perspective - Commonwealth Bank

advertisement
MARKET
PERSPECTIVE
Wealth Management Newsletter | Maret 2017
Rising Commodities Effects
Kenaikan harga komoditas menimbulkan
efek multiplier bagi pertumbuhan ekonomi
GREETINGS
Nasabah yang terhormat,
Terima kasih atas kepercayaan Anda menjadi Nasabah setia Commonwealth Bank.
Pada edisi e-Market Perspective kali ini, Kami mengulas mengenai pergerakan pasar
saham dan pasar obligasi selama bulan Februari 2017 yang belum bergerak banyak meski
rilis data-data makroekonomi sesuai perkiraan pasar. Di awal bulan Februari, Moody’s
merubah outlook peringkat utang Indonesia menjadi positif dari stabil. Perubahan
tersebut membuat persepsi risiko investasi di Indonesia terus turun ditandai dengan level
credit default swap Indonesia yang mencapai level terendah dalam satu tahun terakhir.
Kami juga mengulas mengenai multiplier effect sebagai dampak kenaikan harga
komoditas terutama batubara terhadap ekonomi hingga dampaknya terhadap pasar
keuangan Indonesia. Dimana yang Kami ibaratkan seperti peribahasa “ada gula ada
semut” ketika harga batubara naik, aktivitas pendukungnya kembali hidup dan akan
membawa kemakmuran di wilayah sekitarnya.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai strategi dan rekomendasi
produk-produk investasi, Anda dapat menghubungi Relationship Manager Kami di
cabang terdekat.
Rustini Dewi
Director of Retail Banking
Market Perspective | Wealth Management Newsletter | Maret 2017 | 1
EQUITY MARKET REVIEW
MARET 2017
Selama periode bulan Februari IHSG mengalami kenaikan
tipis hingga pertengahan bulan. Rilis data inflasi yang
mencapai 0,97% MoM jauh lebih tinggi dari konsensus
tidak banyak mempengaruhi pergerakan pada IHSG.
Kenaikan inflasi di atas normal diakibatkan oleh subsidi tarif
dasar listrik yang mulai dikurangi per Januari kemarin.
Rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2016 yang
mencapai 5,02% YoY memenuhi target pemerintah ataupun
ekonom. Belanja pemerintah yang menurun pada 4Q16
dibandingkan tahun sebelumnya, lebih disebabkan karena
tingginya belanja pemerintah pada 4Q15.
Berita positif datang dari ekspor Indonesia yang naik
27% YoY pada Januari 2017. Kenaikan harga komoditas
terutama batubara dan kelapa sawit memberikan kontribusi
besar pada kenaikan ekspor.
Meski pernyataan Donald Trump pada akhir Februari yang
belum membeberkan detil tax plan namun pasar saham AS
tetap bereaksi positif. Walaupun rencana proteksionisme
Trump banyak ditentang oleh warganya sendiri, namun
untuk kebijakan reformasi pajak ditanggapi positif oleh
pasar AS. Berdasarkan survey investopedia masyarakat
AS memandang positif outlook pasar ekuitas dan rencana
reformasi pajak dari Donald Trump.
Mayoritas rilis data ekonomi menunjang penurunan yield
obligasi seperti pertumbuhan ekonomi yang sesuai dengan
ekspektasi, neraca perdagangan yang melanjutkan catatan
surplus, serta meningkatnya cadangan devisa. Namun data
inflasi yang meningkat mengimbangi positifnya beberapa
indikator tersebut.
Adanya risiko kenaikan inflasi di tahun ini direspon oleh
Bank Indonesia dengan mempertahankan tingkat suku
bunga acuan Bank Indonesia 7 days reverse repo rate di
level 4,75%.
Sikap Bank Indonesia tersebut menunjukan bertambahnya
kekhawatiran
terhadap
risiko
global
termasuk
rencana pengetatan lanjutan oleh The Fed. Kondisi ini
mengindikasikan tertutupnya peluang pelonggaran di 1Q17
bahkan bisa memicu pengetatan jelang akhir tahun.
Berita positif lainnya datang dari dinaikannya outlook
peringkat utang Indonesia menjadi positif dari stabil oleh
Moody’s di awal bulan. Ini membuat tiga besar agen
pemeringkat internasional kompak melihat ekonomi
Indonesia lebih positif. Namun hanya S&P yang belum
menempatkan Indonesia dalam investment grade.
Yield Curve SBN
Hingga akhir Februari IHSG naik +1,70% YTD, MSCI World
Index naik +5,0% YTD, dan MSCI Emerging Market Index
naik +8,59% YTD. Sementara investor asing telah keluar
dari pasar saham sebesar Rp -1,77 triliun.
Periode YTD IHSG Tertinggal Dari Negara Lain
Sumber: Bloomberg
GLOBAL MARKET OUTLOOK
One Man Show On Global Stage Economy
Sumber: Bloomberg
BOND MARKET REVIEW
MARET 2017
Pasar obligasi bulan Februari bergerak positif dengan
catatan kenaikan Bloomberg Indonesia Local Sovereign
Index (BINDO Index) ke level 201,28 dari 198,95 atau naik
sebesar 1,17% dari penutupan akhir Januari lalu. Yield SBN
10 tahun turun 11 bps menjadi 7,54% dari 7,65%.
