- RP2U Unsyiah - Universitas Syiah Kuala

advertisement
ISBN : 978-602-97671-9-9
ISBN: 978-602-97671-9-9
Seminar Nasional
PROSIDING SEMINAR
PENDIDIKAN DAN SAINS
Literasi Kimia untuk Mendukung Pelaksanaan Pendekatan Saintifik
dan Nilai Islami dalam Pembelajaran
Editor
Dr. Cut Nurmaliah, M.Pd
Drs. Supriatno, M.Si, Ph.D
Dra. Sulastri, M.Si
Drs. Abdul Hamid, M.Si
Drs. Zulfadli. M.Y, M.Si
Drs. Amiruddin, M.Si
Layout
Eka Nusa Praha
Haris Munandar
Putra Purnama
Penerbit
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Syaih Kuala Darussalam, Banda Aceh, 23111
Telp. (0651) 7412657, Fax. 0651-7551407
Website: http://www.unsyiah-fkip.org
E-mail: [email protected]
KATA PENGANTAR
Segala puji dan Syukur disampaikan kepada Allah S.W.T., karena berkat rahmat dan kasih
sayang-Nya kegiatan Seminar Nasional Pendidikan dan Sains dengan Tema: Literasi Kimia
untuk Mendukung Penerapan Kurikulum Sekolah Menengah dalam Pembelajaran Kimia.
Seminar ini adalah rangkaian dari pelaksanaan Expo Kimia yang dilaksanakan oleh Prodi
Pendidikan Kimia dan Himpunan Mahasiswa Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Dalam seminar ini disajikan makalah-makalah hasil
penelitian yang berkenaan dengan Pendidikan Kimia dan Sains yang menitik beratkan
kepada pengembangan proses belajar-mengajar ilmu kimia yang berbasis teknologi
informasi (TI). Topik ini dirasa perlu karena di era komputasi dan globalisasi sekarang ini
seorang guru kimia tidak hanya dituntut untuk dapat mengajarkan ilmu kimia kepada peserta
didik, akan tetapi juga mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi informasi dalam
pembelajan kimia. Sehingga pembelajaran kimia menjadi lebih menarik, modern dan tidak
membosankan.
Seminar ini dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2014 bertempat di Auditorium Gedung
FKIP Unsyiah lt 3. Seminar ini terlaksana berkat kerjasama Prodi Pendidikan Kimia,
HIMKA Unsyiah. Pembicara Utama dalam seminar ini yaitu Muhamad A. Martoprawiro
M.Sc, Ph.D dan Prof. Drs. Yusny Saby, M.Sc, Ph.D . . Selain pemakalah utama sebagaimana
disebutkan di atas, pemakalah yang juga terlibat dalam seminar ini adalah para guru di
berbagai sekolah menengah atas (SMA), dosen program studi pendidikan kimia dan alumni
pendidikan kimia FKIP Unsyiah.
Pada kesempatan ini, panitia pelaksana menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada para narasumber, Dekan FKIP Unsyiah, pada donatur, dan para undangan
serta alumni. Tidak lupa pula, ucapan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja
keras dan menunjukkan dedikasi yang tinggi sehingga seminar ini terlaksana dengan sangat
baik. Akhirnya, kita berharap agar seminar ini dapat bermanfaat untuk pengembangan
pengajaran ilmu kimia di masa yang akan datang tidak hanya untuk Aceh, tapi juga untuk
Indonesia seluruhnya.
Wassalam
Panitia Pelaksana
Ttd
Drs. Rusman, M.Si
i
DAFTAR ISI
Kata pengantar ...............................................................................................................
Daftar Isi ........................................................................................................................
Judul Makalah
i
ii
Hal
Literasi Kimia untuk Mendukung Penerapan Kurikulum Sekolah Menengah dalam
Pembelajaran Kimia. Muhamad A. Martoprawiro
1 - 24
Intergrasi Nilai- nilai Islam dalam Pembelajaran Sains. Yusny Saby
25 - 33
Penerapan Metode Eksperimen Titrasi Asam Basa Berbasis Kontekstual Terhadap
Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 7 Banda Aceh. Adlim,
Latifah Hanum, dan Anugrah Didin Mustofa
34 – 45
Pengembangan Media Interaktif Berbasis Microsoft Excel Pada Materi Elektrolisis.
Ibnu Khaldun, Rusman, dan Rara Gustiana
46 – 53
Pemberian Ekstrak Lidah Buaya (Alo Vera. L) Untuk Penurunan Kadar Glukosa
Darah Tikus Hiperglikemik. Safrida, Abdullah, Mustafa Sabri, dan Irdalisa
Perancangan Media Chemopoly Game Pada Materi Koloid. Sri Adelila Sari, M.
Hasan dan Farah Meutia
54 – 57
Analisis Hasil Ujian Nasional Mata Pelajaran Kimia Berdasarkan Standar
Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Di Kabupaten Pidie. M. Nasir
64 – 80
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Saintifik Pada
Materi Hukum-Hukum Dasar Kimia Di Sma Kotamadia Banda Aceh. Zarlaida Fitri,
Ade Ismayani, dan Candra Rahmat Sanjaya
81 – 101
Hubungan Antara Kemampuan Memori Siswa Dengan Hasil Belajar Pada Materi
Senyawa Hidrokarbon (Studi Kasus Di Kelas X-3 MAN Model Banda Aceh Tahun
Ajaran 2013-2014). Asmaul Istiqomah, Rusman, dan Muhammad Nazar
102 – 107
Penerapan Media Powerpoint Berbasis Joyful Learning Terhadap Hasil Belajar
Pada Materi Hidrolisis Garam Kelas Xi Sman 2 Banda Aceh. Erlidawati, Sri Adelila
Sari, dan Syarifah Asyura
108 – 113
Isolasi Dan Identifikasi Kadar Kafein Beberapa Varietas Kopi Arabika (Coffea
Arabica) Yang Tumbuh Di Aceh Tengah. Muhammad Nazar dan Anugrah Didin
Mustofa
115 – 119
Pengembangan LKS Berbasis Inkuiri Materi Laju Reaksi Pada Siswa Sman 10
Fajar Harapan Dan Bimbel Alumni Aceh. Habibati dan Tikarahayu Putri
Pengembangan Media Simulasi Laboratorium Virtual Pada Materi High
Performance Liquid Cromatogrphy (HPLC). Ade Ismayani
120 – 131
ii
58 – 63
132 – 134
Pengembangan Media Audio Visual Tentang Karakteristik Dan Klasifikasi Koloid
Sebagai Media Pembelajaran Mandiri Bagi Siswa SMA/MA Kelas XI Semester 2.
Anjar Purba Asmara, Heru Pratomo Al, dan Suwardi
135 - 142
Pengaruh Diameter Pipa Dan Perbandingan Panjang Pipa Yang Tercelup Di Dalam
Fluida Pada Sifon Menggunakan Single Fluid Volume Element (SFVE). Nurhayati,
S. Viridi, F. P. Zen, F. D. E. Latief, Novitrian dan W. Hi dayat
143 - 152
Penerapan Model Pembelajaran Quantum Tipe VAK (Visual Audiotory Kinesthetic)
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Xi Ia4 Sma Negeri 8 Banda Aceh
Pada Materi Hidrolisis Garam. Sitti Hasnidar
153- 162
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Microsoft Excel Pada
Materi Titrasi Asam Basa Untuk Meningkatkan Ketrampilan Proses Siswa Sman 2
Banda Aceh. Nilawati, Ibnu Khaldun, dan M. Hasan
163 - 171
Penerapan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Microsoft Excel Pada Materi
Titrasi Asam Basa Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Mengidentifikasi
Miskonsepsi Siswa SMAN 2 Banda Aceh. Nurhafidhah, Ibnu Khaldun, dan
Marlina
172- 180
Pemahaman Konseptual Dan Algoritmik Siswa Kelas XII-IPA Akselerasi Dengan
Kelas XII-IPA Reguler Di SMAN Modal Bangsa Aceh Besar Pada Materi
Stoikiometri Tahun Pelajaran 2013/2014. Rahmad Rizki Fazli, Sri Adelila Sari, dan
Rusman
181- 184
Analisis Butir Soal Ujian Tengah Semester Mata Pelajaran Kimia Di Kelas XI
Sma Negeri 2 Banda Aceh. Mellya Ernita, M. Nasir Mara, dan Zarlaida Fitri
185 - 192
Penerapan Metode Mind Mapping Berbasis Media Mindjet Mindmanager Terhadap
Hasil Belajar Siswa Pada Materi Hidrolisis Garam Di SMA Negeri 4 Kota Banda
Aceh. Annisa Istiqamah, Sri Adelila Sari, dan Muhammad Nazar
193 - 198
iii
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS PENDEKATAN
SAINTIFIK PADA MATERI HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA di SMA
KOTAMADIA BANDA ACEH
Zarlaida Fitri, Ade Ismayani, Candra Rahmat Sanjaya
Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh
23111
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian yang berjudul “Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS)
Berbasis Pendekatan Saintifik Pada Materi Hukum-Hukum Dasar Kimia Di SMA Kotamadia
Banda Aceh”.Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh LKS berbasis Pendekatan
Saintifik dan mengetahui respon siswa, guru dan mahasiswa terhadap LKS berbasis
Pendekatan saintifik pada materi hukum-hukum dasar kimia yang dikembangkan. Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan Research and Development
(R&D). Tahapan pengembangan LKS meliputi rancangan awal LKS yang didasarkan pada
masalah yang dihadapi dan survey lapangan. Tahapan berikutnya adalah perbaikan
rancangan awal LKS untuk mendapatkan LKS produk awal. Selanjutnya LKS produk awal
divalidasi dan direvisi untuk mendapatkan LKS produk revisi. LKS produk akhir diperoleh
dari perbaikan yang dilakukan terhadap LKS produk revisi berdasarkan data hasil ujicoba
dan respon siswa, mahasiswa dan guru. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IA
1 SMA Negeri 1 Banda Aceh yang berjumlah 25 orang, guru kimia SMA Negeri 1, 5 dan 11
berjumlah 5 orang dan mahasiswa kimia angkatan 2011 berjumlah 8 orang. Data
dikumpulkan dengan menggunakan angket. Hasil analisis data menunjukkan bahwa
tanggapan positif siswa, guru dan mahasiswa terhadap LKS berbasis Pendekatan Saintifik
berturut-turut 87,42%, 97,14% dan 92,6%.Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan
bahwa LKS berbasis pendekatan saintifik pada materi hukum-hukum dasar kimia yang telah
dikembangkan layak untuk digunakan.
