas di sekolah dalam rangka
menjadi lebih bermakna karena siswa
untuk meningkatkan kemampuan siswa
dapat dengan mudah mengikuti proses
dan membantu siswa berfikir lebih luas
belajar mengajar.
dan mengeluarkan ide-ide dalam proses
pembelajaran.
Tindakan
Ada
beberapa
siklus
yang
tersebut
diterapkan untuk menyelesaikan dan
dilakukan dalam 2 siklus dengan
menjawab permasalahan yang terjadi di
menerapkan
pembelajaran
dalam kelas dari hasil observasi awal.
Learning Cycle ‘5E’ yang dilakukan
Pada setiap siklus yang diterapkan,
dala proses belajar mengajar yang
masing-masing menggunakan model
berlangsung.
pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
model
Dalam
penerapan
model
dalam kegiatam belajar mengajar yang
pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
berlangsung. Untuk mengetahui adanya
diperoleh hasil belajar siswa dalam
perubahan dari proses yang diakibatkan
aspek
kognitif,
afektif,
dan
oleh penelitian tersebut, maka evaluasi
rata-rata
dan
dilakukan dengan cara menilai siswa
prosentase ketuntasan dari setiap siklus
dari penilaian kognitif, afektif, dan
pada setiap aspek meningkat, hal ini
psikomotorik.
psikomotorik.
Hasil
dipengaruhi oleh berbagai faktor baik
Hasil analisis aspek kognitif pada
faktor internal maupun ekternal. Model
siklus I masih rendah dan kurang
pembelajaran Learning Cycle ‘5E’ ini
memuaskan. Nilai rata-rata kelas 70,97
memberikan kesempatan kepada setiap
terdapat 25 siswa yang tuntas dengan
untuk lebih aktif, kreatif, serta lebih
prosentase ketuntasan mencapai 73,5%
berani
model
dan terdapat 9 siswa yang belum tuntas
pembelajaran ini berpusat pada murid
dengan prosentase 26,46%. peneliti
(Student Center). Keunggulan model
ingin
pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
penerapan
adalah meningkatkan motivasi belajar
Learning
karena pembelajar dilibatkan secara
meningkatkan
aktif
Karena
berpendapat
dalam
membantu
ilmiah
proses
karena
pembelajaran,
mengembangkan
pembelajar,
mengetahui
model
Cycle
hasil
hasil
sejauh
mana
pembelajaran
‘5E’
mampu
belajar
siswa.
pembelajaran
aspek
sikap
kognitif pada siklus I masih rendah
pembelajaran
maka perlu dilakukan perbaikan pada
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu...
8
siklus II agar hasil belajar siswa dapat
II mencapai 88,24%. Peningkatan hasil
meningkat. Perbaikan tersebut antara
ini dipengaruhi oleh beberapa faktor
lain
model
baik faktor internal maupun faktor
pembelajaran. 2) Memberikan motivasi
eksternal. Adapun kemungkinan faktor
kepada siswa secara maksimal agar
internal yang dapat menyebabkan hasil
aktif
3)
belajar siswa masih rendah antara lain:
Pengunaan sarana dan prasarana yang
minat siswa masih kurang terhadap
terdapat
mata
1)
Pengoptimalan
dalam
di
pembelajaran.
laboratorium
secara
pelajaran
biologi
karena
maksimal. 4) adanya interaksi, dan
menganggap pelajaran biologi mata
komunikasi yang lebih santai antara
pelajaran membosankan, penuh hafalan
guru dan siswa dalam pembelajaran
dan pribadi siswa tidak menyukai
sehingga siswa akan merasa nyaman
pelajaran biologi. Sedangkan faktor
dan tidak tegang dalam mengikuti
eksternal antara lain: kondisi ruangan
pembelajaran di kelas. Pada evaluasi
yang kurang rapih, model pembelajaran
diperoleh rata-rata hasil belajar pada
yang
nilai kognotif
siklus II 80,18 atau
siswa, kurangnya interaksi antara guru
meningkat 9,21 dari siklus I (70,97)
dan siswa dan kurangnya motivasi baik
atau meningkat18,06 dari nilai awal
motivasi dari guru maupun keluarga.
