pemanfaatan sumber belajar guru sosiologi sma

advertisement
PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR GURU SOSIOLOGI
SMA NEGERI DI KECAMATAN SUNGAI RAYA
KABUPATEN KUBU RAYA
Septya Wardhani, Nuraini, Okianna
Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Untan Pontianak
Email : [email protected]
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan
sumber belajar oleh guru sosiologi SMA Negeri di Kecamatan Sungai Raya
Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan
sumber belajar guru sosiologi SMA Negeri Kecamatan Sungai Raya Kabupaten
Kubu Raya kurang bervariasi, serta frekuensi pemanfaatan sumber belajar yang
bervariasi dalam proses pembelajaran masih sangat jarang. Pemilihan sumber
belajar yang dilakukan guru sudah tepat, namun guru mesti memperhatikan
kriteria sumber belajar yang dapat menambah motivasi belajar siswa di dalam
kelas. Terhadap hasil belajar siswa masih perlu ditingkatkan karena hasil belajar
siswa selama ini masih ada yang belum mencapai KKM, serta motivasi belajar
siswa didalam kelas masih sangat kurang, karena guru masih sering menggunakan
model pembelajaran konfensional dan terpaku pada satu jenis sumber belajar.
Kata Kunci : Pemanfaatan Sumber Belajar
Abstract: This study aims to determine how the use of learning resources by the
State High School sociology teacher at River District Kubu Raya Raya district.
The method used in this research is descriptive qualitative. The results showed
that the use of learning resources sociology teacher Kingdom River District State
High School District Kubu Raya less variable, and the frequency of use of
learning resources that vary in the learning process is still very rare. The selection
of learning resources that teachers do is right, but the teacher must consider the
criteria of learning resources that can increase students' motivation in the
classroom. On learning outcomes of students still need to be improved because of
student learning outcomes for this still exist that have not yet reached the KKM,
as well as students' motivation in the classroom is still lacking, because the
teacher is still often use conventional learning models and fixated on one type of
learning resources.
Keywords : Utilization of Learning Resources
tidak sekedar menyampaikan materi pelajaran, akan tetapi suatu
Mengajar
proses mengubah perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
1
Dalam poses mengajar terdapat kegiatan membimbing, melatih keterampilan
intelektual, keterampilan psikomotorik, dan memotivasi siswa agar memiliki
kemampuan inovatif dan kreatif. Oleh karena itu seorang guru perlu memiliki
kemampuan merancang dan mengimplementasikan berbagai strategi pembelajaran
yang dianggap cocok dengan materi pembelajaran, termasuk didalamnya
memanfaatkan berbagai sumber dan media pembelajaran untuk menjamin
efektifitas pembejaran.
Hal ini dapat dilakukan kalau guru berusaha menggunakan berbagai sumber
belajar secara bervariasi dan memberikan kesempatan sebanyak mungkin kepada
peserta didik untuk dapat berinteraksi dengan sumber belajar yang dimanfaatkan.
Namun demikian meskipun aspek variasi dalam pemanfaatan sumber belajar
harus diperhatikan oleh guru-guru ketika mengajar, bukan berarti guru-guru
mengabaikan aspek pemilihan sumber belajar yang bekualitas yang dapat
digunakan untuk proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil survei pendahuluan, penulis mengamati pembelajaran di
SMA Negeri di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kuburaya secara umum
kegiatan pembelajaran belum memanfaatkan sumber belajar secara maksimal,
dalam arti kata sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran hanya
sumber belajar yang sudah sangat lazim dari dulu digunakan yaitu buku teks.
Sumber belajar yang beraneka ragam disekitar kehidupan guru dan siswa belum
dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran.
Pembelajaran sosiologi merupakan pembelajaran yang banyak memberikan
informasi tentang konsep-konsep berupa fenomena-fenomena yang terjadi dalam
kehidupan sosial manusia. Jika guru hanya mengandalkan buku teks saja sebagai
sumber belajar akibatnya siswa terjebak didalam pembelajaran yang hanya
mengandalkan hafalan saja, dan hafalan itu dapat dengan mudah dilupakan jika
tidak dikaji lagi. Cara belajar seperti ini cenderung membuat siswa mudah bosan
dalam belajar, lebih buruknya siswa bisa tidak menyukai pelajaran sosiologi.