Kata kunci: pendekatan saintifik, hukum-hukum dasar kimia, lembar kerja siswa.
PENDAHULUAN
Kurikulum 2013 menganut pandangan bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan
begitu saja dari guru ke peserta didik. Peserta didik adalah subjek yang memiliki
kemampuan untuk mencari, mengolah, mengkonstruksi, dan menggunakan pengetahuan
secara aktif. Oleh karena itu pembelajaran yang dilaksanakan harus berkenaan dengan
kesempatan yang diberikan kepada peserta didik untuk menyalurkan pengetahuan agar bisa
memahami dan menerapkan pengetahuan tersebut. Peserta didik perlu didorong untuk
bekerja mencari solusi dari masalah yang dihadapi, menemukan segala sesuatu untuk
dirinya, dan berupaya keras mewujudkan ide-idenya (Permendikbud, 2013).
Pada kurikulum ini digunakan pendekatan yang sedikit berbeda dari kurikulum–
kurikulum sebelumnya yaitu pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik yaitu pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Pada pelaksanaannya pendekatan ini
menekankan pada lima aspek penting, yaitu mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan
data, mengasosiasi dan mengkomunikasi. Lima aspek ini harus benar-benar terlihat pada
pelaksanaan pembelajaran di lapangan (Permendikbud, 2013). Kemampuan mengamati
sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa keingintahuan peserta didik sehingga pada proses
pembelajaran di sekolah memiliki kebermaknaan yang tinggi. Kegiatan menanya yaitu siswa
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
81
mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau
pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati. Kegiatan
mengumpulkan informasi dilakukan dengan menggali dan mengumpulkan informasi dari
berbagai sumber melalui berbagai cara. Mengasosiasi yaitu memproses informasi yang sudah
dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari
kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. Kemampuan mengkomunikasi
yaitu kemampuan menarik kesimpulan dari kegiatan yang telah dilakukan oleh peserta didik.
Jadi diharapkan pada penerapan kurikulum 2013 dapat membuat proses pembelajaran lebih
baik, siswa menjadi aktif dan memiliki pemahaman konsep yang mendalam serta
pembelajaran yang tidak monoton.
Pada pelaksanaannya di lapangan hingga saat ini, hal yang diharapkan pada
kurikulum 2013 belum terlihat jelas. Hal ini mungkin dikarenakan kurikulum 2013 masih
baru sehingga guru-guru mengalami kesulitan/kendala dalam menerapkannya pada proses
pembelajaran. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan dengan guru-guru
kimia di beberapa SMA di Banda Aceh, didapatkan bahwa belum tersedianya buku paket
kimia dan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis pendekatan saintifik yang diperlukan dalam
kegiatan pembelajaran dengan menerapkan kurikulum 2013.
Stoikiometri merupakan salah materi yang diajarkan di SMA yang mencakup dua
subbab yaitu hukum-hukum dasar kimia dan konsep mol. Hukum-hukum dasar kimia
meliputi hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, hukum kelipatan
perbandingan, hukum perbandingan volum dan hipotesis Avogadro. Pada materi hukumhukum dasar kimia, biasanya siswa hanya menghafal bunyi hukumnya saja tanpa
mengetahui pembuktian dari hukum tersebut. Pembelajaran yang berlangsung selama ini
sebagian besar masih berpusat pada guru. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu bahan ajar yang
dapat membuat pembelajarannya lebih berpusat pada siswa dan membuat siswa lebih aktif,
yang salah satu caranya menggunakan LKS. Dari hasil penelusuran pasar di Banda Aceh dan
literatur, sejauh ini LKS yang tersedia untuk materi hukum-hukum dasar kimia hanya berisi
bunyi hukum dan soal-soalnya saja dan belum mengakomodir pendekatan saintifik yang
sesuai dengan kurikulum 2013. LKS berbasis Pendekatan Saintifik yang sudah
dikembangkan pada pelajaran matematika materi hubungan garis lurus dengan sudut.
Beberapa penelitian yang terkait, diantaranya penelitian yang dilakukan oleh
Wahidah (2013) yang melaporkan bahwa kedua prosedur di LKS–1 dan LKS–2 memiliki
tingkat keterlaksanaannya masing–masing 95% dan 98% dan tanggapan yang diberikan
siswa terhadap LKS dan pelaksanaan praktikum sangat baik yaitu berturut-turut sebesar 80%
dan 73% pada LKS-1 dan LKS-2. Senada dengan Wahidah, Rohaeti dkk (2009) dalam
penelitiannya menunjukkan bahwa LKS-1 sampai LKS-5 memiliki penilaian sebesar 81,8%,
82,3%, 82,0%, 85,3%, 85,2% dan dinyatakan memiliki kualitas yang baik sebagai sumber
belajar. Menurut Yanuarti dan Utiya (2013) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa LKS
tersebut dikatakan layak berdasarkan penilaian dari dosen dan guru kimia karena telah
memenuhi kriteria isi, penyajian dan kesesuaian dengan model learning cycle 7-E.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian Pengembangan
Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Saintifik Pada Materi Hukum-Hukum
Dasar Kimia.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan Research and
Development (R&D) yaitu penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk
tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2010). Menurut Richey dan
James (2005), penelitian pengembangan terdiri dari dua tipe yaitu tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1
berfokus pada instruksi produk, program, proses dan alat. Tipe 2 fokus pada design,
pengembangan, evaluasi model atau proses. Penelitian ini berfokus pada pengembangan
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
82
LKS, tanggapan mahasiswa, siswa dan guru dengan menggunakan LKS berbasis pendekatan
saintifik pada materi hukum-hukum dasar kimia.
Penelitian ini dilaksanakan di tiga SMA Negeri di Banda Aceh dan FKIP Universitas
Syiah Kuala. Tiga sekolah yang dimaksud ialah SMA 1, SMA 5 dan SMA 11. Waktu
penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga September 2014.
Subjek penelitian adalah guru kimia SMA 1, SMA 5 dan SMA 11 Banda Aceh,
mahasiswa kimia angkatan 2011 dan siswa SMA Negeri 1 Banda Aceh kelas XI IA1 tahun
ajaran 2014/2015. Pengambilan subjek penelitian dilakukan secara purposive sampling.
Pemilihan ketiga sekolah di atas dikarenakan sekolah tersebut telah menerapkan kurikulum
2013. Siswa SMA 1 dipilih sebagai subjek penelitian dikarenakan SMA 1 telah menerapkan
lebih lama (sejak 2013) dibandingkan SMA 5 dan SMA 11 (sejak 2014). Mahasiswa kimia
angkatan 2011 dipilih sebagai subjek penelitian karena telah mengambil matakuliah
microteaching yang didalamnya telah diperkenalkan dan dipelajari tentang kurikulum 2013
dan pendekatan saintifik. Teknik pemilihan subjek penelitian ini dilakukan karena terdapat
beberapa pertimbangan, yaitu keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat
mengambil sampel yang jumlahnya besar.
Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini menggunakan langkah-langkah penelitian model Research and
Development (R&D). Gambar 1 merupakan bagan proses pengembangan LKS berbasis
Pendekatan Saintifik.
Masalah Yang
Dihadapi
Rancangan Awal LKS
Revisi
Survey Lapangan
LKS Produk Akhir
LKS Produk Awal
Validasi
Revisi
Respon siswa,
mahasiswa dan guru
Uji Coba LKS
LKS Produk Revisi
Revisi
Gambar 1. Langkah-langkah Penelitian dimodifikasi dari Sugiyono (2012)
Pengembangan LKS dimulai dari adanya masalah yang dihadapi di dalam
pembelajaran dan melihat langsung ke sekolah untuk mengumpulkan data. Dari data yang
diperoleh dibuat rancangan awal produk, selanjutnya ditelaah dan direvisi oleh 4 orang Tim
Ahli di Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah terbentuk LKS produk awal dari
LKS. Setelah itu, LKS divalidasi oleh dua dosen ahli dan hasil tersebut disebut LKS produk
revisi. Selanjutnya LKS diujicoba secara terbatas pada 8 orang mahasiswa dan 25 orang
siswa untuk melihat respon siswa dan mahasiswa. Dari hasil ujicoba dan tanggapan yang
diperoleh selanjutnya LKS diperbaiki kembali dan terbentuk LKS produk akhir.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa LKS berbasis pendekatan
saintifik dan angket. Angket yang digunakan memuat data tentang respon siswa, mahasiswa
dan guru terhadap LKS berbasis pendekatan saintifik pada hukum-hukum dasar kimia.
Sebelum instrumen penelitian digunakan terlebih dahulu dilakukan uji kualitas berupa uji
validitas. Validasi LKS dan angket dilakukan oleh dua orang Tim Ahli Program Studi
Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah.
Validasi LKS yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelayakan isi, kebahasaan,
dan penyajian. Komponen kelayakan isi mencakup kesesuaian dengan KI, KD, kesesuaian
dengan tingkat pendidikan (usia) siswa, kebenaran isi materi pembelajaran, dan manfaatnya.
Komponen kebahasaan yang diperhatikan mencakup kebenaran teori, kejelasan informasi,
penggunaan bahasa jelas dan singkat. Komponen penyajian mencakup kejelasan tujuan atau
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
83
indikator yang ingin dicapai, urutan penyajian, pemberian motivasi, daya tarik, interaksi,
serta kelengkapan isi materi.
Angket respon guru, mahasiswa dan siswa yang divalidasi oleh dua orang validator
ahli yang diberikan skor 0-2. Skor 0 untuk setiap butir pertanyaan/pernyataan yang sesuai
kalimatnya tidak komunikatif dan tidak sesuai dengan yang akan diteliti. Skor 1 untuk setiap
butir pertanyaan/pernyataan yang susunan kalimatnya sudah komunikatif tetapi belum sesuai
dengan yang diteliti. Skor 2 untuk setiap butir pertanyaan/pernyataan yang susunan
kalimatnya sudah komunikatif dan sesuai dengan model yang diteliti.
Wawancara terhadap mahasiswa dan guru dilakukan untuk mendapatkan infromasi
dan tanggapan terhadap LKS berbasis pendekatan saintifik yang lebih mendalam. Responden
yang dipilih sebanyak 3 orang mahasiswa dan 4 orang guru merupakan representasi dari
mahasiswa dan guru.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan wawancara untuk
mengetahui respon terhadap LKS yang dikembangkan. Respon tersebut berasal dari siswa,
guru dan mahasiswa yang ditinjau dari angket yang diberikan untuk melihat tanggapan
siswa, mahasiswa dan guru terhadap LKS berbasis pendekatan saintifik. Angket kepada
siswa dan mahasiswa diberikan setelah mengerjakan LKS sedangkan guru diberikan setelah
menelaah isi dari LKS tersebut.
Data tentang respon siswa, mahasiswa dan guru terhadap LKS berbasis pendekatan
saintifik dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan persentase. Respon dari siswa
dan guru dianalasis dengan menggunakan skala Guttman seperti pada Tabel 2:
Jawaban
Ya
Tidak
Tabel 2 Keterangan Skala Guttman
Nilai/ Skor
1
0
Sumber: Sugiyono (2012)
Persentase dari setiap respon siswa, guru dan mahasiswa diperoleh dengan membagi jumlah
respon dari masing-masing responden pada setiap pertanyaan dengan jumlah seluruh
responden dikali seratus persen. Dapat dirumuskan sebagai berikut:
P=
No
1
2
3
4
5
Tabel 3. Persentase Respon
Tingkat Pencapain (%)
90-100
80-89
65-79
55-64
0-54
Sumber: Sudijono (2011)
Kualifikasi
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam penelitian ini, produk yang dihasilkan berupa LKS berbasis Pendekatan
Saintifik tentang materi Hukum-hukum Dasar Kimia. Materi Hukum-hukum Dasar Kimia
merupakan salah satu materi pembelajaran kimia di Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas X
semester 1. LKS ini disusun dengan memperhatikan pada Kurikulum 2013 mengenai
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
84
Pendekatan Saintifik yang tercantum di dalamnya. LKS ini dibuat berdasarkan langkahlangkah pendekataan saintifik pada pembelajaran kurikulum 2013.
Sebelum rancangan awal produk dibuat, penelitian ini berawal dari adanya masalah
yang dihadapi pada proses pembelajaran di sekolah dan survey lapangan untuk melihat
langsung penerapan kurikulum 2013. Sama halnya dalam Sugiyono (2009), survey lapangan
dan masalah disebut sebagai potensi dan masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila
dimanfaatkan akan memiliki nilai tambah sedangkan masalah adalah penyimpangan antara
yang diharapakan dengan yang terjadi.
LKS ini dibuat dengan menanamkan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan
informasi, mengolah informasi dan mengkomunikasi. Kelima kegiatan ini dimuat dalam
tahap-tahapmya pada Hukum Lavoisier, Proust, Dalton, Gay Lussac dan Avogadro. Proses
penataan LKS berbasis Pendekatan Saintifik ini menggunakan komputer dan pengaturan
bentuk tulisan serta gambar-gambar yang dipilih/dirancang dengan seksama sehingga LKS
ini tampil menarik. Secara umum struktur LKS yang telah dirancang terdiri dari judul,
tujuan, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD) dan masing-masing hukum-hukum
dasar kimia. Halaman pertama LKS terdiri dari judul LKS, hari/tanggal, kelas, kelompok,
anggota, KI dan KD. Halaman pertama ini ditampilkan pada gambar 2 dan tidak mengalami
perubahan hingga produk akhir LKS.
LEMBAR KERJA SISWA
DIDASARKAN PADA PENDEKATAN SAINTIFIK
MATERI HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA
HARI/TANGGAL
KELAS
KELOMPOK
ANGGOTA
:
:
:
:
KOMPETENSI INTI :
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa
keingintahuan tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.
KOMPETENSI DASAR :
3.11 Menerapkan konsep massa atom relatif dan massa molekul relatif, persamaan reaksi, hukum-hukum dasar
kimia, dan konsep mol untuk menyelesaikan perhitungan kimia.
4 .11 Mengolah dan menganalisis data terkait massa atom relatif dan massa molekul relatif, persamaan reaksi,
hukum-hukum dasar kimia, dan konsep mol untuk menyelesaikan perhitungan kimia
Gambar 2. Halaman Pertama Rancangan Awal LKS berbasis Pendekatan Saintifik
Pengembangan LKS dari mulai rancangan awal hingga produk akhir LKS. Berikut
akan dipaparkan proses pengembangan LKS berdasarkan masing-masing hukum. Tabel 4
memperlihatkan perkembangan dari rancangan awal LKS, LKS produk awal dan LKS
produk revisi.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
85
Rancangan Awal LKS
LKS Produk Awal
LKS Produk Revisi
2
3
1
Hukum Lavoisier (hukum kekekalan massa)
KEGIATAN 1
Perhatikan gambar-gambar di bawah ini :
Petunjuk pengisian LKS:
1. Duduklah di dalam kelompok yang terdiri dari 3
orang tiap kelompok
2. Amati gambar/ tabel/ wacana pada setiap hukumhukum dasar kimia yang ada pada LKS
3. Setelah itu, setiap kelompok mempresentasikan
masing-masing tugas
Gambar di atas merupakan gambar pembakaran
kertas dengan api. Sebelumnya kertas ini
memiliki bobot yang lebih besar, tetapi lama
kelamaan kertas ini menghilang dan menjadi
debu.
Apakah bobot atau massa kertas ini telah hilang
di udara?
KEGIATAN 2
A. Hukum Lavoiser
Perhatikan gambar di bawah ini
2 gram
Sama halnya seperti gambar pada kegiatan 1,
rokok yang dibakar ini lama-kelamaan akan
menghilang menjadi abu di udara. Massa rokok
ini sebesar 5 gram dan setelah menjadi abu
pastinya massa abu tersebut menjadi lebih
berkurang dari massa semulanya.