(52,91)dengan nilai tertinggi awal 100
hal
tetep 100 pada siklus I dan II,
(2005:39-40) yang menyatakan hasil
perbedaan terletak pada jumlah siswa
belajar yang dicapai siswa dipengaruhi
yang mendapat nilai 100 pada nilai
oleh dua faktor utama yakni faktor dari
awal sebanyak 1 siswa menjadi 2 siswa
dalam diri siswa sendiri dan faktor
pada siklus I dan menjadi 6 siswa pada
yang datang dari luar diri siswa atau
siklus II, nilai terendah pada nilai awal
faktor lingkungan yang terdiri dari
4 menjadi 48 pada siklus I dan 60 pada
guru, program, sarana dan prasarana,
siklus II.
instrumen,dan kurikulum.
Hasil pembelajaran aspek kognitif
digunakan
ini
sejalan
kurang
dipahami
dengan
Sudjana
Hasil analisis aspek afektif, terdiri
pada siklus II menunjukan adanya
dari
empat
peningkatan dibandingkan siklus I.
memperhatikan,
Hasil prosentase ketuntasan pada siklus
dan
kehadiran,
parameter
yaitu
kedisiplinan
waktu
keaktifan
dalam
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu...
9
bekerjasama,
membawa
buku
yang diterapkan oleh guru, dimana
pelajaran. Hasil yang diperoleh pada
dalam
siklus I, dan II mengalami peningkatan.
pembelajaran siswa harus menyiapkan
Pada siklus I prosentase ketuntasan
segala
hanya mencapai 55,88%, Hasil untuk
dengan
masing-masing
parameter
disampaikan dan siswa harus mengikuti
kemampuan
siswa
memperhatikan
pada
dalam
mengikuti
sesuatu
kegiatan
yang
berhubungan
pelajaran
yang
akan
kegiatan pelajaran dengan baik.
prosentase
Hasil yang diperoleh pada siklus I
mencapai
dalam aspek afektif masih rendah maka
70,59%, dalam hal ini siswa belum
dilakukan siklus selanjutnya, tetapi ada
terfokus atau masih bersifat acuh dalam
beberapa
kegiatan pembelajaran. Kemampuan
diperhatikan dalam pelaksanaan siklus
siswa dalam kedisiplinan waktu dan
II diantaranya siswa
kehadiran sudah sangat baik prosentase
banyak
ketuntasnnya
mencapai
pengoptimalan model pembelajaran,
100%,dikarenakan siswa sudah terbiasa
karena peran guru juga mempengaruhi
dengan aturan yang diterapkan oleh
hasil belajar yaitu dengan memberi
guru, dimana dalam mengikuti kegiatan
motivasi-motivasi
pembelajaran
disiplin
agar siswa lebih aktif dan percaya diri,
waktu, siswa harus mengikuti kegiatan
serta adanya interaksi dan komunikasi
pelajaran dengan baik. Kemampuan
yang lebih santai antara guru dan siswa
siswa
dalam
dalam pemebelajaran sehingga siswa
ketuntasan
akan merasa nyaman dalam mengikuti
ketuntasannya
hanya
siswa
dalam
bekerjasam
harus
keaktifan
prosentase
hanya mencapai 88,24%, dalam hal ini
siswa belum terfokus atau masih
bersifat
acuh
dalam
kegiatan
catatan
yang
bimbingan,
harus
masih perlu
motivasi
dan
dan
penghargaan
kegiatan di kelas.