Sumber belajar untuk pengembangan materi pelajaran sosiologi
sesungguhnya banyak tersedia serta sangat mudah didapatkan karena materi yang
dipelajari sangat dekat dengan kehidupan guru maupun peserta didik. Sumber
belajar yang beraneka ragam disekitar kehidupan peserta didik, baik yang
didesain maupun non desain belum dimanfaatkan secara optimal dalam
pembelajaran. Sebagian besar guru kecenderugan dalam pembelajaran
memanfaatkan buku teks dan guru sebagai sumber belajar utama. Selain buku
teks, guru haruslah mengembangkan sumber belajarnya dengan memanfaatkan
fenomena-fenomena sosial yang terjadi dimasyarakat yang didapatkan dari koran,
televisi, internet, video, film dan lain sebagainya. Dengan memanfaatkan berbagai
sumber belajar akan dihasilkan proses pembelajaran yang berkualitas, menarik
dan menyenangkan bagi para siswa.
Berkaitan dengan latar belakang di atas maka dari itu penulis tertarik untuk
mengadakan penelitian tentang pemanfaatan sumber belajar guru Sosiologi SMA
Negeri di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya.
2
METODE
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan
pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang
alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai
instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive
dan snowball, teknik pngumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data
bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna
dari pada generalisasi (Sugiyono, 2009).
Metode deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki
dengan menggambarkan/melukiskan keadaan suyek/obyek penelitian (seseorang,
lembaga, masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta
yang tampak atau sebagaimana adanya (Hadari Nawawi, 2007).
Bentuk penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian
kualitatif dengan metode deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara
objektif dan faktual mengenai pemanfaatan sumber belajar guru Sosiologi SMA
Negeri di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya.
Prosedur dalam penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu : 1) Tahap persiapan;
2) Tahap pelaksanaan; 3) Tahap akhir.
Tahap Persiapan
Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap persiapan, antara lain : 1) Melakukan
pra riset melalui wawancara kepada guru Sosiologi SMA Negeri di Kecamatan
Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya; 2) Mengamati kegiatan belajar-mengajar di
kelas SMA Negeri di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya; 3)
Meminta data yang dimiliki oleh SMA Negeri di Kecamatan Sungai Raya
Kabupaten Kubu Raya untuk diolah; 4) Menganalisis hasil pra riset; 5) Menyusun
pedoman wawancara dan pedoman observasi untuk riset.
Tahap Pelaksanaan
1) Melakukan riset melalui wawancara kepada guru Sosiologi SMA Negeri di
Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dengan berpedoman pada
pedoman wawancara yang telah disusun; 2) Melakukan observasi dalam proses
belajar-mengajar mata pelajaran Sosiologi di kelas; 3) Meminta data hasil belajar
siswa setelah observasi selesai dilaksanakan.
Tahap Akhir
1) Menganalisis data yang diperoleh dari wawancara kepada guru Sosiologi SMA
Negeri di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya; 2) Menganalisis data
yang diperoleh dari hasil observasi; 3) Mendeskripsikan hasil analisis data dan
memberikan kesimpulan sebagai jawaban dari rumusan masalah; 3) Menyusun
laporan penelitian.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Data yang disajikan adalah data hasil observasi pemanfaatan sumber belajar
guru sosiologi SMA Negeri di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya
dengan menggunakan pedoman observasi sebanyak kurang lebih 8 kali pertemuan
terhadap 4 orang guru. Adapun data hasil 8 kali observasi adalah sebagai berikut:
3
Tabel 1 Data Rekapitulasi Hasil Observasi Tentang Jenis Sumber Belajar
JENIS SUMBER BELAJAR
MI
√
√
√
√
√
Manusia (people)
Bahan (material)
Lingkungan (setting)
Peralatan (device)
Teknik/metode (technique)
Sumber: Data Olahan, 2013
NAMA GURU
FT
SR
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
MZ
√
√
√
√
√
Berdasarkan Tabel 1 kelima jenis sumber belajar ini pasti selalu digunakan
dalam setiap proses pembelajaran karena kelima jenis sumber belajar ini adalah
komponen yang tidak dapat dipisahkan salam setiap proses pembelajaran,
a) Manusia (people) yaitu orang yang menyampaikan pesan pengajaran secara
langsung. Contonya adalah guru.
b) Bahan (material), yaitu sesuatu yang mengandung pesan pembelajaran.
Contohnya buku pelajaran.
c) Lingkungan (setting), yaitu ruang dan tempat ketika sumber-sumber dapat
berinteraksi dengan para peserta didik. Contohnya adalah ruang kelas.
d) Peralatan (device), sesuatu yang bisa disebut media/hardware yang
menyalurkan pesan untuk disajikan yang ada didalam software. Contohnya
adalah papan tulis dan spidol.
e) Teknik/metode (technique), prosedur yang disiapkan dalam mempergunakan
bahan pelajaran, peralatan, situasi dan orang untuk menyampaikan pesan.