Saat ini baik pelaku pasar finansial, pemimpin negara,
ataupun dunia usaha berharap harap cemas akan langkah
riil yang akan dilakukan oleh satu orang. Dengan statusnya
sebagai pemimpin negara dengan ekonomi terbesar di
dunia, dan mewakili hampir 30% konsumsi global, tentu
kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak masif
kepada negara-negara lain.
Rencana Trump memberikan border tax sebesar 20% dan
menaikkan tarif impor membuat masyarakat global terjebak
dalam ketidakpastian. AS yang dikenal sebagai sebagai
pioneer perdagangan bebas, yang memberikan pengaruh
sangat kuat di seluruh dunia, dan membuat banyak negara
mengadopsi ide perdagangan bebas untuk meningkatkan
kemakmuran, saat ini seperti hendak mengingkari impian
masyarakat Eropa ketika menginjak pertama kali.
2 | Market Perspective | Wealth Management Newsletter | Maret 2017
Perdagangan bebas yang membawa kemakmuran pada
masyarakat dan berhasil membangun perekonomian AS
menjadi yang terbesar di dunia, saat ini seperti terdakwa
penyebab permasalahan yang terjadi pada ekonomi AS.
Sebagai seseorang yang berlatar belakang pengusaha
tentu Donald Trump sadar betul risikonya bila AS menutup
diri. Apa yang dilakukan saat ini merupakan usaha dari
AS untuk memperbaiki perjanjian dagang yang dipandang
kurang menguntungkan.
Sebagai contoh pernyataan
Trump mengancam produsen mobil yang memproduksi
di Meksiko untuk dijual di AS maka akan dikenakan pajak
perbatasan hingga 20% merupakan bentuk intervensi
mengembalikan lapangan kerja dan investasi di AS.
Dibandingkan dengan negara maju lainnya, pajak korporasi
AS saat ini tergolong tinggi hingga mencapai 35%. Padahal
bila dibandingkan dengan rasio belanja pemerintah
terhadap GDP, pengeluaran AS relatif lebih kecil dari
negara maju lainnya.
Trump Tax Plan Illustration
US The Biggest Economy In The World
Ranking
Economy
(millions of US Dollars)
1
United States
18,036,648
2
China
11,007,721
3
Japan
4,383,076
4
Germany
3,363,447
5
United Kingdom
2,858,003
6
France
2,418,836
7
India
2,095,398
8
Italy
1,821,497
9
Brazil
1,774,725
Canada
1,550,537
10
Sumber: World Bank diolah oleh Commonwealth
Sumber: Media
High Correlation Between
Commodity Price & PMI
Global Commodity Prices and Manufacturing Activity
Raw Industrials Prices
Manufacturing PMIs
(Change Year-Over-Year)
Percent Improving (12-Months Basis, 3-Months Average)
50%
25%
0%
Namun apabila yang terjadi para produsen mobil tetap
memproduksi di Mexico dan AS memberikan border
tax hingga 20%, maka ini akan merugikan konsumen
AS karena harga beli akan meningkat, sementara tanpa
investasi dan penyerapan tenaga kerja tidak memberikan
added value untuk AS.
Market Expectation on Trump Tax Plan
Tidak semua ide yang dilontarkan oleh Donald Trump
disambut negatif oleh publik. Rencana Trump untuk
mereformasi pajak dan melakukan pemangkasan disambut
positif oleh publik, dan merupakan salah satu katalis yang
membuat Trump memenangkan kursi kepresidenan.
Ketika Trump menyatakan akan mengeluarkan detil rencana
pajak pemerintahannya, pasar AS langsung menyambut
positif dengan mengalami kenaikan hampir 1%.
-25%
2016
2015
2014
2013
2012
2011
-50%
2010
Memang benar biaya tenaga kerja AS lebih mahal dari
Meksiko, namun dengan rencana Trump menurunkan
pajak korporasi maka akan memberikan kompensansi dari
kenaikan biaya. Apabila pun produsen mobil menyesuaikan
kenaikan biaya dengan menaikkan harga jual, kenaikan
biaya pun itupun karena memberikan lapangan kerja pada
masyarakat AS sehingga memberikan added value pada
perekonomian AS.
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Sumber: Fidelity
World Economy Growth Recover
Walaupun pasar global masih berada dalam ketidakpastian
akibat rencana proteksionisme AS namun sisi positifnya
saat ini ekonomi global telah melewati risiko resesi seperti
yang ditakutkan pada awal 2016.
World bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi global di
2017 mencapai 2,7%. Uni Eropa sendiri telah memberikan
indikasi pemulihan dengan angka PMI/ indikator sektor
manufaktur berada di level 55,5 yang menunjukkan adanya
ekspansi.
Berdasarkan data historis kenaikan harga komoditas
memilki korelasi yang tinggi dengan PMI. Dengan harga
komoditas yang mengalami pemulihan di 2016 data PMI
negara-negara maju juga menunjukkan kembali ke arah
ekspansi setelah sebelumnya berada di bawah 50 yang
berarti kontraksi.
Market Perspective | Wealth Management Newsletter | Maret 2017 | 3
Optimisme investor global terefleksi dengan kenaikan
hampir seluruh bursa dunia dari awal 2017 ini. Baik ekuitas
negara emerging market ataupun developed market
bergerak searah mengalami penguatan.