Hasil pembelajaran pada siklus II
dalam
aspek
afektif
meningkat,
pembelajaran, dan kemampuan siswa
masing-masing parameter prosentase
dalam
pelajaran
ketuntasannya mencapai 97,06% siswa
mampu
mampu bekerjasama dengan sangat
mencapai 85,3% hal ini dikarenakan
baik, sudah tidak ragu-ragu dalam
siswa sudah terbiasa dengan aturan
bertanya serta menjawab pertanyaan
membawa
prosentase
buku
ketuntasannya
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu... 10
baik dari guru maupun siswa lain.
dalam hal ini siswa belum mampu
Siswa mulai termotivasi dan tertarik
menempatkan
untuk belajar karena dalam penggunaan
dalam
alat dan bahan sudah sangat baik dan
kemampuan siswa dalam mengenal alat
penggunaan model pembelajaran yang
dan bahan prosentase ketuntasannya
lebih optimal.
mencapai 85,3% dalam hal ini siswa
bahan
kegiatan
secara
pembelajaran,
benar
dan
Hasil analisis aspek psikomotorik,
sudah cukup mengenal alat dan bahan
terdiri dari empat parameter yaitu
praktikum fotosintesis dalam kegiatan
kemampuan siswa dalam merangkai
pembelajaran. Hasil yang diperoleh
alat dan bahan, menggunakan alat,
pada siklus I dalam aspek psikomotorik
menggunakan bahan, mengenal alat
masih
dan bahan. Hasil yang diperoleh pada
dilakukan siklus selanjutnya, tetapi
siklus I, dan II meningkat. Pada siklus I
sebelum pelaksanaan siklus II ada
prosentase
beberapa
ketuntasan
sudah
baik
kurang
sempurna
catatan
yang
maka
harus
mencapai 76,53%, Hasil untuk masing-
diperhatikan diantaranya: 1) Siswa
masing parameter pada kemampuan
masih
siswa dalam merangkai alat dan bahan
motivasi yang lebih agar siswa bisa
prosentase
lebih
ketuntasannya
hanya
perlu
terbuka
banyak
dan
bimbingan,
berani
dalam
mencapai 47,06%, dalam hal ini media
berpendapat dan menjawab pertanyaan,
yang disajikan masih belum jelas serta
2) Pengoptimalan yang lebih dalam
penggunaan waktu yang belum efektif
penerapan model pembelajaran, 3)
sehingga
mempengaruhi
hasil
Adanya interaksi dan komunikasi yang
merangkai
siswa
asepek
lebih santai antara guru dan siswa
siswa
dalam pemebelajaran sehingga siswa
dalam menggunakan alat prosentase
akan merasa nyaman dalam mengikuti
ketuntasnnya hanya mencapai 73,53%,
kegiatan di kelas.
psikomotorik.
dalam
Kemampuan
dimana siswa masih kurang trampil
merangkai
proses
lebih baik dibandingkan siklus I dalam
siswa
aspek afektif, aspek kognitif, dan
dalam menggunakan bahan prosentase
psikomtorik meningkat, terlihat pada
ketuntasan hanya mencapai 73,53%,
hampir semua siswa siap mengikuti
pembelajaran,
alat
dalam
Hasil yang diperoleh pada siklus II
Kemampuan
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu... 11
pelajaran biologi, siswa ikut peran aktif
menyenangkan karena pembelajaran
dalam pembelajaran biologi, selain itu
Learning Cycle ‘5E’ ini disukai oleh
siswa sudah lebih memahami materi
para siswa, sehingga menimbulkan
yang
semangat siswa untuk belajar lebih giat
disampaikan
sehingga
pembelajaran
dikelas
lebih
menyenangkan.
Selama
proses
peningkatan kualitas hasil belajar baik
pembelajaran terjadi komunikasi dua
dari segi kognitif, afektif, maupun
arah antara guru dan siswa, serta
psikomotorik khususnya pada materi
pembelajaran
pokok fotosintesis.
terpusat
pada
siswa
lagi.
