modal pemegang saham

advertisement
AKUNTANSI
PERSEROAN
Rita Tri Yusnita, SE., MM.
Karakteristik Perseroan
• Sebuah Badan Hukum yang dibedakan dan terpisah dari
individu-individu yang mendirikan dan menjalankan
organisasi tersebut
• Sebagai badan hukum, Perseroan harus tunduk pada
ketentuan (undang-undang) yang berlaku di mana
perusahaan tersebut didirikan, termasuk ketentuan
membayar pajak atas laba yang dihasilkan organisasi.
Karakteristik Perseroan
Public Corporation
Non Public (Private)
Corporation
• Perseroan yang
sahamnya
diperdagangkan secara
luas kepada
masyarakat/publik di
bursa efek (pasar modal)
• Perseroan yang
sahamnya tidak
diperdagangkan kepada
publik, melainkan
dimiliki oleh sekelompok
kecil investor saja
Karakteristik Perseroan
• Sebagai badan hukum yang terpisah dan dibedakan dari
pemiliknya, perseroan bertindak atas namanya sendiri, bukan
atas nama investornya.
• Perseroan/perusahaan dapat membeli, memiliki, dan menjual
property atas namanya sendiri
• Para pemegang saham memiliki kewajiban yang terbatas.
• Kreditur hanya berhak atau memiliki klaim (tuntutan)
terhadap aset perusahaan saja, bukan atas harta pribadi
pemegang saham.
Karakteristik Perseroan
• Dalam kasus kebangkrutan perseroan, secara hukum,
kerugian keuangan yang akan menjadi tanggungan
pemegang saham adalah hanya sebatas pada jumlah investasi
modal yang telah disetornya ke dalam perseroan
• Kepemilikan perseroan terbagi dalam bentuk lembar saham
• Pemegang saham adalah orang yang membeli dan memiliki
saham perseroan
• Pemegang saham dapat melepas seluruh atau sebagian
kepemilikannya dalam perseroan dengan cara menjual
sahamnya
Pembentukan Perseroan
Diawali dengan mengajukan
aplikasi ke Negara
Setelah pengajuan aplikasi disetujui,
Negara akan mengeluarkan Piagam atau
Akta Pendirian perusahaan
Setelah memperoleh Akta Pendirian,
pendiri perusahaan menyiapkan
AD/ART
Modal Perseroan
• Setelah resmi terbentuk, Perseroan akan memulai melakukan
penjualan hak kepemilikan dalam bentuk lembar saham.
• Jika perseroan hanya memiliki satu jenis saham atau satu
kelas saham, maka saham tersebut dinamakan saham biasa
(Common Stock)
• Modal pemilik dalam perseroan dinamakan Modal Pemegang
Saham (Stockholders’ Equity)
2 Sumber Utama Modal Perseroan
Modal Yang Disetor
Laba Ditahan
(Paid in Capital)
(Retained Earnings)
• Modal yang disetor atau yang
dikontribusikan oleh
pemegang saham
• Merupakan keseluruhan
jumlah kas atau aset lainnya
yang disetorkan pemegang
saham ke perseroan untuk
dipertukarkan dengan saham
• Laba bersih yang diperoleh
selama periode berjalan akan
ditutup/dimasukkan nilainya ke
dalam akun laba ditahan
• Laba bersih ini akan dibagikan
sebagian kepada pemegang
saham (sebagai dividen), dan
sisanya diinvestasikan kembali ke
dalam perusahaan tersimpan
dalam akun laba ditahan
Penerbitan Saham
• Saham memiliki nilai pari, yaitu nilai nominal yang tercantum
dalam saham
• Nilai pari saham tidak atau belum tentu mencerminkan harga
pasarnya.
• Harga pasar saham adalah harga yang terbentuk hasil interaksi
penjual dengan pembeli  harga yang terjadi di pasar
• Harga saham cenderung akan mengikuti perkembangan kondisi
keuangan perusahaan, laba perusahaan, maupun dividen, ataupun
pengaruh factor luar perusahaan seperti tingkat inflasi, perubahan
suku bunga, politis, kondisi ekonomi Negara, dll.
Ilustrasi 1 Penerbitan Saham
• PT. Angkasa Raya menerbitkan dan menjual secara tunai 1.000
lembar saham preferen dan 5.000 lembar saham biasa.
• Nilai pari setiap lembar saham preferen Rp 1.400 dan nilai pari
setiap saham biasa Rp 600.