Namun risiko terbesar pada negara maju tahun ini bukanlah
pada kondisi perekonomiannya yang mulai menunjukkan
pemulihan, namun datang dari politik terutama di Uni
Eropa yang saat ini simpatisan untuk keluar dari Uni Eropa
semakin meningkat. Risiko lainnya datang dari kebijakan
terutama pada AS yang menyebabkan ketidakpastian pada
dunia usaha dan dunia finansial.
Euro Politics Uncertainty
Ketidakpastian politik dari Zona Eropa merupakan salah
satu tema utama untuk pasar keuangan pada tahun ini.
Investor mulai dihadapkan oleh kekhawatiran tersebut
yang tercermin dengan adanya pelebaran spread yield
obligasi menjelang pemilu di Belanda, Perancis, Jerman
dan mungkin Italia.
Peristiwa politik yang dalam waktu dekat akan berlangsung
yakni pemilu Belanda pada 15 Maret. Meski Belanda
merupakan negara yang mendukung Uni Eropa, namun
Partai untuk Kebebasan (PVV) yang skeptis terhadap Uni
Eropa diperkirakan akan mendapatkan kursi terbanyak
dalam parlemen. Pemilu Belanda akan menjadi contoh
kasus pertama di tahun ini untuk menguji kekuatan
integritas Uni Eropa.
Meskipun pemilu Perancis baru akan diselenggarakan pada
23 April dan 7 Mei untuk putaran kedua, namun pada bulan
Maret akan dimumkan secara resmi kandidat yang akan
maju sebagai calon Presiden. Dari kandidat yang ada saat
ini, ada dua kandidat yang memiliki elektabilitas tertinggi
yakni Marine Le Pen dan Emmanuel Macron yang masingmasing berasal dari partai Fron Nasional dan En Marche!
Marine Le Pen, politisi yang vokal akan menggelar
referendum Perancis untuk keluar dari Uni Eropa jika dalam
6 bulan sejak dirinya terpilih gagal melakukan negosiasi
ulang dengan Uni Eropa. Sementara Emmanuel Macron
lebih mengusung prinsip bahwa Perancis membuka pintu
untuk kesepakatan perdagangan bebas dan masuknya
imigran selama membawa dampak positif terhadap
ekonomi Perancis.
EQUITY MARKET OUTLOOK
Sugar Makes the Ants Come
Sejak kecil kita diajari peribahasa “ada gula ada semut“.
Seperti halnya semut, dimana ada sumber rejeki maka
disanalah ramai-ramai orang berkumpul. Lebih lengkapnya
melihat keadaan saat ini dimana ada gula disana ada semut
pencari gula, kemudian ada semut pengusaha restoran
yang berjualan makanan ke semut pencari gula, lalu ada
semut nelayan yang berjualan ikan ke semut pengusaha
restoran, dan seterusnya perputaran terus berlanjut.
Adanya gula tidak hanya membuat semut pencari gula
menjadi makmur, namun membangun kemakmuran
masyarakat di wilayah itu. Hal inilah yang terjadi begitu
jelas di Indonesia terutama kondisi di luar pulau Jawa.
Ketika harga komoditas seperti batubara berada di level
tinggi, maka bukan hanya perusahaan batubara saja
yang mengeruk keuntungan besar, ekonomi yang berada
di wilayah tersebut juga merasakan imbas positif dari
perputaran dana yang meningkat.
Hal sebaliknya, salah satu alasan kenapa ekonomi
Indonesia melambat dalam beberapa tahun terakhir
adalah akibat turunnya harga komoditi yang memberikan
kontribusi besar. Ekonomi di luar Jawa, seperti Sumatera
dan Kalimantan yang terkenal sebagai produsen batubara
dan kelapa sawit ekonominya menjadi terpuruk akibat
minimnya aktivitas para pengusaha komoditas di wilayah
tersebut.
Walaupun mengandalkan penjualan sumber daya alam
bukan hal yang positif, namun disaat ekonomi global
melambat, kenaikan harga batubara dan kelapa sawit patut
disyukuri.
Perputaran Aktivitas Ekonomi
10-YR Government Bond Yield Spread (%)
2.5
2.5
Italy-Germany
Sumber: Media
2.0
2.0
1.5
1.5
1.0
1.0
France-Germany
Netherlands-Germany
0.5
0.0
0.5
0.0
J F M AM J JA S ON D JFM
2016
2017
Sumber: CBA
Salah satu alasan kenapa ekonomi
Indonesia melambat dalam beberapa
tahun terakhir adalah akibat turunnya
harga komoditi yang memberikan
kontribusi besar.
4 | Market Perspective | Wealth Management Newsletter | Maret 2017
Kembali meningkatnya belanja modal
emiten IHSG
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Capital expenditure (Rp tn)
Telco
Property
Toll Road
Rp59tn
2014
Rp63tn
2015
Industrial Estate
Heavy Equipment
Construction
Rp66tn
2016
Rp95tn
2017
Rp96tn
2018
Sumber: Pemerintah, Mandiri Sekuritas
Aktivitas Bisnis Meningkat terefleksi dari
Meningkatnya Capex
Sejak 4Q16 dapat dilihat dari rencana-rencana emiten
Indonesia yang menaikkan rencana belanja modal mereka.
Terutama pada perusahaan-perusahaan komoditas seperti
batubara dan kelapa sawit.
Rendahnya cost of fund, tingginya harga komoditas, dan
kuatnya dolar AS memberikan momentum yang sangat
positif untuk para pengusaha kembali berekspansi
meningkatkan belanja modal untuk menaikkan produksi
dan penjualan.