Apakah benar hal itu ?
apakah massa yang 5 gram tersebut telah
berpindah ke udara menjadi abu seberat 5 gram
atau menghilang ?
2 gram
4 gram
Setelah anda melihat gambar di atas, tuliskan pada kotak
di bawah ini 2 pertanyaan apakah yang terlintas di
pikiran anda!
Kumpulkan informasi mengenai hukum Lavoiser dari
berbagai sumber! (misalnya buku ajar dan internet)
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
86
1
2
KEGIATAN 3
1. Dengarkan
penjelasan
dari
gurumu
mengenai kegiatan 2 !
2. Setelah mendengarkan penjelasan dari
gurumu, kerjakanlah soal pada kegiatan 4
KEGIATAN 4
Di bawah ini ada beberapa reaksi kimia, isilah
titik-titik di bawah ini :
a. 2 g NaOH(s) + 3 g CH3COOH(aq) → . . . .
g CH3COONa
b. 32 g Cu(s) + 16 g O2(g) → . . . . . g CuO(s)
KEGIATAN 5
Dari kegiatan yang telah dilakukan, jika
kegiatan tersebut merujuk pada Hukum
Kekealan Massa, maka bunyi hukum tersebut
adalah . . .
3
Kerjakanlah soal di bawah ini:
1. Kawat tembaga dibakar dalam pembakar bunsen
sehingga terbentuk tembaga oksida (CuO).
2Cu(s) + O2(g) → 2CuO(s)
Jika berat Cu semula 32 g dan CuO yang terbentuk
40 g, berapa berat O2 yang bereaksi?
a. 8 g
b. 10 g
c. 12 g
d. 8,5
e. 10,5 g
2. Berikut yang sesuai dengan teori hukum kekekalan
massa yang dikemukakan oleh Lavoisier yaitu . . . .
a. 3 g oksigen + 6 g karbon = 18 g karbon dioksida
b. Perbandingan oksigen dan hidrogen yaitu 1 : 8
c. Perbandingan oksigen dan hidrogen yaitu 8 : 1
d. 47 g oksigen + 56 g karbon = 103 gram karbon
dioksida
e. Perbandingan oksigen dan karbon yaitu 8 : 1
3. Sebanyak 24 gram magnesium (Mg) dibakar dalam
oksigen berlebihan. Terbentuk 40 gram magnesium
oksida (MgO). Persamaan reaksinya sebagai berikut.
2Mg(s) + O2(g) → 2MgO(s)
Massa oksigen yang terpakai dalam reaksi itu adalah
....
a. 8 gram
b. 16 gram
c. 24 gram
d. 40 gram
e. 64 gram
Buatlah kesimpulan setelah anda melakukan kegiatan
di atas!
Tabel 4 Hukum Lavoisier
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
87
Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat ada perbaikan pada LKS Hukum Lavoisier dari
rancangan awal ke produk awal. Gambar tersebut mengalami perubahan yaitu gambar
pembakaran kertas dengan gambar reaksi yang terjadi dalam tabung Y karena gambar
pembakaran kertas ini dianggap terlalu kontekstual dan membuat konsep kurang jelas. Pada
gambar ini juga ditambahkan petunjuk pengisian LKS untuk memudahkan dalam
mengerjakan LKS dan tulisan “kegiatan” pada setiap bagian LKS dihapuskan serta
pertanyaan dari 2 kegiatan awal pada masing-masing hukum juga dihilangkan kemudian
diganti dengan sebuah kotak khusus untuk pertanyaan, bagian ini berlaku untuk hukumhukum lainnya pada LKS.
Selanjutnya juga dapat dilihat pada Tabel 4 bahwa pembakaran yang dilakukan dari
LKS produk awal menjadi LKS produk revisi yaitu pada redaksi kalimat dan format
“petunjuk pengisian LKS” adanya penambahan poin petunjuk ketiga “lakukanlah diskusi
untuk mengerjakan LKS”. Diskusi merupakan hal penting dari kegiatan berkelompok
sehingga bisa terjalin kerjasama dan komunikasi yang baik dan saling belajar serta berbagi
antara satu siswa dengan siswa lainnya.
Pada gambar tabung Y ini juga mengalami perubahan tepatnya pada tulisan
“sebelum dicampur” dan “sesudah dicampur” menjadi “sebelum bereaksi” dan “sesudah
bereaksi”. Hal ini dikarenakan jika tulisan tidak diubah, maka akan terjadi kesalahan dalam
memahami konsepnya. Siswa akan memahami semua massa zat yang dicampurkan akan
menghasilkan 4 gram, padahal belum tentu semua yang dicampurkan akan bereaksi
menghasilkan 4 gram, oleh karena itu diubah keterangan tulisannya.
Disamping itu, pada Lanjutan Tabel 4 tulisan “dengarkan penjelasan dari guru”
dihilangkan dan diganti dengan kotak “mengumpulkan informasi” tujuannya agar siswa bisa
lebih aktif mencari informasi sendiri dan terbiasa membaca, bagian ini berlaku untuk semua
hukum pada LKS. Selain itu soal tentang Hukum Lavoisier yaitu soal nomor 2 diganti dan
nomor 3 dihapus. Soal nomor 2 diganti karena kesalahan konsep dimana jika dikaitkan
dengan konsep mol, massa zat yang dihasilkan bukan merupakan massa zat-zat yang
bereaksi sehingga pada alternatif pilihan jawabannya tidak ada jawaban yang benar.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
88
Rancangan Awal LKS
Hukum proust (hukum perbandingan tetap)
KEGIATAN 1
(i)
(ii)
Gambar di atas merupakan gula pasir atau gula
yang sering kita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari, baik itu untuk pemanis minuman
ataupun makanan. Gula pasir memiliki rumus
kimia C12H22O11.gula (i) memiliki berat 3 gram
berasal dari Aceh dan gula (ii) memiliki berat 22
gram berasarl dari Medan. Tiap senyawa gula (i)
dan (ii) mengandung unsur C, H dan O.
Dari gambar tersebut, dapat diamati bahwa . . . .. .
..
KEGIATAN 2
LKS Produk Awal
LKS Produk Revisi
Hukum Proust
Perhatikan tabel di bawah ini dengan seksama:
Percoba
Massa Cu
Massa S
an ke
1
0,24
0,12
2
0,31
0,15
3
0,41
0,20
4
0,50
0,25
5
0,64
0,31
Setelah anda mengamati tabel di atas, tuliskan 2
pertanyaan yang berhubungan dengan tabel di atas!
Kumpulkan informasi mengenai hukum Proust dari
berbagai sumber! (misalnya dari internet dan buku
ajar)
Garam dapur memiliki rumus kimia NaCl. Tiap
garam dapur mengandung unsur Na dan Cl. Berat
garam dapur 2 gram dan perbandingan massa
antara unsur Na dan Cl sebesar 1 : 1,54.
Sesuai dengan penjelasan di atas, apakah yang
membedakan dari gambar pada kegiatan 1
dengan gambar pada kegiatan 2 ?
Tabel 5. Hukum Proust
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
89
Rancangan Awal LKS
1
Hukum dalton (hukum kelipatan berganda)
Kegiatan 1
(i)
(ii)
Gambar di atas merupakan foto keluarga yang
memiliki beberapa orang anak.
Dari gambar di atas dapat diamati bahwa . . . . .
KEGIATAN 2
(i)
(ii)
Gambar di atas merupakan gambar dari
molekul CO2 dan CO.
Apakah persamaan dan perbedaan dari kedua
gambar di atas ?
KEGIATAN 3
1.
Dengarkan
penjelasan dari gurumu mengenai kegiatan
2!
2.
Setelah
mendengarkan penjelasan dari gurumu,
kerjakanlah soal pada kegiatan 4
LKS Produk Awal
2
Hukum Dalton
Amati tabel di bawah ini!
Massa
Massa
oksigen
Senyawa karbon
(g)
(g)
CO
CO2
1
1
LKS Produk Revisi
3
Perbandingan
massa oksigen
pada senyawa
CO
CO2
1,33
2,66
1
Perbandingan
massa oksigen
pada senyawa
NO
NO2
Senyawa
Massa
nitrogen(g)
Massa
oksigen
(g)
NO
NO2
28
28
32
64
Senyawa
Massa
belerang
(g)
Massa
oksigen
(g)
SO2
SO3
50
50
50
75
2
1
2
Perbandingan
massa oksigen
pada senyawa
SO2
SO3
2
3
Setelah anda mengamati tabel di atas, tuliskan 2
pertanyaan yang berhubungan dengan tabel di atas!