Contohnya adalah ceramah.
Tabel 2 Data Rekapitulasi Hasil Observasi Tentang Variasi Pemanfaatan
Sumber Belajar
Jenis Sumber
Belajar
Orang
Bahan
Lingkungan
Peralatan
Tehnik
Sumber Belajar
yang
Dimanfaatkan
Guru
Siswa
Buku Pengangan
Guru
LKS
Media Cetak
Media Elektronik
Internet
Fenomena Sosial
Ruang Kelas
Papan Tulis
OHP
Video
Ceramah
Tanya jawab
Nama Guru
MI
FT
SR
MZ
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
Jumlah
pemanfaata
n setiap
jenis sumber
belajar
2
6
1
3
6
4
Total
Persentasi
Belajar mandiri
Rool playing
Talking stik
18
√
√
√
17
√
10
9
9
18
Sumber: Data Olahan, 2013
Berdasarkan Tabel 2, peneliti menskor terlebih dahulu variasi pemafaatan
sumber belajar bedasarkan jenisnya :
Tabel 3 Data Rekapitulasi Skor Variasi Pemanfaatan Sumber Belajar Oleh
Guru
Jenis sumber
belajar
Orang
Bahan
Lingkungan
Sumber belajar
yang
dimanfaatkan
Guru
Siswa
Buku Pengangan
Guru
LKS
Media Cetak
Media Elektronik
Internet
Fenomena Sosial
Ruang Kelas
Papan Tulis
OHP
Video
Ceramah
Tanya jawab
Persentasi
Tehnik
Belajar mandiri
Rool playing
Talking stik
Sumber: Data Olahan, 2013
Peralatan
Jumlah guru
yang
memanfaatkan
4
1
Jumlah
sumber
belajar
Kategori
2
Kurang
Variatif
6
Sangat
Variatif
1
Kurang
Variatif
3
Kurang
Variatif
6
Sangat
Variatif
4
4
1
1
4
4
4
4
1
1
4
4
1
1
1
1
Berdasarkan Tabel 3 terlihat bahwa dalam pemanfaatan sumber belajar
berdasarkan jenisnya pemanfaatan jenis sumber belajar berupa orang, lingkungan,
dan alat masih kurang variatif dikarenakan guru masih menggunakan sumber
belajar yang standar seperti guru sebagai sumber utama, ruang kelas, papan tulis,
ceramah. Sedangkan dalam pemanfaatan jenis sumber belajar berupa bahan dan
teknik walaupun di dalam tabel tergolong kategori sangat variatif, namun bila
dilihat dari jumlah guru yang memanfaatkannya seperti dalam pemanfaatan
sumber belajar berupa tehnik, kurang lebih hanya satu orang guru saja yang
memanfaatkannya, sedangkan dalam pemanfaatan sumber belajar berupa bahan
tersebut rata-rata guru hanya memanfaatkannya sebagai bahan refrensi saja,
namun bahan-bahan tersebut tidak diwujudkan atau dihadirkan dalam proses
pembelajaran bersama siswa. Dapat peneliti simpulkan
bahwa variasi
5
pemanfaatan sumber belajar
adalah kurang variatif.
oleh guru sosiologi dalam proses pembelajaran
Tabel 4 Hasil Observasi Tentang Frekuensi Pemanfaatan Sumber Belajar
Nama
Guru
Sumber Belajar yang
Dimanfaatkan
Guru
Siswa
Buku Pengangan Guru
LKS
Media Cetak
Media Elektronik
MI
Internet
Fenomena Sosial
Ruang Kelas
Papan Tulis
OHP
Video
Ceramah
Tanya jawab
Persentasi
Rool playing
Talking stik
FT
Guru
Buku Pengangan Guru
LKS
Internet
Fenomena Sosial
Ruang Kelas
Papan Tulis
Ceramah
Tanya jawab
Belajar mandiri
Guru
Buku Pengangan Guru
LKS
Internet
SR
Fenomena Sosial
Ruang Kelas
Papan Tulis
Ceramah
Tanya jawab
Guru
Buku Pengangan Guru
LKS
Fenomena Sosial
MZ
Internet
Ruang Kelas
Papan Tulis
Ceramah
Tanya jawab
Sumber: Data Olahan, 2013
Jumlah
Pertemuan
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
6
6
6
6
6
6
6
6
6
8
8
8
8
8
8
8
8
8
Jumlah
Pemanfaatan
8
2
8
8
1
1
6
8
8
8
1
1
8
3
1
1
2
8
8
8
2
8
8
8
8
1
2
6
6
6
5
6
6
6
6
4
8
8
8
8
1
8
8
8
1
Keterangan
SS
J
SS
SS
J
J
S
SS
SS
SS
J
J
SS
J
J
J
J
SS
SS
SS
J
SS
SS
SS
SS
J
J
S
S
S
S
S
S
S
S
S
SS
SS
SS
SS
J
SS
SS
SS
J
Keterangan : SS (Sangat Sering). S (Sering). J (Jarang)
6
Berdasarkan Tabel 4 sumber belajar yang sangat sering dimanfaatkan guru
adalah sumber belajar yang sudah umum sekali dan merupakan sumber belajar
utama seperti:
a) Guru, merupakan sumber belajar utama bagi siswa dalam proses pembelajaran.