Tantangan Indonesia saat ini bukan lagi pada solvency ratio,
namun pada growth. Hingga akhir bulan Februari investor
asing masih tercatat melakukan aksi jual sepanjang tahun
ini. Sudah menjadi rahasia umum alasan kenapa IHSG
dihargai premium karena menjanjikan growth yang tinggi
dan sustainable dalam jangka panjang.
Betul!! Naiknya harga komoditas dan turunnya cost of fund
akan memberikan multiplier effect pada ekonomi Indonesia.
Namun efek yang diberikan membutuhkan waktu sebelum
terserap pada perekonomian. Lalu pertanyaannya kapan?
Karena hingga saat ini fakta di lapangan masih belum
mampu merefleksikan ekspektasi tersebut.
Bila dilihat dari pasar ekuitas global, saat ini sudah naik cukup
tinggi, sementara IHSG tergolong tertinggal dibandingkan
negara lainnya. MSCI global sudah naik 5,2% dan MSCI
emerging market naik 10,2% YTD hingga 22 Februari. Ini
menunjukkan investor masih meragukan kemampuan
IHSG menjustifikasi ekspektasi pertumbuhannya.
CDS 5 Tahun Indonesia Terendah
4 tahun Terakhir
Meningkatnya aktivitas pengusaha komoditas ini
memberikan harapan ekonomi di pulau utama yang
mengandalkan komoditas kembali terdongkrak. Penyerapan
tenaga kerja dan menggelembungnya pemasukan akan
meningkatkan perdagangan serta konsumsi.
Membaiknya outlook ekonomi Indonesia saat ini juga
ditopang dengan disiplin menjaga defisit transaksi
berjalan yang hanya -1,73%, dimana beberapa kebijakan
pemerintah untuk mengurangi ketergantungan penggunaan
dolar AS seperti pembayaran dalam negeri wajib dalam
bentuk rupiah mulai memberikan efek positif. Tentu apabila
ekonomi Indonesia kembali berlari kencang tumbuh diatas
6%, maka current account deficit (CAD) akan menjadi
risiko terbesar yang perlu diperhatikan. Namun saat ini
CAD bukanlah isu. Selain itu, Credit Default Swap (CDS)
Indonesia atau sederhananya premi asuransi ketika
membeli aset berisiko Indonesia semakin turun harganya
saat ini, yang menunjukkan semakin meningkatnya
optimisme pasar global pada kondisi ekonomi Indonesia.
Turunnya CDS ini dapat dikatakan di luar dugaan. Bila
awalnya pelaku pasar mengkhawatirkan rencana kebijakan
pemerintahan baru AS dapat meningkatkan uncertainty
yang berimbas naiknya premi, namun yang terjadi CDS
Indonesia terus turun bahkan di level terendah dalam 4
tahun terakhir.
Pengakuan oleh Fitch di akhir tahun lalu yang kemudian
disusul Moody’s pada awal tahun ini dengan menaikkan
outlook ekonomi Indonesia menjadi positif meningkatkan
keyakinan investor. Dari sudut pandang cash flow dan
ketahanan menghadapi risiko, saat ini kemampuan
Indonesia terus meningkat dan jauh lebih baik.
Sumber: Bloomberg
Membutuhkan Data Konkret Untuk Menjustifikasi
Kenaikan IHSG
Beberapa indikator ekonomi Indonesia seperti PMI,
consumer confidence, auto sales sesungguhnya telah
menunjukkan indikasi perbaikan. Namun masih terdapat
beberapa data yang memunculkan keraguan pada investor
apakah laba bersih perusahaan-perusahaan Indonesia
akan meningkat sesuai ekspektasi tahun ini.
Dari rilis data penjualan semen nasional pada bulan
Januari menunjukkan penurunan -0,3% YoY. Dengan
angka penggunaan semen hampir 70% untuk properti ini
menunjukkan sektor properti belum benar-benar pulih.
Ekspektasi penerimaan negara terutama dari pajak juga
menjadi salah satu concern utama dari investor. Pelaku
pasar menunggu efektifitas dari tax amnesty meningkatkan
penerimaan pajak negara. Masalah penerimaan negara
dari pajak seperti menjadi kisah klasik yang terus berulangulang, pemerintah kerap terlihat kesulitan meningkatkan
penerimaan tersebut.
Market Perspective | Wealth Management Newsletter | Maret 2017 | 5
Saat ini pasar membutuhkan data konkret untuk menjadi
justifikasi apakah IHSG layak dihargai lebih tinggi atau
tidak, mengingat saat ini secara relatif berada di valuasi
yang cukup premium. Rilis data laporan keuangan 1Q17
dan 2Q17 akan menjadi katalis kuat yang menentukan arah
IHSG di 2017 ini. Sementara dengan data non-perfoming
loan yang menjadi concern dari S&P relatif teratasi dengan
membaiknya angka NPL dan naiknya harga komoditas.
Perolehan Status investment grade oleh S&P juga dapat
menjadi booster yang menggerakan pasar di pertengahan
tahun.