Kumpulkan informasi mengenai hukum Proust dari
berbagai sumber! (misalnya dari internet dan buku ajar)
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
90
1
2
KEGIATAN 4
Kerjakanlah soal di bawah ini:
1. Unsur belerang dan unsur oksigen dapat
membentuk dua senyawa yaitu SO2 dan SO3.
Senyawa SO2 mengandung 50% belerang dan
senyawa SO3 mengandung 40% belerang. Untuk
kedua senyawa itu berlaku Hukum Kelipatan
Perbandingan. Maka perbandingan massa
oksigen adalah . . . .
a. 1 : 1
b. 1 : 2
c. 2 : 3
d. 4 : 5
e. 5 : 6
2. Unsur nitrogen dan oksigen dapat membentuk
lebih dari satu senyawa, misalnya NO, NO2,
N2O3, dan N2O4. Pada kondisi tertentu, 1 g
nitrogen tepat bereaksi dengan 1,14 g oksigen.
Pada kondisi yang lain, 1 g nitrogen tepat
bereaksi dengan 2,28 g oksigen. Jelaskan bahwa
data ini sesuai dengan Hukum Perbandingan
Berganda. Bagaimana rumus kimia kedua
senyawa itu?
a. NO dan NO3
b. NO2 dan N2O3
c. NO dan NO2
d. N2O3 dan N2O4
e. NO dan N2O3
3. Contoh senyawa yang termasuk dalam hukum
Dalton yaitu
a. CO2 dan NO2
b. NO3 dan SO3
c. PO3 dan PO4
d. NaCl dan AlCl
e. FeO dan FeS
Buatlah kesimpulan setelah anda melakkan
kegiatan di atas!
Tabel 6 Hukum Dalton
Lengkapilah tabel yang berada di bawah ini :
Senyaw
a
Massa
selain
oksigen
(g)
Massa
oksigen
(g)
CO
1
1,33
CO2
1
2,66
NO
28
32
NO2
28
64
SO2
50
50
SO3
50
75
H2O
10
80
H2O2
10
160
Perbandingan
massa oksigen
Senyaw
aI
Senyaw
a II
.........
.........
.........
..........
.........
..........
.........
.........
KEGIATAN 5
Dari kegiatan yang telah dilakukan, jika kegiatan
tersebut merujuk pada Hukum Kelipatan Berganda,
maka bunyi hukum tersebut adalah . . . .
3
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
91
Berdasarkan Tabel 6 dapat dilihat ada perbaikan yang dilakukan dari rancangan awal
LKS ke LKS produk awal tentang Hukum Dalton yakni, gambar pada kegiatan 1 diganti
menjadi tabel. Gambar tersebut diganti dikarenakan belum mengena pada Hukum Dalton dan
terlalu kontekstual sehingga diganti dengan tabel yang berisikan senyawa-senyawa kimia.
Senyawa kimia itu terbentuk dari dua unsur yang berbeda yang membentuk lebih dari satu
senyawa. Unsur-unsur tersebut diantaranya karbon (C) dan oksigen (O) membentuk senyawa
karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2), nitrogen(N) dan oksigen (O)
membentuk senyawa NO dan NO2.
Perubahan yang dilakukan pada LKS produk revisi dari LKS produk awal yaitu
instruksi “amati tabel” berubah menjadi “bila oksigen bereaksi” ini bertujuan agar siswa
menjadi jelas mengenai tabel yang akan diamati dan menjelaskan maksud dari ketiga tabel
tersebut. Selain itu, pada tabel “oksida nitrogen” ditambahkan satu senyawa lagi tujuannya
agar siswa tidak beranggapan bahwa senyawa oksida tidak hanya terdiri dari dua senyawa
melainkan dapat lebih dari dua senyawa dan kolom “perbandingan massa oksigen dengan
senyawa lain” dihapus karena kolom tersebut diperkirakan dapat membingungkan siswa
dalam memahami isinya sehingga ditambahkan kalimat di bawah tersebut.
Di samping itu soal pada Hukum Dalton digantikan dengan soal yang lain karena
soal yang sebelumnya belum terfokus pada Hukum Dalton. Soal pada rancangan awal terlalu
sedikit dan kurang bervariasi sehingga pada LKS produk awal ditambah menjadi tiga soal,
tujuannya agar siswa dapat mengenal macam-macam bentuk soal dari Hukum Dalton.
Soal pada LKS produk revisi yang mengalami perubahan yaitu soal “unsur belerang
dan unsur oksigen” diganti dengan soal yang lain karena soal ini tidak terlalu jelas proporsi
masing-masing unsur, apakah persentase ini merupakan massa dari unsur tersebut atau
bukan. Hal ini mungkin akan membingungkan siswa sehingga diganti dengan soal lainnya.
Alasan lain adalah oksida belerang sudah ada pada tabel Hukum Dalton. Pemberian contoh
oksida lain dalam hal ini oksida fospor dimaksudkan agar dapat menambah wawasan siswa
bahwa masih sangat banyak oksida-oksida dan senyawa-senyawa lainnya.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
92
Rancangan Awal LKS
1
Hukum gay lussac dan hipotesis Avogadro
KEGIATAN 1
LKS Produk Awal
2
Hukum Gay Lussac
Perhatikanlah data hasil percobaan sebagai berikut:
No.
1
+
→
Gambar di atas 1 liter sirup kurnia ditambah 1 liter
sirup marjan menghasilkan 2 liter campuran sirup
antara kurnia dan marjan. Sama halnya dalam reaksi
kimia, jika 1 liter gas hidrogen + 1 liter gas klorin
membentuk 2 liter gas hidrogen klorida jika diukur
pada suhu dan tekanan yang sama dengan
perbandingan volume 1 :1 : 2.
KEGIATAN 2
Kita tahu bahwa jika volume gas H2 dan O2
membentuk air ialah 2 : 1 jika diukur pada suhu dan
tekanan yang sama. Perhatikan reaksi antara gas
nitrogen dengan has hidrogen membentuk amonia.
Perbandingan volumenya adalah 1 : 3 : 2. Apakah
perbedaan antara reaksi ini dengan reaksi pada gambar
di kegiatan 1? Utarakan alasanmu. . . .
KEGIATAN 3
1. Dengarkan penjelasan dari gurumu mengenai
kegiatan 2 !
2. Setelah mendengarkan penjelasan dari gurumu,
kerjakanlah soal pada kegiatan 4
KEGIATAN 4
Dari kegiatasn 1, 2 dan 3, selesaikanlah kasus berikut :
 Reaksi antara gas hidrogen dengan gas klorin
membentuk gas hidrogel klorida. Menurut
percobaan, perbandingan volum gas hidrogen :
klorin
LKS Produk Revisi
2
3
4
Volume Gas yang
Bereaksi
Hidrogen + Oksigen
1 L + 0,5 L
Nitrogen+ Hidrogen
2L+6L
Hidrogen + Klor
1L+1L
Etilena + Hidrogen
1L+1L
Hasil
Perbandingan
Reaksi
Volume
Uap air
2:1:2
1L
Amonia
1:3:2
4L
Hidroge
n Klorida
1:1:2
2L
Etana
1:1:1
1L
Setelah anda mengamati tabel/reaksi di atas, tuliskan 2
pertanyaan yang berhubungan dengan hal tersebut yang
terlintas dipikiran anda!
Kumpulkan informasi mengenai hukum Gay Lussac
dari buku ajar atau internet!
Kerjakanlah soal di bawah ini:
1. Gas belerang direaksikan dengan gas oksigen
menurut persamaan reaksi: SO2 + O2 → SO3.
Apabila volume diukur pada suhu dan tekanan
yang sama maka perbandingan volume gas SO2 :
O2 : SO3 yaitu . . . .
a. 1:1:1
b. 1:2:1
c. 2:1:1
d. 2:1:2
e. 3:2:1
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
93
3
Rancangan Awal LKS
1
 : hidrogen klorida adalah 1 : 1 : 2. Berarti
perbandingan jumlah molekul hidrogen :
klorin : hidrogen klorida yang terlibat dalam
reaksi adalah . . . : . . . : . . . Jika dimisalkan
rumus molekul gas hidrogen adalah Hx,
klorin Cly dan hidrogen klorida HaClb, maka
persamaan reaksinya dapat ditulis sebagai
berikut.
1 Hx (g) + 1 Cly (g) → 2 HaClb (g)
Tentukanlah nilai x, y, a dan b !
 Dua liter gas nitrogen (N2) tepat bereaksi
dengan 3 liter gas oksigen (O2) membentuk 2
liter gas X, semuana diukur pada suhu (T)
dan tekanan (P) yang sama. Tentukan rumus
untuk molekul gas X tersebut
KEGIATAN 5
Dari kegiatan yang telah dilakukan, jika kegiatan
tersebut merujuk pada hukum perbandingan
volum dan hipotesis Avogadro, maka bunyi
hukum tersebut adalah . . . .