Keberhasilan proses pembelajaran terbantung kepada bagai mana guru tersebut
merancang pembelajaran serta memanfaatkan segala sesuatu sebagai sumber
belajar.
b) Buku pegangan buku, fenomena sosial dan LKS, merupakan sumber belajar
utama yang dipegang oleh guru dan siswa. Buku pegangan guru dan fenomena
social merupakan sumber refrensi bagi semua guru, sedangkan sumber refrensi
utama siswa adalah sebuah LKS (lembar kerja siswa) yang didalamnya
terdapat materi pelajaran yang tentunya masih harus ditambah dengan refrensi
lainnya.
c) Ruang kelas, merupakan lingkungan paling utama dalam setiap proses
pembelajaran dan merupaka tempat yang sangat umum sekali.
d) Papan tulis, ,merupakan media yang paling sederhana dalam menyampaikan
pesan dalam bentuk tulisan, gambar dan lain-lain.
e) Ceramah dan Tanya jawab, merupakan tehnik/metode yang paling sederhana
dalam proses pembelajaran.
Sedangkan sumber belajar yang lainnya seperti siswa. media cetak, media
elektronik, internet, OHP, video, persentasi, rool playing, talking stik masih
sangat jarang dimanfaatkan oleh guru bahkan belum dimanfaatkan.
Tabel 5 Data Rekapitulasi Tentang Ketepatan Dalam Pemilihan Sumber
Belajar
Kriteria pemilihan
Tdk
-
Nama guru
FT
SR
Ya
Tdk
Ya
Tdk
√
√
√
√
-
√
-
√
-
√
-
√
-
√
-
√
-
√
-
-
-
√
-
√
-
√
-
√
-
√
-
√
-
-
√
-
√
-
√
-
-
-
√
-
√
-
√
MI
Ya
√
√
Ekonomis (tidak mahal)
Praktis (mudah
diperoleh)
Fleksibel (dapat
digunakan lebih dari
sekali)
Sesuai Dengan Tujuan
√
Intruksional
Up date (sesuai dengan
√
perkembangan yang
terjadi)
Mempertimbangkan
√
kemampuan siswa
(mudah di pahami
siswa)
Menambah wawasan
√
dalam pemahaman
materi
Menambah motivasi
√
Sumber: Data Olahan, 2013
Ya
√
√
MZ
Tdk
-
7
Dari Tabel 5 dapat dilihat bahwa dalam memilih sumber belajar guru
sangat memperhatikan kriteria sumber belajar dengan baik. Guru sangat
memperhatikan ketepataan sumber belajar yang akan dimanfaatkan. Kriteria yang
paling utama yang di perhatikan guru dalam pemilihan sumber belajar adalah
kesesuian sumber belajar terhadap materi pembelajaraan. Namun yang kurang
diperhatikan oleh guru adalah efektifitas dan efisiensi sumber belajar itu sendiri,
sumber belajar yang sering digunakan guru kurang memberikan motifasi dalam
proses pembelajaran sehingga siswa menjadi pasif dan kurang merespon pelajaran
yang diberikan. Sehingga interaksi siswa dan sumber belajar yang menjadi kunci
penting keberhasilan proses pembelajaran menjadi tidak efektif.