Konsumsi Semen 1M17 Masih Turun Tipis YoY
AREA
2016
+-(%)
Jakarta
389.221
421.167
(7.6)
Banten
253.681
291.079
(12.8)
West Java
738.046
776.134
(4.9)
Central Java
679.067
643.177
5.6
Yogyakarta
88.461
84.120
5.2
796.886
747.909
6.5
TOTAL JAVA
2.945.363
2.963.586
(0.6)
Sumatra
1.028.807
1.098.326
(6.3)
Kalimantan
314.553
364.840
(13.8)
Sulawesi
429.441
429.806
(0.1)
Nusa Tenggara
311.533
320.107
(2.7)
Maluku & Irian J
142.591
117.855
21.0
(2.3)
TOTAL INDONESIA
5.172.287
5.294.522
Export Semen
59.025
33.926
74.0
Export Clinker
80.055
-
100.0
139.080
33.926
310.0
5.311.367
5.328.448
(0.3)
TOTAL EXPORT
GRAND TOTAL
Indikator yang menjadi pertimbangan Moody’s adalah
menyempitnya defisit neraca berjalan, meningkatnya
cadangan devisa dan melambatnya utang luar negeri
perusahaan swasta. Efektivitas kebijakan seperti disiplin
fiskal dan terus berlanjutnya reformasi struktural di
bidang ekonomi, fiskal dan kebijakan. Dengan perubahan
ini meningkatkan peluang adanya kenaikan peringkat
Indonesia di masa depan.
JANUARY
2017
East Java
investment grade. Perbaikan outlook ini merupakan
pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional bahwa
Indonesia berhasil untuk menjaga stabilitas makroekonomi
di tengah ketidakpastian ekonomi global sekaligus
menurunkan kerentanan terhadap gejolak eksternal.
Sumber: PT. Semen Indonesia, Asosiasi Semen Indonesia
BOND MARKET OUTLOOK
Positive Outlook Amid Inflation Pressure
Testimoni Janet Yellen yang bernada hawkish dihadapan
Senat dan House of Representative pada laporan
semesteran menegaskan bahwa akan adanya kenaikan
FFR secara gradual pada tahun ini.
Hal tersebut juga ditemukan dalam FOMC minutes of
meeting yang menunjukan mayoritas anggota FOMC
setuju dengan kenaikan FFR dalam waktu dekat jika
data ketenagakerjaan dan inflasi sejalan atau melebihi
ekspektasi mereka. Selain itu, kebijakan fiskal dari
pemerintah kemungkinan dapat memicu percepatan
kenaikan FFR.
Hingga sebelum Presiden Trump pidato di depan Kongres
pada 28 Feb, probabilitas kenaikan FFR masih berkisar
antara bulan Mei dan Juni. Namun dalam sehari setelah
pidato Trump, probabilitas kenaikan FFR pada Maret
melonjak menjadi 80% dari sebelumnya hanya 52%.
Pada 8 Februari, Moody’s merubah outlook peringkat utang
Indonesia menjadi positif dari stabil serta mengafirmasi
peringkat Indonesia di level Baa3 yang merupakan
Indonesia Sovereign Rating
Agency
Current Rating
Last Action
Standard
& Poor’s
BB+ (positive)
21-May-15 outlook revised from stable
to positive
Moody’s
Baa3 (positive)
8-Feb-17 outlook revised from stable
to positive
Fitch
BBB- (positive)
21-Dec-16 outlook revised from stable
to positive
Sumber: Bank Indonesia
Saat ini Indonesia disematkan outlook positif dari ketiga
lembaga pemeringkat internasional utama (S&P, Fitch
dan Moody’s) namun hanya S&P yang masih belum
menempatkan Indonesia dalam peringkat investment
grade. Meskipun dalam laporan terakhirnya S&P melihat
positif perkembangan ekonomi Indonesia namun kenaikan
pada non-performing loan perbankan menjadi perhatian
utama S&P.
Perbaikan outlook dari Moody’s memicu penurunan Credit
Default Swap (CDS) 5 tahun Indonesia hingga ke level 126,
yang merupakan level terendah dalam empat tahun terakhir
dan hampir menyentuh level terendah dalam lima tahun
terakhir yakni di level 123.
CDS Indonesia yang sedang dalam penurunan tren sejak
pertengahan November menunjukan persepsi risiko
terhadap Indonesia semakin berkurang. Ini memberikan
sentimen positif bagi pasar obligasi.
Dari dalam negeri, nampak sepanjang Februari minat
peserta lelang menurun baik pada lelang SBN maupun
sukuk jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Minat
investor asing juga cenderung menurun tercermin hanya
mencatatkan net-buy Rp 4.31 triliun sepanjang Februari
turun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu
sebesar Rp 9.46 triliun.
Sementara investor domestik juga tampak tidak terlalu
agresif jika dibanding tahun lalu. Investor asuransi hanya
menambah Rp 6.72 triliun YTD turun dibanding Rp 7.4
triliun periode yang sama tahun lalu, sementara investor
dana pensiun hanya menambah Rp 0.35 triliun YTD dari Rp
4.64 triliun tahun lalu.