Hal
ini
terbukti
dengan
sehingga menjadikan siswa sebagai
Dari hasil penelitian siklus I dan
subjek didik. Pembelajaran siklus II
siklus II ada kelebihan lain dari model
terdapat peningkatan baik dari aspek
pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
kognitif, afektif maupun psikomotorik,
yaitu
karena
mengetahui
selama
pembelajaran
dapat
digunakan
sejauh
mana
untuk
tingkat
berlangsung, komunikasi antara guru
pemahaman siswa terhadap materi
dengan siswa sudah terjalin dengan
pembelajaran yang telah diberikan guru
baik, keberanian siswa dalam bertanya,
sebelumnya. Siswa yang belum begitu
menjawab pertanyaan, mengutarakan
menguasai materi yang telah diajarkan
ide, pembelajaran berlangsung dengan
tentunya akan mengalami kesulitan
lancar, siswa sudah tertarik dengan cara
dalam
guru menyampaikan materi, dan hasil
perilaku afektif dan psikomotorik yaitu
belajar siswa meningkat dari observasi
dengan menggunakan angket yang diisi
awal sampai dengan siklus II.
oleh
Secara
keseluruhan
mencari
guru
jawaban.
selama
Penilaian
pembelajaran
evaluasi
berlangsung. Angket ini berisi tentang
terhadap pelaksanaan tindakan pada
tanggapan dari siswa mengenai model
siklus II, adalah bahwa pembelajaran
pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
pada siklus II
yang diterapkan dalam pembelajaran.
lebih menciptakan
keaktifan siswa dalam KBM, dengan
penerapan
Learning
model
Cycle
pembelajaran
‘5E’
Selanjutnya untuk penilaian kognitif
didapat setelah siswa mengerjakan
akan
Postest. Nilai kognitif siswa kela VIII F
menumbuhkan suasana belajar yang
SMP Negeri 2 Colomadu pada siklus I
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu... 12
siswa yang belum tuntas sebanyak 9
Adapun kemungkinan faktor internal
siswa atau 26,47% dengan rata-rata
yang dapat menyebabkan hasil belajar
70.97 meningkat pada siklus II dengan
siswa masih rendah antara lain: minat
nilai rata-rata 80,18 dan siswa yang
siswa masih kurang terhadap mata
belum tuntas sebanyak 3 siswa. Nilai
pelajaran biologi karena menganggap
kognitif siswa apabila dihitung dengan
pelajaran
menggunakan rumus rata-rata (Mean),
membosankan,
maka hasil belajar siklus I dengan rata-
pribadi siswa tidak menyukai pelajaran
rata 70,97 dan meningkat pada siklus II
biologi. Sedangkan faktor eksternal
yaitu dengan rata-rata 80,18. Hal
antara lain: kondisi ruangan yang
tersebut diduga karena siswa yang
kurang rapih, penggunaan sarana dan
bersangkutan menyukai mata pelajaran
prasarana yang belum optimal dalam
biologi, siswa merasa senang saat
pembelajaran,
proses belajar mengajar berlangsung,
pembelajaran yang digunakan kurang
dan model pembelajaran Learning
dipahami siswa, kurangnya interaksi
Cycle ‘5E’ bisa digunakan untuk
antara guru dan siswa dan kurangnya
mengetahui sejauh mana pemahaman
motivasi baik motivasi dari guru
siswa
maupun keluarga. Selain itu ada faktor
trhadap
materi
yang
telah
biologi
penuh
strategi
pelajaran
hafalan
dan
media
internal
pembelajaran yang digunakan oleh
mempengaruhi
guru. Apabila dilihat dari nilai kognitif,
dalam
afektif,
secara
meningkat diantaranya yaitu: kondisi
individual dari siklus I sampai dengan
fisiologis siswa yang dalam keadaan
siklus II, maka didapatkan hasil bahwa
baik, dan pengoptimalan model dan
dengan model pembelajaran Learning
media pembelajaran sehingga siswa
Cycle ‘5E’ aktivitas dan hasil belajar
lebih semangat dan merasa senang
siswa dari siklus I sampai dengan
dalam
siklus II meningkat.
sekaligus
psikomotorik
Peningkatan hasil ini dipengaruhi
oleh
beberapa
internal
faktor
maupun
baik
faktor
aspek
eksternal
dan
dipelajari jadi tergantung dari model
dan
dan
mata
hasil
belajar
kognitif
mengikuti
membantu
yang
siswa
menjadi
pembelajaran
siswa
dalam
memahami materi yang disampaikan.