• Sedangkan harga pasar (harga jual) setiap lembar saham preferen
dan saham biasa masing-masing Rp 1.700 dan Rp 800.
• Jumlah saham yang diotorisasi sebanyak 3.500 lembar untuk
saham preferen dan 8.000 lembar untuk saham biasa.
• Sepanjang periode, tidak ada jumlah saham yang ditarik kembali
dari tangan pemegang saham.
• Ayat jurnal yang diperlukan:
Kas
5.7000.000
Saham Preferen
1.400.000
Saham Biasa
3.000.000
Modal Disetor dalam kelebihan di atas nilai pari - Preferen
Modal Disetor dalam kelebihan di atas Nilai Pari - Biasa
300.000
1.000.000
• Nilai Pari Saham Preferen  1.000 lembar x Rp 1.400 = Rp 1.400.000
• Harga Jual Saham Preferen  1.000 lembar x Rp 1.700 = Rp 1.700.000
• Kelebihan Modal Disetor Saham Preferen ……………
Rp 300.000
• Agio Saham adalah selisih lebih setoran pemegang saham diatas nilai
nominalnya dalam hal saham dikeluarkan dengan nilai nominal.
• Nilai Pari Saham Biasa  5.000 lembar x Rp 600 = Rp 3.000.000
• Harga Jual Saham Biasa  5.000 lembar x Rp 800 = Rp 4.000.000
• Kelebihan Modal Disetor Saham Biasa …………
Rp 1.000.000
• Kas masuk yang diterima perusahaan = Rp 1.700.000 + Rp 4.000.000
= Rp 5.700.000
• Catatan tambahan: Kebalikan dari Agio saham adalah Disagio saham
• Disagio saham adalah selisih kurang setoran pemegang saham di
bawah nilai nominalnya dalam hal saham dikeluarkan dengan nilai
nominal.
Melanjutkan Ilustrasi 1 sebelumnya ……
• Jika pada akhir tahun 2013 perusahaan PT. Angkasa Raya
memiliki Laba Ditahan sebesar Rp 40.000.000, maka bagian
modal pemegang saham yang akan tampak dalam Neraca
Perusahaan di bagian MODAL menjadi sbb:
PT. Angkasa Raya
Neraca (HANYA SEBAGIAN)
31 Desember 2013
MODAL PEMEGANG SAHAM
Modal Disetor
Modal Saham:
Saham Preferen (nilai pari Rp 1.400 per lembar, 3.500 lbr
diotorisasi, 1.000 lbr diterbitkan dan beredar)
Rp 1.400.000
Saham Biasa (nilai pari Rp 600 per lembar, 8.000 lbr
diotorisasi, 5.000 lbr diterbitkan dan beredar)
Rp 3.000.000
Total Modal Saham
Rp 4.400.000
Tambahan Modal Disetor:
Kelebihan di atas niali pari – Saham Preferen
Rp 300.000
Kelebihan di atas nilai pari – Saham Biasa
Rp 1.000.000
Total Tambahan Modal Disetor
Rp 1.300.000
Total Modal Disetor
Rp 5.700.000
Laba Ditahan
Rp 40.000.000
TOTAL MODAL PEMEGANG SAHAM
Rp 45.700.000
• Tampilan Neraca yang hanya sebagian di atas, yang hanya
menampilkan bagian Modal Pemegang Saham saja 
merupakan pula Laporan Modal Pemegang Saham
Ilustrasi 2 Penerbitan Saham
• Saham dapat diterbitkan atas dasar pesanan
Misalkan:
• Di akhir tahun 2013 PT. Angkasa Raya menerima pesanan saham
biasa sebanyak 2.000 lembar dengan harga pesanan Rp 770 per
lembar.
• Nilai pari saham tersebut Rp 600 per lembarnya
• Dalam hal ini, perusahaan menerima uang muka sebesar 30% dari
total harga pesanan
• Sisanya 70% akan diterima pelunasannya pada tanggal 7 Januari
2014.