6 | Market Perspective | Wealth Management Newsletter | Maret 2017
Kepemilikan investor di SBN
Type of
Investor
Bank
Bank Indonesia
Mutual Fund
27-Feb
% of outs
Net Buy/ (sell)
mtd
ytd
519.48
28.1%
25.66
120.2
49.26
2.7%
(4.05)
(84.99)
3.84
89.50
4.8%
1.66
Insurance
244.96
13.3%
3.71
6.72
Foreign
689.81
37.4%
4.31
24.01
0.35
Pension Fund
Others
Total
87.63
4.7%
0.68
165.73
9.0%
3.25
3.13
1,846.36
100.0%
35.22
73.08
Sumber: : DJPPR diolah oleh Commonwealth
RISKS TO WATCH
Rencana Donald Trump untuk menaikkan tarif impor dan
merenegosiasikan perjanjian perdagangan menciptakan
ketidakpastian pada dunia usaha. Mengingat AS
merupakan negara dengan ekonomi terbesar di dunia,
maka kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak
signifikan.
Janji Donald Trump untuk memangkas pajak korporasi dan
individu disambut positif oleh masyarakat AS. Dampak
dari pemangkasan pajak akan meningkatkan permintaan
dan pada akhirnya meningkatkan inflasi melebihi inflasi
rata-rata tahunan. Tingginya inflasi akan memaksa The
Fed menaikkan suku bunga dan membuat harga obligasi
berisiko terkoreksi.
Penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta putaran pertama
pada 15 Februari lalu tergolong cukup sukses. Pasar
masih menantikan suksesnya penyelenggaraan Pilkada
putaran kedua nanti untuk memberikan kepastian politik
pada investor.
Rendahnya penerimaan pajak di tengah kebutuhan dana
yang besar untuk belanja pemerintah akan memperlebar
defisit anggaran, yang memicu meningkatnya supply
obligasi di pasar.
Risiko capital outflow akan menghantui pasar keuangan di
tahun ini. Harus diakui bahwa porsi kepemilikan investor
asing di pasar saham maupun obligasi relatif besar. Dengan
membaiknya kondisi ekonomi AS maka memperbesar
tekanan outflow untuk keluar dari emerging market yang
dapat memberikan tekanan baik di pasar saham maupun
obligasi.
Rilis laporan keuangan 1Q17 akan menjadi kunci yang
menggerakan IHSG. Dengan ekspektasi pasar cukup
tinggi akan kenaikan laba bersih di 2017 maka apabila
meleset berisiko memberikan sentimen negatif kepada
investor.
REKOMENDASI INVESTASI
Pada pasar Saham, cukup di luar dugaan melihat
perkembangan pasar saham saat ini. Di saat pasar
negara maju dan negara berkembang telah naik 5-10%
YTD, IHSG malah tertinggal dengan kenaikan yang baru
sekitar 1% ditambah dengan net-sell sekitar Rp 1 triliun
oleh investor asing. Terdapat beberapa dugaan seperti
valuasi yang cukup mahal, perputaran dana ke negara
lain, ataupun karena situasi politik yang membuat investor
menjadi bersikap lebih berhati-hati untuk kembali masuk
ke IHSG. Dibutuhkan bukti konkrit untuk menjustifikasi
kenaikan indeks lebih lanjut. Kami memandang ini
merupakan kesempatan bagi para investor domestik
untuk meningkatkan investasinya di reksadana saham.
Telah dipangkasnya suku bunga sebesar 150 basis dan
beberapa data ekonomi yang membaik memberikan
indikasi yang positif. Ditambah bila di pertengahan tahun
ini Indonesia mendapatkan status investment grade dari
S&P. Secara jangka panjang kami masih tetap bullish pada
equity dan memberikan rekomendasi aset alokasi 70% dari
total portofolio.
Pada pasar obligasi, dihadapi dengan risiko kenaikan
inflasi yang pada bulan Januari tercatat cukup tinggi,
dan diprediksi masih akan tinggi di Februari. Selain itu,
pasar obligasi masih dibayangi dengan rencana kenaikan
FFR untuk mengimbangi potensi kenaikan inflasi di AS
akibat rencana kebijakan fiskal Presiden Trump. Namun
penurunan CDS yang cukup signifikan setelah perubahan
outlook peringkat utang dari Moody’s, menigkatkan
kembali optimisme bahwa S&P akan segera menaikan
peringkat Indonesia ke investment grade mengimbangi
sentimen global. Dengan pertimbangan tersebut, Kami
merekomendasikan untuk menurunkan durasi portofolio
untuk mereduksi risiko volatilitas. Diproyeksi pasar obligasi
masih dapat memberikan return positif tahun ini, meskipun
akan lebih kecil dari tahun lalu. Secara jangka panjang
kami melihat pasar obligasi masih cukup atraktif dengan
rekomendasi alokasi sebesar 30% dari total portofolio.
Market Perspective | Wealth Management Newsletter | Maret 2017 | 7
ANALISA VALAS
Di awal tahun 2017 ini pergerakan USD banyak didominasi dengan fokus market terhadap potensi kebijakan
Trump dan outlook suku bunga Amerika yang berpeluang dinaikkan pada meeting tanggal 16 Maret, kedepannya
USD masih diprediksi masih akan cenderung menguat dengan outlook suku bunga ini, ditambah lagi bila Presiden
Trump menjelaskan secara detail rencana kebijakan pajaknya yang dianggap bisa mendukung pertumbuhan
ekonomi Amerika.
USD/IDR
Pergerakan USD/IDR hingga akhir Februari 2017 tergolong
cukup stabil dengan range antara 13280-13400 dengan
kecenderungan USD menguat ditengah ketidakpastian
mengenai kebijakan Trump terutama yang saat ini sedang
dibahas yaitu mengenai masalah kebijakan pajak. Di pidato
terakhirnya Trump tidak memberikan indikasi yang jelas
mengenai kebijakan pajaknya sehingga membuat market
kembali fokus dengan outlook suku bunga Amerika yang
diprediksi berpeluang naik di pertemuan FED bulan maret.