faktor
Penggunaan model pembelajaran ini
eksternal.
pada materi fotosintesis membuat siswa
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu... 13
yang selama ini tidak mau terlibat
Hasil yang diperoleh pada siklus II
dalam pembelajaran akan ikut serta
lebih baik dibandingkan siklus I dalam
dalam pembelajaran secara aktif. Setiap
aspek afektif, aspek kognitif dan
siswa
psikomtorik meningkat, terlihat pada
dimotivasi
mengeluarkan
agar
pendapat,
mampu
atau
hampir semua siswa siap mengikuti
gagasan sesuai kalimatnya sendiri.
pelajaran biologi. Siswa ikut peran
Guru hanya sebagai fasilitator siswa
aktif
sehingga
dapat
selain itu siswa sudah lebih memahami
digunakan untuk melatih kreativitas
materi yang disampaikan sehingga
siswa
pembelajaran
pembelajaran
dan
belajarnya.
ide
ini
meningkatkan
Melalui
hasil
dalam
pembelajaran
lebih
biologi,
menyenangkan.
pembelajaran
Selama proses pembelajaran terjadi
Learning Cycle ‘5E’, bisa mengukur
komunikasi dua arah antara guru dan
sejauh
siswa, serta pembelajaran terpusat pada
mana
pemahaman
siswa
terhadap materi yang telah dipelajari.
Kelebihan
pembelajaran
dari
ini
antara
siswa
model
lain:
a).
sehingga
menjadikan
siswa
sebagai subjek didik.
Penerapan
model
Meningkatkan motivasi belajar karena
Learning
pembelajar
aktif
meningkatkan hasil belajar siswa, hal
b).
ini sejalan dengan hasil penelitian Rd.
dalam
proses
Membentu
ilmiah
dilibatkan
secara
pembelajaran;
mengembangkan
pembelajar;
c).
sikap
Pembelajar
Rida
Cycle
pembelajaran
Hidmatul
‘5E’
Farida
dapat
(2010),
menyatakan bahwa penerapan model
menjadi lebih bermakna karena model
Learning
pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
meningkatkan hasil belajar siswa SMA
berpusat pada siswa (student centered)
pada pembelajaran fisika, berdasarkan
yang merupakan rangkaian tahap-tahap
hasil penelitiannya diperoleh bahwa
kegiatan
diorganisasikan
nilai rata-rata hasil belajar siswa pada
sedemikian rupa sehingga siswa dapat
ranah kognitif, afektif, dan psikomotor
menguasai kompetensi yang harus
mengalami peningkatan pada setiap
dicapai dalam pembelajaran dengan
seri pembelajaran. Selain itu juga
jalan berperan aktif.
sejalan dengan hasil penelitian Dewi
yang
Cycle
‘5E’
untuk
Destyanti (2010), menyatakan bahwa
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu... 14
penerapan model Learning Cycle ‘5E’
tahun
untuk meningkatkan hasil belajar siswa
meningkatkan hasil belajar siswa dalam
dalam
fisika.
aspek kognitif yang mencapai lebih
Berdasarkan pada hasil penelitiannya
dari yang telah ditentukan yaitu rata-
diperoleh bahwa hasil belajar siswa
rata hasil belajar awal 52,61 dan
untuk ranah kognitif dan psikomotor
meningkat menjadi 70,97 pada siklus I
mengalami peningkatan.
dan 80,18 pada siklus II yang artinya
pembelajaran
Dalam
pembelajaran
penerapan
Learning
model
Cycle
pelajaran
2011/2012
dapat
dengan
hampir semua siswa telah mencapai
pembelajaran
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
‘5E’
ini
dapat
dengan
nilai
aspek
kogitif
62.