Tabel 6 Data Rekapitulasi nilai siswa SMA Negeri di Kecamatan Sungai
Raya Kabupaten Kubu Raya
Nama
Guru
Kelas
Rata-Rata
Nilai
Ketuntasan Kelas
XA
79
Tuntas
XB
82
Tuntas
XC
80
Tuntas
XD
78
Tuntas
XE
77
Tuntas
MI
XF
75
Tuntas
XG
79
Tuntas
XH
76
Tuntas
XI
80
Tuntas
XJ
83
Tuntas
XI IPS 1
75
Tuntas
XI IPS 2
76
Tuntas
XI IPS 3
72
Belum tuntas
FT
XI IPS 4
74
Belum tuntas
XI IPS 5
77
Tuntas
XII IPS 1
74
Belum Tuntas
XII IPS 2
78
Tuntas
SR
XII IPS 3
75
Tuntas
XII IPS 4
76
Tuntas
XII IPS 5
73
Belum Tuntas
XA
77
Tuntas
XB
72
Belum tuntas
MZ
XC
73
Belum tuntas
XI IPS 1
75
Tuntas
XI IPS 2
74
Belum tuntas
XII IPS 1
79
Tuntas
XII IPS 2
78
Tuntas
Sumber: guru mata pelajaran sosiologi SMA Negeri Kecamatan Sungai Raya Kabupaten
Kubu Raya, 2013
Dari Tabel 6 dapat kita lihat bahwa rata-rata nilai perkelas dari masingmasing guru berbeda ada yang sudah mencapai KKM yaitu 75, namun ada juga
8
kelas yang rata-rata nilainnya belum mencapai KKM. Hasil belajar berupa nilai
ulangan harian ini menunjukan perbedaan dimana guru yang menggunakan
sumber belajar yang lebih bervariasi nilai rata-rata kelasnya tinggi 80 keatas dan
tidak ada kelas yang tidak tuntas, sedangkan guru yang hanya sering
menggunakan sumber belajar berupa buku dan lembar kerja siswa (LKS) hasil
belajar kelasnya masih ada yang belum mencapai KKM, adapun nilai mereka
belum mencapai angka 80, sehingga nilai masih harus ditingkatkan.
Selain observasi peneliti juga melakukan wawancara kepada 4 orang guru
sosiologi di SMA Negeri Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, adapun
hasil dari wawancara tersebut telah diolah dan peneliti rangkum, berikut hasil
wawancara terhadap 4 orang guru : (1) Semua guru memanfaatkan jenis sumber
belajar berupa manusia/orang yaitu guru itu sendiri; (2) Semua guru
memanfaatkan jenis sumber belajar berupa bahan yaitu pemanfaatan buku
pelajaran sebagai bahan utama; (3) Semua guru memanfaatkan jenis sumber
belajar berupa lingkungan yaitu pemanfaatan ruang kelas sebagai lingkungan
utama dalam proses pembelajaran; (3) Semua guru memanfaatkan jenis sumber
belajar berupa peralatan yaitu pemanfaatan alat seperti papan tulis dan spidol; (4)
Semua guru memanfaatkan jenis sumber belajar berupa metode/ tehnik yaitu
merupakan metode ceramah; (5) Selain guru sebagai sumber belajar utama
terkadang ada guru yang memanfaatkan siswa sebagai sumber belajar bagi siswa
lain melalui tugas diskusi maupun persentasi kedepan kelas; (6) Selain buku
pelajaran sebagai sumber belajar utama bagi guru, guru juga memanfaatkan
sumber belajar berupa LKS sebagai sumber belajar utama bagi siswa, selain itu
guru-guru memanfaatkan internet, media cetak maupun elektronik sebagai bahan
tambahan materi pelajaran, serta fenomena-fenomena sosial yang ada di sekitar
kehidupan masyarakat; (7) Selama ini guru hanya memanfaatkan ruang kelas
sebagai tempat/lingkungan untuk belajar, sedangkan lingkungan-lingkungan
lainnya masih belum dikembangkan guru misalnya pemanfaatan perpustakaan,
dan tempat-tempat lainnya; (8) Selain alat berupa papan tulis dan spidol sebagai
sumber belajar yang umum digunakan ada juga guru yang terkadang
memanfaatkan alat seperti alat OHP, media persentasi power poin, kliping, video;
(9) Selain pemanfaatan metode ceramah ada guru yang terkadang memanfaatkan
metode-metode lainnya seperti Tanya jawab, diskusi, persentasi, talking stik, rool
playing; (10) Sumber belajar yang selama ini dimanfaatkan guru juga digunakan
bersama dengan siswa namun yang sangat sering adalah sumber belajar berupa
lembar kerja siswa (LKS), sedangkan sumber belajar yang lainnya seperti internet,
gambar-gambar, video yang digunakan guru sudah dalam bentuk media
pembelajaran power poin, itu pun hanya beberapa guru yang menggunakannya,
sebagian guru lebih menggunakan sumber belajar berupa lembar kerja siswa
(LKS) bersama dengan siswa; (11) Guru lebih sering menggunakan lembar kerja
9
siswa (LKS) sebagai sumber utama yang digunakan bersama dengan siswa; (12)
Kriteria guru dalam memilih sumber belajar yang utama adalah kesesuaian
sumber belajar terhadap kurikulum dan materi pembelajaran, selain itu sumber
belajar mudah di dapatkan, dapat memberikan informasi yang terbaru (up to date),
serta mudah diterima dan dipahami oleh siswa; (13) Sumber belajar yang selama
ini dimanfaatkan guru sangat membantu dalam menyampaikan materi pelajaran.