..
LKS Produk Awal
2
2.Perhatikan reaksi di bawah ini
C2H4(g) + O2(g) → CO2(g) + H2O(g)
Perbandingan volume gas-gas pereaksi dan hasil
reaksi pada P dan T sama adalah ....
a. 1 : 2 : 2 : 2
b. 1 : 3 : 2 : 2
c. 1 : 2 : 2 : 2
d. 2 : 3 : 2 : 2
e. 3 : 2 : 2 : 3
Buatlah kesimpulan setelah melakukan kegiatan di
atas!
Hipotesis Avogadro
Dibawah ini merupakan gambar reaksi molekul
CH4 dan O2:
CH4(g)
+
2 O2(g)
→ CO2(g)
+
2H2O
Setelah anda mengamati gambar di atas, tuliskan 2
pertanyaan yang berhubungan dengan gambar
tersebut yang terlintas dipikiran anda!
Kumpulkan informasi mengenai hukum Gay Lussac
dari buku ajar atau internet!
Tabel 7. Hukum Gay Lussac dan Hipotesis Avogadro
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
94
LKS Produk Revisi
3
Pada rancangan awal LKS, Hukum Gay Lussac dan Hipotesis Avogadro digabung menjadi
satu, namun kemudian dipisahkan menjadi dua bagian karena baik Hukum Gay Lussac maupun
Hipotesis Avogadro tidak bisa dalam satu kegiatan dalam LKS. Gambar pada Hukum Gay Lussac dan
Hipotesis Avogadro juga diganti dengan data dalam bentuk tabel dan gambar agar dapat membuat
siswa lebih mudah dalam memahaminya.
Data pada tabel pada Hukum Gay Lussac terdiri dari volume gas yang bereaksi, hasil reaksi
dan perbandingan volum. Pada masing-masing gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi dibuat dengan
perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Pada tabel bukan hanya satu reaksi gas yang dipaparkan
tetapi 4 reaksi gas, dengan tujuan agar siswa bisa memahami Hukum Gay Lussac. Soal yang diberikan
juga berhubungan dengan Hukum Gas Lussac agar para siswa bisa lebih mengerti dan mendalami
hukum tersebut.
Gambar pada LKS rancangan awal tidak dipakai lagi karena dianggap belum dapat membuat
pikiran siswa terfokus pada Hipotesis Avogadro. Gambar diganti dengan tabel yang didalamnya
berisikan nama, massa, volume dan jumlah partikel dari masing-masing gas. Kemudian setiap Hukum
Gay Lussac dan Hipotesis Avogadro disediakan soal-soal yang berhubungan dengan kedua hukum
tersebut.
Perubahan LKS produk awal hingga LKS produk revisi berbasis Pendekatan Saintifik dari
segi tampilan diantaranya penambahan warna pada garis pembatas kotak pada masing-masing hukum
dan pemberian warna tabel, tujuannya untuk membuat siswa tertarik mengerjakan LKS dan agar
tampilan LKS terlihat sedikit berbeda dari LKS lainnya. Pada halaman juga diberi garis dan warna
agar terlihat bagus untuk dipandang.
Validasi terhadap LKS berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan diantaranya
kesesuaian judul, petunjuk penggunaan LKS, kesesuaian bahasa, intruksi pada masing-masing tahap
pendekatan saintifik dan semua kegiatan yang ada dalam pendekatan saintifk. Rata-rata hasil validasi
dari 2 tim ahli adalah 90,67%. Berdasarkan hasil tersebut dinyatakan bahwa LKS berbasis Pendekatan
Saintifik dinyatakan dapat diujicobakan. Sebelum kedua tim ahli memberikan nilai validasi, LKS
produk awal telah ditelaah dan mengalami 5 kali revisi sehingga didapatkan LKS produk revisi.
Selain dilakukan validasi terhadap LKS berbasis Pendekatan Saintifik, dilakukan juga validasi
terhadap soal angket responden. Responden pada penelitian ini terdiri dari siswa, guru dan
mahasiswa. Proses validasi ini dilakukan oleh 2 tim ahli memberikan skor pada lembar validasi
dengan rentang 0-2. Hasil validasi angket adalah 100%.
Tanggapan siswa, guru dan mahasiswa terhadap LKS berbasis Pendekatan Saintifik yang
telah dirancang diperlukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari LKS yang telah
dirancang. Hal ini dilakukan jika tanggapannya “Ya” maka komponen yang ada pada LKS tersebut
dipertahankan tetapi jika hasilnya negatif maka menjadi masukan untuk dapat mengembangkan LKS
ini menjadi suatu produk yang lebih bagus dan baik untuk ke depannya. Tanggapan semua responden
dikumpulkan dengan menggunakan angket, bagi siswa dan mahasiswa terlebih dahulu mengerjakan
dan menjawab beberapa pertanyaan yang terdapat di LKS sedangkan bagi guru tidak mengerjakan
LKS tetapi hanya memahami isi LKS . Persentase hasil penelitian yang menunjukkan respon tersebut
dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 8. Persentase Tanggapan Siswa
No
1
1
2
3
Jumlah Jawaban
Responden
Item Pertanyaan
2
Apakah Anda pernah belajar dengan
menggunakan LKS dalam pembelajaran?
Setelah anda mengerjakan LKS ini, apakah
Anda menyukai LKS berbasis pendekatan
saintifik dilaksanakan?
Setelah anda mengerjakan LKS ini, apakah
Anda menjadi berminat belajar dengan
menggunakan LKS berbasis pendekatan
saintifik?
Persentase
Jawaban
Responden (%)
Ya
Tidak
5
6
Ya
3
Tidak
4
25
0
100
0
25
0
100
0
25
0
100
0
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
95
1
4
2
Setelah anda mengerjakan LKS ini, apakah
Anda merasa termotivasi dalam belajar
dengan menggunakan LKS berbasis
pendekatan saintifik?
5
Setelah anda mengerjakan LKS ini, apakah
Anda menyukai penyajian materi hukumhukum dasar kimia menggunakan LKS
berbasis pendekatan saintifik?
6
Setelah anda mengerjakan LKS ini, apakah
LKS berbasis pendekatan saintifik dapat
membuat materi hukum-hukum dasar kimia
menjadi lebih mudah untuk dipahami?
7
Setelah anda mengerjakan LKS ini, apakah
LKS berbasis pendekatan saintifik ini dapat
membuat suasana belajar Anda
menyenangkan?
Persentase Ya
Persentase Tidak
3
4
5
6
19
6
76
24
20
5
80
20
18
7
72
28
21
4
84
16
87,42%
12,58%
Berdasarkan Tabel 8, untuk item pertanyaan pertama, kedua dan ketiga siswa memberikan
tanggapan “Ya”. Tanggapan “Ya” ini diberikan karena siswa memang sudah menggunakan LKS pada
proses pembelajaran. Siswa juga menambahkan komentar bahwa materi yang dipaparkan singkat,
jelas dan padat. Selain itu LKS ini dapat menambah wawasan dan memudahkan mereka memahami
materi hukum-hukum dasar kimia.
Item pertanyaan keempat, siswa memberikan tanggapan “Ya” sebanyak 76% karena menurut
siswa dengan LKS akan membuat mereka lebih aktif dan giat dalam belajar. Sebesar 24% siswa
memberikan tanggapan “Tidak” karena menurut mereka LKS ini sulit untuk dikerjakan. Sebelum
menjawab soal, harus mengamati dulu tabel dan gambar lalu harus menuliskan pertanyaan yang
berhubungan dengan gambar dan tabel tersebut. Pada proses mengamati banyak manfaat yang didapat
oleh siswa, salah satunya dapat menimbulkan rasa keingintahuan akan sesuatu. Hal ini sejalan dengan
yang diharapkan dalam kurikulum 2013 yang tertuang dalam Permendikbud (2013) bahwa mengamati
bermanfaat bagi pemenuhan rasa keingintahuan peserta didik. Dengan metode observasi, peserta didik
menemukan langsung fakta bahwa ada hubungan antara objek yang dianalisis dengan pembelajaran
yang disampaikan oleh guru.
Item pertanyaan kelima dan keenam, siswa menyukai guru menyampaikan materi dengan
menggunakan LKS ini dan lebih mudah menguasai materi Hukum-hukum Dasar Kimia. Sebesar 48%
siswa memberikan tanggapan ”Tidak” untuk kedua item ini karena para siswa beranggapan bahwa
materi pada LKS ini terlalu sedikit dan singkat, padahal sebenarnya informasinya tersedia pada kolom
“mengumpulkan informasi” yang dapat dilakukan siswa dari akses internet dan buku literatur lainnya.