Disamping itu inflasi lokal yang naik terlalu cepat juga
berpotensi menyebabkan tekanan depresiasi rupiah di
masa depan dan ini juga bisa membuat bank sentral untuk
menyesuaikan suku bunga ke level yang lebih tinggi.
Diperkirakan nilai tukar Rupiah akan berada di rentang 13,300
– 13,500 pada kisaran bulan Maret ini.
AUD/USD
Pada bulan Februari ini AUD bergerak sangat stabil dengan
range 0.7608 – 0.7732 seiring dengan naiknya harga bijih besi
ke level tertinggi, RBA masih diprediksi akan mempertahankan
suku bunga di level terendah di 1,50%. Dalam pernyataannya,
RBA memberikan fokus pada pertumbuhan Gross Domestic
Product (GDP) Australia yang tumbuh signifikan di level
1,1%. Pertumbuhan tenaga kerja hanya bertumbuh sebesar
13.5K dan level pengganguran dirilis turun di 5,7% dari
sebelumnya di 5,8%, Hal ini memberikan indikasi ke market
bahwa suku bunga masih bisa bertahan di level sekarang
paling tidak sampai pertengahan tahun 2017 dan momentum
pertumbuhan ekonomi Australia masih cukup terjaga. Untuk
jangka waktu pendek AUD masih cenderung berpotensi
kembali melemah terhadap mata uang lainnya dikarenakan
kebijakan ekonomi Trump dan prospek kenaikan suku bunga
US untuk tahun ini masih cukup menyita perhatian market.
Ditambah lagi pertumbuhan ekonomi China yang masih
cenderung melambat.
Diperkirakan AUD/USD akan cenderung bergerak dengan
rentang 0.7350 – 0.7650 pada kurun waktu bulan Maret 2017.
EUR/USD
Nilai tukar Euro terhadap USD bergerak signifikan turun
dengan range 1.0495-1.0830 di bulan Februari, dipicu oleh
masalah politik yang disorot di Perancis terkait dengan pemilu
presiden yang akan diadakan pada bulan april dimana salah
satu kandidat kuatnya yaitu Marine Le Pen mendapatkan
dukungan yang cukup kuat. Marine Le Pen ini adalah salah
satu orang yang mendukung Perancis keluar dari keanggotaan
Uni Eropa. Sementara itu dari kondisi ekonomi Zona Euro
sendiri indeks harga konsumen Zona Euro tumbuh pada
kecepatan tahunan 1,8% di bulan Februari, sama dengan
bulan Januari dalam jajak pendapat Reuters. Sementara
pertumbuhan ekonomi Zona Euro dilaporkan berakselerasi di
kuartal terakhir tahun lalu. Data awal memperlihatkan GDP
Zona Euro tumbuh 0,4% setelah sebelumnya berekspansi
0,5%.
Untuk jangka pendek diperkirakan EUR/USD akan cenderung
bergerak dalam rentang 1.0450-1.0750 pada kurun waktu
bulan Maret 2017.
GBP/USD
Poundsterling kembali bergerak stabil dengan kecenderungan
turun di bulan Februari ini dengan range 1.2345-1.2575
disebabkan oleh fokus market terhadap potensi referendum
Skotlandia dan rilis traktat Lisbon pasal 50 menyebabkan
GBP kembali tertekan. Beberapa data ekonomi memberikan
indikasi bahwa ekonomi inggris masih cukup terjaga
momentumnya seperti rilis CPI tahunan masih berada di
kisaran 1,8% dan GDP nya masih terjaga di level 2%.
Diperkirakan GBP/USD akan bergerak fluktuatif dalam
rentang 1.1900-1.2450 pada kurun waktu bulan Maret 2017.
8 | Market Perspective | Wealth Management Newsletter | Maret 2017
USD/JPY
USDJPY masih bergerak sangat fluktuatif pada bulan
Februari, JPY kembali menguat terbatas dengan range
111.70-114.95 disebabkan oleh beberapa masalah geopolitik
seperti ketegangan Korea Utara, isu politik di Perancis,
dan ketidakjelasan kebijakan Trump membuat investor
kembali memburu aset safe haven menyebabkan JPY
kembali menguat. BoJ juga memberikan indikasi akan tetap
berkomitmen menggunakan suku bunga dan pembelian aset
sebagai alat kebijakan utama untuk menghidupkan kembali
perekonomian.
Diperkirakan USD/JPY akan cenderung bergerak dengan
rentang 112.00-115.50 pada bulan Maret 2017.