Serta membantu siswa dalam menambah wawasan mereka dalam memahami
materi; (14) Guru tidak mengalami kesulitan dalam memanfaatkan sumber belajar
seperti buku, namun untuk pemanfaatan sumber belajar lainnya seperti internet,
gambar-gambar, video, media pembelajaran lainnya berupa power poin sebagian
besar guru mengalami kesulitan dikarenakan keterbatasan waktu dan kemampuan;
(15) Guru sangat berharap agar dengan berbagai sumber belajar yang guru
manfaatkan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal; (16) Hasil
belajar siswa rata-rata sudah mencapai KKM namun masih ada juga siswa yang
belum tuntas dalam mencapai KKM..
Pembahasan
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang ada di sekitar lingkungan kegiatan belajar yang secara fungsional dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar. Optimalisasi hasil belajar ini dapat dilihat tidak hanya dari
hasil belajar (output) namun juga dilihat dari proses berupa interaksi siswa dengan
berbagai macam sumber yang dapat merangsang untuk belajar dan mempercepat
pemahaman dan penguasaan bidang ilmu yang dipelajarinya.
Implementasi pemanfaatan sumber belajar di dalam proses pembelajaran
sudah tercantum dalam kurikulum. Proses pembelajaran yang efektif adalah
proses pembelajaran yang menggunakan berbagai ragam sumber belajar. Kegiatan
belajar mengajar ditekankan pada aktivitas siswa dengan melakukan pengamatan
benda-benda atau situasi yang ada di lingkungan sekitar. Dari tujuan tersebut
dirancang kegiatan pembelajaran memberikan aktivitas siswa untuk melakukan
percobaan sederhana yang dapat mempengaruhi pengalaman belajarnya.
Sumber belajar dapat berfungsi sebagai saluran komunikasi dan mampu
berinteraksi dengan siswa dalam suatu kegiatan pendidikan dan pembelajaran.
oleh sebab itu guru harus mengembangkan dan merancang sumber belajar secara
sistematis berdasarkan kebutuhan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan
dan juga berdasarkan karakteristik para siswa yang akan mengikuti kegiatan
pembelajaran tersebut. Selama ini sumber belajar dianggap suatu barang yang
sulit dan membutuhkan biaya yang tinggi untuk mendapatkannya. Hal ini
disebabkan karena guru ataupun siswa kurang memiliki kreativitas dan inovasi
dalam pemanfaatan bahan-bahan atau benda-benda yang ada di sekitar
lingkungannya.
Pemanfatan sumber belajar yang dilakukan oleh guru sosiologi di SMA
Negeri Kecematan Sungai Raya Kabupaten Kuburaya masih perlu ditingkatkan,
karena pemanfaatannya yang kurang variatif serta sangat jarang sekali
10
menghadirkan sumber belajar yang variatif kedalam proses pembelajaran. Sumber
belajar merupakan hal pokok yang harus dimiliki guru agar dapat menunjang
proses pembelajaran, serta dengan sumber belajar pembelajaran akan lebih
konkrit. Saat ini sumber belajar banyak sekali tersedia baik berupa media cetak
maupun media elektronik hal ini dapat membantu guru dalam mencari bahan
tambahan agar siswa dapat lebih memahami isi materi. Tanpa adanya sumber
belajar maka siswa akan sulit sekali memahami isi dari materi yang disampaikan
guru karena mereka tidak mengalami sendiri proses interaksi dengan sumber
belajar.