Dari hasil respon terhadap suasana belajar dengan menggunakan LKS berbasis Pendekatan
Saintifik ini diperoleh sebanyak 84% siswa menjawab “Ya” dikarenakan dengan belajar berkelompok
akan dapat saling berbagi informasi dan menjadi lebih aktif, saling membantu dengan teman dan tidak
membosankan. Hal tersebut tercantum dalam Permendikbud (2013) bahwa kurikulum 2013 harus
menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dan mengembangkan kreativitas peserta didik itu
sendiri. Sedangkan 16% siswa memilih sebaliknya dikarenakan tidak terlalu menyukai bekerja dengan
kelompok dan materi ini harus dipelajari secara sendiri dan jika dikerjakan berkelompok akan sedikit
membosankan serta menurut mereka membutuhkan waktu yang lebih lama.
Dari hasil tanggapan siswa di atas, dapat dinyatakan bahwa LKS berbasis Pendekatan
Saintifik membawa pengaruh positif terhadap kegiatan belajar siswa. Hal ini sejalan yang
dikemukakan oleh Fauziah (2013) bahwa pembelajaran saintifik berdampak positif terhadap
peningkatan belajar siswa
Tabel 9 memaparkan persentasi Tanggapan Guru terhadap LKS hukum-hukum dasar kimia berbasis
pendekatan saintifik.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
96
Tabel 9 Persentase Tanggapan Guru
Jumlah Jawaban Persentase Jawaban
Responden
Responden (%)
No
Item Pertanyaan
Ya
Tidak
Ya
Tidak
1
Setelah Bapak/Ibu menelaah, apakah LKS ini
5
0
100
0
ada menanamkan pendekatan saintifik?
2
Setelah Bapak/Ibu menelaah, apakah
penggunaan LKS ini sesuai dengan kurikulum
5
0
100
0
2013?
3
Setelah Bapak/Ibu menelaah, apakah isi LKS
membantu siswa memahami materi hukum5
0
100
0
hukum dasar kimia?
4
Setelah Bapak/Ibu menelaah, apakah isi LKS
5
0
100
0
bermanfaat untuk menambah wawasan siswa?
5
Setelah Bapak/Ibu menelaah, apakah bahasa
yang digunakan dalam LKS mudah dipahami
5
0
100
0
siswa?
6
Setelah Bapak/Ibu menelaah, apakah LKS ini
memudahkan Bapak/Ibu mengajar materi
5
0
100
0
hukum-hukum dasar kimia?
7
Setelah Bapak/Ibu menelaah, apakah Bapak/
Ibu berminat menggunakan LKS ini untuk
4
1
80
20
proses pembelajaran di kelas ?
Persentase Ya
97,14%
Persentase Tidak
2,86%
Berdasarkan Tabel 9 diperoleh bahwa persentasi respon guru mendapat tanggapan yang
positif terhadap LKS berbasis Pendekatan Saintifik. Dari tabel terlihat tanggapan 5 guru kimia SMA
memberikan respon “Ya” sebanyak 97% dan respon “Tidak” sebanyak 2,86%, hal ini menandakan
bahwa para guru setuju LKS berbasis Pendekatan Saintifik ini dapat membantu siswa baik itu dalam
pelajaran atau memudahkan guru mengajar materi Hukum-hukum Dasar Kimia. Pembelajaran dengan
menggunakan LKS akan membuat siswa berperan lebih aktif, sehingga jika terdapat kesulitan, guru
harus membimbing siswa memahami materi atau menambahkan penjelasan mengenai materi tersebut.
Penjelasan ini sesuai yang dikemukakan oleh Majid (2009) bahwa guru harus memiliki pengetahuan
dan keterampilan yang memadai tentang isi LKS agar kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai
oleh siswa. Meskipun guru merespon bahwa LKS ini ada menanamkan pendekatan saintifik sesuai
kurikulum 2013, dapat membantu siswa memahami materi hukum-hukum dasar kimia, bermanfaat
dalam menambah wawasan siswa, bahasa yang digunakan mudah dipahami, memudahkan guru dalam
mengajar 100% “Ya. Namun ada guru yang menjadi responden belum berminat menggunakan LKS
ini dalam pembelajaran. Hal ini mungkin guru masih mempertimbangkan karakteristik siswasiswanya.
Tanggapan mahasiswa terhadap LKS tentang Hukum-hukum Dasar Kimia berbasis
pendekatan saintifik tertera pada tabel 10.
No
1
1
2
Tabel 10. Persentase Tanggapan Mahasiswa
Jumlah
Jawaban
Item Pertanyaan
Responden
Ya
Tidak
2
3
4
Setelah anda mengerjakan LKS ini, apakah LKS
berbasis pendekatan saintifik ini telah menanamkan
8
0
pendekatan saintifik yang dicantumkan pada
kurikulum 2013?
Setelah anda mengerjakan LKS ini, apakah Anda
menyukai LKS berbasis pendekatan saintifik
8
0
dilaksanakan?
Persentase
Jawaban
Responden (%)
Ya
Tidak
5
6
100
0
100
0
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
97
1
3
2
Setelah anda mengerjakan LKS ini, apakah tampilan
LKS berbasis pendekatan saintifik ini menarik?
4 Setelah anda mengerjakan LKS ini, apakah langkahlangkah dari LKS berbasis pendekatan saintifik
mudah dipahami dan dilaksanakan?
5 Apakah LKS berbasis pendekatan saintifik yang
digunakan oleh guru dapat membuat materi hukumhukum dasar kimia menjadi lebih mudah untuk
dipahami?
6 Setelah anda mengerjakan LKS ini, apakah LKS
berbasis pendekatan saintifik ini dapat membuat
suasana belajar Anda menyenangkan?
7 Setelah anda mengerjakan LKS ini, apakah LKS
berbasis pendekatan saintifik tentang hukum-hukum
dasar yang telah dikembangkan sudah baik?
Persentase Ya
Persentase Tidak
3
4
5
6
8
0
100
0
7
1
87,5
12,5
7
1
87,5
12,5
8
0
100
0
6
2
75
25
92,6%
7,4%
Berdasarkan Tabel 10, mahasiswa memberikan respon “Ya” pada item soal 1, 2, 3 dan 6.
Menurut mahasiswa, di dalam LKS berbasis Pendekatan Saintifik ini ada kegiatan mengamati,
menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi dan menyimpulkan, dimana dengan mencari
tahu sendiri informasi mengenai materi dengan bantuan gambar atau tabel, hal itu dapat merangsang
pikiran untuk berpikir kritis. Hal ini tertuang dalam Permendikbud (2013) bahwa kurikulum 2013
menekankan menggunakan pendekatan ilmiah, pendekatan ilmiah (scientific appoach) meliputi
mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, dan menyimpulkan yang diterapkan untuk
semua pelajaran. Menurut mahasiswa, selain memilki tampilan yang menarik, LKS ini juga dapat
membuat suasana belajar lebih menyenangkan, diantaranya pembelajaran lebih berpusat pada siswa
bukan pada guru, siswa lebih aktif dalam di dalam kelompoknya serta bisa saling berbagi informasi
dan bertukar pendapat dengan teman lainnya.
Item pertanyaan keempat, sebanyak 87,5% mahasiswa memberikan tanggapan “Ya” karena di
setiap langkah pada LKS ada petunjuk kerjanya dan bahasa yang digunakan jelas sehingga semua
perintah pada LKS dapat dipahami dengan baik. Selain itu untuk memahami hukum-hukum dasar
kimia, terlebih dahulu mencari informasi, menjawab soal dan membuat kesimpulan sehingga materi
mudah dipahami karena sistematis. Mengkomunikasikan merupakan kegiatan menuliskan atau
menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasi dan menemukan
pola (Permendikbud, 2013). Terdapat 12,5% mahasiswa memberikan tanggapan “Tidak” karena LKS
ini akan terasa sulit jika siswa atau mahasiswa yang mengerjakannya tidak menyukai gambar, tabel
atau data.
Pada item pertanyaan kelima, menurut mahasiswa LKS menjadi mudah dipahami disebabkan
pada LKS terdapat kolom untuk mengumpulkan informasi, sehingga siswa diharuskan membaca dulu
beberapa buku cetak atau melihat internet. Setelah mendapatkan informasi, siswa dengan lebih mudah
memahami konsep menjawab soal-soal yang berkaitan dengan materi dan siswa pun bisa menjadi
lebih mandiri dan aktif. Hal ini sejalan dengan yang diharapkan dalam kurikulum 2013 yang tertuang
dalam Permendikbud (2013) bahwa mengumpulkan informasi dapat dilakukan dengan membaca
informasi lebih banyak, memperhatikan fenomena atau objek atau bahkan melakukan eksperimen.
Dengan informasi tersebut menjadi dasar untuk menemukan keterkaitan dengan informasi lainnya
sehingga dapat menarik suatu kesimpulan. Sedangkan mahasiswa yang memberikan jawaban “Tidak”
karena menurut mereka belum semua guru menerapkan kurikulum 2013, jadi guru mengalami
kesulitan dalam memahami dan menjelaskannya tentu kepada siswa pada saat pembelajaran
berlangsung.