mengatasi permasalahan yang dihadapi
Kemudian aspek afektif nilai Kriteria
pada pembelajaran biologi antara lain
Ketuntasan Minimal 3 dengan kriteria
kurangnya
dalam
baik yang telah mencapai dari siklus I
proses pembelajaran, siswa kurang
sampai dengan siklus II, yaitu dari
termotivasi dan tertarik untuk belajar
13,03
biologi karena penyampaian materi
psikomotorik meningkat dari siklus I
yang monoton menggunakan metode
sampai dengan siklus II, yaitu 12,21
ceramah, materi yang abstrak dan
menjadi 14,79. Dengan demikian dapat
cenderung dianggap sulit, pemahamam
diambil
siswa masih kurang mengenai materi
pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
pelajaran biologi yang berdampak pada
dapat meningkatkan hasil belajar siswa
hasil belajar siswa yang rendah. Hal ini
dan bisa digunakan sebagai evaluasi
dapat
untuk
keaktifan
dibuktikan
siswa
dengan
adanya
menjadi
15,03,
dan
kesimpulan
mengetahui
sejauh
aspek
model
mana
peningkatan hasil belajar siswa dalam
pemahaman siswa terhadap materi
aspek
yang telah dipelajari, jadi terbukti
kognitif,
afektif,
dan
psikomotorik.
Berdasarkan
bahwa model pembelajaran Learning
hasil
Penelitian
Cycle ‘5E’ dapat meningkatkan hasil
Tindakan Kelas dengan penerapan
belajar siswa kelas VIII F SMP Negeri
model pembelajaran Learning Cycle
2 Colomadu tahun pelajaran 2011/2012
‘5E’ dalam pembelajaran biologi siswa
pada materi fotosintesis. Dengan model
kelas VIII F SMP Negeri 2 Colomadu
pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu... 15
hasil belajar siswa kelas VIII F SMP
Negeri 2 Colomadu tahun pelajaran
Saran
Kepada
peneliti
selanjutnya
2011/2012 meningkat 88,24% dengan
diharapkan mencari materi yang lain
rata-rata kelas 80,18. Dengan model
yang
pembelajaran Learning Cycle ‘5E’
Learning Cycle ‘5E’ dan diharapkan
siswa dapat terlibat secara aktif dalam
dalam memperoleh data afektif untuk
pembelajaran
observasi
awal
menggunakan
angket,
dan
mampu
mengungkapkan gagasan atau
ide,
cocok
dengan
pembelajara
sebaiknya
supaya
bisa
mampu bertanya serta menanggapi
benar-benar diketahui secara langsung
pertanyaan terhadap peserta didik lain
jumlah siswa yang mengalami masalah
sehingga menjadikan suasana kegiatan
dalam pembelajara karena pada peneliti
pembelajaran
ini belum menggunakan angket saat
lebih
hidup
dan
menyenangkan.
obsevasi
awal.
Diharapkan
pada
KESIMPULAN DAN SARAN
peneliti selanjutnya dalam mengambil
Kesimpulan
dokumentasi hasil penelitian dimulai
Berdasarkan analisis data secara
dari waktu observasi awal dan lebih
keseluruhan baik nilai kognitif, afektif
pintar dalam mengambil foto jadi
dan
kelihatan secara jelas. Kepada pihak
psikomotorik,
dapat
diambil
kesimpulan bahwa: Ada peningkatan
sekolah
hasil belajar siswa dengan Penerapan
perhatian
Model Pembelajaran Learning Cycle
prasarana terutama media pembelajaran
‘5E’
agar dapat digunakan dalam menunjang
Untuk
Meningkatkan
Hasil
Belajar Biologi Materi Fotosintesis
hendaknya
terhadap
memberikan
sarana
dan
proses pembelajaran yang lebih baik
Pada Kelas VIII F SMP Negeri 2
Colomadu Tahun Pelajaran 2011/2012.
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu... 16
DAFTAR PUSTAKA
Adhari, Windri Widiesta., (2010), Meminimalisasi Fobia Matematika pada Siswa
melalui Model Pembelajaran Learning Cycle “5E” dengan
Mengoptimalkan alat Peraga, Surakarta: Skripsi UMS (tidak diterbitkan)
Arifin, M., (1995), Pengembangan Program Pengajaran Bidang Studi Kimia.