Dalam mensiasati pentingnya sumber belajar tersebut guru mencari
sumber belajar yang berkaitan dengan kurikulum serta sesuai dengan materi
pelajaran, selain mencari sumber belajar yang tepat, guru juga menunjukan
kepada siswa sumber belajar apa saja yang dapat mereka manfaatkan demi
menambah pemahaman materi pelajaran, salah satunya dengan cara menunjukan
buku yang dapat menjadi refrensi, memberikan tugas membuat kliping dari koran,
mencari bahan dari internet, menyarankan siswa untuk mengunjungi
perpustakaan.
Sumber belajar yang selama ini telah dimanfaatkan guru- guru adalah yang
paling utama adalah buku pegangan guru, buku ini merupakan sumber utama guru
dalam menyampaikan materi pelajaran, buku yang dimiliki guru tidak hanya satu,
namun guru memiliki beberapa buku dari berbagai penerbit dari terbitan lama
hingga terbitan baru, selain itu guru menggunakan lembar kerja siswa (LKS)
sebagai sumber utama bagi siswa, ada juga guru yang senang browsing di internet
buat mencari materi tambahan, sesekali guru memanfaatkan sumber belajar
berupa media gambar dan vidio dengan cara membuat media persentasi power
poin serta dengan cara memberikan tugas kepada siswa untuk di persentasikan di
dalam kelas, dan guru sering menggunakan fenomena-fenomena sosial sebagai
contoh nyata dalam memberikan penjelasan pada siswa. Selain itu guru
menjadikan siswa itu sendiri sebagai sumber belajar dengan cara memberikan
mereka tugas bermain peran (rool playing) sebagai sumber belajar bagi temannya.
Guru jarang menghadirkan sumber belajar yang bervariasi dalam proses
pembelajaran, paling hanya buku pegangan guru dan lembar kerja siswa yang
sering digunakan di dalam proses pembelajaran. Sumber-sumber belajar yang
lainnya sesekali digunakan di dalam kelas itupun bila guru menugaskan siswa
mencari bahan-bahan tambahan pelajaran, seperti membuat kliping dari koran,
mencari video tentang suatu materi, mencari tambahan materi dari internet,
bermain peran di dalam kelas, mengunjungi perpustakaan dan lain-lain. Guru
masih sangat jarang dalam memfasilitasi sumber belajar bagi siswa dalam setiap
proses pembelajaran.
Pemanfaatan sumber belajar yang bervariasi akan memberikan kemudahan
siswa dalam memahami materi pelajaran, sehingga membantu siswa dalam
meningkatkan hasil belajar. Pemaanfaatan sumber belajar yang dapat
memberikaan pengalaman secara langsung bagi siswa akan lebih efektif dan
efisien, sehingga pemilihan sumber belajar bukan hanya sekedar dapat menambah
materi dalam pelajaran melainkan juga harus mampu meningkatkan motivasi serta
memberikan pengalaman yang lebih konkret (nyata).
11
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan di
SMA Negeri Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, pemanfaatan
sumber belajar oleh guru sosiologi dalam proses pembelajaran masih perlu
ditingkatkan. Hal ini dikarenakan dari variasi pemanfaatan sumber belajar yang
dilakukan oleh guru sosiologi dalam proses pembelajaran masih kurang variatif
serta sangat jarang dilakukan.