Item pertanyaan terakhir, sebanyak 75% mahasiswa memberikan tanggapan “Ya” mengenai
LKS berbasis Pendekatan Saintifik yang dikembangkan sudah baik. LKS yang telah dikembangkan
ini sudah baik, menurut mahasiswa konsep pendekatan saintifik pada masing-masing hukum sudah
tertera dan tiap-tiap hukum sudah terdapat kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
98
mengolah informasi dan menyimpulkan. Sedangkan 25% mahasiswa memberikan tanggapan “Tidak”
karena LKS berbasis Pendekatan Saintifik ini tidak semua sekolah cocok untuk menggunakannya.
Pengembangan LKS berbasis Pendekatan Saintifik ini juga didukung oleh data yang dikumpulkan
dari wawancara terhadap masing-masing responden penelitian. Adapun kutipan wawancara terhadap
salah seortang guru adalah sebagai berikut:
P
Apakah LKS yang telah dikembangkan ini sudah berbasis pendekatan saintifik?
R
Sudah berbasis Pendekatan Saintifik. Setiap Langkah mengamati, menanya hingga
menyimpulkan sudah ada di LKS ini.
Apakah menurut Bapak/ibu setiap gambar atau tabel pada kegiatan mengamati dapat
dipahami? Jika tidak dipahami, pada gambar atau tabel yang mana? Mengapa demikian?
Gambar dan tabel untuk tahap mengamati pada masing-masing hukum dasar sudah baik dan
dapat dipahami. Tetapi untuk tabel bagusnya dituliskan kepala/judul tabel agar siswa pada
saat mengamati, tidak bingung karena ada dua tabel dalam satu halaman. Seperti pada LKS
halaman 4:
P
R
1.
Perhatikanlah tabel 1.1 di bawah ini:
Pereaksi I
No
Karbon (C)
1
2
3
6 gram
9 gram
Z gram
Pereaksi II
Oksigen (O2)
16 gram
Y gram
40 gram
Hasil Reaksi
Karbon dioksida
(CO2)
X gram
33 gram
55 gram
Tentukan nilai X, Y dan Z pada tabel di atas !
Periksa kebenaran jawaban anda dengan teman lainnya
Buatlah kesimpulan tentang Hukum Lavoisier dari kegiatan yang telah anda lakukan di atas!
HUKUM PROUST
Perhatikan tabel di bawah ini dengan seksama:
Tabel 1.2
Reaksinya: Cu + S → CuS
Percobaan
ke
1
Massa Cu (gram)
Massa S (gram)
0,24
0,12
2
0,31
0,15
3
0,40
0,21
4
0,50
0,25
5
0,63
0,31
Gambar 3. Penambahan Kepala Tabel Pada Tiap Tabel
P
R
Setelah kegiatan mengamati, apakah instruksi pada tahap menanya, mengumpulkan informasi,
mengolah informasi dan mengkomunikasikan sudah dapat dipahami? Jika belum, sebaiknya
bagaimana menurut Bapak/ibu?
intruksi untuk tahap-tahap pada LKS berbasis Pendekatan Saintifik ini sudah baik dan bahasa
yang digunakan mudah dimengerti.
Adapun kutipan wawancara dengan salah seorang mahasiswa adalah sebagai berikut:
P
Apakah LKS yang telah dikembangkan ini sudah berbasis pendekatan saintifik?
R
Sudah karena ada kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah
informasi dan mengkomunikasikan.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
99
P
Apakah menurut Anda setiap gambar atau tabel pada kegiatan mengamati dapat dipahami?
Jika tidak dipahami, pada gambar atau tabel yang mana? Mengapa demikian?
R
Dapat dipahami, gambar dan tabelnya sudah jelas.
P
Setelah kegiatan mengamati, apakah instruksi pada tahap menanya, mengumpulkan informasi,
mengolah informasi dan mengkomunikasikan sudah dapat dipahami? Jika belum, sebaiknya
bagaimana menurut Anda?
R
Intruksi pada setiap kegiatan itu sudah jelas dan bahasa yang digunakan mudah dipahami.
P
Apakah Anda mengalami kesulitan saat menyelesaikan semua kegiatan pada LKS? Jika ya,
pada bagian mana kesulitan tersebut?
R
Tidak ada, hanya pada LKS ini dasar teorinya mengenai materi terlalu sedikit.
Keterangan: P = Pewawancara
R = Responden
LKS Produk Akhir
Tahap LKS produk akhir ini merupakan tahap terakhir dari pengembangan LKS hukum-hukum dasar
kimia berbasis pendekatan saintifik. Pada LKS produk akhir, perubahan yang dilakukan hanya
menambahkan judul pada tiap tabel dan instruksi tambahan pada “kumpulkan informasi” yaitu
“tuliskan”, hal ini sebagai informasi tambahan bagi siswa agar jangan menjadi bingung pada saat
mengamati tabel dan tambahan intruksi “tuliskan” agar siswa bukan hanya mengumpulkan saja
informasinya tetapi juga menuliskan dalam bentuk rangkuman di dalam kotak yang telah tersedia.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian tentang pengembangan LKS berbasis Pendekatan saintifik pada materi
Hukum-hukum Dasar kimia dapat disimpulkan bahwa:
1) Langkah pengembangan LKS berbasis Pendekatan Saintifik dimulai dari rancangan awal LKS,
LKS produk awal, validasi, revisi, uji coba, dan terakhir LKS produk akhir. Hasil pengembangan
LKS berbasis Pendekatan saintifik yang telah dikembangkan ini dapat dikatakan sudah layak
untuk digunakan.
2) Tanggapan positif siswa, guru dan mahasiswa terhadap LKS berbasis Pendekatan Saintifik
berturut-turut adalah 87,42%, 97,14% dan 92,6%.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terimakasih kepada guru, siswa dan mahasiswa yang telah menjadi responden dalam penelitian ini.
Terimakasih untuk Ibu Dra. Latifah Hanum, M.Si dan Bapak Drs. Rusman, M.Si atas saran-saran
yang sangat bermanfaat dalam penyempurnaan tulisan ini.
REFERENSI
Arsyad, A. 2000. Media Pengajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Chang, R. 2004. Kimia Dasar Konsep-konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Darmodjo, H dan Kaligis, J. 1992. Pendidikan IPA II. Jakarta: Dekdikbud.
Devi, Poppy Kamalia, Renny Sofiraeni, Khairuddin. 2009. Pengembangan Perangkat Pembelajaran.
Jakarta: PPPPTK IPA.
Goldberg, D. 2007. Kimia Untuk Pemula Edisi Ketiga (Terjemahan: Schaum’s Outlines of Theory
and Problems Beginning Chemistry). Jakarta: Erlangga.
Hill, John W dkk. 2010. Chemistry For Changing Times Twelfth Edition. USA: Pearson Education.
McMurry, John dan Robert C. 2010. General Chemistry. USA: Pearson Education.
Fahrucah, R dan Bambang S. 2012. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Pada Pembelajaran Kimia
Sma Kelas XI Pokok Bahasan Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi Melalui
Pendekatan Scaffolding. Unesa Journal of Chemical Education Vol 1 No. 1: 92-96.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
100
Fauziah, Resti dkk. 2013. Pembelajaran Saintifik Elektronika Dasar Berorientasi Pembelajan Berbasis
Masalah. Invotec Volume IX: 165-178
Permendikbud. 2013. Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Richey, C dan James D. 2005. Developmental Research Methods: Creating Knowledge From
Instructional Design and Development Practice. Journal of Computing in Higher Education
Springer, XVI (2): 23-38
Rochmawati, E dkk. 2013. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Berorientasi Penemuan
Terbimbing (Guided Discovery) untuk SMA Kelas X pada Materi Fungi. BioEdu Vol 2 No.
1: 48-51.
Rohaeti, E dkk. 2009. Pengembangan Lembar Kerja (LKS) Mata Pelajaran Sains Kimia Untuk SMP.
Yogyakarta: FMIPA UNY.
Sudijono, A. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Sugiyono, P. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Majid, A. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Konsep, Landasan dan
Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Prenada
Media Grup.
Tro, N. 2010. Principles Of Chemistry. USA: Pearson Education.
Wahidah, N. 2013. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Untuk Praktikum Korosi Logam Di SMA
Menggunakan Model Siklus Belajar 7. Bandung: UPI.
Yanuarti, R dan Utiya A. 2013. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Berorientasi Learning Cycle
7-e pada Materi Pokok Kesetimbangan Kimia untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kritis.
Unesa Journal Of Chemical education Vol 2 No 2:32-38.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Kimia dan Sains Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unsyiah 2014
101
Download