RECOMMENDATION
EUR/USD
GBP/USD
AUD/USD
Expected buying level
13.270 - 13.330
USD/IDR
1.0400 - 1.0450
1.2100 - 1.2150
0.7400 - 0.7450
112.00 - 112.50
Expected selling level
13.450 - 13.500
1.0600 - 1.0650 1.2300 - 1.2350
0.7650 - 0.7700 115.00 - 115.50
Long profit taking 13.500 and above
1.0600 and above
1.2300 and above
0.7650 and above
115.00 and above
Short profit taking 13.330 and below
1.0450 and below
1.2150 and below
0.7450 and below
112.50 and below
Long cut loss 13.150 - 13.200
1.0300 - 1.0350
1.2000 - 1.2050
0.7300 - 0.7350
111.00 - 111.50
Short cut loss 13.550 - 13.600
1.0700 - 1.0750
1.2400 - 1.2450
0.7750 - 0.7800
116.00 - 116.50
Entry Point
Profit Taking
Cut Loss
*Data di atas hanya bersifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
USD/JPY
DISCLAIMERS
Kecuali dinyatakan lain, semua data bersumber dari berita media massa, dan tidak diterbitkan oleh PT
Bank Commonwealth (PTBC). PTBC harus dijamin untuk dibebaskan dari tanggung jawab, termasuk
tetapi tidak terbatas pada penuntutan hukum oleh pihak ketiga. PTBC beserta direkturnya, karyawannya
dan perwakilannya dalam Lampiran ini selanjutnya bersama-sama disebut sebagai “Grup”. Laporan
ini diterbitkan semata-mata untuk tujuan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu ajakan
atau penawaran untuk membeli efek atau instrumen keuangan. Laporan ini telah disusun tanpa
mempertimbangkan tujuan, situasi keuangan dan kapasitas untuk menanggung kerugian, pengetahuan,
pengalaman atau kebutuhan orang-orang tertentu yang mungkin menerima laporan ini. Tidak ada anggota
dari Grup yang melakukan atau harus melakukan penilaian kelayakan atau penyesuaian laporan untuk
penerima laporan ini yang karenanya tidak mendapat manfaat dari perlindungan peraturan dalam hal
ini. Laporan ini bukan nasihat atau petunjuk. Semua penerima laporan ini harus, sebelum bertindak atas
dasar informasi dalam laporan ini, mempertimbangkan kewajaran/kelayakan dan kesesuaian informasi,
dengan memperhatikan tujuan-tujuan mereka sendiri, situasi keuangan dan kebutuhan, dan jika perlu
mencari profesional yang tepat, memperhatikan kondisi valuta asing atau nasihat keuangan tentang isi
laporan ini sebelum membuat keputusan investasi. Kami percaya bahwa informasi dalam laporan ini
adalah benar dan setiap pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang cukup telah diadakan atau dibuat,
berdasarkan informasi yang tersedia pada saat kompilasi, tetapi tidak ada pernyataan atau jaminan,
baik tersurat atau tersirat, yang dibuat atau disediakan untuk akurasi, kehandalan atau kelengkapan
setiap pernyataan yang dibuat dalam laporan ini. Setiap pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang
ditetapkan dalam laporan ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan dan mungkin berbeda
atau bertentangan dengan, kesimpulan, pendapat atau rekomendasi yang diungkapkan oleh Grup di
tempat lain. Kami tidak berkewajiban untuk, dan tidak, memberitahukan perkembangan terkini atau harus
terus mengikuti informasi terkini yang terdapat dalam laporan ini. Grup tidak menerima tanggung jawab
untuk setiap kerugian atau kerusakan yang timbul akibat dari penggunaan seluruh atau setiap bagian dari
laporan ini. Setiap penilaian, proyeksidan prakiraan yang terkandung dalam laporan ini didasarkan pada
sejumlah asumsi dan perkiraan dan tunduk pada kontinjensi dan ketidakpastian. Asumsi dan perkiraan
yang berbeda dapat mengakibatkan hasil material yang berbeda pula. Grup tidak mewakili atau menjamin
bahwa salah satu proyeksi penilaian atau prakiraan, atau salah satu dasar asumsi atau perkiraan, akan
dipenuhi. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja masa depan.
Grup tidak menjamin kinerja dari produk investasi atau pembayaran kembali modal dengan produk yang
didistribusikan oleh PTBC. Investasi dalam produk ini bukan merupakan simpanan atau kewajiban lainnya
dari Grup atau anak perusahaannya dan setiap jenis produk investasi memiliki risiko investasi termasuk
hilangnya pendapatan dan modal yang diinvestasikan. Contoh yang digunakan dalam komunikasi ini hanya
untuk ilustrasi. Semua materi yang disajikan dalam laporan ini, kecuali bila ditentukan lain, berada di bawah
hak cipta Grup. Tak satu pun dari materi, maupun isinya, maupun salinannya, dapat diubah dengan cara
apapun, ditransmisikan ke, disalin atau didistribusikan kepada pihak lain, tanpa izin tertulis dari perusahaan
terkait yang menjadi bagian dalam Grup. Grup, berikut agennya, asosiasinya dan kliennya memiliki atau
telah memiliki posisi panjang atau pendek pada efek atau instrumen keuangan lainnya yang disebut di sini,
dan dapat setiap saat melakukan pembelian dan/atau penjualan terhadap kepentingan atau surat berharga
dalam kapasitasnya sebagai prinsipal atau agen, termasuk menjual atau membeli dari klien atas dasar
pokok dan dapat terlibat dalam transaksi yang tidak konsisten dengan laporan ini. Silakan melihat website
kami di www.commbank.co.id untuk informasi lebih lanjut. Jika Anda ingin berbicara dengan seseorang
mengenai instrumen keuangan yang dijelaskan dalam laporan ini, silakan hubungi Call Centre kami di
15000 30 atau email kami di [email protected]
10 | Market Perspective | Wealth Management Newsletter | Maret 2017
Download