Selanjutnya berdasarkan kesimpulan masalah umum tersebut dapat ditarik
kesimpulan dari sub masalah yaitu : (1) Variasi dalam pemanfaatan sumber
belajar oleh guru sosiologi SMA Negeri Kecamatan Sungai Raya Kabupaten
Kubu Raya kurang variatif. Hal ini terlihat dari beberapa sumber belajar yang
selama ini sudah dimanfaatkan oleh guru hanya berupa sumber belajar yang
sangat dasar dan sudah umum seperti guru, buku, ruang kelas, fenomenafenomena sosial. Sedangkan sumber belajar lainnya seperti internet, gambargambar, video, koran, televisi, ceramah, drama, bermain peran (rool playing)
hanya sesekali dimanfaatkan bahkan hanya dimanfaatkan sebagai refrensi guru
saja; (2) Frekuensi pemanfaatan sumber belajar yang bervariasi dalam proses
pembelajaran oleh guru sosiologi SMA Negeri Kecamatan Sungai Raya
Kabupaten Kubu Raya masih jarang. Ini terlihat dari guru hanya menggunakan
sumber belajar berupa buku dan lembar kerja siswa (LKS) dalam setiap proses
pembelajaran. Sedangkan sumber belajar yang lainnya seperti internet, gambar,
video, koran, televisi, drama, bermain peran hanya digunakan sesekali itu pun
manfaatakan dengan memberikan tugas kepada siswa untuk mencari tugas-tugas
dari berbagai sumber. Guru masih sangat jarang menghadirkan langsung sumber
belajar yang bervariasi ke dalam kelas, seperti pembuatan media pembelajaran;
(3) Ketepatan dalam pemilihan sumber belajar oleh guru sosiologi SMA Negeri
Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya sudah baik. Hal ini terlihar dari
perhatian guru terhadap ketepatan sumber belajar dengan materi pelajaran dan
tujuan intruksional, selain itu guru sangat memperhatikan kemudahan dalam
mendapatkan sumber belajar, dan guru sangat memperhatikan kesesuian sumber
belajar dengan kemampuan siswa. Sumber belajar yang dimanfaatkan harus dapat
dipahami siswa dengan mudah; (4) Hasil belajar siswa berkenaan dengan
pemanfaatan sumber belajar oleh guru sosiologi SMA Negeri Kecamatan Sungai
Raya Kabupaten Kubu Raya cukup baik. Hal ini dikarenakan masih ada kelas
yang rata-rata nilainya belum mencapai KKM. Serta rata-rata perkelas walaupun
sudah mencapai KKM namun nilainnya masih rendah.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh serta pembahasan tentang
hasil tersebut, maka peneliti menyampaikan saran-saran sebagai berikut : (1)
Untuk lebih meningkatkan variasi dalam pemanfaatan sumber belajar, maka
diperlukan usaha guru dalam mencari sumber belajar yang dapat menunjang
proses pembelajaran. guru harus meracang pembelajaran dengan memperhatikan
pemanfaatan sumber belajar yang bervariasi tidak hanya terpaku kepada guru,
12
buku dan lembar kerja siswa (LKS). Masih banyak sumber belajar yang dirancang
maupun yang dimanfaatankan seperti pesan, orang, alat, bahan, teknik, dan
lingkungan yang dapat dimanfaatkan sekaligus dan terkombinasi. Seperti
pemanfaatans sumber belajar berupa alat dan bahan yang kita kenal dengan media
pembelajaran; (2) Dalam pemanfaatan sumber belajar guru harus lebih sering
mengahadirkan sumber belajar yang lainnya yang lebih bervariasi, bukan hanya
sekedar menggunakan buku dan lembar kerja siswa (LKS) melainkan harus lebih
sering menghadirkan sumber belajar di dalam kelas dengan merancang proses
pembelajaran dengan menggunakan berbagai sumber belajar. agar guru tidak
repot harus mencari sumber belajar setiap kali merancang pembelajaran guru
dapat memilih sumber belajar yang dapat dimanfaatkan berulang-ulang dan dapat
disimpan dalam sebuah program, seperti pembuatan media presentasi power poin,
penyimpanan sumber belajar dalam suatu perangkat keras yang dapat digunakan
sewaktu-waktu dibutuhkan; (2) Dalam menentukan kriteria pemilihan sumber
belajar seharusnya selain memperhatikan ketepatan sumber belajar terhadap
tujuan intuksional, guru seharusnya memperhatikan ketepatan sumber belajar
dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam setiap proses pembelajaran.
pemilihan sumber belajar harus dapat meningkatkan proses pembelajaran,
sehingga pembelajaran tidak monoton dan membosankan sehingga siswa senang
dan dapat sepenuhnya mengikuti proses pembelajaran; (3) Untuk meningkatkan
hasil belajar siswa, pemanfaatan sumber belajar haruslah dapat memberikan
pengalaman yang langsung kepada siswa, bukan hanya sumber belajar yang
bersifat verbal (ucapan), melainkan sumber belajar harus dapat dilihat (visual),
dilihat dan didengar (audio-visual), dan dirasakan agar proses penerimaan materi
akan lebih konkrit. Semakin konkrit proses pembelajaran siswa semakin baik hasil
belajar dan semakin mudah proses pemahaman siswa; (4) Untuk dapat
memberdayakan sumber belajar secara efektif dan efisien dalam pembelajaran,
guru tidak mungkin melaksanakannya secara sendiri-sendiri. Untuk dapat
merealisasikan kerjasama ini perlu inisiatif dan koordinasi yang diprogramkan
secara kelembagaan dan menjadi kewenangan serta tanggung jawab kepala
sekolah.
DAFTAR RUJUKAN
Hadari Nawawi. (2007). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta : Gajah
Mada University Press
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D.
Bandung: Alfabeta.
13
Download