Surabaya: Airlangga University Press,
Tersedia:Http://Lubisgrafura.Wordpress.Com/2007/09/20/PembelajaranDengan-Model-Siklus-Belajar-Learning-Cycle.html,diakses 28 Nov 2011
Arikunto, Suharsimi, (2006), Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi
Aksara, hal: 16
Budiasih, Dkk., (2004), Penarapan Model Learning Cycle 5E Untuk
Meningkatkan Pembelajaran IPA, Jakarta: Skripsi Universitas Pendidikan
Indonesia,
Tersedia: http://repository.upi.edu/operator/upload/s_pgsd_0701210_cha
pter2.pdf. Diakses 28 November 2011
Destyanti, Dewi., ( 2010), penerapan model Learning Cycle 5E untuk
meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika, Jakarta:
Jurnal, Universitas Pendidikan Indonesia, Tersedia:
http://repository.upi.edu/operator/upload/s_pgsd_0701210_chapter2.pdf
Diakses 28 November 2011
Djumhurijah, Siti., (2008), Menggunakan Model Pembelajaran Learning Cycle
Untuk Meningkatkan Ketuntasan Belajar Siswa Pada Konsep Pemuaian
dikelas VII SMP N 8 Bogor, Jurnal, UI. Tersedia:
http://[email protected], diakses tanggal 28 Nov 2011
Fajaroh, Fajar., Dasna, I.Wayan., (2003)a, Penggunaan Model Pembelajaran
Learning Cycle Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar
Kimia Zat Aditif Dalam Bahan Makanan Pada Siswa Kelas Ii Smu
Negeri 1 Tumpang – Malang, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol
11 (2) Oktober 2004, hal 112-122, Tersedia:
http://lubisgrafura.wordpress.com/2007/09/20/pembelajaran-denganmodel-siklus-belajar-learning-cycle/html.diakses tanggal 28 Nov 2011
, (2007)b, Model Pembelajaran Learning Cycle, Aktivitas Belajar dan
Hasil Belajar. Universitas Pendidikan Indonesia,Tersedia:
http://repository.upi.edu/operator/upload/s_fis_060243_chapter2.pdf.
diakses tanggal 13 januari 2012
, (2008)c, Model Pembelajaran Learning Cycle, Aktivitas Belajar dan
HasilBelajar, Universitas Pendidikan Indonesia, Tersedia:
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu... 17
http://repository.upi.edu/operator/upload/s_fis_060243_chapter2.pdf.
diakses tanggal 13 januari 2012
Farida, Rida Hidmatul, ( 2010), Penerapan Model Pembelajaran Siklus Belajar
(Learning Cycle) Tipe 5E untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA
pada Pembelajaran Fisika, Bandung: Skripsi pada FMIPA UPI, Tersedia:
http://repository.upi.edu/operator/upload/s_d0251_0605514_bibliograph
y.pdf diakses tanggal 13 januari 2012
Janulis, P.P., (2003), Pembelajaran Learning Cycle Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar, Jakarta: Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia, Tersedia:
http://repository.upi.edu/operator/upload/s_pgsd_0701210_chapter2.pdf,
diakses Rabu, 15 Februari 2012.
Margaretha, Dkk., (2003), Pembelajaran Learning Cycle Untuk Meningkatkan
Hasil Belajar, Jakarta: Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia,
Tersedia:http://repository.upi.edu/operator/upload/s_pgsd_0701210_chap
ter2.pdf, diakses Rabu, 15 Februari 2012
Wijaya, (2009), Kriteria Sekolah SSN (Sekolah Standar Nasional), Tersedia:
Http://adifia.wordpress.com/2009/07/28/kriteria-Sekolah-ssn. Diakses
tanggal 03 April 2012.
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII F SMP N 2 Colomadu... 18
Download