• Ayat jurnal akhir tahun 2013
Kas
462.000
Piutang Pesanan Saham Biasa
1.078.000
Pesanan Saham Biasa
Modal Disetor dalam kelebihan di atas nilai pari – Saham Biasa
1.200.000
340.000
• Nilai Pesanan = 2.000 lbr x Rp 770 = Rp 1. 540.000
• Kas yang diterima adalah uang muka sebesar 30% dari Pesanan, yaitu sebesar:
= 30% x (2.000 lbr x Rp 770) = Rp 462.000
• Maka sisa pesanan yang belum terbayar = Rp 1.540.000 – Rp 462.000 = Rp 1.078.000
• Nilai Jual saham biasa yang dipesan = 2.000 lbr x Rp 770 = Rp 1.540.000
• Nilai Pari saham biasa yang dipesan = 2.000 lbr x Rp 600 = Rp 1.200.000
•
Agio Saham Biasa …………………… = Rp 340.000
• Dengan melanjutkan data dari Neraca Parsial di atas
(slide 14), maka pengaruh pesanan saham terhadap
besarnya modal pemegang saham adalah sbb:
• Atau
• Laporan Modal Pemegang Saham dapat dilihat sbb:
PT. Angkasa Raya
Laporan Modal Pemegang Saham
31 Desember 2013
Modal Disetor
Modal Saham:
Saham Preferen (nilai pari Rp 1.400 per lembar, 3.500 lbr
diotorisasi, 1.000 lbr diterbitkan dan beredar)
Rp 1.400.000
Saham Biasa (nilai pari Rp 600 per lembar, 8.000 lbr
diotorisasi, 5.000 lbr diterbitkan dan beredar)
Rp 3.000.000
Pesanan Saham Biasa
Rp 1.200.000
Total Modal Saham
Rp 5.600.000
Tambahan Modal Disetor:
Kelebihan di atas nilai pari – Saham Preferen
Rp 300.000
Kelebihan di atas nilai pari – Saham Biasa
Rp 1.340.000
Total Tambahan Modal Disetor
Rp 1.640.000
Dikurangi: Piutang Pesanan Saham Biasa
(Rp 1.078.000)
Total Modal Disetor
Rp 6.162.000
Laba Ditahan
Rp 40.000.000
TOTAL MODAL PEMEGANG SAHAM
Rp 46.162.000
• Pada tanggal 7 Januari 2014, ayat jurnal yang diperlukan untuk
mencatat pelunasan pesanan saham biasa dan penerbitan saham
tersebut adalah:
Kas
1.078.000
Piutang Pesanan Saham Biasa
Pesanan Saham Biasa
Saham Biasa
1.078.000
1.200.000
1.200.000
• Maka, setelah pelunasan….Laporan Modal Pemegang Saham yang
kita buat akhir bulan 31 Januari 2014, atau yang dapat juga kita
lihat dalam Neraca per 31 Des 2014 di bagian Modal Pemegang
Saham sebagai berikut:
PT. Angkasa Raya
Laporan Modal Pemegang Saham
31 Januari 2014
Modal Disetor
Modal Saham:
Saham Preferen (nilai pari Rp 1.400 per lembar, 3.500 lbr
diotorisasi, 1.000 lbr diterbitkan dan beredar)
Rp 1.400.000
Saham Biasa (nilai pari Rp 600 per lembar, 8.000 lbr
diotorisasi, 7.000 lbr diterbitkan dan beredar)
Rp 4.200.000
Total Modal Saham
Rp 5.600.000
Tambahan Modal Disetor:
Kelebihan di atas nilai pari – Saham Preferen
Rp 300.000
Kelebihan di atas nilai pari – Saham Biasa
Rp 1.340.000
Total Tambahan Modal Disetor
Rp 1.640.000
Total Modal Disetor
Rp 7.240.000
Laba Ditahan
Rp 40.000.000
TOTAL MODAL PEMEGANG SAHAM
Rp 47.240.000
Latihan
• PT. Dapur Ngebul baru berdiri awal tahun. Di bawah ini adalah transaksi
pembentukan modal perseroan.
• Tgl 3 Januari 2015, Dijual secara tunai 30.000 lembar Saham Biasa bernilai
pari Rp 1.000 per lembarnya, dengan tptal harga jual Rp 30.000.000.
• Tgl 1 Mei 2015, Diterbitkan saham biasa 10.000 lembar (nilai pari Rp
1.000) dengan nilai pasar Rp 950.
• Tgl 10 Juni 2015, Diterbitkan saham preferen 25.000 lembar dengan nilai
pari Rp 1.200 dan harga jual Rp 1.300 per lembarnya.
• Buatlah ayat jurnal untuk mencatat transaksi di atas. Dan buat pula
Laporan Modal Pemegang Saham-nya.
TO BE
CONTINUED…….
Download